Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 13 Februari 2021

Sekda Kota Cirebon Minta Masyarakat Dukung Program Vaksinasi Covid 19

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Drs. H. Agus Mulyadi M. Si.


FOKUS CIREBON, FC —Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Drs. H. Agus Mulyadi M. Si, meminta masyarakat untuk mendukung program vaksinasi Covid-19 yang saat ini sedang gencar dilaksanakan Pemerintah.

Hal itu disampaikan Agus usai mengikuti kegiatan vaksinasi yang diselenggarakan Tim Vaksinasi RSD Gunung Jati Kota Cirebon pada Sabtu (13/02/2021).

“Rasanya seperti digigit semut selama 3 detik, setelah itu tak merasakan efek apapun,” kata Agus ketika ditanya oleh rekan media.

Agus mengungkapkan pada awal program vaksinasi bergulir dirinya termasuk orang yang tidak diperbolehkan mengikuti kegiatan vaksinasi sebab pernah terkonfirmasi positif Covid-19, akan tetapi dengan keluarnya Peraturan Kementerian Kesehatan yang baru, penyitas Covid-19 diperbolehkan divaksin setelah 3 bulan.

Hal tersebut berdasarkan Surat Edaran Kementerian Kesehatan (Kemenkes) No. HK.02.02/II/368/2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 pada Kelompok Lansia, Komorbid dan Penyitas Covid-19 serta Sasaran Tunda

“Saya terkonfirmasi Covid-19, 5 bulan lalu, artinya dengan aturan baru sudah bisa divaksin,” tuturnya.

Agus menambahkan sebelum mengikuti kegiatan vaksinasi ini dirinya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu, setelah di-screening akhirnya diperbolehkan ikut.

“Sesuai arahan dokter karena ini bagian dari memberikan contoh kepada masyarakat untuk ikut mensukseskan program vaksinasi,” pungkasnya. (Fiqi)


Jumat, 12 Februari 2021

FUAD IAIN Cirebon Buka Donasi dan Bantuan Bagi Warga Terdampak Banjir

Dr. Anwar Sanusi, M. Ag, Wakil Dekan III, IAIN SNJ Cirebon tengah memberikan bantuan kepada warga terdampak banjir.


FOKUS CIREBON, FC - Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah mengadakan open donasi untuk warga yang terdampak banjir di wilayah Indramayu, Pantura dan Subang, Cirebon Timur dan Majalengka.

Banjir ini terjadi akibat curah  hujan tinggi yang terus mengguyur di wilayah tersebut.

Kegiatan open donasi yang dilakukan oleh Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah ini menerima bantuan berupa uang, sembako, obat-obatan, pakain layak pakai, dan lainnya.

Penyerahan hasil dari donasi terbagi menjadi dua gelombang, dimana gelombang pertama diserahkan kepada warga Indramayu dan gelombang kedua akan diserahkan ke daerah Pamanukan, Subang.

Penyerahan gelombang pertama diserahkan pada Jum’at (12/2/2021) untuk warga Indramayu, tepatnya di Desa Haeurgelis.

Donasi  yang terkumpul berupa uang sekitar Rp 3 juta, dan 48 kardus berisi sembako dan pakaian layak pakai.

Donasi diserahkan langsung oleh Dr. Anwar Sanusi, M. Ag selaku WADEK-III, dan Ibu Imas sebagai penerima donasi. Donasi ini juga akan disebarkan ke desa Wanakaya dan Mekarjati.

Wadek III (kiri) menyerahkan hasil donasi kepada perwakilan warga (kanan), yang diikuti oleh perwakilan mahasiswa FUAD.

Kegiatan donasi ini diikuti oleh ketua atau perwakilan dari Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD), seluruh pengurus SEMA Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD), serta ketua dan wakil ketua DEMA Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD).

Titik kumpul keberangkatan penyerahan donasi di depan gedung FUAD pukul 09.00 WIB menggunakan kendaran bus milik  kampus. (Eva/Rubae’atul A’dawiyah)

Kamis, 11 Februari 2021

Terjunkan Alat Berat, Pemda Kota Cirebon Gerak Cepat Tangani Potensi Bencana

Perbaikan tanah tebing Sungai Cikalong, Kelurahan Harjamukti, yang terkikis beberapa waktu lalu.


FOKUS CIREBON, FC — Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon bergerak cepat dalam menangani potensi bencana yang terjadi di wilayahnya. Seperti kejadian pengikisan tanah dan pohon tumbang yang terjadi di Sungai Cikalong Kelurahan Harjamukti beberapa waktu lalu.

Wali Kota Cirebon Drs. H. Nashrudin Azis, SH., mengatakan secara umum sejumlah titik rawan bencana genangan air telah ditinjau dan ada beberapa titik yang harus mendapat penanganan dengan segera.

“Kami telah intruksikan dinas terkait untuk segera melakukan tindakan di bibir sungai yang terkikis air di Harjamukti,” katanya.

Menindaklanjuti intruksi Wali Kota Cirebon, Kepala Kantor Penanggulangan Bencana Daerah (KPBD) Kota Cirebon, Kherul Bahtiar, ST, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung serta sejumlah dinas lain seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

“Peralatan berat milik BBWS Cimanuk Cisanggarung pun diturunkan sebab Pemda Kota Cirebon tak memiliki alat berat,” katanya, Kamis (11/02/2021).

Khaerul berharap dengan gerak cepat Pemda Kota Cirebon dan BBWS Cimanuk Cisanggarung ini, fungsi Sungai Cikalong di Kelurahan Harjamukti bisa normal kembali.

“Adanya alat berat dari BBWS membuat proses pengangkatan pohon yang menghalangi sungai bisa lebih cepat,” ujarnya.

Ketika dihubungi terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon, Kadini, S. Sos., menambahkan sejumlah personil disiagakan dalam pengangkutan sampah dan batang pohon di Sungai Cikalong Kelurahan Harjamukti.

“Kami juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai karena bisa menimbulkan bencana,” tambahnya.

Zaenudin, warga RT 02 Kelurahan Harjamukti Kota Cirebon mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan oleh Pemda Kota Cirebon dalam meminimalisir potensi bencana.

Selain itu, dia mengusulkan kepada Pemda Kota Cirebon untuk membangun embung yang dapat menampung air di Sungai Cikalong sebagai langkah jangka panjang dalam pencegahan bencana.

“Sejak dulu Sungai Cikalong kerap meluap, tapi yang parah baru sekarang-sekarang ini, maka butuh embung penampungan air,” pungkas Zaenudin. (Nur)


Mendidik Budi Pekeri Anak, Tugas Utama Seorang Guru


FOKUS CIREBON, FC -Wali Kota Cirebon, Drs H Nashrudin Azis SH menekankan bahwa mendidik budi pekerti anak merupakan tugas utama dari seorang guru. Mendidik anak memiliki budi pekerti sangat penting saat masih di bangku Sekolah Dasar (SD).

