Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 20 September 2025

Ketua Pengaduan dan Kode Etik Dewan Pers : Gaya Menulis Khas Menjadi Kunci Sukses Karier

 


CIREBON — Memiliki gaya menulis khas bukan hanya soal estetika, tapi bisa menjadi penentu arah karier. Hal itu disampaikan oleh Ketua Pengaduan dan Kode Etik Dewan Pers RI, Muhammad Jazuli, S.HI., M.I.Kom., dalam sesi hari kedua Writing Clinic yang diselenggarakan oleh UPT Pengembangan Karir di Cirebon.(20/09).

Dalam pemaparannya bertajuk "Pentingnya Menulis dengan Gaya Khas dalam Menunjang Karir", Jazuli menekankan bahwa di era digital yang penuh dengan banjir informasi, gaya penulisan yang unik dapat menjadi pembeda sekaligus identitas seorang penulis.

“Tulisan yang menonjol dan punya karakter akan lebih mudah dikenali, diingat, bahkan dipercaya. Ini bukan hanya tentang keterampilan teknis, tapi juga soal membangun citra diri,” ujar Jazuli di hadapan peserta.

Lima Kunci Mengembangkan Gaya Menulis

Untuk membantu peserta mengembangkan gaya menulis pribadi, Jazuli membagikan lima kiat praktis:

1. Kenali Diri dan Nilai yang Ingin Disampaikan

“Mulailah dengan memahami siapa kita dan apa yang ingin disampaikan. Kejujuran dalam tulisan akan terasa lebih kuat dan mengena,” ujarnya.

2. Latihan Menulis Secara Konsisten dan Reflektif

Menurutnya, keterampilan menulis tidak lahir dari teori semata, tetapi melalui praktik rutin dan refleksi terhadap hasil tulisan sendiri.

3. Baca Berbagai Jenis Tulisan

Membaca beragam genre, dari fiksi hingga opini, akan memperkaya gaya dan memperluas perspektif.

4. Minta Umpan Balik

Jazuli mendorong peserta untuk tidak ragu menerima kritik. “Umpan balik adalah cermin. Kita bisa tahu mana yang perlu diperbaiki,” jelasnya.

5. Eksperimen dengan Format dan Gaya

Ia juga menyarankan agar penulis mencoba berbagai bentuk tulisan untuk menemukan suara dan format terbaik yang sesuai dengan kepribadian masing-masing.

Tiga Kunci Sukses dari Jazuli

Menutup sesi, Jazuli berbagi tiga prinsip hidup yang ia yakini sebagai fondasi menuju kesuksesan, yaitu:

1. Ibadah yang benar,

2. Taat kepada orang tua,

3. Menjaga akhlak dalam hubungan sosial.

“Jika tiga hal ini dijaga, insyaAllah kesuksesan akan mengikuti,” pungkasnya.

Sesi ini mendapat antusiasme tinggi dari peserta, terutama mahasiswa dan penulis muda yang ingin mengembangkan kemampuan menulis untuk mendukung karier mereka di berbagai bidang. (din)

Jumat, 19 September 2025

Pemkot Cirebon Perkuat Komitmen Cegah Korupsi melalui Evaluasi Tata Kelola Pemerintahan

CIREBON - Pemerintah Kota Cirebon menegaskan komitmennya untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan bebas dari praktik korupsi. Komitmen ini kembali ditegaskan oleh Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, dalam Rapat Koordinasi Pencegahan Korupsi melalui Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan bersama jajaran kepala perangkat daerah, Jumat (19/9/2025).

Rapat koordinasi ini berfokus pada dua agenda utama, yaitu Evaluasi Perbaikan Tata Kelola melalui Survei Penilaian Integritas (SPI) serta Monitoring Controlling Surveillance for Prevention (MCSP). 

Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Tim Koordinasi dan Supervisi KPK yang telah melakukan pendampingan dan supervisi terhadap Pemerintah Kota Cirebon. 

Menurutnya, dukungan dari KPK sangat penting untuk memastikan praktik penyelenggaraan pemerintahan yang akuntabel dan bebas dari tindak pidana korupsi. Wali Kota meminta kepada seluruh perangkat daerah, terutama yang berkaitan langsung dengan pelayanan publik, untuk segera melakukan langkah-langkah perbaikan. 

"Mulai dari peningkatan kualitas layanan, keterbukaan informasi, penyelenggaraan forum konsultasi publik, hingga kemudahan dalam akses layanan bagi masyarakat,” tegas Wali Kota.

Ia menambahkan, hasil SPI yang tengah berlangsung pada Agustus hingga Oktober 2025 diharapkan menunjukkan peningkatan signifikan, seiring dengan upaya perbaikan menyeluruh yang dilakukan oleh seluruh perangkat daerah.

