Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 12 April 2021

HMJ IQTAF IAIN Cirebon Gelar Tadarus Ramadhan Wujud Membumikan Al Qur'an

Kegiatan TARAM, besutan HMJ IQTAF IAIN SNJ Cirebon dalam membumikan Al Qur'an.


CIREBON, FC- Mengawali bulan suci Ramadhan, Himpunan Mahasiawa Jurusan (HMJ) Ilmu Al-Quran dan Tafsir (IQTAF) IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar pembukaan Tadarus Ramadhan (TARAM), Senin (12/4/2021). 

Kegiatan bertema “Bersama Al-Quran Masa Depan Cerah dan Hidup Semakin Terarah”, sebagai bentuk membumikan Al Qur'an.

Ketua HMJ IQTAF, M Hisam Samsul Ma’arif mengatakan, kegiatan yang akan dilaksanakan 17 hari ini, yaitu 13-28 April 2021 ini merupakan salah satu upaya pihaknya untuk membumikan Al-Quran.

“Kita sebagai mahasiawa Ilmu Al-Quran dan tafsir harus bisa membumisasikan Al-Quran, salah satunya dengan mengadakan TARAM ini,” katanya.

Sebab di bulan Ramadhan ini,  merupakan kesempatan untuk lebih meningkatkan ketakwaan. Pasalnya, begitu banyak keutamaan di bulan yang suci ini. Salah satunya yaitu Syahrul Qur’an atau bulan diturunkannya Al-Quran.

“Ini sebagai bukti nyata atas kemuliaan dan keutamaan Bulan Ramadhan ini. Oleh karenanya mari kita sebagai mahasiswa Ilmu Al-Quran dan Tafsir jadikan kegiatan TARAM ini sebagai motor untuk mencapai ketakwaan kita kepada Allah SWT,” ujar Hisam.

Sementara, Ketua Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Muhammad Maimun, MA., M.Si menuturkan, salah satu keutamaan membaca Al-Qur’an yaitu mendapatkan ampunan, keberkahan hidup, dan mendapat syafaat di akhirat.

“Mahasiswa IAT harus bangga karena termasuk sebaik-baiknya manusia yang membaca Al-Quran dan mengamalkannya di kehidupan sehari-hari. Mudah-mudahan ini menjadi tradisi yang baik untuk menyambut bulan suci Ramadhan yang selalu ada tadarus Al-Quran di dalamnya,” tuturnya. (Nur)

Mahasiswa Hafizh Hafizhoh FUAD IAIN Cirebon Gelar Sema'an Al Qur'an

SEMA'AN AL QUR'AN : Dekan FUAD, DR Hajam.M.Ag bersama mahasiswa FUAD IAIN Syekh Nurjati Cirebon dalam kegiatan sema'an al qur'an.


FOKUS CIREBIN, FC - Sejumlah Mahasiswa Hafizh Hafizhoh Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon menggelar Sema'an Al-Qur'an.

Acara yang berlangsung di Musholla FUAD itu sengaja diadakan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1442 H dan Doa bersama transformasi IAIN ke UIN Syekh Nurjati. Senin, (12/4/2021).

Wakil Dekan III FUAD, Anwar Sanusi mengatakan, Kegiatan memuliakan al-Qur'an ini dalam rangka menyambut bulan puasa.

"Mudah-mudahan kita semua mendapat keberkahan al-Qur'an dalam menyambut bulan puasa ini. Kegiatan ini juga sekaligus dalam rangka menyambut transformasi IAIN menjadi  UIN Syekh Nurjati," katanya.

Ia berharap, tentunya dengan diadakannya acara ini juga ada harapa terbesar bencana yang menimpa umat manusia yakni covid-19 segera berakhir.

"Semoga Allah segera menarik kembali covid-19 ini, sehingga Ramadan kali ini penuh keberkahan, dapat menjalankan tanpa ada keraguan atau pun bimbang,"  ujarnya.

Sehingga, lanjut Anwar, Kegiatan pada hari ini Allah memuliakan kita, mengangkat derajat kita, dan menjadikan kita hamba yang taat kepadaNya.

Sementara itu, Dekan FUAD, Hajam mengaku bahagia dan senang dengan diadakannya sema'an al-Qur'an ini

"Bacaan Qur'an para Hafizh Hafizhah ini membuat saya merasa sejuk, apa lagi menjelang puasa tiba. Mudah-mudahan rohani kita menjadi dingin dan mencerahkan," kata Hajam.

Ia meyakini jika al-Qur'an dibaca sampai qolbu, maka yang membcaa dan mendengrakannya akan tercerahkan.

