Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 30 Maret 2021

Sekda Kota Cirebon Dinobatkan Sebagai Duta Badan Amil Zakat Kota Cirebon

Sekda Kota Cirebon sesuai penyematan selempang Duta Badan Amil Zakat (Baznas) Kota Cirebon, berpose bersama dengan Ketua Baznas Kota Cirebon.


FOKUS CIREBON, FC – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Drs. H. Agus Mulyadi M.Si dinobatkan sebagai Duta Badan Amil Zakat (Baznas) Kota Cirebon ditandai dengan penyematan selempang di Ruang Kerja Sekda, Selasa (30/3/2021).

“Sebuah kehormatan bagi saya secara pribadi, diberi amanah, diberi kepercayaan untuk menjadi Duta Baznas Kota Cirebon,” ungkap Agus.

Duta Baznas ini, kata Agus, salah satu fungsinya memberikan edukasi kepada masyarakat untuk bisa menyalurkan Zakat, Infak dan Sodakoh (ZIS) dan memberikan kepercayaan yang lebih kepada Baznas sebagai pengelola ZIS.

“Ini merupakan tantangan, mudah-mudahan dapat meningkatkan perolehan ZIS, maupun kegiatan operasionalnya, dari yang kondisi sekarang,” ucapnya. 

Kalau dilihat dari kondisi yang ada, kata Agus, perlu dukungan regulasi dari Pemda Kota Cirebon. Regulasi tersebut memang harus ada sebagai penguatan.

“Dalam jangka pendek ini, bagaimana optimalisasi zakat profesi ASN muslim di lingkungan Pemda Kota Cirebon,” jelasnya.

Sementara, Ketua Baznas Kota Cirebon, M. Taufik S.Ag menyampaikan, Sekda Kota Cirebon ini merupakan pimpinan dan jabatan birokrasi yang membawahi ASN se-Kota Cirebon.

“Kepentingan Baznas terhadap zakat profesi di lingkungan ASN sesuai dengan Perwal,” ujar Taufik.

“Support Pak Sekda kepada Baznas selama ini sangat luar biasa, dari mulai Surat Edaran (SE), regulasi-regulasi lain, harapan kami, mudah-mudahan dengan ini para ASN ikut membantu, sehingga pemasukan Baznas ini semakin meningkat,” lanjut Taufik.

Dalam acara tersebut hadir pula, Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat (Kesra), Drs. Sutisna M.Si, Kepala Bagian Kesra, Drs. H. Adin Imaduddin Nur dan Wakil Ketua I Baznas Kota Cirebon, Fatikhul Muhadi, S.Ag. (Nur)

Senin, 29 Maret 2021

International Office and Partnership, Bisa Menjadi Jendela Internasionalisasi IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Rapat Koordinasi Forum Wakil Rektor Bidang Kerjasama PTKIN di Bandung, Senin (29/3/2021).


FOKUS CIREBON, FC - Melalui kerjasama Internasional Office and Partnership (IOP), IAIN Syekh Nurjati Cirebon akan menjadi destinasi pendidikan Islam dunia. Hal itu ditegaskan Warek III, Dr H Ilman Nafi'a M.Ag pada kegiatan rapat koordinasi Wakil Rektor Bidang Kerjasama PTKIN, bertempat di Bandung, Senin (29/03/2021).

"IOP ini bisa menjadi jendela internasionalisasi IAIN Syekh Nurjati Cirebon jika seluruh elemen civitas akademika lembaga mempunyai sinergitas kerja, kompetensi dan integritas yang kuat," katanya.

Menueutnya, menyongsong transformasi IAIN menjadi UIN Syekh Nurjati Cirebon dengan mandat khusus sebagai Cyber Islamic University, sangat membutuhkan energi positif dan kuat dari seluruh civitas akademika.  

