Tajam, Aktual dan Mencerdaskan

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Sabtu, 27 Februari 2021

Pengukuhan Prof Dr H E Sugianto SH MH Sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Hukum, Banjir Ucapan Selamat

Karangan Bunga Ucapan Selamat kepada Prof Dr H E Sugianto SH MH atas dikukuhnya sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Hukum, yang datang dari berbagai pihak di Indonesia.


FOKUS CIREBON, FC - Sosok Prof Dr H E Sugianto SH MH, dikenal banyak memilki relasi di intenal dan di luar Kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Sosoknya yang low profil membuat Prof Sugianto digandrungi banyak pihak.

Pemikiran dan ide-idenya pun kadang pedas saat membedah atau mengkaji masalah-maslah hukum. Tetapi semua itu untuk perbaikan dan kepentingan umum, yakni masyarakat.

Seperti telihat pada Sabtu 27 Februari 2021, hampir seratusan karang bunga membentang dan berjejer di halaman kampus FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Karangan bunga ini datang dari berbagai instansi, pribadi dan asosiasi serta lembaga-lembaga pemerintah di indonesia. Seluruhnya mengucapkan selamat kepada Prof Dr E Sugianto SH MH atas pengukuhannya sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Hukum.

"Ya, bapak H.Sugianto banjir ucapan selamat. Ada yang datang dari Papua Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Kementerian Jakarta, dan juga sejumlah daerah lain di Indoneaia," kata petugas yang tengah sibuk menerima karangan bunga.

Ucapan selamat datang dari Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Teluk Bintuni.


Acara pengukuhan yang dilakukan secara virtual dan dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan (Prokes), di lantai 5, gedung FITK IAIN Shekh Nurjati Cirebon, juga dihadiri sejumlah penjabat penting, baik di pemerintahan maupun di lembaga-lembaga negara.

Seperti hadirnya Bupati Cirebon, Bupati Teluk Bintuni, Sekda Kota Cirebon, serta sejumlah pejabat lainnya dari berbagai daerah di Indonesia dan Perguruan Tinggi serta dari Kementerian Jakarta.

Ucapan Selamat juga datang dari Asosiasi Doktor Ilmu Hukum Indonesia.

"Selamat Prof, karya, pandangan dan kajian hukum mu, sangat dinanti banyak lembaga dan masyarakat di Indonesia," kata salah seorang yang mengaku dekat dan sangat kagum dengan kepribadian Prof Dr H E Sugianto SH MH di lokasi acara. (din) 

Share:

Hari Ini, Guru Besar Ilmu Hukum, Prof Dr H Sugianto SH MH Dikukuhkan

FOKUS CIREBON, FC - Pada hari ini, IAIN Syekh Nurjati Cirebon akan  melangsungkan Upacara Pengukuhan Guru Besar Bidang Ilmu Hukum yang diselenggarakan secara virtual di Ruang Auditorium FITK, Lantai 5, kampus setempat, Sabtu (27/2/2021). Pengukuhan guru besar tersebut yakni Prof Dr H Sugianto SH, MH.

Upacara pengukuhan ini rencana diikuti oleh Rektor, Senat, para Wakil Rektor, dan jajaran pimpinan civitas akademika IAIN SNJ Cirebon, serta sejumlah pejabat tinggi dan praktisi kolega Prof Dr H Sugianto.SH MH. Dalam kesempatan ini, guru besar juga akan menyampaikan orasi ilmiahnya.

Pranata Humas Ahli Muda IAIN SNJ Cirebon, H.M.Arifin M.Pd.I menyatakan bahwa, Prof Dr H Sugianto SH, MH merupakan sosok yang mampu melakukan terobosan gagasan dengan menerjemahkan ilmu pengetahuan menjadi solusi bagi persoalan di masyarakat, khususnya di bidang ilmu hukum.

"Bapak Sugianto adalah guru besar bidang ilmu hukum, sosoknya sangat mobile dan banyak memiliki relasi," kata Arifin.

Arifin juga menegaskan, tidak sedikit perkara hukum di IAIN Cirebon juga yang sudah ditangani guru besar ilmu hukum ini. "Ya, bangga dan hormat dengan kiprahnya," pungkas Arifin. (din)

Share:

Prof Dr H Sugianto SH MH Resmi Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Hukum

Pengukuhan Prof Dr H E Sugianto SH MH sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Hukum oleh Ketua Senat Institut Agama Islam Negeri (IAIN), Syekh Nurjati Cirebon, Sabtu (27/2/2021).


FOKUS CIREBON, FC - Rapat Senat Terbuka IAIN Syekh Nurjati Cirebon resmi mengukuhkan Prof Dr H Sugianto SH MH sebagai Guru Besar Ilmu Hukum IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Sabtu (27/2/2021).

Kegiatan yang digelar di ruang Aditorium FITK, lantai 5, kampus setempat, dihadiri langsung Bupati Cirebon, Drs H Imron M.Ag, Sekda Kota Cirebon, unsur TNI/Polri, praktisi hukum, Rektor UNSWAGATI Cirebon, para Rektor PTS, Direktur SDM Kementerian dan Kebudayaan RI, Mohammad Sofwan Effendi, para guru besar, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, para Wakil Rektor, serta para pejabat negara lainnya.

Pengukuhan Guru Besar ini juga dihadiri unsur Badan Penelitian DPR RI dan Bupati Teluk Bintuni, Papua Barat, serta sejumlah Jaksa dan Hakim.

H Wawan Arwani MA, Ketua Senat Institut dengan resmi membuka Rapat Senat Terbuka. Tidak lama  kemudian, dilanjutkan dengan pengukuhan guru besar.

Rektor IAIN Syekh Nurjati (SNJ) Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim M.Ag dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada Prof Sugianto yang dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Hukum IAIN SNJ Cirebon.

Sumanta meminta pasca ini semua dapat bekerja dengan baik, untuk percepatan transformasi kelembagaan menuju UIN dan Kampus Cyber Islamic University. 

Sementara sambutan Direktur SDM Kementerian dan Kebudayaan RI, Mohammad Sofwan Effendi, mengatakan bahwa sebagai Profesor tentu memiliki tanggungjawab yang besar. Guru Besar yang baru saja dikukuhkan, diminta karya-karya untuk kemajuan Perguruan Tinggi dan masyarakat Indonesia pada umummya.

"Saya kenal baik dengan Pak Sugianto, pasca ini kita tunggu karyanya untuk sebuah kemajuan, karena sebagai Profesor, keilmuan dan pendapatnya bisa menjadi ketetapan," tuturnya yang juga mengucapkan selamat atas pengukuhan Guru Besar nya di bidang ilmu hukum.

Orasi Ilmiah, Prof Dr H E Sugianto SH MH pada acara pengukuhan Guru Besar Bidang Ilmu Hukum IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Sementara dalam orasi ilmiahnya, Prof Dr H E Sugianto SH MH, menjelaskan seputar UU Pedesaan sebagai representatif majunya suatu daerah atau negara.

Menurut Sugianto, pentingnya peranan desa ini sangat berpengaruh terhadap sebuah kemajuan daerah dan nasional, maka memulihkan ekonomi desa, bertujuan desa tanpa kemiskinan, desa tanpa kelaparan dan desa sejahtera.

"Hal ini agar kodisi tersebut dapat mewujudkan kemandirian desa dan tidak menggangu ketahanan nasional," tandas Profesor Dr H Sugianto SH MH yang juga pernah menjadi Hakim Panel DPR RI serta konsultan hukum dan berbagai aktifitas hukum lainnya. (din)


Share:

Bupati Cirebon Hadiri Kegiatan Pengukuhan Prof Dr H E Sugianto.SH MH Sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Hukum

Bupati Cirebon, Drs H Imron M.Ag saat memberikan sambutan pada kegiatan pengukuhan Prof Dr H E Sugianto.SH MH sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Hukum, di Gedung FITK, IAIN Cirebon, Sabtu (27/2/2021).


FOKUS CIREBON, FC -  Dengan pakaiam khasnya, batik merah mega mendung, Bupati Cirebon, Drs H Imron M.Ag hadiri kegiatan pengukuhan Prof Dr H E Sugianto SH MH sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Hukum IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Sabtu, (272/2021).

Acara yang digelar di lantai 5, gedung FITK IAIN Cirebon, Jalan Perjuangan, Kota Cirebon, juga dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Teluk Bintuni, Papua Barat, serta Direktur SDM Kementerian Pendidikan dan Kebidayaan Republik Indonesia dan tamu negara serta relasi kolega lainnya.

Bupati Cirebon dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat atas pengukuhan guru besar ilmu hukum kepada Prof Dr H E Sugianto SH MH yang diakuinya sebagai sahabat dekat, khsusnya dalam kajian dan diskusi-diskusi hukum.

"Tidak sedikit konstribusi beliau di bidang hukum untuk Pemerintah daerah dan masyarakat di Kabupaten Cirebon. Beliau juga adalah sahabat baik saya, sekaligus guru hukum. Selamat Pak Sugianto, semoga karya-karyamya terus mengalir untuk kepentingan masyarakat Indonesia, khususnya di Kabupaten Cirebon," papar H Imron.

Bupati Cirebon juga berharap, agar peran IAIN Syekh Nurjati Cirebon bagi masyarakat Kabupaten Cirebkn terus ditingkatkan, khusunya dalam pencerdasan dan pencerahan agama.

Apalagi perkembangan teknologi IT  kian berkembang dan maju, tentu peran agama sangat dibutuhkan bagi memfilter dan menangkal islam.ekstrim. 

Menurutnya kekerasan berbasis agama tidak hanya mengancam kemajemukan bangsa, atau berlawanan dengan HAM. Melainkan juga membahayakan keutuhan bangsa dan Pancasila. 

"Sebagai bangsa yang masyarakatnya amat majemuk, kita sering menyaksikan adanya gesekan sosial akibat perbedaan cara pandang masalah keagamaan. Ini tak ayal dapat mengganggu suasana rukun dan damai yang kita idam-idamkan bersama. Umtuk itulah, pentingnya peran IAIN SNJ Cirebon untuk hadir di tengah-tengah masyarakat," pinta Bupati.Cirebon.

Sementara itu, usai sejumlah sambutan, Ketua Senat IAIN SNJ Cirebon melangsungkan pengukuhan Prof Dr H E Sugianto SH MH sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Hukum IAIN SNJ Cirebon. Dengan demikian, guru besar tersebut sudah resmi disandangnya. (din)

Share:

Jumat, 26 Februari 2021

Bupati Cirebon Lantik Kuwu Desa Bojong Lor dan Kuwu Desa Kaligawe

Bupati Cirebon, Drs H Imron MAg melantik 2 Kepala Desa, di Pendopo, Jum'at (26/2/2021).


