This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Rabu, 31 Maret 2021
Cirebon Bakal Menjadi Pusat Ekonomi Baru, Masa Depan Jawa Barat
PMI Kota Cirebon Memiliki Pengurus Baru dan Siap Menjalankan Tugas-Tugas Kemanusiaan
FOKUS CIREBON, FC – Komposisi baru di tubuh PMI Kota Cirebon, menurut Wali Kota Cirebon menjadi pengurus yang ideal. Untuk itu, PMI diharapkan bisa menjalankan tugas-tugas kemanusiaan untuk masyarakat Kota Cirebon.
“Komposisi sekarang sangat ideal,” ungkap Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH, saat memberikan sambutan usai pengambilan ikrar Pengurus dan Dewan Kehormatan PMI Kota Cirebon periode 2021-2026 di ruang Adipura Kencana, Balaikota Cirebon, Rabu, 31 Maret 2021.
Sejumlah nama yang kiprahnya tidak diragukan lagi di bidang kemanusiaan tercatat dalam kepengurusan PMI Kota Cirebon. Diantaranya dr. H. Muhammad Edial Sanif, Sp,JP, dokter spesialis jantung yang kiprahnya di bidang kemanusiaan sangat luas dan kembali dipercaya menjadi ketua PMI Kota Cirebon.
Selain itu ada pula Fitria Pamungkaswati serta Andi Riyanto Lie yang masing-masing masih menjabat sebagai wakil ketua dan anggota DPRD Kota Cirebon.
Sedangkan dalam kepengurusan Dewan Kehormatan PMI Kota Cirebon tercatat nama Kol Inf. Elkines Villando Dewangga K. SAP sebagai ketua Dewan Kehormatan yang juga sebagai Danrem 063 Sunan Gunung Jati.
Sedangkan anggotanya ada nama seperti Letkol Inf Herry Indriyanto yang menjabat sebagai Dandim 0614 Kota Cirebon, AKBP Imron Ermawan, SH., S.Ik., MH., yang menjabat sebagai Kapolres Cirebon Kota, Dra. Hj. Eti Herawati yang menjabat sebagai Wakil Wali Kota Cirebon dan Drs. H. Agus Mulyadi, M.Si, yang juga sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon.
Komposisi yang sudah ideal ini diyakini Azis bisa membawa PMI Kota Cirebon untuk menjalankan tugas-tugas kemanusiaan dengan baik.
“Kami memiliki harapan besar dengan kepengurusan yang baru ini,” ungkap Azis.
Diantaranya menjadi mitra Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon dalam menjalankan sejumlah fungsi dan tugas, terutama tugas-tugas di bidang kemanusiaan.
Sementara itu Ketua PMI Kota Cirebon, dr. H. Muhammad Edial Sanif, SP, JP., mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang sudah diberikan. “Tantangan PMI ke depan akan lebih berat,” ungkap Edial. Namun dengan bantuan dan sinergi dengan semua pihak, Edial meyakini langkah PMI Kota Cirebon bisa lebih ringan.
Edial juga menyatakan jika mereka siap untuk ditegur dan dikritik jika memang tidak berjalan sesuai dengan tugasnya. Sedangkan menyinggung gedung PMI yang baru Edial menyatakan ditargetkan selesai Juli sehingga kinerja PMI Kota Cirebon bisa lebih maksimal.
Sedangkan ketua PMI Jawa Barat, Irjen Pol (Purn) Drs Adang Rochdjana meminta kepada kepengurusan PMI Kota Cirebon yang baru dilantik untuk bisa menjalankan tugas-tugas kemanusiaan dan bersinergi dengan mitra lainnya.
Adang juga meminta PMI Kota Cirebon merekrut sejumlah relawan yang jumlahnya 10 persen dari jumlah penduduk.
“Keberadaan relawan PMI menjadi early warning system untuk menjalankan tugas-tugas kemanusiaan, sehingga tugas-tugas kemanusiaan bisa berjalan dengan lebih cepat dan baik," tandasnya. (Nur)
Selasa, 30 Maret 2021
Wakil Wali Kota Cirebon Lakukan Rapat Verifikasi Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Bersama Kementerian PPPA RI
FOKUS CIREBON, FC – Visi Sehat, Hijau, Agamis dan Inovatif (SEHATI) mengarah pada upaya peningkatan dan pengarusutamaan gender serta perlindungan anak di Kota Cirebon.
