Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 08 Maret 2020

RS Gunung Jati Mencover 5 Kabupaten Dan Kota Di Jabar Untuk Pasien Corona


CIREBON, FC – Ganasnya Corona Covid 19 yang menyerang manusia mendapat perhatian serius pemerintah Indonesia. 
Guna menanggulangi penyebaran virus Corona, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Republik Indonesia pun meninjau ruang isolasi di Rumah Sakit Daerah Gunung Jati (RSDGJ) Kota Cirebon, pada Sabtu (07/03/2020) lalu.
Muhajir menegaskan jika alat pelindung diri (APD) yang disiapkan sudah mencukupi dan Rumah Sakit Gunung Jati bertanggung jawab untuk mencover 5 kabupaten/kota.
"Rumah sakit ini ditunjuk oleh Kemenkes menjadi salah satu rumah sakit rujukan yang menerima pasien corona, untuk di wilayah Jawa Barat Rumah Sakit ini mencover lima kabupaten dan kota," katanya.
Direktur RSDGJ Ismail Jamaludin menjelaskan Rumah Sakit Daerah Gunung Jati ini memiliki enam ruang isolasi yang dipersiapkan untuk pasien Corona.
"Kita siapkan enam ruang isolasi untuk menangani pasien virus Corona, tapi saat ini tidak ada pasien yang kita tangani,"katanya. 
Sementara itu, kunjungan  rombongan menteri yang didampingi jajaran RSGJ Kota Cirebon melakukan pengecekan terhadap beberapa ruang isolasi dan alat medis. Hal itu dilakukan guna memastikan kesiapan dalam menanggulangi pasien Covid-19 atau virus Corona.
"Rumah sakit ini merupakan rumah sakit rujukan utama untuk menanggulangi Covid-19 atau yang kerap disebut corona, " ujar Menko PMK RI, Prof. Dr. Muhajir Effendy, disela kunjungannya.

Kedatangannya, lanjut Muhajir karena ingin memastikan, bahwa persiapan yang dilakukan oleh rumah sakit Gunung Jati untuk menanggulangi covid-19 sudah siap. 
"Hasil dari kunjungan ini, saya simpulkan bahwa Rumah sakit ini secara umum kondisinya sangat baik, dan kesiapan ruangan isolasinya sudah cukup bagus," tandasnya. (pai)

Melalui Ajang Kreativitas Mahasiswa, DEMA FUAD IAIN SNJ Cirebon Salurkan Bakat Mahasiswa

DEMA FUAD IAIN SNJ Cirebon menggelar kegiatan AKAD, Minggu (8/3/2020) di IAIN Cirebon Center
PERJUANGAN, FC - Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Syekh Nurjati Cirebon, kembali meluncurkan kegiatan yang diminati banyak mahasiswa. Kegiatan tersebut adalah Ajang Kreativitas Mahasiswa FUAD (AKAD) yang  secara resmi dibuka, Minggu (8/3/2020) malam di IAIN Cirebon Centre.

Pada kegiatan ini, DEMA FUAD membuat tema 'Dreams Come True', dan tema tersebut diyakini memiliki sangkutan dengan jargon 'Man Jadda Wajada'.

Ketua Pelaksana, Ahmad Nasa’I mengatakan, dipilihnya tema 'Dreams Come True' bukan tanpa alasan, sebab ada harapan besar pada tema tersebut. Harapannya adalah dengan tema tersebut mimpi-mimpi dan cita-cita mahasiswa FUAD dapat terwujud.

"Kenikmatan di dunia itu akan dirasakan ketika kita melakukan segala sesuatu dengan sungguh-sungguh," katanya.

Pada kegiatan ini, Ketua DEMA FUAD IAIN Syekh Nurjati Cirebon Deden Jalaluddin Sayuti berpesan, agar ajang perlombaan ini menjadi wadah bakat bagi seluruh mahasiswa FUAD. Dengan harapan, pada kompetisi ini mahasiswa FUAD dapat tersalurkan bakatnya.

