Tajam, Aktual dan Mencerdaskan

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Rabu, 31 Mei 2023

Bupati Cirebon Lepas 366 Calon Jemaah Haji Kloter 4

KABUPATEN CIREBON -- Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag bersama istri, Dra. Hj. Nunung Roosmini, melepas 366 calon jemaah haji asal Kabupaten Cirebon di Asrama Haji Watubelah, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Rabu (31/5/2023).

Dalam sambutannya, Imron menyampaikan selamat kepada ratusan warga Kabupaten Cirebon, yang pada hari ini akan bertolak ke tanah suci untuk melaksanakan salah satu rukun Islam tersebut.

“Calon jemaah haji ini adalah orang-orang pilihan. Apalagi, saat ini daftar tunggu haji di Kabupaten Cirebon itu 23 tahun,” kata Imron.

Imron berpesan, kepada seluruh calon jemaah haji untuk menjaga kesehatan selama ibadah berlangsung. Hal ini dikarenakan cuaca di Arab Saudi tercatat mencapai 40 derajat celcius atau lebih panas dari Indonesia.

Menurutnya, calon jemaah harus mengikuti seluruh arahan dan petunjuk dari petugas pembimbing haji, agar tetap lancar selama proses ibadah serta kembali pulang dalam kondisi sehat.

“Arab saat ini sedang panas sekali. Dipastikan akan kaget, jemaah haji harus ikuti perintah pendamping, karena semua orang sedunia hadir di sana,” ujar Imron.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Cirebon, Dr. H. Moh. Ahsan, M.Ag menyebutkan, jumlah calon jemaah haji asal Kabupaten Cirebon yang berangkat pada 2023 ini sebanyak 2.421 orang.

Ratusan orang tersebut, berangkat kedalam delapan kelompok terbang (kloter), yakni kloter 4,7,13,16,19,21,23, dan 24. Berangkat perdana pada Kamis (1/6/2023) dari Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati.

“Pada 31 Mei ini, ada 374 orang yang berangkat. Dari jumlah tersebut, 366 merupakan calon jemaah haji dan 8 orang pendamping haji. Kloter perdana itu kloter 4,” ujar Ahsan. (din)

Share:

Serah Terima Hibah Aset Milik Daerah Kepada Desa Cirebon Girang Ditandai dengan Peletakan Batu Pertama


Kuwu Desa Cirebon Girang, Ruslani Abdullah SE tengah menunjukkan surat dokumen pelimpahan aset daerah kepada Desa Cirebon Girang bersama Sekda didampingi Camat Talun, H Abadi dan Korwil.



FOKUS CIREBON, FC - Serah terima hibah aset milik daerah berupa bangunan gedung eks ruang guru dan ruang kelas SDN 1 Cirebon Girang kepada Desa Cirebon Girang yang ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Asisten Daerah (Asda)  Kabupaten, H. Muhammad Safrudin, berjalan sukses, Rabu, (31/5/2023).

Serah terima hibah kepemilikan aset ini, berupa dokumen yang diserahkan langsung oleh Bupati Cirebon melalui Asisten Daerah kepada Kuwu Desa Cirebon Girang, Ruslani Abdullah SE di kantor desa setempat.

Serah terima aset ini digelar pada pukul 10.00 WIB dihadiri oleh unsur Muspika, tokoh ulama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, unsur BPD, perangkat desa, Kecamatan dan para guru serta pegiat pendidikan.

Bupati Cirebon melalui Asisten Daerah Muhammad Safrudin menyatakan, serah terima aset ini merupakan tindak lanjut dari perjuangan Kuwu Desa Cirebon Girang untuk memanfaatkan aset daerah yang bisa dimanfaatkan oleh desa.

"Aset ini diharapkan bisa dimanfaatkan dengan baik oleh desa untuk kemanfaatan bagi  masyarakat dan hibah ini bisa dikelola sebagai aset desa," terangnya.

Penyerahan dokumen aset milik daerah dari Bupati Cirebon melalui Asda Kabupaten Cirebon kepada Kuwu Cirebon Girang, Ruslani Abdullah SE di kantor Desa Cirebon Girang.

Kepala Desa Cirebon Girang, Ruslani Abdullah SE dalam sambutannya mengatakan, pihaknya sangat bersyukur atas hibah aset ini, mengingat perjalanan dan perjuangannya cukup panjang, di mana gedung ex ini sudah tidak digunakan lagi hampir selama tiga tahunan.

Dengan serah terima hibah aset daerah ini, Kuwu Cirebon Girang mengucapkan rasa terimakasihnya atas kepercayaan pemerintah Kabupaten Cirebon kepada Pemerintah desa dalam hal ini Desa Cirebon Girang. 

"Saya ucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Cirebon atas hibah aset daerah ini dan nantinya akan dibangun gedung serba guna milik Desa Cirebon Girang. Tetapi dalam pembangunannya akan dilakukan secara bertahap mengingat anggaran. Yang pasti pada saat gedung serba guna ini sudah berdiri dan berfungsi nanti, akan menjadi manfaat bagi masyarakat di Desa Cirebon Girang," kata Kuwu Ruslani.

Peletakan batu pertama Gedung Serba Guna oleh Asisten Daerah Kabupaten Cirebon di Desa Cirebon Girang

Terkait pembangunan nanti, Kuwu Ruslani berharap adanya dukungan dari seluruh aparatur desa dan masyarakat terhadap pembangunan gedung serba guna agar bisa berjalan baik dan tidak berhenti ditengah jalan. Maka peran serta masyarakat Cirebon Girang, BPD dan LPM sangat dibutuhkan agar pembangunan gedung nanti bisa berjalan sesuai harapan," tandasnya (Bambang)

Share:

Selasa, 30 Mei 2023

Bupati Imron : PPKBD dan Sub PPKBD Garda Terdepan Pengendalian Penduduk

CIREBON - Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag menghadiri acara pertemuan dengan Pembantu Pembina Keluarga Berencana (PPKBD) dan Sub PPKBD se-Kabupaten Cirebon di GOR Ranggajati, Kecamatan Sumber, Selasa (30/5/2023).

Dalam pertemuan tersebut, Imron menjelaskan, ini merupakan salah satu upaya dalam rangka meningkatkan motivasi seluruh PPKBD dan Sub PPKBD dalam pelaksanaan program pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana (bangga kencana). 

Menurut Imron, salah satu indikator keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah, adalah terwujudnya keberdayaan masyarakat dalam menciptakan kemakmuran dan kesejahteraan hidupnya, baik sebagai individu, keluarga maupun masyarakat. 

"Program keluarga berencana menjadi program andalan yang harus mendapatkan dukungan seluruh elemen masyarakat, dalam rangka menciptakan sumber daya manusia yang potensial melalui pendekatan keluarga yang berkualitas, baik dari aspek pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial budaya maupun aspek lainnya," kata Imron.

Imron mengungkapkan, program keluarga berencana di Kabupaten Cirebon dari tahun ke tahun sudah menunjukan keberhasilan. Demikian halnya dengan keberhasilan penyelenggaraan pembangunan kesehatan, yang pada prinsipnya memiliki keterkaitan erat dengan keberhasilan penyelenggaraan program keluarga berencana (KB).

Ia pun meminta kepada seluruh PPKBD dan Sub PPKBD, agar mendukung pelaksanaan program KB, memantapkan kelembagaan pengelolaan program KB di tingkat kecamatan dan desa/kelurahan, serta memanfaatkan dukungan dana, sarana dan metode operasional program KB di Kabupaten Cirebon.

Lebih lanjut, Imron menjelaskan, bahwa PPKBD dan Sub PPKBD merupakan salah satu komponen penting dalam upaya peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat, juga sebagai indikator kemajuan yang telah dicapai oleh suatu daerah.

"Mereka semua bersentuhan langsung dengan masyarakat dalam memberikan penyuluhan program keluarga berencana,” jelas Imron.

“Selain itu, bertujuan meningkatkan pembinaan kelangsungan penggunaan alat kontrasepsi, mendekatkan pelayanan kepada akseptor keluarga berencana yang berada di pedesaan, serta membantu menyebarluaskan gagasan keluarga berencana melalui kampung keluarga berencana, sehingga dapat membantu terwujudnya akseptor keluarga berencana yang lestari," sambungnya.

Di tempat yang sama, Kepala DPPKBP3A Kabupaten Cirebon, Hj. Eni Suhaeni, SKM., M.Kes mengatakan, para PPKBD ini merupakan kepanjangan tangan pemerintah daerah untuk ikut mengendalikan penduduk, supaya masyarakat mau ikut KB. 

"Jumlah PPKBD mencapai 2.700 orang dari 412 desa," kata Eni.

Ia mengungkapkan, hingga saat ini, target masyarakat untuk ikut KB sudah tercapai, karena mereka (PPKBD) memberikan konseling, serta penyuluhan dari jangka pendek ke jangka panjang.

"Mereka (PPKBD) ini, melakukan penyuluhan agar masyarakat mau ber KB. Yang tadinya mengunakan pil atau kondom, agar mau beralih ke Intrauterine device (IUD), Implan dan Metoda Operasi Wanita (MOW),” ungkap Eni.

“Bahkan, kalau misalkan istrinya bermasalah dan ada gangguan kesehatan, jadi suaminya yang ikut KB dengan metode Kontrasepsi Medis Operasi Pria (MOP)," lanjutnya.

Ia juga menjelaskan, para PPKBD mempunyai tugas, seperti penanganan stunting dan pendampingan, baik calon pengantin dan ibu hamil, maupun pasca persalinan dan juga sebagai duta balita. 

Namun, salah satu kendalanya adalah jarak, karena jarak di beberapa desa begitu jauh ketika melakukan penyuluhan KB.

Selain itu, minimnya alat transportasi, seperti sepeda, yang mereka keluhkan, juga terbatasnya alat komunikasi, seperti HP, karena tak mendukung untuk menggunakan aplikasi Elektronik Siap Nikah dan Hamil (Elsimil). (din)

Share:

Senin, 29 Mei 2023

Desa Sempiran Dinobatkan Juara 1 Sepak Bola Mini Antar Desa

FOKUS CIREBON, FC - Pencarian bakat di cabang olah raga sepak bola menjadi trand tersendiri. Apalagi di usia pemain anak anak, tentu potensi dan bakat di cabang olah raga ini sangat berkonstri besar terhadap keberlangsungan persepak.bolaan di Indonesia. Hal ini yang dilakukan oleh para panitia melalui kegiatan yang dikemas manis melalui 'Talun Nganeni'.

