Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 23 Agustus 2023

Polresta Cirebon Bersama Pemerintah Kabupaten Cirebon Adakan Penanaman Pohon Untuk Penghijauan

Kapolresta Cirebon beserta jajaran dan pemerintah Kabupaten Cirebon, dalam kegiatan penanaman pohon untuk penghijauan.

 

FOKUS CIREBON, FC - Polres Cirebon beserta jajaran dan pemerintah Kabupaten Cirebon mengadakan kegiatan penanaman pohon di Tanggul Sungai Desa Krandon, Kecamatan Talun, tepatnya arah Situs Kramat Talun, Rabu, (23/8/23).

Kegiatan penanaman ratusan pohon ini  untuk menghijaukan wilayahnya juga untuk meminimalisir polisi udara yang kini mengepung Jakarta dan sejumlah daerah di Jawa Barat.

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Arif Budiman didampingi Bupati Cirebon, Imron turun langsung menanam pohon.

Arif mengatakan, ada sebanyak 7.927 pohon berbagai jenis yang ditanam serentak baik di Desa Krandon maupun di wilayah hukum Polsek Jajaran Polresta Cirebon.

"Penghijauan dengan penanaman pohon ini dilaksanakan  di seluruh Polsek. Ada sekitar 33 titik yang kita laksanakan di wilayah Kabupaten Cirebon ini dan hasil rekap seluruhnya ada sebanyak 7.927 bibit tanaman yang kita tanam di 33 titik yang dimaksud," ujar Arif kepada awak media.

Ia menyampaikan, pelaksanaan itu dalam rangka 'Polri Lestarikan Negeri, Penghijauan Sejak Dini'.

Jumlah pohon itu terdiri dari berbagai macam jenis, seperti tanaman keras, trenggesi dan juga tanaman buah-buahan.

Di wilayah sampiran, masih di Kecamatan Talun juga direspon secara baik oleh masyarakat, yang terdiri dari ibu-ibu pemerhati lingkungan sampiran.

"Yang memang mereka request secara khusus tanaman-tanaman produktif, utaman buah-buahan. Kita droping juga di situ, hari ini juga dilaksanakan penanaman pohon di sana dan mereka juga berkomitmen untuk tetap merawat," ucapnya.

Kapolresta menjelaskan, dengan penanaman pohon ini diharap bisa meminimalisir polusi udara sehingga kualitas hidup lebih baik.

"Dengan penanaman pohon yang masif dilaksanakan diharapkan bisa meminimalisir polusi udara sehingga kualitas hidup bisa lebih baik. Dalam giat ini kita bersinergi dalam stakeholder lainnya yaitu pemerintah daerah, TNI dan berbagai unsur masyarakat."

Tujuan digelar di pinggir sungai ini juga untuk menjaga aliran irigasi yang ada, sekaligus lebih memudahkan nanti untuk merawat dalam artian menyirami tanaman di sini. (Bam)

Polresta Cirebon Tanam 7927 Bibit Pohon, Bupati Imron: Mari Bersama Menjaga Alam

KABUPATEN CIREBON - Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag ikut melakukan penanaman bibit pohon yang diadakan oleh jajaran Polresta Cirebon di Desa Krandon, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Rabu (23/8/2023).

Dalam kegiatan penanaman pohon yang dilakukan secara serentak oleh jajaran Polri se-Indonesia tersebut, dihadiri oleh Forkopimda, TNI/Polri, masyarakat dan pelajar.

Imron mengatakan, pihaknya mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Polresta Cirebon dalam menjaga lingkungan (alam). Menurutnya, lingkungan harus tetap dijaga untuk kehidupan dan agar tidak menjadi bencana.

"Dengan adanya penanaman bibit pohon ini, setidaknya Kabupaten Cirebon bisa lebih hijau lagi," ujar Imron.

Imron mengungkapkan, pihaknya juga mengajak kepada semua lapisan masyarat untuk tetap menjaga lingkungan sekitar.

"Mari bersama-sama menjaga lingkungan sekitar, agar Kabupaten Cirebon bisa lebih hijau dan adem," katanya. 

