Tajam, Aktual dan Mencerdaskan

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Rabu, 30 September 2020

Kota Cirebon Kembali Mendapat Penghargaan Swasti Saba Wistara

 

FOKUS CIREBON, FC - Prestasi  kembali ditorehkan Kota Cirebon. Rasa bangga mendapatkan Penghargaan Swasti Saba Wistara dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menjadi senyuman manis Pemerintah daerah yang dipersembahkan untuk masyarakat.

Penghargaan itu sendiri diberikan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, Bapak Uu Ruzhanul Ulum. 

"Ada 17 Daerah di Jabar yang menerima penghargaan ini, termasuk Kota Cirebon", kata Wakil Walikota Cirebon, Hj Eti Herawati.

Eti juga menjelaskan, bahwa  Swasti Saba Wistara merupakan penghargaan di bidang kesehatan lingkungan yang diberikan kepada kota atau kabupaten yang telah menyelenggarakan tujuh tatanan penilaian. 

Tujuh penilaian tersebut diantaranya tatanan permukiman, sarana dan prasarana umum, tertib lalu lintas dan pelayanan transportasi, industri dan perkantoran sehat, pariwisata sehat, pangan dan gizi, kehidupan masyarakat sehat dan mandiri serta sosial yang sehat.

"Kota Cirebon sudah mendapatkan predikat kota sehat sebanyak 6 kali. Diantaranya, Swasti Saba Padapa sebanyak 3 kali, Swasti Saba Wiwerda 1 kali dan Swasti Saba Wistara 2 kali", kata Eti Herawati lagi. 


Sementara menurut Wakil Gubernur Jawa Barat, bahwa di masa pandemi ini, kebersihan dan kesehatan masyarakat agar terus ditingkatkan. (Nur)
Share:

Gencar Perangi Covid 19, Jam Malam Di Kota Cirebon Rencana Siap Diberlakukan

CIREBON, FC – Belum puas dengan gerakan penggunaan masker, dan penegakkan protokol kesehatan, Walikota Cirebon bersama jajarannya juga merencanakan untuk memberlakukan jam malam.

Semua ini dilakukan dalam rangka mengurangi dan memutus mata rantai Covid 19 di masyarakat. 

Pasangan walikota ini ingin daerah yang dipimpinnya benar-benar keluar dari pandemi Covid 19, sehingga berbagai cara harus dilakukan.

Terlebih lonjakan kasus positif corona, kian membuat Walikota dan jajaranya semakin sedih, sehingga Pemerintah Kota Cirebon , memang harus mengambil ancang-ancang untuk pemberlakuan jam malam. Dan saat ini, keputusannya tinggal menunggu tanda tangan walikota.

E.dati Wakil Walikota Cirebon Dra Hj Eti Herawati sendiri mengaku belum menerima draf surat edaran pemberlakuan pembatasan jam malam tersebut.

"Memang ada rencana ke situ. Tapi ketentuan rincinya saya belum lihat seperti apa. Yang jelas, pembatasan-pembatasan ini dibuat dalam rangka terus menekan angka penularan virus corona di Kota Cirebon,” kata Eti kepada wartawan.

Hal yang sama dinyatakan Sekretaris Daerah Kota Cirebon Drs H Agus Mulyadi MSi, bahwa rencana pembatasan jam malam di Kota Cirebon, masih dalam kajian. 

"Rencananya, seluruh aktivitas masyarakat di tingkat lingkungan RT dan RW, tidak boleh lebih dari pukul 21.00 WIB, kecuali kegiatan siskamling", papar Sekda. (Nur) 

Share:

Rendahnya Konsumen dan Pelaku Usaha Terhadap UU.No 8/1999, Ini Arah Kebijakan BPKN Dalam Tiga Tahun Kedepan

Caption : Ketua BPKN, Rizal E Halim sedang menjelaskan arah BPKN di masa pandemi dan tiga tahun kedepan (Indah)


FOKUS CIREBON – Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), Rizal E Halim mengatakan, kurangnya sosialisasi dan edukasi tentang perlindungan konsumen menyebabkan tingkat kesadaran dan pemahaman konsumen dan pelaku usaha di daerah terhadap UU 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen (UUPK), yaitu untuk mengkonsumsi produk yang memenuhi aspek keamanan, kesehatan, keselamatan dan lingkungan (K3L) masih rendah, sehingga upaya media komunikasi untuk membangun jejaring informasi dan kerjasama dengan para pihak yang terkait dengan perlindungan konsumenpun diperlukan.

Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) merupakan Badan yang dibentuk sesuai dengan amanah UU 8/1999 mempunyai fungsi memberikan saran dan pertimbangan kepada pemerintah dalam upaya mengembangkan perlindungan konsumen di Indonesia. 

Sejalan dengan fungsi tersebut, BPKN mempunyai sejumlah tugas yang salah satu diantaranya untuk memasyarakatkan sikap keberpihakan kepada konsumen, menyebarkan informasi mengenai perlindungan konsumen dan menerima pengaduan. Arah kebijakan BPKN akan menitik beratkan pada tiga isu fundamental dalam tiga tahun kedepan.

"Pertama penguatan kelembagaan, kedua, edukasi dan sosialisasi perlindungan konsumen secara massif dan intensif dan ketiga, sinkronisasi regulasi dan kebijakan perlindungan konsumen yang tersebar di sejumlah sektor dan daerah," ujar Rizal, saat ditemui di Kota Cirebon, Rabu (30/9)

Saat ini tren kasus Covid-19 semakin hari kian bertambah, salah satunya di kota Cirebon, sejak Pemprov Jabar menetapkan status kewaspadaan Kota Cirebon sebagai zona merah penyebaran Covid-19 karena ada sebagian yang terpapar menjalani perawatan di beberapa rumah sakit dan ada juga yang melakukan isolasi mandiri dengan indikasi tanpa gejala klinis. 

Hal lain juga yang merugikan konsumen seperti kasus-kasus leasing, bank maupun non bank terkait relaksasi kredit (penundaan hutang) dan rekturisasi (pengurangan bunga) dan BPKN 

meluncurkan rekomendasi soal relaksasi kredit yang harus disampaikan dengan jelas secara defisit karena banyak kesimpangsiuran mengenai hal ini, dan permasalahan properti masih saja terus bergulir, dari permasalahan mengenai fasos-fasus, sertifikat, IMB, AJB dan masih banyak permasalahan lainnya.

Ketua Komisi I BPKN di Bidang Penelitian dan Pengembangan, Arief Safari menjelaskan, agar masyrakat bisa mengetahui dan mengadukan keluhannya terkait hak-hal Perlindungan Konsumen (PK), maka hal ini merupakan  tanggung jawab bersama semua pemangku kepentingan. 

"Oleh karena itu hal-hal yang telah kami upayakan agar masyarakat paham dan tahu tempat mengadukan masalah-masalah terkait hak-hak perlindungan konsumen, BPKN sering mengadapak kuliah umum dan MoU di beberapa Universitas. Di Cirebon sendiri BPKN telah mengadakan MoU dengan Universitas Muhammadiyah Cirebon dengan membuka klinik pengaduan konsumen," jelas Arief.

Ketua Komisi II BPKN, di Bidang Komunikasi dan Edukasi, Johan Efendi, berharap, Lembaga Perlindungan Konsumen di Indonesia bukan hanya BPKN tetapi juga LPKSM, BPSK dan Pemerintah agar terus berkolaborasi berupaya melakukan Perlindungan Konsumen di Indonesia sehingga ke depan insiden perlindungan konsumen bisa kita tekan dan kurangi. Apabila itu terjadi negara hadir memberikan perlindungan kepada konsumen.

"Tujuan dari kegiatan Sosialiasi terpadu ini adalah sebagai sarana penyebaran informasi terkait perlindungan konsumen. Mensosialisasikan pemahaman akan hak dan kewajiban masyarakat terkait perlindungan konsumen. Juga mensosialisasikan kepada masyarakat luas terutama mahasiswa mengenai kelembagaan BPKN dan kegiatannya. Serta meningkatkan Indeks Keberdayaan Konsumen (IKK)," lanjut Johan. 

Selain itu, BPKN bertujuan untuk membangun kerjasama yang baik dengan masyarakat dan lembaga terkait dalam menyuarakan perlindungan kepada konsumen di indonesia dan sikap keberpihakan kepada konsumen. Sehingga terciptanya regenerasi partisipasi masyarakat dan terbentuk kelompok konsumen yang dapat menjadi penggerak upaya perlindungan konsumen di wilayahnya. (Indah)





Share:

Satpol PP Provinsi Jabar Nilai Kepatuhan Masyarakat Menerapkan Protokol Kesehatan Cukup Baik

 


CIREBON, FC — Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP Provinsi Jawa Barat, Guntur Santoso S. STP, M. Si., mengatakan tingkat kepatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan di Kota Cirebon cukup baik.

Hal itu diungkapkan Guntur saat menggelar sosialisasi kepatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan di Kota Cirebon bersama Satpol PP Kota Cirebon, Selasa (29/09/2020). 

