Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 25 Januari 2020

Humas Garda Terdepan Sosialisasikan SPAN-UM PTKIN


FOKUS JAKARTA - Humas Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) menjadi garda terdepan dalam mensosialisasikan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) baik melalui jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN), Ujian Masuk (UM) dan jalur mandiri.

Demikian disampaikan Ketua Forum Rektor PTKIN Prof. Dr. Babun Suharto, SE, MM pada acara Focused Group Discussion (FGD) Kehumasan yang dilaksanakan di Ballroom Hotel Harris Vertu Harmoni, Jakarta, Sabtu (25/1/2020).

"Humas ini sebagai corong lembaga, manjadi garda terdepan dalam memberikan informasi kepada masyarakat, jangan sampai ada sekolah yang tidak mendapatkan informasi ini (PMB),"ujar Babun.

Rektor IAIN Jember ini menyebutkan, dari grafik tahun-tahun sebelumnya, animo masyarakat untuk melanjutkan pendidikan ke kampus PTKIN dari tahun ke tahun terus meningkat.

"Meskipun anggaran pada tahun ini sedikit berkurang,"terang Babun.

Meski demikian, dengan semangat motto ikhlas beramal yang dimiliki Kementerian Agama, dirinya meminta semua pihak untuk terus berupaya agar menyukseskan sosialisasi PMB tahun 2020.

"Kita tidak boleh berkecil hati, secara bersama-sama dapat terus memberikan informasi secara massif,"tandasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Umum SPAN-UM PTKIN Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si yang mengakui jika pihaknya sedikit terlambat untuk melaksanakan kegiatan FGD Kehumasan terkait penerimaan mahasiswa baru tahun 2020.

"Kita agak terlambat mengumpulkan humas, karena tahun ini sedikit mendapat persoalan terkait pendanaan, namun kita tidak boleh terganggu dengan masalah dana,"tukasnya.

Rektor UIN Sunan Gunung Jati Bandung ini mengimbau kepada Humas PTKIN untuk lebih gencar memberikan informasi lewat website masing-masing PTKIN.


"Pengumuman, harus memanfaatkan website yang ada di masing-masing kampus, mengingat anggaran yang terbatas,"demikian pungkasnya. (nur)

TMC Masih Diterapkan Untuk Tanggulangi Banjir Di Jabotabek


FOKUS JAKARTA - Kepala Badan Penerapan dan Pengkajian Teknologi (BPPT), Hammam Riza mengatakan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) masih diterapkan untuk menanggulangi banjir di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi. Kekuatan kolaborasi diyakinkan berada di balik kesuksesan penerapan teknologi hujan buatan demi mengurangi intensitas hujan di suatu wilayah.

TMC tidak bisa dilakukan hanya oleh Balai Besar TMC di BPPT. "Kalau bicara ekosistem tentu itu tidak berarti hanya satu stakeholder saja, tapi TMC harus dengan kolaborasi, seperti diketahui awal tahun ini, pada 1 Januari 2020, banjir merendam banyak wilayah di Jabodetabek akibat hujan ekstrem," kata Hammam, Jumat (24/1), saat acara Penguatan Ekosistem TMC Mitigasi Banjir Jabodetabek, di Ruang Komisi utama,  Gd. 2 BPPT Lt. 3, Jl. M. H. Thamrin no. 8 Jakarta Pusat.

Hujan juga terjadi di beberapa daerah lain yang mengakibatkan kerugian tidak hanya materil tapi korban jiwa. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan lebih dari 60 orang tewas akibat bencana banjir dan longsor di awal tahun ini.

Untuk melakukan harus ada yang menyediakan informasi awal yaitu dari BMKG. Kemudian ada TNI AU, mu dari pilot hingga staf lainnya, juga ikut membantu dalam melakukan persemaian garam di udara.

