This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Rabu, 21 April 2021
IAIN Cirebon Ikut Kompetisi IPPBMM Ke VIII di IAIN Sunan Kalijaga Jogyakarta
Sabtu, 17 April 2021
Saling Berbagi di Momen Ramadhan 2021, Disdik Jabar Canangkan Program Rantang Siswa
BANDUNG, FC - Siswa didik di Jabar, baik itu SMA, SMK dan SLB diajak untuk dapat saling berbagi di momen Ramadan 2021 ini. Hal tersebut seiring dengan hadirnya program 'Rantang Siswa' yang diinisiasi Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar.
Melalui program ini, setiap siswa maupun siswi akan memberikan satu porsi makanan untuk tetangga atau warga yang membutuhkan.
"Makanan itu bisa buatan rumah atau masakan yang mereka buat sendiri untuk disampaikan kepada tetangga, kolega, teman, anak yatim lansia dan sebagainya. Lalu mereka foto dan kirim ke #rantangsiswa di Instagram," ujar Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Dedi Supandi, Sabtu (17/4/2021).
Dedi mengaku, ditargetkan ada 50 ribu rantang yang dapat dibagikan hingga Sabtu 24 April 2021 nanti. Namun dia optimis dapat melebihi angka tersebut bilamana satu sekolah terdapat 100 siswa yang turut serta menjalani kegiatan ini.
"Sekarang yang sudah konfirmasi di SMA ada 25.500, SMK 14.400 dan SLB 2.100, jadi baru 42.500. Nah, target yang ditetapkan oleh panitia 50 ribu. Tapi pada tanggal 24 (April) saya punya keyakinan itu bisa mencapai 80 ribu. Itu tersebar di 27 kabupaten/kota," paparnya.
Dedi menyampaikan, Rantang Siswa ini merupakan kepanjangan dari Program Milenial Smart Tren Ramadan Virtual yang diluncurkan, Jumat (16/4/2021). Gagasan yang melibatkan Kemenag dan Ikatan Remaja Mesjid ini diharapkan bisa menumbuhkan budi pekerti guna membentuk siswa yang mutakin.
"Menjadi mutakin harus memiliki 3T, yakni taklim (pembelajar), ta'dib (pembiasaan), dan takzim (santun)," ucapnya.
Selain Rantang Siswa, Dedi menambahkan, dalam Program Milenial Smart Tren Ramadan juga terdapat sejumlah kegiatan yang dapat diikuti oleh siswa maupun siswi.
Program yang dilaksanakan mulai 16 April hingga 11 Mei 2021 ini akan diisi berbagai kegiatan, mulai dari Ngobrol Pendidikan Islam (Ngopi), Kajian Islam di Sekolah (KIDS), menulis mushaf Al-Qur'an hingga Buka Bersama On The Screen (BUBOS).
"Untuk penulisan mushaf di tanggal 17 Ramadan, ada 165 sekolah yang terlibat dan ada 9.965 siswa akan menulis mushaf," katanya.
Selain untuk siswa, rangkaian kegiatan ini juga diperuntukkan bagi guru melalui program "Sapa Bataru". Nantinya, seluruh guru di perumahan Bataru akan mengadakan buka bersama di halaman rumah dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.
"Kita dari Disdik akan melihat melalui drone dan menyapa langsung dari sini," ucap dia.
Dedi menegaskan, sejumlah kegiatan dalam Milenial Smart Tren Ramadan dikemas agar pelaku pendidikan dapat membiasakan diri dalam menyikapi adaptasi kebiasaan baru. Terlebih untuk para anak didik, di mana selama satu tahun mengalami pandemi Covid-19 mempengaruhi psikologis mereka.
"Terlebih, nanti mulai Juli kita akan mulai menyelenggarakan pembelajaran tatap muka. Karena itu ini menjadi salah satu persiapan kami di Jawa Barat," pungkasnya. (Sugeng)
Atalia Praratya Ridwan Kamil Positif Terpapar Covid 19
BANDUNG, FC - Pergerakan Virus Covid 19 masih harus terus diwaspadai. Selain yang terpapar jumlahnya cukup signifikan, imbauan pemerintah dengan tetap melakukan Prokes pada setiap aktivitas, bisa menjadi salah satu kunci dalam pencegahan. Karena virus covid 19 bisa menyerang siapa saja.
