Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 08 Juni 2021

Tim Futsal Kota Cirebon Siap Berlaga di Babak Kualifikasi PORPROV JABAR

Tim Futsal Putra dan Putri siap berlaga di BK PORDA JABAR


KESAMBI FC - Tim Futsal Kota Cirebon bersiap mengikuti babak kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi Jawa Barat (BK PORPROV JABAR) tahun 2022 yang akan diselenggarakan di Kabupaten Sumedang, Selasa, (8/6/2021).
 
Ketua Asosiasi Futsal Kota Cirebon, Amroni, SE MM, mengatakan, bahwa pihaknya saat ini sedang melaksanakan pemusatan latihan bagi atlet futsal putra dan putri yang dipusatkan di GOR Bima Kota Cirebon. 

Sementara babak kualifikasi untuk putra digelar pada 14 - 19 Juni 2021, sedangkan untuk putri digelar pada tanggal 21 hingga 25 Juni 2021.

Amroni menjelaskan bahwa pihaknya juga telah melaksanakan kegiatan sosialisasi Laws of The Game kepada para pelatih dan juga para pemain futsal.

Menurut Amroni, kegiatan tersebut dalam upaya memberikan edukasi kepada pemain termasuk pelatih. Dikarenakan dalam peraturan futsal ada amandemen dan perubahan yang harus diketahui.

"Dari segi kostum, segi tendangan pojok, segi tendangan gawang, pada saat pertama kali kick off dan pelanggaran serta sebagainya harus diketahui mereka sebelum berlaga," ujar Amroni.

Perubahan-perubahan yang terjadi ini, menurut Amroni mengacu kepada instruksi PSSI. Utamanya, karena tim futsal Kota Cirebon sudah sampai tingkatan Jawa Barat sehingga wajib memahami perubahan perubahan aturan bermain. 

"Harapannya anak anak tidak jadi kaku dan buta dalam permainan di tingkat Jawa Barat, jangan sampai kita tidak paham kena kartu kuning. Diharapkan bisa memahami," terang Amroni.

Diakhir perbincangannya, Amroni meminta doa restu dari masyarakat Kota Cirebon agar Tim Futsal bisa lolos dalam BK, sehingga bisa tampil  dan berlaga di Porprov Jabar Tahun 2022 nanti. (Didi)

Lewat Webinar, PSGA IAIN Cirebon Bedah Persepektif Postcolonial Dalam Gerakan Perempuan

Webinar tentang persepektif postcolonial dalam gerakan perempuan, Selasa, (8/6/2021).


FOKUS CIREBON, FC - Pusat Study Gender dan Anak IAIN Syekh Nurjati Cirebon sangat tertarik untuk membahas soal-soal perempuan dan pergerakannya. Untuk membedah segment ini, PSGA IAIN Cirebon menggelar webinar tentang persepketif postcolonial dalam gerakan perempuan, Selasa, (8/6/2021).

Dalam kegiatan ini, PSGA mengundang dua pemateri terkemuka yakni Katrin Bandel, Ph.D (Muslimah Jerman, Universitas Sanata Darma Yogyakarta), dan Wakhit Hasim, M. Hum (IAIN Syekh Nurjati Cirebon) dengan di moderatori oleh Mumtaz Afridah, M. Psi.

Ketua PSGA IAIN SNJ Cirebon,  Naila Farah M.Ag dalam sambutannya menjelaskan, postcolonial adalah strategi penjajah yang sangat menarik untuk didiskusikan, mengingat posisi perempuan pada persepektif postcolonial dalam gerakan perempuan sangat  membatasi ruang gerak perempuan dalam ruang bermasyarakat.

Sementara itu, Katrin Bandel, Ph.D (Muslimah Jerman, Univ. Sanata Darma Yogyakarta), pemateri pertama menyatakan, membedah tentang pengalaman perempuan dalam konteks pascakolonial memang menjadi sudut pandang tersendiri. Apalagi menempatkan kajian gender dalam konteks lebih global, sebab dari konteks relasi kekuasaan global ini akan lebih terlihat kehidupan yang senyatanya.

Katrin juga menjelaskan bahwa penjajahan ini memiliki efek yang sangat besar terhadap kehidupan masyarakat. Salah satunya adalah budaya bercampur (hibrid) antara budaya lokal dan eropa, dengan catatan bahwa yang lokal direndahkan dan yang barat dipandang superior.

