Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 21 Mei 2021

Pemda Kota Cirebon Raih Opini Wajar Tanpa Pengecualian 5 Kali Berturut-turut

 


FOKUS CIREBON, FC – Kota Cirebon raih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun anggaran 2020. Opini WTP mampu dipertahankan selama lima kali berturut-turut. 

Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, S.H, usai menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP)  LKPD tahun anggaran 2020 di aula Kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Jabar, Jalan Moch Toha No 164 Bandung, Jumat 21 Mei 2021, mengucapkan terima kasih kepada Kepala BPK Perwakilan Provinsi Jabar.

Demikian juga terima kasih kepada tim pemeriksaan LKPD Pemda Kota Cirebon, Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Cirebon selaku tim penyusun LKPD, dan tim review dari Inspektorat serta semua pihak yang telah mendukung serta memberikan kontribusi untuk kelancaran penyusunan LKPD Pemda Kota Cirebon tahun anggaran 2020. 

“Ini kelima kalinya, secara berturut-turut Pemda Kota Cirebon mendapatkan opini WTP dalam Laporan keuangannya,” ungkap Azis. 

Dijelaskan Azis, laporan keuangan yang baik akan menjadi sumber informasi strategis bagi setiap pengambil keputusan. Untuk itu, Pemda Kota Cirebon selalu serius menindaklanjuti semua hasil pemeriksaan dari BPK. 

“Pelaporan keuangan yang baik tidak hanya berujung pada pencapaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP),” ungkap Azis. 

Namun ada hal yang lebih penting, yaitu laporan keuangan tersebut akan menjadi sumber informasi yang sangat strategis, khususnya untuk setiap pengambilan keputusan di Kota Cirebon. 

Untuk itu, lanjut Azis, Pemda Kota Cirebon sangat serius dalam menindaklanjuti hasil pemeriksaan BPK atas laporan keuangan daerah. 

“Melalui action plan yang dilaksanakan secara menyeluruh di setiap satuan kerja perangkat daerah (SKPD),” ungkap Azis. 

Sehingga tidak terbatas pada SKPD yang menjadi temuan oleh BPK. Selain itu, Pemda Kota Cirebon juga selalu memonitor perkembangan penyelesaian hasil pemeriksaan BPK yang dilakukan oleh seluruh SKPD. 

“Serta memastikan bahwa perbaikan tersebut telah dilaksanakan dengan baik,” ungkap Azis. 

Seperti diketahui, sesuai amanat UU No 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara serta UU No 15 tahun 2006 tentang BPK dan UU No 23 tahun 2014 beserta perubahannya tentang Pemerintah Daerah menyebutkan pemerintah daerah di kabupaten dan kota di Jabar diwajibkan untuk menyerahkan laporan keuangan kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). 

Laporan keuangan tersebut kemudian akan diaudit untuk kemudian diberikan penilaian. Sejak 2017, Pemda Kota Cirebon berhasil meraih opini WTP atas LKPD dan berhasil terus dipertahankan hingga kini. (din)

Kamis, 20 Mei 2021

Jurusan SKI IAIN Cirebon Perkenalkan Ragam Sumber Sejarah di Arsip Nasional dan Perpustakaan Nasional

Seminar Webinar yang diselenggarakan Jurusan SKI IAIN SNJ Cirebon hadirkan dua narasumber dari Arsip Nasional dan Perpustakaan Nasional.


FOKUS CIREBON, FC - Jurusan Sejarah Kebudayaan Islam  IAIN Syekh Nurjati Cirebon, bekerjasama Himpunan Mahasiswa Jurusan SKI menyelenggarakan seminar webinar dengan tema “Mengenal Ragam Sumber Sejarah di Arsip Nasional dan Perpustakaan Nasional”. Kamis, (20/05/2021)

Kegiatan dimaksud untuk meningkatkan pemahaman akan sumber sejarah dengan menggandeng dua narasumber yakni Akhmad Nakhrowi S.Hum sebagai arsiparis ahli dari Arsip Nasional Republik Indonesia dan Frial Ramadhan Supratman sebagai Pustakawan ahli dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

Kegiatan Seminar dibuka oleh Ketua Jurusan Sejarah Kebudayaan Islam, Aah Syafaah, M.Ag, dan dan dihadiri lebih kurang 100 Mahasiswa Jurusan SKI, Pustakawan, Arsiparis, serta masyarakat umum, dan disiarkan langsung melalui kanal Youtube.

