Tajam, Aktual dan Mencerdaskan

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Sabtu, 26 Februari 2022

Rektor Sumanta : Inilah Tiga Aspek Penting Pada SE No 5 Tahun 2022

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag berikan penjelasan terkait Surat Edaran (SE) Menag RI No 5 Tahun 2022 Tentang Peroman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Mushola, Sabtu (26/2/2022).


CIREBON, FC - Viralnya pernyataan Menteri Agama RI, terkait Surat Edaran (SE) Nomor 5 Tahun 2022 Tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Mushola membuat Dr H Sumanta M.Ag, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon buka suara.

Sumanta menegaskan, bahwa tafsiran yang terputus dan tidak utuh bisa menimbulkan kekeliruan dalam menafsirkan Surat Edaran (SE) tersebut. Sehingga dirinya perlu menyampaikan tiga hal penting dari Surat Edaran tersebut.

Pertama, bahwa SE ini sebagai bentuk kehadiran negara dalam mengatur regulasi kehidupan sosial yang mengantarkan keharmonisan kehidupan sosial. 

Kedua, menghargai hak hak warga negara untuk hidup nyaman, hidup berdampingan  saling menghargai satu sama lainnya di tengah kehidupan yang plural atau majemuk.

Ketiga, sebagai bagian implementasi dari nilai moderasi beragama yang mengedepankan kebersamaan, saling menghargai dan toleran (tasamuh) terhadap sesama.

"Saya kira tiga hal itulah yang harus dipahami oleh kita bersama, mengingat kita adalah bangsa yang besar, bangsa yang kaya etnik, bangsa yang plural dan majemuk, sehingga harus dibangun kehidupan yang harmonis dengan terus merawat keberagaman di antara kita semua," ujar Rektor Sumanta. (din)

Share:

Jumat, 25 Februari 2022

Kick Off Jawara Digital, Lahirkan Generasi Agen Penggerak Digital yang Berkompeten

CIREBON - Adanya Agen Penggerak Digital (APD), dipastikan akan memberikan dampak positif bagi Kabupaten Cirebon dimasa yang akan datang. Sebagai upaya akselerasi transformasi digital, pemerintah harus memperbanyak target untuk mencari dan melatih SDM yang cakap dan mempunyai talenta digital. Demikian dikatakan Kadis Kominfo Kabupaten Cirebon, Nanan Abdul Manan, dalam acara Kick Off Jawara Digital, di Pesantren Buntet Cirebon, Jumat (25/2/2022).

Nanan menjelaskan, Diskominfo Kabupaten Cirebon adalah perangkat daerah yang mengampu tentang urusan pemerintahan untuk bidang komunikasi dan informatika. Mengurusi juga pemerintahan bidang statistik, dan urusan pemerintahan bidang persandian. Ini disesuaikan dengan kebutuhan, karakteristik, potensi, dan kemampuan daerah untuk mendukung terselenggaranya pemerintahan dan pembangunan di daerah.

"Kami selalu mengapresiasi setiap bentuk kegiatan yang dapat mendorong generasi penerus bangsa untuk bisa produktif, inovatif, serta berperan aktif dalam rangka membangun daerah. Tujuannya pasti,  menuju masa depan yang cemerlang," kata Nanan.

Menurutnya, relawan Tekhnologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebagai penggagas acara itu, telah banyak memberikan sumbangsih terhadap pengembangan Kabupaten Cirebon. Ini dilakukan melalui pemanfaatan TIK, khususnya di desa-desa dan sekolah. 

"Segala upaya dan ikhtiar pembangunan melalui TIK sudah semestinya kita dukung bersama. Ini sebagai sarana saling berbagi, dan saling mendorong menuju Kabupaten Cirebon yang lebih maju," ungkap Nanan.

Nanan meminta, pada era digital dan akses komunikasi yang semakin bebas, tentu TIK menjadi faktor sentral yang harus dikuasai setiap kalangan. TIK menjadi kebutuhan bersama bagi seluruh masyarakat, terlebih warga Kabupaten Cirebon. Mereka harus ikut bersaing dalam kehidupan global.

"Imbasnya, konten-konten negatif terus bermunculan. Kejahatan di ruang digital terus meningkat termasuk hoaks, penipuan daring, perjudian, eksploitasi seksual pada anak, perundungan siber, ujaran kebencian, radikalisme berbasis digital perlu terus diwaspadai," paparnya.

Untuk itu, semua kalangan harus terus meminimalkan konten negatif. Ruang digital harus diisi oleh konten-konten positif. Disinilah masyarakat harus bisa meningkatkan kecakapan digital, supaya mampu menciptakan lebih banyak konten-konten kreatif yang mendidik, menyejukkan, serta menyerukan perdamaian. 

"Internet harus mampu meningkatkan produktivitas masyarakat dan membuat UMKM naik kelas. Perbanyak UMKM onboarding ke platform e-commerce, sehingga internet bisa memberi nilai tambah ekonomi," ujar Nanan.

Nanan menambahkan, literasi  digital adalah kerja besar. Pemerintah akunya, tidak bisa bekerja sendiri. Untuk itu, diperlukan kerjasama semua pihak, untuk bisa mewujudkan Jawa Barat cakap digital.

Disinilah kolaborasi pentahelix pemerintah, masyarakat, akademisi dan pihak lainnya menjadi unsur yang sangat penting.

"Buzzer-buzzer saat ini sangat doyan untuk membuat konten hoax atau issu-issu seputar Covid-19 yang ujungnya melawan pemerintah. Disinilah peran agen literasi digital menjadi sangat efektif dalam memutus berita hoax tentang Covid-19," tukas Nanan.

Hadir dalam acara tersebut,  Ketua Yayasan Ponpes Buntet, Kadiskominfo Jabar diwakili oleh Kabid IKP secara virtual, relawan TIK Nasional diwakilkan Kabid Informasi Komunikasi Publik Jabar, Ketua relawan TIK Provinsi Jawa barat, serta Ketua relawan TIK Kabupaten Cirebon. (Indah)

Share:

IAIN Syekh Nurjati Cirebon Gelar Vaksinasi Booster Untuk 1000 Pegawai, Mahasiswa dan Masyarakat Umum

CIREBON - Pencegahan penularan virus Covid 19 yang terus dilakukan pemerintah, juga dilakukan pihak kampus di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon. Pada kegiatan ini, IAIN Cirebon menggelar vaksinasi booster untuk 1000 civitas akademika kampus dan masyarakat umum, Jumat (25/2/2022).

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg mengatakan, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Polres Cirebon Kota yang telah memercayakan pelaksanaan vaksinasi booster di IAIN Syekh Nurjati Cirebon.
 
“Jadi bagaimana kita bisa menanggulangi wabah yang sudah 2 tahun ini melanda di berbagai belahan dunia, khususnya di Indonesia,” katanya.
 
Untuk itu, lanjut Sumanta, hal ini menjadi panggilan untuk bahu membahu mengentaskan Indonesia dari wabah ini.

“Kegiatan ini juga menggandeng STIKES Mahardika untuk vaksinasi yang ketiga ini atau booster,” jelasnya.

Sumanta berharap, dengan dilaksanakannya vaksinasi booster ini diharapkan kegiatan perkuliahan di IAIN Syekh Nurjati Cirebon dapat dilaksanakan secara tatap muka.

“Sehingga bisa memberikan pembelajaran yang komprehensif dari sisi kognitif, afektif, dan psikomotorik yang itu semua membutuhkan pembelajaran tatap muka atau pertemuan langsung antara pendidik dan peserta didik,” terangnya.

Warek 2, Dr Kartimi M.Pd juga menjelaskan, bahwa kegiatan vaksin ketiga booster ini, menggunakan vaksin Astrazeneca. Kegiatan ini merupakan kerjasama dengan STIKES MAHARDIKA.

"Targetnya 1000, nanti kita lihat sampai menjelang Jumat, mudah-mudahan targetnya tercapai, karena memang pencegahan ini sangat penting mengingat Indonesia masih dibawah tekanan Covid 19, sehingga diharapkan seluruh civitas akademika IAIN Cirebon bisa tercegah dan terlindungi dari pandemi Covid 19 ini," ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Cirebon Kota AKBP M Fahri Siregar melalui Wakapolres Cirebon Kota, Ahmat Troy Aprio SH SIk mengatakan, vaksinasi booster yang diselenggarakan di IAIN Syekh Nurjati Cirebon tersebut dalam rangka vaksinasi serentak.
 
“Polres Cirebon Kota secara pribadi maupun secara pemerintahan atau kedinasan mengucapkan terima kasih kepada IAIN Syekh Nurjati Cirebon,” kata Wakapolres.

Pasalnya, lanjut dia, IAIN Syekh Nurjati Cirebon telah membantu dengan menyiapkan sarana dan prasarana serta waktu dalam pelaksanaan vaksinasi booster tersebut.

“Ini dalam rangka menyehatkan masyarakat Kota Cirebon dengan melaksanakan vaksinasi terutama vaksinasi booster serentak ,” ucapnya. (din)
Share:

Kamis, 24 Februari 2022

Bupati Minta HIPMI Kabupaten Cirebon Lebih Kreatif

Bupati Cirebon, H Imron saat menghadiri pelantikan Ketua HIPMI Kabupaten Cirebon, Kamis (24/2/2022).


CIREBON - Bupati Cirebon meminta Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Cirebon, terlebih kepemimpinan ketua yang baru bisa lebih kreatif. Dirinya berharap, peran pengusaha muda di Kabupaten Cirebon dapat membangkitkan perekonomian yang saat ini sedang terpuruk. Demikian dikatakan Bupati, saat menghadiri pelantikan Ketua HIPMI Kabupaten Cirebon yang baru, bertempat di Hotel Apita, Kamis (24/2/2022).

