Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 08 Februari 2022

Komisi I DPRD Kota Cirebon Dorong Perizinan Menara Telekomunikasi di Kesambi Harus Diselesaikan

CIREBON, FC – Komisi I DPRD Kota Cirebon mendorong agar permasalahan terkait menara telekomunikasi di RW 05 Kesambi Baru, Kelurahan Kesambi, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, dapat diselesaikan dengan baik dan objektif.

Hal itu disampaikan melalui rapat kerja Komisi I bersama perwakilan warga RW 05 Kesambi Baru dan perwakilan dari PT Industri Telekomunikasi, di Griya Sawala gedung DPRD, Selasa (8/2/2022).

Saat rapat berlangsung, Anggota Komisi I DPRD Kota Cirebon, Harry Saputra Gani menilai, menara telekomunikasi yang masa berlaku Izin Mendirikan Bangunan (IMB) sudah habis harus segera diurus dan diperpanjang. Sebab, ini menyangkut dengan keselamatan serta kenyamanan masyarakat sekitar.

Dari laporan yang diterima, dokumen IMB menara telekomunikasi di RW 05 Kesambi Baru itu sudah habis pada tahun 2012. Menurut Harry, hal tersebut telah melanggar aturan yang ada.

“Menurut saya, ini sudah melanggar. Karena IMB itu harus diperbaharui terus. Mungkin ini yang saya tanyakan kepada pihak kelurahan. Kenapa harus berlarut-larut sampai bertahun-tahun seperti ini? Baru sampai ke kita,” kata Harry.

Harry menegaskan, setiap regulasi harus dipatuhi dan dijalankan dengan benar. Sehingga masalah terkait menara telekomunikasi di RW 05 Kesambi Baru itu dapat diselesaikan.

“Saya pikir ini pro aktif daripada pihak kelurahan atau dinas terkait. Karena kalau sudah sampai sini, saya harus bilang sesuai fakta. Ya, faktanya salah. IMB sudah expired,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi I DPRD Kota Cirebon, Tunggal Dewananto menjelaskan, masalah terkait menara telekomunikasi yang tidak mengantongi dokumen IMB atau masa berlakunya sudah habis bukan masalah baru. Persoalan ini sempat terjadi beberapa kali.

“Sebenarnya data terhadap perizinan menara telekomunikasi ini harus updating. Mana menara yang sudah expired, menara yang sebentar lagi mau habis, atau menara yang mau berdiri harusnya sudah ada datanya,” kata pria yang akrab disapa Dewa itu.

Untuk mencari solusi dari masalah menara telekomunikasi di RW 05 Kesambi Baru, lanjutnya, Komisi I DPRD Kota Cirebon akan mengundang pihak-pihak yang tidak hadir dalam rapat kali ini.

Selain itu, Komisi I juga mempersilakan bagi warga RW 05 Kesambi Baru dan pihak pemilik menara telekomunikasi, agar menyiapkan berkas-berkas pendukung yang akan dibahas dalam rapat selanjutnya.

“Para pihak yang hari ini tidak hadir, kami akan undang lagi agar lebih lengkap. Karena ini sudah dari tahun 2012 belum diperpanjang lagi masa berlaku IMB-nya. Apakah tidak ada tindak lanjut berupa sanksi atau teguran. Kami akan klarifikasi kebenaran itu,” katanya.  (din)

Senin, 07 Februari 2022

Bertempat di SMKN 1 Kota Cirebon, Wali Kota Deklarasikan Gerakan Anti Tawuran, Geng Motor dan Narkoba di Kalangan Pelajar

CIREBON – Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon mendukung gerakan pencegahan terhadap tawuran, geng motor, dan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar, terutama SMA dan sederajat.

Hal itu disampaikan Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, S.H. usai menghadiri Deklarasi Serentak Tolak Tawuran Pelajar, Anti Geng Motor, dan Anti Narkoba di Wilayah Hukum Polres Cirebon Kota, Senin (7/2/2022), di SMK Negeri 1 Kota Cirebon.

Azis mengatakan, pihaknya bersama kepolisian dari Polres Cirebon Kota akan mengutamakan pencegahan terhadap potensi tawuran, geng motor, dan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar.

“Melalui deklarasi ini, kita kedepankan pencegahan. Selama ini kalau ada tawuran atau geng motor, begitu kejadian baru kita bertindak. Tapi pola yang akan dikembangkan saat ini, selain menindak tegas, tentu ada upaya pencegahan,” ungkap Azis.