"Kemudian tim operasi TMC yang dimotori B2TMC dan timnya yang bekerja sama dengan seluruh jajaran yang terlibat. Termasuk LAPAN dan BNPB. Sehingga, pria berusia 57 tahun itu menjelaskan, ekosistem tersebut menjadi tantangan untuk terus berkolaborasi di dalamnya. Apalagi Indonesia merupakan negara yang rentan bencana sehingga kolaborasi harus dilakukan berkelanjutan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati mengatakan pemanfaatan teknologi modifikasi cuaca bisa membuat ramalan cuaca yang sudah dirilis meleset. Menjadi tidak seperti yang diprediksi.                                             

"Tak ada penjelasan pengaruh dari adanya modifikasi cuaca itu terhadap peringatan dini hujan ekstrem dari BMKG yang sporadis atau bolak balik dirilis belakangan ini. Peringatan dini bisa sangat lokal untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya dan pernah terjadi peringatan dini tak terbukti.

"Hanya meminta pola pikir diubah tentang sebab akibat teknologi modifikasi cuaca yang dilakukan tim dari BPPT dan ramalan cuaca BMKG itu," kata Dwikorita.

Yang terpenting, menurutnya, keberhasilan memodifikasi cuaca--biasa dilakukan dengan menciptakan hujan buatan--sangat bergantung kepada ketepatan prediksi oleh BMKG.

"TMC itu untuk mencegah banjir, kalau kami salah prediksi, TMC akan salah menembakkan atau menyemai garam ke awan. Harus presisi," ujarnya. (dade)

Jumat, 24 Januari 2020

Selain Alatnya Diuji, Satpam IAIN Cirebon Juga Diberi Pelatihan Dan Simulasi Kebakaran


FOKUS CIREBON - Diujinya alat  kelengkapan pemadam kebakaran milik gedung FITK IAIN SNJ Cirebon, petugas damkar nyatakan sudah sesuai standar. Kemudian petugas Satpam IAIN pun diberikan pelatihan dan simulasi pemadaman kebakaran oleh petugas Damkar Kota Cirebon, Jum'at (24/1/2020), di halaman depan gedung kampus baru FITK IAIN SNJ Cirebon

Kasi Kesiapsiagaan Operasional dan Investigasi Pemadaman, Damkar Kota Cirebon Drs Nurzaman menyatakan, bahwa kawasan gedung FITK IAIN SNJ Cirebon dinilai masuk dalam jenis kebakaran tipe A, yakni kertas dan kayu. Maka pemadamannya cukup dengan penyemprotan air dan hidrogen.

"Saat dicek dan diuji, alat kelengkapan pemadam kebakaran  sudah memenuhi standar, kita sudah cek semuanya, pertama dibagian atas lantai 4, dan tekanan air sampai pada 5 BAR, sedang yang di bawah mencapai 9 bahkan bisa 10 BAR, jadi sudah cukup standar jika terjadi kebakaran," ucap instruktur Pemadam Kebakaran, Nurzaman.


Nurzaman juga menjelaskan, bahwa pada kebakaran itu terdapat sejumlah klasifikasi atau tipe, yakni tipe A, tipe B, tipe C, tipe D dan tipe K yakni kebakaran yang dipicu oleh bahan lemak.

"Sebelum melangkah ke hal yang lebih teknis, sebaiknya bentuk dahulu manajemen kebakarannya, jika timnya sudah siap, kita bisa langsung praktik basah. Dan manajemen kebakaran ini bertujuan agar terbetuknya tim yang solid, dan  mereka sudah siap dan sudah mengetahui tugasnya masing-masing saat terjadi kebakaran," jelasya.

Sementara itu, Drs Imron Rosyadi MM, Kabag Umum dan Humas IAIN SNJ Cirebon saat dikonfirmasi menjelaskan, bahwa ini adalah kegiatan Pelatihan dan Simulasi Pemadaman Kebakaran antara Satpam IAIN Cirebon bersama Damkar Kota Cirebon di halaman kampus baru FITK IAIN SNJ Cirebon.

Namun kegiatan sementara oada hari ini adalah menguji keberadaan alat-alat pemadam kebakaran oleh petugas Damkar Kota Cirebon. "Ya, menguji alat yang kita miliki dan cara penggunaan dari alat-alat tersebut," kata Imron.


