This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Rabu, 09 Juni 2021
Berikan Pelayanan, Dinas PUPR Kota Cirebon Intensifkan Pemeliharaan Jalan
Tingkatkan PAD, Bank BJB Buka Terobosan Digitalisasi Layanan
Tingkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di masa pandemi Covid-19, sejumlah terobosan harus dilakukan, termasuk memberikan pelayanan secara digital.
FOKUS CIREBON, FC - Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, S.H., saat menghadiri webinar dengan tema Dukungan Digitalisasi Bank BJB untuk Meningkatkan Pendapatan Daerah di Masa Pandemi Covid-19, Rabu (9/6).
“Dalam keterbatasan ruang dan gerak masyarakat karena pandemi memang diperlukan perubahan yang signifikan,” ungkap Azis. Sehingga perekonomian yang sempat terpuruk karena pandemi Covid-19 bisa kembali meningkat.
Salah satu perubahan dan terobosan yang bisa dilakukan yaitu dengan digitalisasi layanan. “Transformasi digital memegang peranan penting dalam kehidupan perekonomian masa kini,” ungkap Azis.
Digitalisasi juga dapat mendorong pembangunan yang inklusif serta meningkatkan kualitas pembuatan kebijakan.
“Digitalisasi juga dapat membentuk daya tahan dan daya saing yang tinggi bagi produsen,” ungkap Azis.
Sehingga bisa memberikan kenyamanan dan keamanan bagi konsumen bahkan hingga pandemi Covid-19 mendatang dinyatakan usai.
Dalam lingkup pemerintahan, digitalisasi juga tidak dapat dihindarkan. Bahkan sudah menjadi kewajiban dengan adanya arahan penggunaan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah (ETPD).
“Dalam penyelenggaraan pemerintahan, implementasi ETPD untuk mengelola keuangan daerah dapat menciptakan praktik yang efisien, transparan, dan akuntabel,” ungkap Azis.
Untuk itu, Azis mengapresiasi segala bentuk digitalisasi yang telah dilakukan Bank BJB. “Bank BJB telah menunjukkan kesiapannya,” tegas Azis.
Baik sebagai mitra kolaborasi pemerintah daerah serta penetrasi digitalisasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan menambah pemasukan untuk PAD di Kota Cirebon.
Sementara itu, Kepala Bank BJB Kota Cirebon, Budi Jamaludin, menjelaskan mereka senantiasa menjadi partner pemerintah, dalam hal ini Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon untuk membantu meningkatkan penerimaan PAD.
“Untuk itu kami senantiasa berinovasi dengan memberikan sejumlah fitur layanan digital yang bisa dimanfaatkan,” ungkap Budi.
Segala fitur yang sudah disiapkan dapat mempermudah masyarakat melakukan transaksi keuangan. “Bahkan uang elektronik pun sudah tertanam pada aplikasi BJB Digi yang kami miliki,” ungkap Budi.
Layanan digitalisasi dari perbankan ini, katanya, sangat membantu masyarakat di masa pandemi Covid-19 ini. (din)
Juni 2021, Disnaker Kota Cirebon Menerapkan Sistem Online Bagi Pendaftaran Kartu Kuning
FOKUS CIREBON, FC – Mulai Juni ini, Kota Cirebon mulai menerapkan sistem online dalam pendaftaran kartu kuning bagi para pencari kerja. Pendaftaran secara online ini dilakukan di aplikasi Sistem Informasi Ketenagakerjaan (Sisnaker). Setelah pendaftaran secara online, para pencari kerja bisa mencetak kartu kuning di Dinas Tenaga Kerja Kota Cirebon.
“Masukkan data diri dulu di aplikasi Sisnaker ini, setelah itu bawa berkas yang sudah diinput ke kantor Disnaker, baru dicetak,” tutur Kepala Bidang Pelatihan Kerja dan Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Kota Cirebon, Dra. Fatwa Alfatiyah, Rabu, 9 Juni 2021.
Selama ini, menurutnya, pendaftaran dilakukan secara manual di kantor Disnaker. “Tadinya kan pencari kerja daftar untuk pembuatan kartu kuning ini mendaftar langsung secara manual di Disnaker, kami yang input datanya. Sekarang, mereka yang input datanya secara online,” katanya.
