Tajam, Aktual dan Mencerdaskan

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Sabtu, 31 Oktober 2020

IKMI Harus Peka Problem Sosial, Jangan Bungkam Demi Kemajuan Daerah

CREBON, (fokuscirebon.com) - Sebutan kaum intelektual sampai saat ini masih melekat pada kelompok mahasiswa. Identitas tersebut menjadi cerita panjang dalam lintasan kesejarahan Indonesia. Dimulai dari 28 Oktober 1928 dengan sebutan Sumpah Pemuda, hingga dekade eksponen'45, eksponen'66 hingga eksponen'98, yakni runtuhnya Orde Baru oleh kekuatan gelombang reformasi.

Mewarisi semangat pergerakan kepemudaan serta didasari keinginan berkontribusi pada tanah air, sekumpulan aktivis asal Indramayu yang menempuh pendidikan tinggi di Cirebon membentuk Ikatan Keluarga Mahasiswa Indramayu (IKMI) se Cirebon. Hal itu mencuat dalam sesi bincang Selayang Pandang  dalam Penerimaan Anggota Baru (PAB) IKMI, Sabtu (31/10) di Cirebon. 

Sesi yang diisi alumni dan demisioner IKMI, Suwandi dan Suparjo itu berlangsung hangat walau digelar vertual. Banyak hal yang dikupas pria yang akrab disapa Wandi itu. Salah satunya peran strategis mahasiswa dalam menyorot isu-isu kemasyarakatan. 

"Peran strategis mahasiswa ialah mampu menyuarakan hal apa saja asal demi kepentingan masyarakat. Amati, soroti dan sampaikan kegelisahan kalian demi kemaslahatan masyarakat di daerah," tegas dia. 

Sementara itu, Suparjo menawarkan sebuah pilihan tentang identitas mahasiswa yang kian tahun kian tergerus oleh hegemoni politik kekuasaan dan politik ekonomi.

Baginya, kekuatan mahasiswa harus menjadi identitas yang tak pernah pudar oleh waktu dan kepentingan apapun. Mahasiswa harus memiliki ruh dan perjuangan yang nyata. 

Pergerakan mahasiswa harus terus diasah oleh kekuatan intelektualnya, berjalan di atas kepentingan masyarakyat yang tidak terdistorsi dan terdisparitas oleh kekuatan kelompok manapun, sehingga identitas kaum intelektual, kaum pemikir dan pembaharu tetap terus terjaga dan melakat bersama kekeuatan daya kritisnya.

Maka, sebagai alumni juga senior di IKMI, pria yang akrab disapa Kang Ajo ini mengajak agar mahasiswa yang tergabung dalam IKMI harus terlahir dari tujuan dan arah organisasi ini.

Agar, rumah besar ini bisa menjadi kejuatan besar pula dalam mendoring dan menciptakan kader-kader yang bedintelektual maju, baik bagi dirinya sendiri, bagi orang lain maupun bagi daerahnya. 

"Inilah identitas yang harus dimiliki oleh para kader IKMI, sehingga perkaderan terus berjalan bersama kuatnya rumah IKMI. Sebagai ibu kandung yang terus melahirkan mahasiswa-mahasiwa yang memilik integritas dan intelektual tinggi," paparnya. (din)

Share:

IKMI Se-Wialayah Cirebon Gelar Penerimaan Anggota Baru (PAB) Secara Virtual



CIREBON, (fokuscirebon.com) -Ikatan Keluarga Mahasiswa Indramayu (IKMI) Se-Wilayah Cirebon menggelar Penerimaan Anggota Baru (PAB) secara virtual bagi anggota baru. Di Sekretariat IKMI Cirebon mulai dilaksanakan secara Online, Sabtu dan Minggu (31 Oktober – 1 November).

Ketua Umum IKMI Se-Wilayah Cirebon Abdul Wahab Menjelaskan, kegiatan terpaksa dilaksanakan secara online karena kondisi saat ini masih dalam situasi Pandemi Covid-19. 

Beragam kegiatan seperti Pengenalan ORDA IKMI, diskusi, dan pengukuhan sebagai anggota baru IKMI digelar guna memeriahkan PAB IKMI 2020.

Ketua Umum IKMI Se-Wilayah Cirebon Abdul Wahab PAB Virtual tahun ini terbilang sukses, pasalnya peserta PAB tahun ini menebus sampai 100 mahasiswa jumblah yang terbilang banyak jika di banding tahun-tahun kemarin. 

Dia katakan, bagusnya antusias peserta PAB Virtual berdampak baik pada organisasi IKMI. Sebab IKMI membutuhkan anggota yang aktif, militan, Progresif dan Revolusioner dan yang terpenting mau belajar menggerakan roda organisasi sebelum akhirnya turun  menjadi bagian dari masyarakat menerapkan peran-peran mahasiswa.

Sementara itu Ketua pelaksana PAB Virtual Fatihul Fauzi mengatakan ikmi adalah wadah para mahasiswa indramayu yang kuliah di kampus-kampus di Cirebon untuk menjaga kebersamaan, dan juga organisasi ini untuk mengingat akan asal daerahnya sendiri sebab, sejauh-jauhnya kita menempuh pendidikan di luar daerah kita akan kembali lagi di Dareah sendiri yaitu Indaramayu.

Di Cirebon Lanjut Abdul Wahab Ketua umum IKMI mahasiswa dari indramayu terbilang banyak, dan IKMI punya peran setrategis  dalam mengorganisir mahasiswa indramayu agar lebih Proaktif dalam berorganisasi. 

IKMI juga mempunyai peran setrategis  yang di butuhkan PEMDA Indramayu dalam mengkritisi dan memberi masukan dalam menjalankan kebijakan-kebijakan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Setelah PAB virtual, sejumbelah kegiatan juga dirancang sebagai tindak lanjut follup PAB IKMI yang secara online kali ini, untuk mengikat pendekatan emosional biar lebih erat kokoh dan solid. (din)
Share:

Bukti Pelayanan Prima, Dishub Luncurkan Smart Card Untuk Pelayanan KIR

Kepala Dinas Perhubungan Kota Cirebon, Sekretaris Dishub dan Kepala UPTD Uji Kir, Agung saat memberikan penjelasan pada program 'Smart Card'


FOKUS CIREBON, (FC) - Di penghujung tahun 2020, terobosan terbaru kembali dilakukan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cirebon. Ini sebagai bukti nyata atas kerja nyata Dishub dalam memberikan dan meningkatkan pelayanan. 

Terobosan tersebut dengan diluncurkannya smart card atau kartu pintar untuk pelayanan pengujian kir. Dengan smart card itu, memudahkan untuk akses informasi dan bukti otentik telah melakukan uji kir.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Cirebon, Ir H Yoyon Indrayana MT mengatakan, smart card menggantikan buku uji kir. Sehingga, pelayanan kepada masyarakat dapat lebih cepat, mudah, dan murah. 

Yoyon menjelaskan, diluncurkannya Sistem Pelayanan Pengujian Kendaraan Bermotor (Simpel PKB) Terintegrasi Secara Nasional, wujud nyata inovasi Dishub Kota Cirebon.

“Saya senang inovasi. Kerja jangan biasa saja. Tidak sekadar rutinitas. Launching smart card ini bentuk inovasi kita. Terima kasih kepada seluruh jajaran Dishub Kota Cirebon,” ucapnya saat launching Simpel PKB Terintegrasi Secara Nasional di UPTD Pengujian Kir di Jl Kalijaga Kota Cirebon, belum lama ini.

Yoyon berharap, segenap jajaran Dishub Kota Cirebon lebih banyak berinovasi dalam bekerja. Agar optimal dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Ke depan, secara bertahap semua layanan di Dishub Kota Cirebon dilakukan secara online. Dengan tujuan memberikan pelayanan yang murah, cepat dan mudah.