Deden Jalaluddin Sayuti juga berniat ke depan usai acara ini pihaknya ingin membentuk badan semi otonom yang khusus menangani minat bakat mahasiswa FUAD.

Sementara itu, Dr. Anwar Sanusi, M.Ag selaku Wakil Dekan III yang sekaligus membuka acara menyampaikan, momentum ajang kreatifitas ini  perlu diadakan, karena banyak potensi yang dimiliki oleh Fakultas UAD ini.

“Mahasiswa FUAD dalam ajang kreatifitas bertaraf Nasional sudah terbukti, yakni yang terakhir berlaga di ajang PIONIR yang merupakan perlombaan antar PTKIN se-Indonesia di Malang beberapa waktu lalu," ujarnya. (din)

Terpeleset Dari Perahu, Pemuda Tenggelam Di Sungai Cimanuk


MAJALENGKA, FC - Nasib naas menimpa seorang operator perahu penyebrangan bernama Tarsidi alias Popey (27) yang tenggelam di Sungai Cimanuk pada Minggu (8/3/2020).

Saat itu Popey tengah menebang sebuah pohon yang berada disamping perahunya. Karena goyang, Popey pun oleng dan tercebur hingga tenggelam.

Dikabarkan Popey sempat meminta bantuan temannya, namun karena tidak bisa berenang akhirnya Popey tenggal di Sungai Cimanuk, Blok Gembul Desa Pangkalanpari Kecamatan Jatitujuh Kabupaten Majalengka, sekitar jam 07.45 WIB.

Menurut sejumkah sumber di lapangan, peristiwa naas tersebut menimpa seorang warga Blok Pande Desa Sumber Kulon Kecamatan Jatitujuh Kabupaten Majalengka.

Korban sendiri sehari harinya bekerja sebagai operator perahu penyeberangan Blok Gembul Desa Pangkalanpari - Ampel. 

Sesaat sebelum kejadian korban tengah memotong pohon yang berada dipojok  perahunya dan perahu yang dinaiki korban saat itu bergoyang, lantaran kondisi perahu yang licin akhirnya korban tercebur ke Sungai Cimanuk dan tenggelam. (nur)


Sabtu, 07 Maret 2020

Calon Pengurus HMJ IQTAF FUAD IAIN Cirebon Gelar Raker Kepengurusan Periode 2020/2021

RAKER : Calon Pengurus Himpunan Mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (HMJ IQTAF) periode 2020/2021 gelar Rapat Kerja (Raker)
CIREBON, FC - Calon Pengurus Himpunan Mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (HMJ IQTAF) periode 2020/2021 Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon mengadakan Raker (Rapat Kerja). Sabtu, (7/3/2020).

Acara yang berlangsung di Gedung PCNU kota Cirebon itu diikuti oleh pengurus HMJ IQTAF dan dihadiri Ketua Forum Komunikasi Mahasiswa Tafsir Hadis se-Indonesia (FKMTHI) Koodinator Wilayah (Korwil) Jawa Barat. 

Ketua HMJ IQTAF, Fasfah Sofhal Jamil mengatakan, rapat ini merupakan rapat perdana yang diadakan HMJ IQTAF periode sekarang. Berbeda dengan rapat kerja kepengurusan sebelumnya, periode sekarang rapat kerja kepengurusan diadakan sebelum adanya pelantikan. 


Hal ini bertujuan agar pengurus HMJ lebih siap dan rancangan-rancangan program kerja lebih matang  serta bisa terealisasikan secara maksimal. 

"Semoga kedepannya seluruh pengurus HMJ IQTAF mampu menumbuhkan jiwa kepemimpinan, menjunjung tinggi solidaritas, kekompakan, keharmonisan dalam bingkai kekeluargaan, dan seluruh program kerja yang telah dirancang mampu terealisasikan serta bisa menjadi contoh bagi HMJ lainnya," harap Fasfah Sofhal Jamil.