“Protokol kesehatan sudah diterapkan di banyak tempat akan tetapi masih ada beberapa yang tidak patuh,” katanya.

Guntur menuturkan dari hasil sosisalisasi yang dilakukan Satpol PP Jabar dan Satpol PP Kota Cirebon di lingkungan perumahan (Perumnas), Pasar Perumnas dan lingkungan masyarakat sekitarnya, protokol kesehatan sudah banyak diterapkan. 

“Adapun yang melanggar tetap ada dan yang tidak patuh ini menjadi target penindakan Satpol PP,” tuturnya.

Pada saat yang sama, Plt. Kasatpol PP Kota Cirebon, Drs. Buntoro mengungkapkan dari kegiatan bersama ini yang menjadi target adalah pengelola tempat usaha dan jasa serta perorangan yang melintas di rute yang petugas lalui. 

“Para pelanggar diberikan peringatan dan penertiban berupa sanksi sosial,” ujarnya.

Buntoro menambahkan bagi pelaku dunia usaha diimbau untuk memasang berbagai informasi dan ajakan agar konsumen atau pengunjungnya menerapkan protokol kesehatan. 


Pelaku usaha juga kami minta bantuannya agar mendorong tingkat kepatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan,” pungkasnya. (Nur)


Share:

Selasa, 29 September 2020

Akademisi IAIN Cirebon Bedah RUU Cipta Kerja Melalui Seminar Nasional Online

FOKUS CIREBON, FC - Melalui seminar wabinar bertema RUU Cipta Kerja, Antara Kesejahteraan Buruh, Penguatan UMKM dan Ekonomi Umat, sejumlah akademisi IAIN Syekh Nurjati Cirebon angkat bicara.

Mereka mendiskusikan secara online soal Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja yang dinilai masih kontroversial.

Pandangan para akademisi ini lebih ditajamkan pada pasa-pasal karet yang dianggap tidak pro terhadap pemenuhan hak pegawai, Selasa (29/9/2020).

Seminar yang dipandu Wakil Dekan FUAD, Dr Arief Rachman MSi itu pun diikuti peserta mulai dari dosen, mahasiswa, aktivis sosial hingga pelaku UMKM.

Sedangkan Dekan FSEI. Dr H Aan Jaelani MAg dan Sekretaris LPPM, Dr H Ayus A Yusuf MSi sebagai pemateri.

Arief menjelaskan, muncul kekhawatiran di kalangan akademisi terkait sejumlah isi RUU Cipta Kerja yang dinilai bakal merugikan salah satu pihak. Dalam konteks ini ialah buruh atau pegawai.

Menurutnya, beberapa pasal dalam RUU ini berpotensi memangkas hak-hak buruh. Misalnya tidak ada pemberian pesangon bagi buruh yang diputus hubungan kerja.

Padahal dalam konteks kekinian di masa pandemi, perlu adanya stimulus guna mendukung pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Salah satunya, upaya-upaya penyejahteraan buruh, pelaku UMKM dan masyarakat dengan pendapat rendah.

"Pada prinsipnya hasil webinar tadi dari segi ekonomi ada kecenderungan dalam RUU itu ada aturan yang tidak memberi pesangon bagi buruh yang diputushubungan kerjanya. Ini jelas tidak sesuai dengan pasal dulu dan norma yang ada di Indonesia. 

Karena buruh itu sudah berkontribusi kepada perusahaan," jelas Arief terkait salah satu isi RUU Cipta Kerja.

Arief juga menyoroti RUU Cipta Kerja dari saudut pandang keadilan gender. Yakni tidak diberikannya cuti kerja bagi pagawai wanita yang sedang haid.

Menurut Arief, aturan itu tidak sejalan dengan norma dan kearifan lokal yang ada di nusantara. Pasalnya, sesuatu yang bersifat kodrati seharusnya mendapat penghormatan meski dalam kaca mata requlasi.

"Kami beri masukan. Kami menghitung kembali beberapa pasal yang seyogyanya disesuaikan dengan kearifan lokal. Misalnya ada pasal yang tidak memberikan cuti bagi wanita yang sedang haid, ini mungkin budaya di luar. Di Indonesia kita berikan hak terkait cuti yang dialami kaumwanita," kata dia.

Arief melanjutkan, masih banyak lagi pasal dalam RUU tersebut yang perlu disesuaikan. Pihaknya pun meminta DPR RI mengkaji ulang sebelum RUU ini disahkan pada pekan kedua Okotober 2020.

"Pada dasarkan kita ingin share terkait RUU itu. Kita coba beri gambaran menyeluruh terkait isi RUU itu yang selama ini dipandang sebagai pasal kontroversial dan sangat merugikan satu pihak," kata Arief.

Sementara menurut Dr H Aan Jaelani MAg, pemateri pada seminar nasional ini, fokus pada pro dan kontra RUU Cipta Kerja. 

Menurut Aan, dasar dibentuknya RUU Cipta Kerja salah satunya sebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi melaluipeningkatan investasi dan reformasi regulasi perizinan usaha.

Kata Aan, yang pro Omnibus Law keberadaanya untuk menciptakan dan memperluas lapangan kerja. Kemudian untuk menurunkan jumlah pengangguran dan menampung pekerja baru. Dan juga untuk menyederhanakan pelbagai perizinan dan syarat penanaman modal. Termasuk  untuk meningkatkan iklim investasi.

Sementara yang kontra, menganggap upah minimum provinsi yang bisa menghapuskan UMK daerah. 

Kemudian ini dipandang sebagai strategi pemerintah dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan investasi adalah melakukan reformasi regulasi di bidang perizinan berusaha.

Selain itu, pandangan kontra lainnya adalah untuk menyelesaikan hambatan investasi, yakni panjangnya rantai birokrasi, peraturan yang tumpang tindih, dan banyaknya regulasi yang tidak harmoni.

Masih banyak pembahasan dan kajian yang mendalam disampaikan oleh Aan Jaelani dan pemateri lainnya. Sehingga memancing kehangatan diskusi dan membuat seminar nasional semakin menarik bagi peserta wabinar untuk terus menyimak materi RUU Cipta Kerja yang oleh sebagian pihak dipandang masih kontroversial tersebut. (din)

Share:

Mulai 1 Oktober 2020, Pelanggar Protokol Kesehatan Ditindak Tegas

CIREBON , FC - Keserius Nasrudin Azis, Walikota Cirebon untuk memutus mata rantai Covid 19 di Kota Cirebon mulai dijalankan. Nasrudin Azis ingin daerah yang dipimpinnya segera keluar dari zona pandemi Covid 19. 

Maka mulai 1 Oktober, tindakan tegas diberikan Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon bagi pelanggar protokol kesehatan. Pengusaha diminta untuk menerapkan protokol kesehatan secara disiplin untuk menghindari penerapan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Pengelola harus membantu saya, supaya saya tidak ditekan untuk melakukan PSBB lagi,” tegas Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH., usai melakukan monitoring pelaksanaan protokol kesehatan di mall Cirebon Super Blok (CSB), Jalan Ciptomangunkusumo, Kota Cirebon, Sabtu, 26 September 2020.

Dijelaskan Azis, Pemda Kota Cirebon sudah menyiapkan rancangan jika terjadi kejadian terburuk terkait penyebaran Covid-19. Termasuk kemungkinan penerapan kembali PSBB atau pembatasan operasional usaha di Kota Cirebon.

Namun, lanjut Azis, pihaknya masih belum menerapkan PSBB maupun pembatasan operasional usaha di Kota Cirebon. Ada pun yang dilakukan saat ini hanya pembatasan aktivitas dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat.

Untuk itu, Azis meminta pengelola usaha di Kota Cirebon untuk secara disiplin menaati protokol kesehatan. Kepada pengelola CSB maupun mall dan pusat perekonomian lainnya di Kota Cirebon, Azis memberikan waktu hingga 1 Oktober untuk melakukan sosialisasi dan pembenahan penerapan protokol kesehatan. Kalau 1 Oktober masih melanggar, Pemda Kota Cirebon akan bertindak tegas. “Kalau perlu saya sendiri yang akan menutupnya,” tegas Azis.

Saat melakukan monitoring di CSB mall, Azis satu persatu memasuki restoran dan tenant (penyewa) yang ada di kawasan CSB. Azis juga mengingatkan agar setiap tenant mematuhi protokol kesehatan. Seperti membatasi orang yang masuk ke toko mereka, lakukan jaga jarak dan selalu mengingatkan kepada pengunjung untuk menggunakan masker. Bahkan Azis sempat menegur sejumlah tenant yang tidak menerapkan jaga jarak bagi pengunjung mereka.

“Jangan pernah mengatakan rugi untuk menyisihkan beberapa kursi, “ tegas Azis. Masih ada kerugian yang lebih besar jika protokol kesehatan tidak dijalankan yaitu terjadinya peningkatan jumlah orang yang terpapar Covid-19. Terlebih saat ini tingkat penyebaran Covid-19 di Kota Cirebon cukup tinggi.

