Tajam, Aktual dan Mencerdaskan

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Rabu, 31 Maret 2021

Cirebon Bakal Menjadi Pusat Ekonomi Baru, Masa Depan Jawa Barat

Bupati Cirebon Drs.H. Imron, M.Ag membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2022 di Patra Hotel, Jalan Tuparev, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Rabu (31/3/2021). 


FOKUS CIREBON, FC - Imron menuturkan, RKPD pada 2020 harus terfokus pada penguatan pemulihan ekonomi secara inklusif dengan dukungan reformasi struktural. Sehingga nantinya bisa meningkatkan daya saing, investasi, dan lapangan kerja. 

"Pandemi ini, semua sektor mengalami penurunan, Langkah perencanaan harus sesuai hasil. Musrenbang ini bukan hanya sesuai keinginan tapi sesuai dengan kondisi riil," kata Imron. 

Perencanaan RKPD pada 2022 yang terfokus dengan rencana pemerintah pusat, bakal mengusung delapan program prioritas pembangunan daerah. 

Beberapa prioritas pembangunan daerah tersebut yakni, pengembangan ekonomi kerakyatan dari sektor pertanian, industri, perdagangan, dan pariwisata yang semuanya berbasis inovasi. 

Kemudian, perluasan kesempatan kerja melalui peningkatan daya saing tenaga kerja dan penguatan jiwa kewirausahaan serta penanganan kemiskinan melalui program pemberdayaan masyarakat dan perlindungan jaminan sosial. 

"Semua upaya ini dilakukan dengan cara mengedepankan aspirasi dari masyarakat. Sehingga arah kebijakan ini bakal menjadi ketetapan sebelumnya," katanya. 

Asisten Administrasi Umum Provinsi Jawa Barat Dr.H.Dudi Sudrajat Abdurachim, MT menyebutkan, dalam rangka pemulihan ekonomi nasional, Jawa Barat sudah menyiapkan Kawasan Metropolitan Rebana, Kabupaten Cirebon berada di dalam kawasan tersebut. 

Kawasan Metropolitan Rebana, kata Dudi, akan menjadi pusat ekonomi baru yang memiliki daya saing. Di wilayah tersebut sudah berdiri salah satu universitas terbaik negeri, yakni Institut Teknologi Bandung (ITB) di Kecamatan Arjawinangun. 

Kemudian, Politeknik Manufaktur (Polman) bakal dibangun di Kabupaten Majalengka. "Masa depan Jawa Barat ada di Wilayah Cirebon, pemerintah punya kewajiban bertanggung jawab menyediakan untuk masyarakat," katanya. (din)
Share:

PMI Kota Cirebon Memiliki Pengurus Baru dan Siap Menjalankan Tugas-Tugas Kemanusiaan

Wali Kota Cirebon, Drs H Nashrudin Azis SH


FOKUS CIREBON, FC – Komposisi  baru di tubuh PMI Kota Cirebon, menurut Wali Kota Cirebon menjadi pengurus yang ideal. Untuk itu, PMI diharapkan bisa menjalankan tugas-tugas kemanusiaan untuk masyarakat Kota Cirebon.

“Komposisi sekarang sangat ideal,” ungkap Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH, saat memberikan sambutan usai pengambilan ikrar Pengurus dan Dewan Kehormatan PMI Kota Cirebon periode 2021-2026 di ruang Adipura Kencana, Balaikota Cirebon, Rabu, 31 Maret 2021. 

Sejumlah nama yang kiprahnya tidak diragukan lagi di bidang kemanusiaan tercatat dalam kepengurusan PMI Kota Cirebon. Diantaranya dr. H. Muhammad Edial Sanif, Sp,JP, dokter spesialis jantung yang kiprahnya di bidang kemanusiaan sangat luas dan kembali dipercaya menjadi ketua PMI Kota Cirebon.

Selain itu ada pula Fitria Pamungkaswati serta Andi Riyanto Lie yang masing-masing masih menjabat sebagai wakil ketua dan anggota DPRD Kota Cirebon. 

Sedangkan dalam kepengurusan Dewan Kehormatan PMI Kota Cirebon tercatat nama Kol Inf. Elkines Villando Dewangga K. SAP sebagai ketua Dewan Kehormatan yang juga sebagai Danrem 063 Sunan Gunung Jati. 

Sedangkan anggotanya ada nama seperti Letkol Inf Herry Indriyanto yang menjabat sebagai Dandim 0614 Kota Cirebon, AKBP Imron Ermawan, SH., S.Ik., MH., yang menjabat sebagai Kapolres Cirebon Kota, Dra. Hj. Eti Herawati yang menjabat sebagai Wakil Wali Kota Cirebon dan Drs. H. Agus Mulyadi, M.Si, yang juga sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon.

Komposisi yang sudah ideal ini diyakini Azis bisa membawa PMI Kota Cirebon untuk menjalankan tugas-tugas kemanusiaan dengan baik. 

“Kami memiliki harapan besar dengan kepengurusan yang baru ini,” ungkap Azis. 

Diantaranya menjadi mitra Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon dalam menjalankan sejumlah fungsi dan tugas, terutama tugas-tugas di bidang kemanusiaan.

Sementara itu Ketua PMI Kota Cirebon, dr. H. Muhammad Edial Sanif, SP, JP., mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang sudah diberikan. “Tantangan PMI ke depan akan lebih berat,” ungkap Edial. Namun dengan bantuan dan sinergi dengan semua pihak, Edial meyakini langkah PMI Kota Cirebon bisa lebih ringan.

Edial juga menyatakan jika mereka siap untuk ditegur dan dikritik jika memang tidak berjalan sesuai dengan tugasnya. Sedangkan menyinggung gedung PMI yang baru Edial menyatakan ditargetkan selesai Juli sehingga kinerja PMI Kota Cirebon bisa lebih maksimal.

Sedangkan ketua PMI Jawa Barat, Irjen Pol (Purn) Drs Adang Rochdjana meminta kepada kepengurusan PMI Kota Cirebon yang baru dilantik untuk bisa menjalankan tugas-tugas kemanusiaan dan bersinergi dengan mitra lainnya. 

Adang juga meminta PMI Kota Cirebon merekrut sejumlah relawan yang jumlahnya 10 persen dari jumlah penduduk. 

“Keberadaan relawan PMI menjadi early warning system untuk menjalankan tugas-tugas kemanusiaan, sehingga tugas-tugas kemanusiaan bisa berjalan dengan lebih cepat dan baik," tandasnya. (Nur)

Share:

Selasa, 30 Maret 2021

Wakil Wali Kota Cirebon Lakukan Rapat Verifikasi Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Bersama Kementerian PPPA RI

Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati saat menghadiri Rapat Verifikasi Anugerah Parahita Ekapraya (APE) secara online bersama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. 


