Tajam, Aktual dan Mencerdaskan

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Senin, 31 Juli 2023

Dede Al Mustaqim, Mahasiswa Semester 5 IAIN Cirebon Berhasil Tembus Publikasi Jurnal Internasional

Dede Al Mustaqim, mahasiswa semester 5, IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang berhasil tembus publikasi jurnal internasional. 


FOKUS CIREBON, FC - Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dede Al Mustaqim dari Fakultas Syari'ah, Jurusan Hukum Ekonomi Syariah, semester 5, berhasil tembus publikasi jurnal internasional. 

Hal itu disampaikan langsung oleh Dede Al Mustaqim kepada fokuscirebon.com, Selasa, (1/8/2023).

Menurut Dede Al Mustaqim judul yang ditulis di jurnal internasional, yaitu "Implementation of DSN-MUI Fatwa No. 108/DSN-MUI|X| 2016 in The Development of Halal Tourist Destination in The City of Cirebon: The Perspective of Maqashid Syariah dan telah terbit pada bulan Juni kemarin terbitan Vol. 04, No. 03 tahun 2023,  yang diterbitkan oleh International Journal of Social and Management Studies (Ijosmas), Jurnal tersebut di bawah naungan Aguspati Research Instituta.

"Saya mengucapkan terimakasih banyak kepada dosen Pengampu Mata Kuliah Industri Halal yaitu Bapak Muhammad Mujahidin, SEI, ME yang telah memberikan pembelajaran yang mudah dicerna dan dipahami dan juga telah memberikan tugas penelitian ini kepada para mahasiswanya dan apabila jurnal ini tembus maka mendapatkan nilai tambahan. Itulah awal motivasi dari penulisan ini," kata Dede kepada fokuscirebon.com.

Selain ucapan terimakasih kepada dosen pengampu mata kuliah Industri Halal, ucapan terimakasih juga disampaikan kepala dosen pengampu fatwa DSN-MUI yaitu kiyai faqih yang sangat luar biasa dalam memberikan sebuah pemahaman.

"Penelitian ini saya gabungkan dari mata kuliah industri halal dan juga mata kuliah fatwa DSN-MUI," ujarnya.

Kemudian ucapan terimakasih juga kembali disampaikan Dede Al Mustaqim kepada  Ahmad Alamudin Yasin MH yang turut serta membimbing dan mengarahkan saya dalam kepenulisan jurnal ilmiah yang mampu menghantarkan saya bisa membuat karya ini.

Dijelaskan, sebagai penulis dirinya termotivasi bahwa dalam menyusun karya ini adalah untuk memberikan kontribusi nyata dalam mengembangkan destinasi wisata halal yang berlandaskan pada nilai-nilai maqasid Syariah. 

"Dengan semangat dan dedikasi, saya berharap bahwa karya ini dapat memberikan wawasan baru bagi industri pariwisata, pemerintah dan masyarakat untuk lebih menghargai dan mendukung pengembangan wisata halal," tuturnya.

Terkait kesuksesannya itu, kata Dede Al Mustaqim, pihak kampus juga mengapresiasi dan terus memberikan dukungan dan support kepada saya untuk terus berkreasi.

Namun demikian, dalam menuju kesuksesan tersebut ada sejumlah tantangan yang harus dihadapi oleh Dede Al Mustaqim, salah satunya adalah ketersediaan data dan informasi yang relevan. 

Karena menurut Dede Al Mustaqim, penelitian ini memerlukan data yang akurat dan juga terbaru. Oleh karena ini saya melakukan persiapan seperti melakukan survei, wawancara dan juga mengumpulkan data sekunder dari berbagai jurnal ilmiah. 

Untuk itu, pihaknya berharap, penelitian ini dapat menjadi inspirasi bagi para teman-teman mahasiswa yang akan menyusun tugas akhir dan juga para peneliti lainnya untuk terus mengeksplorasi dan menggali lebih dalam tentang topik yang relevan dalam pengembangan destinasi wisata halal. 

Maka dengan semakin banyaknya penelitian yang dilakukan dalam bidang ini, akan  semakin baik juga pemahaman kita tentang cara mengoptimalkan potensi pariwisata halal dan meningkatkan kualitas bagi wisatawan Muslim. (Nurdin)

Share:

Minggu, 30 Juli 2023

Bupati Imron beserta Jajaran Gelar “Mubeng”, Tinjau Kondisi Masyarakat Kabupaten Cirebon

 

KABUPATEN CIREBON - Bupati Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag bersama Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, SE., M.Si, jajaran Forkopimda dan para kepala perangkat daerah Kabupaten Cirebon gelar “Mubeng” (Mudun Bareng) dengan menggunakan kendaraan roda dua menuju Kecamatan Gunungjati, Plered, Panguragan, dan Kaliwedi, Minggu (30/7/2023).

Para rombongan memulai perjalanan dari Pendopo Bupati Cirebon pada pukul 07.00 WIB menuju Pasar Condong, Kecamatan Gunungjati untuk membagikan 100 nasi barokah kepada para pengunjung pasar sekaligus meninjau harga kebutuhan pokok di pasar tersebut.

Selanjutnya, rombongan menuju Pasar Pangkalan Plered dan Pasar Desa Panguragan untuk membagikan 100 nasi barokah berikutnya dan juga meninjau harga kebutuhan pokok.

Terakhir, rombongan singgah di Desa Kalideres, Kecamatan Kaliwedi untuk berdialog dengan masyarakat serta memberikan bantuan secara simbolis.

Kegiatan ini merupakan kerjasama dengan beberapa pihak terkait, seperti Baznas, Bulog, Disperdagin, Disdukcapil, Dinkes, DPPKBP3A dan perangkat daerah lainnya.

Bupati Imron mengungkapkan, program Mubeng ini merupakan cara pemerintah daerah untuk turun langsung ke masyarakat.

Menurutnya, dengan Mubeng ini, Pemerintah Kabupaten Cirebon selain melakukan silaturahmi, pihaknya juga ingin melihat langsung kondisi di wilayahnya.

"Pada kegiatan Mubeng kali ini, kita libatkan semua kepala perangkat daerah supaya mereka tahu program pemerintah apa saja yang sudah maupun yang belum tercapai. Jangan hanya mendapatkan laporan dari bawahannya saja, tetapi langsung terjun ke lapangan," ujar Imron.

Ia juga mengungkapkan, pada Mubeng kali ini, Pemkab Cirebon juga memberikan beberapa bantuan kepada masyarakat, diantaranya yaitu bantuan Rutilahu dari Baznas, paket sembako, pasar murah dan bantuan lainnya untuk masyarakat.

Selain itu, lanjut Imron, pihaknya bersama rombongan menyempatkan untuk melihat dan melakukan pelepasan benih ikan di Embung Desa Kalideres.

"Embung ini kalau bisa dikelola dengan baik akan bisa menjadi destinasi wisata, dan nantinya perekonomian masyarakat sekitar Embung akan tumbuh dengan baik," harap Imron.

Di tempat yang sama, Camat Kaliwedi, Kabupaten Cirebon, Hardomo mengatakan pihaknya menyambut baik dengan adanya program Mubeng ini. Menurutnya, dengan adanya program ini, wilayah Kecamatan Kaliwedi mendapat beberapa bantuan untuk masyarakat.

"Ada bantuan Rutilahu, sembako gratis, pengobatan gratis, bazar pasar murah dan bantuan lainnya untuk masyarakat yang kurang mampu," ujar Hardomo. 

Ia menjelaskan, di Desa Kalideres ada Embung atau waduk buatan yang kini dijadikan destinasi wisata. Namun, Embung tersebut kini kurang terurus, karena terkendala dengan biaya.

"Mudah-mudahan dengan kehadiran Pak Bupati, Ibu Wakil Bupati beserta jajaran bisa memberikan kontribusi untuk pengembangan destinasi wisata, agar ekonomi masyarakat bisa terbantu," harapnya. (din)

Share:

Sabtu, 29 Juli 2023

Pembukaan KKN Kelompok 29 UNU Cirebon Disambut Hangat Perangkat Desa Tegalmulya

FOKUS CIREBON, FC - Mahasiswa Kelompok 29 Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Cirebon menggelar kegiatan pembukaan KKN di Balai Desa Tegalmulya, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Sabtu (29/07). 


Acara berlangsung pada pukul 08.00 pagi ini dibuka langsung oleh Kepala Desa Tegalmulya, Salamun, SH dan dihadiri Ketua BPD, Ketua LPM, Sekretaris Desa, serta Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) tim KKN kelompok 29.

KKN dengan tema “Penguatan Masyarakat Pesisir Dalam Menyongsong Era Society 5.0”, secara garis besar memberikan pesan kepada mahasiswa agar dapat memberikan kontribusi kepada masyarakat dalam mendukung kemajuan di Desa Tegalmulya.

Kepala Desa Tegalmulya, Salamun dalam sambutannya menyampaikan informasi seputar kegiatan masyarakat, kondisi lingkungan dan lainnya. Sekaligus memberikan semangat dan motivasi kepada para mahasiswa dalam kegiatan  pengabdian pada masyarakat.

Salamun, SH, berharap dengan kedatangan tim KKN 29 diharapkan  membawa perubahan pada 
Desa Tegalmulya. 

“Saya harap untuk adik-adeik KKN bisa memaksimalkan potensi yang 
dimiliki oleh Desa Tegalmulya,” katanya dalam sambutan pembukaannya.

Menurutnya, dengan adanya acara pembukaan ini bisa menjadi awal yang baik dalam memulai kegiatan KKN di 
Desa Tegalmulya.

Demikian juga menurut Muhyi, selaku Ketua BPD setempat yang turut menyambut baik adanya program KKN di Desa Tegalmulya. Pihaknya menyambut baik dengan program KKN ini. 

Muhyi juga berharap semoga tim KKN kelompok 29 dapat merasa nyaman selama berada di Desa Tegalmulya.

Sementara menurut para mahasiswa Kelompok 29 UNU Cirebon yang tengah melaksanakan 
KKN dalam rangka pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, berharap sambutan hangat dari Kepala Desa Tegalmulya dan Ketua BPD Tegalmulya menjadi awal yang baik untuk kegiatan KKN mereka. (din)
Share:

Film MANTRA SURUGANA Cinema Visit di XXI Ramayana Cirebon

FOKUS CIREBON, FC -Di hari pemutaran perdana Film Mantra Surugana yang tayang serentak di bioskop Tanah Air tanggal 27 Juli, Peregrine Studios bersama Adhya Pictures dan ZK Digimax Cinema Visit di XXI Ramayana Cirebon, Sabtu, (29/7/2023).

