Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 18 Desember 2021

Di Hari Migran Internasional 2021, Pemkab Cirebon Raih Penghargaan Kabupaten/Kota Peduli Pekerja Migran Indonesia

FOKUS CIREBON - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI menyelenggarakan Peringatan Hari Migran Internasional tahun 2021 dengan tema "PMI Tangguh Indonesia Tumbuh" di Cirebon, Sabtu (18/12/2021). 

Dalam ajang tersebut, Kabupaten Cirebon mendapatkan penghargaan sebagai Kabupaten/Kota Peduli Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah mengatakan, selama hampir dua tahun, Covid-19 telah membuat berbagai negara mengambil kebijakan untuk menutup sementara masuknya warga negara asing. 

Atas kebijakan tersebut, pemerintah Indonesia mengambil tindakan penutupan sementara untuk penempatan Pekerja Migran Indonesia dalam rangka melindungi warga negaranya dan mencegah tersebarnya Covid-19. 

"Tentu kondisi ini membuat kita semua sedih, khususnya bagi calon pekerja migran kita. Oleh karena itu, tema 'PMI Tangguh Indonesia Tumbuh' merupakan gambaran situasi dan harapan yang dirasakan oleh kita semua," kata Fauziyah. 

Fauziyah menambahkan, saat ini sejumlah negara sudah mulai membuka untuk warga negara asing. 

Pihaknya meminta komitmen semua pihak terkait agar pembukaan penempatan ini menjadi momentum untuk saling bahu membahu dan bekerja sama untuk menjaga kepercayaan negara-negara penempatan dengan memastikan CPMI yang dikirim benar-benar terbebas dari Covid-19. 

"Saya percaya dan meyakini, penempatan dan perlindungan Pekerja Migran Indonesia di masa pandemi Covid-19 ini dapat diatasi dengan baik dan elegan oleh kita semua," katanya. 

Bupati Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag mengatakan, penghargaan tersebut adalah sebuah kehormatan bagi Kabupaten Cirebon.

Menurut Imron, PMI Kabupaten Cirebon cukup memberikan banyak kontribusi positif terhadap devisa negara. 

"Pemerintah Kabupaten Cirebon mengajak seluruh stakeholder untuk memberikan perhatian khusus kepada PMI, selain memberikan perlindungan juga menyampaikan informasi tentang prosedur baik," kata Imron.

"Kepada pemerintah pusat untuk memberikan sanksi tegas kepada biro atau jasa pemberangkatan PMI yang tidak bertanggung jawab terhadap keamanan pekerja tersebut," sambungnya.

Dirjen Binapenta dan PKK Kemnaker, Suhartono, mengatakan, pemerintah melalui Kemnaker setiap tahun menyelenggarakan peringatan Hari Migran Internasional. 

Pada tahun ini, penyelenggaraan peringatan Hari Migran Internasional di Cirebon karena  merupakan kantong PMI keenam dalam periode 4 tahun terakhir setelah Indramayu, Malang, Blitar, Ponorogo, dan Cilacap. 

Adapun penyelenggaraan acara ini dilakukan secara hybrid event yang diikuti secara langsung 500 orang stakeholder dan secara virtual diikuti 10 desa basis PMI di Kabupaten Cirebon dan sekitarnya, serta Perwakilan RI di negara-negara tujuan penempatan PMI sebanyak 12 perwakilan juga seluruh provinsi yang ada di Indonesia. 

Bersamaan dengan penyelenggaraan peringatan Hari Migran Internasional ini, Kemnaker memberikan Anugerah Indonesian Migrant Worker Awards kepada 15 penerima dengan 12 kategori.

Selain menghadiri penghargaan tersebut, Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia meninjau Layanan Satu Atap Pekerja Migran Indonesia di Transito Krucuk. (din)

Jumat, 17 Desember 2021

Mahasiswa Bahasa Sastra Arab IAIN Cirebon Unjuk Gigi di Tingkat Nasional

FOKUS CIREBON - Himpunan Mahasiswa Jurusan Bahasa Sastra Arab (HIMABSA) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon menggelar kegiatan Festival Sastra Arab (FESTRAB) Guna ‘Membumikan Bahasa, Melangitkan Sastra’ juga sebagai tema pada kegiatan ini, Kamis, (16/12/2021).

Acara yang berlangsung secara hybrid, diikuti sebanyak 70 peserta dari berbagai kalangan maupun jurusan. Acara semakin semarak ketika Nisa Rengganis sebagai pemateri berdiskusi tentang ‘Relevansi Sastra dan Politik’. 

Ketua Pelaksana, Hasbi menjelaskan, kegiatan FESTRAB (Festival Sastra Arab) merupakan kegiatan tingkat nasional. Hasbi sangat bangga karena kegiatan bisa berjalan lancar dan sukses. 

"Alhamdulillah walau dengan persiapan yang minim, tetapi semua berjalan baik.  FESTRAB ini merupakan kegiatan tingkat nasional perdana di BSA IAIN Cirebon,” papar Hasbi.

Acara yang merupakan besutan Divisi Pengembangan Aparatur Organisasi (PAO) ini, kata Hasbi, penting untuk diikuti bagi semua mahasiswa berbasis sastra dan bahasa arab. 

"Terimakasih disampaikan kepada para pihak yang banyak membantu dan berkontribusi pada tahun ini, kami sebagai HIMABSA bisa merealisasikan walaupun dengan banyak evaluasi nantinya," ujarnya.

Hal yang sama diungkapkan Otis Ridiana, Ketua Umum HIMABSA, FESTRAB juga penting diikuti bagi kalangan mahasiswa sastra arab karena sama pentingnya dengan mengasah kemampuan mahasiswa sastra arab 

“Ini acara perdana yang direalisasikan oleh kami, hari ini adalah acara puncak, dimana rangkaian acara sebelumnya ada perlombaan. Ada 4 perlombaan yang kami ajangkan yaitu, drama monolog, taqdimul qishoh, puisi, dan ghina aroby,” ucapnya. 

Ia berharap dengan diadakannya festival sastra arab ini bisa mengasah kemampuan mahasiswa untuk membumikan bahasa. Dapat menjadikan HIMABSA menjadi organiasi yang tetep utuh terdepan dalam melangitkan sastra. 

Sementara, Erfan Ghazali M.Si selaku sekretaris jurusan BSA mengapresiasi betul atas kinerja dari HIMABSA dalam melaksanakan kegiatan ini.

Acara ditutup dengan penampilan-penampilan oleh mahasiswa BSA IAIN Cirebon dan sesi foto bersama. (din)

Wakil Wali Kota Cirebon, Hj Eti Herawati Hadiri Gebyar Arsip dan Literasi Tahun 2021

FOKUS CIREBON - Wakil Wali Kota Cirebon, Hj Eti Herawati menghadiri Gebyar Arsip dan Literasi tahun 2021. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk mengenalkan berbagai macam arsip dan memperkenalkan masyarakat terhadap digitalisasi arsip. 

"Pandemi Covid-19 telah mengubah banyak rencana yang sebelumnya dirancang. Termasuk membangun pojok-pojok literasi hingga ke tingkat terkecil yaitu rukun tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW)," tutur Eti.


Untuk itu, Pemda Kota Cirebon berharap Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Cirebon untuk dapat kembali mengintensifkan kerja sama dengan berbagai pihak. 

"Baik dengan komunitas, pegiat, bunda literasi baik di tingkat kota, kecamatan hingga kelurahan," tandasnya.  (din)

Wakil Wali Kota Bangga Kota Cirebon Kini Memiliki Alfa Flayying Schoool Membuka Wisata Udara



FOKUS CIREBON - Wakil Wali Kota Cirebon, Dra Hj Eti Herawati bersama Kapolres Cirebon berkeliling di atas pesawat Cessna mengitari Kota Cirebon dari ketinggian. 

Menurut Eti, ini merupakan pengalaman pertama wisata berkeliling Cirebon melalui udara. 

"Ternyata asyik juga. Bersama Kapolres Cirebon Kota dan dibawa pilot berlisensi menggunakan pesawat cessna 172 untuk melihat aktivitas dari atas pelabuhan Cirebon," katanya.

Wakil Wali Kota Cirebon mengucapkan  terimakasih kepada Alfa Flying School yang sudah membuka wisata udara. 

"Keberadaan wisata udara ini kami yakin akan menunjang pariwisata di Kota Cirebon dan sekitarnya," tuturnya.  (din)

Kamis, 16 Desember 2021

Wakil Wali Kota Hadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Cirebon Terkait Persetujuan Properda Tahun 2022

Wakil Wali Kota Cirebon, Dra Hj Eti Herawati


FOKUS CIREBON - Mewakili Wali Kota Cirebon, Wakil Wali Kota, Hj Eti Herawati  menghadiri rapat paripurna DPRD dalam rangka pengambilan keputusan / persetujuan terhadap program pembentukan peraturan daerah (Propemperda) Kota Cirebon tahun 2022, Kamis, (16/12/2021).

Pemerintah Daerah (Pemda) dan DPRD Kota Cirebon sepakat menyetujui Program Pembentukan Peraturan Daerah tahun 2022. 

Sebanyak 20 rancangan peraturan daerah (raperda) akan disetujui dibahas tahun depan. Pemda Kota Cirebon senantiasa berkomitmen untuk mengangkat isu-isu strategis dan aspirasi yang berkembang di masyarakat.


"Kami mengimbau kepada kepala perangkat daerah pemrakarsa untuk segera menyiapkan pula regulasi yang bersifat petunjuk teknis dari rancangan perda yang diusulkan untuk dituangkan dalam rancangan perwali," punya Eti.

