Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 03 Juli 2021

Karnadi S.Pd, M.Hum, Ciptakan SMPN 16 Sekolah Berbasis Budaya, Literasi dan Berkarakter


FOKUS CIREBON - Siapa lagi kalau bukan Karnadi, Kepala Sekolah SMPN 16 Kota Cirebon. Pria segudang kreasi ini penuh kreatif membangun kemajuan pendidikan. 

Usut punya usut, bahkan laporan dari berbagai komponen pendidikan, jiwa enterpreuner Karnadi sangat baik dan punya kebiasaan berbeda degan kebanyakan sekolah lain. 

Dirinya selalu mencontohkan kepada para guru dan siswanya untuk selalu mengedepankan kedisiplinan. Bahkan tak hanya itu, Karnadi juga kerap mencontohkan kepada siswanya bagaimana menjaga kebersihan di lingkungan sekolah dan trampil dalam segala hal.

Sikap yang ditunjukkan Karnadi ini sebagai bentuk tanggungjawab dirinya sebagai pemimpin dan memang sosok Karnadi selalu berfikir untuk mengagas SMPN 16 menjadi sekolah berbasis keilmuan dan skill siswa. 

Bahkan bukan itu saja, Karnadi ingin menciptakan SMP Negeri 16 sebagai sekolah berbasis budaya, literasi dan berkarakter. Maka sangat jelas, mantan Kepsek SMP Negeri 1 ini, selalu bekerja total di mana saja, karena prinsipnya,  membangun kemajuan pendidikan adalah tanggungjawab bersama. 

Sebagai bentuk tanggungjawab nya Karnadi kerap bersama para guru  melakukan evaluasi atas capaian pengajaran, pembelajaran (proses KBM) dan pendidikan (prestasi siswa), guna menuju visi misi sekolah di SMPN 16. Selaras dengan visi misi Dinas Pendidikan dan visi misi Wali Kota Cirebon. 

"Pak Karnadi terus berjuang, melalui kerja dan capaian visi misi sekolah, berbagai terobosan pun di konsep, agar SMPN 16 terus berkarya dan berprestasi, khususnya menjaga nama baik almamater yang sudah menjebolkan ribuan lulusan yang kini sukses diberbagai instansi, baik kepemerintahan, TNI/Polri, pengusaha serta kesuksesan dibidang lainnya," terang pegiat pendidikan dilingkungan pendidikan kota cirebon.

Hal senada juga diungkapkan pegiat pendidikan lainnya, Waryono M.MPd, sosok Karnadi tak pantang menyerah. Melalui bekal pengalamannya membangun, memimpin dan memenej sekolah, membuat kiprah dan karyanya di SMPN 16 semakin terasa. 

Perubahan tersebut merupakan ciri kerja nyata Karnadi yang selalu ingin berkarya. Sehingga tak bisa dipungkiri kemajuan di SMPN 16 dengan  berbagai prestasi yang sudah ditorehkan.

"Tantangan baginya adalah perjuangan, dan bekerja adalah pengabdian, maka prinsip kerjanya selalu ingin berkaya agar apa yang menjadi tujuan dan visi misi sekolah tercapai," tandasnya.


Selain itu, dalam praktek pendidikan, dirinya selalu mendorong sekolah ataupun siswa untuk belajar dan berprestasi. Dimana lifeskill atau keahlian siswa pun harus didorong melelaui berbagai karya. Seperti Pramuka dan kegiatan ekstra kulikuler lainnya. 

"Inilah pengabdian dimana harus benar-benar menjadi manfaat bagi orang lain," tuturnya. (din)

Jumat, 02 Juli 2021

Wali Kota Cirebon : PPKM Darurat Obat untuk Mencegah Penularan Covid-19

Wali Kota Cirebon, Drs H Nashrudin Azis SH 


FOKUS CIREBON – PPKM Darurat merupakan obat untuk mencegah penularan Covid-19. Wali Kota Cirebon meminta masyarakat mendukung pelaksanaan PPKM darurat agar Kota Cirebon menjadi daerah yang hijau dan bebas dari Covid-19. 

Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH., usai melakukan rapat dengan unsur forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) yang dilanjut dengan pelaku usaha menjelaskan pemerintah pusat dan provinsi sudah membuat aturannya. 

“Pemda Kota Cirebon juga telah membuat aturan turunannya,” ungkap Azis, Jumat, 2 Juli 2021.  

Dengan begitu PPKM Darurat di Kota Cirebon akan berlaku Sabtu, 3 Juli 2021 mulai pukul 00.00 WIB.

Dijelaskan Azis PPKM darurat merupakan obat untuk menyembuhkan dari penularan Covid-19. 

“Dalam dua hingga tiga minggu ke depan kita akan merasa sakit, merasa sulit. Namun setelah itu kita akan merasa sehat dan berbahagia lagi,” ungkap Azis.

 Untuk itu Azis meminta kepada semua masyarakat untuk bersedia menyukseskan PPKM darurat yang dilakukan mulai 3 hingga 20 Juli di Pulau Jawa dan Bali. 

Kepada pelaku usaha, Azis juga meminta agar bisa mematuhi aturan yang sudah ditetapkan pemerintah. 

“Mari kita samakan persepsi,” pinta Azis.  Sehingga setelah pelaksanaan PPKM Darurat selesai, Kota Cirebon bisa segera menjadi daerah hijau atau bebas dari penyebaran Covid-19.

Mengenai penerapan sanksi selama PPKM darurat menurut Azis juga akan dilakukan. “Justru sekarang ini kami lebih berani, karena peralatan untuk berikan sanksi sudah ada,” tegas Azis.

Semua aturan yang ditetapkan dalam PPKM darurat menurut Azis dilakukan untuk menyelamatkan masyarakat. “Pemerintah berniat baik. Sama sekali tidak ingin membohongi masyarakat,” tegas Azis. 

Sementara itu Kapolres Cirebon Kota, AKBP Imron Ermawan, menjelaskan TNI dan Polri akan membuat pos penyekatan di tiga titik perbatasan. Masing-masing di Kedawung, di Kalijaga dan di Bakorwil. 

“Untuk masuk Kota Cirebon ada syaratnya,” ungkap Imron. Yaitu dengan menunjukkan swab antigen yang berlaku 2 hari atau menunjukkan kartu hasil vaksin. Tanpa dua keterangan itu, masyarakat dari luar kota tidak diperbolehkan untuk masuk ke Kota Cirebon. “Jadi tidak ada surat keterangan karyawan yang bekerja di Kota Cirebon,” ungkap Imron.

Selain itu, pos pemantauan juga akan didirikan GTC dan BAT. Yaitu untuk melakukan pemantauan terhadap masyarakat yang tidak menggunakan masker maupun pelaku usaha yang melanggar aturan dalam  PPKM darurat. Selain itu buka tutup jalan di dalam Kota Cirebon akan dilakukan.

“Dilakukan dari pukul 15.00 WIB hingga 21.00 WIB, tapi fleksibel,” tegas Imron. Ini berarti jika dibutuhkan penutupan juga bisa dilakukan hingga pagi hari jika memang dilihat masih banyak masyarakat yang berkerumun.

Semua tindakan yang dilakukan jajaran TNI dan Polri di masa PPKM darurat menurut Imron dalam rangka mendorong warga untuk di rumah saja. 

“Mencegah masyarakat keluyuran. Karena saat ini kita tidak tahu siapa yang sehat dan siapa yang OTG. Aman diri, aman keluarga, aman untuk orang lain,” ungkap Imron. (Heri)

Rektor IAIN Cirebon Secara Resmi Melepas 2.378 Peserta KKN-DR 2021

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim M.Ag pada pelepasan peserta KKN-DR 2021.


Rektor IAIN Cirebon Berharap KKN-DR ini Hasilkan Karya Inovatif

FOKUS CIREBON, FC - Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr. H. Sumanta M.Ag secara resmi melepas 2.378 peserta KKN-DR, Kamis, (01/7/2021).