FOKUS CIREBON, FC – Visi Sehat, Hijau, Agamis dan Inovatif (SEHATI) mengarah pada upaya peningkatan dan pengarusutamaan gender serta perlindungan anak di Kota Cirebon.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati saat menghadiri Rapat Verifikasi Anugerah Parahita Ekapraya (APE) secara online bersama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia di ruang Gotrasawala BP4D Kota Cirebon, Selasa, 30 Maret 2021. 

“Dalam konteks pengarusutamaan gender dan perlindungan anak, visi Kota Cirebon yaitu SEHATI, telah mengakomodasi komitmen tersebut,” tegas Eti.

Misi pertama berupaya mewujudkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang berdaya saing, berbudaya dan unggul di segala bidang, misi kedua yaitu meningkatkan tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, berwibawa dan inovatif. 

Sedangkan misi ketiga yaitu meningkatkan kualitas sarana dan prasarana umum yang berwawasan lingkungan dan misi keempat mewujudkan ketentraman dan ketertiban umum yang kondusif. 

“Semuanya mengarah pada upaya peningkatan pelayanan publik termasuk meningkatkan pengarusutamaan gender serta perlindungan anak,” tegas Eti.

Eti menambahkan Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon senantiasa berupaya agar setiap orang terpenuhi haknya, baik itu laki-laki, perempuan, anak termasuk penyandang disabilitas dan kelompok rentan lainnya. 

“Kami mengintegrasikan semuanya masuk ke perencanaan program pembangunan,” tegas Eti. 

Adanya Peraturan Walikota Nomor 6 tahun 2018 tentang Pedoman Pengarusutamaan Gender juga membuktikan bahwa Pemda Kota Cirebon memiliki perhatian yang tinggi terhadap perempuan dan anak.

Dari hasil verifikasi yang dilakukan secara online tadi diakui ada sejumlah arahan yang harus dilakukan. “Saya sudah minta setiap dinas untuk segera melakukannya,” tegas Eti. 

Diantaranya mendata setiap kegiatan yang dilakukan oleh perempuan di setiap dinas yang ada di Kota Cirebon. Begitu juga dengan mitra-mitra dan stakeholder. “Jadi nanti kita berbicara dengan data,” tegas Eti. 

Jika sudah dilengkapi, maka Eti yakin Kota Cirebon bisa meraih penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE). “2018 lalu kita sudah dapat tingkat madya, tahun ini kita harapkan bisa meningkat menjadi paripurna,” harap Eti.

Anugerah Parahita Ekapraya (APE) merupakan penghargaan yang diberikan oleh Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia sebagai bentuk pengakuan atas komitmen serta peran dari pimpinan kementerian/lembaga termasuk pemerintah daerah dalam mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender. 

Terutama melalui strategi pengarusutamaan gender (PUG). Pengarusutamaan gender merupakan strategi yang telah disepakati baik di tingkat global, nasional serta daerah untuk memastikan isu gender masuk ke dalam prioritas RPJMD.

Sementara itu Kepala BP4D Kota Cirebon, Iing Daiman, S.Ip, M.Si, menjelaskan karena pandemi Covid-19 masih terjadi, verifikasi yang biasanya dilakukan secara langsung kini dialihkan secara online. 

“Inti dari verifikasi tadi, kementerian PPPA mengapresiasi apa yang telah kita lakukan. Namun mereka juga memberikan beberapa catatan,” ungkap Iing. 

Salah satunya bagaimana cara penetapan target serta mengukur realisasi dengan menggunakan sejumlah parameter. “Ini yang akan kita tindak lanjuti,” ungkap Iing. (din)

Share:

Sekda Kota Cirebon Dinobatkan Sebagai Duta Badan Amil Zakat Kota Cirebon

Sekda Kota Cirebon sesuai penyematan selempang Duta Badan Amil Zakat (Baznas) Kota Cirebon, berpose bersama dengan Ketua Baznas Kota Cirebon.


FOKUS CIREBON, FC – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Drs. H. Agus Mulyadi M.Si dinobatkan sebagai Duta Badan Amil Zakat (Baznas) Kota Cirebon ditandai dengan penyematan selempang di Ruang Kerja Sekda, Selasa (30/3/2021).

“Sebuah kehormatan bagi saya secara pribadi, diberi amanah, diberi kepercayaan untuk menjadi Duta Baznas Kota Cirebon,” ungkap Agus.

Duta Baznas ini, kata Agus, salah satu fungsinya memberikan edukasi kepada masyarakat untuk bisa menyalurkan Zakat, Infak dan Sodakoh (ZIS) dan memberikan kepercayaan yang lebih kepada Baznas sebagai pengelola ZIS.

“Ini merupakan tantangan, mudah-mudahan dapat meningkatkan perolehan ZIS, maupun kegiatan operasionalnya, dari yang kondisi sekarang,” ucapnya. 

Kalau dilihat dari kondisi yang ada, kata Agus, perlu dukungan regulasi dari Pemda Kota Cirebon. Regulasi tersebut memang harus ada sebagai penguatan.

“Dalam jangka pendek ini, bagaimana optimalisasi zakat profesi ASN muslim di lingkungan Pemda Kota Cirebon,” jelasnya.

Sementara, Ketua Baznas Kota Cirebon, M. Taufik S.Ag menyampaikan, Sekda Kota Cirebon ini merupakan pimpinan dan jabatan birokrasi yang membawahi ASN se-Kota Cirebon.

“Kepentingan Baznas terhadap zakat profesi di lingkungan ASN sesuai dengan Perwal,” ujar Taufik.

“Support Pak Sekda kepada Baznas selama ini sangat luar biasa, dari mulai Surat Edaran (SE), regulasi-regulasi lain, harapan kami, mudah-mudahan dengan ini para ASN ikut membantu, sehingga pemasukan Baznas ini semakin meningkat,” lanjut Taufik.

Dalam acara tersebut hadir pula, Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat (Kesra), Drs. Sutisna M.Si, Kepala Bagian Kesra, Drs. H. Adin Imaduddin Nur dan Wakil Ketua I Baznas Kota Cirebon, Fatikhul Muhadi, S.Ag. (Nur)

Share:

Senin, 29 Maret 2021

International Office and Partnership, Bisa Menjadi Jendela Internasionalisasi IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Rapat Koordinasi Forum Wakil Rektor Bidang Kerjasama PTKIN di Bandung, Senin (29/3/2021).


FOKUS CIREBON, FC - Melalui kerjasama Internasional Office and Partnership (IOP), IAIN Syekh Nurjati Cirebon akan menjadi destinasi pendidikan Islam dunia. Hal itu ditegaskan Warek III, Dr H Ilman Nafi'a M.Ag pada kegiatan rapat koordinasi Wakil Rektor Bidang Kerjasama PTKIN, bertempat di Bandung, Senin (29/03/2021).

"IOP ini bisa menjadi jendela internasionalisasi IAIN Syekh Nurjati Cirebon jika seluruh elemen civitas akademika lembaga mempunyai sinergitas kerja, kompetensi dan integritas yang kuat," katanya.