Tujuannya, kata Eti, agar antara perda dan perkada dapat tercipta harmonisasi dan sinergi. Baik substansi maupun norma hukum yang diaturnya. (din)


Bersama Dua Menteri, Bupati Imron Ikuti Rapat Koordinasi Lintas Sektoral di Mapolresta Cirebon

FOKUS KAB CIREBON - Bupati Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag menghadiri rapat koordinasi lintas sektoral secara virtual dalam rangka Operasi Lalu Lintas Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Markas Kepolisian Resor Kota (Mapolresta) Cirebon, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Kamis (16/12/2021).

Rakor tersebut dihadiri Menteri Perhubungan (Menhub) Ir. Budi Karya Sumadi dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P.

Sementara untuk perwakilan forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) Jawa Barat, dihadiri Gubernur Jawa Barat Mochamad Ridwan Kamil, ST., M.Ud, Kapolda Jabar Irjen Pol Suntana, serta Panglima Kodam (Pangdam) III Siliwangi Mayjen Agus Subiyanto.

Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan, untuk menghadapi libur Nataru 2021, seluruh pihak yang ada di Provinsi Jawa Barat untuk meningkatkan capaian vaksinasi Covid-19. Seluruh warga sasaran harus menerima vaksin minimal dosis kedua.

Dalam upaya mempercepat tersebut, kata Menhub, pihaknya bakal membuka gerai vaksinasi Covid-19 mulai dari terminal, stasiun, dan bandara. 

"Pengawasan harus dibantu pemerintah di daerah, dan juga harus membantu dalam pelaksanaan. Harus komunikaskan juga secara masif," kata Menhub Budi Karya Sumadi.

Dalam operasi tahun ini, kata Menhub, dipastikan tidak ada penyekatan seperti pada momen libur lainnya, melainkan pengetatan protokol kesehatan (prokes) di akses masuk wilayah.

"Tidak ada penyekatan, cuma pengetatan mulai dari pemeriksaan sudah mendapatkan vaksin Covid-19 atau prokes lainnya," katanya.

Sementara Gubernur Jawa Barat mengatakan, pada libur Nataru tahun ini pihaknya sudah meminta kepada forum gereja di Jawa Barat untuk melaksanakan ibadah sesuai dengan protokol kesehatan pencegahan wabah.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan, tidak akan ada kerumunan di beberapa pusat keramaian. Hal tersebut lantaran tidak adanya libur semester untuk anak sekolah.

"PNS juga kami larang untuk berpergian di luar kedinasan sampai awal tahun baru. Menurut hitungan kami, kelihatannya bakal aman terkendali karena cakupan vaksin kami sudah tinggi dan mudah-mudahan kondusif," katanya.

Gubernur yang akrab disapa Emil mengatakan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Jawa Barat diimbau untuk mengantisipasi bencana alam yang kerap terjadi pada libur tersebut.

Berdasarkan catatan 10 tahun terakhir, setiap harinya di Jawa Barat ada empat kejadian bencana alam, mulai dari banjir, tanah longsor, hingga bencana angin puting beliung. "Hal ini harus menjadi perhatian dari BPBD," katanya. (DISKOMINFO)

Diskominfo Kabupaten Cirebon Mendapat Penghargaan Bidang Pengembangan Smart City


TANGGERANG - Sebanyak 100 (seratus) kota/kabupaten berhasil mengikuti implementasi program kota cerdas (smart city) tahun 2021 dan 48 kota/kabupaten yang berada pada Kawasan Pariwisata Prioritas Nasional dan Kawasan Ibu Kota Negara Baru, berhasil menyusun masterplan kota cerdas (smart city).

Dengan mengikuti gerakan ini, kota/kabupaten tersebut telah memiliki rencana induk (masterplan) yang akan mengakselerasi pembangunan berbasis smart city.

Atas keberhasilan mengikuti Gerakan Menuju Smart City 2021, pemimpin daerah dari kota/kabupaten tersebut mendapat penghargaan dari Pemerintah Pusat.

Penghargaan diberikan oleh Johnny G. Plate, Menteri Komunikasi dan Informatika RI pada 14 Desember 2021 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD.

Dalam sambutannya Menteri Komunikasi dan Informatika , Johnny G. Plate mengatakan bahwa “Smart city bukan soal teknologi. Smart city adalah sebuah inisiatif yang bertumpu pada inovasi dan kolaborasi, dengan tujuan utama meningkatkan taraf hidup seluruh warga. Teknologi lebih sebagai enabler yang mempercepat perwujudan mimpi tersebut,” ungkap Johnny G. Plate.

“Karena itu, penting bagi Gerakan Menuju Smart City untuk terus bergulir dan melibatkan semua pemangku kepentingan. Demi kemajuan seluruh warga negara, demi kemajuan Indonesia,” tutup Johnny G. Plate. 

Pemerintah Kabupaten Cirebon kembali mendapatkan penghargaan dalam bidang pengembangan Smart City. Kali ini, menjadi salah satu penerima Smart Society Award Gerakan Menuju 100 kabupaten/kota Smart City.

Kabupaten Cirebon dinobatkan menjadi salah satu kabupaten terbaik berdasarkan enam dimensi Smart City. Dari sana, Kabupaten Cirebon memperoleh penghargaan terbaik Dimensi Smart Society. Adapun smart city meliputi 6 Dimensi yaitu Smart Government, Smart Branding, Smart economy, smart living, smart society dan smart environtmen.

Penghargaan itu diserahkan Dirjen Aptika Kementerian Kominfo RI, Samuel Abrijani Pangerapan, kepada Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Cirebon, Sugeng Darsono. 

Menurut Sugeng, Gerakan Menuju 100 Smart City” adalah gerakan yang diinisiasi oleh kemeninfo di dukung oleh kementerian terkait yaitu kementerian keuangan, kementerian dalam negeri, kementerian PAN RB, Kementerian PUPR, Kementerian coordinator bidang perekonomian, Bappenas, Kementerian Pariwisata dan ekonomi kreatif, dan kantor staf kepresidenan. 

mendorong pemerintah daerah dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan pemanfaatan teknologi, “Jadi yang dikedepankan di program ini adalah strategi meningkatkan pelayanan masyarakat, sementara teknologi menjadi enabler dari usaha tersebut,”  kata Sugeng, Rabu (15/12).  

Program Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cirebon termasuk dalam dimensi smart society antara lain pembangunan kesiapsiagaan kewaspadaan bencana di tingkat desa, penanganan pada saat bencana sehingga resiko bencana dapat terminimalisir sampai dengan program pemulihan pasca bencana. 

"Kedepannya setelah terbentuk masyarakat yang tanggap bencana akan disupport oleh system kegawatdaruratan sehingga informasi dapat langsung diterima oleh perangkat daerah dan unsur kewilayahan terkait," terangnya.

Pada agenda  yang diadakan oleh kementerian kominfo tersebut kabupaten Cirebon mengikuti pula agenda Forum SPBE Nasional dan Pameran Virtual Exhibition Smart City dari tanggal 14 Desember – 28 Desember 2021, yang mana Kabupaten Cirebon mengirimkan video dan poster kegiatan Quikwin 6 Dimensi smart City. 

Seperti kegiatan PSC 119 Dinas Kesehatan, Bus Wisata Cirebon Katon dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Aplikasi Sintren Dokumen kependudukan dari dinas kependudukan dan catatan sipil, Layanan Satu Atap Pekerja Migran Indonesia dari Dinas Ketenagakerjaan, DESTANA (desa tanggap bencana) dari BPBD, Taman Edukasi Ruang Terbuka Hijau dari Dinas Lingkungan Hidup. (din)

Mahasiswa IAIN Cirebon, Fatihul Fauzi Raih Nilai Tertinggi di Diklatpinmas PTKI Se Indonesia

SELAMAT, ucapan yang pantas diberikan kepada mahasiswa IAIN Cirebon berprestasi, Fatihul Fauzi, yang meraih nilai tertinggi pada Diklatpinmas PTKI Se Indonesia.


FOKUS CIREBON - Fatihul Fauzi Mushofahuddin Al Karim, semester 7 Jurusan PGMI, IAIN Syekh Nurjati Cirebon dinobatkan sebagai peserta terbaik dengan nilai tertinggi pada gelaran Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa Nasional Ke II di UIN Banten. 

Fatihul Fauzi mampu menggungguli 80 peserta dari delegasi 80 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) se Indonesia. Yakni dari sabang sampai merauke, Papua, Kalimantan Sulawesi dan lainnya, yang semuanya ikut andil dalam kegiatan ini.

Fauzi kepada fokuscirebon.com menjelaskan, Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (Diklatpimnas) Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) se Indonesia ini,  diselenggarakan Kementrian Agama di Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten, di Hotel Le Dian, Serang.

"Kegiatannya dilakukan selama 10 hari. Di mana pelaksanaan kegiatan tersebut  daring dari tanggal 6 hingga 12 Desember 2021, sedangkan kegiatan luring dilaksanakan di Banten dari 13-15 Desember 2021," ungkapnya.

Dijelaskan Fauzi, bahwa dirinya dinobatkan dengan nilai tertinggi setelah mampu menjalankan berbagai kegiatan, seperti pengerjaan tugas harian dan akhir, serta  keaktifan di forum dan manajemen forum.

"Alhamdulillah, dengan persiapan singkat dan dijalankan dengan fokus, saya mendapat nilai tertinggi," katanya kepada fokuscirebon.com, Kamis (16/12/2021).