Ketua FKMTHI Korwil Jawa Barat, M. Ulyuddin menyampaikan bahwa para calon pengurus HMJ IQTAF tidak hanya disibukkan oleh program kerja tetapi akan disibukkan kembali dengan kegiatan RAKERWIL (Rapat Kerja Wilayah) yang akan diselenggarakan oleh FKMTHI di IAIN Syekh Nurjati.

"Tidak perlu untuk dilantik menjadi FKMTHI, ketika kalian masuk jurusan IAT dan Ilmu Hadis maka kalian termasuk dari FKMTHI.  Dan saya rasa belum cukup maksimal bila kita sebagai mahasiswa Tafsir Hadis tapi tidak mau membawa Tafsir Hadis ke arah yang lebih proges lagi," ucapnya. 

Dirinya berharap agar kedepannya pengurus HMJ IQTAF mampu mengadakan acara kampus dengan melibatkan jurusan  Ilmu Al-Quran dan Tafsir dari perguruan tinggi lain. 

H. Muhammad Maemun, MA. M. S. I,  selaku Ketua Jurusan ilmu Al-Quran dan Tafsir mengatakan bahwa HMJ IQTAF dan Jurusan IAT merupakan satu kesatuan bagaikan dua mata uang yang tidak di pisahkan. 


"HMJ IQTAF kedepannya mampu mengorganisir teman-teman kelas untuk terlibat dalam kegiatan-kegiatan HMJ. Dan untuk pengurus HMJ jangan mengharapkan apa yang didapat dari organisasi tapi apa yang kita berikan terhadap organisasi sehingga memberikan dampak positif," tandasnya. (din)

Pasca Banjir, Kabid Bina Marga Luncurkan Program Penanganan Banjir Jangka Pendek

BANJIR : Sejumlah tempat di Kota Cirebon dilanda banjir
CIREBON, FC - Banjir yang melanda sejumlah tempat di Kota Cirebon, membuat langkah cepat Dinas PUPR melalui Bidang Bina Marga meluncurkan program penanganan banjir jangka pendek.
Kepala Bidang Bina Marga DPUPR, Wadi SE mengaku telah menurunkan tim untuk melakukan analisa dan pemeliharaan. Petugas pemeliharaan drainase dan UPTD  Pengolahan Limbah air dikerahkan untuk melakukan perbaikan inlet dan drainase.
“Ini upaya jangka pendek yang kita lakukan untuk mencegah terjadinya banjir kembali,” ujar Wadi, Kamis (5/3) kemarin.
Wadi menjelaskan, kurang optimalnya sistem drainase adalah salah satu faktor yang menyebabkan banjir. Contohnya di Jalan Cipto Mangunkusumo dan sekitarnya. Genangan timbul karena sistem drainase yang berada di sekitarnya tidak dapat menampung intensitas air hujan yang tinggi.
“Inlet sama drainase yang sudah terjadi sedimentasi dan pendangkalan diberesin. Dibuka. Supaya air bisa lancar mengalir. Tapi ini sifatnya hanya pemeliharaan saja,” kata Wadi.
Pasalnya pemeliharaan yang dilakukan juga sedikit terkendala karena minimnya anggaran yang tersedia. Untuk tahun anggaran 2020, pemeliharaan drainase hanya dianggarkan sekitar hanya Rp125 juta pertahun.
Padahal menurut Wadi, idealnya anggaran untuk pemeliharaan rutin seluruh drainase yang ada di Kota Cirebon dalam satu tahun minimal Rp2 miliar. “Ya karena banyak drainase yang umurnya sudah tua. Dibangun sejak zaman Belanda,” tukasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang SDA, Agung Kemal Hasan menambahkan, pihaknya sudah mengerahkan sepuluh petugas dan satu unit dump truck
Selain itu diturunkan juga truk Jetting Cap Combi guna menyemprotkan air bertekanan tinggi ke dalam saluran drainase.
“Truk ini cuman ada lima di Indonesia, bantuan Kementrian PUPR. Mudah-mudahan cara ini bisa ampuh mengurangi genangan,” tandasnya, didampingi Kepala Seksi Drainase Perkotaan Hendrayatmo.
Sementara hujan deras yang mengguyur Kota Cirebon pada Rabu (4/3) lalu, telah menyebabkan sejumlah ruas jalan terendam banjir. Ketinggian muka air bervariasi dari 20 hingga 60 centimeter. 
Banjir dua hari lalu itu terjadi di sebagian besar kawasan perkotaan seperti, Jl Cipto Mangunkusumo, Jl Pancuran, Jl Sasana Budaya, Jl Sutomo, Jl Nyi Mas Gandasari, Jl Sudarsono, Jl Sutomo, Jl Pasuketan, Jl Merdeka, Jalan Gudang, Jalan Garuda, Jalan Ampera dan Jl Majasem depan MAN 2 Kota Cirebon.
Mengingat permasalahan yang pelik pada sistem drainase ini, Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (DPUPR) kota pun sementara baru bisa melakukan penanganan jangka pendek. 
Atas banjir dan penangan yang agak terlambat tersebut, tanggapan warga pun bermunculan, salah satunya datang dari Kusyanto warga Kota Cirebon. Dirinya berharap agar PUPR secara serius menangani konsep penangan banjir secara maksimal. 