Ketua Jurusan SKI, Aah Syafaah, M.Ag mengatakan,  acara ini adalah bagian dari representasi penelusuran sumber sejarah secara nyata, yang dalam hal ini harus dihadapi oleh mahasiswa-siswi di kemudian hari. 

Oleh karenanya, acara ini berguna sebagai pembekalan bagi para mahasiswa-siswi sejarah kebudayaan islam khususnya dan masyarakat peminat sejarah pada umumnya. 

Untuk kemudian dapat melakukan penelusuran sumber dengan baik serta mengenali dengan seksama ragam-ragam sumber sejarah yang ada, baik di Arsip Nasional maupun Perpustakaan Nasional RI.

“Jadi berhubung sekarang sedang masa pandemi dan barangkali di antara para mahasiswa kesulitan untuk dapat ke perpustakaan nasional dan arsip nasional,  maka saya berinisiatif untuk menghadirkan arsip nasional dan perpustakaan nasional dengan dua narasumber ke kampus kita di Cirebon," jelasnya.

Dihadirkanya dua narasumber ahli ini, kata Aah, untuk  memaparkan berkaitan ragam sumber sejarah di ANRI dan Perpusnas.

Sementara itu, Akhmad Nakhrowi dalam pemaparan materinya menegaskan bahwa  representasi arsip pada masa sekarang mengalami suatu perubahan yang cukup siginifikan, mulai dari yang bentuknya konvensional, yakni dalam bentuk naskah kuno ataupun arsip lama, sampai kepada bentuk audio visual yang modern seperti tayangan wawancara visual ataupun film yang pada saat ini bisa kita nikmati. 

Sedangkan menurut narasumber lainnya, Frial Ramadhan Supratman, banyak sumber-sumber berupa surat kabar yang belum terjamah dan menanti untuk kemudian diteliti oleh para sejarawan. 

Ia juga memberikan semangat kepada para sejarawan muda untuk kemudian dapat melakukan penelitian langsung pada sumbernya. (din)


Kejaksaan Negeri Kota Cirebon Luncurkan Aplikasi Sistem Informasi Pendampingan Hukum

Peluncuran aplikasi SIPAKUM


FOKUS CIREBON, FC - Permudah pendampingan hukum, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Cirebon segera luncurkan aplikasi Sistem Informasi Pendampingan Hukum (Sipakum). 

Dalam kegiatan Expose aplikasi Sistem Informasi Pendampingan Hukum (Sipakum) kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemda Kota Cirebon yang diselenggarakan di  aula Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kota Cirebon, Rabu, 19 Mei 2021.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Drs. H. Agus Mulyadi, M.Si, menjelaskan kegiatan hari  ini merupakan tindak lanjut ditandatanganinya Memorandum of Understanding (MoU) antara Wali Kota dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) beberapa waktu lalu. 

“Yaitu dalam rangka  pendampingan hukum perdata dan tata usaha negara antara Pemda dengan Kejari Kota Cirebon,” ucapnya Agus.

Hanya saja, bentuk pendampingan tersebut saat ini dipermudah. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menginginkan pendampingan tidak perlu datang ke kantor Kejari Kota Cirebon. 

Namun cukup mendaftar melalui aplikasi Sipakum yang dilengkapi dengan persyaratan yang dibutuhkan. "Kita terus berupaya melakukan proses digitalisasi,” paparnya. 

Dengan digitalisasi, sejumlah pengeluaran bisa ditekan, termasuk dalam penggunaan kertas. 

