Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 05 Juni 2021

LPM IAIN Cirebon Hadiri Kegiatan Rembug Nasional Forum Penjaminan Mutu PTKIN Se Indonesia di Ternate

Acara Rembug Nasional Forum Penjaminan Mutu PTKIN yang dilaksanakan di Ternate, pada 3-5 Juni 2021. 


FOKUS CIREBON, FC – Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IAIN Cirebon mengikuti acara Rembug Nasional Forum Penjaminan Mutu PTKIN yang dilaksanakan di Ternate, pada 3-5 Juni 2021. 

Acara yang diikuti oleh hampir seluruh PTKIN se Indonesia ini, dihadiri kurang lebih 114 peserta yang berasal dari 102 LPM, 48 PTKIN ditambah 12 dari Kemenag.

Adapun Rundown acara Rembug Nasional Forum Penjaminan Mutu PTKIN, dimulai dari Check in Peserta di Lobby Hotel, berikut  makan siang di Restoran Hotel setempat.

Kemudian pada pukul 19.00 – 20.00 dimulainya kegiatan yang ditandai dengan acara pembukaan dan laporan panitia Rembug Nasional Korwil Timur mewakili Forum Penjaminan Mutu.

Acara kemudian dilanjut dengan sambutan selamat datang dari Rektor IAIN Ternate dan dilanjut sambutan Direktur PTKI sekaligus membuka acara Rembug Nasional Forum Penjamu Tahun 2021, oleh Prof Dr. Suyitno.

Usai pembukaan pada pukul 21.00- 22.30, kegiatan dilanjut dengan Sarasehan Manajemen Perubahan: 
Program Prioritas Direktorat PTKI Tahun 2021 dan Arah Pengembangan Sistem Penjaminan Mutu PTKIN.

Sementara acara pada Jum’at, 4 Juni 2021 WIT, dimulai dengan acara Sarasehan Manajemen Perubahan: PP No. 46/2019 dan Relevansinya dengan Sistem Penjaminan Mutu PTKIN oleh Ketua Forum Penjaminan Mutu PTKIN.

Kemudian acara dilanjut lagi dengan kegiatan Sarasehan Manajemen Perubahan: Revisi Permenristekdikti No. 62/2016 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi dan Relevansinya dengan Kebijakan Kampus Merdeka oleh Prof. Aris Junaidi.

Sementara itu, sebelum dilanjut ke acara Focussed Group Discussion:
Identifikasi Sasaran dan Program Strategis LPM Menghadapi Current Issues dan Perubahan oleh Forum Penjamu PTKIN (Komisi 1, 2, dan 3), sebelumnya pada pukul 17.00 dilakukan Tes Antigen di Lobby Hotel. 

Pada malamnya, sekitar pukul 21.00 – 21.30 kegiatan dilanjut dengan Presentasi Rumusan Hasil FGD Komisi 1, 2, dan 3 dan Pembacaan Rekomendasi Rembug Nasional Presidium.

Pada Sabtu, 5 Juni 2021, kegiatan dibuka dengan acara Laporan Kegiatan Forum Tahun 2020-2021
Presidium dan setelah itu seluruh rangkaian acara ditutup oleh  Kemenag dan Presidium.

Dalam acara acara Rembug Nasional Forum Penjaminan Mutu PTKIN yaang diselenggarakan di Ternate, di hotel Muara Ternata dengan tuan rumah IAIN Ternate se memiki 3 agenda penting yakni, silaturrahim antar LPM seluruh PTKIN Se Indonesia, Pergantian kepengurusan, Update Informasi dan agenda LPM seluruh PTKIN Se Indonesia.

Dalam kesempatan ini, para peserta bisa saling kenal, saling sapa, dan saling bertukar pikiran.

"Pertemuan ini memang diagendakan rutin dilaksanakan karena setiap masa jabatan habis, para pejabat LPM di tiap perguruan tinggi di LPTKIN akan terus berganti. Jadi dengan forum ini bisa dimanfaatkan sebagiaaforum silaturrahim," ujar Ketua LPM IAIN Cirebon, Dr. H. Ayus Ahmad Yusuf M.Si.