"Inilah efek dari postcolonial di mana yang lokal dianggap tertinggal dan primitif dan berbeda dengan barat yang superior," jelasnya. 

Dalam situasi ini, tentu identitas diri menjadi masalah, di mana muncul perasaan inotentitas (merasa tidak otentis), kemudian kalau meniru penjajah juga, maka pribumi tidak akan pernah menjadi sama dengannya.

Kemudian, identitas murni pun sulit dicari, baik karena hibridiaasi yang sudah terjadi, maupun karena tradisi lokal pun tidak lepas dari pengaruh penjajah.

"Jadi hubungan dengan budaya penjajah, maupun dengan budaya sendiri menjadi ambivalen. Karena merasa tertindas tapi sekaligus mengagumi penjajah," terang Katrin.

Katrin juga menjelaskan, bahwa situasi yang kompleks tersebut mempengaruhi tatanan gender, di mana perempuan dituntut dan menuntut diri menjadi modern, yaitu mengadopsi identitas yang dipandang superior dan lebih maju.

Di sisi lain, perempuan juga sering dituntut untuk mempertahankan tradisi di saat dunia luar terus bertransformasi, sehingga rumah tangga dijadikan sebagai ruang pertahanan adat ketimuran.

Dicontohkan oleh Katrin, bahwa konsep ambivalensi itu, bisa dilihat dari pengalaman perempuan terjajah, seperti tokoh Nyai Ontosoroh dalam Tetralogi Pramoesya Ananta Toer.

"Jadi sangat jelas, kolonial ini mencoba untuk mengkonstruksi perempuan yang diciptakan oleh situasi kolonial ini, dan perempuan elit kolonial ini menjadi kekuatan baru dari perempuan baru yang diciptakan, seperti mahasiswa yang kuliah di barat dan lainnya," katanya.

Selain itu juga muncul representasi, yakni munculnya pengusaha, pendidikan serta organisasi feminis. Ini tentu menjadi problematis tersendiri, karena subaltern ini terjadi relasi yang rumit, antara elit perempuan dengan perempuan subaltern yang ingin mempresentasikannya. 

Maka untuk menyentuh perempuan subaltern ini, kata Katrin, maka dibutuhkan literasi internasional, agar perempuan subaltern (masyarakat yang paling tertindas) seperti komunitas buruh dan lainnya dapat mewujudkan struktur institusional yang memvalidasi suaranya (Perempuan subaltern).

Wakhit Hasyim pembicara kedua secara singkat juga menjelaskan tentang seputar perjuangan keadilan laki-perempuan di Indonesia. Yang dimulai dari kekerasan perempuan.

Kekerasan perempuan menurut  hukum, katanya, merupakan tindakan serangan satu individu kepada individu lain yang berdampak merugikan, melukai, memanfaatkan dan lain-lain. 

Kekerasan itu, terang Wakhit, ada dalam unsur susunan sosial. Sebab susunan sosial menyangkut  manusia sebagai kelompok, proses atau relasi, nilai atau norma serta lembaga sosial.

Wakhit juga menjelaskan, bahwa hal itu juga bisa dilihat dari sudut pandang psikologi kekerasan, yakni kekerasan yang bersifat relasional, juga relatif bersifat intensional, termasuk ekspresi intensional mewujudkan dalam kesadaran patriarki berlapis, seperti kesadaran kognisi, kesadaran afeksi dan kesadaran psikomotor. Selain juga bersifat berkesadaran, kekerasan juga memiliki dimensi ketidaksadaran.

"Dimensi wacana ini membuat kekerasan yang dimaklumi dan poligami yang dibenarkan secara sesuai peran gender. Termasuk menjadikan perempuan dalam patriatki, yakni ada konstruksi dan strukturasi, yaitu membentuk dan dibentuk," jelasnya.

Tetapi kita juga tahu bahwa narasi kewacanaan dibalik perempuan, seperti yanh twrjadi di Indonesia, di antaranya politik etik swbagai anak renaissance (Kartini), kemudian revolusi dan peran penting perempuan (orde lama), pembangunan melibatkan perempuan (orde baru) serta  gender dan pembangungan (reformasi). (din)

Minggu, 06 Juni 2021

Aktivis BBC, R.Jarum Terpilih Menjadi Ketua DPD KNPI Kota Cirebon

R.Jarum, Ketua terpilih DPD Knpi Kota Cirebon.


