Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 06 Februari 2021

Dr KH Suteja M.Ag Bedah Materi Sihir dan Pencegahannya Lewat Zoom Meeting

Dr KH Suteja M.Ag yang juga Wakil Dekan FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon tengah memberikan materi sihir dan pencegahannya yang digelar DPP Perempuan Bangsa.


FOKUS CIREBON, (FC) - Sihir masih menjadi topik hangat di kalangan masyarakat, lantaran dampak dari sihir itu menimbulkan kegaduhan sosial. Bahkan dalam kacamata agama, sihir dipandang sebagai perbuatan yang melanggar syar'i. Demikian disampaikan Dr KH Suteja M.Ag pada kegiatan meeting zoom yang digelar oleh DPP Perempuan Bangsa, Sabtu (6/2/2021).

Pada lintasan sejarah kenabian dan ke rosulan, mukjizat yang dimiliki para nabi dan rosul oleh orang-orang terdahulu itu dianggap sebagai sihir, padahal sesungguhnya berbeda antara sihir dan mukzijat.

Sihir menurut Suteja, itu melalui perantara jin sedang mukzijat itu datangnya langsung dari Allah SWT. Sehingga sihir menjadi perbuatan yang di luar kelaziman dan bertentangan dengan syar'i.

"Jin itu bisa menyerupai ular, tikus, burung dan lainnya. Dan sihir menyerang syaraf otak manusia. Sehingga ini sangat bertentangan dengan syar'i," papar Suteja.

Dijelaskan, jika ada yang bermimpi buruk, kata Imam Syafi'i sebaiknya segera bangun, mandi dan berwudlu, kemudian langsung melaksanakan shalat. 




Pada kajian materi sihir dan pencegahannya, banyak hal yang dikupas secara detail oleh narasumber KH Suteja, materi ini tentu sangat memberikan pemahaman kepada audiens dan akan mampu menyimpulkan apa sesungguhnya sihir itu dan bagaimana menurut kacamata agama dan sosial. 

Sementara itu, peserta kajian sihir dan pencegahannya lebih didominasi para wanita, yakni para ibu nyai perempuan bangsa dan lainnya.


Kegiatan ini juga melibatkan peserta dari DPP, DPW, DPC Perempuan Bangsa Se-Indonesia serta hadir Ketua Bidang Dakwah, Dr.Hj.Iemas Masithoh M.Noor, SH,MH, juga pengurus DPP Perempuan Bangsa, Siti Mukaromah (Ketua Umum) dan Miftahul Janah (Sekjen). (din)

Kapolresta Cirebon Tinjau Desa Babakan Ciwaringin Penyandang Gelar Desa Tangguh


FOKUS CIREBON, (FC) - KAPOLRESTA Cirebon Kombes Pol. M. Syahduddi. S.I.K, M.S.i. meninjau kampung tangguh ‘Tohaga’ di desa Babakan, kecamatan Ciwaringin, kabupaten Cirebon, Sabtu (6/1/2021).

Menurutnya kampung tangguh ‘Tohaga ‘adalah masyarakat tangguh dalam segi keamanan, ketahanan pangan, kemudian ketangguhan dalam komunikasi dan informasi, kesehatan juga ketangguhan dalam menghadapi Covid-19.

“Kampung tangguh adalah program di mana lonjakan terindikasi masyarakatnya positif covid 19 cukup tinggi, dengan cara ini diharapkan penanganan penyebaran virus covid 19 ini mudah diatasi secara sistematis dan terdeteksi secara awal ditangani secara dini agar penyebarannya tidak membesar,” jelasnya.

Ditambahkan, sehingga masyarakatnya sudah dapat secara mandiri bertahan hidup dengan suplay bahan makanan yang ada di lingkungan sekitar secara swadaya masyarakat, dan juga kebutuhan ekonomi pendukung lainnya dikelola secara mandiri oleh masyarakat sekitar.

Desa Babakan Ciwaringin dianggap layak menyandang gelar desa tangguh dikarenakan penduduknya yang mayoritas  dari luar daerah dan juga wilayah kecamatan sekitar, sudah sering kali mengadakan test swab dan antigen kepada seluruh santrinya. Ditambah banyak posko penanganan Covid-19 yang ada di desa tersebut, serta para santri di masing-masing pondoknya membuat kebun mandiri tanaman pokok makanan seperti sayuran, buah-buahan, dan juga apotek hidup yang ditanam secara swadaya oleh para santrinya.