Pertandingan yang melibatkan sejumlah desa ini, di antaranya Desa Kecomberan, Desa Keompongan, Desa Cempaka, Desa Wanasaba Kidul, Desa Wanasaba Lor, Desa Kerandon, Desa Sarwadadi, Desa Sampiran, Desa Kubang, Desa Cirebon Girang dan Desa Ciperna.

Sebelas desa ini kemudian bertanding secara Play Fair dan satu sama lain saling ingin memasukan bola.ke dalam gawang lawan. 

Memang ada kelucuan di usia pemain 12 tahun, selain mereka masih anak-anak, para pemain sepakbola juga bak pemain profesional dengan gayanya masing-masing. 

Dalam kegiatan ini panitia mengualrkan sejumlah persyaratan bagi desa yang akan mengikutsertakan tim sepak bolanya, syarat-syarat-syarat tersebut di antaranya  pertama peserta didik SD/MI maksimal.kelas 6 (di bawah usia 12 tahun), atau kelahiran sesudah 01 Januari 2011.

Kedua, satu tim terdiri dari 14 pemain yang sudah terdaftar dan Ketiga mengisi formulir pendaftaran pada link yang tertera di bawah dan mengapload dokumen seperti surat keterangan domisili, fotocopy akte kelahiran dan fotokopi kartu keluarga (KK).

Yoni, Ketua RW setempat menyampaikan, bahwa tim sepak bola mini dari Desa Sampiran mampu menjadi Juara satu pada laga bergensi ini. 

Terbitnya juara satu tersebut, setelah tim sepakbola satu sama lain saling bekerjasama dalam berbagi bola di lapangan dan akhirnya mampu membobol gawang lawan. 

"Ini adalah bakat anak anak yang harus terus diasah melalui cabang olah raga. Dengan lomba-lomba yang digelar oleh panitia tentu akan berkonstribusi besar terhadap potensi atau skill yang dimiliki para peserta, jadi lomba seperti ini harus terus digelar agar potensi juga ikut dikembangkan," ujar Yoni.

Yoni juga berharap, kemampuan anak-anak dalam cabang olah raga ini harus juga menjadi perhatian bersama, termasuk dari pemerintah setempat, agar potensi atau skill mereka tetap mendapat perhatian.

"Kami atas nama masyarakat sangat bangga dengan permainan anak anak kami dan mereka sangat antusias dengan sepak bola ini. Semoga pertandingan yang sama kembali digelar sebagai bentuk perhatian mereka dan skill mereka selalu tetap terasah," tandasnya. (din)

Share:

2100 Peserta Ikuti SSE UM-PTKIN di IAIN Syekh Nurjati Cirebon

FOKUS CIREBON, FC - IAIN Syekh Nurjati Cirebon hari ini menyelenggarakan kegiatan Pelaksanaan Sistem Seleksi Elektronik (SSE)  ujian masuk UM-PTKIN. Kegiatan tersebut rencananya akan dilaksanakan selama kurun waktu 7 hari, Senin, (29/5/2023).

Pada kegiatan SSE UMPTKIN ini, ada 4 harapan Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof Dr H Aan Jaelani, M.Ag. Pertama pada pelaksanaan ujian ini diharapkan dapat berjalan tertib sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang sudah digariskan.

Kedua, kita memperoleh hasil yang baik terkait calon mahasiswa yang nanti akan diterima di IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan  Ketiga bagian dari penjaringan mahasiswa baru yang memiliki kualitas dan kompetensi yang diharapkan juga bisa menunjang peningkatan mutu akademik, khususnya di kalangan mahasiswa. 

Kemudian yang Ke empat Ujian UM-PTKIN ini diselenggarakan secara bersama seluruh PTKIN di Indonesia dan sistem penyeleksiannya dilakukan secara nasional, sehingga rekruitmen mahasiswa baru ini terjamin dari sisi objektifitas dan ke kejujuran akademika setelah nanti mereka diterima di IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Sementara hal teknis, disampaikan langsung oleh Koordinator SSE Panlok IAIN Syekh Nurjati, Dr H Darwan M.Kom, bahwa untuk SSE 2023 di IAIN Cirebon diselenggarakan selama 7 hari dengan total mahasiswa sebanyak 2100 orang. 

Pada setia harinya, kata Darwan, ada tiga sesi, di mana satu sesi ada 5 ruang dan 1 ruangnya 20 peserta. "Jadi selama satu sesi kita 100 peserta dengan total sehari 300 peserta," terangnya.

Keterangan yang sama disampaikan Wakil Rektor I, Prof Dr H Jamali, M.Ag, bahwa Sistem Seleksi Elektronik UM-PTKIN atau ujian mandiri Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri dilakukan mulai hari ini yakni melakukan ujian Computer Base Test (CBT) yang dilakukan di masing-masing Perguruan Tinggi yang menyelenggarakan ujian.

"Di IAIN Syekh Nurjati Cirebon, dimulai pada hari ini selama satu Minggu sekalipun ada jeda waktu libur dan pelaksanaannya dilakukan di ruang komputer yang disediakan panitia, di mana kegiatan dilakukan persesi dan setiap sesi diberi waktu sekitar 1, 5 jam. Maka di sini peserta harus on time, dan jika ada yang terlambat tetap diberikan untuk tetap bisa ujian tetapi tidak diberikan penambahan waktu," ujarnya.

Ini semua, tegas Prof Jamali, demi ketertiban dan ini aturannya dari pusat. Daerah-daerah atau perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan atau menyelenggarakan ujian ini semuanya diatur dengan regulasi pusat dan tidak boleh melakukan inovasi-inovasi dalam melakukan kegiatan ujian ini.

Prof Jamali juga menyampaikan, bahwa semua regulasi berjalan baik, mulai dari pendaftaran, penerimaan hingga sampai kepada ketentuan yang berhak mengikuti UM PTKIN.

"Jadi semua sudah diatur pada regulasi yang  dibuat oleh tim pusat. Oleh karena itu dalam kesempatan ini kami mengimbau kepada para peserta ujian ini agar tidak terlambat dan tidak menyia-nyiakan waktu yang telah tersedia sehingga kegiatan ini berjalan lancar, dan berharap pada proses ujian ini berjalan baik dan menghasilkan hasil yang baik pula," ungkapnya. (din)

Share:

Minggu, 28 Mei 2023

Dukung Bisnis di Era Digital, PKPT IPNU-IPPNU IAIN Cirebon Gelar Seminar Kewirausahaan

CIREBON, FC - PKPT IPNU-IPPNU IAIN Cirebon menggelar seminar kewirausahaan sebagai bentuk dukungan bisnis di era digital. Seminar tersebut bertema "Bisnis Milenial di Era Digital" yang dilamsanakan di Masjid Miftahul Karim pada Minggu, 28 Mei 2023.

Ketua pelaksana dari kegiatan ini ialah Rekan Rizki Saputro. Ia menuturkan tujuan dari penyelenggaraan kegiatan ini ialah untuk memberikan pengetahuan tentang kewirausahaan .

Tujuannya agar mahasiswa dapat mengetahui ilmu pengetahuan tentang kewirausahaan dalam kehidupan. "I hope that you can apply the knowledge of entrepreneurship in life yang artinya saya berharap kepada kalian agar dapat menerapkan ilmu tentang kewirausahaan dalam kehidupan," ujarnya.

KH. Agung Fadhil, M.Ag, pemateri pada seminar ini berpesan bahwa menjadi pengusaha itu sangat mudah. Menurutnya, menjadi pengusaha itu mudah, tidak ada syarat yang rumit. Tidak harus pintar berbahasa arab, tidak harus pintar berbahasa inggris.

Hal yang sama diungkapkan Anwar, dari PC IPNU Kota Cirebon, bahwa kita harus menciptakan peluang usaha karena seperti yang dikatakan Buya Hamka bahwa orang yang takut gagal adalah orang yang tidak pernah melangkah.

Sedangkan menurut Ketua PKPT IPNU IAIN Cirebon, Shidiq, berharap bahwa sebagai mahasiswa harus belajar banyak mengenai kewirausahaan.

"Semoga kita semua dapat belajar banyak terkait kewirausahaan yang mana semoga menjadi bekal untuk menjadi jiwa-jiwa pengusaha muda. Sebagai mahasiswa kita perlu belajar kewirausahaan agar kelak ketika lulus dapat merintis, tidak melulu mencari pekerjaan tapi kita dapat menciptakan pekerjaan sendiri," ungkapnya.

Sementara itu, kegiatan yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIB, dihadiri oleh rekan dan rekanita PKPT IAIN Cirebon dan Masyarakat Umum. (Khansa Salsabila/kontributor)

Share:

Kamis, 25 Mei 2023

UM-PTKIN 2023 Berlangsung Mulai 29 Mei di 59 Lokasi

 


FOKUS CIREBON, FC - Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) 2023 segera digelar. Ketua Panitia Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) PTKIN Imam Taufiq mengatakan UM-PTKIN akan berlangsung di 59 titik lokasi ujian yang telah disiapkan panitia.

UM-PTKIN 2023 digelar secara online-onsite antara 29 Mei hingga 8 Juni 2023. Para peserta akan menggunakan aplikasi Sistem Seleksi Elektronik (SSE). Dengan SSE, ujian akan menggunakan komputer (PC/Laptop) yang disediakan panitia di ruang-ruang lokasi ujian.

Imam Taufiq yang juga Rektor UIN Walisongo, mengimbau para peserta untuk hadir tepat waktu sesuai jadwal yang tertera dalam kartu ujian UM-PTKIN

“Kami mengimbau para peserta UM-PTKIN datang tepat waktu, sesuai jadwal yang tertera pada kartu ujian dan membaca tata tertib dengan cermat, dan membawa dokumen yang diperlukan sesuai ketentuan,” ujar Imam Taufiq di Semarang, Kamis (25/5/2023).