Film Mantra Surugana diperankan aktor-aktor muda Indonesia berbakat seperti Sitha Marino, Cindy Nirmala, Fergie Brittany, Shabrina Luna, Rafael Adwel, Dewa Dayana, Yusuf Mahardika. FILM “MANTRA SURUGANA”, menceritakan tentang bangkitnya sosok iblis lewat mantra dan kutukan yang menghantui TANTRI (Sitha Marino) di sebuah asrama dan menemukan hubungan mengerikan dengan mantra dan kutukan di masa lalunya. Mantra dan kutukan itu membangkitkan Iblis Surugana yang meminta korban nyawa.

“Kami sangat senang tanggal 27 Juli, Film Mantra Surugana telah tayang di bioskop Tanah air secara serentak. Saya sudah tidak sabar mendengar komentar para penonton setelah menonton film ini. Kami berharap kerja keras dan dedikasi penuh yang kami curahkan untuk film ini mendapat apresiasi dari pecinta film Tanah Air khususnya genre horor. Menggarap film horor yang berkualitas memang butuh komitmen, untuk itu kami bangga dapat menghadirkan film ini yang kami pastikan menjadi tontonan film horor yang tidak biasa dan menambah deretan film horor yang layak dinikmati”, kata Chief Executive Producer Peregrine Studios, Ervina Isleyen.

Sutradara Film Mantra Surugana, Dyan Sunu Prastowo mengatakan, “Film Mantra Surugana penuh tantangan, karena film horor ini mengangkat tema dari tanah pasundan yang sarat akan kebudayaan sunda, pembuatannya pun membutuhkan proses panjang dengan melibatkan konsultan bahasa dan sejarah sunda kuno. Film ini sangat dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari, banyak pelajaran yang bisa kita ambil setelah menonton film ini. Kami berusaha memberikan yang terbaik untuk film horor di Indonesia”, ujar Dyan Sunu.

Dalam pembuatan Film Mantra Surugana menggunakan teknologi CGI (Computer Generated Imagery) untuk memaksimalkan visual di dalamnya agar bisa ditampilkan sangat menarik dan nyata, juga melibatkan penyanyi muda berbakat Sara Fajira dalam pembuatan Soundtrack Film Mantra Surugana.

Ditambahkan oleh lham Nurwansyah, Peneliti Naskah Sunda Kuno, “Saya bangga dapat menjadi bagian dari literasi di film ini. Meskipun mengusung genre horor, tapi film ini menyuguhkan jalan cerita baru yang tidak bisa ditebak. Film ini juga memperkenalkan kembali mantra yang memang

sudah akrab dalam kehidupan masyarakat Sunda sejak zaman dahulu, dan mengangkat mantra Sunda kuno yang mungkin sebagian orang belum tahu. Selamat kepada Peregrine Studio yang mampu menghadirkan tontonan perpaduan hiburan dan edukasi budaya” ungkap Ilham.

Salah satu pemain utama Sitha Marino juga sudah tak sabar menunggu Film Manta Surugana tayang di bioskop tanah air. “Setelah saya menonton film ini sebelumnya di Gala Premiere minggu lalu dan saya sangat menikmati hasil akhirnya. Jadi saya semangat dan optimis film Mantra Surugana ini akan disukai oleh seluruh pecinta film horor di tanah Air, karena film ini akan menjadi film horor yang berbeda dari yang sudah ada”.

Ramaikan bioskop Tanah Air dengan Menonton Film Mantra Surugana mulai tanggal 27 Juli 2023 di Bioskop Kesayangan Kalian!


***

Ikuti terus kabar terkini dari PEREGRINE STUDIOS dan MANTRA SURUGANA di: Instagram: @peregrinestudiosid @adhyapictures @mantrathemovie

Twitter: @MantraFilm TiktTok: @mantrathemovie



TENTANG PEREGRINE STUDIOS

Peregrine Studios adalah sebuah studio film dan rumah produksi film layar lebar dan web series yang didirikan pada tahun 2022. Diprakarsai oleh Supardi Tan, Founder PT Digital Mediatama Maxima Tbk dan Co-Founder ZK International Group Co, Ltd, Ricky Wijaya, CEO Group Adhya dan Adhya Pictures, serta Felix Hamdany, CEO Harmoni Artha Indonesia.

Rumah produksi ini juga digawangi oleh dua sineas yang telah lama berkecimpung di dunia perfilman yaitu Ervina Isleyen (sebelumnya dikenal dengan nama Erna Pelita) yang sudah menjadi Produser sejak tahun 2003 dan Dyan Sunu Prastowo selaku Sutradara yang telah memulai karir sejak tahun 2005 dan melahirkan 10 karya film yang tayang di OTT dan 1 film layar lebar berjudul “Remember the Flavor”, menjadikan film ‘Mantra Surugana’ karyanya yang ke 12 di tahun 2023.

Peregrine Studios memiliki visi untuk dapat menjadi studio film yang memiliki kemampuan menciptakan, memproduksi, mendistribusikan konten orisinil berbasis lokal maupun internasional secara konsisten dan berkualitas, serta menyediakan fasilitas dan layanan produksi untuk mendukung perkembangan kreatif industri film di Indonesia.

Dalam beberapa tahun ke depan, PEREGRINE STUDIOS berencana melepas berbagai produk entertainment, termasuk di dalamnya kelanjutan Film MANTRA SURUGANA dan film-film lain yang mengangkat cerita misteri dari daerah lain di Indonesia.


TENTANG ADHYA PICTURES

Adhya Pictures merupakan anak perusahaan dari Adhya Group, yang secara khusus berkiprah di dalam industri film, sebagai Film distributor, aggregator, marketing promotion services, hingga sebagai investor

Adhya Pictures berkomitmen untuk mendukung dan memajukan industri film Indonesia di panggung lokal dan internasional melalu karya film yang berkualitas yang bisa dinikmati oleh audience Indonesia.

Adhya Pictures dan afiliasinya : Satria Dewa Studio, Kathanika Entertainment, Lumine Studio, Wong Vardha Entertainment, DAMN! I Love Indonesia Pictures, Peregrine Studios dan Kathanika Films akan terus menyajikan konten film dengan kualitas terbaik dan ikut meramaikan industri perfilman Indonesia.


TENTANG MANTRA DAN WARISANNYA

Film MANTRA SURUGANA, mengangkat Mantra Sunda dalam tradisi naskah lama. Ekspresi mantra diucapkan dalam bahasa Sunda kuno yang digunakan 5 abad silam. Mantra Sunda dipandang sebagai dokumen dan kearifan lokal budaya Sunda. Pengamal Mantra atau orang yang mengucapkan dan mengamalkan mantra tersebut menjadi suatu tujuan tertentu, beranggapan bahwa membaca Mantra sama dengan membaca Doa. Pada dasarnya Mantra adalah ekspresi doa, yang digunakan untuk suatu tujuan baik. Teks-teks Sunda klasik menyiratkan bahwa umumnya mantra digunakan untuk kebaikan, kesejahteraan, kesuburan dan kedamaian.

Mantra digunakan untuk menolak bala dan mara bahaya dalam upacara ruwatan. Sejak zaman Sunda kuno, laku ruwatan telah dilakukan untuk membersihkan lahan dari pengaruh buruk makhluk-makhluk jahat dan pengganggu, antara lain Udubasu, Kalabuat, Pulunggana, dan Surugana. Tapi ada juga yang menggunakannya untuk tujuan jahat untuk mencelakakan manusia.

Seiring bekembangnya kebudayaan Sunda, mantra bertransformasi dalam setiap zaman dan tetap eksis hingga saat ini di tengah masyarakat Sunda. Rajah, jangjawokan, asihan, adalah sebagian bentuk lain dari ungkapan mantra yang mengikuti konteks penyesuaian zaman dan penggunaannya di masyarakat. Antara lain dalam bentuk ungkapan bahasa, istilah, dan unsur kesakralannya. Namun selalu ada benang merah yang terbentang dari masa lalu hingga masa kini.

Kajian struktur dan makna mantra telah mampu menguak eksistensi dan fungsi Mantra dalam upaya mengungkap baik dan buruknya penggunaan Mantra. Mantra layak disikapi secara bijak agar Pengamal dan masyarakat awam dapat hidup berdampingan, selaras dan harmonis “MANTRA MENJADI BAGIAN DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT SUNDA”.

Naskah-naskah Sunda Buhun ‘Kuno’ termasuk salah satu unsur budaya yang erat kaitannya dengan kehidupan sosial budaya masyarakat yang melahirkan dan mendukungnya, yang tertulis pada daun gebang, lontar, gebang, belahan bambu, dan kulit kayu (daluang). Secara umum isinya mengungkapkan peristiwa masa lampau yang menyiratkan aspek kehidupan masyarakat, terutama aspek sosial dan budaya.

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi: Endah Dwi Ekowati

Public Relations

HP: 0815-877-4220

Email: [email protected]

INFO FILM

JUDUL: MANTRA SURUGANA GENRE: HOROR

DURASI: 98 MENIT

KATEGORI USIA: 17+

SUTRADARA: Dyan Sunu Prastowo PRODUSER: Ervina Isleyen


PRODUSER EKSEKUTIF:

1. Supardi Tan

2. Ricky Wijaya

3. Felix Hamdany


CAST:

Sitha Marino sebagai Tantri

Cindy Nirmala sebagai Surugana & Dahlia Rania Putrisari sebagai Arum

Fergie Brittany sebagai Asta Shabrina Luna sebagai Fey Rafael Adwel sebagai Reza Dewa Dayana sebagai Mahesa Yusuf Mahardika sebagai Luki

Arswendy Bening Swara sebagai Arman Tegar Satrya sebagai Karta

Mike Lucock sebagai Jamal Messi Gusti sebagai Tantri Kecil.



 SINOPSIS FILM MANTRA SURUGANA

Sejak tinggal di asrama kampus, Tantri (17) mengalami berbagai kejadian menyeramkan. Asta, Fey, dan Reza, senior di kampus, curiga hal itu terjadi karena Tantri tinggal di kamar Arum, sahabat mereka yang tahun lalu hilang secara misterius dan diikuti pula oleh hilangnya mahasiswa lain bernama Luki.

