Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 25 Maret 2020

Samsat Kabupaten Cirebon Adakan Penyemprotan Disipektan Covid 19

Kantor Bersama SAMSAT Sumber, Kabupaten Cirebon
CIREBON, FC - Seluruh lingkungan Samsat, mulai dari ruang kerja, sampai ruang pelayanan serta kantin dan area parkir dilakukan penyemprotan disinfektan. 

Kegiatan yang dilakukan Dispenda Jabar Cabang Kabupaten Cirebon ini, sengaja untuk mengantisipasi penyebaran virus covid 19 yang tengah mewabah hampir di seluruh pelosok dalam negeri.

Kepala Kantor Samsat bersama jajaranya berkeinginan, melalui penyemprotan tersebut, lingkungan kantor Samsat tetap steril dan berada pada kondisi bersih, sehingga dapat dijauhkan dari virus corona. 

"Ini harapan kami, dan kami meminta mari semua selalu menjaga kebersihan, mulai dari diri sendiri, lingkungan maupun di keluarga, dan kegiatan penyemprotan di lingkungan Samsat Kabupaten Cirebon sebagai bagian upaya untuk pencegahan penyebaran virus covid 19," kata Kepala Kantor Samsat melalui para petugas Samsat setempat.

Dalam kegiatan ini, Kepala Samsat Kabupaten Cirebon juga mengimbau agar kita semua tidak  lupa untuk membiasakan diri memakai masker dan selalu cuci tangan serta berdoa kepada Allah SWT agar selalu diberikan kesehatan dan panjang umur.

Kita juga dituntut, dalam menghadapi situasi seperti ini, kita harus selalu waspada, namun tidak cemas dan panik dalam menghadapi situasi ini. Harus dengan sikap tenang, tegar serta percaya diri dan kita serahkan semuanya kepada Allah SWT pemilik langit dan bumi ini. 
"Ya, harus sabar, tetap istiqomah, berusaha untuk melakukan berbagai upaya pencegahan, tapi jangan panik dan cemas, Insya Allah dengan cara hidup sehat,  kita akan dihindarkan dari virus Covid 19 yang mematikan ini," ungkap  staf Dispenda Jabar Cabang Kab Cirebon. (Heri/Bam)

Selasa, 24 Maret 2020

Pemerintah Kota Cirebon Luncurkan Website Resmi Seputar Virus Corona

Kepala DKIS Kota Cirebon, Ma'ruf Nurasa 
CIREBON, FC - Sosialisasi dan upaya pencegahan terhadap wabah virus Corona Covid 19, tengah gencar dilakukan pemerintah dan seluruh komponen masyarakat indonesia. 

Virus yang dianggap membahayakan bagi keselamatan jiwa manusia dan cepat dalam penyebarannya, memang harus segera ditangani secara serius oleh seluruh pihak. 

Karena itu, atas inisiasi Dinas Komunikasi, Informatika Dan Statistik (DKIS) Kota Cirebon, Website Informasi seputar virus Corona pun diluncurkan. Hal ini bertujuan untuk memantau perkembangan virus Corona atau Covid-19 di Kota Cirebon.

Kepala DKIS Kota Cirebon, Ma'ruf Nurasa, mengatakan, website ini mengadopsi pikobar dari Pemprov Jawa Barat yang dilokalkan dan sengaja dibuat sesederhana mungkin agar mudah dipahami.
"Dalam website yang bisa di akses di http://covid19.cirebonkota.go.id itu, masyarakat bisa memperoleh informasi valid dari Pemerintah terkait pencegahan secara dini penyebaran virus Corona," jelas Ma'ruf, selasa (24/3/2020)

Tidak hanya itu, website ini juga memuat data PDP dan ODP yang akan di update setiap hari. Dan juga, terdapat nomor pengaduan apabila ada masyarakat yang mengalami gejala seperti, batuk, pilek dan demam.