Hal tersebut diungkapkan Nashrudin Azis saat melantik kepala Sekolah Dasar Negeri di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon, Kamis, 11 Februari 2021 di salah satu hotel di Jalan Siliwangi, Kota Cirebon.

“Pertama, saya ucapkan selamat kepada bapak dan ibu yang baru saja dilantik hari ini,” ungkap Azis.

Kepala sekolah yang baru dilantik juga diharapkan bisa segera menjalankan tugas dan tanggung jawab mereka dengan baik.

“Saya juga berpesan, jangan lupakan tugas utama seorang guru,” ungkap Azis. 

Lanjutnya, tugas utama guru yaitu mendidik budi pekerti siswa dan siswi mereka. Pendidikan budi pekerti sejak dini penting agar kelak saat anak dewasa sudah tertanam sikap moral, sosial dan budi pekerti yang tinggi di dalam diri mereka. Ini merupakan bekal bagi anak untuk melangkah dalam kehidupan.

Sedangkan kepada orangtua, Azis meminta peran serta orang tua bersama dengan guru untuk mendidik anak-anak menjadi pribadi yang cerdas, pintar dan memiliki budi pekerti tinggi.

“Harus ada kerjasama antara orang tua dan guru,” tegas Azis. 

Sehingga nantinya akan tercetak anak yang pintar dan memiliki keterampilan tetapi dibarengi dengan budi pekerti yang baik. 

“Ini sunggu tanggung jawab yang besar,” ungkap Azis.

Sementara itu Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Cirebon, Drs. H. Anwar Sanusi, M.Si., menjelaskan ada sebanyak 80 kepala Sekolah Dasar (SD) yang dilantik hari ini.

“Sebagian mengisi kekosongan yang sudah lama,” ungkap Anwar.

Setelah dilantik, kepala sekolah baru tersebut diharapkan langsung mengatur strategi untuk menyiapkan pembelajaran bagi siswa dan siswi di Kota Cirebon. Khususnya strategi pembelajaran di masa pandemi Covid-19 ini.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon, Irawan Wahyono, S.Pd, M.Pd,  menjelaskan bahwa kepala Sekolah Dasar (SD) yang dilantik hari ini sebelumnya telah mengikuti seleksi nasional yang diselenggarakan oleh Lembaga Pemberdayaan Pengembangan Kepala Sekolah (LP2KS).

“Lembaga tersebut langsung berada di bawah Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan,” ungkap Irawan. 

Dengan pelantikan yang digelar hari ini, ucapnya, kekosongan kepala SD di Kota Cirebon sudah bisa diatasi.

Namun Disdik Kota Cirebon tetap menyiapkan kader-kader terbaik sebagai calon kepala SD mengingat tahun depan akan ada lagi kepala SD yang pensiun. “Kader-kader kami siapkan, tidak terhenti,” ungkap Irawan. (din)


IAIN Cirebon Menjadi Pilot Project Cyber Islamic University

FOKUS CIREBON, FC - Direktur PTKI Prof. Dr. Suyitno, M.Ag menuturkan bahwa UIN Syekh Nurjati bersamaan dengan proses transformasinya akan menjadi Pilot Project Universitas Islam Siber Indonesia (UISI).

Sebagai Unieversitas Islam Siber pertama, UIN Syekh Nurjati akan menjadi pioner Open Islamic Educational Resources (OIER) di dunia dengan teknologi Digital Multimedia University (DMU).

"UIN Syekh Nurjati akan mendorong perubahan paradigma lama perguruan tinggi keagamaan islam (PTKI) dari konvensional menjadi re-creation and connecting knowledge pada open space.  Kedepan, UIN Syekh Nurjati akan menyelenggarakan pendidikan jarak jauh (PJJ) berbasis teknologi,” ungkap Suyitno.

Lebih lanjut secara teknis Kasubdit Kelembagaan dan Kerjasama, M. Adib Abdushomad, Ph.D menyempurnakan tahapan transformasi yang akan dilakukan oleh IAIN Cirebon.

Menurutnya, visitisasi lapangan oleh tim Kementerian Agama akan dilakukan pada akhir Februari tahun 2021, selanjutnya oleh Kementerian PAN-RB untuk memberikan rekomendasi kelayakan pungkas transformasi tersebut.



“Setelah semua proses visitasi lapangan dilakukan, selanjutnya Menpan-RB akan mengajukan izin prakarsa kepada Sekretariat Negara untuk kemudian diputuskan oleh Presiden Joko Widodo,” terang Adib.

Keputusan tersebut disambut baik oleh civitas akademika IAIN Cirebon. (din)

Inilah Persiapan IAIN Cirebon Menjadi UIN dan Amanah Kampus Cyber Islamic University di PTKIN

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim M.Ag

FOKUS CIREBON, FC - Menyikapi  hasil assesment Kementerian Agama RI, yang menjadi kabar gembira IAIN Syekh Nurjati Cirebon lolos menjadi UIN, inilah berbagai persiapan yang dilakukan civitas akademika IAIN SNJ Cirebon.

Menurut Wakil Rektor I, Dr.H. Syaifudin Zuhri, M.Ag bahwa berbagai persiapan tengah dilalukan, bahkan persiapan tersebut didukung penuh oleh seluruh stakeholder IAIN Syekh Nurjati.

"Kami telah membentuk tim khusus untuk melakukan berbagai persiapan, kaitanya dengan transformasi dan kampus islam siber," kata Saefudin Zuhri.

Untuk itu, program-program telah dirancang dengan matang, baik pada aspek penyiapan SDM, infrastruktur digital, sarana dan prasarana, serta perangkat legalitas lainya.

“Tahun ajaran baru mendatang IAIN Syekh Nurjati akan membuka kelas siber internasional perdana pada program studi PAI, sekaligus menanti Peraturan Presiden soal alih status UIN Syekh Nurjati” pungkasnya.

Atas capaian yang sudah dilakukan tersebut, Rektor IAIN SNJ Cirebon, Dr.H.Sumanta Hasyim, M.Ag merasa bersyukur atas capaian dan amanah yang diberikan kepada lembaganya.

Menurutnya, transformasi menjadi UIN Cirebon memang menjadi keniscayaan mengingat kiprah kampus ini yang memiliki segudang prestasi, termasuk minat warga Jawa Barat dan sekitarnya untuk belajar.