Pelepasan peserta KKN-DR ini dilakukan secara simbolik dan virtual zoom meeting serta di channel Youtube Menara Perti dan Akun Instagram LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Dalam sambutannya, Rektor IAIN Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag menjelaskan, bahwa kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini untuk melaksanakan tugas pengabdian selama satu bulan di rumah atau di tempat tinggal masing-masing dengan harapan bisa menghasilkan karya-karya inovatif yang bermanfaat untuk masyarakat.

Rektor IAIN Cirebon juga mengucapkan rasa syukurnya, karena kegiatan KKN-DR masih bisa dilaksanakan di tengah kondisi masih pandemi Covid-19. "Alhamdulillah, di tengah keprihatinan ini kita masih bisa berkarya,” ucap Sumanta. 

Sumanta juga menyampaikan tiga pesan dalam sambutannya, pertama, ucapan selamat dan tahni’ah kepada 2.378 mahasiswa yang dapat melaksanakan KKN-DR di tengah kondisi pandemi yang memprihatinkan ini, aalau dengan segala keterbatasan, tetapi kita dituntut untuk selalu berinovasi. 

Kedua, apresiasi yang sangat tinggi untuk tim LP2M dalam pelaksanaan KKN ini, diantaranya dengan diciptakannya aplikasi KKN AKMAL SEJATI. 

Dalam pelepasan KKN-DR tahun 2021, Rektor juga berpesan untuk selalu inovatif menyongsong UISSI. 
Tentu saja, dengan meningkatnya digitalisasi, menuntut untuk selalu berinovasi di era 4.0 menuju era 5.0.

“Mari kita songsong kampus kita menjadi kampus Syber, yakni Universitas Islam Siber Syekh Nurjati Indonesia (UISSI), kita harus mempersiapkan diri dengan segala potensi, kratifitas, dan inovasi dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui peningkatan digitalisasi, di antaranya adalah inovasi dalam pengabdian," terang Sumanta.

Lalu Ketiga, lanjut Sumanta, tahun 2021 kampus IAIN SNJ Cirebon menduduki peringkat ke-8 dari PTKIN se-Indonesia, bahkan peringkat kedua IAIN se-Indonesia versi Webometrics, sebuah situs yang memberikan penilaian dan peringkat terhadap seluruh Universitas terbaik di dunia melalui website universitas tersebut. 

"Hal ini tentu merupakan prestasi yang membanggakan sekaligus tantangan bagaimana kita bisa melakukan image building ke media sosial agar bisa mendapat recognisi atau pengakuan dari masyarakat secara langsung. Bagaimana kita tampilkan akhlak, prestasi, religius kita, baik secara langsung di masyarakat atau pun melalui media sosial," tuturnya.

Dikatakan Sumanta, Sesuai agenda Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Syekh Nurjati Cirebon, pelaksanaan KKN-DR dimulai hari ini tanggal 01 Juli 2021. Selama 40 hari kedepan, peserta KKN-DR diberi tugas untuk melakukan pengabdian yang dilakukan dari rumah atau tempat tinggal masing-masing.

Sementara itu, kegiatan pelepasan ini dipandu oleh Abdul Haris salah satu mahasiswa Protokoler Kampus, diawali dengan pembacaan doa dan dilanjut dengan lantunan ayat-ayat suci Al-Quran oleh Fatihul Fauzi.

Fatihul Fauzi ini, merupakan peserta KKN-DR mahasiswa Prodi PGMI, yang belum lama mendapat prestasi juara dua dalam lomba Musikalisasi Hadis dalam ajang Inbitasi Pekan Pengembangan Bakat dan Minat Mahasiswa (IPPBMM) VIII Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Jawa Madura 2021. 


Laporan Ketua Panitia Penyelenggara KKN-DR, H. Mahbub Nuryadien, M.Ag menuturkan bahwa kegiatan Kuliah Kerja Nyata tahun ini dilakukan melalui perpaduan antara Daring/Online dan Luring/Offline.

"Segala hal berkaitan dengan Pembekalan, Monitoring, dan Pelaporan dilakukan melalui daring," terangnya.

Sedangkan terkait dengan Pelaksnaan dilakukan melalui offline/luring, yakni di rumah atau tempat tinggal masing-masing.