Serta data pasien positif Covid-19 di Kota Cirebon dan pasien positif Covid-19 secara Nasional.
"Ada juga layanan kedaruratan 112 dan layanan call safety center 119 serta nomor informasi Dinkes Jabar. Tak hanya itu, website ini sebagai upaya Pemkot Cirebon menangkal hoaks selama pendemi Covid-19," ujar Ma'ruf. (din)

Cegah Virus Corona, Kuwu Kecomberan Bersama Unsur Desa Lakukan Penyemprotan Dan Bersih-Bersih Lingkungan

Kuwu Desa Kecomberan bersama anggota TNI/Babinsa saat persiapan untuk kegiatan penyemprotan di sejumlah titik tempat, upaya pencegahan virus Corona Covid 19
KECOMBERAN, FC - Upaya pencegahan wabah virus Corona Covid 19 tengah gencar dilakukan di seluruh pelosok, baik di kota maupun di desa-desa. Seperti juga dilakukan di Desa Kecomberan, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, melalui inisiatif Kuwu Kecomberan, Mastur, lingkungan desa, Masjid, Mushola dan permukiman warga dilakukan penyemprotan.

Penyemprotan ini bertujuan agar  lingkungan tetap bersih, sehingga  dilakukan penyemprotan sebagai upaya pencegahan.

Kegiatan yang diprakarsai oleh Kuwu kecomberan, Mastur ini, dilakukan bersama perangkat desa, Karang Taruna,  Bungdes dan lainnya. 

Adapun titik lokasi penyemprotan, dilakukan di sekitar kantor desa, masjid/mushola serta lingkungan rumah penduduk warga masyarakat kecomberan.
Upaya ini sebagai bentuk tanggungjawab bersama untuk memerangi virus Corona Covid 19 yang mengganas di seluruh dunia, termasuk negara Indonesia.

Kuwu Desa Kecomberan yang tanggap pada kondisi ini langsung mengajak komponen lain untuk bersama-sama melakukan penyemprotan agar lingkungan tetap bersih dan mencegah mewabahnya virus Corona.
"Kami bangga dengan kepemimpinan pak kuwu Mastur yang tanggap dan cepat dalam mengambil langkah atas mewabahnya virus Corona yang tengah melanda wilayah indonesia, dengan melakukan penyemprotan dan ini sangat membanggakan," terang warga Kecomberan. (Bam)

Senin, 23 Maret 2020

Mereka Adalah Pahlawan, Menteri Agama Apresiasi Dedikasi Petugas Medis

Menteri Agama Republik Indonesia
JAKARTA - Menteri Agama Fachrul Razi mengapresiasi dedikasi dan pengorbanan luar biasa yang dilakukan petugas medis. 
Mereka adalah para dokter dan perawat yang menangani pasien yang terindikasi kena wabah virus Korona (Covid-19) di seluruh rumah sakit dan fasilitas kesehatan yang ada di Tanah Air. 
“Para dokter dan perawat yang menjalankan tugasnya dalam situasi darurat seperti saat ini, adalah benar-benar pahlawan kemanusiaan tanpa tanda jasa. Mereka berbuat demi menyelamatkan nyawa manusia. Bahkan sebagian ada yang meninggal akibat
terpapar Covid-19 karena berinteraksi dengan pasien," terang Menag di Jakarta, Minggu (22/03).
"Menolong dan menyelamatkan nyawa manusia adalah perwujudan dari fungsi kehalifahan manusia. Semua agama pasti menganjurkan yang sama. Mereka menjalankan amanah sebagai khalifah di muka bumi. Kita semua wajib mengapresiasi, dan itu adalah ibadah yang sangat bernilai di mata Tuhan Yang Maha Esa,” sambungnya.
Menteri Agama lebih jauh meminta masyarakat dan umat beragama agar memercayakan penyelenggaraan jenazah pasien Covid-19 pada rumah sakit dan petugas medis yang telah punya standar penanganan yang aman. Namun, Menag juga mengingatkan para petugas yang mengurus jenazah agar tata cara penyelenggaraan jenazah menurut ajaran agama masing-masing tetap terpenuhi. Misalnya, untuk jenazah muslim tetap dimandikan, dikafani, dishalatkan, dan dikubur sebagaimana aturannya.
Dalam situasi darurat kesehatan sekarang ini, Menag mengajak umat beragama terus berikhtiar dan berdoa. Semoga Bangsa Indonesia memperoleh perlindungan dan pertolongan Tuhan. Lembaga pengelola dana sosial keagamaan agar memfokuskan programnya untuk penyelamatan kelompok rentan terdampak kondisi darurat ini. Misalnya, buruh, pekerja di sektor informal, penerima upah harian, dan warga miskin lainnya. Sehingga,  kebutuhan pokok dan fisik minimal mereka tetap terpenuhi sebagaimana mestinya. 
Ujian ini, kata Menag, diharapkan menguatkan kesadaran transedental umat beragama sebagai makhluk yang lemah di hadapan Tuhan Yang Maha Kuasa. "Mari jaga kesehatan diri, keluarga, lingkungan dan melindungi keselamatan bersama. Taati imbauan pemerintah yang pasti sudah disesuaikan dengan aturan agama, dan patuhi saran para ahli kesehatan," pungkasnya. 