Hal tersebut diungkapkan Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati saat menghadiri Rapat Verifikasi Anugerah Parahita Ekapraya (APE) secara online bersama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia di ruang Gotrasawala BP4D Kota Cirebon, Selasa, 30 Maret 2021.
“Dalam konteks pengarusutamaan gender dan perlindungan anak, visi Kota Cirebon yaitu SEHATI, telah mengakomodasi komitmen tersebut,” tegas Eti.
Misi pertama berupaya mewujudkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang berdaya saing, berbudaya dan unggul di segala bidang, misi kedua yaitu meningkatkan tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, berwibawa dan inovatif.
Sedangkan misi ketiga yaitu meningkatkan kualitas sarana dan prasarana umum yang berwawasan lingkungan dan misi keempat mewujudkan ketentraman dan ketertiban umum yang kondusif.
“Semuanya mengarah pada upaya peningkatan pelayanan publik termasuk meningkatkan pengarusutamaan gender serta perlindungan anak,” tegas Eti.
Eti menambahkan Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon senantiasa berupaya agar setiap orang terpenuhi haknya, baik itu laki-laki, perempuan, anak termasuk penyandang disabilitas dan kelompok rentan lainnya.
“Kami mengintegrasikan semuanya masuk ke perencanaan program pembangunan,” tegas Eti.
Adanya Peraturan Walikota Nomor 6 tahun 2018 tentang Pedoman Pengarusutamaan Gender juga membuktikan bahwa Pemda Kota Cirebon memiliki perhatian yang tinggi terhadap perempuan dan anak.
Dari hasil verifikasi yang dilakukan secara online tadi diakui ada sejumlah arahan yang harus dilakukan. “Saya sudah minta setiap dinas untuk segera melakukannya,” tegas Eti.
Diantaranya mendata setiap kegiatan yang dilakukan oleh perempuan di setiap dinas yang ada di Kota Cirebon. Begitu juga dengan mitra-mitra dan stakeholder. “Jadi nanti kita berbicara dengan data,” tegas Eti.
Jika sudah dilengkapi, maka Eti yakin Kota Cirebon bisa meraih penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE). “2018 lalu kita sudah dapat tingkat madya, tahun ini kita harapkan bisa meningkat menjadi paripurna,” harap Eti.
Anugerah Parahita Ekapraya (APE) merupakan penghargaan yang diberikan oleh Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia sebagai bentuk pengakuan atas komitmen serta peran dari pimpinan kementerian/lembaga termasuk pemerintah daerah dalam mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender.
Terutama melalui strategi pengarusutamaan gender (PUG). Pengarusutamaan gender merupakan strategi yang telah disepakati baik di tingkat global, nasional serta daerah untuk memastikan isu gender masuk ke dalam prioritas RPJMD.
Sementara itu Kepala BP4D Kota Cirebon, Iing Daiman, S.Ip, M.Si, menjelaskan karena pandemi Covid-19 masih terjadi, verifikasi yang biasanya dilakukan secara langsung kini dialihkan secara online.
“Inti dari verifikasi tadi, kementerian PPPA mengapresiasi apa yang telah kita lakukan. Namun mereka juga memberikan beberapa catatan,” ungkap Iing.
Salah satunya bagaimana cara penetapan target serta mengukur realisasi dengan menggunakan sejumlah parameter. “Ini yang akan kita tindak lanjuti,” ungkap Iing. (din)
Sekda Kota Cirebon Dinobatkan Sebagai Duta Badan Amil Zakat Kota Cirebon
FOKUS CIREBON, FC – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Drs. H. Agus Mulyadi M.Si dinobatkan sebagai Duta Badan Amil Zakat (Baznas) Kota Cirebon ditandai dengan penyematan selempang di Ruang Kerja Sekda, Selasa (30/3/2021).
“Sebuah kehormatan bagi saya secara pribadi, diberi amanah, diberi kepercayaan untuk menjadi Duta Baznas Kota Cirebon,” ungkap Agus.
