Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 18 Oktober 2025

Pemkot Cirebon Dorong Sinergi Keluarga dan Pesantren: Ciptakan Lingkungan Tumbuh Positif bagi Anak

CIREBON – Pemerintah Kota Cirebon terus memperkuat upaya menciptakan lingkungan yang positif bagi tumbuh kembang generasi muda melalui penguatan nilai keluarga dan pendidikan berbasis pesantren. 

Komitmen ini terlihat dalam kegiatan Ngaji Keluarga Maslahat dan Deklarasi Pondok Pesantren Ramah Anak yang digelar di Pondok Pesantren Madinatunnajah, Sabtu (18/10/2025).

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang silaturahmi, tetapi juga momentum penting untuk meneguhkan peran keluarga dan pesantren sebagai dua pilar utama pembentuk karakter anak bangsa. Melalui dua tema besar, keluarga maslahat dan pesantren ramah anak, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara moral dan spiritual.

“Dua tema ini sesungguhnya bertemu pada satu titik, yaitu bagaimana kita menumbuhkan peradaban kasih,” ujar Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati saat memberikan sambutan. 

Ia menambahkan, rumah sepatutnya menjadi tempat pendidikan pertama, dan pesantren adalah penjaga nilai. Jika keduanya kuat, maka lahirlah generasi yang cerdas sekaligus berakhlak.

Menurutnya, perubahan zaman menuntut pendekatan baru dalam pendidikan anak. Tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini jauh berbeda dibanding masa lalu. Mereka tumbuh di tengah dunia digital yang luas, mudah terhubung, namun juga mudah tersesat bila tanpa bimbingan.

“Keluarga dan pesantren harus hadir bukan hanya untuk memberi batas, tetapi juga memberi teladan dan arah yang benar. Deklarasi Pesantren Ramah Anak adalah langkah nyata menuju peradaban yang lebih lembut, di mana pendidikan tidak hanya mengasah pikiran, tetapi juga menjaga jiwa," ungkapnya.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Cirebon berkomitmen mendukung setiap langkah yang menumbuhkan budaya pendidikan manusiawi dan berkeadaban.

 “Melindungi anak bukan hanya tugas keluarga, melainkan tugas seluruh masyarakat beriman. Semoga kegiatan ini menjadi awal kolaborasi berkelanjutan antara ulama, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun generasi yang kuat, berkarakter, dan berakhlak,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala DP3APPKB Kota Cirebon, Suwarso Budi Winarno, menjelaskan bahwa konsep pesantren ramah anak menjadi bagian dari strategi kolaboratif Pemkot Cirebon dalam menciptakan lingkungan tumbuh yang sehat, aman, dan penuh kasih bagi anak-anak.

“Upaya kita dari pemerintah daerah, masyarakat, dan lembaga pendidikan adalah memastikan generasi yang lahir berasal dari keluarga yang kuat dan pesantren yang membangun pikiran positif,” katanya. 

Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada perundungan di lingkungan pesantren. Harus ada pendampingan dan konseling agar setiap persoalan bisa terpantau sejak awal.

Ia menambahkan, pendekatan pesantren ramah anak bukan sekadar meniadakan kekerasan, tetapi juga menumbuhkan budaya dialog dan kasih sayang tanpa mengurangi ketegasan dalam mendidik. 

“Tujuannya sederhana namun mendalam yaitu menciptakan kemaslahatan dan memastikan setiap anak tumbuh dalam suasana yang positif, terlindungi, dan berdaya,” tutup Suwarso. (din)



Jumat, 17 Oktober 2025

Pemkab Cirebon Fokus Percepat Betonisasi Jalan di Wilayah Timur

KABUPATEN CIREBON — Bupati Cirebon Imron memastikan perbaikan infrastruktur jalan di wilayah timur Kabupaten Cirebon terus dipercepat melalui program betonisasi yang kini tengah berjalan di sejumlah titik strategis.

Ia menyebutkan, salah satu ruas yang sedang dikerjakan adalah jalan penghubung Gebangilir–Waled, yang selama ini dikeluhkan masyarakat karena mengalami kerusakan parah.

“Jalan ini dulu kondisinya sangat jelek. Kami tindak lanjuti aspirasi masyarakat dengan melakukan betonisasi agar kualitasnya lebih kuat dan tahan lama,” kata Imron saat meninjau pengerjaan ruas jalan di Kecamatan Pabuaran, Selasa (14/10/2025) malam.

Menurut dia, proyek betonisasi tersebut dikerjakan bertahap dengan sistem buka tutup arus lalu lintas agar tidak menghambat mobilitas warga.