Dikatakan Azis, selama ini juga pencegahan telah dilakukan. Tapi karena kejadian tawuran, geng motor, dan penyalahgunaan narkoba yang melibatkan pelajar masih terjadi, maka upaya pencegahan harus ditingkatkan.

“Deklarasi ini bentuk pencegahan. Nanti para duta pelajar di tiap sekolah akan getok tular ke teman-temannya untuk tidak terlibat tawuran maupun geng motor dan narkoba,” katanya.

Menurut Azis, sebenarnya prestasi para pelajar di Kota Cirebon banyak. Tapi sayangnya, karena ulah segelintir oknum pelajar yang kerap terlibat tawuran, membuat persepsi negatif melebihi pandangan masyarakat terhadap prestasi para pelajar itu sendiri.

“Jangan sampai yang terlihatnya hanya tawurannya. Sedangkan prestasinya banyak. Makanya kita akan tonjolkan prestasinya. Supaya yang masih tawuran juga malu,” tuturnya.

Azis berharap, deklarasi yang juga digelar di sejumlah sekolah lainnya itu dapat efektif menekan potensi tawuran, geng motor, dan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar SMA/sederajat. Di samping, ia juga mengajak para orang tua meningkatkan pengawasan kepada anaknya.

“Kalau masih kejadian, kita akan tindak tegas. Baik oleh kepolisian maupun kepala sekolah setempat,” katanya.

Deklarasi para pelajar itu disaksikan selain oleh Wali Kota, juga unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Cirebon. (Her)

Pelayanan Administrasi Kependudukan di Kota Cirebon Kian Mudah Bisa Dilakukan di Kantor Kecamatan


CIREBON, FC – Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Salah satunya dalam pelayanan administrasi kependudukan.  

Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk (Dafduk) Disdukcapil Kota Cirebon, Siti Djulaeha, S.H., M.Si. menjelaskan, pelayanan administrasi kependudukan bisa diakses melalui dua tempat, yakni melalui antrean di Disdukcapil dan di kantor kecamatan. 

“Apabila melalui antrean, masyarakat bisa menghubungi nomor layanan yang sudah disediakan, sedangkan di kantor kecamatan relatif tanpa antrean,” kata Siti, Senin (7/2/2022).

Jenis layanan di dua lokasi itu sama saja. Siti mengatakan, pelayanan tersebut berupa perekaman Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el), permohonan cetak Kartu Keluarga (KK), serta akta.

Lebih Mudah, Layanan KTP-el dan KK Bisa di Kantor Kecamatan

“Khusus untuk perekaman, kita arahkan di kantor kecamatan. Hal itu agar kita bisa fokus melayani yang ada di kantor Disdukcapil,” ungkapnya.

Pada layanan kependudukan dan catatan sipil ini, Siti memastikan, bahwa syarat yang dibawa hanya fotokopi KK. Tidak perlu ada surat pengantar RT/RW.

“Kecuali permohonan karena hilang, maka wajib menyertakan surat kehilangan dari kepolisian. Pihak kecamatan juga harap mengembalikan jika warga masih bawa surat pengantar RT/RW,” jelasnya.

Siti juga menuturkan, pihaknya memiliki jadwal perekaman keliling di lingkungan RW. Hal itu untuk mempercepat target kepemilikan KTP-el yang sempat tertunda karena pandemi Covid-19. 

“Saat ini yang belum punya sekitar tiga ribu, didominasi usia wajib KTP masuk 17 tahun. Ini akumulasi sejak 2020 dan 2021,” katanya.

Kemudian, lanjut Siti, pelayanan di kantor Disdukcapil juga hanya menerima 150 layanan dan Kartu Identitas Anak (KIA) 50 layanan dari pukul 08.00 WIB. 

“Kita juga ada program integrasi. Misal, apabila suami istri baru memiliki anak dan mengajukan akta kelahiran anak, maka mereka juga mendapat KK baru dan KIA,” terangnya.

Sementara itu, Camat Harjamukti, Rd.Yuki Maulana, S.STP., mengakui, selama ini warga bisa mengajukan permohonan pelayanan kependudukan dan catatan sipil, baik pembaruan karena hilang atau rusak dan perekaman KTP-el. 

“Permohonan KK baru karena perubahan data juga bisa. Tetapi kalau KIA biasanya langsung ke kantor Disdukcapil,” jelasnya.

Pelayanan yang di kantor kecamatan, kata Yuki, hanya sebatas permohonan, karena pencetakan identitas tersebut langsung ditangani Disdukcapil. 