"Bukan sesudah banjir lalu bicara penanganan, mestinya pasca banjir langsung dilakukan kerja nyata agar pada hujan deras berikutnya, banjir dapat diminimalisir sedemikian rupa. Sehingga tidak banyak genangan air dan air langsung mengalir," harapnya, Sabtu, (7/3/2020). (nur)

Jumat, 06 Maret 2020

Wali Kota Cirebon dan Kapolres Bakal Menindak Tegas Pelaku Penimbun Masker


CIREBON, FC - Hilangnya masker bersamaan dengan gencarnya wabah corona, juga terjadi di Kota Cirebon. Saat rombongan Wali Kota Nashrudin Azis bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kota Cirebon melakukan monitoring ke supermarket, apotek dan RSD Gunung Jati, pada Rabu, 4 Februari 2020 kemarin, ternyata masker sulit ditemukan.

Hal ini membuat geram Wali Kota Nashrudin Azis, dan Azis akan menindak tegas para pelaku penimbun masker. Untuk itu, Azis meminta kepada pemilik toko serta apotek untuk tidak membiarkan pembelian dalam jumlah banyak kepada satu orang. 

Azis juga meminta pemilik toko dan apotek juga ikut bersama-sama menjaga dan bertanggung jawab terhadap keselamatan di daerahnya.

Azis menegaskan Pemkot Cirebon akan bekerjasama dengan Polres Cirebon Kota, Kodim 0614/Kota Cirebon dan Kejaksaan Negeri Kota Cirebon menindak tegas para pelaku penimbun masker.

Forkopimda menurut Azis juga tidak akan tinggal diam. Khususnya kepolisian setiap hari akan melakukan pengawasan di lapangan.

Ketersediaan masker di sejumlah apotek dan Rumah Sakit Daerah (RSD) Gunung Jati. Kota Cirebon, Jawa Barat, sudah mulai mengalami kekosongan. 

Hal ini diketahui saat Wali Kota Nashrudin Azis bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kota Cirebon melakukan monitoring ke supermarket, apotek dan RSD Gunung Jati.

“Dari hasil pemantauan kami, khususnya masker, dimana-mana sudah terjadi kekosongan,” ungkap Azis.

Kelangkaan masker di Kota Cirebon, terjadi setelah munculnya isu virus corona yang menyerang dua warga Depok, Jawa Barat yang diumumkan oleh Presiden Jokowi di Jakarta pada Senin, 2 Maret 2020 lalu.