Sementara Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Arif Budiman mengatakan, pihaknya melakukan penanaman 7927 bibit pohon berbagai jenis yang tersebar di wilayah Kabupaten Cirebon.

Arif mengatakan penanaman pohon ini dilakukan secara serentak se-Indonesia dengan tema" Polri Lestarikan Negeri" dengan penghijauan sejak dini. Sementara untuk wilayah hukum Polresta Cirebon, ada 33 titik yang dilakukan penanaman bibit pohon.

"Ada 7927 pohon dengan jenis tanaman keras dan buah-buahan yang ditanam di 33 titik wilayah hukum Polresta Cirebon," jelas Arif.

Ia menjelaskan, bahwa dalam penanaman bibit pohon ini, pihaknya menggandeng Pemkab Cirebon, Forkopimda, masyarakat dan para pelajar.

"Untuk Polresta Cirebon, kita pusatkan di Desa Krandon, Kecamatan Talun. Dan uniknya lagi, kita libatkan pelajar yang biasa melakukan tawuran untuk menumbuhkan kepedulian  terhadap lingkungan, sekaligus memberikan edukasi bagi mereka," lanjutnya.

Labih lanjut, kata Arif, pihaknya sengaja memilih lokasi penanaman bibit pohon di pingir aliran irigasi atau sungai.

"Dengan ditanamnya pohon ini, setidaknya kita ikut menjaga irigasi, serta mempermudah dalam perawatan, karena dekat dengan aliran sungai, sehingga bisa untuk melakukan penyiraman," harap Arif. (din)

Selasa, 22 Agustus 2023

Gubernur Jabar Resmikan Tapal Desa Leuit Juara di Cirebon



KABUPATEN CIREBON - Gubernur Jawa Barat, Dr. (H.C.) H. Mochamad Ridwan Kamil, S.T., M.U.D. meresmikan Ketahanan Pangan Digital Desa (Tapal Desa) Leuit Juara di Desa Tersana dan Desa Babakansari, Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon, Selasa (22/8/2023).

Selain itu, Kang Emil sapaan akrabnya, juga mengukuhkan Kelembagaan Masyarakat Hukum Adat (KMHA) Jawa Barat, penghargaan bagi BUMDes Bintang 5, dan lainnya.

Emil mengungkapkan, program Tapal Desa merupakan komitmen Pemda Provinsi Jabar dalam menjaga ketahanan pangan di desa. Konsep bangunan Leuit atau lumbung padi zaman dulu disinkronisasikan dengan kecanggihan teknologi digital.

 "Di Jabar tidak boleh ada rakyat yang kelaparan, karena di setiap desa kita membuat lumbung padi ini,” kata Emil. 

Kepada masyarakat Kabupaten Cirebon, ia berpesan, agar Leuit ini dijaga sebaik mungkin. Hal itu agar ketersediaan pangan tetap terpenuhi bagi masyarakat yang membutuhkan. 

Selain itu, Emil juga menjelaskan, bangunan Leuit merupakan budaya leluhur warga Jawa Barat untuk menyimpan beras, agar tetap tersedia sambil menunggu panen padi di bulan-bulan selanjutnya. 

"Salah satu budaya di Jawa Barat dalam rangka menjaga ketahanan pangan adalah Leuit. Selain untuk kepentingan pangan sehari-hari, Leuit juga berfungsi untuk menyimpan padi yang merupakan cadangan hingga panen berikutnya," ungkap Emil.  

"Saya berharap agar warisan budaya berupa Leuit ini tidak luntur dan tetap lestari, sehingga budaya Leuit ini akan selalu ada untuk anak cucu kita. Saya juga berharap, agar ketahanan pangan di Jawa Barat dapat selalu terjaga dan tetap juara," pungkas Emil.

Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag mengajak masyarakatnya untuk tetap melestarikan budaya Leuit yang sudah ada sejak zaman nenek moyang. 

"Inilah masyarakat kami, yang budayanya tetap dilestarikan," ungkap Imron. 