Ada beberapa pendekatan untuk menciptakan kondisi itu, pertama, dikondisikan (by design), bahwa seluruh civitas akademika dipersiapkan dilatih untuk menyongsong kerja besar transformasi dengan mandat khusus, baik iti dosen, mahasiswa, karyawan, satpam dan bahkan OB-nya. 

Kedua, pendekatan natural (alami), bahwa transformasi dengan mandat khusus itu akan membutuhkan orang-orang yang mempunyai energi dan kompetensi lebih, maka secara alami mereka yang tidak mempunyai kelebihan itu akan terpinggirkan dan tertinggal, dalam seluruh aspek kerja.

Sementara Ketua Forum Wakil Rektor Bidang Kerjasama PTKIN, Prof. Dr. Hj. Ulfiah, M.Si dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti 70 peserta yang terdiri dari Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan  Internasional Office PTKIN seluruh Indonesia beserta dekan, kepala biro, koordinator di lingkungan UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Menurutnya, tujuan Kegiatan ini adalah untuk meningkatakan  wawasan, kualitas kelembagaan dan kerjasama bagi wakil rektor bidang kerjasama dan International Office.  

Adapun narasumber yang hadir Prof. Dr. H. M. Ali Ramdhani, S.TP., MT (Dirjen Pendidikan Islam Kemenag), Prof. Dr. Suyitno, M.Ag (Direktur PTKI), Drs. M. Mudhofir, M.Si (Kepala Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri Sekretariat Jenderal Kemenag), Prof. Dr. Ardi Marwan (Atikbud Berlin Jerman), Prof. Achmad Ubaidillah, MA.Ph.D (Atikbud Riyadh), Prof. Dr. Bambang Suryadi (Atikbud KBRI Cairo Mesir), Ahmad Fachmi Sulthon (Counsellor KBRI Alger), Muhammad Adib Abdushomad, M.Ag., Ph.D (Kepala Subdirektorat Kelembagaan dan Kerjasama Direktorat PTKI Dirjen Pendis) tampil menjadi narasumber acara Rapat Koordinasi Forum Wakil Rektor Bidang Kerjasama PTKIN ini. 

Kepala Subdirektorat Kelembagaan dan Kerjasama Direktorat PTKI Dirjen Pendis, Muhammad Adib Abdushomad, M.Ag., Ph.D menyampaikan bahwa esensi dari forum ini dalam rangka memperkuat kerjasama PTKIN, tidak hanya di dalam negeri, tapi luar negeri, terutama atas kehadiran KMA No 40 tentang kolaborasi luar negeri, pertukaran dosen, mahasiswa. 

"Ini harus menjadi momentum IO, untuk menjadikan PTKIN sebagai destinasi pendidikan Islam dunia," ungkapnya. 

Keberadaan mahasiswa luar negeri diharapkan menjadi duta ambassador untuk destinasi pendidikan Islam dunia. Dan hal ini membutuhkan pelayanan yang baik.

Untuk itu, starting point untuk melakukan kolaborasi dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan Islam harus dilakukan secara sinergis, berkolaborasi.

Semantara itu, Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si dalam sambutan pembukaan menegaskan, bahwa menjadikan PTKIN sebagai destinasi pendidikan Islam dunia harus dimulai dari peningkatan, penguatan bidang kerjasama dan kelembagaan di dalam dan luar negeri. 

Dari forum ini, melalui bidang kerjasama dan International Office, PTKIN akan terlibat aktif untuk menciptakan perdamaian dunia melalui  pendidikan yang berbasis pada prinsip-prinsip moderasi beragama yang ada di kampus Islam.  

Menurutnya, dengan memiliki komitmen bersama untuk sama-sama bekerja dan melakukan kerjasama kehadiran PTKIN harus menjadi solusi atas ketertinggalan pendidikan di dunia Islam. (din)

Minggu, 28 Maret 2021

Warga RW 05 Sumber Asri Gelar Rapat, Minta Pecahkan Masalah Sampah

Rapat Warga di RW 05 Sumber Asri


FOKUS CIREBON, FC - Ketua RW 05, Sumber Asri, Desa Kecomberan, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Azis, dihadapan sejumlah warga menyatakan bahwa persoalan sampah sampai saat ini masih belum selesai, terutama menyangkut soal kesepakatan warga terkait anggaran yang dibutuhkan.