“Tahun 2021 ini peserta KKN-DR berjumlah 2.378 mahasiswa, dengan sebaran 1.256 peserta berasal dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, 591 peserta dari Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam, serta 531 peserta berasal dari Fakultas Ushuludin Adab, dan Dakwah. Sedangkan berdasarkan sebaran lokasi peserta, ada 55 kabupaten/kota di 14 provinsi, dan yang paling banyak adalah dari Jawa Barat ada 2.165 peserta, sekitar 90 persen,” ujarnya. 

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr. H. Ahmad Yani, M.Ag dalam sambutannya menyatakan, bahwa KKN-DR ini merupakan jalan tengah dan menjadi solusi di tengah masa pandemi yang terus menunjukkan angka yang meningkat. 

“Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan sebuah kewajiban yang harus ditempuh sebagai bagian dari kewajiban mahasiswa dalam proses perkuliahan, yakni amanah pengabdian. 

Dalam konteks lebih umum, kata Yani, pengabdian merupakan panggilan agama, manusia sebagai khalifatu fil ardh, Wa maa kholaqtul jinna wal insa illa liya’buduun “Dan tidaklah kami ciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk mengabdi atau beribadah.

"Mengingat kondisi pandemi Covid masih berlangsung, KKN-DR menjadi jawaban atau solusi Pengabdian yang harus dilakukan oleh mahasiswa,” Pungkas ketua LP2M yang sekaligus menjadi Satgas Covid-19 di Kampus.

Yani mengungkapkan, selama tiga semester mahasiswa diberi Sosial Inteligent (Pengetahuan Sosial) yang berupa materi dan teori, melalui kegiatan KKN-DR ini mahasiswa dituntut untuk mengaplikasikan atau menerapkan, mempraktekkan secara langsung turun bersama masyarakat. Merasakan bagaimana kondisi di masyarakat yang kompleks, terjadi ketimpangan ekonomi, sosial, pendidikan, dan sebagainya. 

“Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Jawa Barat menunjukkan angka yang masih rendah, dari sekitar 46 juta Penduduk Jawa Barat jika dilihat dari sisi Indeks rata-rata Pembangunan Pendidikan, rata-rata hanya lulus SMP. Belum dua Indikator IPM lainnya, yakni Kondisi Ekonomi, dan Kesehatan,” ujar beliau. 

Yani juga berharap, di tengah kondisi pandemi yang terus meningkat, melalui KKN-DR ini kita tetap harus bisa berkarya inovatif, tidak mati gaya, KKN-DR ini bukan abal-abal, justru bentuk KKN ini memiliki banyak keunikan sekaligus menjadi tantangan. 

"Sebagai mahasiswa Prodi PAI,  menggali nilai-nilai Pendidikan Islam Perspektif Kesehatan; Mahasiswa Biologi, bagaimana bisa meneliti makanan-makanan yang bisa meningkatkan imun ditengah kondisi Pandemi ini," jelasnya.

Diakhir sambutanya, Yani menegaskan, kepanikan adalah separoh penyakit, ketenangan adalah separoh obat” maka di tengah kondisi pandemi ini, mari kita sikapi dengan bijak dan tenang dengan tetap selalu berkarya inovatif dan menjaga Protokol Kesehatan. 


Sementara itu, selain dilepas Rektor IAIN SNJ Cirebon,  kegiatan KKN-DR juga dihadiri jajaran pengurus dan tim LP2M, para Warek, Kabiro AUAK juga para DPL. Selin itu juga hadir 149 DPL dan dua peserta dari tiap kelompok. (din)

Selasa, 29 Juni 2021

Kapolda Jabar Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi Massal di Cirebon

Kapolda Jabar, Irjen Pol Drs. H. Ahmad Dofiri, M.Si, saat meninjau pelaksanaan vaksinasi massal di Cirebon. 


FOKUS CIREBON, FC -  Antusiasme warga untuk mendapatkan vaksin Covid-19  cukup tinggi. Hal tersebut diungkapkan Kapolda Jabar, Irjen Pol Drs. H. Ahmad Dofiri, M.Si, usai meninjau pelaksanaan vaksinasi massal bertajuk Sinergi Program Vaksinasi “Cirebon Sehat, Ekonomi Bangkit” di markas Batalyon Arhanudse 14/PWY, Selasa 29 Juni 2021. 