“Kami merasa mendapat anugerah yang tak ternilai, selain lolos dalam tahap awal transformasi UIN, juga diberi amanah untuk menjadi kampus Islam Siber pertama. Hal ini tentunya akan kami respon dengan sebaik mungkin dalam menyiapkan segala yang dibutuhkan,” tegas Sumanta. (din)

Lolos Assesment Kementerian Agama RI, IAIN Cirebon Siap jadi UIN

Berdasarkan hasil Focus Group Discussion (FGD) di Resto Abu Nawas Jakarta, IAIN Syekh Nurjati dinyatakan lolos penilaian Kementerian Agama bersama dua IAIN lainya, yaitu IAIN Bukittinggi dan IAIN Batusangkar, Kamis (11/2/2021).


FOKUS CIREBON, FC - Keputusan tersebut sesuai dengan hasil penilaian para penguji pada proposal dan kelengkapan administrasi alih status IAIN menjadi UIN. 

IAIN Syekh Nurjati seperti disampaikan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Prof. Dr. Muhammad Ali Ramdhani, S.TP, M.T telah memenuhi seluruh persyaratan alih status menjadi UIN berdasarkan Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 20 tahun 2020. 

Hal ini sekaligus menempatkan IAIN Syekh Nurjati bersama dua IAIN lainya menggungguli 7 IAIN pengusul lainya. 

Lebih lanjut Prof. Dr. Muhammad Ali Ramdhani, S.TP, M.T juga menegaskan bahwa alih status IAIN Syekh Nurjati menjadi UIN harus pula diikuti dengan reorientasi visi mewujudkan universitas Islam kelas dunia dengan varian program studi yang tersedia. 

“Tentu tidak boleh pula melupakan ke-khasan perguruan tinggi Islam Indonesia yang tetap konsisten mengusung moderasi beragama dan Islam Washatiyah,” tegas Guru Besar UIN Bandung tersebut. (din)

Milad HMI Ke 74, HMI Cabang Bangka Belitung Gelar Silaturahmi Daerah dan Dialog Tematik

MILAD HMI KE 74 : Usai memperingati Milad HMI Ke 74 melalui kegiatan silaturrahmi daerah dan dialog tematik,  pengurus HMI - KAHMI Bangka Belitung, mengabadikan dengan foto bersama. (foto/ist).


FOKUS BANGKA BELITUNG, - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bangka Belitung memperingati Milad HMI Ke 74. Kegiatan yang dibalut dengan acara silaturahmi daerah serta dialog tematik HMI dan KAHMI membuat peringatan Milad HMI Ke 74 menjadi khidmat dan semarak.

Dalam kegiatan Refleksi 74 tahun HMI, tema mengokohkan komitmen Keislaman dan Kebangsaan, semakin menarik didiskusikan pada konteks HMI kekinian, di mana era industrialisasi 4.0 memaksa seluruh piranti kehidupan berubah sedahsyat masuknya globalisasi informasi dan teknologi (IT). 

Ketua MD KAHMI Belitung, Hartian Ramadhan,ST,M.M menjelaskan, perkembangan digitalisasi pada industri 4.0 hanya merupakan wajah zaman yang berkembang saat ini, HMI tentu harus bisa berada pada fase ini, maka konteks mengokohkan komitmen Keislaman dan Kebangsaan menjadi keniscayaan yang harus kuat di era globalisasi ini dan menjadi tantangan zaman tersendiri.

Hartian Ramadhan juga menegaskan, bahwa kontekstualisasi misi HMI sampai dengan hari ini telah banyak melahirkan episentrum-episentrum baru bagi perkembangan peradaban. 

"Inilah HMI yang selalu ada dan berada di fase apapun. Tinggal bagaimana kematangan berfikir, bersikap dan kemampuam analitis, rasionalis dan tajam terus dihidupkan, sejalan dengan perkembangan peradaban zaman," tandasnya, Jum'at (11/2/2021).

Sementara menurut KAHMI lainnya, Farid Wajdi, M.Ag, M.Si, menyatakan, bahwa HMI itu merupakan organisasi kemahasiswaan yang berdiri pada tanggal 05 Februari 1947 yang memiliki gagasan dan visi perjuangan sosial budaya. 

Dalam konteks ini, kata Farid, yakni  mempertahankan NKRI dan mempertinggi derajat rakyat Indonesia serta menegakkan dan mengembangkan ajaran Islam.

"Ini tentu sejalan dengan visi membangun peradaban sebagaimana perkembangan zaman dengan tetap mengokohkan komitmen Keislaman dan Kebangsaan," tuturnya.

Sedangkan menurut Ketua Komisariat AMB Cabang Babel, Vian, bahwa sejalan dengan tujuan awal di atas, HMI mulai mengevaluasi diri yang bersandar pada pilar akademis, pencipta dan pengabdi. 

"Yakni, terbinanya insan akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan islam dan bertanggungjawab atas terwujudnya masyarakat adil dan nakmur yang diridhoi Allah Subhanahu Wa Ta’ala," pungkasnya. (din)






  

Rabu, 10 Februari 2021

Pemda Kota Cirebon Selalu Berupaya Alokasikan Anggaran Untuk Perbaikan Rutilahu

Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati


FOKUS CIREBON, FC - Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati, usai sosialisasi kepada BKM/LKM/LPM Penerima Bantuan Sosial di Kota Cirebon menyampaikan bahwa Pemerintah daerah (Pemda) selalu berupaya alokasikan anggaran untuk perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu) untuk warga Kota Cirebon.

“Kebutuhan kita masih banyak, namun saya bersyukur karena tahun ini Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan alokasi yang lebih besar untuk perbaikan rutilahu di Kota Cirebon dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlahnya bahkan naik 100 persen dibandingkan tahun sebelumnya," jelas Eti, Rabu (10/2/2021).

Rasa syukur itu disampaikan, karena saat ini anggaran begitu sulit, namun Pemprov Jabar tetap bisa memberikan perbaikan rutilahu yang yang besar untuk Kota Cirebon, ucapnya di kegiatan sosialisasi yang diselenggarakan di Gedung Korpri, Jalan Brigjen Dharsono By Pass Kota Cirebon.

Eti juga menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemprov Jabar atas alokasi perbaikan rutilahu yang telah diberikan kepada Kota Cirebon.

Namun diakui Eti, kebutuhan untuk perbaikan rutilahu di Kota Cirebon masih cukup banyak. Tercatat masih ada sekitar 4 ribuan lagi rutilahu yang membutuhkan perhatian untuk segera diperbaiki. Untuk itu, pihaknya akan melakukan jemput bola.

“Saya akan langsung mendatangi Kementrian PUPR. Mereka akan mengakses program di kementrian tersebut agar bisa mendapatkan anggaran perbaikan rutilahu untuk masyarakat Kota Cirebon," ungkapnya.


Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Perumahan Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Jabar, Ir. Muh Eko Damayanto, MT, menjelaskan dari  sebanyak 630 rumah di Kota Cirebon, masing-masing mendapatkan alokasi sebesar Rp 17.500.000 untuk perbaikan rutilahu.