Azis juga memberikan informasi terkait persitiwa meledaknya sikring gardu Sumber Asri. Menurut Azis peristiwa itu diakibatkan banyaknya binatang dilokasi gardu, seperti tikus, tokek dan lainnya.

Dalam rapat tersebut, Azis juga menyatakan bahwa soal anggaran sampah masih memerlukan pembahsan dan kesepakatan warga. Salah satunya, soal MoU (penandatangan kerjasama) dengan pihak DLH Kabupaten Cirebon.

"Sampah ini masalah penting, karena ini banyak masukan dari masyarakat juga, sehingga rapat warga ini seharusnya diikuti oleh seluruh warga, agar ada kesepakatan dan keputusan bersama," ujar Azis, Minggu (28/3/2021).


Karena rapat hanya dihadiri sedikit warga, Azis meminta kesepkatan warga yang hadir untuk mengulang kembali pertemuan dalam bentuk yang resmi. 

"Nanti kita buat surat undangan resmi, dengan harapan warga bisa hadir semua," harapnya sebelum menutup rapat tersebut. (din)

Sabtu, 27 Maret 2021

Pemda Kota Cirebon Dukung Program ZIS dan Wakaf


FOKUS CIREBON, FC – Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon mengapresiasi dan mendukung penuh terobosan terbaru dari At-Taqwa Center yang berkolaborasi dengan LinkAja melakukan digitalisasi layanan non tunai dalam mempermudah pembayaran Zakat Infak Shodaqoh (ZIS) dan wakaf.

Launching digitalisasi program ZIS dan wakaf menyambut keberkahan Ramadan 1442 H bersama Layanan Syariah LinkAja tersebut digelar di Gedung Islamic Center Kota Cirebon, Sabtu (27/3/2021).

Asisten Pemerintahan Bidang Kesejahteraan Masyarakat Kota Cirebon, Drs. Sutisna M.Si menyampaikan, Pemda kota Cirebon sangat apresiasi dan mendorong atas kerjasama ini.

“Ini memudahkan jama'ah, baik yang datang ke masjid maupun jamaah yang jauh, dapat membayar ZIS melalui aplikasi ini,” ujar Sutisna.

Dikatakannya, Pemda berharap kepada lembaga-lembaga seperti Baznas dan At-Taqwa, karena sudah terbukti menyelesaikan masalah sosial yang tidak bisa tercover APBD.

“Dengan adanya lembaga itu sangat membantu selesaikan masalah sosial,” katanya.

Ketua At-Taqwa Center, H. Ahmad Yani mengungkapkan, mudah-mudahan keberkahan muncul dari kerjasama dan kolaborasi ini.

“Dalam kesempatan ini melalui LinkAja, semoga ZIS wakaf kami meningkat,” ucapnya.

Kepala Kantor Perwakilan (Kpw) Bank Indonesia (BI) Cirebon, Bakti Artanta mengatakan, dari sisi ZIS, saat ini di tengah masa pandemi Covid-19 sangat diperlukan.

“Karena, tidak ada yang tahu pandemi ini akan selesai, tidak ada yang bisa menduga. Dampaknya pun sudah terjadi cukup lama di sekitar kita dan zakat salah satunya dapat membantu meringankan dampak tersebut,” ungkap Bakti.

Menurut Bakti, potensi ZIS ini sangat besar, semua pihak harus empati, berpartisipasi, Insya Allah, dengan berpartisipasi dapat meringankan sesama manusia yang terdampak pandemi ini.