Menueutnya, menyongsong transformasi IAIN menjadi UIN Syekh Nurjati Cirebon dengan mandat khusus sebagai Cyber Islamic University, sangat membutuhkan energi positif dan kuat dari seluruh civitas akademika.  

Ada beberapa pendekatan untuk menciptakan kondisi itu, pertama, dikondisikan (by design), bahwa seluruh civitas akademika dipersiapkan dilatih untuk menyongsong kerja besar transformasi dengan mandat khusus, baik iti dosen, mahasiswa, karyawan, satpam dan bahkan OB-nya. 

Kedua, pendekatan natural (alami), bahwa transformasi dengan mandat khusus itu akan membutuhkan orang-orang yang mempunyai energi dan kompetensi lebih, maka secara alami mereka yang tidak mempunyai kelebihan itu akan terpinggirkan dan tertinggal, dalam seluruh aspek kerja.

Sementara Ketua Forum Wakil Rektor Bidang Kerjasama PTKIN, Prof. Dr. Hj. Ulfiah, M.Si dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti 70 peserta yang terdiri dari Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan  Internasional Office PTKIN seluruh Indonesia beserta dekan, kepala biro, koordinator di lingkungan UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Menurutnya, tujuan Kegiatan ini adalah untuk meningkatakan  wawasan, kualitas kelembagaan dan kerjasama bagi wakil rektor bidang kerjasama dan International Office.  

Adapun narasumber yang hadir Prof. Dr. H. M. Ali Ramdhani, S.TP., MT (Dirjen Pendidikan Islam Kemenag), Prof. Dr. Suyitno, M.Ag (Direktur PTKI), Drs. M. Mudhofir, M.Si (Kepala Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri Sekretariat Jenderal Kemenag), Prof. Dr. Ardi Marwan (Atikbud Berlin Jerman), Prof. Achmad Ubaidillah, MA.Ph.D (Atikbud Riyadh), Prof. Dr. Bambang Suryadi (Atikbud KBRI Cairo Mesir), Ahmad Fachmi Sulthon (Counsellor KBRI Alger), Muhammad Adib Abdushomad, M.Ag., Ph.D (Kepala Subdirektorat Kelembagaan dan Kerjasama Direktorat PTKI Dirjen Pendis) tampil menjadi narasumber acara Rapat Koordinasi Forum Wakil Rektor Bidang Kerjasama PTKIN ini. 

Kepala Subdirektorat Kelembagaan dan Kerjasama Direktorat PTKI Dirjen Pendis, Muhammad Adib Abdushomad, M.Ag., Ph.D menyampaikan bahwa esensi dari forum ini dalam rangka memperkuat kerjasama PTKIN, tidak hanya di dalam negeri, tapi luar negeri, terutama atas kehadiran KMA No 40 tentang kolaborasi luar negeri, pertukaran dosen, mahasiswa. 

"Ini harus menjadi momentum IO, untuk menjadikan PTKIN sebagai destinasi pendidikan Islam dunia," ungkapnya. 

Keberadaan mahasiswa luar negeri diharapkan menjadi duta ambassador untuk destinasi pendidikan Islam dunia. Dan hal ini membutuhkan pelayanan yang baik.

Untuk itu, starting point untuk melakukan kolaborasi dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan Islam harus dilakukan secara sinergis, berkolaborasi.

Semantara itu, Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si dalam sambutan pembukaan menegaskan, bahwa menjadikan PTKIN sebagai destinasi pendidikan Islam dunia harus dimulai dari peningkatan, penguatan bidang kerjasama dan kelembagaan di dalam dan luar negeri. 

Dari forum ini, melalui bidang kerjasama dan International Office, PTKIN akan terlibat aktif untuk menciptakan perdamaian dunia melalui  pendidikan yang berbasis pada prinsip-prinsip moderasi beragama yang ada di kampus Islam.  

Menurutnya, dengan memiliki komitmen bersama untuk sama-sama bekerja dan melakukan kerjasama kehadiran PTKIN harus menjadi solusi atas ketertinggalan pendidikan di dunia Islam. (din)
Share:

Minggu, 28 Maret 2021

Warga RW 05 Sumber Asri Gelar Rapat, Minta Pecahkan Masalah Sampah

Rapat Warga di RW 05 Sumber Asri


FOKUS CIREBON, FC - Ketua RW 05, Sumber Asri, Desa Kecomberan, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Azis, dihadapan sejumlah warga menyatakan bahwa persoalan sampah sampai saat ini masih belum selesai, terutama menyangkut soal kesepakatan warga terkait anggaran yang dibutuhkan.

Azis juga memberikan informasi terkait persitiwa meledaknya sikring gardu Sumber Asri. Menurut Azis peristiwa itu diakibatkan banyaknya binatang dilokasi gardu, seperti tikus, tokek dan lainnya.

Dalam rapat tersebut, Azis juga menyatakan bahwa soal anggaran sampah masih memerlukan pembahsan dan kesepakatan warga. Salah satunya, soal MoU (penandatangan kerjasama) dengan pihak DLH Kabupaten Cirebon.

"Sampah ini masalah penting, karena ini banyak masukan dari masyarakat juga, sehingga rapat warga ini seharusnya diikuti oleh seluruh warga, agar ada kesepakatan dan keputusan bersama," ujar Azis, Minggu (28/3/2021).


Karena rapat hanya dihadiri sedikit warga, Azis meminta kesepkatan warga yang hadir untuk mengulang kembali pertemuan dalam bentuk yang resmi. 

"Nanti kita buat surat undangan resmi, dengan harapan warga bisa hadir semua," harapnya sebelum menutup rapat tersebut. (din)
Share:

Sabtu, 27 Maret 2021

Pemda Kota Cirebon Dukung Program ZIS dan Wakaf


FOKUS CIREBON, FC – Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon mengapresiasi dan mendukung penuh terobosan terbaru dari At-Taqwa Center yang berkolaborasi dengan LinkAja melakukan digitalisasi layanan non tunai dalam mempermudah pembayaran Zakat Infak Shodaqoh (ZIS) dan wakaf.

Launching digitalisasi program ZIS dan wakaf menyambut keberkahan Ramadan 1442 H bersama Layanan Syariah LinkAja tersebut digelar di Gedung Islamic Center Kota Cirebon, Sabtu (27/3/2021).

Asisten Pemerintahan Bidang Kesejahteraan Masyarakat Kota Cirebon, Drs. Sutisna M.Si menyampaikan, Pemda kota Cirebon sangat apresiasi dan mendorong atas kerjasama ini.

“Ini memudahkan jama'ah, baik yang datang ke masjid maupun jamaah yang jauh, dapat membayar ZIS melalui aplikasi ini,” ujar Sutisna.

