Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 31 Januari 2026

Pemkab Cirebon Perkuat Tata Kelola melalui Pelatihan Manajemen Risiko Eksekutif

 

BOGOR — Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Inspektorat Kabupaten Cirebon berkolaborasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menyelenggarakan Pelatihan Manajemen Risiko Eksekutif di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon.

Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, dimulai tanggal 26 hingga 28 Januari 2026, bertempat di Pusdiklatwas BPKP Ciawi Bogor.

Pelatihan tersebut diikuti oleh 20 kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman pimpinan perangkat daerah dalam mengelola risiko strategis, operasional, dan lintas sektor pemerintahan.

Perlu diketahui, manajemen risiko eksekutif memiliki peran penting dalam tata kelola pemerintahan daerah.

Melalui penerapan manajemen risiko yang baik, perangkat daerah diharapkan mampu mengantisipasi potensi hambatan program, meminimalkan kegagalan kebijakan, serta meningkatkan efektivitas dan akuntabilitas kinerja.

Pada hari pertama, peserta menerima materi Pengembangan Kebijakan Manajemen Risiko Sektor Publik dan Manajemen Risiko Sektor Publik bagi Pimpinan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon.

Widyaiswara Utama BPKP, Danang Wijayanto, menegaskan bahwa proses manajemen risiko harus dilakukan secara terstruktur dan melibatkan berbagai pihak.

“Proses manajemen risiko harus dilakukan secara sistematis, iteratif, dan kolaboratif, memanfaatkan pengetahuan dan pandangan para ahli dan pemangku kepentingan,” ujar Danang saat menyampaikan materi.

Ia menambahkan bahwa pengelolaan risiko tidak dapat dilakukan secara sepihak, melainkan memerlukan komunikasi yang intensif dengan seluruh pemangku kepentingan.

“Mereka yang menilai dan mengelola risiko harus berkonsultasi dengan pemangku kepentingan eksternal dan internal yang sesuai untuk memfasilitasi pertukaran informasi dan bukti yang faktual, tepat waktu, relevan, akurat, dan dapat dipahami, sambil mempertimbangkan kerahasiaan dan integritas informasi ini,” lanjut Danang.

Pada hari kedua, pelatihan dilanjutkan dengan pemaparan materi Manajemen Risiko Sektor Publik untuk Pimpinan, serta pengawalan, pemantauan, dan pengawasan implementasi manajemen risiko di lingkungan pemerintah daerah.

Kegiatan ditutup dengan penelaahan materi pengelolaan risiko strategis dan risiko lintas sektor, sebagai upaya memperkuat sinergi antarperangkat daerah dalam menghadapi tantangan pembangunan daerah yang semakin kompleks.

Melalui pelatihan ini, Pemerintah Kabupaten Cirebon diharapkan mampu membangun budaya sadar risiko di setiap lini organisasi, sehingga penyelenggaraan pemerintahan berjalan lebih efektif, adaptif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. (din)








Jumat, 30 Januari 2026

Pemerintah Kota Cirebon Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Akselerasi Ekonomi Inklusif pada RKPD 2027

CIREBON – Pemerintah Kota Cirebon menyelenggarakan Konsultasi Publik Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 (29/1/2026). Forum ini menjadi wadah krusial bagi pemerintah, legislatif, dan pemangku kepentingan untuk menyelaraskan visi pembangunan demi mewujudkan Kota Cirebon yang lebih sejahtera dan berkelanjutan.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, S.A.P., M.Si., dalam sambutannya menekankan bahwa setiap dokumen perencanaan yang disusun tidak boleh hanya menjadi laporan administratif, melainkan harus memiliki dampak nyata dan terukur bagi kesejahteraan warga. 

Walikota menginstruksikan seluruh jajaran Perangkat Daerah untuk bekerja lebih cermat dan berintegritas, terutama dalam menghadapi situasi efisiensi anggaran yang ketat.

Dengan tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan melalui Penguatan Sektor Unggulan Daerah,” pembangunan tahun 2027 akan difokuskan pada tiga pilar utama, yaitu (1) inklusivitas (memastikan pertumbuhan ekonomi menyentuh seluruh lapisan masyarakat dengan penguatan sektor UMKM), (2) keberlanjutan (menjadikan penataan ruang dan kelestarian lingkungan sebagai syarat mutlak dalam pembangunan jangka Panjang), dan (3) sektor unggulan (mempertegas posisi Kota Cirebon sebagai pusat jasa, perdagangan, dan pariwisata melalui digitalisasi dan inovasi).