Damkar Kota Cirebon Semprotkan Disinfektan Ke Tempat Ibadah, Perkantoran dan Tempat lainnya


CIREBON,FC - Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon dengan kekuatan armada /kendaraan Damkar melakukan penyemprotan disinfektan secara massal untuk mencegah penyebaran virus corona (COVID-19) di sejumlah ruas jalan pada Senin (23/3).

Pemda Kota Cirebon sebelumnya juga gencar melakukan penyemprotan disinfektan di kawasan perkantoran, tempat ibadah, dan tempat yang masih cukup banyak dikunjungi masyarakat.

Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis mengatakan, penyemprotan rencananya dilakukan secara teratur di area-area publik mulai dari Jalan Siliwangi, Kartini, Cipto Mangunkusumo, Sudarsono, Jalan Pemuda, dan Jalan Brigjen Dharsono dengan mobil pemadam kebakaran untuk mempersempit ruang gerak COVID-19.



Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis memimpin langsung penyemprotan desinfektan. (Foto: MP/Mauritz)
“Melalui penyemprotan ini kami ingin menggugah warga agar sama-sama menekan potensi penyebaran COVID-19 di Kota Cirebon,” katanya.

Azis mengungkapkan, secara bertahap seluruh area publik di Kota Cirebon akan diberikan penyemprotan disinfektan yang nantinya dibantu oleh petugas di kecamatan, kelurahan, hingga RT/RW.

“Pemda Kota Cirebon bertekad dan serius menangani pasien COVID-19 dan melakukan upaya-upaya pencegahan seperti dengan penyemprotan,” ujarnya. (Bam)