Dipihak lain Kepala UPTD Pengujian Kir, Agung, melalui penguji senior, Erick, mengatakan bahwa semua yang dilakukan semata hanya untuk pelayanan. Tentunya pelayanan prima agar masyarakat puas. 

"Kami hanya melayani, yakni melayani dengan sepenuh hati, karena itu, kami semua bekerja profesional dan penuh tanggungjawab. Ini yang kami lakukan untuk masyarakat transportasi yang kami layani di sini," terangnya. (Nur)

Share:

Jumat, 30 Oktober 2020

Jalin Kerjasama Pengawasan Usaha, IAIN Cirebon Bersama KPPU Tandatangani MoU

Ketua KPPU dan Wakil Rektor 1 IAIN Cirebon tengah bersama menandatangani nota kerjasama pengawasan usaha, Jum'at (30/10/2020).


CIREBON, (fokuscirebon.com) -  IAIN Syekh Nurjati (SNJ) Cirebon melakukan penandatangan nota kerjasama dengan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) di gedung FITK IAIN SNJ Cirebon, Lantai 5, kampus setempat, Jum'at (30/10/2020).

Penandatangan kerjasama ini dalam rangka untuk meningkatkan pengawasan terhadap persaingan usaha, sebagaimana tugas dan wewenang KPPU yang di atur dalam UU No 5 Tahun 1999 tentang larangan praktek monopoli dan persaingan usaha dan UU No 20 Tahun 2008 tentang UMKM.

Dalam sambutannya, Rektor IAIN SNJ Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag yang berhalangan hadir dan diwakilkan oleh Wakil Rektor 1, Dr H Saefudin Zuhri M.Ag menyampaikan rasa terimksh nya kepada KPPU yang sudah memberikan kepercayaan kepada IAIN Cirebon untuk pengawasan persaingan usaha yang diwujudkan dengan penandatangan nota kerjasama.

Saefudin Zuhri juga menjelaskan bahwa IAIN Cirebon sebelumnya juga sudah bekerjasama dengan sejumlah lembaga, seperti KPK, KPU dan KPI.

"Dan hari ini kita bekerjasama dengan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU)," ujar Warek 1, seraya mengucapkan terimakasih atas kepercayaan tersebut.

Menurut Saefudin Zuhri, kerjasama ini sebagai langkah strategis dalam mengisi RPJM, terlebih di IAIN memiliki Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam yang akan dikembangkan menjadi dua fakultas yakni Fakultas Syariah dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.

"Jadi intinya, nanti detail-detailnya akan dibicarakan lebih lanjut, yang penting di antara kedua belah pihak bisa saling menguntungkan," tandasnya kepada fokus Cirebon.

Saefudin Zuhri juga menyatakan, jika kerjasama ini juga bisa sebagai bentuk di mana IAIN SNJ Cirebon bisa mengimplementasikan  kurikulum kampus merdeka dan merdeka belajar.

Dr Kartini, M.Pd Wakil Rektor 2, IAIN SNJ Cirebon yang juga turut membubuhkan tanda tangan pada nota kerjasama pengawasan usaha.


"Disitu ada salah satu opsi atau pilihan yaitu magang. Jadi mahasiswa kita ada pilihan magang selama dua semester di institusi-institusi di luar kampus kita. Jadi dengan KPPU misalnya mahasiswa kita dari fakultas syari'ah, akuntasi syariah dan ekonomi syariah, mereka bisa magang dan itu diakui oleh kita sebagai SKS," ujar Saefudin Zuhri. 

Sementara terkait kerjasama tersebut, pihaknya akan terlebih dahulu membicarakan secara detail, apa-apa saja yang bisa dikerjasamakan, karena ini sifatnya masih awal, tentu nanti akan ada tindak lanjutnya, yang terpenting dari kerjasama ini ada saling menguntungkan pada kedua belah pihak.

Sementara itu, penandatanganan nota  kerjasama dilakukan langsung oleh Ketua KPPU RI Kurnia Toha dan dari pihak IAIN dilakukan oleh Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon melalu Wakil Rektor 1, Dr H Saefudin Zuhri M.Ag.

Ketua KPPU, Kurnia Toha mengatakan kerjasama antara KPPU dan IAIN Cirebon adalah upaya meningkatkan internalisasi nilai-nilai persaingan usaha, khususnya dikalangan mahasiswa dan akademisi serta masyarakat pada umumnya.

Kurnia Toha juga menyatakan KPPU dan perguruan tinggi memiliki hubungan yang cukup baik. Dalam setiap tahunnya pihaknya juga sering menerima mahasiswa magang dari berbagai PTN dan PTS yang jumlahnya cukup banyak.

"Hukum persaingan usaha sehat memang harus sering kami sosialisasikan kepada semua kalangan masyarakat agar tidak tercipta monopoli, di mana yang besar menguasai usaha kecil," katanya.

Maka eksistensi kampus ini bisa membantu dalam mensosialisasikan hukum persaingan usaha sehat kepada masyarakat. Sebab, KPPU tidak mampu melaksanakan amanah dua UU tersebut, maka diperlukan kerjasama dengan stakeholder, salah satunya adalah perguruan tinggi.

Kurnia Toha juga menjelaskan bahwa KPPU di Indonesia baru ada 6 kantor wilayah di Indonesia dan Cirebon masuk dalam KPPU Kanwil 3. 

Dijelaskan, dalam tugas dan kewenangannya, sebagaimana amanat UU No 5 Tahun 1999 dan UU No 20 Tahun 2008, KPPU baru hanya melakukan sebatas pencegahan, dan belum ada yang sampai ke judicial review.

"Jadi kami, KPPU bertugas untuk memberikan pendapat setiap kebijakan ekonomi, baik pusat maupun daerah. Tetapi jika ada kebijakan daerah yang dikeluarkan dan dianggap tidak sehat untuk usaha ekonomi, maka KPPU akan turun ke daerah untuk menyelesaikannya," tandasnya.

Guntur Saputra Saragih dalam konteks urgensi kerjasama ini mengatakan, pada dasarnya  kita mempunyai kewenangan dalam hal kebijakan, advokasi dan penegakan hukum, dan tentu saja kita melibatkan berbagai pihak salah satunya adalah Perguruan Tinggi dan kita berharap bisa bersinergi.

"Karena kampus juga bisa memberikan pemikiran intelektualnya terhadap mengkiritisi kebijakan yang bisa menjadi dasar rekomendasi atau juga melihat bagaimana pelanggaran persaingan usaha di daerah," tutur juru bicara KPPU kepada fokus cirebon.

Diakhir acara, Komisioner KPPU, Yudi Hidayat SE M.Si memaparkan tentang KPPU dan hukum persaingan usaha Indonesia. 

Mengawali paparanya, Yudi menjelaskan soal kedudukan KPPU sebagai lembaga non struktural (independen) yang dibentuk oleh UU No 5 Tahun 1999 dan bertanggungjawab langsung kepada Presiden.

Terkait tugas, KPPU selain bekerjasama dengan sejumlah Perguruan Tinggi di Indonesia juga dengan institusi-institusi lainnya, termasuk kerjasama dengan NU terkait Fiqh persaingan usaha.

Yudi juga menjelaskan peran KPPU secara nasional dalam menjaga kepentingan umum dan meningkatkan efisiensi nasional sebagai upaya mensejahterakan rakyat, menjamin kesempatan berusaha yang sama bagi pelaku usaha besar, menengah, dan kecil, mencegah praktik monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat, serta efektivitas dan efisiensi kegiatan usaha.

KPPU juga telah membentuk Direktorat Ekonomi, yang mana hal ini termasuk dalam upaya untuk terus mendukung perekonomian nasional yang semakin berkembang yaitu melalui pelaksanaan kajian industri nasional.