Di tempat terpisah, tersiar kabar jika Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Barat (Jabar) Atalia Praratya Ridwan Kamil positif Covid-19.
Hal itu disampaikan langsung Atalia melalui akun resmi instagramnya.
“Hari pertama masih kaget baru dikabari. Bingung ketularan di mana karena memang saya ketemu banyak sekali orang dan masyarakat,” kata Atalia dalam video yang ia unggah pada Sabtu (17/4/2021).
“Saya berharap teman-teman dan juga orang-orang dekat dengan saya tidak ada satupun yang tertular,” imbuh Atalia.
Atalia menuturkan, protokol kesehatan diterapkan dengan ketat dalam setiap kegiatannya, terutama memakai masker.
Ia pun selalu membawa dan menggunakanhand sanitizer.
“Saya termasuk orang yang apik sekali menggunakan masker. Ke mana-mana juga suka diingatkan hand sanitizer, tetapi kehendak Allah SWT seperti itu, dan agak kaget. Mohon doa dari semuanya,” ucap Atalia.
Meski terkonfirmasi positif Covid-19, Atalia mengaku kondisinya saat ini baik-baik saja. “Tidak terasa apa-apa, penciuman normal, hanya kemarin, kepala sedikit pening. Saya pikir karena kehujanan,” katanya.
Atalia meminta kepada orang-orang yang pernah berkontak dengannya untuk memeriksa dan memantau kesehatannya.
“Keluarga besar Pakuan (rumah dinas) alhamdulillah, termasuk Pak Gubernur, Arka, Adc, Walpri, dan lain-lain nonreaktif semua,” kata Atalia.
“Kepada yang merasa ada kontak erat dengan saya, mohon sekali untuk segera melakukan pemeriksaan,” harap Ketua Tim TP PKK Provinsi Jabar Atalia Praratya Ridwan Kamil.
Sumber: Humas Provinsi Jabar (Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika
Provinsi Jabar Setiaji)
Jumat, 16 April 2021
Tahun 2021 Ini, DRKP Kota Cirebon Targetkan Fasum dan Fasos di 5 Perumahan Kepada Pemkot
CIREBON, FC – Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kota Cirebon menargetkan lima perumahan bisa menyerahkan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) kepada Pemda Kota Cirebon pada tahun ini.
Kepala DPRKP Kota Cirebon Ir. H. Agung Sedijono, M.Si mengatakan, dari 108 perumahan di Kota Cirebon, baru empat perumahan yang telah menyerahkan fasum dan fasosnya kepada Pemda Kota Cirebon.
“Empat perumahan yang sudah menyerahkan fasum dan fasosnya adalah Perumnas, Vila Kecapi, Permata Harjamukti serta Taman Kalijaga Permai,” ujar Agung, Jumat (16/4).
Penyerahan fasum dan fasos perumahan sendiri telah diatur dalam Permendagri Nomor 9 Tahun 2009 tentang Pedoman Penyerahan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Perumahan dan Pemukiman di Daerah, juga diatur di dalam Peraturan Wali Kota Cirebon Nomor 1 Tahun 2019 tentang Tata Cara Penyerahan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum Perumahan dan Permukiman di Kota Cirebon.
Menurut Agung, target lima perumahan bisa menyerahkan fasum dan fasos tersebut bukan hal mustahil.
“Tentu dengan segala daya upaya kita akan lakukan, diantaranya pendekatan dengan pengembang perumahannya. Jika diserahkan maka fasum dan fasos itu menjadi aset Pemda, dan kalau bicara aset itu maka kita harus tertib.
Agung menambahkan, dari 108 perumahan yang tersebar di Kota Cirebon, 43 pengembang di antaranya sudah terlacak oleh DPRKP.