Imron menyebutkan, Pemerintah Kabupaten Cirebon mendukung penuh keberhasilan pembangunan desa dengan menghadirkan Leuit Juara demi ketahanan pangan warganya. 

"Saya ingin menyampaikan, bahwa Pemkab Cirebon sangat mendukung keberhasilan pembangunan desa dengan menghadirkan Leuit Juara Ketahanan Pangan Tapal Desa," tandasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DMPD) Provinsi Jawa Barat, Ir. H. Dicky Saromi, M.Sc mengatakan, pembangunan Leuit Juara ini, salah satu upaya menjaga ketahanan pangan di tingkat desa, khususnya di Jawa Barat. 

Sekaligus untuk membangkitkan dan mengangkat kembali kearifan lokal. Menurutnya, keberadaan Leuit atau lumbung pangan ini sebagai cadangan pangan, karena saat ini inflasi terjadi bukan saja terjadi di Indonesia, akan tetapi di dunia.

"Untuk mengantisipasi hal tersebut, maka Leuit ini dibangun, karena pangan adalah komoditi strategis dan itu harus dijaga di seluruh desa, agar desa dapat menampung pangan di Leuit yang dapat menampung hingga 10 ton gabah atau beras," kata Dicky.

Dicky menyebut, pihaknya di tahun 2023 ini akan membangun sedikitnya 17 Leuit yang tersebar di beberapa desa di Jawa Barat. Diantaranya di Kabupaten Cirebon, yakni di Desa Babakan Losari dan Tersana, Kecamatan Pabedilan.

"Di sini memang merupakan salah satu penghasil padi dengan lahan basahnya yang sangat luar biasa, dan memang disini dulunya ada budaya yang namanya lumbung pangan, serta kesediaan dari desa itu sendiri termasuk lahan yang merupakan lahan milik desa," ungkapnya.

Menurutnya, manajemen Leuit Juara ini dapat difungsikan menggunakan sebuah aplikasi yang dirancang agar dapat menyusun dan memprogram cadangan pangan yang ada di Leuit.

 “Jadi, ini salah satu wujud nyata dan kepedulian Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Bapak Gubernur untuk pembangunan ketahanan pangan di Jawa Barat, sesuai dengan visi Jabar Juara Lahir Batin" pungkas Dicky. (din)

Mahasiswa IAIN Cirebon Terpilih Menjadi Koordinator Chapter Cirebon Raya Bersama Indonesia

FOKUS CIREBON, FC - Kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon, kembali mendulang nama baik atas peran mahasiswanya. Kali ini nama baik tersebut oleh Omar Qad Panity, mahasiswa IAIN Cirebon yang terpilih menjadi Koordinator Chapter Cirebon Raya Bersama Indonesia.

Pada acara ini juga dilangsungkan kegiatan diskusi dan lounching Bersama Indonesia, bertempat di Lattar Cafe, kawasan Stadion Bima, Kota Cirebon, Minggu, (20/8/2023).

Chapter Cirebon Raya dengan tema “Keadilan Antargenerasi: Menuntut Hak Milenial-Gen Z, Kini dan Nanti” yang diselenggarakan Bersama Indonesia.

Dalam acaranya hadir beberapa pembicara seperti Grady Nagara, Co-Founder Bersama Indonesia, Nissa Rengganis, Dosen UMC dan Penulis, Omar Qad Panity, Aktivis Kampus, Francis Widaswara, Tokoh Pemuda Desa. Tak hanya itu, peserta juga hadir dari berbagai kalangan yang terdiri dari elemen pelajar, mahasiswa, dan masyarakat secara umum sekitar 50 orang.

"Sebagai Gen-Z yang lahir di tahun 1997-2012, saat kini kita sedang menjadi dominasi di Indonesia. Dalam konteks lintas generasi, tak hanya zilennial yang berperan penting tetapi juga lintas generasi termasuk milennial dapat membawa perubahan menuntut keadilan sosial." ujar Omar Qad Panity dalam presentasinya dihadapan peserta diskusi yang mayoritas mahasiswa dan pelajar.