Menurutnya, panitia nasional dan lokal telah melakukan sejumlah persiapan untuk menyambut para peserta. Panitia juga telah melakukan uji coba perangkat teknologi informasi yang akan digunakan selama ujian berlangsung.

“Persiapan telah dilakukan dengan matang, semua perangkat ujian telah kami lakukan uji coba pada 23-24 Mei kemarin,” ujar Imam.

Panitia, lanjut Imam, juga telah menyiapkan fasilitas ujian untuk para peserta difabel. "Kami siap melayani para peserta difabel, petugas khusus telah disiapkan di masing-masing panlok. PTKIN harus menjadi tempat yang ramah kepada mereka yang berkebutuhan khusus," tutup Imam yang juga Rektor UIN Walisongo Semarang.

Berikut daftar 59 lokasi UM-PTKIN 2023:

1. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

2. UIN Sunan Gunung Djati Bandung

3. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

4. UIN Alauddin Makassar

5. UIN Sunan Ampel Surabaya

6. UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

7. UIN Raden Intan Lampung

8. UIN Sumatera Utara Medan

9. UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

10. UIN Raden Mas Said Surakarta

11. UIN Raden Fatah Palembang

12. UIN Walisongo Semarang

13. UIN Mataram

14. UIN Ar-Raniry Banda Aceh

15. UIN Sultan Syarif Kasim Riau

16. UIN KH.Achmad Siddiq ( KHAS ) Jember

17. UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

18. UIN Imam Bonjol Padang

19. IAIN Syekh Nurjati Cirebon

20. UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan

21. UIN Salatiga

22. UIN Antasari Banjarmasin

23. IAIN Kediri

24. IAIN Kudus

25. UIN Profesor K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

26. UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

27. UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

28. IAIN Madura

29. IAIN Pontianak

30. UIN Syech M. Djamil Djambek Bukittinggi

31. IAIN Ponorogo

32. UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

33. IAIN Kendari

34. IAIN Bone

35. IAIN Palopo

36. IAIN Parepare

37. UIN Datokarama Palu

38. UIN Syahada Padangsidimpuan

39. UIN Mahmud Yunus Batusangkar

40. IAIN Metro Lampung

41. IAIN Langsa

42. IAIN Malikussaleh Lhokseumawe

43. IAIN Sultan Amai Gorontalo

44. IAIN Curup

45. IAIN Palangka Raya

46. IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

47. Universitas Singaperbangsa Karawang

48. IAIN Ternate

49. IAIN Manado

50. IAIN Kerinci

51. STAIN Bengkalis

52. IAIN Ambon

53. STAIN Majene

54. STAIN Mandailing Natal

55. STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau

56. STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh

57. IAIN Takengon

58. IAIN Sorong

59. IAIN Fattahul Muluk Papua


Share:

Sebanyak 773 Wisudawan Ikuti Prosesi Wisuda Gelombang Dua


Prosesi Wisuda Sarjana, Magister dan Doktor KE XXVI, IAIN Syekh Nurjati Cirebon, gelombang ke dua, 25 Mei 2023, berjalan khidmat.



CIREBON, FC - IAIN Syekh Nurjati Cirebon kembali menggelar Wisuda Sarjana, Magister dan Doktor ke XXVI gelombang dua, di salah satu hotel di Cirebon, Kamis, (25/5/2023).

Pada wisuda tersebut, ada sebanyak 773 wisudawan mengikuti prosesi wisuda  yang mengusung tema ‘Membangun Generasi Digital Menyongsong Cyber Islamic University’.

Sebelumnya, pada gelombang pertama prosesi wisuda digelar pada Rabu, 24 Mei 2023 dengan jumlah 758 wisudawan yang terdiri dari 220 wisudawan dari Fakultas Syariah, 249 wisudawan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, 207  wisudawan dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam, Program Pascasarjana S2 sebanyak 69 wisudawan serta S3 sebanyak 13 wisudawan.

Sedangkan pada gelombang kedua digelar pada Kamis, 25 Mei 2023 diikuti sebanyak 773 wisudawan yang terdiri dari 599 Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan dan 174 wisudawan dari Fakultas Ushuludin dan Adab.

Rektor IAIN Cirebon, Prof H Aan Jaelani MAg mengungkapkan, kampus setempat saat ini sedang berproses untuk transformasi kelembagaan menjadi Cyber Islamic University (CIU).

Menurut Prof Aan, tentu ini tidak lepas dari program prioritas dan inovasi pendidikan tinggi yang menjadi kebijakan Menteri Agama RI, K.H. Yaqut Qolil Qaumas, dengan menghadirkan layanan pendidikan untuk semua.

“Kehadiran Cyber Islamic University ini untuk memastikan bahwa tidak ada warga negara yang tidak terlayani untuk kuliah di perguruan tinggi keagamaan Islam, terutama untuk merespons kebutuhan di lapangan,” kata Prof Aan dalam pidatonya.

Dijelaskan, transformasi kelembagaan ini untuk menjawab tantangan global dalam menyiapkan sumber daya manusia dan peningkatan mutu layanan di era industri 4.0 dan era society 5.0 dengan menghadirkan kemandirian kampus untuk peningkatan mutu layanan kepada masyarakat.

“IAIN Cirebon memiliki kekuatan sebagai perguruan tinggi yang diberikan kepercayaan oleh Kementerian Agama RI untuk bertransformasi menjadi CIU dalam pembelajaran online secara penuh dengan menghadirkan Program Studi S1 Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Pendidikan Agama Islam tahun 2021,”  ujarnya.

Prof Aan juga memaparkan bahwa jumlah mahasiswa PJJ PAI IAIN Cirebon pada tahun 2021 dan 2022 lalu mencapai 2200 orang dari seluruh provinsi Indonesia. “Seluruh mahasiswa diberikan beasiswa selama menempuh studi melalui program LPDP,” katanya.

Sedangkan di tahun 2023 ini, program PJJ Non-PAI akan dibuka 7 program studi yang telah diusulkan kepada Direktorat Pendidikan Tinggi Islam untuk memberikan akses luas kepada seluruh masyarakat Indonesia di berbagai wilayah terpencil, terluar, dan terdalam.

“Program unggulan ini telah memposisikan IAIN Cirebon sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) pertama di Indonesia yang sepenuhnya diselenggarakan secara daring,” tuturnya.

Kata Prof Aan, Pendidikan Jarak Jauh ini akan dikembangkan pula pada beragam bidang ilmu dari program studi yang menyelenggarakan pembelajaran offline dengan akreditasi unggul, baik jenjang pendidikan sarjana, magister, sampai doktor untuk merespon kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi digital yang memengaruhi industri global saat ini.

“CIU merupakan universitas dengan program kuliah yang sesuai dengan perkembangan teknologi masa kini dan mengusung prinsip keterbukaan untuk pendidikan bagi semua orang di seluruh Indonesia dan luar negeri,” paparnya.

Lulusan program ini, menurut Prof Aan, memiliki prospek kerja yang selaras dengan perkembangan teknologi digital dan memiliki keterampilan mumpuni untuk menjadi seorang profesional dalam bidang ilmunya. Hal ini tentu tak lepas dari sarana-prasarana dan proses pembelajaran yang didukung dengan teknologi yang canggih.

Aan memaparkan, sekarang ini  fenomena yang ada menunjukkan evolusi akademik dan pendidikan tinggi pada universitas generasi ke-4, yaitu universitas online dan digital.

Kata Prof Aan, hal ini sebagian besar disebabkan pandemi Covid-19 yang meluncurkan revolusi digital di bidang akademik dan pendidikan tinggi.

“Permintaan pendidikan tinggi dalam skala global telah mempengaruhi semua sistem pendidikan dan negara di seluruh dunia akibat penurunan ekonomi dan kebangkitan pendidikan digital,” jelasnya.

Ditegaskan Prof Aan, Pergolakan digital saat ini di sektor pendidikan dimotivasi oleh kenaikan biaya, peningkatan daya saing, dan peningkatan harapan, sehingga organisasi perlu mempersiapkan masa depan dengan menggunakan teknologi dan data baru untuk mengubah proses dan memodernisasi sistem.

Kebutuhan mahasiswa yang sekarang ini hidup dengan budaya digital menjadi paling penting sehingga melahirkan universitas siber. Istilah “dunia maya” dapat didefinisikan sebagai “ruang informasi jaringan, tetapi yang, dari bagian dalam komputer ke layar, mencapai kita dalam bentuk bahasa-bahasa yang dikenal, lisan, maya, bunyi dan segala campurannya.

“Jadi dunia maya hanyalah cara metaforis untuk menamai internet, jaringan dari jaringan,” katanya.


IAIN Cirebon dengan platform CIU adalah universitas sebagai tempat dunia maya. Universitas sebagai ekspresi identitasnya yang melibatkan aktor manusia dan non manusia menunjuk tempat di dunia maya.

Hubungan antara dosen dan mahasiswa akan dimediasi oleh perangkat teknologi, hanya mungkin terjadi interaksi antara aktor manusia dan non-manusia.

Faktanya, tanpa sinyal internet, tanpa berfungsinya semua perangkat elektronik yang diperlukan untuk membangun hubungan antara manusia, kelas, kuliah, dan lainnya, tidak akan terjadi.

Pembentukan jaringan aktor manusia dan non-manusia ini akan menghasilkan universitas dunia maya. Universitas siber seperti konsep “cyberplace” atau “tempat” diskusi dan apropriasi pengetahuan, konsep penelitian dan pengembangan ide ini, ketika ditransfer secara keseluruhan ke dunia maya, memunculkan refleksi tentang pentingnya fisik universitas.

Sementara istilah cyber university dapat dijelaskan dengan konsep network society yang mengilustrasikan peran universitas dalam proses konstruksi dan penyebaran pengetahuan. Perguruan tinggi sebagai agen utama diseminasi inovasi sosial karena suatu generasi demi generasi muda melalui tahapan ini dengan mengetahui cara-cara baru untuk berpikir, administrasi, bertindak dan komunikasi, dan membiasakan diri dengan mereka. Adanya perubahan dalam cara membangun dan mengelola pengetahuan universitas selama pandemi Covid-19 menunjukkan bahwa inovasi pendidikan diadaptasi melalui universitas.

