FOKUS CIREBON, FC - Masjid merupakan sarana ibadah bagi umat islam yang kebersihannya harus terjaga dengan baik. Untuk itu, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Dari Rumah (KKN - DR) Desa Kedawung membuat tong sampah dari ember bekas, Jumat (22/7/2021).
This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Minggu, 25 Juli 2021
Bangun Kebersihan, Mahasiswa KKN-DR IAIN Cirebon Bikin Tong Sampah Masjid
Sabtu, 24 Juli 2021
Tingginya Angka Positif Covid 19, Solidaritas Sosial Harus Ditinggikan
CIREBON, FC – Di tengah berbagai guncangan, solidaritas jangan sampai ikut terguncang. Ikatan sosial harus makin dirapatkan di saat jarak fisik berjauhan.
Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, S.H., dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, di sela-sela kegiatan Kota Cirebon Bermunajat dan Launching Donasi Ummat Peduli Covid-19 bersama At Taqwa Center.
“Merebaknya wabah Covid-19 telah memberi banyak pelajaran berharga bagi bangsa ini,” ungkap Azis.
Tidak hanya mengajarkan arti penting ilmu pengetahuan, wabah Covid-19 juga mengingatkan pentingnya arti kebersamaan. “Berharganya sikap saling menolong dan mulianya sikap bersabar,” tutur Azis.
Saat ini, lanjut Azis, merupakan waktu yang tepat untuk memperkuat solidaritas.
“Aktivitas fisik memang harus direnggangkan, tapi ikatan sosial justru harus ditingkatkan,” ungkap Azis.
Untuk itu, atas nama Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon, Azis meminta izin untuk meresmikan Gerakan Kesetiakawanan Sosial “Donasi Umat Peduli Covid-19” melalui At Taqwa Center, Kota Cirebon.
“Mari bergabung dalam barisan yang satu, barisan doa dan zikir serta barisan yang akan berada pada garda terdepan dalam berbagi kebaikan untuk membantu sesama,” ungkap Azis.
Pada kesempatan itu, Azis juga menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang berpartisipasi pada kegiatan ini.
“Saya juga berterima kasih kepada seluruh pihak yang berada di garda terdepan dalam perang melawan Covid-19,” ucap Azis.
Sementara itu Sekda Kota Cirebon, Drs. H. Agus Mulyadi, M.Si, menjelaskan kegiatan yang dilakukan hari ini sebagai bagian dari ikhtiar secara batiniah.
“Selain yang lahiriah sudah kita lakukan, berupa penanganan Covid-19 dari hulu ke hilir, kita juga melakukan ikhtiar batiniah bersama-sama,” papar Agus.
Ada pun launching gerakan kesetiakawanan sosial dalam bentuk donasi umat peduli Covid-19 ini menurut Agus dilakukan oleh At Taqwa Center dengan inisiasi dari Pemda Kota Cirebon.
“Kami mengimbau kepada semua lapisan masyarakat dan pelaku usaha, teman-teman perangkat daerah, berapa pun bisa membantu,” ungkap Agus.
At Taqwa Center juga akan mengelola dana dengan transparan kepada publik. (Heri)
Mahasiswa IAIN Cirebon Latih Anak-Anak Agar Terbiasa Berliterasi
CIREBON, FC- Sebagai wujud kepedulian mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang tengah melaksanakan KKN-DR berinisiatif membuat program pembelajaran pendidikan anak melalui literasi. Hal itu bertujuan agar anak-anak usia dini di Desa Setu Kulon, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon terbiasa berliterasi.
Pelatihan tersebut diselenggarakan mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon dengan melakukan pembelajaran membaca dan menulis untuk anak-anak di desa setempat, Minggu (25/7/2021).
Pada kegiatan membaca dan menulis ini mahasiswa memberikan arahan cara membaca yang baik dan yang benar begitupun dengan cara menulisnya. Dengan begitu, fokus anak-anak terhadap gawai bisa dialihkan.
“Juga agar anak-anak lebih menyukai membaca buku dan tidak ketergantungan oleh HP di usianya yang sangat dini,” ujar Haikal, salah satu inisiator kegiatan literasi tersebut.
Menurut dia, pelatihan ini diharapkan menjadi pengetahuan anak-anak dalam hal membaca dan menulis di masa pandemi “Ini lebih baik dan pengetahuannya lebih luas,” tambah dia.
Antusias anak-anak desa cukup besar untuk belajar membaca dan menulis. “Kegiatan ini kami lakukan setiap satu minggu tigakali dikarenakan keadaan sekarang yang kurang mendukung,” tambah dia.
Bahkan kegiatan ini juga sangat di apresiasi oleh orang tua lantaran dinilai membantu pembelajaran anak-anak. Sekaligus mengusir rasa bosan anak-anak karena bisa dipertemukan dengan teman sebayanya.
“Terimakasih ya karena sudah mengadakan kegiata ini kalau di rumah belajar sama orang tuanya tuh susah malahan pada nggak mau belajar mudah-mudahan kegiatan ini bisa menjadikan anak-anak rajin semua,” ujar dia. (din)
Mahasiswa IAIN Cirebon dan Alumni Kembangkan Pertanian Organik
FOKUS CIREBON, FC - Di tengah sulitnya mendapatkan pasokan pupuk kimia bersubsidi, almuni dan mahasiswa IAIN Cirebon mencoba mengembangkan bertani secara organik. Selain hemat biaya operasional, produk pertanian organik juga laris manis dipasaran dengan harga istimewa.