Selain pemenuhan kebutuhan dasar seperti penanggulangan banjir dan perbaikan jalan, Wali Kota juga menyoroti pentingnya penataan estetika kota. Hal ini selaras dengan rencana penataan kabel fiber optik yang semrawut. 

Pemerintah berencana menerapkan kebijakan "Satu Tiang Bersama" untuk menggantikan belasan tiang dari berbagai provider yang selama ini mengganggu pemandangan dan ketertiban di pemukiman warga.

Ketua DPRD Kota Cirebon, Andrie Sulistio, S.E., dalam forum tersebut memberikan apresiasi atas capaian birokrasi saat ini, khususnya di bidang kesehatan. Kota Cirebon telah berhasil mencapai cakupan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) hingga 103%. 

Di sisi lain, pemerintah juga akan memberikan perhatian khusus pada perbaikan data sosial (desil) agar bantuan pemerintah tepat sasaran, seperti memastikan profesi rentan mendapatkan dukungan yang layak.

Forum ini dihadiri oleh 130 peserta, baik secara luring maupun daring, yang terdiri atas unsur legislatif, akademisi, tokoh masyarakat, hingga organisasi kepemudaan. 

Partisipasi aktif masyarakat melalui Musrenbang dan pokok-pokok pikiran DPRD diharapkan dapat menjawab tantangan riil di lapangan, mulai dari masalah pengangguran hingga ketahanan infrastruktur terhadap perubahan iklim.

Wali Kota menutup forum dengan mengajak seluruh sektor swasta untuk bersinergi melalui program CSR yang selaras dengan prioritas daerah, guna mewujudkan visi Cirebon SETARA berkelanjutan. (din)



Sinergi Pemkot Cirebon dan BBWS: Penataan Sungai Sukalila Menjadi Ikon Baru Wisata Kota


CIREBON – Pemerintah Kota Cirebon memperkuat kolaborasi strategis dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung melalui agenda "Ekspose Rencana Kerja Normalisasi dan Penataan Sungai Sukalila" (29/1/2026).

Pertemuan yang berlangsung di Kantor BBWS Cimanuk Cisanggarung ini secara khusus membahas desain komprehensif penataan kawasan sungai yang diproyeksikan menjadi ikon baru Kota Cirebon dengan target penyelesaian pada akhir tahun 2026.

Wali Kota Cirebon menyambut baik konsep penataan yang telah disusun oleh tim BBWS, di mana desain tersebut mengedepankan keterpaduan antara fungsi teknis sungai dan estetika ruang publik. 

Dalam peninjauannya, Wali Kota menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan terobosan penting untuk mengubah wajah Sungai Sukalila menjadi destinasi yang memuaskan masyarakat, baik secara konsep desain maupun hasil fisik bangunannya kelak.

Rencana besar penataan ini mencakup beberapa poin krusial, di antaranya pelaksanaan pekerjaan fisik yang direncanakan rampung secara bertahap pada tahun 2026. 

Dari sisi estetika, Pemerintah Kota berencana menggandeng budayawan lokal untuk menyepakati penamaan kawasan yang ikonik namun tetap mempertahankan akar sejarahnya, dengan beberapa usulan awal seperti "Teras Sukalila" atau "Lebak Sukalila".

Selain mengandalkan anggaran pemerintah, proyek ini juga membuka ruang kontribusi sektor swasta melalui program CSR. Dana tersebut direncanakan untuk pembangunan fasilitas tambahan yang tidak terakomodasi anggaran utama, seperti pembangunan jembatan penghubung antara kawasan Kalibaru dan Sukalila, serta pemeliharaan rumah ibadah di sekitar aliran sungai. 

Guna mendukung kenyamanan wisatawan, pemerintah juga tengah melakukan peninjauan ulang terhadap arus lalu lintas satu arah dan menyiapkan strategi penyediaan lahan parkir yang representatif di lokasi tersebut.

Menanggapi kendala operasional di lapangan, Wali Kota menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat dukungan teknis, terutama terkait keterbatasan armada pengangkut. 

Pemerintah Kota Cirebon melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) akan mengoptimalkan penggunaan dump truck yang ada guna memastikan proses normalisasi berjalan sesuai jadwal.

