Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 24 Juni 2021

Korem 063/SGJ Gelar Komunikasi Sosial Cegah Tangkal Radikalisme

Danrem 063/SGJ & Kasrem photo bersama perwakilan peserta usai acara, dengan prokes yang ketat, Kamis, (24/6/2021). 


FOKUS CIREBON,  FC - Korem 063/SGJ menggelar kegiatan komunikasi sosial cegah tangkal radikalisme/separatisme dengan tema "Meneguhkan Toleransi Mencegah Radikalisme dan Separatisme" di Saung Makorem 063/SGJ, Kamis (24/6). 

Dalam kegiatan tersebut, Danrem 063/SGJ, Kolonel INF Elkines Villando Dewangga K, SAP menyatakan, TNI akan tetap dengan sekuat tenaga menjaga pertahanan yang kuat dan utuh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, melalui pembinaan wawasan kebangsaan, wawasan keagamaan dan kewirausahaan. 

Menurut Danrem, sasaran yang akan dicapai adalah terwujudnya kesadaran tentang arti pentingnya pemahaman radikalisme dan separatisme, dan terbentuknya komponen bangsa yang memiliki kepribadian dan jiwa kebhinekaan, guna mendukung ketahanan wilayah yang kuat demi tegaknya keutuhan  NKRI.

Danrem 063/SGJ juga menegaskan bahwa TNI adalah komitmen, TNI selalu komitmen dengan sumpahnya. Salah satunya adalah sumpah prajurit, yaitu setia kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. 

"Kita sudah di sumpah sejak jadi tentara, dan sumpah itu tidak akan pernah dilupakan, sampai akhir hayat, jadi percayalah bahwa TNI itu betul betul tentara yang  Pancasila dan yang UUD 1945, dan  perlu dipahami bahwa tentara itu tetap tegak lurus, tidak belok kanan, tidak belok kiri," terannya. 

Sementara itu, salah seorang  tokoh agama yang hadir pada kegiatan tersebut Ustadz Didi Sunardi, SE menyampaikan sangat mengapresasi kegiatan tersebut dan hal ini perlu terus digelorakan dan dilaksanakan oleh Korem 063/ SGJ kepada semua komponen anak bangsa dan umat beragama.

"Terlebih adanya program TNI masuk pondok pesantren dan masjid untuk memberikan  pemahaman tentang arti pentingnya sikap nasionalisme menjaga keutuhan NKRI," ujar Ustadz Didi yang juga Sekretaris Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Cirebon.

Hadir pada kesempatan tersebut Kasrem 063/SGJ Letkol Inf Heri Rustanto, para Dandim, Para Kasi Korem, Danramil, Babinsa, KH. Wawan Arwani Ponpes Buntet, KH. Miftah Ponpes Benda Kerep KH. Arif Suhartono, Camat se kabupaten dan Kota Cirebon, Ormas, OKP, Mahasiswa dan tamu undangan lainnya. (Didi)

Jaja Suteja Meraih Gelar Doktor dengan Nilai Memuaskan

Pascasarajana IAIN Cirebon kembali mencetak Doktor, Kamis (24/6/2021). 

FOKUS CIREBON, FC - Pascasarjana IAIN Syekh Nurati Cirebon menggelar kegiatan Ujian Terbuka Promosi Doktor dengan peserta DR. Jaja Suteja, M.Pd bertempat di aula pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon lantai 4. 

Dengan didampingi oleh keluarga, dan promotor, Jaja Suteja merupakan Doktor pertama lulusan Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan berhasil menyelesaikan sidang terbuka tersebut dengan memperoleh hasil yang memuaskan, Kamis (24/06).

Direktur Pascasarjana, Prof. Dr. H. Dedi Djubaedi, M.A, yang juga Ketua Sidang,  menyampaikan rasa syukur atas kelulusannya saudara Jaja Suteja, M.Pd yang mana beliau dari S1, S2 dan S3 lulus di kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon. 

“Pertama, hari ini alhamdulillah Allah SWT berikan anugerah nikmat kepada kita, yaitu dengan lahirnya Doktor baru, yang kedua beliau merupakan alumni s1, S2 dan S3 di IAIN Syekh Nurjati Cirebon," terangnya.

