Tajam, Aktual dan Mencerdaskan

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Senin, 30 Agustus 2021

DPRD Kota Cirebon Setujui Perubahan APBD 2021

FOKUS CIREBON – DPRD Kota Cirebon menyetujui Rancangan peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2021, dalam rapat paripurna di ruang Griya Sawala gedung dewan, Senin (30/8/2021).

Dalam rapat paripurna itu, Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon, M Handarujati Kalamullah SSos menyampaikan laporan hasil pembahasan Perubahan APBD. Anggota Fraksi Partai Demokrat yang akrab disapa Andru itu berharap evaluasi gubernur terkait Raperda tentang Perubahan APBD 2021 tak memakan waktu lama.

“Kami dari Badan Anggaran (Banggar) meminta agar Pemerintah Kota Cirebon meningkatkan pendapatan daerah melalui sektor pendapatan asli daerah (PAD). Walaupun memang saat ini tengah dilanda pandemi Covid-19,” kata Andru yang ditunjuk sebagai juru bicara Banggar DPRD Kota Cirebon.

Andru mengatakan, Raperda tentang Perubahan APBD 2021 telah dibahas di tingkat Banggar bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Kemudian, lanjut Andru, Banggar dan TAPD sepakat raperda ini disetujui dalam rapat paripurna.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Cirebon, Affiati SPd mengatakan, pembahasan Perubahan APBD dilakukan sesuai amanat UU Nomor 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah dan perubahannya.

Disebutkan bahwa Perubahan APBD dapat dilakukan jika terjadi beberapa hal. Di antaranya, ketidaksesuaian dengan asumsi Kebijakan Umum Anggaran (KUA), pergeseran anggaran unit organisasi, kegiatan dan antar jenis belanja.

Selain itu, lanjut Affiati, perubahan anggaran juga bisa disebabkan karena sisa lebih pembiayaan anggaran (SILPA) pada tahun sebelumnya untuk pembiayaan tahun anggaran berjalan.

“Pertimbangan lainnya adalah karena ditetapkannya Perda tentang Pertanggung Jawaban Pelaksanaan APBD 2021, belum mengakomodir seluruh kegiatan. Sehingga harus masuk dalam Perubahan APBD 2021,” kata Affiati.

Sementara itu, Walikota Cirebon, Drs H Nashrudin Azis SH menyampaikan, Perubahan APBD 2021 tetap memprioritaskan penanggulangan Covid-19. Meski saat ini kasus penyebaran Covid-19 di Kota Cirebon melandai, Azis mengaku, pemerintah harus tetap mengantisipasi agar tidak terjadi lonjakan kasus.

“Konsentrasi masih untuk penanggulangan Covid-19. Kemudian, ada kegiatan yang sifatnya wajib. Kalau untuk visi-misi sih sepertinya tidak keburu. Kita geser ke 2022,” kata Azis. (din)

Share:

Sabtu, 28 Agustus 2021

Perkuat Bahasa dan Sastra Arab, Jurusan BSA FUAD IAIN Cirebon Jalin Kerja Sama dengan Universiti Sultan Zainal Abidin Malaysia

FOKUS CIREBON, - Menyambut tahun akademik baru 2021 - 2022, keluarga BSA Jurusan Bahasa dan Sastra Arab IAIN Syekh Nurjati Cirebon menyelenggarakan kegiatan kuliah terbuka melalui Join Zoom Meeting. 

Kegiatan dengan Topik Kuliah Umum 'Belajar Bahasa Arab di Bumi Melayu' ini, menghadirkan Prof Madya Dr Elsayed Mohamed Salem Al-Awadi, dosen Universiti Sultan Zainal Abidin, Terengganu, Malaysia, Sabtu (28/8/2021), dengan Opening Speech Dr Hajam  M.Ag, Dekan Fakultas UAD, IAIN Syekh Nurjati Cirebon. 

Kepada fokuscirebon.com, Dr Hajam menjelaskan, kegiatan tersebut untuk menjalin kerja sama antara Jurusan BSA Fakultas Uhuludin, Adab dan Dakwah IAIN Syekh Nurjati Cirebon dengan Universitas luar negeri, tentu dengan pertukaran dosen dan mahasiswa, yakni untuk penguatan bahasa dan sastra arab.

"Ya, kali ini dengan Universitas Sultan Zaenal Abidin, Terengganu, Malaysia dengan Nara Sumbernya Prof.Madya Dr.Elsayed Muhammed Salem Al-Awadi. Kerja sama ini bertujuan untuk sharing materi dan metodologi kebahasaan dan kesastraan Arab dan Melayu," terang Hajam.  

Menurut Hajam, metodologi kebahasaan dan kesastraan bahasa arab dan melayu yang di sharring adalah cara dan model pembelajaran bahasa arab yang efektif untuk penguasaan gramatika, percakapan/dialog, satra banding, kritik sastra, filsafat bahasa.

"Harapanya, dengan pertukaran dosen dan mahasiswa ini untuk persiapan kurikulum kampus merdeka dan merdeka belajar," tandasnya. (din)
Share:

Jumat, 27 Agustus 2021

Usai Melantik, Bupati Cirebon Minta Perumda Tirtajati Minimalkan Keluhan Pelanggan

FOKUS CIREBON.- Bupati Cirebon Imron melantik sejumlah dewan pengawas dan direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirtajati di Pendopo Bupati, Jalan Kartini, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, Jumat (27/8/2021).

Pejabat yang dilantik yaitu Ir. H. Avip Suherdian, MT sebagai Ketua dewan pengawas, Anas Basuki, S.Si sebagai sekretaris dewan pengawas, H. Azis Hakim, S.Ud sebagai anggota dewan pengawas.

Kemudian, Muhammad Irsyad, SH., M.Si., sebagai direktur teknik dan Hendra Chandra Saputra, SH sebagai direktur umum.

Bupati Cirebon mengatakan, pejabat yang baru saja dilantik ini diminta agar tetap memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat. Menurutnya, perusahaan tersebut sering mendapatkan keluhan dari para pelanggan.

Imron menambahkan, saat musim kemarau, kebutuhan air bersih di Kabupaten Cirebon dipastikan meningkat. Melalui kinerja yang baik, permasalahan itu pasti dapat teratasi.

"Perumda Air Minum Tirta Jati ini membutuhkan SDM yang andal. Saya minta jangan sampai mendapatkan banyak keluhan dari pelanggan," kata Imron.

Menurut Imron, Perumda Air Minum Tirtajati ini memiliki dua fungsi, yakni sosial dan ekonomi. Untuk sosial, perusahaan tersebut membantu masyarakat yang membutuhkan air bersih. Sedangkan secara fungsi ekonomi, berkontribusi dalam peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

"Berarti, Perumda Air Minum Tirta Jati ini juga berperan dalam pembangunan di Kabupaten Cirebon," kata Imron.

Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Jati Suharyadi mengatakan, perusahaan yang dipimpinnya itu akan terus berkontribusi memberikan PAD. Tidak tanggung-tanggung, 55 persen laba bersih diberikan kepada daerah.

Sepanjang 2021 ini, kata Suharyadi, pihaknya sudah menghimpun laba kotor mencapai Rp 1,3 miliar. "Hampir separuhnya untuk daerah, selebihnya untuk program CSR dan tunjangan bagi karyawan," kata Suharyadi. (Heri)

Share:

Pemkab Cirebon Komitmen Tuntaskan Masalah Stunting


FOKUS CIREBON -  Pemerintah Kabupaten Cirebon menggelar acara Rembuk Stunting di Ballroom Hotel Sutan Raja, Jalan Tuparev, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Jumat (27/8/2021).

Bupati Cirebon Imron membuka kegiatan itu dan dihadiri pula Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon Eni Suhaeni dan Kepala Bappelitbangda Kabupaten Cirebon Suhartono.

Imron menuturkan, pemerintah daerah berkomitmen dan bertanggung jawab terhadap penyelesaian masalah stunting di Kabupaten Cirebon. 

Menurutnya, penyelesaian masalah tersebut harus melibatkan seluruh pihak. "Saat ini upaya penurunan ada di jalurnya dan membutuhkan konsistensi. Kabupaten Cirebon memiliki angka stunting cukup tinggi di Jawa Barat," kata Imron.

Imron mengatakan, kalau angka stunting tidak dapat ditekan, dikhawatirkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pada masa yang akan datang tidak bakal berkualitas.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon mengatakan, tahun lalu, dari 160 ribu balita, sebanyak 11,73 persennya mengalami stunting. Angka tersebut meningkat dibandingkan 2018 yang hanya 7,9 persen.

Meskipun begitu, kata Eni, tingkat stunting di Kabupaten Cirebon tidak melebihi target dari pemerintah provinsi dan nasional sebesar 14 persen. "Target sampai 2024 harus turun," katanya.

Sebelumnya, Peraturan Presiden (Perpres) nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting diterbitkan. Perpres tersebut merupakan payung hukum dari Strategi Nasional Percepatan Penurunan Stunting yang sudah dilaksanakan sejak tahun 2018.

Perpres tersebut menetapkan Tim Percepatan Penurunan Stunting yang terdiri dari Pengarah dan Pelaksana. Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin didapuk sebagai Ketua Pengarah, didampingi oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan serta sejumlah menteri lainnya.

Sedangkan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) ditunjuk menjadi Ketua Pelaksana.

Perpres tersebut juga menetapkan lima pilar utama yang sangat penting dalam percepatan penurunan stunting, yaitu Komitmen Politik dan Kepemimpinan Nasional dan Daerah, Kampanye Nasional dan Komunikasi Perubahan Perilaku, Konvergensi Program Pusat, Daerah dan Masyarakat, Ketahanan Pangan dan Gizi, dan Monitoring dan Evaluasi.

Lima pilar tersebut akan menjadi rujukan dalam penyusunan Rencana Aksi Nasional sebagai kerangka intervensi, baik di tingkat pusat maupun daerah. (din)

Share:

Bertujuan Studi Banding, PSGA IAIN Bandung Berkunjung Ke PSGA IAIN Cirebon

FOKUS CIREBON - Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon menerima kunjungan PSGA UIN Sunan Gunung Jati Bandung dalam rangka silaturahim dan studi banding, Jum'at (27/8/2021).

Dalam kunjungan tersebut, Ketua PSGA IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Naila Farah, M.Ag langsung menerima rombongan di ruang kerjanya.  