Duta Baznas ini, kata Agus, salah satu fungsinya memberikan edukasi kepada masyarakat untuk bisa menyalurkan Zakat, Infak dan Sodakoh (ZIS) dan memberikan kepercayaan yang lebih kepada Baznas sebagai pengelola ZIS.
“Ini merupakan tantangan, mudah-mudahan dapat meningkatkan perolehan ZIS, maupun kegiatan operasionalnya, dari yang kondisi sekarang,” ucapnya.
Kalau dilihat dari kondisi yang ada, kata Agus, perlu dukungan regulasi dari Pemda Kota Cirebon. Regulasi tersebut memang harus ada sebagai penguatan.
“Dalam jangka pendek ini, bagaimana optimalisasi zakat profesi ASN muslim di lingkungan Pemda Kota Cirebon,” jelasnya.
Sementara, Ketua Baznas Kota Cirebon, M. Taufik S.Ag menyampaikan, Sekda Kota Cirebon ini merupakan pimpinan dan jabatan birokrasi yang membawahi ASN se-Kota Cirebon.
“Kepentingan Baznas terhadap zakat profesi di lingkungan ASN sesuai dengan Perwal,” ujar Taufik.
“Support Pak Sekda kepada Baznas selama ini sangat luar biasa, dari mulai Surat Edaran (SE), regulasi-regulasi lain, harapan kami, mudah-mudahan dengan ini para ASN ikut membantu, sehingga pemasukan Baznas ini semakin meningkat,” lanjut Taufik.
Dalam acara tersebut hadir pula, Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat (Kesra), Drs. Sutisna M.Si, Kepala Bagian Kesra, Drs. H. Adin Imaduddin Nur dan Wakil Ketua I Baznas Kota Cirebon, Fatikhul Muhadi, S.Ag. (Nur)
Senin, 29 Maret 2021
International Office and Partnership, Bisa Menjadi Jendela Internasionalisasi IAIN Syekh Nurjati Cirebon
Minggu, 28 Maret 2021
Warga RW 05 Sumber Asri Gelar Rapat, Minta Pecahkan Masalah Sampah
Sabtu, 27 Maret 2021
Pemda Kota Cirebon Dukung Program ZIS dan Wakaf
FOKUS CIREBON, FC – Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon mengapresiasi dan mendukung penuh terobosan terbaru dari At-Taqwa Center yang berkolaborasi dengan LinkAja melakukan digitalisasi layanan non tunai dalam mempermudah pembayaran Zakat Infak Shodaqoh (ZIS) dan wakaf.
Launching digitalisasi program ZIS dan wakaf menyambut keberkahan Ramadan 1442 H bersama Layanan Syariah LinkAja tersebut digelar di Gedung Islamic Center Kota Cirebon, Sabtu (27/3/2021).
Asisten Pemerintahan Bidang Kesejahteraan Masyarakat Kota Cirebon, Drs. Sutisna M.Si menyampaikan, Pemda kota Cirebon sangat apresiasi dan mendorong atas kerjasama ini.
“Ini memudahkan jama'ah, baik yang datang ke masjid maupun jamaah yang jauh, dapat membayar ZIS melalui aplikasi ini,” ujar Sutisna.
Dikatakannya, Pemda berharap kepada lembaga-lembaga seperti Baznas dan At-Taqwa, karena sudah terbukti menyelesaikan masalah sosial yang tidak bisa tercover APBD.
“Dengan adanya lembaga itu sangat membantu selesaikan masalah sosial,” katanya.
Ketua At-Taqwa Center, H. Ahmad Yani mengungkapkan, mudah-mudahan keberkahan muncul dari kerjasama dan kolaborasi ini.
“Dalam kesempatan ini melalui LinkAja, semoga ZIS wakaf kami meningkat,” ucapnya.
Kepala Kantor Perwakilan (Kpw) Bank Indonesia (BI) Cirebon, Bakti Artanta mengatakan, dari sisi ZIS, saat ini di tengah masa pandemi Covid-19 sangat diperlukan.
“Karena, tidak ada yang tahu pandemi ini akan selesai, tidak ada yang bisa menduga. Dampaknya pun sudah terjadi cukup lama di sekitar kita dan zakat salah satunya dapat membantu meringankan dampak tersebut,” ungkap Bakti.