"Jangan ragu menyampaikan kendala yang dihadapi, agar Tim KPK dapat memberikan solusi yang tepat. Ini penting demi keberlangsungan pemerintahan yang bersih dan kredibel di masa depan,” ujar Wali Kota.

Lebih lanjut, Wali Kota menegaskan bahwa dalam masa kepemimpinannya hingga lima tahun ke depan, seluruh unsur pemerintahan di Kota Cirebon harus bekerja secara tegak lurus sesuai peraturan. Ia memastikan akan terus turun langsung ke lapangan untuk mengawasi jalannya program pembangunan dan pelayanan masyarakat.

“Tiga hal yang menjadi fokus saya adalah tata kelola pemerintahan yang baik, tata kelola keuangan yang baik, dan tata kelola pembangunan yang baik. Ketiganya menjadi fondasi kita dalam membangun Kota Cirebon yang maju dan bebas korupsi,” katanya.

Wali Kota kembali menekankan pentingnya kolaborasi, integritas, dan kesungguhan dalam membangun pemerintahan yang bersih dan profesional. "Semoga kerja sama yang erat antara Pemerintah Kota Cirebon dan KPK dapat terus terjalin dalam upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan terpercaya," harapnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Tugas Koordinasi dan Supervisi Wilayah II KPK RI, Arif Nurcahyo, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan komitmen bersama penguatan sinergi pemberantasan korupsi oleh kepala daerah dan Ketua DPRD se-Jawa Barat yang digelar sebelumnya di Gedung Pakuan, Bandung.

“Kami harapkan, komitmen tersebut bukan hanya menjadi pernyataan simbolik dari kepala daerah atau ketua DPRD, tapi juga menjadi komitmen nyata seluruh jajaran pemerintah daerah, baik di eksekutif maupun legislatif,” ujar Arif.

Ia juga menambahkan bahwa strategi pemberantasan korupsi tidak hanya melalui penindakan, tetapi juga melalui pendekatan pendidikan antikorupsi sejak dini. "Mulai dari tingkat TK hingga perguruan tinggi, serta pembinaan kepada ASN, BUMD, dan penyelenggara negara lainnya," pungkasnya.



Wabup Jigus Pimpin Apel Harhubnas 2025

KABUPATEN CIREBON — Wakil Bupati (Wabup) Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, memimpin Apel Peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2025 yang dirangkaikan dengan Apel Kebangsaan di Taman Parkir Sumber, Jumat (19/9/2025).

Dalam sambutannya, pria yang akrab disapa Jigus menyampaikan apresiasi kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cirebon yang telah menginisiasi apel bersama tersebut.

“Apel ini menjadi momentum penting bagi kemajuan Kabupaten Cirebon. Tema Harhubnas tahun ini, ‘Bhakti Transportasi untuk Negeri’, selaras dengan semangat kebangsaan bahwa transportasi adalah urat nadi kehidupan,” kata Jigus.

Ia menuturkan, transportasi memiliki peran strategis sebagai penggerak perekonomian sekaligus perekat persatuan bangsa.

Menurut dia, sistem transportasi yang baik dapat memperlancar arus barang, jasa, dan mobilitas masyarakat.

“Dengan transportasi maju, daerah bisa saling terhubung, kesenjangan antarwilayah berkurang, dan masyarakat semakin mudah mengakses pendidikan, kesehatan, maupun peluang ekonomi,” ujarnya.

Jigus menambahkan, apel kebangsaan yang digelar bersamaan, menjadi ruang untuk memperkuat sinergi menjaga persatuan, terutama dalam situasi politik saat ini.

Ia mengajak masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dan tetap berkomitmen menjaga kondusivitas Kabupaten Cirebon.

“Kita juga punya kewajiban mengedukasi masyarakat agar tidak mudah terpancing melakukan hal-hal yang bisa merusak persatuan,” tuturnya.

Selain itu, ia mengajak insan perhubungan, aparatur sipil negara, pelaku usaha, serta masyarakat untuk terus bersinergi dan berinovasi dalam memajukan sektor transportasi.

“Mari jadikan sektor perhubungan sebagai lokomotif pembangunan daerah dan bangsa, serta momentum Harhubnas ini untuk memperkuat rasa syukur dan cinta tanah air,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dishub Kabupaten Cirebon, Hilman Firmansyah, menyampaikan sejumlah kegiatan yang telah digelar dalam rangka Harhubnas 2025.