"Jadi tugas KPPU itu ada 4, yaitu penegakan hukum, penilaian marger dan akuisisi, pemberian saran dan pengawasan," jelasnya menutup rangkaian acara penandatangan nota kerjasama tersebut. (Nurudin)
Share:

Kamis, 29 Oktober 2020

Buku 'Menjerat Gus Dur', Hadirkan Inspirasi Dikalangan Generasi NU

Bedah buku 'Menjerat Gus Dur' gagasan keluarga besar NU Cirebon, hadirkan inspirasi dan aspirasi di kalangan generasi muda NU. 


CIREBON, (fokuscirebon.com) - Komunitas Gusdurian Cirebon bekerjasama dengan Pimpinan Cabang (PC) Nahdlatul Ulama (NU) Kota Cirebon, MATAN Cirebon, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan IKatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Cirebon mengelar bedah buku Menjerat Gus Dur.


Acara yang menghadirkan langsung penulisnya itu berlangsung di Pondok Pesantren Al-Fatih Kayuwalang Kota Cirebon, Kamis, (29/10/2020).

Bambang Wirawan, selaku sekretaris PCNU Kota Cirebon mengatakan, kami hadirkan penulisnya langsung yakni Virdika Rizky Utama.

“Penulis buku Menjerat Gus Dur ini menulis dengan data yang patut kita apresiasi bersama, khususnya pelaksana PCNU Kota Cirebon,” kata Bambang.

Ia menyebutkan, buku ini menjadikan aspirasi dan inspirasi. Harapannya tentu generasi muda NU mampu meniru penulis.

Pengasuh PP. Al-Fatih Humeid Munib mengungkapkan, acara bedah buku Menjerat Gus Dur ini merupakan pertama kalinya di Cirebon.

“Sudah lama kami rencanakan, namun memang karena masa pandemi jadi baru terealisasikan saat ini,” katanya.

Hal yang sama juga diungkapkan Ide Bagus Setiawan selaku perwakilan dari LAKPESDAM NU Kota Cirebon. Menurutnya, acara ini sudah direncanakan jauh-jauh hari, akan tetapi pandemi datang lebih dahulu.

“Selain itu, kegiatan bedah buku ini juga merupakan  rangkaian acara peringatan Hari Santri Nasional,” ujarnya.

Ia menambahkan, momentum Hari Santri Nasional ini penting untuk mengkaji lebih dalam tentang sosok Gus Dur yang merupakan typology santri yang berjuang tidak setengah-setengah.

“Gus Dur ini mengajarkan pentingnya nilai-nilai kejujuran yang patut kita duplikasi bagi kalangan saat ini,” paparnya.

Sementara itu, Marzuki Wahid selaku pembicara menyampaikan, bangga terhadap anak muda seperti Virdika ini, ia bukan kader NU tetapi semangatnya sama dengan kita.

“Ini yang kemudian menjadi bermakna, karena ia bukan kader NU jadi sifatnya bukan pembelaan, beda keadaannya jika penulis ini merupakan kader NU,” kata Marzuki.

Ia menegaskan bahwa pada buku ini membuktikan fakta di luar fakta yang terlihat banyak orang, itu lah makna penting dari buku tersebut.

Virdika Rizky Utama, selaku pembedah buku mengaku menulis buku ini merupakan panggilan.

“Buku ini awalnya memang untuk tesis saya, akan tetapi kondisi nya berubah pada saat itu,” ujanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, buku ini disusun dengan metodologi sejarah dan jurnalistik.

“Yang sumbernya hanya katanya saya tidak masukkan, karena data itu tidak valid,” imbuhnya.


Selain itu, kata Vidi, buku ini menggunakan pendekatan intelektual, bukan emosi. 

“Harapannya buku ini tidak berhenti sampai di sini, namun riset dapat diteruskan oleh generasi berikutnya,” tandasnya. (Fas)
Share:

Rabu, 28 Oktober 2020

Cegah Penularan Penyakit di Masyarakat, Puskesmas Pangenan Buat Inovasi Pencegahan Diabet dan Hipertensi

Bupati Cirebon Drs H Imron M.Ag pada kegiatan program inovasi di Puskesmas Pangenan, Kabupaten Cirebon, Sabtu (28/10/2020).


PANGENAN, (fokuscirebon.com) - Untuk mencegah banyaknya warga yang terkena Diabet dan Hipertensi, Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Pangenan, membuat program Ce Desi Manis (Cegah Diabet dan Hipertensi bersama Prolanis).

Bupati Cirebon Drs H Imron, M.Ag, menyambut baik inovasi yang dilakukan oleh Puskesmas Pangenan tersebut. Karena menurutnya, harus ada inovasi-inovasi baru, dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Kalau bisa, nanti sampai jemput bola ke masyarakat," kata Imron, Sabtu (28/10/2020).

Imron berharap, kegiatan ini nantinya bisa sukses sesuai dengan harapan yang diinginkan. Jika nanti program ini berjalan dengan baik, Imron juga meminta kepada Puskesmas lainnya, untuk bisa meniru program tersebut.

"Kalau berhasil, nanti perlu dilakukan juga ke puskesmas yang lainnya," ujar Imron.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Eni Suhaeni menuturkan, selain program Ce Desi Manis, Puskesmas Pangenan juga memiliki program Ambil Semangka ( Ayo Membiasakan Bumil Senang Membaca Buku KIA).

Eni mengungkapkan, adanya program ini bertujuan untuk mencegah penyakit Diabet, Hipertensi dan juga kematian ibu dan anak.

Ia menyebutkan, bahwa pelayanan hipertensi di Kabupaten Cirebon, memang masih jauh dari target yang diharapkan. Oleh karena itu, program ini juga untuk mendorong masyarakat, untuk memeriksakan diri melalui puskesmas.

"Karena penderita hipertensi yang berusia 45-60 tahun, banyak yang tidak memeriksakan diri," kata Eni.

Selain itu, ada sejumlah indikator pelayanan kesehatan, yang nantinya harus dilaporkan ke tingkat provinsi hingga nasional. Dua diantaranya adalah pelayanan pemeriksaan hipertenai dan Diabetes Melitus (DM). 

Namun untuk pemeriksaan DM, Eni menyebutkan bahwa jumlah pelayanannya sudah lebih dari 100 persen. Hal tersebut dikarenakan, mudahnya melakukan pengecekan DM disejumlah tempat.

Dalam program Ce Desi Manis ini, pihaknya akan melakukan skrining kepada warga yang berpotensi menderita Hipertentsi dan DM. Nantinya, warga yang terdeteksi menderita Hipertensi dan DM, akan diarahkan untuk memeriksakan secara rutin di Puskesmas.


"Kami juga akan melakukan sosialisasi terkait hipertensi dan DM kepada masyarakat," ujar Eni. (Nur)

Share:

Mahasiswa Lulusan Jerman Berikan Motivasi Berprestasi Pada Mahasiswa Baru FUAD IAIN Cirebon

Mahasiswa luusan beasiswa Jerman berikan motivasi belajar berprestasi kepada mahasiswa baru FUAD IAIN SNJ Cirebon, Rabu (28/10/2020), foto : Karina.


CIREBON, (fokuscirebon.com) -Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon menyelenggarakan webinar beasiswa dan motivasi untuk mahasiswa baru 2020. (28/10/2020).

Acara yang disi oleh Muhammad Abdullah Syukri, S.IP, MA. Alumni Beasiswa DAAD Jerman 2017 dan Kairin, S.Sos. Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Bidikmisi IAIN SNJ Cirebon 2014-2015, diselenggarakan di auditorium FUAD secara virtual melalui zoom dengan tema "Mengoptimalisasi Semangat Mahasiswa Untuk Berprestasi".

Menurut Ketua Umum DEMA FUAD, Anton Ahyari berharap, semoga dengan adanya webinar beasiswa bisa membuka gerbang awal untuk mahasiswa baru.