Selanjutnya, dalam forum ini dilakukan pemilihan pengurus baru setelah masa jabatan pengurus lama berakhir. 

Dalam forum yang dilakukan pemilihan secara langsung dengan menggunakan google ini, terpilih 3 kandidat ketua, yakni Prof Dr. H. Ali Mudlafir M.Ag Ketua LPM UIN Surabaya, Muhammad Zuhdi, MA, Ph.D Ketua LPM UIN Jakarta, 
Dr. Winengan MSI Ketua LPM UIN Mataram.

Akhirnya setelah melakukan pemilihan tahap ke 2 terpilihlah ketua Forum Penjaminan Mutu PTKIN periode 2021-2023 yaitu Prof Dr. H. Ali Mudlafir M.Ag Ketua LPM UIN Surabaya.

Kemudian dalam rangka update informasi penjaminan mutu di lingkungan PTKIN se Indonesia, dalam acara ini dilakukan FGD (Focus Group Discussion) dan saresehan.

Dalam FGD ini topik bahasannya adalah mengupas Permenristekdikti No. 62 tahun 2016 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi. 

Peserta dibagi menjadi 3 kelompok dengan rincian sebagai berikut :
SPMI (Sistim Penjaminan Mutu Internal), LPM IAIN Cirebon mendelgasikan Muhsin Riyadi, MA, Kpus Audit, SPME (Sistem Penjaminan Mutu Eksternal).

LPM IAIN Cirebon juga mendelgasikan Toheri M.Pd, Sekretaris LPM dalam kelompok ini.

LPM IAIN Cirebon juga mendelegasikan Dr. H. Ayus Ahmad Yusuf Msi, Ketua LPM IAIN Cirebon dan Yeti Nurizzati, Msi, Kepala Pengembangan Standar LPM IAIN Cirebon dalam kelompok ini.  

Pada kegiatan saresehan dilaksankan 3 saresehan yakni, Program Prioritas Direktorat PTKI Tahun 2021 dan Arah Pengembangan Sistem Penjaminan Mutu PTKIN Kemenag. Kemudian PP No. 46/2019 dan Relevansinya dengan Sistem Penjaminan Mutu PTKIN Ketua Forum Penjaminan Mutu PTKIN dan ketiga, Revisi Permenristekdikti No. 62/2016 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi dan Relevansinya dengan Kebijakan Kampus Merdeka oleh Prof. Aris Junaidi. (din)


DSPPPA Kota Cirebon Mulai Mendata Penyandang Disabilitas Untuk Megikuti Vaksin Covid 19

Kepala Bidang Sosial DSPPPA Kota Cirebon, Aria Dipahandi, S.H., M.Kn.


CIREBON, FC – Data penyandang disabilitas di Kota Cirebon tercatat ada 525 orang, terdiri dari penyandang disabilitas fisik, intelektual, sensorik, dan mental. Namun, dari jumlah tersebut, tidak seluruhnya memenuhi persyaratan untuk divaksin.

Kendati begitu ada 60 orang diantaranya memenuhi persyaratan. Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSPPPA) Kota Cirebon pun mulai melakukan pendataan penyandang disabilitas untuk mengikuti vaksinasi Covid-19. 

“Dari 525 orang ini, 60 orang di antaranya memenuhi persyaratan dari segi usia dan persyaratan lainnya, dan baru 17 orang yang bersedia divaksin, data ini kemungkinan akan berubah, mudah-mudahan terus bertambah,” ujar Kepala Bidang Sosial DSPPPA Kota Cirebon, Aria Dipahandi, S.H., M.Kn., Jumat, 4 Juni 202 Wisata dan Ekonomi di Pesisir Kota Cirebon.

Menurutnya, untuk vaksinasi Covid-19 terhadap penyandang disabilitas ini sudah dilakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) sebagai pihak teknis yang melakukan vaksin.

“Koordinasi belum terlalu intens tapi sudah pernah diawali. Untuk jadwal vaksin maupun tempatnya belum ditentukan,”  ujarnya.