"Mudah-mudahan dengan bacaan Qur'an ini besok kita akan melaksanakan puasa dengan lebih bernilai," ujarnya.

Harapannya, kata Hajam, tidak hanya saat ini saja, kedepan kegiatan semacam ini bisa dilakukan secara rutin, sehingga dapat meningkatkan kualitas hafalan para hafizh hafizhah yang ada di Fakultas UAD. (din)

Usai Soft Opening Alun-Alun Kejaksan, Pemkot Cirebon Lakukan Soft Launching Operasional Trans Cirebon

Wakil Wali Kota Cirebon, Hj Eti Herawati saat melakukan Soft Lunching Operasional Trans Cirebon.


CIREBON, FC - Pemkot Cirebon melakukan Soft Launching Operasional Trans Cirebon, Senin (12/4/2021). Sebelumnya Pemkot juga melaunching Soft Opening Alun-Alun Kejaksan. 

Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Drs H Agus Mulyadi MSi mengungkapkan, tahun 2018 Pemkot Cirebon mendapatkan bantuan hibah 10 unit Bus Rapid Transit (BRT) dari Kementrian Perhubungan, setelah hampir tiga tahun tak ada kabar, akhirnya tahun ini BRT yang dibranding menjadi Trans Cirebon mulai beroperasi.

"Pada 9 April lalu, menjadi tanggal bersejarah, karena terjadi penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara PD Pembangunan sebagai salahsatu BUMD yang ditugaskan Pemkot, dengan PT Bima Inti Global (BIG) dalam pengelolaan BRT," katanya.

Agus juga menjelaskan, pada tahun 2018, menerima 10 unit BRT, BASTO, tapi karena berbagai dinamika baru bisa beroperasi saat ini, dan pada tanggal 9 kemarin menjadi momentum sebuah kerjasama yang menjadi dasar beroperasinya Trans Cirebon.

Agus juga mengungkapkan bahwa Trans Cirebon memiliki dua koridor rute operasional, yakni dalam dan luar kota, namun untuk awal beroperasi, Trans Cirebon hanya akan beroperasi di dalam kota saja.

"Mengingat ada satu koridor yang melalui wilayah Kabupaten, kami meminta dukungan kepada Pemkab untuk ikut mensukseskan opersional Trans Cirebon menjadi sarana transportasi metropolitan Cirebon," ucap Agus.

Dijelaskan, transportasi metropolitan Cirebon pada dua minggu awal gratis, pembayarannya non tunai. Agus mengaku pihaknya sudah koordinasi dengan BI dan BJB, dan diharapkan BRT bisa didukung semuanya. (Nur)

Sabtu, 10 April 2021

Totong Sang Sopir Mobil Siaga, 24 Jam Melayani Masyarakat Tanpa Pamrih

Totong Fitri Gusmiharja, 40 tahun, sopir Mobil Siaga Desa Kubang, Kabupaten Cirebon.


FOKUS CIREBON, FC - Menjadi seorang sopir (driver), tentu bukan cita-cita apalagi menjadi pilihan  hidup. Namun realitas kehidupan, semua bisa menjadi mungkin, terlebih dihadapkan pada tuntutan keluarga dan kebutuhan dapur, sehingga bekerja di mana pun harus disyukuri dan menjadi pilihan.

Itulah sepenggal riwayat kehidupan Totong bapak dari dua anak hasil pernikahannya dengan Ika Kartika yang kini menjadi istri tercintanya. 

Lelaki berperwakan gempal, bernama lengkap Totong Fitri Gusmiharja ini, bertempat tinggal di Desa Kubang, RT 03/02, Blok Manis, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon.

Sebagai sopir, Totong mengaku sudah bekerja hampir 6 tahun di masa awal kepemimpinan Wawan Karyawan, Kepala Desa Kubang, tepatnya pada tahun 2016 lalu.

Menurutnya, bekerja sebagai sopir di mobil siaga banyak kisah dan cerita selama 6 tahun itu. Dirinya harus benar-benar siap 1 X 24 jam untuk melayani masyarakat dan tanpa pamrih. Totong pun dapat menjalankannya dengan ikhlas dan senang hati.

"Saya bersyukur dengan pekerjaan ini, dan saya ucapkan terimakasih kepada bapak Kuwu Desa Kubang yang sudah mempercayakan kepada saya sebagai driver mobil siaga serta uang bulanan yang saya terima dari desa/pak kuwu," katanya kepada fokuscirebon.com, Sabtu, (10/4/2021).