“Total dana yang dialokasikan sebesar Rp 11,2 miliar lebih. Dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya,” ungkap Eko.

Dari nilai tersebut, sebesar Rp 16,5 juta digunakan untuk bahan bangunan, Rp 700 ribu untuk upah tukang dan Rp 300 ribu untuk administrasi. Untuk penerima bantuan nantinya akan diberikan dalam bentuk bahan bangunan. (din)


Resmi Dilantik Wakil Bupati Cirebon, Wahyu Tjiptaningsih Siap Jalankan Amanah Gubernur Jabar dan Bupati Cirebon

Wahyu Tjiptaningsih Resmi Dilantik Menjadi Wakil Bupati Cirebon


FOKUS CIREBON, FC - Wahyu Tjiptaningsih akhirnya resmi dilantik menjadi Wakil Bupati Cirebon. Usai dilantik, Wahyu Tjiptaningsih berjanji akan menjalankan arahan dari Gubernur Jawa Barat terkait penanganan pandemi Covid-19 serta pemulihan ekonomi.

“Saya siap bekerja sama dalam melaksanakan arahan dan perintah pak Imron sebagai atasan saya,” kata Ayu sapaan Wahyu Tjiptaningsih usai dilantik menjadi Wabup Cirebon oleh Gubernur Jabar, Ridwan Kamil bertempat di GOR Arcamanik Bandung, Rabu (10/2/2021).

Ayu juga menegaskan, membangun Kabupaten Cirebon menjadi prioritasnya. Sehingga dirinya akan bersinergi dengan Bupati Cirebon, Drs. H. Imron MAg dalam menjalankan tugas memimpin daerah dengan jumlah penduduk 2,1 juta jiwa.

Sementara dalam amanatnya usai pelantikan, Gubernur Jabar Ridwan Kamil meminta dua prioritas yang harus harus dilakukan oleh Ayu. Pertama adalah penanganan pandemi Covid-19 serta pemulihan ekonomi. 


Menurut Emil sapaan akrabnya hal tersebut harus segera dilakukan, karena saat ini Jabar sedang dalam kondisi kedaruratan.

“Karena kondisi Jabar sedang dalam kedaruratan, jadi penanganan Covid-19 harus segera dilakukan,” ungkap Emil.

Emil kembali mewanti-wanti, supaya saat hari pertama bekerja sebagai Wabup, Ayu tidak memikirkan hal lain, selain dua hal tersebut. Pesan lain yang dititipkan RK juga, bagaimana menjaga integritas, melayani dengan sepenuh hati dan selalu profesional serta lebih pintar untuk mengikuti perkembangan zaman.


“Integritas harus dijaga, karena kalau sudah tercederai maka hilanglah nilai-nilai kemuliaan seorang pemimpin. Takdir pemimpin adalah melayani bukan dilayani, menolong dan bukan ditolong serta memberikan solusi,” kata Emil. 

Demikian juga disampaikan Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag, bahwa tugas wakil bupati saat ini yaitu menangani pandemi Corona virus disease 2019 (Covid-19) yang hingga saat ini belum selesai. 

Selain itu, wakil bupati pun harus sama-sama memiliki tekad untuk mempercepat pemulihan ekonomi. 

"Saya dan Ibu Ayu (Wahyu Tjiptaningsih) akan melaksanakan semua itu. Ini artinya, tugas sebagai pemimpin daerah berbagi," kata Imron seusai pelantikan sejumlah kepala daerah di Kota Bandung.

Imron mengatakan, meskipun Kabupaten Cirebon sudah masuk ke dalam zona orange penyebaran Covid-19, namun sembilan kecamatan yang ada masih berstatus zona merah atau risiko tinggi. 

"Ini adalah tugas berat yang harus diselesaikan untuk keselamatan masyarakat," katanya. (Nur)




Sekda Kota Cirebon Tekankan Pendidikan Anak Usia Dini Harus Berkualitas, Sekalipun Pandemi Covid 19


FOKUS CIREBON, FC - Sekalipun pandemi Covid-19 masih berlangsung, pendidikan untuk anak harus tetap berkualitas. Terlebih untuk anak usia dini.

Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Drs. H. Agus Mulyadi, M.Si., usai pembukaan kegiatan sosialisasi program kerja Gabungan Organisasi Penyelenggara Taman Kanak-Kanak Indonesia (GOPTKI) dan pembekalan dari Dinas Pendidikan Kota Cirebon di Sekretariat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Cirebon, Jalan Siliwangi No 123.

“Usia nol hingga 6 tahun merupakan usia emas,” ungkap Agus. Pada periode tersebut otak dan fisik anak tengah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Orang tua harus tahu bagaimana memanfaatkan moment penting tersebut.

Namun sayangnya, pandemi Covid-19 saat ini masih terjadi. Pandemi Covid-19 ini mengubah seluruh tatanan kehidupan termasuk pendidikan anak usia dini. Untuk itu Agus meminta agar berbagai terobosan kreatif bisa dilakukan sehingga anak tidak kehilangan masa keemasan ini.

“Kami juga berterima kasih kepada GOPTKI yang telah menjadi mitra pemerintah daerah khususnya dalam penyelenggaraan pendidikan anak usia dini,” ungkap Agus.

Keberadaan GOPTKI ini menurut Agus juga memiliki peran penting dan strategis sebagai tempat terhimpunnya organisasi penyelenggara Taman Kanak-Kanak (TK). Termasuk dalam pembentukan kualitas generasi bangsa di masa yang mendatang.

“Pesan saya, agar program kerja nantinya tetap bermuara pada pembinaan dan pengembangan pendidikan anak usia dini yang profesional, optimal dan inovatif,” ungkap Agus.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon, Irawan Wahyono, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan anak idealnya tumbuh dan berkembang sesuai dengan usianya. Salah satu sentuhan terbaik untuk tumbuh kembang anak, khususnya anak usia dini, yaitu melalui pendidikan. “Pendidikan anak usia dini bisa melalui kelompok bermain, TK dan lainnya,” ungkap Irawan.

Irawan juga menambahkan bahwa di masa pandemi Covid-19 ini pendidikan di Kota Cirebon tetap berjalan dengan baik. “Termasuk pendidikan anak usia dini,” ungkap Irawan. Sehingga anak-anak usia dini tidak akan kehilangan masa golden age atau masa keemasan tumbuh dan kembang otak serta fisik anak. (Indah)


IAIN Syekh Nurjati Cirebon Menjadi PTKIN Pertama Cyber Islamic University di Indonesia

Warek II, Dr Hj Kartimi M.Pd dan Kabiro AUAK, Drs H Subarja M.Pd

FOKUS CIREBON, FC - Kabar gembira datang dari IAIN Syekh Nurjati Cirebon, di mana kampus ini menjadi PTKIN pertama Cyber Islamic University (CIU) di Indonesia.