Dedi berharap, dengan selesainya saudara Jaja Suteja, M.Pd angkatan pertama ini, maka temannya yang 24 orang lagi diharap bisa segera menyusul, karena merupakan kebanggaan dan bagi umat adalah kebutuhan. (Bam)

Workshop Pembekalan Peserta KKN-DR 2021 : Membentuk Karakter Mahasiswa Inovatif dalam Pengabdian Masyarakat

Workshop Pembekalan kepada calon peserta Kuliah Kerja Nyata Dari Rumah (KKN-DR) Tahun 2021, Rabu, (23/6/2021).

FOKUS CIREBON, FC - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Syekh Nurjati Cirebon mengagendakan kegiatan Workshop Pembekalan kepada calon peserta Kuliah Kerja Nyata Dari Rumah (KKN-DR) Tahun 2021. 

Kegiatan ini dilaksanakan secara virtual via zoom meeting dan via streeming youtube LP2M, karena jumlah calon peserta KKN-DR sebanyak 2.380 mahasiswa sedangkan kapasitas zoom hanya 500 peserta. 

Kegiatan pembekalan ini dilaksanakan selama dua hari. Bagi Peserta yang tidak bisa ikut gabung di zoom meeting, bisa lewat via youtube.

Sesuai agenda, pembekalan calon peserta KKN-DR oleh LP2M dilaksanakan selama dua hari,  Selasa-Rabu, (22-23/6/2021), dan kegiatannya dibagi menjadi empat sesi, tiap hari dua sesi. 

Calon peserta sebanyak 2.380 ini, dibagi menjadi 149 kelompok, setiap kelompok terdiri dari 16 peserta. 

Kegiatan hari pertama (Selasa, 22/06/2021) diikuti peserta sesi 1 pukul 09.00-12.00 (kelompok 1-37) , peserta Sesi 2 pukul 13.00 – 16.00 (kelompok 38-74). Kegiatan hari kedua (Rabu, 23/06/2021) diikuti peserta sesi 3, pukul 09.00-12.00 (kelompok 75-112), dan peserta sesi 4 pukul 13.00-16.00 (kelompok 113-149).

Dalam sambutan pembukaan hari pertama, Dr. H. Ahmad Yani, M.Ag menyampaikan bahwa Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan bentuk pengejewantahan Tri Dharma PT (Pengajaran, Penelitian, dan Pengabdian), sesuai amanah UU No. 20 Tahun 2003.  

"Dharma Pengajaran didapatkan di Fakultas, Dharma Penelitian dan Pengabdian ditanggungjawabi oleh LP2M, sehingga merupakan kegiatan kurikuler Wajib dilaksanakan oleh mahasiswa. Sehingga KKN ini merupakan kegiatan pengabdian lintas keilmuan, lintas sektoral, dan interdisipliner, jika pengabdian dilakukan hanya satu keilmuan maka kegiatan tersebut masuk kategori PPL yang dikelola oleh fakultas," paparnya. 

Yani juga menjelaskan, bahwa Kuliah Kerja Nyata dari Rumah (KKN-DR) merupakan kegiatan pengabdian alternatif bersifat darurat sebagai solusi menghadapi kondisi pandemi Covid-19, tetapi dalam pelaksanaannya tidak mengurangi substansi seperti KKN Reguler.

Mahasiswa dituntut untuk berinovasi dalam pelaksanaan KKN-DR sebagai out put, bagaimana bisa menghasilkan karya inovatif sesuai Prodi. Misal, Mahasiswa Prodi IAT, bagaimana bisa menghasilkan karya berupa Tafsir Juz ‘amma, mahasiswa Prodi KPI bagaimana membuat  karya berupa modul Keluarga sakinah. Mahasiswa membuat karya ilmiah yang bisa dikirim ke Jurnal Pengabdian. 

Tentunya semua karya inovatif tersebut sudah melalui bimbingan dan arahan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) masing-masing peserta, manfaatkan dan maksimalkan kegiatan ini. 

“Terima kasih kepada semua pihak, Panitia, peserta, dan Keluarga Besar LP2M yang telah mensukseskan kegiatan Pembekalan ini” pungkas Yani menutup sambutannya.