Imron juga menyampaikan jika nantinya akan segera dibentuk tim manajemn kebakaran yang seluruhnya tetdiri dari para petugas Satpam. "Mereka nanti diberikan pelatihan, hal ini penting untuk pencegahan dini dan antisipasi pada saat terjadi kebakaran," terangnya.

Sementara itu, Instruktur Kebakaran, dari Damkar Kota Cirebon, Nurzaman didampingi Arif Rachmat dihadaoan sejumlah Satpam IAIN Cirebon, sebelumnya memberikan penjelasan seputar pemakaian alat dan lencegahan yang harus disiapkan, yang kemudian dilanjutkan dengan praktek kering dan praktek basah.

Satu persatu alat pencegahan kebakaran mulai dari Hydrant yang berada di halaman dwpan kampus FITK hingga alat lainnya di lantai 4 gedung FITK, oleh petugas Damkar dicek satu persatu.

Usai itu, kemudian dilanjutkan dengan praktik basah, yakni petugas Satpam IAIN Cirebon mencoba memegangi alat pemancar air yang kemudin menyemprotkan air dengan tekanan 9 BAR.


"Sangat baik, tetapi tetap harus hati-hati dan jangan main-main dengan alat-alat kebakaran, petugasnya harus benar-benar menguasai dan sudah siap dalam penggunaannya," ujar Arif Rachmat, petugas Damkar Kota Cirebon. (din)

Kawasan Muara Baru Jakarta Utara Terendam Banjir, Polsek Dan Anggota Terjun Bantu Masyarakat


FOKUS JAKARTA-- Intensitas curah hujan yang cukup lebat mengguyur Jakarta pagi tadi. Sejumlah wilayah pun terendam banjir dan berimbas pada terhambatnya aktifitas masyarakat, Jumat (24/1/2020).

Kapolsek Kawasan Wilayah Muara Baru AKP. Slamet Riyanto bersama anggotanya terjun langsung melakukan penanggulangan, pemantauan dan pengecekan ketinggian genangan air di Wilayah PPSNZJ Muara Baru akibat intensitas curah hujan tinggi di Kawasan Wilayah Muara Baru jakarta Utara.

Dari hasil pemantauan dan pengecekan lokasi yang mengalami genangan air yaitu di Jalan Hiu Raya tepatnya di depan PT. BMS sampai dengan perempatan PT. Inti Mas Surya dengan ketinggian genangan air mencapai 20 sampai 40 cm, Jalan Tuna Raya tepatnya di pertigaan SPBU Tri Harun ketinggian genangan air  mencapai 20 sampai 40 cm, Muara Baru Centre (MBC) ketinggian genangan air mencapai 20 sampai 40 cm.

Kemudian juga di Pintu Gerbang kawasan Muara Baru ketinggian genangan air mencapai 20 sampai 60 cm, Jalan Udang Ketinggian genangan air mencapai 20 sampai 40 cm, Jalan Kakap ketinggian genangan air mencapai 20 sampai 40 cm, Dermaga Timur Transit 8 sampai transit 20 ketinggian genangan air mencapai 20 sampai 40 cm.

“Kami sudah berupaya melakukan penanggulangan banjir, melakukan Koordinasi dengan Instansi terkait dalam hal ini Petugas rumah pompa air untuk melakukan penyedotan dan melalukan evakuasi karyawan/ti yang akan masuk dan keluar Pelabuhan menggunakan kendaraan mobil patroli dinas," kata AKP. Slamet Riyanto.

Selain itu AKP. Slamet Riyanto bersama anggotanya dibantu Tim Satgas Banjir dari Polres Pelabuhan Tanjung Priok melakukan pengaturan arus lalulintas di depan pintu masuk kawasan Muara Baru karena terjadi penumpukan arus kendaraan.

Selain itu, juga diimbau kepada masyarakat penguna jalan untuk berhati hati dan menghindari jalan yang tergenang air serta hindari tiang listrik untuk mengantisipasi bahaya setrum.

