This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Sabtu, 27 Februari 2021
Pengukuhan Prof Dr H E Sugianto SH MH Sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Hukum, Banjir Ucapan Selamat
Hari Ini, Guru Besar Ilmu Hukum, Prof Dr H Sugianto SH MH Dikukuhkan
FOKUS CIREBON, FC - Pada hari ini, IAIN Syekh Nurjati Cirebon akan melangsungkan Upacara Pengukuhan Guru Besar Bidang Ilmu Hukum yang diselenggarakan secara virtual di Ruang Auditorium FITK, Lantai 5, kampus setempat, Sabtu (27/2/2021). Pengukuhan guru besar tersebut yakni Prof Dr H Sugianto SH, MH.
Upacara pengukuhan ini rencana diikuti oleh Rektor, Senat, para Wakil Rektor, dan jajaran pimpinan civitas akademika IAIN SNJ Cirebon, serta sejumlah pejabat tinggi dan praktisi kolega Prof Dr H Sugianto.SH MH. Dalam kesempatan ini, guru besar juga akan menyampaikan orasi ilmiahnya.
Pranata Humas Ahli Muda IAIN SNJ Cirebon, H.M.Arifin M.Pd.I menyatakan bahwa, Prof Dr H Sugianto SH, MH merupakan sosok yang mampu melakukan terobosan gagasan dengan menerjemahkan ilmu pengetahuan menjadi solusi bagi persoalan di masyarakat, khususnya di bidang ilmu hukum.
"Bapak Sugianto adalah guru besar bidang ilmu hukum, sosoknya sangat mobile dan banyak memiliki relasi," kata Arifin.
Arifin juga menegaskan, tidak sedikit perkara hukum di IAIN Cirebon juga yang sudah ditangani guru besar ilmu hukum ini. "Ya, bangga dan hormat dengan kiprahnya," pungkas Arifin. (din)
Prof Dr H Sugianto SH MH Resmi Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Hukum
FOKUS CIREBON, FC - Rapat Senat Terbuka IAIN Syekh Nurjati Cirebon resmi mengukuhkan Prof Dr H Sugianto SH MH sebagai Guru Besar Ilmu Hukum IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Sabtu (27/2/2021).
Kegiatan yang digelar di ruang Aditorium FITK, lantai 5, kampus setempat, dihadiri langsung Bupati Cirebon, Drs H Imron M.Ag, Sekda Kota Cirebon, unsur TNI/Polri, praktisi hukum, Rektor UNSWAGATI Cirebon, para Rektor PTS, Direktur SDM Kementerian dan Kebudayaan RI, Mohammad Sofwan Effendi, para guru besar, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, para Wakil Rektor, serta para pejabat negara lainnya.
Pengukuhan Guru Besar ini juga dihadiri unsur Badan Penelitian DPR RI dan Bupati Teluk Bintuni, Papua Barat, serta sejumlah Jaksa dan Hakim.
H Wawan Arwani MA, Ketua Senat Institut dengan resmi membuka Rapat Senat Terbuka. Tidak lama kemudian, dilanjutkan dengan pengukuhan guru besar.
Rektor IAIN Syekh Nurjati (SNJ) Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim M.Ag dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada Prof Sugianto yang dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Hukum IAIN SNJ Cirebon.
Sumanta meminta pasca ini semua dapat bekerja dengan baik, untuk percepatan transformasi kelembagaan menuju UIN dan Kampus Cyber Islamic University.
Sementara sambutan Direktur SDM Kementerian dan Kebudayaan RI, Mohammad Sofwan Effendi, mengatakan bahwa sebagai Profesor tentu memiliki tanggungjawab yang besar. Guru Besar yang baru saja dikukuhkan, diminta karya-karya untuk kemajuan Perguruan Tinggi dan masyarakat Indonesia pada umummya.
"Saya kenal baik dengan Pak Sugianto, pasca ini kita tunggu karyanya untuk sebuah kemajuan, karena sebagai Profesor, keilmuan dan pendapatnya bisa menjadi ketetapan," tuturnya yang juga mengucapkan selamat atas pengukuhan Guru Besar nya di bidang ilmu hukum.
