Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 22 Agustus 2022

Bangun Kepercayaan Masyarakat, Lilik Kepsek SMPN 1 Cirebon Selalu Utamakan Pelayanan

Keoala Sekolah SMPN 1 Cirebon, H Lilik Darmawan


FOKUS CIREBON, FC - Jabatan Kepala Sekolah itu sesungguhnya tak seindah bayangan mata dan pikiran kita dengan melihat segudang fasilitas yang dimiliki. Kepala sekolah harus memiliki intuisi sebagai top leader melalui penjewantahan manajemen. Profil ini, dimiliki oleh H Lilik Darmawan, Kepala Sekolah SMPN 1 Kota Cirebon.

Lilik dengan kemampuan manajerialnya mampu membawa SMPN 1 semakin diburu dan dicintai masyarakat. Banyak hal yang sudah dilakukan sosok satu ini, baik pada sisi mutu pendidikan, kualitas belajar maupun fasilitas yang dibutuhkan sekolah.

Lilik dengan sosok yang low profilnya terus membangun dan memajukan pendidikan. Tak sedikit penghargaan diraihnya, termasuk prestasi siswa baik di bidang akademik maupun di bidang olah raga.

Lilik juga selalu mengevaluasi berbagi program dan kegiatan yang dicanangkan, baik yang bersifat akademik maupun administrasi. Hal itu dilakukan untuk menjauhkan dari kesalahan.

Lilik, hanya berharap dalam kepemimpinannya itu, SMPN 1 tetap menjalankan pelayanan yang terbaik, pelayanan bagi masyarakat, agar masyarakat tetap mendukung dan mensuport apa yang tengah dilakukan SMPN 1 untuk kemajuan pendidikan.

Soal lingkungan, Lilik juga sangat perhatian, penataan lingkungan sekolah terus dilakukan, termasuk peningkatan SDM, kedisplinan dan juga kebersihan lingkungan.

Kendati demikian, Lilik berharap dukungan dari semua pihak, termasuk para orang tua siswa untuk turut serta aktif membantu sekolah, terutama dalam mendorong prestasi putra-putrinya di sekolah. (din)

Sekdes Kubang Sosok Pekerja dan Selalu Utamakan Pelayanan

Rahman, Sekdes Desa Kubang yang low profil dan selalu utamakan pelayanan.


FOKUS CIREBON, FC - Sekretaris Desa (Sekdes), Rahman, setiap harinya selalu bergelut dengan pelayanan. Baginya, waktu adalah pengabdian, sehingga kerja cepat, tepat dan berhati-hati selalu menjadi prinsipnya dalam menjalankan tugas keseharian sebagai aparatur desa.

Selain bekerja dengan penuh tanggungjawab, Rahman juga selalu mengedepankan sisi humanis sebagai aparatur desa. Sehingga banyak warga yang menyukai kinerjanya.

Demikian juga soal pelayanan, sosok yang satu ini, tak pernah menunda-nundanya. Selagi masih bisa dikerjakan, maka saat itu langsung dikerjakan. Karena pelayanan bagi Rahman menjadi prioritas dalam kinerjanya.

Untuk diketahui, bahwa Desa Kubang, merupakan sebuah desa yang menjadi daerah perbatasan antara Kabupaten Cirebon dengan Kabupaten Kuningan. Desa Kubang berada di Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon. 

Warganya sangat guyub dan selalu bergotongroyong dalam hal kerjasama di bidang kebersihan. Sehingga Desa Kubang sangat terlihat asri dan nyaman saat disinggahi.

Itulah peran sosok Rahman, yang selalu bersama warga setempat membangkitkan kebersamaan, baik pemuda maupun para tokoh masyarakatnya. 