Menurut Bupati, saat ini tantangan yang dihadapi tidak mudah. Namun dirinya yakin, HIPMI Kabupaten Cirebon tidak patah semangat. Ia juga yakin kader HIPMI, mampu merubah tantangan menjadi sebuah peluang yang bisa menghasilkan dan membangkitkan perekonomian.

“Saya punya keyakinan penuh, perjuangan dan kerja keras pengusaha muda di Kabupaten Cirebon akan mampu membangkitkan perekonomian di Kabupaten Cirebon," aku Imron.

Imron berharap, HIPMI Kabupaten Cirebon untuk bisa memberikan perhatian dan menggali semua potensi yang ada. Masalahnya, untuk memperbaiki perekonomian di Kabupaten Cirebon, pemerintah daerah tidak dapat berjalan sendiri, melainkan membutuhkan kerjasama dengan berbagai pihak.

“Dengan kepemimpinan HIPMI yang baru, setidaknya dapat memberikan semangat baru. Nantinya, bisa menciptakan inovasi yang menguntungkan. Ini akan membangkitkan  perekonomian Kabupaten Cirebon,” paparnya.

Sementara itu, Ketua HIPMI Kabupaten Cirebon, Ahmad Abdul Hadi, mengaku mulai dari pengusaha pemula sampai menengah siap membantu potensi Kabupaten Cirebon yang sangat besar. Kedepan, HIPMI Kabupaten Cirebon bisa bersinergi dengan Pemkab Cirebon, agar bisa berperan penting dalam mendongkrak perekonomian.

"Kami minta kerjasama dan bimbingannya kepada Pemkab Cirebon. Kedepan kita harus bersinergi supaya semua bisa berjalan secara profesional," kata Abdul.

Sedangkan Ketum HIPMI Jabar, Surya Batara Kartika, meminta supaya semua anggota HIPMI siap menyongsong perubahan yang sudah ada di depan mata. Dirinya berharap, HIPMI bisa menjadi lokomotif perubahan pembangunan ekonomi dan menjadi role model pemuda cirebon, untuk penguasaan tekhnologi di era pandemi ini.

"Mari semua sama-sama songsong perubahan era digital ini. Semua harus semangat dan enerjik, supaya kita bisa membantu mendongkrak perekonomian pada masa pandemi ini," tukasnya. (Bam)

Share:

374 ribu Lebih Bidang Tanah di Kabupaten Cirebon Belum Bersertifikat

Bupati Cirebon, H Imron pada acara Zona Integritas BPN Kabupaten Cirebon, Kamis (24/2/2022).


CIREBON, FC - Saat ini, BPN Kabupaten Cirebon masih punya PR besar. Pasalnya, masih ada sekitar 45 persen atau sekitar 374 ribu lebih bidang tanah belum memiliki sertifikat. Luas wilayah Kabupaten Cirebon sendiri sekitar 1.070 kilometer persegi. Hal itu diungkapkan Bupati Cirebon, Imron, saat menghadiri acara Zona Integritas BPN Kabupaten Cirebon, Kamis (24/2/2022).

Menurut Imron, pihaknya sangat mendukung penuh pencanangan eksternal zona integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) pada kantor pertanahan kabupaten. Dirinya berharap, setelah pencanangan tersebut, Kantor BPN Kabupaten Cirebon bisa meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta menerapkan perilaku anti korupsi disegala bidang.

"Sehingga nantinya akan tercapai predikat WBK dan WBBM. Ini karena zona integritas adalah predikat yang diberikan kepada instansi pemerintah, yang mempunyai komitmen untuk mewujudkan WBK dan WBBM," ungkap Imron.

Dia menilai, membangun zona integritas menuju WBK dan WBBM adalah pekerjaan yang tidak mudah. Oleh karena itu, semua pihak harus mempunyai komitmen yang kuat, punya pola pikir dan budaya kerja yang sama. Ini akan membuat  keberhasilan membangun zona integritas yang diinginkan. 

"Kalau bicara zona integritas, kita tidak hanya berbicara tentang antikorupsi, namun juga tentang peningkatan kualitas pelayanan publik. Kantor BPN disini adalah salah satu instansi yang memberikan pelayanan langsung kepada publik. Jadi pelayanan harus prima," jelasnya. 

Imron berharap, saat ini adalah kesempatan yang baik sebagai momentum introspeksi bagi semua, untuk terus berbenah memperbaiki kualitas karakter diri dan organisasi. Untuk itu, Pemkab Cirebon terus berupaya mewujudkan birokrasi yang bersih dan akuntabel. Disamping itu juga mewujudkan birokrasi yang kapabel, dan birokrasi yang mampu mewujudkan pelayanan publik yang prima. 

"Harapan saya, pencanangan WBK dan WBBM ini tidak berhenti pada kantor BPN saja,   melainkan terus berlanjut ke setiap instansi yang ada di Pemkab Cirebon," kata Imron.

Sementara itu, Plt Kepala Kantor BPN Kabupaten Cirebon, Amir Sofwan, mengatakan bahwa pihaknya sedang menginventarisir tanah-tanah di Kabupaten Cirebon. Tercatat, sudah ada sekitar 462.936 yang sudah bersertifikat. Sedangkan tanah yang belum bersertifikat sekitar 374.396. Dirinya mengakui memang ini adalah PR besar yang harus dikerjakan BPN.

"Tahun ini kami punya target mengejar PTSL. Dan untuk aset Pemda baru terdaftar 74 bidang saja. Saya minta Pemda memberikan informasi berapa asset pemda yang ada," papar Amir.

Dirinya menambahkan, dukungan peta pertanahan melalui pembayaran BPHTB sampai Januari tahun ini, sudah terkumpul sekitar Rp7 miliar. Artinya, pelayanan pertanahan memang berkontribusi untuk meningkatkan PAD Kabupaten Cirebon. (Indah)

Share:

Rapat Kerja Komisi I DPRD dan BKPSDM Bahas Penghapusan Tenaga Honorer 2023

CIREBON, FC – Komisi I DPRD Kota Cirebon rapat kerja bersama Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Cirebon, Kamis (24/2/2022), di ruang Griya Sawala gedung DPRD.

Rapat kerja tersebut membahas terkait rencana penghapusan tenaga honorer pada tahun 2023 berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) 49/2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Sekretaris Komisi I DPRD, Tunggal Dewananto mengatakan, dalam PP tersebut terdapat beberapa kriteria yang memungkinkan tenaga honorer bisa bertahan dan diangkat menjadi PPPK.

“Masih ada harapan, yang penting tenaga honorer tersebut masuk kualifikasi yang ditetapkan pemerintah pusat. Kualifikasi itu yang memungkinkan tenaga honorer bisa diangkat menjadi PPPK,” ungkap Dewa.

Ia mencontohkan, misalnya honorer tenaga kependidikan, mereka yang bisa diangkat menjadi PPPK ialah yang sudah masuk data pokok pendidik (dapodik). Kemudian memiliki sertifikat profesi pendidik.

Pihaknya berharap, BKPSDM Kota Cirebon bisa mendata lebih rinci terkait jumlah tenaga honorer yang telah memenuhi kualifikasi untuk diangkat jadi PPPK dan yang belum. Sehingga apabila ada regulasi baru, bisa lebih cepat menyesuaikan.

“Informasi ini juga BKPSDM harus menyampaikan kepada seluruh tenaga honorer. Bagi yang belum masuk kualifikasi agar bisa memenuhi. Sehingga bisa ikut aturan yang berlaku,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala BKPSDM Kota Cirebon, Dra Sri Lakshmi Stanyawati MSi mengatakan, untuk rekrutmen aparatur sipil negara (ASN) kin hanya ada dua jalur, yakni PNS dan PPPK.

“Tahapan seleksinya harus mengikuti ketentuan yang sudah ditetapkan,” kata Sri.

Diakuinya, tahun ini pemerintah tengah fokus pada rekrutmen PPPK untuk tenaga kependidikan, kesehatan, dan penyuluh. “Sejauh ini belum ada perekrutan CPNS,” katanya.

Pengangkatan tenaga honorer menjadi PPPK telah dilakukan secara bertahap. Misalnya pada tenaga kependidikan, semula terdapat 900 lebih honorer, sekarang tersisa 717 pegawai honorer. Di Dinas Kesehatan terdapat 325 honorer dan di RSD Gunung Jati 912 honorer. (din)

Share:

Rabu, 23 Februari 2022

Pemkab Cirebon Distribusikan 10 Ribu Liter Minyak Goreng Bersubsidi

Wakil Bupati Cirebon, Wahyu Tjiptaningsih, SE, M.Si pada kegiatan distribusi 10.000 liter minyak goreng bersubsidi, Rabu (23/2/2022).


CIREBON, FC - Sebanyak 10.000 liter minyak goreng bersubsidi  didistribusikan oleh Pemerintah Kabupaten Cirebon, dalam kegiatan pasar murah yang dilakukan di tiga lokasi berbeda, Rabu 23 Februari 2022. 

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Perdagangan dan Industri (Disperdagin) Kabupaten Cirebon bekerjasama dengan Bulog dan Bank BJB ini, sebagai salah satu solusi, atas langkanya minyak goreng di pasaran. 

" Kegiatan pasar murah kali ini, kami mendistribusikan minyak goreng sebanyak 10ribu liter," ujar Wakil Bupati Cirebon, Wahyu Tjiptaningsih, SE, M.Si.  

Ia menyebutkan, bahwa pihaknya mengajukan permohonan distribusi minyak goreng kepada Bulog Jabar, sebanyak 50ribu liter. Namun untuk tahap pertama kali ini, baru terealisasikan sebanyak 10ribu liter.

Sedangkan tiga lokasi pasar murah yang dilakukan hari ini, diselenggarakan di Kecamatan Sumber, Kelurahan Babakan dan Kecamatan Lemahabang. 