Keesokan harinya, suasana kampus gempar. Tantri menemukan mayat Luki sudah membusuk. Kepada Asta, Tantri mengaku mendapat bisikan misterius kalau Luki bunuh diri secara mengerikan.

Menyadari Tantri mempunyai kelebihan yang tidak dimiliki orang lain, Asta dan teman-temannya minta Tantri mencari Arum. Di rumah Arum yang terbengkalai, Tantri menemukan buku kuno berisi Mantra. Mantra yang jika dirapalkan bisa membuat seseorang terbunuh. Ternyata ada rahasia yang dibawa mati Luki, yang menyeret nama Asta dan teman-temannya sebagai orang-orang yang dimantrai.

Niat menyelamatkan diri dari pengaruh Mantra malah berkembang menjadi bencana bagi Asta dan teman-temannya, juga bagi Tantri. Mantra yang telanjur terucap ternyata memanggil sosok pembalas dendam yang mengincar mereka. Dan dendam itu ternyata ada hubungannya dengan masa lalu masing-masing.

Tidak bisa tidak, Mantra harus dibalikkan, buku Mantra harus dihancurkan, atau mereka sendirilah yang hancur. (Nurdin)

Share:

Jumat, 28 Juli 2023

Desa Klangenan Kabupaten Cirebon Masuk Nominasi Lomba Ruang Lingkup Gelari Pelangi Tingkat Jawa Barat

 

KABUPATEN CIREBON - Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag bersama Ketua TP PKK Kabupaten Cirebon, Dra. Hj. Nunung Roosmini mendampingi Tim Recheking Ruang Lingkup Gelari Pelangi tingkat Provinsi Jawa Barat di Desa/Kecamatan Klangenan, Jum'at (28/7/2023).

Imron mengatakan, bahwa Gelari Pelangi adalah gerakan keluarga Indonesia dalam peningkatan kualitas pendidikan dan pengelola ekonomi, pemberdayaan keluarga yang tumbuh dari, oleh dan untuk masyarakat.

"Gelari Pelangi ini akan menjadi tolak ukur pembangunan yang perlu mendapatkan prioritas penanganan secara terencana, terpadu, terstruktur, merata dan berkualitas yang bersendikan kearifan lokal melalui gerakan pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga," kata Imron.

Imron menjelaskan, ada beberapa program unggulan Gelari Pelangi di Kabupaten Cirebon, diantaranya gerakan gemar membaca, menggerakkan keluarga dalam hal pendidikan, keterampilan, penguatan ekonomi keluarga melalui pemanfaatan potensi sumber daya yang dimiliki, serta pengembangan usaha peningkatan pendapatan keluarga, pembentukan dan pengembangan Koperasi.

"Gerakan gemar membaca bertujuan untuk membudidayakan minat baca melalui penyediaan taman bacaan. Menggerakkan keluarga dalam pendidikan dan keterampilan untuk anak sekolah maupun anak putus sekolah," lanjutnya.

"Penguatan ekonomi keluarga dengan pemanfaatan potensi sumber daya yang ada, serta mengembangkan kreativitas melalui UMKM berbasis teknologi informasi," imbuhnya.

Ia mengungkapkan, Tim Penggerak PKK merupakan salah satu lembaga kemasyarakatan yang tumbuh berkembang di tengah-tengah masyarakat. 

Pasalnya, mereka sebagai mitra pemerintah desa yang berfungsi sebagai fasilitator, perencana, pelaksana, pengendali dan penggerak untuk kesejahteraan keluarga dan masyarakat.

"Dalam konteks masyarakat, keluarga merupakan unit terkecil yang sangat berarti dalam proses pembangunan, karena objektif keluarga merupakan parameter bagi kesejahteraan masyarakat pada umumnya," ungkap Imron.

Ia berharap, dengan adanya Tim Recheking Gelari Pelangi dari Provinsi Jawa Barat bisa membuat Desa Klangenan menjadi yang terbaik. 

"Semoga Desa Klangenan bisa menjadi juara pertama lomba Recheking ruang lingkup Gerali Pelangi tingkat Jawa Barat," harapnya. 

Di tempat yang sama, Kuwu Desa Klangenan Kabupaten Cirebon, Rahmat Hidayat menyambut baik dengan kedatangan Tim Recheking Jawa Barat dan Pemda Kabupaten Cirebon.

"Para ibu-ibu mempersiapkan untuk kegiaan ini dari subuh, tetapi yang saya senang, ini merupakan kebiasaan warga, tidak hanya untuk ikut lomba tetapi kebiasaan yang mereka persembahkan hari ini merupakan hal yang terbiasa dilakukan di Desa Klangenan," singkatnya. (di )

Share:

Kamis, 27 Juli 2023

Melalui FGD, Sekda Hilmy Minta Kawasan Perikanan Dipertahankan

 

KAB.CIREBON, FC - Pemerintah Kabupaten Cirebon menggelar Forum Group Discussion (FGD) merumuskan kebijakan penetapan kawasan budidaya perikanan Kabupaten Cirebon di Hotel Sutan Raja, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Kamis (27/7/2023).

Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon, Dr. H. Hilmy Riva'i, M.Pd mengungkapkan, pengelolaan kawasan budidaya perikanan sudah barang tentu menyesuaikan dengan tata ruang. 

Ia berharap pada diskusi hari ini, untuk ikut memikirkan bagaimana lahan-lahan perikanan juga diproteksi dengan sebaik-baiknya.

"Kalau di dunia pertanian kan ada LSD, LP2B. Kenapa tidak, di perikanan juga ada kawasan-kawasan perikanan yang dipertahankan, karena Indonesia memiliki peluang yang besar untuk pengelolaan perikanan dan konsumsi masyarakat terhadap ikan juga belum maksimal," kata Hilmy.

Ia menambahkan, dengan distimulasi kebijakan pemerintah ini, mudah-mudahan ikan bisa dicintai oleh masyarakat dan pemasaran produknya juga baik, serta sistem yang baik juga, sehingga perikanan ini menjanjikan.

"Berharap, perikanan ini tidak hanya di tatanan konsumsi saja, tetapi harus dikembangkan. Perikanan ini menjadi perikanan yang memiliki produktivitas tinggi dengan mengembangkan budidaya ikan yang sangat tinggi," lanjut Hilmy.

Menurut penelitian, masih kata Hilmy, Kabupaten Cirebon juga memiliki peluang di pengembangan budidaya ikan hias. Ia berharap dalam pertemuan ini, agar didorong tidak hanya dalam pengembangan ikan konsumsi, tetapi pengembangan ikan-ikan yang produktif pula.

"Jangan lupa marketnya, baik market yang lokal maupun market yang regional atau yang lebih besar lagi. Bagaimana caranya ikan ini tidak hanya untuk kebutuhan lokal saja, namun kebutuhan yang sifatnya ekspor juga dipenuhi," imbuhnya. (din)

Share:

Buah Mangga Kabupaten Cirebon Menjadi Komoditas Unggulan Pasar Ekspor

KABUPATEN CIREBON - Pemerintah Kabupaten Cirebon terus mendorong produktivitas pertanian mangga. Hal tersebut dilakukan untuk mendongkrak salah satu komoditas unggulan Kabupaten Cirebon itu bisa merajai pasar ekspor. 

Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag mengatakan, buah mangga menjadi salah satu komoditas unggulan dari Kabupaten Cirebon. Beberapa jenis mangga, diantaranya diminati konsumen dari luar negeri. 

Ditambahkan Imron, beberapa tahun lalu, ada salah seorang petani yang mampu menemukan varietas mangga terbaru, varietas tersebut bernama Roman Ayu. 

Varietas teranyar itu memiliki ukuran lebih besar dibandingkan jenis lainnya. Hal tersebut menjadi semangat para petani lokal untuk bersaing merajai pasar ekspor. 

"Setiap petani yang menemukan mangga jenis baru, pemerintah akan bantu hingga mengenalkan kepada masyarakat. Intinya, kalau petani bisa hasilkan mangga kualitas mutu tinggi, maka akan layak ekspor," kata Imron saat ditemui di Desa Karangsari, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, Kamis (27/7/2023). 

Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Ono Surono, S.T menyebutkan, dalam upaya mendongkrak komoditas mangga menjadi ekspor unggulan, pihaknya mendorong Kementerian Pertanian membangun pusat pembibitan mangga. 

Disebutkan Ono, komoditas mangga tidak hanya dimiliki Kabupaten Cirebon, melainkan ada Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Sumedang. 

"Melalui tempat pusat pembibitan itu, nantinya bisa dikerjasamakan dengan asosiasi petani mangga, salah satunya dari Kabupaten Cirebon," kata Ono. 

Menurut Ono, dibalik tingginya angka produksi mangga, hanya sebagian saja yang mampu menembus pasar ekspor.

"Syarat untuk ekspor itu banyak aturan, karena beberapa negara seperti Jepang itu ketat. Contoh, melarang lalat buah masuk dan mengatur kadar pestisida," ujar Ono. (din)

Share:

Selasa, 25 Juli 2023

Diskominfo Kabupaten Cirebon Maksimalkan Peran PPID

 

CIREBON -- Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Cirebon terus berupaya untuk meningkatkan keterbukaan informasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon. 

Salah satu upayanya adalah dengan melakukan kegiatan Peningkatan Kapasitas Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) seluruh perangkat daerah di lingkup Pemkab Cirebon, Selasa (25/7/2023).

Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon, Dr. H. Hilmy Riva'i, M.Pd mengakui peran PPID selama ini belum maksimal. Padahal menurutnya, keterbukaan informasi merupakan sebuah tanggungjawab yang harus disediakan oleh pemerintah.

"Memang selama ini, menurut pandangan saya, peran PPID belum memuaskan. Padahal, masyarakat sangat membutuhkan keterbukaan informasi sesuai amanat dalam peraturan perundangan," ujar Hilmy usai membuka kegiatan.

Disebutkannya juga, ada beberapa permasalahan krusial yang membuat tidak berjalannya peran PPID. Karena PPID melekat pada sekretaris OPD/SKPD, tambahnya, maka akan tidak berjalan efektif apabila terjadi pergeseran pejabat.

"Dengan demikian, akan kita formulasikan jika keterbukaan informasi ini akan tetap berjalan, meskipun adanya pergantian PPID," sambung Hilmy.

"Bisa juga kita dorong untuk semua masuk sistem, sehingga informasi apapun akan bisa tersampaikan tanpa terpengaruh perputaran," tambahnya.