Orasi Ilmiah, Prof Dr H E Sugianto SH MH pada acara pengukuhan Guru Besar Bidang Ilmu Hukum IAIN Syekh Nurjati Cirebon.Sementara dalam orasi ilmiahnya, Prof Dr H E Sugianto SH MH, menjelaskan seputar UU Pedesaan sebagai representatif majunya suatu daerah atau negara.
Menurut Sugianto, pentingnya peranan desa ini sangat berpengaruh terhadap sebuah kemajuan daerah dan nasional, maka memulihkan ekonomi desa, bertujuan desa tanpa kemiskinan, desa tanpa kelaparan dan desa sejahtera.
"Hal ini agar kodisi tersebut dapat mewujudkan kemandirian desa dan tidak menggangu ketahanan nasional," tandas Profesor Dr H Sugianto SH MH yang juga pernah menjadi Hakim Panel DPR RI serta konsultan hukum dan berbagai aktifitas hukum lainnya. (din)
Bupati Cirebon Hadiri Kegiatan Pengukuhan Prof Dr H E Sugianto.SH MH Sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Hukum
Bupati Cirebon, Drs H Imron M.Ag saat memberikan sambutan pada kegiatan pengukuhan Prof Dr H E Sugianto.SH MH sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Hukum, di Gedung FITK, IAIN Cirebon, Sabtu (27/2/2021).
FOKUS CIREBON, FC - Dengan pakaiam khasnya, batik merah mega mendung, Bupati Cirebon, Drs H Imron M.Ag hadiri kegiatan pengukuhan Prof Dr H E Sugianto SH MH sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Hukum IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Sabtu, (272/2021).
Acara yang digelar di lantai 5, gedung FITK IAIN Cirebon, Jalan Perjuangan, Kota Cirebon, juga dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Teluk Bintuni, Papua Barat, serta Direktur SDM Kementerian Pendidikan dan Kebidayaan Republik Indonesia dan tamu negara serta relasi kolega lainnya.
Bupati Cirebon dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat atas pengukuhan guru besar ilmu hukum kepada Prof Dr H E Sugianto SH MH yang diakuinya sebagai sahabat dekat, khsusnya dalam kajian dan diskusi-diskusi hukum.
"Tidak sedikit konstribusi beliau di bidang hukum untuk Pemerintah daerah dan masyarakat di Kabupaten Cirebon. Beliau juga adalah sahabat baik saya, sekaligus guru hukum. Selamat Pak Sugianto, semoga karya-karyamya terus mengalir untuk kepentingan masyarakat Indonesia, khususnya di Kabupaten Cirebon," papar H Imron.
Bupati Cirebon juga berharap, agar peran IAIN Syekh Nurjati Cirebon bagi masyarakat Kabupaten Cirebkn terus ditingkatkan, khusunya dalam pencerdasan dan pencerahan agama.
Apalagi perkembangan teknologi IT kian berkembang dan maju, tentu peran agama sangat dibutuhkan bagi memfilter dan menangkal islam.ekstrim.
Menurutnya kekerasan berbasis agama tidak hanya mengancam kemajemukan bangsa, atau berlawanan dengan HAM. Melainkan juga membahayakan keutuhan bangsa dan Pancasila.
"Sebagai bangsa yang masyarakatnya amat majemuk, kita sering menyaksikan adanya gesekan sosial akibat perbedaan cara pandang masalah keagamaan. Ini tak ayal dapat mengganggu suasana rukun dan damai yang kita idam-idamkan bersama. Umtuk itulah, pentingnya peran IAIN SNJ Cirebon untuk hadir di tengah-tengah masyarakat," pinta Bupati.Cirebon.
Sementara itu, usai sejumlah sambutan, Ketua Senat IAIN SNJ Cirebon melangsungkan pengukuhan Prof Dr H E Sugianto SH MH sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Hukum IAIN SNJ Cirebon. Dengan demikian, guru besar tersebut sudah resmi disandangnya. (din)
Jumat, 26 Februari 2021
Bupati Cirebon Lantik Kuwu Desa Bojong Lor dan Kuwu Desa Kaligawe
FOKUS CIREBON.- Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag melantik Kuwu Desa Bojong Lor Kecamatan Jamblang dan Desa Kaligawe Kecamatan Susukan Lebak Kabupaten Cirebon pada Pelantikan Kuwu Antar Waktu di Pendopo Jalan Kartini Kota Cirebon, Jumat (26/2/2021).