Dikatakannya, Pemda berharap kepada lembaga-lembaga seperti Baznas dan At-Taqwa, karena sudah terbukti menyelesaikan masalah sosial yang tidak bisa tercover APBD.

“Dengan adanya lembaga itu sangat membantu selesaikan masalah sosial,” katanya.

Ketua At-Taqwa Center, H. Ahmad Yani mengungkapkan, mudah-mudahan keberkahan muncul dari kerjasama dan kolaborasi ini.

“Dalam kesempatan ini melalui LinkAja, semoga ZIS wakaf kami meningkat,” ucapnya.

Kepala Kantor Perwakilan (Kpw) Bank Indonesia (BI) Cirebon, Bakti Artanta mengatakan, dari sisi ZIS, saat ini di tengah masa pandemi Covid-19 sangat diperlukan.

“Karena, tidak ada yang tahu pandemi ini akan selesai, tidak ada yang bisa menduga. Dampaknya pun sudah terjadi cukup lama di sekitar kita dan zakat salah satunya dapat membantu meringankan dampak tersebut,” ungkap Bakti.

Menurut Bakti, potensi ZIS ini sangat besar, semua pihak harus empati, berpartisipasi, Insya Allah, dengan berpartisipasi dapat meringankan sesama manusia yang terdampak pandemi ini.

“Kami mendorong, di masa pandemi ini, kita sama sama membantu agar semuanya dapat survive di tengah pandemi Covid-19 ini. Mari kita ajak bersama untuk ZIS,” katanya.

Bakti mengatakan, digitalisasi ini sebuah keniscayaan, terlebih di masa pandemi ini, BI juga sudah mencanangkan gerakan Indonesia non tunai sejak 2014.

“Dan akhir-akhir ini, layanan non tunai ini sangat membantu kita untuk bertransaksi di masa pandemi Covid-19 ini,” ungap Bakti.

Pemda Kota Cirebon mengapresiasi upaya LinkAja dalam mengajak berbagai pihak untuk bersama-sama membangun dan memperkuat ekosistem digital syariah di Indonesia. Adanya sinergi berbagai pihak lintas sektor tentu sangat penting dalam pembangunan sarana prasarana yang dapat memperluas dan memperkuat ekosistem syariah di Indonesia.

Karena itu, Layanan Syariah LinkAja harus dapat menjadi bagian dari solusi untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 melalui penggunaan uang elektronik. Integrasi dengan marketplace dapat dilakukan lebih masif untuk menggerakkan kembali roda ekonomi masyarakat melalui transaksi online yang cepat dan aman. (Maulana)

Share:

Terbakarnya Sikring Listrik di Gardu PLN Perumahan Sumber Asri, Diduga Akibat Binantang

Petugas PLN UPJ Sumber, Kabupaten Cirebon, tengah memperbaiki sikring di gardu Sumber Asri yang terbakar.


FOKUS CIREBON, FC - Petugas PLN UPJ Sumber, di lokasi meledaknya sikring gardu, mengatakan bahwa peristiwa tersebut terjadi akibat kabel penghantar yang menempel ke besi.

"Dugaan sementara karena binatang, ya senjenis tokek, di sini banyak tokek nya, coba lihat, itu bagian bawahnya terbakar," ujar petugas PLN yang tengah mengganti seluruh kabel dan dudukan kabel bagian atas yang terbakar, Sabtu (27/3/2021).

Kabel penghantar arus yang terbakar


Berdasarkan pantauan media, kabel arus yang dibungkus paralon besi, kini diganti semua. Bahkan kabel penghantar listrik dibagian bawah dibuat tanpa pembungkus paralon besi lagi, dengan posisi kabel berada di luar.

Dua dudukan kabel yang terbakar di bagian atas pun diganti dengan yang baru. "Sebaiknya, sampah-sampah ini dipindahkan dan tidak berada persis di bawah gardu listrik," harap petugas PLN. (din)



Share:

Diduga Tak Kuat Menahan Beban, Travo Gardu PLN di Sumber Asri Meledak

Travo Gardu Listrik PLN yang meledak


FOKUS CIREBON, FC - Meledaknya travo listrik di Gardu Sumber Asri, Desa Kecomberan, Kecamatan Talun terus berulang. Kali ini, travo meledak dan membakar tumpukan sampah yang berada di bawahnya.

Atas musibah ini, warga Sumber Asri sangat dirugikan, lantaran listrik nyala-mati dan sebagian lagi terjadi penurunan daya listrik.

Wawan, Ketua RT 01 yang tengah berjaga di Pos Satpam bersama rekannya Ipin, langsung memadamkan api yang membakar tumpukan sampah dari travo listrik yang meledak.

"Suara ledakannya cukup keras, saya mendengar sendiri. Setelah itu, listrik seketika padam dan kembali menyala, namum tidak lama daya listrik terus berkurang hingga meredup," kata salah seorang warga yang tengah berkumpul dengan warga lainnya di Pos Satpam.

Peristiwa meledaknya travo listrik di gardu PLN di kawasan Sumber Asri, terjadi pada pukul 05.15 WIB dini hari, Sabtu (27/3/2021).

Menurut warga Sumber Asri, meledaknya travo listrik akibat tak kuat menanggung beban daya akibat listrik dialirkan ke permukiman warga lainnya di luar permukiman Sumber Asri

Ketua RW 05 Sumber Asri Azis, mengaku sudah menelepon pihak PLN, namun belum ada jawaban, kemudian Dudung warga setempat ikut mencoba menghubungi petugas PLN.  Hingga pukul 06.00 pagi petugas PLN masih belum terlihat datang ke lokasi meledaknya travo listrik tersebut.

"Untuk mengantisipasi yang tidak diinginkan, sampah akan diangkut oleh pihak Desa Kecomberan," ujar Ketua RW 05 Azis yang masih berada di lokasi terbakarnya travo listrik tersebut. 

Sementara itu, berdasarkan pantauan media di lokasi kejadian, warga sangat menyayangkan atas terjadinya peristiwa ini. Bahkan warga sangat merasa dirugikan dengan musibah tersebut, selain dapat merusak barang-barang elektronik juga tidak sebanding lurus dengan pelayanan dan penanganan yang cepat.



"Kita warga, kalau masuk urusan pembayaran listrik tidak boleh terlambat, kalau telat kena denda bahkan juga ada ancaman diputus. Tetapi jika ada masalah dengan kelistrikan seperti padam listrik, kerugian warga tidak bisa diklaim dari pemadaman sepihak," tandas warga menyinggung pelayanan PLN yang belum maksimal. 

Bahkan ada juga warga yang menyatakan terkait tiang listrik induk berukuran besar seharusnya berada di luar (jalan raya), bukan di permukiman. 