Ayu sapaan akrab Wahyu Tjiptaningsih menuturkan, bahwa minyak goreng yang dijual dalam pasar murah ini, sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh pemerintah, yaitu Rp 14.000. 

"Setiap orang, hanya dibatasi untuk membeli 2 liter saja," kata Ayu.  

Ayu juga mengungkapkan, bahwa saat ini, stok minyak goreng disejumlah tempat sudah mulai normal, sehingga masyarakat sudah lebih mudah untuk mendapatkan minyak goreng. 

Adanya operasi pasar murah ini, sebagai salah satu bentuk hadirnya pemerintah, dalam mencarikan solusi atas langkanya minyak goreng di pasaran. 

"Ini bukti hadirnya pemerintah ditengah masyarakat," kata Ayu.

Kepala Disperindag Kabupaten Cirebon, Drs. H. Dadang Suhendra M.Si. menambahkan, bahwa pihaknya juga akan bekerjasama dengan Kementerian Perdagangan untuk mendapatkan minyak curah. 

Nantinya minyak goreng itu akan disebar di tiga pasar, yakni Pasar Sumber, Pasar Palimanan dan Pasar Ciledug. Setiap pasar akan mendapatkan jatah 6.000 liter minyak goreng curah.

"Satu titik pasar akan diberikan jatah 6.000 liter nanti masyarakat beli dengan harga 10.500 per liter," ungkapnya. (Indah)

Share:

Selasa, 22 Februari 2022

Mahasiswa IAIN Cirebon Dinobatkan Sebagai Duta Baca Kab Majalengka

JUARA : Nur Kholifah Abbas dinobatkan sebagai Duta Baca Majalengka Periode 2022-2023


CIREBON, FC -  Mahasiswa IAIN Cirebon memang keren, selalu menjadi juara pada ajang bergengsi, baik tingkat lokal, regional maupun nasional. Kali ini kejuaraan diraih oleh Nur Kholifah Abbas, mahasiswa Semester 8, kelahiran tahun 2000.

Mahasiswa Jurusan PAI, FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon ini dinobatkan sebagai Duta Baca Kabupaten Majalengka Periode 2022-2023. 

Nur Kholifah Abbas mengaku, untuk menjadi Duta Baca, dirinya harus berjuang keras, mengingat peserta yang mengikuti kegiatan tersebut berasal dari berbagai kampus di Jawa Barat. 

"Ini tentu tak bisa dipandang sebelah mata, selain bagus-bagus, mereka juga terlihat sudah siap dengan perlombaan ini," kata Olif, panggilan akrabnya, yang bisa menyisihkan 23 mahasiswa lainnya, Selasa (22/2/2022).

Namun dengan bekal motivasi dan kemampuan yang dimiliki serta tekad yang tinggi, Nur Kholifah Abbas yakin bisa menjadi juara. Itulah motivasi yang terus mendorongnya untuk menjadi yang terbaik.

Olif juga menjelaskan, bahwa kegiatan yang diselenggarakan di Kabupaten Majalengka ini, kata Olif, ada sebanyak 124 peserta. 

Jumlah tersebut terbagi menjadi tiga kategori, yakni kategori sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA) dan mahasiswa/umum, dan penyelenggaranya dari Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Majalengka. 

Olif juga menegaskan, seleksi perlombaan ini terdiri dari seleksi berkas, dan audisi seperti performance, unjuk kabisa, life skill, wawancara juri, dan pemaparan karya tulis ilmiah. 

Kemudian menurutnya, Duta Baca tersebut diraihnya dari Karya Tulis Ilmiah yang berjudul "Peran Literasi Digital sebagai Media Pembelajaran di Pondok Pesantren".

Dijelaskan, Unjuk Kabisa yaitu monolog, Marsinah menggugat dan kebermanfaatan kita di masyarakat (sebagai founder Taman Bacaan Masyarakat KUACI)

Ketika ditanya seputar motivasinya, Olif mengaku, mengikuti perlombaan ini adalah agar dapat lebih memiliki impact yang lebih besar bagi masyarakat sekitar.

Menjadi juara bukanlah akhir dari sebuah tujuan, berawal dari hanya membaca dan mengamalkan sebuah maqolah, khoirunnas 'anfauhum linnas.

"Karena dengan membaca berarti kita sudah berliterasi, karena sudah berliterasi akan muncul tanggung jawab untuk bermanfaat, dan bermanfaat adalah tujuan dari hidup saya," jelasnya.

Dengan juara menjadi Duta Baca, Olif juga berharap, kampus IAIN dapat menjadi kampus yang berliterat, senantiasa dapat memberikan fasilitas fasilitas berliterasi yang memadai sehingga dapat memunculkan mahasiswa yang kritis, berintelektual dan memiliki akhlak yang baik.

Olif juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak, termasuk dorongan yang diberikan keluarganya. Termasuk para dosen pembimbing, serta teman-teman di kampusnya. 


"Alhamdulillah, akhirnya saya mendapat kepercayaan untuk menjadi Duta Baca Kabupaten Majalengka, dan selanjutnya akan dipersiapkan untuk tingkat Provinsi Jawa Barat," terang Olif. (din)


Share:

Senin, 21 Februari 2022

DPPPAPPKB Targetkan Tahun 2022 Kota Cirebon Sebagai Kota Layak Anak

CIREBON – Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPPAPPKB) menargetkan tahun 2022 ini Kota Cirebon bisa meningkatkan level sebagai kota layak anak dari madya ke nindya. 

Kepala DPPPAPPKB Kota Cirebon, Suwarso Budi Winarno, SAP., M.Si., menjelaskan bahwa indikator yang ada pada kota layak anak ini bisa meningkatkan perlindungan anak, terutama di sekolah dan pesantren.

“Kita tahu banyak kasus yang dialami anak, baik kekerasan secara fisik maupun psikis. Melalui pemenuhan indikator kota layak anak, kita ingin meningkatkan pelayanan perlindungan anak dengan memenuhi hak anak,” kata Budi, Senin (21/2/2022).

Guna mewujudkan itu, kata Budi, pihaknya bekerja sama dengan lembaga pendidikan, baik Dinas Pendidikan maupun Kementerian Agama. Hal itu untuk menyasar sekolah dan pesantren.

“Melalui kerja sama dengan lembaga pendidikan itu, harapannya tidak ada kasus yang kadaluarsa atau terlalu lama baru diungkap,” tuturnya.

Salah satu indikator lembaga pendidikan layak anak, lanjut Budi, orang tua atau orang dewasa yang ada di sekolah memiliki pemahaman tentang anak, serta implementasinya melalui perlindungan dari kekerasan, serta memfasilitasi hak anak selama di satuan pendidikan. 

“Tahun lalu belum tersentuh, dan tahun ini kita sudah banyak keliling sekolah dan pesantren untuk memberikan pemahaman melalui sosialisasi tentang hak anak,” katanya. 

Pihaknya mengapresiasi kepada lembaga pendidikan yang sudah memiliki komitmen, bahkan ingin mendeklarasikan menjadi layak anak. Hal itu menandakan ada semangat dan keinginan. 

Selanjutnya, Budi juga mengatakan perihal indikator layak anak di sekolah, yakni tidak adanya aturan hukuman bagi anak yang tidak positif, serta mengatur tata tertib yang mempertimbangkan kepentingan anak. 

“Indikator kebutuhan anak yang diperhatikan itu, misalnya sarana dan prasarana bermain yang dipenuhi,” katanya.

Soal target sekolah layak anak tahun ini, Budi ingin seluruh sekolah mendapat predikat layak anak. 

“Bersama Disdik sudah ada komunikasi, targetnya seluruh sekolah. Tapi kita tidak ingin hanya angka, melainkan substansi juga terpenuhi,” harapnya.

Di sisi lain, pihaknya membuka layanan konsultasi keluarga pengaduan kekerasan perempuan dan anak. “Bisa diakses melalui whatsapp, kemudian dijadwalkan pertemuan. Rahasia pasti dijamin karena ada kode etik,” katanya.

Share:

Minggu, 20 Februari 2022

Dibuka Resmi Lurah Kalijaga, DKM Subulussalam Gelar Pelatihan Pemulasaraan Jenazah


Pelatihan Pemulasaraan Jenazah yang diselenggarakan oleh Pengurus DKM Subulussalam diikuti 30 peserta di Masjid Subulussalam, Minggu (20/2/2022).


HARJAMUKTI, FC - Pentingnya pengetahuan dan wawasan tentang Pemulasaraan Jenazah, Pengurus DKM Subulussalaam, RW 14 Permata Harjamukti Utara, Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon menggelar kegiatan Pelatihan Pemulasaraan Jenazah, Minggu (20/2/2022).

Kegiatan yang diselenggarakan sehari penuh di Masjid Subulussalam ini, melibatkan sedikitnya 30 peserta dan menghadirkan Drs. HM.Utsmani, MH sebagai Pemateri dan Ustadz  Agus  Hardianto sebagai Instruktur.

Ketua Panitia, Didi Sunardi, SE dalam laporannya menjelaskan, bahwa kegiatan tersebut dalam rangka mempersiapkan tenaga terampil di wilayahnya dalam upaya menanggulangi dan membantu Jamaah Masjid Subulussalaam ketika ada musibah kematian.

Kegiatan fadhu kifayah ini juga untuk memperluas ilmu pengetahuan dan wawasan jamaah Masjid Subulussalaam sehingga diperlukan adanya pelatihan Pemulasaraan mengurus Jenazah. 

"Kegiatan ini juga untuk menjadi media mengingat kematian dan meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT," jelas Sekretaris PD DMI Kota Cirebon, juga Wakil Ketua DKM Subulussalam, H. Didi Sunardi SE.