Sementara itu Nining Heryanti, Operational Supervisor CSB, mengungkapkan pihaknya telah melakukan pembatasan jumlah pengunjung yang masuk ke mall mereka. “Tim kami setiap hari juga melakukan kontrol dan mengingatkan kepada setiap tenant,” ungkap Nining.

Nining juga mengaku akan mematuhi apa yang diminta Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH., untuk melakukan sosialisasi dan penerapan protokol kesehatan secara disiplin di lingkungan CSB mall. (din)

Share:

Senin, 28 September 2020

Bangun Kepedulian di Masyarakat, HMJ IQTAF IAIN SNJ Cirebon Gelar Bakti Sosial

FOKUS CIREBON, FC - Menutup rangkaian Hari Lahir (Harlah) ke-VIII, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQTAF) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati mengadakan bakti sosial (Baksos).

Kegiatan yang berlangsung di sekretariat Ikatan Tuna Netra Muslim Indonesia (ITMI) Kecamatan Talun itu merupakan akhir dari rangkaian perayaan Harlah HMJ IQTAF Ke-VIII, Senin (28/9/2020).

Menurut Ketua Pelaksana, Nu’man Nurfaozi mengatakan, kegiataan ini dilakukan secara simbolis, setelah sebelumnya diadakan open donasi.

“Setelah beberapa waktu lalu kami mengadakan open donasi dan dirasa cukup terkumpul, maka hari ini penyerahan donasi tersebut secara simbolis dari pengurus,” katanya.

Ia mengaku bahwa selain dalam rangka harlah, kegiatan ini merupakan Program Kerja (Proker) dari Divisi Pengabdian Masyarakat.

Fasfah Sofhal Jami, selaku Ketua HMJ-IQTAF mengungkapkan, kegiatan baksos ini sebagai upaya kepedulian terhadap kaum tuna netra.

“Bagaimana pun kita adalah makhluk sosial, jadi sudah selayaknya kita berbagi, terlebih kepada mereka yang membutuhkan,” kata Fasfah.

Sementara itu, H. Muhammad Maimun, MA, M.S.I menyampaikan, Baksos yang dilakukan oleh Jurusan IAT dan HMJ IQTAF merupakan bagian dari implementasi Integrasi Tri Dharma Perguruan Tinggi (PT) yaitu, model integrasi dari pelakasanaan kegiatan pendidikan dan pengabdian masyarakat

“Perguruan Tinggi tidak berada di menara gading, ia tetap memilik kontribusi yang real bagi masyarakat,” kata Maimun.

Ia menegaskan, Masa pademi Covid-19 ini banyak masyarakat terkena dampaknya, salah satunya adalah kaum difabel.

“Kaum difabel perlu mendapatkan perhatian kita semua, kedepan isu kepedulian terhadap kaum difabel perlu menjadi kesadaran yang perlu diimpelemtasikan dalam kehidupan beragama,” sambungnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa Islam mengajarkan untuk peduli terhadap sesama manusia, sebagaimana telah diperintahkan di dalam Al-Qur’an.

“Dengan berbagi, keadilan distribusi dapat menumbuhkan silaturrahmi dan Ukhuwah Insaniyyah, dan juga dengan berbagi semoga rizki menjadi berkah dan semoga dapat menjadi tolak bala,” ujarnya.

Ia juga Kami memberikan apresiasi kepada HMJ dan mahasiswa IQTAF semoga terus berkaya dengan kreatif dan inovasi untuk Indonesia maju.

Rastini, selaku perwakilan dari komunitas ITMI mengatakan banyak berterima kasih atas bantuan yang telah diberikan.

“Mudah-mudahan apa yang telah dilakukan oleh HMJ-IQTAF ini mendapatkan balasan dari Allah, dengan dimudahkan dalam menuntut ilmunya,” tandas perempuan paru baya itu. (Jam)

Share:

Minggu, 27 September 2020

Harlah Ke VIII HMJ IFTAQ IAIN Cirebon Gelar Webinar Nasional

FOKUS CIREBON, FC - Dalam rangka memperingati Hari Lahir (HARLAH) Ke-VIII, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQTAF) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon menggelar Webinar Nasional.

Acara yang berlangsung via Zoom Cloud Meeteng itu mengusung tema “Tafsir Inklusi: Penghormatan Terhadap Kaum Difabel” Minggu, (27/9/2020).

Menurut Ketua HMJ IQTAF, Fasfah Sofhal Jamil, bahwa memang kegiatan webinar ini merupakan  salah satu dari beberapa rangkaian harlah. 

“Sebelumnya memang telah diadakan beberapa lomba, yakni Musabaqah Tilwatil Qur’an (MTQ) Virtual, Musabaqah Syarhil Qur’an (MSQ) Virtual, dan beberapa lomba karya ilmiah lainnya,” ucapanya.

Lebih lanjut, rangkaian akhir diisi dengan kegiatan bakti sosial ke komunitas Ikatan Tuna Netra Muslim Indonesia (ITMI) yang ada di Cirebon.

“Tema Webinar ini memang rekomendasi dari Kepala Jurusan, tujuannya memang untuk memberi motivasi agar mereka merasa sama dengan kita, mempunyai hak yang sama,  mempunyai cita-cita yang sama dan impian yang sama,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, H. Muhammad Maimun, MA, M.S.I mengaku, berterima kasih kepada narasumber yang telah meluangkan waktu untuk dapat mengisi Webinar ini.

“Diangkatnya tema ini karena  memang ada mahasiswa dari kalangan difabel, berdasarkan ketika saya menjadi dosen pembimbing lapangan Kuliah Kerja Nyata (KKN), terlebih pada era covid ini belum ada yang peduli terhadap mereka,” kata Maimun.

Ia juga berterima kasih kepada HMJ, menurutnya ini merupakan salah satu kreatifitas dari mahasiswa dengan menghadirkan juru bahasa isyarat

“Harapannya dari jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir ini mempunyai juru bahasa isyarat, dengan demikian yang memiliki kebutuhan husus dapat mendapatkan ilmu dari mahsiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir,” tandasnya.

Gus Ulil Abshar Abdalla, selaku narasumber pertama mengaku senang sekali dan merasa terhormat karena bisa hadir dalam diskusi ini

“Tema ini memang jarang dibahas oleh kalangan pesantren, dan juga kalangan akademis, saya sangat mengapresiasi acara ini,” katanya.

Ia menegaskan, Tema fiqih disabilitas ini penting sekali dimasukkan percakapan mengenai diskursus fiqih di Indonesia, karena isu mengenai difabilitas menjadi isu terpenting, sampai-sampai sudah ada deklarasi PBB terkait isu ini.

“Tema ini penting pada perencanaan kota di dunia, Jika ada fasilitas tidak ramah bagi difabel, maka dipersoalkan, itu merupakan suatu kesadaran peradaban manusia yang menarik,” ujar Gus Ulil Abshar Abdalla.

Sebetulnya, lanjut dia, istilah difabel di dalam fiqih itu tidak dikenal secara spesifik, tidak ada bab khusus. Dan saya kira harus jujur isu disabilitas muncul dari kalangan sekuler sebenarnya

Narasumber lainnya, Dr. Syarullah Iskandar, MA mengatakan, Forum ini sangat berharga, dan saya merasa terhormat dapat berpartisipasi dalam kegiatan ini

“Isu difabel memang isu yang harus didekati dengan pendekatan Al-Qur’an, karena pendekatan lain telah ditempuh,” papar pengasuh Pon. Pes Bayt Al-Qur’an Pusat Studi Al-Qur’an Jakarta.

Ia berharap, Mudah mudahan dari jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tfasir  bisa berkontribusi juga

“Dalam Tafsir Maudhui atau tematik terdapat 2 bentuk, yakni Minannasi ilal waqi’ atau teks ke realitas, dan Ini yang sering kita lakukan,” ulasanya. 

Juga ada Minal waqi ilan nas, Kata Syahrullah, yakni dari realita ke teks, ini agak berat karena tidak mempunyai kata kuncinya. 

“Seperti halnya mencari birokrasi dalam Al-Qur’an. Namn dapat mencari beberapa ayat, kemudian cari poinnya, dan merumuskan dengan merujuk kitab yang mutabar,” kata Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu.

Ia melanjutkan, di dalam kekurangan pasti punya kelebihan, istilah difabel lebih pas dari pada penggunaan bahasa cacat.

“Keterbelakangan tidak membatasi berkarya, Contohnya Mahmud Ayub, yang dapat mengkritik disertasi M. Quraish Shihab dan agak berat  bagi pak Quraish itu ternyata tuna netra,” ujarnya.

Contoh lain, Lanjut dia, ada pengarang tafsir Al-Kasyaf Zamakhsyari yang ternyata termasuk difabel

“Di dalam Al-Qur’an ada terdapat pembahasan difabel, bukan cocoklogi, tetapi kita berupaya objektif, agar diteruskan menjadi kasjian berbagai perspektif,” tandasnya.

Narasumber terakhir, Dr. Arif Maftuhin, M.Ag, M.A.I.S menyampaikan, dirinya akan memaparkan apa yang tidak disebutkan oleh pemateri lain.