“Di kantor kecamatan memang sudah disiapkan petugas khusus yang ditunjuk Disdukcapil. Permohonan yang masuk setiap hari pun langsung dikirimkan ke Disdukcapil pada siang harinya,” kata Yuki. (Bam)

Pemda Kota Cirebon Dorong Tumbuhnya Wirausaha Sambut Peluang Ekonomi Digital

CIREBON - Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon selalu mendorong tumbuhnya wirausaha baru untuk menyambut peluang ekonomi digital. Transformasi digital jadi keharusan di tengah ketidakpastian yang dialami akibat pandemi Covid-19.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Drs. H. Agus Mulyadi, M.Si., saat membuka Pelatihan Digital Entrepreneurship Academy (DEA)-Digital Talent Scholarship (DTS) di salah satu hotel di Kota Cirebon, Senin (7/2/2022) menjelaskan Pemda Kota Cirebon senantiasa berkomitmen untuk mendorong tumbuhnya wirausaha industri baru.

 “Peluang pertumbuhan ekonomi semakin luas dengan sistem ekonomi digital,” tutur Agus.

Dijelaskan Agus, era ekonomi digital telah memberikan peluang tak terbatas untuk entrepreneur di Indonesia. Saat  era revolusi industri ketiga, hanya yang usianya sudah 39 tahun ke atas yang bisa menjadi entrepreneur. 

Namun di ekonomi digital ini, usia yang jauh lebih mudah pun bisa menjadi entrepreneur. “Tentu harus didukung dengan tenaga kerja terampil di bidang teknologi informasi dan komunikasi,” tutur Agus.

Untuk itu, Pemda Kota Cirebon sangat mendukung Pelatihan DEA-Digital Talent Scholarship (DTS) ini. Seperti diketahui, Pemda Kota Cirebon tahun ini terpilih sebagai tempat penyelenggaraan DTS dari Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo). 

DTS bertujuan untuk meningkatkan keterampilan, daya saing, produktivitas dan profesionalisme sumber daya manusia di bidang teknologi informasi dan komunikasi. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 10 ribu talent digital menjadi sasaran dari program ini. Jumlah tersebut terbagi menjadi 8 akademi.

Masing-masing Fresh Graduate Academy  (FGA) yang diikuti  sebanyak 2 ribu peserta, Vocational School Graduate Academy  (VSGA) yang diikuti sebanyak 2 ribu peserta, Profesional Academy (ProA) yang diikuti sebanyak 500 perserta, Digital Entrepreneurship Academy (DEA) yang diikuti sebanyak 2.500 peserta, Thematic Academy (TA) yang diikuti sebanyak 1.000 peserta, Government Transformation Academy (GTA) yang diikuti  Aparatur Sipil Negara (ASN) sebanyak 1.500 peserta, Talent Scouting Academy (TSA) yang diikuti sebanyak 490 peserta dan Digital Leadership Academy (DLA) yang diikuti sebanyak 10 peserta. 

Untuk  pelatihan Digital Entrepreneurship Academy (DEA) diselenggarakan bertahap. Untuk batch (kelompok) satu, diselenggarakan hari ini dan besok, Selasa (8/2/2022) dengan masing-masing peserta sebanyak 150 orang. 

Sedangkan batch kedua akan diselenggarakan pada Jumat dan Sabtu (11-12/2/2022) dengan masing-masing peserta sebanyak 150 orang. Kemudian disusul pelatihan terjadwal lainnya hingga mencapai target 2.500 orang. 

Pelatihan DEA ditujukan untuk mempersiapkan pengusaha tangguh sehingga mereka mampu untuk meningkatkan pendapatan dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Sedangkan sasarannya yaitu pelaku UMKM yang ada di Kota Cirebon.

Selanjutnya Sekda berharap peserta bisa mengikuti pelatihan ini dengan baik. “Ini kesempatan luar biasa jangan sampai ada peserta yang tidak hadir,” harap Agus.

Terlebih pelatihan Digital Talent Scholarship ini diberikan gratis dari pemerintah pemerintah pusat untuk meningkatkan daya saing, kemampuan dan keterampilan pelaku UMKM di Kota Cirebon. “Kalau mandiri, mungkin biayanya lumayan besar,” tutur Agus. (Bam)

IAIN Cirebon Menggelar Rapat Koordinasi Pelaksanaan Sidang dan Pemrosesan Kenaikan Pangkat PNS

Rapat Koordinasi Pelaksanaan Sidang dan Pemrosesan Kenaikan Pangkat PNS di Lingkungan IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Senin (07/02/2022).