KESAMBI, FC - Pemilihan Ketua DPD Knpi Kota Cirebon pada Musyawarah Daerah (MUSDA) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Cirebon, pekan Minggu, (6/6), akhirnya dimenangkan oleh R.Jarum dari OKP Buah Batu Corp (BBC).

Kemenangan R.Jarum pada proses pemilihan Ketua setelah mengalami 2 putaran pemungutan suara, dan mendapatkan 35 suara, sehingga mengalahkan calon lainnya Reza Mansyur yang mendapatkan 26 suara.

Usai terpilih dan ditetapkan dalam Sidang Pleno sebagai Ketua DPD KNPI, R.Jarum kepada fokuscirebon.com mengatakan, dirinya merasa sangat bersyukur mendapat amanah baru sebagai Ketua DPD KNPI Kota Cirebon. 

Menurutnya, amanat ini diharapkan bisa membawa KNPI, Pemuda dan OKP Kota Cirebon lebih maju dan maksimal dalam bergerak di bidang pemudaan.

"Slogan yang saya usung adalah Mempersatukan Pemuda Kota Cirebon," jelasnya.

Dengan slogan tersebut lanjut R.Jarum, dirinya mempunyai Visi, Mewujudkan Pemuda Kota Cirebon Yang Mandiri, Inovatif, Berbudaya, Sehati, dan Mempererat Tali Persaudaraan Pemuda. 

Sedangkan Visinya, lanjut R. Jarum akan dijabarkan melalui Misinya, yakni Mendorong kemandirian ekonomi pemuda yang inovatif, Mengajak pemuda untuk  mencintai kearifan lokal dan memiliki ati diri bangsa, Bersinergi dengan program pembangunan daerah Kota Cirebon dan menghinpun seluruh OKP untuk membangun kebersamaan dalam keberagaman latar belakang.

Tidak hanya itu, R.Jarum pun mengaku telah menyiapkan program-program unggulan untuk para pemuda dan akan bersinergi dengan Karang Taruna serta Dinas Pemuda Olah Raga Kota Cirebon. (Didi)

Sabtu, 05 Juni 2021

LPM IAIN Cirebon Hadiri Kegiatan Rembug Nasional Forum Penjaminan Mutu PTKIN Se Indonesia di Ternate

Acara Rembug Nasional Forum Penjaminan Mutu PTKIN yang dilaksanakan di Ternate, pada 3-5 Juni 2021. 


FOKUS CIREBON, FC – Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IAIN Cirebon mengikuti acara Rembug Nasional Forum Penjaminan Mutu PTKIN yang dilaksanakan di Ternate, pada 3-5 Juni 2021. 

Acara yang diikuti oleh hampir seluruh PTKIN se Indonesia ini, dihadiri kurang lebih 114 peserta yang berasal dari 102 LPM, 48 PTKIN ditambah 12 dari Kemenag.

Adapun Rundown acara Rembug Nasional Forum Penjaminan Mutu PTKIN, dimulai dari Check in Peserta di Lobby Hotel, berikut  makan siang di Restoran Hotel setempat.

Kemudian pada pukul 19.00 – 20.00 dimulainya kegiatan yang ditandai dengan acara pembukaan dan laporan panitia Rembug Nasional Korwil Timur mewakili Forum Penjaminan Mutu.

Acara kemudian dilanjut dengan sambutan selamat datang dari Rektor IAIN Ternate dan dilanjut sambutan Direktur PTKI sekaligus membuka acara Rembug Nasional Forum Penjamu Tahun 2021, oleh Prof Dr. Suyitno.

Usai pembukaan pada pukul 21.00- 22.30, kegiatan dilanjut dengan Sarasehan Manajemen Perubahan: 
Program Prioritas Direktorat PTKI Tahun 2021 dan Arah Pengembangan Sistem Penjaminan Mutu PTKIN.

Sementara acara pada Jum’at, 4 Juni 2021 WIT, dimulai dengan acara Sarasehan Manajemen Perubahan: PP No. 46/2019 dan Relevansinya dengan Sistem Penjaminan Mutu PTKIN oleh Ketua Forum Penjaminan Mutu PTKIN.

Kemudian acara dilanjut lagi dengan kegiatan Sarasehan Manajemen Perubahan: Revisi Permenristekdikti No. 62/2016 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi dan Relevansinya dengan Kebijakan Kampus Merdeka oleh Prof. Aris Junaidi.