"Sungai Sukalila memiliki nilai sejarah besar bagi Cirebon. Melalui normalisasi dan penataan ini, kita tidak hanya menjaga keseimbangan alam, tetapi juga menciptakan ruang sosial baru yang penuh kebanggaan bagi warga," pungkas Wali Kota di akhir pertemuan. (Ida)



Kamis, 29 Januari 2026

Imigrasi Cirebon Peringati Hari Bakti ke-76, Perkuat Pelayanan Humanis untuk Masyarakat

 

CIREBON, FC — Kantor Imigrasi Kelas I TPI Cirebon memperingati Hari Bakti Imigrasi ke-76 dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan. Peringatan ini berlangsung lancar sesuai arahan Direktorat Jenderal Imigrasi, sekaligus menjadi refleksi perjalanan panjang pengabdian Imigrasi kepada bangsa dan masyarakat.

Rangkaian kegiatan Hari Bakti Imigrasi ke-76 diisi dengan berbagai agenda yang menekankan nilai sosial dan pelayanan publik. Mulai dari bakti sosial, donor darah, silaturahmi dengan para purna bakti Imigrasi, hingga pelaksanaan layanan Paspor Simpatik yang dibuka khusus pada akhir pekan sepanjang Januari 2026. Program ini disambut antusias oleh masyarakat sebagai bentuk kemudahan dan kedekatan layanan keimigrasian.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Cirebon, Komang Trisna Diatmika, menyampaikan bahwa Hari Bakti Imigrasi bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen seluruh jajaran dalam memberikan pelayanan terbaik.

“Peringatan Hari Bakti Imigrasi ke-76 menjadi pengingat bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan keimigrasian yang profesional, humanis, dan berintegritas. Di saat yang sama, ini juga menjadi ruang untuk memperkuat kepedulian sosial serta kebersamaan antar insan Imigrasi,” ujar Komang, Senin (26/1/2026).

Sebagai puncak rangkaian kegiatan, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Cirebon menggelar syukuran Hari Bakti Imigrasi ke-76. Kegiatan ini menjadi wujud rasa syukur atas capaian kinerja yang telah diraih, sekaligus mempererat soliditas dan semangat kebersamaan di lingkungan kerja.

Melalui peringatan Hari Bakti Imigrasi ke-76 ini, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Cirebon menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program Direktorat Jenderal Imigrasi serta menghadirkan pelayanan keimigrasian yang prima, ramah, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. (din)

Rabu, 28 Januari 2026

Hadiri Pengukuhan MUI Jawa Barat, Wakil Wali Kota Cirebon Perkuat Sinergi Ulama-Umara demi Kemaslahatan Umat

 

BANDUNG — Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, S.Pd.I., menghadiri prosesi Pengukuhan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat masa khidmat 2025-2030 yang berlangsung khidmat di Balai Gede Pakuan, Kota Bandung, Selasa (27/1). 

Acara ini menjadi momentum penting dalam mempererat harmoni antara ulama dan pemerintah (umara) demi menjaga persatuan bangsa dan kelestarian nilai-nilai agama di Jawa Barat.

Prosesi pengukuhan dipimpin langsung oleh Ketua Umum MUI Pusat, K.H. M. Anwar Iskandar, serta disaksikan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Kehadiran Wakil Wali Kota Cirebon dalam agenda ini menegaskan komitmen Pemerintah Kota Cirebon untuk selalu berjalan selaras dengan panduan para ulama dalam setiap kebijakan pembangunan daerah.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam sambutannya menekankan bahwa ulama harus menjadi sosok penyejuk yang mampu menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. 

Senada dengan hal tersebut, Ketua MUI Jawa Barat terpilih, KH. Aang Abdullah Zein, menyatakan komitmennya untuk membawa organisasi ini bekerja di atas empat pilar utama: bersatu dalam aqidah, berjamaah dalam ibadah, toleran dalam khilafiyah, dan bekerja sama dalam dakwah.

Ditemui usai kegiatan, Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, menyampaikan apresiasi mendalam atas pengukuhan pengurus baru ini. Sebagai seorang pimpinan yang juga berlatar belakang pendidikan agama, Siti Farida melihat MUI memiliki peran sentral sebagai mercusuar moral di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

“Saya mengucapkan selamat atas amanah baru yang diemban oleh pengurus MUI Jawa Barat periode 2025-2030. Secara personal, saya sangat meyakini bahwa pembangunan di Kota Cirebon maupun Jawa Barat secara luas tidak akan pernah mencapai titik 'istimewa' tanpa ada sentuhan doa dan tuntunan dari para ulama. Kami di pemerintahan sangat membutuhkan peran MUI sebagai mitra strategis untuk menghadirkan keteduhan di tengah masyarakat,” ujar Siti Farida.

Beliau juga menambahkan bahwa semangat pengabdian yang ditekankan oleh MUI Pusat, yakni semangat memberi, bukan meminta, harus menjadi teladan bagi semua pelayan masyarakat. 