FOKUS CIREBON.- Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag melantik  Kuwu  Desa Bojong Lor Kecamatan Jamblang dan Desa Kaligawe Kecamatan  Susukan Lebak Kabupaten Cirebon  pada Pelantikan Kuwu Antar Waktu di Pendopo Jalan Kartini Kota Cirebon, Jumat (26/2/2021). 

Kuwu Desa Bojong Lor Kecamatan Jamblang dijabat oleh Badrul Jaman sedangkan  kuwu Desa Kaligawe Kecamatan  Susukan Lebak, dijabat Imam Sutomo. 

Imron mengatakan, dengan dilantiknya dua kuwu ini, mereka secara resmi telah mengemban tugas dan tanggung jawab sebagai pemimpin di desanya.

Menurutnya, mereka harus mampu menjalankan roda pemerintahan di desa. "Mereka para kuwu harus berperan aktif sebagai motivator dan inovator dalam pembangunan di tengah-tengah masayarakat," kata Imron. 

Imron menuturkan, peran sebagai kuwu harus bisa merangkul semua elemen masyarakat dengan mengedepankan peran rakyat pada setiap aspek kehidupan dengan memfungsikan lembaga kemasyarakatan di Desa. 

"Mereka harus bisa menerima masukan dan kritikan dan mampu membaca setiap keinginan warga demi kemajuan desa," katanya. 

Ia mengajak, para kuwu untuk menggali potensi yang ada di desanya. Sebab, setiap desa pasti mempunyai potensi untuk mensejahterakan rakyatnya. 

"Kuwu harus tetap menjalin komunikasi baik dari Pemerintah Kabupaten Cirebon maupun Muspika sehingga setiap ada permasalahan di desa bisa cepat terselesaikan," kata Imron. 

Imron pun menjelaskan, kuwu harus mengantisipasi datangnya musibah di daerahnya. Sebab akhir-akhir ini cuaca di wilayah Kabupaten Cirebon cukup ekstrem. 

"Para kuwu harus bisa mendetiksi adanya bencana. Apalagi sekarang musim hujan. Harus terus koordinasi dengan pihak terkait untuk mengantisipasi datangnya bencana. Terus kalau di musim kemarau kuwu juga harus waspada tentang datangnya kekeringan," katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih SE, M.Si mengajak para kuwu yang diantik untuk melakukan kerja nyata di masa pandemi ini. 

Menurutnya, masih banyak permasalahan yang masih ada di Kabupaten Cirebon, apalagi sekarang sedang di lakukan PPKM mikro. 

"PPKM mikro ini garda di depannya ada di desa yakni RT, RW nya sehingga ini menjadi kerja keras kuwu baru untuk bersama sama mengedukasi masyarakat tentang bahaya Covid-19," kata Ayu panggilan akrabnya. 

Selain itu, Ayu mengungkapkan, ada permasalahan yang cukup besar yang ada di Kabupaten Cirebon yakni masalah sampah. Sebab, selama ini masalah sampah belum juga terselesaikan. 

"Saya berharap kuwu yang baru dilantik bisa menyelesaikan sampah minimal di desanya. Sehingga kalau sampah terselesaikan di tingkat desa kemungkinan masalah sampah di tingkat Kabupaten Cirebon sedikit bisa terselesaikan," katanya. (din)

Share:

Merancang Program Setahun Kedepan, HMJ IQTAF IAIN Cirebon Gelar Rapat Kerja 2021-2022

FOKUS CIREBON, FC - Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (IQTAF) periode 2021-2021 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon menggelar acara Rapat Kerja (Raker).

Acara yang berlangsung di ruang kelas Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) itu mengusung tema "Dedikasi dan Loyalitas dalam Membangun Program Kerja yang Inovatif nan Kreatif Menuju HMJ IQTAF Penuh Perubahan," Jum'at, (26/2/2021).

Ketua Pelaksana, Reyazul Jinan mengatakan, acara ini tujuannya untuk merancang program kerja satu periode kedepan.

"Harapan dari acara ini yakni semoga kedepannya kepengurusan semakin meningkatkan semangat, kreativitas, serta loyalotasnya," katanya.

M. Hisyam Samsul Ma'arif, selaku ketua HMJ IQTAF menegaskan, kemajuan organisasi dapat dilihat dari loyalitas dan kekompakan anggotanya.

"Organisasi harus melahirkan kader-kader yang unggul, melalui Inovasi dan ide terbaru," kata Hisyam.

Ia melanjutkan, penyusunan program kerja juga harus dipertanggung jawabkan bersama, dan maju bergerak bersama untuk HMJ penuh perubahan.

Sementara itu, Ketua Jurusan Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Muhammad Maimun menyampaikan, tiap tahunnya HMJ IQTAF selalu ada peningkatan dan perubahan.

"Penyusunan proker harus melihat dari visi misi jurusan, yang kemudian diiturunkan ke proker HMJ. Sehingga dalam 1 institusi saling mendukung visi misi," ujar Maimun.

Ia memprediksi, di era pandemi ini kegiatan virtual mungkin akan masih berlangsung.

"Namun dalam pandemi bukan berarti minim inovasi, buktinya periode lalu mendapat penghargaan sebagai pengelola acara terbaik," katanya.

Di akhir sambutannya, Maimun berpesan, pengurus harus menghidupakan organisasi, bukan hidup di organisasi. Artinya memberikan apa pun yang terbaik untuk organisasi. (Fas)

Share:

Sukses Membangun Kinerja dan Pelayanan Prima, H Sofyan Satari SE MM Kembali Dilantik Walikota Cirebon

Walikota Cirebon kembali melantik H Opang Satari SE MM, sebagai Dirut Perumda Air Minum Tirta Giri Nata Kota Cirebon, Periode 2021-2026, Jum'at (26/2/2021).

FOKUS CIREBON, FC - Dianggap cakap dan mampu membangun kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Perumda Air Minum Tirta Giri Nata Kota Cirebon, Direktur Utama H Sofyan Satari SE MM kembali dipercaya oleh Walikota Cirebon untuk memimpin perusahaan milik daerah ini.

Hal itu ditandai dengan kembalinya Dirut Perusahaann Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Giri Nata Kota Cirebon, H Sofyan Satari SE MM dilantik Walikota untuk periode 2021-2026.

H Sofyan Satari SE MM juga dinilai memiliki pengalaman yang mumpuni untuk melakukan pembenahan dan meningkatakan pelayanan kepada masyarakat, kendati mendapat pesan khusus dari Walikota Cirebon, agar angka kebocoran terus ditekan hingga ambang batas wajar.

Selain angka kebocoran yang terus ditekan, sebaiknya juga ada pengembangan core bisnis di Perumda Tirta Giri Nata. Azis juga meminta Perumda Tirta Giri Nata untuk mengembangkan core bisnis lain sehingga tidak hanya mengandalkan hasil dari penjualan air minum.

"Jika ada core bisnis baru tentu bisa meningkatkan PAD,” kata Walikota Cirebon.

Dijelaskan, bahwa pada awal kepemimpinannya sebagai Walikota Cirebon periode pertama, tingkat kebocoran di Perumda Air Minum Tirta Giri Nata mencapai 42% dan saat ini tingkat kebocoran sudah turun di angka 35%.

“Kami minta kepada Dirut untuk terus menekan angka kebocoran sampai ambang wajar maksimal 20%,” ungkapnya.

Masalah distribusi air, kata Azis masih menjadi catatan bagi Perumda Tirta Giri Nata yang harus dituntaskan dan pihaknya berharap pelayanan air di Kota Cirebon bisa berlangsung selama 24 jam tanpa henti.

“Pada periode kedua kepemimpinan saya ini, pelayanan air minum harus lebih optimal,” kata Azis.

Dirut Perumda Air Minum Tirta Giri Nata Kota Cirebon, H. Sofyan Satari SE, MM mengungkapkan, penanganan masalah kebocoran sudah menjadi program kerjanya untuk periode yang baru ini.

"Ini sudah menjadi program kami, tentunya dengan segala keterbatasan dan tantangan yang dihadapi seperti bertambahnya jumlah penduduk, keterbatasan sumber air, dana investasi dan luasnya cakupan pelayanan," tutur Dirut Perumda Air Minum Tirta Giri Nata Kota Cirebon.

Selain itu, kata H Opang Satari, Perumda Tirta Giri Nata Kota Cirebon berkomitmen untuk optimalisasi sumber air dan siap untuk menambah jumlah pelanggan. (Nur)

Share:

Rabu, 24 Februari 2021

KMJC dan Dua HMJ FUAD IAIN Cirebon Galang Dana Bantuan Korban Banjir

FOKUS CIREBON, FC - Banjir yang menerjang sejumlah wilayah di JABODETABEK, mengundang aksi kemanusiaan. Salah satunya dilakukan KMJC, HMJ PMI dan HMJ KPI.

KMJC dan 2 HMJ dari Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah itu menggelar aksi kemanusiaan dengan galang dana untuk korban yang terkena banjir, selama dua hari pada Selasa-Rabu , 23-24 Februari 2021. Aksi galang dana bertajuk Peduli Banjir.

Selama dua hari galang dana untuk korban banjir sebagai aksi memanusiaan , digelar di sejumlah tempat. Yakni di titik-titik lampu merah Kota Cirebon.

Melalui seruan aksi kemanusiaan, KMJC, HMJ KPI dan HMJ PMI digiring untuk turut merefleksikan empati korban. Para aktivis mahasiswa itu sadar dengan gotong-royong menggalang dana dari masyarakat tersebut diharapkan sedikit bisa membantu korban banjir.

"Pada aksi Peduli Banjir, saya mengharapkan temen-temen yang ikut galang dana dapat merasakan apa yang mereka rasakan oleh para korban bencana tersebut," kata Shangyang Daffa selaku Ketua Komunitas Mahasiswa JABODETABEKA Cirebon.

Dari hasil penggalangan yang dilaksanakan dalam kurun waktu dua hari, terkumpul Rp 1.800.300. 

Menurut Shangyang, donasi yang sedang digalang belum terkumpul semua. "Uang yang kami galang Insya Allah cukup untuk korban banjir yang ada didaerah jabodetabek." tandasnya. (Nur)

Share:

Wakil Walikota Cirebon : Berprilaku Bersih Harus Dimulai Sejak Usia Dini

FOKUS CIREBON, FC - Pembelajaran pentingnya kebersihan hendaknya dimulai sejak usia dini. Sejak kecil anak-anak diminta sudah memiliki kebiasaan berperilaku untuk hidup bersih dan sehat.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati, saat Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2021 di ruang Adipura Kencana, Balaikota Cirebon, Rabu, 24 Februari 2021.

