Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 15 Oktober 2020

Soal Transformasi IAIN Cirebon Ke UIN, Pemprov Jabar Mendukung : Sudah Saatnya Cirebon Miliki UIN

FOKUS CIREBON - Perubahan status lembaga yang tengah diperjuangkan para pimpinan dan civitas akademika IAIN Cirebon, dari IAIN Cirebon ke UIN yang tinggal menunggu keputusan Presiden RI, kini mendapat respon positif dan dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, melalui Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum, Kamis (15/10/2020).

Uu menyatakan, perubahan IAIN ke UIN, bisa menjadi cita cita semua dan bisa menjadi pilihan terbaik, mengingat UIN  Cirebon nantinya bisa menjadi pilihan mahasiswa dan masyarakat Cirebon dan sekitarnya, dan tentunya juga ikut dalam menaikan IPM di Jawa Barat.

"Pemkot Jabar secara moril sangat mendukung dan ini bisa menjadi suatu bentuk kebersamaan antara pemerintah dengan lembaga-lembaga pendidikan untuk membangun IPM Jabar. Dan yang terpenting sudah saatnya Cirebon memiliki UIN" terangnya.

Kendati Uu masih menyinggung jika sesungguhnya ini adalah keterlambatan dan seharusnya sudah sejak dulu, tetapi mungkin karena soal perijinan dan lain-lain, semua harus berproses sehingga baru ini, baru bisa diwujudkan.

"Tentu harapannya, ini menjadi sangat membantu masyarakat Cirebon. Mereka jadi tidak terlalu jauh, juga menjadi banyak pilihan bagi masyarakat, serta biaya juga tentunya semakin murah," paparnya mengakhiri wawancara singkatnya dengan media Cirebon. (din)

Tiga Tokoh Pergerakan Era Reformasi, Bedah "Mahasiswa Merdeka" Pada Webinar Nasional IAIN Cirebon

FOKUS CIREBON - Senat Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon menyelenggarakan kegiatan Webinar Nasional dengan tajug "Mahasiswa Merdeka", dengan tiga pemateri utama yang digelar secara online di lantai 3, ruang auditorium rektorat IAIN SNJ Cirebon, Kamis (15/10/2020).

Tiga pembicara itu di antaranya, Budiman Sujatmiko, Rahman Bashori, dan Ilman Nafi'a yang ketiganya mengupas materi seputar mahasiswa merdeka, yang diikuti langsung oleh Rektor IAIN SNJ Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg.

Pembicara pertama, Budiman Sujatmiko, memulai dari kata merdeka dan menjelaskan bahwa merdeka adalah mereka bisa mengembangkan imajinasinya. 

Budiman yang juga menyinggung sejarah perjalanan kemerdekaan indonesia, menyatakan jika republik Indonesia itu adalah bentuk imajinasi para pemuda untuk masa depan. "Jadi kaum merdeka adalah kaum yang melihat ke depan," katanya.


Budiman juga menyinggung soal era berkelimpahan yang terjadi saat ini, dimana era berkelimpahan yakni era yang segalanya berlimpah, seperti menlnbuat tik tok, membuat tulisan yang saat ini mudah menyebar. 

"Iya saat ini semua serba mudah dan penuh data, dimana hanya dengan hitungan menit, semua sudah ada berkat teknologi yang ada," ujarnya.

Kata Budiman, era ini tentu  berbeda dengan era kelengkaan, di mana era berkelimpahan ini era penuh data, sehingga akan banyak imajinasi. Dan di era inilah imajinasi menjadi kedaulatan manusia. Sehingga melalui imajinasi kita akan tahu arah politik, ekonomi dan budaya seperti apa.

Kendati begitu, kedepan akan ada kesenjangan sosial akibat dari kesenjangan teknologi. Dimana tahun 2025 hingga tahun 2030 dimana robot akan menjadi pilihan terbaik ketimbang nanti manusia.

"Maka akan banyak ada perubahan dunia, termasuk dunia kerja maupun dunia pendidikan," paparnya.

Lalu bagaimana supaya kita tidak banyak terkejut ?, Budiman menegaskan, bahwa dengan perubahan tersebut, maka pergunakanlah imajinasi dengan baik dan mampu menfasirkan imajinasinya dengan baik pula.

Budiman juga menegaskan bahwa ada 8 hak asasi yang mendasar, yang semuanya itu harus mampu dikemas dan harus ada peningkatan daya nalar terutama dalam membangun kesadaran masyarakat antar teknologi. 