Kegiatan tersebut antara lain, bakti sosial berupa pembagian sembako kepada sopir angkot, pengusaha jasa transportasi, hingga pengemudi ojek daring, serta pembagian helm gratis bagi masyarakat.

Dishub pun menggelar edukasi keselamatan lalu lintas untuk meningkatkan kesadaran tertib jalan dan menekan angka kecelakaan.

“Kami mengampanyekan pentingnya keselamatan lalu lintas agar masyarakat lebih disiplin di jalan,” ujar Hilman.

Ia menekankan, bahwa transportasi menjadi urat nadi pembangunan sekaligus berpengaruh terhadap inflasi. Karena itu, kata dia, penyediaan transportasi publik yang layak harus menjadi perhatian bersama.

“Harapan kami seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, kepolisian, hingga sektor swasta dapat bersama-sama memikirkan ketersediaan transportasi publik yang memenuhi kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (din)

Kamis, 18 September 2025

Cek Kesehatan Gratis Sudah Menjangkau Hampir 30 Juta Penerima Manfaat

JAKARTA – Hingga pertengahan September 2025, layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) sudah menjangkau hampir 30 juta orang. CKG merupakan program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto dalam upaya membangun sistem kesehatan yang adil, menyeluruh, dan fokus pada pencegahan.

“Program Cek Kesehatan Gratis ini sudah menjangkau sebanyak 29,8 juta penerima manfaat,” ujar Dirjen Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Maria Endang Sumiwi, dalam konferensi pers di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah, Jakarta, Rabu (18/9).

Masyarakat yang sudah mendaftar CKG tercatat sebanyak 32,3 juta orang yang tersebar di 10.226 puskesmas di seluruh Tanah Air. Presiden Prabowo Subianto meluncurkan Program CKG pada 10 Februari 2025 sebagai bagian dari strategi nasional membangun sistem kesehatan yang adil. 

Selain pelaksanaan nyata dari PHTC, program ini juga bagian dari Asta Cita untuk mewujudkan rakyat Indonesia yang sehat, produktif, dan terlindungi sejak dini. Layanan ini diberikan gratis minimal satu kali dalam setahun.

Tahun ini pemerintah menargetkan 60 juta penerima manfaat dan cakupan penuh secara bertahap untuk seluruh rakyat Indonesia. CKG melibatkan puskesmas, posyandu, sekolah, klinik BPJS, kantor, dan komunitas.

Endang menjelaskan, dari 29,8 juta masyarakat yang sudah mendapatkan layangan kesehatan gratis, 5,9 juta di antaranya adalah peserta didik yang berasal dari 91.184 sekolah. Mulai dari jenjang SD hingga SMA, termasuk pesantren di 38 provinsi.

Endang mengatakan, sebaran dari masyarakat peserta cek kesehatan gratis meliputi perempuan dengan total 17.176.524 orang dan laki-laki sebanyak 12.688.214 orang. Peserta terbanyak berasal dari Jawa Tengah, disusul Jawa Timur, dan Jawa Barat.

“Tentu kita bisa mengerti karena jumlah populasi yang sangat besar di provinsi-provinsi tersebut. Tapi tentu kita juga menginginkan supaya provinsi-provinsi lain segera juga mengejar dengan rate yang sama,” ujarnya.

Provinsi yang jumlah peserta CKG masih kecil, kata Endang, adalah Provinsi Papua, Papua Barat, dan Papua Pegunungan. Untuk mengejar target 60 juta penerima manfaat tahun ini, Endang mengatakan pemerintah akan terus mengoptimalkan tren pendaftar dan kehadiran periode 10 Februari hingga 17 September 2025, yakni 603.059 pendaftar dan 491.597 orang setiap hari, baik di puskemas maupun di sekolah.

Data penyakit yang terdeteksi

Terkait hasil pemeriksaan kesehatannya, Endang memaparkan, untuk bayi baru lahir didapati lima masalah kesehatan tertinggi. Meliputi kelainan saluran empedu, berat lahir rendah, penyakit jantung bawaan kritis, hipotiroid kongenital, dan defisiensi enzim G6PD (kelainan yang menyebabkan tubuh kekurangan enzim pelindung sel darah merah).

Sementara, pada anak balita adalah gigi karies, anemia, stunting, gizi kurang, dan perkembangan tidak normal. Dan untuk hasil pemeriksaan masyarakat dewasa, top lima masalah kesehatan tertinggi adalah kurangnya tingkat aktivitas fisik, karies gigi (gigi berlubang), obesitas sentral, kelebihan berat badan (overweight) & obesitas, serta hipertensi.