Expose yang digelar hari ini, lanjut Agus, untuk mendapatkan masukan dari perangkat daerah serta dari Kejaksaan. “Tadi ada sejumlah masukan untuk melakukan perbaikan,” ungkap Agus. 

Selanjutnya setiap OPD bisa memanfaatkan aplikasi ini saat mendaftarkan permohonan pendampingan hukum dari Kejari saat menggelar sejumlah kegiatan. 

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Cirebon, Ewang Jasa Rahadian, S.H, M.H, menjelaskan OPD sebagai pemohon pendampingan hukum dari jaksa pengacara negara kini tidak perlu lagi datang ke kantor. “Tidak perlu ke kantor. Bisa melalui aplikasi ini,” jelas Ewang. 

Permohonan pendampingan tentu dengan melampirkan sejumlah persyaratan yang dibutuhkan. “Nanti akan kita telaah dan kita jawab setelah memenuhi persyaratan,” tuturnya. 

Ditargetkan dalam dua pekan kedepan, aplikasi ini sudah bisa digunakan untuk pendampingan hukum terhadap OPD di Kota Cirebon. “Dengan digitalisasi, tidak terbatas ruang dan waktu. Semakin mempermudah kita,” tandas Ewang. (Heri)

Restoran Himas Sebarkan Spirit Sociopreneur

Restoran Himas menyajikan menu dengan artistik sehingga membangkitkan selera. 


FOKUS CIREBON, FC - Himas Coffee and Eatery, Jum'at, (7/5/2021) mengadakan makan bersama anak yatim. Bahkan sejak tahun lalu, restoran di Kota Cirebon ini memang rutin menyelenggarakan acara "Jum'at Berbagi", yakni makan bersama saat Jum'at pekan kedua dan keempat setiap bulan. Himas mengundang warga yang memiliki penghasilan terbatas. 

"Kami berharap, program tersebut dapat terus terlaksana. Bukan semasa pandemi saja, namun juga harus selamanya," ujar owner Himas, Teddy Dharmadi Chandra kepada media fokuscirebon.com, Kamis, (20/5/2021). 

Teddy berupaya total mengajak atau melibatkan para karyawannya untuk mengikuti atau mendukung agenda itu. Himas mempunyai banyak karyawan. 

"Karyawan setia melayani warga dalam acara Jum'at Berbagi. Tapi yang penting, dari sini karyawan belajar menanamkan jiwa social entrepreneurship (sociopreneur) dalam dirinya. Yakni, karyawan atau pebisnis wajib peduli membantu dan aktif mengikuti kegiatan sosial," ungkap Teddy. (din)

IAIN Cirebon Siap Menerima Mahasiswa Baru dengan Fasiltas Belajar dan Dosen Profesional

Salah satu brosur Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) di Prodi Pasca Sarjana IAIN SNJ Cirebon.

FOKUS CIREBON, FC - Brosur Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) 2021, IAIN Syekh Nurjati Cirebon mulai dibuka bagi lulusan SMA dan Aliyah di wilayah 3 Cirebon dan sekitarnya.

Pranata Humas IAIN Syekh Nurjati Cirebon, H Muhamad Arifin M.Pd.I menyatakan, brosur PMB ini sebagai bahan informasi bagi pendaftar untuk lebih mengetahui informasi seputar kampus IAIN Cirebon.

"Ini sebagai media informasi agar Prodi-Prodi yang diminati (Program Studi) dapat diakses langsung oleh para pendaftar melalui informasi yang sudah kami siapkan dan kami sediakan," ucap Arifin.

Brosur yang dikeluarkan, kata Arifin, bukan saja terbatas pada Prodi- Prodi S1, tetapi juga Prodi S2 dan S3 (Pasca Sarjana). 

"Bahkan brosur yang kami siapkan, juga menyangkut fasilitas belajar, termasuk para dosen profesional, sehingga para pendaftar bisa langsung memilih atau menentukan prodi yang diminatinya," terangnya. (din)