Hal itu disampaikan langsung oleh Dr Hj Kartimi M.Pd Warek II IAIN SNJ Cirebon, usai menghadiri rapat koordinasi unsur pimpinan, yang dihadiri Warek I, Kabiro AUAK, Kabag Umum, serta jajaran Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD) juga Pranata Humas IAIN Cirebon dan lainnya, Rabu (10/2/2021).

Dr Hj Kartimi M.Pd menjelaskan, rapat koordinasi pimpinan ini merupakan kelanjutan dari kegiatan Zoom Meeting bersama Dirjen Pendis Kemenag RI dan World Bank (WB) terkait kepercayaan Kementerian Agama RI menunjuk IAIN Cirebon sebagai Cyber Islamic University (CIU).

Menurut Kartimi, IAIN sebagai Leading sektor, pengelolaan CIU nanti di bawah PTIPD IAIN Syekh Nurjati Cirebon, dan saat ini segala persiapan akan dilakukan, termasuk studi banding kepada Perguruan Tinggi Negeri (PTN), mengingat IAIN Cirebon menjadi PTKIN pertama menjadi kampus Cyber Islamic Unibersity di Indonesia.

"Blokgrand World Bank ini merupakan hasil kerjasama Kementerian Agama RI. Saat itu, Pak Menteri melalui Dirjen Pendis, Dr H M.Ali Ramdhani langsung menghubungi Pak Rektor IAIN Cirebon dan menunjuk IAIN Cirebon sebagai Cyber Islamic University dan selanjutnya meminta melakukan pembahasan melalui Zoom Meeting, setelah itu hari ini kita langsung melakukan rapat koordinasi, dan hasilnya tiga point," kata Kartimi.

Tiga point hasil rapat itu, jelasnya, pertama harus siap melangkah, kedua membuat deskmark, karena di Indonesia belum PTKIN yang menjadi CIU sehingga IAIN perlu untuk melakukan studi banding ke  perguruan tinggi yakni Sultan Agung yang sudah menjadi kampus CIU.

Lalu yang ketiga, lanjutnya, kita akan segera membuat tim teknis sebagai persiapan pelaksanaan CIU ini dan April 2021 adalah penyerahan proposal.

"Ya, Cyber Islamic University atau CIU ini nanti di bawah PTIPD dan akan dikelola secara profeaional oleh tim-tim ahli IT dan nanti bermanfaat bagi akademik berbasis IT serta dapat mengcounter hoax yang mengganggu stabilitas nasional," paparnya.


Sementara itu, Pranata Humas IAIN Syekh Nurjati Cirebon, H.M.Arifin M.Pd.I kepada media menyatakan  rasa bangganya atas kepercayaan tersebut. Mengingat UIN Cirebon akan menjadi kampus berbasis IT.

"Secara intens, semua sudah saling berkoordinasi dan sudah langsung bekerja, dan dengan Cyber Islamic University ini, akademik ke depan berbasis IT," pungkasnya.  (Nurudin)

Selasa, 09 Februari 2021

Hari Pers Nasional, Wali Kota Cirebon Apresiasi Peran Wartawan Terhadap Pembangunan


FOKUS CIREBON, FC - Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH, pada acara syukuran dalam rangka Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2021 di ruang Adipura Kencana, Balai Kota Cirebon, menyampaikan bahwa Wartawan memiliki peran yang menonjol dalam pembangunan.

Wartawan yang bertugas di Kota Cirebon, lanjutnya, memiliki kemampuan yang tidak diragukan lagi dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

“Ucapan terima kasih dan rasa bangga saya kepada insan pers yang ada di Kota Cirebon,” ungkap Azis, Selasa (9/2/2021).

Rasa bangga ini dikarenakan insan pers yang ada di Kota Cirebon memiliki kemampuan yang luar biasa dalam menjalankan tugas jurnalistik mereka sehari-hari.

Tidak hanya itu, insan pers di Kota Cirebon juga memiliki semangat untuk turut serta dalam pembangunan di Kota Cirebon, khususnya dalam mencerahkan dan mencerdaskan masyarakat.

“Perannya sangat menonjol dalam pembangunan di Kota Cirebon,” tuturnya.

Namun kemampuan yang luar biasa yang telah dimiliki insan pers di Kota Cirebon diminta untuk terus ditingkatkan.

“Seperti kata Ketua PWI tadi, bagi yang belum memiliki sertifikat kompetensi wartawan, atau semacam ‘SIM’ nya wartawan, segera membuatnya,” ungkap Azis.

Standar kompetensi wartawan ini menggambarkan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan atau keahlian, dan sikap kerja yang relevan dengan pelaksanaan tugas kewartawanan dari seorang wartawan.

Selain itu Azis juga meminta adanya kerjasama dan komunikasi diantara sesama wartawan sehingga tercipta satu kesatuan. “Ibaratnya pemain bola, wartawan itu seperti Ronaldo, seperti Messi,” paparnya.

Mereka sudah memiliki kemampuan yang hebat, namun untuk bisa memenangkan pertandingan diperlukan kekompakan tim. “Disini dibutuhkan kekompakan antar media,” ucapnya.



Sementara itu Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (DKIS) Kota Cirebon, Ma’ruf Nuryasa, AP., dalam sambutannya mengungkapkan bahwa selama ini telah tercipta kolaborasi yang baik antara wartawan dan Pemda Kota Cirebon.

“Kami selalu apresiasi itu,” ungkap Ma’ruf. Menurut Ma’ruf pers merupakan tonggak atau pilar untuk bersama-sama pemerintah melaksanakan tugas memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Pada kesempatan itu Ma’ruf juga sangat mengapresiasi upaya yang telah dilakukan wartawan di Kota Cirebon dalam meningkatkan kemampuan mereka.

“Setiap hari Jumat mereka berkumpul untuk meningkatkan literasi terkait jurnalistik di salah satu tempat,” ungkap Ma’ruf.

Untuk itu, dalam waktu dekat DKIS Kota Cirebon akan membuatkan co-working spaceyang bisa dimanfaatkan wartawan sebagai tempat silaturahmi untuk meningkatkan kemampuan literasi mereka. “Dilengkapi akses internet, tv layar lebar hingga kopi,” ungkap Ma’ruf.

Sementara itu Ketua PWI Cirebon, Moh. Noli Alamsyah, mengungkapkan pada momen HPN 2021 ini, wartawan diminta untuk membantu program pemerintah. “Di masa pandemi Covid-19 ini kita berupaya untuk membantu program pemerintah mengedukasi kepada masyarakat apa itu Covid-19,” ungkap Noli.