Naila Farah menjelaskan, kunjungan ini bertujuan terkait program-program PSGA IAIN Cirebon di masa pandemi, penanggulangan pelecehan seksual dan registrasi. 

Menurut Ketua PSGA IAIN Syekh Nurjati Cirebon, kunjungan PSGA UIN Bandung dikarenakan PSGA IAIN Cirebon di masa pandemi setiap bulannya dengan konsisten selalu mengadakan Webinar. 

Apalagi pada kegiatan tersebut, PSGA IAIN Cirebon selalu mendatangkan narasumber yang cukup populer,  sehingga menjadi daya tarik PSGA UIN Bandung untuk berkunjung ke Cirebon. 

Terkait kegiatan ini, Ketua PSGA IAIN Syekh Nurjati Cirebon berharap bisa selalu bekerja sama dengan PSGA UNI Bandung, terutama sharing program guna untuk menciptakan kampus yang sadar jender.

Sementera itu, Dr. Akmaliah, M.Ag selaku perwakilan PSGA UIN Bandung didampingi tim, memberikan harapannya terkait kunjungannya, dirinya berharap bisa saling berbagi informasi tentang kemajuan-kemajuan PSGA dalam berbagai halnya. (din)

Share:

Kamis, 26 Agustus 2021

Komisi III DPRD Kota Cirebon Sorotan Anggaran Penanggulangan Covid 19 dan Pembayaran Premi BPJS Kesehatan

FOKUS CIREBON – Komisi III DPRD menggelar rapat bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon membahas rencana kerja tahun 2022 di ruang Griya Sawala, Kamis (26/8/2021). 

Komisi III menyoroti anggaran penanggulangan Covid-19 dan pembayaran premi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon, dr Tresnawaty SpB mengatakan, Dinkes telah memaparkan tentang rencana kerjanya untuk 2022. Pihaknya telah memberikan catatan terkait program prioritas Dinkes dengan harapan ideal.

“Kami tadi bahas soal bagaimana premi BPJS Kesehatan tahun depan. Apakah cukup, atau tidak. 100 persen Universal Health Coverage (UHC) itu berapa anggarannya, jangan sampai kurang,” kata Tresnawaty usai rapat.

Tresnawaty menyarankan anggaran untuk pembayaran premi BPJS Kesehatan tahun depan minimalnya sama dengan anggaran tahun sebelumnya yakni Rp26 miliar. “Yang terposting di Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) ternyata kurang, hanya Rp 21 miliar untuk tahun depan. Harusnya minimal seperti tahun ini,” tuturnya.

Selain menyoroti soal anggaran untuk pembayaran premi BPJS, Tresnawaty juga menilai, pentingnya kajian dan perhitungan yang matang terkait penanggulangan pandemi Covid-19. Menurutnya, Pemkot Cirebon harusnya bisa belajar dari pengalaman tahun sebelumnya dalam menangani pandemi. Sehingga, tak ada lagi refocusing atau penyesuaian anggaran.

“Penanggulangan pandemi Covid-19 ini masuk dalam anggaran kondisi kejadian luar biasa (KLB). Dinkes menganggarkan Rp 2,8 miliar. Ini harus dilihat lagi, cukup atau tidak. Ini sumber anggarannya dari DAK non fisik,” terangnya.

Rencananya Komisi III DPRD akan mengundang Rumah Sakit Daerah (RSD) Gunung Jati untuk membahas anggaran penanggulangan pandemi. “Biar kita tahu kebutuhannya berapa,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Cirebon dr H Edy Sugiarto MKes mengatakan, penaggulangan pandemi Covid-19 dan pembayaran premi BPJS Kesehatan masuk dalam 10 program prioritas Dinkes Kota Cirebon. Ia juga tak menampik anggaran pembayaran premi BPJS Kesehatan kurang ideal.

“Untuk anggaran (penanggulangan) Covid-19 belum ya. Tapi untuk iuran BPJS itu harusnya Rp26 miliar, tertulisnya Rp21 miliar. Selebihnya soal kesehatan ibu dan anak, stunting, pelayanan kesehatan dan lainnya,” kata Edy. (din)

Share:

DPRD Kota cirebon Bersama Disdik Bahas KUA-PASS 2022

FOKUS CIREBON – Rapat kerja Komisi III DPRD Kota Cirebon bersama Dinas Pendidikan (Disdik) membahas Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun 2022, Kamis (26/08/2021).

Dalam rapat yang digelar di Griya Sawala tersebut, Komisi III mengevaluasi perencanaan anggaran prioritas pada tahun 2022 yang sudah disusun Disdik.

Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon, dr Tresnawaty SpB mengatakan, dikarenakan masih dalam pandemi Covid-19, dimana pembelajaran tatap muka belum bisa digelar, maka prioritas anggaran tidak terlalu banyak. Pasalnya, pandemi belum bisa dipastikan kapan akan berakhir.

“Kami berharap tahun depan sudah normal lagi, sehingga anggaran bisa ditingkatkan. Prioritas anggaran pendidikan tidak banyak, di antaranya belanja pegawai dan BOS untuk SMP dan SD,” kata Tresnawaty usai rapat.

Tresna mengatakan, proyeksi kebutuhan anggaran yang dituangkan dalam KUA-PPAS oleh Disdik sebesar Rp319 miliar, bersumber dari APBN dan APBD.

Dari APBD, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) hanya bisa memberikan pagu indikatif sebesar Rp37,8 miliar. Anggaran dari pemerintah daerah itu untuk pembiayaan belanja modal, hibah RA dan MI, serta Bantuan Operasional Sekolah (BOS) daerah.

Di sisi lain, pagu yang ditetapkan APBN sama sekali tidak berkurang dibanding sebelumnya, yaitu sebesar Rp241 miliar. Prioritas anggaran terbesar untuk pembiayaan guru dan tenaga pendidikan honorer di Kota Cirebon.

Pagu anggaran yang dialokasikan di APBN hanya untuk penyelenggaraan pendidikan reguler, tidak bisa dialokasikan untuk kebutuhan pendidikan yang lain.

“Kalau dari APBD kecil sekali. Tenaga honorer masih banyak belum terbayar. Ini yang menjadi persoalan. Kalau kegiatan reguler, tetap berjalan. Sementara untuk upgrade kapasitas guru dan siswa tidak ada. Kegiatan-kegiatan untuk pelatihan, event, seminar, dan sebagainya tidak ada,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon, M Handarujati Kalamullah SSos menyoroti pagu anggaran tahun 2022 yang belum secara spesifik mencantumkan kegiatan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Menurutnya, jangan sampai ketika tidak dicantumkan, Disdik tiba-tiba meminta anggaran untuk PJJ.

“Dari hasil rapat, PJJ dianggarkan. Karena kebijakan dari pemerintah pusat masih menjaga situasi kondisi di tengah pandemi ini,” katanya.

Meski anggaran dari APBN tidak berkurang, namun kebutuhan untuk belanja pegawai dari masih tinggi. Kemudian, pagu anggaran yang ditetapkan APBN tidak bisa dialihkan untuk pembiayaan lainnya.

“Pagu anggaran tidak bisa digeser-geser. Masalahnya dari APBD belum bisa mengakomodir bantuan untuk MDTA. Kami akan bertanya kepada pemkot sejauh mana keseriusannya untuk hal ini,” katanya.

Sementara itu, Kepala Disdik Kota Cirebon, Dr H Irawan Wahyono MPd mengakui jika laporan yang disampaikan rapat tidak terlalu rinci, sehingga harus ditindaklanjuti pada saat rapat lanjutan. Perihal anggaran PJJ, Irawan memyebutkan, masih dialokasikan pada tahun 2022.

Menurutnya, jika situasi kondisi masih belum bisa memungkinkan pembelajaran tatap muka, maka PJJ masih dilaksanakan. Namun demikian, Disdik sudah mengantisipasi jika anggaran tidak cukup membiayai PJJ yang melibatkan kerjasama dengan TV swasta lokal.

“Ya kalau masih pandemi maka PJJ. Tapi Disdik sudah punya alat teleconference untuk PJJ di sekolah-sekolah. Kami masih menyesuaikan anggarannya,” katanya. 

Share:

Selasa, 24 Agustus 2021

Kapolda Jabar Meninjau Pelaksanaan Vaksinasi di Kabupaten Cirebon



KABUPATEN CIREBON - Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Ahmad Dofiri meninjau pelaksanaan vaksinasi massal di MAN 2 Cirebon Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin Kabupaten Cirebon,  Selasa (24/8/2021). 

Kegiatan vaksinasi massal tersebut dihadiri oleh Bupati Cirebon, Drs.H. Imron, M.Ag, Wakil Bupati, Hj. Wahyu Tjiptaningsih bersama unsur Forkopimda Kabupaten Cirebon. 

Dofiri mengatakan, vaksinasi massal di Pondok Pesantren ini bertujuan untuk ikut membantu program Pemerintah Jawa Barat untuk menekan penyebaran Covid-19 serta  mendapatkan herd immunity. 

Menurutnya, penduduk Jawa Barat merupakan paling banyak di Indonesia dengan 50 juta penduduk. 

"Artinya kalau untuk mendapatkan herd immunity di Jabar  kita harus mencapai kurang lebih 37 juta vaksin. Sekarang baru 12 juta orang yang divaksin, jadi masih kurang 25 juta orang lagi. Jadi kami harus mengejar target herd Immunity sampai akhir Desember. Berarti dalam sehari vaksin yang harus disuntikkan kepada masyarakat minimal  400 ribu orang setiap harinya," ujarnya.

Ia pun mengungkapkan, butuh kerja sama semua pihak untuk penanganan Covid-19, mulai dari pemerintah,  TNI, Polri maupun masyarakat. 

"Untuk memutus mata rantai Covid-19 dibutuhkan tiga hal, yang pertama yakni menjaga Prokes, yang kedua harus 3T yakni testing, tracing, treatment dan yang terakhir adalah dengan Vaksinasi," ujar Dofiri. 

Dofiri menjelaskan, pihaknya mengingatkan kepada para santri dan masyarakat yang sudah  divaksin agar tetap menerapkan protokol kesehatan, bukan berarti jika sudah divaksin akan kebal terhadap paparan Covid-19. Akan tetapi vaksin itu untuk mencegah paparan dari Covid-19. 