Semua kriteria yang ada sudah memenuhi syarat untuk menyandang predikat kampung tangguh, hal itu juga yang diutarakan oleh Camat Ciwaringin, H Kholidin Supriyadi, S.Sos, M.Ak. dalam sesi sambutannya di depan para tamu undangan.

Ditambahkannya lagi, bahwa pasien yang diduga positif covid 19 angkanya menurun sangat drastis dikarenakan masyarakatnya saling bahu-membahu dalam penanganannya, serta peran aktif para ulamanya yang sangat bijaksana dan cekatan dalam menginformasikan alur santrinya yang keluar masuk pondok dan juga test swab antigen secara mandiri.

H. Syatori, selaku Kepala Desa Babakan, Ciwaringin mengaku sangat bangga dan mengapresiasi atas predikat kampung tangguh yang disandangnya, dan diharapkan kami dapat mempertahankan predikat tersebut dan juga semoga virus Corona ini hilang dari negeri ini khususnya Desa Babakan Ciwaringin, ungkapnya kepada awak jurnalis yang meliput di lokasi kegiatan.

Kapolsek Ciwaringin, AKP. Iwan Gunawan, SH juga menambahkan pesan agar masyarakat khususnya masyarakat Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon ini agar selalu mematuhi prokes yang telah ditetapkan pemerintah baik pusat maupun daerah.

"Jangan lupa menggunakan masker di setiap kegiatan di luar rumah dan 5M harus tetap dipatuhi oleh kita semua seluruh masyarakat khususnya yang ada di Kecamatan Ciwaringi," tandasnya.  (Fiki)

Jumat, 05 Februari 2021

Wakil Wali Kota Cirebon Menerima Kunjungan Wakil Wali Kota Tarakan Kalimantan

Wakil Walikota Cirebon dan Wakil.Walikota Tarakan Kalimantan

FOKUS CIREBON, FC - Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati  menerima kunjungan Wakil Wali Kota Tarakan, Kalimantan Utara, Effendy Djuprianto, di ruang kerjanya, Jumat, 5 Februari 2021.

Usai pertemuan, Eti Herawati menyampaikan, peluang yang ada diharapkan bisa dimanfaatkan oleh pengusaha di Kota Cirebon. Membuka peluang usaha dengan kerjasama antar pemerintah daerah bisa mengentaskan kemiskinan.

“Kebetulan kita satu grup di grup wakil wali kota dan bupati seluruh Indonesia. Pak Pendi ini juga aktif dalam berbagai kegiatan,” ungkap Eti.

Di masa pandemi Covid-19 ini, para wakil wali kota dan bupati di seluruh Indonesia, mendapatkan tugas untuk mengentaskan kemiskinan.

“Kedatangan beliau salah satunya untuk itu. Kami telah membicarakan sejumlah peluang kerja sama yang bisa membuka peluang usaha sekaligus pengentasan kemiskinan dan tadi beliau konsentrasi ke perikanan,” ungkap Eti.

Tarakan memiliki potensi perikanan yang besar yang bisa dimanfaatkan baik oleh Kota Cirebon maupun Kota Tarakan.

Salah satunya dengan mengirimkan tenaga kerja dari Kota Cirebon untuk memberikan pelatihan, seperti pelatihan packaging serta berbagai pelatihan lainnya. Untuk itu, Eti meminta kepada pengusaha di Kota Cirebon untuk bisa menangkap peluang bisnis ini. “Ini angin segar untuk pengusaha,” ungkap Eti.

Dengan begitu akan semakin banyak tenaga kerja yang terserap sehingga pengentasan kemiskinan bisa dilakukan. “Mudah-mudahan kerja sama antar kota ini bisa berjalan dengan baik,” ungkap Eti.

Sementara itu Wakil Wali Kota Tarakan, Kalimantan Utara, Effendy Djuprianto, menjelaskan bahwa dirinya merupakan pengusaha sebelum menjadi wakil wali kota. “Saya berusaha di sektor perikanan,” ungkap Effendy. Yaitu menjual ikan kering dan salah satu kota penjualannya yaitu Kota Cirebon.

Effendy menilai, baik Kota Cirebon maupun Kota Tarakan sama-sama memiliki potensi kelautan dan perikanan yang bisa dikembangkan. Untuk itu Effendy berkunjung ke Kota Cirebon, yaitu mendorong pemanfaatan potensi dan kerja sama antara Pemda Kota Cirebon dan Kota Tarakan.