Sementara itu, Kadiskominfo Kabupaten Cirebon, Bambang Sudaryanto, SH., MH mengatakan, peserta kegiatan kali ini adalah seluruh PPID di lingkup Pemkab Cirebon. 

Dijelaskannya, peran Diskominfo dalam keterbukaan informasi ini bergantung pada kecepatan PPID dalam memberikan informasi.

"Kita juga akan menyiapkan sistem untuk menampung dan menyimpan semua informasi dan dokumentasi penting pemerintah, agar masyarakat bisa mengaksesnya," singkatnya.

Dalam kegiatan ini, selain dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon dan Kadiskominfo Kabupaten Cirebon, nampak hadir pula komisioner Komisi Informasi Daerah (KID) Kabupaten Cirebon sebagai pemateri. (din)
Share:

Minggu, 23 Juli 2023

Upacara Peringatan Hari Jadi Ke 654 Cirebon, Ini Kata Wali Kota Cirebkn

KOTA CIREBON - Salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi ke-654 Cirebon, Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon menyelenggarakan upacara di halaman Sekretariat Daerah (Setda) Kota Cirebon, Rabu (19/7/2023).

Bertindak sebagai pembina upacara peringatan Hari Jadi Cirebon, Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati menyampaikan, eksistensi Cirebon saat ini merupakan hasil perjuangan para pendahulu dalam rentang waktu yang panjang.

Perjuangan dan keteladanan adalah nilai luhur yang harus tetap eksis dan menjadi kompas untuk melanjutkan arah pembangunan yang berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.

“Dalam suka cita peringatan hari yang paling bersejarah bagi kota yang kita cintai ini, sungguh tepat bagi kita untuk melakukan perenungan tentang apa yang telah, apa yang sedang dan apa yang akan kita lakukan untuk kemajuan Kota Cirebon,” ucap Eti.

Selama ini, kata Eti, seluruh elemen telah bersama-sama bekerja, mencurahkan setiap gerak dan pikiran kita dalam membangun Kota Cirebon dengan berpedoman pada visi yang telah ditetapkan, yaitu SEHATI: Kita Wujudkan Cirebon Sebagai Kota Kreatif Berbasis Budaya dan Sejarah.

“Kita harus selalu berbangga hati bahwa Cirebon sejak dulu adalah arena bagi para pejuang dan syuhada. Pangeran Walangsungsang dengan pandangan ke masa depan, melakukan babad alas tanah pesisir hingga berkembang menjadi pusat lalu lintas ekonomi,” tuturnya.

Dari fragmen kisah tersebut, lanjut Eti, dapat disimpulkan bahwa Cirebon adalah tempat tumbuhnya persatuan, terbinanya kerukunan dan terikatnya tujuan bersama dalam bingkai gotong royong.

“Tanah ini adalah tanah persatuan. Tempat hidup masyarakat yang berkomitmen untuk hidup beriringan, saling membantu dan bersama membangun tempat hidupnya,” paparnya.

Atas dasar itu, imbuh Eti, Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon mengusung slogan ‘Cirebon Ngobeng Maning’. Karena mengingatkan bahwa kerja-kerja besar dalam pembangunan hanya dapat terwujud ketika dilaksanakan dengan semangat persatuan dan gotong royong.

“Ngobeng merupakan kearifan luhur yang dimiliki oleh kita. Sebagai wujud komitmen semua pihak yang senantiasa bersedia mengambil peran untuk menyukseskan pelaksanaan sebuah hajat besar,” terang Eti.

Di samping itu, sambung Eti, pada era disrupsi sekarang ini menuntut untuk meninggalkan ego sektoral. Perubahan terjadi begitu cepat dan persaingan begitu ketat. Sehingga tumbuhkanlah karakter berani untuk berubah, berani untuk mengubah dan berani untuk mengkreasikan hal-hal baru.

Perlu diingatkan kembali, pelaksanaan pembangunan sekecil apapun menuntut adanya konsolidasi dan sinergi dari seluruh kekuatan yang ada. Ini adalah kunci utama untuk bisa gesit merespons perubahan dan tantangan yang ada di masa mendatang.

Eti menambahkan, bahwa kepemimpinan Nashrudin Azis dan Eti Herawati menyampaikan terima kasih atas segala dukungan, kerja sama dan sinergi dari banyak pihak selama kepemimpinan kami.

“Kami memohon maaf apabila masih banyak harapan dan keinginan masyarakat Kota Cirebon yang belum terpenuhi dalam masa kepemimpinan kami. Di ujung masa kepemimpinan ini, kami berharap darma bakti kami selama ini dapat diterima oleh segenap masyarakat Kota Cirebon,” katanya.

Seusai upacara, Pemda Kota Cirebon memberikan penghargaan kepada sejumlah pihak yang turut berkontribusi atas pembangunan dan kemajuan Kota Cirebon, mulai dari bidang keterbukaan informasi, seni budaya, hingga sosial dan lingkungan. (Anisa)

Share:

BRINGAZ Cirebon Raya Gelar Anniversary Ke 30

KABUPATEN CIREBON - Brigade Intellectual Socializer (BRINGAZ) Cirebon Raya gelar Anniversary Ke 30 di daerah Kecamatan Gunung Jati Kabupaten Cirebon, Minggu (23/07/2023).

BRINGAZ mengangkat tema "Mewujudkan Pemuda yang Berintelektual dengan Menjunjung Nilai nilai Sosial bagi Negara dan Bangsa" ke 430 menuju kedewasaan dan kematangan. Ketua umum BRINGAZ Yuddi mengatakan Anniversary itu merupakan untuk memilih tujuan organisasi yang lebih baik lagi.

“BRINGAZ akan mengambil jalan lebih mengedepankan untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Lanjut Yuddi, saat ini BRINGAZ bukan lagi klub motor melainkan sudah bertransformasi menjadi organisasi masyarakat.

“Secara garis besarnya BRINGAZ sudah berusia 30 Tahun, BRINGAZ akan lebih baik lagi karena sekarang diwadahi menjadi Organisasi Masyarakat (Ormas),” ucapnya.

Selain itu, menurut Yuddi, pihaknya memiliki misi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang tergabung di dalam organisasi.

“Kedepannya kita akan mengubah sumber daya manusia yang menjadi lebih baik dengan harapan minimal merubah ekonomi untuk anggota sendiri khususnya untuk kelompok,” jelasnya.

“Kami pengurus akan ikut berpartisipasi dalam membina karakter anggota ke arah yang lebih baik,” lanjutnya.

Selama ini menurut Yuddi, banyak berandalan jalanan yang menggunakan kendaraan bermotor, yang merasa masyarakat. Untuk itu, pihaknya akan ikut berpartisipasi demi menjaga ketertiban dan keamanan.

“Kami mendukung pihak kepolisian dalam menindak komunitas-komunitas gank motor yang meresahkan dan menganggu ketertiban masyarakat umum,” tegasnya.

Diketahui, kegiatan Anniversary tersebut, BRINGAZ Cirebon Raya, selain potong tumpeng juga mengadakan bakti sosial berupa Santunan kepada 20 Anak Yatim Piatu. (Red/rls)

Share:

Hadiri Haul Mbah Kuwu Cirebon, Ini Kata Bupati Imron

KABUPATEN CIREBON - Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag didampingi Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, SE., M.Si., bersama unsur Forkopimda menghadiri acara Haul Mbah Kuwu Cirebon di Desa Cirebon Girang, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Minggu (23/7/2023).

Dalam kegiatan tersebut rombongan Bupati Imron bersama Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Arif Budiman, S.I.K., MH, Dandenpom III/3 Cirebon, Letkol Cpm Mudhofar, para kepala perangkat daerah dan para Kuwu se-Kabupaten Cirebon melakukan doa bersama di makam Mbah Kuwu Cirebon.

Imron berharap dengan adanya kegiatan ini, dirinya mengajak para kuwu untuk mengambil suri tauladan dari perjuangan Pangeran Cakrabuana untuk menjadi spirit bagi para kuwu di Kabupaten Cirebon.

"Nilai-nilai perjuangan Mbah Kuwu Cirebon ini, kita ambil dan kita laksanakan tentunya. Karena kuwu harus menjadi agen perubahan dalam kemajuan masyarakat  dan desanya," kata Imron.

Ketua Forum Komunikasi Kuwu Cirebon (FKKC), Muali mengatakan, kegiatan Haul Mbah Kuwu Cirebon rutin dilakukan setiap 1 Muharam atau Tahun Baru Islam.

"Alhamdullilah kegiatan Haul ini sukses dilaksanakan, Bupati bersama Forkopimda dan para kuwu hadir untuk memanjatkan doa bersama," ujar Muali.

Muali berharap, agar kegiatan ini menjadi keberkahan untuk masyarakat Kabupaten Cirebon. "Kita memanjatkan doa untuk seluruh masyarakat Kabupaten Cirebon yang lebih baik, dan untuk agenda Pilwu agar berjalan dengan lancar," sambungnya.

Ia menjelaskan, untuk rangkaian Haul Mbah Kuwu Cirebon sendiri, selain doa bersama di makam Mbah Kuwu Cirebon di Talun, ada juga doa bersama di Makam Sunan Gunung Jati.

"Selain doa bersama di Makam Mbah Kuwu Cirebon di Talun, kita juga panjatkan doa di Makam Sunan Gunung Jati dan terakhir nanti di tanggal 28 Juli ada pagelaran seni dan budaya di Alun-alun Palimanan Cirebon," imbuhnya. (din)

Share:

Bersama Gubernur Jawa Timur, Bupati Cirebon Hadiri Harlah Muslimat NU Ke 77

KABUPATEN CIREBON - Pada momentum Harlah Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) ke-77 tahun 2023 kali ini mengusung tema “Menguatkan Peran Muslimat NU dalam Pembangunan Peradaban” sekaligus melaunching peran Muslimat NU sebagai bunda asuh anak stunting. 

Agenda yang dihadiri Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag bersama Gubernur Jawa Timur sekaligus Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muslimat NU, Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si beserta jajaran berlangsung di Pendopo Bupati Cirebon, Minggu (23/7/2023).

Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag mengapresiasi program yang digagas oleh Muslimat NU ini. Bahkan, pihaknya menyambut baik apa yang dilakukan oleh Muslimat NU, yaitu melaunching bunda asuh bagi anak-anak stunting di Kabupaten Cirebon. 

Imron berharap, kerjasama ini berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan, yaitu menekan angka stunting di Kabupaten Cirebon. 