"Vaksin juga tidak menjamin seseorang untuk tidak tertular dan terpapar. Tetapi dengan divaksin setidaknya imun di dalam tubuh  kita jadi lebih bagus dan terbentuk. Kalaupun terpapar paling tidak hanya gejala ringan atau tanpa gejala. Sehingga  pentingnya vaksin harus segera disuntikan," ungkapnya. 

Selain itu, menurut Dofiri, Pondok Pesantren menjadi tempat paling penting untuk program vaksinasi massal. Sebab pengaruh Ponpes sendiri di masyarakat sangat membantu untuk ikut mensosialisasikan pentingnya vaksin. 

"Tadi kami lihat antusias warga yang ikut vaksin sangatlah banyak. Ini salah satu bukti bahwa Ponpes menjadi contoh serta mampu meyakinkan masyarakat untuk vaksinasi demi kesehatan bersama dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19," ungkap Dofiri. 

Namun demikian, dengan gencarnya vaksinasi massal, pihaknya memastikan stok vaksin aman untuk masyarakat Jawa Barat. 

"Kemarin-kemarin stok vaksin menipis karena memang stoknya tidak banyak tetapi nanti bulan September sampai Desember stok vaksin sangat banyak dari Biofarma target kita 70 juta vaksin bisa disuntikan dalam kurun waktu satu bulan di Jawa Barat," ujarnya.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin Kabupaten Cirebon,  KH. Zamzami Amin mengatakan bahwa pihaknya mengucapkan banyak terima kasih kepada Polda Jabar yang sudah mengadakan vaksinasi massal untuk santri dan santriwati di lingkungan Ponpes. 

"Alhamdullilah semua dibantu dari tenaga kesehatan sampai persiapan, kami mengajukan vaksin 3000 orang  tetapi dari Polda Jabar memberikan 4000 orang. Alhamdulillah dikasih lebih," ungkapnya. 

Ia pun berdoa semoga apa yang dilakukan oleh jajaran Polda Jabar bisa bermanfaat terutama pencegahan penyebaran Covid-19 di Jawa Barat. 

"Mari bersama Ikhtiar lahir batin dan ikhtiar dengan doa. Alhamdullilah semoga vaksinasi massal bisa bermanfaat khususnya Jawa Barat dan umumnya  Indonesia. Dan Covid-19 ini akan segera selesai, sehingga  Indonesia akan jadi negara makmur dan aman," ungkapnya. (Bam)

Share:

Wakil Wali Kota Cirebon : Vaksinasi Pelajar Persiapan Pembelajaran Tatap Muka

FOKUS CIREBON – Vaksinasi Covid-19 untuk pelajar menjadi salah satu tahapan persiapan pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Cirebon. Target vaksinasi Covid-19 juga terus digenjot sehingga terbentuk kekebalan kelompok (herd immunity) di Kota Cirebon.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati didampingi Sekretaris Daerah (Sekda), Drs. H. Agus Mulyadi, M.Si., usai meninjau pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 di SMA Negeri 1 Kota Cirebon, Selasa, 24 Agustus 2021.

“Alhamdulillah vaksinasi Covid-19 saat ini sudah menyasar pelajar SMP dan SMA di Kota Cirebon,” ujarnya.

Vaksinasi untuk pelajar ini merupakan salah satu persiapan penyelenggaraan PTM di Kota Cirebon. “Sehingga kita bisa lebih tenang,” kata dia.

Pada kesempatan itu, Eti juga mengucapkan terima kasih atas sinergi yang baik antara kepolisian dan TNI sehingga ketersediaan vaksin Covid-19 di Kota Cirebon tiada henti. “Sehingga sekarang vaksinasi Covid-19 kita sudah mencapai 52 persen,” katanya.

Pemda Kota Cirebon, lanjut Eti, juga akan terus mendorong vaksinasi Covid-19 sehingga akhir tahun ini 100 persen warga sudah divaksin. “Kita akan berupaya keras untuk mencapai target itu. Sehingga herd immunity segera terbentuk di Kota Cirebon,” tuturnya.

Untuk itu, Eti juga meminta kepada masyarakat untuk mendatangi puskesmas terdekat atau pusat vaksinasi yang disiapkan sehingga bisa mendapatkan suntikan vaksin Covid-19.

Sementara itu, vaksinasi Covid-19 di SMA Negeri 1 Kota Cirebon selain menyasar pelajar juga masyarakat sekitar. “Jumlahnya sekitar 1.200 orang,” ungkap Sekda Kota Cirebon, Drs. H. Agus Mulyadi, M.Si. 

Agus menambahkan, kenaikan data pelajar yang sudah divaksin Covid-19 terlihat lambat. Penambahannya baru sekitar 13 persen. Padahal, jumlah pelajar yang sudah divaksin lebih tinggi.

“Kemungkinan masuk ke KPC PEN ke pelayanan publik. Karena pelayanan publiknya sudah mencapai 278 persen,” kata Agus.

Untuk itu, lanjut Agus, pihaknya sudah meminta updating data sehingga bisa terjadi migrasi dari yang berumur 12 tahun ke atas bisa masuk ke pelajar. (din)

Share:

Pemda Kota Cirebon Berupaya Tekan Kemiskinan

FOKUS CIREBON – Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon akan berupaya maksimal untuk menekan angka kemiskinan. Pandemi Covid-19 berdampak pada naiknya angka kemiskinan di Kota Cirebon.

Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati usai mengikuti Rakor Pelaksanaan Penanggulangan Kemiskinan di Wilayah Jawa Barat secara virtual ruang kerjanya, Selasa, 24 Agustus 2021 menjelaskan pandemi Covid-19 telah menyebabkan kenaikan warga miskin di Kota Cirebon. 

“Berdasarkan arahan tadi, kita akan fokus untuk menekan angka kemiskinan. Termasuk di Kota Cirebon,” tegas Eti.

Namun, lanjut Eti, Pemda Kota Cirebon tidak bisa sendiri. Untuk penanggulangan kemiskinan dibutuhkan sinergi dan kolaborasi dengan semua pihak. “Termasuk tentang mengenai pembiayaan,” ungkap Eti. 

Pemda Kota Cirebon akan mengupayakan pembiayaan baik dari APBN maupun APBD provinsi Jawa Barat untuk menambah pembiayaan penanggulangan kemiskinan yang ada di Kota Cirebon.

Sementara itu Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP4D) Kota Cirebon, Iing Daiman, S.IP., M.Si., menjelaskan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) diketuai oleh seluruh wakil kepala daerah. “Di Kota Cirebon diketuai oleh bu Wakil Wali Kota,” ungkap Iing.

Pandemi Covid-19, lanjut Iing telah menyebabkan naiknya angka kemiskinan di Kota Cirebon. “Naik 9,52 persen dari tahun sebelumnya,” ungkap Iing. 

Padahal tingkat kemiskinan di Kota Cirebon sebelumnya ditargetkan hanya 8,5 persen. Untuk itu, diperlukan langkah-langkah ntuk penanggulangan kemiskinan serentak di Jabar, termasuk di Kota Cirebon.

Namun secara khusus Iing menekankan agar updating data kemiskinan diperkuat. Sehingga saat ada masalah sosial, penyajian data yang sudah bagus dan tepat dapat mempercepat penyaluran bantuan untuk masyarakat yang memang membutuhkan.

Sementara itu kepala bidang (Kabid) Sosial Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSPPPA) Kota Cirebon, Aria Dipahandi, menjelaskan untuk permasalahan data, Kota Cirebon sudah melakukan sinkronisasi dan updating. 

“Kita sudah siap jika Kemensos memerlukan data baru atau data yang akan dimasukkan ke Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS),” ungkap Aria.

Untuk bantuan sosial, lanjut Aria, Pemda Kota Cirebon sudah mengambil kebijakan agar warga tidak menerima bantuan yang sama berkali-kali.

“Kita sudah mencoba agar yang sudah mendapatkan bantuan dari Pemprov dan Kota Cirebon tidak beririsan dengan bantuan dari Kemensos,” ungkap Aria. Sehingga tidak ada lagi anggapan bahwa yang menerima bantuan hanya orang-orang itu saja.

Pandemi Covid-19, lanjut Aria, telah menyumbang pada bertambahnya angka kemiskinan di Kota Cirebon. Bahkan 11 variabel yang membuat seseorang dimasukkan ke DTKS kini mengalami pergeseran. “Seperti kata pak Gubernur, ada orang miskin baru,” ungkap Aria.

Sehingga sekalipun orang tersebut memiliki rumah dan kendaraan, namun karena terkena PHK membuat dirinya tidak mampu lagi mencukupi kebutuhannya.

Ke depannya Aria juga sepakat bahwa untuk penanggulangan kemiskinan data ini harus diperkuat.

“Karena data itu sifatnya dinamis,” ungkap Aria. Sehingga harus betul-betul diperhatikan pergerakan data ini. “Jika data kuat dan konkrit, kebijakan yang diambil Pemda Kota Cirebon juga tepat,” ungkap Aria. (din) 


Share:

Senin, 23 Agustus 2021

Kabupaten Cirebon Bidik Lima Besar di STQH XVII 2021

KABUPATEN CIREBON - Bupati Cirebon, Drs, H. Imron, M.Ag op6timistis peserta STQ Kabupaten Cirebon mampu meraih peringkat lima besar dalam Seleksi Tilawatil Quran dan Hadist (STQH) XVII/2021 tingkat Provinsi Jawa-Barat. 

Hal tersebut diungkapkan seusai acara pelepasan peserta STQ Kabupaten Cirebon di Hotel Koening Jalan Tuparev, Kecamatan Kedawung,  Senin (23/8/2021). 

Menurutnya, kemampuan para peserta STQ dari Kabupaten Cirebon sangat diperhitungkan di wilayah Jawa-Barat. Sebab,  Kabupaten Cirebon merupakan basis  Pondok Pesantren di Jawa Barat. 

"Kita harus optimistis juara, Cirebon itu selalu dipandang oleh para peserta daerah lain karena basis Pondok Pesatren. Jadi kita optimistis STQ tahun sekarang membawa predikat lebih baik," kata Bupati Imron. 

Imron mengatakan, pada STQ tahun 2018 Kabupaten masuk peringkat 10 besar dari 27 kota/Kabupaten di Jawa-barat. Karena Pandemi Covid-19 selama dua tahun STQ baru diadakan kembali pada 2021. 