Termasuk saat menangani kesulitan warga di bidang ekonomi, pembangunan maupun kesehatan, karena itu, desa melalui peran Sekdes terus memberikan pelayanan. (din)

Minggu, 21 Agustus 2022

Wagub Jabar : Tidak Ada Desa Tertinggal di Kabupaten Cirebon

KABUPATEN CIREBON - Sejauh ini Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyambut baik perkembangan di wilayah Kabupaten Cirebon. Menurut data yang dimiliki Pemprov Jabar, sudah tidak ada lagi Desa Tertinggal di Kabupaten Cirebon.

Hal tersebut dikatakan Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum usai membuka Gebyar Desa dalam rangka "Barikan Akbar Gegesik" di Alun-alun Kecamatan Gegesik, Sabtu (20/8/2022).

Dijelaskan Wagub, semua perkembangan dan juga kemajuan suatu daerah ditentukan oleh pemimpin daerah itu sendiri. Disamping itu, kerja sama antara pemerintah dan juga masyarakat menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan program.

"Berarti (kemajuan daerah) ini berkat kemajuan pimpinan daerah dan juga seluruh masyarakat. Kalau Cirebon maju, Jabar ikut maju karena Cirebon ini bagian dari Jawa Barat," ujarnya.

Dijelaskan Wagub, sudah seharusnya kepala daerah tingkat kabupaten dan kota membuat program yang sejalan dengan pemerintah diatasnya. Alasannya, Wagub menyebut adanya keselarasan tersebut mempermudah pencapaian kesejahteraan masyarakat.

"Misalkan Pemprov memiliki kekuatan anggaran 30persen dan kabupaten/kota punya 70persen, maka kolaborasi akan berjalan dengan baik. Contohnya sekarang untuk program Desa Tertinggal, berkat kolaborasi Pemprov Jabar dan Pemkab Cirebon yang nyambung akhirnya hilanglah Desa Tertinggal," tambahnya.

Mengenai pagelaran budaya di Gegesik, Wagub juga sangat mengapresiasi. Menurutnya, di wilayah Jawa Barat khususnya Gegesik ini sangat banyak kesenian yang perlu dilestarikan.

"Kita harapkan pelestarian budaya ini bukan hanya sekadar jadi hiburan yang dinikmati, tetapi yang jauh lebih penting adalah kesenian dan budaya asli ini bisa dijadikan pilar untuk mencegah budaya asing yang tidak sesuai dengan adat kita," ungkapnya.

Disinggung bantuan untuk wilayah Kabupaten Cirebon khususnya Gegesik ini, Wagub menegaskan dirinya akan segera memberikan laporan kepada Gubernur. Namun, dirinya juga sudah membuat catatan, yang nantinya bisa ditindaklanjuti oleh dinas terkait di Pemprov Jabar.

"Untuk Dinas Pendidikan ini nanti akan kita minta agar di wilayah Gegesik ada muatan lokal (mulok) kesenian. Dinas Pertanian nanti akan membuat irigasi desa, Dinas Pariwisata untuk eksistensi kesenian dan juga BJB agar bisa memberikan bantuan bagi UMKM disini melalui Kredit Mesra," tutupnya.

Sementara itu, Bupati Cirebon, Drs H Imron MAg mengatakan di wilayah Gegesik ini banyak sekali potensi kesenian yang bisa digali untuk pariwisata. Oleh karena itu, dirinya berharap pagelaran maupun tampilan kesenian bisa terus dilaksanakan secara berkala.

"Selain melestarikan budaya, kita juga ingin agar kesenian dan budaya, khususnya di Gegesik ini bisa diketahui oleh masyarakat luas," singkatnya.

Di samping itu, Imron juga mengakui masih butuh bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk beberapa sektor pembangunan. Terutama untuk kemajuan desa, dirinya berharap adanya sokongan dari Pemprov.

"Kita tentunya akan terus melakukan komunikasi dengan Pemprov dan juga melalui anggota DPRD Provinsi dari dapil kita. Semoga bantuan itu bisa kita peroleh dan untuk tahun 2023 kita belum mengetahui dapat berapa," ungkapnya. (din)

Pahlawan Timnas U16 Pulang ke Cirebon, Langsung Bertemu Bupati

CIREBON -  Rizdjar Nurviat, salah satu pahlawan kemenangan Timnas U16 dalam final piala AFF beberapa waktu lalu, pulang kampung ke Cirebon. 