Warga Terdampak Virus Covid-19 Di Bekasi Akan di Cek Darah Dan Dahak


BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan melakukan tes kesehatan berupa cek darah dan Dahak bagi warga terdampak virus Covid-19. 
Kita ketahui wilayah Jabodetabek menjadi episentrum penyebaran Virus Covid-19 dan di wilayah Bodetabek ini dan terakhir terdata sebanyak 41 orang dari 55 orang positif di wilayah Jawa Barat.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan sebab dilakukan tes kesehatan di Kota Bekasi karena wilayah Bodetabek menjadi penyumbang terbanyak sebanyak 41 orang yang positif Covid-19 dari 55 orang se-Jawa Barat. 
Tes kesehatan dilakukan berupa pemeriksaan tes darah dan dahak.
“Saya hadir ke Kota Bekasi untuk berkordinasi dengan Walikota Bekasi dan mengecek kesiapan Stadion Patriot Chandrabaga Kota Bekasi untuk dipergunakan dalam pemeriksaan yang bakal direncakan digelar mulai Selasa atau Rabu pekan depan. Ini karena menunggu alat pendukung dari Pemerintah Pusat,” kata Ridwan Kamil, Minggu, (22/3/2020) di Area Stadion Patriot Chandrabaga kepada wartawan.
Ridwan Kamil mengatakan pada tahap pertama akan dilakukan pemeriksaan bagi warga dalam kategori atau kriteria sebagai Orang Dalam Pengawasan (ODP) dan 50 orang sekitar ODP, kemudian Pasien Dalam Pemantauan (PDP) beserta 50 orang masing-masing sekitar PDP, termasuk Positiv Covid-19 dan 50 orang sekitar Positif Covid -19.
Kemudian pemeriksaan kesehatan juga dilakukan bagi kriteria kedua, bagi petugas kesehatan dan mereka profesinya banyak berinteraksi dengan masyarakat seperti camat, lurah, pemuka agama, dan kiyai.
“Setelah tahap satu selesai masuk ke tahap dua untuk mereka yang ingin memeriksakan diri dan melaporkan untuk dites kesehatannya. Jadi diprioritaskan terlebih dahulu bagi warga disekitar ODP, PDP, Positi Covid dan profesi yang rentan terpapar dan berinteraksi dengan suspeck Covid-19,” kata Ridwan.
Lebih lanjut dikatakan Ridwan Kamil, secara teknis pemeriksaan kesehatan sedang disusun. Namun secara umum akan disiapkan pemeriksaan di tiga jalur. Kendaraan mobil, motor dan warga yang tidak berkendara. Jadi sistemnya mengelilingi stadion atau drive thru.
“Tersedia tenda untuk pendaftaran, pemeriksaan cek darah dan dari hasil cek darah ini langsung diketahui hasilnya. Pengambilan hasil tes diperoleh warga di sisi Timur Stadion Patriot Cahandrabaga. Kira-kira seperti itu yang akan kita lakukan,” ungkap Ridwan Kamil.
Pemeriksaan Tes dilakukan di tiga stadion di Jawa Barat. Pertama di lakukan di Stadion Patriot Chandrabaga untuk warga Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Karawang. Stadion kedua yakni Stadion Pakan Sari untuk Kota dan Kabupaten Bogor dan Depok. Stadion ketiga di Stadion Jalak Harupat Kabupaten Bandung.
Sembari memberikan penjelasannya, Ridwan Kamil juga berterima kasih kepada Walikota Bekasi Dr H Rahmat Effendi yang telah bersedia bahu membahu melakukan upaya bersama bagi warga masyarakat di tengah pendemi Covid-19 di Jawa Barat. Terutama dapat dilakukan di Stadion Patriot Chandrabaga Kota Bekasi.
Bagi Pemerintah Daerah Bodetabek, Ridwan Kamil berpesan agar terus memonitor langkah-langkah yang dilakukan Pemerintah DKI Jakarta karena kondisinya serupa dan berdekatan.
“Mulai Minggu ini saya rekomendasi untuk tidak ada berkantor. Seperti jakarta selama seminggu dimasa kritis. sosial distanding atau hindari tempat umum berada di rumah saja. Arahan saya kebijakan DKI Jakarta di copy karena situasinya persisi, kotanya padat kemudian statistik ODP tertinggi sehingga dilakukan hal sama,” pungkas Ridwan Kamil.
Sementara itu, Walikota Bekasi Rahmat Effendi menjelaskan Pemeirintah Kota Bekasi mendukung upaya yang digagas Pemprov Jabar dalam pemeriksaan tes massal Covid-19 di Stadion Patriot. Ia menyadari Kota Bekasi masuk Zona Merah penyebaran karena sudah ada yang positif Covid 19.
“Kita menitikberatkan pemeriksaan kesehatan untuk ODP dan PDP dan interaksi lainnya bagi warga positif. Mudah-mudahan yang posiif ini bisa kita selesaikan rehabilitasinya,” kata Walikota Bekasi Rahmat Effendi.
Dilansir dari situs corona.bekasikota.go.id terupdate pada Sabtu, 21 Maret 2020 pukul 18.21 WIB, terdata sebanyak 81 Orang Dalam Pamantauan terdiri dari 56 orang masih dalam proses pemantauan dan 25 orang selesai pemantauan.
Sementara, sebanyak 52 Pasien Dalam Pengawasan terdiri dari 45 orang masih dirawat dan 7 orang dinyatakan sehat dan sudah pulang. Untuk jumlah warga Positif Covid-19 sebanyak 9 orang dan sudah dirawat di RS Rujukan Covis-19, tidak ada yang melakuakan isolasi mandiri, belum ada yang dinyatakan sembuh dan ataupun meninggal. (*)