"Tiang listrik ini seharusnya bukan dipermukiman warga, karena memiliki arus listrik tegangan tinggi, kok bisa ya, kirain saya dulu sudah ditolak warga," jelasnya. (din)

Share:

Jumat, 26 Maret 2021

Hari ini, 646 Pegawai IAIN Syekh Nurjati Cirebon di Vaksin

DI VAKSIN : Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim M.Ag tengah divaksin, Jum'at (26/3/2021) di RS Ciremai, Kesambi, Kota Cirebon.


FOKUS CIREBON, FC - RS Ciremai di Jalan Kesambi No 237, Kota Cirebon, Jum'at (26/3/2021), mendadak dipenuhi ratusan pegawai dari kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Kedatangan mereka bermaksud  untuk mendapatkan vaksin.  Namun sebelum di vaksin ada prosesi yang harus terlebih dahulu ditempuh, seperti mengenakan masker, cuci tangan dan cek suhu tubuh serta mengecek tensi darah.

Berdasarkan data yang diperoleh media di lapangan menyebutkan, rasa takut pegawai itu ada, namun karena demi alasan kesehatan dan pencegahan terhadap penularan, vaksin menjadi pilihan penting untuk menjaga imun dan kesehatan.

Pranata Humas IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Muhamad Arifin M.PdI mengatakan, dari pegawai yang didaftarkan dalam penerimaan vaksin ini, berjumlah sekitar 646 pegawai.

"Hari ini sebanyak 646 pegawai sudah di vaksin. Pafa proses vaksin ini, kami datang secara  bergelombang, dimulai dari pukul 08.00 WIB pagi dan berakhir pada pukul 15.00 sore, alhdulillah semua sudah divaksin" papar Arifin kepada fokuscirebon.com

Kabiro AUAK IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Drs H Subarja, M.Pd yang juga ikut di vaksin.

Dijelaskan, para pegawai yang di vaksin ini, terdiri dari unsur pimpinan, seperti Rektor, Wakil Rektor, Kabiro AUAK, para Kabag, dosen, pegawai hingga ke bagian cleaning service.

"Alhamdulillah, prosesi pemberian vaksin berjalan lancar dan ini merupakan vaksin yang pertama. Vaksin ini sebagai wujud kita sudah melaksanakan program pemerintah dalam rangka mencegah dan memutus mata rantai penyebaran virus covid 19," tandasnya. (din)

Share:

Kamis, 25 Maret 2021

LKPJ Akhir Tahun 2020 Disampaikan Wali Kota Cirebon Dalam Rapat Paripurna DPRD

Wali Kota Cirebon, Drs  H Nashrudin Azis SH


FOKUS CIREBON, FC - Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH, menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Akhir Tahun Anggaran 2020 ke DPRD Kota Cirebon melalui rapat paripurna yang digelar di Ruang Griya Sawala Kantor DPRD Kota Cirebon, Kamis (25/3/2021).

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Cirebon menyampaikan langsung nota pengantar LKPJ.

“Genap satu tahun pandemi Covid-19 merebak di Kota Cirebon. Tepat ketika kita tengah melaksanakan salah satu kewajiban kita dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah ini,” kata Nashrudin Azis.

Merebaknya pandemi Covid-19, lanjut Azis, berakibat pula pada terhambatnya pelaksanaan pembangunan di Kota Cirebon, sehingga menimbulkan beberapa permasalahan, antara lain, meningkatnya persentase penduduk miskin dari 8,41% pada tahun 2019 menjadi 9,52% pada tahun 2020.

Menurunnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Cirebon, dari 74,92 poin pada tahun 2019 menjadi 74,89 poin pada tahun 2020.

“Menurunnya Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Kota Cirebon, Dari 6,29% pada tahun 2019 menjadi -0,99% pada Tahun 2020. Meningkatnya tingkat pengangguran terbuka dari 8,98% pada tahun 2019 menjadi 10,97% pada tahun 2020,” jelasnya.

Azis mengatakan, dalam upaya percepatan penanganan Covid-19 beserta dampak ekonomi dan sosial yang ditimbulkannya, Pemda telah melakukan perubahan arah kebijakan pembangunan, serta penyesuaian APBD Kota Cirebon Tahun 2020.

Perubahan dan penyesuaian tersebut dilakukan sesuai amanat Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan Nomor: 119/2813/SJ dan Nomor :177/KMK.07/2020 tentang Percepatan Penyesuaian Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun 2020 dalam rangka Penanganan Covid-19 serta Pengamanan Daya Beli Masyarakat dan Perekonomian Nasional.

“Berdasarkan Peraturan Wali Kota Cirebon Nomor 53 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Wali Kota Cirebon Nomor 38 Tahun 2020 tentang Penjabaran Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2020, Anggaran Pendapatan Daerah tahun 2020 mengalami penyesuaian dari target Rp 1.770.976.050.000,00 (satu triliun tujuh ratus tujuh puluh miliar sembilan ratus tujuh puluh enam juta lima puluh ribu rupiah) menjadi Rp 1.753.548.842.253,00 (satu triliun tujuh ratus lima puluh tiga miliar lima ratus empat puluh delapan juta delapan ratus empat puluh dua ribu dua ratus lima puluh tiga rupiah) atau mengalami penyesuaian sebesar 0,98%,” katanya.

Selanjutnya, Azis menyampaikan, anggaran belanja juga mengalami rasionalisasi dan refocusing untuk belanja pencegahan dan penanganan dampak Covid-19. Total belanja daerah tahun 2020 mengalami penyesuaian dari Rp 1.812.628.021.740,00 (satu triliun delapan ratus dua belas miliar enam ratus dua puluh delapan juta dua puluh satu ribu tujuh ratus empat puluh rupiah) menjadi Rp 1.752.057.609.358,00 (satu triliun tujuh ratus lima puluh dua miliar lima puluh tujuh juta enam ratus sembilan ribu tiga ratus lima puluh delapan rupiah) atau mengalami penurunan sebesar 3,34 %.

“Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, memasuki awal Tahun 2021, tepatnya di bulan Februari 2021, kita telah mulai melakukan proses Vaksinasi sesuai pedoman yang ditetapkan oleh Pemerintah, yaitu dilaksanakan melalui 3 Tahapan,” jelasnya.


Ia berharap agar pada Tahun 2021, semua cobaan dan ujian ini akan segera berakhir, dan dengan semangat baru, serta mewujudkan agenda-agenda penting yang tertunda di Tahun 2020 ini.

“Fokus utama adalah pada penanganan kesehatan, pemulihan dampak ekonomi, dan jaring pengaman sosial yang sudah kami rencanakan pada agenda pembangunan tahun 2021. Harapan kita semua agar tahun 2021 menjadi tahun awal kebangkitan kembali Kota Cirebon, terutama pada sektor pariwisata, perdagangan, dan jasa yang sempat terpuruk sejak pandemi Covid-19 berlangsung,” ungkapnya. (Nur)

Share:

Fauziah Hasni Mahasiswa IAIN Cirebon Juara 1 Lomba Puisi Indonesia Skill ASEAN

 

Fauziah Hasni, Mahasiswa Semeter VI Jurusan PGMI, IAIN SNJ Cirebon saat mempersiapkan diri untuk lomba puisi Imdonesia Skills ASEAN.