Rizdjar menjadi pahlawan pada pertandingan tersebut, saat berhasil memberikan umpan kepada Kafiatur, yang bisa dijadikan sebagai gol kemenangan. 

Bergabungnya Rizdjar Nurviat menjadi salah satu bagian dari Timnas U16, menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Cirebon. Rizdjar Nurviat merupakan pemain kelahiran 2 Januari 2006, putra dari Subagja Suihan yang merupakan CEO Bina Sentra Cirebon, sang penemu bakat sekaligus pemandu karir pesepakbola dan legenda Timnas Indonesia, Egy Maulana Vikri dan Firman Utina.

Hal tersebut disampaikan Bupati Cirebon, Drs H Imron, M.Ag, usai menemui Rizdjar di Pendopo Bupati Cirebon, Minggu (21/08/2022). 

Imron menuturkan, bahwa Rizdjar adalah warga Desa Kertawinangun Kecamatan Kedawung Kabupaten Cirebon. Ia menjadi bagian dari tim inti Timnas U16, yang berhasil menjuarai Piala AFF U16 beberapa waktu lalu. 

"Kami sangat bangga dan mendukung, terhadap prestasi yang berhasil didapatkan oleh Rizdjar," ujar Imron. 

Imron juga menuturkan, bahwa pihaknya akan berupaya untuk mengembangkan olahraga sepakbola di Kabupaten Cirebon. Menurutnya, ada beberapa langkah yang harus dilakukan, salah satunya adalah pembinaan. 

Ia mengaku sudah berbincang dengan orang tua Rizdjar, yang juga merupakan salah satu profesional dalam pengembangan bakat sepak bola. 

Salah satu langkah yang akan diupayakan, yaitu menggelar pertandingan dengan sistem segmentasi umur. Karena menurutnya saat ini, pertandingan sepakbola di Kabupaten Cirebon, lebih banyak antar klub dan antar kampung. 

"Nanti akan kami bicarakan, salah satunya menggelar turnamen berdasarkan umur," kata Imron. 

Rizdjar sendiri mengaku bangga bisa masuk menjadi bagian Timnas U16. Apalagi, dirinya juga selalu menjadi bagian tim utama. 

Ia mengatakan, salah satu kunci suksesnya untuk bisa masuk dalam skuad Timnas, yaitu dengan terus berlatih, tetap beribadah dan meminta restu kepada orang tua. 

"Jangan gampang putus asa dan terus berlatih," kata Rizdjar. (din)

Jumat, 19 Agustus 2022

Mahasiswa IAIN Cirebon Unjukrasa Tuntut Pencairan Dana PBAK 2022

Para mahasiswa tengah berdialog bersama Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, dengan membawa 5 tuntutan ORMAWA untuk segera diselesaikan kampus IAIN.


FOKUS CIREBON, FC - Melalui bakar ban dan penyandraan kampus yang tertulis dalam isi pamflet yang mereka bawa, mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar aksi unjukrasa, Jum'at (19/8/2022).

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk keprihatinan mahasiswa terhadap lembaga yang terkesan cuek terhadap keberadaan Ormawa. Salah satunya menuntut transparansi anggaran bagi persiapan pelaksanaan PBAK 2022. 

"Aksi ini kami lakukan untuk menuntut adanya pencairan dana kegiatan PBAK dan kontribusi dari pihak lembaga, karena sepanjang Juli 2022 proposal kegiatan yang kami ajukan masih tertahan dan tidak ada kejelasannya," terang Fatihul Fauzi Ketua Dema Institut.

Dalam aksi ini, lanjut Fauzi, Ormawa membawa lima tuntutan yang harus diselesaikan pihak kampus. Lima tuntutan tersebut sebagai bentuk koreksi dalam rangka ikut memajukan lembaga.  