Selain itu, kata Fauzi, dirinya juga mendapat doa dan dukungan dari pihak kampus. "Sebelum berangkat saya minta doa ke orang tua, sahabat-sahabat, Kajur, jajaran Dekan, Wakil Rektor 3 sampai Rektor, dan mereka mendoakan baik," terangnya.

Fauzi menuturkan, untuk mendapatkan nilai tertinggi ini, dirinya harus menghadapi berbagai tantangan. Selain melalui kerja keras dan usaha yang maksimal, juga yakin dengan kemampuan diri yang tinggi. 

"Ya, prestasi ini dicapai dari hasil usaha yang maksimal, bahkan di sela kegiatan diklat hari ke 2, saya sempat sakit gejala tipes dan harus cek up ke klinik dengan harapan sembuh dan bisa berangkat ke banten, namun semua tantangan ini dapat terlewati dengan baik," jelasnya. 

Di akhir perbincangan dengan fokuscirebon.com, Fauzi berharap, agar mahasiswa IAIN semuanya bisa mewujudkan pencapaian prestasinya, baik akademik maupun non akademik, tentunya dengan usaha dan doa. 

Fauzi juga berharap pasca Diklat ini, dirinya bisa menstransfer ilmu dari hasil diklat, karena diklat diisi oleh pemateri2 yang luar biasa, dari skala nasional sampai internasional. (Nurdin)


Pemkab Cirebon Peringati HKSN Tahun 2021 di Kecamatan Gegesik


FOKUS KAB CIREBON - Pemerintah Kabupaten Cirebon memperingati Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) tahun 2021 di Desa Panunggul Kecamatan Gegesik, Rabu (15/12/2021). 

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, SE, M.Si, Kepala Dinas Sosial, Iis Krisnandar, sejumlah perwakilan OPD dan para Kuwu se-Kecamatan Gegesik. 

Wabup Ayu sapaan akrabnya mengatakan, nilai-nilai kesetiakawanan sosial dalam kehidupan bangsa Indonesia pada dasarnya sudah ada sejak nenek moyang dulu jauh sejak  kemerdekaan. 

Menurutnya, jiwa semangat kesetiakawanan merupakan potensi spiritual dan sekaligus sebagai perekat kesatuan dan kesatuan dari seluruh etnik. "Oleh karena itu, kesetiakawanan sosial nilainya bermakna bagi bangsa Indonesia," katanya. 

Ayu menjelaskan, nilai kesetiakawanan sosial yang telah tumbuh di dalam masyarakat dari dahulu perlu terus dilestarikan. Sebab, setiap 20 Desember diperingati sebagai HKSN. 

"Karena bertepatan dengan peristiwa bersatunya lapisan masyarakat untuk mengatasi permasalahan dalam mempertahankan kedaulatan negara pada 20 Desember 1948. Sehingga diperingati sebagai HKSN," katanya. 

Selain itu, kata Ayu, jiwa semangat kebersamaan dan kegotongroyongan kekeluargaan dan kerelaan berkorban dalam masyarakat harus terus dikembangkan dan didayagunakan dalam kehidupan sehari-hari oleh seluruh bangsa Indonesia. 

Bahkan, saat ini bangsa Indonesia tidak lagi menghadapi peperangan tetapi yang dihadapi masalah sosial sehingga kekuatan jiwa dan semangat kesetiakakawanan sosial harus diperkokoh dan diarahkan untuk mengatasi berbagai masalah sosial yang semakin kompleks.

Ayu mengungkapkan, kegiatan HKSN memerlukan peran aktif seluruh elemen masyarakat. Prinsip Tridaya yaitu penyelenggara HKSN dilaksanakan dapat memberdayakan manusia, dunia usaha dan lingkungan sosial sebagai satu kesatuan," ucapnya.

Ayu menambahkan, pemerintah diharapkan mempromosikan diri bukan sebagai provider pembangunan tapi sebagai fasilitator, regulator dan pengendali. 

"Guna mencapai kondisi tersebut perlu dibangkitkan spirit kepada masyarakat untuk mengatasi masalah untuk memenuhi kebutuhannya berdasarkan potensi yang dimiliki wilayah masing-masing," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Cirebon, Iis Krisnandar mengatakan, kegiatan HKSN tahun 2021 ini bertujuan untuk menumbuhkan jiwa dan semangat kebersamaan kegotongroyongan, kekeluargaan dan kerelaan berkorban tanpa pamrih, keberkahan dan kemaslahatan masyarakat Kabupaten Cirebon. 

"Lalu mendorong tumbuh sikap dan tindakan yang saling peduli berbagi serta dilandasi kerelaan kesetiaan kebersamaan toleransi dan tidak diskriminasi, terutama di masa pandemi Covid-19," katanya. (Fiki)

Pemkab Terima Penghargaan dari KPPN Cirebon atas Predikat Capaian WTP


KABUPATEN CIREBON.- Pemerintah Kabupaten Cirebon menerima penghargaan atas laporan keuangan 2020 yang berhasil mendapatkan predikat capaian wajar tanpa pengecualian (WTP) dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Cirebon.

Penghargaan tersebut diberikan langsung pihak KPPN Cirebon kepada Bupati Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag di Aula KPPN, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Rabu (15/12/2021).

Selain mendapatkan penghargaan tersebut, Bupati Cirebon pun menyerahkan langsung daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) 2022 kepada KPPN Cirebon.

Bupati Cirebon mengatakan, penghargaan diberikan karena Kabupaten Cirebon mendapatkan penghargaan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) lima tahun berturut-turut.

"Semoga SKPD bisa mempertahankan kerjanya dengan baik dan tetap melaporkan kinerjanya secara tepat waktu," katanya.

Kepala KPPN Cirebon Lidi Khamiliyah mengatakan, DIPA tahun 2022 dilaksanakan lebih awal. Hal ini dilakukan dalam rangka mendukung percepatan penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional, termasuk di Kabupaten Cirebon.

Selain itu, diberikan waktu lebih awal untuk memudahkan pemerintah daerah merancang pembangunan secara strategis.

"Diketahui, APBN 2022 telah ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 6 tahun 2021 tentang APBN 2022 dengan tema melanjutkan pemulihan ekonomi dan reformasi struktural," katanya.

Lidi mengatakan, pemerintah daerah diminta untuk melakukan belanja daerah lebih efisien dan bersinergi dengan pemerintah pusat. Ketidakpastian akibat pandemi, membuat hal tersebut harus dilakukan.

"Meskipun dalam kondisi pandemi, pemerintah tetap harus reformasi struktural untuk mempercepat pemulihan ekonomi," katanya. (din)

Rabu, 15 Desember 2021

Bupati Imron Tinjau Proyek Pembangunan di Empat Lokasi, Ini Kata Bupati


FOKUS KAB CIREBON - Bupati Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag bersama sejumlah kepala satuan perangkat daerah (SKPD), melakukan safari pembangunan ke sejumlah lokasi proyek pembangunan yang dilakukan Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon, Rabu (15/12/2021).

Pantauan Tim Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Cirebon, Imron bersama sejumlah kepala SKPD berangkat dari Kantor Bupati Cirebon sekira pukul 13.00 WIB dan langsung menuju TK Plumbon di Desa Lurah, Kecamatan Plumbon.

Setelah melakukan pemantauan hasil pembangunan di TK Plumbon, Bupati Cirebon bersama rombongan langsung menuju lokasi proyek pembangunan Pasar Pasalaran di Jalan Otto Iskandar Dinata, Kecamatan Weru.

Setelah itu, rombongan pun kembali melakukan perjalanan ke jalan baru yang menjadi penghubung antara Kelurahan Watubelah (Kecamatan Sumber)- Kelurahan Pejambon (Kecamatan Sumber) dan Asrama Haji di Jalan Fatahillah.

Bupati Imron mengatakan, dalam pemantauan tersebut, seluruh proyek pengerjaan di empat lokasi berjalan dengan lancar dan sesuai target yang sudah ditentukan dinas terkait.

"Pembangunan berjalan lancar, mulai dari TK Plumbon sampai Asrama Haji Watubelah," kata Imron.

Ditambahkan Imron, ia meminta supaya jalan penghubung antara Kelurahan Watubelah dan Kelurahan Pejambon segera diberi nama. Hal ini supaya lebih memudahkan masyarakat.

Menurut Imron, nama jalan baru tersebut disarankan menggunakan nama tokoh atau pun pahlawan dari Kabupaten Cirebon. "Contoh, bisa diberi nama Jalan Mbah Kuwu atau yang lainnya," ujar Imron.

Asrama Haji Watubelah yang semula tampak dalam kondisi rusak dan tidak terawat, kini sudah baik dan layak digunakan setelah dilakukan perbaikan. 

Imron mengatakan, pembangunan dilakukan lantaran adanya keluhan dari para calon jemaah haji.

Diharapkan, lanjut Imron, keberadaan asrama haji tersebut bisa memberikan rasa aman dan nyaman kepada calon jemaah haji dari Kabupaten Cirebon. 

"Sekarang sudah sangat layak, mudah-mudahan tahun depan pelaksanaan ibadah haji bisa dilaksanakan dan tempat sudah bisa digunakan," katanya. (din)

Selasa, 14 Desember 2021

Bupati Cirebon Hadiri Pelantikan Pengurus Wilayah NU Jawa Barat

FOKUS INDRAMAYU - Bupati Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag menghadiri Pelantikan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat masa khidmah 2021-2026 di Pondok Pesantren Hidayatut Tholibiin, Kabupaten Indramayu, Selasa (14/12/2021).