Ia memaparkan bahwa terdapat beberapa paradigma disabilitas, yakni Religius model atau melihat isu difabel sebagai intervensi Tuhan

“Kemudian yang kedua, Medical Model, atau menganggapnya sebagai penyakit, pendekatatan Penggunaan paradigm medis ini di semua lini kehidupan akan bahaya,” ujar Dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Ia melanjutkan, paradigm lainnya yaitu Social model. Yakni melihat dengan Konstruksi sosial, dan yang berikutnya ada Identity Model.

“Kita bandingkan produk tafsir Buya Hamka menggunakan bahasa buta, sedangkan M. Quraish Shihab menggunakan kata tuna netra, karena memang waktu itu belum ada bahasa tunanetra,” ata Arif. (Fas)

Share:

Sabtu, 26 September 2020

Tingkatkan Kesadaran Berorganisasi, HMJ BSA FUAD Gelar Upgrading pengurus


FOKUS CIREBON, FC - Himpunan Mahasiswa Jurusan (HIMA) Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon gelar Upgrading pengurus periode 2020-2021. Sabtu, (26/09/2020).

Upgrading ini bertemakan Meningkatkan Kesadaran Berorganisasi dan Mempererat Tali Silaturahmi yang di selenggarakan di kawasan Taman Bima dan dihadiri oleh pengurus HMJ BSA serta Demisioner.

Ketua pelaksana, Azzah Tuslihun Nadiyah, mengatakan, semoga HMJ BSA bisa lebih maju dan unggul.

"Dengan meningkatkan rasa kekeluargaan antar pengurus, semoga langkah awal ini, HMJ BSA untuk satu periode kepengurusan bisa lebih maju dan unggul." ucapnya saat di wawancarai wartawan.

Azzah berharap, semoga agenda kepengurusan ini bisa berjalan dengan kondusif.

"Semoga semua agenda kedepan bisa berjalan dan tidak ada kendala, meskipun memang diadakan dalam kondisi pandemi, semoga dengan acara ini menjadi titik tolak HMJ BSA untuk berkembang lebih baik dalam menjalankan kepengurusan" tegasnya.

Acara tersebut berjalan dengan lancar dan tetap mematuhi protokol kesehatan. (man)

Share:

Jumat, 25 September 2020

Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Dua Perangkat Desa Cirebon Girang, Tingkatkan Kinerja Aparatur dan Pelayanan

FOKUS CIREBON, FC - Desa Cirebon Girang, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Jum'at, (25/9/202) menggelar kegiatan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah perangkat desa baru. Kegiatan yang dihadiri unsur Muspika ini, berjalan khidmat dan sederhana.

Kuwu Cirebon Girang, Ruslani Abdullah SE menyatakan, ini sebagai kegiatan biasa dalam tatanan kepemerintahan dan ini dalam rangka peningkatan kinerja dan percepatan pelayanan. 

"Ini adalah penyegaran saja, agar ada pelayanan yang lebih maksimal," ucapnya.

Kegiatan yang ini, kata Ruslani,  juga dikemas secara sederhana, karena memang disesuaikan dengan kondisi pandemi covid 19.

Kuwu Ruslani berharap pada perangkat desa yang baru untuk dapat melaksanakan tugas atau pelayanan dengan baik pada masyarakat.

"Saya ucapan terimaksih kepada Bapak Camat dan jajaran nya, juga kepada seluruh yang hadir serta lembaga desa, serta para perangkat desa serta undangan yang hadir hingga terlaksananya acara ini dgn lancar," terangnya.

Kuwu Cirebon Girang juga  mohon maaf pada pihak kecamatan,  karena desa nya  sempat tertunda dalam melaksanakan Musrembang Desa, sehubungan adanya renov kantor (ruangan desa).

Ruslani juga berpesan kepada kedua perangkat barunya yakni saudara Teguh dan saudari Siti Khotimah untuk menjalankan amanah dengan sebaik mungkin.

Pihaknya juga percaya pada kedua perangkat baru ini untuk dapat bekerja sama dengan kuwu dalam setiap menjalanka. kan tugas atau pekerjaan di pemerintahan desa, karena pada dasarnya tugas di desa tidak sama dengan pekerjaan di luar yang ada batas waktu nya.

"Jika di desa tidak mengenal waktu, boleh di kata siang malam siap melayani masyarakat yang membutuhkan," jelasnya.

Sementara menurut Camat Talun, Tarsidi MPd, bahwa dalam suatu pergantian perangkat desa, itu hal yang biasa. Sebab bisa terjadi karena kekosongan perangkat desa.

"Karena masa jabatan habis (faktor usia), ada pengunduran diri atau hal lainnya, maka kuwu bersama BPD bermusyawarah untuk segera menggantikan yang baru. Untuk itu, kami mengucapkan selamat kepada perangkat desa yang baru," ucapnya. 


Sementara itu, kegiatan yang berlangsung khidmat ini, selain dihadiri Camat Talun Tarsidi MPd juga hadir Ketua BPD Desa Cirebon Girang, Shafi'i serta sejumlah tokoh masyarakat. (Bambang)


Share:

Soal Layanan Transportasi Aman, Ini Kata Bupati Cirebon

SUMBER, FC Transportasi masih menjadi persoalan yang kerap dikeluhkan masyarakat. Selain faktor jalaan, kendaraan yang kurang laik jalan pun terkadang mengundang masalah baru.

Untuk itu, Bupati Cirebon, H Imron meminta agar Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cirebon meningkatkan perannnya dalam menciptakan layanan transportasi yang aman, nyaman dan sehat. 

"Tidak bisa dilihat pada satu siisi, seperti halnya jalur Tol yang memiliki fasilitas jalan yang baik dan mulus, malah hampir setiap hari terjadi kecelakaan,” ucapnya.

Imron juga berharap, Dishub bisa memaksimalkan pemeriksaan kendaraan, agar keselamatan saat berkendaraan, bisa lebih terjamin. 

"Dishub sangat berperan dalam keselamatan transportasi. Salah satunya melalui pemeriksaan kendaraan,” tandasnya. (nur)

Share:

Kamis, 24 September 2020

Rahman Haru Dan Gembira Ikuti Prosesi Wisuda Online Di Tengah Masa Pandemi Covid 19

FOKUS CIREBON, FC - Rahman, wisudawan IAIN SNJ Cirebon menyatakan rasa harunya sekaligus gembira bisa mewisuda dirinya bersama mahasiswa lain, walau harus dilakukan secara online, Kamis (24/9/2020).

Pria berkacamata ini, hanya bisa mengikuti aturan kampus, karena memang kampus pun mengikuti anjuran pemerintah lantaran masih dalam masa pandemi covid 19.

"Ya pasti haru mas, karena ini masa di mana kami harus mengikuti wisuda secara online, karena prosesinya harus berjauhan dan semua harus mengikuti protokol kesehatan karena masih dalam masa pandemi covid 19," paparnya.

Sementara itu, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg, menyatakan bahwa prosesi wisuda online ini baru pertama bagi IAIN Cirebon karena di tengah masa pandemi covid 19. 

Kendati demikian, ini tidak mengurangi kegembiraan para wisudawan, yang sudah mampu menyelesaikan program studinya.

Sumanta juga menjelaskan, bahw diusianya yang ke-55 tahun, IAIN Syekh Nurjati telah mampu mendapatkan beragam prestasi yang membanggakan. Segenap civitas akademika senantiasa berupaya untuk mengukuhkan IAIN Syekh Nurjati sebagai Universitas  yang Unggul dan Terkemuka dalam Pengembangan integrasi keilmuan berbasis kearifan lokal. 

Beberapa capaian yang membanggakan IAIN Syekh Nurjati pada tahun 2020 antara lain; Peringkat 102 nasional PT se Indonesia, peringkat 9 PTKIN dan peringkat 2 level IAIN dalam indeksasi Webometrics. 

Peringkat 4 IAIN yang paling diminati di Indonesia dengan pendaftar SPAN-UMPTKIN tahun 2020 sebanyak 6458 mahasiswa baru. 

Kemudian peringkat 2 level IAIN dalam indeksasi SINTA sebagai perguruan tinggi paling produktif dalam karya penelitian. Selain capaian transformasi kelembagaan dari IAIN menjadi UIN Syekh Nurjati pada tahun 2021 mendatang.

"Tentu kita patut bersyukur dan berbangga karena mampu menjadi lulusan perguruan tinggi negeri dengan sederetan prestasi. Hal ini tentu tidak dapat diraih tanpa adanya perjuangan dari berbagai pihak," terangnya. 

Sumanta juga menjelaskan, wisuda virtual ini adalah bagian dari pelayanan yang diberikan IAIN Syekh Nurjati, ini tidak lain adalah upaya untuk tetap menjaga esensi sebuah kelulusan dan membuat momen wisuda menjadi hal yang istimewa dan bermakna.

Demikian juga bahwa IAIN Syekh Nurjati tidak pasif dalam memberikan pelayan terbaik pada masa pandemi, sesungguhnya keinginan kita bersama wisuda offline, dengan menumpahkan ekspresi kebahagiaan bersama orang tua, handaitolan, para undangan dan seluruh sivitas akademika sebagai tahadduts binni’mah, akan tetapi kata pepatah maksud hati memeluk gunung apadaya tangan tak sampai. 