"STQ pada 2018 Kabupaten masuk peringkat ke-7 dan MTQ tahun 2020 peringkat ke-16. Sehingga  keberhasilan para peserta STQ dilihat dari potensi para peserta itu sendiri serta para pembina dalam membina," ujarnya.

Sementara itu, Ketua  LPTQ Kabupaten Cirebon sekaligus Asisten Pemerintah dan Kesra Setda, Drs. H. Asdullah Anwar, MM mengatakan, pihaknya sudah melakukan penyaringan para peserta STQ Kabupaten Cirebon. 

"15 orang tersebut merupakan orang pilihan yang akan ikut lomba STQ tingkat Jabar  di Bandung. Mereka lolos seleksi tingkat kecamatan," katanya. 

Asdullah mengungkapkan, dalam pembinaan idealnya para peserta STQ maupun MTQ dilakukan selama satu tahun. Bahkan menurutnya dengan waktu lama diharapkan hasil yang didapat akan lebih maksimal. 

"Misalnya pembinaan selama satu tahun, untuk STQ atau MTQ tahun 2022, setidaknya tahun 2021 ini sudah dilakukan pembinaan dan pelatihan. Saya yakin nanti saat perlombaan kita akan mendapatkan hasil yang memuaskan minimalnya dua besar dan masuk lima besar tingkat Jawa Barat," ungkapnya. (Indah) 

Share:

Dua Belas Ribu Lebih Mahasiswa IAIN Cirebon Ditarget Vaksinasi Sebelum Kuliah Tatap Muka Dibuka

FOKUS CIREBON,  FC -  Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Kemahasisaan IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr Ilman Nafi'a M.Ag menyatakan sebanyak 12.000 lebih mahasiswa IAIN SNJ Cirebon ditarget vaksinasi sebelum kuliah tatap muka, Jum'at (20/8/2121).

Ilman memastikan program tersebut akan berjalan, karena saat ini saja sekitar 1000 an mahasiswa dalam program kerjasama IAIN bersama TNI-Polri tengah di vaksin. 

"Ya, Polres Cirebon Kota belum lama ini juga memvaksin para aktivis mahasiswa, melalui organisasi kemahasisaan masing-masing, baik HMI, GMNI maupun PMI dan lainnya, dan kerjasama vaksinasi Polres dengan IAIN Cirebon akan dilanjut pada kegiatan yang sama dikegiatan vaksinasi berikutnya," terang Ilman. 

Ilman juga menegaskan, sebelum kuliah dibuka (tatap muka), seluruh mahasiswa sudah divaksin. "kampus akan lakukan ini, agar seluruh civitas akademika sudah seluruhnya divaksin," ujarnya. 

Ilman menjelaskan, upaya bertahap vaksinasi sudah dilakukan pihak TNI-Polri, yakni Polres Cirebon Kota melalui sejumlah aktivis mahasiswa melalui sejumlah organisasi kemahasiswaan. 

"Alhamdulillah, sudah dilakukan kepada para aktivis mahasiswa, melalui organisasi kemahasiswaan, sehingga jumlah yang sudah tervaksin terus meningkat dan kami targetnya sebelum tatap muka dimulai semua diharapkan sudah tervaksin," tandas Ilman. (indah) 

Share:

Jumat, 20 Agustus 2021

Pemkab Cirebon Salurkan Bantuan kepada Penyandang Disabilitas

KABUPATEN CIREBON - Pemerintah Kabupaten Cirebon menyalurkan bantuan sembako untuk sejumlah warga kelompok penyandang disabilitas. Penyerahan tersebut dilakukan di Gedung PCNU, Jalan Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Jumat (20/8/2021).

Bantuan yang berasal dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) itu diberikan kepada 60 penyandang disabilitas. Pemberian secara simbolis dilakukan Bupati Cirebon,  Drs. H. Imron MAg dan didampingi oleh Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Iis Krisnandar.

Masing-masing paket sembako terdiri dari 150 kilogram beras, 4 dus mie instan, 4 liter minyak goreng, 8 susu kental manis, 4 bungkus garam, 4 kilogram gula pasir, 4 kilogram kacang, 4 kilogram gula merah, 4 botol kecap, 4 kaleng kornet, dan 4 kaleng sardeng.

Bupati Cirebon mengatakan, bantuan ini diberikan untuk meringankan masyarakat di tengah pandemi covid-19. Selain berisiko tertular virus corona, kelompok tersebut secara nyata juga terdampak ekonomi.

"Bentuk perhatian kami kepada mereka. Meskipun bantuan ini tidak banyak, setidaknya meringankan," ujarnya di Gedung PCNU Kabupaten Cirebon, Jalan Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Jumat (20/8/2021).

Bupati Cirebon mengimbau, kepada masyarakat yang memiliki harta lebih diminta untuk membantu masyarakat terdampak secara ekonomi.

Menurutnya, negara dan daerah bakal maju, kalau ada empat faktor, pertama ilmunya ulama, dermawannya orang kaya, doanya fakir miskin, dan adilnya pemimpin. "Kalau empat unsur ini dilakukan, masyarakat Kabupaten Cirebon akan sejahtera," tuturnya. (Nur)

Share:

Mahasiswa UMC Lakukan Kegiatan KKM Sosialisasi Budaya di Kelurahan Gegunung

FOKUS CIREBON, FC  FUniversitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) sedang mengadakan kegiatan pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, yaitu Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) yang bertemakan tentang 'Desa Wisata'. Kegiatan tersebut dilakukan selama 1 bulan penuh di Kecamatan masing-masing atau sesuai domisili mahasiswa.

Salah satu kelompok KKM UMC, yaitu kelompok 22 Sasageyo, menggelar acara Sosialisasi Media yang ditujukan kepada masyarakat Kelurahan Gegunung Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon, Jum'at (20/8).

Acara tersebut berlangsung di Aula Makam Pesarean, karena sekaligus memperingati jatuhnya tanggal 10 Muharram. 

Wahyu Dwipangga, sebagai Ketua kelompok KKM 22 Sasageyo, menjelaskan bahwa pentingnya mahasiswa turut serta dalam tradisi rutin kelurahan gegunung, sekaligus melakukan Sosialisasi Media, agar masyarakat lebih memahami pentingnya media sosial di jaman sekarang.

"Sasageyo sendiri diambil dari judul lagu anime Jepang yang artinya adalah berjuanglah, korbankanlah, seluruh jiwa raga dan hatimu. Saya harap semangat dan perjuangan kami sama seperti nama kelompok kami," jelas Wahyu.

Ririn Risnawati, selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) mengatakan, kegiatan KKM yang dilaksanakan kelompok Sasageyo memang bertujuan untuk melestarikan budaya Kelurahan Gegunung, salah satunya adalah pembuatan Bubur Suro yang dilakukan setahun sekali.

"Kegiatan ini memang sengaja dilakukan oleh mahasiswa, karena bertepatan pada tanggal 10 Suro, yang biasa diperingati oleh warga Kelurahan Gegunung untuk membuat Bubur Suro. Selain itu saya juga berterimakasih kepada anak-anak, semoga bisa lebih berpartisipasi lagi dalam melestarikan kebudayaan masyarakat Gegunung," ujar Ririn.

Hasan, selaku Kuncen Makam Pesarean memaparkan, Makna dari pembuatan Bubur Suro pada 10 Muharam ini adalah untuk memberi makan orang yang sudah berpuasa.

"Setelah berpuasa biasanya kita tidak boleh langsung memakan makanan yang keras-keras, oleh karena itu bubur adalah makanan yang telat agar tidak merusak pencernaam kita," paparnya.

Lurah Gegunung, Abdul Roup berharap, adanya KKM Mahasiswa Kelompok Sasageyo bisa lebih meningkatkan kebudayaan Kelurahan Gegunung dan mempublikasikan ke khayalak.

"Saya berharap mahasiswa UMC dapat melestarikan kebudayaan Kelurahan Gegunung dan mempublikasikan ke masyarakat luas," pungkas Roup. (Indah)

Share:

Wali Kota Cirebon Apresiasi Kolaborasi IAIN Syekh Nujati dan TNI-Polri dalam Pelaksanaan Vaksinasi


FOKUS CIREBON, - Wali Kota Cirebon, Drs H Nashrudin Azis SH yang diwakilkan Anda I, H Sutisna SH menyambut baik, bahkan mengapresiasi kolaborasi IAIN Cirebon dengan TNI-Polri dalam Pelaksanan vaksinasi bagi 1200 mahasiswa dan masyarakat. 

Menurut Sutisna, Wali Kota Cirebon selaku Ketua Komite Penanganan Covid 19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah, memang tengah gencar melaksanakan vaksinasi Covid 19 dalam rangka mencegah dan memutus mata rantai virus covid 19. 

Terkait pelaksanaan vaksin di kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon, kata Sutisna, hal itu sesuai dengan apa yang tengah gencar dilakukan pemerintah saat ini. 

Di mana dalam dalam penangan Covid 19 ini ada tiga strategi, yakni Pertama Prokes, Kedua 3T dan Ketiga Vaksinasi.

"Wali Kota Cirebon sangat mendukung terhadap institusi atau komunitas yang melaksanakan vaksinasi dan didukung pula oleh TNI Polri yang memiliki jalur vaksin sendiri untuk membeck-up pelaksanaan vaksinasi yang dilaksanakan dinas kesehatan," terang Sutisna.  

Untuk itu, kata Sutisna, dari jumlah 1200 mahasiswa yang divaksin,  paling tidak minggu ini ditargetkan 50 persen bisa tercapai. 

"Kami sampaikan terimakasih kepada IAIN Cirebon yang sudah berkolaborasi dengan TNI-Polri melaksanakan vaksinasi. Semoga target 50 persen Pad minggu ini di Kota Cirebon, tercapai," pungkasnya. (din) 
Share:

Hari ini, 1200 Mahasiswa dan Pegawai IAIN Cirebon Divaksin


FOKUS CIREBON, FC - Sebanyak 1200 mahasiswa, pegawai di lingkungan IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan masyarakat sekitar divaksin, Jum'at (20/8/2021).
Kegiatan yang digelar di dalam dan di halaman gedung Ma'had IAIN SNJ Cirebon dihadiri langsung Wali Kota Cirebon melalui Asda 1, Kapolres Cirebon Kota, Korem 063/SGJ Cirebon, Dandim 0614, Danlal dan Dandenpom, serta Warek II dan Warek III, IAIN Cirebon juga Kabiro AUAK IAIN Cirebon.