Sementara itu, workshop pembekalan ini diisi oleh tiga pemateri yang saling bergantian di tiap sesi; yakni Dr. Budi Manfaat, M.Si, (Kapus Penelitian), H. Mahbub Nuryadien, M.Ag (Kapus PkM) yang menyampaikan materi tentang seputar KKN-DR (Pengertian, Tahapan, Bentuk Kegiatan, Bimbingan, dan Pelaporan KKN-DR), sedangkan Drs. H. Ibnu Sina, M.Si (Arsiparis di LP2M) menyampaikan materi terkait teknis dan Proses Kegiatan KKN-DR melalui Aplikasi Akmal Sejati.

Dr. Budi Manfaat, M.Si dalam penyampaian materi, beliau menuturkan bahwa Kegiatan KKN ini merupakan bentuk ikhtiar bagaimana kita bisa menjadi manusia bermanfaat khoirunnas anfa’uhum linnaas. Bagaimana kita peka terhadap kondisi masyarakat yang kita hadapi dan bagaimana kemudian merespon dengan sesuatu yang bermanfaat, inilah bentuk pengabdian. 

“KKN-DR adalah Kuliah Kerja Nyata dari rumah keluar untuk masyarakat, bukan di rumah atau untuk keluarga. Jadi jika ada pertanyaan, saya di rumah sudah mengajar adik atau saudara apakah masuk kategori KKN-DR? Maka hal itu tidak termasuk” pungkas beliau.

Pada sesi yang berbeda, materi yang sama juga disampaikan oleh H. Mahbub Nuryadien, M.Ag yakni tentang seputar KKN-DR. 

Mahbub Nuryadien menuturkan bahwa kegiatan KKN pada tahun 2021 ini dilaksankan melalui perpaduan antara daring/online dan luring/offline sebagaimana surat edaran Rektor. 

Dalam kegiatan persiapan, pembekalan, bimbingan, dan pelaporan dilaksanakan secara daring/online melalui aplikasi AKMAL Sejati dan media sosial, sedangkan kegiatan pelaksanaan secara offline dari rumah atau tempat tinggal masing-masing.


H. Ibnu Sina, M.Si selaku Arsiparis di LP2M menyampaikan materi terkait Teknis dan Proses KKN-DR melalui Aplikasi AKMAL Sejati. Materi tersebut beisi seputar bagaimana teknis membuka, mengisi dan melengkapi data di Aplikasi, Proses dan teknis Pelaporan di Aplikasi Akmal Sejati.

“Akmal Sejati ini merupakan Aplikasi yang khusus dibuat untuk kegiatan KKN, tidak hanya KKN-DR saja. Tetapi karena kondisi saat ini belum memungkinkan dilaksanakan secara reguler maka dilaksnakan dari rumah atau tempat tinggal masing-masing” tuturnya. 

Lanjut Ibnu Sina, bahwa Aplikasi Sistem Manajemen Informasi dan pelayanan administrasi pelaksanaan KKN Mahasiswa yang berbasis web dan bersifat On-line (daring) di IAIN Syekh Nurjati Cirebon, dapat diakses melalui website : kkn.syekhnurjati.ac.id.

Setelah mengikuti Workshop Pembekalan oleh LP2M, sebanyak 2.380 mahasiswa resmi menjadi peserta KKN-DR tahun 2021 karena merupakan agenda wajib yang harus diikuti. 

Selanjutnya para peserta selama dua hari berikutnya tanggal 24 – 25 Juni 2021 diwajibkan mengikuti pembekalan oleh DPL masing-masing. 

Adapun materi pembekalan yang akan disampaikan oleh Dosen Pembimbing Lapangan terkait dengan bagaimana menyusun tema, membuat rencana program Kegiatan KKN, membuat laporan harian dan pekanan, membuat artikel sesuai tema, bagaimana teknis menyusun laporan akhir, dan teknik pendekatan dengan masyarakat. 

"Melalui pembekalan yang maksimal diberikan kepada peserta, diharapkan mahasiswa bisa menghasilkan karya inovatif yang bermanfaat untuk masyarakat sebagai output atau hasil dari kegiatan KKN-DR," tandasnya. (din) 

Kontingen IAIN Cirebon Cabang Karate Sukses Mendulang Medali Emas

Didapuk Juara 1 : Salmi Harfi Nabillah, kontingen IAIN Cirebon Cabang Karate mampu menjadi atlit terbaik dengan medali emas, Rabu, (23/6/2021).