Satu sisi jalan memerlukan waktu sekitar 28 hari untuk kering sempurna sebelum dilanjutkan ke sisi lain.

“Sekarang yang dicor bagian timur, nanti bergantian ke barat. Total waktu pengerjaan sekitar dua bulan,” ujarnya.

Imron menambahkan, perbaikan jalan di wilayah timur memiliki peran penting untuk memperlancar konektivitas masyarakat sekaligus mendukung kawasan industri yang terus berkembang di wilayah tersebut.

“Banyak industri baru tumbuh di sini. Kalau jalannya bagus, kegiatan ekonomi masyarakat dan logistik industri juga makin lancar,” katanya.

Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman menambahkan, bahwa proyek perbaikan ruas jalan Sindanglaut–Pabuaran juga menjadi prioritas pemerintah daerah, dengan target rampung pada Desember 2025.

“Alhamdulillah, hari ini kami bersama Pak Bupati meninjau progres pekerjaan di tiga titik lokasi sepanjang total 760 meter. Insya Allah, Desember nanti selesai,” kata Jigus, sapaan akrab Wabup Cirebon.

Ia menjelaskan, selain dibiayai APBD Kabupaten Cirebon, proyek jalan di ruas tersebut juga mendapat tambahan sepanjang 1,5 km dari program Inpres Jalan Daerah (IJD) yang didukung oleh pemerintah pusat.

“Tambahan 1,5 km dari IJD tentu mempercepat peningkatan kualitas jalan dan memperluas manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Jigus menyebutkan, bahwa Pemkab Cirebon telah mengajukan empat ruas jalan untuk mendapatkan dukungan IJD. Namun baru dua yang disetujui, yakni di Sindanglaut–Pabuaran dan Suranenggala–Arjawinangun.

“Dua ruas lainnya, yaitu Gebangilir–Waled dan Pelayangan–Bojongnegara, masih menunggu realisasi bantuan. Kami akan terus perjuangkan agar bisa segera ditangani,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Cirebon, Sunanto menjelaskan, alokasi anggaran untuk perbaikan jalan pada 2026 meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Anggaran khusus untuk perbaikan jalan naik dari Rp141 miliar pada 2025 menjadi Rp208 miliar pada 2026,” jelasnya.

Ia menambahkan, dana tersebut difokuskan untuk enam titik prioritas di wilayah timur yang kondisinya tergolong rusak berat, seperti di Pabuaran, Karangsembung, Kubangdeleg, dan Karawareng.

“Pekerjaan jalan kami sebar secara merata di berbagai kecamatan. Targetnya, akhir 2025 seluruh ruas prioritas sudah bisa dilalui dengan baik,” ucapnya menambahkan.

Sunanto menegaskan, meski sempat terjadi penyesuaian transfer dana dari pusat, seluruh proyek jalan tetap berjalan sesuai rencana.

“Kami pastikan kualitas betonisasi sesuai spesifikasi dan standar teknis agar hasilnya bertahan lama,” tuturnya. (Bambang)

Rektor UIN Siber Cirebon Dorong Transformasi Wakaf Produktif dan Kolaborasi PTKIN

 

CIREBON  — Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., menghadiri Rapat Sosialisasi dan Persiapan Kick Off Kota Wakaf yang digelar pada Jumat (17/10/2025) di Ruang Rapat Bupati Cirebon. 

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mewujudkan Kabupaten Cirebon sebagai pilot project “Kota Wakaf” yang dijadwalkan akan dilaunching secara resmi oleh Menteri Agama RI pada 4 November 2025 mendatang.

Rapat yang dipandu langsung oleh Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cirebon, H. Slamet, S.Ag., M.Pd., ini dihadiri oleh berbagai unsur strategis, antara lain Bupati Cirebon Drs. H. Imron Rosyadi, M.Ag., Ketua MUI Kabupaten Cirebon, Kepala Bappelitbang, Kepala BKPSDM, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala ATR/BPN, Ketua Baznas, Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) KH. Aziz Hakim Syaerozie, Rektor Universitas Bunga Bangsa, dan perwakilan Bank Syariah Indonesia (BSI).

Cirebon Jadi Pilot Project “Kota Wakaf”

Dalam paparannya, H. Slamet, S.Ag., M.Pd. menyampaikan bahwa Kabupaten Cirebon ditetapkan sebagai salah satu daerah percontohan (pilot project) program Kota Wakaf oleh Kementerian Agama RI. Program ini diharapkan menjadi gerakan nasional dalam mengoptimalkan potensi wakaf, baik wakaf tanah maupun wakaf uang, untuk kesejahteraan umat.