Melalui sinergi yang kuat antara Pemkot Cirebon dan MUI, diharapkan akan lahir program-program dakwah dan sosial yang lebih inklusif serta mampu menjawab persoalan riil umat di lapangan. (din)



Membangun Seduluran, Warga RW 05 Sumber Asri Perkuat Kebersamaan demi Lingkungan Harmonis

 

CIREBON, FC — Di tengah tantangan kehidupan yang kian individualistis, warga RW 05 Sumber Asri, Desa Kecomberan, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, justru memilih meneguhkan nilai seduluran sebagai fondasi utama kehidupan bermasyarakat. Semangat kebersamaan, guyub, dan rasa kekeluargaan terus dirawat sebagai kunci menciptakan lingkungan yang harmonis, aman, dan berkelanjutan.

Kesadaran kolektif warga menjadi kekuatan utama dalam membangun ikatan sosial tersebut. Melalui kegiatan sosial, gotong royong, pertemuan rutin warga, hingga program-program lingkungan yang digagas pengurus RW, kebersamaan tidak hanya menjadi jargon, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata. Menariknya, iklim kekeluargaan di RW 05 tidak semata bertumpu pada agenda formal, melainkan tumbuh dari inisiatif dan partisipasi aktif warga.

Ketua RW 05 Sumber Asri, Didi Supriadi, menegaskan bahwa seduluran sejati tidak bisa dipaksakan, melainkan harus tumbuh dari kesadaran bersama. Menurutnya, kebersamaan tidak selalu hadir dalam kegiatan besar, tetapi justru sering terbangun dari kepedulian sederhana antarwarga.

“Seduluran di Sumber Asri harus lahir dari warga itu sendiri. Bisa melalui keikutsertaan dalam program RW, kegiatan sosial, atau sekadar hadir dan peduli terhadap lingkungan sekitar,” ujar Didi.

Ia menilai, kuatnya hubungan sosial antarwarga akan berdampak langsung pada kualitas lingkungan. Berbagai persoalan, mulai dari masalah sosial hingga lingkungan, dapat diselesaikan melalui musyawarah jika ikatan persaudaraan terjaga dengan baik.

“Kita masih membutuhkan sentuhan kepedulian dari seluruh warga. Kalau kebersamaan ini terus dirawat, Sumber Asri bisa tumbuh menjadi lingkungan yang lebih tertata, maju, dan sejahtera,” katanya.

Didi juga mengajak seluruh warga untuk tidak bersikap pasif dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, persaudaraan yang kuat merupakan modal sosial yang sangat berharga, baik untuk menjaga keharmonisan, mendorong pembangunan lingkungan, maupun menciptakan rasa aman dan nyaman bagi semua.

“Hayu, kita bangun seduluran dan kebersamaan. Persaudaraan inilah yang akan menjadi kekuatan besar bagi Sumber Asri,” pungkasnya.

Dengan terus memupuk semangat gotong royong dan kesadaran bermasyarakat, RW 05 Sumber Asri menunjukkan bahwa keharmonisan lingkungan bukanlah sesuatu yang datang dengan sendirinya, melainkan hasil dari komitmen bersama untuk saling menjaga, peduli, dan melangkah maju secara kolektif. (din)

FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dan UNY Jalin Kerja Sama Strategis Pendidikan Tinggi

YOGYAKARTA, FC — Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus memperkuat jejaring akademik nasional melalui kerja sama strategis dengan Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). 

Penguatan kolaborasi ini dilaksanakan pada 27 Januari 2026 di Kampus UNY sebagai bagian dari komitmen bersama meningkatkan mutu tridarma perguruan tinggi.

Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., memberikan dukungan penuh terhadap kerja sama tersebut. Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas perguruan tinggi menjadi kunci peningkatan kualitas akademik dan daya saing institusi di tengah dinamika pendidikan tinggi yang kian kompetitif.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Dekan FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. H. Saifuddin, M.Ag., bersama jajaran pimpinan fakultas. Selain kerja sama institusional, pertemuan juga menyepakati kolaborasi lintas fakultas antara FITK dan FEBI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dengan Pascasarjana UNY, guna memperkuat sinergi akademik yang berkelanjutan.

Ruang lingkup kerja sama meliputi pertukaran kopromotor dan penguji disertasi, pertukaran dosen, kuliah umum, hingga penguatan riset dan publikasi ilmiah melalui penelitian bersama serta publikasi jurnal dan buku. 