Dinobatkan Juara 1, Panggung IPPBMM VIII Jogyakarta Bergemuruh Riuh Tepuk Tangan


YOGYAKARTA, FC - Keren, wajah para Official Cabang Karate IAIN Cirebon mulai merona dengan senyuman bibir manisnya. Bahkan panggung IPPBMM VIII Jogyakarta mendadak bergetar oleh riuh tepuk tangan saat kontingen IAIN Cirebon Cabang Karate dinobatkan sebagai juara 1. 

Prestasi gemilang ini tentu berkat kegigihan dan perjuangan para kontingen IAIN Syekh Nurjati Cirebon di IPPBMM VIII UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, yang mampu membuktikan skill terbaiknya. Lalu siapa kah dia ?, tak lain adalah Salmi Harfi Nabillah, atlit Cabang Karate pada lomba Perorangan Putri. 

Salmi Harfi Nabillah dengan kemampuan dan kegigihannya, berhasil memperoleh medali emas di ajang Invitasi Pekan Pengembangan Bakat dan Minat Mahasiswa (PBMM) ke VIII 2021. 

Nasrullah, M.Pd (Official Cabang Karate) menyatakan, jika medali emas Cabang Karate ini adalah perolehan medali emas pertama untuk kontingen IAIN Syekh Nurjati Cirebon dalam ajang IPPBMM di Yogyakarta.

Nasrullah menegaskan, bahwa  perolehan medali emas ini merupakan hasil yang memuaskan pada cabang karate putri yang dinobatkan Juara 1. 

Dalam persiapannya, Salmi Harfi Nabillah, kata Nasrullah, selain seorang atlit, juga sudah matang dan memiliki waktu yang cukup untuk berlatih.

"Setiap harinya, terus memanfaatkan dengan latihan rutin. Alhamdulillah akhirnya memperoleh hasil yang memuaskan," ujarnya.

Nasrullah juga menyatakan, jika hasil ini menjadi kebanggaan bagi civitas akademika IAIN Syekh Nurjati Cirebon. "Semoga prestasi ini menjadi pemicu bagi kontingen yang lain," harapnya.


Dijelaskan, dalam pertandingan antar kontingen, sistem penilaiannya melalui zoom dan di nilai oleh 7 juri yang profesional secara kapabilitas.

"Untuk cabang karate ini, terbagi ke dalam dua group, dimana nilai tertinggi masuk ke final, kemudian yang ketiga dan keempat masuk ke semi final. Alhamdulillah, dalam urutan empat terakhir mendapat nilai 22,60 pada sesi penyisihan," terangnya.

Sementara pada babak semi final melawan UIN Sunan Kalijaga, mendapat nilai 21.00, kemudian IAIN Syekh Nurjati Cirebon mendapat 22.40 dan akhirnya IAIN Syekh Nurjati Cirebon dinobatkaan sebagai juara 1 dengan perolehan medali emas. (din)

Rabu, 23 Juni 2021

Gandeng IAIN Cirebon, Bank Syariah Indonesia Kembangkan Ekonomi Syariah

BSI BUKA KERJASAMA : Penyerahan bantuan dana pembinaan dan pemberdayaan PKL di lingkungan IAIN SNJ Cirebon oleh Nanung (Areal Manager Bank Syariah Indonesia (BSI), kepada Rektor IAIN SNJ Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag secara simbolik, Rabu, (23/6/2021). 


FOKUS CIREBON, FC - PT Bank Syariah Indonesia Tbk siap melakukan kolaborasi dan sinergi dengan lembaga riset dan perguruan tinggi untuk pengembangan ekonomi syariah.

Hal itu diungkapkan Nanung, Areal Manager Bank Syariah Indonesia (BSI), dalam acara penyerahan bantuan dana pembinaan dan pemberdayaan PKL di lingkungan IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Rabu, (22/6/2021).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Rektorat, Lantai II kampus setempat, diterima langsung oleh Rektor IAIN SNJ Cirebon beserta para unsur pimpinan lainnya dan berjalan khidmat. 

Nanung dalam sambutannya menyampaikan, bahwa BSI merupakan gabungan Bank Syariah di Indonesia yang belum lama ini diresmikan oleh bapak presiden.