"Kita mengedepankan sebuah kaidah “mencegah kemudorotan lebih dikedepankan dari pada mencari kemaslahatan” katanya 

Terkait transpormasi kelembagaan, Sumanta menyampaikan, bahwa pada tanggal 9 September 2020 kita telah melakukan presentasi proposal alih status menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Nurjati. 

Assesment yang dilakukan berdasarkan ketentuan PMA Nomor 20 tahun 2020 menempatkan kita pada tingkat kelayakan untuk bertransformasi dan InshaAllah dengan doa kita bersama pada tahun 2021 kita akan resmi beralih status.

Untuk memberikan pelayanan prima kepada sivitas akademika dan masyarakat, perubahan tata kelola kelembagaan Satker PNBP menjadi BLU pun dilakukan. Untuk mewujudkan invensi, kreativitas, inovasi dan kemandirian lembaga. 

Namun pada sisi yang lain, alumni IAIN Syekh Nurjati juga merupakan agen perdamaian dan islam yang menyejukkan. Wawasan moderasi beragama yang dipelajari perlu terus disebarkan kepada setiap lapisan masyarakat. 

Signifikansi ini paling tidak dilandasi oleh tiga tujuan mewujudkan Islam yang Rahmatan Lil Alamin. Pertama, kehadiran agama untuk menjaga martabat manusia dengan pesan utama rahmah (kasih-sayang). Kedua, pemahaman bahwa pemikiran keagamaan bersifat historis, sementara realitas terus bergerak secara dinamis, sehingga kontekstualisasi adalah keniscayaan, tidak justru terjebak pada teks yang melahirkan cara beragama yang ekslusif. Ketiga, tanggung jawab kita untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia dari siapa saja yang ingin merongrong kehormatanya.

"Ini merupakan tantangan kita bersama bagaimana perspektif moderasi dalam pemahaman teks-teks keagamaan dan kehidupan praksis sosial ini menjadi life style bagi masyarakat khususnya generasi milenial yang tengah lelap dengan pola kehidupan disruptif," kata Sumanta. (nur)

Share:

Rektor IAIN Cirebon Berpesan, Seluruh Wisudawan Ke XXI Harus Mampu Berkontestasi Dalam Persaingan Global

FOKUS CIREBON, FC - Masih di masa pandemi Covid 19, Wisuda Sarjana dan Magister IAIN Syekh Nurjati (SNJ) Cirebon ke XXI terpkasa harus dilakukan secara daring. Rektor IAIN SNJ Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg menegaskan bahwa ini menjadi sejarah baru, karena tidak diselenggarakan seperti tahun-tahun sebelumnya.

Wisuda sendiri diselenggarakan di ruang Auditorium gedung baru FITK, lantai 5 IAIN SNJ Cirebon, dengan tetap menjalankan protokol kesehatan, Kamis, (24/9/2020).

Menurut Sumanta, kegiatan wisuda ini diikuti sebanyak 892 mahasiswa yang telah mampu menyelesaikan tanggungjawab akademiknya dengan baik, dan semuanya hadir secara virtual melalui platform digital Zoom Meeting dan Live Streaming Youtube. 

"Momentum wisuda kali ini tentu menjadi renungan bagi kita bersama terkait dengan masalah pandemi Covid-19 yang belum juga usai. Bahkan data terbaru tanggal 23 September 2020 menunjukkan jumlah kasus terkonfirmasi positif yang cukup signifikan mencapai 252.923, sembuh 184.298, dan meninggal mencapai 9.837," paparnya. 

Hal ini tentu menjadi keprihatinan dan perhatian kita bersama untuk tetap senantiasa menjaga diri dan sesama, dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan.

"Alhamdulillah, respon cepat juga dilakukan oleh IAIN Syekh Nurjati untuk turut andil menyelesaikan problematika Covid-19 ini. Kami membentuk Satgas Covid-19 IAIN Syekh Nurjati sebagai upaya merealisasikan program-program pencegahan, penanganan hingga pemberian bantuan kepada masyarakat," kata Sumanta.

Pada aspek pembelajaran dan pelayanan, lanjut Sumanta, pihaknya  menyelenggarakan pola Online Services and Blended Learning Method, sehingga mahasiswa tetap dapat belajar dengan baik. 

"Sekaligus sudah kami luncurkan dan kembangkan platform pembelajaran daring bernama IAIN Syekh Nurjati Learning Management System. Hal ini sebagai bukti kepedulian dan kesiapan IAIN Syekh Nurjati merespon kondisi saat ini, dengan optimisme dan komitmen yang mumpuni," ucapnya. 

Sumanta juga mengungkapkan, bahwa keadaan yang demikian telah memaksa kita untuk melakukan akselerasi pemahaman dan penguasaan terhadap teknologi. 

"Keniscayaan Revolusi Industri 4.0 (four point zero) dan Society 5.0 (five point zero) benar-benar kita rasakan lebih cepat dan butuh proses adaptasi yang juga cepat. Skill abad 21 yang menghendaki kita untuk memiliki wawasan literasi digital sudah hari-hari ini kita lakukan.," terangnya.

Sementara itu, wisuda dengan tema "Mewujudkan Transformasi Kelembagaan dalam Meneguhkan Islam Rahmatan Lil Alamin". IAIN Syekh Nurjati terus berupaya melakukan transformasi sebagai respon perubahan dan laju perkembangan zaman yang kian melesat. 

Dipaparkan, transformasi kelembagaan baik akademik maupun non akademik terus diupayakan untuk menghasilkan generasi unggul dan berdaya saing global.

Transformasi tersebut menjadi kebanggaan bagi kita bersama, khususnya wisudawan-wisudawati yang akan menjadi alumni. 

Lulusan IAIN Syekh Nurjati harus mampu berkontestasi dalam persaingan global yang kian terbuka dan kompetitif. Lulusan yang mapan dengan Futere Skill (Keterampilan Masa Depan) antara lain; Cognitive Flexibility, Digital Literacy and Computational Thinking, Creative and Innovative Mindset, Emotional and Social Intelligence, yang terus-menerus telah diasah selama proses belajar di kampus harus mampu ditunjukkan pada jenjang berikutnya.

Namun pada sisi yang lain, alumni IAIN Syekh Nurjati juga merupakan agen perdamaian dan islam yang menyejukkan. Wawasan moderasi beragama yang dipelajari perlu terus disebarkan kepada setiap lapisan masyarakat. 

"Seluruh jajaran pimpinan IAIN Syekh Nurjati mengucapkan selamat dan sukses atas paripurnanya proses belajar di IAIN Syekh Nurjati dan raihan gelar akademik saudara-saudara. Sepatutnya anugerah Allah ini kita syukuri dan jangan lupa berterimakasihlah kepada orang tua kita semuanya, kepada para pimpinan, para dosen dan tenaga pendidik yang menjadi jalan lahirnya sukses kita pada hari ini," ucap Sumanta diakhir sambutanya. (din)

Share:

Putus Mata Rantai Covid 19 di Kota Cirebon, Walikota Cirebon Pimpin Aksi Demo "Gunakan Masker"

CIREBON, FC - Perjuangan Drs H Nasrudin Azis SH, Wali Kota Cirebon untuk melawan virus Covid 19 tak pernah pudar. Ia berharap daerah bisa bebas dari pandemi Covid 19. Maka gerakan menggunakan masker dan menjalankan protokol kesehatan dalam.setiap kegiatan menjadi utama dan penting untjk terus dilakukan.  

Atas keninginan pembebasan daerah dari penyebaran Covid 19, membuat teriknya sinar matahari tak menghalangi Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH., memimpin aksi “demo”. 

Bersama dengan sejumlah ASN dan anggota DPRD Kota Cirebon, Azis menyusuri ruas Jalan Siliwangi hingga Pasar Kanoman Cirebon.

Seperti layaknya sebuah demo, alat peraga dan poster yang berisi seruan memakai masker dan menjalankan protokol kesehatan juga dibawa. 

Di sejumlah perempatan, rombongan berhenti. Secara bergantian Azis dan anggota DPRD Kota Cirebon menyerukan kepada masyarakat untuk senantiasa mematuhi protokol kesehatan.

Saat ada warga yang tidak menggunakan masker, Azis langsung mendatangi dan memberikan masker kepada warga tersebut. Tak lupa, sejumlah nasehat juga diberikan kepada warga Kota Cirebon yang dicintainya agar senantiasa mematuhi protokol kesehatan. 

“Sekarang ini sudah ada klaster keluarga, jadi mohon patuhi protokol kesehatan,” ungkap Azis di depan warga.

Azis juga mendatangi sejumlah toko yang ada di sepanjang jalan yang dilewati dan meminta kepada mereka untuk senantiasa mengingatkan kepada pengunjungnya untuk menggunakan masker. 

“Patuhi protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19,” ungkap Azis.

