Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 20 Februari 2021

Kadisdik Kabupaten Cirebon Lantik Ketua MKKS Terpilih Periode 2021-2024

FOKUS CIREBON, FC - Tahapan pemilihan yang dilakukan secara profesional dan demokratis, akhirnya membuahkan keputusan bagi Drs DidinJaenudin M,M sebagai Ketua MKKS periode 2021-2024.

Pelaksanaan pemilihan yang gelar di Apita Hotel, Sabtu (19/2/202),  dihadiri Kepala SMPN sekolah se – Kabupaten Cirebon.

Pada kegiatan ini, Didin Jaenudin maju kembali mencalonkan diri dan dalam proses pemilihan tersebut, Didin Jaenudin akhirnya melenggang dengan mudah karena calon lainnya mengundurkan diri dan menjadi calon tunggal. 

Didin Jaenudin pun akhirnya langsung dikukuhkan dan dilantik saat itu juga oleh Kadisdik Drs.H Asdullah Sam Anwar menjadi Ketua MKKS di periode 2021- 2024 .

H.Asdullah berharap siapapun yang terpilih jadi Ketua MKKS hendaknya bisa bersinergi dan dapat membantu dan bekerja sama dengan kepala sekolah orang tua siswa juga yang lainya.

"Pemilihan Ketua MKKS adalah suatu hal yang biasa dan MKKS di bentuk di semua kota kabupaten agar bisa membantu kerja kepala sekolah," tandasnya.

Ketua terpilih Drs.Didin jaenudin M,M. juga menyampaikan bahwa dirinya dengan pengurus baru akan bersinergi dengan kepala sekolah media juga orang tua siswa dan mengarah ke arah lebih baik untuk pendidik di kabupaten Cirebon .

Lebih lanjut Didin Jaenudin juga mengatakan bahwa dengan kondisi Covid-19 ini juga jadi kendala di setiap sekolahan karena menurutnya tidak semua kepala sekolah atau sekolah dapat menjalankan pembelajaran jarak jau ( PJJ) karena setiap lokasi sekolah berbeda beda .

"Ada yang sekolahnya mampu melaksanakan dengan tidak terkendala baik sinyal dan para siswanya memiliki hp ya bisa menjalankan pelajaran cukup dengan PJJ saja namun ada juga yang tidak cukup dengan PPJ karena terkendala," pungkasnya. (Hafiz)

Jumat, 19 Februari 2021

Bupati Cirebon Minta PMII Mampu Bersinergi dan Beri Solusi

Bupati Cirebon, H Imron M.Ag saat membuka acara MAPABA XV PMII, Rayon Pelangi Tarbiyah IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Jum'at (19/2/2021).


FOKUS CIREBON, FC - Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag membuka secara resmi Mapaba XV PMII, Rayon Pelangi Tarbiyah IAIN Syekh Nurjati Cirebon di Gedung PCNU Kabupaten Cirebon, Jumat (19/2/2021). 

Acara tersebut diikuti sekitar 76 anggota mahasiswa baru PMII serta beberapa kampus di Cirebon dan berlangsung selama tiga hari. 

"Saya diminta untuk membuka acara Mapaba PMII, karena saya juga alumni PMII tahun 1983. Sehingga ini merupakan salah satu ajang silaturahmi dengan sahabat-sahabat PMII Cirebon," kata Bupati Imron. 

Imron mengatakan, PMII Cirebon harus mempunyai andil dalam permasalahan yang ada di masyarakat. 

Menurutnya, sebagai mahasiswa harus ada kepedulian. Karena dalam organisai itu selain membaca, mereka juga harus mempelajari permasalahan sosial yang ada di masyarakat. 

"Mereka harus membantu masyarakat yang sedang mempunyai masalah baik segi ekonomi maupun sosial. Serta para kader PMII juga harus mempunyai solusi bagaimana cara mengatasinya," kata Imron. 

Imron mengajak para mahasiswa untuk membantu pemerintah dalam berbagai hal. Tidak hanya memberikan mengkritik. Akan tetapi bisa memberi solusi dan bersinergi dengan pemerintah daerah di masa pandemi Covid-19 ini. 

"Mari para mahasiswa khususnya PMII Cirebon untuk ikut menyosialisasikan bahaya Covid-19 kepada masyarakat dengan solusinya 3M yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan," katanya. 

Selain itu, Imron mengatakan, PMII oraganisasi mahasiswa yang sangat besar. Sehingga apa yang dilakukan di masa pandemi ini nantinya bisa membantu pemerintah daerah untuk mengatasi pandemi ini. 

"Pemda Cirebon sekarang sedang ada program vaksinasi Covid-19. Sehingga kami meminta agar teman-teman PMII Cirebon agar bisa membantu mensosialisasikan kepada masyarakat umum bahwa vaksin itu aman dan halal," katanya. 

Ia berharap, agar PMII Cirebon bisa lebih maju lagi dan solid lagi. "Mari  bersama-sama dengan Pemerintah daerah untuk terus berkomunikasi dan diskusi untuk kemajuan yang ada di Kabupaten Cirebon," kata Imron.

Kamis, 18 Februari 2021

Pemda Kota Cirebon Fasilitasi Pembentukan Komite Ekonomi Kreatif

Wakil Wali Kota Cirebon, Hj Eti Herawati


FOKUS CIREBON, FC - Wadah ini diharapkan bisa menggandeng pelaku ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan warga Kota Cirebon.

Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati, saat membuka Rapat Koordinasi Pelaku Ekonomi Kreatif dalam Rangka Pembentukan Komite Ekonomi Kreatif Kota Cirebon di salah satu hotel di Kota Cirebon, Kamis, (18/2/2021).

“Kalau ditanyakan wadah ini perlu, yes. Karena wadah ini nantinya yang akan menggairahkan perekonomian di Kota Cirebon dengan aktivitasnya masing-masing," tuturnya.

Dijelaskan Eti, masa pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung satu tahun telah mengubah pola dan kebiasaan hidup masyarakat.

“Banyak pula sektor yang terdampak pandemi Covid-19,” ungkap Eti. Salah satunya pariwisata.

Menurut Eti, sangat banyak pelaku industri pariwisata yang harus gulung tikar karena tidak sanggup bertahan di masa pandemi ini.

Untuk membangkitkan kembali sektor kepariwisataan di masa adaptasi kebiasaan baru ini, maka gerakan pemulihan ekonomi kreatif dilakukan.