Hal senada dinyatakan Ketua DKM Subulussalaam, Naim Abdurachman, di mana dalam kata sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian pra ramadhan 1443 H. Rangkaian tersebut di antaranya kegiatan Gurah, Pemulasaraan Jenazah, Diklat Kepemimpinan Remaja Masjid, Pelatihan Sholat Menuju Sempurna, Peringatan Isra Mi'raj dan Rukyah Massal. 

Naim juga menambahkan, kepada peserta diharapkan dapat mengikuti kegiatan pelatihan ini dengan baik dan sungguh-sungguh. Karena hanya orang yang terpanggil hatinya yang bisa mengikuti kegiatan ini dan juga menjadi garda terdepan bila suatu saat ada yang meninggal dunia. 

Sementara Ir H Sri Budi Hardjo, Anggota Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat atau yang akrab dipanggil SBH menyampaikan bahwa dirinya mengapresiasi dan menyambut baik atas terselenggaranya acara ini karena jarang dan langka diadakan. 

Kehadirannya diakui, karena memang di setiap akhir pekan mendapat tugas dari  DPRD Provinsi Jawa Barat untuk berkunjung dan bersilaturahmi ke Dapil nya. 

"Hasil kegiatan ini diharapkan peserta dapat mengamalkan ilmu yang telah didapat dan semua selalu tetap menjaga protokol kesehatan, Covid 19 hingga kini belum berakhir," papar SBH.


Sementara itu, Lurah Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Entis Sutisna, SE secara resmi membuka kegiatan Pelatihan Pemulasaraan Jenazah yang diadakan di Masjid Subulussalaam. 

Tisna dalam sambutannya mengatakan bahwa dalam hukum Islam mengurus Jenazah adalah fardhu kifayah, itu artinya diantara umat Islam diwajibkan memiliki ilmu pengetahuan dan keterampilan bagaimana cara memandikan, mengkafani, menghalalkan dan menguburkan Jenazah sesuai dengan ketentuan syariat Islam. 

Menurut Sutisna, Pemerintah Kelurahan Kalijaga menyambut baik dan mengucapkan terimakasih kepada DKM Subulussalaam yang telah memprakarsai kegiatan ini dan ke depan diharapkan Ustadz Didi Sunardi bisa membantu untuk dilaksanakan di tingkat Kelurahan Kalijaga Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon.  (Red/Didi)
Share:

Sabtu, 19 Februari 2022

Dirjen Pemberdayaan Sosial Kemensos RI Resmikan Kampung E3 Desa Durajaya, Greged

Kampung E3 bagi penyandang disabilitas merupakan proyek sosial dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Padma Wijaya bekerja sama dengan Yayasan Kumala Cirebon.


CIREBON - Karya para pemuda dan mahasiswa di Desa Durajaya, Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon rupanya patut diapresiasi. Mereka sudah membuat Kampung E3 dan mengangkat potensi ini hingga go nasional.

Alhasil, Direktur Jenderal (Dirjen) Pemberdayaan Sosial  Kementerian Sosial (Kemensos) RI, Edi Suharto pun  meresmikan Kampung E3 (Eco Preneurship, Eco Friendly dan Eco Future) bagi penyandang disabilitas di Desa Durajaya, Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon, Sabtu (19/2/2022).

Kampung E3 bagi penyandang disabilitas merupakan proyek sosial dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Padma Wijaya bekerja sama dengan Yayasan Kumala Cirebon.

Dalam sambutannya, Edi Suharto, mengaku menyambut baik proyek sosial Kampung E3 sebagai bentuk pengabdian LPDP Padma Wijaya kepada masyarakat, khususnya bagi penyandang disabilitas. Terlebih,  salah satu tujuannya adalah agar para penyandang disabilitas dapat mandiri dan meningkatkan  kesejahteraan.

“Kami dari Ditjen Kemensos sangat mengapresiasi dan mendukung penuh konsep Kampung E3 ini. Salah satu yang harus digarisbawahi adalah terkait konsep eco entrepreneurship. Semoga ini bisa bermanfaat khususnya bagi para penyandang disabilitas,” katanya.

Sementara itu, Ketua Perwakilan Angkatan PK-180 LPDP Padma Wijaya, dr. Raditya Bagas Wicaksono, menjelaskan, proyek sosial kampung E3 merupakan upaya membantu pemerintah sekaligus sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, proyek sosial ini akan berfokus pada sektor agrowisata, kewirausahaan mandiri, pengelolaan sampah dan literasi pertanian.

“Untuk sasaran penerima manfaat adalah teman-teman penyandang disabilitas yang ada di Forum Komunikasi Difabel Cirebon (FKDC) Desa Durajaya ini dan itu akan kita lakukan sebanyak mungkin,” ujar Raditya.
 
Di kesempatan yang sama, Koordinator Proyek Sosial LPDP, Jaka Ramdani mengatakan, pihaknya akan  menerapkan dan mengimplementasikan gagasan Kampung E3.

“Kami melakukan pemberdayaan dan pendampingan selama 6 bulan kepada 30 orang penerima manfaat. Mereka adalah teman-teman penyandang disabilitas untuk bersama-sama melestarikan lingkungan dengan menanam beberapa tanaman hortikultura yang dikelola dengan baik, sehingga dapat meningkatkan kewirausahaan dari teman-teman penyandang disabilitas,” ungkapnya.

Lebih lanjut Jaka, mengutarakan, LPDP sangat mengapresiasi penyandang disabilitas di FKDC.

“Mereka (penyandang disabilitas, red) sebelumnya sudah terbiasa melakukan hal-hal yang positif.  Mereka juga memiliki optimisme yang tinggi dan ini sangat inspiratif sehingga memberikan optimism bagi LPDP untuk bisa berkolaborasi dengan teman-teman difabel khususnya di Cirebon ini,” ujarnya.

Pihaknya berharap, dengan menanam tanaman hortikultura yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan dengan penggunaan pupuk organik, serta pengolahan seefisien akan dapat memberikan keuntungan yang maksimal.

“Sehingga bisa meningkatkan pemberdayaan masyarakat khususnya penyandang disabilitas di FKDC ini,” tuturnya.

Jaka menyampaikan, sejauh ini LPDP sedang melakukan kolaborasi dan merangkul beberapa pihak, salah satunya Kementerian Sosial, pihak swasta maupun pemerintah desa untuk mewujudkan proyek sosial berbasis Kampung E3.

“Tujuan kampung E3 antara lain menumbuhkan ketahanan sosial pada masyarakat, penyandang disabilitas fisik (tuna daksa) khususnya yang ada di Kabupaten Cirebon, agar mereka memiliki alternatif untuk pemenuhan kebutuhan dasar seperti makan dengan layak, salah satunya mengonsumsi sayur-sayuran yang sehat,” katanya.

Menurutnya, para penyandang disabilitas patut mendapatkan pendidikan atau pelatihan yang memadai agar mereka dapat tumbuh berkembang dan mandiri di lingkungan sosialnya.

Dirinya berharap proyek sosial dengan konsep kampung E3 ini dapat menjadi inspirasi bagi pihak lain untuk dapat juga berkolaborasi hal yang serupa dengan penyandang disabilitas.

“Alhamdulillah program Kampung E3 ini mendapat dukungan semua pihak termasuk dari pemdes setempat. Kami berharap tema- teman disabilitas dapat mengembangkan Kampung E3 ke depannya,” pungkasnya. (Indah)
Share:

Senin, 14 Februari 2022

Wali Kota Cirebon Sampaikan Empat Raperda

Wali Kota Cirebon, Drs H Nashrudin Azis SH


CIREBON – Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, S.H. menyampaikan empat rancangan peraturan daerah (raperda) usulan eksekutif kepada DPRD Kota Cirebon melalui rapat paripurna, di ruang Griya Sawala gedung DPRD, Senin (14/2/2022).

Keempat raperda usulan wali kota itu yakni, Raperda tentang Penyelenggaraan Komunikasi dan Informatika, Statistik dan Persandian; Raperda tentang Penyelenggaraan Bangunan Gedung; Raperda tentang Retribusi Persetujuan Bangunan Gedung; dan Raperda tentang Pencabutan Perda Nomor 8/2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Cirebon Tahun 2011-2031.

Azis menjelaskan maksud dari keempat raperda tersebut. Pertama, Raperda tentang Penyelenggaraan Komunikasi dan Informatika, Statistik dan Persandian bertujuan mengatur ketersediaan data yang akuntabel dan pengamanan informasi.

Setiap warga negara Indonesia memiliki kebebasan untuk mengakses informasi yang tertuang dalam UU tentang Keterbukaan Informasi Publik. Namun, kebebasan tersebut harus dibatasi oleh informasi yang dikecualikan sebagaimana diatur dalam UU tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Kedua, mengenai Raperda tentang Penyelenggaraan Bangunan Gedung. Menurut Azis, bangunan gedung merupakan salah satu wujud fisik pemanfaatan ruang. Pengaturan bangunan gedung tetap mengacu pada pengaturan penataan ruang sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan guna menjamin kepastian dan ketertiban hukum.

Ketiga, Raperda tentang Retribusi Persetujuan Bangunan Gedung. Regulasi ini dibutuhkan sebagai dasar Pemda Kota Cirebon memungut retribusi terhadap penerbitan persetujuan bangunan gedung. Sehingga memberikan jaminan kepastian hukum dan mempertahankan pendapatan asli daerah (PAD).

Sementara mengenai Raperda tentang Pencabutan Perda Nomor 8/2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Cirebon Tahun 2011-2031, dijelaskan Azis, menindaklanjuti Surat Direktur Jendral Tata Ruang atas nama Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor pb.01/08-200/i/2022 tanggal 6 Januari 2022 perihal Rekomendasi atas Peninjauan Kembali dan Revisi Peraturan Daerah tentang RTRW Kota Cirebon.