"Terselenggaranya webinar beasiswa, semoga bisa membuka gerbang awal untuk mahasiswa baru, agar bisa mencari beasiswa baik akademik maupun non akademik dan langkah awal optimalisasi prestasi dibidang apapun," harap Ketua Umum DEMA FUAD.

Dalam penyampaian materinya, Muhammad Abdullah Syukri atau Gus Dede, sapaan akrabnya, menyampaikan, persiapkan diri dengan baik dari mulai sekarang walaupun situasi kondisi dari masing-masing individu berbeda-beda.

"Kita harus mempersiapkan diri dengan baik dari mulai sekarang walaupun situasi kondisi dari masing-masing individu berbeda-beda, ada yang kuliah sambil bantuin orang tuanya, ada yang kuliah sambil kerja dan ada juga yang kuliahnya ada halangan seperti sakit dan sebagainya. Tetapi, selama kita punya niat yang kuat, perencanaan yang baik dan punya supporting system yang baik, jangan sampai salah gaul," ucap Alumni Jerman itu.

Gus Dede juga mengatakan bahwa, bergaul boleh dengan siapa saja, tapi untuk hal-hal tertentu kita harus punya supporting system yang baik.

"Jangan sampai salah gaul, teman itu mencerminkan siapa kita, kita boleh bergaul dengan siapa saja, tapi untuk hal-hal tertentu kita harus punya supporting system yang baik, orang-orang yang bisa membantu kita, bisa mensupport kita untuk mencapai hal-hal yang kita inginkan," ujar Gus Dede.

Acara yang diikuti oleh 120 peserta ini berjalan dengan lancar, selain itu juga, acara ini dihadiri oleh SEMA FUAD, Ketua HMJ FUAD dan DEMA Institut. (Nu'man)

Share:

Selasa, 27 Oktober 2020

FSEI IAIN Cirebon Adakan Kegiatan Workshop Persiapan Akreditasi Tiga Prodi

Dekan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam, Dr H Aan Jaelani M.Ag


CIREBON, (fokuscirebon.com) Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Syekh Nurjati Cirebon mengadakan kegiatan workshop persiapan akreditasi program studi, Senin (27/10/2020).

Kegiatan dengan tema 'Tindak lanjut Laporan Evaluasi Diri (LED) 9 kriteria akreditasi pada program studi dan unit pelaksana program studi' ini, dihadiri langsung oleh Rektor IAIN SNJ Cirebon dan unsur pimpinan rektorat yang lain, termasuk Kepala Biro AUAK, serta civitas akademika FSEI juga tamu dari luar IAIN SNJ Cirebon.

Wakil Dekan 1, Bidang Akademik, Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam, Edi Setiawan, menyampaikan  bahwa pada kegiatan ini terdapat tiga jurusan baru, yakni Akutansi Syariah, Ekonomi Syariah, dan Hukum Tata Negara. 

Ketiga jurusan ini, kata Edi, tengah menuju tahap akreditsi, yang sebelumnya baru pada tahap ijin operasional.  

"Jurusan ini sudah berjalan selama dua tahun dan baru ijin operasion dan saat ini tengah menuju tahap akreditasi, dengan target nilai, akreditasi A," paparnya.

Edi menjelaskan, setelah dua tahun ini, kita wajib mengajukan akreditasi ke Badan Akreditasi Nasional, dan posisinya hari ini sedang kita lakukan. 

Edi juga menjelaskan, jika dalam  perkembangannya  diakuinya selama dua tahun ini, sangat baik. Terutama minat mahasiswa semakin terus bertambah. 

"Di tahun pertama tadinya hanya baru satu kelas namun sekarang sudah tiga kelas, ini perkembangan yang sangat baik," jelasnya. 

Untuk itu kata Edi, dari perkembangan yang baik ini, tentunya institusi punya tanggungjawab untuk mengajukan akreditasi, karena ini sudah merupakan tanggungjawab institusi, jika tidak nanti tidak diakui oleh Badan Akreditasi Nasional.

"Pada tahapan akreditasi ini, hari ini sedang pada tahapan review dan malam direvisi, kemudian besoknya submit," kata Edi Setiawan.

Sementara itu, Dekan FSEI IAIN SNJ Cirebon, Dr H Aan Jaelani M.Ag di dalam sambutannya meminta agar dua hari ini, tiga jurusan tersebut bisa segera difinalisasi. 

Sehingga tanggungjawab kita terhadap tiga jurusan tersebut selesai dan selanjutnya kita tinggal berdoa agar semuanya mendapat nilai akreditasi terbaik. (din)


Share:

Senin, 26 Oktober 2020

Bersaing Lima Daerah Di Jawa Barat, Bupati Optimis Kabupaten Cirebon Juara Lomba PKK

Bupati Cirebon, Drs H Imron M.Ag


CIREBON, (fokuscirebon.com) -Kabupaten Cirebon masuk dalam nominasi Kabupaten dan Kota di Jawa Barat, yang dinilai dalam perlombaan Pemberdayaan Kesejaheteraan Keluarga (PKK) tingkat Jawa Barat.

Kabupaten Cirebon akan bersaing dengan lima kabupaten lainnya di Jawa Barat, yaitu Kabupaten Sukabumi, Cianjur, Tasikmalaya, Majalengka dan Ciamis.

Ada lima perlombaan yang diselenggarakan oleh PKK tingkat Jawa Barat ini. Dikarenakan masih dalam kondisi pandemi covid 19, penilaian dilakukan secara virtual.

Bupati Cirebon, Drs H Imron, M.Ag mengatakan, PKK di Desa Ciawi Japura Kecamatan Susukan Lebak yang mewakili Kabupaten Cirebon, sangat layak untuk mendapatkan juara.

Karena menurut Imron, kegiatan yang dilaksanakan oleh PKK Ciawi Japura ini sangat baik dan tertata dengan baik. Bahkan bukti-bukti kegiatan juga, tersimpan dengan baik.

"Tadi dinilai oleh Tim Juri, semua kegiatan bagus dan ada buktinya. Yakin bisa juara," kata Imron.

Imron juga mengatakan, bahwa keberadaan PKK ditengah-tengah masyarakat, dirasa sangat penting. Karena banyak peran dari PKK, yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.

Oleh karena itu, Imron juga meminta kepada PKK, untuk bisa memberikan edukasi kepada masyarakat, terkait dengan program keluarga, kesehatan dan hal lainnya.

"PKK juga diminta untuk bisa membantu melakukan pendampingan program pemerintah," kata Imron.

Ketua PKK Jawa Barat, Atalia Praratya mengatakan, kegiatan dan penilaian dalam lomba PKK pada tahun ini, dilakukan secara virtual. Karena menurutnya, kehadiran tim juri secara langsung kelokasi, tidak memungkinkan.

"Karena memang masih banyak wilayah di Jabar, yang masih tinggi penularan covid-19 nya," katanya.

Atalia juga berharap, adanya lomba PKK ini, akan memberikan manfaat tersendiri bagi kelompok PKK diwilayah. Karena dengan adanya perlombaan ini, maka komunikasi dan koordinasi akan terjalin dengan baik.

"Anggota PKK juga nantinya bisa menjadi kreatif dan inovatif," kata Atalia.


Ia juga menambahkan, ada enam kategori kabupaten dan enam kategori kota, yang akan dinilai dalam perlombaan ini. Pemenangnya, akan mengikuti perlombaan PKK mewakili Jawa Barat di Tingkat Nasional. (Nur)

Share:

Kepala Kantor Kemenag Kota Cirebon Dukung Transformasi IAIN Ke UIN, Ini Perubahan Yang Baik

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Cirebon, Drs H Moh Mulyadi M.MPd


CIREBON, (fokuscirebon.com) - Perubahan status lembaga dari IAIN ke UIN kembali mendapat dukungan. Kali ini datang dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Cirebon, Drs H Moh. Mulyadi M.MPd, usia mengikuti kegiatan Maulid Nabi SAW yang diselenggarakan di kantornya, Senin (26/10/2020).