“Kenapa ekonomi kreatif? Karena ini yang bisa bertahan di masa pandemi Covid-19 ini,” tegas Eti.

Untuk itu, Pemda Kota Cirebon, dalam hal ini Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (DKOKP), menginisiasi rapat koordinasi ekonomi kreatif.

“Ini sebagai upaya awal Pemda Kota Cirebon untuk membangkitkan sektor ekonomi kreatif,” ungkap Eti.

Sementara itu Kepala DKOKP Kota Cirebon, Drs. Agus Suherman, SH., MH., menjelaskan bahwa rapat koordinasi ini diikuti oleh 70 orang yang merupakan perwakilan dari 16 kelompok pelaku ekonomi kreatif di Kota Cirebon. 

"Mulai dari pelaku seni, pelaku film, UMKM, dan usaha jasa lainnya. Semua memiliki keterwakilan,” ungkap Agus.

Kedepannya, lanjut Agus, diharapkan forum ekonomi kreatif di Kota Cirebon bisa menggandeng semua komponen dan pelaku ekonomi. Sehingga usaha mereka bisa berkembang, setelah sempat terjatuh di masa pandemi Covid-19, dan kembali mengangkat kesejahteraan masyarakat Kota Cirebon. (Nur)


Mahasiswa IAIN Cirebon Raih Medali Emas Pada Kompetensi Sains Indonesia Bidang Matematika

PRESTASI NASIONAL : Tiga mahasiswa IAIN SNJ Cirebon berprestasi nasional di ajang KSI bidang matematika. (foto/ist)

FOKUS CIREBON, FC - Kabar gembira kembali datang dari kampus Cyber Islamic University, IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Di mana ketiga mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) IAIN Cirebon mampu mendulang prestasi yang membanggakan, yakni medali emas, perak dan perunggu pada ajang Kompetensi Sains Indonesia (KSI) bidang matematika tingkat nasional.

Ketiga mahasiswa tersebut, masing-masing 1. Iman Sariman, kelas 2C meraih medali emas. 2. Allifah, kelas 4E meraih medali perak dan 3. Siti Aah Safaatul Udma, kelas 2B mendapatkan medali perunggu.

Dekan FITK IAIN Syekh Nurjati Cirrebon, Dr H Farihin M.Ag menyampaikan, atas nama civitas akademika dan juga pimpinan, pihaknya merasa senang sekaligus bangga atas prestasi mereka di ajang nasional pada even KSI Bidang Matematika. 

Artinya bahwa mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon bisa berkompetisi dengan Perguruan Tinggi lain, yang notabene sudah beken dan paforit.

"Ya bangga dan senang, karena prestasi ini diraih oleh mahasiswa kita di tingkat nasional, karena bisa berkompetisi dengan perguruan tinggi yang notabene sudah beken dan paforit," katanya, Kamis (18/2/2021).

Iman Sariman saat dihubungi fokuscirebon.com menyatakan bahwa dirinya mengaku tidak ada persiapan apapun seperti yang lainnya. Iman hanya belajar seadanya dan tidak membeli buku apapun.

"Jujur, Iman ngga ada persiapan yang matang seperti yang lain, Iman hanya belajar seadanya aja. Iman nggak beli buku apapun, dan nggak belajar siang malem, normal aja," kata peraih medali emas di ajang KSI bidang matematika.

Kendati begitu, Iman Sariman memberikan pesan, yakni cuma satu, belajar giat saja nggak cukup, karena semua yang diraih itu atas kehendak Allah SWT, tetapi usaha dan doa itu perlu.

"Jadi tetap semangat bagi yang belum berhasil meraih rangking, dan yang ada niatan buat ikut, giatkan lagi belajarnya, tentunya dengan diiringi usaha yang serius dan doa," tandasnya.

Demikian juga diungkapkan Allifah, bahwa dengan prestasi yang diraihnya, dirinya benar-benar merasa bahagia karena bisa membuat orang tua bangga. Rasa bahagia juga lahir karena bisa mengharumkan nama baik kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon, khususnya Jurusan Tadris Matematika.

"Ya, saya sangat bahagia, karena di saat pandemi covid 19 seperti ini, saya masih bisa mengikuti ajang lomba dan berprestasi. Saat itu, saya hanya belajar dan berdoa dan alhamdulillah meraih prestasi," tuturnya

Allifah juga menjelaskan tentang kondisi perlombaan yang dilaksanakan secara online ini. Menurutnya saat perlombaan tersebut yang dibutuhkan hanya ketelitian, ketepatan waktu dan sinyal yang memadai.

"Prestasi ini memang membahagiakan, dan sebelumnya saya selalu ingat pesan guru saya yang membuat saya untuk berprestasi, yakni belajar itu ibadah dan prestasi itu dakwah," katanya.

Hal senada juga disampaikan Siti Aah Safaatul Udma, bahwa dirinya sama dengan apa yang dilakukan dua teman berprestasi lainnya, yakni belajar dan berdoa.

Tanpa itu rasanya akan berat meraih prestasi. Apalagi peserta yang ikut dalam ajang lomba tersebut berasal dari perguruan tinggi ternama, tentu raihan prestasi ini sangat membahagiakan semua.

Sementara itu, Pranata Humas IAIN SNJ Cirebon, H Muhamad Arifin M.Pd.I menyatakan rasa syukurnya atas raihan prestasi yang membanggakan sekaligus menggembirakan. 

"Ini bukti bahwa kita mampu bersaing di level nasional dan prestasi ini sangat luar biasa. Semoga ini bisa menjadi motivasi tersendiri dan kita mampu membuktikan prestasi lainnya di level nasional pada ajang lainnya," pungkas Arifin. (din)


Satgas Penanganan Covid-19 Monitoring Prokes di Perum GSI Tukmudal Sumber

FOKUS CIREBON, FC.- Satuan Gugus (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon, Jawa Barat melakukan monitoring penerapan protokol kesehatan di Perumahan Griya Sumber Indah (GSI), Kelurahan Tukmudal, Kecamatan Sumber, Kamis (18/2/2021). 

Monitoring tersebut dilakukan Bupati Cirebon Imron, M.Ag, Wakil Bupati Cirebon Hj. Wahyu Tjiptaningsih, SE.,M.Si, Dandim 0620 Letkol Inf Sugir, dan sejumlah pejabat lainnya. 