“Berkenaan dengan hal tersebut, untuk memberikan kepastian hukum dan kepastian berusaha, perlu dilakukan pencabutan atas Perda Nomor 8/2012 tentang RTRW,” kata Azis. (din)

Share:

Wali Kota Cirebon Menerima Kunjungan Tiga Putri Indonesia dari Jawa Barat, Titip Promosikan Pariwisata

CIREBON – Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, S.H., menerima kunjungan tiga orang Putri Indonesia dari perwakilan Jawa Barat didampingi Jaka Rara Kota Cirebon, di ruang Kanigaran Balai Kota Cirebon, Senin (14/2/2022).

Ketiganya yakni, Melanie Theresia Barentz, Putri Indonesia 2022 perwakilan Jawa Barat; Raden Anggi Rosidiani, Putri Indonesia 2022 perwakilan Jawa Barat; dan Maryam Kassem, Putri Indonesia 2021 perwakilan Jawa Barat.

Dalam pertemuan itu, Azis menyampaikan, Kota Cirebon dengan keragaman yang dimilikinya menjadikan kota ini punya ciri khas. Mulai dari budaya, tradisi, kesenian, hingga karakteristik masyarakatnya.

“Keragaman inilah yang menjadikan Kota Cirebon sebagai salah satu kota tujuan wisata. Terutama wisata sejarah, budaya, dan reliji,” ungkap Azis.

Oleh karenanya, Azis mengajak kepada para Putri Indonesia yang berasal dari Jawa Barat untuk bersama-sama mempromosikan potensi wisata yang dimiliki Kota Cirebon. Optimalisasi di sektor pariwisata sejalan dengan semangat yang diusung Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

“Mari bersama-sama promosikan potensi wisata yang ada kepada dunia. Kota Cirebon maupun daerah lain di Jawa Barat memiliki potensi yang luar biasa dan daya tarik mengagumkan,” ujarnya.

Di sisi lain, Azis juga menuturkan, kendati hidup dalam keragaman, namun kerukunan antar warga di Kota Cirebon senantiasa terjaga. Sikap toleran setiap warganya tidak perlu diragukan lagi.

“Keragaman ini membuat kita lebih kuat, lebih harmonis, karena mengedepankan kerukunan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Ia juga berharap, para perwakilan dari Jawa Barat dapat sukses mengikuti ajang Putri Indonesia. Bahkan diharapkan menuai sukses pada jenjang serupa selanjutnya.

“Sehingga tidak hanya bisa mempromosikan sektor wisata, tapi menjadi duta dalam berbagai hal kebaikan. Kami doakan semoga sukses selalu,” katanya.

Share:

Bupati Lantik 56 PPPK Non Guru

CIREBON, FC - Bupati Cirebon, Imron, melantik 56 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk bidang kesehatan. Menurutnya, pelantikan tersebut dilakukan, karena Kabupaten Cirebon masih membutuhkan tenaga kesehatan. Sementara, ada tiga indikator utama dalam pengukuran Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Ketiga indikator tersebut adalah kesehatan, tingkat pendidikan dan indikator ekonomi.

"Di Jawa Barat ini, IPM di Kabupaten Cirebon posisinya cukup mengkhawatirkan. Oleh karena itu, dalam pengusulan kebutuhan calon ASN Kabupaten Cirebon formasi tahun 2021, dititikberatkan pada usulan formasi pendidikan dan kesehatan," kata Imron usai melakukan pelantikan di Aula BKPSDM, Senin (14/3/2022).

Imron menjelaskan, pelantikan PPPK juga sebagai bentuk ikhtiar dalam meningkatkan  IPM di Kabupaten Cirebon. Hal tersebut, direspon positif oleh Kemenpan-RB pada pengadaan calon ASN formasi tahun 2021. Hal itu diperkuat dengan keputusan Menpan-RB Nomor 5 Tahun 2021. Isinya, tentang Penetapan Kebutuhan Pegawai ASN di lingkungan Pemkab Cirebon.

"Kami mendapatkan alokasi formasi sebanyak 4.338 pegawai. Dengan rincian sebagai berikut, PPPK non guru ada 90 formasi, PPPK guru 4.157 dan CPNS 91 formasi. Mungkin di Jawa Barat kita ini yang paling banyak," ungkap Imron.

Dirinya meminta kepada PPPK yang sudah dilantik, agar turut membantu dalam upaya peningkatan IPM di Kabupaten Cirebon. Mereka diminta bersungguh-sungguh dalam bekerja dan mematuhi semua aturan yang sudah ditetapkan.

Sementara itu, Kabid PPI BKPSDM Kabupaten Cirebon, Ramdan menjelaskan, kuota yang diperoleh untuk guru sebesar 4.157 orang. Sedangkan untuk PPPK non guru ada 90, dan untuk CPNS berjumlah 91 orang. Namun dalam perjalanannya, untuk PPPK non guru yang terisi hanya 56 orang saja, karena sisanya tidak bisa lolos passing grade.

"Untuk CPNS dari 91 formasi, hanya 78 saja. Kalau untuk PPPK guru, akan terbagi salam dua tahap. Tahap pertama yang lulus itu 1.716 orang, mengundurkan diri satu orang, dan tidak memenuhi syarat satu orang. Mereka semua dilantik di bulan April. Lalu untuk tahap kedua jumlahnya 1.216, akan kita targetkan dilantik di bulan Mei," paparnya.

Kenapa prosesnya lama, Ramdan mengaku, karena jumlahnya termasuk banyak. Untuk itu, pihaknya butuh pengadministrasian yang cukup lama juga. Sementara di daerah lain bisa cepat, karena memang jumlahnya juga sedikit. Pasalnya, Kabupaten Cirebon termasuk jumlah yang paling banyak di wilayah Jawa Barat.

"Tahap satu dan dua di pengajuan sudah beres. Kami tinggal menunggu Pertek verifikasi BKN, sebelum mengisi SK untuk penyusunan NIP. Inilah yang membuat lambat, karena kan jumlahnya cukup banyak," tukasnya. (Indah)

Share:

Minggu, 13 Februari 2022

Musyawarah Kerja LDM IAIN Syekh Nurjati Cirebon Gagas Kepengurusan Yang Optimal

 

Musyawarah Kerja Lembaga Dakwah Mahasiswa (LDM) IAIN Syekh Nurjati Cirebon, di ruang Madya Masjid Raya At Taqwa, Kota Cirebon, Minggu (13/2/2022). 


CIREBON, FC - Lembaga Dakwah Mahasiswa (LDM) IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar kegiatan Musyawarah Kerja (Muker) dalam rangka mensinergikan setiap program departemen dengan mengusung tema "Bersinergi Bersama Lembaga Dakwah Mahasiswa Untuk menciptakan kepengurusan optimal," Minggu (13/2/2022).

Kegiatan yang berlangsung di ruang Madya Masjid Raya At Taqwa, Kota Cirebon, untuk memusyawarahkan agenda kerja yang digagas oleh departemen Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM), Syiar Pelayanan Kampus (SPK), dan Ekonomi Keumatan (EKOMUT). 

Terakhir, kegiatan ditutup dengan Badan Pengurus Harian, sehingga semua pengurus mengetahui apa saja kegiatan selama 1 periode kedepan.

Menurut Ketua Pelaksana Muker, Muhammad Farizan Saputera, bahwa makna tema yang diangkat tersebut agar semua bersama-sama berproses dalam Lembaga Dakwah Mahasiswa.

Kata bersinergi ini, kata Farizan, adalah bentuk semangat dalam mengedepankan kebersamaan. Kemudian menciptakan kepengurusan yang optimal. 

"Jadi tema ini bermakna membangun kebersamaan dan satu sama lain saling merangkul, serta kepengurusan yang selalu menciptakan pengurus yang terbaik untuk Lembaga Dakwah Mahasiswa," terangnya.

Sementara menurut Ketua Umum Lembaga Dakwah Mahasiswa, Akh Reza, bahwa acara ini merupakan program yang dirancang BPH secara Khusus, tetapi tidak terdapat di Departemen Lembaga Dakwah Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

"Jadi menurut saya semua berhak memberikan pendapat dan mampu menerima apapun hasilnya," ujar Akh Reza, Ketua Umum Lembaga Dakwah Mahasiswa periode 2022-2023.

Akh Reza juga menegaskan, bahwa pada kegiatan ini semua tetap menerapkan protokol kesehatan, dan dihadiri oleh tamu undangan Senat Mahasiswa  (SEMA) Institut IAIN Syekh Nurjati Cirebon , Dewan Mahasiswa (DEMA) Institut IAIN Syekh Nurjati Cirebon, serta  segenap delegasi ketua UKM yang berada Di IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan Demisioner dan MPO Lembaga Dakwah Mahasiswa.

"Alhamdulillah, rangkaian demi rangkaian kegiatan terlaksana dengan baik. Bahkan antusiasme dan keseruan peserta terlihat dari partisipasi mereka yang terlihat aktif bertanya, ngasih saran, kritik mengenai progam kerja dan agenda kerja," tandasnya. (din)

Share:

Sabtu, 12 Februari 2022

FUAD IAIN Cirebon Mulai Lakukan Sosialisasi PDDIKTI

CIREBON - Pelaporan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI) mulai disosialisasikan. Hal itu mulai dilakukan oleh Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah (FUAD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon. Sosialisasi PDDIKTI dan bimbingan teknis praktik ini sebagai cara melakukan pelaporan per semester.

Wakil Dekan (Wadek) I FUAD IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr Arief Rachman MSi menjelaskan, kegiatan tersebut tidak hanya diikuti staf jurusan yang ada di FUAD, namun juga staf dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), Fakultas Syariah dan Ekonomi Islah (FSEI), dan pascasarjana kampus setempat.
 