“Kepada 43 pengembang ini kita terus lakukan pendekatan. Sisanya, ada 70 pengembang perumahan yang sudah susah dicari, banyak di antaranya perumahan yang mereka dirikan ditinggalkan kemudian mereka banting setir ke sektor lain,” katanya.
Ia menambahkan, sejauh ini memang baru empat perumahan yang diserahkan fasum dan fasosnya kepada Pemda.
“Saat diserahkan kepada Pemda, kondisi fasum dan fasos itu harus dalam keadaan baik, mungkin itu kendala bagi pengembang, harus mengeluarkan anggaran lagi untuk memperbaiki fasum dan fasosnya sebelum diserahkan,” katanya.
Agung menambahkan, penyerahan fasum dan fasos tidak perlu menunggu sebuah perumahan rampung dibangun, melainkan bisa secara bertahap.
“Para pengembang ini rata-ratanya ingin menyerahkan saat sudah selesai pembangunan, padahal bertahap bisa saja. Untuk pembangunan itu kan butuh waktu lama, sehingga ketika pembangunan selesai fasum dan fasosnya sudah rusak,” ujarnya.
Menurutnya, ketika fasum dan fasos belum diserahkan kepada Pemda, maka masyarakat turut dirugikan karena perbaikan fasum seperti jalan akan mengandalkan pihak pengembang semata.
“Ketika sudah diserahkan kepada Pemda, maka dinas terkait bisa melakukan perbaikan fasum dan fasos tersebut,” tuturnya. (Nur)
Kamis, 15 April 2021
Kota Cirebon Tempati Urutan Ke 4 Memperbaiki Data Penerima Bantuan Program BPNT di Jabar
CIREBON, FC – Kota Cirebon menempati urutan keempat dari 27 kota/kabupaten lainnya di Jawa Barat yang berhasil memperbaiki data penerima bantuan program Sembako atau yang sebelumnya bernama Bantuan Pangan non Tunai (BPNT).
Sebagai urutan di nomor empat ini, Kota Cirebon telah memperbaiki data sebanyak 99,25 persen atau hampir 100 persen dari total penerima bantuan sebanyak 21.980 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindung Anak (DSPPPA) Kota Cirebon, Dra Hj Santi Rahayu M.Si mengatakan, keberhasilan Kota Cirebon ini diungkap dalam Rakorda Tim Koordinasi dan Pelaksana Penyaluran Program Sembako di Bandung, yang digelar 5 April lalu.
"Dengan kita ada di urutan keempat ini artinya kita serius memperbaiki data bersama Kemensos RI (Kementerian Sosial Republik Indonesia) agar bantuan program Sembako tersebut tepat sasaran,” ujar Santi, Kamis (15/4/2021).
Ia menyebutkan, dalam Rakorda tersebut difokuskan untuk membahas perbaikan data. Sebab Kemensos RI terus melakukan perbaikan data, dan hingga saat ini terus berlangsung.
“2021 ini memang fokusnya perbaikan data, diharapkan data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) sudah sinkron dengan Disdukcapil. Kita juga di daerah intens melakukan perbaikan dan selalu berkoordinasi dengan Disdukcapil, makanya Alhamdulillah perbaikan data tersebut cepat mendekati 100 persen, meskipun Kemensos RI masih belum selesai melakukan perbaikan data tersebut,” tuturnya.
Kota Cirebon sendiri memiliki 21.980 KPM program Sembako. Setelah dilakukan perbaikan data 99,25 persen, perbaikan tersebut kini di angka 20.073 KPM.
“Sisanya mungkin masih bertahap. Kemensos RI melakukan perbaikan data ini, karena untuk update data barangkali ada KPM yang telah meninggal dunia, pindah domisili dan sebagainya,” ungkapnya.
Pada penyaluran sembako Maret-April lalu, DSPPPA menyalurkan kepada 12.383 KPM. Sebab, menurut Santi, saat itu perbaikan data baru mencapai di angka 12.383.
“Namun beberapa hari yang lalu angka perbaikan data ini sudah di 20.073,” ujarnya.