"BSI lahir dalam rangka menjaga agar ekosistem ekonomi dan perbankan syariah bisa besar dan kuat, untuk itu perlu adanya dukungan dari seluruh pemangku kepentingan," ujarnya. 

Selain itu, kata Nanung, BSI juga aktif dalam melakukan kerjasama dengan perguruan tinggi terkait implementasi kurikulum keuangan syariah, penelitian, dan pengembangan produk serta layanan bank syariah.

Untuk itu, Nanung berharap, BSI bisa ikut serta berperan dalam bidang pendidikan, membantu masyarakat dalam hal ini bekerjasama dengan IAIN Syekh Nurjati Cirebon, berupa beasiswa, kartu pegawai, magang (mempraktekan ilmu yang diperoleh, langsung diterapkan di BSI). 

"Dalam segi infrastruktur, untuk membangun ATM BSI dan FoodCourt di lingkungan kampus dan bisa bermanfaat bagi civitas akademika IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang sedang dalam proses menuju UISSI, juga untuk masyarakat di lingkungan IAIN Syekh Nurjati Cirebon," paparnya.

Sementara itu, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syakeh Nurjati Cirebon, Dr. H. Sumanta, M.Ag, dalam sambutannya menyampaikan, IAIN SNJ Cirebon mendapat mandat langsung dari Gus Menteri untuk menjadi Universitas Islam Siber Indonesia (UISSI), dan saat tengah dalam pembenahan, terutama di bidang infrastruktur dan proses pembelajaran. 

Sumanta berharap, IAIN Syekh Nurjati Cirebon dapat bersinergi dengan BSI dalam membangun dan  meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, terutama di bidang pendidikan (beasiswa), infrastruktur (ATM, FoodCourt) dan yang lainnya.

Kegiatan yang juga dihadiri oleh Drs. H. Subarja, M.Pd (Kepala Biro AUAK), Dr. Kartimi, M.Pd (Warek II), Prof, H, Dedi Djubaedy, M.Ag (Direktur Pasca) dan unsur pimpinan di lingkungan IAIN Syekh Nurjati Cirebon, diakhiri dengan penyerahan bantuan secara simbolis. (din)


Raih Opini WTP, Wali Kota Cirebon Ucapkan Terim Kasih Kepada DPRD dan Stikeholder

Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, S.H

FOKUS CIREBON, FC – Raihan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) merupakan kerja sama semua pihak. Perbaikan terus dilakukan untuk mengurangi persoalan yang muncul dalam penyelenggaraan pemerintahan di Kota Cirebon.

Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, S.H., saat Rapat Penyampaian Rancangan Peraturan Daerah Kota Cirebon tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD (PP APBD) tahun anggaran 2020 di Griya Sawala DPRD Kota Cirebon.

“Sebelum menyampaikan nota, kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang baik selama ini,” ungkap Azis, Selasa, 22 Juni 2020.

Baik kerja sama antara Pemda dan DPRD maupun dengan seluruh stakeholder lainnya di Kota Cirebon. Sehingga Kota Cirebon kembali dapat meraih opini WTP untuk kelima kalinya secara berturut-turut dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

Raihan opini WTP didapatkan setelah BPK RI Perwakilan Jabar melakukan pemeriksaan atas pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara yang dilakukan oleh Pemda Kota Cirebon tahun anggaran 2020.

“Harapan kami tentunya raihan  opini WTP ini akan diikuti minimnya persoalan yang muncul dalam penyelenggaraan pemerintahan di Kota Cirebon,“ ungkap Azis.

Namun raihan opini WTP, lanjut Azis, bukan tanpa catatan. “Masih ada beberapa hal yang harus kita perbaiki,” ungkap Azis. 

Di antaranya dari segi pengawasan, pengelolaan maupun administrasi seperti sistem pengawasan internal (SPI), pengelolaan barang milik daerah, serta pengawasan terhadap BUMD dan pengelolaan pendapatan daerah.

Selanjutnya hari ini, Pemda Kota Cirebon menyampaikan rancangan peraturan daerah tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun anggaran 2020 kepada DPRD Kota Cirebon. 

Sesuai dengan amanat UU No 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, terutama pasal 320 ayat 1 yang menyebutkan kepala daerah menyampaikan rancangan peraturan daerah tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD kepada DPRD. 