“Pada prinsipnya sosaslisai ini kepada staf, yaitu terkait data mahasiswa yang harus selalu diinput setiap semesternya agar data mahasiswa itu tercatat secara resmi sebagai mahasiswa Indonesia di Forlap Dikti,” jelas Arief, Selasa (12/2/2021).

Dengan melakukan pencatatan secara berkala, lanjut dia, pihaknya pun dapat memiliki pangkalan data yang valid, dari mulai jumlah mahasiswa hingga data-datanya. Sehingga, dengan data tersebut pihaknya dapat menyusun anggaran dan memberikan pelayanan prima kepada mahasiswa.

“Karena, kalau tidak terdata maka mahasiswa tersebut tidak tercatat sebagai mahasiswa di Indonesia. Untuk itu, mahasiswa juga dituntut untuk memberikan data jika dibutuhkan, salah satunya untuk PIN atau Penomoran Ijazah Nasional. Sehingga, dari segi administrasi, mahasiswa pun dapat terlayani dan mempunyai status,” terang Arief.
 
Bahkan, menurut dia, dengan tercatatnya data mahasiswa di Forlap Dikti, proses legalisir ijazah pun akan tereduksi. Pasalnya, kata Arief, mahasiswa tidak perlu lagi membawa photo copy ijazah untuk melakukan proses administrasi pendaftaran atau keperluan lainnya, mereka cukup menyebutkan nomor maka data mahasiswa tersebut akan dapat dilihat.

Namun, diakuinya, dalam melakukan pendataan tersebut ada beberapa kendala yang dihadapi, seperti lamanya membuka website Forla Dikti dan keterlambatan pengisian data mahasiswa. Untuk itu, kata Arief, hal ini dibutuhkan partisipasi dari semua pihak, baik dari mahasiswa, staf, dosen, maupun unsur pimpinan.

“Karena jika ada keterlambatan uploading data, maka untuk melakukan pengisian kembali itu susah. Kalau untuk akses, karena seluruh Indonesia kan mengakses, jadi mungkin agak lama membuka websitenya. Jadi, dalam tanda kutip, kita harus jeli memilih waktu kapan untuk mengakses,” ungkapnya.

Untuk itu, dia berharap, melihat begitu pentingnya pencatatan data tersebut sehingga dapat menimbulkan suatu kesadaran dari semua pihak untuk melakukan penginputan data sesuai waktu yang telah ditentukan, sehingga prosesnya dapat berjalan dengan baik.

"Harapannya, semoga timbul kesadaran menginput data secara digital dari semua pihak. Sehingga kita dapat memberikan pelayanan yang prima kepada mahasiswa yang aktif dan berjalan dengan baik secara by system,” ucapnya.

Sementara itu, Pranata Humas IAIN Syekh Nurjati Cirebon, H Mohamad Arifin MPdI menjelaskan, demi mendukung peningkatan kesadaran penginputan data tersebut pihaknya pun akan melakukan sosialisasi melalui media informasi yang dimiliki kampus.

“Insya Allah kita akan membantu menyosialisasikannya sesuai kewenangan kita di humas. Bantuan tersebut salah satunya dengan membuat pamflet terkait pentingnya penginputan data di Forlap Dikti. Pamflet tersebut akan kita share di media sosial yang dimiliki kampus yang dapat diakses seluruh mahasiswa dan Sivitas IAIN Syekh Nurjati Cirebon, sehingga kesadaran itu akan semakin tumbuh,” tandasnya. (din)
Share:

Kamis, 10 Februari 2022

Pelantikan Pengurus SEMA dan DEMA Institut, Ini Pesan Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag, didampingi Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama pada kegiatan pelantika. Pengurus SEMA dan DEMA Institut, periode 2022, Kamis (10/2/2022).


CIREBON, FC - Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag bersama Wakil Rektor III, Dr H Ilman Nafi'a M.Ag menghadiri kegiatan pelantikan Pengurus Dewan Mahasiswa (DEMA) dan Senat Mahasiswa Institut periode 2022, bertempat di Gedung B Auditorium Pascasarjana, Kamis (10/2/2022). 

Selain Wakil Rektor III, hadir pula Kabag Akademik dan Kemahasiswaan serta Kasubag Kemahasiswaan. 

Sumanta dalam sambutannya mengatakan, atas nama pimpinan, lembaga dan civitas akademika IAIN Syekh Nurjati Cirebon pihaknya  mengucapkan selamat atas dilantiknya Pengurus SEMA dan DEMA tahun 2022. Demikian juga ucapan terimkasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pengurus SEMA dan DEMA tahun 2021. 

Menurut Sumanta, ada satu kenangan, atau satu karya yang telah diukir oleh pengurus tahun 2021. Di mana sudah membantu IAIN Syekh Nurjati Cirebon dari sisi kemahasiswaan juga banyak ditorehkan prestasi-prestasi dari sisi akademik.  

"Alhamdulillah kampus kita terangkat namanya, dan mendapat penghargaan dari berbagai pihak, tentu saja ini dari kerja keras pengurus tahun 2021," katanya.

Untuk tahun 2022, lanjutnya, satu hal yang menjadi kegembiraan adalah dalam menata pengurus DEMA dan SEMA  terpilih dari kader-kader yang berprestasi. 

"Tadi Pak Warek III melaporkan kepada saya untuk jabatan ketua yaitu IP nya tidak kurang dari 3,25 dan untuk anggota IP nya 3.00, itu artinya kalian semua adalah orang-orang yang terpilih dan sebagai bibit-bibit unggul yang memiliki kecerdasan dan intelektual yang lebih dari rata-rata dibandingkan teman-teman sekalian," katanya. 

Kemudian yang membanggakan lainnya, kata Sumanta, adalah yang dipilih kader-kader muda di bawah semester 8. Ini artinya, ada suatu lompatan bagi para aktifis kampus di era 4.0 ini.

Kalau kita amati sejarah dari para pendahulu kita, para aktifis kampusnya  adalah generasi kolot atau generasi yang sudah kena DO. Berbeda dengan sekarang dengan sistem yang sudah dikembangkan di masa sekarang itu adalah sistem secara nasional yang dikendalikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 

Oleh karena itu, ada paradigma yang harus kita geser, antara aktifis pada masa dulu dengan aktifis pada masa sekarang. 

"Kalau dulu gagal studi itu sudah biasa, mereka sukses dengan dunia yang diikuti, baik dunia politik, dunia perdagangan, ekonomi dan lainnya. Tapi sekarang tidak demikian, pokok sekarang dilihat dari satu indikator atau variabel yang dirilis dari tema kegiatan ini, yakni inovatif. Siapa yang mampu berinovasi di era sekarang, maka itulah yang akan menjadi pemimpin yang sukses," tuturnya.

Variabel inovasi melalui indikator yang disebutkan tadi, lanjut Sumanta, seperti berprestasi secara akademik mampu mengasah keterampilan dari sisi psikomotorik. Afektivnya walau pun muda akan dihitung dalam berbagai segmen kehidupan kita.

"Tentu saya merasa bangga atas tuntutan pengurus DEMA - SEMA yang semakin tertib, diisi oleh orang-orang yang berprestasi, saya yakin dengan kecerdasan yang dimiliki, baik dari sisi intelektual, emosional dan spiritual akan mampu menata organisasi SEMA dan DEMA ini dengan baik," jelasnya.

Demikian juga, akan menjadi aktifis-aktifis yang kritis yang bisa memberikan masukan-masukan yang konstruktif bagi lembaga. Tidak justru sebaliknya melakukan sesuatu yang destruktif yang menghancurkan lembaga kita. 

"Kita harus bisa mengangkat citra lembaga kampus yang kita besarkan bersama. Kampus ini milik kita bersama, bukan milik rektor, bukan milik wakil rektor dan bukan milik dekan tetapi milik kita bersama, dan kita bagian yang senantiasa mengisi dari masa ke masa," tuturnya lagi.

Sumanta juga menjelaskan, bahwa sekarang ini sangat terbuka untuk menjadi ilmuan, yakni melalui upaya akselerasi, terbukanya literasi keilmuan di tengah kita, inilah kondisi obyektif yang kita hadapi sekarang ini. 

"Bagi adik-adik sekalian mudah mudahan dengan upaya kita bersama,  kita wujudkan cita-cita yang luhur bagi kemajuan kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon, kampus yang membawa nama seorang ilmuan besar dan ini harus menjadi motivasi kita semua, dan kita harus bisa merawat warisan leluhur kita dan bisa mengorbitkan Cirebon bukan saja ditingkat regional dan nasional tetapi juga di tingkat global," tandas Sumanta dihadapan para pengurus SEMA dan DEMA IAIN Syekh Nurjati Cirebon. (din)
Share:

Tingkatkan Kemampuan dan Kecakapan Dosen, KPI-FUAD IAIN Cirebon Gelar Training Literasi Digital Nasional

Ketua Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Ushuludin, Adab dan Dakwah (FUAD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati (SNJ) Cirebon, H Aan Mohamad Burhanudin MA bersama para dosen pada kegiatan Training Literasi Digital Nasional.


CIREBON, FC -  Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Ushuludin, Adab dan Dakwah (FUAD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati (SNJ) Cirebon menggelar kegiatan Training Literasi Digital Nasional.

Kegiatan tersebut merupakan kerjasama antara AJI dan Google news inisiatif dan Jurusan KPI FUAD IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Demikian disampaikan Ketua Jurusan KPI, H.Aan Mohamad Burhanudin, MA, Kamis (10/02/2022) kepada Fokus Cirebon.

"Ya, pesertanya adalah seluruh dosen KPI dan kami melaksanakan kegiatan ini selama dua hari, yakni kemarin Rabu dan hari ini, Kamis 10 Februari 2022," terangnya.