“Antusiasme masyarakat cukup besar, bahkan bukan hanya warga dari Kota Cirebon namun juga warga dari Kabupaten Cirebon,” ungkap Dofiri. 

Tanpa mengenal sekat wilayah, warga dari kedua daerah tersebut mendapatkan vaksin Covid-19 yang digelar hingga Kamis, 1 Juli 2021.

Antusias masyarakat sangat tinggi ditunjang dengan tempat yang terbuka dan luas. “Tempat ini sangat bagus, sudah disekat-sekat. Yang ada disini warga yang siap untuk divaksin,” ungkap Dofiri yang menggelar wawancara di hanggar tempat vaksinasi Covid-19 digelar. 

Sedangkan warga yang menunggu giliran dibuatkan tenda terpisah. “Tempatnya sudah ideal, terbuka dan nyaman.” ungkap Dofiri.

Vaksinasi massal, lanjut Dofiri, merupakan bagian dari 1 juta vaksin perhari yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. 

Di Jabar terdapat 487 gerai yang melaksanakan vaksinasi Covid-19, salah satunya di Kota Cirebon yang dipusatkan di markas Batalyon Arhanudse 14/PWY. “Mudah-mudahan target hari ini, 110 ribu di Jabar bisa tercapai,” ungkap Dofiri.

Melalui vaksinasi massal Covid-19 diharapkan herd immunity atau kekebalan kelompok segera terbentuk. Kekebalan ini sangat penting untuk bisa keluar dari pandemi Covid-19 . “Sekalipun sudah vaksin, prokes 5M tetap harus dijalankan,” pinta Dofiri.

Sementara itu Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH menjelaskan,  vaksinasi  massal Covid-19 di Kota Cirebon bisa berjalan dengan baik berkat kerjasama antara Pemda Kota Cirebon, TNI dan Polri. 

“Sinergi yang baik ini untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ungkap Azis.

Ke depannya Azis berharap sinergi yang baik ini bisa terus dilakukan, terutama untuk meningkatkan vaksinasi Covid-19 kepada warga Kota Cirebon.

“Warga yang sudah mendapatkan vaksin, jangan lupa tetap terapkan prokes 5M,” tegas Azis. Yaitu menggunakan masker, mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas. (din).

Kepala PTIPD IAIN Cirebon : Setiap Calon Mahasiswa Baru Jalur UM Mandiri Wajib Ikuti Prokes

Suasana pelaksanaan hari pertama ujian Computer Based Test (CBT), peserta Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Mandiri IAIN Syekh Nurjati Cirebon, dengan Prokes yang ketat, cuci tangan, jaga jarak dan mengenakan masker, Senin (28/6/2021).

FOKUS CIREBON, FC - Ujian Computer Based Test (CBT), peserta Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Mandiri IAIN Syekh Nurjati Cirebon,  dilaksanakan dengan Protokol kesehatan kepada 767 calon mahasiswa.

Panitia pengawas di halaman depan gedung M, langsung melakukan cek suhu badan para peserta. Setelah itu, calon mahasiswa di ruang tertentu terlebih di screening, baru kemudian di cek kelengkapan administrasinya, baru kemudian satu persatu diperbolehkan memasuki ruang ujian.

Kepala PTIPD IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Darwam, M.Kom menjelaskan, pelaksanaan kegiatan UM-Mandiri IAIN Syekh Nurjati Cirebon diikuti oleh sebanyak 767 calon mahasiswa baru. 

Jumlah tersebut kemudian dibagi ke dalam empat hari kegiatan. Setiap kegiatan, diikuti sebanyak 100 orang, dan 100 orang dibagi ke dalam 5 ruang ujian. Masing-masing ruangan berisi 20 orang.