Bupati Cirebon, Imron Rosyadi menyebut, Perumahan GSI yang berada di Kecamatan Tukmudal, masuk ke dalam zona merah (risiko tinggi) penyebaran wabah.

Sedangkan, desa/kelurahan lainnya di Kabupaten Cirebon berada di zona orange serta kuning. 

"Tukmudal ini merupakan daerah yang ada di wilayah ibukota kabupaten, sehingga mobilitas masyarakatnya tinggi dan banyak interaksi keluar. Maka dari itu, perlu adanya pemantauan," kata Imron saat melakukan monitoring. 

Selama pandemi Covid-19, kebijakan lockdown tiga kali dilakukan di Perumahan GSI Tukmudal. Hingga saat ini, masih ada warga dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. 

Imron mengatakan, pembatasan aktivitas masyarakat pun masih diterapkan di wilayah tersebut. Pihaknya meminta masyarakat untuk mengikuti anjuran dari pemerintah. 

Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Cirebon pun baru menyasar kepada 7.203 orang, sedangkan sasaran utama dalam program tersebut 1,5 juta orang. 

"Perlu ada kesadaran semua, karena Covid-19 tidak akan pergi kalau semuanya tidak disiplin," katanya. 

Lurah Tukmudal, Baihaqi, mengatakan, jumlah kasus terkonfirmasi di Perumahan GSI hingga saat ini mencapai 154 orang. Namun yang masih menjalani isolasi mandiri sebanyak 15 orang. "Kasus tersebut dari tahun lalu sampai saat ini," katanya. (Maulana)

Tokoh Agama Diminta Ikut Mengedukasi Warga dalam Program Vaksinasi Covid-19


FOKUS CIREBON.- Bupati Cirebon, Drs.H. Imron, M.Ag mengajak Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Cirebon untuk ikut berperan aktif dalam penanganan pandemi Covid-19. 

Menurutnya, para tokoh agama sangat berperan penting dalam pencegahan maupun program vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Cirebon. 

"Kalau para tokoh agama yang turun ke masyarakat seperti kiai, pendeta maupun tokoh agama lainnya untuk ikut mengedukasi terkait Covid-19,  setidaknya mereka bisa percaya," kata Imrom saat membuka acara dialog dengan FKUB Kabupaten Cirebon di Ruang Paseban Kantor Setda, Kamis (18/2/2021).

Imron mengatakan, dampak akibat pandemi Covid-19 ini sangat dirasakan di seluruh dunia, khususnya di wilayah Kabupaten Cirebon. 

Namun demikian, kita terus berupaya untuk memulihkan keadaan di masa pandemi ini. 

"Mari bersama-sama untuk ikut berperan memulihkan ekonomi masyarakat di masa pandemi ini. Para tokoh agama pun mari bersama membantu pemerintah daerah untuk mewujudkannya sehingga Kabupaten Cirebon bisa terbebas dari Covid-19," kata Imron.

Ia pun meminta, di masa pandemi ini para tokoh agama, selain membantu menyosialisasikan bahaya Covid-19, juga bisa mengedukasi masyarakat terkait bahaya ajaran terlarang di Indonesia. 

"Di masa pandemi ini, menjadi kesempatan bagi sejumlah orang untuk mempengaruhi atau mencuci otak orang yang dalam segi agamanya kurang meskipun segi pendidikan tinggi. Sehingga mereka akan cepat terjerumus dalam ajaran-ajaran yang terlarang. Maka dari itu, kami mengajak para tokoh agama untuk bisa membentengi umatnya agar tidak terjerumus," katanya.

Selain itu, kata Imron, pemerintah daerah juga sedang mencanangkan vaksinasi Covid-19 untuk menekan penyebaran Covid-19. 

"Pemkab hingga saat ini masih melakukan vaksinasi untuk para tenaga kesehatan. Nanti juga kita akan vaksinasi untuk pelayan publik serta masyarakat. Kami berharap para tokoh agama bisa ikut menyosialisasikan program vaksinasi ini karena vaksin ini aman dan halal," katanya.

Di tempat yang sama, Ketua FKUB Kabupaten Cirebon, KH Wawan Arwani mengatakan, pihaknya akan membantu pemerintah daerah untuk ikut menyosialisasikan vaksin serta prokes di masa pandemi ini. 

Menurutnya, para pemuka agama banyak peluang untuk didengar oleh umat maupun jemaahnya. Sebab, masih banyak warga percaya apa yang diomongkan oleh panutannya. 

"Kita sebagai manusia hanya bisa berikhtiar. Nah vaksin ini merupakan ikhtiar kita untuk menekan penyebaran Covid-19. Bagaimanapun kita hanya manusia kita hanya bisa berusaha," kata Kiai Wawan. 

Wawan menegaskan tentang vaksinasi yang dicanangkan oleh pemerintah ini merupakan bagian dari ibadah. 

"Kalau kita sedang menjaminkan kesehatan maka dalam pandangan agama, itu sama halnya dengan ibadah kita," katanya. 

Lebih lanjut Wawan mengatakan, pemerintah tidak mungkin sembarangan untuk menyatakan bahwa vaksin itu aman dan Halal. Sebab, di dalam MUI tersebut banyak kiai dan orang-orang yang ahli di sana. Dalam prosesnya pun pasti tidak sebarangan sampai dinyatakan vaksin itu aman dan halal. 

"Maka dari itu kita mengajak kepada masyarakat jangan takut divaksin karena vaksin itu aman dan halal," katanya. (Nur)

Pengurus ORMAWA FUAD IAIN Cirebon Resmi Dilantik


PELANTIKAN ORMAWA : Wakil Dekan III FUAD, Dr H Anwar Sanusi M.Ag melantik Pengurus ORMAWA FUAD IAIN Syekh Nurjati Cirebon, masa bakti 2021-2022, Kamis.(18/2/2021) di Auditorium Gedung ICC, Jalan Perjuangan, Kota Cirebon.

FOKUS CIREBON, FC -  Aktivitas organisasi kemahasiswaan siap tancap gas, mengingat pelantikan  pengurus ORMAWA FUAD IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Kamis (18/2/2021) resmi dilantik. 

Sebelumnya, pelantikan pengurus ORMAWA FUAD untuk periode 2021-2022 sempat tertunda, namun akhirnya pelantikan dapat  dilangsungkan di gedung ICC IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Jalan Perjuangan, Kota Cirebon.

Keterlambatan pelantikan yang semula akan digelar pada Rabu (17/2/2021) atas dasar pertimbangan Ketua Pelaksana pelantikan ORMAWA FUAD, Jaenal Abidin.