Kolaborasi ini diharapkan memberi dampak nyata bagi peningkatan kualitas pembelajaran, riset, dan pengabdian kepada masyarakat di kedua institusi. (din)

BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Warga Jawa Barat Diminta Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang

 

CIREBON, FC – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Barat kembali mengeluarkan update peringatan dini cuaca pada Selasa, 28 Januari 2026, pukul 09.40 WIB. Hingga pukul 09.50 WIB, sejumlah wilayah di Jawa Barat masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir serta angin kencang.

Pada tahap awal, wilayah yang diperkirakan terdampak meliputi Kabupaten Cirebon seperti Gunung Jati, Kapetakan, dan Suranenggala. Selain itu, potensi cuaca ekstrem juga terpantau di Kabupaten Subang (Blanakan, Compreng, Cipeunduey, Sukasari, Tambakdahan) serta Kabupaten Karawang (Pangkalan, Batujaya, Pakisjaya, Jayakerta, dan sekitarnya).

BMKG menyebutkan, kondisi cuaca ini berpeluang meluas ke sejumlah daerah lain, antara lain Kabupaten Purwakarta, Sukabumi, Cianjur, Kuningan, Indramayu, Subang, Karawang, hingga Kota Cirebon. Wilayah pesisir, dataran rendah, hingga kawasan perbukitan diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi genangan air, banjir lokal, pohon tumbang, serta gangguan aktivitas akibat angin kencang dan sambaran petir.

“Cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dan diperkirakan berlangsung hingga pukul 13.30 WIB,” demikian disampaikan Prakirawan BMKG Jawa Barat dalam keterangannya.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada, membatasi aktivitas di luar ruangan bila tidak mendesak, serta menjauhi area terbuka saat terjadi petir. Pengendara juga diminta berhati-hati karena jarak pandang dapat berkurang akibat hujan lebat.

Informasi cuaca terkini dapat dipantau secara berkala melalui laman resmi BMKG di nowcasting.bmkg.go.id. Pemerintah daerah dan unsur terkait diharapkan terus bersinergi untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat demi keselamatan bersama. (din)

Selasa, 27 Januari 2026

Resmi! UMK Cirebon 2026 Naik, Ini Dasar dan Perhitungannya

 

CIREBON – Pemerintah Kota Cirebon resmi menetapkan kenaikan Upah Minimum Kota (UMK) Kota Cirebon tahun 2026 dari Rp2.697.685,47 menjadi Rp2.878.646. Kenaikan UMK ini ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 561.7/Kep.862-Kesra/2025 tentang Upah Minimum Kabupaten/Kota Tahun 2026.

Melalui Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Cirebon, Agus Suherman mengatakan kenaikan UMK tahun ini sebesar Rp180.960,74 usai dilaksanakannya rapat pleno penetapan upah minimum bersama Dewan Pengupahan Kota Cirebon. 

“Dalam perumusanya ini kita naikan mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2025 tentang Pengupahan.” Ujarnya. 

Ia juga menambahkan kenaikan UMK tersebut sesuai regulasi perhitungan UMK 2026 yang menggunakan formula (Inflasi + (Pertumbuhan Ekonomi x Alpha)) x UMK tahun berjalan.

“Jika kita melihat data yang bersumber dari Badan Pusat Statistik,  rincian inflasi sebesar 2,19 persen dan pertumbuhan ekonomi 5,02 persen. Sementara nilai alpha yang digunakan ditetapkan sebesar 0,9 persen, sesuai hasil rapat Dewan Pengupahan dari rentang ketentuan 0,5 hingga 0,9 persen,” tambahnya, Kamis, 22 Januari 2026

Selanjutnya, hasil penetapan ini diusulkan oleh Ketua Dewan Pengupahan Kota Cirebon kepada Wali Kota Cirebon untuk direkomendasikan kepada Gubernur Jawa Barat. Dengan demikian, UMK Kota Cirebon tahun 2026 resmi ditetapkan sebesar Rp2.878.646.

Kenaikan UMK ini diharapkan dapat menjaga daya beli pekerja sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan iklim ketenagakerjaan yang sehat di Kota Cirebon. 

Tak hanya itu, Pemerintah Kota Cirebon juga mengimbau seluruh perusahaan yang beroperasi di wilayah Kota Cirebon agar dapat menerapkan ketentuan UMK Tahun 2026 sesuai dengan peraturan yang berlaku. Penerapan UMK ini diharapkan dapat berjalan optimal sebagai bentuk perlindungan bagi pekerja sekaligus menjaga hubungan industrial yang harmonis.