Model pendidikan yang efisien selalu berkaitan dengan visi masyarakat yang bentuknya berupa universitas sebagai tempat virtual. Dunia maya memperluas kemungkinan hubungan antara semua yang terlibat, baik aktor manusia maupun non-manusia.

Dalam masyarakat berjejaring, beberapa proses di tingkat global berlangsung dalam jaringan seperti komunikasi, ekonomi, hubungan sosial dan, tentu saja, pendidikan. Konsep masyarakat jaringan menempatkan model pendidikan jaringan sebagai prioritas, sehingga konsep pendidikan jaringan (network education) sebagai proses sosialisasi dan pengembangan otonomi yang bertujuan untuk integrasi sosial dan melibatkan perolehan pengetahuan, keterampilan, dan nilai.

Oleh karena itu, universitas siber terlibat dalam jaringan ini dan berdasarkan proses pengunggahan yang mendalam, universitas pasti ditempatkan di ruang virtual sebagai salah satu roda gigi jaringan pendidikan ini.

Dalam perencanaan universitas siber di IAIN Cirebon dibutuhkan perhatian khusus pada kebutuhan pasar untuk membuat keputusan tentang dukungan atas program akademik dan program apa saja yang akan kehilangan sumber daya, termasuk analisis keberhasilan universitas siber yang terkait dengan indeks kepuasan bidang akademik dalam bentuk kesuksesan individu pada mahasiswa dan kesejajaran universitas dengan tempat kerja dan kebutuhan mahasiswa untuk memimpin studi mereka sendiri dalam mencapai kesuksesan akademik.

Untuk memenuhi tujuan tersebut, universitas siber harus mempertimbangkan desain antarmuka seluler untuk kenyamanan mahasiswa dalam kegiatan akademik, memiliki perpustakaan akademik yang secara global dapat memenuhi kebutuhan pendidikan akademik dan pembelajaran berkelanjutan, dan bahkan memiliki alur pembelajaran bagi pembelajar untuk kesuksesan diri di universitas.

Sistem perkuliahan pada universitas mengalami transformasi dari tatap muka menjadi pembelajaran secara daring pada masa pandemi Covid-19 yang menekankan pentingnya teknologi digital dalam perkuliahan, seperti belajar dari rumah melalui media dengan pemanfaatan teknologi digital.

Percepatan transformasi digital menyebabkan perubahan pada banyak aspek kehidupan termasuk cara mengajar dan belajar di kampus akibat pandemi.

Pada universitas siber, pembelajaran membutuhkan improvisasi untuk meningkatkan media yang digunakan dalam penyampaian materi perkuliahan melalui pembuatan video online, modul online, dan media lainnya.

Pada universitas siber, indikator kelangsungan akademik mahasiswa antara lain adanya ruang belajar offline, lokasi fasilitas pendukung studi, dan tingkat dukungan universitas pada program, seperti kursus online yang diberikan sepenuhnya kepada mahasiswa, blended learning yang dikenal dengan cross dan mixed-mode learning yang menggabungkan metode pedagogis online dan tatap muka, dan setiap mahasiswa memiliki afiliasi pribadi dengan anggota lain dari universitas siber dengan parameter integrasi akademik untuk pengembangan kompetensi, sehingga ketidakjujuran akademik harus dihilangkan karena dapat menurunkan kualitas pendidikan.

Untuk meningkatkan mutu pembelajaran, universitas siber dapat mempersiapkan desain instruksional yang memudahkan mahasiswa dalam memahami pembelajaran seperti video tutorial-kuliah, menyusun model untuk evaluasi metrik bagi mahasiswa, dosen, lembaga, dan jenis pendidikannya yang berfokus pada pembuatan layanan dunia maya untuk pemantauan dan pengelolaan sumber daya dan proses produksi yang akurat untuk mencapai kualitas produk yang dibutuhkan.

Visi IAIN Cirebon menjadi Universitas Islam Siber yang Unggul untuk Semua Tahun 2030 memiliki makna pemenuhan akses yang luas bagi seluruh masyarakat untuk menempuh pendidikan tinggi pada program pendidikan akademik, profesi, dan vokasi yang ditandai juga dengan masifnya budaya digital bagi keseluruhan aktivitas akademik dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Pada tahun 2030, CIU ini diharapkan memiliki kontribusi yang nyata secara nasional dan internasional yang ditunjukkan dengan pendidikan bermutu dan keunggulan kompetensi lulusan yang turut berkontribusi dalam mewujudkan 17 SDGs (Sustainable Development Goals) atau TPB (Tujuan Pembangunan Berkelanjutan) sampai tahun 2030.

Dalam pencapaian visi ini, nilai-nilai yang terkandung pada istilah “SIBER” adalah S = Sustainability (Keberlanjutan), I = Innovative (Inovasi Digital), B = Be Sincere (Menjadi Ikhlas Beramal), E = Environmental harmony (Keharmonisan Lingkungan), dan R = Resilience (Ketangguhan).

Nilai-nilai siber ini jika dimaknai menegaskan bahwa penyelenggaraan pendidikan tinggi di IAIN Cirebon secara berkelanjutan bertujuan membentuk profil lulusan dengan kompetensi digital yang inovatif sesuai bidang keilmuan, memiliki keikhlasan beramal dalam kebekerjaan, adaptif dan responsif dalam mewujudkan lingkungan sekitar secara harmonis, dan memiliki ketangguhan dalam menghadapi tantangan kehidupan di masa depan.


Untuk mencapai visi tersebut, strategi IAIN Cirebon adalah melakukan inovasi dalam pendidikan futuristik dengan memperkuat kompetensi dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa melalui pengembangan model-model pendidikan dengan platform digital, pengembangan manajemen mutu akademik pada jenis pendidikan akademik, profesi, dan vokasi yang memberikan layanan luas pada seluruh masyarakat, membangun platform akademik berbasis Artificial Intelligence dan Big Data melalui Gedung Siber dalam pengembangan pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, mengembangkan integrasi keilmuan yang mengembangkan ilmu-ilmu keislaman pada seluruh rumpun ilmu pada kurikulum dan moderasi beragama untuk menghadirkan keberagaman dan persatuan pada semua kalangan, menyiapkan program universitas yang terintegrasi dengan upaya perwujudan tujuan pembangunan berkelanjutan yang menghasilkan lulusan yang kompetitif di dunia kerja, dan meningkatkan kerjasama dengan dunia usaha untuk pengembangan kewirausahaan akademik, inovasi, dan terwujudnya budaya digital bagi peningkatan produktivitas dan kemandirian yang mendukung pendidikan inklusif bagi semua orang.

“Kami atas nama pimpinan IAIN Syekh Nurjati Cirebon menyampaikan terimakasih yang tuus dan mendalam atas kepercayaan Bapak/Ibu selaku orang tua mahasiswa yang telah mempercayai institusi sebagai tempat pendidikan dari para mahasiswa,” tandas Prof Aan. (din/Adv)
Share:

Innalillahi... IAIN Cirebon Berduka Wisuda Sarjana Ke XXVI Meninggal Dunia

FOKUS CIREBON, FC - Suasana duka tengah menyelimuti prosesi Wisuda Sarjana, Magister dan Doktor Ke XXVI IAIN Syekh Nurjati Cirebon, gelombang ke dua, yang digelar pada 25 Mei 2023.



Rasa duka tersebut dikabarkan setelah salah seorang wisudawati bernama Nurul Chafidzoh, kelahiran Indramayu 29 Mei 2001, dikabarkan wafat pada 24 Mei 2023.

Pranata Humas IAIN Cirebon, H.M.Arifin M.PdI menyatakan, rasa dukanya yang mendalam atas wafatnya adinda Nurul Chafidzoh, S.Pd karena sakit. Ucapan duka ini juga disampaikan atas nama civitas akademika kampus IAIN Cirebon.

"Innalillahi.. kami atas nama pribadi dan civitas akademika IAIN Cirebon turut berduka atas wafatnya adinda Nurul Chafidzoh, semoga almarhumah berpulang dalam keadaan husnul khatimah, diterima segala amal ibadahnya serta di tempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya, aamin ya robbal 'alamiin," ucap Arifin, Kamis, (25/5/2023).

Menurut Arifin, almarhumah merupakan satu dari wisudawan sarjana, magister dan doktor IAIN Cirebon ke XXVI yang akan mengikuti prosesi wisudanya pada hari ini, 25 Mei 2023 di salah satu hotel di Cirebon.

Sedangkan untuk prosesi wisuda, informasinya almarhumah akan diwakilkan pihak keluarganya. "Selamat jalan Nurul, dan semoga keluarga yang di tinggalkannya selalu mendapat kekuatan dan ketabahan," tandasnya. (din)



Share:

Rabu, 24 Mei 2023

H. Akso M.Pd Menjadi Mahasiswa S3 Berprestasi Cumlaude di Wisuda XXVI IAIN Cirebon

 

Dr H Akso M.Pd, wisudawan berprestasi dengan predikat cumlaude dengan IPK 4.0 dan menjadi wisudawan XXVII IAIN Cirebon berusia tertua.



FOKUS CIREBON, FC - Usia bukanlah penghalang apalagi penghambat bagi seseorang untuk terus berkarya. Usia boleh senja, tapi semangat untuk mencari dan menuntut ilmu harus terus dilakukan. Hal itu yang dilakukan oleh Dr H Akso M.Pd, wisudawan IAIN Cirebon ke XXVI yang meraih prestasi cumlaude dengan nilai IPK 4.0 dan sebagai wisudawan tertua, yakni berusia 65 tahun.

Dr H Akso juga merupakan mantan Kepala Biro AUAK IAIN Syekh Nurjati Cirebon tahun 2015 - 2019. DR H Akso juga merupakan pensiunan di lingkungan Kementerian Jakarta.

Saat dijumpai Fokus Cirebon, Dr H Akso mengaku merasa senang dan bangga bisa berhasil meraih gelar Doktor (S3) di bidang Pendidikan Agama Islam, Pascasarjana IAIN Cirebon. 

"Untuk sebuah ilmu pengetahuan, janganlah menyerah apalagi berhenti karena umur. Jangan jadikan umur sebagai penghambat untuk berkarya, berapa pun usia kita, mencari ilmu pengetahuan adalah wajib bagi kita, agar kita dalam hidup selalu bisa berkarya, dan di dunia manapun pendidikan itu sampai S3, jika belum maka belum sempurna," paparnya.