Pada kesempatan itu, Noli juga meminta kepada wartawan untuk senantiasa meningkatkan kemampuan dan kualitasnya. “Mari kita berkarya melalui karya-karya jurnalistik kita,” ungkap Noli. (Nur)

Wakil Wali Kota : Memajukan Kota Cirebon Butuh Sinergitas

FOKUS CIREBON, FC - Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati, usai menghadiri Musrenbang RKPD Perencanaan Tahun 2022 di Kecamatan Pekalipan Tahun Anggaran 2021, mengungkapkan sinergitas pembangunan untuk memajukan Kota Cirebon dibutuhkan.

Oleh karenanya, program yang ada di setiap dinas diminta bisa masuk ke tingkat kecamatan dan kelurahan. 

“Sinergitas antara dinas, kecamatan dan kelurahan dibutuhkan. Untuk itu, program yang ada di setiap dinas yang ada di Kota Cirebon diminta masuk dan bersinergi dengan kelurahan dan kecamatan. Jadi Camat dan Lurah dapat berperan aktif,” ungkap Eti, Selasa (9/2/2021).

Eti mencontohkan, misalnya program yang ada di DKOKP Kota Cirebon untuk kegiatan dan pembangunan pariwisata bisa disinergikan dengan lurah dan camat dimana wisata tersebut akan dibangun.

Dengan begitu, seluruh masyarakat bisa turut merasa memiliki dan mendukung keberadaan lokasi wisata tersebut, jadi sinergitasnya. 

Selanjutnya Eti juga meminta agar setiap Camat di Kota Cirebon tetap semangat di tengah-tengah keterbatasan anggaran.

“Saya tahu, refocusing ini menimbulkan kekecewaan kita semua. Tapi tetap semangat karena penanganan Covid-19 juga membutuhkan anggaran yang cukup besar, jelas Eti.

Pada kesempatan itu Eti juga berharap sejumlah target yang tidak bisa dicapai pada 2020 bisa dicapai tahun ini. “Mudah-mudahan 2022 tidak ada refocusing lagi,” ungkap Eti

E.tiementara itu Camat Pekalipan, Gandi, S.STP, M.Si, mengungkapkan Kecamatan Pekalipan memiliki potensi wisata yang cukup besar. Hanya saja selama ini belum digali dengan maksimal.

“Biasanya dari Dinas Pariwisata langsung ke lokusnya. Kami, camat dan lurah, hanya dilibatkan sebatas launchingnya,” kata Gandi.

Padahal baik kelurahan maupun kecamatan memiliki konsep yang cukup bagus untuk pengembangan wisata di daerah mereka masing-masing. (din)


Jalan Perkantoran Bima Ditanami Pohon, PUPR Kemana ya ??


FOKUS IREBON, (FC) - Pemandangan kontras terlihat di Jalan Perkantoran Bima Kota Cirebon. Jalan yang membentang ke sejumlah kantor dan Stadion Lapangan bola bima 1 tersebut, diportal dengan sejumlah pohon di tengah jalan.

Menurut warga setempat, pohon yang menutup separoh jalan tersebut, lantaran jalan rusak dan licin, sehingga berbahaya bagi pengendara.

Uniknya, posisi pohon yang ditanam setengah bahu jalan tersebut berada persis disamping Kantor PUPR Kota Cirebon.

"Ya, jalannya rusak mas, licin juga, jadi terpaksa dipasang pohon. Ini untuk menghindari kecelakaan," ujar Wawan saat bertemu di tempat di mana pohon tersebut sudah membentang di bahu jalan, Selasa (9/2/2021).

Selain Wawan, Yadi juga mengungkapkan hal yang sama, jalan tersebut rusak parah, namun belum juga ada perbaikan, selain kerap banjir, jalan juga licin akibat lumpur tanah liat yang terbawa air ke tengah jalan.


"Mestinya pemerintah tanggap, apalagi berada disamping Kantor PUPR Kota Cirebon. Coba saja lihat, tak jauj dari tempat di mana pohon di pasang, jalan rusak parah yang berada persis di depan Kantor Diahub dan Pemadam Kebakaran (Damkar). Melihat kondisi ini PUPR ke mana ya," kata Wawan yang meminta segera ada tindakan perbaikan agar tidak ada korban kecelakaan. (Maulana)

Bupati Cirebon Apresiasi BPJS Atas Jaminan Kematian Bagi Peserta Non PNS

Bupati Cirebon, Drs H Imron M.Ag


FOKUS CIREBON, FC - BPJS Ketenagakerjaan terus berupaya untuk melindungi masyarakat yang sudah terdaftar kepesertaan jaminan baik kecelakaan kerja maupun kematian. 

BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Cirebon telah memberikan jaminan kematian secara simbolis bagi peserta Non PNS di lingkungan Pemkab Cirebon, di Pendopo Bupati Jalan Kartini Kota Cirebon, Selasa, (9/2/2021). 

Pemberian jaminan kematian tersebut langsung disaksikan Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag, Kepala Disnakertrans, Erry Ahmad Husaeri, Kepala Disperdagin, Deni Agustin. 

Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag mengatakan, pihaknya mengucapkan banyak terima kasih kepada BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Cirebon yang sudah memberikan jaminan kematian untuk peserta Non PNS  kepada  ahli waris. 

"Asuransi memanglah penting bagi para pekerja. Sehingga para pekerja  informal maupun formal,  khususnya di Kabupaten Cirebon dalam bekerja sudah aman karena sudah terlindungi oleh asuransi baik kecelakaan kerja maupun kematian," katanya. 

Imron pun menjelaskan, selama ini pegawai di lingkungan Pemkab Cirebon bukan hanya ASN yang mendapatkan jaminan keselamatan  akan tetapi ada juga yang Non PNS (Honorer, Red). 

"Saya berharap pegawai Non PNS bisa ikut kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan supaya meraka bekerja bisa dengan tenang. Serta tidak lupa juga untuk para warga untuk ikut dalam asuransi BPJS Ketenagakerjaan," katanya.

Ia berpesan kepada para ahli waris yang mendapatkan santunan ini diharapkan dimanfaatkan dengan sebaik mungkin. 

"Para ahli waris peserta Non PNS ini akan mendapatkan Rp 42 juta. Saya harapkan dapat digunakan sebaik mungkin, pentingkan yang pokok terlebih dahulu," katanya. 

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Cirebon, Mulyana mengatakan, pihaknya terus bersosialisasi semaksimal mungkin untuk mengedukasi masyarakat Kabupaten Cirebon tentang pentingnya mempunyai jaminan baik kecelakaan kerja maupun kematian. 

Menurutnya, selama ini masyarakat tidak banyak yang tahu manfaat dari ikut kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. 

"Setidaknya bagi para peserta BPJS Ketenagajerjaan selama berangkat kerja sampai pulang ke rumah mereka mempunyai jaminan keselamatan sehingga mereka bekerja bisa dengan aman dan tenang," kata Mulyana. 