Francis Widaswara, pembicara kedua di kegiatan tersebut mengajak anak muda untuk berkontribusi aktif dari mulai hal-hal di sekitaran lingkungan terdekat, seperti di desa. "menuntut hak-hak dan kewajiban kita sebagai generasi muda, tidak perlu jauh-jauh, cukup mulai dari lingkup terdekatnya dulu, yakni dari Desa. 

Banyak kejanggalan yang terjadi di Desa dari segi keuangan maupun lainnya, mari mengkritisi hal itu." kata Francis Widaswara yang juga Alumni Forum Indonesia Muda dan Penggerak Desa penuh semangat.

Sementara itu, penulis dan pegiat literasi Nissa Rengganis mengatakan bahwa generasi muda selalu menjadi aktor bagi sejarah Indonesia. Sejak 1912, 1998, 2019, bahkan saat ini.l, sehingga penting adanya untuk dapat menjadi generasi muda yang melek politik, agar tidak mudah terombang-ambing oleh derasnya arus informasi.

"Seringkali terjadi framing yang hanya mengarah pada aspek pemerintahan, padahal kan anak muda yang ada disana berjuang lebih keras. Banyak isu yang bisa dikawal," katanya.

Pamungkas dari Co-Founder Bersama Indonesia, Grady Nagara, Bersama Indonesia adalah Non Government Organization (NGO) yang memiliki visi merangkul anak muda untuk bergerak bersama demi mewujudkan tujuan negara Indonesia, yaitu, Keadilan Sosial. 

Bersama Indonesia sendiri sudah tersebar di seluruh Indonesia. Bersama Indonesia chapter Cirebon sendiri merupakan chapter ke-22 yang sudah dideklarasikan.

Kegiatan ditutup dengan Pembacaan Deklarasi BersamaIndonesia chapter Cirebon Raya yang dipimpin langsung oleh Omar Qad Panity sebagai Koordinator chapter Cirebon Raya. 

"Semoga kegiatan seperti ini sering digelar supaya menambah wawasan kami sebagai anak muda," ujar Fadlih pelajar, aktif di Forum OSIS Cirebon. 

Selaras dengan Ai pengasuh Majlid Diniyah di Cirebon, bahwa anak-anak muda ini progresif dan semoga walau tak sesama generasi, bisa saling support, sehingga gerakan ini tidak berhenti sampai di sini saja.

"Ya harapannya akan ada aksi-aksi diskusi atau lapangan lainnya yang langsung dikomandoi oleh Omar di Bersama Indonesia Chapter Cirebon Raya, Bersama Indonesia, untuk Keadilan Sosial," jelasnya. 

Minggu, 20 Agustus 2023

Bripka Suja, Selalu Ada di Tengah Masyarakat

 

Bripka Suja, saat mengamankan jalan raya untuk perlintasan ratusan warga Desa Sampiran di acara HUT RI Ke 78


FOKUS CIREBON, FC - Anggota Polisi dari kesatuan Polsek Talun, Bripka Suja kesehariannya selalu ada di tengah masyarakat. Bripka Suja memang bertugas sebagai Bhabinkamtibmas di Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon.

Terlebih ketika ada kegiatan yang melibatkan banyak orang, Bripka Suja selalu standby berjaga dan berkomunikasi dengan pihak penyelenggara maupun warga.

Kegiatan ini ditekuninya dengan senang dan sabar, mengingat karakteristik warga yang bermacam-macam. Selain itu, rasa lelah dan kantuk juga terkadang sesekali menyerangnya, namun demi menjaga ketertiban dan keamanan suatu wilayah, tugas Bhabinkamtibmas ini selalu dijalaninya dengan baik.

Seperti yang terlihat di hari perayaan HUT RI Ke 78 di Desa Sampiran, Bripka Suja, dengan cepat dan cekatan langsung mengamankan jalan raya yang akan dilintasi warga saat kegiatan jalan santai berlangsung.