"Harapan saya kepada Muslimat NU, bahwa MoU ini memang benar-benar terlaksana sampai ke daerah-daerah, karena stunting perlu pendampingan dari keluarga," harap Imron.

Imron mengaku, anak bisa menjadi stunting biasanya terjadi pada orangtua yang kurang mengerti cara menangani dan perilaku perhatian terhadap anak. 

"Maka, dengan adanya Muslimat NU menjadi bunda asuh ini, diharapkan edukasi kepada masyarakat ini jadi lebih maksimal, dan angka stunting di Kabupaten Cirebon bisa lebih cepat turun," ujar Imron.

Lebih lanjut Imron mengatakan, menangani anak-anak stunting dan ibu hamil muda itu perlu penyuluhan dan bimbingan lebih, agar mereka mengerti. 

"Seperti apa yang diungkapkan Ketua Umum PP Muslimat NU, bahwa dalam kehidupan awal itu bukan berarti lahir, tapi ketika awal bercampurnya hormon, lalu 40 hari menjadi janin, itulah kehidupan pertama yang harus diperhatikan supaya ketika melahirkan nanti sehat," pungkasnya. 

Sementara Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muslimat NU, Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si mengungkapkan, pada agenda ini ada substansi yang diusung, yaitu bagaimana ibu-ibu Muslimat NU ini bisa menjadi bunda asuh bagi anak-anak yang terindikasi stunting, mulai dari proses bulan timbang dan seterusnya, juga bisa mengintervensi dengan berbagai asupan gizi yang dibutuhkan.

"Ranting dan anak ranting Muslimat NU tadi sudah dikukuhkan untuk mereka bersiap menjadi bunda asuh bagi anak-anak yang terindikasi stunting. Apalagi, partnership Muslimat NU adalah dengan Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan di daerah sudah nyambung dari dulu, dan sekarang dengan DPPKBP3A," kata Khofifah.

"Mereka yang bisa memberikan partnership dengan apa yang menjadi tugas besar bangsa Indonesia hari ini, antara lain adalah menurunkan stunting lebih signifikan lagi di tahun-tahun yang akan datang," pungkasnya. (din)

Share:

Sabtu, 22 Juli 2023

IAIN Syekh Nurjati Cirebon Menjadi Tempat CBT Center Uji Kompetensi Nasional

Uji Kompetensi Nasional Mahasiswa Kesehatan Periode II Gelombang I Tahun 2023 di Gedung Siber IAIN Syekh Nurjati Cirebon.



CIREBON, FC - Gedung Siber milik IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi kegiatan CBT Center Uji Kompetensi Nasional Mahasiswa Kesehatan Periode II Gelombang I Tahun 2023, Sabtu, (22/7/2023).

Pada penetapan CBT Center uji kompetensi ini di pusatkan di gedung Siber, Blok M, IAIN Cirebon. Kegiatan tersebut digelar selama tiga hari dari Sabtu hingga Senin, (22-24/7/2023) dengan jumlah peserta sebanyak 419 orang.

Heni, S.Kep, Ners, M.Kep
Pengawas Pusat (PP), yang juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas YPIB Majalengka, di gedung Siber tempat uji kompetensi menyatakan, bahwa kegiatan ini adalah kegiatan uji kompetensi periode II gelombang 1, tenaga kesehatan.

Tenaga kesehatan ini, menurut Heni,  berasal dari berbagai Prodi, sementara  yang di IAIN Cirebon, pesertanya dari profesi Ners dan profesi bidan. Mereka merupakan mahasiswa STIKES Cirebon dan mahasiswa STIKES Muhammadiyah Cirebon. 

Menurutnya, uji kompetensi ini menjadi bagian dari exit exam, terutama untuk peserta profesi, seperti profesi perawat, profesi apoteker, dan profesi bidan, dan mereka belum bisa dinyatakan lulus apabila uji kompetensi ini tidak lulus. 

"Standarisasi nilai yang ditentukan oleh pusat untuk kelulusan pada uji kompetensi ini adalah kumulatif nilainya  60 persen dari nilai IPK S1 dan 40 persen dari nilai uji kompetensi, dan nanti untuk standar Nilai Batas Lulus (NBL) akan ditentukan oleh panitia pusat, dan uji kompetensi ini  merupakan proses dari pendidikan," terang Heni.

Sementara itu, Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD) IAIN Cirebon, Agus Pamuji, M.Kom menyatakan, dengan dipilihnya gedung Siber IAIN Cirebon sebagai tempat Uji Kompetensi Nasional ini, karena memang gedung tersebut telah ditunjang dengan teknologi informasi  berbasis Siber.

Menurut Agus Famuji, gedung Siber ini sudah ditunjang teknologi informasi yang mutakhir dan dilengkapi dengan fasilitas internet yang power of the teach.

"Kami dari tim PTIPD IAIN Cirebon  bekerja profesional sesuai dengan kualifikasi pendidikan. Kami pun terus membuka peluang-peluang untuk pemanfaatan layanan digital," paparnya. 

Terkait dengan pelaksanaan CBT ini, PTIPD adalah sebagai tim teknis yang membackup pelaksanaan CBT, tim PTIPD sudah menyiapkan tempat di gedung Siber sebagai pusat layanan tes, kemudian menyiapkan sarana dan prasarana seperti perangkat teknologi informasi, baik laptop ataupun komputer portabel, yang seluruhnya didukung akses internet yang berkecepatan tinggi.

Selain untuk kegiatan Uji Kompetensi ini, kata Agus Famuji, sebagai penyelenggara CBT, pihaknya sangat terbuka kepada siapapun yang ingin memanfaatkan atau menggunakan layanan gedung Siber ini. 

Pihaknya juga akan terus mendukung kebutuhan-kebutuhan kepada masyarakat umum, untuk bisa berinteraksi di ruang digital ini. (Nurudin) 


Share:

Bupati Cirebon Apresiasi Warga Tegalwangi Perbaiki Jalan Desa

KABUPATEN CIREBON - Warga Desa Tegalwangi, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, secara swadaya melakukan perbaikan jalan secara mandiri.

Jalan yang diperbaiki merupakan jalan desa, yang sebenarnya merupakan tanggungjawab dari pemerintah desa. Walaupun begitu, inisiatif masyarakat ini diapresiasi oleh Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag.

Menurut Imron, dirinya sengaja datang ke Desa Tegalwangi, begitu mendengar adanya gerakan swadaya masyarakat, untuk memperbaiki jalan desa.

"Saya dengar ada gerakan seperti itu, sehingga saya kesini untuk melihat langsung," ujar Imron, Sabtu (22/7/2023).

Imron mengatakan, pihaknya menyambut baik adanya inisiatif warga untuk memperbaiki jalan desa tersebut. Karena Imron menduga, banyaknya jalan yang harus diperbaiki, ditambah banyaknya kebutuhan lain yang harus dianggarkan oleh Pemdes setempat, membuat ada beberapa perbaikan jalan belum teranggarkan.

Berkaca dari kegiatan yang dilaksanakan oleh warga Desa Tegalwangi ini, Imron juga mengajak kepada masyarakat lainnya untuk kembali mengaktifkan gotong royong.

"Alangkah baiknya jika masyarakat bisa bergotong royong," kata Imron.

Dalam kunjungannya tersebut, Imron juga memberikan bantuan berupa dukungan alat berat, solar dan stimulan dana untuk menunjang perbaikan jalan yang dilakukan. (din)

Share:

Jumat, 21 Juli 2023

DT Peduli Kolaborasi Jumat Berkah Bersama Mahasiswa KKN IAIN Cirebon di Masjid Kramat Megu

CIREBON, FC - DT Peduli melakukan kolaborasi pada program berbagi paket Jum'at berkah di awal tahun baru Islam 1445 Hijriyah. Kegiatan tersebut dilakukan  di Masjid Kramat Desa Megu Gede, Weru Kab. Cirebon, Jum'at, (21/7/2023).

Menurut aktivis DT Peduli, Omar Qad Panitia, pada kegiatan ini, panitia tidak  hanya bersinergi dengan komunitas Kolaborator kebaikan saja, melainkan dengan sekelompok Mahasiswa KKN yang di tempat tugaskan di Desa Megu Gede.

Pada paket Jum'at berkah ini kurang lebih sebanyak 150 kotak yang merupakan titipan para donatur dibagikan kepada para jama'ah atau masyarakat.

"Terlihat antusias kawan-kawan di lapangan baik itu dari pihak komunitas maupun mahasiswa KKN. Terhitung ada sekitar 15 orang di lapangan dan ini termasuk sepadan melihat kuantitas paket dan situasi kondisi masjid yang cukup luas, bisa di bilang masjid Jami' yang mampu menampung sekitar 500 orang," jelasnya.

Sementara itu, berdasarkan pengamatan di lapangan, ratusan paket ludes dibagikan kepada berbagai kalangan dari anak-anak kecil, para remaja desa, dan orang tua serta sesepuh masyarakat setempat. Tak lupa juga disisihkan untuk pihak DKM masjid Kramat.

Kemudian, PIC program Jumber dari DT Peduli Cirebon, Sugeng. Turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pihak yang telah membantu dalam penyaluran paket nasi kotak ini,

 "Alhamdulillah berjalan dengan lancar, semoga bisa bermanfaat untuk masyarakat disini" ujarnya.

Selaras dengan apa yang disampaikan oleh Omar Qad Panity dari pihak Kolaborator Kebaikan ID, pihaknya bersyukur dan senang bisa selalu terlibat dalam aksi kebaikan yang dipelopori oleh DT Peduli ini, mudah-mudahan istiqomah," katanya.

Begitu pun dengan tanggapan dari pihak mahasiswa KKN, Lisna. Tentu ucapan terima kasih kepada kedua pihak khususnya DT Peduli, semoga dengan acara ini dapat menjadi motivasi masyarakat Desa Megu Gede untuk semangat berbagi kebaikan. (din)

Share:

Rabu, 19 Juli 2023

Kabupaten Cirebon Masuk 3 Besar Program Gagah Bencana Provinsi Jawa Barat

KAB CIREBON, FC - Desa Pamengkang, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon masuk tiga besar dalam Program Keluarga Sehat Tanggap Tangguh Bencana (Gagah Bencana) tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2023.

Bupati Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag mengatakan, bahwa dirinya berharap Desa Pamengkang ini menjadi yang terbaik di Jawa Barat. Karena saat ini, sedang menjalani proses penilaian dari Jawa Barat.