Menurut H Mulyadi, dengan peningkatan status dari IAIN Syekh Nurjati Cirebon menuju UIN, ini adalah perubahan yang baik dan diharapkan akan lebih eksis pada masalah-masalah pendidikan. 

"Ya, alhamdulillah, tentunya kami patut bersyukur dan diharapkan perubahan status tersebut lebih meningkatkan pendidikan ke depannya dan menjadi Universitas Islam yang diinginkan, berikut kerangka ilmu yang dikembangkannya," katanya.

Demikian juga hadirnya UIN, tentu wilayah Cirebon dapat diwarnai oleh pendidikan. Oleh karena itu, UIN harus bisa memberikan banyak peran dan inovasi baru yang dapat ditawarkan. Dirinya pun sangat mendukung dengan perubahan status lembaga ini.

"Saya sangat mendukung dengan peningkatan status lembaga ini, dengan harapan semoga pendidikan di wilayah cirebon semakin maju, terutama dalam peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) atau Human Development Index (HDI),  khususnya pendidikan Islam," terangnya. (din)
Share:

Minggu, 25 Oktober 2020

Selain Mendukung, Bupati Majalengka Berharap UIN Mampu Mengintegrasikan Ilmu-Ilmu yang Berbasis Imtaq dan iIptek

Bupati Majalengka, Dr. H Karna Sobahi, M.MPd sangat mendukung transformasi IAIN ke UIN.


MAJALENGKA, (fokuscirebon.com) - Peningkatan status dari IAIN ke Universitas Islam Negeri (UIN), terus memicu dukungan dari berbagai kalangan. Tidak hanya para pegiat pendidikan, dukungan juga mengalir dari kalangan birokrat dan politisi.

Tentu ini pertanda baik bagi kelanjutan pendidikan islam di Cirebon dan sekitarnya. Mengingat tanah Cirebon pada sudut kesejarahan merupakan tanah penyebaran Islam yang dibawa oleh para Waliyullah.

Kini dukungan juga datang dari Bupati Majalengka, DR H Karna Sobahi M.MPd. Dirinya memandang tranformasi IAIN menjadi UIN Syekh Nurjati ini sesuai dengan konseptual dasar ajaran Islam, yakni rahmatan lil'alamin. 

Karena, setelah menjadi UIN selain fakultas ilmu keagamaan, menghadirkan pula fakultas keilmuan lainnya yang bersifat umum. Demikian diungkapkan Bupati Majalengka, DR H Karna Sobahi MMPd, Minggu (25/10). 

Menurut Karna Sobahi, konsep Islam universal dalam UIN mewujudkan integrasi dan sintesis ilmu-ilmu keislaman (agama) dengan ilmu-ilmu umum (sains) dalam sebuah bangunan peradaban Islam. 

"Semua bidang dan disiplin keilmuan ini akan menjadi bagian integral dari proses pendidikan Islam ketika IAIN sudah berubah menjadi UIN," jelasnya.

Bupati Karna yang juga pernah mengajar di Fakultas Hukum dan Syariah UIN Bandung mengingatkan, setelah menjadi UIN jajaran akademisi UIN harus mampu menepis sebuah stigma. Yakni fakultas ilmu-ilmu keagamaan akan tergeser oleh fakultas umum lainnya.

Tapi dirinya yakin, dengan komitmen kuat dari jajaran rektorat dan akademisi, hal itu tidak akan terjadi di UIN Syekh Nurjati Cirebon. Sehingga akan selaras dan seimbang antara fakultas ilmu agama dan umum.

"UIN harus mampu mengintegrasikan ilmu-ilmu yang berbasis imtaq dan iptek menjadi kekuatan dan model dalam pembelajaran mahasiswa. Sehingga mahasiswa akan memperoleh pemahaman yang konferhensif imtaq dan iptek," ucapnya.

Diakuinya, lulusan IAIN Syekh Nurjati Cirebon sudah banyak memberikan kontribusi terhadap pembangunan di Majalengka. Banyak ASN bahkan kepala dinasnya merupakan lulusan IAIN. Belum lagi banyak yang mengajar di sekolah swasta maupun pada ratusan pesantren yang ada di Majalengka.

"Alhamdulillah, kami dukung segera mungkin IAIN menjadi UIN dan diharapkan dapat mencetak sarjana muslim yang memiliki dua keunggulan, yakni keunggulan di bidang sains dan teknologi sekaligus keunggulan di bidang wawasan keislaman. Kemudian warga kami bisa memiliki pilihan untuk kuliah di UIN nantinya," pungkasnya. (din)


Share:

Sabtu, 24 Oktober 2020

UKM Kewirausahaan AMB Ikut Meriahkan Acara Bazar Produk Halal MUI Kab.Belitung

UKM Kewirausahaan Akademi Manajemen Belitung ikut berpartisipasi aktif dalam Bazar Produk Halal MUI Kab.Belitung.


BELITUNG - Upaya menumbuhkan jiwa enterpreneur mahasiswa, UKM Kewirausahaan Akademi Manajemen Belitung ikut berpartisipasi aktif dalam Bazar Produk Halal MUI Kab.Belitung. 

Kegiatan yang digelar bersamaan dengan festival Hadra ngantar pengantin dan Rebana, Sabtu (24/10), diikuti oleh belasan UMKM yang berada di Kabupaten Belitung. 

Pada Bazar kali ini, UKM Kewirausahaan AMB menjajakan beberapa produk hasil kreatifitas mahasiswa.

"Ini untuk kali pertama UKM Kewirausahaan AMB yg dimotori mahasiswa ikut dalam kegiatan seperti ini, dan kita akan terus mensupport mahasiswa AMB dalam mengembangkan soft skillnya, tidak hanya di bidang ini tapi semua bidang yang menjadi konsen mahasiswa,," terang Eka Nuraini, S.Pd,M.Pd selaku Pembantu Direktur Bidang Kemahasiswaan.

Demikian juga dinyatakan Berandi Suaryansyah, S.Pt,MM selaku dosen kewirausahaan,  bahwa keikutsertaan mahasiswa dalam Bazar ini merupakan edukasi untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan mahasiswa. 

Mahasiwa perlu diberikan edukasi praktik langsung, bukan hanya edukasi secara teoritis saja, sehingga ada sinergi antara teori dan praktik.

Sementara itu, Farid Wajdi, S.Ag, M.Si selaku pembantu Direktur Bidang Akademik pada saat berkunjung ke stand UKM AMB mengemukakan, bahwa diperlukan adanya sarana bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang sudah dipelajari di kampus agar diharapkan nantinya akan tumbuh wirausahawan muda dari kampus AMB. 

Karena kedepan tidak diharapkan lagi hanya sebagai pencari kerja tetapi memiliki kemampuan menciptakan lapangan pekerjaan bagi dirinya dan orang lain.


Rita Sintia mahasiswa AMB Prodi MA mengaku bangga  bisa mengikuti kegiatan tersebut. "Kami bersyukur bisa mengikuti kegiatan ini, dengan ini kami dapat mengembangkan jiwa enterpreneur dan memperkenalkan produk-produk hasil dari kreatifitas kami sendiri kepada masyarakat," ujar Ria Sintia.(Nur)
Share:

Lestarikan Budaya Daerah, MUI Kab Belitung Gelar Festival Hadra Ngarak Pengantin dan Rebana Se Kab Belitung

Festival Hadra Ngarak Pengantin dan Rebana 2020

BELITUNG - MUI Kabupaten Belitung melaksanakan Festival Hadra Ngarak Pengantin dan Rebana. Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Bupati Belitung yang diwakili oleh Assisten 1 ditandai dengan penabuhan hadra secara bersama-sama.