Kepengurusan PWNU Jawa Barat kini dipimpin Dr. KH. Abun Bunyamin sebagai Rais Syuriyah dan KH Juhadi Muhammad sebagai Ketua Tanfidziyah.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof. Dr. K.H. Said Aqil Siradj mengatakan, Nahdlatul Ulama (NU) sejak dahulu, saat ini, hingga masa yang akan datang tidak akan menghilangkan semangat kebangsaannya.

Di Jawa Barat, pemerintah provinsi bersama NU memiliki beberapa program kerja untuk masyarakat, pesantren, dan santri dengan jumlah anggaran sekira Rp 750 miliar dalam dua tahun terakhir ini.

"Salah satu program terbaik adalah satu desa, satu hafiz Al-Quran. Sudah berjalan 2.300 desa. Mudah-mudahan Jawa Barat aman," katanya.

Gubernur Jawa Barat Mochamad Ridwan Kamil, ST., M.Ud mengatakan, ada beberapa kerjasama antara Provinsi Jawa Barat dengan PWNU Jawa Barat yang dimulai 2018 sampai saat ini.

Beberapa program di antaranya yakni, ajengan masuk sekolah. Tokoh agama yang ke dalam sekolah itu menyampaikan rasa cinta terhadap negara dan agama Islam kepada siswa. 

"Sebelum Covid-19 program bisa berjalan, tetapi gara-gara pandemi dihentikan sementara dan akan dihidupkan lagi tahun depan," kata Gubernur Jawa Barat yang akrab disapa Kang Emil.

Kemudian, Pemerintah Provinsi Jawa Barat pun memiliki program one pesanten one product (OPOP). Tercatat, sebanyak 2.600 pondok pesantren di Jawa Barat sudah mengikuti program tersebut.

Emil mengatakan, dari 2.600 pesantren tersebut, sebanyak 2.000 merupakan pesantren Nahdatul Ulama.

Ditambahkan Emil, beberapa posisi pimpinan di Jawa Barat, di antaranya, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Kementerian Agama (Kemenag), dan ketua dewan masjid provinsi merupakan keluarga besar NU.

"Pemerintah intinya mengembalikan kembali uangnya kepada rakyat, dan mayoritas penduduk di Jawa Barat itu merupakan dari keluarga NU," katanya.

Emil mengatakan, pada kepengurusan PWNU yang baru ini direncanakan akan membangun rumah sakit. Menurutnya, pemerintah bakal membantu rencana untuk masyarakat tersebut.

"Kami terbuka untuk diobrolkan. Kalau lahan ditemukan, maka akan langsung dibangun. Kami mendukung," katanya. (Hafidz)

Pemkab Cirebon Bakal Siapkan Grand Desain Pembangunan Kependudukan

FOKUS KAB CIREBON - Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon berencana membuat Grand Desain Pembangunan Kependudukan. 

Hal tersebut diungkapkan Sekda Kabupaten Cirebon, Drs. H. Rahmat Sutrisno, M.Si saat membuka acara Rapat Lanjutan Orientasi Penyusunan  Grand Desain Pembangunan Kependudukan di Kantor DPPKBP3A,  Selasa (14/12/2021). 

Menurut Rahmat, data Kependudukan menjadi kunci utama dalam Desain Pembangunan Kependudukan. Sebab, pihaknya harus mengetahui secara rinci jumlah penduduk di Kabupaten Cirebon. 

"Kunci utama dalam Grand Desain ini adalah data. Sehingga nanti Disdukcapil melakukan analisa pertumbuhan penduduk di Kabupaten Cirebon, setiap tahun yang lahir berapa yang pindah dan yang datang berapa serta yang  meninggal berapa coba dianalisis," pintanya.

Rahmat mengatakan, dalam program Grand Desain Pembangunan Kependudukan ini tidak hanya dilakukan oleh satu lembaga saja melainkan  semua lembaga pemerintah harus ikut serta dalam program ini. 

"Pembangunan Kependudukan itu perlu Sinergi, Sinkronisasi, Harmonisasi seluruh unit kerja di Pemerintah Daerah Kabupaten Criebon. Di Kabupaten Cirebon ini kendalanya ada di keyakinan data sehingga ketika kita bisa meyakini data itu, maka itu analisanya sudah akan benar. Ketika analisanya benar tentu programnya juga akan benar," ujar Rahmat.

Namun demikian, kata Rahmat, dalam penyusunan Grand Desain Pembangunan Kependudukan perlu dilakukan beberapa perencanaan, agar hasilnya lebih maksimal. 

"Kita harus bisa mengendalikan pertumbuhan penduduk. Kalau pertumbuhan penduduk semakin cepat maka pemerintah juga harus mengimbangi dengan layanan krpendudukan dan layanan hak sipilnya.

Pemerintah daerah juga harus menjamin kesehatan, pendidikan, ekonomi warganya," katanya.

Rahmat mengajak seluruh OPD  di Pemerintahan Kabupaten Cirebon untuk bergerak dengan tugas serta fungsinya masing-masing dalam Program Grand Desain Pembangunan Kependudukan. 

Sebab, pengendalian pertumbuhan penduduk dan kualitasnya juga harus ditingkatkan. 

"Bagaimana kita menata persebaran dan mengarahkan mobilitas persebaran penduduk ini, ini menjadi penting. Artinya, ini soal kebijakan lokal untuk pemerataan penduduk. Oleh karena itu butuh kerjasama semua pihak agar program ini bisa tercapai," katanya. 

Tampak hadir dalam rapat tersebut, Kepala DPPKBP3A, Hj. Enny Suhaeni, SKM, M.Kes, Kepala Bappelitbangda, Suhartono, S.Sos, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Cirebon dan sejumlah perwakilan dari OPD. (Heri)

Kedatangan Menag Yaqut di Kampus IAIN Cirebon Diburu Wartawan Lokal dan Nasional

Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas didampingi Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag, saat menemui wartawan seusai meninjau ruang Syber PJJ PAI, Selasa, (14/12/2021).


FOKUS CIREBON - Wartawan yang sejak pagi sudah menunggu kedatangan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, di kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon, langsung diburu setelah kendaraan dinas Menteri Agama memasuki area kampus IAIN Cirebon, Selasa (14/14/202).

Menag Yaqut langsung menuju ruang Rektor bersama rombongan pejabat Kementerian Agama, usai itu, Menag langsung menuju ruang lobi dan kemudian  ke venue utama untuk melangsungkan peresmian Prodi PJJ PAI. 

Usai Soft Lounching, Menteri Agama bersama rombongan melakukan peninjauan langsung ke ruang Studio PJJ PAI. Usai itu, Yaqut keluar didampingi Rektor IAIN Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag menemui para wartawan.

Ketika ditanya soal kekerasan seksual, Menag dengan tegas sudah menerjunkan tim investigasi. Pihaknya saat ini tengah menunggu hasilnya. 

"Saya sudah memerintahkan jajaran di Kementerian Agama mulai tingkat provinsi hingga kabupaten/kota untuk melakukan investigasi menyeluruh serta mitigasi pencegahan kekerasan seksual di lembaga pendidikan keagamaan," ujar Menag Yaqut.

Investigasi tersebut, kata Yaqut, dengan menurunkan semua jajaran Kementerian Agama, agar melakukan investigasi di daerah masing-masing. 

"Investigasi dan mitigasi ini, akan dilakukan di seluruh satuan pendidikan di lingkungan Kementerian Agama mulai dari madrasah, pesantren, hingga perguruan tinggi dan meminta untuk segera melaporkan hasilnya," kata Menag.

Menag juga berharap dengan diterjunkannya tim tersebut dapat mengungkap hingga memitigasi potensi kekerasan seksual. (din)

Rektor IAIN Cirebon Sambut Kedatangan Menteri Agama RI di Kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas beserta rombongan pejabat Kementerian Agama RI saat tiba di kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Selasa, (14/12/2021).


FOKUS CIREBON - Kedatangan Menteri Agama Republik Indonesia, Yaqut Cholil Qaumas di kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon disambut hangat Rektor IAIN Cirebon beserta jajarannya, Selasa, (14/12/2021).

Kedatangan Menteri Agama untuk melaunching Siber PAI, yang peresmiannya langsung dilakukan oleh Yaqut Cholil Qaumas, Menteri Agama  melalui virtual zoom meeting.

Selain kedatangan Menteri Agama, hadir pula Dirjen Pendis, Sekjen, Dirjen PTKI, dan tamu undangan lainnya.


Menteri Agama dan rombongan pejabat Kementerian Agama RI, langsung menuju ruang kerja Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, tak lama kemudian menuju ruang lobi dan pengambilan sesi pemotretan.

Usai di ruang lobi, Menteri Agama bersama rombongan, didampingi Rektor IAIN Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag beserta jajaran langsung menuju venue utama, di mana Siber PJJ PAI akan diresmikan. (din)






Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas Resmikan Prodi PJJ PAI IAIN Cirebon, 200 Mahasiswanya Kuliah Gratis

Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas saat memberikan pidato peresmian Prodi Siber PAI IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Selasa (14/12/2021).


FOKUS CIREBON - Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas secara resmi melaunching Prodi Siber PAI IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Selasa, (14/12/2021).

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag dalam sambutannya mengatakan, di era serba digital seperti sekarang ini, metode pendidikan yang memanfaatkan media internet bukan lagi menjadi teknologi eksperimental. 