Sedangkan Ketua Kadin Kota Cirebon, Edi Mulyana menyambut positif informasi dan peluang yang sangat berharga ini. Nantinya mereka akan fokus ke pelatihan dan pembinaan sumber daya manusia (SDM). “Ini merupakan jembatan awal kerja sama yang baik,” ungkap Edi.

Sementara Kepala Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil Menengah (DPUKM) Kota Cirebon, Dra. Hj. Maharani Dewi, menjelaskan, salah satu peluang yang bisa diambil yaitu produk-produk dari Kota Tarakan bisa diolah oleh UMKM di Kota Cirebon. “Seperti keripik yang kita ekspor ke Belgia,” ungkap Maharani. Bahannya di dapatkan dari daerah lain namun UMKM di Kota Cirebon mengolahnya menjadi produk yang siap dijual bahkan diekspor. (Nur)


Tax Center IAIN Cirebon Bekerjasama DJP Jabar 2 dan KPP Cirebon 1 Terbuka Untuk Umum

Ketua Tax Center IAIN SNJ Cirebon tengah memberikan pelatihan pajak bersama KPP Cirebon 1, di Kampus setempat. (Foto/Nurudin)


FOKUS CIREBON, (FC) - Lembaga yang bergerak di pengurusan pajak bernama Tax Center, kini ada di IAIN SNJ Cirebon, yang dikelola langsung oleh Fakuktas Syariah. Tax Center IAIN Cirebon ini bekerjsama dengan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Barat 2 dan Kantor Pratama Pajak (KPP) Cirebon 1.

Ketua Tax Center, Nining Wahyuningsih SE MM, yang juga Ketua Prodi Akutansi Syariah pada Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Cirebon mengatakan, saat ini Teks Center tengah mengadakan pelatihan kelas pajak yang pesertanya adalah peserta baru tahun 2021 yakni mahasiswa dan relawan pajak yang pernah ikut pada pelatihan relawan pajak pada tahun 2020.

Pada kegiatan tersebut, peserta dibagi kedalam dua kelas dengan jumlah 40 peserta dengan tetap menjalankan Prokes dan instruktur atau pelatih dari Kantor Pratama Pajak Cirebon.

"Pelatihan kelas pajak pesertanya adalah relawan pajak Tax Center IAIN Cirebon, di mana kegiatan ini dilakukan untuk persiapan nanti relawan pajak turun ke lapangan untuk membantu wajib pajak, yakni laporan SPT," kata Nining, Kamis (5/2/2021) di lokasi kegiatan.

Nining juga menegaskan bahwa Tax Center sendiri merupakan lembaga yang bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Pajak (DJP), yakni DJP Jawa Barat 2 di Bekasi. Sedang di Cirebon dengan Kantor Pratama Pajak (KPP) Cirebon 1.

Dijelaskan, bahwa Tax Center IAIN Cirebon merupakan satu dari 13 Teks Center Perguruan Tinggi yang ada di Jawa Barat. 

Tax Center sendiri berdiri sejak Februari 2020, berarti sudah berjalan satu tahun dan ini adalah kegiatan yang kedua kelas pajak, yang mana pada tahun 2020 pihaknya sudah merekrut relawan pajak yakni mahasiswa IAIN SNJ Cirebon, khususnya mahasiswa syariah.

"Untuk relawan yang tahun 2020, memang sebelumnya sudah diberikan pelatihan, tapi karena terkendala cobid 19 sehingga tidak semua relawan pajak ini diturunkan ke lapangan. Namun kegiatan tetap dilakukan secara online," paparnya.

Ditegaskan, bahwa Tax Center ini juga bukan untuk mahasiswa syariah saja, tetapi juga bisa untuk mahasiswa seluruh fakultas yang ada di IAIN SNJ Cirebon serta CPNS, dan masyarakat umum, dengan perbandingan 80% mahasiswa dan 20% masyarakat umum.

Nining juga menjelaskan, bahwa relawan tax center ini melalui proses perekrutan untuk relawan pajak dan ini sesuai ketentuan DJP Jabar 2. 

Sedangkan peran tax center sendiri, kata Nining, selain memberikan pembekalan dan pelatihan juga menjadi sosialisasi literasi masyarakat tentang pajak.

"Artinya gini, kita membantu SPT nya orang di lingkungan kampus IAIN SNJ Cirebon, yakni yang wajib pajak terdiri dari dosen, karyawan dan staf itu kita bantu dan tax centernya ada di Fakuktas Syariah," terangnya.