Menurut Bakti, potensi ZIS ini sangat besar, semua pihak harus empati, berpartisipasi, Insya Allah, dengan berpartisipasi dapat meringankan sesama manusia yang terdampak pandemi ini.
“Kami mendorong, di masa pandemi ini, kita sama sama membantu agar semuanya dapat survive di tengah pandemi Covid-19 ini. Mari kita ajak bersama untuk ZIS,” katanya.
Bakti mengatakan, digitalisasi ini sebuah keniscayaan, terlebih di masa pandemi ini, BI juga sudah mencanangkan gerakan Indonesia non tunai sejak 2014.
“Dan akhir-akhir ini, layanan non tunai ini sangat membantu kita untuk bertransaksi di masa pandemi Covid-19 ini,” ungap Bakti.
Pemda Kota Cirebon mengapresiasi upaya LinkAja dalam mengajak berbagai pihak untuk bersama-sama membangun dan memperkuat ekosistem digital syariah di Indonesia. Adanya sinergi berbagai pihak lintas sektor tentu sangat penting dalam pembangunan sarana prasarana yang dapat memperluas dan memperkuat ekosistem syariah di Indonesia.
Karena itu, Layanan Syariah LinkAja harus dapat menjadi bagian dari solusi untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 melalui penggunaan uang elektronik. Integrasi dengan marketplace dapat dilakukan lebih masif untuk menggerakkan kembali roda ekonomi masyarakat melalui transaksi online yang cepat dan aman. (Maulana)
Terbakarnya Sikring Listrik di Gardu PLN Perumahan Sumber Asri, Diduga Akibat Binantang
Diduga Tak Kuat Menahan Beban, Travo Gardu PLN di Sumber Asri Meledak
Jumat, 26 Maret 2021
Hari ini, 646 Pegawai IAIN Syekh Nurjati Cirebon di Vaksin
Kamis, 25 Maret 2021
LKPJ Akhir Tahun 2020 Disampaikan Wali Kota Cirebon Dalam Rapat Paripurna DPRD
FOKUS CIREBON, FC - Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH, menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Akhir Tahun Anggaran 2020 ke DPRD Kota Cirebon melalui rapat paripurna yang digelar di Ruang Griya Sawala Kantor DPRD Kota Cirebon, Kamis (25/3/2021).
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Cirebon menyampaikan langsung nota pengantar LKPJ.
“Genap satu tahun pandemi Covid-19 merebak di Kota Cirebon. Tepat ketika kita tengah melaksanakan salah satu kewajiban kita dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah ini,” kata Nashrudin Azis.
Merebaknya pandemi Covid-19, lanjut Azis, berakibat pula pada terhambatnya pelaksanaan pembangunan di Kota Cirebon, sehingga menimbulkan beberapa permasalahan, antara lain, meningkatnya persentase penduduk miskin dari 8,41% pada tahun 2019 menjadi 9,52% pada tahun 2020.
Menurunnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Cirebon, dari 74,92 poin pada tahun 2019 menjadi 74,89 poin pada tahun 2020.
“Menurunnya Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Kota Cirebon, Dari 6,29% pada tahun 2019 menjadi -0,99% pada Tahun 2020. Meningkatnya tingkat pengangguran terbuka dari 8,98% pada tahun 2019 menjadi 10,97% pada tahun 2020,” jelasnya.
Azis mengatakan, dalam upaya percepatan penanganan Covid-19 beserta dampak ekonomi dan sosial yang ditimbulkannya, Pemda telah melakukan perubahan arah kebijakan pembangunan, serta penyesuaian APBD Kota Cirebon Tahun 2020.
Perubahan dan penyesuaian tersebut dilakukan sesuai amanat Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan Nomor: 119/2813/SJ dan Nomor :177/KMK.07/2020 tentang Percepatan Penyesuaian Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun 2020 dalam rangka Penanganan Covid-19 serta Pengamanan Daya Beli Masyarakat dan Perekonomian Nasional.