Hal tersebut dapat dilihat dari kenyataan bahwa saat ini perkembangan teknologi komunikasi dan informasi tersebut juga ikut melahirkan knowledge society.

Selain itu, pandemi Covid-19 juga ikut mendorong agar pemanfaatan teknologi informasi berupa internet, khususnya di pendidikan tinggi, terus dimaksimalkan. 

Hal ini kemudian di jawab oleh pemerintah melalui Kementerian Agama yang mengusung pengembangan pendidikan tinggi dengan menginisiasi pendidikan jarak jauh di IAIN Syekh Nurjati. 

"Tentu saja, pengimplementasian tersebut bukan sekedar memindahkan proses pendidikan ke ruang maya, namun juga mengaktualisasikan pendidikan jarak jauh dengan basis pengetahuan yang kompetitif," kata Sumanta.

Sumanta juga menjelaskan, pendidikan jarak jauh bukan hanya tentang ketersediaan teknologi komunikasi dan informasi, melainkan juga tentang kualitas materi ajar, pengajar, peserta didik, metode pedagogi, interaksi yang dapat diakomodir, dan sistem pendukung lainnya yang terus diupayakan dan dimaksimalkan oleh seluruh sivitas akademika IAIN Syekh Nurjati.

Selanjutnya, dalam pengimplementasian pendidikan jarak jauh, tambah Sumanta, juga memerlukan integrasi sebagai upaya untuk memadukan ilmu agama (Islamic Studies/Dirasah Islamiyah) dengan ilmu umum (Islamic Science).

"Dalam pengimplementasiannya pada pendidikan jarak jauh, proses integrasi ilmu agama dan ilmu umum harus mampu menawarkan muatan nilai kearifan budaya lokal (local wisdom) yang merupakan bagian dari nilai-nilai Islam yang universal," katanya. 

Karena bagaimanapun hubungan Islamic Science dan Dirasah Islamiyah yang integratif memiliki konsekuensi dan implikasi berupa perluasan akses pendidikan ilmu keagamaan sekaligus penyelenggaraan pendidikan yang mampu menjabarkan nilai-nilai universal Islam dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi. Inilah yang kemudian menjadi spirit transformasi kelembagaan IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi UISSI.

Selain itu, lanjut Sumanta, terdapat pula alasan historis yang ikut melatarbelakangi proses transformasi IAIN Syekh Nurjati Cirebon, yaitu kenyataan bahwa Cirebon yang  memiliki kekayaan sosio-kultural keagamaan, pernah menjadi pusat penyebaran Islam sekaligus salah satu pusat penyebaran pengetahuan di Jawa Barat. 

Oleh sebab itu, pemilihan IAIN Syekh Nurjati Cirebon sebagai pilot project pendidikan jarak jauh diharapkan memiliki semangat menjadikan Cirebon kembali menjadi salah satu rujukan sekaligus destinasi pengetahuan. 

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag saat memberikan sambutan pada acara peresmian Prodi PJJ PAI, IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Akhirnya, IAIN Syekh Nurjati Cirebon sebagai lembaga perguruan tinggi negeri yang ada di Cirebon berupaya maksimal untuk dapat mengimplementasikan pendidikan jarak jauh yang integratif yang mampu menginternalisasi nilai-nilai luhur dari budaya Cirebon ke dalam proses pembelajaran khususnya, dan lembaga perguruan tinggi secara umum. 

Karena itu, Sumanta berharap, transformasi kelembagaan IAIN Syekh Nurjati Cirebon bukan hanya tentang keunggulan dalam pemanfaatan teknologi melalui pendidikan jarak jauh semata, namun juga dapat menjadi lembaga yang melahirkan knowledge society yang berhasil mempertalikan agama dengan nilai kebudayaan lokal melalui cara pandang yang moderat di ruang maya.

"Jadi sudah cukup jelas, bahwa kahadiran UISSI di Cirebon menjadi tonggak sejarah yang terbangun melalui sejarah panjang Kota Cirebon sebagai destinasi pendidikan Islam. Dan UISSI dalam proses transformasinya telah melahirkan satu pendidikan jarak jauh, yakni PJJ PAI Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Dirjen Pendis, Kemenag RI, Ali Ramdhani saat memberikan sambutan 0ada kegiatan peresmian Prodi PJJ PAI, IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Demikian juga sambutan yang disampaikan Prof Dr H Ali Ramdhani, Dirjen Pendis Kemenag RI, bahwa  kehadiran Cyber Islamic University ini didasari semangat untuk memenuhi janji konstitusi, yaitu memastikan bahwa tidak ada warga negara yang tidak terlayani untuk kuliah di perguruan tinggi keagamaan Islam.  

Dengan model pembelajaran yang sepenuhnya daring mulai dari proses pendaftaran mahasiswa sampai kelulusan, Cyber Islamic University diharapkan akan menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) pertama di Indonesia yang sepenuhnya diselenggarakan secara darring.

Dirjen Pendis menekankan, program PJJ ini untuk menemukan kualifikasi kompetensi yang bermuara kepada kesejahteraan.

Apalagi, katanya, ada 40 ribu guru madrasah yang belum memenuhi kualifikasi S1 dan ini yang kemudian menggugah Menteri Agama untuk segera menyambutnya dengan pendidikan yang berkualitas, melalui program PJJ Siber.

"Jadi sudah cukup jelas, bahwa IAIN ditetapkan sebagai UISSI sebagai pilot projek perguruan tinggi berbasis Siber, dan UISSI ini akan menjadi Siber PJJ PAI yang akan menjadi pilot projek. Selain itu, UISSI juga mampu menjadi pusat riset dan lainnya. Dengan demikian, IAIN Cirebon diharapkan menjadi titik episentrum bagi PTKIN lain," tandasnya.

Sementara sambutan Menteri Agama  Yaqut Cholil Qaumas, bahwa Universitas Islam Siber Syekh Nurjati Indonesia (UISSI) ini sudah dimulai dengan dilakukannya soft launching Prodi Siber PAI. 

"Kita tinggal melakukan launching UISSI, hanya saja ada kendala di jumlah fakultas, sehingga saya meminta untuk disegerakan agar launching UISSI bisa segera dilakukan," terangnya.

Menteri agama juga menyatakan, UISSI ini merupakan program Kementerian Agama RI dan pertama di PTKIN pada kepemimpinan Yaqut Cholil Qaumas.

"Saya minta secara khusus dan menjadikan UISSI ini sebagai prioritas, kenapa, karena guru madrasah masih sulit kejar tingkat kesejahteraan. Masih belum bisa ikuti sertifikasi untuk syarat naikkan kesejahteraannya," paparnya.

Yaqut juga menjelaskan, kenapa sulit karena ada dua faktor, karena ketiadaan biaya untuk melanjutkan sekolah di perguruan tinggi dan kedua biasanya madrasah itu ada di pinggiran yang jauh dari perguruan tinggi.

Untuk itu, Yaqut berharap, ini bisa menjadi solusi bagi anak bangsa untuk lebih mudah mengakses pendidikan dan lebih hemat biaya. Terutama yang berada di pelosok-pelosok daerah di Indonesia agar mereka bisa dengan mudah mengakses pendidikan. Sehingga pendidikan berbasis Siber ini, benar-benar bisa membantu mereka.

Yaqut juga menegaskan, bahwa pandemik ini meskipun membawa kesulitan namun ada berkah, yakni menjadikan Universitas Islam Syber Syekh Nurjati Indonesia. 

"Kita atasi keterjangkauan secara finansial, kita buat sekolah murah secara virtual. Biaya yang dikeluarkan akan jauh lebih sedikit, paling banter quota untuk mengikuti kuliah dan seluruh mahasiswa ini diberikan kuliah gratis, jadi sebanyak 200 mahasiswa PJJ PAI itu gratis" terangnya. 

Menteri Agama juga ingin bagaimana mengembangkan UISSI bukan hanya sekedar penuhi janji, terus goodby. "Itu ga boleh. Saya akan berikan target-target berikutnya usai launching. Saya berharap UISSI ini akan jadi Universitas papan atas pada waktunya. Kita harus punya perhatian penuh pada UISSI ini," jelasnya. (din)

Gua Sunyaragi, Tempat Bersejarah Yang Masih Eksis Di Tengah Kota


Oleh : Rubae’atul A’dawiyah
 
Cirebon merupakan salah satu Kota yang ada di Jawa Barat, yang biasa disebut dengan Kota Udang. Selain itu juga disebut dengan Kota Wali, hal tersebut disebabkan karena Syekh Syarif Hidayatullah yaitu seorang wali yang datang ke Kota Cirebon untuk menyebarkan agama Islam  dan kebudayaan Islam. Cirebon memiliki ragam budaya dan tempat bersejarah juga disebabkan oleh hal tersebut. Salah satunya adalah Gua Sunyaragi tempat bersejarah yang berdiri di tengah Kota beralamat di Jl. Sunyaragi No.5, Kec. Kesambi, Kota Cirebon.
 
Sejarah Awal Mula Gua Sunyaragi
Dahulu Gua Sunyaragi memiliki nama “Taman Kaputren Panyepi In Raga” memiliki arti tempat menyucikan diri dan jiwa yang berasal dari bahasa kearifan lokal. Nama Sunyaragi berasal dari dua kata yaitu Sunya dan ragi artinya Sunya adalah sunyi dan ragi adalah raga (tempat betapa atau bertawasul).  