Mulyana menjelaskan, untuk para peserta BPJS Ketenagakerjaan di wilayah Kabupaten Cirebon belum semuanya tercover. Sehingga mereka kalau ada kecelakaan kerja mereka tidak ada jaminan sama sekali. 

"Sudah ada 147 di tingkat desa sudah terdaftar dengan 2.218 tenga kerjanya. Sedangkan untuk Peserta Non ASN 2.093 itu baik dari tingkat dinas, kecamatan maupun desa," katanya. 

Ia mengungkapkan, pihaknya akan berkolaborasi dengan pemerintah daerah yakni melalui DPMD untuk ikut menyosialisasikan program BPJS Ketenagakerjaan. 

"Dari 412 desa belum sampai 50 persennya yang ikut BPJS Ketenagakerjaan, padahal untuk pekerja informal sendiri hanya iuran Rp 11 ribuan. Dan untuk pekerja Formal iuran mencapai Rp18 ribuan itu semuanya kalau dilihat sangat kecil tetapi manfaatnya sangat besar untuk para peserta maupun keluarganya," tambah Mulyana. 

Mulyana pun mengatakan, untuk klaim asuransi jaminan kecelakaan kerja maupun kematian, peserta akan mendapatkan haknya. 

"Untuk peserta yang meninggal bukan akibat kecelakaan kerja akan mendapatkan jaminan sebesar Rp 42 juta. Sedangkan untuk kematian, kalau meninggal akibat kecelakaan kerja dapat 48 kali upah dari perusahaannya yang akan diterima oleh ahli waris," katanya. (Nurdin)


Senin, 08 Februari 2021

Pagi Sebelum ke Kantor, Wali Kota Cirebon Sidak ke Kalijaga Harjamukti


Wali Kota Cirebon, Nasrudin Azis, sebelum ke Kantor langsung sidak ke Kalijaga Harjamukti.


FOKUS CIREBIN, (FC) - Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis pagi Senin (8/2/2021), langsung meninjau beberapa titik yang rawan terjadi genangan. Kunjungan tersebut,  sebelum Wali Kota ke Balai Kota.

Salah satu kunjungannya, Nasrudin Azis langsung meluncur  ke Kalijaga Harjamukti. Sebab salah satu sungai ini, rawan banjir akibat meluap air sungai ke permukaan.

Dari hasil kunjungan tersebut, Wali Kota Cirebon melihat jika tadi subuh bibir sungai di Kalijaga ada yang terkikis. Salah satu pohon besar di sana ikut tergerus dan menutup bagian sungai.

"Saya langsung instruksikan dinas terkait untuk menangani. Di tengah cuaca yang seperti ini, semua harus berhati-hati saat aktivitas di luar rumah dan selalu jaga kesehatan," ujar Nasrudin Azis kepada warga setempat dan warga Cirebon pada umumnya. (Olan) 

Minggu, 07 Februari 2021

Hujan Seharian, Kabupaten Cirebon Dilanda Banjir

 


FOKUS CIREBON, FC- Hujan deras yang terus menerus turun di wilayah Cirebon sejak Minggu (7/2/2021) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB, membuat sejumlah wilayah di Kabupaten Cirebon terendam banjir.

Berdasarkan pantauan di lapangan, banjir terjadi di antaranya di Desa Gintung Lor Kecamatan Susukan, Gintung Kidul dan Gintung Tengah Kecamatan Ciwaringin, Desa Bojong Kecamatan Susukan, Desa Gamel dan Sarabau Kecamatan Plered, Desa Bayalangu, Kecamatan Gegesik, Desa Danamulya, Kecamatan Plumbon, Desa Bakung Kidul, Kecamatan Jamblang, dan Perumahan Lovenia Desa Dawuan Kecamatan Tengah Tani.

Selain itu, banjir juga menggenangi Desa Bayalangu, Kecamatan Gegesik, sebagian wilayah Kaliwedi, Kecamatan Arjawinangun serta sejumlah tempat lainnya.

Intensitas hujan yang terus menerus hampir sepanjang hari, menyebabkan air sungai meluap bahkan hingga masuk ke rumah warga.

Seperti yang terjadi di Blok Ambulu RT 05 RW 01, Desa Gintung Lor, Kecamatan Susukan. Banjir di wilayah tersebut, terjadi akibat luapan Sungai Ciwaringin dengan ketinggian sekitar 50 cm.

“Banjir masuk ke rumah warga sekitar 50 rumah. Warga tidak ada yang mengungsi dan tidak ada kerugian material,” kata Camat Susukan, Wawan Hermawan, Minggu (7/2/2021) sore.

Bahkan di Desa Gintung Kidul,  banjir bahkan mencapai ketinggian lutut orang dewasa hingga sampai satu meter. (Olan)

Ketua Umum DPP LSM Barisan Rakyat Indonesia Lantik Ketua Markas Daerah Kab.Cirebon

FOKUS CIREBON, (FC) - Untuk melanjutkan misi organisasi dalam membangun bangsa dan negara, Ketua Umum DPP LSM Barisan Rakyat Indonesia Ds. Sutejo, Ms, melantik Ketua Markas Daerah Kabupaten Cirebon, Ahmad Yani, Minggu (7/2/2021).

Hadir dalam pelantikan dan pengukuhan Ketua Mada Kabupaten Cirebon, di antaranya Markas Daerah Majalengka, Kuningan, Indramayu, Subang, Ciamis, Cianjur, Purwakarta, Bekasi dan Cianjur.

Selain itu juga disaksikan dan dihadiri oleh seluruh anggota LSM Barisan Rakyat Indonesia Mada Cirebon.

Kegiatan tersebut berlangsung di Sekretariat LSM Barak Mada Cirebon di Jl.KH.Wahid Hasim Desa Mertapada Wetan Kec. Astanajapura Kabupaten Cirebon.

Pada pelantikan ini, Ketum Barak D, Sutejo,Ms mengangkat dan menyerahan SK kepada Ketua Markas Daerah Kabupaten Cirebon Kabupaten Masa bakti 2021-2026.

Ketua Umum DPP LSM Barak Indonesia memberikan imbauan dan harapan kepada Ketua Mada Kab.Cirebon untuk bisa menjaga narwah lembaga dan melaksanakan tanggung jawabnya dalam memberikan sesuatu yang sifatnya positif kepada seluruh masyarakat dengan berpegang teguh pada UUD 45 dan Pancasila.

"Saya berpesan kepada saudara Yani untuk bisa mengemban amanah sebagai Ketua Mada Kab.Cirebon dengan sebaik mungkin," pintanya.

Ketua Umum DPP LSM Barisan Rakyat Indonesia Ds. Sutejo, Ms, juga berpesan, laksanakan amanat kembaga, jadilah pejuang untuk kepentingan rakyat dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan yang berlandaskan UUD 45 dan Pancasila sebagai dasar dimana kita harus bertindak dan berprilaku.