“Rapat ini menjadi langkah awal menyatukan visi lintas instansi agar peluncuran Kota Wakaf berjalan sukses. Kami menargetkan Cirebon tidak hanya menjadi kota simbolis, tetapi juga kota yang produktif dan mandiri secara ekonomi berbasis wakaf,” ujar Slamet.

Pemkab Cirebon Siap Dukung Penuh

Dalam sambutannya, Bupati Cirebon Drs. H. Imron Rosyadi, M.Ag. menyampaikan apresiasi terhadap inisiasi Kemenag Kabupaten Cirebon dan seluruh pihak yang terlibat dalam persiapan program Kota Wakaf.

“Kami dari pemerintah daerah siap mendukung dan mensupport penuh inisiatif ini. Cirebon memiliki potensi besar untuk menjadi contoh nasional dalam pengelolaan wakaf yang produktif dan menyejahterakan masyarakat,” tegas Bupati Imron.

BWI Dorong Gerakan Wakaf Produktif

Sementara itu, Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kabupaten Cirebon, KH. Aziz Hakim Syaerozie, menjelaskan sejumlah langkah strategis yang akan dilakukan oleh BWI, antara lain:

1. Melakukan sosialisasi masif kepada masyarakat tentang pentingnya wakaf uang.

2. Mengidentifikasi seluruh tanah wakaf yang ada di Kabupaten Cirebon.

3. Menertibkan nadzir sesuai ketentuan bahwa masa jabatan maksimal adalah lima tahun.

4. Memetakan aset wakaf produktif yang memiliki potensi manfaat ekonomi dan sosial besar bagi masyarakat.

Menurutnya, wakaf uang menjadi terobosan penting dalam mendorong kemandirian umat melalui pengelolaan keuangan syariah yang transparan dan berkelanjutan.

Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Dorong Paradigma Baru Wakaf

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag. menyampaikan pandangannya tentang paradigma baru wakaf di era digital dan ekonomi umat. Ia menegaskan bahwa sertifikasi tanah wakaf bukan hanya sekadar legalitas administratif, tetapi juga pondasi menuju wakaf produktif yang berdampak sosial dan ekonomi nyata.

“Kita perlu bergeser dari konsep 3M — maqbarah, masjid, madrasah — menuju konsep wakaf produktif yang menopang ekonomi umat. Inilah semangat baru yang harus kita kembangkan bersama,” ungkap Prof. Aan.

Beliau juga mencontohkan sinergi nasional dalam pengelolaan wakaf melalui KKN Tematik Ekoteologi dan Pertanahan yang dilakukan oleh UIN K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gus Dur) Pekalongan, di mana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon bersama 13 PTKIN lainnya menjadi mitra strategis Kementerian ATR/BPN.

Lebih lanjut, Prof. Aan memaparkan bahwa UIN Siber Cirebon telah aktif mengembangkan berbagai KKN Tematik yang relevan dengan isu sosial keagamaan dan pemberdayaan masyarakat, di antaranya:

Literasi Pendidikan bekerja sama dengan program INOVASI (kemitraan Indonesia–Australia),

Moderasi Beragama bersama BNPT,

Pemberdayaan Desa dan Pengelolaan Wakaf–Zakat Berbasis Digital.

“Pembiayaan dan dukungan teknis kegiatan kami juga melibatkan kolaborasi mitra strategis, baik pemerintah maupun lembaga swasta. Prinsipnya, semua pihak bisa berkontribusi dalam membangun ekosistem wakaf yang produktif dan berkelanjutan,” tambahnya.

Langkah Bersama Menuju Ekonomi Umat

Rapat Sosialisasi dan Persiapan Kick Off Kota Wakaf ini menjadi tonggak penting sinergi lintas lembaga di Kabupaten Cirebon, antara pemerintah daerah, Kemenag, BWI, lembaga pendidikan tinggi, dan perbankan syariah.

Dengan peluncuran resmi Kota Wakaf Cirebon pada 4 November 2025 mendatang, diharapkan muncul model kolaboratif wakaf produktif yang tidak hanya menyejahterakan masyarakat lokal, tetapi juga menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia.

“UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon siap menjadi bagian dari ekosistem baru ini — memadukan ilmu, riset, dan pemberdayaan masyarakat dalam membangun peradaban ekonomi berbasis wakaf,” tutup Prof. Aan.(Nur)

Kerjasama FEB UGJ dengan Jepang dan Summer School Malaysia, Wujudkan Kampus Daerah Bertaraf Internasional

 

CIREBON, FC– Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Swadaya Gunung Jati (FEB UGJ) Cirebon kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Melalui program unggulan “FEB UGJ Go International”, kampus ini membuktikan komitmennya mencetak generasi muda berwawasan global dan berdaya saing dunia.