“Kami mendorong, di masa pandemi ini, kita sama sama membantu agar semuanya dapat survive di tengah pandemi Covid-19 ini. Mari kita ajak bersama untuk ZIS,” katanya.

Bakti mengatakan, digitalisasi ini sebuah keniscayaan, terlebih di masa pandemi ini, BI juga sudah mencanangkan gerakan Indonesia non tunai sejak 2014.

“Dan akhir-akhir ini, layanan non tunai ini sangat membantu kita untuk bertransaksi di masa pandemi Covid-19 ini,” ungap Bakti.

Pemda Kota Cirebon mengapresiasi upaya LinkAja dalam mengajak berbagai pihak untuk bersama-sama membangun dan memperkuat ekosistem digital syariah di Indonesia. Adanya sinergi berbagai pihak lintas sektor tentu sangat penting dalam pembangunan sarana prasarana yang dapat memperluas dan memperkuat ekosistem syariah di Indonesia.

Karena itu, Layanan Syariah LinkAja harus dapat menjadi bagian dari solusi untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 melalui penggunaan uang elektronik. Integrasi dengan marketplace dapat dilakukan lebih masif untuk menggerakkan kembali roda ekonomi masyarakat melalui transaksi online yang cepat dan aman. (Maulana)

Terbakarnya Sikring Listrik di Gardu PLN Perumahan Sumber Asri, Diduga Akibat Binantang

Petugas PLN UPJ Sumber, Kabupaten Cirebon, tengah memperbaiki sikring di gardu Sumber Asri yang terbakar.


FOKUS CIREBON, FC - Petugas PLN UPJ Sumber, di lokasi meledaknya sikring gardu, mengatakan bahwa peristiwa tersebut terjadi akibat kabel penghantar yang menempel ke besi.

"Dugaan sementara karena binatang, ya senjenis tokek, di sini banyak tokek nya, coba lihat, itu bagian bawahnya terbakar," ujar petugas PLN yang tengah mengganti seluruh kabel dan dudukan kabel bagian atas yang terbakar, Sabtu (27/3/2021).

Kabel penghantar arus yang terbakar


Berdasarkan pantauan media, kabel arus yang dibungkus paralon besi, kini diganti semua. Bahkan kabel penghantar listrik dibagian bawah dibuat tanpa pembungkus paralon besi lagi, dengan posisi kabel berada di luar.

Dua dudukan kabel yang terbakar di bagian atas pun diganti dengan yang baru. "Sebaiknya, sampah-sampah ini dipindahkan dan tidak berada persis di bawah gardu listrik," harap petugas PLN. (din)



Diduga Tak Kuat Menahan Beban, Travo Gardu PLN di Sumber Asri Meledak

Travo Gardu Listrik PLN yang meledak


FOKUS CIREBON, FC - Meledaknya travo listrik di Gardu Sumber Asri, Desa Kecomberan, Kecamatan Talun terus berulang. Kali ini, travo meledak dan membakar tumpukan sampah yang berada di bawahnya.

Atas musibah ini, warga Sumber Asri sangat dirugikan, lantaran listrik nyala-mati dan sebagian lagi terjadi penurunan daya listrik.

Wawan, Ketua RT 01 yang tengah berjaga di Pos Satpam bersama rekannya Ipin, langsung memadamkan api yang membakar tumpukan sampah dari travo listrik yang meledak.

"Suara ledakannya cukup keras, saya mendengar sendiri. Setelah itu, listrik seketika padam dan kembali menyala, namum tidak lama daya listrik terus berkurang hingga meredup," kata salah seorang warga yang tengah berkumpul dengan warga lainnya di Pos Satpam.

Peristiwa meledaknya travo listrik di gardu PLN di kawasan Sumber Asri, terjadi pada pukul 05.15 WIB dini hari, Sabtu (27/3/2021).