Perlahan tapi pasti, ditopang dengan tongkatnya, tak kenal lelah Azis menyusuri jalan dan meminta warga mematuhi protokol kesehatan.

“Aksi ini bentuk curhat kami,” tegas Azis. Curhat kepada warga Kota Cirebon agar mereka peduli terhadap kesehatannya dan keluarga. Untuk memotong penyebaran Covid-19 menurut Azis tidak bisa dilakukan hanya oleh jajaran pemerintah saja. 


Namun juga dengan dukungan semua warga Kota Cirebon. Apalagi saat ini Kota Cirebon masuk zona merah, kota yang beresiko tinggi dalam penyebaran Covid-19.

Tidak hanya melakukan ‘demo’ disertai dengan sosialisasi, pencegahan penyebaran Covid-19 juga akan dilakukan di tingkat RT dan RW, yaitu dengan melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM). 

Dengan begitu, warga bersama-sama mengawasi jika ada orang baru yang masuk ke lingkungan mereka. Jika semua dilaksanakan, Azis yakin penyebaran Covid-19 bisa dikendalikan di Kota Cirebon. (din)
Share:

Mantapkan Wisuda Sarjana Dan Magister XXI Online, Panitia Senat Terbuka IAIN SNJ Cirebon Gelar Gladiresik

FOKUS CIREBON, (FC) - Masih dalam masa pandemi Covid 19, Wisuda Sarjana dan Magister XXI terpaksa harus dilakukan secara daring (online). Hal ini untuk mengikuti peraturan pemerintah terkait distancing sosial dan protokol kesehatan.

Panitia pelaksana Sidang Senat Terbuka Online Wisuda Sarjana pun terus memastikan kegiatan tersebut agar mantap dan bisa berjalan lancar. 

Sehingga kepastian kelancaran kegiatan tersebut kembali dimantapkan dengan melakukan gladiresik. 

Ini memang pertama bagi IAIN Syekh Nurjati Cirebon, dalam melaksanakan Wisuda Sarjana dan Magister XXI tahun akademik 2020/2021 yang dilaksanakan secara online. 

Wisuda Sarjana dan Magister Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon Ke XXI dengan tema ”Mewujudkan Sarjana Transformasi Kelembagaan Dalam Meneguhkan Islam Rahmatan Lil' Alamin“, yang  dilaksanakan seara online di Ruang Auditorium Lantai 5 Gedung Baru FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebbon, Kamis, (25/9/2020), diipastikan berjalan baik. (din)


Share:

Selasa, 22 September 2020

Selamatkan Warga Di Masa Pandemi Covid 19, Muludan di Tahun ini Ditiadakan

CIREBON - Menjadi salah satu daerah di Jawa Barat, Kota Cirebon masih menjadi daerah yang rentan dengan kondisi ini. Membuat Walikota dan jajaranya terus bekerja keras merazia masker di titik-titik keramaian.

Rupanya protokol kesehatan menjadi kesadaran penting di masyarakat. Sehingga Walikota Cirebon gencar mengajak masyarakat ikut melawan Covid 19 dengan hidup sehat dan bersih.

Tak hanya itu, masyarakat juga dimintai kesadaran dan pengertiannya atas kondisi pandemi Covid di Kota Cirebon, sehingga langkah cepat dan strategis terus dilakukan.

Salah satunya adalah sikap dan komitmen yang dilakukan Gugus Tugas  Percepatan dan Penganan Covid-19, yang  mengeluarkan surat rekomendasi acara muludan tahun 1442 Hijriah/2020 di Kota Cirebon. 

Surat rekomendasi acara muludan tahun 1442 H/2020 M dengan nomor 450/1381-Adm.Pem.Um tertanggal 22 September 2020 merupakan jawaban atas surat dari Sultan Sepuh XV Nomor 001/SU/SSXV/IX/2020 tanggal 1 September 2020 mengenai pemberitahuan rangkaian acara Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H (tahun 2020 Masehi).

Surat rekomendasi yang ditandatangani langsung oleh Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH tersebut berisi rekomendasi acara muludan tahun 1442 H/2020 M. 

“Dengan tidak mengurangi rasa khidmat dan menjunjung nilai-nilai luhur budaya, kegiatan muludan yang dilakukan rutin setiap tahunnya ditiadakan pada masa pandemi Covid-19,” ungkap Azis dalam surat tersebut.

Alasannya tidak lain untuk menjaga keselamatan dan kesehatan masyarakat. Sedangkan untuk pelaksanaan kegiatan ritual keraton, bisa dilakukan namun hanya bersifat internal keluarga dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Ditambahkan Azis, perkembangan penyebaran Coronavirus Disease -19 (Covid-19) di Kota Cirebon berdasarkan angka pertambahan kasus (reproduction number) dan angka pertambahan kasus yang terjadi di lapangan setelah mendapatkan intervensi reprodution efective (Rt) masih tinggi.

“Laju terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Cirebon setiap hari juga menunjukkan trend semakin naik dan bertambah,” ungkap Azis.

Ini menunjukkan bahwa potensi penyebaran dan penularan Covid-19 di Kota Cirebon semakin tinggi, lanjutnya lagi.

Karenanya, lanjut Azis, akan sangat ironis jika mereka sudah mewajibkan masyarakat untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan namun kegiatan muludan tetap digelar. 

Ini dikarenakan tidak ada satu pun yang bisa menjamin jika protokol kesehatan bisa dijalankan dengan ketat dan disiplin saat muludan digelar.

Peniadaan kegiatan muludan tahun ini menurut Azis juga berlaku untuk seluruh keraton yang ada di Kota Cirebon. (Agus)

Share:

Selamat Datang Mahasiswa Fakultas UAD IAIN SNJ Cirebon Di PBAK Daring Tahun 2020

FOKUS CIREBON - Dekan Fakultas Ushuludin, Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr Hajam MAg menyambut hangat seluruh mahasiswa dalam kegiatan PBAK Fakultas UAD yang digelar secara daring di ruang Auditorium fakultas setempat di lantai 4, Selasa, (22/9/2020).

Hajam juga mengucapkan selamat datang mahasiswa dan jadikanlah PBAK ini sebagai wahana untuk lebih mengetahui keberadaan Fakultas UAD secara luas dan mendalam, agar lahir rasa memiliki dan belajar secara sungguh-sungguh.

Selain itu, Hajam juga ikut menyakinkan kepada seluruh mahasiswa bahwa sangat tepat memilih FUAD sebagai tempat belajar, menimba ilmu dan  pengetahuan, karena Fakultas UAD IAIN SNJ Cirebon ingin mencetak ulama yang intelektual dan bercorak spiritual.


"Jadi anda harus bangga menjadi mahasiswa di fakultas UAD, karena selain ingin mencetak ulama yang intelektual dan bercorak spiritual juga FUAD bergerak dalam keilmuan, keislaman dan kenusantaraan," papar Hajam saat membuka PBAK FUAD IAIN SNJ Cirebon. (din)
Share:

Ajak Mahasiswa Berorganisasi, DEMA FUAD IAIN SNJ Cirebon Turut Meriahkan PBAK Online

FOKUS CIREBON - Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon hadir memeriahkan kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) online. Selasa, (22/09/2020).

Kegiatan ini diisi dengan pengenalan Sema, Dema dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) yang berada di Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah.

Ketua Umum Dema Fuad, Anton Ahyari, dalam talk show nya memaparkan, selayang pandang DEMA FUAD.

"Disini DEMA itu merupakan lembaga eksekutif, peran fungsi DEMA itu lebih ke eksekutor nya," katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa, DEMA lebih eksekutor ke HMJ.

"Berhubung DEMA kita ini di Fakultas, jadi kita lebih eksekutor nya ke HMJ-HMJ," ucapnya.

Menurut nya, DEMA ini memiliki dua fungsi.F Fungsipertama itu intruksi dan fungsi yang kedua yaitu eksekutor.

"Nah fungsi intruksi ini atau fungsi eksekutor ini bisa kita pahami sebagai jalur kordinasi melalui HMJ-HMJ," tndasnya.

Kegiatan ini di hadiri oleh ketua-ketua mahasiswa jurusan, yakni, Akidah Filsafat Islam (AFI), Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (IAT), Sejarah Kebudayaan Islam (SPI), Ilmu Hadits (ILHA), Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), Bimbingan Konseling Islam (BKI) dan Bahasa Sastra Arab (BSA). (Nu'man)

Share:

Senin, 21 September 2020

Rektor IAIN SNJ Cirebon : Tahun 2030 -2034 IAIN Cirebon Siap Melahirkan Universitas Yang Berfase Teaching Dan Risert

FOKUS CIREBON - Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg di kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2020 menyatakan, untuk menuju generasi unggul sudah dilakukan sejak periode pertama kepemimpinannya hingga nanti masuk pada fase penguatan daya saing global, yakni pada tahun 2030-2034, di mana UIN Cirebon nanti menjadi destinsasi keislaman dunia.

Kegiatan PBAK yang digelar secara online di ruang Auditorium FITK IAIN SNJ Cirebon di lantai 5, juga diikuti bersama sejumlah pejabat di lingkungan Kementerian Agama RI juga bersama Menteri Agama RI Fachrul Ramzi.