Tiga mahasiswa terbaik FEB UGJ terpilih menjalani magang kerja selama 12 bulan di perusahaan logistik ternama Jepang, Seiwa Wex Co. Ltd. Mereka adalah M. Septian Arya Permana (Akuntansi, Semester 5), Maulana Iqbal N. (Manajemen, Semester 7), dan Muhamad Francisko Umam Safuro Ganti (Akuntansi).

Ketiganya berhasil melewati proses seleksi yang sangat ketat, mulai dari administrasi, tes fisik, hingga kemampuan bahasa Jepang. 

“Sebelum berangkat, mereka mengikuti pembekalan intensif selama tiga bulan yang langsung diberikan oleh perwakilan perusahaan Jepang, mencakup bahasa, budaya kerja, hingga etos profesional,” ungkap Dekan FEB UGJ, Dr. H. Acep Komara, MM. M.Si.

Menariknya, program magang yang semula berdurasi enam bulan kini diperpanjang menjadi satu tahun penuh atas permintaan langsung pihak perusahaan. 

Selama magang, mahasiswa akan mendapatkan konversi akademik setara 40 SKS serta kompensasi Rp12–15 juta per bulan dengan sistem kerja profesional lima hari seminggu.

“Total ada 62 mahasiswa FEB UGJ yang lolos seleksi magang ke Jepang, namun keberangkatan dilakukan secara bertahap. Ini merupakan gelombang kedua, setelah tahap pertama sukses diberangkatkan bulan lalu,” tutur Dr. Acep penuh kebanggaan.

Tak hanya Jepang, FEB UGJ juga menembus Malaysia lewat program Summer School di Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM) yang akan berlangsung pada 18–30 Oktober 2025. 

Peserta program ini adalah mahasiswa pilihan, di antaranya Aisyah Ariani (Akuntansi, Semester 7), Fidela Agatha (Manajemen, Semester 7), Nicky Adelaide Ames (Akuntansi, Semester 3), Muhammad Husni Ardine Eldziesyah (Manajemen, Semester 3), dan Nawal Vikanie (Manajemen, Semester 3).

Dr H Acep Komara menjelaskan, program Summer School ini memadukan kuliah akademik, seminar internasional, pelatihan pengembangan diri, serta eksplorasi budaya lintas negara. 

“Mahasiswa yang berangkat merupakan hasil seleksi ketat dengan IPK minimal 3,0 dan kemampuan bahasa Inggris yang mumpuni,” jelas Dr H. Acep Komara, MM. M.Si.

Menurutnya, kegiatan internasional ini sejalan dengan Permendikbudristek Nomor 63 Tahun 2024 tentang penyelenggaraan magang mahasiswa. 

“Status mereka bukan pekerja migran, melainkan mahasiswa yang menjalankan program akademik internasional. Ini adalah wujud nyata Merdeka Belajar di level global,” tegasnya.

Langkah berani FEB UGJ ini menjadi bukti bahwa kampus daerah pun mampu menembus batas dunia. Dengan dukungan kerja sama strategis bersama mitra luar negeri, FEB UGJ konsisten membangun ekosistem pendidikan yang global-minded, profesional, dan tetap berakar pada nilai-nilai lokal serta humanis.

Melalui semangat “FEB UGJ Go International”, fakultas ini meneguhkan posisinya sebagai pelopor internasionalisasi pendidikan tinggi di wilayah Cirebon dan sekitarnya.

“Kami ingin mahasiswa FEB tidak hanya cerdas dalam teori, tetapi juga tangguh di dunia kerja dan berjiwa pemimpin global. Dari Cirebon, mereka membawa semangat untuk belajar, bekerja, dan menginspirasi dunia,” pungkas Dr. Acep Komara penuh optimisme. (din)

Mahasiswa FEB UGJ Cirebon Magang ke Jepang dan Summer School di Malaysia Langkah Nyata “FEB UGJ Go International” Wujudkan Kampus Daerah Bertaraf Dunia

 

CIREBON FC – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Swadaya Gunung Jati (FEB UGJ) Cirebon terus membuktikan diri sebagai kampus yang dinamis dan berdaya saing global. Melalui program “FEB UGJ Go International”, tiga mahasiswa terpilih akan menjalani magang kerja selama 12 bulan di perusahaan logistik terkemuka Jepang, Seiwa Wex Co. Ltd.

Ketiganya adalah M. Septian Arya Permana (Akuntansi, Semester 5), Maulana Iqbal N. (Manajemen, Semester 7), dan Muhamad Francisko Umam Safuro Ganti (Akuntansi). Mereka akan berangkat setelah melewati berbagai tahapan seleksi ketat, mulai dari administrasi, tes fisik, hingga kemampuan bahasa Jepang.