"Pada setiap kegiatan, pelaksanaanya dibagi ke dalam dua seasson, yakni pagi jam 08.00 WIB kemudian siang pada pukul 13.00 WIB. Dan  alhamdulillah, hari pertama UM-Mandiri di IAIN Cirebon pada Senin, (28/6/2021),  berjalan lancar dan kondusif," terangnya.

Darwam menjelaskan, setiap calon mahasiswa yang mengikuti UM-Mandiri, harus berpakaian sopan dan datang 1 jam sebelum ujian dimulai. Tujuannya untuk membantu dan memudahkan peserta ujian dengan terlebih dahulu diberikan simulasi.

"Ya, sebelum diberikan simulasi, tentu mereka kita screening terlebih dahulu, mereka harus kita pastikan dalam keadaan sehat, sehingga Prokes kita lakukan secara ketat. Kemudian baru cek kelengkapan administrasi, setelah semuanya dinyatakan oke, baru satu persatu memasuki ruang ujian," ujarnya.

Hal senada disampaikan Kasubbag Akademik, Mahmudin SE, bahwa kegiatan yang berlangsung 4 hari ke depan ini, bertujuan untuk mencari calon mahasiswa  berpotensi.

"Mudah-mudahan calon mahasiswa kreatif dan berprestasi banyak terjaring di UM-Mandiri ini. Ya, kita harapkan  begitu, dan untuk kegiatannya sendiri, secara teknis panitia pengawas sudah siap sepenuhnya, artinya semua sudah berjalan lancar, termasuk pelaksanaan Prokesnya, semua dijalankan dengan baik," tandasnya. (din)

 


Senin, 28 Juni 2021

Kabar Gembira, Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon Membuka Program Doktor (S3) HKI

Prof Dr H Sugianto. SH MH, Ketua Prodi HKI-MH Pascasarjana, juga Guru Besar Ilmu Hukum, IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

FOKUS CIREBON, FC - Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang merupakan Perguruan Tinggi Negeri satu-satunya di wilayah 3 Cirebon, membuka Program Doktor (S3) HKI. 

Program Doktor (S3) Hukum Keluarga Islam (HKI) ini dibuka bagi mahasiswa lulusan Magister (S2) yang ingin kembali melanjutkan studinya ke S3, dan Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon merupakan yang pertama membuka program S3 HKI dan siap menerima mahasiswa baru dari semua jurusan.

Ketua Progam Studi (Prodi), HKI-MH, Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof Dr H Sugianto SH, MH, yang juga guru besar di ilmu hukum menyatakan, dibukanya Prodi Hukum Keluarga Islam (HKI) ini untuk menciptakan Magister Hukum Keluarga Islam yang berkualitas dalam rangka memunculkan dan mengembangkan pluralitas dan multicultural budaya lokal dan nusantara dengan memiliki daya saing dalam percaturan global.

"Selain membuka pendaftaran mahasiswa baru untuk Magister (S2) HKI juga membuka Program Doktor (S3) HKI. Visi program ini adalah kami ingin menjadi pusat pengembangan studi Ahwal Al-Syaksyiah hukum keluarga islam yang unggul dan terkemuka di tingkat nasional pada tahun 2025 dengan berbasiskan pada tradisi dan kearifan lokal," paparnya.

Prof H Sugianto SH MH juga menjelaskan dibukan program S3 HKI ini bertujuan untuk menghasilkan lulusan profesional yang mampu melakukan perencanaan, pengelolaan pendidikan atau pengajaran, dan pemecahan problema masyarakat dalam bidang hukum dengan memadukan aspek tradisi dan kearifan lokal dalam pembelajaran secara mandiri.

Kemudian juga untuk menghasil lulusan mahasiswa yang mampu melakukan penelitian dan temuan karya ilmiah di bidang Ahwal Al-syaksyiah (Hukum Keluarga Islam) yang bermutu tinggi.

Terkait dengan legalitas, Prof Sugianto menegaskan, bahwa Program Doktor (S3) HKI ini sudah memiliki payung hukum, hal itu tertuang dalam Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) Nomor : 1191/SK/BAN-PT/M/IV/2019 tentang status akreditasi dan peringkat terakreditasi Program Studi Hukum Keluarga (Ahkwal Al-Asyaksiyah) pada Program Magister IAIN Syekh Nurjati Cirebon. 