Penyedotan genangan air di wilayah Kawasan Muara Baru dilakukan dengan menggunakan 5 (lima) unit pompa milik UPT PPSNZJ yang berada di Jalan Kakap Dermaga Timur dan Jalan Tuna Raya PPSNZJ agar genangan air segera surut. (dade)

Kamis, 23 Januari 2020

KPRI Harapan Sejahtera IAIN SNJ Cirebon Gelar RAT Tahun Buku 2019


FOKUS CIREBON - Ratusan anggota KPRI Harapan Sejahtera IAIN Syekh Nurjati Cirebon hadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2019, di Ruang Auditorium, Lantai 3, Gedung Pascasarjana IAIN SNJ Cirebon, Kamis (23/1/2020).

Dalam kegiatan RAT tersebut, sejumlah agenda dilaksanakan, seperti Laporan Pertanggangung Jawaban (LPJ) Pengurus, LPJ Pengawas, kemudian Sosialisasi Produk Pembiayaan Syariah dan Etika Muamalah.

Tampak hadir pada kegiatan RAT KPR Harapan Sejahtera IAIN SNJ Cirebon Tahun Buku 2019 diantaranya, Kepala Biro AUAK IAIN SNJ Cirebon, Ketua KPRI Harapan Sejahtera, Kepala Dekopinda, Dinas UMKM Kota Cirebon, Pengawas dan Pengurus serta anggota KPRI Harapan Sejahtera IAIN SNJ Cirebon.

Ketua KPRI Harapan Sejahtera, Edi Chandra SSi MA menyatakan bahwa sudah 6 tahun berturut-turut pihaknya melaksanakan RAT ini di setiap bulan Januari. "Ini bentuk konsistensi dan tranparansi, yang bertujuan bagi kemajuan dan kesejahteraan anggotanya," jelasnya 

Selain itu, forum RAT ini diminta untuk dijadikan sebagai tempat untuk rembukan, termasuk tempat bagi kita semua untuk memberikan saran dan kritikannya dalam rangka memberikan rekomendasi pembenahan koperasi kedepan.

Sementara menurut Kepala Bidang Koperasi dan UKM, Saefudin Jupri, bahwa KPRI Harapan Sejahtera IAIN SNJ Cirebon ini merupakan urutan ke 26 dari 300 lebih koperasi yang ada di Kota Cirebon. "Koperasi IAIN menjadi percontohan yang baik dan kegiatan RAT selalu konsisten dilaksanakan teoat waktu," ujarnya.

Sementara digiliran Kepala Biro AUAK, IAIN SNJ Cirebon, pihaknya menanyakan kepada para peserta RAT tentang sifat koperasi dan dijawab peserta adalah bersifat gotong royong.

"Kami berharap sebanyak 400 lebih PNS dan 188 Non PNS yang masih belum mendaftar menjadi anggota koperasi IAIN untuk terketuk hatinya dan masuk menjadi anggota," pinta Drs H Subarja MPd, Kepala Biro AUAK.

H Subarja mengilustrasikan, jika dirinya meminjam uang kepada perseorangan, misal ke Ketua Ma'had Al Jami'ah IAIN SNJ Cirebon tentu tidak dapat pinjaman tersebut, atau ke yang lainnya yang bersifat perseorangan, karena yang dapat mencairkan pinjaman uang itu hanya di koperasi maka harus terlebih dahulu masuk dan menjadi anggotanya.


"Ini lah sifat organisasi Koperasi yang selalu mengedepankan kesejahteraan anggota karena bersifat gotong royong," ujarnya yang disambut riuh tepuk tangan para peserta RAT.

Sementara sambutan dari Dekopindo Kota Cirebon lebih menekankan kepada imbauan agar seluruh anggota koperasi tidak terjebak atau mengikuti dari adanya koperasi online. "Jangan ikut-ikutan, lebih baik dihindari," pintanya.