CIREBON, FC - Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg menyampaikan, pentingnya kegiatan koordinasi pelaksanaan sidang dan pemrosesan kenaikan pangkat PNS ini. Karena melalui kegiatan ini dapat melakukan akselerasi atau percepatan untuk kenaikan pangkat tersebut.

Sumanta juga menegaskan, bahwa dampak dari akselerasi kenaikan pangkat ini akan memberi peluang yang besar untuk akreditasi di jurusan-jurusan. Karena semakin tinggi pangkat dosen, maka semakin tinggi nilainya.

"Kenaikan pangkat ini sangat penting untuk dilakukan. Karena kami secara rutin menghadapi akreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT)," katanya.

Maka, kata Sumanta, yang sudah terakreditasi A semoga bisa mempertahankan, yang akreditasinya B semoga bisa naik menjadi A, yang belum terakreditasi dapat dinilai sangat baik.

"Itu target-target kita untuk memacu prodi untuk mendapatkan predikat akreditasi yang kita harapkan bersama,” tandasnya.

Demikian juga terakit dengan akreditasi di masing-masing prodi, jelas Sumanta,  akan berdampak pada akreditasi lembaga. Untuk itu, hal ini sangat berkaitan. Untuk itu kita memacu kenaikan pangkat di hulu nanti sampai kepada hilir.

Sementara itu, Wakil Rektor II IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr Kartimi MPd menjelaskan, keguatan rapat koordinasi pelaksanaan sidang dan pemrosesan kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan kita harus terus diprogres. Karena pada tahun 2022 ini ada sebanyak 21 pegawai yang mengajukan kenaikan pangkat. Dari 21 pegawai tersebut, 4 di antaranya adalah asisten ahli dan 17 lektor. 
 
Kartimi berharap, melalui kegiatan ini  ada tambahan dari pegawai lainnya yang mengajukan kenaikan pangkat. Karena  kenaikan pangkat ini menjadi salah satu indikator untuk transformasi lembaga dari IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi Universitas Islam Siber Syekh Nurjati Indonesia (UISSI).


“Ini sebagai salah satu peningkatkan SDM. Ini untuk menambah jumlah lektor yang mudah-mudahan dari 17 itu bisa memenuhi persyaratan,” paparnya.

Kegiatan rapat koordinasi pelaksanaan sidang dan pemrosesan kenaikan pangkat PNS ini berlangsung di salah satu hotel di wilayah Cirebon, Senin, (07/02/2022), dengan diikuti oleh sejumlah Warek, Ka Biro AUAK, Dekan dan lainnya. (din)

Jumat, 04 Februari 2022

Gubernur Jawa Barat Meresmikan Alun-Alu. Sangkala Buana Keraton Kasepuhan

Wali Kota Cirebon dan wakil Wali Kota Cirebon mendampingi Gubernur Jawa Barat pada acara peresmian Alun-Alun Sangkala Buana Keraton Kasepuhan, Jum'at (4/2/2022). 


CIREBON, FC – Gubernur Jawa Barat, Dr. (HC) H. M. Ridwan Kamil, S.T., M.U.D meresmikan langsung Alun-alun Sangkala Buana Keraton Kasepuhan, Jumat (4/2/2022), disaksikan Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, S.H., Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati, Sekda Kota Cirebon, Drs. H. Agus Mulyadi, M.Si., hingga Sultan Sepuh XV PRA Luqman Zulkaedin.

Wali Kota Azis mengatakan, Cirebon adalah kota yang sedari dulu telah menjadi titik temu berbagai budaya dan karakter masyarakat. Sehingga, Kota Cirebon sejak dulu telah menjadi kota yang multikultural.

“Di tengah suasana suka cita ini, saya bersyukur bahwa revitalisasi Alun-alun Sangkala Buana Keraton Kasepuhan Kota Cirebon telah rampung,” ungkap Azis dalam sambutannya.

Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon, disampaikan Azis, secara khusus berterimakasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang telah memberikan perhatian yang sangat tinggi bagi pelaksanaan revitalisasi alun-alun ini.

“Sehingga, hari ini kita dapat bersama-sama melihat wajah baru dari Alun-alun Sangkala Buana,” ujarnya.

Azis berharap, Alun-alun Sangkala Buana dapat secara maksimal menjadi ruang terbuka untuk wisata keluarga, religi, dan sejarah, karena lokasi alun-alun ini berdekatan dengan Keraton Kasepuhan dan Masjid Agung Sang Cipta Rasa.