Pihaknya mempetimbangkan penundaan pelantikan tersebut,  disebabkan karena adanya kendala tempat, namun satu hari berikutnya pelantikan sukses digelar.

"Keputusan penundaan pelantikan, karena kondisi gedung yang tengah direnovasi. Tapi alhamdulillah, sehari berikutnya pelantikan bisa langsung digelar dan mengikuti aturan protokol kesehatan seperti penggunaan masker, pembatasan peserta dan berjaga jarak," kata Ketua Panitia, Jaenal Abidin.

Di gedung ICC, pelantikan terlihat berjalan khidmat dan lancar. Acara  diawali dengan sambutan Ketua  Pelaksana, selanjutnya Ketua SEMA demisioner dan kemudian dilanjutkan oleh Wakil Dekan III FUAD sekaligus pelantikan.

Turut hadir dalam acara pelantikan tersebut, mantan ketua SEMA, Eva Zulfauzah periode 2020-2021 dan Dr. Anwar Sanusi, M.Ag selaku Wakil Dekan III Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah.

Usai pelantikan, acara dilangsungkan dengan pengucapan ikrar pelantikan yang dibacakan oleh Wakil Dekan III dan diikuti oleh perwakilan pengurus periode 2021-2022. 

Isi ikrar tersebut “Pantang menyerah, pantang berputus asa, dan pantang meninggalkan organisasi dalam kondisi apapun, ketidaksetiaan terhadap pimpinan adalah suatu bentuk pengkhianatan”.

"Maksud pembacaan ikrar ini, agar para pengurus berjanji dan akan bertanggung jawab apa yang telah menjadi tanggung jawabnya," jelas Jaenal Abidin. (Eva/Nisa)

Rabu, 17 Februari 2021

FKKC Siap Bangun Silaturahmi dan Bersinergi Terkait Program Pembangunan

Buapti Cirebon, H Imron M.Ag memberikan keterangan pers seusai melantik Muali, Ketua FKKC Kabupaten Cirebon.


FOKUS CIREBON, FC – Pelantikan Ketua FKKC berlangsung khidmat dan sukses. Dalam kegiatan ini, Bupati Cirebon H. Imron Rosyadi, sendiri yang melantik Ketua Forum Komunikasi Kuwu Cirebon (FKKC), Muali, untuk masa bakti 2021-2024, Rabu (17/02/2021). 

Hadir dalam kegiatan teraebut para Ketua FKKC Kecamatan se-kabupaten Cirebon, Wakil Bupati Cirebon, Ketua DPRD, Dandim 0620, Kapolresta Cirebon dan undangan lainnya.

Sementara acara pelantikan berlangsung di Pendopo Bupati Cirebon Jalan RA Kartini, Kota Cirebon.

Bupati Imron mengatakan, dalam sambutannya mengatakan, dengan dilantiknya FKKC ini, meminta kepada semua pengurus FKKC untuk terus menjalin silaturahmi dan bersinergi dengan perangkat daerah, agar pembangunan di desanya berdaya guna, bermanfaat untuk warga dan lingkungan nya.

Ia menegaskan, Kuwu adalah ujung tombak dalam program pemerintah daerah maupun pusat, Maka dari itu dirinya mengharapkan semua kuwu harus dapat menggali potensi desa berupa SDA dan SDM yang dimiliki.

“Kuwu sebagai ujung tombak pembangunan di desa bersama warga dengan ADD, DD, Bangub dan anggaran lainya, harus bisa menggali potensi desa agar ekonomi meningkat, warga sejahtera dan APBDes bertambah maju supaya menjadi desa mandiri,” tegas Imron.

Sementara, Kuwu Desa Keraton, Kecamatan Suranenggala, yang sekaligus merupakan sebagai Ketua FKKC terpilih, Kuwu Muali, dalam sambutannya mengatakan, dirinya siap untuk membangun silaturahmi dan bersinergi dengan instansi terkait dalam program pembangunan yang di prioritaskan dan diharapkan oleh masyarakat.

“Mari kita sama-sama menjaga marwah Kuwu untuk satu rasa, sama rasa dalam menjalankan program desa, supaya kuwu fokus dan bersatu dalam menjalankan tugasnya merealisasikan program pembangunan desa sesuai keinginan warganya,” pungkasnya. (Fiqi)





357 PPPK Terima SK Pengangkatan dari Bupati Cirebon

FOKUS CIREBON, FC - Sebanyak 357 pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) formasi 2019 di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menerima surat keputusan (SK) pengangkatan dari Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag.

Penyerahan SK pengangkatan tersebut berlangsung di Aula Badan Kepegawaian Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Jalan Sunan Muria, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Rabu (17/2/2021). 

Imron mengatakan, pada 2019 Pemerintah Kabupaten Cirebon melakukan perekrutan PPPK. Pengangkatan tersebut berdasarkan Peraturan Pemerintah No 49 Tahun 2018 tentang Manajemen PPPK. 

Imron meminta, tenaga eks honorer yang baru diangkat ini harus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan berkontribusi positif untuk bangkit dari pandemi Covid-19. 

"Diminta berinovasi, harus bisa memberikan solusi. Meskipun pandemi, harus bisa menerapkan terbaik," kata Imron. 

Dari 357 pegawai PPPK, 196 merupakan tenaga pendidik (Dinas Pendidikan), 104 penyuluh pertanian (Dinas Pertanian), 52 tenaga kesehatan (Dinas Kesehatan), 2 tenaga kesehatan (RSUD Waled), dan 3 tenaga kesehatan (RSUD Arjawinangun). 

Imron mengatakan, setiap tahunnya kinerja ratusan PPPK ini akan dievaluasi dan akan kembali diperpanjang kontraknya bila bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi). 

"Kalau tidak sesuai, tidak akan kami perpanjang, sebab masih banyak tenaga honorer yang punya kesempatan. Ada 11 ribu lebih orang," katanya. 

Raswid (54 tahun), tenaga penyuluh dari Dinas Pertanian baru saja diangkat menjadi PPPK selama 12 tahun menjadi tenaga honorer di Kementerian Pertanian.

Dengan adanya pengangkatan itu, Raswid mengaku bisa bernafas lega lantaran adanya peningkatan jumlah gaji yang didapatkan. Berbeda dengan saat menjadi tenaga honorer.