Sementara itu, Faisal Ardi selaku Koordinator Daerah Program Sembako Kota Cirebon mengatakan, KPM yang kini datanya masuk ke angka 20.073 tersebut bisa mendapatkan program Sembako untuk periode Maret-April.
“Misalnya saat datanya masih 12.383, ada KPM yang tidak menerima Sembako Maret-April, namun setelah diperbaiki dia masuk ke data yang 20.073, maka dia bisa dapat Sembako Maret-April secara menyusul,” ujarnya.
Faisal menambahkan, KPM yang menerima bantuan program Sembako ini tidak boleh beririsan dengan program lainnya seperti bantuan sosial tunai (BST).
“Makanya ketika sudah dapat bantuan program Sembako, maka dia tidak akan dapat BST, dan sebaliknya,” ujarnya.
Program Sembako sendiri merupakan bantuan dari Kemensos RI kepada KPM yang berisi aneka pangan yang memenuhi protein nabati, hewani, vitamin dan mineral dengan kalkulasi Rp200 ribu per KPM.
Bantuan non tunai ini diberikan kepada KPM setiap bulannya melalui akun elektronik yang digunakan hanya untuk membeli bahan pangan di pedagang yang bekerjasama dengan bank.
Sejak pandemi Covid-19, jumlah bantuan naik menjadi Rp200 ribu dari sejak semula Rp110 ribu, kemudian sempat Rp150 ribu. (din)
Selasa, 13 April 2021
Lansia Di Kecamatan Harjamukti Sudah Mulai Menjalani Vaksin Covid 19
FOKUS CIREBON, FC – Warga Lanjut Usia (Lansia) Kecamatan Harjamukti sudah mulai menjalani vaksinasi Covid-19 sejak Jumat 9 April 2021 lalu.
Camat Harjamukti, Rd. Yuki Maulana Hidayat, S.STP., menjelaskan, kesadaran masyarakat untuk vaksinasi Covid-19 ini cukup baik.
“Terutama warga yang tipologinya di wilayah perumahan lebih sadar dan kooperatif untuk menjalani vaksinasi Covid-19 ini,” kata Yuki.
Dikatakan Yuki, pihaknya juga menggandeng RW di wilayah masing-masing sebagai Satgas di tingkat RW. “Bersama perangkatnya, RT untuk bisa mensosialisasikan vaksinasi,” ucap Yuki.
Ia menerangkan, vaksinasi lansia di Kecamatan Harjamukti berdasarkan data dari Dinas Kesehatan ada 13 ribu warga lansia.
“Tapi jumlah itu kami verifikasi terlebih dahulu, dan di tahap pertama ini ada sekitar 2.400-an lansia yang sudah dan akan menjalani vaksinasi Covid-19,” kata Yuki, Selasa 13 April 2021.
Menurutnya, masing-masing puskesmas di wilayah Harjamukti, jumlah lansia yang akan divaksin berbeda-beda. Terkait pelaksanaan vaksinasi, lanjut Yuki, pihaknya berkoordinasi dengan puskesmas disesuaikan dengan kewilayahan masing-masing kelurahan.
“Tipologi antara Kecapi dan Larangan berbeda dengan Harjamukti, Kalijaga dan Argasunya,” jelasnya.
Yuki mengungkapkan, ada beberapa puskesmas yang melaksanakan vaksinasi setiap hari, ada juga yang tidak. Hal itu bisa disebabkan karena memang kurangnya personil puskesmas.
“Contoh Puskesmas Sitopeng, itu menyesuaikan dengan kultur warga Argasunya, mereka biasanya koordinasi terlebih dahulu dengan tokoh-tokoh yang ada di sana,” ucap Yuki.
Vaksinasi lansia ini, lanjut Yuki, pihaknya bersama puskesmas juga masih melihat apakah ada efek sampingnya.
“Kalau yang pelaksanaan vaksinasinya di aula kecamatan itu Puskesmas Kalijaga, karena letak puskesmas sendiri jauh dengan wilayah kerjanya, jadi ditarik ke aula kantor kecamatan, dengan harapan semua warga lansia se-Kelurahan Kalijaga dapat mengakses,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Kalijaga, dr. Yati Hayati Azizah menyampaikan, puskesmas se-Kecamatan Harjamukti sejak akhir pekan lalu melaksanakan vaksinasi Covid-19 untuk lansia.