Dalam sambutannya, Sumanta mengawali dengan mengucapkan selamat dan mengapresiasi yang setinggi tingginya kepada seluruh staekholder yang telah memberikan kepercayaan dan ikut mendukung terhadap keberlanjutan pendidikan di kampus IAIN Syekh Nurjati  Cirebon. 

Rektor juga mengucapkan terimakasih kepada selsuruh civitas akademika atas  berbagai dukungan hingga kegiatan ini terwujud.

Kendati demikian, Sumanta turut merasa prihatin dengan pelaksanaan PBAK tahun ini yang dilaksanakan tidak sebagaimana tahun-tahun sebelumnya.

Di mana pada tahun sebelumnya, bisa kita rasakan bagaimana ta'aruf, bagaimana kegiatan itu bisa dilaksanakan dengan terbuka dan bertatap muka yang berbeda dengan tahun sekarang.

Terkait soal generasi unggul, Sumanta berpandangan, bahwa dalam mewujudkan generasi unggul, itu terbagi menjadi dua, yakni unggul dalam bidang keilmuan dan unggul dalam bidang keislaman. 

"Dalam hal ini, mahasiswa tidak hanya dituntut, hanya untuk di bidang keilmuan saja  tetapi juga pada bagian akhlakul karimah," ucapanya.

Sumanta juga menjelaskan dalam mewujudkan generasi unggul, pihaknya sudah memulai dari sisi pengembangan, yakni dimulai dari fase sebelumnya adalah periode kepemimpinan pertama yang mengambil penguatan internal lembaga,  yakni pada sisi akademik dan sisi daya dukung akademik.

Kemudiian pada tahun 2020/2004, lanjut Sumanta, mengambil sisi penjaminan mutu. Kemudian pada tahun 2025/2029 penguatan regional, dan pada tahun 2030 hingga 2034 masuk pada penguatan daya saing global, yakni untuk melahirkan universitas yang berfase teaching and risert.

Diakhiir sambutannya, Sumanta mengajak kepaada seluruh mahasiswa yang mengikuti PBAK untuk mengikuti perkuliahan-perkuliahan reguler, termasuk organisasi intra kampus.

"Tentu ini untuk mengasah dan memberikan kontribusi bagi wawasan, baik melalui Dema, Sema dan organiasi intra lainnya," ucapnya saat menutup pembukaan kegiatan PBAK tahun 2020, Senin, (21/9/2020).



Usai sambutan Rektor IAIN SNJ Cirebon, acara kemudian dilanjutkan dengan orasi kemahasiswaan. 

Jajang Kartawijaya, Ketua DEMA IAIN SNJ Cirebon dengan semangat tinggi menyampaikan bahwa eksistensi mahasiswa sangat ditentukan oleh bagaimana mahasiswa itu mampu menemukan identitas dan jati dirinya. 

Fase-fase ini akan berkembang sejalan dengan perkembangannya di kampus nanti. "Ya, kualitas mahasiswa itu sangat ditentukan oleh identitas dirinya, hingga pengetahuan, belajar dan berirganisasii mampu menjadikan identitas itu menjadi jatidiri mahasiswa, tentunya mahasiswa yang unggul," paparnya. (din)


Share:

Minggu, 20 September 2020

Gubernur Jawa Barat Meminta Masyarakat Tidak Lelah Menjalankan 3M

CIREBON, FC - Di masa pandemi Covid-19, perekonomian tetap diminta untuk berjalan, namun gerakan 3M yaitu menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak tetap dilakukan. Masyarakat juga diminta tidak lelah jalankan 3M.


Hal tersebut diungkapkan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, pada kegiatan Bakti Sosial Gubernur Jawa Barat Bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jabar di alun-alun Keraton Kasepuhan Cirebon, Minggu, (20/9/2020). 

“Ekonomi boleh buka, asal 3M. Ekonomi akan ditutup kalau terjadi pelanggaran 3M,” ungkap Kang Emil, panggilan akrab Gubernur Jabar, Ridwan Kamil.

Untuk itu Emil menitipkan pesan agar perekonomian bisa terus berjalan di masa pandemi Covid-19, protokol kesehatan berupa 3M yaitu menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak tetap dilakukan. 

“Kecuali pendidikan,” ungkap Emil. Pendidikan baru bisa dijalankan jika suatu daerah betul-betul sudah zona hijau, gurunya juga sudah diswab dan internet sudah berjalan dengan baik.

Pada kesempatan itu Emil juga mengungkapkan bahwa masyarakat yang terdampak ekonomi akibat pandemi Covid-19 di Jabar tetap menjadi prioritas mereka. 

“Hatur nuhun ke DPRD Provinsi Jabar yang sudah bersama-sama membereskan anggaran. Komitmen tetap, kita akan kasih ke warga Jabar bantuan,” ungkap Emil. Bantuan yang diberikan yaitu tahap 3 dan 4 yang secara simbolis diberikan pada hari ini.

Emil juga menitipkan pesan kepada kepala daerah di wilayah Ciayumajakuning untuk tidak melonggarkan ronda. 

“Saya titip untuk tidak mengendorkan ronda,” ungkap Emil. Bahkan ronda harus dijalankan 24 jam, jangan sampai lelah. “Sekali lelah, maling masuk. Nah Covid-19 seperti itu,” ungkap Emil.

Saat lelah melakukan pengetesan, saat lelah disiplin menjalankan 3M, Covid-19 akan masuk ke tubuh manusia. Kondisi ini diakui Emil memang membosankan, tapi hanya itu yang bisa dilakukan sambil menunggu vaksin. “Kalau bikin judul kaos, mari disiplin sambil menunggu vaksin,” ungkap Emil.

Sementara itu Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH., berterima kasih atas kunjungan dari Gubernur Jawa Barat dan rombongan di Kota Cirebon. 

“Insya Allah kunjungan ini akan menjadi sebuah energi bagi kami untuk melakukan perlawanan terhadap pandemi Covid-19,” ungkap Azis.

Azis juga mengungkapkan dalam penanggulangan pandemi Covid-19 kekompakan antar Forkopimda seperti yang sudah terlihat di Jabar juga telah dilakukan di Kota Cirebon. 

Sejak Maret lalu, Pemda Kota Cirebon selalu bahu membahu bersama dengan Forkompimda dan instansi vertikal lainnya untuk mengatasi dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Sungguh kami merasakan sekali kebersamaan yang didukung oleh TNI dan Polri untuk penanggulangan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” ungkap Azis. 

Pada kesempatan yang sama Azis juga menekankan kepada warga Kota Cirebon untuk tidak boleh lengah dan lelah menjalankan protokol kesehatan berupa 3M.

Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) juga tidak boleh dilonggarkan, terlebih saat ini Jakarta tengah melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang memungkinkan Kota Cirebon dijadikan tempat berkunjung warga dari daerah tersebut. 

Setiap RT dan RW diminta untuk mengetahui dan mendata siapa saja pendatang yang masuk ke lingkungan mereka. (nur)
Share:

Jumat, 18 September 2020

Warga Kota Cirebon Yang Terdampak Covid 19 Tetap Mendapat Bantuan Dari Pemkot

CIREBON, FC - Sejumlah kebijakan diambil dalam penyusunan perubahan Kebijakan Umum Anggaran- Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran (TA) 2020. Warga Kota Cirebon yang terdampak Covid-19 juga tetap mendapat bantuan dari Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon.

“Sejumlah kebijakan pembiayaan daerah diambil dalam penetapan KUA-PPAS tahun 2020,” ungkap Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH., saat rapat paripurna penandatanganan KUA-PPAS Tahun anggaran 2020 di gedung DPRD Kota Cirebon, Jumat, 18 September 2020.

Diantaranya, penyertaan modal pada perumda air minum Tirta Giri Nata yang direfocusing untuk penggunaan dana penanggulangan Covid-19. Juga dilakukan pula pencatatan pembayaran atau hutang BLUD RSD Gunung Jati sesuai dengan rekomendasi dari BPK RI.

Selain itu, lanjut Azis, dilakukan pula efisiensi anggaran dari pembayaran hutang kepada pihak ketiga untuk pembayaran kegiatan yang dibiayai dari kegiatan daerah yang belum memiliki hukum tetap serta penyesuaian sisa lebih pembiayaan tahun anggaran sebelumnya, 2019 seperti hasil audit dari BPK RI.

Sebagai dampak dari pandemi Covid-19, kebijakan lainnya, yaitu kebijakan pendapatan juga diambil dalam penetapan KUA-PPAS tahun anggaran 2020. Yaitu pengurangan pajak daerah dan penghapusan sanksi administrasi denda pajak daerah.

“Ini juga sebagai bentuk tanggapan atas kondisi perekonomian yang terjadi saat ini,” ungkap Azis. Selanjutnya juga dilakukan koordinasi secara intensif dengan perangkat daerah pengelolaan pendapatan baik pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.