"Alhamdulillah ada perubahan, meskipun cuma bisa menikmati tiga tahun saja, soalnya tiga tahun lagi pensiun," katanya. (din)

Sinergiskan Program, KADIN - OJK Buka Kerjasama

FOTO BERSAMA : Usai pertemuan, dalam rangka menjalin kerjasama, KADIN - OJK berfoto bersama di Kantor OJK Kota Cirebon, Rabu (17/2/2021).


FOKUS CIREBON, FC - Kamar Dagang Indonesia (KADIN), bertandang ke kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jalan Dr Cipto Mangunkusumo No 133, Kota Cirebon, Rabu (17/2/2021).

Dalam kunjungannya, KADIN membuka kerjasama melalui sinergitas program, Terutama mendukung pertumbuhan ekonomi Kota Cirebon dalam segi keuangan untuk para pengusaha mikro, menengah dan kecil.

Ketua KADIN Kota Cirebon, Ismayasari mengatakan, audensi dengan OJK ini, bertujuan mensinergiskan program-program yang ada di KADIN, terutama mendukung pertumbuhan ekonomi di Kota Cirebon.

"Kita memang sepakat mengingat banyak sekali yang bisa kita kerjasamakan, tentunya terkait hal-hal yang bisa menjadi masukan bagi pemerintah daerah, juga program-program yang langsung bisa disinergikan untuk para pengusaha, khususnya UMKM supaya bisa naik kelas seperti apa dan sebagainya," papar Ismayasari yang selanjutnya akan ditindaklanjuti pada pertemuan pembahasan draft MoU.

Ismayasari juga menjelaskan, bahwa pada kerjasama ini pihaknya bisa memberikan masukan data-data tentang UMKM yang ada di Kota Cirebon, kemudian juga kepuasan pertumbuhan ekonomi atau usaha dari UMKM.

"Secara teknis, pihak OJK bisa mendapat masukan data yang nantinya akan menjadi sebuah kebijakan dari OJK menyangkut langkah selanjutnya untuk para pengusaha tersebut," tuturnya.

KADIN sendiri, kata Ismayasari adalah sebuah wadah kumpulan para pengusaha yang ada di Kota Cirebon. Di dalamnya bukan hanya individu tetapi juga institusi atau organisasinya, sehingga kita akan sinergis dengan para stakeholder asosiasi.

Sedang kerjasama tersebut bisa melalui event-event yang menyangkut pertumbuhan ekonomi seperti pelatihan dan sebagainya kita bisa bersinergi dengan OJK, karena kita tersedia baik institusi, organisasi stakeholder atau pun dari pelaku usahanya.

Sementara menurut Kepala Kantor OJK Kota Cirebon, Budi Arief Wibisono, bahwa hasil pertemuan dengan KADIN paling tidak akan saling mensinergikan kegiatan-kegiatan dan tugas-tugas kita dengan visi dan misi KADIN sendiri.

Seperti yang disampaikan dalam pertemuan tadi, Kata Budi, salah satunya KADIN akan mengggerakan ekonomi Kota Cirebon, dan itu akan kita fasilitasi, tentunya akan kita pertemukan dengan lembaga keuangan yang ada di Kota Cirebon, baik yang kita awasi secara langsung yaitu BPR-BPR maupun dengan lembaga keuangan yang tidak kita awasi secara langsung, seperti bank umum dan lembaga lembaga keuangan lainya.

"Kita harapkan dengan sinergi ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Cirebon," ujar Budi Arief Wibisono.

Selain itu, lanjut Budi, sebagaimana tugas dan wewenang OJK, paling tidak dari industri keuangan yang ada di kota cirebon bisa dapat membantu membiayai jika ada kebutuhan kredit atau kebutuhan usaha dari pelaku UMKM yang difasilitasi oleh KADIN sebagai organisasi yang mewadahi pengusaha yang ada di Kota Cirebon.

Budi juga menjelaskan, bahwa target dalam jangka pendek dari kerjasama tersebut, yaitu mempertemukan antara pelaku-pelaku usaha yang memang layak dibiayai dengan industri jasa keuangan yang ada di Kota Cirebon.

Sementara itu, diakhir pertemuan KADIN- OJK, KADIN menyerahkan sinopsis program dan rencana aksi KADIN. penyerahan ini langsung diterima oleh OJK.

Ada tujuh prioritas program KADIN, di antaranya 1. Program rekrutmen, 2. Program education solution, 3. Program E-Global, 4. Program home business, 5. Program go up (UMKM), 6. Program KADIN Service, dan 7. Program event dan promotion.

Budi Arief Wibisoni diakhir perbincangannya menjelaskan, bahwa dari penyerahan sinopsis program dan rencana aksi KADIN, pihaknya akan terebih dahulu mempelajari dan mana yang bisa disinergikan dalam waktu pendek ini.

"Intinya kami suport, dan mudah-mudahan dari kerjasama ini, kita bisa memanfatkan pertumbuhan ekonomi di Kota Cirebon," tandasnya. (Nurudin)

Selasa, 16 Februari 2021

Jalan Berlobang di Majasem Bikin Wanita Hamil 5 Bulan Terjungkal dan Luka Parah

Korban kecelakaan tunggal, akibat jalan berlobang di Jalan Raya Majasem Kota Cirebon, Selasa (16/2/2021),  foto : (din)

FOKUS CIREBON, FC - Naas nian, pasangan suami istri (Pasutri) terjungkal dari atas sepeda motornya. Kecelakaan terjadi akibat ban sepeda motor bagian depan menghantam lobang jalan dan terjungkal seketika, Selasa (16/2/2021) sekitar pukul 15.20 WIB.

Akibatnya, kedua korban mengalami luka parah dibagian kaki dan tangannya. Warga pun langsung melakukan pertolongan.

"Istri saya sedang mengandung (hamil 5 bulan), tapi saya tidak tahu bagaimana kondisinya, karena istri masih merintih terus dan terlihat juga dibagian kaki dan tangannya luka semua, termasuk kaki dan tangan saya," ujar Satori yang tak lain suaminya.

Sementara warga yang memberikan pertolongan, Juju kepada media menyebut jika kerusakan jalan tersebut sangat membahayakan warga lainnya. 

Juju memastikan jika jalan berlobang tersebut tidak segera diperbaiki, bisa membuat banyak pengemdara yang menjadi korban.

"Jalan sudah rusak begini kok masih dibiarkan, PUPR Kota Cirebon ngapain dan kemana aja, masa tidak tahu, kan kantornya tidak jauh-jauh amet dari sini," katanya geram.