Gua ini menarik perhatian karena bangunannya unik dan terletak di tengah Kota Cirebon, dibangun pada tahun 1529-1884 oleh keturunan Sunan Gunung Jati juga berasal dari keraton Kasepuhan, dengan memiliki luas 15 hektar yang dibangun disebuah danau besar dengan dikelilingi pohon jati. Namun, saat ini danau sudah mengering tidak seperti dahulu.
 
Arsitektur Bangunan yang Unik
Bangunan terbuat dari batu dengan pola, gaya ataupun corak terlihat percampuran gaya arsitektur dari Indonesia, Eropa, Cina, juga gaya Timur Tengah. Menurut salah satu pemandu ternyata ada mitos yang beredar bahwa seluruh bangunan terbuat dari batu karang diambil dari pantai selatan dan konon bangunan ini ditempel dengan putih telur lho.
 
Keunikan bangunannya yang khas menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung lokal bahkan sampai pengunjung manca negara. Sebelum adanya pandemi COVID-19 sebanyak 50 sampai 100 orang disetiap harinya, sedangkan ketika liburan pengunjung meningkat 2x lipat lebih banyak.

Sebelum pandemi pada tahun 2019 juga pernah mengadakan Festival Budaya Sunyaragi atau Sunyaragi Culture Festival yang memadukan sejarah, seni, dan budaya yang dikemas dalam satu kesatuan. Namun setelah adanya pandemi jumlah pengunjung berkurang, dan sangat memperhatikan mengenai protokol kesehatan guna keamanan dan keselamatan bersama. Sedangkan untuk jam operasional pukul 08.00 – 17.00 pada Weekday dan pada Weekend pukul 08.00 – 18.00 dengan harga tiket yang terjangkau.
 
Bagian dan Fungsi Gua Sunyaragi
Dengan luasnya Gua Sunyaragi terbagi menjadi 12 bagian Gua dengan fungsi yang berbeda pada masing-masingnya, yaitu : Gua Langse sebagai tempat bersantai. Gua Peteng sebagai tempat nyepi untuk kekebalan tubuh. Gua Arga Jumud sebagai tempat berkumpulnya orang penting keraton. Gua Padang Ati sebagai tempat bersemedi.

Gua kelanggengan sebagai tempat bersemedi agar langgeng daei jabatan.
Gua pengawal sebagai tempat berkumpul para pengawal sultan. Gua Pandekemasang sebagai tempat untuk membuat senjata tajam. Gua Simanyang sebagai tempat pos penjagaan. Gua lawa sebagai tempat khusus kelelawar. Gua pawon sebagai dapur dan penyimpanan makanan Bangsal Jinem sebagai tempat sultan memberi wejangan sekaligus melihat prajurit berlatih. Kompleks Mande Kemasan (sebagian bangunan sudah tidak utuh)
 
Tak heran jika Gua Sunyaragi menjadi tempat wisata yang harus dikunjungi oleh siapapun, karena bisa mengetahui sekaligus belajar sejarah, budaya juga religi, dan dari ke 12 Gua tersebut seperti Perawan Sunti, Bangsal Jinem, Gua Peteng dan Argojumut menjadi spot favorit pengunjung untuk berswafoto. Selain itu juga bisa menikmati fasilitas lain yang ada di tempat tersebut seperti sepeda gantung dan ayunan.

Senin, 13 Desember 2021

Bupati Minta Bank BKC Perluas Jaringan Kantor dan Tingkatkan Pelayanan kepada Masyarakat

FOKUS KAB CIREBON - Bupati Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag menghadiri rapat kuasa pemilik modal (KPM) dengan Perumda Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Kabupaten Cirebon (Bank BKC) di Hotel Patra, Kecamatan Kedawung, Senin (13/12/2021).

Dalam pertemuan itu, Bupati Cirebon bersama jajaran pengurus Bank BKC, membahas Rencana Bisnis Bank (RBB) yang akan dilakukan pada Tahun 2022.

Bupati Imron mengatakan, Bank BKC merupakan salah satu Bank Perkreditan Rakyat yang kepemilikan sahamnya 100 % milik Pemda Kabupaten Cirebon, pada posisi November 2021 menghasilkan laba yang paling besar dibandingkan dengan BPR lainnya yang milik Pemda di wilayah 3 Cirebon (Ciayumajakuning). Hal tersebut agar dapat dipertahankan.

"Pada pandemi Covid-19, Bank BKC mampu mancatatkan kinerja yang baik, "kata Bupati Cirebon.

Imron mengatakan, Bank BKC diminta untuk melakukan perbaikan fasilitas dan pelayanan kepada masyarakat. Salah satunya dengan menambah jumlah jaringan kantor di setiap kecamatan wilayah Kabupaten Cirebon.

Selain memiliki kantor pusat, saat ini Bank BKC memiliki satu Kantor pusat Operasional (KPO), sebelas kantor cabang (KC) dan empat kantor kas (KK).

"Indikator yang menjadi bukti Bank BKC ini maju adalah, selalu diminati oleh masyarakat karena pelayanannya yang ramah, mudah dan cepat", katanya. (din)

56 Perwakilan SKPD Ikuti Kegiatan Sosialisasi Tata Hubungan Kerja


FOKUS KAB CIREBON.- Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon, Drs. H. Rahmat Sutrisno, M.Si membuka acara Sosialisasi Tata Hubungan Kerja di Alamanis Gronggong Kecamatan Beber,  Senin (13/12/2021). 

Acara tersebut diikuti 56 perwakilan SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon. 

Dalam sambutannya, Sekda Rahmat mengatakan, penyelenggaraan birokrasi merupakan bagian dari proses penataan birokrasi untuk mewujudkan sistem penyelenggaraan pemerintahan agar menjadi efektif. 

"Saat ini reformasi birokrasi telah memasuki periode ketiga dan harapannya birokrasi bisa unggul di mata dunia seperti pelayanan publik yang semakin baik," katanya. 

Rahmat menjelaskan, sistem kerja  merupakan proses dari kinerja organisasi yang menggambarkan alur pelaksanaan tugas jabatan fungsional dalam suatu sistem dengan  mengedepankan kompetansi, keahlian atau keterampilan. 

Menurutnya, birokrasi di Jabar sangat berbeda dengan Jawa Tengah dan Jawa Timur. "Sehingga hasil pengadaan birokrasi dan administrasi ke jabatan fungsional itu dominannya simetris dan semua sama kota/ kabupatennya. Sedangkan di Jabar sesuai muatan lokal daerah tidak simetris. Ketika pengalihan jabatan administrasi ke jabatan lain, khususunya eselon IV ada perbedaan pastinya dengan kabupaten/kota di Jabar," katanya.

Sementara itu, Kabag Organisasi Setda Kabupaten Cirebon, Novi Hendrianto, S.STP., M.Si mengatakan, tujuan diadakan sosialisasi ini untuk mendapatkan informasi yang berkaitan dengan sistem kerja dan hubungan kerja dalam rangka penyederhanaan birokrasi di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Cirebon. 

"Diharapkan dengan adanya sosialisasi ini bisa menyampaikan langkah- langkah antisipasi terhadap penyelenggaraan birokrasi ke depannya," katanya. (Bam)

Pemkab Dorong Kemenparekraf RI Bantu Kembangkan Sektor Ekonomi Kreatif di Kabupaten Cirebon


FOKUS KAB CIREBON - Pemerintah Kabupaten Cirebon mendorong Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia, untuk membantu mengembangkan sektor ekonomi kreatif yang ada di kabupaten tersebut.

Bupati Cirebon Imron Rosyadi mengatakan, pandemi Covid-19 yang terjadi hampir dua tahun terbukti melumpuhkan sektor tersebut. Beberapa unit usaha rakyat itu sampai menghentikan sementara aktivitasnya.

"Kabupaten Cirebon yang biasanya ramai dikunjungi pada Sabtu-Minggu atau waktu libur, banyak didatangi wisatawan. Namun pada awal-awal pandemi, sepi. Tetapi sekarang mulai membaik, hotel juga sudah ramai dan otomatis sektor ekrafnya juga ramai," kata Imron di Kabupaten Cirebon, Senin (13/12/2021).

Imron mengatakan, sektor ekonomi kreatif dihadapkan dengan berbagai permasalahan, beberapa di antaranya, peningkatan kualitas produk, kemampuan bersaing, dan akses pembiayaan.

Pemerintah pusat, lanjut Imron, harus menoleh ke Kabupaten Cirebon. Hal ini karena kabupaten tersebut merupakan salah satu awal wilayah peradaban yang ada di Jawa Barat.

"Kreativitas akan tumbuh kalau ada pembinaan. Kabupaten Cirebon sangat berpengaruh terhadap peradaban di Jawa Barat," katanya.

Pelaku ekonomi kreatif, Gunawan menyebutkan, bakat andal para pelaku ekonomi kreatif di Kabupaten Cirebon merupakan salah satu anugerah yang diwariskan nenek moyang sejak dahulu.

Meskipun begitu, lanjut Gunawan, pelaku ekonomi kreatif di Kabupaten Cirebon masih dihantui permasalahan peningkatan kuantitas produk. Keterbatasan sumber daya manusia (SDM) merupakan faktor utamanya.

"Kendala kami, kalau ada permintaan dalam jumlah banyak, kami kewalahan. Contoh, beberapa waktu lalu pemda memesan batik dalam jumlah banyak, tapi begitu diberikan kesempatan lumayan, kami susah," katanya.

Pelaku industri kreatif mendorong, pemerintah pusat mengeluarkan regulasi untuk melakukan industrialisasi terhadap sektor ekonomi kreatif.