Dr H Akso juga mengajak kepada siapapun untuk terus menimba ilmu, tanpa terbatas oleh ruang dan waktu. Ilmu pengetahuan adalah jendela dunia, barang siapa berilmu maka bisa menggenggam dunia. 

"Usia saya sekarang memang sudah 65 tahun, sudah bukan usia muda lagi, tetapi semangat saya untuk sebuah ilmu pengetahuan terus bak berusia muda, dan hari ini saya sangat bahagia, karena sudah bisa menyelesaikan S3," paparnya.

Terkait harapan IAIN ke depan, Dr H Akso menginginkan agar perubahan terus dilakukan di semua bidang. Apalagi sudah akan menjadi kampus Cyber University, tentu kesatuan, kekompakan, kebersamaan dan kerjasama sangat dibutuhkan.

Menurutnya, perguruan tinggi ini besar, maka tidak mungkin hanya dipoles oleh satu orang atau beberapa orang, maka semua harus ikut memolesnya. Kemudian juga mengambil potensi yang ada dan diberdayakan dengan baik. Seperti ahli IT, maka harus dipakai dengan baik, juga pada bidang -bidang dan ahli-ahli lainnya. "Jadi semua harus gerak, jangan diam dan saling menunggu," katanya.

Dr H Akso juga sedikit mengupas saat masih aktif bekerja di IAIN Cirebon, saat itu bersama tim melakukan pendampingan dan pengurus tanah untuk pengembangan kampus IAIN Cirebon di Indramayu. 

"Ya, saat itu saya bersama tim ke provinsi bahkan juga ke Pemkab Indramayu. Saat itu, saya harus berbuat dan apa yang bisa saya lakukan, maka saya lakukan dan semua yang dilakukan karena bersemangat untuk membangun kemajuan dan perubahan," tuturnya. 

Dr H Akso berharap, dengan Kesarjanaan S3 ini, pihaknya bisa mengembangkan ilmu pengetahuan di bidang keagamaan, terutama di pendidikan yang tengah dikembangkan di lingkungan yang tak jauh dari tempat tinggalnya. 

Demikian juga di IAIN Cirebon, jika dipercaya dirinya siap untuk mengelola Ma'had dan siap mengembangkan visi yang ada. (din)




Share:

Pemkab Cirebon Apresiasi Wajib Pajak Teladan Kabupaten Cirebon

KABUPATEN CIREBON -- Penerimaan pajak daerah selama ini, masih menjadi tulang punggung pendapatan asli daerah yang digunakan untuk pembiayaan pembangunan. 

Setiap pajak yang diterima, akan dimanfaatkan sebaik mungkin demi keberlanjutan pembangunan daerah yang bermanfaat bagi seluruh masyarakat. 

Atas dasar itulah, Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), memberikan penghargaan dan apresiasi kepada wajib pajak (WP) teladan masa pajak tahun 2022.

Acara tersebut dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 24 Mei 2023 di Patra Cirebon Hotel & Convention, Jl. Tuparev No. J1, Kedawung, Kabupaten Cirebon. 

Penyerahan penghargaan dilakukan langsung oleh Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag didampingi Kepala Bapenda Kabupaten Cirebon, Drs. H. Rahmat Sutrisno, M.Si.

Dalam sambutannya, Bupati Imron memberikan apresiasi kepada seluruh wajib pajak yang telah berkontribusi terhadap pembangunan daerah melalui pembayaran pajak daerah. Ia menyebut, pembangunan bisa berlanjut dengan besarnya pajak yang disetorkan oleh WP. 

"Sebagaimana kita ketahui bersama, pelaksanaan pemberian penganugerahan wajib pajak teladan tahun 2023 adalah kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka apresiasi dan terimakasih pemerintah daerah kepada wajib pajak atas kontribusi yang begitu besar dalam hal pembayaran pajak, guna membantu kelancaran pembangunan di Kabupaten Cirebon," ujar Imron.

Dijelaskan Imron, demi keberlangsungan dan berjalannya program kegiatan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Cirebon, perlu anggaran yang besar. 

Dirinya menyebutkan beberapa program kegiatan di Kabupaten Cirebon yang setiap tahun dilaksanakan, yang merupakan prioritas dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Pertama, jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin (pbi) setiap tahun dibutuhkan anggaran tidak kurang dari Rp90.103.267.740 untuk 350.610 jiwa. Selanjutnya, pemeliharaan dan peningkatan infrastruktur, setiap tahun tidak kurang dari Rp100.987.576.500," jelas Imron 

"Dana Pagu Indikatif Kewilayahan (PIK) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di 40 wilayah kecamatan se-Kabupaten Cirebon setiap tahun tidak kurang dari Rp70.343.851.316," lanjut Imron.

Di akhir sambutannya, Imron pastikan seluruh pendapatan yang diterima Pemerintah Kabupaten Cirebon, baik dari pajak daerah, retribusi daerah, dana bagi hasil pemerintah provinsi dan dana pemerintah pusat akan digunakan sebesar-besarnya untuk meningkatkan kesejahteraan dan memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten Cirebon.

"Sehingga, mari kita bersama untuk senantiasa meningkatkan dan menumbuhkembangkan kesadaran dalam pembayaran pajak," ungkap Imron.

"Mari kita bekerja cerdas, dilandasi dengan niat yang ikhlas untuk memajukan Kabupaten Cirebon, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mewujudkan visi Kabupaten Cirebon yang dicita-citakan bersama," tutupnya. (din)

Share:

IAIN Cirebon Berkunjung Ke Malaysia, Sepakati Kerjasama Penguatan Program Kampus Siber Islam

MALAYSIA, FC - Madinah International University (MEDIU) Malaysia dan Jurusan BSA IAIN Syekh Nurjati Cirebon menyepakati tindak lanjut kerjasama dalam penguatan program kampus siber Islam dan kajian bahasa Arab Pesantren.

Hal ini dibahas dalam kunjungan resmi perwakilan IAIN Syekh Nurjati Cirebon di Kampus MEDIU. 

Hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain: Rektor MEDIU, Dr. Abdullah Bin Saad Al-Arefi, Prof. Dr. Tayyeb Al-Mabruki, Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Abdul Shomad Dukuri, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Prof. Dr. Asma Binti Abdurrahman, Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengembangan, dan Prof. Dr. Elsayed Salem, Direktur Hubungan Kerjasama.

Rektor IAIN Syekh Nurjati, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag menyatakan pada penandatangan MoU, bahwa kerjasama dengan MEDIU menjadi penting dalam merealisasikan penguatan program Tri Dharma Perguruan Tinggi terutama di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. 

“Hal ini secara konsisten akan dilakukan sebagai program prioritas IAIN Syekh Nurjati mewujudkan visi sebagai World Class University (WCU) dan Center for Excellences," tegas Aan.

Demikian juga sambutan yang disampaikan Rektor MEDIU, di mana pihaknya menyambut baik tindak lanjut kerjasama yang dirumuskan, setelah keduanya melakukan perjanjian kerjasama pada 14 April 2023 lalu.

Menurutnya, kunjungan BSA menunjukkan keseriusan IAIN Syekh Nurjati dalam menjallin kerjasama dengan MEDIU, khususnya dalam pengembangan keilmuan jurusan Bahasa dan Sastra Arab. 

Selain itu, MEDIU juga merupakan perguruan tinggi Islam pertama di Malaysia yang menerapkan model pendidikan siber, dengan pengelolaan teknologi informasi yang terpadu dan futuristik.

Hal ini yang kemudian direspon dengan baik oleh delegasi BSA IAIN Syekh Nurjati, sebagai bagian dari civitas akademika PTKIN persiapan kampus Islam Siber pertama di Indonesia. 

Erfan Gazali, Kordinator program IMP menjelaskan bahwa aplikasi Learning Management System (LMS) bernama CMS yang dimiliki oleh MEDIU menjadi salah satu referensi model yang baik, karena telah meniadakan proses pengelolaan lembaga secara manual.

“IAIN Syekh Nurjati juga telah mengembangkan model LMS terpadu yang baik, dan momentum ini sekaligus sebagai benchmarking dalam meningkatkan performa dan inovasi digital yang perlu dilakukan,” tuturnya.

Kemudian, keduanya tidak hanya dalam pengembangan ilmu bahasa, studi Islam, pendidikan karakter, sejarah dan yang lainya menjadi penting untuk dipertahankan dan kembangkan.

“Potensi kerjasama MEDIU terkait pesantren akan dilakukan dengan program konkret, mengingat pesantren memiliki resources yang luar biasa,” harapnya.

Senada dengan hal tersebut, Prof. Dr. Elsayed Salem menambahkan bahwa kerjasama dengan IAIN Syekh Nurjati akan dlaksanakan dengan program-program nyata dan berkelanjutan, khususnya dalam penguatan kelembagaan perguruan tinggi islam siber dan kajian manuskrip, serta pesantren. 

“MEDIU dan IAIN Syekh Nurjati dapat saling merujuk dalam pengelolaan kurikulum pendidikan Siber. Selain itu bukan tidak mungkin, BSA akan menjadi partner MEDIU di Indonesia dalam penyelenggaraan pendidikan pascasarjana bagi alumni terbaiknya,” tandasnya. (din)
Share:

IAIN Syekh Nurjati Cirebon Gelar Wisuda Sarjana, Magister dan Doktor Ke XXVI

Prosesi Wisuda Sarjana, Magister dan Doktor IAIN Syekh Nurjati Cirebon Ke XXVI di Hotel Aston, Cirebon berjalan khidmat dan sukses.


FOKUS CIREBON, (FC) -  IAIN Syekh Nurjati Cirebon melalui Sidang Senat Terbuka, menggelar Wisuda Sarjana, Magister dan Doktor ke XXVI dengan tema 'Membangun Generasi Digital Menyongsong Cyber Islamic University', Rabu, (24/05/2023), di Hotel Aston Cirebon.