“Pembelajaran mengenai pentingnya menjaga kebersihan harus dimulai dari usia anak,” ungkap Eti. 

Sejak kecil, anak-anak hendaknya sudah dibiasakan berperilaku untuk tidak membuang sampah sembarangan. Bahkan mereka juga bisa diajarkan untuk mengolah sampah yang dihasilkan sehingga bisa bernilai ekonomi.

“Seperti peringatan tahun ini yang mengambil tema sampah sebagai bahan baku ekonomi di masa pandemi,” ungkap Eti.

Pada kesempatan itu Eti juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon berupaya keras untuk mewujudkan Kota Cirebon sebagai kota yang bersih dan hijau. 

“Di tengah-tengah keterbatasan anggaran kita saat ini, upaya mewujudkan Kota Cirebon yang bersih dan hijau tetap akan kita wujudkan,” tegas Eti.

Salah satunya dengan penutupan Tempat Penampungan Sampah Sementara di Tugu Selamat Datang. Namun diakui Eti penutupan tidak bisa serta merta dilakukan tanpa adanya persiapan yang matang.

Eti juga meminta doa kepada seluruh masyarakat Kota Cirebon mengenai keberadaan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Argasunya. “Feasibility study (FS) sudah jadi,” ungkap Eti.

 Setelah mengurus sejumlah masalah yang masih harus diselesaikan, Detail Engineering Design (DED) segera dibuatkan. Setelah itu TPA Argasunya akan menjadi TPA modern, memiliki teknologi yang mampu mengubah sampah menjadi briket.

Briket itu nantinya dapat menjadi substitusi batu bara sebagai bahan bakar yang ramah lingkungan. “Pandemi Covid-19 membuat perencanaan TPA Argasunya sedikit terhambat. Tapi kita berupaya keras agar segera terwujud,” ungkap Eti.

Pada kegiatan yang digelar hari ini juga diumumkan sejumlah penghargaan yang berhasil diraih oleh Kota Cirebon pada kegiatan Penghargaan Bidang Lingkungan Hidup tahun 2020. Saat itu, Kota Cirebon mendapatkan 3 kategori penghargaan. Yaitu Penghargaan Kota Peduli Lingkungan Hidup di Sekolah, Penghargaan Raksa Prasada Kategori Sekolah Berbudaya/Adiwiyata serta Penghargaan Program Kampung Iklim (Proklim).

Penghargaan Raksa Prasada Kategori Sekolah Berbudaya/Adiwiyata tingkat Provinsi Jabar tahun 2020 diberikan kepada 6 sekolah di Kota Cirebon, yaitu SDN Karyamulya 1, SDN Api-Api, SDIT Sabilul Huda, SMP Santa Maria, SMP Negeri 7 dan SMP Negeri 12. Penghargaan ini diberikan kepada sekolah yang telah melakukan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS).

Penghargaan Program Kampung Iklim (Proklim) tahun ini diberikan kepada RW 01 Karanganyar, Kelurahan Kesambi, Kota Cirebon. Kampung ini bahkan mendapatkan penghargaan sebagai peraih Proklim utama dan mendapatkan sertifikat Proklim dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. 

Proklim merupakan program dalam rangka meningkatkan partisipasi masyarakat dan pemangku kepentingan lain untuk melakukan penguatan kapasitas adaptasi terhadap dampak perubahan iklim dan penurunan emisi gas rumah kaca.

Pada kesempatan yang sama, juga diserahkan Penghargaan Adiwiyata tingkat Kota Cirebon tahun 2020 untuk tiga sekolah. Yaitu SMPK 1 BPK Penabur, SDN Sidamulya dan SD Cirebon Islamic School (CIS).

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kadini, S.Sos., menjelaskan dalam rangkat Hari Peduli Sampah Nasional, Kota Cirebon juga menyelengarakan lomba vlog dengan tema Aksi Kelola Sampah dari Rumah. “Ada 32 video yang dilombakan,” ungkap Kadini. Video tersebut berasal dari 9 sekolah di Kota Cirebon. (Nur)


Share:

Rapat Paripurna Dewan, Dua Rancangan Peraturan Daerah Disetujui

FOKUS CIREBON, FC - Dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) telah disetujui dengan dilakukan evaluasi dan fasilitasi. Keduanya merupakan Perda yang sangat ditunggu untuk bisa menjadi pedoman sejumlah permasalahan yang ada di Kota Cirebon.

Kedua Raperda tersebut akan terlebih dahulu diklarifikasi dan pemberian nomor registrasi dari Gubernur. Selanjutnya, produk hukum tersebut berlaku setelah diundangkan.

“Dua Raperda ini sebenarnya kita tunggu,” ungkap Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH., usai Rapat Paripurna dalam Rangka Persetujuan/Pengambilan Keputusan Raperda tentang Penyelenggaraan Perpustakaan dan Raperda tentang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit di Kota Cirebon, Rabu, 24 Februari 2021 di ruang Griya Sawala, Gedung DPRD Kota Cirebon.

Dijelaskan Azis, Raperda tentang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit bertujuan untuk menghentikan penyebaran penyakit, meminimalkan jumlah penderita, meminimalkan jumlah kematian, memaksimalkan angka kesembuhan serta menjaga ketahanan masyarakat dari paparan penyakit. “Termasuk pula melindungi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat,” ungkap Azis.

Pandemi Covid-19 telah berdampak pada semua sektor kehidupan. Tidak hanya di sektor kesehatan namun juga berdampak pada aspek sosial dan ekonomi skala nasional dan dunia.

Pandemi Covid-19 merupakan force majeure, kejadian di luar kehendak manusia. Banyak negara panik dan tidak siap menghadapinya. Untuk itu diperlukan suatu regulasi yang bisa menjadi dasar pemerintah, termasuk Pemda Kota Cirebon, untuk menghadapi penyebaran penyakit yang terjadi dengan cepat.

“Perda ini bisa menjadi pedoman bagi Pemda dan masyarakat dalam melaksanakan pencegahan dan penanggulangan penyakit di Kota Cirebon,” ungkap Azis.

Sementara itu Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati menjelaskan bahwa Perda tentang Penyelenggaraan Perpustakaan ini akan menjamin penyelenggaraan perpustakaan di Kota Cirebon berlangsung dengan berkualitas, terintegrasi dan berkesinambungan.

“Juga bisa mewujudkan penyelenggaraan pendidikan di daerah secara berkualitas, sumber informasi, ilmu pengetahuan, teknologi, penelitian, hingga rekreasi dan pelestarian budaya,” ungkap Eti.

Selanjutnya kepada kepala perangkat daerah terkait atau pengampu dan pengusul untuk segera menyiapkan hal-hal yang bersifat teknis dan regulasi untuk dituangkan ke dalam Peraturan Wali Kota sebagai tindak lanjut dari penetapan Rancangan Perda yang telah dilakukan hari ini.

Perda ini juga diminta untuk dipedomani dan Kepala Perangkat Daerah diminta melakukan sosialisasi secara bertahap untuk mencapai pelayanan publik yang optimal di Kota Cirebon. (Nur)

Share:

Selasa, 23 Februari 2021

Kantor Kemenag Kota Cirebon Selenggarakn Kegiatan Pisah Sambut Pejabat Eselon III

Kepala Kantor Kemenag Kota Cirebon, H
Moh. Mulyadi M.M.Pd bersama istri tercinta saat memberikan sambutan pisah sambut.


FOKUS CIREBON, FC - Kantor Kemenag Kota Cirebon menyelenggarakan kegiatan pisah sambut pejabat eselon III di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Cirebon dari Kepala Kantor Drs H Moh Mulyadi M.M.Pd kepada Kepala Kantor baru, Dr H Moh Ahsan M.Ag, Selasa (23/2/2021).

H.Mulyadi sendiri saat ini dipercaya sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kabuparen Majalengka.

Dalam sambutannya H Mulyadi mengatakan, pihaknya berterimaksih kepada Kasubag, Kepala Seksi, Pengawas dan Penyuluh, Kepala KUA dan Kepala Madrasah atas kerjasamanya selama ini. Karena selama dua tahun di Kemenag Kota Cirebon, dirinya dapat melaksanakan tugas dengan baik.

"Selama bekerja 2 tahun, 2 bulan ini, alhamdulillah seluruh tugas bisa saya laksanakan dengan baik, dan bisa kita lihat selama 2 tahun bekerja, sudah banyak prubahan di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Cirebon. Untuk itu, saya  mengucapkan banyak terimkasih atas kerjasama yang sudah dibangun dengam baik, dan mohon maaf apabila ada tutur kata dan perbuatan yang tidak berkenan," ujar H Mulyadi di acara pisah sambut.

Dirinya bersama istri tercintanya memohon pamit, mengingat hari ini juga pada pukul 12.00 siang nanti mengikuti kegiatan pisah sambut yang diselenggarakan di lingkungan Kantor Kemenag Kabupaten Majalengka.

Hadir dalam kegiatan tersebut, para Kepala Seksi, Pengawas Madrasah, Pengawas PAI, Kepala Satker MAN 1, MAN 2, MTs 1 dan MTs 2, Kepala KUA, Penyuluh Agama, baik fungsional maupun non PNS, Ketua PGM, Ketua Badan Amil Zakat (Baznas) dan juga Bank Rakyat Indonesia (BRI) juga lainnya.


Sementara menurut Kepala Kantor Kemenag Kota Cirebon yang baru, Dr H Moh Ahsan M.Ag dalam sambutannya mengatakan, pihaknya diberikan tugas untuk kepala kantor Kemenag Kota Cirebon, untuk itu pihaknya meminta dukungan untuk bisa melaksanakan tugas dengan sebaik baiknya.

"Saya datang ke Kota Cirebon ini  dalam rangka melaksanakan tugas,  dan tentu saya mohon doa, dukungan dan kerjasama semuanya," jelasnya.

Di akhir kegiatan, acara pisah sambut pejabat eslon III ini, ditutup dengan kegiatan penyerahan mobil dinas dari Kepala Kantor Kementerian Agama yang lama kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Cirebon yang baru. (din)


Share:

DPRD Kota Cirebon Dorong Pembiayaan UHC BPJS Kesehatan Segera Terserap

Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon, dr Tresnawaty SpB


FOKUS CIREBON, FC – Komisi III dan pimpinan DPRD Kota Cirebon menggelar rapat kerja dengan pimpinan fraksi terkait penjelasan mekanisme pendataan dan pendaftaran penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan.