Sementara tujuan kegiatan pelatihan pajak ini, tentu diharapkan adanya output. "Untuk itu kami memberikan bekal terlebih dan nantinya diharapkan memiliki kemampuan dalam hal meneliti, merisset dan mengelola perpajakan," ucapnya diakhir perbincangan dengan www.fokuscirebon.com (din)




Tax Center IAIN Cirebon Gelar Pelatihan Pajak


FOKUS CIREBON, (FC) - Sebanyak 40 peserta pada Jum'at (5/2/2021), mengikuti pelatihan pajak yang digelar di kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon. 

Kegiatan tersebut digelar bekerjasama dengan Kantor Pratama Pajak (KPP) Cirebon 1 dengan Tax Center IAIN SNJ Cirebon.

Nining Wahyuningsih SE MM, Ketua Tax Center IAIN Cirebon menjelaskan bahwa pada kegiatan pelatihan pajak ini, peserta dibagi kedalam dua kelas, yakni masing-masing kelas berisikan 20 peserta. 

Di mana 20 peserta merupakan relawan pajak hasil rekrutmen dan pelatihan tahun 2020, sedangkan satu kelas berikutnya adalah peserta tahun 2021.

Pada kegiatan pelatihan ini, narasumber atau pelatihnya dari Kantor Pratama Pajak Cirebon 1. Dan diharapkan nanti outputnya mereka dapat membatu di lapangan untuk membantu wajib pajak yakni laporan SPT dan lainnya. 

Sementara itu, H.Muhamad Arifin M.Pd.I, Pranata Humas IAIN SNJ Cirebon menyatakan bahwa dengan adanya kegiatan pelatihan pajak tersebut diharapkan para mahasiswa memiliki pengetahuan tambahan yang nantinya berguna bagi dirinya sendiri ataupun IAIN Cirebon secara institusi maupun nanti pada dunia kerja yang sesungguhnya.

"Ya, patut diapresiasi dan tentunya kegiatan ini memiliki nilai tambah bagi mahasiswa untuk bekal nanti, sehingga diharapkan momentum pelatihan tersebut dapat diikuti dengan serius dan dimanfaat dengan sebaik mungkin," tandasnya. (din)

Kamis, 04 Februari 2021

IAIN Syekh Nurjati Cirebon Menjadi Yang Pertama Cetak Al Quran dengan Terjemahan Bahasa Cirebon


Focus Group Discussion  (FGD) LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon tengah berdiskusi tentang penerjemahan Al-Qur'an dalam Bahasa Cirebon bekerjasama dengan Pusat Penelitian dan Pengembangan Lektur, Khazanah Keagamaan, dan Manajemen Organisasi, Balitbang-Diklat, Kemenag RI di Ruang Prabayaksa Keraton Kacirebonan. 


FOKUS CIREBON, (FC) - Pertemuan Tim peneliti dan penerjemah Al Quran ke Bahasa Cirebon, IAIN Syekh Nurjati Cirebon maupun dari tim Puslitbang Lektur, Kemenag RI Jakarta, Kamis (4/2/2021), bertemu dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Ruang Prabayaksa Keraton Kacirebonan. 

Ketua Program Pelaksana Penerjemahan Al Quran ke Bahasa Cirebon, Dr H Ahmad Yani M.Ag mengatakan, program penerjemahan Al Quran Bahasa Cirebon ini kerjasama IAIN Cirebon dengan Puslitbang Lentur,  Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi Kemenag RI.

Program ini, kata Yani, sudah diinisiasi IAIN Cirebon sejak tahun 2020. "Penerjemahan Al Quran  bahasa Cirebon ini mungkin baru yang pertama di wilayah III Cirebon dan ini bisa menjadi monumental," paparnya.

Yani juga menyambut baik kerjasama ini, pihaknya berharap kegiatan Focus Group Discussion (FGD) di Bangsal Keraton Kacirebonan ini dapat menghasilkan input dan auput dari pencarian (diskusi) iluminasi bahasa daerah (Cirebon) yang digunakan pada penerjemahan Al Quran nanti.

Maka, untuk itu, di kegiatan FGD ini terdapat dua fokus pembahasan  yang membutuhkan masukan tim Puslitbang Lektur. Pertama menyangkut progress sepanjang tahun 2020 yakni apa yang harus segera diselesaikan dengan Puslitbang Lektur, baik soal pakem, prosedur ataupun soal standardisasinya.

"Terutama tata kelola penerjemahan tersebut seperti apa prosedurnya, jadi kami akan ikut standar versi Puslitbang Lektur," kata Ketua LPM IAIN SNJ Cirebon Dr H Ahmad Yani M.Ag.