Prosesi Wisuda Ke XXVI ini diikuti sebanyak 1.531 Wisudawan yang terbagi ke dalam dua gelombang. Gelombang pertama digelar pada hari ini dengan jumlah 758 wisudawan dan gelombang kedua sebanyak 773 Wisudawan digelar pada Kamis, 25 Mei 2023, bertempat di Hotel Aston Cirebon.

Prosesi Wisuda XXVI pada gelombang pertama sebanyak 758 Wisudawan ini, di antaranya Fakultas Syariah 220 orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam sebanyak 249 orang, Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam sebanyak 207 orang dan Program Pascasarjana S2 sebanyak 69 orang serta S3 sebanyak 13 orang.

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof Dr H Aan Jaelani, M.Ag dalam pidato Wisuda Sarjana, Magister dan Doktor ke XXVI menekankan tentang Cyber University, Penguatan Digital Culture, dan Keberlanjutan Lulusan Menghadapi Tantangan Global.

Menurut Prof Aan, IAIN Syekh Nurjati Cirebon saat ini dalam proses transformasi kelembagaan menjadi Cyber Islamic University (CIU) sebagaimana Keputusan Dirjenpedis No.1175 Tahun 2021 tentang Penetapan IAIN Syekh Nurjati Cirebon sebagai Pilot Project PTKI Berbasis Siber (Digital University) dan menerapkan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PK BLU) sebagaimana Keputusan Kemenkeu RI No. 252/KMK. 05/2022 tentang Penetapan IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan IAIN Salatiga pada Kementerian Agama sebagai Instansi Pemerintah yang menerapkan pola PK BLU.

Fakta ini tentunya tidak lepas dari program prioritas dan inovasi pendidikan tinggi yang menjadi kebijakan Menteri Agama RI, K.H. Yaqut Qolil Qaumas, dengan menghadirkan layanan pendidikan untuk semua. Kehadiran Cyber Islamic University ini untuk memastikan bahwa tidak ada warga negara yang tidak terlayani untuk kuliah di perguruan tinggi keagamaan Islam, terutama untuk merespon kebutuhan di lapangan.

Menurut Prof Aan, transformasi kelembagaan ini untuk menjawab tantangan global dalam menyiapkan sumber daya manusia dan peningkatan mutu layanan di era industri 4.0 dan era society 5.0 dengan menghadirkan kemandirian kampus untuk peningkatan mutu layanan kepada masyarakat.

IAIN Syekh Nurjati Cirebon memiliki kekuatan sebagai perguruan tinggi yang diberikan kepercayaan oleh Kementerian Agama RI untuk bertransformasi menjadi CIU dalam pembelajaran online secara penuh dengan menghadirkan Program Studi S1 Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Pendidikan Agama Islam tahun 2021. Jumlah mahasiswa 2021 dan 2022 mencapai 2200 orang dari seluruh propinsi Indonesia. Seluruh mahasiswa diberikan beasiswa selama menempuh studi melalui program LPDP (Basori, 2022). 

Dijelaskan, tahun 2023 ini, program PJJ Non-PAI akan dibuka 7 Program Studi yang telah diusulkan kepada Direktorat Pendidikan Tinggi Islam untuk memberikan akses luas kepada seluruh masyarakat Indonesia di berbagai wilayah terpencil, terluar, dan terdalam. Program unggulan ini telah memposisikan IAIN Syekh Nurjati Cirebon sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) pertama di Indonesia yang sepenuhnya diselenggarakan secara daring. Pendidikan Jarak Jauh ini akan dikembangkan pula pada beragam bidang ilmu dari program studi yang menyelenggarakan pembelajaran offline dengan akreditasi unggul, baik jenjang pendidikan sarjana, magister, sampai doktor untuk merespon kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi digital yang memengaruhi industri global saat ini.

"CIU merupakan universitas dengan program kuliah yang sesuai dengan perkembangan teknologi masa kini dan mengusung prinsip keterbukaan untuk pendidikan bagi semua orang di seluruh Indonesia dan luar negeri. Lulusan program ini memiliki prospek kerja yang selaras dengan perkembangan teknologi digital dan memiliki keterampilan mumpuni untuk menjadi seorang profesional dalam bidang ilmunya. Hal ini tentu tak lepas dari sarana-prasarana dan proses pembelajaran yang didukung dengan teknologi yang canggih," papar Rektor Prof Aan, IAIN Cirebon.

Prof Aan menjelaskan, dalam konteks evolusi universitas, perguruan tinggi telah mengalami tiga generasi: universitas abad pertengahan, universitas riset (universitas tipe Humboldt), dan universitas wirausaha berteknologi tinggi dan sains. 

Sekarang ini, kata Prof Aan, fenomena yang ada menunjukkan evolusi akademik dan pendidikan tinggi pada universitas generasi ke-4, yaitu universitas online dan digital. Sebagian besar karena pandemi COVID-19, yang meluncurkan revolusi digital di bidang akademik dan pendidikan tinggi.

Permintaan pendidikan tinggi dalam skala global, katanya, telah mempengaruhi semua sistem pendidikan dan negara di seluruh dunia akibat penurunan ekonomi dan kebangkitan pendidikan digital. 

Pergolakan digital saat ini di sektor pendidikan dimotivasi oleh kenaikan biaya, peningkatan daya saing, dan peningkatan harapan, sehingga organisasi perlu mempersiapkan masa depan dengan menggunakan teknologi dan data baru untuk mengubah proses dan memodernisasi system.

Kebutuhan mahasiswa yang sekarang ini hidup dengan budaya digital menjadi paling penting sehingga melahirkan universitas siber. Istilah “dunia maya” dapat didefinisikan sebagai “ruang informasi jaringan, tetapi yang, dari bagian dalam komputer ke layar, mencapai kita dalam bentuk bahasa-bahasa yang dikenal: lisan, maya, bunyi dan segala campurannya. Jadi dunia maya hanyalah cara metaforis untuk menamai internet, jaringan dari jaringan.

IAIN Syekh Nurjati Cirebon dengan platformi CIU adalah universitas sebagai tempat dunia maya. Universitas sebagai ekspresi identitasnya yang melibatkan aktor manusia dan non manusia menunjuk tempat di dunia maya. 

Hubungan antara dosen dan mahasiswa akan dimediasi oleh perangkat teknologi, hanya mungkin terjadi interaksi antara aktor manusia dan non-manusia. Faktanya, tanpa sinyal internet, tanpa berfungsinya semua perangkat elektronik yang diperlukan untuk membangun hubungan antara manusia, kelas, kuliah, dan lainnya, tidak akan terjadi. 

Pembentukan jaringan aktor manusia dan non-manusia (teori actor-jaringan) ini akan menghasilkan universitas dunia maya. Universitas siber seperti konsep “cyberplace” atau “tempat” diskusi dan apropriasi pengetahuan, konsep penelitian dan pengembangan ide ini, ketika ditransfer secara keseluruhan ke dunia maya, memunculkan refleksi tentang pentingnya fisik universitas.

Sementara istilah cyber university dapat dijelaskan dengan konsep network society yang mengilustrasikan peran universitas dalam proses konstruksi dan penyebaran pengetahuan. Perguruan tinggi sebagai agen utama diseminasi inovasi sosial karena suatu generasi demi generasi muda melalui tahapan ini dengan mengetahui cara-cara baru untuk berpikir, administrasi, bertindak dan komunikasi, dan membiasakan diri dengan mereka. 

Adanya perubahan dalam cara membangun dan mengelola pengetahuan universitas selama pandemi COVID-19 menunjukkan bahwa inovasi pendidikan diadaptasi melalui universitas.

Model pendidikan yang efisien selalu berkaitan dengan visi masyarakat yang bentuknya berupa universitas sebagai tempat virtual. Dunia maya memperluas kemungkinan hubungan antara semua yang terlibat, baik aktor manusia maupun non-manusia. Dalam masyarakat berjejaring, beberapa proses di tingkat global berlangsung dalam jaringan seperti komunikasi, ekonomi, hubungan sosial dan, tentu saja, pendidikan. 

Konsep masyarakat jaringan menempatkan model pendidikan jaringan sebagai prioritas, sehingga konsep pendidikan jaringan (network education) sebagai proses sosialisasi dan pengembangan otonomi yang bertujuan untuk integrasi sosial dan melibatkan perolehan pengetahuan, keterampilan, dan nilai. 

Oleh karena itu, universitas siber terlibat dalam jaringan ini dan berdasarkan proses pengunggahan yang mendalam, universitas pasti ditempatkan di ruang virtual sebagai salah satu roda gigi jaringan pendidikan ini.

Dalam perencanaan universitas siber di IAIN Syekh Nurjati Cirebon dibutuhkan perhatian khusus pada kebutuhan pasar untuk membuat keputusan tentang dukungan atas program akademik dan program apa saja yang akan kehilangan sumber daya (Lee & Im, 2006), termasuk analisis keberhasilan universitas siber yang terkait dengan indeks kepuasan bidang akademik dalam bentuk kesuksesan individu pada mahasiswa (Bae & Woo, 2019) dan kesejajaran universitas dengan tempat kerja dan kebutuhan mahasiswa untuk memimpin studi mereka sendiri dalam mencapai kesuksesan akademik (Lee & Jeon, 2020). 

Untuk memenuhi tujuan tersebut, universitas siber harus mempertimbangkan desain antarmuka seluler untuk kenyamanan mahasiswa dalam kegiatan akademik (Joo et al, 2014), memiliki perpustakaan akademik yang secara global dapat memenuhi kebutuhan pendidikan akademik dan pembelajaran berkelanjutan (Kunneke, 2004), dan bahkan memiliki alur pembelajaran bagi pembelajar untuk kesuksesan diri (self-efficacy) di university (Kim, 2020). 

Sistem perkuliahan pada universitas mengalami transformasi dari tatap muka menjadi pembelajaran secara daring pada masa pandemi Covid-19 yang menekankan pentingnya teknologi digital dalam perkuliahan (Rapanta et al., 2020), seperti belajar dari rumah melalui media dengan pemanfaatan teknologi digital (Pannen, 2021. 

Percepatan transformasi digital menyebabkan perubahan pada banyak aspek kehidupan termasuk cara mengajar dan belajar di kampus akibat pandemic (Rospigliosi, 2020; Jaelani & Hanim, 2020). 