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim M.Ag melalui Wakil Rektor III, Bidang Kerjasama dan Kemahasiswaan, Dr H Ilman Nafi'a M.Ag dalam sambutannya menyampaikan rasa terimkasihnya kepada semua pihak, khususnya TNI-Polri atas terlaksana kerjasama vaksinasi di lingkungan Kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Warek III ini berharap, kegiatan  kerjasama vaksinasi ini bisa dilanjutkan lagi pada kegiatan yang kedua dan seterusnya, dengan harapan civitas akademika IAIN Cirebon seluruhnya sudah tervaksin.

Kapolres Cirebon Kota, AKBP Imron Ermawan, SH, MH dalam sambutannya juga menyampaikan ucapan terimakasih atas kerjasama IAIN Cirebon bersama TNI-Polri atas terselenggaranya kegiatan vaksinasi di lingkungan kampus IAIN SNJ Cirebon.

"Kami memberi apresiasi atas kerjasama ini dan kami sudah siapkan vaksin untuk seluruh komponen di lingkungan kampus, karena target kami adalah sebelum perkuliahan tatap muka dibuka, seluruh mahasiswa sudah divaksin," ujarnya.

Keinginan tersebut disampaikan lantaran tidak ada yang mengetahui sampai kapan pandemi covid 19 ini berakhir, sehingga TNI-Polri bersama pemerintah daerah dan segenap komponen yang ada, akan terus bekerja menyetop dan memutus mata rantai virus covid 19 di Kota Cirebon.

"Alhamdulillah, saat ini grafiknya sudah menurun, tapi kami tetap ingatkan kepada masyarakat dan mahasiwa untuk tetap menjalankan prokes dan jangan sampai nanti pada vaksinasi gelombang tiga malah kembali bertambah, justru harus dijaga bersama dari sekarang agar grafiknya terus menurun," pintanya.

Kapolres juga menyampaikan TNI-Polri dan Pemda Kota Cirebon siap melanjutkan kerjasama vaksinasi ke dua dengan pihak IAIN Cirebon dengan harapan data mahasiswa yang akan divaksin lebih besar jumlahnya dari kegiatan vaksinasi pertama ini.

Sementara itu, kegiatan vaksinasi ini merupakan  rangkaian Dies Natalis ke 56 IAIN Syekh Nurjati Cirebon -  Vaksinasi Covid 19 untuk 1000 orang terdiri dari keluarga besar IAIN SNJ Cirebon, mahasiswa dan masyarakat sekitar. 

Ketua Satgas Covid 19 IAIN SNJ Cirebon, Dr H Ahmad Yani, M.Ag yang memandu kegiatan kerjasama vaksinasi memberikan penjelasan bahwa selain kegiatan kerjasama vaksinasi ini berjalan lancar, pihak kampus tengah bersiap menjadi UISI. Bahkan ke depan IAIN SNJ Cirebon akan membuka Fakultas Kedokteran. "Insya Allah, mohon doanya bapak ibu semua," terangnya.

Di acara vaksinasi, terlihat motto kegiatan yang terpasang pada sebuah spanduk kegiatan yakni Ikhtiar sehat, keluarga kuat, pendidikan maju, sinergi TNI Polri, Pemkot Cirebon dengan IAIN SNJ Cirebon. (din)


Share:

Wabup Cirebon Bagikan Beras dan Masker Ke Para Juru Parkir

FOKUS CIREBON -  Wakil Bupati Cirebon Hj. Wahyu Tjiptaningsih,SE,M.Si memberikan masker dan paket sembako kepada 60 Juru Parkir (Jukir) yang ada di Kab. Cirebon, khususnya Jukir yang ada di sekitar Pasar Minggu Palimanan, Arjawinangun dan Jamblang.

Pemberian tersebut di bagikan di dua lokasi yaitu di lokasi sekitar Bank BJP Kcp Palimanan dan sekitar Unit BRI Palimanan, Jum,at 20/08/21.

Pemberian masker dan sembako tersebut sebagai bentuk kepedulian  Wakil Bupati Cirebon yang memiliki rasa empati, mengingat masa pandemi Covid-19 ini belum jelas kapan akan menjadi endemi, sehingga menimbulkan arus mobilisasi warga yang menggunakan kendaraan berkurang yang kemudian berdampak kepada mengurangnya pendapatan penghasilan bagi para Jukir Kendaraan.

Dengan berkurangnya penghasilan tersebut Hj. Wahyu Tjiptaningsih,SE,M.Si yang akrap disapa Ayu merasa prihatin terhadap para Jukir yang kemudian berinisiatif memberikan paket sembako untuk mengurangi beban hidup mereka.

Ayu mengingatkan kepada para Jukir agar dalam menjalankan tugasnya tetap mengikuti Prokes agar tidak terpapar Covir-19 yang penularannya begitu cepat, sehingga kesehatan para Jukir dan masyarakat tetap terjaga.

“Saya memberikan bantuan berupa masker dan beras sebanyak masing-masing 5 kg dan mengimbau kepada para Juru Parkir dalam menjalankan tugasnya agar tetap menjalankan Prokes, salah satunya jangan lupa memakai masker, sehingga kesehatan mereka tetap terjaga,”tutur Ayu.

“Jangan lupa prokes ya, pakai masker, jaga kesehatan dan salam buat keluarga,” pungkasnya. (Heri)

Share:

Komisi I DPRD Kota Cirebon Berikan Empat Rekomendasi Bagi Penunjang Rencana kerja DPMPTSP

FOKUS CIREBON - Komisi I DPRD Kota Cirebon dan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Cirebon membahas rencana kerja tahun 2022, Jumat (20/8/2021), di ruang serbaguna gedung DPRD Kota Cirebon.

Sekretaris Komisi I, Tunggal Dewananto mengatakan, ada empat rekomendasi yang diberikan untuk menunjang rencana kerja DPMPTSP di tahun mendatang, yakni pemindahan kantor karena kondisi gedung yang dinilai kurang representatif, sehingga pelayanan kurang nyaman.

“Kedua, DPMPTSP juga harus memiliki mal pelayanan publik dalam satu gedung. Ini bisa saja diantisipasi dengan menyewa di mal atau lainnya. Karena DPMPTSP merupakan etalase Kota Cirebon. Bagaimana investor tertarik jika kantornya tidak nyaman,” ungkapnya.

Selanjutnya yang ketiga adalah persoalan regulasi, yakni peraturan daerah. Menurut politisi PPP tersebut, belum ada regulasi yang secara mendetail membahas Online Single Submission (OSS) berbasis risiko atau OSS Risk Based Approach (RBA), misalnya terkait Rencana Detail dan Tata Ruang (RDTR) digital dan teknis perizinan.

“Bakal berimplikasi hukum apabila dinas mengeluarkan izin, tetapi tidak dasari dengan regulasi baku yang ada di daerah. Memang ada perda lama, tapi belum ada revisi mendetail terkait OSS RBA,” ungkap pria yang akrab disapa Dewa.

Sedangkan rekomendasi keempat, kata Dewa, dukungan anggaran yang untuk menunjang semua pelayanan. “Dari ajuan yang diusulkan sebanyak Rp9,5 miliar, tapi yang terakomodir hanya Rp8,5 miliar. Secara ideal, angka yang diajukan juga kurang, tapi dinas memasang sesuai dengan ketersediaan anggaran yang tersedia,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris DPMPTSP, Icip Suryadi SSos MM mengatakan, dalam rangka memberikan pelyanan terbaik pada masyarakat, terutama penerapan OSS RBA perlu ditunjang lebih baik dengan perlatan yang canggih dan kapasitas internet yang baik.

“Karena kita kerjanya memantau perkembangan investasi yang masuk di Kota Cirebon. Berapa perusahaan yang masuk kemudian dikoordinasikan dengan instansi teknis untuk pengawasan, pengendalian dan pembinaan,” ujarnya.

Perihal OSS RBA, lanjut Icip, sistem ini terdiri tiga risiko, yakni rendah, menengah dan tinggi. Indikator dari setiap resiko tergantung jenis usaha dan permodalan.

“Jadi misalnya ada perusahaan yang ingin investasi, mereka akan mengunggah semua dokumen di sistem OSS RBA. Kemudian sistem yang akan menentukan perusahaan tersebut masuk risiko rendah, menengah atau tinggi,” jelasnya.

Saat ini, kata Icip, DPMPTSP memang sudah menggunakan OSS RBA, namun belum rapi dan menyesuaikan pelaksanaan di daerah, termasuk belum ada aturan baku terkait sejumlah layanan dalam sistem OSS RBA.

“Sebagai contoh, layanan sistem informasi bangunan gedung (SIBG) milik pemerintah pusat. Namun saat ditanya ke pegawai di bagian IMB, ternyata belum terintegrasi dengan kita, bahkan orang pemerintah pusat mengakui itu,” kata dia.

Sedangkan perihal kantor DPMPTSP, Icip mengaku, selama ini memang kantornya paling kecil dibanding dengan daerah lain.

“Dulu sudah pernah diajukan ke BPPPPD (Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah, red). Karena kita juga sebenarnya ingin mengikuti perkembangan, memiliki gedung yang representatif dan nyaman,” katanya. (din)

Share:

Kamis, 19 Agustus 2021

Pusdiklat Tenaga Administrasi Bekerjasama IAIN Cirebon Selenggarakan Pelatihan Teknis Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah


FOKUS CIREBON, FC - IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi tempat kegiatan Pelatihan Teknis Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Pelatihan ini merupakan Kerjasama Pusdiklat Tenaga Administrasi Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI dengan IAIN Cirebon, Kamis (19/8/2021).

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 30 pegawai di lingkungan IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi peserta pelatihan. Mereka terdiri dari unsur dosen, Warek, Pranata dan pegawai tenaga administrasi.

Pelatihan yang sedianya berlangsung sekitar 9 hari, di mulai sejak tanggal 19 sampai dengan 27 Agustus 2021. kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim, M.Ag.

Panitia Penyelenggara Kegiatan Pelatihan, Agus Wardono, dari Pusdiklat Tenaga Administrasi Badan Litbang dan Diklat  Kementerian Agamar RI, menyatakan bahwa kegiatan pelatihan teknis ini merupakan kerjasama pihaknya dengan IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Dalam kegiatan tersebut, terdapat sejumlah syarat yang harus dipenuhi oleh peserta dan pihak peyedia tempat.