FOKUS CIREBON, FC - Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Fauziah Hasni, menorehkan prestasi gemilang di tingkat ASEAN. Wanita kelahiran Cirebon, 08 Agustus 2000 ini sudah mengarumkan nama baik kampusnya.  

Fauziah Hasni dinobatkan juara 1 pada kejuaraan lomba puisi Indonesia skills ASEAN yang diselenggarakan di Banten, setelah bersaing ketat dengan peserta dari Brunai Darusslam dan Singapure.

"Bagi saya yang terberat yakni peserta dari Brunei Darussalam dan Singapure. Tetapi alhamdulillah, dengan modal tekad yang kuat, saya berhasil menjadi juara," katanya saat berbincang dengan fokuscirebon.com, Kamis (25/3/2021).

Menurut Fauziah, ada banyak hal yang menjadi pengalaman baru pada perlombaan tersebut. Selain bertemu dengan berbagai karakter peserta dari sejumlah negara ASEAN, Ia juga harus meyakinkan diri untuk mampu menjadi juara dari 2.024 peserta. 

"Ini juga yang menjadi tantangan saya, melihat jumlah peserta yang begitu banyak dari luar indonesia dan dari Indonesia sendiri. Apalagi mereka bagus-bagus, tapi saya tetap meyakinkan diri harus bisa keluar menjadi juara, kuncinya adalah optimis," kata Fauziah, sambil tersenyum, karena bisa membuktikan diri keluar sebagai juara.

Ditanya persiapan apa saja yang dilakukan dalam menghadapi lomba ASEAN tersebut, Fauziah mengungkapkan, dimulai dari mempersiapkan teks puisi dengan membaca banyak puisi karya sastrawan nasional maupun internasional, untuk sebagai gambaran diksi dari puisi yang ingin dirinya kirimkan. "Untuk persiapan tersebut saya membutuhkan waktu seminggu," katanya.



Selain optimisme yang tertanam pada dirinya, Fauziah juga bisa melangkah mantap pada perlombaan tersebut, karena kampus IAIN SNJ Cirebon sangat mendukung dalam perlombaan tersebut.

Sementara diakhir perbincangannya, Fauziah berharap, semoga kampusnya  mengembangkan kembali mahasiswa yang mengikuti lomba nasional maupun internasional," ucap mahasiawi semeter VI Jurusan PGMI, IAIN Syekh Nurjati Cirebon ini. (din)
Share:

Rabu, 24 Maret 2021

529 Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon di Wisuda Ke XXI di Swiss-Bellhotel

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim M.Ag tengah melakukan prosesi wisuda di Swiss-Bellhotel, Rabu (24/3/2021).


FOKUS CIREBON, FC -  Rasa bangga dan bahagia terlihat di raut wajah para wisudawan dan wisudawati IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Mereka dengan pakaian toga, satu-persatu mulai memasuki ruangan Audotorium Swiss-Bell Hotel, Rabu (23/3/2021) untuk mengikuti prosesi wisuda offline.

Prosesi wisuda ke XXII dimulai dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon. 

Berbagai macam perasaan masih menyelimuti para wisudawan. Namun dengan pembacaan SK tersebut, mereka wisudawan mulai sumringah dan satu persatu mulai dilakukan simbolis pindah kuncir dari peci toga wisuda mereka.

Berdasarkan data yang diperoleh fokuscirebon.com di lapangan, ada sekitar 800 lebih mahasiswa IAIN SNJ Cirebon yang di wisuda ke XXII. Dari jumlah itu, 529 mahasiswa di wisuda hari ini, sisanya besok, Kamis (25/3/2021), yang dibagi ke dalam dua gelombang.

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim, M.Ag dalam pidato wisuda menegaskan tentang Pendidikan integratif sebagai dasar transformasi kelembagaan IAIN Syekh Nurjati Cirebon. 

Menurut Sumanta, integrasi ini sangat diperlukan dalam pendidikan sebagai upaya untuk memadukan ilmu agama (Islamic Studies/Dirasah Islamiyah) dengan ilmu umum (Islamic Science). 

Untuk implementasiannya, proses integrasi ilmu agama dan ilmu umum harus mampu menawarkan muatan nilai kearifan budaya lokal (local wisdom) yang merupakan bagian dari nilai-nilai Islam yang universal.

Karena bagaimana pun, kata Sumanta, hubungan Islamic Science dan Dirasah Islamiyah yang integratif memiliki konsekuensi dan implikasi berupa perluasan akses pendidikan ilmu keagamaan sekaligus penyelenggaraan pendidikan yang mampu menjabarkan nilai-nilai universal Islam. 

"Inilah yang menjadi spirit mentransformasi kelembagaan IAIN Syekh Nurjati Cirebon," kata Sumanta dihadapan ratusan wisudawan.

Dalam mewujudkan hal tersebut, lanjutnya, IAIN Syekh Nurjati Cirebon mengupayakan rekonstruksi paradigma keilmuan yang multidisipliner dengan menjadikan agama sebagai basis ilmu pengetahuan. 

Tujuannya, IAIN Syekh Nurjati Cirebon mampu mengembangkan bukan sekedar proses pendidikan searah, tetapi proses pendidikan multidimensi yang mampu menyeimbangkan antara akal dan wahyu sehingga mampu mewujudkan pengembangan spiritual, intelektual, dan sosial dari seluruh sivitas akademika IAIN Syekh Nurjati Cirebon. 

Oleh Karena itu, transformasi kelembagaan IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi UIN harus dibarengi dengan semangat pembangunan lembaga pendidikan integratif sebagai tataran operasional pendidikan yang mampu mengintegrasikan ajaran yang bersumber dari ayat qauliyah dengan ayat qauniyah secara utuh. 

Selanjutnya, proses integrasi keilmuan di IAIN Syekh Nurjati Cirebon dapat dirumuskan dengan mengedepankan tiga aspek yaitu turats, manhaji, dan ma’rifah/nadzariyah. 

"Pada tataran implementasi ketiga aspek tersebut harus mampu untuk saling melengkapi satu dengan yang lain. Aspek turats dibutuhkan dalam proses integrasi keilmuan di IAIN Syekh Nurjati Cirebon sebagai basis ontologis dalam penggalian sekaligus pengembangan kajian keilmuan bagi seluruh sivitas akademika IAIN Syekh Nurjati Cirebon," paparnya.

Sementara aspek manhaji, katanya, itu menjadi model penguatan kajian keilmuan sebagai basis epistemologis dalam pelaksanaan integrasi keilmuan di IAIN Syekh Nurjati Cirebon. 

Sedangkan aspek ma’rifah dan nadzariyah merupakan basis aksiologis integrasi keilmuan di lingkungan IAIN Syekh Nurjati Cirebon. 