“Mana yang menimbun alat kesehatan, mana yang menimbun bahan pangan, semua akan dipantau. Jika ada yang menimbun atau menaikkan harga di luar kewajaran, semua akan ditindak dengan tegas," tegas Azis.

Hal yang sama ditegaskan oleh  Kapolres Cirebon Kota, AKBP Syamsul Huda, pihaknya akan menindak tegas setiap bentuk pelaku penyimpangan. 

“Kita terus pantau ketersediaan dan harga di lapanga. Jika terjadi lonjakan harga yang tidak masuk akal, maka akan segera ditindak dengan tegas," tandas Kapolres Cirebon Kota.

Sementara itu, ketakutan warga juga semakin tinggi, seperti diakui oleh Sumiyati warga Kejaksan Kota Cirebon, saat bertemu fokuscirebon.com dan ditanya seputar kelangkaan masker di Kota Cirebon, dirinya hanya berharap Wali Kota segera menyelesaikan masalah ini, agar masyarakat bisa dengan mudah mendapatkan dan membeli masker.

"Tindak saja, ini kan sudah keterlaluan, masa lagi kema musibah begini, masker yang benar-benar lagi dihutuhkan tiba-tiba hilang, kan aneh," kata Sumiyati, Jum'at, (6/3/2020).

Hal senada juga diungkapkan Wawan, warga Kota Cirebon ini meminta hukan saja pelaku penimbun yang ditindak, tetapi Pemkot harus menstabilkan keadaan agar warga tidak panik dan masker dengan mudah dapat dibeli di mana saja. (nur)

Kamis, 05 Maret 2020

Diduga Drainase Buruk, Kota Cirebon Dikepung Banjir, Ini Kata Warga..


CIREBON, FC - Diduga buruknya drainase perkotaan yang membuat banjir di sejumlah tempat di Kota Cirebon mendapat tanggapan miring warga. Mereka menuding proyek-proyek yang menelan anggaran ratusan juta hingga milliaran tak mmebuahkan hasil saat hujan mengguyur Kota Cirebon.

"Beberapa tahun ini Kota Cirebon terus membangun, mulai trotoar, jalan, jembatan hingga drainase. Namun kenyataannya hujan turun Kota Cirebon tetao banjir, malah banjir tahun ini cukup parah. Ini jelas proyek mubajir," kata Yanto Warga Kesambi, Kota Cirebon, Kamis, (5/3/3/2020) memanggapi pasca banjir di Jalan Cipto MK dan Jl BAT kemarin Rabu, (4/3/2020).

Yanto menegaskan, sebagai warga Kota Cirebon, dirinya bersama warga lain hanya berharap, proyek-proyek yang digelar dinas terkait bisa memberikan efek positif dan bermanfaat bagi warga masyarakat Kota Cirebon. Selain masa pemakaiannya atau kekuatannya agak lama juga proyek tersebut bukan hanya membebaskan kewajiban membangun tanpa memperdulikan kualitas pekerjaan.

Hal senada juga disampaikan Jajang, warga Harjamukti, bahwa buruknya drainase bisa berakibat terganggunya aluran air. Selain itu, daerah resapan pun kian sedikit, sehingga menambah luasnya air membanjiri Kota Cirebon.


"Setiap pekerjaan pembangunan, harus diawasi secara ketat, jangan lengah, siapapun harus andil mengawasi. Karena ini untuk memberikan kualitas pekerjaan. Coba saja kita lihat, setelah trotoarisasi dan drainase dibangun malah banjir datang, seperti di Majasem depan MAN 2 Kota Cirebon, di depan kampus Unswagati Fakultas Kedokteran dan depan kantor Dishub, juga di sejumlah tempat lainnya," ujarnya geram.

Jajang berharap, kedepan proyek-proyek pembangunan sudah harus mengedepankan kualitas dan keseriusan semua pihak. Agar hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi, sebab bisa dipastikan dengan kemajuan perkotaan, resapan air dan kurangnya kualitas pekerjaan bisa menimbulkan masalah baru," tandasnya. (nur)