"Produk dari Cirebon ini beberapa di antaranya sudah mendunia, salah satunya rotan. Kalau nantinya sudah dilakukan pola industrialisasi, saya yakin pelaku usaha tidak bakal kewalahan," katanya. (din)

Besok, Menteri Agama RI Melaunching Prodi Siber PAI IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Wakil Rektor II, Dr Kartimi, M.Pd saat memberikan penjelasan kepada sejumlah media, terkait persiapan launching Prodi Siber PAI IAIN Syekh Nurjati Cirebon, besok, Selasa, (14/12/2021) di kampus IAIN IAIN Syekh Nurjati Cirebon.


FOKUS CIREBON - Menteri Agama RI, H Yaqut Cholil Qoumas, dijadwalkan Selasa, (14/12/2021), akan berkunjungan ke kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Kunjungan tersebut dalam rangka melaunching Prodi Siber PAI IAIN Syekh Nurjati Cirebon.  

Wakil Rektor II, Dr Kartimi M.Pd kepada media menyatakan, persiapan penyambutan Menteri Agama dan rombongan dari Kementerian Agama ke kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon sudah mencapai 100 persen. 

Menteri Agama datang dalam rangka melaunching Prodi Siber PAI IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang akan dilaksanakan besok, Selasa (14/12/2021). 

Menteri Agama dijadwalkan berangkat dari Jakarta menuju Cirebon dengan menggunakan Kereta Api. "Petugas penjemputan sudah disiapkan, termasuk hotel tempat istirahat Pak Menteri dan Pak Dirjen dengan hotel yang berbeda," kata Kartimi, Senin (13/12/2021).

Soal persiapan di lokasi kegiatan, panitia launching Prodi Siber PAI, sudah menyiapkan ruang Penu Utama, termasuk ruang VIP, dan tempat lainnya. Kegiatan pidato Menteri Agama dilakukan secara virtual, Join Zoom Meeting.

Kartimi juga menjelaskan, persiapan juga dilakukan di semua area, termasuk pintu masuk, pintu keluar, area parkir, dan lainnya.

"Setting tempat utama serta bagi para tamu undangan, seluruhnya sudah disiapkan dengan baik dan nyaman. Kendati, Prokes besok akan dilakukan secara ketat," terang Kartimi.

Sementara kegiatan launching akan dilaksanakan pada pukul 09.00 WIB, dan  dijadwalkan akan dihadiri oleh sejumlah tamu undangan, di antaranya Eselon 1 dan 2, Kasubdit, Walikota Cirebon, Bupati se wilayah 3 Cirebon, Kapolresta dan para Ketua DPRD serta tamu undangan lainnya. (din)


Pemkab Terima Bantuan dari Baznas Kabupaten Cirebon untuk Disalurkan ke Masyarakat

FOKUS KAB CIREBON - Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon kembali menerima bantuan dari Baznas untuk masyarakatnya. 

Penyerahan bantuan tersebut dilakukan di Pendopo Bupati Jalan Kartini Kota Cirebon, Senin (13/12/2021). 

Dalam sambutannya Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag mengatakan, Baznas mempunyai peran penting dalam membantu pemerintah daerah. 

Menurutnya, Baznas selalu hadir dalam penyelesaian permasalahan yang ada di Kabupaten Cirebon. 

"Baznas ini lininya banyak, baik sosial, budaya, kesehatan, rutilahu dan lainnya semuanya bisa dilakukan baznas," katanya. 

Imron menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Cirebon sangat terbatas dalam hal bantuan. Sebab, setiap pengajuan bantuan membutuhkan proses yang cukup panjang. 

"Kalau lewat Pemkab Cirebon mengajukan sekarang belum tentu bulan depan dapat, karena butuh proses yang panjang. Tetapi kalau lewat Baznas kalau persyaratan sudah cukup bisa langsung disalurkan bantuannya," kata Bupati Imron. 

Imron mengungkapkan, untuk Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di Kabupaten Cirebon mencapai 10 ribu lebih. Bahkan, setiap tahunnya baru bisa 700 rutilahu yang terselesaikan. 

"Sekarang masih pandemi Covid-19,  sehingga anggaran semuanya terkena recofusing. Jadi penanganan bantuan untuk rutilahu jadi terkendala," katanya.

Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Cirebon, Budiman Mahfudz mengatakan, pada tahun 2021 Baznas telah menyalurkan kurang dari Rp 14 miliar untuk warga Kabupaten Cirebon. 

Menurutnya, ini capaian yang sangat luar biasa. Sebab, lima tahun ke belakang penyaluran Baznas hanya dua miliar saja. 

"Tahun 2021 ada Rp 13.983.000.000 untuk bantuan keagamaan, sosial, budaya, kesehatan dan rutilahu," katanya. 

Budiman mengungkapkan, untuk tahun 2022, pihaknya berharap pemasukan dari sumber ASN bisa lebih meningkat. 

"Kalau semua ASN menyetorkan zakatnya ke Baznas kemungkinan anggaran kita semakin tinggi dan penyaluran bantuan kepada masyarakat lebih maksimal. Misalkan anggaran tiga bulan sudah terkumpul Baznas bisa langsung menyalurkan kepada masyarakat," ucapnya. (din)

Minggu, 12 Desember 2021

KH Zamzami Amin Pimpin MUI Kabupaten Cirebon

Bupati Cirebon, Drs H Imron M.Ag

KABUPATEN CIREBON.- Bupati Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag menghadiri musyawarah daerah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Cirebon di Hotel Apita, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Minggu (12/12/2021).

Pada acara tersebut, hadir pula Wakil Gubernur Jawa Barat, H. Uu Ruzhanul Ulum, S.E.

Bupati Imron mengatakan, peran ulama sangat penting untuk kemajuan negara. Beberapa pengamat menyebutkan, adanya ulama, negara Indonesia bisa menguasai wilayah lainnya.

Imron menambahkan, di Jawa Barat, Kabupaten Cirebon mampu menopang pembangunan dan peningkatan wawasan masyarakat, meskipun saat ini dihadapkan dengan berbagai permasalahan.

"Kehadiran ulama juga bisa mengatasi permasalahan kemiskinan, hingga pengangguran. Hal ini perlu kita bangkitkan kembali," kata Imron dalam sambutannya.

Wakil Gubernur Jawa Barat mengatakan, pemerintah provinsi memiliki tagline 'Jabar Juara Lahir dan Batin'. Kehadiran para ulama merupakan salah satu upaya agar Jawa Barat bisa juara batin.

"Kalau kami mengejar juara dalam bidang duniawi, kami sudah ahlinya. Tetapi kami tidak punya kemampuan untuk menjadi juara SDM. Oleh karena itu, hanya para ulama dan pimpinan ponpes jabar juara dlm bidang batin," kata Uu.

Atas nama pemerintah, kata Uu, meminta adanya sinergitas antara ulama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Saat ini pun, pihaknya sudah memiliki beberapa program yang berkaitan dengan keagamaan Islam.

Beberapa di antaranya, satu desa satu hafidz, program English for ulama, satu pesantren satu produk, serta program lainnya.

"Program ini sebagai daya dorong untuk suksesnya dalam bidang batin. Hal ini tidak ada apa-apanya kalau tidak ada kolaborasi dengan para ulama. Ummat butuh ulama. Fatwa ulama itu yang dijadikan dasar amaliah Jabar," katanya.

Perwakilan MUI Kabupaten Cirebon KH. Wawan Arwani mengatakan, ulama merupakan pewaris nabi yang diharapkan mampu meningkatkan peran untuk masyarakat.

Ia menambahkan, selain mengarahkan dan mengawal umat dalam melaksanakan hubungan vertikal dengan Allah Swt, MUI pun harus menjadi panutan dalam mewujudkan khoirul ummah. 

"Kalau dahulu menurut Buya Hamka, MUI itu corong masyarakat kepada pemerintah dan MUI juga corong pemerintah kepada umatnya," katanya.

Dalam musyawarah daerah tersebut, dipilih KH Zamzami Amin, pengasuh Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin Kabupaten Cirebon. (din)

Tingkatkan Mutu dan Layanan Pendidikan, BSA IAIN Syekh Nurjati di Assesment Daring BAN-PT


FOKUS CIREBON - Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) menggelar Assesment Lapangan (AL) pada Jurusan Bahasa dan Sastra Arab (BSA) IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Kegiatan AL online yang berlangsung selama dua hari, dari (10-11/12) tersebut, mengadirkan dua asesor BAN-PT, antara lain; Prof. Dr. H. Ali Mudhofir, M,Ag (Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya) dan Prof. Dr. Husnan Lubis, MA., Ph.D (Guru Besar Universitas Sumatera Utara). 

Dr. H. Sumanta M.Ag, Rektor IAIN Syekh Nurjati menuturkan bahwa akreditasi BSA menjadi sangat penting sebagai jurusan baru. Lahir pada 2017, BSA terbukti telah mampu meraih capaian-capaian prestasi akademik dan non akademik. 

Menurutnya, pada aspek tridarma perguruan tinggi, BSA menjadi salah satu jurusan yang terbaik, termasuk keberhasilanya dalam menghasilkan lulusan yang berkualitas. 

“Meski masih baru, BSA mampu menjadi role model pembelajaran digital melalui LMS, perkuliahan dengan dosen luar negeri, penelitian kompetitif para dosen diberbagai jurnal dan program bereputasi, juga rekognisi dosen berskala internasional,” ungkap Rektor IAIN Syekh Nurjati.

Senada dengan hal tersebut, Dr. Hajam, M.Ag Dekan Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah (FUAD) menyambut baik kegiatan visitasi daring ini. Menurutnya, BSA menjadi prodi pertama di Fakultasnya yang dinilai dengan akreditasi 9 standar. 