Usai pemaparan sejumlah sambutan, acara kemudian dilanjutkan dengan membuka kupon doorprize dan tampak seluruh pengurus dan anggota koperasi berbaur dan terlihat bak keluarga besar yang satu tubuh. (din)

SMPN 1 Kota Cirebon, Dukung Pemerintah Dalam Memerangi Sampah Plastik


FOKIS CIREBON - Drs H Lilik.Agus Darmawan MPd tak henti-hentinya berkarya bagi pendidikan. Kali ini sosok yang digandrungi banyak pihak karena 'low profil' ini tengah mengagas penanganan sampah plastik di lingkungan sekolah.

Gagasan tersebut kini diterapkan sebagai bentuk dukungan SMPN 1 Kota Cirebon atas Surat Edaran (SE) Nomor 12 Tahun 2019 yang diterbitkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia.

Lilik menyatakan, guna menyukseskan komitmen pemerintah dalam memerangi sampah plastik ini, dewan guru-guru di sekolah sudah melakukan rapat koordonasi, sebelum melakukan sosialisasi kepada para orang tua siswa.

"Kepada para siswa kita imbau untuk membawa tempa sendiri jika ingin jajan," kata Lilik, yang sosoknya terus ingin berkarya bagi kemajuan pendidikan di Kota Cirebon.

Para pegiat pendidikan di Kota Cirebon juga memandang jika sosok Lilik Agus Darmawan patut menjadi teladan bagi semua, karena kedisplinannya, gagasan-gagasannya serta kiprahnya bagi kemajuan pendidikan. 


"Apa yang dilakukan Pak Lilik dan para dewan guru semata untuk mendukung komitmen pemerintah dalam memerangi sampah plastik, selain itu sosok Lilik memang penuh karya dan patut mendqpat apresiasi dari semua pihak, karena komitmennya yang tinggi untuk memajukan pendidikan di Kota Cirebon," tandas Andrian, M.Hum, aktivis lingkungan Kota Cirebon. (nur)



Wakil Wali Kota Cirebon Harapkan Laporan LPPD Dari Setiap OPD Harus Lebih Baik


FOKUS CIREBON - Berdasarkan  Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2019 Tentang Laporan dan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah, maka Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon berkomitmen membenahi Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (LPPD) yang merupakan kewajiban setiap Pemda.

Wakil Wali Kota Cirebon Dra. Hj. Eti Herawati menyebutkan meskipun tingkat pencapaian LPPD Pemda Kota Cirebons setiap tahunnya cukup tinggi yakni 3,2, akan tetapi untuk tingkat Provinsi Jawa Barat ataupun Nasional, peringkat LPPD Kota Cirebon masih berada di posisi bawah.

“Diperlukan komitmen bersama agar kawan-kawan OPD lebih baik lagi menyiapkan laporan LPPD,” katanya pada acara sosialisasi LPPD di Kota Cirebon, Kamis (23/01/2020).

Sementara itu, Eti menilai progress penyiapan laporan LPPD tahun berjalan (2019) progresnya sudah cukup baik dan terlihat semangat dari kawan-kawan OPD sudah cukup tinggi.

“Persiapan yang dilakukan tahun berjalan 2019 akan menjadi pendorong untuk penyiapan LPPD tahun 2020,” ujarnya.

Eti menambahkan posisi Pemda Kota Cirebon di tingkat Provinsi Jawa Barat berada pada posisi yang kurang menggemberikan sebab masih di bawah kota dan kabupaten lain. “Ada beberapa point yang kurang dan perlu dilengkapi dalam pelaporan LPPD, agar Kota Cirebon posisinya naik,” ujarnya.

Sesuai arahan Wali Kota Cirebon, kata Eti pelaporan LPPD merupakan rangkuman dari kinerja Pemerintah Daerah (Pemda), maka dari itu hasil kinerja perangkatnya akan terus dievaluasi oleh Pimpinan (Wali Kota).


“Segala urusan Pemerintahan tidak akan maksimal jika tiap kepala OPD tidak berkomitmen dan bersinergis dengan baik terutama dalam penyususnan LPPD,” ujarnya. (bam)