FOKUS CIREBON, FC – Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon intensifkan tracing dan testing di tingkat mikro pasca libur lebaran 2021. Tes rapid antigen kini juga bisa dilakukan di semua puskesmas di Kota Cirebon.
This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Rabu, 26 Mei 2021
Pemkot Cirebon Tingkatkan Tracing dan Testing Pasca Libur Lebaran 2021
Horee.. !! Sekolah di Kota Cirebon, Pembelajaran Tatap Muka Siap Dibuka
FOKUS CIREBON, FC – Kabar gembira datang dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon, di mana belajar tatap muka akan segera dibuka. Hal itu disampaikan Kadisdik terkait sekolah-sekolah di Kota Cirebon dari sisi infrastruktur sudah siap melaksanakan pembelajaran tatap muka.
Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Dr. H Irawan Wahyono, M.Pd kepada media.
Dikatakannya, yang dimaksud infrastrukturnya sudah siap antara lain sudah adanya wastafel portable yang terpasang di beberapa titik di sekolah.
“Kami juga tetap mengikuti jika ada rekomendasi dari Satgas Covid-19, maupun Dinkes,” katanya.
Irawan mengatakan, pembelajaran tatap muka ini stakeholdernya bukan hanya dari Disdik saja, melainkan ada ikut serta dinas terkait dan bahkan yang utamanya adalah Dinkes.
“Kalau dinas terkait tidak merekomendasikan sekolah tatap muka, nanti dikoreksi oleh orang tua murid juga, jadi intinya kami melaksanakan sesuai dengan apa yang direkomendasikan” ucapnya.
Menurut Irawan, pihaknya sejauh ini baru menjalani komunikasi bersama Satgas Covid-19 Kota Cirebon, itu pun secara lisan, belum tertulis resmi.
“Dari Satgas merekomendasikan nanti simulasinya hanya guru, jangan bersama murid terlebih dahulu,” ucapnya.
Senada, Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah X Jawa Barat, Dra. Hj. Ester Miori Dewayani M.M.Pd, mengatakan, sekolah tatap muka direncanakan akan dilaksanakan pada tahun ajaran baru, Bulan Juli.
“Nanti Adaptasi kebiasaan baru, prokes yang begitu ketat, dengan segala aturan dan ketentuan-ketentuan yang ada,” kata Ester.
Terkait simulasi, lanjut Ester, akan digelar simulasi guna memberikan pemahaman kepada para guru atau warga sekolah dalam menghadapi sekolah tatap muka nanti.
“Sekolah sudah dilakukan beberapa cek, ada juga evaluasi mulai dari sarana prasarana yang disiapkan, termasuk dengan vaksinasi, warga sekolah divaksin dua kali,” ungkapnya. (Nur)
Kota Cirebon Satu Satunya Zona Merah di Jabar, Walikota Minta Prokes Ditingkatkan
FOKUSCIREBON,FC – Masuk satu-satunya zona merah di Provinsi Jawa Barat (Jabar), Wali Kota Cirebon minta masyarakat perketat protokol kesehatan (prokes). Masyarakat juga diminta jadi garda terdepan penerapan prokes.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, S.H., saat memberikan keterangan di hadapan wartawan, Senin, 24 Mei 2021. “Kota Cirebon masuk zona berbahaya penyebaran Covid-19,” ungkap Azis.
Untuk itu Azis meminta kepada masyarakat yang berada di sekitar Kota Cirebon untuk berhati-hati saat datang ke Kota Cirebon. “Lakukan pengetatan,” tegas Azis.
Pengetatan yang dilakukan berupa penerapan prokes dengan baik saat berada di Kota Cirebon. “Setiap orang wajib memproteksi diri agar tidak tertular dan tidak menularkan kepada orang lain,” tegas Azis.
Dijelaskan Azis, status zona merah merupakan risiko yang harus dihadapi saat kesadaran masyarakat untuk menjalankan prokes mulai menurun. “Saya tidak malu, tapi saya juga tidak bangga,” tegas Azis.
Justru dengan kejadian ini masyarakat bisa selalu diingatkan kalau bahaya penyebaran Covid-19 selalu mengintai. Sehingga mereka tidak akan abai dan terus meningkatkan pelaksanaan prokes.
Sebagai langkah menurunkan penyebaran angka penyebaran Covid-19, Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon telah menyusun sejumlah langkah. “Kami minta semua mematuhinya,” ungkap Azis.
Sedangkan untuk tempat keramaian, seperti mall dan pusat perbelanjaan juga diminta menjaga pengunjungnya sesuai aturan, yaitu 50 persen dari kapasitas dan menerapkan prokes dengan ketat.
“Kita tidak bisa melarang aktivitas ekonomi, tapi kita minta masyarakat jadi garda terdepan dalam penerapan prokes,” tegas Azis.
Adapun faktor yang menyebabkan Kota Cirebon masuk sebagai satu-satunya zona merah di Jabar dikarenakan Satgas Penanganan Covid-19 Kota Cirebon rajin melakukan tracing dan testing hingga tingkat RT dan RW.
Selain itu juga dikarenakan adanya sistem pelaporan yang bersifat akumulasi. Yaitu ada kejadian minggu lalu yang masuk minggu ini, sehingga terjadi peningkatan yang cukup tinggi.
“Tapi tidak apa-apa. Kita sampaikan ini ke masyarakat. Sehingga mereka tidak abai menerapkan prokes dengan ketat,” tegas Azis.