“Sebelum berangkat, mereka mendapat pembekalan intensif selama tiga bulan tentang bahasa dan budaya Jepang langsung dari perwakilan perusahaan,” jelas Dekan FEB UGJ, Dr. H. Acep Komara, M.Si.

Menariknya, program magang yang semula hanya enam bulan kini diperpanjang menjadi satu tahun atas permintaan langsung dari pihak perusahaan.

Selama magang, mahasiswa akan memperoleh konversi akademik setara 40 SKS serta kompensasi Rp12–15 juta per bulan dengan sistem kerja profesional lima hari dalam seminggu.

“Total ada 62 mahasiswa FEB yang lolos seleksi magang ke Jepang, namun keberangkatannya dilakukan secara bertahap. Ini merupakan tahap kedua, setelah tahap pertama sukses diberangkatkan bulan lalu,” tambah Dr. Acep dengan penuh kebanggaan.

Selain ke Jepang, lima mahasiswa FEB UGJ juga bersiap mengikuti program Summer School di Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM) pada 18–30 Oktober 2025. Mereka adalah Aisyah Ariani (Akuntansi, Semester 7), Fidela Agatha (Manajemen, Semester 7), Nicky Adelaide Ames (Akuntansi, Semester 3), Muhammad Husni Ardine Eldziesyah (Manajemen, Semester 3), dan Nawal Vikanie (Manajemen, Semester 3).

Program ini dirancang sebagai short course internasional yang memadukan kuliah akademik, seminar, pelatihan pengembangan diri, hingga pengenalan budaya lintas negara.

“Mahasiswa yang ikut program ini telah melalui seleksi dengan IPK minimal 3,0 dan kemampuan bahasa Inggris yang baik,” jelas Wakil Dekan I FEB UGJ, Moh. Yudi Mahadianto.

Ia menegaskan, program magang dan Summer School luar negeri ini selaras dengan Permendikbudristek Nomor 63 Tahun 2024 tentang penyelenggaraan magang mahasiswa.

“Status mereka bukan pekerja migran, melainkan mahasiswa yang menjalankan program akademik internasional. Ini bentuk nyata Merdeka Belajar di level global,” tegas Yudi.

Langkah berani FEB UGJ ini menunjukkan bahwa kampus daerah pun mampu menembus batas dunia. Melalui kolaborasi strategis dengan mitra internasional, FEB UGJ membangun ekosistem pendidikan berorientasi global tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal dan humanis.

Dengan semangat “FEB UGJ Go International”, kampus ini terus berkomitmen mencetak generasi muda yang unggul dalam teori, tangguh menghadapi realitas dunia kerja, dan berjiwa pemimpin global.

“Kami ingin mahasiswa FEB menjadi duta kampus dan duta bangsa. Dari Cirebon, mereka membawa semangat untuk belajar, bekerja, dan menginspirasi dunia,” pungkas Dr. Acep Komara penuh harap. (din)

FEB UGJ Go International: Wujudkan Mimpi Mahasiswa Menembus Dunia

CIREBON, FC– Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Swadaya Gunung Jati (FEB UGJ) Cirebon terus membuktikan diri sebagai fakultas yang progresif dan visioner. Melalui program “FEB UGJ Go International”, fakultas ini membuka jalan bagi mahasiswanya untuk meraih pengalaman global, mulai dari magang kerja di Jepang hingga Summer School di Malaysia.

Langkah internasional ini secara resmi ditandai dengan pelepasan delapan mahasiswa FEB UGJ pada Kamis (16/10/2025) di Kampus I UGJ Cirebon. Acara penuh kebanggaan ini dipimpin langsung oleh Rektor UGJ, Prof Dr Achmad Faqih, didampingi Dekan FEB, Dr Acep Komara MSi, serta Wakil Dekan I, Moh Yudi Mahadianto SE MM MPM CAP CTT ACPA.

Dalam sambutannya, Rektor UGJ Prof Dr Achmad Faqih menyampaikan apresiasi tinggi terhadap inovasi dan semangat internasionalisasi FEB UGJ.

“Ini kesempatan luar biasa. Jepang dikenal sebagai negara dengan kedisiplinan dan etos kerja tinggi. Mahasiswa FEB UGJ berkesempatan untuk belajar langsung di lingkungan kerja profesional internasional, sekaligus memperkenalkan kualitas sumber daya muda dari Cirebon kepada dunia,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar menjadi pengalaman magang, melainkan bagian dari komitmen UGJ untuk menyiapkan lulusan yang tangguh, adaptif, dan berdaya saing global.