Kendati uang bulanan (gaji) yang diterima masih kurang dari cukup untuk menafkahi keluarga, Totong tetap mensyukuri. Bahkan pekerjaan yang masih digeluti tersebut  dinikmati. Apalagi sosok Wawan Karyawan sangat baik dalam memimpin di Desa Kubang dan cepat dalam pelayanan, termasuk Sekdes dan seluruh aparatur desa di sini.

"Ya, 24 jam nonstop melayani masyarakat tanpa pamrih, yakni antar jemput pasien berobat ke Puskesmas atau ke rumah sakit. Itu bisa terjadi pada pukul berapa saja, disitu saya harus siap melayani," papar Totong pada pekerjaan ini.

Di pekerjaan lainnya, Totong juga membantu di Pukesos sebagai Brone Office (BO). Sebagai sopir, Totong kerap menemukan sejumlah kesulitan, yang paling repot saat membawa pasien yang darurat sekali ke rumah sakit, tentu dengan kendaraan tanpa sirine (Ambulance) dan dengan keterbatasan kursi, pasien tetap harus dibawa ke rumah sakit. Sehingga dijalan benar-benar harus sigap dengan kewaspadaan tinggi.

Untuk itu dirinya berharap, ada kembali bantuan dari Pemkab berupa unit kendaraan khusus Ambulance. 

"Ya ini hanya harapan, agar pelayanan kepada masyarakat dalam membutuhkan perjalanan ke rumah sakit lebih aman dan nyaman. Dan saya pun berharap mendapat pekerjaan yang lebih layak, yakni  diangkat menjadi pegawai di desa," katanyaa. (din)

Jumat, 09 April 2021

Terkait Siber, Inilah Dua Amanat IAIN Syekh Nurjati Cirebon Sebagai Kampus UISSI

 

Wakil Rektor 1 IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Saefudin Zuhri M.Ag

CIREBON, FC - Kepercayaan Kementerian Agama RI pada lembaga IAIN Cirebon sebagai kampus UISSI, maka ada dua mandat yang diemban IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Pertama, yakni perubahan IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi UIN, dan kedua adalah Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Hal ini dinyatakan langsung oleh Wakil Rektor 1 IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Saefudin Zuhri M.Ag kepada media menanggapi dua amanat kampusnya dalam UISSI.

Menurut Saefudin Zuhri,  walaupun sudah UISSI tidak berarti pembelajaran tatap muka dihilangkan dan seluruhnya berbasis online.
 
“Pembelajaran seperti biasa itu tetap berjalan menjadi UIN. Dan mandat keduanya adalah mandat untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh atau PJJ yang cikal bakalnya PAI. Namun akan merambah ke yang lain, sehingga kemudian menjadi universitas siber,” katanya.

Saefudin berharap, amanah yang diberikan kepada IAIN Syekh Nurjati Cirebon ini dapat dikerjakan dengan baik dan tidak mengecewakan Kementerian Agama. Pasalnya, sukses atau tidaknya UISSI ini ada di kampus setempat.

Dalam UISSI ini ada dua konsep yang sangat luar biasa, yaitu UT (Universitas Terbuka) itu bisa dilaksanakan offline dan online, dan siber tadi yang meniscayakan kepada online.

"Kita menggabungkan dua hal ini yang disesuaikan dengan regulasi di Kemenag dan Kemendikbud,” tuturnya.

Untuk itu, kata Saefudin, pihaknya akan mengkreasikan dua hal tersebut menjadi sebuah terobosan. Karena bagaimana pun IAIN Syekh Nurjati Cirebon adalah pionir kampus siber di lingkungan PTKIN dan Kemenag.

Maka waktu yang terus berjalan ini, meniscayakan kepada kita semua untuk terus segera melakukan tahapan-tahapan yang jelas. Maka salah satu yang harus dilakukan adalah izin prodi terkait PJJ PAI, memantapkan kurikulum PJJ PAI, dan implementasi kurikulum tersebut. "Itu membutuhkan persiapan yang matang,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Rektor II IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr Kartimi MPd mengatakan, sebagai pihak yang ditunjuk menjadi pilot projek UISSI, maka kampus ini akan melakukan penguatan infrastruktur di bidang IT.

Sehingga, dengan penguatan itu diharapkan dapat meningkatkan literasi digital kepada segenap sivitas akademika IAIN Syekh Nurjati Cirebon.
 
“Dengan peningkatan itu, manajemen dan pelayanan pun akan meningkat. Ini juga perlu dilengkapi berbagai komponen di Universitas Islam Siber Syekh Nurjati Indonesia ini,” tandasnya. (din)

Kamis, 08 April 2021

Jajaki Kerjasama, IAIN Cirebon Bersama UNIDA Gontor Tandatangani MoU

Rektor IAIN Cirebon dan Rektor UNIDA Gontor tengah melakukan penandatangan kerja sama.