Perubahan ini sendiri dilakukan seiring dengan sistem digitalisasi. Salah satu bagian dari aplikasi Sisnaker ini adalah aplikasi Karirhub, yang bermanfaat bagi para pencari kerja dalam mencari lowongan kerja yang diminati, sebab di dalamnya terdapat perusahaan yang sedang membuka lowongan pekerjaan.
“Kemudian, pihak perusahaan juga bisa memantau para pencari kerja di aplikasi Karirhub ini, jika ada pencari kerja yang sesuai dengan spesifikasi yang mereka cari, pihak perusahaan bisa langsung menghubungi Disnaker dan perusahaan juga wajib input data di aplikasi ini,” ujarnya.
Selain itu, menurut Fatwa, melalui aplikasi ini, data para pencari kerja bisa langsung diketahui oleh Kementerian Tenaga Kerja.
“Misalnya data pengangguran, bisa saja kan orang yang tadinya pengangguran tapi sudah diterima bekerja di suatu perusahaan. Data perubahan dari pengangguran ke bekerja ini tidak berubah karena biasanya tidak ada laporan, namun melalui aplikasi tersebut bisa diketahui berapa data pencari kerja, berapa data yang diterima perusahaan, berapa data yang belum diterima bekerja,” kata Fatwa.
Biasanya, tambah Fatwa, sebelum ada aplikasi ini seseorang yang sudah diterima bekerja tidak melapor ke Disnaker.
“Mungkin bagi mereka jika sudah diterima bekerja ya sudah tidak perlu lapor, padahal itu perlu dilakukan. Perusahaan pun harusnya memberi tahu ke kami sudah menerima berapa pencari kerja, hal itu dilakukan agar kami bisa mengetahui pasti data pencari kerja,” ujarnya.
Kepala Seksi Informasi Pasar Kerja dan Produktivitas Tenaga Kerja Disnaker Kota Cirebon, Bagus Setiyo Nugroho, S.P. mengatakan, jika pencari kerja sudah membuka aplikasi Sisnaker, maka secara otomatis akan ditampilkan pula aplikasi Karirhub. “Nanti pencari kerja harus mengisi profil mereka di aplikasi Sisnaker, kemudian lanjut ke aplikasi Karirhub yang merupakan kesatuan dengan Sisnaker,” ujarnya.
Bulan Juni-Juli merupakan waktu puncak para pencari kerja mendaftar untuk mendapatkan kartu kuning.
“Puncaknya pencari kerja untuk daftar kartu kuning ini ya Juni-Juli, sebab banyak lulusan SMA/SMK yang mendaftar kartu kuning ini untuk antisipasi mereka masuk kerja,” katanya.
Sejak awal Juni lalu, para pencari kerja yang mendaftar untuk mendapatkan kartu kuning ini bisa mencapai 50 orang per hari.
“Tapi pernah waktu Senin lalu sampai 80 orang per hari. Biasanya pendaftaran ini dilakukan mulai pukul 08.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB, tapi banyak yang sudah datang sejak pukul 07.00 WIB,” tutur Bagus.
Ia menambahkan, karena aplikasi Sisnaker ini baru digunakan pada bulan ini, banyak pencari kerja yang belum mengetahuinya.
“Mereka banyak yang datang langsung ke kantor Disnaker dengan membawa berkas yang dibutuhkan, tapi kami arahkan mereka untuk daftar terlebih dahulu di aplikasi tersebut. Sebetulnya di website Disnaker Kota Cirebon, penggunaan aplikasi ini sudah disosialisasikan, ke depan kami akan sosialisasikan juga ke perusahaan-perusahaan,” ungkapnya. (Heri)
Jalin Kerjasama di Bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, IAIN Cirebon Kunjungi UNIDA Gontor
Selasa, 08 Juni 2021
Tim Futsal Kota Cirebon Siap Berlaga di Babak Kualifikasi PORPROV JABAR
Lewat Webinar, PSGA IAIN Cirebon Bedah Persepektif Postcolonial Dalam Gerakan Perempuan
FOKUS CIREBON, FC - Pusat Study Gender dan Anak IAIN Syekh Nurjati Cirebon sangat tertarik untuk membahas soal-soal perempuan dan pergerakannya. Untuk membedah segment ini, PSGA IAIN Cirebon menggelar webinar tentang persepketif postcolonial dalam gerakan perempuan, Selasa, (8/6/2021).