Sabtu, 21 Maret 2020

Mulai 16 Sampai 28 Maret 2020, IAIN Cirebon Menerapkan Perkualihan Dengan Cara Online

CIREBON, FC- Menyikapi pendemi corona covid 19, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon mengeluarkan surat edaran, salah satunya adalah mengganti perkuliahan tatap muka di kampus dengan melalui daring selama 2 pekan ke depan, yaitu mulai 16 sampai 28 Maret 2020.
Hal itu dilakukan sebagai upaya kewaspadaan dini, kesiapsiagaan, serta tindakan antisipasi pencegahan infeksi Covid-19 di lingkungan IAIN Syekh Nurjati Cirebon.
Dikeluarkannya surat edaran tersebut berdasarkan penetapan Pandemi Covid-19 oleh World Health Organization (WHO), Surat Edaran Kementerian Agama Republik lndonesia Nomor 13 Tahun 2020 tentang Kewaspadaan Dini, Kesiapsiagaan, serta Tindakan Antisipasi Pencegahan lnfeksi Covid-19 di Lingkungan Kementerian Agama.
Selain itu juga berdasarkan Surat Edaran dari Direktur Jenderal Pendidikan lslam Kementerian Agama Republik lndonesia Nomor: B-574.1/DJ.l/HM.0110312020 tentang Kesiapsiagaan Dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Penyakit Pneumonia di Lingkungan Madrasah, Pondok Pesantren, dan Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI).
Untuk itu, Rektor lAlN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg telah menetapkan langkah-langkah kebijakan untuk mencegah penyebaran infeksi Covid-19 di lingkungan kampus tersebut.
Poin dari surat edaran tersebut yaitu, untuk kegiatan akademik, seperti perkuliahan di lingkungan lAlN Syekh Nurjati Cirebon terhitung sejak tanggal 16 s/d 28 Maret 2020 dilakukan secara online (daring) dengan memaksimalkan Smart Campus atau menggunakan metode perkuliahan lainnya yang tidak menggunakan tatap muka langsung.
Kegiatan praktik (laboratorium, praktik lapangan, KKN, dan sejenisnya) dilakukan penjadwalan ulang atau diganti dengan metode lain yang sesuai dengan perkembangan keadaan. Kegiatan Ujian Seminar Proposal dan Munaqosah tetap berjalan sebagaimana mestinya dengan membatasai jumlah peserta/audien. 
Sedangkan untuk seluruh dosen, tenaga kependidikan, cleaning service dan satpam tetap beraktivitas sebagaimana mestinya. Apabila mengalamigejala demam, batuk, pilek, nyeritenggorokan, dan flu disarankan tidak masuk kerja dengan menyertakan surat keterangan dokter.

Kegiatan akademik atau non-akadernik yang melibatkan banyak peserta, baik di dalam maupun di luar kampus diimbau untuk ditunda pelaksanaannya. Bahkan, prjalanan Dinas Luar Negeri untuk dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa ditunda sampai batas waktu yang akan ditentukan kemudian.
Terkait dengan agenda kunjungan yang sudah direncanakan dengan pihak-pihak luar agar dikoordinasikan kembali. Dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa diimbau tidak melakukan perjalanan dinas dalam negeri yang tidak penting.
Seluruh unit di lingkungan lAlN Syekh Nurjati Cirebon harus menyediakan handwash pada KM/WC dan hand sanitizer di tempat-tempat tertentu.
“Sivitas akademika lAlN Syekh Nurjati Cirebon pun diimbau untuk tetap tenang, menjaga pola hidup bersih dan sehat (PHBS), dan selalu bertawakkal kepada Allah SWT dalam menghadapi situasi dan kondisi akhir-akhir ini,” pesan Sumanta dalam surat edaran tersebut. (din)