“Berdasarkan Peraturan Wali Kota Cirebon Nomor 53 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Wali Kota Cirebon Nomor 38 Tahun 2020 tentang Penjabaran Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2020, Anggaran Pendapatan Daerah tahun 2020 mengalami penyesuaian dari target Rp 1.770.976.050.000,00 (satu triliun tujuh ratus tujuh puluh miliar sembilan ratus tujuh puluh enam juta lima puluh ribu rupiah) menjadi Rp 1.753.548.842.253,00 (satu triliun tujuh ratus lima puluh tiga miliar lima ratus empat puluh delapan juta delapan ratus empat puluh dua ribu dua ratus lima puluh tiga rupiah) atau mengalami penyesuaian sebesar 0,98%,” katanya.
Selanjutnya, Azis menyampaikan, anggaran belanja juga mengalami rasionalisasi dan refocusing untuk belanja pencegahan dan penanganan dampak Covid-19. Total belanja daerah tahun 2020 mengalami penyesuaian dari Rp 1.812.628.021.740,00 (satu triliun delapan ratus dua belas miliar enam ratus dua puluh delapan juta dua puluh satu ribu tujuh ratus empat puluh rupiah) menjadi Rp 1.752.057.609.358,00 (satu triliun tujuh ratus lima puluh dua miliar lima puluh tujuh juta enam ratus sembilan ribu tiga ratus lima puluh delapan rupiah) atau mengalami penurunan sebesar 3,34 %.
“Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, memasuki awal Tahun 2021, tepatnya di bulan Februari 2021, kita telah mulai melakukan proses Vaksinasi sesuai pedoman yang ditetapkan oleh Pemerintah, yaitu dilaksanakan melalui 3 Tahapan,” jelasnya.
Ia berharap agar pada Tahun 2021, semua cobaan dan ujian ini akan segera berakhir, dan dengan semangat baru, serta mewujudkan agenda-agenda penting yang tertunda di Tahun 2020 ini.
“Fokus utama adalah pada penanganan kesehatan, pemulihan dampak ekonomi, dan jaring pengaman sosial yang sudah kami rencanakan pada agenda pembangunan tahun 2021. Harapan kita semua agar tahun 2021 menjadi tahun awal kebangkitan kembali Kota Cirebon, terutama pada sektor pariwisata, perdagangan, dan jasa yang sempat terpuruk sejak pandemi Covid-19 berlangsung,” ungkapnya. (Nur)
Fauziah Hasni Mahasiswa IAIN Cirebon Juara 1 Lomba Puisi Indonesia Skill ASEAN
Fauziah Hasni, Mahasiswa Semeter VI Jurusan PGMI, IAIN SNJ Cirebon saat mempersiapkan diri untuk lomba puisi Imdonesia Skills ASEAN.
Rabu, 24 Maret 2021
529 Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon di Wisuda Ke XXI di Swiss-Bellhotel
Selasa, 23 Maret 2021
Tangani Kasus Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi, PSGA IAIN Cirebon Siap Bentuk Dewan Etik dan Miliki Kantor UPT
FOKUS CIREBON, FC - Kepala Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Naela Farah, M.Ag berkeinginan memiliki Unit Pelaksana Teknis (UPT) sebagai wujud pelaksanaan SOP.
UPT ini, katanya, akan dijadikan sebagai tempat atau ruang tersendiri dalam penanganan berbagai laporan kekerasan seksual di lingkungan kampus.
Selain itu, akan dibentuk Dewan Etik yang sistemnya atau sifatnya Ad Hoc. Yakni jika ada laporan kasus kekerasan kita tangani dengan membentuk ad hoc.
"Alhamdulillah, Rektor IAIN Cirebon pada tanggal 19 Nopember 2020 sudah mengeluarkan Surat Peraturan Rektor tentang pencegahan dan penanggulangan kekerasan seksual dan ini sangat diapresiasi oleh semua pihak, kita tinggal menyosialisasikan SOP nya dan membentuk Dewan Etik ketika nanti ada kasus kekerasan seksual. Peraturan ini memang juga anjuran dari Kementerian Agama RI serta Komnas Perempuan," paparnya.
Terkait Komnas Perempuan, lanjut Naela, pihaknya saat itu ikut menghadiri workshop di Jogyakarta bersama Komnas Perempuan, bahwa Komnas Perempuan mempresentasikan jika Perguruan Tinggi juga rentan dengan kekerasan seksual. Sehingga diharuskan setiap Perguruan Tinggi memiliki SK tentang Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan Seksual (PPKS).