DPRD Kota Cirebon mengupayakan anggaran untuk pembiayaan Universal Health Coverage (UHC) BPJS Kesehatan yang tersedia di APBD bisa segera diserap. 

Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon, dr Tresnawaty SpB mengatakan, rapat bersama pimpinan dengan pimpinan fraksi DPRD menyepakati, anggaran untuk bantian iuran kepesertaan BPJS Kesehatan sudah dialokasikan pada APBD 2021. Hanya saja penambahan kuota 20.000 calon penerima bantuan iuran dari Pemerintah Kota Cirebon belum didaftarkan. 

Atas dasar itu, hasil rapat Komisi III bersama pimpinan dan ketua fraksi menyepakati untuk secepat mungkin mendata warga Kota Cirebon yang belum terdaftar sebagai peserta BPJS. Termasuk peserta BPJS yang ingin mutasi ke kelas III agar iurannya bisa ditanggung pemerintah daerah. 

“Agar anggaran UHC di APBD bisa segera diserap, kami harus secepat mungkin mendata warga yang belum terdaftar BPJS. Ini sudah memasuki bulan kedua. Akan tetapi penambahan kuota 20.000 belum digunakan, karena belum mendata warga,” ujarnya. 

Meskipun belum diketahui pasti jumlah keseluruhan warga yang akan didaftarkan, akan tetapi menurut Tresna, upaya pendataan warga calon PBI itu harus segera diselesaikan. Agar program UHC BPJS Kesehatan bisa segera dinikmati masyarakat. 

“Cetak kartu perlu waktu, proses verifikasi juga butuh waktu. DPRD ingin syarat pendaftaran jangan sampai menyulitkan warga. Untuk itu kami mengusulkan teknis pendataan dan pendaftaran satu pintu ditangani Komisi III,” kata Tresna. 

Dia menambahkan, pendaftar PBI BPJS cukup menyertakan salinan KTP, KK dan surat pengantar dari kelurahan bagi pendaftar baru maupun mutasi ke keanggotaan kelas III. Sementara surat rekomendasi dari puskesmas sudah ditiadakan. 

Tresna menjelaskan, alokasi anggaran untuk membiayai UHC Kota Cirebon dianggarkan sebesar Rp30 miliar. Anggaran tersebut mengakomodir calon peserta BPJS baru, peserta kelas II dan III yang menunggak, dan prediksi 1.700 angka kelahiran baru warga Kota Cirebon.

“Rekomendasi dari puskesmas sudah tidak perlu. Karena hasil rapat dengan BPJS, mereka sudah bisa memverifikasi sendiri. Yang terpenting ada surat keterangan dari Dinkes, bahwa warga tersebut merupakan warga Kota Cirebon yang preminya akan dibayarkan pemerintah daerah,” ujarnya. 

Saat rapat berlangsung muncul perdebatan terkait teknis pengajuan pendaftaran dikelola Dinas Kesehatan. Ketua Fraksi PPP, dr Doddy Ariyanto MM menyarankan kepada Komisi III DPRD untuk mendengar alasan dari Dinkes perihal keinginannya mengelola teknis pengajuan program UHC. 

Menurutnya, cara pandang berbeda antara legislatif dengan birokrasi tersebut jangan sampai menjadi persoalan di kemudian hari. Apalagi menyangkut nasib dan hak kesehatan masyarakat. Untuk itu, dia mengusulkan agar ada pertemuan dengan Dinas Kesehatan perihal teknis pengajuan PBI dan mekanisme pendataannya. 

“Pertemuan lanjutan akan mempertemukan seluruh anggota DPRD dan Dinas Kesehatan untuk menyelesaikan perbedaan cara pandang dan mempercepat proses pendataan,” katanya. (din)

Share:

Senin, 22 Februari 2021

Usung Inovasi Baru, DEMA FUAD IAIN Cirebon Gelar Event "GAPEDE"

 

Ketua Panitia Kegiatan 'Gapede' Omar Qad Panity


FOKUS CIREBON, FC - Kepengurusan DEMA (Dewan Eksekutif Mahasiswa) FUAD (Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah) periode 2021/2022 pertama kalinya  mengadakan event bernama “Gapede” yang di dalamnya tertampung aspirasi dari seluruh mahasiswa FUAD, Senin, (22/02/2021)

Kegiatan "Gapede” (Gathering Pengurus Dewan Mahasiwa) tersebut, menjadi inovasi baru untuk kepengurusan periode ini dengan memberikan kualitas kinerja yang lebih baik, mengingat organisasi ini merupakan penampung aspirasi bagi seluruh mahasiswa FUAD.

Acara yang digelar di Gedung FUAD ruang 405 ini, dihadiri oleh SEMA-I, Demisioner DEMA, dan perwakilan dari tiap-tiap pengurus HMJ yang sekaligus sebagai ajang silaturahmi, dengan tema  “Perspektif Delapan Sisi Menuju Solusi Satu Persepsi”.

Dalam kegiatan ini, setiap perwakilan pengurus HMJ  membawakan aspirasi yang telah tertampung dalam media google form, yang kemudian didiskusikan dan direalisasikan bersama.

Ketua Pelaksana, Omar Qad Panity menjelaskan, bahwa Gapede ini artinya bukan tidak percaya diri, tetapi sebuah event yang mempertemukan pengurus DEMA dan perwakilan pengurus HMJ, pasca pelantikan.

"Kita sengaja mengambil nama Gapede ini agar menjadi ciri khas dari DEMA sendiri,” ujarnya saat dihubungi di gedung FUAD.

Dijelaskan, dengan  terselenggaranya acara ini, secara tidak langsung dapat memberikan esensi cukup dalam, karena aspirasi yang telah diberikan dari teman-teman mahasiswa akan dimasukan ke dalam program kerja .

DEMA, SEMA dan Pengurus HMJ

Pihaknya berharap, dengan adanya event ini akan menjadi ajang aspirasi yang berkelanjutan, memperbaiki yang belum bisa dan menindaklanjuti yang sudah baik.

"Dengan adanya kegiatan ini semoga segala aspirasi dari mahasiwa dapat tersampaikan dengan baik sehingga Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah bisa menuju ke arah yang lebih baik lagi," pungkasnya. (Eva)

Share:

Wali Kota Cirebon : Pejabat Fungsional dan PPPK Dilantik Harus Bekerja Baik Untuk Masyarakat


FOKUS CIREBON, FC - Wali Kota Cirebon Drs. H. Nashrudin Azis, SH. melantik 33  Pejabat Fungsional dan 44 orang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemerintah Daerah Kota Cirebon, Senin, 22 Februari 2021 di salah satu hotel di Kota Cirebon.

Azis meminta mereka yang baru dilantik hari ini bisa menjadi ASN yang bermanfaat bagi negara.

Dalam sambutannya, Azis menyampaikan bahwa jabatan merupakan amanah yang harus diemban, disyukuri dan dipelihara dengan baik. 

“Pesan saya, setiap kali melangkahkan kaki dari rumah ke tempat kerja niatkan untuk pengabdian serta bekerja dengan ikhlas,” ungkap Azis.

Pada kesempatan itu Azis juga mengungkapkan bahwa penyerahan SK pengangkatan PPPK formasi tahun 2019 ini merupakan tindak lanjut dari terbitnya Peraturan Pemerintah No 49 tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja.

Kebutuhan ASN yang mendesak yang menjadi prioritas pemerintah adalah untuk pemenuhan Guru dan Penyuluh pertanian. 

Pada jabatan-Jabatan prioritas tersebut saat ini sudah banyak terisi non PNS yang telah lama bekerja dibidang tersebut telah berusia diatas 35 tahun. 

Perekrutan ASN melalui skema PPPK tahap I diharapkan menjadi solusi diangkatnya pegawai-pegawai non PNS tersebut menjadi ASN. 

“Mereka menempati bidang yang sesuai dengan disiplin ilmu masing-masing,” ungkap Azis.

Menurut Azis, tidak semua orang bisa menjadi ASN. Untuk itu bagi yang sudah dilantik hari ini diminta untuk tiada putus mengucapkan syukur atas nikmat Allah SWT yang telah diberikan. 

“Bagaimana caranya? Tentu dengan bekerja yang baik, bekerja yang ikhlas untuk masyarakat Kota Cirebon. Jadilah ASN yang memiliki kepribadian baik,” ungkap Azis.

Selain melantik PPPK dan Pejabat Fungsional, hari ini juga dilantik 3 orang inpassing jabatan fungsional. (Nur)


Share:

Sabtu, 20 Februari 2021

Kadisdik Kabupaten Cirebon Lantik Ketua MKKS Terpilih Periode 2021-2024

FOKUS CIREBON, FC - Tahapan pemilihan yang dilakukan secara profesional dan demokratis, akhirnya membuahkan keputusan bagi Drs DidinJaenudin M,M sebagai Ketua MKKS periode 2021-2024.

Pelaksanaan pemilihan yang gelar di Apita Hotel, Sabtu (19/2/202),  dihadiri Kepala SMPN sekolah se – Kabupaten Cirebon.

Pada kegiatan ini, Didin Jaenudin maju kembali mencalonkan diri dan dalam proses pemilihan tersebut, Didin Jaenudin akhirnya melenggang dengan mudah karena calon lainnya mengundurkan diri dan menjadi calon tunggal. 

Didin Jaenudin pun akhirnya langsung dikukuhkan dan dilantik saat itu juga oleh Kadisdik Drs.H Asdullah Sam Anwar menjadi Ketua MKKS di periode 2021- 2024 .

H.Asdullah berharap siapapun yang terpilih jadi Ketua MKKS hendaknya bisa bersinergi dan dapat membantu dan bekerja sama dengan kepala sekolah orang tua siswa juga yang lainya.

"Pemilihan Ketua MKKS adalah suatu hal yang biasa dan MKKS di bentuk di semua kota kabupaten agar bisa membantu kerja kepala sekolah," tandasnya.

Ketua terpilih Drs.Didin jaenudin M,M. juga menyampaikan bahwa dirinya dengan pengurus baru akan bersinergi dengan kepala sekolah media juga orang tua siswa dan mengarah ke arah lebih baik untuk pendidik di kabupaten Cirebon .

Lebih lanjut Didin Jaenudin juga mengatakan bahwa dengan kondisi Covid-19 ini juga jadi kendala di setiap sekolahan karena menurutnya tidak semua kepala sekolah atau sekolah dapat menjalankan pembelajaran jarak jau ( PJJ) karena setiap lokasi sekolah berbeda beda .