Hadir dalam acara tersebut Staf Ahli Gubernur Provinsi Babel, Forkompinda, Kakankemenag Kab.Belitung, Ketua Lembaga Adat dan Ketua MUI Kabupaten Belitung Timur.

Dalam laporannya, Ketua Panitia Pelaksana, Karseno mengatakan, bahwa festival ini diiikuti oleh 11 peserta grup hadra dan 11 peserta grup rebana utusan dari 5 kecamatan se Kabupaten Belitung. 

Sedangkan dewan juri terdiri dari budayawan Belitung yang kompeten di bidang seni hadra dan rebana serta dewan juri dari bidang seni budaya MUI pusat.

Dalam sambutannya, Ketua MUI Kabupaten Belitung, KH.Anwar, DM mengemukakan bahwa tujuan digelarnya festival ini dalam rangka menyambut Maulid Nabi SAW dan Memeriahkan Hari Santri Nasional.

Lebih lanjutnya, Beliau mengatakan bahwa festival ini juga merupakan upaya MUI Kab.Belitung mendukung program pemerintah dalam melestarikan budaya daerah dan mengantisipasi budaya luar yg tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam.

"Dengan sains hidup menjadi mudah, dengan seni hidup jadi indah, dengan agama hidup jadi bermakna," demikian dikatakan KH Anwar DM mengutip ungkapan Prof.Dr.Mukti Ali.

Sementara dalam sambutan Bupati Belitung yang disampaikan oleh Assisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, Bakri Hauriansyah, SE menjelaskan, pemerintah daerah menyambut baik kegiatan ini sebagai momentum untuk mempromosikan seni budaya daerah sebagai salah satu wisata religi.


Terlebih pada saat ini pemerintah daerah kembali berupaya membangkitkan kembali sektor pariwisata untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dimasa pandemi.

Kegiatan ini ditutup pada hari Sabtu oleh Bapak Bupati Belitung sekaligus pengumuman dan pembagian hadiah bagi para pemenang. (Nur)



Share:

Jumat, 23 Oktober 2020

Dukung Transformasi IAIN Ke UIN, Komisi VIII DPR RI, H Satori Berharap Proses di Kemen-PAN RI Segera Turun

H. Satori, Komisi VIII DPR RI yang mendukung penuh peralihan status dari IAIN Cirebon ke UIN, Jum'at (23/10/2020).



CIREBON, (fokuscirebon.com) - IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang akan beralih status menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) terus mendapat dukungan. 

Dukungan yang terus berdatangan tersebut, datang dari Walikota Cirebon, Dr H Nasrudin Azis SH, kemudian juga dari para aktivis dan tokoh masyarakat. Bahkan dukungan juga datang dari  Wakil Gubernur Jawa Barat dan Dirjen Pendis Kementerian Agama RI.

Sementara itu, melalaui video berdurasi 38 detik, yang diterima awak media, Anggota DPR RI, Komis VIII, H Satori SPdI, MM juga mendukung dan memotivasi agar alih status dari IAIN Cirebon ke Universitas Islam Negeri (UIN) segera terwujud.

H Satrori berharap prosesnya di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) segera turun agar alih status menjadi UIN segera terealisasi.

"Saya H Satori, Komisi VIII DPR RI, Daerah Pemilihan VIII, Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Indramayu, mensuport dan mendukung penuh alih status dari IAIN Cirebon ke UIN, dan saya harapkan prosesnya dari Kementerian PAN RI segera turun agar alih status tersebut dapat segera terealisasi," pungkasnya. (Nurdin) 


Share:

Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Arab IAIN Cirebon, Gelar Gebyar Bahasa Arab 2020


CIREBON, (fokuscirebon.com) - Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Arab IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar kegiatan Gebyar Bahasa Arab 2020 dengan mengundang pembicara Ahmad Makki Hasan. Pada kajian bahasa ini, diskusi hangat muncul di tengah tarikan revolusi industri 4.0 yang memaksa satu sisi pada penguasaan teknologi.

Membuat kegiatan wabinar yang diikuti banyak mahasiswa dan para pegiat pendidikan bahasa arab ini, menambah daya tarik audiens secara online ketika menyimak bahasa arab bisa menjadi bahasa internasional ke dua setelah bahasa Indonesia.

Ahmad Makki Hasan  mengatakan, bahwa masyarakat Indonesia memiliki ikatan yang sangat erat dengan bahasa Arab. Namun jarang yang menyadari akan hal itu. Banyak sekali yang menjadi alasan kenapa bahasa Arab begitu dekat dengan orang Indonesia. 

Selain itu, Ahmad Makki Hasan juga menyatakan bagaimana menjadikan Bahasa Arab sebagai bahasa wajib kedua setelah bahasa Indonesia. 

"Bukan mengesampingkan bahasa inggris, namun melihat mayoritas orang indonesia adalah muslim, akan sangat baik jika Bahasa Arab bisa dikuasai," jelas Makki.

Menurutnya, jika Bahasa Arab dapat menjadi bahasa internasional kedua yang wajib dikuasai masyarakat Indonesia, maka perkembangan sains-teknologi di Indonesia akan semakin berkembang pesat.

"Jika seorang muslim dapat dengan mudah memahami isi Al-quran karena menguasai Bahasa Arab, maka masyarakat akan mudah pula mendapatkan pengetahuan terkait sains - teknologi. Mengingat di dalam Al-quran terjabar jelas peradaban serta perkembangan dunia," ungkap pria yang karib disapa Ustad Makki ini.

Pembahasan ini dilatarbelakangi oleh sejarah yang menjelaskan bahwa Bahasa Arab memiliki peran penting dalam peradaban dunia. 

"Sebelum berkembangnya ratusan bahasa di dunia, bahasa arab sudah menjadi bahasa utama. Bahkan banyak bahasa di dunia yang terpengaruh dari Bahasa Arab," ujarnya.

Ahmad Makki Hasan juga menjelaskan, bahwa Bahasa Arab disusun karena banyaknya orang yang masuk Islam dan ingin belajar Bahasa Arab, sehingga disusunlah nahwu sorofnya. Tetapi soal mempelajarinya, ada satu sisi belajar nahwu sorofnya tapi satu sisi ada yang langsung belajar tata bahasanya.

"Dalam konteks apapun, diharapkan kita masih punya semangat untuk belajar bahasa Arab," ujarnya.

Terkait banyaknya pertanyaan audiens, soal bagaimana mempelajari Bahasa Arab,  Ahmad Makki Hasan mengungkapkan bahwa semua itu tergantung mana yang dipilih dan disukai. 

"Jadi belajar sendiri pada awalnya, mana yang disukai seperti tasrifan, atau dari bahunya, atau dari kesalahan kesalahan orang yang berbicara Bahasa Arab, lalu kita ingin memperbaikinya. Jadi tidak ada yang jelek orang mau belajar bahasa Arab dari sisi mananya," kata Makki.


Maka yang terpenting saat inj adalah, bagaimana memiliki semangat belajarnya, lalu kedepan jadilah pakar nahwu, pakar sorof dan pakar-pakar lain dalam Bahasa Arab ini. (din)




Share:

Kamis, 22 Oktober 2020

Bupati Cirebon : Yakin, Pesantren bisa Melewati Pandemi Covid 19

Bupati Cirebon Drs H Imron MAg

CIREBON, (fokuscirebon.com) -  Pemerintah Kabupaten Cirebon, menyelenggarakan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2020, dengan melaksanakan upacara HSN di halaman Sekretariat Daerah Kabupaten Cirebon, Kamis 22 Oktober 2020. kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Cirebon, Drs H Imron, M.Ag.

Dalam sambutannya, Imron mengatakan, bahwa dirinya sangat yakin pesantren bisa melewati masa pandemi covid 19 ini dengan baik. Walaupun pesantren merupakan salah satu wilayah yang cukup rentan terpapar virus covid 19, namun banyak pesantren yang bisa menanggulanginya dengan baik.