"Integrasi keilmuan antara agama (Islamic Studies/Dirasah Islamiyah) dan umum (Islamic science) bukan sesuatu yang tidak dapat dilakukan. Namun mengingat bahwa semua keilmuan lahir dari basis ontologis, epistemologis dan aksiologis dan ternyata basis 
keilmuan Islam dan umum berbeda, maka perlu diperlukan paramater-parameter tertentu sehingga tercapai tujuan-tujuan tersebut.



Dijelaskan, untuk mencapai hal tersebut tidak cukup dengan memberi justifikasi ayat Al-Quran pada setiap penemuan dan keilmuan, memberikan label Arab atau Islam pada istilah-istilah keilmuan dan sejenisnya, tetapi perlu ada pergeseran 
cara pandang (shifting paradigm) pada basis-basis keilmuan Barat agar sesuai dengan basis-basis khazanah keilmuan Islam yang berkaitan dengan realitas metafisika, religius dan teks suci. 

"Bekal dari konseptual dan kecambah di atas maka arah kebijakan lembaga mendorong IAIN Syekh Nurjati Cirebon untuk melakukan transformasi kelembagaan menjadi sebuah Universitas. Dengan konsep tersebut, seluruh rumpun dan kajian keilmuan yang ada diiharapkan mampu bersinergi dan saling melengkapi pada tataran metodologis," tuturnya lagi.

Hal ini, katanya, mampu dilihat bagaimana universitas menyahuti kebutuhan masyakarat serta mampu menjawab sebuah tantangan dengan basis keilmuan yang multidisipliner. 

Demikian juga transformasi merupakan suatu perubahan secara kualitatif baik itu secara struktur, sifat dan bentuk. Sehingga dalam konteks ini, proses transformasi kelembagaan IAIN Syekh Nurjati mendorong perubahan secara esensialistik untuk menuju Universitas yang berbasis pada rumpun keilmuan yang terintergrasi dengan keilmuan yang lainnya. 

"Transformasi kelembagaan meniscayakan struktural dan perluasan akses pendidikan yang sedang dijalani. Sehingga akses pendidikan dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat untuk menimba ilmu-ilmu keislaman yang dipadu dengan ilmu umum," tandasnya. 

Sementara itu, Pranata Humas IAIN SNJ Cirebon, H Muhamad Arifin M.PdI menyatakan bahwa wisuda ke XXII ini dibagi ke dalam dua gelombang, dan pada gelombang pertama ini berjalan sukses. 

"Alhamdulillah, semua berjalan baik, wisuda ini merupakan wisuda gelombang pertama, sisanya dilakukan besok Kamis, karena memang dibuat dua gelombang. Kami dari unsur panitia sudah melaksanakan segala hal teknis yang berhubungan dengan wisuda ini dan hasilnya prosesi wisuda berjalan lancar dan sukses. (din)



Share:

Selasa, 23 Maret 2021

Tangani Kasus Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi, PSGA IAIN Cirebon Siap Bentuk Dewan Etik dan Miliki Kantor UPT

Pemaparan Materi : Siswo Mulyartono (PUSAD Paramadina Jakarta) tengah memberikan materi tentang kekerasan seksual pada kegiatan workshop studi gender dan anak di kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon.


FOKUS CIREBON, FC - Kepala Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Naela Farah, M.Ag berkeinginan memiliki Unit Pelaksana Teknis (UPT) sebagai wujud pelaksanaan SOP.

UPT ini, katanya, akan dijadikan sebagai tempat atau ruang tersendiri dalam penanganan berbagai laporan kekerasan seksual di lingkungan kampus.

Selain itu, akan dibentuk Dewan Etik yang sistemnya atau sifatnya Ad Hoc. Yakni jika ada laporan kasus kekerasan kita tangani dengan membentuk ad hoc.

"Alhamdulillah, Rektor IAIN Cirebon pada tanggal 19 Nopember 2020 sudah mengeluarkan Surat Peraturan Rektor tentang pencegahan dan penanggulangan kekerasan seksual dan ini sangat diapresiasi oleh semua pihak, kita tinggal menyosialisasikan SOP nya dan membentuk Dewan Etik ketika nanti ada kasus kekerasan seksual. Peraturan ini memang juga anjuran dari Kementerian Agama RI serta Komnas Perempuan," paparnya.

Terkait Komnas Perempuan, lanjut Naela, pihaknya saat itu ikut menghadiri workshop di Jogyakarta bersama Komnas Perempuan, bahwa Komnas Perempuan mempresentasikan  jika Perguruan Tinggi juga rentan dengan kekerasan seksual. Sehingga diharuskan setiap Perguruan Tinggi memiliki SK tentang Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan Seksual (PPKS).

Untuk itu, kata Naela, sebagai bentuk pelayanan, pihaknya sangat berharap segara memiliki kantor pelayanan, yakni UPT. Kantor inilah nanti sebagai tempat penanganan berbagai laporan kekerasan seksual.

"UPT ini sangat penting peranannya sebagai penjabaran dari pelaksanaan SOP, jadi ya PSGA harus segera memiliki kantor pelayanan, UPT ini," tandas Naela kepada fokuscirebon.com pada acara Workshop Penguatan Kompetensi Relawan Studi Gender dan Anak di Lantai 3, Ruang Rektorat, kampus setempat. (din)

Share:

RSUD Waled Peringati Hari Jadi Kabupaten Cirebon Ke 539 dengan Kegiatan Khitanan Massal

Prosesi khitanan massal di RSUD Arjawinangun, Kabupaten Cirebon disaksikan langsung oleh Bupati Cirebon, H Imron M.Ag, Selasa (23/3/2021).


FOKUS CIREBON, FC - Memperingati Hari Jadi Ke 539 Kabupaten Cirebon, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waled menggelar khitanan massal. Kegiatan tersebut juga dilakukan di RSUD Arjawinangun, Selasa (23/3/2021).

"Pemerintah Kabupaten Cirebon dalam perayaan hari jadi ini dimeriahkan secara sederhana. Sebab, sampai saat ini masih terjadi Pandemi Covid-19. Salah satu kegiatan perayaan hari jadi Kabupaten Cirebon ini adalah khitanan massal di RSUD Arjawinangun,” papar bupati Imron.

Imron menjelaskan, khitanan massal ini dilakukan di Rumah sakit milik Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon.

Imron menjelaskan, kegiatan khitanan massal tersebut digelar di di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), di mana nama yang terdaftar 24 orang di RSUD Arjawinangun dan 39 orang di RSUD Waled. Semuanya adalah  warga Kabupaten Cirebon,” terangnya.

Dijelaskan, slain khitanan massal,  Pemkab Cirebon juga akan menampilkan sejumlah seni budaya untuk meriahkan hari jadi ini.

“Nanti ada kegiatan seni budaya, seperti di Kecamatan Suranenggala ada pagelaran seni. Tetapi dilakukan secara virtual karena untuk menekan adanya kerumunan warga,” tururnya.