“Jadi pesan kami, pertama tolong CKG ini dimanfaatkan. Sekolah-sekolah juga dikunjungi dan orang tua mengizinkan anak-anaknya untuk cek kesehatan gratis,” kata Endang. Pesan kedua, Endang meminta masyarakat mengubah gaya hidup dengan lebih banyak berolah raga dan mengurangi makanan minuman manis, asin, dan berlemak.

“Ketiga, kalau sudah diketahui hasilnya dan harus diobati, obatnya harus diminum untuk mencegah penyakit yang lebih berat,” tutup Endang. (Nur)

Rabu, 17 September 2025

UIN Siber Cirebon Resmi Tandatangani MoU Program BIB Dengan Puspenma Kemenag RI

CIREBON – Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Kementerian Agama (Kemenag) RI, Selasa (17/9/2025). 

Kerja sama ini terkait pelaksanaan Program Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) yang diinisiasi Kemenag.

Penandatanganan berlangsung di Gedung Siber SBSN lantai 8 dan dirangkaikan dengan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan BIB untuk Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., menegaskan bahwa kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperluas akses beasiswa serta memperkuat tata kelola pendidikan tinggi berbasis teknologi.

“MoU ini mengukuhkan komitmen UIN Siber dalam mendukung program prioritas Kementerian Agama melalui Beasiswa Indonesia Bangkit. Harapannya, mahasiswa, khususnya di program PJJ, dapat memperoleh pendidikan berkualitas dengan dukungan beasiswa,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Puspenma Kemenag RI, Dr. Ruchman Basori, M.Ag., menyampaikan apresiasinya atas kerja sama tersebut. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui beasiswa BIB dan LPDP menjadi kunci dalam penguatan pendidikan tinggi.

“Kami akan terus mendorong perguruan tinggi untuk memiliki tata kelola administrasi dan pengelolaan karir yang matang, agar beasiswa bisa dimanfaatkan secara optimal,” jelasnya.

MoU ini mencakup kerja sama dalam penyelenggaraan, pendampingan, dan pengelolaan program BIB, termasuk kesiapan administrasi maupun akademik bagi para penerima beasiswa.

Acara penandatanganan turut dihadiri jajaran pimpinan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, mulai dari para wakil rektor, kepala biro, dekan, kepala UPT, dosen, hingga mahasiswa PJJ, serta perwakilan dari Puspenma Kemenag RI. (Nur)

UIN Siber Cirebon dan Puspenma Kemenag RI Teken MoU Pelaksanaan Program Gelar Beasiswa Indonesia Bangkit

CIREBON – Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon, resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Sekretariat Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia. 

MoU tersebut terkait Perjanjian Kerja Sama tentang Pelaksanaan Program Gelar Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kementerian Agama, Rabu, (17/09).

Acara berlangsung di Gedung Siber SBSN lantai 8 dan dirangkai dengan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan BIB untuk Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. 

Turut hadir Rektor Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., para Wakil Rektor, Kepala Biro AKU, para dekan, Kepala UPT PJJ, Kepala UPT Admisi dan Promosi, Ketua dan Sekretaris Jurusan PJJ S1 dan S2, serta perwakilan mahasiswa PJJ PAI Reguler.

Dari pihak Puspenma hadir Kepala Puspenma Dr. Ruchman Basori, M.Ag., Dr. Hj. Siti Maria Ulfa, S.Pd.I, M.S.I, Syamsudin Prasetyo, S.E., M.Soc.Policy., M.A., Achmad Taufiq, S.Ag., M.Pd., dan Siska Merrydian, S.Si., M.Pd.

Dalam sambutannya, Prof. Aan Jaelani menegaskan bahwa kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memperluas akses beasiswa sekaligus memperkuat tata kelola pendidikan tinggi berbasis teknologi.

Penandatanganan MoU ini mengukuhkan komitmen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam mendukung program prioritas Kementerian Agama melalui Beasiswa Indonesia Bangkit

"Harapannya kerja sama ini memberi peluang lebih luas bagi mahasiswa, terutama di program PJJ, untuk meraih pendidikan berkualitas dengan dukungan beasiswa,” ujarnya.

Sementara itu, Dr. Ruchman Basori menyampaikan apresiasi dan komitmen Kementerian Agama RI untuk terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai skema beasiswa, termasuk LPDP.

Dr. Ruchman Basori juga berterima kasih kepada UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang telah menjadi mitra strategis dalam menyukseskan program BIB. 

"Ke depan, kami akan melakukan jemput bola dengan melibatkan tenaga pendidik dan kependidikan yang memiliki kepedulian serta kualifikasi di bidang ini. Selain itu, tata kelola administrasi dan pengelolaan karir di perguruan tinggi perlu semakin matang agar beasiswa dapat dimanfaatkan secara optimal,” jelasnya.