"Maka imajinasi ini menjadi basis kemampuan manusia, tatapi harus revolusioner namun tidak ngawur. Pilihan ini menjadi identitas peradaban manusia kedepan nanti. Sebab manusia merdeka adalah manusia paripurna dan imajinasi ini yang akan menjadi kekuatan kita. Jadi kedepan apa yang bisa kita lakukan dari apa yang kita cintai," terangnya.


Sementara itu, pembicara lainnya yakni Ilman Nafi'a menjelaskan, bahwa ada tiga kunci yang harus dimiliki mahasiswa, karena sejatinya  mahasiswa merdeka ini sesungguhnya sudah diimpelentasikan oleh para aktivis kampus.

Tiga kunci itu, pertama mahasiswa sebagai komunitas intelektual, sehingga mereka identik dengan prestasi-prestasi intelektual dan lainnya. 

Lalu kunci yang kedua, mahasiswa sebagai komunitas yang mempunyai kekuatan moral, atau sering disebut sebagai permanent potition, sehingga sangat diperhitungkan sekali kelompok ini. 

Kunci yang ketiga, mahasiswa sebagai kekuatan sosial, karena mereka sebagai orang-orang terpilih, tentu hal ini karena intelektualnya dan karen wawasannya, sehingga melekatlah predikat 'Agen of Sosial Change' bagi mahasiswa.

Ilman juga menjelaskan soal term merdeka. Merdeka itu kata Ilman, identik dengan kemandirian. "Kemandirian inilah selanjutnya menjadi identitas terkait dengan ikatan moral, ikatan intelektual dan lain lain," katanya.

Kendati begitu, pandangan Ilman juga membuka tentang masih banyaknya mahasiswa yang tergerus oleh arus yang ada. Hal tersebut lebih di akibatkan mereka terbawa oleh arus dan larut pada kepentingan-kepentingan politik dan lainnya. 

Maka terpenting kedepan, kata Ilman, bagaimana mahasiswa yang memiliki kekuatan moral, kekuatan intelektual dan kekuatan sosial juga memiliki kemandirian dan identitas tersendiri. 

"Mahasiswa itu harus mampu menguatkan kemampuan intelektualnya, kekuatan moralnya dan kekuatan sosialnya. Jika tidak, akan menjadi mahasiswa yang stagnan di kampus. Sehingga menjadi kuliah apa adanya, tanpa ada yang kritis dan lainnya," tegas Ilman Nafi'a yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor 3, IAIN SNJ Cirebon. (din)












"The Grey Animals" Siap Guncang Panggung Musik Indonesia Lewat Rilis Lagu Barunya

FOKUS CIREBON - Indonesia tidak pernah kehabisan talenta muda dalam industri musik. Indonesia juga selalu memiliki musisi-musisi baru yang siap menambah warna di industri musik dengan karya-karya yang unik dan berkualitas.

Seperti musikalitas "The Grey Animals" yang terus berkarya, selain untuk fans-fans muda nusantara juga untuk Indonesia. setiap realis lagunya makin digandrungi para fans muda, tentu ini menjadi deretan blantika musik prospektif indonesia. 

Mau tahu pacu dapur mereka, ayo kita tengok ?, setelah "The Grey Animals" mengalami masa hiatus selama kurang lebih 2 tahun, terhitung sejak perilisan single perdana mereka di tahun 2018. kembali dengan formasi full, Adilla (Vocal), Hildan (Guitar), Hanif (Guitar) Luby (bass) akhirnya kembali meluncurkan karya baru bertajuk Tuah Pertemuan. 

Pengerjaan produksi materi pada single ini The Grey Animals digandeng oleh Omegawave Records, Tiga bulan setelah menjalani workshop materi dan masuk studio rekaman mereka resmi merilis karyanya dalam format digital yang dapat dinikmati diberbagai portal streaming digital serta diikuti dengan penayangan perdana videoclip Tuah Pertemuan di channel youtube Omegawave Records tepat pada tanggal 15/09/2020.

Dalam proses pengerjaan awal materi, "kami sendiri ingin melahirkan nuansa baru untuk musikalitas The Grey Animals" penggunaan Instrumen musik untuk single Tuah Pertemuan sendiri merupakan gebrakan materi baru yang menonjolkan proses mixing dan mastering yang membuat kesan lebih elegan.

Mengupas sedikit tentang makna lirik pada single Tuah Pertemuan, mereka percaya bahwa setiap pertemuan yang dijumpai mempunyai berkat dan memberikan pengaruh bagi kehidupan, pun berharap bisa membagikan energi positif dimasa pandemi Covid-19 ini, terus berjuang dan tetap saling menjaga agar semuanya lekas pulih seperti sediakala. (din)

Senin, 12 Oktober 2020

Satgas Covid 19 Ajak Pedagang dan Warga Perangi Corona

CIREBON - Melalui pengeras suara, Satuan tugas (Satgas) Covid 19 menyisir para pedagang di Jalan Perjuangan, Kota Cirebon dan meminta menggunakan masker serta mencuci tangan, Senin, 12 Oktober 2020. 