"Ada yang sekolahnya mampu melaksanakan dengan tidak terkendala baik sinyal dan para siswanya memiliki hp ya bisa menjalankan pelajaran cukup dengan PJJ saja namun ada juga yang tidak cukup dengan PPJ karena terkendala," pungkasnya. (Hafiz)

Share:

Jumat, 19 Februari 2021

Bupati Cirebon Minta PMII Mampu Bersinergi dan Beri Solusi

Bupati Cirebon, H Imron M.Ag saat membuka acara MAPABA XV PMII, Rayon Pelangi Tarbiyah IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Jum'at (19/2/2021).


FOKUS CIREBON, FC - Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag membuka secara resmi Mapaba XV PMII, Rayon Pelangi Tarbiyah IAIN Syekh Nurjati Cirebon di Gedung PCNU Kabupaten Cirebon, Jumat (19/2/2021). 

Acara tersebut diikuti sekitar 76 anggota mahasiswa baru PMII serta beberapa kampus di Cirebon dan berlangsung selama tiga hari. 

"Saya diminta untuk membuka acara Mapaba PMII, karena saya juga alumni PMII tahun 1983. Sehingga ini merupakan salah satu ajang silaturahmi dengan sahabat-sahabat PMII Cirebon," kata Bupati Imron. 

Imron mengatakan, PMII Cirebon harus mempunyai andil dalam permasalahan yang ada di masyarakat. 

Menurutnya, sebagai mahasiswa harus ada kepedulian. Karena dalam organisai itu selain membaca, mereka juga harus mempelajari permasalahan sosial yang ada di masyarakat. 

"Mereka harus membantu masyarakat yang sedang mempunyai masalah baik segi ekonomi maupun sosial. Serta para kader PMII juga harus mempunyai solusi bagaimana cara mengatasinya," kata Imron. 

Imron mengajak para mahasiswa untuk membantu pemerintah dalam berbagai hal. Tidak hanya memberikan mengkritik. Akan tetapi bisa memberi solusi dan bersinergi dengan pemerintah daerah di masa pandemi Covid-19 ini. 

"Mari para mahasiswa khususnya PMII Cirebon untuk ikut menyosialisasikan bahaya Covid-19 kepada masyarakat dengan solusinya 3M yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan," katanya. 

Selain itu, Imron mengatakan, PMII oraganisasi mahasiswa yang sangat besar. Sehingga apa yang dilakukan di masa pandemi ini nantinya bisa membantu pemerintah daerah untuk mengatasi pandemi ini. 

"Pemda Cirebon sekarang sedang ada program vaksinasi Covid-19. Sehingga kami meminta agar teman-teman PMII Cirebon agar bisa membantu mensosialisasikan kepada masyarakat umum bahwa vaksin itu aman dan halal," katanya. 

Ia berharap, agar PMII Cirebon bisa lebih maju lagi dan solid lagi. "Mari  bersama-sama dengan Pemerintah daerah untuk terus berkomunikasi dan diskusi untuk kemajuan yang ada di Kabupaten Cirebon," kata Imron.

Share:

Kamis, 18 Februari 2021

Pemda Kota Cirebon Fasilitasi Pembentukan Komite Ekonomi Kreatif

Wakil Wali Kota Cirebon, Hj Eti Herawati


FOKUS CIREBON, FC - Wadah ini diharapkan bisa menggandeng pelaku ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan warga Kota Cirebon.

Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati, saat membuka Rapat Koordinasi Pelaku Ekonomi Kreatif dalam Rangka Pembentukan Komite Ekonomi Kreatif Kota Cirebon di salah satu hotel di Kota Cirebon, Kamis, (18/2/2021).

“Kalau ditanyakan wadah ini perlu, yes. Karena wadah ini nantinya yang akan menggairahkan perekonomian di Kota Cirebon dengan aktivitasnya masing-masing," tuturnya.

Dijelaskan Eti, masa pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung satu tahun telah mengubah pola dan kebiasaan hidup masyarakat.

“Banyak pula sektor yang terdampak pandemi Covid-19,” ungkap Eti. Salah satunya pariwisata.

Menurut Eti, sangat banyak pelaku industri pariwisata yang harus gulung tikar karena tidak sanggup bertahan di masa pandemi ini.

Untuk membangkitkan kembali sektor kepariwisataan di masa adaptasi kebiasaan baru ini, maka gerakan pemulihan ekonomi kreatif dilakukan.

“Kenapa ekonomi kreatif? Karena ini yang bisa bertahan di masa pandemi Covid-19 ini,” tegas Eti.

Untuk itu, Pemda Kota Cirebon, dalam hal ini Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (DKOKP), menginisiasi rapat koordinasi ekonomi kreatif.

“Ini sebagai upaya awal Pemda Kota Cirebon untuk membangkitkan sektor ekonomi kreatif,” ungkap Eti.

Sementara itu Kepala DKOKP Kota Cirebon, Drs. Agus Suherman, SH., MH., menjelaskan bahwa rapat koordinasi ini diikuti oleh 70 orang yang merupakan perwakilan dari 16 kelompok pelaku ekonomi kreatif di Kota Cirebon. 

"Mulai dari pelaku seni, pelaku film, UMKM, dan usaha jasa lainnya. Semua memiliki keterwakilan,” ungkap Agus.

Kedepannya, lanjut Agus, diharapkan forum ekonomi kreatif di Kota Cirebon bisa menggandeng semua komponen dan pelaku ekonomi. Sehingga usaha mereka bisa berkembang, setelah sempat terjatuh di masa pandemi Covid-19, dan kembali mengangkat kesejahteraan masyarakat Kota Cirebon. (Nur)


Share:

Mahasiswa IAIN Cirebon Raih Medali Emas Pada Kompetensi Sains Indonesia Bidang Matematika

PRESTASI NASIONAL : Tiga mahasiswa IAIN SNJ Cirebon berprestasi nasional di ajang KSI bidang matematika. (foto/ist)

FOKUS CIREBON, FC - Kabar gembira kembali datang dari kampus Cyber Islamic University, IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Di mana ketiga mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) IAIN Cirebon mampu mendulang prestasi yang membanggakan, yakni medali emas, perak dan perunggu pada ajang Kompetensi Sains Indonesia (KSI) bidang matematika tingkat nasional.

Ketiga mahasiswa tersebut, masing-masing 1. Iman Sariman, kelas 2C meraih medali emas. 2. Allifah, kelas 4E meraih medali perak dan 3. Siti Aah Safaatul Udma, kelas 2B mendapatkan medali perunggu.

Dekan FITK IAIN Syekh Nurjati Cirrebon, Dr H Farihin M.Ag menyampaikan, atas nama civitas akademika dan juga pimpinan, pihaknya merasa senang sekaligus bangga atas prestasi mereka di ajang nasional pada even KSI Bidang Matematika. 

Artinya bahwa mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon bisa berkompetisi dengan Perguruan Tinggi lain, yang notabene sudah beken dan paforit.

"Ya bangga dan senang, karena prestasi ini diraih oleh mahasiswa kita di tingkat nasional, karena bisa berkompetisi dengan perguruan tinggi yang notabene sudah beken dan paforit," katanya, Kamis (18/2/2021).

Iman Sariman saat dihubungi fokuscirebon.com menyatakan bahwa dirinya mengaku tidak ada persiapan apapun seperti yang lainnya. Iman hanya belajar seadanya dan tidak membeli buku apapun.

"Jujur, Iman ngga ada persiapan yang matang seperti yang lain, Iman hanya belajar seadanya aja. Iman nggak beli buku apapun, dan nggak belajar siang malem, normal aja," kata peraih medali emas di ajang KSI bidang matematika.

Kendati begitu, Iman Sariman memberikan pesan, yakni cuma satu, belajar giat saja nggak cukup, karena semua yang diraih itu atas kehendak Allah SWT, tetapi usaha dan doa itu perlu.

"Jadi tetap semangat bagi yang belum berhasil meraih rangking, dan yang ada niatan buat ikut, giatkan lagi belajarnya, tentunya dengan diiringi usaha yang serius dan doa," tandasnya.

Demikian juga diungkapkan Allifah, bahwa dengan prestasi yang diraihnya, dirinya benar-benar merasa bahagia karena bisa membuat orang tua bangga. Rasa bahagia juga lahir karena bisa mengharumkan nama baik kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon, khususnya Jurusan Tadris Matematika.

"Ya, saya sangat bahagia, karena di saat pandemi covid 19 seperti ini, saya masih bisa mengikuti ajang lomba dan berprestasi. Saat itu, saya hanya belajar dan berdoa dan alhamdulillah meraih prestasi," tuturnya

Allifah juga menjelaskan tentang kondisi perlombaan yang dilaksanakan secara online ini. Menurutnya saat perlombaan tersebut yang dibutuhkan hanya ketelitian, ketepatan waktu dan sinyal yang memadai.

"Prestasi ini memang membahagiakan, dan sebelumnya saya selalu ingat pesan guru saya yang membuat saya untuk berprestasi, yakni belajar itu ibadah dan prestasi itu dakwah," katanya.

Hal senada juga disampaikan Siti Aah Safaatul Udma, bahwa dirinya sama dengan apa yang dilakukan dua teman berprestasi lainnya, yakni belajar dan berdoa.

Tanpa itu rasanya akan berat meraih prestasi. Apalagi peserta yang ikut dalam ajang lomba tersebut berasal dari perguruan tinggi ternama, tentu raihan prestasi ini sangat membahagiakan semua.

Sementara itu, Pranata Humas IAIN SNJ Cirebon, H Muhamad Arifin M.Pd.I menyatakan rasa syukurnya atas raihan prestasi yang membanggakan sekaligus menggembirakan. 

"Ini bukti bahwa kita mampu bersaing di level nasional dan prestasi ini sangat luar biasa. Semoga ini bisa menjadi motivasi tersendiri dan kita mampu membuktikan prestasi lainnya di level nasional pada ajang lainnya," pungkas Arifin. (din)


Share:

Satgas Penanganan Covid-19 Monitoring Prokes di Perum GSI Tukmudal Sumber

FOKUS CIREBON, FC.- Satuan Gugus (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon, Jawa Barat melakukan monitoring penerapan protokol kesehatan di Perumahan Griya Sumber Indah (GSI), Kelurahan Tukmudal, Kecamatan Sumber, Kamis (18/2/2021). 

Monitoring tersebut dilakukan Bupati Cirebon Imron, M.Ag, Wakil Bupati Cirebon Hj. Wahyu Tjiptaningsih, SE.,M.Si, Dandim 0620 Letkol Inf Sugir, dan sejumlah pejabat lainnya. 