Ia menambahkan, penyandang disabilitas pun harus terus diperbaharui jumlahnya. “Kadang ada yang meninggal dunia, kemudian barangkali ada yang sembuh, makanya kenapa untuk penyandang disabilitas ini kami terus update data agar jumlahnya sesuai dengan kondisi saat ini, dan data terbaru adalah 525 orang,” ujar Aria.

Sementara itu, Pendamping Disabilitas DSPPPA Kota Cirebon, Nakiah Dimitri Kertanegara mengatakan, dari total 525 penyandang disabilitas ini yang termuda adalah umur 9 tahun hingga 59 tahun. 

“Sehingga dari segi umur ada yang tidak memungkinkan untuk divaksin, karena ada yang masih di bawah umur 18 tahun,” katanya.

Menurutnya, pihaknya sudah berkeliling mengunjungi penyandang disabilitas ini untuk menyampaikan rencana vaksinasi Covid-19. 

“Hambatannya ada. Misalnya penyandang disabilitas mental, mereka harus didampingi keluarga sebab sebelum divaksin ada proses screening kesehatan,” ungkapnya.

Ia mengakui, di antara mereka ada juga yang telah memenuhi persyaratan vaksin namun justru enggan untuk divaksin. 

“Sebab mereka melihat dari media sosial bahwa efeknya vaksin itu begini. Jadi di antara mereka ini juga ada yang mau dan ada yang tidak mau, selain juga tidak memenuhi persyaratan untuk divaksin. Kemudian, dikhawatirkan keluarga juga turut mempengaruhi,” katanya.

Meski demikian, menurutnya, DSPPPA Kota Cirebon terus melakukan pendekatan kepada penyandang disabilitas ini. “Kita door to door terhadap mereka dan hampir setiap hari kita lakukan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Cirebon Trimulyaningsih, S.K.M., M.K.M., mengatakan, pihaknya memang sudah berkoordinasi dengan DSPPPA Kota Cirebon terkait data penyandang disabilitas. 

“Hanya saja memang sasaran vaksin dari penyandang disabilitas ini belum kita terima secara pasti, misalnya usia di bawah umur masih masuk. Namun kita terus berkoordinasi terkait data ini sehingga Dinkes akan menerima data real penyandang disabilitas yang memenuhi persyaratan untuk divaksin,” ujarnya. (Bambang)

KPI IAIN Cirebon Undang Instruktur Literasi Nasional Kemdikbud RI Pada Event Webinar


FOKUS CIREBON, FC - Mahasiswa jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) bukan hanya mempelajari teori saja, melainkan mempraktikkan langsung apa yang telah dipelajari. 

Seperti halnya dengan Mahasiswa KPI semester 4B yang baru saja menggelar sebuah event webinar dengan tema “Membangun Jiwa Sosial Pada Generasi Milenial” Kamis, (3/6/2021).

Sejawat Humanisme Organizer (SEHUOR) merupakan sebuah event yang diadakan oleh mahasiswa KPI 4B sebagai praktik dari mata kuliah Event Organizer.

Acara webinar ini terbuka untuk umum dan gratis, selain itu terdapat doorprize untuk peserta yang aktif. 

Berbeda dengan webinar lainnya, SEHUOR melakukan open donasi yang akan diserahkan kepada salah satu panti asuhan di Kota Cirebon pada tanggal 9 Juni 2021.

Webinar diadakan dengan sistem semi offline. Pemateri dan panitia melaksanakan event-nya secara offline bertempat di Haku Coffee dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. 

Peserta mengikuti webinar secara online via Google Meet, dengan jumlah 100 peserta yang terdaftar.

Acara dimulai pukul 09.00 WIB, diawali dengan sambutan oleh Subhanur Hakim selaku Ketua Pelaksana. Subhan mengucapkan rasa terima kasih karena Webinar ini terlaksana dengan baik. 

“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang turut mensukseskan acara ini baik panitia, peserta, sponsor, maupun mediapartner," tutur Subhan.

Setelah itu, Rani Ika Wijayanti, M. Med. Kom, selaku dosen Mata kuliah Event Organizer turut memberikan sambutan dan juga support kepada panitia, dan dilanjut dengan berlangsungnya webinar oleh Istiqomah selaku moderator. 