Dirinya juga menegaskan, bahwa berdirinya LSM Barisan Rakyat Indonesia (BARAK) ini, semata - mata demi kemaslahatan umat.

"Kita harus bertindak demi kepentingan rakyat, dengan tetap melaksanakan segala sesuatunya sesuai hukum yang berlaku, dan satu yang harus ditanam dalam hati sanubari , Jaga Marwah nama Lembaga dan organisasi," tegas Sutejo.

Disisi lain, ketua terpilih, Mada Barak Indonesia Kab. Cirebon Ahmad yani menyatakan siap dan istikomah untuk melaksanakan amanat lembaga dengan tetap menjaga marwah lembaga, sekaligus bertindak demi kepentingan rakyat dengan tetap berpegang pada aturan yang ditetapkan.

"intinya kami hadir demi rakyat dan siap menjadi pejuang untuk rakyat," ucapnya.  (Bambang)

Seharian Cirebon Diguyur Hujan, Warga Was-Was Jalan Berlobang dan Banjir Luapan


FOKUS CIREBON, (FC) - Hujan yang terus mengguyur wilayah Cirebon berlangsung seharian. Warga pun mulai was-was banjir luapan dan jalan berlobang, Minggu (7/2/2021).

Rasa was-was warga ini cukup beralasan, lantaran hujan turun sejak malam tadi. Terutama warga yang bermukim tak jauh dari sungai atau kali pembuangan limbah rumah tangga.

"Kalau banjir air nya cukup deras, dan yang dikhawatirkan jalan licin serta berlobang, karena tidak menutup kemungkinan kendaraan bisa terjatuh," papar Dwi Aprilianto, warga Arumsari, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon.

Seperti juga diungkapkan Satria, warga Sumber ini hanya bisa mengurangi kecepatannya hingga seminimal mungkin, sebab lintasan jalan di Cempakaarum, depan SPBU jalannya rusak parah dan penuh lobang.

Hal senada juga disampaikan Agus Mulyadi warga Majasem, Kota Cirebon. Sebagai pedagang keliling, dirinya kerap takut jika di musim hujan, lantaran jalan licin dan banyak jalan rusak belobang.

"Jalan di Majasem itu kalau hujan lebat pasti banjir dan juga banyak yang rusak berlobang, belum lagi di jalan depan kantor PUPR Kota Cirebon, selain banjir, jalannya ttusak cukup parah.

" Saya pernah hampir terjatuh saat melintasi jalan tersebut. Libang jalan yang tertutup air tak terlihat oleh mata, namun karena saya masih sigap, motor hanya oleng dan tidak sampai terjatuh, karena terrahan oleh kaki yang buru-buru menahan motor, kalau tidak pasti swkujur badan ini sudah babak belur," paparnya. (Maulana)

IAIN Cirebon Ditunjuk Sebagai Kampus Cyber Islamic University Hasil Kerjasama World Bank-Kemenag RI


FOKUS CIREBON, (FC) - Rasa bangga kembali datang dari civitas akademika IAIN Syekh Nurjati CIrebon. Pasalnya, kampus yang siap menjadi Univertas Islam Negeri (UIN) ini, mendapat kepercayaan baru dari Kementerian Agama Républik Indonesia sebagai kampus Cyber Islamic University.

Hal itu diketahui melalui pembahasan bersama terkait kerjasama Kemenag RI dengan Worl Bank (WB) melalui Join Zoom Meeting yang langsung dihadiri Dirjen M.Ali Ramdhani juga Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag serta para Wakil Rektor dan sejumlah pejabat IAIN Cirebon lainnya.

M.Ali Ramdhani menjelaskan maksud dari kerjasama tersebut, termasuk pemaparan materi pembahasan Cyber Islamic University pada sudut pandang kelebihan dan keunggulannya.

Dalam pembahasannya, M.Ali Ramdhani menjelaskan secara detail mengenai materi Cyber Islamic University, di antaranya materi tentang dasar hukum dan out putnya.

Menurut M.Ali Ramdhani, pokok bahasan pada Cyber Islamic Unuversity ini di antaranya Rasional dan Objective, Dasar Hukum, Dasar Penjaminan Mutu, Operasionalisasi, Time Line dan Kebutuhan.

Kemudian Out Come Cyber Islamic University ini tentu harus sebagai pionir campus dan raise institutnya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Menyangkut Rasional dan Objective, kata M.Ali Ramdhani, itu dikelompokan pada empat bagian, yakni Spirit dimana Cyber Islamice University ini Fokus mewujudkan kamous yang Ulil Albab yang ditandai dengan adanya Atitude, Skill dan Knowledge, sehingga Cyber Islamic University mampu melakukan Pendekatan, yakni menuju Smart Unversity, Pioneer Campus dan Raise Institut yang Out Come nya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.


Sementara itu, diketahuinya IAIN Syekh Nurjati Cirebon sebagai Cyber Islamic University, melalui sebuah kabar di mana Menteri Agama RI menghubungi Dirjen dan Dirjen M.Ali Ramdhani langsung menghubungi Rektor IAIN SNJ Cirebon jika Cirebon sebagai Cyber Islamic University. (Nurudin)

Kemenag RI Ajak IAIN Cirebon Bahas Kerjasama World Bank dalam Mewujudkan Cyber Islamic University


FOKUS CIREBON, (FC) - Menindaklanjuti pertemuan Menteri Agama RI dengan World Bank (WB), Kemenag Republik Indonesia mengundang IAIN Syekh Nurjati (SNJ) Cirebon yang ditunjuk sebagai kampus Cyber Islamic University untuk bersama membahas detail wujud kerjasama anatara WB dan Kemenag dalam mewujudkan Cyber Islamic University (CIU) yang dilakukan melalui Join Zoom Meeting, Minggu (7/2/2021).

Hadir dalam kesempatan tersebut pihak World Bank (WB), Pejabat Kementerian Agama RI Jakarta, Rektor IAIN SNJ Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag, Warek 1 Dr H Saefudin Juhri M.Ag, Warek II Dr Hj Kartimi M.Pd, Dekan FUAD, Dr Hajam MAg dan sejumlah civitas PTKIN lainnya.

Dr H Ali Ramdhani, salah satu Dirjen di lingkungan Kemenag RI memaparkan sejumlah materi dan pendalamannya terkait program kerjasama WB dalam mewujudkan Cyber Islamic University.

Pada kegiatan tersebut, diskusi hangat pun mengalir membahasa secara detail kerjasama WB ini dalam mewujudkan Cyber Islamic University. 


Pranata Humas IAIN Syekh Nurjati Cirebon, H Muhamad Arifin M.Pd.I menyatakan rasa bangganya di mana IAIN Cirebon sebagai kampus Cyber Islamic University oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. (din)