Kuwu Desa Bojong Lor Kecamatan Jamblang dijabat oleh Badrul Jaman sedangkan kuwu Desa Kaligawe Kecamatan Susukan Lebak, dijabat Imam Sutomo.
Imron mengatakan, dengan dilantiknya dua kuwu ini, mereka secara resmi telah mengemban tugas dan tanggung jawab sebagai pemimpin di desanya.
Menurutnya, mereka harus mampu menjalankan roda pemerintahan di desa. "Mereka para kuwu harus berperan aktif sebagai motivator dan inovator dalam pembangunan di tengah-tengah masayarakat," kata Imron.
Imron menuturkan, peran sebagai kuwu harus bisa merangkul semua elemen masyarakat dengan mengedepankan peran rakyat pada setiap aspek kehidupan dengan memfungsikan lembaga kemasyarakatan di Desa.
"Mereka harus bisa menerima masukan dan kritikan dan mampu membaca setiap keinginan warga demi kemajuan desa," katanya.
Ia mengajak, para kuwu untuk menggali potensi yang ada di desanya. Sebab, setiap desa pasti mempunyai potensi untuk mensejahterakan rakyatnya.
"Kuwu harus tetap menjalin komunikasi baik dari Pemerintah Kabupaten Cirebon maupun Muspika sehingga setiap ada permasalahan di desa bisa cepat terselesaikan," kata Imron.
Imron pun menjelaskan, kuwu harus mengantisipasi datangnya musibah di daerahnya. Sebab akhir-akhir ini cuaca di wilayah Kabupaten Cirebon cukup ekstrem.
"Para kuwu harus bisa mendetiksi adanya bencana. Apalagi sekarang musim hujan. Harus terus koordinasi dengan pihak terkait untuk mengantisipasi datangnya bencana. Terus kalau di musim kemarau kuwu juga harus waspada tentang datangnya kekeringan," katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih SE, M.Si mengajak para kuwu yang diantik untuk melakukan kerja nyata di masa pandemi ini.
Menurutnya, masih banyak permasalahan yang masih ada di Kabupaten Cirebon, apalagi sekarang sedang di lakukan PPKM mikro.
"PPKM mikro ini garda di depannya ada di desa yakni RT, RW nya sehingga ini menjadi kerja keras kuwu baru untuk bersama sama mengedukasi masyarakat tentang bahaya Covid-19," kata Ayu panggilan akrabnya.
Selain itu, Ayu mengungkapkan, ada permasalahan yang cukup besar yang ada di Kabupaten Cirebon yakni masalah sampah. Sebab, selama ini masalah sampah belum juga terselesaikan.
"Saya berharap kuwu yang baru dilantik bisa menyelesaikan sampah minimal di desanya. Sehingga kalau sampah terselesaikan di tingkat desa kemungkinan masalah sampah di tingkat Kabupaten Cirebon sedikit bisa terselesaikan," katanya. (din)
Merancang Program Setahun Kedepan, HMJ IQTAF IAIN Cirebon Gelar Rapat Kerja 2021-2022
FOKUS CIREBON, FC - Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (IQTAF) periode 2021-2021 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon menggelar acara Rapat Kerja (Raker).
Acara yang berlangsung di ruang kelas Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) itu mengusung tema "Dedikasi dan Loyalitas dalam Membangun Program Kerja yang Inovatif nan Kreatif Menuju HMJ IQTAF Penuh Perubahan," Jum'at, (26/2/2021).
Ketua Pelaksana, Reyazul Jinan mengatakan, acara ini tujuannya untuk merancang program kerja satu periode kedepan.
"Harapan dari acara ini yakni semoga kedepannya kepengurusan semakin meningkatkan semangat, kreativitas, serta loyalotasnya," katanya.
M. Hisyam Samsul Ma'arif, selaku ketua HMJ IQTAF menegaskan, kemajuan organisasi dapat dilihat dari loyalitas dan kekompakan anggotanya.