“Mahasiswa yang berangkat hari ini adalah mereka yang terpilih. FEB UGJ telah menunjukkan kelasnya sebagai fakultas dengan daya saing internasional. Tahun ini saja, kami telah membuka program perkuliahan internasional yang menjadi tonggak penting bagi transformasi UGJ ke arah global university,” tambah Prof Faqih.

Sementara itu, Dekan FEB UGJ, Dr Acep Komara MSi, menjelaskan bahwa tiga mahasiswa FEB akan menjalani magang kerja selama 12 bulan di perusahaan logistik terkemuka Jepang, Seiwa Wex Co Ltd.

Mereka adalah M Septian Arya Permana (Akuntansi, Semester 5), Maulana Iqbal N (Manajemen, Semester 7), dan Muhamad Francisko Umam Safuro Ganti (Akuntansi).

“Sebelum berangkat, mereka telah melalui proses seleksi yang ketat, baik administratif, fisik, maupun kemampuan bahasa. Bahkan, selama tiga bulan terakhir mereka mendapat pembekalan bahasa dan budaya Jepang langsung dari perwakilan perusahaan,” ungkap Dr Acep.

Menariknya, masa magang yang awalnya hanya enam bulan kini diperpanjang menjadi satu tahun karena permintaan langsung dari pihak perusahaan. Selama periode tersebut, mahasiswa akan mendapatkan konversi akademik setara 40 SKS dan kompensasi Rp12–15 juta per bulan dengan sistem kerja profesional lima hari seminggu.

“Total ada 62 mahasiswa FEB yang lolos seleksi magang ke Jepang, namun keberangkatannya dilakukan secara bertahap. Ini adalah tahap kedua setelah tahap pertama sukses diberangkatkan bulan lalu,” imbuhnya.

Selain ke Jepang, lima mahasiswa FEB UGJ juga siap menimba ilmu di luar negeri melalui program Summer School di Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM) yang berlangsung 18–30 Oktober 2025.

Mereka adalah Aisyah Ariani (Akuntansi, Semester 7), Fidela Agatha (Manajemen, Semester 7), Nicky Adelaide Ames (Akuntansi, Semester 3), Muhammad Husni Ardine Eldziesyah (Manajemen, Semester 3), dan Nawal Vikanie (Manajemen, Semester 3).

Program ini dirancang sebagai short course internasional yang berisi kuliah akademik, seminar, pelatihan pengembangan diri, serta pengenalan budaya lintas negara.

“Mahasiswa yang ikut program ini telah melalui seleksi dengan IPK minimal 3,0 dan kemampuan bahasa Inggris yang baik,” jelas Wakil Dekan I FEB UGJ, Moh Yudi Mahadianto.

Ia menambahkan, program magang luar negeri dan Summer School ini sepenuhnya sejalan dengan Permendikbudristek Nomor 63 Tahun 2024 tentang penyelenggaraan magang mahasiswa.

“Status mereka bukan pekerja migran, tetapi mahasiswa yang sedang menjalankan program akademik internasional. Ini bentuk nyata Merdeka Belajar di level global,” tegas Yudi.

Langkah berani FEB UGJ ini menjadi bukti nyata bahwa kampus di daerah pun mampu menembus batas dunia. Melalui kerja sama strategis dengan perusahaan dan universitas luar negeri, FEB UGJ membangun ekosistem pendidikan yang berorientasi global tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal dan humanis.

Dr H Acep Komara M.Si menegaskan, dengan semangat “FEB UGJ Go International”, kampus ini terus berkomitmen untuk mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul dalam teori, tetapi juga tangguh menghadapi tantangan dunia nyata.

“Kami ingin mahasiswa FEB menjadi duta kampus dan duta bangsa. Dari Cirebon, mereka membawa semangat untuk belajar, bekerja, dan menginspirasi dunia,” pungkas Dr Acep Komara penuh harap. (din)

Kamis, 16 Oktober 2025

Ayu Amiroh Lutfiyah Abkar Raih Juara 1 MHQ 30 Juz Tingkat Kabupaten Majalengka

 

MAJALENGKA, FC —  Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon Ayu Amiroh Lutfiyah Abkar, meraih Juara 1 dalam ajang Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) 30 Juz tingkat Kabupaten Majalengka, (16/10).

Kompetisi ini merupakan bagian dari Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-55 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Majalengka pada 14–16 Oktober 2025 di Kecamatan Sindang, Jawa Barat. Keberhasilan Ayu menjadi sorotan karena diraihnya di tengah kesibukan kuliah dan aktivitas organisasi yang padat.