"Sekarang sedang dinilai oleh tim dari Provinsi, semoga Desa Pamengkang menjadi juara pertama," kata Imron, Selasa (18/7/2023).

Ketua Pokja IV Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat, Eti Yuliati mengungkapkan, bahwa Kabupaten Cirebon masuk tiga besar dalam program ini, bersama dengan dua daerah lainnya. "Selain Kabupaten Cirebon, yaitu Kabupaten Bogor dan Ciamis," kata Eti.

Eti menuturkan, bahwa dalam program Gagah Bencana ini, Kabupaten Cirebon masuk 3 besar dalam kategori Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Pihaknya akan melakukan penilaian terhadap 10 indikator terkait PHBS, yang dilakukan oleh masyarakat di Desa Pamengkang, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon. "Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan PHBS di daerah," ujar Eti.

Eti juga menyebutkan, bahwa salah satu tujuan dari peningkatan PHBS ini, yaitu untuk menekan angka stunting yang masih cukup tinggi di sejumlah daerah.

Pihaknya sendiri menargetkan, pada tahun 2024 nanti, angka stunting di Jawa Barat bisa ditekan habis hingga zero stunting. "Kita target tahun 2024 zero stunting," tutup Eti. (din)

Share:

Hari Jadi ke-654 Cirebon, Masyarakat Semakin Sejahtera

 

CIREBON, FC – Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Cirebon dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-654 Cirebon berlangsung khidmat, Rabu (19/7/2023), di ruang utama Griya Sawala gedung DPRD.

Ketua DPRD Kota Cirebon, Ruri Tri Lesmana menyampaikan, Hari Jadi Cirebon yang diperingati setiap tanggal 1 Muharam atau bertepatan dengan tahun baru hijriah selalu menyimpan makna di balik perayaannya. Ia mengajak semua pihak untuk senantiasa bersyukur kepada Tuhan yang Maha Esa karena atas kehendaknya, Cirebon tetap berdiri kokoh dengan kemajuan masyarakatnya semakin sejahtera.

Sejalan dengan rasa syukur tersebut, tak lupa Ruri mengingatkan agar momentum ini dimaknai juga dengan meneladani dan memberikan penghargaan kepada para pendahulu, yang mampu merintis serta membangun Cirebon seperti sekarang ini.

“Penetapan Hari Jadi Cirebon didasari pada Peraturan Daerah Kota Cirebon Nomor 24/1996 tentang Hari Jadi Cirebon yang jatuh pada tanggal 1 Muharam 791 Hijriah. Momen ini sekaligus menjadi momentum untuk bertafakur, introspeksi diri, evaluasi dan refleksi terhadap kiprah kita dalam membangun dan memajukan Kota Cirebon,” ujar Ruri saat memimpin rapat.

Dalam kesempatan tersebut, Ruri memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Wali Kota Cirebon, Drs H Nashrudin Azis SH serta Wakil Walikota Cirebon, Dra Hj Eti Herawati yang telah memimpin dan membangun Kota Cirebon ke arah lebih baik. Ruri mendorong agar semua pihak dapat mendukung kinerja keduanya sampai masa jabatannya berakhir pada akhir Desember 2023.

“Kami juga mengajak seluruh aparatur pemerintahan, lembaga dari seluruh masyarakat Kota Cirebon, untuk bersama-sama mewujudkan visi dan misi Kota Cirebon yaitu SEHATI. Kita wujudkan Kota Cirebon sebagai kota kreatif berbasis sejarah,” kata Ruri.

Sementara itu Wali Kota Cirebon, Drs H Nashrudin Azis SH menuturkan, peringatan ini menjadi sarana evaluasi dan refleksi atas pengabdian serta karya bakti seluruh perangkat pemerintahan kepada masyarakat. Selama memimpin Kota Cirebon, kata Azis, pihaknya selalu didukung oleh jajaran legislatif dan Forkopimda yang secara harmonis berkolaborasi memajukan Kota Cirebon.

Hal ini terbukti ketika Kota Cirebon mampu bangkit kembali pasca pandemi Covid-19. Semua upaya pemulihan terus dilakukan hingga kondisi keuangan dan ekonomi daerah dapat pulih secara signifikan.

“Melalui kemitraan dan kolaborasi tersebut, dari 2018-2022 Kota Cirebon berhasil mendapatkan sejumlah penghargaan 2 tingkat internasional, 75 penghargaan nasional dan 93 penghargaan provinsi. Di tahun 2022 juga, Kota Cirebon mengalami inflasi terendah di Jawa Barat sebesar 4,86 persen. Bahkan indeks pembangunan manusia (IPM) di Kota Cirebon meningkat 0,64 poin dari tahun sebelumnya,” papar Azis.

Pada peringatan Hari Jadi ke-654, tambah Azis, tema besar yang diusung adalah Cirebon Ngobeng Maning. Slogan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Kota Cirebon memiliki semangat tinggi, gotong royong, dan keikhlasan untuk mengambil peran masing-masing dalam sebuah hajat besar. Khususnya membawa Cirebon menjadi lebih sejahtera.

Hal senada disampaikan Gubernur Jawa Barat, Dr HC H Mochamad Ridwan Kamil ST MUD. Menurutnya Kota Cirebon sebagai salah satu kota tertua di provinsi ini telah berkembang begitu pesat hingga mampu membawa kesejahteraan bagi masyarakatnya.

Pria yang akrab disapa Kang Emil ini menjelaskan, ke depan potensi ekonomi Kota Cirebon akan semakin berkembang. Khususnya dengan diresmikannya Tol Cisumdawu dan beroperasinya Bandara Kertajati yang mulai melayani sejumlah penerbangan lokal maupun internasional.

“Kami ucapkan selamat Hari Jadi Kota Cirebon ke-654. Hampir setengah triliun selama lima tahun bantuan keuangan, 1.500 bantuan rutilahu, dua alun-alun dibangun, creative center Ciayumajakuning juga ada di Kota Cirebon. Saya apresiasi, Kota Cirebon adalah kota terbaik dalam penanganan inflasi. Ini berkat kerja, kekompakan, kondusifitas dari pemerintah daerah,” ungkap Emil.

Dia menambahkan, seluruh pihak harus terus melakukan inovasi dan terobosan untuk mensejahterakan masyarakat Kota Cirebon. Di mana untuk sekarang, hal tersebut sudah menunjukkan hasil yang memuaskan.

“Berita baik datang minggu ini, penanganan kemiskinan terbaik di Pulau Jawa adalah Jawa Barat, berkurang orang miskinnya sekitar 310 ribu jiwa dalam dua tahun terakhir. Artinya penanganan kemiskinan dari berbagai program ini, termasuk di Kota Cirebon sudah berhasil. Tingkat kemiskinan turun ke angka 7,6 persen. Nasional yang 9,3 persen. Itu sedikit gambaran kinerja kami,” ujarnya. (din)

Share:

Senin, 17 Juli 2023

Ribuan Warga Cangkol dan Mahasiswa IAIN Cirebon Meriahkan Peringatan 1 Muharam

 

CIREBON, FC - Tahun baru Hijriyah adalah momentum untuk hijrah, dari hal buruk menjadi hal baik. Sekitar ribuan warga di Desa Cangkol Kecamatan Lemahwungkuk, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat memperingati tahun baru Islam dengan menggelar pawai obor keliling, pada Selasa malam (18/07/23).

Kemeriahan dalam peringatan 1 Muharram 1445 Hijriyah ini tak hanya diikuti oleh kalangan anak-anak, tetapi juga dari kalangan remaja-remaja dan dewasa.

Menurut Sobirin, warga Cangkol Tengah, bahwa pawai obor ini bisa dibilang baru pertama kali karena sebelumnya terjadi  Pandemi, sehingga dari 4 kali mahasiswa KKN di sini baru ini diselenggarakan pawai obor tersebut.

"Kegiatan pawai obor ini melibatkan sejumlah mahasiswa KKN dari IAIN Syekh Nurjati Cirebon," terangnya kepada media.

Demikian juga menurut Ketua DIM Bahrul Fakah, Wahab, bahwa pawai obor ini bisa berjalan sukses juga karena ada peran mahasiswa KKN yang ikut mengawal dan menjaga agar pawai tetap kondusif.

Adapun rute keliling, kata Wahab, dimulai dari Madrasah Bahrul Ilmi Cangkol, menuju kelurahan Lemahwungkuk melewati gang Deli Raya, jalan Ariodinoto, jalan Merdeka, jalan Pengampon, tiba di jalan Lemahwungkuk, dan kembali lagi ke jalan Ariodonoto, masuk ke gang Deli Raya, dan sampailah ke Madrasah Bahrul Ilmi Cangkol.

Semaraknya pawai obor ini, karena melibatkan banyak orang dan unsur masyarakat dan pendidikan. Seperti dari  madrasah, unsur masyarakat juga para mahasiswa. 

Kemudian kemeriahan juga oleh Grup Marching Band Mertapada dari salah satu MI di sana, sehingga tak hanya cahaya-cahaya api dari obor, lampion-lampion yang berkilauan, saja. Tetapi juga ada musik riang gembira yang amat epik dibawakan.

"Beginilah kolaborasi nyata yang ada di masyarakat, sudah seharusnya kemeriahan memperingati tahun baru Islam itu semeriah malam ini" ujar Omar Qad Panity CEO Kolaborator Kebaikan ID yang juga ikut terlibat pada kegiatan tersebut.B

Sementara itu, Bara Abdul Aziz, mahasiswa KKN Gemar Mengaji di Desa Cangkol menyatakan, bahwa acara ini sangat meriah, Antusiasme warga menggelora, dan uniknya substansi pawai diiringi oleh hadroh, sholawat, serta tim marching band yang membuat acara semakian luar biasa.

"Semoga ini bukan menjadi pawai obor yang terakhir kali dan bisa dijadikan acuan untuk tahun-tahun mendatang. (Red/Aldi)

Share:

Bupati Imron Lantik 965 Guru dan 16 Tenaga Teknis menjadi PPPK

 

KABUPATEN CIREBON - Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag melantik dan mengambil sumpah PPPK jabatan fungsional tenaga guru dan tenaga teknis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon. 

Pelantikan sendiri dilakukan di Grand Ballroom Apita Hotel, Kecamatan Kedawung, Senin (17/7/2023).

Imron mengatakan, para PPPK baik dari tenaga guru dan tenaga teknis, merupakan formasi pada tahun 2022 yang lalu.