Sedang menurut penerjemah, Muchtar zaidin menyatakan bahwa penerjemahan alquran ke bahasa daerah atau Bahasa Cirebon, karena ini ada sebuah kesepakatan, di mana hasilnya sepakat untuk kebaikan.

Mukhtar Zaidin juga mencontohkan sejumlah perbandingan penerjemahan bahasa dari sejumlah buku yang dibawanya. Dirinya menjelaskan ada perbedaan antara soal bahasa tutur dan bahasa tulis yakni pada buku yang dirilis pada tahun 1700, 1800 dan seterusnya.

"Bahasa tutur dan bahasa tulis itu menyangkut perbedaan bahasa yang digunakan di Pondok Pesantren dan yang digunakan di Keraton, kita tinggal mencari kesepakatan, tentunya dimulai dari bahasa kuno, madya dan bahasa modern (milineal), karena hasil penerjemahan ini untuk kebaikan," terangnya.

Sementara menurut Dr Hj Rohmah, peneliti dari Puslitbang Lektur, Kemenag RI, lebih menajamkan pada materi tata kelola atau skema penerjemahan.


Menurutnya, penerjemahan Al Quran ke Bahasa Cirebon ini, harus disesuaikan dengan mekanisme dan aturan yang ada. "Jadi frame  nya harus mengikuti Lektur yang ada. Di mana naskah landasannya adalah alquran terjemah versi Kemenag RI tahun  2019," jelasnya.

Di tengah pemaparanya, Rohmah dihadapan para peneliti dan penerjemah mengapresiasi langkah tim IAIN Cirebon karena sudah merampungkan penerjemahan Al Quran ke Bahasa Cirebon hingga mencapai 10 juz. (din) 





DPRD Kota Cirebon Mendapat Dukungan Untuk Menyelesaikan Rencana Hibah Lahan YPSGJ

Aliansi Ormas, LSM dan OKP Kota Cirebon memberikan dukungan kepada DPRD Kota Cirebon terkait soal hibah lahan YPSGJ


FOKUS CIREBON, FC – DPRD Kota Cirebon mendapatkan dukungan untuk menyelesaikan pembahasan rencana hibah lahan untuk Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati (YPSGJ). Pembahasan di panitia khusus (pansus) DPRD sendiri sudah hampir selesai.

Dukungan tersebut disampaikan Aliansi Ormas, LSM, dan OKP Kota Cirebon saat audiensi di ruang Griya Sawala gedung DPRD, Kamis (4/2). Mereka menilai rencana hibah tanah Pemkot Cirebon ke YPSGJ harus didukung semua pihak.

“Langkah yang sangat baik dan sudah tepat dari pemerintah kota. Sekarang tinggal bagaimana persetujuan dari DPRD. Kami mendukung untuk diselesaikan pembahasannya dan bisa disetujui,” ungkap perwakilan Aliansi Ormas, LSM, dan OKP, Reno Sukriano.

Ia menilai, hibah lahan seluas 10,3 hektar untuk pengembangan Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) akan berdampak positif bagi dunia pendidikan. Apalagi yang akan dikembangkan adalah Fakultas Kedokteran.

“Ada komitmen dari UGJ juga untuk beasiswa bagi warga Kota Cirebon. Menurut saya ini kesempatan yang sangat baik, sehingga harus didukung bersama. Nanti anak-cucu kita yang akan merasakan manfaatnya,” kata Reno.

Menanggapi aspirasi yang disampaikan Aliansi Ormas, LSM, dan OKP, beberapa wakil rakyat yang menemui memberikan tanggapan. Seperti disampaikan Ketua Fraksi PAN Dani Mardani SH MH, Ketua Fraksi Partai Golkar Agung Supirno SH, Ketua Fraksi PPP dr H Doddy Ariyanto MM, hingga pimpinan DPRD.

“Prinsipnya kami mendukung upaya pengembangan pendidikan. Sebagai warga Kota Cirebon, kami bangga atas kehadiran UGJ. Apalagi memiliki Fakultas Kedokteran dan memang harus terus dikembangkan,” kata Affiati.

Namun demikian, Affiati menegaskan, pihaknya akan tetap berhati-hati dalam memutuskan terkait persetujuan rencana hibah lahan untuk YPSGJ. “Kedepankan asas kehati-hatian. Agar tidak ada persoalan di kemudian hari,” katanya. (din)