RSUD Waled Terima Ambulans Transfusi Darah dari Bank BJB

KABUPATEN CIREBON — RSUD Waled menerima bantuan satu unit mobil ambulans yang dilengkapi fasilitas transfusi darah dari bank BJB.

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di RSUD Waled, Senin (27/1/2026), dan dihadiri langsung oleh Bupati Cirebon Imron.

Bupati Imron mengapresiasi kontribusi bank BJB dalam mendukung peningkatan layanan kesehatan di Kabupaten Cirebon.

Menurutnya, bantuan ambulans tersebut memiliki peran penting dalam menunjang kebutuhan medis masyarakat, khususnya pelayanan kegawatdaruratan.

“Saya menghadiri acara di RSUD Waled dalam rangka pemberian mobil ambulans dari bank BJB untuk RSUD Waled. Saya mengucapkan terima kasih kepada bank BJB yang telah memberikan bantuan mobil ambulans kepada rumah sakit,” ujar Imron.

Ia menjelaskan, ambulans yang diberikan bukan merupakan ambulans standar, melainkan dilengkapi fasilitas khusus untuk transfusi darah.

Dengan kelengkapan tersebut, kendaraan ini diharapkan dapat mempercepat penanganan pasien yang membutuhkan transfusi darah secara segera.

“Ini satu unit ambulans, tetapi sudah dilengkapi fasilitas untuk transfusi darah. Jadi bukan sekadar ambulans, melainkan di dalamnya terdapat peralatan medis yang cukup lengkap,” katanya.

Imron berharap ambulans tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh pihak rumah sakit demi kepentingan dan keselamatan masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, dunia perbankan, dan fasilitas kesehatan dalam meningkatkan kualitas layanan publik.

“Mudah-mudahan mobil ini bisa dimanfaatkan secara optimal untuk membantu kepentingan masyarakat,” pungkasnya.

RSUD Waled Terima Ambulans Transfusi Darah dari Bank BJB

Wujudkan Proteksi Kesehatan Paripurna, Kota Cirebon Raih Penghargaan Nasional UHC Awards 2026

CIREBON — Komitmen Pemerintah Kota Cirebon dalam menjamin hak dasar kesehatan masyarakat kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. Kota Cirebon resmi menerima penghargaan dalam ajang Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026 atas keberhasilan menjaga cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang melampaui standar nasional, Selasa (27/1).

Penghargaan ini menegaskan posisi Kota Cirebon sebagai salah satu daerah pelopor di Indonesia yang mampu memastikan akses layanan kesehatan yang adil dan merata bagi warganya. Saat ini, kepesertaan JKN di Kota Cirebon telah mencapai lebih dari 99 persen penduduk dengan tingkat keaktifan peserta di atas 80 persen.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, S.AP., M.Si., menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari kerja keras kolektif dan sinergi lintas sektoral yang terjaga dengan baik.

“Penghargaan ini adalah milik seluruh masyarakat Kota Cirebon. Ini bukan hasil kerja satu pihak, melainkan buah kolaborasi antara Pemerintah Kota, BPJS Kesehatan, fasilitas kesehatan, dan seluruh pemangku kepentingan dalam memastikan tidak ada warga yang terhambat akses kesehatannya,” ujar Effendi Edo.

Dalam wawancaranya, Wali Kota menekankan bahwa tantangan ke depan bukan lagi sekadar angka kepesertaan, melainkan bagaimana mempertahankan tingkat keaktifan peserta serta meningkatkan kualitas layanan di setiap fasilitas kesehatan. Dukungan penganggaran yang konsisten menjadi kunci utama keberlanjutan program ini di Kota Cirebon.

“Target kita bukan hanya cakupan (coverage), tapi bagaimana memastikan layanan tersebut dirasakan manfaatnya secara nyata oleh warga saat mereka membutuhkan. Kami terus mendorong agar fasilitas kesehatan memberikan pelayanan yang prima tanpa diskriminasi,” tambahnya.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, dalam kesempatan yang sama turut mengapresiasi efektivitas kebijakan di daerah. 

Ia menilai peran kepala daerah sangat krusial dalam mendorong kepesertaan aktif melalui dukungan kebijakan dan anggaran yang kuat. Secara nasional, program JKN kini telah melindungi lebih dari 282,7 juta jiwa, sebuah angka yang melampaui target RPJMN 2025–2029.