Dosen IAIN Sykeh Nurjati M. Andi Hakim, S. Pd. M. Hum, juga sebagai Instruktur Literasi Nasional Kemdikbud RI sebagai pembicara pada webinar ini. 

Diujung pembicaraan Pak Andi menyampaikan sebuah quotes yaitu, “Raih cita-cita, kemudian bangun citra (Kesan di hadapan Tuhan) maka cinta akan datang menghampiri,” ucap Andi.

Setiap event pasti memiliki kekurangan, seperti yang diungkapkan Subhan. 

“Kendala setiap acara apapun itu pasti ada, seperti webinar ini peserta terkendala oleh kuota ataupun jaringan, atau panitia yang kurang maksimal dalam mempersiapkan acara," paparnya.

Diakhir perbincangan, Subhan memberikan harapannya. "Harapan Saya semoga kedepannya bisa merealisasikan acara-acara sekaligus berkolaborasi dengan yang lain," ujarnya. 

Selain itu Subhan juga berharap dengan terlaksananya webinar ini tetap terjalinnya solidaritas, kebersamaan dan jiwa sosial kita meningkat, dan apa yang disampaikan pemateri juga bisa kita terapkan pada kehidupan sehari-hari. 

"Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Miss Rani yang telah membimbing dalam berjalannya event ini,” tutup Subhan. (Red/Eva)

Wahyu Farzana, Mahasiswa KPI IAIN Cirebon Juara Lomba Desain Poster

JUARA : Inilah desain poster Wahyu, mahasiswa semeseter 2 KPI IAIN Cirebon.


FOKUS CIREBON, FC - Kembali, mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon menorehkan prestasi gemilang diajang event bergengsi. Prestasi tersebut disabet mahasiswa Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Wahyu Farzana, yang mampu memenangkan lomba Desain Poster yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Komunikasi Universitas Gunung Jati (HIMAKOMUGJ) pada Kamis, (3/6/2021), dengan tema “Sosialisasi Vaksinasi Covid-19”.

Ketika Wahyu dinobatkan sebagai pemenang, perasaannya sangat senang, Ia juga tidak menyangka kalau dirinya akan memenangkan lomba tersebut. 

Di sisi lain, Wahyu juga tetap rendah hati ketika memenangkan suatu penghargaan dan tetap berusaha menjadi lebih baik lagi.

Dalam pesannya, Wahyu mengajak  kalau kita punya kegemaran dalam melakukan suatu hal, jangan lupa aksi. Jika kita tidak menunjukkan apa-apa, bakat kita akan terus terpendam, dan tidak akan menghasilkan manfaat dan energi positif. 

"Jangan takut mencoba, teruslah berkarya dan jangan lupa untuk ngopi,” ucapnya.

Wahyu Farzana, Mahasiswa KPI IAIN SNJ Cirebon


Diakui Wahyu, perlombaan yang diikutinya ini untuk mengisi waktu luang di masa pandemi Covid-19, daripada kita tidak menghasilkan apa apa, alangkah baiknya kita mengikuti lomba-lomba, karena dengan mengikuti lomba, kita bisa mengambangkan bakat dan minat kita,” tutupnya. (Red/Eva)

Jumat, 04 Juni 2021

Kota Cirebon Tertinggi Dalam Pelaksanaan Vaksinasi Covid 19

FOKUS CIREBON, FC - Kota Cirebon tertinggi ketiga dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Jawa Barat. Percepatan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk lanjut usia (lansia) juga terus ditingkatkan.


Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Drs. H. Agus Mulyadi, M.Si, menjelaskan, berdasarkan progres cakupan vaksinasi Covid-19 di kabupaten dan kota di Jawa Barat, ada tiga kabupaten dan kota yang memiliki cakupan vaksinasi tertinggi. 

“Yang pertama Kota Cimahi, Kota Bandung dan Kota Cirebon,” ungkap Agus, Jumat, 4 Juni 2021. 

Untuk cakupan vaksinasi Covid-19 dosis pertama di Kota Cirebon sebanyak 66,99 persen dan dosis kedua sebanyak 52,87 persen.