Sementara itu, sebelum dilanjut ke acara Focussed Group Discussion:
Identifikasi Sasaran dan Program Strategis LPM Menghadapi Current Issues dan Perubahan oleh Forum Penjamu PTKIN (Komisi 1, 2, dan 3), sebelumnya pada pukul 17.00 dilakukan Tes Antigen di Lobby Hotel. 

Pada malamnya, sekitar pukul 21.00 – 21.30 kegiatan dilanjut dengan Presentasi Rumusan Hasil FGD Komisi 1, 2, dan 3 dan Pembacaan Rekomendasi Rembug Nasional Presidium.

Pada Sabtu, 5 Juni 2021, kegiatan dibuka dengan acara Laporan Kegiatan Forum Tahun 2020-2021
Presidium dan setelah itu seluruh rangkaian acara ditutup oleh  Kemenag dan Presidium.

Dalam acara acara Rembug Nasional Forum Penjaminan Mutu PTKIN yaang diselenggarakan di Ternate, di hotel Muara Ternata dengan tuan rumah IAIN Ternate se memiki 3 agenda penting yakni, silaturrahim antar LPM seluruh PTKIN Se Indonesia, Pergantian kepengurusan, Update Informasi dan agenda LPM seluruh PTKIN Se Indonesia.

Dalam kesempatan ini, para peserta bisa saling kenal, saling sapa, dan saling bertukar pikiran.

"Pertemuan ini memang diagendakan rutin dilaksanakan karena setiap masa jabatan habis, para pejabat LPM di tiap perguruan tinggi di LPTKIN akan terus berganti. Jadi dengan forum ini bisa dimanfaatkan sebagiaaforum silaturrahim," ujar Ketua LPM IAIN Cirebon, Dr. H. Ayus Ahmad Yusuf M.Si.

Selanjutnya, dalam forum ini dilakukan pemilihan pengurus baru setelah masa jabatan pengurus lama berakhir. 

Dalam forum yang dilakukan pemilihan secara langsung dengan menggunakan google ini, terpilih 3 kandidat ketua, yakni Prof Dr. H. Ali Mudlafir M.Ag Ketua LPM UIN Surabaya, Muhammad Zuhdi, MA, Ph.D Ketua LPM UIN Jakarta, 
Dr. Winengan MSI Ketua LPM UIN Mataram.

Akhirnya setelah melakukan pemilihan tahap ke 2 terpilihlah ketua Forum Penjaminan Mutu PTKIN periode 2021-2023 yaitu Prof Dr. H. Ali Mudlafir M.Ag Ketua LPM UIN Surabaya.

Kemudian dalam rangka update informasi penjaminan mutu di lingkungan PTKIN se Indonesia, dalam acara ini dilakukan FGD (Focus Group Discussion) dan saresehan.

Dalam FGD ini topik bahasannya adalah mengupas Permenristekdikti No. 62 tahun 2016 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi. 

Peserta dibagi menjadi 3 kelompok dengan rincian sebagai berikut :
SPMI (Sistim Penjaminan Mutu Internal), LPM IAIN Cirebon mendelgasikan Muhsin Riyadi, MA, Kpus Audit, SPME (Sistem Penjaminan Mutu Eksternal).

LPM IAIN Cirebon juga mendelgasikan Toheri M.Pd, Sekretaris LPM dalam kelompok ini.

LPM IAIN Cirebon juga mendelegasikan Dr. H. Ayus Ahmad Yusuf Msi, Ketua LPM IAIN Cirebon dan Yeti Nurizzati, Msi, Kepala Pengembangan Standar LPM IAIN Cirebon dalam kelompok ini.  

Pada kegiatan saresehan dilaksankan 3 saresehan yakni, Program Prioritas Direktorat PTKI Tahun 2021 dan Arah Pengembangan Sistem Penjaminan Mutu PTKIN Kemenag. Kemudian PP No. 46/2019 dan Relevansinya dengan Sistem Penjaminan Mutu PTKIN Ketua Forum Penjaminan Mutu PTKIN dan ketiga, Revisi Permenristekdikti No. 62/2016 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi dan Relevansinya dengan Kebijakan Kampus Merdeka oleh Prof. Aris Junaidi. (din)


DSPPPA Kota Cirebon Mulai Mendata Penyandang Disabilitas Untuk Megikuti Vaksin Covid 19

Kepala Bidang Sosial DSPPPA Kota Cirebon, Aria Dipahandi, S.H., M.Kn.