“Puskesmas Kalitanjung pelaksanaannya di RW, Puskesmas Larangan juga sama dan untuk Puskesmas Kalijaga pelaksanaannya di Aula Kantor Kecamatan,” terangnya.
Sejak hari pertama vaksinasi untuk lansia dilaksanakan, dr Yati menjelaskan, ada 115 orang dan hari keduanya 109 orang. Sedangkan, di hari ketiga yakni hari ini jumlahnya menurun yakni 16 orang.
“Hari ketiga ini mungkin karena hari pertama puasa Ramadan, sasaran tahap pertama ini di Puskesmas Kalijaga ada 610 warga lansia,” jelasnya.
Menurut dr. Yati, jenis vaksin yang digunakan dalam vaksinasi lansia ini masih sama dengan tahapan sebelumnya yakni vaksin jenis Sinovac.
“Kami mohon warga, kalau sudah yakin di hatinya untuk menjalani vaksin, jangan terpengaruh dengan informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Kami juga berterima kasih kepada semua pihak yang turut membantu pelaksanaan vaksinasi ini, mulai dari RT, RW, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Lurah sampai Pak Camat,” ungkapnya. (Nur)
Wakil Walikota Cirebon : Penanganan Covid 19 Dibutuhkan Kebersamaan Termasuk Kepedulian Perusahaan Swasta di Cirebon
FOKUS CIREBON – Kebersamaan dibutuhkan untuk penanggulangan Covid-19 di Kota Cirebon. Termasuk kepedulian perusahaan swasta yang selama ini beroperasi di Kota Cirebon.
Hal tersebut diungkapkan Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati, usai menerima Penyerahan APD Hazmat dari Kawan Lama Foundation (Ace Hardware) kepada Satgas Penanganan Covid-19 tingkat kecamatan dan kelurahan di aula Kecamatan Kesambi, Jalan Dr. Sudarsono No 12 Kota Cirebon.
“Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan ini,” ungkap Eti, Senin, 13 April 2021.
Dijelaskan Eti, pandemi Covid-19 tidak hanya terjadi di Kota Cirebon, namun di berbagai belahan dunia lainnya juga. Bahkan kesiapsiagaan terhadap penyebaran virus Covid-19 hingga kini masih dilakukan. “Kita tentu tidak bisa sendiri,” ungkap Eti.
Adanya bantuan dari Kawan Lama Foundation menurut Eti tentu sangat membantu dalam penanganan Covid-19 di Kota Cirebon. Sekalipun status Covid-19 saat ini cenderung landai, namun Eti tetap yakin bantuan ini sangat bermanfaat.
Terlebih, lanjut Eti, segala sektor membutuhkan baju hazmat. Tidak hanya petugas kesehatan namun juga petugas pemakaman. Eti juga mendengar ada petugas pemakaman yang menjalankan tugasnya menggunakan jas hujan.
“Bantuan ini sebagai antisipasi, kalau ada yang membutuhkan ya diberikan. Jangan sampai kosong,” ungkap Eti.
Sementara itu Zaldi Apriyanto, Store ManagerAce Hardware Living Plaza Cirebon menjelaskan melalui Kawan Lama Foundation, Ace Hardware mendonasikan 320 baju hazmat.
“Rinciannya 200 untuk Pemda Kota Cirebon serta 100 untuk dua puskesmas di sekitar Living Plaza,” ungkap Zaldi.
Sedangkan 20 lainnya didistribusikan ke pemakaman Covid-19 di Karang Menjangan.
Ditambahkan Zaldi donasi ini sebagai bentuk kepedulian dan dukungan kepada Pemda Kota Cirebon dalam menanggulangi penyebaran Covid-19 di wilayahnya.
“Kita juga berharap agar masyarakat mendukung pemerintah dengan cara menaati dan menjalankan protokol kesehatan,” ungkap Zaldi. (Nur)



