“Walaupun dengan segala keterbatasan, namun pesantren memiliki kemampuan dalam melakukan penanganan dan pengendalian virus covid 19,” kata Imron.

Salah satu faktor utama keberhasilan pesantren dalam pengendalian covid 19, yaitu sikap kesederhanaan yang selalu diajarakan dalam kehidupan pesantren. Selain itu, Imron juga melihat para kiai dan pimpinan pesantren, sangat memiliki perhatian yang sangat besar terhadap kesehatan para santri.

Para kiai, ujar Imron, sangat mengutamakan kesehatan dan keselamatan para santri, yang berada di pondok pesantren. Walaupun pesantren sudah dirasa mampu dalam menangani covid 19, Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon juga ikut berikhtiar bersama, untuk menanggulangi penyebaran virus covid 19 di pesantren.

“Kami juga ikut berikhtiar, agar para santri, kiai dan masyarakat, untuk bisa segera terlepas dari pandemi covid 19 ini,” ujar Imron.

Imron juga mengatakan, kesehatan dan keselamatan para santri sangat penting untuk diperhatikan. Karena menurut Imron, santri memiliki peran besar dalam berdirinya negara dan juga kemajuan negara saat ini. Kesehatan para santri, bisa ikut menunjang kemajuan dan pembangunan wilayah.

Oleh karena itu, Imron juga mengucapkan terima kasih kepada santri, atas kontribusi besarnya selama ini kepada Indonesia mupun Kabupaten Cirebon. Ia yakin, jika santri sehat, maka Indonesia akan kuat. “Santri sehat, Indonesia Kuat,” kata Imron. (Nur)

Share:

Usung Tema 'Santri Sehat Indonesia Kuat', KBNU Kecamatan Greged Peringati Hari Santri Nasional 2020

PERINGATI HARI SANTRI NASIONAL 2020 : KBNU Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon rayakan dengan menggelar upacara di halaman Bakai Desa Durajaya, Kamis, 22 Oktober 2020, (foto-Nu'man)


CIREBON, (fokuscirebon.com) -  Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (KBNU) Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon, di antaranya Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) ikut serta memeriahkan "Hari Santri Nasional 2020". Kamis, (22/20/2020)

Acara ini diselenggarakan di halaman Balai Desa Durajaya. Sama hal nya dengan Tema Hari Santri Nasional 2020, KBNU Kecamatan Greged  mengusung tema "Santri Sehat Indonesia Kuat". 

Prosesi upacara ini dikomandoi oleh Satkoryon Banser Kecamatan Greged, Ust. Syahroni. Dan amanat pembina upacara disampaikan langsung oleh Ust. Satori, S.Pd selaku Ketua MWC NU Kecamatan Greged.

Kuwu Desa Durajaya, mengatakan, terimakasih sebanyak-banyaknya. 

"Saya ucapkan banyak terimakasih kepada keluarga besar NU Greged yang telah mempercayakan kepada Desa kami sebagai tuan rumah diacara Hari Santri ini," ucap Sukirman selaku Kuwu Durajaya.

Ia juga berharap, semoga NU di kacamatan Greged tetap istiqomah dan semakin progresif. 

"Saya berharap NU di kecamatan Greged tetap istiqomah dan semakin progresif, baik dari MWC, muslimat, Ansor-Banser, Pagar Nusa, Fatyat, ISNU, JQH dan IPNU-IPPNU," harapnya.

Ketua MWC NU Kecamatan Greged juga mengatakan, dimasa pandemi ini mari kita tingkatkan Iman, tawakal, ridho dan menerima ketentuan dari Allah SWT. 

"Kita harus berikhtiar, harus berusaha, itupun perintah Allah, Allah perintah Kepada kita, agar kita berusaha, berupaya melakukan sesuatu, untuk terhindar dari marabahaya tidak boleh kita menyerah begitu saja," jelasnya.

Dirinya juga mengajak kepada seluruh peserta upacara agar supaya tetap mematuhi protokol kesehatan.

"Untuk itu, mari kita tetap mematuhi protokol kesehatan. Dengan memakai masker ketika keluar rumah, mencuci tangan, memakai handsanitizer, dan sebagainya. Itu semua bentuk ikhtiar kita untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Semoga wabah ini segera berlalu, agar kita bisa menjalankan aktifitas seperti biasanya," ujarnya.

Acara yang berlangsung khidmat ini berjalan lancar, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. (Dimar).





Share:

IAIN Cirebon Jadi Pelopor Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji Virtual Berbasis Teknologi Informasi Pertama di Indonesia


CIREBON, (fokuscirebon.com) -Dalam mendukung inovasi penyelenggaraan sertifikasi pembimbing manasik haji di era pandemi Covid-19 dan pemanfaatan teknologi yang mutakhir, IAIN Syekh Nurjati melalui Center for Hajj and Umrah Studies mengembangkan Sertifikasi Haji Virtual berbasis IT. 

Program sertifikasi pembimbing manasik haji dengan model pelatihan berbasis online, offline dan paperless. Hal ini mulai dilakukan dalam program Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji Angkatan VII kerjasama Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon bersama Kementerian Agama Kantor Wilayah Jawa Barat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Kegiatan yang dilaksanakan selama 12 hari mulai tanggal 19 s.d 30 Oktober tahun 2020 tersebut menggunakan metode blended learning, memadukan pembelajaran dalam jaringan dan luar jaringan. 

Menurut Drs. H. Muzaki, M. Ag selaku direktur Center for Hajj and Umrah Studies pada sesi daring, peserta diwajibkan mengikuti semua mata pelatihan melalui aplikasi Webinar Zoom Meeting dan portal Center for Hajj and Umrah Studies IAIN Syekh Nurjati Cirebon di www.haji-sejati.or.idyang dilaksanakan selama tujuh hari. 

“ Sementara sesi luring dilaksanakan selama lima hari untuk materi yang bersifat praktik, seperti praktik manasik haji.” ungkap Muzaki.

Lebih lanjut, H. Mohammad Yahya, M.Hum selaku kordinator program menambahkan bahwa website yang dimiliki lembaganya terintegrasi dengan sistem yang mumpuni, meliputi proses perekaman kehadiran, sajian materi, proses penugasan, survei, penilaian dan monitoring yang semuanya dilakukan melalui teknologi informasi. 

“Peserta tidak lagi repot untuk mencari materi, mengumpulkan tugas dan melihat evaluasi dirinya, karena semua dapat diakses melalui satu aplikasi digital,” terang Yahya.

Kegiatan ini mendapatkan apresiasi dari Dr. H. Adib, M.Ag Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat, yang mengungkapkan bahwa IAIN Syekh Nurjati Cirebon mampu membuat grand design kegiatan pelatihan di masa Pandemi Covid-19

Oleh karena itu, pelaksanaan kegiatan Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji Angkatan Ke-VII Reguler ini menjadi starting point pelatihan pembimbing manasik haji dan umrah profesional berbasis daring-luring. 

Hal ini dikuatkan oleh  Drs. H. Ajam Mustajam, M.Si, Kabid PHU Kemenag Jawa Barat dalam paparanya menuturkan bahwa pelaksanaan sertifikasi haji virtual dengan teknologi digital adalah yang pertama di Indonesia, dan Jawa Barat adalah pencetusnya. Dukungan konsep dan teknis kegiatan yang baik menjadi salah satu kunci keberhasilan program ini.

Selain itu menurutnya, model pelatihan berbasis teknologi akan mampu meningkatkan pemahaman peserta terhadap perkembangan zaman yang dinamis. 

“Permasalahan pembimbing haji yang tidak mampu menjalankan aplikasi-aplikasi haji Kemenag, harapanya tidak ada lagi. Pembimbing haji mampu melakukan akselerasi literasi teknologi dan setiap proses yang terkait dengan ibadah haji” Harap Ajam.