Dalam wawancara singkat, Ayu mengungkapkan bahwa pencapaian ini bukanlah sesuatu yang instan. Ia harus berjuang keras untuk membagi waktu antara kegiatan akademik, organisasi, dan hafalan Al-Qur’an.

“Meluangkan waktu untuk terus muroja’ah Al-Qur’an di tengah sibuknya perkuliahan dan organisasi tidaklah mudah. Tapi itu bukan alasan untuk berhenti. Saya terus berusaha melakukan yang terbaik, dengan niat untuk mendapatkan ridha Allah dan keberkahan Al-Qur’an. Alhamdulillah, proses tidak mengkhianati hasil,” ujarnya penuh syukur.

Menurut Ayu, motivasi terbesar datang dari doa orang tua, guru, dan lingkungan yang mendukung. Di balik prestasi gemilangnya, tersimpan perjalanan panjang yang penuh tantangan, termasuk keraguan terhadap diri sendiri.

“Jangan jadikan suatu peluang menjadi tantangan. Terus percaya diri dan berusaha maksimal dalam prosesnya. Optimis dan jangan lupa tawakal kepada-Nya,” tambahnya.

Kemenangan Ayu tidak hanya menjadi prestasi pribadi, tetapi juga menginspirasi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, berprestasi, dan mencintai Al-Qur’an. Capaian ini sekaligus membuktikan bahwa mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon mampu bersaing dan berkontribusi nyata di tingkat daerah, bahkan di tengah keterbatasan waktu dan tantangan akademik.

Prestasi ini juga menjadi ajang pembuktian kualitas mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, sekaligus membawa nama baik kampus di kancah lokal dan nasional.

"Ayu adalah representasi mahasiswa Qur’ani yang tidak hanya unggul secara akademik, tapi juga secara spiritual. Ia membuktikan bahwa dengan tekad kuat dan manajemen waktu yang baik, prestasi bisa diraih tanpa harus mengorbankan salah satunya," ujar salah satu dosen pembimbing PAI.

Sebagai kampus Islam berbasis digital, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus mendorong mahasiswanya untuk berprestasi tidak hanya di ruang kelas, tetapi juga di panggung kompetisi yang membawa misi keagamaan dan kemanusiaan.

Prestasi Ayu diharapkan menjadi penyemangat bagi mahasiswa lain untuk tidak hanya mengejar nilai akademik, tetapi juga menggali potensi spiritual dan sosial sebagai bentuk kontribusi terhadap masyarakat dan agama. (din)

Rabu, 15 Oktober 2025

Pemkot Cirebon Roadshow Wawasan Kebangsaan, Tumbuhkan Nasionalisme di Kalangan Pelajar

CIREBON  – Pemerintah Kota Cirebon melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Cirebon kembali menggelar Roadshow Wawasan Kebangsaan, sebuah program strategis untuk memperkuat nilai-nilai nasionalisme di kalangan generasi muda, Rabu (15/10/2025). 

Kegiatan yang berlangsung di SMPN 11 Kota Cirebon ini menjadi momentum penting untuk menanamkan kesadaran kebangsaan sejak dini, seiring dengan tantangan global yang semakin kompleks dan dinamis.

Acara ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Cirebon,  Effendi Edo, Bunda Forum Anak Daerah Kota Cirebon, Noviyanti Edo, dan sejumlah kepala perangkat daerah terkait. Wali Kota  dalam sambutannya menekankan pentingnya membangun karakter dan jati diri bangsa di tengah derasnya arus informasi dan budaya asing.

“Kita hidup di era serba cepat. Informasi datang begitu cepat, budaya luar mudah masuk. Maka, yang kita butuhkan bukan hanya kecerdasan, tapi juga karakter kuat dan rasa bangga menjadi bagian dari Indonesia,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa wawasan kebangsaan bukan hanya soal hafalan simbol-simbol negara, tetapi cara pandang terhadap diri sendiri sebagai bagian dari bangsa, serta kemampuan menjaga perbedaan sebagai kekuatan, bukan sumber konflik.

Lebih jauh, Wali Kota mengangkat sejarah Kota Cirebon yang dikenal sebagai simpul budaya dan persaudaraan lintas daerah di pesisir utara Jawa.

“Cirebon punya sejarah panjang tentang toleransi, keterbukaan, dan gotong royong. Menjaga nilai-nilai kebangsaan berarti juga menjaga karakter asli Cirebon,” tambahnya.

Sebagai bentuk interaksi langsung, Wali Kota juga meminta beberapa siswa tampil ke depan untuk menyampaikan ulang materi yang sudah disampaikan oleh narasumber dari Kesbangpol. Ia juga melempar beberapa pertanyaan seputar nilai-nilai kebangsaan kepada peserta, sebagai cara mendorong siswa berpikir kritis dan aktif menyerap nilai-nilai yang disampaikan.