CIREBON, FC – Data penyandang disabilitas di Kota Cirebon tercatat ada 525 orang, terdiri dari penyandang disabilitas fisik, intelektual, sensorik, dan mental. Namun, dari jumlah tersebut, tidak seluruhnya memenuhi persyaratan untuk divaksin.

Kendati begitu ada 60 orang diantaranya memenuhi persyaratan. Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSPPPA) Kota Cirebon pun mulai melakukan pendataan penyandang disabilitas untuk mengikuti vaksinasi Covid-19. 

“Dari 525 orang ini, 60 orang di antaranya memenuhi persyaratan dari segi usia dan persyaratan lainnya, dan baru 17 orang yang bersedia divaksin, data ini kemungkinan akan berubah, mudah-mudahan terus bertambah,” ujar Kepala Bidang Sosial DSPPPA Kota Cirebon, Aria Dipahandi, S.H., M.Kn., Jumat, 4 Juni 202 Wisata dan Ekonomi di Pesisir Kota Cirebon.

Menurutnya, untuk vaksinasi Covid-19 terhadap penyandang disabilitas ini sudah dilakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) sebagai pihak teknis yang melakukan vaksin.

“Koordinasi belum terlalu intens tapi sudah pernah diawali. Untuk jadwal vaksin maupun tempatnya belum ditentukan,”  ujarnya.

Ia menambahkan, penyandang disabilitas pun harus terus diperbaharui jumlahnya. “Kadang ada yang meninggal dunia, kemudian barangkali ada yang sembuh, makanya kenapa untuk penyandang disabilitas ini kami terus update data agar jumlahnya sesuai dengan kondisi saat ini, dan data terbaru adalah 525 orang,” ujar Aria.

Sementara itu, Pendamping Disabilitas DSPPPA Kota Cirebon, Nakiah Dimitri Kertanegara mengatakan, dari total 525 penyandang disabilitas ini yang termuda adalah umur 9 tahun hingga 59 tahun. 

“Sehingga dari segi umur ada yang tidak memungkinkan untuk divaksin, karena ada yang masih di bawah umur 18 tahun,” katanya.

Menurutnya, pihaknya sudah berkeliling mengunjungi penyandang disabilitas ini untuk menyampaikan rencana vaksinasi Covid-19. 

“Hambatannya ada. Misalnya penyandang disabilitas mental, mereka harus didampingi keluarga sebab sebelum divaksin ada proses screening kesehatan,” ungkapnya.

Ia mengakui, di antara mereka ada juga yang telah memenuhi persyaratan vaksin namun justru enggan untuk divaksin. 

“Sebab mereka melihat dari media sosial bahwa efeknya vaksin itu begini. Jadi di antara mereka ini juga ada yang mau dan ada yang tidak mau, selain juga tidak memenuhi persyaratan untuk divaksin. Kemudian, dikhawatirkan keluarga juga turut mempengaruhi,” katanya.

Meski demikian, menurutnya, DSPPPA Kota Cirebon terus melakukan pendekatan kepada penyandang disabilitas ini. “Kita door to door terhadap mereka dan hampir setiap hari kita lakukan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Cirebon Trimulyaningsih, S.K.M., M.K.M., mengatakan, pihaknya memang sudah berkoordinasi dengan DSPPPA Kota Cirebon terkait data penyandang disabilitas. 

“Hanya saja memang sasaran vaksin dari penyandang disabilitas ini belum kita terima secara pasti, misalnya usia di bawah umur masih masuk. Namun kita terus berkoordinasi terkait data ini sehingga Dinkes akan menerima data real penyandang disabilitas yang memenuhi persyaratan untuk divaksin,” ujarnya. (Bambang)

KPI IAIN Cirebon Undang Instruktur Literasi Nasional Kemdikbud RI Pada Event Webinar


FOKUS CIREBON, FC - Mahasiswa jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) bukan hanya mempelajari teori saja, melainkan mempraktikkan langsung apa yang telah dipelajari. 

Seperti halnya dengan Mahasiswa KPI semester 4B yang baru saja menggelar sebuah event webinar dengan tema “Membangun Jiwa Sosial Pada Generasi Milenial” Kamis, (3/6/2021).

Sejawat Humanisme Organizer (SEHUOR) merupakan sebuah event yang diadakan oleh mahasiswa KPI 4B sebagai praktik dari mata kuliah Event Organizer.