Bukan itu saja, Bripka Suja bersama Babinsa juga ikut mendampingi Kuwu Sujito saat akan melepas ratusan warga di kegiatan jalan santai. Saat dilepas dengan mengangkat bendera, warga pun secara serentak melangkahkan kakinya dan berjalan rapi menyusuri route jalan santai yang sudah ditentukan panitia.

Saat dikonfirmasi, Bripka Suja mengatakan, bahwa tugas Bhabinkamtibmas adalah untuk menanggulangi masalah sosial yang dapat mengganggu utuhnya persatuan dan kesatuan di masyarakat.

"Kami bersama Babinsa sering terlibat aktif dalam kegiatan masyarakat di wilayah binaan dan juga aktif dalam melakukan kegiatan yang meningkatkan kesadaran bela negara di masyarakat," ujar Bripka Suja, Minggu, (20/8/202).

Bripka Suja mengaku, tugas Bhabinkamtibmas adalah tugas yang harus dilaksanakan dengan sebaik mungkin, agar semuanya berjalan baik, termasuk bagaimana melakukan koordinasi dengan pihak-pihak tertentu saat menyangkut keramaian serta membangun komunikasi dengan warga masyarakat. (din)

Kendalikan Inflasi dan Dampak El Nino, Pemkab Cirebon Gelar Gerakan Pangan Murah

Bupati Cirebon, Drs H Imron, M.Ag 


KABUPATEN CIREBON - Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) tahun 2023 di halaman kantor Bupati Cirebon, Minggu (20/8/2023).

Kegiatan GPM 2023 sendiri dibuka langsung oleh Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag dan dihadiri oleh perwakilan Forkopimda serta sejumlah instansi terkait.

Bupati Imron mengatakan, kegiatan GPM ini dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan di masyarakat sekaligus merupakan rangkaian peringatan HUT ke-78 Kemerdekaan RI tingkat Kabupaten Cirebon tahun 2023.

Menurut Imron, acara ini sangat penting dan strategis, khususnya sebagai salah satu upaya pemerintah untuk mempermudah masyarakat memperoleh bahan pangan pokok dengan harga terjangkau, selain juga sebagai upaya pengendalian inflasi dan dalam menjamin stabilisasi pasokan dan harga pangan. 

"Salah satu tujuan dilaksanakannya Gerakan Pangan Murah (GPM), yaitu pengendalian inflasi serta meningkatkan keterjangkauan daya beli pangan masyarakat dan strategis bagi masyarakat," katanya.

Ia menjelaskan, untuk mengantisipasi musim kemarau ini, banyak kebutuhan pangan di pasar mengalami kenaikan, mulai dari beras, minyak, telur, cabai, bawang serta kebutuhan pokok lainnya.

"Ada beberapa indikator yang mempengaruhi stabilisasi harga pangan, yang berakibat pada gejolak harga adalah terganggunya distribusi pangan, yang juga disebabkan kurangnya pasokan atau permintaan pangan yang meningkat,” jelas Imron.

“Ketidakcukupan pasokan pangan di suatu wilayah, dapat menjadi indikator tidak meratanya distribusi bahan pangan antar wilayah yang membuat adanya kenaikan harga kebutuhan pokok," lanjutnya.

Ia menyebut, dengan adanya GPM ini sebagai salah satu upaya untuk mengatasi dan mengurangi dampak inflasi, khususnya di wilayah Kabupaten Cirebon.

"Dengan adanya gerakan pangan murah ini semoga dapat memberi manfaat, khususnya bagi masyarakat Sumber dan sekitarnya untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan dalam rangka menekan tingkat inflasi, khususnya di Kabupaten Cirebon," tambah Imron.

"Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menjadi program yang bersinergi sebagai upaya Pemerintah Kabupaten Cirebon untuk pengendalian inflasi serta sebagai upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan," pungkasnya.

Di tempat yang sama, Kepala DKPP Kabupaten Cirebon sekaligus ketua penyelenggara, Drs. Erus Rusmana, M.Si mengatakan, musim kemarau panjang dan gelombang El Nino menjadi perhatian khsusus Pemerintah Kabupaten Cirebon. Pasalnya, dengan adanya fenomena tersebut akan berpengaruh terhadap stabilisasi pasokan pangan di masyarakat.