Dalam kegiatan ini, PSGA mengundang dua pemateri terkemuka yakni Katrin Bandel, Ph.D (Muslimah Jerman, Universitas Sanata Darma Yogyakarta), dan Wakhit Hasim, M. Hum (IAIN Syekh Nurjati Cirebon) dengan di moderatori oleh Mumtaz Afridah, M. Psi.
Ketua PSGA IAIN SNJ Cirebon, Naila Farah M.Ag dalam sambutannya menjelaskan, postcolonial adalah strategi penjajah yang sangat menarik untuk didiskusikan, mengingat posisi perempuan pada persepektif postcolonial dalam gerakan perempuan sangat membatasi ruang gerak perempuan dalam ruang bermasyarakat.
Sementara itu, Katrin Bandel, Ph.D (Muslimah Jerman, Univ. Sanata Darma Yogyakarta), pemateri pertama menyatakan, membedah tentang pengalaman perempuan dalam konteks pascakolonial memang menjadi sudut pandang tersendiri. Apalagi menempatkan kajian gender dalam konteks lebih global, sebab dari konteks relasi kekuasaan global ini akan lebih terlihat kehidupan yang senyatanya.
Katrin juga menjelaskan bahwa penjajahan ini memiliki efek yang sangat besar terhadap kehidupan masyarakat. Salah satunya adalah budaya bercampur (hibrid) antara budaya lokal dan eropa, dengan catatan bahwa yang lokal direndahkan dan yang barat dipandang superior.
"Inilah efek dari postcolonial di mana yang lokal dianggap tertinggal dan primitif dan berbeda dengan barat yang superior," jelasnya.
Dalam situasi ini, tentu identitas diri menjadi masalah, di mana muncul perasaan inotentitas (merasa tidak otentis), kemudian kalau meniru penjajah juga, maka pribumi tidak akan pernah menjadi sama dengannya.
Kemudian, identitas murni pun sulit dicari, baik karena hibridiaasi yang sudah terjadi, maupun karena tradisi lokal pun tidak lepas dari pengaruh penjajah.
"Jadi hubungan dengan budaya penjajah, maupun dengan budaya sendiri menjadi ambivalen. Karena merasa tertindas tapi sekaligus mengagumi penjajah," terang Katrin.
Katrin juga menjelaskan, bahwa situasi yang kompleks tersebut mempengaruhi tatanan gender, di mana perempuan dituntut dan menuntut diri menjadi modern, yaitu mengadopsi identitas yang dipandang superior dan lebih maju.
Di sisi lain, perempuan juga sering dituntut untuk mempertahankan tradisi di saat dunia luar terus bertransformasi, sehingga rumah tangga dijadikan sebagai ruang pertahanan adat ketimuran.
Dicontohkan oleh Katrin, bahwa konsep ambivalensi itu, bisa dilihat dari pengalaman perempuan terjajah, seperti tokoh Nyai Ontosoroh dalam Tetralogi Pramoesya Ananta Toer.
"Jadi sangat jelas, kolonial ini mencoba untuk mengkonstruksi perempuan yang diciptakan oleh situasi kolonial ini, dan perempuan elit kolonial ini menjadi kekuatan baru dari perempuan baru yang diciptakan, seperti mahasiswa yang kuliah di barat dan lainnya," katanya.
Selain itu juga muncul representasi, yakni munculnya pengusaha, pendidikan serta organisasi feminis. Ini tentu menjadi problematis tersendiri, karena subaltern ini terjadi relasi yang rumit, antara elit perempuan dengan perempuan subaltern yang ingin mempresentasikannya.
Maka untuk menyentuh perempuan subaltern ini, kata Katrin, maka dibutuhkan literasi internasional, agar perempuan subaltern (masyarakat yang paling tertindas) seperti komunitas buruh dan lainnya dapat mewujudkan struktur institusional yang memvalidasi suaranya (Perempuan subaltern).