MoU ini memuat kesepakatan kedua pihak untuk bekerja sama dalam penyelenggaraan, pendampingan, dan tata kelola program Beasiswa Indonesia Bangkit, termasuk memastikan kesiapan administrasi serta kualitas akademik penerima beasiswa di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Puncak kegiatan ditandai dengan penandatanganan dokumen MoU oleh Prof. Aan Jaelani dan Dr. Ruchman Basori, yang disaksikan langsung oleh jajaran pimpinan kampus dan perwakilan Puspenma. 

Kerja sama ini diharapkan memperkuat peran UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, sebagai pelopor pendidikan tinggi keagamaan berbasis teknologi sekaligus mendukung agenda nasional peningkatan kualitas SDM melalui program beasiswa Kementerian Agama. (din)

Bupati Imron Minta Pejabat Kreatif dalam Kontrak Kinerja 2025

KABUPATEN CIREBON — Bupati Cirebon Imron menegaskan kontrak kinerja pembangunan tahun 2025 harus menjadi momentum bagi pejabat di lingkungan pemerintah daerah untuk lebih kreatif dalam menjalankan program pelayanan publik.

Hal itu ia sampaikan saat penandatanganan kontrak kinerja di Ruang Paseban Sekretariat Daerah Kabupaten Cirebon, Selasa (16/9/2025), yang dihadiri para pimpinan perangkat daerah.

Menurut Imron, kontrak kinerja tidak hanya berfungsi sebagai dokumen administratif, melainkan juga sebagai komitmen pejabat untuk bekerja sesuai target yang telah ditetapkan.

“Kesuksesan pembangunan daerah ada di tangan bapak-ibu semua. Dari pejabatlah evaluasi dan capaian itu bisa terlihat,” kata Imron.

Ia menekankan, pejabat harus mampu berinovasi, terutama yang berkaitan langsung dengan pelayanan masyarakat seperti kesehatan, pendidikan, dan sosial.

“Jangan sekadar menunggu instruksi. Pejabat harus kreatif mencari solusi. Kalau ada kebutuhan mendesak masyarakat dan tidak bertentangan dengan aturan, segera laksanakan,” ujarnya.

Imron menilai kontrak kinerja akan menjadi tolak ukur keberhasilan masing-masing perangkat daerah, sehingga setiap indikator yang disepakati harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.

“Kontrak ini adalah alat ukur kinerja sekaligus bahan evaluasi. Transparansi dan akuntabilitas harus dijaga,” katanya.

Selain itu, ia mengingatkan pejabat agar peka terhadap kondisi sosial masyarakat. Menurutnya, pelayanan publik tidak hanya menekankan aspek formal aturan, tetapi juga etika dan cara berkomunikasi.

“Kita ini bangsa timur, ada tata krama. Menyampaikan kebijakan pun harus bijak, supaya masyarakat merasa dilayani dengan baik,” ujar Imron.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, menegaskan bahwa kontrak kinerja 2025 menjadi instrumen untuk memperkuat integritas pejabat.

“Tujuannya adalah membangun komitmen bersama dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Cirebon,” katanya.

Dengan penandatanganan kontrak kinerja tersebut, Pemkab Cirebon menargetkan seluruh perangkat daerah dapat meningkatkan capaian pembangunan dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat. (Nur)








Bagian Humas UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Mengikuti Proses Audit Mutu Internal (AMI) Tahun 2025

CIREBON, - Bagian Humas Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon mengikuti proses Audit Mutu Internal (AMI) Tahun 2025 yang digelar oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Selasa, 16 September 2025.

Audit ini merupakan bagian dari pelaksanaan kalender akademik tahun 2025/2026 sesuai SK No. 824 Tahun 2025.

Proses audit dipimpin oleh auditor Umamatul Bahiyah dan Listiana Ikawati dengan menghadirkan tim auditee yang terdiri dari Mohamad Arifin, Bekti Sugiyono, dan Amelia Ayu Lestari.

Listiana Ikawati membuka sesi visitasi dengan menjelaskan bahwa penilaian awal telah dilakukan secara online. Visitasi ini bertujuan untuk klarifikasi dokumen yang sebelumnya telah diunggah ke platform e-SAMI.

Ketua tim auditee, Mohamad Arifin, memaparkan kesiapan dan kelengkapan dokumen yang telah disiapkan. Hardcopy dokumen ditunjukkan oleh Bekti Sugiyono, sementara Amelia Ayu Lestari mencatat poin-poin penting dan temuan dari auditor.