Dengan diraihnya penghargaan ini, Pemerintah Kota Cirebon berkomitmen untuk terus menjadikan sektor kesehatan sebagai pilar utama pembangunan manusia, sekaligus memastikan keberlanjutan Universal Health Coverage sebagai instrumen perlindungan sosial yang tangguh bagi seluruh warga. (din)



UPZ Syarifah Mudaim UIN Siber Cirebon Salurkan Beasiswa dan Subsidi UKT Semester Genap 2025/2026

CIREBON, FC — Wujud kepedulian Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon terhadap mahasiswa yang membutuhkan terus ditunjukkan oleh Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Syarifah Mudaim Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon. 

Pada Selasa, 27 Januari 2026, UPZ Syarifah Mudaim menggelar Penyaluran Beasiswa Pendidikan bagi Mahasiswa Terdampak Bencana Sumatera dan Sekitarnya serta Beasiswa dan Subsidi UKT Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026, bertempat di Auditorium Rektorat Lantai 3.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, pengelola UPZ, serta para mahasiswa penerima manfaat. Penyaluran beasiswa ini menjadi bagian dari komitmen institusi dalam menghadirkan keadilan sosial dan keberpihakan terhadap mahasiswa yang mengalami kendala ekonomi maupun dampak bencana.

Ketua UPZ Syarifah Mudaim, Syifauzakia, M.Pd., dalam laporannya menyampaikan urgensi program bantuan ini sebagai bentuk solidaritas sivitas akademika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. 

Ia menjelaskan bahwa pada kesempatan ini, 10 mahasiswa menerima Beasiswa Pendidikan Terdampak Bencana Sumatera dan sekitarnya, sementara 100 mahasiswa lainnya menerima Beasiswa dan Subsidi UKT Semester Genap 2025/2026.

“Seluruh dana beasiswa ini bersumber dari zakat pegawai UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang setiap bulan dipotong secara rutin. Total dana yang disalurkan pada hari ini mencapai Rp137.500.000,” jelasnya.

Syifauzakia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban mahasiswa dan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menunjang proses studi. 

Ia juga menegaskan bahwa beasiswa UPZ diberikan satu kali, namun diharapkan mampu menjadi motivasi kuat bagi mahasiswa untuk terus berprestasi hingga lulus dan meraih masa depan yang lebih baik.

“Mudah-mudahan bantuan ini bisa menjadi penyemangat, sehingga kelak para penerima beasiswa dapat sukses dan menjadi orang-orang yang juga mampu memberi serta membantu sesama,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik, Dr. H. Ayus A. Yusuf, M.Si., dalam sambutannya berpesan agar mahasiswa menggunakan dana bantuan tersebut secara bijak dan bertanggung jawab.

“Gunakan dana ini dengan baik, manfaatkan seluruh fasilitas kampus yang sudah tersedia, dan jadikan bantuan ini sebagai pemantik semangat untuk belajar lebih giat hingga sukses,” pesannya.

Senada dengan itu, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Prof. Dr. Hajam, M.Ag., menegaskan bahwa beasiswa UPZ merupakan bentuk nyata kepedulian para pegawai UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon kepada mahasiswa.

“Zakat yang diterima hari ini adalah amanah dan bentuk kasih sayang dari para pegawai. Kami berharap doa terbaik dari kalian,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Prof. Hajam juga menyampaikan bahwa universitas terus berupaya memperluas kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan nasional dan internasional, guna membuka peluang magang dan pengembangan karier mahasiswa. Ia menyebutkan salah satu contoh PT KAI telah menjalin kerja sama dengan UIN Siber Cirebon, serta adanya peluang dari perusahaan luar negeri.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa tantangan seperti kemampuan bahasa asing dan skor TOEFL masih menjadi kendala utama. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan terus meningkatkan keterampilan agar mampu bersaing dan memanfaatkan peluang studi lanjut maupun magang di dalam dan luar negeri.

“Jadikan bantuan ini sebagai semangat untuk berkembang, bukan alasan untuk berhenti berjuang. Kampus sudah menyiapkan sarana dan prasarana, tinggal bagaimana mahasiswa kuliah dengan baik, disiplin, dan taat pada regulasi,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, UPZ Syarifah Mudaim UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menegaskan perannya sebagai instrumen kepedulian sosial yang berkelanjutan, sekaligus penguat ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkeadilan. (Ara)

UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Gelar Pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta untuk Madrasah Pilot

 

CIREBON, FC — Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali melanjutkan peran strategisnya dalam implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dengan menggelar Pelatihan KBC bagi madrasah pilot di Kabupaten Cirebon. 