Fauzi mengakui bahwa aksi yang digagas Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) IAIN Syekh Nurjati Cirebon ini melibatkan seluruh Ormawa di lingkungan kampus IAIN. Berikut Point tuntutan yang kita tuntut :

Pertama, meminta kejelasan waktu terkait perpindahan Satker PNBP ke BLU yang menghambat pengunduhan dana DIPA setiap kegiatan.

Kedua, kontribusi dan kepedulian dari pihak lembaga untuk pelaksaanaan PBAK 2022

Ketiga. SPMB gelombang 2 yang terkesan tidak siap sehingga menghambat persiapan PBAK

Keempat. Audiensi terbuka dengan mahasiswa terkait tuntutan

Kelima. Perbaiki segala akses yang menghambat. 

Sementara itu, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr. H.Sumanta M.Ag didampingi Prof Dr H Dedi Djunaedi M.Ag, Direktur Pascasarjana, Warek 2, Dr Kartimi M.Pd dan Wakil Dekan Dr Anwar M.Pd serta Kasubag Humas H M.Arifin, menemui mahasiswa di lantai 2, gedung rektorat. 

Dalam pertemuan tersebut, Sumanta mengungkapkan, pihaknya akan memanggil Warek II, Kasubag Kemahasiswaan dan Perencanaan, Kepala Biro dan Warek III untuk duduk bersama. 

"Nanti saya minta juga perwakilan dari mahasiswa untuk bisa memberikan masukan secara kongkrit, karena hal semacam ini perlu tahu pimpinan-pimpinan kita bahwa mahasiswa dengan program yang sudah dicanangkan berani melakukan pengorbanan sampai ke finansial.” ungkapnya. (Rs/Dea)



Kamis, 18 Agustus 2022

Prodi HT Fakultas Syariah IAIN Cirebon Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Penyusunan Peraturan Desa

FOKUS CIREBON, FC - Suasana Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Prodi sekaligus Sosialisasi Pelatihan Penyusunan Peraturan Desa yang digelar oleh Program Studi Hukum Tatanegara (HMJ HTN) Fakultas Syariah IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang bertempat di Balai Desa Mandala Kecamatan Dukupuntang Kabupaten Cirebon pada Kamis  (18/08/22). 

Dengan mengangkat tema "Optimalisasi Potensi Desa Berbasis Peraturan Desa", diharapkan kegiatan ini memberikan manfaat dan juga membekali lembaga perangkat desa dengan pemahaman administrasi yang lebih baik dalam menjalankan roda pemerintahan desa.

Kegiatan ini dibuka dengan pertunjukan kesenian daerah "Tari Jaipong" oleh salah satu mahasiswi Hukum Tatanegara dan dihadiri oleh kurang lebih 50 orang perangkat desa. 

Ketua Prodi Hukum Tatanegara, Bapak Asep Saefullah MH.I dalam sambutannya menyampaikan banyak terimakasih kepada seluruh aparatur pemerintahan desa Mandala yang sudah berkenan hadir. 

Acara ini dilaksanakan dalam rangka pengabdian kepada masyarakat berbasis prodi untuk membekali pemahaman administrasi, pemberdayaan IT dan mengenalkan dasar hukum pembuatan peraturan desa kepada aparatur pemerintah desa Mandala. 

Melalui kegiatan ini diharapkan bisa menjadi sarana kerjasama antara  dan prodi dalam pengembangan wawasan pengetahuan hukum yang baik. 

Selanjutnya, Bapak H. Rodiah Mahdar Araf selaku kepala desa Mandala yang saat ini menjabat, menuturkan bahwa kegiatan ini penting sekali dilaksanakan sebagai sarana edukasi kepada aparatur pemerintahan desa, khusus mengenai administrasi pembuatan peraturan desa, pengelolaan situs web desa yang belum dimaksimalkan, dan pemetaan APBD. 