Selama sesi klarifikasi, auditor memberikan sejumlah masukan terkait dokumen dan indikator penilaian, seperti analisis SWOT, deskripsi tugas, Rencana Tinjauan Manajemen (RTM), serta SOP Kehumasan.

Di akhir kegiatan, Umamatul Bahiyah menekankan pentingnya menindaklanjuti temuan minor agar hasil audit dapat maksimal.

“Segera lengkapi temuan yang ada agar bagian Humas bisa memperoleh nilai maksimal dalam audit mutu internal,” ujarnya.

Audit Mutu Internal UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon tahun 2025 dilaksanakan dalam empat tahap, yakni pengisian dokumen (19 Agustus – 4 September), penilaian online (8-12 September), visitasi/klarifikasi (15 – 26 September), dan tindak lanjut hingga 30 September 2025. (din)

Selasa, 16 September 2025

Pemkab Cirebon Dorong Peningkatan Kualitas-Daya Saing Pencaker Lewat Pelatihan Kerja DBHCHT

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon secara resmi membuka Pelatihan Kerja Program Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja Tahun Anggaran 2025 yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT) di Aula UPTD BLK Plumbon, Selasa (16/9/2025).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Cirebon dalam menekan angka pengangguran dan meningkatkan kompetensi pencari kerja.

Bupati Cirebon, Imron, dalam sambutannya menyampaikan, pelatihan kerja merupakan program unggulan yang sejalan dengan visi-misi kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, yang menitikberatkan pada pendidikan dan pelatihan kerja.

“Saya menyambut baik pelatihan kerja ini sebagai langkah nyata menyiapkan tenaga kerja yang terampil, kompeten, dan memiliki daya saing di pasar kerja,” ujar Imron.

Orang nomor satu di Kabupaten Cirebon itu menyampaikan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) di Kabupaten Cirebon terus meningkat dari tahun ke tahun.

Pada 2020, TPAK berada di angka 63,79 persen, kemudian meningkat menjadi 66,16 persen pada 2023.

Di sisi lain, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) mengalami penurunan signifikan dari 11,52 persen pada 2020 menjadi 7,65 persen pada 2023.

“Ini menunjukkan bahwa arah kebijakan yang fokus pada peningkatan keterampilan mulai menunjukkan hasil,” tutur Imron.

“Namun, upaya ini tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan masyarakat, khususnya para pencari kerja,” ucapnya menambahkan.

Dalam kesempatan tersebut, dilakukan pula penyerahan simbolis Sertifikat Izin Operator (SIO) forklift kepada peserta yang dinyatakan lulus uji kompetensi.

Imron berpesan agar seluruh peserta pelatihan memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk meningkatkan kemampuan diri dan memperluas peluang kerja.

“Selamat mengikuti pelatihan dan berjuang mencapai tujuan serta cita-cita demi kemajuan masyarakat Kabupaten Cirebon,” tutup Imron.

Sementara itu, Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Cirebon mencatat sebanyak 656 warga telah mengikuti pelatihan kerja sepanjang tahun 2025 melalui Program Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja yang bersumber dari APBD serta DBH CHT.

Kepala Disnaker Kabupaten Cirebon, Novi Hendrianto, dalam laporannya mengatakan, hingga saat ini Disnaker telah melaksanakan 41 paket pelatihan yang mencakup 13 subkejuruan dengan jumlah peserta mencapai 656 orang.

Sementara dalam pembukaan pelatihan hari ini, hadir 160 orang peserta yang mewakili 14 paket dari 7 subkejuruan, berasal dari beberapa kecamatan seperti Plered, Weru, Ciwaringin, Gegesik, Lemahabang, serta masyarakat umum.

“Program ini bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar memiliki keterampilan dan daya saing dalam dunia kerja,” ujar Novi.

“Ini juga menjadi bentuk komitmen kami dalam menekan angka pengangguran di Kabupaten Cirebon,” kata Novi.

Novi berharap, pelatihan ini dapat membuka peluang kerja baru bagi para peserta.

Ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemkab Cirebon dalam mendorong peningkatan keterampilan tenaga kerja lokal. (din)






Pemkab Cirebon Dorong Visitasi PKN Tingkat II Jadi Wadah Pembelajaran Strategis

 


KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon menerima kunjungan peserta Visitasi Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II dari Pusat Pendidikan Administrasi Lemdiklat Polri, Senin (15/9/2025).

Kegiatan berlangsung di Ruang Paseban – Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Cirebon dan diikuti oleh puluhan peserta yang akan melakukan studi lapangan di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cirebon, Hendra Nirmala mewakili Bupati Cirebon Imron, mengapresiasi dipilihnya Kabupaten Cirebon sebagai lokus visitasi kepemimpinan nasional.