"Organisasi harus melahirkan kader-kader yang unggul, melalui Inovasi dan ide terbaru," kata Hisyam.
Ia melanjutkan, penyusunan program kerja juga harus dipertanggung jawabkan bersama, dan maju bergerak bersama untuk HMJ penuh perubahan.
Sementara itu, Ketua Jurusan Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Muhammad Maimun menyampaikan, tiap tahunnya HMJ IQTAF selalu ada peningkatan dan perubahan.
"Penyusunan proker harus melihat dari visi misi jurusan, yang kemudian diiturunkan ke proker HMJ. Sehingga dalam 1 institusi saling mendukung visi misi," ujar Maimun.
Ia memprediksi, di era pandemi ini kegiatan virtual mungkin akan masih berlangsung.
"Namun dalam pandemi bukan berarti minim inovasi, buktinya periode lalu mendapat penghargaan sebagai pengelola acara terbaik," katanya.
Di akhir sambutannya, Maimun berpesan, pengurus harus menghidupakan organisasi, bukan hidup di organisasi. Artinya memberikan apa pun yang terbaik untuk organisasi. (Fas)
Sukses Membangun Kinerja dan Pelayanan Prima, H Sofyan Satari SE MM Kembali Dilantik Walikota Cirebon
FOKUS CIREBON, FC - Dianggap cakap dan mampu membangun kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Perumda Air Minum Tirta Giri Nata Kota Cirebon, Direktur Utama H Sofyan Satari SE MM kembali dipercaya oleh Walikota Cirebon untuk memimpin perusahaan milik daerah ini.
Hal itu ditandai dengan kembalinya Dirut Perusahaann Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Giri Nata Kota Cirebon, H Sofyan Satari SE MM dilantik Walikota untuk periode 2021-2026.
H Sofyan Satari SE MM juga dinilai memiliki pengalaman yang mumpuni untuk melakukan pembenahan dan meningkatakan pelayanan kepada masyarakat, kendati mendapat pesan khusus dari Walikota Cirebon, agar angka kebocoran terus ditekan hingga ambang batas wajar.
Selain angka kebocoran yang terus ditekan, sebaiknya juga ada pengembangan core bisnis di Perumda Tirta Giri Nata. Azis juga meminta Perumda Tirta Giri Nata untuk mengembangkan core bisnis lain sehingga tidak hanya mengandalkan hasil dari penjualan air minum.
"Jika ada core bisnis baru tentu bisa meningkatkan PAD,” kata Walikota Cirebon.
Dijelaskan, bahwa pada awal kepemimpinannya sebagai Walikota Cirebon periode pertama, tingkat kebocoran di Perumda Air Minum Tirta Giri Nata mencapai 42% dan saat ini tingkat kebocoran sudah turun di angka 35%.
“Kami minta kepada Dirut untuk terus menekan angka kebocoran sampai ambang wajar maksimal 20%,” ungkapnya.
Masalah distribusi air, kata Azis masih menjadi catatan bagi Perumda Tirta Giri Nata yang harus dituntaskan dan pihaknya berharap pelayanan air di Kota Cirebon bisa berlangsung selama 24 jam tanpa henti.
“Pada periode kedua kepemimpinan saya ini, pelayanan air minum harus lebih optimal,” kata Azis.
Dirut Perumda Air Minum Tirta Giri Nata Kota Cirebon, H. Sofyan Satari SE, MM mengungkapkan, penanganan masalah kebocoran sudah menjadi program kerjanya untuk periode yang baru ini.
"Ini sudah menjadi program kami, tentunya dengan segala keterbatasan dan tantangan yang dihadapi seperti bertambahnya jumlah penduduk, keterbatasan sumber air, dana investasi dan luasnya cakupan pelayanan," tutur Dirut Perumda Air Minum Tirta Giri Nata Kota Cirebon.
Selain itu, kata H Opang Satari, Perumda Tirta Giri Nata Kota Cirebon berkomitmen untuk optimalisasi sumber air dan siap untuk menambah jumlah pelanggan. (Nur)




