“Ada pun pendapatan kita diproyeksikan sebesar Rp 1,6 triliun lebih atau turun sebesar Rp 80 miliar atau 4,56 persen dari APBD murni sebesar Rp 1,7 triliun lebih,” ungkap Azis.

Selanjutnya Azis juga mengungkapkan bahwa kebijakan belanja dalam KUA PPAS tahun anggaran 2020 juga memprioritaskan pada pelaksanaan program dan kegiatan penanganan pencegahan covid-19 serta pelaksanaan program dan kegiatan yang mendukung pencapaian visi dan misi RPJMD 2018-2023.

Ditambahkan Azis, untuk anggaran perubahan tahun ini pihaknya tetap memprioritaskan penanganan sebagai dampak dari pandemi covid-19 yang saat ini tengah terjadi.

“Sejumlah proyek fisik kita dorong untuk diselesaikan namun prioritas tetap untuk penanganan warga yang terdampak covid-19,” ungkap Azis. Terlebih belum diketahui sampai kapan pandemi ini akan berakhir. (nur)
Share:

Kamis, 17 September 2020

Transformasi IAIN Cirebon Ke UIN, Sesuai Amanat PMA Sudah Terpenuhi

CIREBON, FC - Dr H Sugianto SH MH,  Ketua Prody S2 Magister HKI Pasca Sarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang juga Ketua Team Rektor untuk Percepatan Pengembangan (TRUPP), menyatakan, bahwa secara normatif dan sesuai amanat Peraturan Menteri Agama (PMA), kesiapan IAIN Syekh Nurjati (SNJ) Cirebon menuju Universitas Islam Negeri (UIN) sudah terpenuhi.

Maka harapan Sugianto, pemerintah Indonesia di bawah kendali Presiden RI H.Joko Widodo dapat mewujudkan harapan ini, sebagai sinergitas dalam rangka membangun SDM berkualitas.

Sugianto juga menekankan tentang pentingnya transformasi kelembagaan dan reformasi birokrasi kelembagaan yang harus diwujudkan baik pada Instansi Kementerian, Lembaga Non Kementrian termasuk Perguruan Tinggi.

Maka sebagai salah satu Perguruan tinggi di daerah yang sedang melakukan persiapan transformasi kelembagaan dari IAIN Syekh Nurjati Cirebon menuju Universutas Islam Negeri SNJ Cirebon, sudah menjadi sebuah tuntutan masyarakat karena persaingan semakin kuat untuk pentingnya meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

"Undang-Undang No 12 tahun 2012 tentang Pendidikan tinggi sudah mengamanatkan pentingnya membangun SDM berkualitas tentunya sebuah harapan dan kenyataan harus di wujudkan," ujar Sugianto, Kamis, (17/9/2020).

Sugianto juga menegaskan bahwa kesiapan PTKIN IAIN SNJ Cirebon menuju UIN sudah terpenuhi secara normatip termasuk amanat PMA, yakni  Peraturan Mentri Agama tetang pembentukan alih status. 

Karena Kedudukan IAIN sebagi perguruan tinggi keagamaan di bawah Kementrian Agama RI sudah melakukan tuntutan dengan Pemerintahan Daerah baik Pemerintah Propinsi maupun Pemerintah Daerah Kab/kota, salah satunya dengan Pemerintah Daerah Indramayu.  

Dengan Pemerintah daerah Indramayu civitas akademika IAIN Cirebon sudah bersinergi untuk membangun pentingnya kualitas SDM dan membangun masyarakat terhadap pendidikan, yaitu pengembangan kampus II IAIN Syekh Nurjati Cirebon (SNJ) menuju UIN di Indramayu.

"Jadi semua sudah terpenuhi secara normatif dan sesuai amanat PMA," tandasnya. (din)
Share:

Kanwil Jabar Undang IAIN Cirebon dan UIN Bandung Rumuskan Sertifikasi Manasik Haji Di Masa Covid 19

BANDUNG, FC - Kementerian Agama Kantor Wilayah (KANWIL) Provinsi Jawa Barat bekerjasama sama dengan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat menggandeng Kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon dan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati dalam kegiatan workshop perumusan metode pembelajaran sertifikasi pembimbing manasik haji reguler dimasa pandemi Covid-19.


Acara yang bertempat di La Grande Hotel Bandung itu berlangsung selama tiga hari dari tanggal 16-18 September 2020.

Kepala bidang PHU Kanwil Kemenag Jawa Barat, Drs. H. Ajam Mustajam, MSI mengatakan, peserta kegiatan ini terdiri dari delegasi IAIN Syekh Nurjati, UIN Bandung, unsur Pemeritah Daerah Jawa Barat dan Kanwil Kemenag Jabar. 

“Kegiatan ini bagian dari fasilitasi kami bersama akademisi dan pengelola sertifikasi haji untuk merumuskan rekomendasi desain pemebelajaran daring sertifikasi haji di era pandemi yg mengintegrasikan pembelajaran daring dan luring,"  tutur Ajam.

Ia menambahkan, bahwa pandemi ini memberi dampak yang signifikan bagi penyelenggaraan ibadah haji, sehingga menuntut adanya inovasi dan kreatifitas dalam pelatihan pembimbing dan juga pembimbingan jamaahnya. 

“Skema ibadah haji pada tahun 2021 pun patut untuk disiapkan dengan baik, antara lain Haji berjalan 100% dengan harapan pandemi berakhir, Haji berjalan 100% dengan ketersediaan vaksin Covid-19, Haji berjalan dengan kuota 50% dan skema pembatalan ibadah haji tahun 2021,” katanya.

Hal ini menjadi perhatian serius dari Dr. H. Adib, M.Ag selaku kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat. 

Menurutnya, pandemi yang belum usai dan cenderung naik menjadi tantangan bagi pemerintah, termasuk  menyiapkan berbagai perangkat yang responsif terhadap kondisi ini. 

Dukungan pemerintah Jawa Barat melalui dana bantuan sosial keagamaan juga menjadi faktor pendukung dalam menyukseskan agenda-agenda Kemenag Provinsi,” kata Adib.

Ia mengaku, salah satu yang penting untuk disiapkan adalah desain program sertfikasi pembimbing manasik haji online-offline yang harus memperhatikan instrumen, quality control dan teknis yang mutakhir dan IT Based, serta memperhatikan protokol kesehatan yang ter-standar. 

Sehingga kerjasama dengan PTKIN penyelenggara menjadi penting untuk menghasilkan pembimbing yang berkualitas.

Jawa Barat merupakan percontohan penyelanggaraan haji di Indonesia. Lanjut ida, misalnya Pusat Layanan Haji dan Umroh Terpadu (PLHUT) di beberapa Kabupaten dan Kota yang menjadi keunggulan, dengan pelayanan jamaah yang cepat dan terintegrasi. Selain proses akreditasi KBIHU yang kredibel dan akuntabel, serta pembangunan Asrama Haji Indramayu yang diperkirakan menghabiskan biaya hingga 600 M. 

“Oleh karenanya menjadi penting untuk menyiapkan perangkat pembimbingan yang futuristik dan berkualitas. Bukan hanya seremonial melainkan tantangan bagaimana menghasilkan jamaah haji mabrur yang memiliki kesalehan spiritual dan sosial. Sehingga berdampak bagi perbaikan kehidupan masyarakat disekitarnya,” tandasnya.

Sementara itu, Dr. Hajam, M.Ag selaku Dekan Fakultas Ushuludin Adab Dakwah (FUAD) IAIN Syekh Nurjati menyambut baik kegiatan ini. Pihaknya telah menyiapkan desain pembelajaran daring program sertifikasi pembimbing haji merespon pandemi covid-19. 

Menurutnya, skema platform digital melalui aplikasi buatan lembaganya, dilengkapi dengan fitur-fitur kelas online menjadi terobosan penyelenggaraan program sertfifikasi. Selain tetap mempersiapkan agenda praktik melalui tatap muka. 

Hal ini dikuatkan oleh paparan Drs. H. Muzakki, M.Ag sebagai ketua Lembaga Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji IAIN Syekh Nurjati bahwa peserta akan diajak untuk banyak melakukan eksplorasi berbagai macam perangkat digital dengan tidak mengurangi durasi dan materi pelatihan.

“Proses pembelajaran teori, praktik, assesment, moniroting dan evaluasi dilakukan secara daring dan luring. Sistem ini tetap menjamin penyelenggaraan sertifikasi yang berkualitas tanpa menghilangkan substansinya,” tambah Muzaki.

Menutup sesi kegiatan pembukaan, H. Jajang Apipudin selaku kasi pembinaan Haji dan Umroh menuturkan bahwa hasil rumusan metode pembelajaran daring dalam kegiatan ini akan diberikan pada Direktorat Jenderal PHU Kemenag RI sebagai rekomendasi.

“Harapanya, rumusan ini dapat menjadi panduan bagi pemerintah untuk menetapkan regulasi dan desain pelatihan merespon pandemi Covid-19. Sehingga pelayanan terbaik terhadap jamaah tetap dapat dilakukan,” pungkas Jajang. (Fas)




Share:

Definition List

Unordered List

Support