“Kami menyampaikan ucapan terima kasih atas kehormatan yang diberikan kepada Kabupaten Cirebon sebagai lokus Visitasi Kepemimpinan Nasional PKN Tingkat II. Semoga kunjungan ini memberi kesan positif dan pengalaman yang bermanfaat,” ujar Hendra.

Hendra menjelaskan, visitasi menjadi bagian dari kurikulum PKN Tingkat II sebagaimana diatur dalam Keputusan Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia Nomor 1/K.1/PDP.07/2023.

Tujuan visitasi adalah untuk menghubungkan teori pelatihan dengan praktik pelayanan pemerintahan secara nyata di lapangan.

“Teori yang diajarkan kadang perlu dilengkapi dengan seni manajerial yang bersifat kondisional. Karenanya, sangat beruntung para peserta yang melengkapi proses pembelajaran mereka dengan visitasi di lapangan,” tuturnya.

Ia menambahkan, data dan informasi yang diperoleh dari kegiatan ini dapat menjadi solusi alternatif atas berbagai persoalan yang dihadapi dalam birokrasi dan pelayanan publik.

Dalam era reformasi, menurutnya, pemimpin harus semakin adaptif menghadapi tantangan dan ekspektasi masyarakat yang dinamis terhadap kebijakan pemerintah.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga memaparkan potensi wilayah Kabupaten Cirebon, yang memiliki kekayaan industri kreatif dan ekonomi lokal seperti batik Trusmi, rotan, industri kuliner khas, serta pasar kain Tegalgubug yang terbesar di Asia Tenggara.

Hendra menyebut, potensi itu menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan kemandirian fiskal daerah.

“Kami berharap kehadiran para peserta dapat memberi manfaat bagi kedua belah pihak—baik dalam memperkaya pengetahuan peserta maupun memberikan masukan konstruktif bagi pembangunan daerah,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Pusat Pendidikan Manajemen (Pusdikmin) Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri, AKBP Henny Purwanto, mendorong peserta Visitasi (PKN) Tingkat II Angkatan XXVI agar mampu mengaktualisasikan kepemimpinan strategis dalam konteks nyata pemerintahan daerah.

“Tujuan utama visitasi ini adalah memfasilitasi peserta dalam mengaktualisasikan kepemimpinan dan manajemen strategis, serta mengadopsi dan mengadaptasi keunggulan organisasi,” kata Henny dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, setiap tahun tema visitasi selalu berbeda, menyesuaikan konteks dan isu strategis di daerah yang dikunjungi.

Untuk tahun ini, subtema yang diangkat adalah “Kolaborasi Lintas Sektoral dalam Mendorong Produktivitas Pertanian”.

Menurut Henny, visitasi difokuskan pada pencapaian tujuan dan sasaran yang konkret, antara lain memperluas wawasan peserta terhadap tugas pokok dan fungsi (tupoksi) organisasi pemerintahan, meningkatkan tanggung jawab, serta mengidentifikasi keunggulan kompetitif organisasi dalam negeri.

“Kami berharap peserta mampu merumuskan strategi peningkatan keunggulan organisasi, dan pada akhirnya mampu menyusun tugas, serta menyajikan hasil optimal dari proses pembelajaran ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama visitasi diharapkan memberi kontribusi nyata dalam penguatan peran kepemimpinan strategis di lingkungan masing-masing.

Kegiatan visitasi ini juga menjadi ruang kolaboratif antara peserta PKN dengan pemerintah daerah, yang tidak hanya memperkaya wawasan peserta, tetapi juga membuka ruang diskusi dan pertukaran gagasan untuk mendorong tata kelola pemerintahan yang lebih inovatif dan adaptif. (Nur)







Didapuk Ketua KONI 2025-2029, Wabup Jigus: Siap Angkat Prestasi Olahraga ke Level Lebih Tinggi

KABUPATEN CIREBON — Bupati Cirebon Imron menyampaikan harapan besar kepada kepengurusan baru Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Cirebon agar mampu mengangkat prestasi atlet daerah ke level lebih tinggi, baik di Jawa Barat maupun nasional.

Hal itu ia sampaikan saat menghadiri Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) KONI Kabupaten Cirebon tahun 2025 yang digelar dengan agenda tunggal Pemilihan Ketua Umum masa bakti 2025-2029.

“Kami berharap ketua KONI yang terpilih nanti dapat berkomunikasi dan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Cirebon untuk mendorong prestasi atlet,” kata Imron di Off Room Pendopo Bupati Cirebon, Selasa (16/9/2025).

Ia menilai capaian atlet Kabupaten Cirebon masih berada di peringkat 22 Jawa Barat. Dengan kepengurusan baru, target realistis yang dipasang adalah masuk 15 besar.