Sambil membawa pamflet bertuliskan sejumlah imbauan, petugas menyisir para pedagang yang berjejer di  bahu jalan hingga pedagang di bagian dalam. 

Satgas Covid 19 ini merupakan petugas gabungan yang berasal dari Kecamatan Kesambi, Kelurahan Karya Mulya, Ibu-ibu PKK, para pegawai Puskesmas dan aparat Kepolisian dari Polsek Utara Barat (Utbar) Kota Cirebon.

Darwin, salah seorang Satgas Covid 19 dan merupakan pegawai Kecamatan Kesambi, mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi penggunaan masker dan mencuci tangan di bagi ke dalam dua bagian, pertama menyisir di daerah Jalan Perjuangan dan kedua di jalan Evakuasi Kota Cirebon.

"Putus mata rantai virus Covid 18, kami Satgas Kecamatan Kesambi terus akan mensosialisasikan penggunaan masker dan mencuci tangan kepada warga di Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon. Ini sesuai dengan program yang dicanangkan Pemerintah Kota Cirebon," ujar Darwin.

Selain pengenaan masker, lanjut Darwin, warga juga mematuhi instruksi Walikota Cirebon dengan pengurangan jam malam.

"Jam malam untuk usaha saat ini dibatasin, warga juga diminta terus aktif mendorong sanak keluarganya untuk bersama mencegah an memerangi pandemi Covid 19 melalui pnggunaan masker, menjaga imun dan kesehatan lingkungan," paparnya. (din)

Minggu, 11 Oktober 2020

Lewat Zoom Cloud Meeting, HMJ IQTAF Gelar Penataran Kader Musafir

CIREBON, FC - Sebagai ajang pembekalan mahasiswa baru tahun 2020, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQTAF) IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar Penataran Kader Mufasir (PENA KAMI).

Acara dibuka langsung oleh ketua jurusan via Zoom Cloud Meeting ini, mengangkat tema “Membangun Moderasi Sejak Dini” Minggu, (11/10/2020).

Ketua pelaksana, Agus Setiadi mengatakan, kegiatan ini berlangsung selama dua hari dari Sabtu sampai Minggu.

“Moderasi beragama sering kali digaungkan di ranah kampus, maka dari itu HMJ-IQTAF berinisiatif mengangkat tema moderasi untuk menunjang mahasiswa baru kedepannya,” katanya.

Hal demikian juga diungkapkan oleh Ketua HMJ-IQTAF Fasfah Sofhal Jamil, menurutnya moderasi beragama sangat penting bagi kalangan mahasiswa, terlebih mahasiswa di jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir.

“Setelah nanti mengenal moderasi melalui pembekalan ini, diharapkan kedepannya mahasiswa baru lebih toleran dan mampu menghargai perbedaan,” kata Fasfah.

Ia mengaku bahwa narasumber yang dihadirkan merupakan narasumber yang tepat dan mampu memberikan pemahaman moderasi untuk mahasiswa baru.

Muhammad Maimun, selaku ketua jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir menyampaikan, bahwa walaupun kegiatan ini via virtual, namun tidak mengurangi kualitas pertemuan dan tetap bisa bersilaturahim. 
 
“Kita bisa bersama-sama memajukan jurusan Ilmu al-Quran dan Tafsir karena perlu melibatkan mahasiswa dalam berbagai kegiatan, salah satunya kegiatan pembekalan mahasiswa baru ini,” ujarnya.

Dengan begitu, lanjut dia, diharapkan kedepannya mampu bersama-sama membawa nama harum jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, syukur-syukur sampai tingkat internasional. 
Muhammad Nur Hayid, selaku narasumber pertama memaparkan terkait tafsir moderasi, bahwa dalam kajian tafsir banyak coraknya dan sangat beragam, karena itu sikap kita harus moderat.
 
“Tak perlu berbicara banyak mengenai moderasi, pahami dasar-dasar Al-Qur'an terlebih dahulu, karena dengan begitu akan moderat dengan sendirinya,” ujar Pengasuh PP Skill Jakarta dan Lumajang tersebut.

Narasumber kedua, Khalilullah, menyampaikan terkait materi wawasan kebangsaan, bahwa menurutnya cinta tanah air itu sesuai dengan pandangan Al-Qur'an dan Hadis.