"Untuk peserta wajib mempunyai sertifikat vaksin, sedang penyedia tempat, Lab yang dimiliki harus memenuhi standar, termasuk computer atau laptop yang nanti dipakai sebagai tempat ujian peserta pelatihan ini, kemudian kegiatan yang digelar tetap menjalankan protokol kesehatan" katanya.

Agus Wardono juga menyampaikan, terkait kegiatan kerjasama ini, didasari dari usulan pihak IAIN yaitu priorits barang dan jasa, yakni tindaklanjut dari yang tidak lulus sebelumnya, sehingga diulang kembali tahun ini.

Sementara untuk narasumber, ada dari praktisi LKPP, Widya Suara Pusdiklat, pejabat struktural dan lainnya.

"Kegiatan pelatihan ini digelar sejak tanggal 19 sampai 27 Agustus 2021, dan nanti hari Jum'at akan ada ujian dari pihak LKPP. Namun untuk ujian tersebut ada persyaratannya yakni harus ada Lab dan laptop sejumlah peserta dalam kondisi non virus. Jadi nanti semuanya dicek oleh LKPP, kalau ternyata tidak sesuai bisa kena pinalti," terangnya.


Agus Wardono juga menambahkan, bahwa kegiatan pelatihan selama 9 hari ini, diisi dengan sejumlah materi dan bagi peserta yang lulus akan diberikan sertifikat. 

"Ya, kami harapkan pihak IAIN Cirebon sudah menyiapkan Lab sesuai dengan persyaratan yang ada dan nanti peserta yang lulus ujian akan memperoleh sertifikat dan sertifikat tersebut dapat dipergunakan untuk bisa menjadi PPK, jadi sangat penting keberadaan sertifikat tersebut. Jadi saya doakan semoga 30 peserta ini bisa lulus semua," harapnya. (din)





Share:

Bupati dan Wabup Cirebon Ikuti Upacara HUT Ke-76 Jabar Secara Virtual

KABUPATEN CIREBON - Bupati Cirebon, Drs. H. Imron MAg. mengikuti pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Provinsi Jawa Barat secara virtual di Pendopo Bupati, Jalan Kartini, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, Kamis (19/8/2021).

Bupati Cirebon dalam upacara virtual tersebut didampingi Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, H. Mohammad Luthfi, ST, M.Si, dan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Cirebon, Nunung Roosmini.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebutkan, HUT ke-76 Jawa Barat berada di tengah kondisi keprihatinan, lantaran sampai saat ini pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) masih terjadi.

Gubernur yang akrab disapa Kang Emil ini menyebutkan, selama 76 tahun, Jawa Barat menunjukkan indikator yang baik, terutama dalam hal pembangunan.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada 2020 mencapai 72,09 atau meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 72,03.

"Peringatan ini sangat bermakna karena hanya berselang dua hari dengan hari kemerdekaan Indonesia," kata Kang Emil. 

Kang Emil mengatakan, menjelang tiga tahun kepemimpinan Ridwan Kamil dengan Wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum, sejumlah janji politik pada saat kampanye sudah dituntaskan berkat adanya kolaborasi baik seluruh pihak.

Selama kurun waktu tiga tahun, Jawa Barat meraih penghargaan baik di tingkat nasional maupun internasional dari kurun sebanyak 139 penghargaan.

"Kuatkan kebersamaan untuk tetap juara, sebagai tema dalam mengarungi masa pandemi Covid-19," kata Emil. (Nur)

Share:

Komisi II DPRD Kota Cirebon Gelar Rapat Bersama DPRKP

FOKUS CIREBON – Komisi II DPRD menggelar rapat bersama Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kota Cirebon di Griya Sawala gedung DPRD, Kamis (19/8/2021). Rapat tersebut membahas tentang rencana kerja 2022.

Ketua Komisi II DPRD Kota Cirebon, Ir H Watid Syahriar MBA mengatakan, DPRKP harus bisa memilah skala prioritas program kerja untuk 2022. Sebab, lanjut Watid, APBD Kota Cirebon menyusut karena pandemi COVID-19.

“Kira harapkan agar dinas bisa membuat anggaran yang betul-betul dibutuhkan, seperti program rehabilitasi rumah tidak layak huni (rutilahu), penambahan pasukan biru (petugas kebersihan), dan kawasan kumuh,” kata Watid usai rapat.

Watid menambahkan, pihaknya mendorong agar Perwali yang mengatur tentang rutilahu segera dirampungkan. Sehingga, lanjut dia, realisasi program rutilahu meningkat dibandingkan sebelumnya.

“Target per tahun bisa 100 unit rumah yang direhab,” ujarnya.

Politisi Partai Nasdem itu menyebutjan, Komisi II mendorong agar DPRKP bisa menambah armada kendaraan roda tiga untuk program perawatan dan kebersihan taman.

“Pasukan biru juga harus ditambah. Sekarang jumlahnya sekitar 46 personel, syukur-syukur bisa tambah jadi 60 personel,” kata Watid.

Sementara itu, Kepala DPRKP Kota Cirebon, Ir H Agung Sedijono mengatakan, rencana kerja 2022 tak jauh berbeda dengan 2021. Sebab, anggaran yang dimiliki dinas terbatas. Namun, Agung mengaku telah menginventarisir program kerja yang diprioritaskan.

“Penambahan pasukan biru untuk mengelola taman dan pohon-pohon akan kita tambah. Penambahannya masih logis. Rehab rumah juga, ada yang rehab akibat bencana, dan bangun rumah akibat bencana,” kata Agung.

Agung mengaku akan memprioritaskan program rehab rutilahu. Bahkan, pihaknya mendorong agar rutilahu tak hanya dilakukan di masing-masing rumah.

“Nanti akan ada rutilahu yang pembangunannya dilakukan mengelompok. Perwali rutilahu ditargetkan akhir tahun selesai,” katanya.  (din)

Share:

Pascasarjana IAIN Cirebon Menggelar Ujian Terbuka dengan Provinsi Dr Nuridin S.Sos

FOKUS CIREBON, Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon kembali menggelar Ujian Terbuka Program Pascasarjana dengan Promovendus, Dr. Nuridin, SSos, kegiatan tersebut dilaksanakan di aula gedung pascasarjana lantai 3 dengan memperhatikan prokes. 

Dalam Ujian Terbuka tersebut selaku ketua sidang, Rektor IAIN Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg, didampingi oleh para penguji, promotor dan direktur pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Kamis (19/8).

Direktur Pasca Sarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon,  Prof Dr H Dedi Djubaedi M.g mengatakan, era industrialisasi 4.0 memang memaksa  pendidikan menjadi kebutuhan bagi siapa saja, termasuk para pendidik, baik guru di tingkat Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi. 

Kebutuhan ini selaras dengan visi Indonesia dalam membangun  sumber daya manusia untuk menjawab kebutuhan dan tantangan zaman. 

"Ya, Pascasarjana IAIN SNJ Cirebon terus berinovasi, terus berkarya untuk menjawab tantangan  zaman.  Mereka bukan saja kita didik tetapi juga  bagaimana memahami sebuah ilmu sebagai dasar dan pondasi serta mampu mengaplikasikan dengan baik di masyarakat,"  ujar Dedi Jubaedi yang turut mengucapkan selamat kepada Nuridin S. Sos yang mendapatkan promosi doktor. (bam) 
Share:

Rabu, 18 Agustus 2021

Banyaknya Permintaan Plasma, Dharma Wanita IAIN Syekh Nurjati Cirebon Gelar Donor Darah

FOKUS CIREBON, FC - Banyaknya permintaan masyarakat yang membutuhkan plasma konvalesen, membuat Institut Agama Islam Negeri Syekh Nurjati Cirebon memfasilitasi kegiatan donor plasma, Rabu (18/8/2021).

Kegiatan dengan sasaran mahasiswa, dosen dan masyarakat umum penyintas Covid-19 ini, di apresiasi banyak pihak.

Kegiatan tersebut digelar di kampus IAIN Cirebon, tepatnya di gedung Fakultas UAD, selain mendapat apresiasi juga mendapat respon positif dari berbagai elemen.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 10 orang peserta pada hari pertama hadir dalam kegiatan donor plasma yang berlangsung di gedung Fakultas UAD.

Namun dari kesepuluh peserta, dua peserta belum bisa mendonorkan plasmanya karena kesehatan belum membaik.

Eha Julaeha, Ketua Pelaksana mengatakan, bahwa alasan adanya kegiatan ini karena mengingat banyak sekali masyarakat yang membutuhkannya.

“Darma wanita melaksanakan kegiatan ini karena banyak yang membutuhkan plasma konvalesen,” ujarnya.

Beberapa tahapan skrining harus dilalui pendonor, salah satunya dengan menunjukkan surat negatif, dan sudah 14 hari sembuh dari Covid-19.

“Ada surat positif, harus menunjukkan surat sembuh dari Covid-19, kalau memang ada dari luar kampus kita layani,” jelasnya.

Eha mengatakan kegiatan donor plasma akan terus ada sampai dengan tercukupi kebutuhan plasma konvalesen di PMI Kabupaten Cirebon.

Pihaknya mengaku akan memfasilitasi pendonor sampai dengan jemput bola ke lokasi pendonor. (din)

Share:

Dirjen Pendis Kementerian RI Buka Secara Online PBAK IAIN Cirebon

FOKUS CIREBON -  IAIN Syekh Nurjati Cirebon melaksanakan pembukaan Kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Tahun 2021 yang dilaksanakan secara VIRTUAL. 

Pada kegiatan tersebut diawali dengan sambutannya Dirjen Pendidikan Islam, Prof. Dr. H. Muh. Ali Ramdhani, MT, menyampaikan bahwa selama dua tahun terakhir ini, karena pandemi covid 19 yang masih mendera bangsa indonesia dan juga umat manusia dipelbagai belahan dunia

"Kita dipertemukan secara virtual termasuk dalam momentum Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK)," ujarnya. 

Dalam pertemuan ini, Dirjen Pendidikan Islam juga menyampaikan selamat kepada mahasiswa-mahasiswa baru yang telah lolos seleksi dari ribuan calon mahasiswa yang antri daftar di PTKI dan diterima di pilihan jurusannya masing-masing. 