"Kalau pasokan pangan masyarakat terganggu, maka akan berdampak terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok. Sehingga, dengan adanya GPM 2023 ini kita ikut mengendalikan inflasi untuk menjaga harga pangan," ujar Erus.

Ia mengungkapkan, pihaknya akan memberikan peluang kepada masyarakat untuk mendapatkan harga yang wajar dalam mendapatkan harga kebutuhan pangannya.

"Banyak kebutuhan pangan yang dijual di GPM ini. Harganya pun sangat wajar dan murah, karena kita bekerjasama dengan beberapa distributor. Dan di GPM ini, disediakan pula bahan pangan lokal produk UMKM Kabupaten Cirebon," tambah Erus. (din)

Peringati HUT Ke 78, Ribuan Warga Sampiran Antusias Ikuti Jalan Santai

 

Kuwu Desa Sampiran, Sujito, saat bersama warga dalam kegiatan jalan santai, dalam rangka merayakan HUT RI Ke 78. 


FOKUS CIREBON, FC - Sejak pukul 06.30 pagi, warga Desa Sampiran berdatangan ke titik kumpul kegiatan. Mereka datang secara bergelombang hingga memerah putihkan GOR Sampiran, Minggu, (20/8/2023).

Warga yang antusias mendatangi GOR tersebut untuk mengikuti kegiatan jalan santai dalam rangka merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 78 tahun.

"Alhamdulillah, dalam memperingati HUT RI Ke 78 ini, masyarakat Sampiran begitu antusias. Mereka begitu gembira dalam merayakan HUT RI ini. Inilah kerukunan dan kebersamaan yang terus kita bangun di masyarakat Sampiran," ujar Kuwu Desa Sampiran, Sujito.

Dalam kegiatan HUT RI Ke 78 ini, kata Sujito, pihaknya sudah menggulirkan sejumlah kegiatan kemasyarakatan, baik melalui lomba-lomba maupun kegiatan  lainnya. Namun yang paling berkesan pada perayaan HUT RI Ke 78 ini, pihak desa memberikan penghargaan kepada para Kuwu sebelumnya atas jasa-jasa yang diberikan.

Tampak dalam gambar, Kuwu Sujito bersama istri tengah disalami warga, bak keluarga besar pada kegiatan jalan santai di lapangan GOR Sampiran.


"Ini adalah sebagai bentuk penghormatan kami, dan ini adalah  momentum yang baik di Hari Kemerdekaan RI," tutur Kuwu Sujito didampingi istri di lokasi kegiatan.

Demikian juga Sujito menjelaskan, bahwa pembangunan di Desa Sampiran tengah terus digalakan. Baik itu Indeks Pembangunan Manusia (IPM), prasarana tata lingkungan, serta peningkatan SDM yakni melalui pendidikan dan peningkatan sektor ekonomi.

Semua ini merupakan program desa yang secara bertahap dilakukan agar kita bisa selaras dalam mendukung program-program yang canangkan pemerintah Kabupaten Cirebon.

"Alhamdulillah, berdasarkan perkembangan yang ada, kemajuan terus kita kembangkan di berbagai sektor, hal itu bisa dilihat dari hasil-hasil pembangunan baik dari kuwu sebelumnya, maupun pemerintah desa  sekarang," terangnya.

Hal itu dapat dilihat dari kemajuan pembangunan yang ada, seperti sudah adanya Pasar, Gedung GOR, dan lainnya. Semua ini adalah untuk masyarakat, agar potensi-potensi masyarakat bisa terasah dan terdorong maju.

Kuwu Sujito bersama istri tengah memberi semangat di Hari Perayaan HUT RI Ke 78, 'Ayo bangkit warga ku dan maju desa ku'.


Selain itu, dalam hal ketertiban, kerukunan dan keamanan, warga masyarakat Sampiran bisa di bilang sangat membanggakan. Sebab kita selalu turun ke bawah bersama aparatur desa yang lain, melalui sejumlah kegiatan untuk mewujudkan program ini. (din)