“Minimal bisa masuk 15 besar. Itu target yang realistis,” ujarnya.

Imron menegaskan, keberhasilan atlet tak bisa dilepaskan dari tiga faktor utama, yakni dukungan keluarga, peran pelatih, dan pembinaan organisasi olahraga di bawah KONI.

“KONI harus bisa menjadi rumah besar bagi olahraga di Kabupaten Cirebon, sehingga prestasi dapat terukur dan kita tahu posisi Kabupaten Cirebon akan berada di level mana,” katanya menambahkan.

Sementara itu, Ketua Harian KONI Jawa Barat, Brigjen TNI (Purn) Arief Prayitno, mengapresiasi kekompakan pengurus cabang olahraga (cabor) di Kabupaten Cirebon serta dukungan pemerintah daerah dalam penyelenggaraan Musorkablub.

“Ini bentuk indikasi bahwa olahraga di Kabupaten Cirebon tidak hanya jalan di tempat. Insyaallah akan naik. Mudah-mudahan nanti ketua yang baru bisa membuat terobosan signifikan,” ujarnya.

Musorkablub kemudian menetapkan Agus Kurniawan Budiman. Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Cirebon dan akrab disapa Jigus ini, didapuk sebagai Ketua KONI Kabupaten Cirebon terpilih periode 2025-2029.

Jigus menyatakan siap meningkatkan prestasi olahraga dengan menggandeng seluruh pengurus cabor, pengurus KONI, serta masyarakat. Ia menargetkan peringkat Kabupaten Cirebon dapat naik ke level belasan.

“Kita tahu bahwa Kabupaten Cirebon berada di rangking 22 se-Jawa Barat. Mudah-mudahan ke depan dengan adanya pengurusan yang baru, akan ada penambahan medali dan perbaikan rangking,” katanya.

Terkait dinamika organisasi, termasuk keberatan salah satu pihak yang berencana menempuh jalur hukum, Jigus menyebut hal itu wajar dalam proses berorganisasi.

Ia menegaskan, kepengurusan baru fokus pada pembinaan atlet menghadapi Porprov Jabar.

“Kita ada 47 cabor, nanti akan ditentukan skala prioritas agar bisa bersaing dengan daerah lain. Hingga saat ini belum ada penambahan cabor baru,” ujar Jigus. (din)







Agus Kurniawan Budiman Terpilih Pimpin KONI Cirebon, Wujud Kebersamaan Insan Olahraga

CIREBON – Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) KONI Kabupaten Cirebon berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan di Offroom Pendopo Rumah Dinas Bupati Cirebon, Selasa (16/9/2025). 

Dalam forum ini, H. Agus Kurniawan Budiman resmi ditetapkan sebagai Ketua KONI Kabupaten Cirebon periode 2025–2029.

Agus, yang juga menjabat Wakil Bupati Cirebon, terpilih secara aklamasi. Seluruh peserta Musorkablub yang terdiri dari 41 cabang olahraga (cabor) aktif, dua cabor nonaktif, dua Badan Fungsional Keolahragaan (BFK), serta perwakilan KONI Jawa Barat kompak memberikan dukungan penuh. Suasana penuh kebersamaan itu menegaskan kepercayaan kuat terhadap kepemimpinan Agus.

Bupati Cirebon, H. Imron, yang hadir sekaligus membuka kegiatan, menyampaikan apresiasi terhadap semangat persatuan insan olahraga. 

Ia berharap kepengurusan KONI yang baru mampu menjadi motor penggerak peningkatan prestasi sekaligus pemersatu masyarakat melalui olahraga.

Dalam sambutannya, Agus yang akrab disapa Jigus menegaskan komitmennya untuk membangun olahraga Kabupaten Cirebon dengan semangat kolaborasi.

“Saya tidak bisa bekerja sendiri. Saya butuh dukungan dari pengurus KONI, seluruh cabor, dan tentunya jajaran Pemerintah Kabupaten Cirebon. Dengan sinergi semua elemen, saya yakin kita bisa membawa olahraga Cirebon semakin berprestasi,” ucapnya penuh optimisme.

Musorkablub ini tidak hanya menjadi ajang pemilihan kepemimpinan, tetapi juga momentum silaturahmi dan tekad bersama untuk mengangkat harkat olahraga di Kabupaten Cirebon. 

Semangat kekeluargaan yang mengalir di forum tersebut mencerminkan harapan baru: bahwa olahraga tidak sekadar kompetisi, tetapi juga ruang untuk merajut persaudaraan dan kebanggaan daerah. (din)