Pada universitas siber, pembelajaran membutuhkan improvisasi untuk meningkatkan media yang digunakan dalam penyampaian materi perkuliahan melalui pembuatan video online, modul online, dan media lainnya (Lange & Costley, 2020).

Pada universitas siber, indikator kelangsungan akademik mahasiswa antara lain adanya ruang belajar offline, lokasi fasilitas pendukung studi, dan tingkat dukungan universitas pada program (Lee & Yoel, 2015), seperti kursus online yang diberikan sepenuhnya kepada mahasiswa (Costley et al, 2017), blended learning yang dikenal dengan cross dan mixed-mode learning yang menggabungkan metode pedagogis online dan tatap muka (Gaol & Hutagalung, 2020), dan setiap mahasiswa memiliki afiliasi pribadi dengan anggota lain dari universitas siber dengan parameter integrasi akademik untuk pengembangan kompetensi (Choi & Kim, 2018), sehingga ketidakjujuran akademik harus dihilangkan karena dapat menurunkan kualitas pendidikan (Costley, 2017, 2019).

Untuk meningkatkan mutu pembelajaran, universitas siber dapat mempersiapkan desain instruksional yang memudahkan mahasiswa dalam memahami pembelajaran seperti video tutorial-kuliah (Costley et al., 2017), menyusun model untuk evaluasi metrik bagi mahasiswa, dosen, lembaga, dan jenis pendidikannya yang berfokus pada pembuatan layanan dunia maya untuk pemantauan dan pengelolaan sumber daya dan proses produksi yang akurat untuk mencapai kualitas produk yang dibutuhkan (Hahanov & Chumachenko, 2015).

Visi IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi Universitas Islam Siber yang Unggul untuk Semua Tahun 2030 memiliki makna pemenuhan akses yang luas bagi seluruh masyarakat untuk menempuh pendidikan tinggi pada program pendidikan akademik, profesi, dan vokasi yang ditandai juga dengan masifnya budaya digital bagi keseluruhan aktivitas akademik dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Pada tahun 2030, CIU ini diharapkan memiliki kontribusi yang nyata secara nasional dan internasional yang ditunjukkan denngan pendidikan bermutu dan keunggulan kompetensi lulusan yang turut berkontribusi dalam mewujudkan 17 SDGs (Sustainable Development Goals) atau TPB (Tujuan Pembangunan Berkelanjutan) sampai tahun 2030. 

Dalam pencapaian visi ini, nilai-nilai yang terkandung pada istilah “SIBER” adalah S = Sustainability (Keberlanjutan), I = Innovative (Inovasi Digital), B = Be Sincere (Menjadi Ikhlas Beramal), E = Environmental harmony (Keharmonisan Lingkungan), dan R = Resilience (Ketangguhan). Nilai-nilai siber ini jika dimaknai menegaskan bahwa penyelenggaraan pendidikan tinggi di IAIN Syekh Nurjati Cirebon secara berkelanjutan bertujuan membentuk profil lulusan dengan kompetensi digital yang inovatif sesuai bidang keilmuan, memiliki keikhlasan beramal dalam kebekerjaan, adaptif dan responsif dalam mewujudkan lingkungan sekitar secara harmonis, dan memiliki ketangguhan dalam menghadapi tantangan kehidupan di masa depan.

Untuk mencapai visi tersebut, strategi IAIN Syekh Nurjati Cirebon adalah melakukan inovasi dalam pendidikan futuristik dengan memperkuat kompetensi dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa melalui pengembangan model-model pendidikan dengan platform digital; pengembangan manajemen mutu akademik pada jenis pendidikan akademik, profesi, dan vokasi yang memberikan layanan luas pada seluruh masyarakat, membangun platform akademik berbasis Artificial Intelligence dan Big Data melalui Gedung Siber dalam pengembangan pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, mengembangkan integrasi keilmuan yang mengembangkan ilmu-ilmu keislaman pada seluruh rumpun ilmu pada kurikulum dan moderasi beragama untuk menghadirkan keberagaman dan persatuan pada semua kalangan, menyiapkan program universitas yang terintegrasi dengan upaya perwujudan tujuan pembangunan berkelanjutan yang menghasilkan lulusan yang kompetitif di dunia kerja, dan meningkatkan kerjasama dengan dunia usaha untuk pengembangan kewirausahaan akademik, inovasi, dan terwujudnya budaya digital bagi peningkatan produktivitas dan kemandirian yang mendukung pendidikan inklusif bagi semua orang.

"Kami atas nama pimpinan IAIN Syekh Nurjati Cirebon menyampaikan terimakasih yang tulus dan mendalam atas kepercayaan Bapak/Ibu selaku orang tua mahasiswa yang telah mempercayai institusi sebagai tempat pendidikan dari para mahasiswa. Banyak hal yang memiliki kekurangan terutama dalam memberikan bimbingan dan pembelajaran ataupun layanan akademik lainnya kepada para mahasiswa. Kami menyadari dengan berharap Bapak/Ibu dapat memaafkan kekurangan dan kealfaan tersebut," ucapnya.

IAIN Cirebon mengembalikan para mahasiswa yang berbahagia sekarang ini, setelah menempuh studi dengan ragam tantangan, hambatan, bahkan pengorbanan yang besar. 

"Semoga Allah swt selalu memberikan kemudahan, kelapangan, dan kemaslahatan bagi para alumni untuk mengamalkan ilmu yang telah dimiliki, serta mengembangkan kompetensi sesuai keilmuan masing-masing dalam berkontribusi merajut kebersamaan, keberagaman, dan persatuan dalam kehidupan kebangsaan, seiring dengan berharap akan keberkahan pada kebekerjaan yang diraih mulai hari ini, esok, dan masa depan," tandasnya (din)

Share:

Pemkab Cirebon Sambut Baik Karya Bakti Kodim 0620 di Desa Kedongdong Kidul


CIREBON, FC - Pemkab Cirebon menyambut baik program Karya Bakti yang digagas oleh Kodim 0620/Kabupaten Cirebon di Desa Kedongdong Kidul, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Rabu (24/5/2023).

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag didampingi Wakil Bupati, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, SE., M.Si, Dandim 0620/Kabupaten Cirebon Letkol Inf Afriandy Bayu Laksono, S.Sos, M.I.Pol, serta unsur Forkopimda secara resmi membuka acara Karya Bakti.

Bupati Imron mengatakan, pelaksanaan kegiatan Karya Bakti ini merupakan bukti wujud kepedulian dan komitmen pemerintah daerah kepada masyarakat.

"Ini merupakan upaya dalam mensejahterakan masyarakat, sesuai dengan tema program Karya Bakti Kodim 0620/Kabupaten Cirebon, yaitu Sinergi Lintas Sektoral Mewujudkan Kemanunggalan TNI-Rakyat Semakin Kuat," kata Imron.

Imron menyebut, dipilihnya Desa Kedongdong Kidul sebagai lokasi yang pertama Karya Bakti Kodim 0620/Kabupaten Cirebon ini, mengingat kondisi riil (nyata) desa yang belum tersentuh pembangunan secara optimal,  karena infrastruktur desa belum memadai atau infrastruktur masih perlu diperbaiki, ditingkatkan dan dikembangkan. 

"Berangkat dari kondisi inilah, berbagai program telah diluncurkan oleh Pemerintah Kabupaten Cirebon dalam rangka membantu masyarakat desa, agar lebih mudah mendapatkan akses peningkatan taraf hidup yang layak. Salah satunya melalui program Karya Bakti Kodim 0620/Kabupaten Cirebon ini, dengan pendekatan pemberdayaan sesuai kebutuhan masyarakat," jelas Imron.

Sedangkan alasan kedua, kata Imron, lokasi Karya Bakti Kodim 0620/Kabupaten Cirebon memiliki potensi besar untuk dibina menjadi kekuatan pertahanan Sehingga, dengan hadirnya program ini, diharapkan mampu menumbuhkembangkan dan merekatkan jiwa persatuan dan kesatuan. 

Disinggung soal anggaran, Imron mengatakan, anggaran program Karya Bakti Kodim 0620/Kabupaten Cirebon berasal dari Anggaran Pemkab Cirebon. Anggaran tersebut diperuntukkan, baik untuk kegiatan fisik maupun non fisik selama kegiatan.

"Kalau untuk kegiatan fisik, ada pembangunan jalan lingkungan, pembangunan gazebo, rehab mushola, rutilahu, hotmix jalan, pipanisasi air bersih, pembangunan sarana pendidikan (Paud),  penanaman pohon untuk pelestarian lingkungan hidup dan memperkuat ketahanan pangan masyarakat," lanjut Imron.

"Sedangkan untuk kegiatan non fisik, meliputi penyuluhan perilaku pola hidup bersih dan sehat (PHBSh), penyuluhan tentang kesehatan produksi, penyuluhan tentang bahaya kebakaran, penyuluhan tentang kesehatan produksi dan pengobatan massal dan lainnya," imbuhnya.

Di tempat yang sama, Dandim 0620/Kabupaten Cirebon, Letkol Inf Afriandy Bayu Laksono, S.Sos, M.I.Pol mengatakan, dalam kegiatan Karya Bakti ini, pihaknya melibatkan 200 personel TNI AD.

Menurutnya, para anggota tersebut akan melakukan kegiatan, baik fisik maupun non fisik selama 30 hari di Desa Kedongdong Kidul.

"Waktu pengerjaan Karya Bakti ini 30 hari, namun sebagian sudah dikerjakan saat pra Karya Bakti. Ada pekerjaan yang  sudah berjalan 30 hingga 70 persen, jadi, kemungkinan pengerjaan program ini selesai lebih awal," kata Afriandy.

Ia menjelaskan, dipilihnya Desa Kedongdong Kidul ini, karena desa tersebut memiliki potensi ekonomi yang tinggi, namun tidak didukung dengan kondisi infrastruktur yang memadai.