Antusiasme peserta terlihat melalui partisipasinya dalam penggunaan teknologi. Peserta yang didominasi oleh para Ulama, Kyai dan Pembimbing yang berpengalaman tersebut melalui proses pelatihan berbasis online dengan sangat baik. 

H. Abdul Aziz Siswanto, salah satu peserta merasa bersyukur dengan model pelatihan seperti ini. Menurutnya, segalanya lebih mudah, dengan menyimak materi melalui konferensi virtual, dalam pembelajaran dan penugasan tidak memerlukan banyak kertas. 

“Selanjutnya, kami yang belum paham dengan gawai akhirnya mampu mengoperasikan aplikasi-aplikasi online melalui bimbingan dari fasilitator dan panitia. Harapanya, ini tetap dipertahankan dan dikembangkan,” pungkasnya. (Jam)


Share:

IAIN Cirebon Bersama Kanwil Kemenag dan Pemprov Jabar Gelar Sertifikasi Angkatan VII

 


CIREBON, (fokuscirebon.com) -IAIN Syekh Nurjati Cirebon melalui Center for Hajj and Umrah Studies bekerja sama dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan kegiatan Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji Angkatan VII Reguler tahun 2020. 

Kegiatan tersebut  dilaksanakan selama 12 hari mulai tanggal 19 s.d 30 Oktober tahun 2020. 

Menggunakan metode blended learning, dengan memadukan pembelajaran dalam jaringan dan luar jaringan, diharapkan tujuan pelatihan tetap dapat dicapai meski pandemi Covid-19 masih melanda Indonesia.

Drs. H. Muzaki, M. Ag selaku direktur Center for Hajj and Umrah Studies mengungkapkan bahwa pilihan menggunakan metode tersebut adalah yang paling tepat merespon pandemi. Pihaknya melakukan upaya terbaik untuk memberikan pelayanan terhadap pemenuhan kebutuhan pembimbing haji bersertifikat di Jawa Barat.  Menurutnya, sertifikasi ini penting dilakukan untuk menyiapkan para pembimbing manasik haji dan umrah yang profesional dan terstandar. 

“Peserta yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 100 orang, yaitu perwakilan ASN Kementerian Agama dari setiap kabupaten dan kota serta perwakilan Pimpinan Wilayah Ormas di Jawa Barat.” ungkapnya.

Dr. H. Adib, M.Ag Kepala kantor wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat dalam sambutanya menuturkan bahwa program sertifikasi ini sangat penting bagi pembimbing dalam meningkatkan kompetensi dan keahlianya, terkait keilmuan, regulasi haji dan implementasinya dalam program kegiatan. Terlebih merespon kondisi Jawa Barat sebagai salah satu provinsi dengan jumlah jamaah haji terbesar. 

Menurutnya, selain program sertifikasi yang dilaksanakan, Kemenag Provinsi Jawa Barat juga sedang membangun asrama haji di Indramayu dan pusat pelayanan haji terpadu di tingkat provinsi, kabupaten dan kota. Ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat. 

Hal ini dikuatkan pula dengan komitmen pemerintah provinsi Jawa Barat dalam mendukung program-program keagamaan di wilayah tersebut. 

Drs. H. Barnas Adjidin, MM., M.Pd, Kepala Biro Pelayanan Sosial Pemertintah Provinsi Jawa Barat mengungkapkan bahwa salah satu visi pemerintah daerah adalah mewujudkan Jawa Barat Juara lahir dan batin. Hal ini dibuktikan dengan hibah yang diberikan kepada kanwil Kemenag Jawa Barat, termasuk pelaksanaan sertifikasi. 

“Harapan kami, pemerintah dan masyarakat mampu bersinergi untuk turut serta membangun Jawa barat yang sejahtera lahir dan batin” tutur Barnas Adjidin.

Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Nizar Ali, M.Ag yang sebelumnya menjabat sebagai Dirjen PHU Kementerian Agama RI dalam sambutanya menarasikan bahwa program sertifikasi ini adalah titik temu bagi setiap pembimbing haji dalam menyamakan persepsi terkait proses bimbingan haji. Selanjutnya, melalui kegiatan tersebut terjadi proses standarisasi keilmuan dan pengetahuan para pembimbing haji. 

“Upaya-upaya yang telah dilakukan oleh Dirjen PHU melalui program-program inovatif, salah satunya  sertifikasi pembimbing haji terbukti mampu meningkatkan kepuasaan masyarakat terhadap pelayanan Ibadah Haji. Seperti dirilis oleh BPS untuk tahun 2019 mencapai 85,91 % dengan predikat sangat memuaskan” tegas Prof. Nizar.


Merespon hal tersebut, Dekan Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah IAIN Syekh Nurjati 
Dr. Hajam, M.Ag menyambut baik dan antusias, bahwa kesiapan dan kesigapan setiap komponen pelatihan berjalan dengan baik. Narasumber yang dihadirkan dapat memberikan pencerahan keilmuan dan pengetahuan kontemporer terkait Ibadah Haji. Termasuk pelayanan terbaik yang diberikan oleh panitia dan fasilitator. 

“Harapanya selain mendapat sertifikat, peserta mampu menguasai materi pelatihan dan mengaplikasinya dalam pembimbingan manasik haji kepada Jamaah dengan berkualitas” pungkasnya. (Fas)

Share:

Peringati Hari Santri Nasional, PCNU Kab Belitung Bagikan 1000 Masker Kepada Masyarakat

PERINGAT HARI SANTRI TAHUN 2020 : PCNU Kabupaten Belitung bagikan 1000 masker kepada masyarakat, Kamis (22/10/2020). 


BELITUNG - Dalam rangka Hari Santri Nasional Tahun 2020, PCNU Kabupaten Belitung melaksanakan kegiatan NU dengan membagikan 1000 masker kepada masyarakat. 

Kegiatan pembagian masker ini dilakukan di tiga lokasi, yakni  Taman Kota Tanjungpandan, Simpang Empat Air Rayak dan Simpang Empat Jl.Patimura dengan melibatkan seluruh Banom NU, seperti  PC.Muslimat NU, Fatayat NU, PC.Ansor, Sakorcab Banser, Lazisnu dan LBMNU.  

Ketua PCNU Kab.Beliting,  Drs.H.Huziadi Husin, M.Si mengemukakan bahwa dalam memperingati HSN Tahun 2020 ini, PCNU Kab.Belitung menggelar dua kegiatan yaitu Istighotsah kubro dan doa untuk keselamatan bangsa serta pembagian masker kepada masyarakat.

Pembagian masker sendiri dilaksanakan untuk mendukung program Pemda Belitung mengkampanyekan dan menanamkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memakai masker di masa pandemi untuk mencegah penularan virus Covid 19 dik Kabupaten Belitung.

Sementara menurut Sekretaris PCNU Kab.Belitung Farid Wajdi, S.Ag, M.Si, PCNU Kab.Belitung akan senantiasa mendukung kebijakan pemerintah daerah dalam menangani penularan virus Covid 19.

Selain itu, penanganan Covid 19 ini tidak cukup dilakukan secara ikhtiar lahiriyah saja, tetapi juga diperlukan ikhtiar rohaniyah. 

"Inilah mengapa selain pembagian masker juga dilaksanakan istighotsah kubro. Sehingga perlu diseimbangkan antara iman dan imun," ujar Farid, Kamis (22/0/2020).


Faridjuga menegaskan, bahasa penerapan protokol kesehatan itu penting, tetapi lebih penting lagi ada peningkatan protokol keimanan masyarakat. 

Hal ini sejalan dengan tema HSN Tahun 2020 yakni 'Santri Sehat Indonesia Kuat. Sehat secara fisik dan kuat pondasi keimanan dan ketaqwaan', tandasnya. (Nur)
Share:

Definition List

Unordered List

Support