Bupati Cirebon, Imron Rosyadi menyebut, Perumahan GSI yang berada di Kecamatan Tukmudal, masuk ke dalam zona merah (risiko tinggi) penyebaran wabah.

Sedangkan, desa/kelurahan lainnya di Kabupaten Cirebon berada di zona orange serta kuning. 

"Tukmudal ini merupakan daerah yang ada di wilayah ibukota kabupaten, sehingga mobilitas masyarakatnya tinggi dan banyak interaksi keluar. Maka dari itu, perlu adanya pemantauan," kata Imron saat melakukan monitoring. 

Selama pandemi Covid-19, kebijakan lockdown tiga kali dilakukan di Perumahan GSI Tukmudal. Hingga saat ini, masih ada warga dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. 

Imron mengatakan, pembatasan aktivitas masyarakat pun masih diterapkan di wilayah tersebut. Pihaknya meminta masyarakat untuk mengikuti anjuran dari pemerintah. 

Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Cirebon pun baru menyasar kepada 7.203 orang, sedangkan sasaran utama dalam program tersebut 1,5 juta orang. 

"Perlu ada kesadaran semua, karena Covid-19 tidak akan pergi kalau semuanya tidak disiplin," katanya. 

Lurah Tukmudal, Baihaqi, mengatakan, jumlah kasus terkonfirmasi di Perumahan GSI hingga saat ini mencapai 154 orang. Namun yang masih menjalani isolasi mandiri sebanyak 15 orang. "Kasus tersebut dari tahun lalu sampai saat ini," katanya. (Maulana)

Share:

Tokoh Agama Diminta Ikut Mengedukasi Warga dalam Program Vaksinasi Covid-19


FOKUS CIREBON.- Bupati Cirebon, Drs.H. Imron, M.Ag mengajak Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Cirebon untuk ikut berperan aktif dalam penanganan pandemi Covid-19. 

Menurutnya, para tokoh agama sangat berperan penting dalam pencegahan maupun program vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Cirebon. 

"Kalau para tokoh agama yang turun ke masyarakat seperti kiai, pendeta maupun tokoh agama lainnya untuk ikut mengedukasi terkait Covid-19,  setidaknya mereka bisa percaya," kata Imrom saat membuka acara dialog dengan FKUB Kabupaten Cirebon di Ruang Paseban Kantor Setda, Kamis (18/2/2021).

Imron mengatakan, dampak akibat pandemi Covid-19 ini sangat dirasakan di seluruh dunia, khususnya di wilayah Kabupaten Cirebon. 

Namun demikian, kita terus berupaya untuk memulihkan keadaan di masa pandemi ini. 

"Mari bersama-sama untuk ikut berperan memulihkan ekonomi masyarakat di masa pandemi ini. Para tokoh agama pun mari bersama membantu pemerintah daerah untuk mewujudkannya sehingga Kabupaten Cirebon bisa terbebas dari Covid-19," kata Imron.

Ia pun meminta, di masa pandemi ini para tokoh agama, selain membantu menyosialisasikan bahaya Covid-19, juga bisa mengedukasi masyarakat terkait bahaya ajaran terlarang di Indonesia. 

"Di masa pandemi ini, menjadi kesempatan bagi sejumlah orang untuk mempengaruhi atau mencuci otak orang yang dalam segi agamanya kurang meskipun segi pendidikan tinggi. Sehingga mereka akan cepat terjerumus dalam ajaran-ajaran yang terlarang. Maka dari itu, kami mengajak para tokoh agama untuk bisa membentengi umatnya agar tidak terjerumus," katanya.

Selain itu, kata Imron, pemerintah daerah juga sedang mencanangkan vaksinasi Covid-19 untuk menekan penyebaran Covid-19. 

"Pemkab hingga saat ini masih melakukan vaksinasi untuk para tenaga kesehatan. Nanti juga kita akan vaksinasi untuk pelayan publik serta masyarakat. Kami berharap para tokoh agama bisa ikut menyosialisasikan program vaksinasi ini karena vaksin ini aman dan halal," katanya.

Di tempat yang sama, Ketua FKUB Kabupaten Cirebon, KH Wawan Arwani mengatakan, pihaknya akan membantu pemerintah daerah untuk ikut menyosialisasikan vaksin serta prokes di masa pandemi ini. 

Menurutnya, para pemuka agama banyak peluang untuk didengar oleh umat maupun jemaahnya. Sebab, masih banyak warga percaya apa yang diomongkan oleh panutannya. 

"Kita sebagai manusia hanya bisa berikhtiar. Nah vaksin ini merupakan ikhtiar kita untuk menekan penyebaran Covid-19. Bagaimanapun kita hanya manusia kita hanya bisa berusaha," kata Kiai Wawan. 

Wawan menegaskan tentang vaksinasi yang dicanangkan oleh pemerintah ini merupakan bagian dari ibadah. 

"Kalau kita sedang menjaminkan kesehatan maka dalam pandangan agama, itu sama halnya dengan ibadah kita," katanya. 

Lebih lanjut Wawan mengatakan, pemerintah tidak mungkin sembarangan untuk menyatakan bahwa vaksin itu aman dan Halal. Sebab, di dalam MUI tersebut banyak kiai dan orang-orang yang ahli di sana. Dalam prosesnya pun pasti tidak sebarangan sampai dinyatakan vaksin itu aman dan halal. 

"Maka dari itu kita mengajak kepada masyarakat jangan takut divaksin karena vaksin itu aman dan halal," katanya. (Nur)

Share:

Pengurus ORMAWA FUAD IAIN Cirebon Resmi Dilantik


PELANTIKAN ORMAWA : Wakil Dekan III FUAD, Dr H Anwar Sanusi M.Ag melantik Pengurus ORMAWA FUAD IAIN Syekh Nurjati Cirebon, masa bakti 2021-2022, Kamis.(18/2/2021) di Auditorium Gedung ICC, Jalan Perjuangan, Kota Cirebon.

FOKUS CIREBON, FC -  Aktivitas organisasi kemahasiswaan siap tancap gas, mengingat pelantikan  pengurus ORMAWA FUAD IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Kamis (18/2/2021) resmi dilantik. 

Sebelumnya, pelantikan pengurus ORMAWA FUAD untuk periode 2021-2022 sempat tertunda, namun akhirnya pelantikan dapat  dilangsungkan di gedung ICC IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Jalan Perjuangan, Kota Cirebon.

Keterlambatan pelantikan yang semula akan digelar pada Rabu (17/2/2021) atas dasar pertimbangan Ketua Pelaksana pelantikan ORMAWA FUAD, Jaenal Abidin.

Pihaknya mempetimbangkan penundaan pelantikan tersebut,  disebabkan karena adanya kendala tempat, namun satu hari berikutnya pelantikan sukses digelar.

"Keputusan penundaan pelantikan, karena kondisi gedung yang tengah direnovasi. Tapi alhamdulillah, sehari berikutnya pelantikan bisa langsung digelar dan mengikuti aturan protokol kesehatan seperti penggunaan masker, pembatasan peserta dan berjaga jarak," kata Ketua Panitia, Jaenal Abidin.

Di gedung ICC, pelantikan terlihat berjalan khidmat dan lancar. Acara  diawali dengan sambutan Ketua  Pelaksana, selanjutnya Ketua SEMA demisioner dan kemudian dilanjutkan oleh Wakil Dekan III FUAD sekaligus pelantikan.

Turut hadir dalam acara pelantikan tersebut, mantan ketua SEMA, Eva Zulfauzah periode 2020-2021 dan Dr. Anwar Sanusi, M.Ag selaku Wakil Dekan III Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah.

Usai pelantikan, acara dilangsungkan dengan pengucapan ikrar pelantikan yang dibacakan oleh Wakil Dekan III dan diikuti oleh perwakilan pengurus periode 2021-2022. 

Isi ikrar tersebut “Pantang menyerah, pantang berputus asa, dan pantang meninggalkan organisasi dalam kondisi apapun, ketidaksetiaan terhadap pimpinan adalah suatu bentuk pengkhianatan”.

"Maksud pembacaan ikrar ini, agar para pengurus berjanji dan akan bertanggung jawab apa yang telah menjadi tanggung jawabnya," jelas Jaenal Abidin. (Eva/Nisa)

Share:

Rabu, 17 Februari 2021

FKKC Siap Bangun Silaturahmi dan Bersinergi Terkait Program Pembangunan

Buapti Cirebon, H Imron M.Ag memberikan keterangan pers seusai melantik Muali, Ketua FKKC Kabupaten Cirebon.


FOKUS CIREBON, FC – Pelantikan Ketua FKKC berlangsung khidmat dan sukses. Dalam kegiatan ini, Bupati Cirebon H. Imron Rosyadi, sendiri yang melantik Ketua Forum Komunikasi Kuwu Cirebon (FKKC), Muali, untuk masa bakti 2021-2024, Rabu (17/02/2021). 

Hadir dalam kegiatan teraebut para Ketua FKKC Kecamatan se-kabupaten Cirebon, Wakil Bupati Cirebon, Ketua DPRD, Dandim 0620, Kapolresta Cirebon dan undangan lainnya.

Sementara acara pelantikan berlangsung di Pendopo Bupati Cirebon Jalan RA Kartini, Kota Cirebon.

Bupati Imron mengatakan, dalam sambutannya mengatakan, dengan dilantiknya FKKC ini, meminta kepada semua pengurus FKKC untuk terus menjalin silaturahmi dan bersinergi dengan perangkat daerah, agar pembangunan di desanya berdaya guna, bermanfaat untuk warga dan lingkungan nya.

Ia menegaskan, Kuwu adalah ujung tombak dalam program pemerintah daerah maupun pusat, Maka dari itu dirinya mengharapkan semua kuwu harus dapat menggali potensi desa berupa SDA dan SDM yang dimiliki.

“Kuwu sebagai ujung tombak pembangunan di desa bersama warga dengan ADD, DD, Bangub dan anggaran lainya, harus bisa menggali potensi desa agar ekonomi meningkat, warga sejahtera dan APBDes bertambah maju supaya menjadi desa mandiri,” tegas Imron.

Sementara, Kuwu Desa Keraton, Kecamatan Suranenggala, yang sekaligus merupakan sebagai Ketua FKKC terpilih, Kuwu Muali, dalam sambutannya mengatakan, dirinya siap untuk membangun silaturahmi dan bersinergi dengan instansi terkait dalam program pembangunan yang di prioritaskan dan diharapkan oleh masyarakat.