Wakhit Hasyim pembicara kedua secara singkat juga menjelaskan tentang seputar perjuangan keadilan laki-perempuan di Indonesia. Yang dimulai dari kekerasan perempuan.
Kekerasan perempuan menurut hukum, katanya, merupakan tindakan serangan satu individu kepada individu lain yang berdampak merugikan, melukai, memanfaatkan dan lain-lain.
Kekerasan itu, terang Wakhit, ada dalam unsur susunan sosial. Sebab susunan sosial menyangkut manusia sebagai kelompok, proses atau relasi, nilai atau norma serta lembaga sosial.
Wakhit juga menjelaskan, bahwa hal itu juga bisa dilihat dari sudut pandang psikologi kekerasan, yakni kekerasan yang bersifat relasional, juga relatif bersifat intensional, termasuk ekspresi intensional mewujudkan dalam kesadaran patriarki berlapis, seperti kesadaran kognisi, kesadaran afeksi dan kesadaran psikomotor. Selain juga bersifat berkesadaran, kekerasan juga memiliki dimensi ketidaksadaran.
"Dimensi wacana ini membuat kekerasan yang dimaklumi dan poligami yang dibenarkan secara sesuai peran gender. Termasuk menjadikan perempuan dalam patriatki, yakni ada konstruksi dan strukturasi, yaitu membentuk dan dibentuk," jelasnya.
Tetapi kita juga tahu bahwa narasi kewacanaan dibalik perempuan, seperti yanh twrjadi di Indonesia, di antaranya politik etik swbagai anak renaissance (Kartini), kemudian revolusi dan peran penting perempuan (orde lama), pembangunan melibatkan perempuan (orde baru) serta gender dan pembangungan (reformasi). (din)
Minggu, 06 Juni 2021
Aktivis BBC, R.Jarum Terpilih Menjadi Ketua DPD KNPI Kota Cirebon
KESAMBI, FC - Pemilihan Ketua DPD Knpi Kota Cirebon pada Musyawarah Daerah (MUSDA) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Cirebon, pekan Minggu, (6/6), akhirnya dimenangkan oleh R.Jarum dari OKP Buah Batu Corp (BBC).
Kemenangan R.Jarum pada proses pemilihan Ketua setelah mengalami 2 putaran pemungutan suara, dan mendapatkan 35 suara, sehingga mengalahkan calon lainnya Reza Mansyur yang mendapatkan 26 suara.
Usai terpilih dan ditetapkan dalam Sidang Pleno sebagai Ketua DPD KNPI, R.Jarum kepada fokuscirebon.com mengatakan, dirinya merasa sangat bersyukur mendapat amanah baru sebagai Ketua DPD KNPI Kota Cirebon.
Menurutnya, amanat ini diharapkan bisa membawa KNPI, Pemuda dan OKP Kota Cirebon lebih maju dan maksimal dalam bergerak di bidang pemudaan.
"Slogan yang saya usung adalah Mempersatukan Pemuda Kota Cirebon," jelasnya.
Dengan slogan tersebut lanjut R.Jarum, dirinya mempunyai Visi, Mewujudkan Pemuda Kota Cirebon Yang Mandiri, Inovatif, Berbudaya, Sehati, dan Mempererat Tali Persaudaraan Pemuda.
Sedangkan Visinya, lanjut R. Jarum akan dijabarkan melalui Misinya, yakni Mendorong kemandirian ekonomi pemuda yang inovatif, Mengajak pemuda untuk mencintai kearifan lokal dan memiliki ati diri bangsa, Bersinergi dengan program pembangunan daerah Kota Cirebon dan menghinpun seluruh OKP untuk membangun kebersamaan dalam keberagaman latar belakang.
Tidak hanya itu, R.Jarum pun mengaku telah menyiapkan program-program unggulan untuk para pemuda dan akan bersinergi dengan Karang Taruna serta Dinas Pemuda Olah Raga Kota Cirebon. (Didi)


