Kegiatan ini merupakan kerja sama Program INOVASI dan Kementerian Agama RI, yang berlangsung pada 26–27 Januari 2026 di Ruang Telekonferensi Lantai 4 Gedung Siber UIN SSC.

Pelatihan diikuti 40 peserta yang terdiri dari pengawas, kepala madrasah, serta guru kelas 3, 4, dan 5 dari delapan Madrasah Ibtidaiyah (MI) pilot KBC di Kabupaten Cirebon. Kegiatan ini menandai dimulainya fase penting implementasi KBC di tingkat satuan pendidikan.

Acara dibuka oleh Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, didahului sambutan dari perwakilan Program INOVASI, Kemenag Kabupaten Cirebon, serta Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK). 

Dalam sambutannya ditegaskan bahwa KBC merupakan pendekatan strategis dalam penguatan pendidikan karakter madrasah yang menekankan nilai spiritualitas, kemanusiaan, dan pengembangan kepribadian peserta didik secara utuh.

Pelatihan dirancang untuk memperkuat pemahaman konseptual dan keterampilan praktis peserta dalam mengimplementasikan KBC. Materi meliputi pengantar KBC, dukungan Program INOVASI, serta pendalaman unit-unit utama KBC yang berfokus pada penguatan nilai spiritual dan personal dalam pembelajaran.

Sejumlah dosen FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon bertindak sebagai fasilitator bersama tim Program INOVASI. Pelatihan ini merupakan kelanjutan dari rangkaian Training of Facilitators (ToF) dan pembekalan enumerator dalam satu timeline implementasi KBC yang berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menegaskan perannya sebagai pusat pengembangan pendidikan madrasah yang transformatif. 

Sinergi antara perguruan tinggi, Kementerian Agama, dan Program INOVASI diharapkan mampu mendorong terwujudnya ekosistem pendidikan madrasah yang berkarakter, inklusif, dan berkelanjutan di Kabupaten Cirebon. (din)

Senin, 26 Januari 2026

Penataan Wajah Baru Sukalila, Pemkot Cirebon dan BBWS Targetkan Wajah Baru Rampung Tahun Ini

CIREBON— Komitmen Pemerintah Kota Cirebon dalam menata kawasan Sungai Sukalila memasuki babak baru. Tepat pada Senin (26/1) pagi, alat berat resmi diterjunkan untuk memulai tahap pengerukan sedimen sebagai langkah awal transformasi kawasan jantung kota tersebut menjadi ruang publik yang lebih estetik dan fungsional.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, memantau langsung dimulainya pekerjaan yang berlokasi di area Kali Baru. Pengerukan ini merupakan hasil kolaborasi maraton antara Pemerintah Kota Cirebon dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung untuk mengembalikan daya tampung sungai sekaligus menyiapkan fondasi bagi penataan estetika tahap selanjutnya.

“Alhamdulillah, sesuai komitmen kita bersama BBWS, hari Senin ini tahap pengerukan sudah dimulai sejak pukul 09.00 WIB. Ini adalah langkah konkret yang sudah kita janjikan kepada masyarakat untuk membenahi Sukalila,” ujar Wali Kota di sela-sela peninjauan.

Pengerjaan tahap awal di kawasan Kali Baru ini diprediksi memakan waktu sekitar satu hingga satu setengah bulan sebelum berlanjut ke titik berikutnya. Seluruh material sedimen hasil pengerukan akan dialokasikan ke dua titik pembuangan yang telah disiapkan, yakni di kawasan Kesenden dan Kebon Baru, guna memastikan proses normalisasi tidak mengganggu kebersihan lingkungan sekitar.

Wali Kota menekankan bahwa seluruh rangkaian penataan, baik normalisasi sungai maupun penataan infrastruktur pendukung di darat, ditargetkan selesai dalam tahun anggaran ini.

“Tahun ini pengerukan harus selesai, begitu pula dengan penataannya. Kami bekerja maraton agar masyarakat bisa segera menikmati perubahan wajah Sukalila yang lebih rapi dan nyaman,” tambahnya.

Proyek ini mengedepankan skema kolaborasi anggaran dan teknis antara Pemkot Cirebon dan BBWS. Dukungan penuh dari warga, terutama yang beraktivitas di sepanjang bantaran, menjadi kunci kelancaran proyek yang bertujuan mengurai keruwetan kawasan dan meminimalisir risiko banjir ini.

“Saya memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Cirebon agar pekerjaan ini lancar tanpa kendala. Sinergi semua pihak sangat kami harapkan demi masa depan kota kita yang lebih asri dan tertata,” pungkas Effendi Edo. (Nisa)