Aan menjelaskan, kegiatan yang dilaksanakan di ruang Jurusan KPI ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan tentang  literasi digital agar akademisi mampu memberikan pencerahan kepada masyarakat terkait digital ethic, digital skill, digital culture, dan digital safety dengan baik. 

"Sehingga pemanfaatan teknologi informasi, bisa dilakukan dengan bijaksana dan untuk kepentingan yang  baik," jelas Aan.


Aan juga menjelaskan, pada kegiatan tersebut melibatkan dua pembicara, di antaranya Eviera Paramita Sandi, Ketua AJI Denpasar dan Jurnalis, dan Moch. Syaefudin, M.I.Kom. 

Sementara itu, kegiatan training yang dibuka oleh Ketua Jurusan KPI tersebut, berharap agar Dosen KPI dan akademisi memiliki kecakapan literasi digital agar mampu menjadi active learner dan active literer, serta bisa dengan bijak dalam berselancar di dunia maya. (din)

Share:

Raker HMJ KPI Angkat Semangat Kinerja dan Aktualisasi Melalui Program Kerja Pengurus

Rapat Kerja Pengurus HMJ KPI, IAIN Sykeh Nurjati Cirebon


CIREBON, FC -Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Komunikasi dan Penyiaran Islam, telah melaksanakan Rapat Kerja (RAKER), pada Kamis, 10 Februari 2022 yang bertempat di Auditorium Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Lantai 4.

Adapun tema yang diambil dari Raker ini yaitu “Mengoptimalisasi Pengimplementasian Pengurus HMJ KPI yang Bersinergis, Berintegritas serta mampu Mengaktualisasikan Program Kerja dengan Relavan.

Tema ini bermaksud agar kepengurusan HMJ KPI pada periode ini bisa optimal dalam melaksanakan program kerja dengan lebih nyata, sehingga kedepannya HMJ KPI bisa lebih maju dan lebih baik lagi.

“Rapat kerja ini bertujuan untuk memfiksasi program kerja setiap bidang yang ada di HMJ KPI periode 2022-2023,” ucap Ketua Umum Lestari Setia Budi saat memberikan sambutan. 

Menurutnya, sebelum dilaksanakannya raker, pihaknya terlebih dahulu sudah melaksanakan pra-raker, selain itu juga agar semua pengurus HMJ KPI mengetahui proker bidang satu dengan bidang lainnya.

Dijelaskan, pada kegiatan ini, masing-masing pengurus tiap bidangnya memaparkan program kerja yang saat itu diawali oleh bidang Kominfo yang terdiri dari Public Relation dan Media, yang kedua dari bidang Kajian dan Keilmuan, kemudian dilanjut dari bidang Kewirausahaan, kemudian bidang Minat dan Bakat. Serta yang terakhir dari BPH Umum.

Pada kepengurusan HMJ KPI di periode 2022-2023 ini, terdapat bidang baru yaitu bidang Minat dan Bakat yang difokuskan untuk mengembangkan, mewadahi minat dan bakat mahasiswa KPI, terutama di lingkup media dan komunikasi.

Rapat yang berkonsep semi formal ini dihadiri oleh SEMA F, DEMA F, dan Demisioner HMJ KPI dan tentunya tetap mematuhi protokol kesehatan.

Di KPI ini, kita memiliki dua aspek penting yaitu dakwah dan komunikasi, yang mana nantinya, kedua hal tersebut bisa dimanfaatkan dengan platform yang ada, kita bisa memanfaatkan Media Sosial yang sudah menjadi alat untuk berdakwah. (Red/Eva)

Share:

Rabu, 09 Februari 2022

Tanamkan Jiwa Mahasiswa Inovatif dan Produktif di Kepengurusan Baru, HMJ IQTAF Gelar Rapat Kerja Pengurus

Raoat kerja Pengurus HMJ IQTAF IAIN Syekh Nurjati Cirebon usung tema 'Inovasi Program Kerja dengan Ide Kreatif untuk Menunjang Jiwa Mahasiswa yang Produktif'.


CIREBON, FC - Ketua Jurusan Ilmu Al Qur'an dan Tafsir, MA, M.Si secara resmi membuka rapat kerja (Raker) Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (IQTAF) IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Rabu (09/02/2022), 

Kegiatan bertema "Inovasi Program Kerja dengan Ide Kreatif untuk Menunjang Jiwa Mahasiswa yang Produktif", berharap di masa mendatang, melalui kepengurusan yang baru, HMJ IQTAF terus berkembang, terus mengepakkan sayapnya dan mengayomi elemen-elemen di dalamnya serta menjadi lebih baik dari periode-periode sebelumnya.

Alfath Pangestu Danar, selaku Ketua Umum periode 2022-2023 menyampaikan permintaan maaf apabila kurang maksimalnya acara disebabkan pandemi Covid Omnicron, yakni varian baru yang memaksa keadaan untuk tetap menjaga jarak dan menghindari keramaian. 

Di samping itu, Alfath juga menegaskan bahwa Rapat Kerja ini merupakan jembatan awal untuk membuka lembaran baru dan memperbaiki lembaran lama dalam masa kepemimpinan yang sekarang. 

Dengan Program Kerja yang mantap, kreatif, dan inovatif, diharapkan mampu mendirikan pondasi yang kuat, teguh, dan utuh dalam kepengurusan.

"Mohon maaf dalam penyelenggaraan raker ini kurang maksimal, misalnya pengurus yang hadir sedikit karena adanya pembatasan. Semoga untuk kepengurusan yang selanjutnya bisa lebih baik dalam penyelenggaraan setiap prokernya." ucap Alfath.

Kemudian dalam sambutan berikutnya, Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) Omar Qad Panity, juga menyampaikan ucapan terima kasih dan pesan berupa harapan bahwa mahasiswa Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (IAT) dapat selalu menjadi orang-orang yang selalu berpikir tentang ide.

"Meng-upgrade HMJ dengan program kerja yang sistematis, memiliki badan otonom jurnal dan tetap melaksanakan protokol kesehatan." ucap Omar.

"Rapat kerja itu analoginya seperti sholat, kita sholat harus rapat dan lurus, maka dengan rapat ini kita saling merangkul, mengajak bukan mengejek, saling merapatkan dan lurus, maksudnya kita punya satu tujuan, satu vision di bawah pimpinan nahkoda Ketum Alfath bersama pengurusnya," tambahnya.

Setelah itu, ada beberapa pesan dari Wakorwil Forum Komunikasi Mahasiswa Tafsir Hadits se-Indonesia (FKMTHI) yang turut hadir dalam acara, Abdul Aziz Shutadi, mengucapkan selamat dan sukses atas terselenggaranya raker ini, diharapkan HMJ IQTAF lebih baik dan lebih maju.

"Setiap program-program harus selaras dengan visi dan misi jurusan. Lalu, program-program yang dilaksanakan pun harus sesuai kebutuhan mahasiswanya itu sendiri. Dalam pembuatan program kerja, perhatikan masa depan mahasiswa, masa depan organisasi, dan masa depan lembaga institut." ucap Aziz.

"Mahasiswa Tafsir Hadits membuat program kerja harus bisa menjawab tantangan masyarakat, misalnya radikalisme, kekerasan seksual, dan politisasi ayat Al-Qur'an. Mahasiswa Tafsir Hadits harus bisa berperan dalam mengatasi hal tersebut," tambahnya.

Pada waktu yang sama, Ketua Jurusan Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, H. Muhammad Maimun, M.A, M.S.I, juga menyampaikan pentingnya menjadi pribadi yang produktif, dengan slogannya "just do it" diharapkan HMJ IQTAF mampu menghasilkan karya yang luar biasa dan tentunya bermanfaat bagi masyarakat.

"Dalam program kerja ini, mahasiswa hanya menyepakati program-program yang sudah dirancang dengan pengesahan program kerja. Untuk HMJ IQTAF sendiri sudah memiliki sound system dan kamera untuk menunjang kegiatan HMJ kedepannya," ucap Maimun.

"Semuanya harus kreatif, inovatif, dan mempunyai rasa memiliki. Hal yang terpenting adalah just do it, kegiatan HMJ harus disampaikan kepada dunia, dan wadahnya harus dapat menghasilkan sebuah karya yang tidak biasa dan mampu menjadi harapan bangsa kedepannya," tambahnya. (din)

Share:

Pererat Persaudaraan di Ormawa, DEMA FUAD adakan "GO FUAD"

Sesi foto bersama, usai kegiatan "Go FUAD" 


CIREBON, FC - Dewan Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ushuludin, Adab dan Dakwah ((FUAD) IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar kegiatan "GO FUAD"  atau Gathering Ormawa FUAD. 
Kegiatan tersebut diluncurkan oleh pengurus periode 2022/2023 dengan tujuan mempererat tali silaturrahmi dan persaudaraan di Organisasi Mahasiswa (Ormawa) DEMA FUAD IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

"Ya, ini menjadi program kekinian atau event baru yang ada di kepengurusan periode 2022/2023, dengan tujuan mempererat persaudaraan di Ormawa FUAD," terang Omar, Ketua Umum DEMA FUAD, Rabu (09/02/2022) kepada Fokus Cirebon.

Menurut Omar, kegiatan yang diadakan pada 05 Februari 2022 ini, bertempat di Laboratorium TV IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Kampus II Majasem, digelar setelah diadakannya musyawarah kerja DEMA guna membicarakan rancangan kerja ke depan di internal kepengurusan.

"Pada kegiatan ini, kami tetap menerapkan protokol kesehatan, dan dihadiri oleh tamu undangan Senat Mahasiswa (SEMA) Institut Fakultas, Dewan Mahasiswa (DEMA) Institut, dan segenap delegasi mahasiswa jurusan," jelasnya.