"Ada 965 PPPK tenaga guru yang sebagian besar adalah para tenaga honorer yang telah mengabdi di Kabupaten Cirebon selama bertahun-tahun, serta 16 tenaga teknis yang mengikuti pengambilan sumpah dan dilakukan pelantikan," kata Imron.

Ia mengungkapkan, pelantikan PPPK ini merupakan sebuah anugerah tiada tara dalam mewujudkan tekad suci dan pengabdian pada bangsa dan negara. 

Sebagaimana yang kita ketahui, bahwa visi pendidikan Indonesia adalah menciptakan sistem pendidikan yang berkualitas, inklusif dan berkeadilan, yang mampu menghasilkan individu yang cerdas, berdaya saing, berkepribadian unggul, serta memiliki moralitas dan kepedulian sosial. 

Selain itu, kata Imron, salah satu unsur penunjang dari ketahanan nasional adalah keberhasilan dari pembangunan pendidikan, karena di era sekarang dan kedepan, ancaman ketahanan nasional bukan hanya ancaman berupa perang konvensional.

Akan tetapi, ancaman dalam berbagai bentuk gangguan budaya-budaya yang melemahkan generasi bangsa melalui kemajuan teknologi informatika yang membentuk sebuah budaya baru, yaitu budaya digital. 

"Untuk mewujudkan visi dan menyikapi tantangan kedepan, perlu sebuah kebijakan untuk menambah kuantitas dan kualitas tenaga kependidikan, terutama tenaga fungsional guru," ungkap Imron.

Imron berharap, dengan peningkatan status kepegawaian menjadi motivasi bagi para guru untuk lebih meningkatkan profesionalime dalam proses pencapaian visi pendidikan.

"Tugas para guru yang tidak kalah penting, yakni harus mengajarkan pendidikan moral dan budaya untuk melindungi generasi bangsa dari budaya negatif akibat perkembangan teknologi," sambungnya.

"Saya yakin dan percaya, bahwa saudara-saudara akan mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang dipercayakan dengan sebaik-baiknya," ujar Imron.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon H. Ronianto, S.Pd., MM mengatakan dengan adanya pengangkatan ratusan guru honorer menjadi tenaga PPPK ini, secara aspek sudah sangat ideal. 

Pasalnya, dengan adanya tambahan tenaga pendidik ini mutu pendidikan di Kabupaten Cirebon akan baik.

Bahkan, Ronianto menyebut tenaga guru honorer kategori P2 dan P3 tinggal 1800 orang. Ia meyakini tahun sekarang ketegori tersebut akan terselesaikan.

"Sisa tenaga guru honorer kategori P2 dan P3 tinggal 1800 orang. Tahun ini, mudah-mudahan bisa terselesaikan dan bisa dilantik," singkatnya. (din)

Share:

Minggu, 16 Juli 2023

Mahasiswa KKN Kelompok 80, Gelar Semarak Lomba Tahun Baru Islam di Masjid Al Muhajirin Sumber Asri

Aida Diva Rafani, salah satu peserta gebyar Tahun Baru Islam 1445 H, tengah mengikuti lomba hapalan surat juz 30 dan sambung ayat, dengan Juri Ustadz Syamsudin Saeful Razak, Si, MA  dan Ustadz Samsul Ma'arip, S.Pd.



CIREBON, FC - Mahasiswa KKN Mandiri Kelompok 80 IAIN Syekh Nurjati Cirebon di Kampung Sumber Asri, Desa Kecomberan, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon sukses menggelar berbagai perlombaan dalam rangka memperingati 1 Muharam 1445 H, Minggu, (16/7/2023)

Tampak terlihat anak usia dini, hingga remaja tumpah ruah di serambi masjid Al Muhajirin untuk  turut meramaikan kegiatan, dengan mendaftarkan diri sebagai peserta pada lomba-lomba yang digelar panitia dari mahasiswa KKN.

Evi Sugiarti, mahasiswa KKN Kelompok 80 mengaku, kepanitiaan 1 Muharam ini sebagai wujud nyata mahasiswa dalam melaksanakan KKN di masyarakat dan ini akan kita lakukan bukan saja di program kemasjidan tetapi juga program sosial atau kemasyarakatan lainnya.

 "Ya, kami para mahasiswa IAIN Cirebon  tengah melaksanakan tugas Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni pengabdian kepada masyarakat," terangnya.

Hal senada juga diungkapkan mahasiswa KKN Kelompok 80 lainnya, Hikmani Maulida dan Putri, bahwa kegiatan KKN di kampung Sumber Asri RW 05 Desa Kecomberan ini tentu menjadi tantangan tersendiri yang harus dijalankan karena akan menghadapi banyak hal di masyarakat. 

"Intinya, kami dan rekan-rekan mahasiswa KKN Kelompok 80 siap menjalankan tugas KKN ini dengan penuh tanggungjawab dan dilaksanakan sebaik mungkin. Karena hasil-hasil dari KKN ini akan memberikan nilai positif bagi kami kelak ketika kami benar-benar berada di tengah masyarakat," tutur Hikmani dan Putri yang dibenarkan oleh rekannya, Bella dan mahasiswa KKN lainnya. 

Sementara itu, kegiatan memperingati tahun baru Islam 1445 H di Masjid Al Muhajirin Sumber Asri tersebut, digelar beberapa perlombaan, seperti lomba adzan, lomba mewarnai, lomba hapalan surat pendek, lomba sambung ayat dan jenis lomba lainnya. 

Habib dan Denis mahasiswa KKN lainnya  juga menyatakan, selain memperingati tahun baru Islam, mahasiswa KKN Kelompok 80 juga akan mengadakan sejumlah  kegiatan lainnya di Kampung Sumber Asri. 

"Sebentar lagi kita akan memasuki Hari Kemerdekaan RI, yakni 17 Agustusan, dan bulan tersebut tentu menjadi momentum nasional yang diperingati oleh semua daerah di nusantara. Tak terkecuali di Kampung Sumber Asri  juga akan digelar beberapa perlombaan hingga pada malam puncak nanti," katanya saat bersama Ketua KKN  Kelompok 80, Ro'sin.


Sementara itu, Ketua DKM Al Muhajirin, Gaos Asy'ari S.Ag mengucapkan rasa terimakasihnya atas kepedulian dan kerjasama yang diberikan para mahasiswa KKN Mandiri Kelompok 80 di Kampung Sumber Asri.

Menurut Gaos Asy'ari, keterlibatan mahasiswa yang tengah menjalankan KKN ini, adalah sebagai bentuk dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pengabdian kepada masyarakat. Tentu ini akan memberikan nilai positif kepada mereka pasca mereka menuntaskan seluruh rangkaian pengabdiannya di program KKN ini.

"Program keterisian masjid ini sesungguhnya sangat banyak, namun kami melaksanakannya sesuai regulasi yang sudah kami rancang dan diserahkan kepada masing-masing bidang, sehingga dalam program setahun ke depan ini, sudah banyak yang dilakukan," ujarnya. 

Program.kwguatan yang dimaksud kata Gaos Asy'ari di antaranya, kegiatan Ratiban Al Haddad, Yasinan, Marhabanan, Kajian Subuh, kegiatan Hari Besar Islam (PHBI), pembacaan satu hari satu hadits, penyembelihan hewan qurban (idul adha) dan masih banyak lagi program lainnya.


Maka dengan adanya mahasiswa KKN ini, tentu keterisian masjid semakin terbantu dan keterlibatan mereka diberbagai program kemasjidan. Termasuk turut membantu pada salah satu program ekonomi berbasis masjid bernama Gerai La Tahzan yang saat ini tengah terus dikembangkan kemajuannya.

"Mudah-mudahan, program kemasjidan lainnya bisa dilaksanakan bersamaan dengan adanya mahasiswa KKN ini. Karena memang ini sesuai dengan tema besar KKN mereka yakni 'Belajar Bersama Masyarakat Berbasis Masjid', ungkap Gaos Asy'ari didampingi Wakil Ketua DKM Masjid Al Muhajirin Sumber Ari. (Nur)

Share:

Mahasiswa KKN Mandiri Kelompok 118 Menjadi Peserta Ruwatan Pasca Pagelaran Wayang Kulit Semalam Suntuk Di Desa Mertasinga

Pagelaran Wayang Kulit Semalam Suntuk, kemudian paginya dilanjut dengan kegiatan ruwatan.


CIREBON, FC - Mahasiswa KKN Mandiri Kelompok 118 IAIN Syekh Nurjati Cirebon bersama Sanggar Kencana Unggu menggelar kegiatan Pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk dan Tradisi Ruwatan di Desa Mertasinga, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, Sabtu, (15/7/2023).

Tetua Adat Mertasinga sekaligus pemilik Sanggar Kencana Ungu, Pangeran Mama Elang Panji Jaya menjelaskan, bahwa pagelaran yang diadakan ini adalah kegiatan rutinitas sanggar seni kencana ungu yang setiap tiga tahun sekali diadakan Ruwatan Murwakala atau bocah panas. 

Tujuannya adalah pertama mempertahankan tradisi yang hampir punah, kedua memperkenalkan kepada generasi muda seperti dan mahasiswa yang nanti ketika terjun ke masyarakat bisa menyebarluaskan tradisi ini di Kota Cirebon 

Dalam pagelaran seni tersebut, kata Elang Panji, yang ditampilkan hanya wayang kulit yang dilaksanakan semalam suntuk, kemudian dilanjut ruwatan di pagi hari ketika fajar mulai muncul.

Menurut Elang Panji, Wayang Kulit ini di Cirebon sejarahnya sejak tahun 1478 di mana ketika itu pernikahannya Kanjeng Pangeran Sunan Gunung Jati dengan Nyi Mas Pakung Wati. 

Terkait Pegelaran Wayang kulit semalam, kata Elang Panji itu ada dua episode,  pertama menceritakan tentang Galuh dengan Serempeng yang dimulai dari jam 20.30 WIB hingga pukul 02.00 WIB,  itu cerita umum dan kedua menceritakan tentang tradisi ruwatan itu sendiri.

Kata Elang Panji, ada pesan moral yang disampaikan dari pagelaran seni wayang kulit tersebut, pertama adalah itu tidak lepas dari perilaku kita, pendidikan kita sebagai salah satu gambaran bahwa jangankan sinatria seorang raksasa saja bebasan (kromo) itu suatu contoh yang baik. 