Sementara Husen, warga lainnya mnyesalkan sikap PU Kota Cirebon yang ttidak segara tanggap atas kondiso jalan kota yang sudah banyal yang rusak. 

"Jangan salahkan hujan, tapi lihat dulu kualitas jalannya, ini kan bisa berbahaya yang setiap saat bisa menghadang pengendara sepeda motor. Seharusnya segera diperbaiko, jangan tunggu banyak korban dulu, karena memang harus segera diperbaiki," pungkasnya. (din)

Jalan Berlobang di Majasem Kota Cirebon Makan Korban

BAHAYA : Hati-hati, jalan berlobang di Majasem, Kota Cirebon kerap makan korban


FOKUS CIREBON, FC - Kerusakan Jalan Raya Majasem kian mengkhawatirkan. Selain kerap banjir, jalan tersebut pun rusak dan berlobang. Akibatnya sepasang suami istri (Pasutri) terjungkal dan mengalami cidera kaki dan tangan.

"Kaki nya langsung memar dan berdarah, begitu pun dengan kondisi yang diboncengnya, luka parah di bagian tangan," ujar Tatang, warga yang ikut memberikan pertolongan kepada kedua korban yang terkapar di aspal, akibat sepeda motornya terjungkal akibat lobang jalan di depan SMK Gracika, Majasem, Kota Cirebon, Selasa (16/2/2021).

Hal senada disampaikan Agus, bahwa kerusakan du Jalan Majasem memabg cukup parah, bahkan kerap makan korban. Namun sampai sekarang belum juga diperbaiki. 

"Pihak PUPR harus segera memperbaikinya, sebab kenyaman berkendara salah satunya sangat di tentukan oleh kelaikan jalan. Namun kita lihat jalan sudah tidak baik dan berbahaya bagi pengendara, mana sikap PU kota," katanya sedikit agak geram.

Sementara itu, Pasutri yang luka parah ini langsung dibawa untuk mendapatkan pengobatan dan keduanya berharap jalan tersebut segera diperbaiki agar tidak kembali makan korban. (Nur)

Wakil WaliKota Cirebon : Ada 130 RW Belum ODF, Ini Butuh Sinergitas Bersama

Wakil Walikota Cirebon, Dra Hj Eti Herawati


FOKUS CIREBON, FC - Tantangan pembangunan sanitasi yang umumnya dihadapi di perkotaan, masih terkait dengan perilaku penduduk yang belum berhenti Buang Air Besar (BAB) di sembarang tempat. 

Hal itu disampaikan Wali Kota Cirebon, Drs.H.Nashrudin Azis, SH., yang dibacakan Wakil Wali Kota Cirebon, Dra.Hj.Eti Herawati, dalam Forum Perangkat Daerah Dinas Kesehatan Kota Cirebon Tahun 2021 di salah satu hotel di Kota Cirebon, Selasa, 16 Februari 2021.

Menurut Eti, di Kota Cirebon baru Kelurahan Larangan saja yang sudah dinyatakan Open Defection Free (ODF) atau bebas Buang Air Besar Sembarangan (BABS).

“Kita masih punya target 130 RW lagi yang belum ODF, dari 249 RW yang ada di Kota Cirebon,” tegas Eti. 

Untuk itu, sinergitas dan kebersamaan dibutuhkan agar bisa menuntaskan permasalahan sanitasi di Kota Cirebon.

Menurutnya, sinergitas dibutuhkan untuk menuntaskan permasalahan sanitasi di Kota Cirebon. Hingga akhirnya akan tercipta kota yang bersih, aman, nyaman dan sehat untuk dihuni warganya.

“Kita segera tuntaskan permasalahan sanitasi di Kota Cirebon tercinta,” tegas Eti.

Jika sanitasi ini segera dilakukan, maka Kota Cirebon akan menjadi kota yang bersih, aman, nyaman dan sehat untuk dihuni sekaligus tempat bekerja warganya.

“Sejumlah permasalahan terkait sanitasi di Kota Cirebon diantaranya rumah warga sudah dilengkapi dengan wc, tapi buangan akhir tidak ke septic tank, ada yang membuang ke sungai, selokan, kebun hingga laut,” lanjut Eti.

Sejumlah warga yang tinggal di dekat aliran sungai atau selokan juga masih enggan untuk membuat septic tank sendiri, pungkasnya.

Di sampaikan juga, masih ditemukan pula penduduk yang kurang mampu, memiliki lahan yang terbatas sehingga akhirnya memiliki masalah dalam pembangunan jamban.

Penuntasan permasalahan sanitasi ini tentu tidak mudah. Menurut Eti, Pemda Kota Cirebon tidak bisa bekerja sendiri. 

“Perlu dukungan bersama dari semua pihak,” ungkap Eti. 

Untuk itu Pemda Kota Cirebon sudah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, lanjutnya.


Diantaranya sudah bermitra dengan Baznas Kota Cirebon dan Baznas Jawa Barat untuk bisa bersama-sama menyelesaikan sejumlah permasalahan sosial, termasuk sanitasi.

Selain itu, segenap instansi yang ada di lingkungan Pemda Kota Cirebon juga diminta untuk saling memberikan dukungan. (din)



H Elang Tomy Iplaludin MPd : Mengabdi dan Bekerja Harus Totalitas

H. Elang Tomy Iplaludin MPd, Kepala SMPN 4 Kota Cirebon


FOKUS CIREBON, FC -  Sosok H Elang Tomy Iplaludin MPd, Kepala SMPN 4 Kota Cirebon, dalam kesehariannya memang berbeda dengan kebanyakan Kepala Sekolah lainnya di Kota Cirebon. Sikapnya yang  santun dan berpengetahuan luas, membuat H Elang Tomy Iplaludin MPd  akrab dengan seluruh komponen di lingkungan pegiat pendidikan dan banyak memiliki teman. 

Ide cemerlangnya selalu ditunggu banyak pihak, terutama dalam kaitan dengan aspek kemajuan pendidikan. Dalam prinsip pengabdiannya sebagai ASN, bekerja baginya adalah tugas, dan tugas adalah amanah.

Jika pekerjaan belum selesai, dirinya tak pernah meninggalkannya. Sebab, katanya bekerja di bagian pengawasan dan pembinaan sangat membutuhkan kedisiplinan kerja yang tinggi serta pelayanan menjadi prioritas utama.