Kegiatan dengan tema "Konstruksi Tiga Sisi, Solusi Satu Visi", kata Omar,  Konstruksi tersebut berarti membangun, Tiga Sisinya diibaratkan tiga aspek penting fakultas, yakni (Ushuluddin, Adab, dan Dakwah). Sedang Solusi Satu Visi nya adalah DEMA FUAD selalu berupaya menjadi solusi untuk pembangunan fakultasnya.

"Alhamdulillah, rangkaian demi rangkaian kegiatan terlaksana denga baik. Bahkan antusiasme dan keseruan peserta terlihat saat gathering, dan terus berlanjut hingga sampai pada sesi penyampaian aspirasi untuk DEMA FUAD.," papar Omar yang juga menegaskan bahwa kita ini adalah "We'are one big family".


Sementara itu, Ketua Umum DEMA Institut, Fauzi, menyatakan bahwa kita harus bisa berada pada dua barisan, satu sisi sebagai lembaga dan satu sisi sebagai mahasiswa. "Sehingga ada keseimbangan," tuturnya. (din)




Share:

Wakil Walikota : Kritikan Pers Harus Disikapi Sebagai Motivasi Untuk Perbaikan

CIREBON – Kehadiran Pers di Indonesia, khususnya Kota Cirebon, dirasakan telah berkontribusi banyak terhadap suksesnya program pembangunan. Kritik maupun masukan dari pers bagi penyelenggara pemerintahan mesti disikapi sebagai motivasi untuk perbaikan.

Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati usai menghadiri peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2022 di sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cirebon Raya di Jalan Dukuh Semar, Rabu (9/22/2022).

“Kritik maupun masukan dalam bentuk pemberitaan dari insan pers menjadi bahan introspeksi untuk kami bekerja lebih baik lagi,” ungkap Eti.

Ia menambahkan, pihaknya sejauh ini masih dan akan terus berkomitmen mendukung kerja-kerja para insan pers dalam menjalankan tugasnya. Sinergi Pemda Kota Cirebon dengan insan pers pun, diakui Eti, telah terjalin sangat baik.

“Melalui fungsi kontrol maupun informasinya, pers kami anggap sebagai mitra strategis di luar lingkungan pemerintahan. Tidak hanya diingatkan, tapi sering juga kita mendapatkan masukan yang baik dari sahabat-sahabat para insan pers,” tutur Eti.

Eti menambahkan, di tengah arus deras digitalisasi dan informasi yang demikian kencang hari-hari ini, insan pers telah mampu menjadi referensi bagi masyarakat dalam mendapatkan informasi.

“Kerja-kerja jurnalistik yang dilakukan insan pers diatur oleh kode etik. Sehingga produknya pun dapat dipertanggungjawabkan. Salah satu hal penting dalam menangkal hoaks dan sebagainya,” kata Eti.

Ia mencontohkan, ketika pandemi Covid-19 terjadi, selain penanganan secara medis, hal penting lainnya adalah menjaga masyarakat dari “serangan” berita bohong atau hoaks.

“Alhamdulillah pers di Kota Cirebon menjalankan perannya dengan baik, dalam hal edukasi maupun informasi saat masa pandemi,” katanya. (Bam)

Share:

Selasa, 08 Februari 2022

Rekruitmen Aparatur Desa Sampiran, Dilakukan Sesuai Mekanisme Peraturan Bupati

Kuwu Sujito saat memberikan penjelasan seputar pengisian kekosongan aparatur di Desa Sampiran, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon. 


CIREBON, FC - Adanya kekosongan sejumlah aparatur Desa Sampiran, Kecamatan Talun, membuat Sujito yang baru dilantik sebulan satu Minggu ini langsung melakukan pembenahan di internal desa dengan membentuk tim seleksi yang dinahkodai oleh Ketua BPD setempat.

Menurut Kuwu Sujito kepada fokus Cirebon, bahwa open rekruitmen tersebut dilakukan oleh tim seleksi melalui sarana media sosial (medos) yang disebar kepada warga. 

Proses rekruitmen ini, kata Sujito dilakukan secara transparan dan sesuai mekanisme Peruturan Bupati No 22 Tahun 2018 tentang seleksi calon perangkat daerah.

"Alhamdulillah, hasil penjaringan tim seleksi banyak pendaftar yang berminat menjadi calon aparatur desa. Namun tim seleksi dalam menentukan siapa calon pendaftar yang layak, dilihat dari  persyaratan yang harus dipenuhi pendaftar," ujarnya, Selasa, (8/2/2022).

Selain itu, kata Sujito, pihaknya sudah meminta kepada tim seleksi untuk bekerja sesuai mekanisme Perbup dalam memilih calon perangkat desa, dan mereka harus profesional, serta calon aparatur yang terpilih bisa berjalan se-visi dengan Kuwu. 

Hal ini, kata Sujito, untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan. Maka tim seleksi diminta bekerja dengan baik dan dilakukan secara selektif agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

Pengisian kekosongan tersebut, lanjut Sujito, juga agar pelayanan kepada masyarakat terus berjalan. "Ya, kami sudah meminta agar para calon aparatur terpilih bisa sejalan dengan langkah dan program desa yang kami canangkan," ujarnya.

Dijelaskan Sujito, bahwa persepsi dan visi yang sama akan memberikan keserasian langkah dan program antara aparat dengan kuwu, dan penyamaan visi kerja ini semata untuk  pelayanan kepada masyarakat. (din)
Share:

Tex Center IAIN Syekh Nurjati Cirebon Kerjasama KPP Pratama Cirebon Satu Menggelar Pelatihan Relawan Pajak

Pelatihan pengisian SPT Pribadi bagi 42 relawan hasil seleksi yang dilakukan Tex Center bekerjasama KPP Pratama Cirebon Satu di Gedung PTIPD.

CIREBON, FC - IAIN Syekh Nurjati Cirebon melalui Tex Center bekerjasama dengan KPP Pratama Cirebon satu mengadakan kegiatan pelatihan pengisian SPT pribadi atau perorangan kepada 42 mahasiswa sebelum mereka terjun ke lapangan. 

Kegiatan yang diselenggarakan di Gedung PTIP IAIN SNJ Cirebon ini diikuti oleh sebanyak 42 relawan pajak hasil seleksi Tex Center.

Dosen Akutansi Syariah, pada Jurusan Akutansi Syariah, dan juga Wakil Tex Center, Haulah Nakhwatunnisa, M.Si menjelaskan bahwa Tex Center sudah berdiri sejak 3 tahun lalu, dan ini merupakan tahun ketiga. Tujuannya adalah untuk pendidikan, pelatihan dan pengabdian kepada masyarakat. 

Haulah Nakhwatunnisa, M.Si menyampaikan, pada tahun ini Tax Center mencakup dari beberapa divisi, yakni divisi pendidikan, pelatihan dan riset, divisi sosialisasi dan pelayanan. Dan divisi komisi komunikasi dan informasi dan divisi pusat kreatif.

Seperti di tahun-tahun sebelumnya, di tahun ini Tax Center juga melakukan open rekruitmen. Open rekruitmen tersebut terus mengalami peningkatan, dan di tahun ketiga ini kita bukan bukan saja hanya untuk mahasiswa Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam, tetapi dibuka untuk seluruh mahasiswa di IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Baik FSEI, FUAD maupun FITK

"Alhamdulillah animonya sangat baik dan hal itu bisa dilihat dari data yang ada pendaftarnya sudah mencapai 124 mahasiswa," katanya. 

Dijelaskan bahwa untuk open rekruitmen ini ada beberapa tahap yang harus ditempuh, pertama pendaftaran, lalu tahap seleksi pemberkasan, sehingga dari 124 pendaftar hasil seleksi pemberkasan terjaring 68 mahasiswa yang lolos pemberkasan. 

Setelah lolos pemberkasan lalu dilakukan tahap wawancara. Pada tahap wawancara ini terdapat beberapa penilaian-penilaian yang ditanyakan kepada calon relawan, di antaranya ada integritas, profesionalitas dan kedisplinan. "Jadi ada 5 komponen penilaian," ujarnya.

Kemudian dari hasil wawancara tersebut, kita jaring dan ada 42 mahasiswa yang terjaring. "Alhamdulillah, kalau dua tahun lalu hanya ada dari FSEI, namun pada tahun ini yang terjaring ada dari dua fakultas yang lain juga, yakni mahasiswa FUAD dan FITK," tuturnya.

Dijelaskan Kembali setelah ada  perekrutan, dan di bulan februari -maret ini adalah laporan pribadi dan SPT Badan, maka sebelum mahasiswa terjun ke lapangan, Tax Center bekerjasama dengan KPP Pratama satu melakukan kerjasama yakni dengan mengadakan pelatihan.

"Hari ini adalah hasil kerjasama Tax Center dengan KPP Pratama satu dengan mengadakan pelatihan di gedung PTIPD dengan melibatkan dua narasumber yakni bapak Tohirin dan Bapak Tresnawanto, yakni tim penyuluh dari KPP Pratama Cirebon Satu," terangnya.

Nanti pada pelatihan tersebut, imbu Haulah akan dijelaskan bagaimana cara pengisian Pelaporan SPT pribadi atau perseorangan. Untuk ke depannya nanti akan ada pelatihan lagi untuk SPT Badan. 

Harapan dengan adanya kegiatan pelatihan SPT perorangan ini, jelas Haulah,  agar para calon relawan bayar pajak ini, yakni mahasiswa-mahasiswa ini untuk.memahami bagaimana cara pengisiannya sebelum mereka terjun ke lapangan. 

"Mahasiswa-mahasiswa atau para relawan pajak ini, nanti akan di tempatkan di KPP atau di Mall-Mall atau di Tex Center," ungkapnya.  (din)
Share:

Definition List

Unordered List

Support