Sementara itu Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Drs. H. Agus Mulyadi, M.Si., menjelaskan Pemda Kota Cirebon sudah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor:443/SE.43-PEM tentang Perpanjangan ke Delapan Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara proporsional dalam rangka penanganan Covid-19 di Kota Cirebon.
“Yang kami lakukan diantaranya dengan menerapkan pembatasan aktivitas tempat usaha dan perkantoran,” ungkap Agus.
Diantaranya pasar rakyat yang berupa pasar induk jam operasionalnya dimulai dari pukul 02.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB. Sedangkan pasar rakyat non induk dengan jam operasional mulai pukul 04.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB.
Aktivitas di pusat perbelanjaan juga dibatasi hingga pukul 21.00 WIB dengan jumlah pengunjung sebesar 50 persen dari daya tampung ruangan. “Kegiatan belajar mengajar juga dilakukan daring/online,” tegas Agus.
Sedangkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon, dr. Edy Sugiarto, M.Kes., menjelaskan saat ini mereka telah melakukan tes rapid sebanyak 9.566 dengan reaktif sebanyak 117.
Sedangkan untuk tes swab sudah dilakukan terhadap 32.889 orang dengan jumlah positif sebanyak 5.524 orang. “Kasus penularan tertinggi ada di klaster rumah tangga,” ungkap Edy.
Masuknya Kota Cirebon ke zona merah penyebaran Covid-19 menurut Edy merupakan early warning system atau peringatan dini agar masyarakatnya kembali meningkatkan pelaksanaan prokes di lingkungan masing-masing.
Edy juga yakin dalam dua pekan kedepan, Kota Cirebon bisa keluar dari zona merah, bahkan bisa pula masuk zona hijau. (Nur)
Selasa, 25 Mei 2021
Inilah Roundown Acara Kunjungan Ketua Dewan Masjid Palestina di Kota Cirebon
FOKUS CIREBON, FC - Roundown acara (sementara) kunjungan Ketua Dewan Masjid Palestina (Gaza) pada hari Rabu tanggal 26 Mei 2021 ke Kota Cirebon, yaitu :
Pukul 04.00 WIB tiba di Cirebon untuk melakukan sholat subuh berjamaah di MASJID SUBULUSSALAAM Permata Harjamukti, Kelurahan Kalijaga.
Pada pukul 10.00 WIB, melakukan kunjungan Kemabes Laskar Macan Ali, dan dilanjutkan kunjungan ke dalam Keraton Kasepuhan bertemu dengan Pangeran Raja Lukman, Sultan Kasepuhan XV.
Pada pukul 12.00 WIB, melakukan sholat Dzuhur berjamaah di MASJID NURROHMAN Jalan Merpati X Perumnas, Kelurahan Larangan.
Pukul 15.00 WIB menuju ke mesjid At Taqwa untuk melakukan tausiyah dan sholat Ashar berjamaah.
Kemudian pukul 17.00 WIB, melanjutkan perjalanan ke Prapatan Kadipaten, diteruskan menuju ke Kota Bandung. (Sunardi)
Imam Masjid Gaza Palestina Kunjungi Masjid Subulussalaam Harjamukti Kota Cirebon
Minggu, 23 Mei 2021
Anggota Program Satu Desa Satu Hafizh Se-Kabupaten Cirebon, "Ngalap Berkah Al-Qur’an, Ngucup Doa Para Sepuh”
Ruslan, S.Ag Menangi Pilwu Desa Campaga Talaga
TALAGA, FC - Ruslan, S.Ag Nomor urut 1 Menangi Pemilihan Kuwu Desa Campaga, Kecamatan Talaga, Kabupaten Majalengka untuk masa bakti 2021 - 2027 setelah unggul di 4 TPS yang tersebar di setiap Blok Desa Campaga.
Kemenangan Ruslan setelah meraih 823 suara, disusul nomor urut 2 Jeje Amrullah Syapari, S.Pd.I mendapatkan 364 suara.
Kuwu terpilih Desa Campaga Ruslan S.Ag dengan visi Campaga Masagi (Mandiri, Agamis, Sejahtera, Adil, Giat dan Inovatif ), bersyukur kehadirat Allah SWT atas kemenangan yang telah diraihnya.
Ruslan menjelaskan ini bukan kemenangan dirinya akan tetapi kemenangan seluruh masyarakat Desa Campaga yang selama ini telah memberikan kepercayaan dan amanah selama memimpin Desa Campaga di periode yang pertama.
"Insya Allah saya akan terus melanjutkan berbagai kegiatan pembangunan dan kemasyarakatan serta memberikan pelayanan yang terbaik kepada warga sesuai visi Campaga Masagi untuk 6 tahun mendatang," ujar Kuwu terpilih Desa Campaga Ruslan S.Ag
Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan Kuwu Terpilih Aceng Sambas merasa bersyukur dan bangga atas kemenangan yang diraih oleh Kuwu Ruslan.
Hal ini nenunjukkan bahwa kepemimpinannya selama ini telah banyak dirasakan oleh masyarakat Desa Campaga.
"Ini nembuktikan bahwa beliau dalam menjalankan amanah dan kepercayaan melaksanakannya dengan baik," ungkap Aceng Sambas. (Sunardi)

