Sementara Direktur RSUD Arjawinangun Kabupaten Cirebon, dr. Bambang Sumardi menyatakan, dari sekitar 24 anak yang ikut  program khitanan massal ini, seluruhnya gratis. Mereka  semua adalah warga Kabupaten Cirebon wilayah barat.

"Selain khitanan massal, kita juga ingin mengadakan pengobatan gratis. Namun karena masih di masa pandemi, program jadi agak sulit dilakulan. Karena kami  menghindari kerumunan, sehingga baru bisa khitanan massal saja yang kita lakukan. Itu pun kami tempatkan di gedung yang baru,” tuturnya.

Khitanan massal ini, kata Bambang, pihaknya tetap menerapkan prokes dalam pelaksanaannya. (Olan)
Share:

PSGA IAIN Cirebon Adakan Workshop Penguatan Kompetensi Relawan Studi Gender dan Anak

Ketua LP2M, didampingi Kepala Pusat Studi Gender dan Anak IAIN SNJ Cirebon pada kegiatan Workshop di Lantai 3, Ruang Rektorat, kampus setempat.


FOKUS COREBON, FC - Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Syekh Nurjati Cirebon melalui Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) menggelar workhsop penguatan kompetensi relawan studi gender dan anak, Selasa (23/3/2021), di Lantai 3, Ruang Rektorat, kampus setempat.

Kepala Pusat Studi Gender dan Anak, LP2M IAIN Cirebon, Naela Farah M.Ag mengatakan kegiatan workshop ini bertujuan sebagai peningkatan kapasitas relawan dalam rangka memartabatkan kampus IAIN Cirebon dari berbagai kasus gender dan kekerasan anak.

Pihaknya mengaku sudah memiliki SOP bagi penanganan korban, dan SOP ini dalam waktu dekat akan segera  disosialisasikan ke seluruh komponen kampus.

Pada kegiatan ini, lanjutnya, selain mengejar output juga apa yang harus dilakukan, karena targetnya adalah untuk meningkatkan rasa aman di lingkungan kampus dari kekerasan seksual.

"Jadi inti dari workshop ini adalah untuk mencari atau menentukan langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan Tim PSGA untuk merealisasikan  program dalam rangka penanganan berbagai bentuk kekekarasan seksual.

Naela Farah juga menyinggung soal kekerasan di lingkungan kampus yang dilakukan melalui survai melalui google form yang disebar ke semua kalangan kampus.

Tim PSGA menemukan terjadinya kekerasan yang bukan saja berbentuk kekerasan seksual tetapi kekerasan verbal yang dialami oleh para mahasiswa di lingkungan kampus.

"Dari hasil suvei ini lalu kami menerbitkan SOP yang langsung ditandatangi Pak Rektor dan SOP tersebut akan segera kami sosialisasikan kepada semua kalangan di lingkungan kampus," tandasnya kepada fokuscirebon.com.

Sementara itu, Ketua LP2M, Dr H Ahmad Yani M.Ag mengatakan bahwa ini adalah kegiatan Pusat Studi Gender dan Anak yang merupakan di bawah koordinasi LP2M, karena ada tiga pusat yakni pusat gender dan anak, pusat penelitian dan pusat pengabdian kepada masyarakat.

Intinya, kegiatan ini agar PSGA memiliki relawan, yakni relawan yang kompeten yang nantinya dapat memberikan advokasi terhadap studi gender dan perlindungan anak.

"Jadi bertujuan untuk memperkuat kompetensi relawan. Inilah tujuan workshop tersebut," ucapnya sebelum memberikan sambutan pada kegiatan Workshop PSGA.

Sementara itu, Workshop dengan tema "Trend Kekerasan Struktural di Masyarakat Jawa Barat, Konseling dan Management Pemulihan Korban Kekerasan Sruktural-Gender," mengahdirkan sejumlah pembicara dari luar kampus, seperti Irma Martam, Psy.MPH (mantan Direktur Pulih Institute Jakarta), kemudian Siswo Mulyartono (PUSAD Paramadina Jakarta), dan moderator Farida Mahri (Ketua Pengurus Yayasan Wangsakerta Cirebon). (din)

Share:

Rayakan Hari Jadi Ke-539 Kabupaten Cirebon, Bupati Hadiri Khitanan Massal di RSUD Arjawinangun

Bupati Cirebon, Drs H Imron M.Ag


FOKUS CIREBON, FC- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arjawinangun menggelar khitanan massal dalam rangka Hari Jadi ke-539 Kabupaten Cirebon di Aula RSUD setempat, Selasa (23/3/2021). 

Kegiatan khitanan massal tersebut dihadiri langsung Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag. 

Menurut Imron, Pemerintah Kabupaten Cirebon dalam perayaan hari jadi ini dimeriahkan secara sederhana. Sebab, sampai saat ini masih terjadi Pandemi Covid-19. 

"Salah satu kegiatan perayaan hari jadi Kabupaten Cirebon ini adalah khitanan massal di RSUD Arjawinangun," katanya. 

Imron menjelasakan, khitanan massal ini dilakukan di Rumah sakit milik Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon. 

"Kita lakukan khitanan massal di RSUD Arjawinangun sebanyak 24 orang dan untuk RSUD Waled sebanyak 39 orang yang sudah terdaftar. Itu semua warga Kabupaten Cirebon," ujarnya. 

Selain khitanan massal, lanjut Imron, Pemkab Cirebon akan menampilkan sejumlah seni budaya untuk meriahkan hari jadi ini. 

"Nanti ada kegiatan seni budaya, seperti di Kecamatan Suranenggala ada pagelaran seni. Tetapi dilakukan secara virtual karena untuk menekan adanya kerumunan warga," katanya. 

Sementara itu, Direktur RSUD Arjawinangun Kabupaten Cirebon, dr. Bambang Sumardi mengatakan, ada sekitar 24 anak yang ikut program khitanan massal gratis ini. 

"Semua anak yang ikut dikhitan ini semuanya warga Kabupaten Cirebon wilayah barat," katanya. 

Bambang juga menjelaskan, selain khitanan massal, pihaknya ingin sekali mengadakan pengobatan secara gratis. Akan tetapi di masa pandemi ini sulit untuk dilakulan. 

"Kami dari RSUD Arjawinangin inginnya sih ada pengobatan gratis. Akan tetapi kami menghindari kerumunan, sehingga baru bisa khitanan massal saja yang kita lakukan. Itu pun kami tempatkan di gedung yang baru," katanya. 

Ia pun menuturkan, dalam kegiatan khitanan massal ini, pihaknya tetap menerapkan protokol kesehatan dalam pelaksanaannya. 

"Kami tetap menerapkan protokol kesehatan dalam khitanan massal. Saya tidak menginginkan terjadi penularan di acara ini," kata Bambang. (din)
Share:

Definition List

Unordered List

Support