Kemudian, yang kedua merupakan suatu bentuk gambaran hidup kita bahwa wayang itu adalah kita di dunia nyata. Ketiga adalah suri tauladan dan dari sini  bisa diterapkan kepada diri kita pribadi atau pun orang di sekeliling kita, keluarga bahkan sampai anak didik kita. Lalu yang Ke empat, iramanya serasi di mana antara wayang dan lagunya itu tidak asal-asalan, dan Kelima untuk hiburan.

Sementara itu, usai pagelaran seni, acara dilanjutkan dengan acara Ruwatan. "Sejak tahun 60 an atau 70 an, kalau ruwatan pasti sebelumnya itu wayang dulu seperti tadi, kalau mau ruwatan langsung ya harus jam 5 karena waktu fajar itu dasar hukumnya dari ayat al-quran yaitu surat Al Ashr," papar Elang Panji Jaya.

Sedangkan tujuan diadakannya ruwatan ini adalah untuk memperkuat tradisi seni budaya 'ruwatan' yang hampir punah. Kemudian kedua untuk suri tauladan kita semua, karena di dalam ruwatan itu banyak sekali manfaat dan kegunaannya.

Manfaat pertama yaitu untuk menghilangkan kebel, kedua insya allah untuk rezeki dan usaha yang maju, kemudian juga untuk yang susah nikah agar didekatkan jodohnya, dan cepat nikah.


Dalam kegiatan ruwatan ini, sedikitnya ada 43 orang yang terlibat, yakni 18 laki-laki dan 18 perempuan serta 7 orang (borongan).

"Selain jumlahnya yang cukup banyak, pada Ruwatan ini ada beberapa kegiatan, di antaranya pertama kita harus mempersiapkan sarananya seperti sajen-sajennya, kedua lakonnya Batarakala, Ketiga ritualnya yaitu memakai baju ihrom dan setelah itu di mandika dan kain itu dibuang dan tidak boleh dipakai lagi," terangnya 

Sedang yang terlibat pada kegiatan tersebut, yakni jajaran pemerintah daerah, Kadis Budpar, Sekdis Budpar, Kabid Budpar, Kesultanan Kacirebonan, dan mahasiswa IAIN Syekh Nurjati cirebon yang sedang KKN di Desa Mertasinga serta juga menjadi peserta ruwatan. (din)


Share:

Sabtu, 15 Juli 2023

KKN IAIN Syekh Nurjati Cirebon Menggelar Workhsop Sejarah dan Kebudayaan Di Desa Paniis

KUNINGAN, FC – Kelompok 115 KKN Mandiri Inisiatif IAIN Syekh Nurjati  Cirebon, mengadakan kegiatan seminar & workshop sejarah dan kebudayaan Desa Paniis dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Paniis, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan. 

Acara seminar & workshop ini diadakan pada hari Sabtu, tanggal 15 Juli 2023, bertempat di balai desa Paniis. Program KKN ini diinisiasi oleh mahasiswa dari kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan tahun ini mengangkat tema “Eksplorasi Sejarah dan kebudayaan lokal Desa Paniis” sebagai fokus utama kegiatan.

Pada acara seminar ini, dibuka oleh salah satu jajaran perangkat desa dan beberapa tokoh masyarakatpun ikut andil hadir dengan antusias.

Kesenian tradisional pada pengenalan ini merupakan salah satu alat musik tradisional asli Kuningan yang terbuat dari bambu dan merupakan salah satu icon Kesenian yang sampai saat ini masih eksis dalam bidang kesenian yaitu alat musik tradisional dan angklung. 

Dalam hal ini perlu adanya dorongan dan pengenalan kembali dalam mengupayakan sejarah serta Kesenian tradisional desa Paniis dalam acara seminar ini.             

Program diadakannya kegiatan  ini bertujuan untuk mendorong mahasiswa dan masyarakat untuk terlibat aktif dalam mengeksplor serta mengembalikan sejarah dan kesenian akan Desa Paniis. 

Karena perlu diketahui bahwa sejarah asli desa Paniis ini minim sekali diketahui oleh masyarakat dalam desanya sendiri, dan alat musik tradisional juga sudah minim diketahui oleh masyarakat dan anak muda. 

Kegiatan workshop dan seminar ini diisi oleh pemangku sejarawan Desa Paniis yaitu bapak Moh. Saap dan kebudayaan lokal bidang seni oleh Aki Otoy.

Dalam materi sejarah, Saap menyampaikan  temua-temuan peninggalan palisan, seperti bebatuan, makam, arca dan juga lainnya. Dan juga menjelaskan asal usul desa Paniis itu sendiri. 

.Sedangkan dalam penyampaian materi kebudayaan lokal yaitu Aki Otoy menyampaikan bahwa asal mulai Kesenian angklung dan calung ini yaitu terbuat dari potongan bambu yang di pukul guna untuk mengusir burung di sawah, dalam hal itu sehingga terinspirasi dan jadilah sebuah alat musik yang bernama angklung dan calung. 

Perlu di ketahui diadakannya kegiatan ini yaitu memberikan nilai positif dan dukungan dari masyarakat setempat, sehingga dengan kegiatan ini diharapkan ke depannya ada pelatihan dan kelanjutannya sehingga masyarakat khususnya anak muda bisa tau akan sejarah dan alat musik tradisional desa Paniis. (ta)

Share:

Jumat, 14 Juli 2023

Rilis Kampung SDGs, Jurusan Sosiologi Agama IAIN Cirebon Buka Kerjasama Dengan Kelurahan Argasunya Harjamukti

ARGASUNYA, FC - Mendukung Capaian SDG’s, Jurusan Sosiologi Agama Melaksanakan Launching Kampung SDGs dan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk Pencegahan Stunting.

Jurusan Sosiologi Agama, Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam IAIN Syekh Nurjati Cirebon bekerja sama dengan pemerintah Kelurahan Argasunya merillis kampung SDGs pada Kamis, 13 Juli 2023. 

Kampung SDGs merupakan bagian dari perwujudan program Pengabdian kepada Masyarakat Jurusan Sosiologi Agama sekaligus sebagai kerjasama antara Jurusan Sosiologi Agama bersama pemerintah Kelurahan Argasunya. 

Kampung SDGs ke depannya akan menjadi laboratorium sosial mahasiswa dan dosen di Jurusan Sosiologi Agama. 

Selain itu, melalui kampung SDGs diharapkan mampu mendukung pembangunan di wilayah Argasunya dan menjadi solusi atas masalah-masalah sosial yang terjadi.

Menurut Ketua Jurusan Sosiologi Agama, Musahwi, M.Sosio, tujuan pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat di Argasunya merupakan bagian dari dari Tri Dharma Perguruan Tinggi untuk mendukung pembangunan yang sedang digalakan oleh pusat sampai ke daerah khususnya terkait penanganan stunting.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat mengambil titik lokasi di RT 05 RW 09 Kampung Cibogo Kelurahan Argasunya dan dihadiri oleh Narasumber dari Pengelola Daycare Syekh Nurjati, Ibu Lutfatulatifah, M.Pd. Kegiatan ini diikuti oleh masyarakat dari kalangan orang tua maupun remaja.

Menurut Kasi Pemerintahan Umum dan Trantib Kelurahan Argasunya, Bapak M Haryono, edukasi tentang stunting sangat dibutuhkan mengingat angka stunting di Kelurahan Argasunya cukup tinggi sekitar 200 anak”.

Ke depannya diharapkan kerjasama antara Jurusan Sosiologi Agama dan Kelurahan  Argasunya dapat berjalan dengan baik sehingga pihak jurusan mampu mendorong pembangunan di wilayah kelurahan dan mampu menjadikan argasunya sebagai laboratorium sosial untuk mencapai Tri Dharma Perguruan Tinggi yang terintegratif. (din)

Share:

Kamis, 13 Juli 2023

MenpanRB Resmikan MPP, Bupati Imron: Ini Mudahkan Masyarakat Dapatkan Pelayanan

KABUPATEN CIREBON, FC - Setelah diaktifkan sejak enam bulan lalu, Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Cirebon akhirnya diresmikan langsung oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Abdullah Azwar Anas di Kantor Kementerian PanRB, Jakarta, Kamis (13/7/2023).

Hadir langsung Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag didampingi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Cirebon, Dede Sudiono, ST., M.Si dalam kegiatan tersebut.

Bupati Imron menegaskan, bahwa Pemerintah Kabupaten Cirebon terus berkomitmen dalam mempermudah layanan kepada masyarakat. Salah satu terobosan yang dilakukan adalah dengan membuka Mal Pelayanan Publik yang berisi gerai layanan dari beberapa instansi.

“Kita juga terus membenahi MPP Kabupaten Cirebon, sehingga pelayanan terhadap masyarakat dapat dipermudah dan ditingkatkan,” ujar Imron.

Di samping itu, Imron juga menilai dengan adanya MPP dapat membantu investor dalam mengetahui proses perijinan yang ditempuh. 

“Ayo kita ke Mal Pelayanan Publik, baik itu investor dan masyarakat yang membutuhkan layanan. Tidak hanya perijinan, tetapi layanan sosial dan perekonomian dasar untuk datang ke Graha Abiyasa, Kantor DPMPTSP Kabupaten Cirebon,” ajak Imron.

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Kabupaten Cirebon, Dede Sudiono menerangkan, terdapat 36 tenan dan 99 layanan, baik dari instansi vertikal, BUMD maupun layanan pemerintah daerah lainnya. 

Dijelaskan juga, MPP ini hanya sebagai alat tercapainya pelayanan maksimal kepada masyarakat.

“Alhamdulillah, hari ini MPP Kabupaten Cirebon ikut diresmikan langsung oleh Menteri PanRB. Harapan kami, tentu kedepannya MPP Kabupaten Cirebon dapat berjalan optimal dan bisa mendongkrak pelayanan terhadap masyarakat,” singkatnya.

Untuk diketahui, dari 500 lebih kota/kabupaten yang ada, baru 134 yang memiliki MPP. 

Pada kesempatan kali ini, selain Kabupaten Cirebon, terdapat 13 MPP kota/kabupaten lainnya yang ikut diresmikan MenpanRB.

Fasilitas yang disediakan dalam MPP sendiri, tentu memiliki standar tinggi pelayanan. Diantaranya terdapat Ruang Laktasi, Ruang Bermain Anak, Pelayanan Ramah Disabilitas, Ruang Konsultasi, Pusat ATM hingga Pojok Baca. (din)

Share:

Definition List

Unordered List

Support