“Mari kita sama-sama menjaga marwah Kuwu untuk satu rasa, sama rasa dalam menjalankan program desa, supaya kuwu fokus dan bersatu dalam menjalankan tugasnya merealisasikan program pembangunan desa sesuai keinginan warganya,” pungkasnya. (Fiqi)





Share:

357 PPPK Terima SK Pengangkatan dari Bupati Cirebon

FOKUS CIREBON, FC - Sebanyak 357 pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) formasi 2019 di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menerima surat keputusan (SK) pengangkatan dari Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag.

Penyerahan SK pengangkatan tersebut berlangsung di Aula Badan Kepegawaian Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Jalan Sunan Muria, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Rabu (17/2/2021). 

Imron mengatakan, pada 2019 Pemerintah Kabupaten Cirebon melakukan perekrutan PPPK. Pengangkatan tersebut berdasarkan Peraturan Pemerintah No 49 Tahun 2018 tentang Manajemen PPPK. 

Imron meminta, tenaga eks honorer yang baru diangkat ini harus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan berkontribusi positif untuk bangkit dari pandemi Covid-19. 

"Diminta berinovasi, harus bisa memberikan solusi. Meskipun pandemi, harus bisa menerapkan terbaik," kata Imron. 

Dari 357 pegawai PPPK, 196 merupakan tenaga pendidik (Dinas Pendidikan), 104 penyuluh pertanian (Dinas Pertanian), 52 tenaga kesehatan (Dinas Kesehatan), 2 tenaga kesehatan (RSUD Waled), dan 3 tenaga kesehatan (RSUD Arjawinangun). 

Imron mengatakan, setiap tahunnya kinerja ratusan PPPK ini akan dievaluasi dan akan kembali diperpanjang kontraknya bila bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi). 

"Kalau tidak sesuai, tidak akan kami perpanjang, sebab masih banyak tenaga honorer yang punya kesempatan. Ada 11 ribu lebih orang," katanya. 

Raswid (54 tahun), tenaga penyuluh dari Dinas Pertanian baru saja diangkat menjadi PPPK selama 12 tahun menjadi tenaga honorer di Kementerian Pertanian.

Dengan adanya pengangkatan itu, Raswid mengaku bisa bernafas lega lantaran adanya peningkatan jumlah gaji yang didapatkan. Berbeda dengan saat menjadi tenaga honorer.

"Alhamdulillah ada perubahan, meskipun cuma bisa menikmati tiga tahun saja, soalnya tiga tahun lagi pensiun," katanya. (din)

Share:

Sinergiskan Program, KADIN - OJK Buka Kerjasama

FOTO BERSAMA : Usai pertemuan, dalam rangka menjalin kerjasama, KADIN - OJK berfoto bersama di Kantor OJK Kota Cirebon, Rabu (17/2/2021).


FOKUS CIREBON, FC - Kamar Dagang Indonesia (KADIN), bertandang ke kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jalan Dr Cipto Mangunkusumo No 133, Kota Cirebon, Rabu (17/2/2021).

Dalam kunjungannya, KADIN membuka kerjasama melalui sinergitas program, Terutama mendukung pertumbuhan ekonomi Kota Cirebon dalam segi keuangan untuk para pengusaha mikro, menengah dan kecil.

Ketua KADIN Kota Cirebon, Ismayasari mengatakan, audensi dengan OJK ini, bertujuan mensinergiskan program-program yang ada di KADIN, terutama mendukung pertumbuhan ekonomi di Kota Cirebon.

"Kita memang sepakat mengingat banyak sekali yang bisa kita kerjasamakan, tentunya terkait hal-hal yang bisa menjadi masukan bagi pemerintah daerah, juga program-program yang langsung bisa disinergikan untuk para pengusaha, khususnya UMKM supaya bisa naik kelas seperti apa dan sebagainya," papar Ismayasari yang selanjutnya akan ditindaklanjuti pada pertemuan pembahasan draft MoU.

Ismayasari juga menjelaskan, bahwa pada kerjasama ini pihaknya bisa memberikan masukan data-data tentang UMKM yang ada di Kota Cirebon, kemudian juga kepuasan pertumbuhan ekonomi atau usaha dari UMKM.

"Secara teknis, pihak OJK bisa mendapat masukan data yang nantinya akan menjadi sebuah kebijakan dari OJK menyangkut langkah selanjutnya untuk para pengusaha tersebut," tuturnya.

KADIN sendiri, kata Ismayasari adalah sebuah wadah kumpulan para pengusaha yang ada di Kota Cirebon. Di dalamnya bukan hanya individu tetapi juga institusi atau organisasinya, sehingga kita akan sinergis dengan para stakeholder asosiasi.

Sedang kerjasama tersebut bisa melalui event-event yang menyangkut pertumbuhan ekonomi seperti pelatihan dan sebagainya kita bisa bersinergi dengan OJK, karena kita tersedia baik institusi, organisasi stakeholder atau pun dari pelaku usahanya.

Sementara menurut Kepala Kantor OJK Kota Cirebon, Budi Arief Wibisono, bahwa hasil pertemuan dengan KADIN paling tidak akan saling mensinergikan kegiatan-kegiatan dan tugas-tugas kita dengan visi dan misi KADIN sendiri.

Seperti yang disampaikan dalam pertemuan tadi, Kata Budi, salah satunya KADIN akan mengggerakan ekonomi Kota Cirebon, dan itu akan kita fasilitasi, tentunya akan kita pertemukan dengan lembaga keuangan yang ada di Kota Cirebon, baik yang kita awasi secara langsung yaitu BPR-BPR maupun dengan lembaga keuangan yang tidak kita awasi secara langsung, seperti bank umum dan lembaga lembaga keuangan lainya.

"Kita harapkan dengan sinergi ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Cirebon," ujar Budi Arief Wibisono.

Selain itu, lanjut Budi, sebagaimana tugas dan wewenang OJK, paling tidak dari industri keuangan yang ada di kota cirebon bisa dapat membantu membiayai jika ada kebutuhan kredit atau kebutuhan usaha dari pelaku UMKM yang difasilitasi oleh KADIN sebagai organisasi yang mewadahi pengusaha yang ada di Kota Cirebon.

Budi juga menjelaskan, bahwa target dalam jangka pendek dari kerjasama tersebut, yaitu mempertemukan antara pelaku-pelaku usaha yang memang layak dibiayai dengan industri jasa keuangan yang ada di Kota Cirebon.

Sementara itu, diakhir pertemuan KADIN- OJK, KADIN menyerahkan sinopsis program dan rencana aksi KADIN. penyerahan ini langsung diterima oleh OJK.

Ada tujuh prioritas program KADIN, di antaranya 1. Program rekrutmen, 2. Program education solution, 3. Program E-Global, 4. Program home business, 5. Program go up (UMKM), 6. Program KADIN Service, dan 7. Program event dan promotion.

Budi Arief Wibisoni diakhir perbincangannya menjelaskan, bahwa dari penyerahan sinopsis program dan rencana aksi KADIN, pihaknya akan terebih dahulu mempelajari dan mana yang bisa disinergikan dalam waktu pendek ini.

"Intinya kami suport, dan mudah-mudahan dari kerjasama ini, kita bisa memanfatkan pertumbuhan ekonomi di Kota Cirebon," tandasnya. (Nurudin)

Share:

Selasa, 16 Februari 2021

Jalan Berlobang di Majasem Bikin Wanita Hamil 5 Bulan Terjungkal dan Luka Parah

Korban kecelakaan tunggal, akibat jalan berlobang di Jalan Raya Majasem Kota Cirebon, Selasa (16/2/2021),  foto : (din)

FOKUS CIREBON, FC - Naas nian, pasangan suami istri (Pasutri) terjungkal dari atas sepeda motornya. Kecelakaan terjadi akibat ban sepeda motor bagian depan menghantam lobang jalan dan terjungkal seketika, Selasa (16/2/2021) sekitar pukul 15.20 WIB.

Akibatnya, kedua korban mengalami luka parah dibagian kaki dan tangannya. Warga pun langsung melakukan pertolongan.

"Istri saya sedang mengandung (hamil 5 bulan), tapi saya tidak tahu bagaimana kondisinya, karena istri masih merintih terus dan terlihat juga dibagian kaki dan tangannya luka semua, termasuk kaki dan tangan saya," ujar Satori yang tak lain suaminya.

Sementara warga yang memberikan pertolongan, Juju kepada media menyebut jika kerusakan jalan tersebut sangat membahayakan warga lainnya. 

Juju memastikan jika jalan berlobang tersebut tidak segera diperbaiki, bisa membuat banyak pengemdara yang menjadi korban.

"Jalan sudah rusak begini kok masih dibiarkan, PUPR Kota Cirebon ngapain dan kemana aja, masa tidak tahu, kan kantornya tidak jauh-jauh amet dari sini," katanya geram.

Sementara Husen, warga lainnya mnyesalkan sikap PU Kota Cirebon yang ttidak segara tanggap atas kondiso jalan kota yang sudah banyal yang rusak. 

"Jangan salahkan hujan, tapi lihat dulu kualitas jalannya, ini kan bisa berbahaya yang setiap saat bisa menghadang pengendara sepeda motor. Seharusnya segera diperbaiko, jangan tunggu banyak korban dulu, karena memang harus segera diperbaiki," pungkasnya. (din)

Share:

Jalan Berlobang di Majasem Kota Cirebon Makan Korban

BAHAYA : Hati-hati, jalan berlobang di Majasem, Kota Cirebon kerap makan korban


FOKUS CIREBON, FC - Kerusakan Jalan Raya Majasem kian mengkhawatirkan. Selain kerap banjir, jalan tersebut pun rusak dan berlobang. Akibatnya sepasang suami istri (Pasutri) terjungkal dan mengalami cidera kaki dan tangan.

"Kaki nya langsung memar dan berdarah, begitu pun dengan kondisi yang diboncengnya, luka parah di bagian tangan," ujar Tatang, warga yang ikut memberikan pertolongan kepada kedua korban yang terkapar di aspal, akibat sepeda motornya terjungkal akibat lobang jalan di depan SMK Gracika, Majasem, Kota Cirebon, Selasa (16/2/2021).

Hal senada disampaikan Agus, bahwa kerusakan du Jalan Majasem memabg cukup parah, bahkan kerap makan korban. Namun sampai sekarang belum juga diperbaiki. 

"Pihak PUPR harus segera memperbaikinya, sebab kenyaman berkendara salah satunya sangat di tentukan oleh kelaikan jalan. Namun kita lihat jalan sudah tidak baik dan berbahaya bagi pengendara, mana sikap PU kota," katanya sedikit agak geram.