CIREBON, FC- Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan di ruang rapat senat, lantai 2 gedung rektorat IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Kamis (8/4/2021).

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg menjelaskan, kerja sama tersebut terkait yang menjadi keunggulan masing-masing kampus.

“Kemudian juga kerja sama di prodi (program studi), karena prodi di sana (UNIDA Gontor) perlu asupan dari sini (IAIN Cirebon), begitu juga kami perlu asupan dari sana,” jelas Sumanta.

Dia memaparkan, UNIDA Gontor merupakan kampus yang di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), dimana kampus tersebut telah banyak membuka prodi-prodi umum.

“Kita juga akan bertransformasi menjadi UIN (Universitas Islam Negeri) yang akan membuka prodi-prodi umum juga. Itu akan dikerjasamakan untuk saling menguatkan,” ujarnya.

Seperti, penguatan prodi umum, penguatan bahasa, penguatan mutu akademik, dan penguatan pascasarjana.

Karena di UNIDA Gontor juga sudah dibuka prodi-prodi hingga S3, dan kami juga ada. Kami juga punya profesor-profesor di bidang ilmu keagamaan, sehingga ini bisa saling menguatkan,” imbuhnya.

Sumanta mengungkapkan, pihaknya akan merinci kerja sama tersebut ke prodi-prodi, fakultas, mahad, maupun pascasarjana untuk dapat diimplementasikan .

“Kita akan membreakdown ke tataran yang lebih praktis, seperti prodi, fakuktas, mahad, pascasarjana. Karena kerja sama di tingkat institut ini kan sebagai payung,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Rektor UNIDA Gontor, Prof. Dr. K.H. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil datang langsung ke IAIN Syekh Nurjati Cirebon untuk melakukan penandatanganan kerja sama.

Tak sendiri, Prof Hamid didampingi Dekan Kuliyyatul Banat juga Ketua Ikatan Keluarga UNIDA Gontor, Dr. Nur Hadi Ihsan, MIRKH bersama 2 orang staf. (Nur)

Badan Keahlian DPR Bersama IAIN Cirebon Bahas RUU 41/2014 dan Urgensi Perubahan UU 39/1999

Pembahasannya naskah akademik dan RUU No 41/2014 dan Urgensi Perubahan UU No 39/1999.


CIREBON, FC- Badan Keahlian DPR (BKD) melakukan pengumpulan data dengan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon, Kamis (8/4/2021). Kegiatan tersebut berlangsung di lantai 4 gedung Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (FSEI) kampus setempat.

Pembahasannya, yaitu terkait naskah akademik dan RUU Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 Tentang Wakaf dan urgensi perubahan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia untuk Pemajuan dan Perlindungan Hak Asasi Manusia.

Perwakilan BKD, Mardisontori menjelaskan, kegiatan ini adalah bagian dari implementasi kerja sama antara BKD dengan IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Pasalnya, kampus keagamaan Islam negeri satu-satunya di wilayah III Cirebon ini merupakan salah satu perguruan tinggi yang melakukan penandatanganan kerja sama dengan BKD.

“Maka masukan-masukan dari para stakeholder dianggap penting untuk kegiatan penyusunan di DPR RI,” kata Mardisontori saat memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut.

Dia mengungkapkan, BKD menggandeng akademisi di kampus untuk memberikan hasil-hasil terbaik dari kajian akademik, analisa, maupun riset yang dapat membantu fungsi-fungsi DPR.

Dia mengaku, persepsi publik terhadap DPR beragam, tidak seluruhnya baik. Namun demikian BKD sebagai sistem harus dapat bersinergis dengan para akademisi di kampus-kampus agar output yang dihasilkan baik.

“Sehingga BKD akan melakukan sinergis dengan para akademisi yang akan membuat fungsi BKD akan lebih baik lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr. H. Sumanta Hasyim, M.Ag memaparkan, tidak semua perguruan tinggi menjalin kerja sama dengan BKD. Namun, IAIN Syekh Nurjati Cirebon telah melakukan kerja sama dengan lembaga tersebut.

“Salah satu yang dihasilkan adalah Undang-Undang Pesantren dan Pendidikan Keagamaan. Itu ada dua PTKIN (Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri) yang terlibat, yaitu UIN Jakarta dan IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Ini merupakan salah satu bentuk kontribusi yang konrit dari IAIN Syekh Nurjati Cirebon,” tandas Sumanta. (Nur)