Upaya kreatif tersebut dilandasi oleh inisiatif untuk menyiasati situasi yang masih dalam masa pandemi covid 19.
Hemat para alumni dan mahasiswa, kebutuhan nutrisi tanaman disuplai dari kotoron hewan. Obat hama dan gulma bisa racik sendiri dari berbagai tanaman yang mudah didapat. Perawatan tanamannya pun sama dengan bertani kimia.
"Alhamdulillah, kegiatan pertanian Ciayumajakuning ini sudah dua tahun menutrisi tanaman padinya secara organik," kata Shobirin yang tergabung dalam Jaringan Petani Ciayumajakuning.
Muhammad Shobirin alumni Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam (AFI) IAIN Syekh Nurjati Cirebon bersama dosennya semasa kuliah, Wakhit Hasim M.Hum mengembangkan pertanian organik di Desa Sampih, Kecamatan Susukanlebak, Kabupaten Cirebon hasilnya memuaskan.
"Musim panen kedua tahun ini saja mampu memanen sekira 2 ton gabah dari 300 bata luas sawahnya. Gabah kemudian digiling dan mampu menghasilkan sekira 1,3 ton beras. Jika 1 kg beras dihargai Rp13 ribu, maka mampu mengantongi Rp16,9 juta dalam sekali panen," kata Shobirin.
Nominal tersebut masih tergolong besar meski dipotong biaya operasional. Seperti biaya penggemburan lahan, biaya tandur, biaya pengadaan dan tabur kotoran hewan dan biaya perawatan sampai panen.
Musim ini, Shobirin menanam varietas IR 46. Dan baru saja dipanen minggu lalu. Setelah digiling, beras yang dihasilkan putih bersih dengan bentuk sempurna. Hanya sebagian kecil yang patah.
“Kalau musim kedua biasanya hasilnya keren. Bagus untuk tanaman padi organik. Apalagi kalau varietasnya Ciherang,” terangnya.
Menurut Shobirin, saat ini kebutuhan beras organik sudah mulai tinggi. Bahkan permintannya sudah ada sebelum panen. Pasalnya, pasokan beras organik masih langka di pasaran. Peluang usahanya pun terbuka lebar.
Apalagi bagi Shobirin yang terkoneksi dengan jaringan petani. Tidak sulit memasarkan beras organiknya. “Sebetulnya permintaan beras organik itu besar. Karena belum banyak yang petaninya,” jelas dia.
Shobirin memastikan, bertani organik tidak lebih sulit dari bertani konvensional. Tenaga yang dihabiskan bertani organik dengan konvensional juga sama. Bahkan, biaya operasional bertani organik diklaim lebih rendah.
“Iya jadi berorganik itu harus butuh keberanian. Karena organik itu tidak hanya hitung ekonomi tapi berusaha menjaga kesimbangan alam. Tanah kita sudah banyak dieksploitasi tanpa diperhatikan dari kebutuhan tanah itu sendiri,” katanya.
Sementara itu, Wakhit Hasim MHum terus memberi dukungan kepada mantan mahasiswanya yang terjun ke pertanian untuk mengolah lahan dan menutrisi tanaman secara organik.
Pasalnya kebutuhan beras organik di tengah menguatnya gaya hidup sehat tergolong tinggi. Lantaran tidak mengandung residu kimia yang berbahaya bagi tubuh untuk konsumsi jangka panjang.
Dia bersama jaringannya saat ini terus mengupayakan terwujudnya ekosistem yang baik bagi pegiat pertanian organik. Mulai dari memastikan ketersediaan kotoran hewan, pupuk cair organik (POC), pestisida dan herbisida organik. Semua itu dilakukan gotong royong. (Bam)
Jumat, 23 Juli 2021
Bupati Cirebon Hadiri Penutupan Fesyar secara virtual di Gedung Command Centre
FOKUS CIREBON, FC - Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag menghadiri penutupan Road to Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) secara virtual di Gedung Command Centre Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Cirebon, Jalan Sunan Kalijaga, Kecamatan Sumber, Jumat (24/7/2021).
Kamis, 22 Juli 2021
Prihatin Banyak Limbah Berserakan, Mahasiswa IAIN Cirebon Ajak Warga Buat Kerajinan Tangan
FOKUS CIREBON, FC - Cara mahasiswa KKN-DR IAIN SNJ Cirebon memang patut diapresiasi. Selain kreatif para mahasiswa pun penuh ide dalam membantu masyarakat.
Peduli Sosial, Mahasiswa IAIN Cirebon Bagikan Sembako dan Buah-Buahan Kepada Warga
FOKUS CIREBON, FC - Pandemi Covid 19 yang berpengauh besar terhadap kehidupan prekonomian warga membuat mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang tengah melaksanakan KKN di Desa Mirat, Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka membantu para aparat desa membagikan sembako dan buah-buahan kepada masyarakat, Kamis (22/7/2021).

