Untuk itu, kata Naela, sebagai bentuk pelayanan, pihaknya sangat berharap segara memiliki kantor pelayanan, yakni UPT. Kantor inilah nanti sebagai tempat penanganan berbagai laporan kekerasan seksual.
"UPT ini sangat penting peranannya sebagai penjabaran dari pelaksanaan SOP, jadi ya PSGA harus segera memiliki kantor pelayanan, UPT ini," tandas Naela kepada fokuscirebon.com pada acara Workshop Penguatan Kompetensi Relawan Studi Gender dan Anak di Lantai 3, Ruang Rektorat, kampus setempat. (din)
RSUD Waled Peringati Hari Jadi Kabupaten Cirebon Ke 539 dengan Kegiatan Khitanan Massal
PSGA IAIN Cirebon Adakan Workshop Penguatan Kompetensi Relawan Studi Gender dan Anak
FOKUS COREBON, FC - Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Syekh Nurjati Cirebon melalui Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) menggelar workhsop penguatan kompetensi relawan studi gender dan anak, Selasa (23/3/2021), di Lantai 3, Ruang Rektorat, kampus setempat.
Kepala Pusat Studi Gender dan Anak, LP2M IAIN Cirebon, Naela Farah M.Ag mengatakan kegiatan workshop ini bertujuan sebagai peningkatan kapasitas relawan dalam rangka memartabatkan kampus IAIN Cirebon dari berbagai kasus gender dan kekerasan anak.
Pihaknya mengaku sudah memiliki SOP bagi penanganan korban, dan SOP ini dalam waktu dekat akan segera disosialisasikan ke seluruh komponen kampus.
Pada kegiatan ini, lanjutnya, selain mengejar output juga apa yang harus dilakukan, karena targetnya adalah untuk meningkatkan rasa aman di lingkungan kampus dari kekerasan seksual.
"Jadi inti dari workshop ini adalah untuk mencari atau menentukan langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan Tim PSGA untuk merealisasikan program dalam rangka penanganan berbagai bentuk kekekarasan seksual.
Naela Farah juga menyinggung soal kekerasan di lingkungan kampus yang dilakukan melalui survai melalui google form yang disebar ke semua kalangan kampus.
Tim PSGA menemukan terjadinya kekerasan yang bukan saja berbentuk kekerasan seksual tetapi kekerasan verbal yang dialami oleh para mahasiswa di lingkungan kampus.
"Dari hasil suvei ini lalu kami menerbitkan SOP yang langsung ditandatangi Pak Rektor dan SOP tersebut akan segera kami sosialisasikan kepada semua kalangan di lingkungan kampus," tandasnya kepada fokuscirebon.com.
Sementara itu, Ketua LP2M, Dr H Ahmad Yani M.Ag mengatakan bahwa ini adalah kegiatan Pusat Studi Gender dan Anak yang merupakan di bawah koordinasi LP2M, karena ada tiga pusat yakni pusat gender dan anak, pusat penelitian dan pusat pengabdian kepada masyarakat.
Intinya, kegiatan ini agar PSGA memiliki relawan, yakni relawan yang kompeten yang nantinya dapat memberikan advokasi terhadap studi gender dan perlindungan anak.
"Jadi bertujuan untuk memperkuat kompetensi relawan. Inilah tujuan workshop tersebut," ucapnya sebelum memberikan sambutan pada kegiatan Workshop PSGA.
Sementara itu, Workshop dengan tema "Trend Kekerasan Struktural di Masyarakat Jawa Barat, Konseling dan Management Pemulihan Korban Kekerasan Sruktural-Gender," mengahdirkan sejumlah pembicara dari luar kampus, seperti Irma Martam, Psy.MPH (mantan Direktur Pulih Institute Jakarta), kemudian Siswo Mulyartono (PUSAD Paramadina Jakarta), dan moderator Farida Mahri (Ketua Pengurus Yayasan Wangsakerta Cirebon). (din)



