"Alhamdulillah, legalitas itu tertuang pada keputusan BAN-PT ini, Program Magister ini sudah  berstatus terakreditasi dan terakreditasi B," ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga sudah menyiapkan para pengajar (dosen) profesional, baik dari internal IAIN Syekh Nurjati Cirebon maupun dari tenaga pengajar dari luar.

Dosen dari internal di antaranya Prof Dr H Adang Djumhur Salikin M.Ag, Prof Dr H Dedi Djubaedi M.Ag, Prof Dr H Sugianto SH MH, Prof Dr H Abdussalam DZ, MM, Prof Dr H Cecep Sumarna M.Ag, Dr H Sumanta M.Ag, Dr H Wasman M.Ag, Dr H Syafrudin M.Ag, Dr H Edy Setyawan Lc, MA, Dr H Didi Sukardi SH MH, Dr H Aan Jaelani M.Ag, Dr H Syamsudin M.Ag.

Sedangkan dosen dari luar seperti Prof Dr H Ibnu Artadi SH MH (Guru Besar FH UGJ Cirebon), Prof Dr H Aswanto SH MH (Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi RI), Prof Dr H Noorhaidi Hasan MA (Guru Besar UIN Yogyakarta), dan Prof Dr H Mukti Fazal SH MH (Ketua Komisi Yudisial RI).

Penerimaan mahasiswa baru, baik untuk Perogram Magister (S2) HKI maupun Program Doktor (S3) HKI, Pasca Sarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Kata Prof Sugianto, dibuka secara online. 

Mahasiswa baru yang ingin mendaftarkan diri bisa langsung mengakases pendaftaran online di sc.syekhnurjati.ac.id/pascasarjana atau ke tempat pendaftaran di Sekretariat Program Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon Jl.Perjuangan Sunyaragi By Pass Cirebon, telp (0231) 481264 Ext.133, telp/fax (0231) 4891641. Pendaftaran dibuka 07 April 2021 sampai dengan 16 Juli 2021. (din)







Minggu, 27 Juni 2021

Penjualan Hewan Qurban Masih Sepi Pembeli

Ustadz Cecep Mulyana ketika ditemui di lapak jualannya kawasan Karang Anyar Drajat Cirebon


KESAMBI, FC - Perayaan Idul Adha / Idul Qurban 1442 H masih 23 hari ke depan, namun para penjual hewan kurban kambing dan sapi di wilayah Cirebon sudah mulai bermunculan.

Salah seorang penjual hewan kurban Ustadz Cecep Mulyana ketika ditemui fokuscirebon.com, Minggu ( 27/6 ), di lapaknya di kawasan Karang Anyar Drajat.

Ustad Cecep Mulyana menjelaskan bahwa dirinya sudah membuka lapak jualan hewan kurban kambing dan sapi sudah hampir seminggu yang lalu, namun hingga saat ini belum ada yang terjual. 

"Saya menyadari mungkin hal ini seiring belum pulihnya ekonomi selama masa pandemi covid 19, ujarnya

Dirinya mengakui bahwa lapaknya sudah banyak dikunjungi calon pembeli, ya sekedar tanya tanya harga dan sebagainya. 

"Kalau yang pesan sih sudah banyak baik kambing maupun sapi walaupun hanya pesan titip dan nandai kambing dan sapinya, ya mudah mudahan yang pesan tersebut pada saatnya jadi  beli dan pada akhirnya terjual, " akunya.

Ketika ditanya kisaran berapa harga kambing dan sapi tersebut, Ustadz Cecep menyebut tanpa menutup nutupi kepada fc,  mengatajan bahwa harga kambing kisaran mulai 2,5 juta sampai 4,5 jutaan, sedangkan  harga sapi berkisar mulai 20 juta hingga 30 jutaan.

Ustadz Cecep berharap walaupun penjualan hewan kurban kambing dan sapi masih sepi, mudah mudahan mendekati hari raya kurban, kambing dan sapinya habis terjual, seraya memohon doa kepada fokuscirebon.com ( Didi )