Menurut warga Sumber Asri, meledaknya travo listrik akibat tak kuat menanggung beban daya akibat listrik dialirkan ke permukiman warga lainnya di luar permukiman Sumber Asri

Ketua RW 05 Sumber Asri Azis, mengaku sudah menelepon pihak PLN, namun belum ada jawaban, kemudian Dudung warga setempat ikut mencoba menghubungi petugas PLN.  Hingga pukul 06.00 pagi petugas PLN masih belum terlihat datang ke lokasi meledaknya travo listrik tersebut.

"Untuk mengantisipasi yang tidak diinginkan, sampah akan diangkut oleh pihak Desa Kecomberan," ujar Ketua RW 05 Azis yang masih berada di lokasi terbakarnya travo listrik tersebut. 

Sementara itu, berdasarkan pantauan media di lokasi kejadian, warga sangat menyayangkan atas terjadinya peristiwa ini. Bahkan warga sangat merasa dirugikan dengan musibah tersebut, selain dapat merusak barang-barang elektronik juga tidak sebanding lurus dengan pelayanan dan penanganan yang cepat.



"Kita warga, kalau masuk urusan pembayaran listrik tidak boleh terlambat, kalau telat kena denda bahkan juga ada ancaman diputus. Tetapi jika ada masalah dengan kelistrikan seperti padam listrik, kerugian warga tidak bisa diklaim dari pemadaman sepihak," tandas warga menyinggung pelayanan PLN yang belum maksimal. 

Bahkan ada juga warga yang menyatakan terkait tiang listrik induk berukuran besar seharusnya berada di luar (jalan raya), bukan di permukiman. 

"Tiang listrik ini seharusnya bukan dipermukiman warga, karena memiliki arus listrik tegangan tinggi, kok bisa ya, kirain saya dulu sudah ditolak warga," jelasnya. (din)

Jumat, 26 Maret 2021

Hari ini, 646 Pegawai IAIN Syekh Nurjati Cirebon di Vaksin

DI VAKSIN : Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim M.Ag tengah divaksin, Jum'at (26/3/2021) di RS Ciremai, Kesambi, Kota Cirebon.


FOKUS CIREBON, FC - RS Ciremai di Jalan Kesambi No 237, Kota Cirebon, Jum'at (26/3/2021), mendadak dipenuhi ratusan pegawai dari kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Kedatangan mereka bermaksud  untuk mendapatkan vaksin.  Namun sebelum di vaksin ada prosesi yang harus terlebih dahulu ditempuh, seperti mengenakan masker, cuci tangan dan cek suhu tubuh serta mengecek tensi darah.

Berdasarkan data yang diperoleh media di lapangan menyebutkan, rasa takut pegawai itu ada, namun karena demi alasan kesehatan dan pencegahan terhadap penularan, vaksin menjadi pilihan penting untuk menjaga imun dan kesehatan.

Pranata Humas IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Muhamad Arifin M.PdI mengatakan, dari pegawai yang didaftarkan dalam penerimaan vaksin ini, berjumlah sekitar 646 pegawai.

"Hari ini sebanyak 646 pegawai sudah di vaksin. Pafa proses vaksin ini, kami datang secara  bergelombang, dimulai dari pukul 08.00 WIB pagi dan berakhir pada pukul 15.00 sore, alhdulillah semua sudah divaksin" papar Arifin kepada fokuscirebon.com

Kabiro AUAK IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Drs H Subarja, M.Pd yang juga ikut di vaksin.

Dijelaskan, para pegawai yang di vaksin ini, terdiri dari unsur pimpinan, seperti Rektor, Wakil Rektor, Kabiro AUAK, para Kabag, dosen, pegawai hingga ke bagian cleaning service.

"Alhamdulillah, prosesi pemberian vaksin berjalan lancar dan ini merupakan vaksin yang pertama. Vaksin ini sebagai wujud kita sudah melaksanakan program pemerintah dalam rangka mencegah dan memutus mata rantai penyebaran virus covid 19," tandasnya. (din)