“Pilihan anda sudah sangat tepat menjadi bagian dari kampus kebanggaan Indonesia, karena PTKI adalah masa depan Indonesia dan Indonesia masa depan” terangnya  dihadapan seluruh peserta kegiatan PBAK Virtual ini. 

Diakhir sambutannya beliau menyampaikan sebagai manusia yang hidup di abad ini, kita sedang memasuki sebuah era yang disebut dengan era revolusi industri 4.0, sebuah era yang ditandai dengan kemajuan teknologi informasi yang sangat pesat dengan ciri yang menonjol kehidupan yang memerlukan dukungan teknologi dan kita harus bersahabat dengan teknologi, mahasiswa harus bisa beradaptasi terutama dengan kemungkinan mesin menggantikan pekerjaan lulusan perguruan tinggi, mahasiswa harus dididik dengan pengetahuan dan keterampilan yang belum bisa dilakukan oleh mesin, kecerdasan buatan/artificial intelligences. Rabu (18-08)

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dr. H. Ilman Nafi’a, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan pembukaan acara pengenalan budaya akademik dan kemahasiswaan (PBAK) IAIN Syekh Nurjati Cirebon tahun akademik 2021/2022 diikuti oleh 3100 mahasiswa dan dilaksanakan dengan metode online sesuai dengan petunjuk teknis dari Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam dan Kasubdit Sarana, Prasarana, dan Kemahasiswaan Kementerian Agama. 

Dengan tema PBAK “Generasi Unggul Intelektual, Emosional, dan Spiritual dengan Kompetensi Digital”, kegiatan PBAK virtual dapat terlaksana karena bantuan dan dukungan dari panitia dan tim teknis.

Rektor IAIN Syekh Nurjati, Dr. H. Sumanta, M.Agmemberikan sambutan, sekaligus membuka kegiatan PBAK IAIN Syekh Nurjati Tahun 2021 disertai dengan pemukulan gong, dalam sambutannnya Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon menyampaikan 2 hal.

Pertama, ucapan tahniah ucapan selamat datang kepada mahasiswa baru, saat inilah kita memasuki pintu gerbang untuk mengasah kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual. 

"Di lembaga ini kita akan bergabung, kita akan menjadi keluarga besar, yang satu dengan yang lainnya saling bersinergi untuk memajukan lembaga dan untuk membesarkan diri kita masing-masing," ujarnya. 

Kedua, ucapan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada mahasiswa baru yang telah memilih IAIN Syekh Nurjati Cirebon untuk menjadi kawah candradimuka, penggemblengan diri, pendewasaan menjadi pribadi-pribadi yang berakhlakul karimah. (din) 

Share:

Selasa, 17 Agustus 2021

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon Sampaikan Pesan Presiden RI Pada Upacara HUT RI Ke 76

FOKUS CIREBON - Upacara HUT RI Ke 76 di lingkungan kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon, memberikan pesan penting kepada seluruh civitas akademika IAIN Cirebon. Hal itu disampaikan langsung oleh  Rektor IAIN Cirebon, Dr H Sumanta, M.Ag selaku Inspektur Upacara. 

Upacara sendiri dimulai sekitar pukul 07.30 WIB, dengan Pengibar Bendera Merah Putih dari UKK Menwa, dan Paduan Suara Mahasiswa (PSM) yang mengiringi penaikan bendera dengan lagu Indonesia Raya. 

Dalam pesannya, Inspektur Upacara, Sumanta, mengingatkan bahwa krisis, resesi dan pandemi itu seperti api.  

"Kalau bisa kita hindari, tetapi jika hal itu tetap terjadi, banyak hal yang bisa kita pelajari. Api memang membakar, tetapi juga sekaligus menerangi. Kalau terkendali, dia menginspirasi dan memotivasi. Dia menyakitkan, tetapi juga menguatkan. Kita ingin pandemi ini memerangi kita untuk malas diri,  memperbaiki diri, dan menguatkan diri dalam menghadapi tantangan masa depan," jelasnya dihadapan seluruh peserta Upacara, Selasa (17/8/2021).

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon ini juga menjelaskan, pandemi itu seperti kawah candradimuka yang menguji, yang mengajarkan, dan sekaligus mengasah. Pandemi memberikan beban yang berat kepada kita, beban yang penuh dengan resiko dan memaksa kita untuk menghadapi dan mengelolanya. 

"Semua pilar kehidupan kita diuji, semua pilar kekuatan kita dialah. Ketabahan, kesabaran, ketahanan, kebersamaan, kepanasan dan kecepatan kita, semuanya diuji dan sekaligus diasah," terangnya. 

Sumanta juga menegaskan, di tengah dunia yang penuh diskusi sekarang ini, karakter berani untuk berubah, berani untuk mengubah, dan berani untuk mengkreasi hal-hal baru, merupakan fondasi untuk membangun Indonesia maju. 

"Kita telah berusaha mengimigrasi ke cara-cara baru di era revolusi industri 4.0 ini, agar bisa bekerja lebih efektif, lebih efisien, dan lebih produktif. Adanya pandemi Covid 19 ini, akselerasi inovasi semakin menyatu dalam keseharian kehidupan kita," paparnya.  

Dengan demikian, ujar Sumanta, kita jaga keseharian kita,  disiplinkan diri dalam protokol kesehatan, serta saling menjaga dan membantu. Tidak ada orang yang bisa aman dari ancaman Covid 19, selama masih ada yang menderitanya. 

"Saya menyadari adanya kepenatan, kejenuhan, kelemahan, kesedihan, dan kesusahan selama pandemi Covid 19 ini. Saya juga menyadari, begitu banyak kritikan kepada pemerintah, terutama terhadap hal-hal yang belum bisa kita selesaikan," terangnya. 

Kritik yang membangun itu sangat penting, dan selalu kita jawab dengan pemenuhan tanggungjawab, sebagimana yang diharapkan rakyat. 

"Terimakasih untuk seluruh anak bangsa yang telah menjadi bagian  dari warga negara yang aktif, dan terus ikut membangun budaya demokrasi. Indonesia tangguh, Indonesia tumbuh, yang menjadi semboyan bulan kemerdekaan pada tahun ini, hanya bisa diraih dengan sikap terbuka dan siap berubah menghadapi dunia yang penuh disupsi. Indonesia tangguh, Indonesia tumbuh, hanya bisa dicapai jika kita semua bahu membahu dan saling bergandengan tangan dalam satu tujuan," tandas Sumanta saat membacakan isi pesan HUT RI Ke 76 Presiden Republik Indonesia, Ir H Joko Widodo. (din) 


Share:

Jadikan HUT Ke-76 RI untuk Wujudkan Indonesia Lebih Tangguh dalam Hadapi Semua Persoalan

KABUPATEN CIREBON.- Pemerintah Kabupaten Cirebon melaksanakan Upacara Peringatan HUT-76 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2021 secara sederhana di Kantor Setda, Selasa (17/8/2021). 

Dalam upacara tersebut Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag menjadi Inspektur Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih. 

Tampak hadir, Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, SE, M.Si bersama unsur Forkopimda, Para Veteran Kemerdekaan dan para undangan. 

Dalam sambutannya, Bupati Imron mengatakan, melalui momentum upacara HUT Kemerdekaan tahun ini diharapkan bisa mewujudkan Indonesia menjadi tangguh dalam menghadapi semua persoalan, terutama pada pandemi Covid-19. 

"Peringatan tahun sekarang sama seperti tahun lalu dilakukan secara sederhana sesuai prokes. Sebab, pandemi Covid-19 masih ada. Akan tetapi perayaan ini tidak mengurangi rasa khidmat sesuai pesan-pesan dari patriot pendahulu kita yang merebut kemerdekaan," katanya.

Imron mengungkapan, kemerdekaan merupakan rahmat dan anugrah yang tak ternilai dari Allah yang telah diperjuangkan oleh para pejuang dengan linangan air mata, keringat dan darah. Bahkan dengan mengorbankan jiwa raga. 

"Kemerdekaan ini merupakan titik awal bagi bangsa Indonesia untuk mewujudkan semua harapan berbangsa dan bernegara yang tertuang dalam UUD 1945," katanya.

Imron menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Cirebon, untuk mengikuti vaksinasi yang sudah diadakan oleh Pemkab Cirebon untuk mencegah penyebaran Covid-19. 

"Kami menargetkan 70 persen warga Kabupaten Cirebon sudah divaksin untuk mencapai kekebalan tubuh. Tujuannya adalah untuk melindungi 30 persen kelompok yang tidak boleh divaksin seperti orang mempunyai penyakit bawan dan anak dibawah 12 tahun," katanya. 

Selain itu, Imron mengajak semua komponen masyarakat untuk selalu menjaga kesehatan di masa pandemi ini agar Kabupaten Cirebon bisa terbebas dari Covid-19. 

"Mari bersama-sama mewujudkan masyarakat yang sejahtera sesuai amanat kemerdekaan. Juga agar terselenggaranya kesinambungan sendi-sendi perekonomian, khususnya di Kabupaten Cirebon," katanya. (Bam) 

Share:

425 Napi Peroleh Remisi di HUT Ke-76 RI

 


KABUPATEN CIREBON - Pada Hari Kemerdekaan ke-76 Republik Indonesia, Selasa (17/8/2021), Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Cirebon, Kabupaten Cirebon, memberikan remisi atau pengurangan masa hukuman kepada 425 narapidana (napi). 

Menurut Kepala Lapas (Lapas) Narkotika Kelas IIA Cirebon Nur Bambang Supri Handono, mereka yang mendapatkan remisi sudah memenuhi syarat dan aturan yang berlaku.

"Seperti berkelakuan baik, sudah menjalani masa pidana lebih dari enam bulan, dan menjalani 1/3 masa pidana," katanya.

Diungkapkannya, dari 425 narapida tersebut, sebanyak 156 mendapatkan remisi 5 bulan, 106 remisi 4 bulan, 62 remisi 3 bulan, 51 remisi 6 bulan, 49 remisi 2 bulan, dan 1 remisi 1 bulan.

"Pertimbangan pemberian remisi mengacu kepada aturan yang ada. Dan ada yang langsung bebas juga sebanyak 48 orang," tuturnya. 