Hal ini tentu menuntut civitas akademika untuk melakukan akselerasi capaian isian standar akreditasi yang semakin kompetitif dan berbobot. 

“Fakultas sebagai UPPS bersama jurusan telah bekerjasama dengan optimal untuk mempersiapkan asesment lapangan ini dan kami yakin BSA akan mendapatkan hasil yang terbaik," tandas Dekan FUAD.

Dalam sambutan pembukanya, Prof. Ali menekankan pentingnya Quality Assurance dalam pengelolaan pendidikan tinggi. 

Perguruan tinggi harus mampu melakukan perbaikan administratif menuju pengelolaan lembaga yang transformatif. 

Menurutnya, ketatnya kriteria penilaian pada 9 standar akreditasi menjadi tuntutan bagi perguruan tinggi untuk berbenah dan melakukan banyak percepatan perubahan. 

“BSA dalam pengamatan kami sudah sangat baik, khususnya pada pemenuhan semua standar yang dinilai. Tim juga mempersiapkan kegiatan ini dengan dukungan data yang lengkap dan dapat dipertanggungjawabkan,” tutur Prof Ali.

Pada sisi yang lain, Prof Husnan juga memberikan pointers pada perlunya peningkatan capaian pada setiap standar yang dinilai sebagai jurusan baru yang menurutnya sudah baik, Guru Besar USU tersebut memberikan beberapa rekomendasi, khususnya dalam pemenuhan aspek pendidikan dan jabatan fungsional dosen, pengelolaan kelembagaan yang bereputasi hingga capaian publikasi internasional.

“Saya juga sangat tertarik dengan program kuliah internasional yang digagas oleh BSA, dan siap juga dilibatkan pada kerja-kerja kolaboratif dalam penguatan keilmuan bahasa dan sastra Arab di Indonesia dan dunia," harapnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakhid Nashruddin, Ph.D, Ketua Jurusan BSA menyambut baik saran yang diberikan bagi jurusanya. 

Menurutnya, BSA akan terus berupaya untuk melakukan perbaikan menuju akreditasi Unggul dan mewujudkan visi sebagai rujukan kajian bahasa dan sastra Arab di Asia Tenggara. Menurutnya, tahapanya telah kami lakukan dan terus dioptimalkan.

Dukungan dari stakeholder sangat membantu dalam usaha mewujudkan tujuan tersebut.

Menutup sesi Asesmen Lapangan ini, Dr. H. Saifudin Zuhri, M.Ag Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengelolaan Lembaga memberikan apresiasi kepada para asesor dan semua yang terlibat dalam kegiatan tersebut. 


Harapanya, BSA mendapatkan nilai yang terbaik dengan berbagai capaian yang telah dilakukan. Sehingga menjadi contoh bagi jurusan lainya di IAIN Syekh Nurjati. 

“IAIN yang akan bertransformasi menjadi Universitas, perlu medapat dukungan pemerolehan nilai akreditasi yang baik, sehingga semakin kompetitif dan berkualitas," pungkasnya. (din/Anin)

Wakil Gubernur Jawa Barat, KH.Uu Ruzhanul Ulum Hadiri Tahfizh Award 2021


FOKUS CIREBON - Pengurus Cabang (PC) Jamiyyatul Qurra' wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQH NU) Kabupaten Cirebon dan Koordinator Program Satu Desa Satu Hafizh (Sadesha) Kabupaten Cirebon menggelar acara Tahfizh Award 2021.

Acara yang dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Barat KH.Uu Ruzhanul Ulum itu berlangsung di Hotel Apita Kota Cirebon. Minggu, (12/12/21).

KH. Ainur Rofiq, selaku perwakilan dari PC JQH NU Kab. Cirebon mengatakan, acara ini merupakan salah satu upaya  PC JQH NU Kab. Cirebon untuk memberikan apresiasi bagi penghafal al-qur'an.

"Khususnya apresiasi ini diberikan kepada penerima beasiswa Sadesha dan santri binaan kategori pemberdayaan," katanya.

Menurut Kiai Rofiq, Hari ini sekitar 21 Hafizh Hafizhah binaan Sadesha terbaik di Kab. Cirebon menerima penghargaan.

"Saya berharap semoga semuanya bersama-sama mendoakan semoga santri binaan Sadesha di Cirebon mendapatkan ilmu manfaat, dijaga hafalannya, sehingga menjadi kader hafizh terbaik dan juga kader Sadesha terbaik di Cirebon khususnya Jabar," imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pengurus Wilayah (PW) JQH NU Jabar, KH. Cecep Abdullah sangat mengapresiasi Tahfizh Award 2021.

"Acara ini tak lepas karena Kab.Cirebon dipenuhi dengan orang-orang kreatif, aspiratif, dan tentunya ini adalah pembuktian dari Kiai dan Santri yang tidak hanya di pesantren saja, tapi mempunyai berbagai gerakan signifikan," ujarnya.

Kegiatan ini, kata Kiai Cecep, merupakan kegiatan yang berawal dari inisiatif program unggulan Gubernur yg didampingi Kiai Uu Ruzhanul Ulum.

"Sadesha sudah memiliki 6000 Hafizh Hafidzhah. Kiai yang terlibat pada program Sadesha baik kategori Pemberdayaan maupun Beasiswa tentunya ini merupakan langkah yang akan berkembang dari tahun ke tahun, dengan cara seperi ini Jabar akan terang benderang oleh cahaya Qur'an," ujar Kiai Cecep.

Menurutnya, kegiatan seperti ini tidak ada di daerah lain, hanya ada di Jabar dan tepatnya di Kab. Cirebon.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jabar KH. Uu Ruzhanul Ulum mengatakan dalam sambutannya bahwa sektor pendidikan masih prioritas di Jabar. Karena menurutnya pendidikan merupakan pilarnya bangsa dan negara. 

"Negara bisa terhormat karena pendidikannya hebat. Begitupun sebaliknya, jika pendidikannya di bawah kurang hebat, prestisnya pun turun, dan tidak dihargai negara luar," tegasnya.

Maka dari itu, lanjut Kiai Uu, Jabar harus memiliki SDM yang unggul, yang juara, hebat. Akan tetapi Pemprov Jabar bukan hanya mendorong warga hebat di pendidikan duniawi, tetapi Pemprov Jabar juga mendorong rakyat memiliki SDM  hebat yang bersifat uhrowi.

"Makanya Jabar mengusung tagline Jabar Juara Lahir Batin, atau Jabar Juara Dunia Akhirat," sambungnya.

Ia menegaskan, pemimpin yang mendorong pendidikan bersifat duniawi saja itu wajar dan biasa tidak aneh. Akan tetapi, kata dia, seorang pemimpin mendorong memberikan perhatian kepada rakyat di samping pendidikan duniawi dan akhirat itu baru pemimpin luar biasa dan hebat.

"Pak Ridwan Kamil membuktikan dengan Perda pesantren yang baru ada di Jabar, karena itu pemerintah harus memberikan penyuluhan, pemberdayaan dan pembiayaan Pesantren di Jabar," ujarnya.

Lebih lanjut, kata Kiai Uu, program lainnya, ada English for Ulama, Satu Pesantren Satu Produk yang akan mendapatkan 750 juta apabila menang dan murni itu bantuan. 

"Mana ada ulama disuruh dakwah di luar negeri, dibekali bahasa Inggris, hanya di Jabar yang paripurna di segala bidangnya," tegasnya.

Ia berharap ke depan ada sinergitas antara ulama dan umara lewat program seperti ini.

"Ada beberapa tantangan yang sulit dihindari dan sulit diabaikan pada kehidupan yang sesuai kondisi dan zaman. Tantangan itu diantaranya kelompok yang kerap mengadu domba supaya masyarakat Indonesia atau Jabar ini pecah yang mengatasnamakan Agama, Ormas, Suku atau kelompok," katanya.

Kemudian, lanjut Wagub Uu, lahirnya Radikalisme. Bukan hanya mengatasnamakan Agama, Radikalisme saat ini mengatasnamakan Suku, Ormas, atau Kelompok. Mereka menghalalkan cara demi tujuannya tercapai, melanggar Agama, Norma, sehingga Radikalisme tetap tumbuh di Jabar.

"Tantangan lainnya yakni Narkoba. Sekarang ancaman Narkoba tidak hanya di Kota Besar, tapi juga di pelosok Desa," ujar Wagub.

Selain itu, ancaman lainnya dari kemajuan dunia digital. Darinya banyak dampak negatif, tak jarang terjadi permusuhan yang mengatasnamakan dirinya paling baik sehingga terjadi perpecahan.

"Saya berharap kelompok Hafizh Hafizhah ini bersama Pemprov untuk mewujudkan Jabar Juara Lahir Batin," imbuhnya.

Menurutnya, kegiatan kali ini adalah salah satu solusi atau cara bersama keluarga besar Nahdliyin dalam rangka menuju Jabar Juara Lahir Batin. "Memang hanya diikuti 900 orang, tapi saya yakin akan ada efek domino kemanfaatan dan kemaslahatan nya," ujarnya.

Selain itu juga kata Uu, kegiatan semacam itu akan mampu meningkatkan keimanan dan ketakwaan, mengamalkan isi kandungan al-Qur'an.

"Kegiatan Tahfizh Award ini akan membawa maslahat tidak hanya pribadi tapi juga bagi Cirebon dan Jabar," tandasnya. (Nis/fas)