“Sama seperti sekolah lainnya, tetapi bekerja optimal menjadi prinsip kami, khususnya dalam memberikan pelayanan yang terbaik. Dan saya selalu berprinsip, bekerja harus disiplin, dan disiplin dalam bekerja harus menjadi prioritas utama,” ujarnya saat berbincang di kantornya.

Mama Elang, sapaan akrab sehari-hari, saat bekerja selalu menggunakan prinsip kehati-hatian, maksudnya dalam setiap pekerjaan selalu kembali diteliti. Tujuannya adalah agar tidak ada kesalahan dalam bekerja.

Sementara itu, sebagai bentuk pelayanan terhadap masyarakat, Mama Elang tak bisa tinggal diam, berbagai kesempatan selalu diambil dan dimanfaatkannya, sebab melayani harus total dan harus memiliki manfaat bagi orang banyak. Inilah pendidikan, maka cermin kemajuan harus dimulai dari niat yang baik, bekerja dengan baik dan melayani sepenuh hati.

Dirinya menegaskan, bekerja itu prinsipnya harus saling bergotong rotong dan saling percaya, baik antar guru, staff TU maupun komponen lainnya di sekolah ini.

Hal itu dibutuhkan, untuk mendorong kinerja yang baik dan  upaya menuju sekolah berprestasi. "Bekerja itu prinsipnya totalitas, dan di mana pun kita di tempatkan, visi pendidikan harus terus berjalan, sehingga harapan pemerintah dan masyarakat, terwujud dari cara kita mengabdi dan bekerja di pedidikan. Inilah prinsip itu, cerdas, lugas dan berprestasi," katanya.

Diakui Mama Elang, keberhasilan memang selalu membuat semua bangga, tetapi dengan prestasi yang sudah diraih tidak cukup dengan rasa bangga saja, justru harus lebih digiatkan lagi, agar kemajuan pendidikan manfaatnya bisa dirasakan oleh semua.

Mama Elang juga mengajak, semua komponen yang ada di lingkungan di mana dirinya mengabdi, harus terus bekerja dan berjuang untuk kemajuan pendidikan. Karena untuk membangun kemajuan tidak harus puas dengan sejumlah keberhasilan yang sudah diraih.

"Bekerja dan melayani harus terus dilakukan, Khususnya pendidikan dii SMPN 4 Kota Cirebon, agar terus maju dan berprestasi," tandas Mama Elang yang sudah berhasil membangun perubahan dan kemajuan di SMPN 10 dan SMPN 18. (din)

Pasca Dilantiknya Ketua SEMA dan DEMA IAIN Cirebon, Ini Pesan Rektor !!

Rektor IAIN SNJ Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag saat melantik Ketua SEMA dan DEMA IAIN SNJ Cirebon, Selasa (15/2/2021).


CIREBON, FC- Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag  melantik dan mengukuhkan Ketua Senat Mahasiswa Institut dan Dewan Eksekutif Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon untuk periode 2021-2022 di lantai 3 gedung rektorat, Selasa (16/2/2021).

Dalam sambutannya, Sumanta mendukung penuh setiap program kerja yang sudah dicanangkan oleh jajaran pengurus.

Sumanta juga berharap, SEMA I dan DEMA I dapat bersinergi dalam mewujudkan proses transformasi alih status dari IAIN menjadi UIN," harap Sumanta, karena itu menjadi bagian dari tanggung jawab mereka.

Kendati demikian, prestasi di wilayah organisasi mahasiswa juga perlu. "Ini untuk menunjang bahwasanya SEMA I dan DEMA I bisa mendukung proses alih status IAIN jadi UIN," ucapnya. 

Diakhir sambutannya, Sumanta memberikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus SEMA I dan DEMA I yang telah resmi dilantik.

Sementara itu, Muhammad Akrom Ketua Terpilih SEMA I menyatakan, pasca dilantik dirinya menaruh semangat dan harapan baru untuk menahkodai kepengurusan SEMA I dalam berkhidmat pada kampusnya itu.

“Yang akan diprioritaskan dalam progam kerja SEMA I yakni membuat produk hukum dan Undang-Undang untuk memfasilitasi seluruh organisasi mahasiswa (ormawa) yang ada di kampus dan menjembatani berbagai aspirasi mahasiswa, serta tanggap dalam bermedia,” paparnya.

Akrom berharap, sesama anggota pengurus SEMA I harus bisa bertanggung jawab serta sadar akan fungsi legislasi di kampus ini.

Sedang menurut Ketua DEMA I terpilih, Rhio Maheso Jenar, dirinya akan bertanggung jawab dan menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya selama satu periode ke depan.

Ia pun menaruh semangat yang tinggi untuk bisa memberikan dan  berkontribusi besar pada kampusnya itu.

“Sektor yang akan difokuskan DEMA I IAIN Syekh Nurjati Cirebon dalam program ini adalah peningkatan teknologi dan peningkatan potensi mahasiswa,” ucapnya.

Selain itu, pihaknya juga perlu meningkatkan potensi dengan terus berinovasi dan dapat menguasai teknologi. Sehingga mahasiswa mampu berkompetisi dengan perkembangan zaman.

"Sebagai lembaga eksekutif, saya ingin memfasilitasi mahasiswa IAIN Cirebon. Selain itu, juga mampu meningkatkan daya saing mahasiswa kampus setempat, baik di tingkat internal maupun eksternal," harap Rhio.

Namun Rhio juga akan menyesuaikan diri dengan kondisi  saat ini, mengingat masih dalam masa pandemi Covid-19.


Sementara itu, turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Rektor III IAIN Syekh Nurjati Cirebon Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Dr H Ilman Nafian MAg, juga unsur pimpinan lainnya, serta jajaran pengurus SEMA I dan DEMA I, dan seluruh panitia pemilihan mahasiswa institut.  

Kegiatan yang bertemakan “Mewujudkan Kepemimpinan yang Antusias, Responsif dan Berintegritas, Leadership is Action Not Position” ini diselenggarakan dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.  (Nur)



Senin, 15 Februari 2021

Dekranasda Kabupaten Cirebon Menerima Kunjungan Dekranasda Kota Prabumulih Sumatra Selatan

FOKUS CIREBON, FC - Ketua Dekranasda Kabupaten Cirebon, Hj. Nunung Roosmini menerima kunjungan Dekranasda Kota Prabumulih Sumatra Selatan di Pendopo Bupati Cirebon Jalan Kartini Kota Cirebon, Senin (15/2/2021). 