Ia menegaskan, Nabi Muhammad saw pun cinta terhadap tanah kelahirannya.


“Salah satu cara untuk menumbuhkan cinta tanah air yakni menumbuhkan kesadaran, jika salah luruskan, menghormati perbedaan, menghindari paham radikal,  dan menjaga tali persaudaraan,” ujar penulis aktif harakatuna.com itu. (Sof)

Sabtu, 10 Oktober 2020

Kegiatan Pelantikan Virtual FTMB Usung Tema "Literasi Memanusiakan Manusia"

CIREBON, FC - Forum Taman Baca Masyarakat (FTBM) Kota Cirebon menggelar pelantikan virtual dengan tema "Literasi Memanusiakan Nanusia", Sabtu (9/10/2020). 

Iman Agung Jauhari, selaku ketua pelaksana mengatakan, pelantikan yang berlangsung melalui Zoom Cloud Meeting ini merupakan solusi pelantikan pada era pandemi.

“Dengan dilantiknya pengurus FTBM Kota Cirebon via daring ini harapannya FTBM Kota Cirebon dapat menjadi penerus dan penggerak komunitas literasi di Cirebon,”. Kata Iman.

Menurut Ketua FTBM Kota Cirebon terpilih, Ryan Haryanto mengungkapkan, dengan dilantiknya pengurus kali ini, diharapkan kedepan dapat berkolaborasi dengan instansi di Cirebon pada jalur literasi.

“Sebisa mungkin kita sekuat tenaga berkontribusi dalam memajukan Cirebon khususnya pada sektor literasi,” katanya.

Ia berharap bahwa  FTBM ini dapat menjadi kawah candra di muka dan menjadi ruang di Cirebon serta menjadikan Cirebon menjadi inovatif dan maju di bidang literasi.

Hal itu juga dikuatkan oleh Ketua Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Kota Cirebon Iing Daiman, ia meyakini bahwa dengan dilantiknya pengurus FTBM Kota Cirebon ini akan menguatkan literasi untuk memajukan Kota Cirebon.

“Selamat atas dilantiknya penguirus FTBM Kota Cirebon, pelantikan ini menjadi potensi dalam membantu Pemerintah Kota khususnya di bidang literasi,” ujarnya.

Lebih lanjut Iing mengatakan bahwa ini merupakan modal besar dan sangat diharapkan kontribusinya kedepan.

Sementara itu, M. Irvan selaku perwakilan dari Dinas Perpustakaan 400 dan kearsipan mengaku sangat berbahagia karena sekarang sudah ada FTBM di Kota Cirebon.

“Harapannya kedepan FTBM ini mampu untuk terjun ke Rw-Rw guna membantu mempromosikan perpustakaan keliling,” kata Irvan. (Fas)

Wakil Walikota Cirebon : Peran RT-RW Sangat Penting Dalam Mencegah Penyebaran Virus Covid 19

CIREBON, FC - Wakil Walikota Cirebon, Hj Eti Herawati memandang peran RT/RW sangat strategis dalam memutus matarantai virus covid 19. 

"Peran rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW) sangat penting dalam mencegah penyebaran virus Covid-19 di lingkungan masing-masing. Semua harus bergerak di zonanya", kata Eti Herawati. 

Pergerakan itu tentu melalui langkah-langkah preventif, mulai dari penyebarluasan informasi terkait Covid-19, edukasi pencegahan, identifikasi dan pendataan atas kelompok masyarakat yang rentan tertular. 

Seperti yang saya sampaikan saat menjenguk warga terkonfirmasi Covid-19 dan sosialisasi protokol kesehatan di RW1 dan RW 2 Kesambi tadi pagi. Pemda Kota Cirebon memohon kepada masyarakat untuk selalu tenang, saling mengingatkan, saling dukung untuk dapat bersatu melawan Covid

Peran rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW) sangat penting dalam mencegah penyebaran virus Covid-19 di lingkungan masing-masing. Semua harus bergerak di zonanya. 

Melalui langkah-langkah preventif mulai dari penyebarluasan informasi terkait Covid-19, edukasi pencegahan, identifikasi dan pendataan atas kelompok masyarakat yang rentan tertular. 

"Seperti yang saya sampaikan saat menjenguk warga terkonfirmasi Covid-19 dan sosialisasi protokol kesehatan di RW1 dan RW 2 Kesambi tadi pagi. Pemda Kota Cirebon memohon kepada masyarakat untuk selalu tenang, saling mengingatkan, saling dukung untuk dapat bersatu melawan Covid," ujar Wakil Walikota Cirebon. (Nur)