Diakui Bambang, di lapas yang dipimpinnya itu terdapat 628 narapidana. "Sebenarnya, idealnya hanya menampung 430 narapidana," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, berpesan, narapida yang memperoleh remisi agar bisa ‎memperbaiki diri dan kembali lingkungan masyarakat dengan baik.

"Mereka yang di penjara itu sebenarnya disayang Tuhan. Sebab, mereka diberi kesempatan untuk memperbaiki diri. Setelah keluar nanti, diminta untuk patuh terhadap aturan negara," katanya.‎ 

Data dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), jumlah narapidana di seluruh Indonesia yang dapat remisi di HUT ke-76 RI sebanyak 134.430. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.491 orang di antaranya langsung bebas.

Menkumham Yasonna Laoly menyebutkan, penerima remisi tersebut diharapkan bisa menunjukkan sikap lebih baik setelah terbebas dari hukuman atau yang saat ini masih menjalani hukuman.

"Selamat menjalani kebersamaan di tengah keluarga. Selamat merajut kembali tali kebersamaan dengan lingkungan masyarakat," kata Yassona yang disampaikan secara virtual.

Yassona pun mengingatkan, kepada seluruh jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan agar bekerja secara ekstra. Menurutnya, Covid-19 masih mengancam, termasuk di dalam lapas. (Heri) 

Share:

Senin, 16 Agustus 2021

Forkopimda Simak Pidato Kenegaraan Presiden Jokowi

KABUPATEN CIREBON - Unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Cirebon mendengarkan pidato Kenegaraan Presiden dalam rangka sidang tahunanan bersama MPR RI dan sidang bersama DPR-DPD RI tahun 2021 secara daring di gedung DPRD Kabupaten Cirebon, Senin (16/8/2021).

Dalam acara yang berlangsung di gedung DPRD Kabupaten Cirebon, dihadiri Bupati Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag dan Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, SE, M.Si.

Dalam pidato kenegaraan yang dibacakan langsung Presiden Republik Indonesia Joko Widodo laporan Kinerja Lembaga-lembaga Negara dan Pidato dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kemudian, menyampaikan pula pidato pada Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR RI Tahun Sidang 2021-2022 yang akan dimulai pada pukul 10.30 WIB dan dibuka Ketua DPR RI.

Dalam kegiatan tersebut, 60 orang yang hadir secara fisik adalah Presiden dan Wakil Presiden RI, Pimpinan DPR RI (5 orang), Pimpinan MPR RI (10 orang), Ketua Fraksi/Kelompok DPD RI (10 orang), Ketua Fraksi di DPR RI (9 orang), Pimpinan DPD RI (4 orang), Perwakilan subwilayah (4 orang), serta Pimpinan lembaga tinggi negara (Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Ketua Mahkamah Agung (MA), Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), dan Ketua Komisi Yudisial (KY)).

Selain itu, hadir juga dari unsur pemerintah antara lain Menteri Koordinator (Menko) Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Menteri Sekretaris Negara, Sekretaris Kabinet, Menteri Keuangan, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Panglima TNI, dan Kapolri.

Sedangkan undangan yang mengikuti secara virtual, antara lain mantan presiden (3 orang), mantan wakil presiden (4 orang), mantan Ketua MPR (2 orang), mantan Ketua DPR (4 orang), dan mantan Ketua DPD (4 orang). 

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Cirebon,  Moh. Lutfi mengatakan, dalam pidato Presiden RI Joko Widodo memberikan pesan penting terkait semangat Indonesia di masa akan datang. 

Menurutnya, semua harus tetap kuat dalam menghadapi pandemi Covid-19 dengan semua kebijakan yang pro kontranya.

"Kita harus bisa melewati masa-masa berat selama pandemi ini. Oleh karena itu, semua pihak harus bersinergi dan berkolaborasi untuk memastikan Covid-19 ini selesai," kata Lutfi. 

Lanjut Lutfi, pesan Presiden Jokowi, semua harus mendorong berinvestasi serta hilirisasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dimasa pandemi Covid-19. 

"Dengan adanya pertumbuhan ekonomi diharapkan bisa menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih besar dan berkulitas dan produktif," katanya. 

Lutfi menjelaskan, di masa pandemi ini, pemerintah pusat memastikan UMKM harus bisa  masuk ke dalam ekonomi digital. Bahkan UMKM yang masuk di ekonomi digital baru  22 persen atau kurang lebih 14 juta UMKM di Indonesia. 

"Kita berharap Kabupaten Cirebon bisa ikut memastikan pembangunan UMKM secara ekonomi digital dengan cara mengupgrade dengan menaikan kelas UMKM serta mengsinergiskan  dengan industri pasar dan komponen permodalan," kata Lutfi.

Ia mengungkapkan, dalam pidato kenegaraan, hal ini merupakan tujuan bagus dan mulia perlu didorong untuk memastikan khususnya Kabupaten Cirebon agar lebih baik lagi.

Selain itu, lembaga negara harus berkolaborasi dengan semua pihak. Pasalnya saat ini banyak kritikan pro maupun kontra. 

"Maka dari itu kita harus bisa menjawab kritikan dengan penuh rasa tanggung jawab. Dan pesan Presiden Jokowi sangat strategis dan harus ditindaklanjuti ditingkat daerah karena dengan semangat pembangunan diharapkan pembangunan di Kabupaten Cirebon lebih baik lagi," katanya. (Bam)

Share:

Jumat, 13 Agustus 2021

Pemda Kota Cirebon Apresiasi Berbagai Bantuan Bagi Warga di Tengah Covid 19

CIREBON, FC – Wakil Wali Kota Cirebon berterima kasih kepada siapa pun yang membantu warga Kota Cirebon di masa pandemi Covid-19.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati, usai menghadiri penyaluran 150 paket sembako untuk warga Kota Cirebon di aula kantor Kecamatan Kesambi, Jumat, 13 Agustus 2021.

“Saya sangat apresiasi dan ucapkan terima kasih,” ungkap Eti.  

Apalagi, lanjut Eti, pandemi Covid-19 masih terjadi. Sehingga uluran tangan dari organisasi, lembaga maupun masyarakat yang mampu sangat dibutuhkan. 

“Pemerintah Daerah Kota Cirebon tidak bisa sendiri menghadapi pandemi Covid-19 ini,” katanya.

Bantuan yang diberikan oleh PT Indomarco Prismatama hari ini merupakan bantuan kedua yang diberikan untuk masyarakat Kota Cirebon. “Insya Allah bantuan ini sangat bermanfaat untuk warga kami,” kata Eti.

Sementara itu, atas nama warga, Camat Lemahwungkuk, Adam Wallessa, S.STP., M.Si., juga mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan. “Insya Allah bantuan ini akan bermanfaat untuk warga,” kata Adam.

Di tempat yang sama, Brand Manager PT Indomarco Prismatama, L. Sanjaya Trio Purnomo menjelaskan, pihaknya membagikan 150 paket sembako untuk warga di tiga kecamatan.

“Masing-masing Kecamatan Kesambi, Kecamatan Harjamukti dan Kecamatan Lemahwungkuk,” jelasnya.

Sanjaya juga berharap bantuan yang diberikan dapat membantu warga yang saat ini tengah dilanda kondisi tidak mudah.

Dijelaskan Sanjaya, bantuan untuk dua kecamatan lainnya di Kota Cirebon, yakni Pekalipan dan Kejaksan, sudah mereka berikan. Sehingga bantuan yang diberikan hari ini ditujukan untuk 3 kecamatan lagi di Kota Cirebon.

“Ini bukan bantuan yang terakhir. Untuk CSR berikutnya akan kita koordinasikan kembali,” katanya, seraya berharap pandemi Covid-19 segera berakhir, sehingga semuanya dapat beraktivitas normal kembali. (din)

Share:

Kamis, 12 Agustus 2021

KH Wawan Arwani M.Ag : Diesnatalis Harus Menjadi Momen Reflekasi Untuk Menatap Masa Depan Lembaga


Ketua Senat Institut IAIN SNJ Cirebon bersama Rektor IAIN SNJ Cirebon dalam moment refleksi ke 56 IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Kamis (12/8/2021).


FOKUS CIREBON, FC -  Diesnatalis ke 56 IAIN Syekh Nurjati Cirebon diharap menjadi momen reflekasi bagi kalangan civitas akademika IAIN Cirebon. Apalagi diesnatalis IAIN Cirebon ke 56 ini baru digelar di periodisasi ini, sehingga keberadaannya sangat penting bagi IAIN Cirebon ke depan, Kamis (12/8/2021).

Ketua Senat Institut Agama Islam Negeri Cirebon, KH Wawan Arwani M.Ag menyatakan, selain sebagai bentuk refleksi, diesnatalis ini sesungguhnya menggelar banyak kegiatan, namun karena terkendala pandemi covid 19, kegiatan terpaksa dilaksanakan pasca acara diesnatalis. 

"Kita akan menggelar sejumlah kegiatan, selain ziarah, salah satunya adalah saresehan alim ulama se-wilayah 3 Cirebon," katanya.

Saresehan alim ulama ini, kata Wawan sudah direncanakan lama, terlebih IAIN Cirebon akan menjadi UISI, maka bagaimanapun sebagai institusi yang mengembangkan pemahaman ajaran keislaman tentu saja salah satu langkah strategisnya adalah berbicara dengan ulama.

"Apalagi kita tahu bahwa  Cirebon ini dikelilingi dengan pesantren-pesantren besar yang potensinya sangat luar biasa, sehingga untuk hal-hal tertentu tentu akan sangat baik untuk melangkah ke sesuatu yang baru, kemudian kita bersilaturahmi, bertukar pikiran dan memohon dukungan dan doa para alim ulama," terangnya.


Wawan juga menegaskan, seiring dengan usia yang terus bertambah, maka tentu ada target peningkatan yakni mutu dan terjemahan mutu di sini ada banyak indikatornya, baik mutu akademis maupun mutu administrasi, termasuk pelayanan dan partisipasi kepada masyarakat.

"Mudah-mudahan diesnatalis ini menjadi pijakan dan membuka mata kita bersama, bahwa keberadaan IAIN Syekh Nurjati Cirebon masih terus eksis dan ke depan semakin memberikan banyak manfaat kepada sebanyak mungkin orang. Maka inilah semangat kami dalam melaksanakan diesnatalis ini," tandasnya. (din)

 
Share:

Definition List

Unordered List

Support