Sementara itu, Pasutri yang luka parah ini langsung dibawa untuk mendapatkan pengobatan dan keduanya berharap jalan tersebut segera diperbaiki agar tidak kembali makan korban. (Nur)

Share:

Wakil WaliKota Cirebon : Ada 130 RW Belum ODF, Ini Butuh Sinergitas Bersama

Wakil Walikota Cirebon, Dra Hj Eti Herawati


FOKUS CIREBON, FC - Tantangan pembangunan sanitasi yang umumnya dihadapi di perkotaan, masih terkait dengan perilaku penduduk yang belum berhenti Buang Air Besar (BAB) di sembarang tempat. 

Hal itu disampaikan Wali Kota Cirebon, Drs.H.Nashrudin Azis, SH., yang dibacakan Wakil Wali Kota Cirebon, Dra.Hj.Eti Herawati, dalam Forum Perangkat Daerah Dinas Kesehatan Kota Cirebon Tahun 2021 di salah satu hotel di Kota Cirebon, Selasa, 16 Februari 2021.

Menurut Eti, di Kota Cirebon baru Kelurahan Larangan saja yang sudah dinyatakan Open Defection Free (ODF) atau bebas Buang Air Besar Sembarangan (BABS).

“Kita masih punya target 130 RW lagi yang belum ODF, dari 249 RW yang ada di Kota Cirebon,” tegas Eti. 

Untuk itu, sinergitas dan kebersamaan dibutuhkan agar bisa menuntaskan permasalahan sanitasi di Kota Cirebon.

Menurutnya, sinergitas dibutuhkan untuk menuntaskan permasalahan sanitasi di Kota Cirebon. Hingga akhirnya akan tercipta kota yang bersih, aman, nyaman dan sehat untuk dihuni warganya.

“Kita segera tuntaskan permasalahan sanitasi di Kota Cirebon tercinta,” tegas Eti.

Jika sanitasi ini segera dilakukan, maka Kota Cirebon akan menjadi kota yang bersih, aman, nyaman dan sehat untuk dihuni sekaligus tempat bekerja warganya.

“Sejumlah permasalahan terkait sanitasi di Kota Cirebon diantaranya rumah warga sudah dilengkapi dengan wc, tapi buangan akhir tidak ke septic tank, ada yang membuang ke sungai, selokan, kebun hingga laut,” lanjut Eti.

Sejumlah warga yang tinggal di dekat aliran sungai atau selokan juga masih enggan untuk membuat septic tank sendiri, pungkasnya.

Di sampaikan juga, masih ditemukan pula penduduk yang kurang mampu, memiliki lahan yang terbatas sehingga akhirnya memiliki masalah dalam pembangunan jamban.

Penuntasan permasalahan sanitasi ini tentu tidak mudah. Menurut Eti, Pemda Kota Cirebon tidak bisa bekerja sendiri. 

“Perlu dukungan bersama dari semua pihak,” ungkap Eti. 

Untuk itu Pemda Kota Cirebon sudah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, lanjutnya.


Diantaranya sudah bermitra dengan Baznas Kota Cirebon dan Baznas Jawa Barat untuk bisa bersama-sama menyelesaikan sejumlah permasalahan sosial, termasuk sanitasi.

Selain itu, segenap instansi yang ada di lingkungan Pemda Kota Cirebon juga diminta untuk saling memberikan dukungan. (din)



Share:

H Elang Tomy Iplaludin MPd : Mengabdi dan Bekerja Harus Totalitas

H. Elang Tomy Iplaludin MPd, Kepala SMPN 4 Kota Cirebon


FOKUS CIREBON, FC -  Sosok H Elang Tomy Iplaludin MPd, Kepala SMPN 4 Kota Cirebon, dalam kesehariannya memang berbeda dengan kebanyakan Kepala Sekolah lainnya di Kota Cirebon. Sikapnya yang  santun dan berpengetahuan luas, membuat H Elang Tomy Iplaludin MPd  akrab dengan seluruh komponen di lingkungan pegiat pendidikan dan banyak memiliki teman. 

Ide cemerlangnya selalu ditunggu banyak pihak, terutama dalam kaitan dengan aspek kemajuan pendidikan. Dalam prinsip pengabdiannya sebagai ASN, bekerja baginya adalah tugas, dan tugas adalah amanah.

Jika pekerjaan belum selesai, dirinya tak pernah meninggalkannya. Sebab, katanya bekerja di bagian pengawasan dan pembinaan sangat membutuhkan kedisiplinan kerja yang tinggi serta pelayanan menjadi prioritas utama.

“Sama seperti sekolah lainnya, tetapi bekerja optimal menjadi prinsip kami, khususnya dalam memberikan pelayanan yang terbaik. Dan saya selalu berprinsip, bekerja harus disiplin, dan disiplin dalam bekerja harus menjadi prioritas utama,” ujarnya saat berbincang di kantornya.

Mama Elang, sapaan akrab sehari-hari, saat bekerja selalu menggunakan prinsip kehati-hatian, maksudnya dalam setiap pekerjaan selalu kembali diteliti. Tujuannya adalah agar tidak ada kesalahan dalam bekerja.

Sementara itu, sebagai bentuk pelayanan terhadap masyarakat, Mama Elang tak bisa tinggal diam, berbagai kesempatan selalu diambil dan dimanfaatkannya, sebab melayani harus total dan harus memiliki manfaat bagi orang banyak. Inilah pendidikan, maka cermin kemajuan harus dimulai dari niat yang baik, bekerja dengan baik dan melayani sepenuh hati.

Dirinya menegaskan, bekerja itu prinsipnya harus saling bergotong rotong dan saling percaya, baik antar guru, staff TU maupun komponen lainnya di sekolah ini.

Hal itu dibutuhkan, untuk mendorong kinerja yang baik dan  upaya menuju sekolah berprestasi. "Bekerja itu prinsipnya totalitas, dan di mana pun kita di tempatkan, visi pendidikan harus terus berjalan, sehingga harapan pemerintah dan masyarakat, terwujud dari cara kita mengabdi dan bekerja di pedidikan. Inilah prinsip itu, cerdas, lugas dan berprestasi," katanya.

Diakui Mama Elang, keberhasilan memang selalu membuat semua bangga, tetapi dengan prestasi yang sudah diraih tidak cukup dengan rasa bangga saja, justru harus lebih digiatkan lagi, agar kemajuan pendidikan manfaatnya bisa dirasakan oleh semua.

Mama Elang juga mengajak, semua komponen yang ada di lingkungan di mana dirinya mengabdi, harus terus bekerja dan berjuang untuk kemajuan pendidikan. Karena untuk membangun kemajuan tidak harus puas dengan sejumlah keberhasilan yang sudah diraih.

"Bekerja dan melayani harus terus dilakukan, Khususnya pendidikan dii SMPN 4 Kota Cirebon, agar terus maju dan berprestasi," tandas Mama Elang yang sudah berhasil membangun perubahan dan kemajuan di SMPN 10 dan SMPN 18. (din)

Share:

Pasca Dilantiknya Ketua SEMA dan DEMA IAIN Cirebon, Ini Pesan Rektor !!

Rektor IAIN SNJ Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag saat melantik Ketua SEMA dan DEMA IAIN SNJ Cirebon, Selasa (15/2/2021).


CIREBON, FC- Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag  melantik dan mengukuhkan Ketua Senat Mahasiswa Institut dan Dewan Eksekutif Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon untuk periode 2021-2022 di lantai 3 gedung rektorat, Selasa (16/2/2021).

Dalam sambutannya, Sumanta mendukung penuh setiap program kerja yang sudah dicanangkan oleh jajaran pengurus.

Sumanta juga berharap, SEMA I dan DEMA I dapat bersinergi dalam mewujudkan proses transformasi alih status dari IAIN menjadi UIN," harap Sumanta, karena itu menjadi bagian dari tanggung jawab mereka.

Kendati demikian, prestasi di wilayah organisasi mahasiswa juga perlu. "Ini untuk menunjang bahwasanya SEMA I dan DEMA I bisa mendukung proses alih status IAIN jadi UIN," ucapnya. 

Diakhir sambutannya, Sumanta memberikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus SEMA I dan DEMA I yang telah resmi dilantik.

Sementara itu, Muhammad Akrom Ketua Terpilih SEMA I menyatakan, pasca dilantik dirinya menaruh semangat dan harapan baru untuk menahkodai kepengurusan SEMA I dalam berkhidmat pada kampusnya itu.

“Yang akan diprioritaskan dalam progam kerja SEMA I yakni membuat produk hukum dan Undang-Undang untuk memfasilitasi seluruh organisasi mahasiswa (ormawa) yang ada di kampus dan menjembatani berbagai aspirasi mahasiswa, serta tanggap dalam bermedia,” paparnya.

Akrom berharap, sesama anggota pengurus SEMA I harus bisa bertanggung jawab serta sadar akan fungsi legislasi di kampus ini.

Sedang menurut Ketua DEMA I terpilih, Rhio Maheso Jenar, dirinya akan bertanggung jawab dan menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya selama satu periode ke depan.

Ia pun menaruh semangat yang tinggi untuk bisa memberikan dan  berkontribusi besar pada kampusnya itu.

“Sektor yang akan difokuskan DEMA I IAIN Syekh Nurjati Cirebon dalam program ini adalah peningkatan teknologi dan peningkatan potensi mahasiswa,” ucapnya.

Selain itu, pihaknya juga perlu meningkatkan potensi dengan terus berinovasi dan dapat menguasai teknologi. Sehingga mahasiswa mampu berkompetisi dengan perkembangan zaman.

"Sebagai lembaga eksekutif, saya ingin memfasilitasi mahasiswa IAIN Cirebon. Selain itu, juga mampu meningkatkan daya saing mahasiswa kampus setempat, baik di tingkat internal maupun eksternal," harap Rhio.

Namun Rhio juga akan menyesuaikan diri dengan kondisi  saat ini, mengingat masih dalam masa pandemi Covid-19.


Sementara itu, turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Rektor III IAIN Syekh Nurjati Cirebon Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Dr H Ilman Nafian MAg, juga unsur pimpinan lainnya, serta jajaran pengurus SEMA I dan DEMA I, dan seluruh panitia pemilihan mahasiswa institut.  

Kegiatan yang bertemakan “Mewujudkan Kepemimpinan yang Antusias, Responsif dan Berintegritas, Leadership is Action Not Position” ini diselenggarakan dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.  (Nur)



Share:

Definition List

Unordered List

Support