Sedangkan cakupan vaksinasi Covid-19 untuk lanjut usia (lansia), Kota Cirebon masuk urutan keempat setelah Kota Bogor, Kota Cimahi dan Kota Bandung. Untuk vaksin dosis pertama sebanyak 24,61 persen dan dosis kedua sebanyak 17,67 persen.

Tingginya cakupan vaksinasi Covid-19 di Kota Cirebon karena sejumlah langkah strategis yang dilakukan. Mulai dari meningkatkan rata-rata harian orang yang divaksin setiap hari. 

Di awal vaksinasi Covid-19, jumlah warga yang divaksin mencapai 600 an orang setiap hari.  Angka ini dianggap belum cukup tinggi karena hanya mengandalkan jaringan puskesmas di Kota Cirebon.

Selanjutnya, cakupan vaksinasi harian ditingkatkan antara 1.500 hingga 3 ribu orang per hari. Caranya yaitu menjalin kerjasama dengan rumah sakit pemerintah, swasta, politeknik, fakultas kedokteran, dan layanan kesehatan lainnya. 

“Sehingga bisa mempercepat pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kota Cirebon,” ungkap Agus.

Hingga akhirnya Kota Cirebon bisa masuk tiga besar untuk cakupan vaksinasi Covid-19 di Jabar.

Khusus vaksinasi Covid-19 untuk lansia diakui Agus tidak secepat sebelumnya. “Karena memang tergantung ketersediaan vaksin yang datang,” ungkap Agus. 

Namun kemarin sudah datang lagi vaksin sebanyak 450 multidos dan diharapkan bisa mempercepat pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk lansia.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon, dr. Katibi, menjelaskan hingga 1 Juni 2021, pihaknya sudah melakukan rapid test antigen sebanyak 9.566 dengan hasil reaktif sebanyak 117 orang. 

“Sedangkan untuk swab test PCR telah dilakukan sebanyak 33.414 dengan hasil positif sebanyak 5.646,” ungkap Katibi. 

Sedangkan jumlah yang meninggal dunia hingga 1 Juni 2021 sebanyak 213 orang.

Ditambahkan Katibi, pasca libur Idulfitri 2021 lalu, pihaknya juga tracing dan testing. 

“Sebelumnya tes PCR kami lakukan hanya 150 per hari menjadi lebih dari 200 tes PCR perhari,” ungkap Katibi. 

Terbanyak pada 24 Mei 2021 sebanyak 279 dan 25 Mei 2021 sebanyak 265 tes PCR. 

“Testing kami lakukan pada kelompok yang berisiko tinggi dan tempat-tempat keramaian,” ungkap Katibi. (Bambang)

Pemberangkatan Haji Batal Lagi Tahun 2021, KH. Sa'id Al Khudri : Calon Jamaah Haji Dirugikan

KH. Moh. Sa'id Al Khudri, Pembimbing KBIH Badrul Munir Kota Cirebon. 


KESAMBI, FC - Keputusan Pemerintah memastikan tidak akan memberangkatkan calon jamaah haji tahun  1442 H/2021 M, mendapat tanggapan dari Pembimbing KBIH Badrul Munir Kota Cirebon KH. Moh. Sa'id Al Khudri, Jum'at, (4/6/2021).

Menurut KH M.Said Khudri, demi keselamatan bersama calon jamaah haji, terkait faktor kesehatan, keputusan tersebut ada hal positifnya karena masih pada keadaan Covid 19.

Namun jika diberangkatkan tidak full hanya sekitar 30% dari quota yang ada, berarti ini jelas akan banyak jamaah yang merasa dirugikan, apalagi dari kebijakan Pemerintah Arab Saudi yang dijinkan menjadi calon jamaah haji dari usia 18 sampai dengan 60 tahun. 

Sementara mayoritas jamaah haji Indonesia di atas usia 60 tahun, sehingga ketika calon jamaah haji tidak masuk, jelas mereka akan merasa tersakiti apapun alasannya.

Oleh karena itu, lanjut KH. Sa'id  kalau sekiranya memang diberikan quota hanya 30% amannya itu  memang tidak diberangkatkan, plus alasan kesehatan jadi adil. 