Kedatangan prodi Hukum Tatanegara dalam kegiatan ini sangat membantu dalam pemenuhan kebutuhan desa saat ini. 

Dalam kegiatan inti Pengabdian dan Sosialisasi ini, telah di hadirkan narasumber yang sangat luar biasa yaitu Dr. H.R. Agus Abikusna, S.H., M.M. dia adalah dosen Fakultas Syariah IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan di pandu langsung oleh Ammar Abdullah Arfan, MH selaku moderator. 

Dalam mengisi materi,  Dr. H.R. Agus Abikusna, S.H., M.M menyampaikan, bahwa betapa pentingnya pengetahuan hukum dalam masyarakat terutama sebagai sarana edukasi dan administrasi aparatur pemerintahan desa yang saat ini sedang berjalan.

Menurutnya, ada beberapa hal yang harus di perhatikan, beberapa diantaranya adalah mengenai peraturan desa yang berisi materi-materi pelaksanaan kewenangan desa yang penjabaran lebih lanjut di perundang-undangan yang lebih tinggi. Adapun teknik dan cara prosedur penyusunan peraturan desa diatur dalam peraturan Mendagri nomor 111 tahun 2014. 

Selanjutnya, ada tiga jenis produk hukum Desa yaitu peraturan desa, peraturan bersama kepala desa (Kuwu), dan peraturan kepala desa. 

Tujuan diadakannya kegiatan sosialisasi ini yaitu agar senantiasa bisa menjadi pedoman bagi pemerintah Desa untuk menciptakan keseragaman penyusunan produk hukum dalam bentuk peraturan. 

Sehingga mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan, pemberdayaan peran serta masyarakat dalam peningkatan daya saing daerah. (din/Vit)

Kuwu Sujito Meriahkan HUT RI Ke 77 Dengan Kemeriahan Jalan Santai dan Pemberian Santuan Kepada Anak Yatim Piatu

Kuwu Desa Sampiran, Sujito Tengah berbagi bersama anak yatim piatu pada kegiatan Jalan Santai dalam memperingati HUT RI Ke 77.


FOKUS CIREBON, FC - Semarak Dirgahayu RI Ke 77 di Desa Sampiran, Kecamatan Talun,  berjalan meriah. Warga yang datang ke  lapangan GOR Talun, langsung mengikuti berbagai kegiatan salah satunya adalah jalan santai bersama Kuwu Desa Sampiran, Kamis (18/8/2022).

Kegiatan ini sangat dirasakan warga setempat. Sangat semarak dengan sejumlah kegiatan yang digelar panitia. Kuwu Desa Sampiran Sujito juga bergembira bersama warga. 

"Inilah hari kebahagiaan kami, di mana Dirgahayu RI Ke 77 ini adalah hari kemerdekaan Republik Indonesia. Kami bersama warga menyambut dengan berbagai kegiatan agar semaraknya terasa bersa.a warga," kata Sujito.

Kegiatan hasil besutan para mahasiswa dan desa ini juga disertai dengan kegiatan pemberian santunan kepada anak yatim. 

"Sengaja kami gelar acara di halaman GOR Desa Sampiran. Bukan saja sebagai tempat titik kumpul, tetapi lebih jauh dari itu, tempat ini bisa menampung banyak warga dan bisa saling bersilaturrahmi satu dan lainnya, sehingga rasa persaudaraan, kebersamaan dan saling memajukan desa akan tumbuh dengan acara bersama ini," kata Sujito lagi.

Sementara itu, sebagai bentuk kegembiraan bersama, di atas panggung Kuwu Sujito sempat melantunkan suara merdunya, yakni bernyanyi bersama Anak Yatim. Sujito  menyanyikan lagu dengan judul Yatim Piatu ciptaan H. Rhoma irama.

Di atas panggung ini, Sujito di dampingi para mahasiswa, sebagai Panitia pelaksana, perangkat desa dan para Guru SDN 1 Sampiran. (din/Bambang)