Acara webinar ini terbuka untuk umum dan gratis, selain itu terdapat doorprize untuk peserta yang aktif. 

Berbeda dengan webinar lainnya, SEHUOR melakukan open donasi yang akan diserahkan kepada salah satu panti asuhan di Kota Cirebon pada tanggal 9 Juni 2021.

Webinar diadakan dengan sistem semi offline. Pemateri dan panitia melaksanakan event-nya secara offline bertempat di Haku Coffee dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. 

Peserta mengikuti webinar secara online via Google Meet, dengan jumlah 100 peserta yang terdaftar.

Acara dimulai pukul 09.00 WIB, diawali dengan sambutan oleh Subhanur Hakim selaku Ketua Pelaksana. Subhan mengucapkan rasa terima kasih karena Webinar ini terlaksana dengan baik. 

“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang turut mensukseskan acara ini baik panitia, peserta, sponsor, maupun mediapartner," tutur Subhan.

Setelah itu, Rani Ika Wijayanti, M. Med. Kom, selaku dosen Mata kuliah Event Organizer turut memberikan sambutan dan juga support kepada panitia, dan dilanjut dengan berlangsungnya webinar oleh Istiqomah selaku moderator. 

Dosen IAIN Sykeh Nurjati M. Andi Hakim, S. Pd. M. Hum, juga sebagai Instruktur Literasi Nasional Kemdikbud RI sebagai pembicara pada webinar ini. 

Diujung pembicaraan Pak Andi menyampaikan sebuah quotes yaitu, “Raih cita-cita, kemudian bangun citra (Kesan di hadapan Tuhan) maka cinta akan datang menghampiri,” ucap Andi.

Setiap event pasti memiliki kekurangan, seperti yang diungkapkan Subhan. 

“Kendala setiap acara apapun itu pasti ada, seperti webinar ini peserta terkendala oleh kuota ataupun jaringan, atau panitia yang kurang maksimal dalam mempersiapkan acara," paparnya.

Diakhir perbincangan, Subhan memberikan harapannya. "Harapan Saya semoga kedepannya bisa merealisasikan acara-acara sekaligus berkolaborasi dengan yang lain," ujarnya. 

Selain itu Subhan juga berharap dengan terlaksananya webinar ini tetap terjalinnya solidaritas, kebersamaan dan jiwa sosial kita meningkat, dan apa yang disampaikan pemateri juga bisa kita terapkan pada kehidupan sehari-hari. 

"Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Miss Rani yang telah membimbing dalam berjalannya event ini,” tutup Subhan. (Red/Eva)

Wahyu Farzana, Mahasiswa KPI IAIN Cirebon Juara Lomba Desain Poster

JUARA : Inilah desain poster Wahyu, mahasiswa semeseter 2 KPI IAIN Cirebon.


FOKUS CIREBON, FC - Kembali, mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon menorehkan prestasi gemilang diajang event bergengsi. Prestasi tersebut disabet mahasiswa Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Wahyu Farzana, yang mampu memenangkan lomba Desain Poster yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Komunikasi Universitas Gunung Jati (HIMAKOMUGJ) pada Kamis, (3/6/2021), dengan tema “Sosialisasi Vaksinasi Covid-19”.

Ketika Wahyu dinobatkan sebagai pemenang, perasaannya sangat senang, Ia juga tidak menyangka kalau dirinya akan memenangkan lomba tersebut. 

Di sisi lain, Wahyu juga tetap rendah hati ketika memenangkan suatu penghargaan dan tetap berusaha menjadi lebih baik lagi.

Dalam pesannya, Wahyu mengajak  kalau kita punya kegemaran dalam melakukan suatu hal, jangan lupa aksi. Jika kita tidak menunjukkan apa-apa, bakat kita akan terus terpendam, dan tidak akan menghasilkan manfaat dan energi positif. 

"Jangan takut mencoba, teruslah berkarya dan jangan lupa untuk ngopi,” ucapnya.

Wahyu Farzana, Mahasiswa KPI IAIN SNJ Cirebon


Diakui Wahyu, perlombaan yang diikutinya ini untuk mengisi waktu luang di masa pandemi Covid-19, daripada kita tidak menghasilkan apa apa, alangkah baiknya kita mengikuti lomba-lomba, karena dengan mengikuti lomba, kita bisa mengambangkan bakat dan minat kita,” tutupnya. (Red/Eva)