“Dengan melampirkan laporan keuangan yang telah diperiksa oleh BPK RI,” ungkap Azis.

Sementara itu Ketua DPRD Kota Cirebon, Affiati, S.Pd., mengapresiasi opini WTP yang berhasil diraih oleh Pemda Kota Cirebon. 

“Raihan opini WTP lima kali berturut-turut menandakan Pemda Kota Cirebon dapat menyajikan laporan keuangan yang wajar dalam semua hal,” ungkap Affiati. 

Mulai dari posisi keuangan, hasil usaha atau laporan realisasi anggaran laporan, arus kas yang semuanya sudah sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku.

Selanjutnya sesuai dengan amanat UU No 23 tahun 2014, persetujuan bersama terhadap raperda tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2020 sudah harus didapatkan paling lambat 6 (enam) bulan setelah tahun anggaran belanja berakhir atau akhir Juni 2021. (Heri)

Selasa, 22 Juni 2021

Berebut Medali, Kontingen Cabang Musikaliasi IAIN Cirebon Sabet Juara II di IPPBMM VIII Yogyakarta

Cabang Musikalisasi Hadits dalam penampilan perdananya pada IPPBMM VII Sunan Kalijaga Yogyakarta meraih juara II


FOKUS CIREBON, FC - Kabar gembira, kontingen IAIN Syekh Nurjati Cirebon Cabang Musikalisasi Hadits berhasil meraih gelar Juara II pada IPPBMM VIII, Jogyakarta, Selasa, (22/6/2021). 

Prestasi ini tentu sangat membanggakan civitas akademika IAIN Cirebon, karena berjuang diperhelatan tingkat nasional tidak lah semudah seperti membalikan telapak tangan, harus dengan penuh persiapan, kesungguhan dan tekad kuat untuk menjadi juara.

Atas prestasi ini, Wakil Rektor III, Dr. H. Ilman Nafi’a, M.Ag memberikan apresiasinya dan ucapan terima kasih kepada kontingen Musikalisasi Hadits atas gelar juara II yang diraihnya dan membawa nama IAIN Syekh Nurjati Cirebon di level nasional.

Lalu, siapa saja kah tim musikalisasi hadits yang sudah mengharumkan almamaternya diajang IPPBMM VIII, Yogyakarta ?, tim tersebut di antaranya Idah Faridah Laily, M.Pd (Official), Muhamad Syaikhu, S.Pd (Official), Puja Kahla Salsabila S, Nabila Elok Hisbiyyah Munirudin, Riyan Hidayat, Muhammad Farhan Nofiansyah, Santoso, dan Faihul Fauzi Mushofahuddin Al Karim. 

"Ya, kami juga berharap kontingen lainnya dapat menyusul menyumbangkan medali untuk IAIN Syekh Nurjati Cirebon," kata Ilman Nafi'a, yang bersyukur kontingennya di salah satu cabor berhasil membawa medali.

Rasa gembira juga disampaikan Idah Faridah Laily, M.Pd (Official Musikalisasi Hadits). Kegembiraan Idah tekait kontingen IPPBMM Cabang Musikalisasi Hadits berhasil menyabet juara II. Padahal cabang ini baru pertama kali mengikuti perlombaan di IPPBMM.

Idah menyampaikan rasa terima kasih nya kepada pihak yang telah ikut serta membantu tim, sehingga dengan persiapan yang terbatas ini, kontingen kita masih mampu meraih gelar juara II di IPPBMM VIII.

"Ahamdulilah mendapat juara II. Mudah-mudahan ke depannya bisa lebih baik lagi, sehingga bisa ikut serta dalam lomba seperti IPPBMM, Pionir maupun yang lainnya," ujar Ida.

Sementara itu, Fatihul Fauzi (Vokalis Musikalisasi Hadits) menyatakan, dengan rekomendasi dari Warek terkait hadits yang disiapkan, juga keaibukan masing-masing, namun masih bisa fokus latihan instrument, suara dan terutama mental. 

"Kami mencoba fokus di artikuliasasi, kefasihan dan mentalitas, di mana itu merupakan point yang di nilai oleh juri. Alhamdulillah akhirnya kami berhasil  mendapat juara II," ujarnya. (din)