Kabupaten Cirebon merupakan kabupaten yang kaya akan Industri kerajinannya. Di antaranya kerajinan Rotan, Batik, Kerang, Gerabah, Topeng, Lukisan Kaca dan lainnya. 

Pelembang sendiri selain terkenal dengan makanan khasnya akan tetapi daerah Palembang juga terkenal dengan kain tenun. Akan tetapi kain tenun dari Palembang ada  keterkaitan sejarah dengan Kabupaten Cirebon. 

Menurutnya, keberadaan kain tenun yang ada di Pelembang itu pada dasarnya berasal dari Cirebon. 

"Jadi ada pengrajin dari Desa Bode Lor Kecamatan Weru (Pasar Caplek) yang merantau ke Palembang dan mengembangkan usaha di sana. Sampai saat ini, di kawasan Tuan Kentang yang merupakan sentra Tenun Palembang para mengusahanya sebagian keturunan Cirebon," Kata Nunung.

Nunung mengatakan, hasil tenun karya orang Cirebon yang dipakai orang Palembang pernah mendapatkan penghargaan Internasional di Amerika yakni Kejuaraan Fasion Week  di Los Angeles. 

"Penghargaan tersebut merupakan karya pengrajin dari Cirebon yang mengkombinasikan Fasion Batik Trusmi dengan kain tenun," katanya. 

Oleh karena itu, kata Nunung, dengan adanya keterkaitan dengan sejarah tersebut, ia berharap bisa ikut mengangkat kerajinan yang ada di Kabupaten Cirebon maupun di Kota Prabumulih atau wilayah Palembang. 

"Kami berharap, ke depan kita bisa bersama-sama mengembangkan kerajinan yang ada dengan kerja sama yang saling menguntungkan," katanya.

Sementara itu Ketua Dekranasda Kota Prabumulih, Hj. Suryanti Ngesti Rahayu Ridho mengatakan, tujuan datang ke Kabupaten Cirebon ini untuk menimba ilmu terkait produk kerajinan. 

Menurutnya, kerajinan yang ada di Kabupaten Cirebon sama persis yang ada di wilayah Kota Prabumulih. Akan tetapi pemasarannya tidak seperti di Kabupaten Cirebon. 

"Kami bersama para perwakilan pengrajin ingin belajar. Karena di Prabumulih ada batik, di Kabupaten Cirebon ada batik juga. Di Cirebon ada rotan, di kita ada kerajinan bambu serta di sini ada kerajinan kerang di kita juga ada cangkang telor. Ada kesamaan di kita juga, sehingga ilmu yang kita dapat dari Kabupaten Cirebon kita akan terapkan di Kota Prabumulih," kata Suryanti. 

Suryanti mengatakan, pihaknya akan belajar bagaimana cara pemasaran produk kerajinan sehingga bisa diterima di pasar baik nasional maupun internasional. 

"Kita belajar bagaimana proses pemasaran dari Kabupaten Cirebon. Karena di Cirebon sudah ekspor kerajinan ke 35 negara. Itu yang membuat kami ingin belajar di Cirebon," katanya. 

Lebih lanjut Suryanti mengatakan, pihaknya selama di Kabupaten Cirebon telah mengunjungi salah satu sentra batik pewarna alami di Ciwaringin. Ia pun tertarik dengan bahan baku yang dipakai untuk pewarna batik. (Nur)


Gagal Dipersyaratan, Bupati Cirebon tak Lolos Skrining untuk Mendapatkan Vaksin Covid-19

Bupati Cirebon, Drs H Imron M.Ag


FOKUS CIREBON - Bupati Cirebon Drs. H Imron, M.Ag belum bisa menerima vaksin corona virus disease (Covid-19) setelah dilakukan skrining di PKM Sumber, Kabupaten Cirebon. Hal tersebut karena bupati belum lama dinyatakan sembuh dari terjangkit virus corona.

Imron mengatakan, pada awal 2020, ia terkonfirmasi positif Covid-19, namun tanpa gejala. Sedangkan dalam ketentuan, penerima vaksin bisa didapatkan setelah tiga bulan dinyatakan negatif.

"Padahal pas skrining tadi, semua dalam kondisi baik. Cuma, jarak waktu sembuh sampai mau suntik tadi baru 2,5 bulan, jadi belum bisa," kata Imron saat ditemui di PKM Sumber Kabupaten Cirebon, Senin (15/2/2021).

Imron mengatakan, dirinya akan divaksin dalam waktu dekat. Untuk itu, orang nomor satu di Kabupaten Cirebon tersebut bakal menjaga kesehatan, terutama tekanan darah sehingga bisa lolos skrining.

Ia pun mengimbau, kepada masyarakat di Kabupaten Cirebon untuk tidak takut terhadap kandungan vaksin tersebut karena sudah mendapatkan izin dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) serta Majelis Ulama Indonesia (MUI). "Masyarakat jangan takut, karena ini untuk kesehatan bersama," katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Hj. Enny Suhaeni, SKM.,M.Kes mengatakan, salah satu syarat untuk mendapatkan vaksin tersebut yakni, sembuh dari Covid-19 paling cepat tiga bulan.

Kemudian, syarat calon penerima vaksin tidak boleh memiliki riwayat penyakit penyerta (komorbid) seperti gagal jantung, penyakit ginjal, diabetes miletus, kanker, kelainan darah, dan berbagai macam penyakit lainnya.

"Kemungkinan bapk bupati akan disuntik pada awal Maret 2021. Kondisi kesehatan bapak bupati juga normal, tekanan darahnya juga," katanya.

Terpisah, Wakil Bupati Cirebon Hj. Wahyu Tjiptaningsih, SE.,M.Si menyebutkan, dirinya baru saja mendapatkan vaksin Covid-19 di PKM Sumber. Berdasarkan hasil skrining, ia tidak mengalamai adanya gangguan kesehatan. 

Setelah mendapatkan dosis pertama vaksin Covid-19, ia pun tidak mengalami efek samping seperti mengantuk atau pun pegal-pegal seperti orang pada umumnya. "Alhamdulillah saya mendapatkan vaksin," kata Wahyu Tjiptaningsih. 

Rencananya, orang nomor dua di Kabupaten Cirebon ini akan mendapatkan dosis kedua vaksin Sinovac paling cepat 14 hari ke depan atau 2 Maret 2021. (din)