"Kalau dipaksakan pasti akan terjadi masalah lagi dan Menteri Agama akan disudutkan kembali," ujar KH. Moh. Sa'id Al Khudri kepada fokuscirebon.com melalui sambungan telepon.

Lebih lanjut KH. Moh. Sa'id Al Khudri, menjelaskan bahwa pihaknya mencatat calon jamaah haji dari KBIH Badrul Munir tahun 2020, sudah ada 6 orang yang meninggal dunia yang seharusnya berangkat tahun 2020. 

"Ya, harus bagaimana lagi, niat mereka sudah Allah catat walaupun secara realita lahiriyah tidak berangkat," katanya.

Disinggung soal gagalnya pemberangkatan calon jamaah haji ini, KH Sa'id memberikan pemahaman, bahwa ini bukan  hanya KBIH Badrul Munir saja, akan tetapi ini se Indonesia, baik calon jamaah haji yang reguler maupun  yang plus.

"Jadi sama, mungkin Allah sudah berkehendak seperti ini dan merupakan ujian dari nawaitu kita, tidak harus dibuktikan dengan sebuah realita, ketika ada hal yang  berkaitan atau yang  menjadi penyebab tidak baiknya, Allah akan  tetap melihat niat baik kita, walaupun pada pelaksanaanya belum dilakukan, karena ini semua  sudah qodarullah kehendak Allah," terang KH. Moh. Sa'id Al Khudri.

Dijelaskan KH Sa'id, bahwa calon jamaah haji yang tercatat mengikuti bimbingan di KBIH nya, tahun 2020 sebanyak 135 orang, dan untuk tahun 2021 sebanyak 120 orang. (Didi)

Pemda Kota Cirebon Membuka Penerimaan Calon Aparatur Sipil Negara Tahun Anggaran 2021


FOKUS CIREBON, FC – Penerimaan calon ASN tertuang dalam Pengumuman Wali Kota Cirebon Nomor 871/01-BKPPD/2021 tentang Informasi Penerimaan Calon ASN di Lingkungan Pemda Kota Cirebon tahun anggaran 2021. “Penerimaan calon ASN di lingkungan Pemda Kota Cirebon didasari pada  pijakan hukum yang jelas,” ungkap Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, S.H, Rabu, 2 Juni 2021.  

Yaitu lanjutnya, SK Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No 561 tahun 2021 tengan Penetapan Kebutuhan Pegawai ASN di Lingkungan Pemda Kota Cirebon tahun anggaran 2021.

“Untuk itu, Pemda Kota Cirebon membuka penerimaan calon ASN tahun ini,” ungkap Azis. 

Adapun kebutuhan ASN pada Pemda Kota Cirebon sejumlah 242. Dengan rincian Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tenaga guru sebanyak 138 orang serta calon Pegawai Negeri Sipil sebanyak 104 orang, terdiri dari 69 formasi tenaga kesehatan dan 35 orang formasi  tenaga  teknis.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Cirebon, H. Anwar Sanusi, S.Pd., M.Si., menjelaskan ketentuan seleksi CPNS akan diinformasikan sebelum pendaftaran dimulai. “Yaitu melalui media cetak,” ungkap Anwar. Serta melalui sejumlah kanal yaituhttps://sscasn.bkn.go.id danhttps://bkdiklat.cirebonkota.go.id.

Adapun beberapa informasi umum mengenai PPPK yaitu WNI dengan batas usia paling rendah 20 tahun dan paling tinggi satu tahun sebelum batas usia tertentu pada jabatan yang aja M dilamar, pelamar tidak pernah dipidana dengan pidana penjara 2 tahun atau lebih.

Sedangkan persyaratan khusus PPPK tenaga honorer di antaranya honorer THK-II sesuai database THK-II di BKN, guru honorer yang masih aktif mengajar di sekolah negeri dan swasta di bawah kewenangan Pemerintah Daerah dan terdaftar sebagai guru di Dapodik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Juga lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang belum menjadi guru dan terdaftar di database lulusan Pendidikan profesi guru Kemendikbud. 

Informasi Penerimaan Calon Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Pemerintah Daerah Kota Cirebon tahun anggaran 2021 dapat diunduh di link berikut:
UNDUH Berkas PDF. (din)