“Di mimbar ini, saya ingin mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga, merawat, dan memastikan seluruh kegiatan di tempat ini berlangsung dengan tertib sebagai bentuk kecintaan kita pada Kota Cirebon,” tuturnya.

Lebih jauh, kata Azis, sebagai ruang terbuka publik, ia berharap agar Alun-alun Sangkala Buana dapat difungsikan sebagai tempat edukasi, interaksi sosial, berdiskusi, dan banyak hal bermanfaat lainnya.

“Hal-hal tersebut tentu saja merupakan upaya dari Pemerintah Daerah Kota Cirebon dalam meningkatkan indeks kebahagian masyarakat,” katanya.

Azis juga mengimbau masyarakat agar dapat memanfaatkan seluruh fasilitas yang ada di Alun-alun Sangkala Buana dengan penuh tanggung jawab, dengan tidak merusak fasilitas yang ada. Siapapun boleh mengunjungi Alun-alun Sangkala Buana.

“Namun, di tengah situasi pandemi Covid-19 ini, saya senantiasa mengingatkan agar seluruh masyarakat senantiasa mematuhi protokol kesehatan ketika beraktivitas di luar ruangan,” kata Azis.

Sementara itu, Gubernur Ridwan Kamil menyampaikan, revitalisasi Alun-alun Sangkala Buana merupakan sebuah janji darinya dengan Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat (alm), yang menurut Ridwan Kamil senantiasa mengingatkan dan membimbingnya tentang sejarah.

“Hari ini di cuaca yang sejuk ini, di hari yang baik, yaitu hari Jumat, saya hadir di tempat yang bersejarah ini untuk mempersembahkan sebuah cita-cita, sebuah janji,” katanya.

Ridwan Kamil mengakui, sempat ada opsi untuk konsep revitalisasi Alun-alun Sangkala Buana menggunakan konsep modern, namun ia tak setuju. “Tapi ini wajib bagian dari sejarah, jadi harus terasa rasa sejarahnya,” kata dia.

Orang nomor satu di Jawa Barat itu juga berpesan kepada Sultan Sepuh XV untuk merutinkan pagelaran seni tari topeng Cirebon di Alun-alun Sangkala Buana setiap akhir pekan.

“Sehingga wisatawan datang ke sini mengapresiasi, lahirlah kebaikan-kebaikan, kemuliaan yang berlipat-lipat dengan hadirnya tempat istimewa ini,” katanya. (din)

Konsolidasi Humas PTKIN Untuk Sosialisasi SPAN-UMPTKIN di Semarang Hasilkan Beberapa Program Penting

Humas PTKIN SE Indonesia pada kegiatan konsolidasi Humas PTKIN untuk sosialisasi SPAN-UMPTKIN di Semarang.


CIREBON, FC - Ada beberapa program dihasilkan pada signifikansi kegiatan hasil konsolidasi Humas PTKIN untuk sosialisasi SPAN-UMPTKIN 2022, di antaranya, Konsolidasi dan Membangun Sinergi, Konsolidasi dan Membangun Manajemen Reputasi dan Branding Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri dalam manajeman informasi PMB PTKIN yang akurat, cepat dan tepat sasaran.

Kemudian Konsolidasi dan Membangun Sinergi pimpinan PTKIN dalam merumuskan langkah dan kebijakan berkelanjutan. Ketiga program hasil konsolidasi Humas PTKIN untuk sosialisasi SPAN-UMPTKIN ini akan segera dilakukan.

Demikian disampaikan Kasubag Humas dan Publikasi IAIN Syekh Nurjati Cirebon, H Muhamad Arifin M.Pd.I yang tengah mengikuti kegiatan tersebut di Semarang, Jawa Tengah.

Menurut Arifin, dalam konsolidasi Humas PTKIN tersebut, ada beberapa harapan yang diluncurkan, harapan tersebut di antaranya peningkatan kemudahan, kemudian peningkatan sosialisasi PMB PTKIN, ini terkait sinergi Humas PTKIN.

Kemudian, peningkatan pelayanan helpdesk yakni FAQ PMB PTKIN, teknis dan panduan pendaftaran (YouTube), panduan-panduan kesalahan pengisian data ditampilkan di dasbor. Selain itu peningkatan jumlah pendaftar PTKIN.

"Yang terakhir dari hasil konsolidasi ini, yakni peningkatan kualitas proses seleksi PMB. Di antaranya asas proporsional dan berkeadilan, prinsip kenyamanan, fleksibilitas, dan kualitas. Kemudian mendapatkan mahasiswa berkualitas dan memuaskan masyarakat," terang Arifin. (din)