"Kita lihat alam di Desa Kedongdong Kidul cukup bagus, hanya aksesnya masih rusak, sehingga kita bantu dengan program Karya Bakti ini. Setidaknya perekonomian dan pariwisata bisa tumbuh dan bisa membuat masyarakat disana bisa lebih sejahtera," ungkapnya. (din)

Share:

Selasa, 23 Mei 2023

Dua Prodi di FEB UGJ Raih Sertifikat ISO 210001 dari Lembaga Pensertifikat IGC

 

Rektor UGJ Cirebon, Prof Dr H Mukarto Siswoyo, M.Si menyerahkan sertifikat ISO 210001 kepada Dekan FEB UGJ, Dr H Acep Komara M.Si, Ak (tengah), dari Lembaga Pensertifikat International Global Certification (IGC).


FOKUS CIREBON, FC - Kabar gembira  datang dari kampus ternama di Cirebon, dua Program Studi (Prodi) di bawah Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Gunung Jati (UGJ) Cirebon berhasil mendapat sertifikat ISO 210001. Dua Prodi tersebut adalah Prodi Manajemen dan Prodi Akuntansi.

Pemberian Sertifikat ISO 210001 dari lembaga pensertifikasi International Global Certification (IGC) ini diserahkan langsung oleh Rektor UGJ Prof Dr H Mukarto Siswoyo, M.Si kepada 
Dekan FEB UGJ, Dr. H. Acep Komara M.Si, Ak.

ISO ini merupakan pengakuan akan sistem manajemen organisasi pendidikan yg diakui terstandar internasional

Dekan FEB UGJ, Dr H Acep Komara  menyatakan bahwa pencapaian ini telah didapat melalui proses audit surveillance terhadap sistem yang meliputi dokumen, SOP, dan aktivitas yang nyata dan konsisten akan pelayanan yang dijalankan kedua prodi terhadap para stakeholder, dan dinyatakan melampaui standar kecukupan. 


"Ini menandakan bahwa FEB UGJ merupakan entitas yang telah mendapatkan pengakuan internasional dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi," terang Dr H Acep Komara.

Selanjutnya, Dr. Acep mengharapkan agar prestasi ini dapat dipertahankan dan terus ditingkatkan, agar FEB UGJ tetap menjadi tujuan utama masyarakat Ciayumajakuning dan sekitarnya dalam memilih dan menempuh studi, khususnya jenjang sarjana S1 pada program manajemen dan akuntansi. (din)
Share:

Senin, 22 Mei 2023

Birokrat di Pemkab Cirebon Harus Profesional dalam Pengelolaan Arsip

KABUPATEN CIREBON -- Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, S.E., M.Si menghadiri Sosialisasi A1utentikasi Arsip dan Alih Media Arsip 2023 di Hotel Apita Cirebon, Senin (22/5/2023).

Dalam acara tersebut, Wakil Bupati yang akrab disapa Ayu ini menyebutkan, bahwa sosialisasi tersebut penting dilaksanakan sebagai upaya untuk menjaga semua arsip bagi seluruh perangkat daerah, khususnya di Kabupaten Cirebon.

“Sosialisasi kearsipan ini penting sekali, terkait jangan sampai arsip atau semua data tercecer,” kata Ayu.

Menurut Ayu, setiap arsip memiliki rekam jejak yang harus dijaga keberadaannya. Sehingga, dalam upaya penyelamatan tersebut diperlukan petugas profesional dan paham terhadap pengelolaan.

Ia meminta kepada seluruh birokrat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon, untuk lebih paham terhadap pengelolaan arsip.

“Harapannya, mudah-mudahan dengan adanya sosialisasi ini, menambah lagi keilmuan wawasan tentang kearsipan dan bisa ditata lagi terkait dengan data-data kearsipan di SKPD masing-masing,” harap Ayu. (din)

Share:

Mengabdi Untuk Negeri, Bupati Imron Himbau Guru TK Gali Potensi Anak Didik

KABUPATEN CIREBON -- Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag meminta agar para Guru TK mampu berinovasi dan bisa menggali potensi anak didiknya. Hal tersebut disampaikannya pada saat menghadiri acara HUT ke-73 IGTKI-PGRI tingkat Kabupaten Cirebon di Gedung PGRI Sumber, Kabupaten Cirebon, Senin (22/5/2023).

Menurut Imron, para guru TK harus mampu mempersiapkan anak didiknya agar mereka siap saat melanjutkan ke jenjang Sekolah Dasar dari kreatifitasnya. "Karena TK kini, sudah menjadi kebutuhan ketika masuk SD," kata Imron 

Imron mengungkapkan, bahwa profesi guru sangat mulia dan terhormat. Pasalnya, menjadi seorang guru merupakan bidang pekerjaan khusus yang dilaksanakan dengan panggilan jiwa, panggilan hidup, untuk mengabdi secara tulus demi kemajuan anak bangsa. 

Untuk itu, kata Imron, momentum HUT ke-73 IGTKI-PGRU tahun ini mengusung tema “Mengabdi untuk negeri, menyelenggarakan layanan pendidikan anak usia dini berkualitas melalui guru taman kanak-kanak yang profesional dan bermartabat”.

"Hendaknya, hari peringatan ini dapat dijadikan refleksi tentang profesionalisme guru, apresiasi kepada guru, serta beragam kebijakan yang bermuara pada upaya mengembalikan kemuliaan dan martabat guru, serta tentunya kesejahteraan para pendidik anak usia dini," ungkap Imron.

Imron mengajak seluruh guru TK di Kabupaten Cirebon, untuk tidak lelah berusaha menjadi guru yang lebih baik, agar dapat melahirkan generasi emas yang lebih kompeten, mampu menjadi kebanggaan dan mengharumkan nama bangsa dan negara. 

"Kami merasa bangga dan mengapresiasi perjuangan serta pengabdian para pendidik anak usia dini, khususnya guru-guru TK," lanjutnya.

Ia berharap, para guru TK yang berada di bawah naungan organisai IGTKI-PGRI Kabupaten Cirebon untuk terus membina anak-anak dengan penuh kasih sayang. 

"Karena anak usia dini merupakan tahapan sangat penting dalam hal psikologisnya. Tolong bina dan didik anak-anak kita, karena bagaimanapun pondasi pendidikan dan mentalnya akan terbawa sampai dewasa," pinta Imron.

Disinggung soal PPPK untuk guru TK, Imron mengatakan pihaknya terus mengusulkan agar tenaga pendidik di Kabupaten Cirebon semua bisa masuk PPPK. "Kita usulkan agar para guru TK juga bisa masuk PPPK," ujarnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, H. Ronianto, S.Pd., MM mengatakan, pihaknya kedepan akan memperbanyak TK Negeri. Pasalnya, selama ini TK yang berstatus milik pemerintah jumlahnya hanya belasan saja.

"Jumlah TK negeri yang ada di Kabupaten Cirebon jumlahnya hanya 16 dari 338 TK di Kabupaten Cirebon. Sehingga kedepan, TK Negeri akan kita perbanyak dengan melakukan peralihan dari swasta ke TK negeri," ujar Ronianto.

"Jadi, ketika ada formasi PPPK untuk guru TK Negeri, semuanya bisa tertampung, karena jumlah guru TK di Kabupaten Cirebon ada 250 orang, Sedangkan guru TK Swasta mencapai 1.700 orang,” imbuhnya. (din)

Share:

Peringati HKN, Bupati Imron Ajak Masyarakat Kolaborasi untuk Wujudkan Kebangkitan Bangsa

KABUPATEN CIREBON -- Pemerintah Kabupaten Cirebon menggelar upacara bendera untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke-115 tahun 2023 di halaman Kantor Bupati Cirebon, Senin (22/5/2023).

Bertindak sebagai inspektur upacara Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag. Hadir mendampingi Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, SE., M.Si, Sekda Kabupaten Cirebon, perwakilan Forkopimda, perwakilan instansi vertikal, organisasi masyarakat, tokoh agama serta tokoh masyarakat.

Bupati Imron dalam sambutannya mengungkapkan, momentum kebangkitan nasional ini dimaknai dengan perjuangan bersama segenap elemen bangsa untuk saling bahu-membahu dan berkolaborasi untuk mewujudkan kebangkitan bangsa. 

"Mari kita bersama syukuri kemajuan, perbaikan dan kebangkitan ekonomi global dari berbagai sektor untuk dijadikan pelajaran perjuangan kita, semangat untuk bangkit," kata Imron.

Imron juga mengajak untuk memaknai peringatan ini dengan memperingati perjuangan bersama. Mulai dari pemerintah daerah, sektor swasta, akademisi, pers, komunitas, dan seluruh elemen bangsa. 

Saling bahu-membahu berkolaborasi, menerapkan nilai-nilai persatuan juga kesatuan dalam mewujudkan kebangkitan bangsa dari berbagai krisis global, baik kesehatan, perekonomian, hingga geopolitik sekalipun.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), menunjukkan bahwa perekonomian Indonesia di tahun 2022 tercatat tumbuh 5,314 (yoy). Jauh meningkat dari pertumbuhan di tahun 2021 sebesar 3,706 (yoy) dan bahkan melebihi capaian pertumbuhan sebelum masa pandemi di tahun 2019. 

Pertumbuhan ekonomi Indonesia di triwulan I tahun 2023 pun, masih tercatat terus bertumbuh sebesar 5,0395 (yoy), menunjukkan performa yang lebih baik dari periode triwulan IV tahun 2022 yang tumbuh sebesar 5,0144. (yoy).

"Tentu kita berharap, agar capaian-capaian ini dapat terus kita tingkatkan demi kesejahteraan masyarakat, serta kemajuan bangsa Indonesia,” harap Imron.

“Selain merayakan berbagai capaian bangsa Indonesia, Hari Kebangkitan Nasional juga kita maknai dengan mensyukuri segala langkah kemajuan, perbaikan, atau bahkan pelajaran yang didapatkan dari perjuangan kita," sambung Imron. 

Dengan semangat yang sama pula, pihaknya mengajak seluruh komponen bangsa untuk terus mempertahankan bara api semangat kebangkitan nasional sembari merapatkan barisan perjuangan dengan menunjukkan kerja keras, kerja cerdas, juga kerja bersama demi kemandirian dan kemajuan bangsa yang berkelanjutan. 

"Kita juga ingin, agar bara api semangat kebangkitan yang kita jaga saat ini dapat menjadi lentera penerang harapan sekaligus penunjuk jalan bagi perjuangan generasi penerus bangsa kelak," pungkasnya. (Anisa).

Share:

Definition List

Unordered List

Support