Wali Kota  mengajak seluruh elemen pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat untuk bersama-sama mengambil peran dalam membentuk karakter kebangsaan anak-anak Kota Cirebon.

“Bangsa yang kuat tumbuh dari anak-anak yang bangga pada jati dirinya, saling menghargai dalam perbedaan, dan mampu bekerja sama. Mari kita jadikan semangat kebangsaan bukan hanya wacana, tapi praktik keseharian dalam hidup kita,” ajaknya.

Dalam roadshow ini, Kesbangpol menghadirkan narasumber dari berbagai instansi strategis, termasuk unsur TNI, Polri, ASN, serta perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3KAB) dan lainnya. Materi disampaikan secara interaktif agar mudah diterima oleh siswa dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. 

Program Roadshow Wawasan Kebangsaan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Cirebon untuk membangun generasi penerus yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter kuat dan memiliki rasa tanggung jawab sebagai warga negara.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Cirebon, Buntoro Tirto, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk membentuk perilaku dan sikap generasi muda yang memiliki kesadaran akan nilai-nilai kebangsaan.

“Tujuan utama kami adalah memperkuat pemahaman dan perilaku siswa agar memiliki semangat nasionalisme dan cinta tanah air. Ini bukan hanya program sekali datang, tetapi akan terus kami kembangkan, di tahun 2025 rencananya ada 11 sekolah lain yang akan digelar roadshow ini,” terang Buntoro. (din)



Menuju Layanan 24 Jam, Komisi III Tinjau Kesiapan Puskesmas Gunungsari

CIREBON – Komisi III DPRD Kota Cirebon meninjau langsung kesiapan Puskesmas Gunungsari sebagai puskesmas dengan pelayanan 24 jam, Rabu (15/10/2025).

Kunjungan tersebut bertujuan memastikan kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM), agar pelayanan kesehatan di puskesmas dapat berjalan optimal.

Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon Yusuf MPd menilai, persiapan menuju operasional puskesmas 24 jam sudah berjalan dengan baik. Hal itu terlihat dari progres pembangunan infrastruktur Puskesmas Gunungsari di Jalan Tentara Pelajar. Sejauh ini, progress pembangunan infrastruktur sudah mencapai lebih dari 50 persen.

“Pelayanan puskesmas 24 jam di Kota Cirebon ditunjuk percontohannya di Puskesmas Gunungsari. Hari ini kami meninjau progresnya, dan hasilnya cukup baik. Pembangunan infrastruktur juga sedang berjalan,” ujarnya.

Yusuf menambahkan, keberadaan puskesmas 24 jam ini diharapkan mampu meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dasar dan memenuhi kebutuhan masyarakat akan layanan yang cepat, tepat, dan berkesinambungan, terutama pada kasus gawat darurat serta pelayanan rawat jalan dasar.

Kendati demikian, ia menegaskan, kesiapan tenaga medis juga harus menjadi perhatian utama. Pemenuhan tenaga medis dan tenaga penunjang harus disesuaikan dengan kebutuhan untuk pelayanan puskesmas 24 jam.

“Selain infrastruktur, SDM menjadi faktor penting. Harus ada komunikasi antar pemangku kebijakan untuk memastikan kebutuhan tenaga kesehatan dan tenaga pendukung terpenuhi. BKPSDM harus segera mengkaji terkait kebutuhan tersebut,” katanya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Gunungsari dr Hj Wasilah Dinijati MH, menjelaskan bahwa proses pembangunan gedung untuk pelayanan 24 jam saat ini telah memasuki tahap pemasangan instalasi dan finishing, dan ditargetkan rampung di akhir tahun 2025.

Ia mengatakan, nantinya Puskesmas Gunungsari akan menyediakan berbagai layanan, mulai dari pelayanan kesehatan perorangan, pelayanan kesehatan masyarakat, pelayanan mampu PONED (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar), hingga pelayanan gawat darurat dan rawat inap dasar.

Namun, Wasilah juga mengakui masih ada tantangan dalam hal ketersediaan SDM. Saat ini pihaknya baru memiliki 37 tenaga kesehatan inti dari kebutuhan 55 orang, serta 11 tenaga non-kesehatan dari kebutuhan 20 orang.

“Dengan adanya pelayanan puskesmas 24 jam, kami berharap dapat melayani masyarakat, terutama warga Kelurahan Pekiringan dan sekitarnya, dengan lebih baik,” ujarnya.

Turut hadir dalam peninjauan tersebut, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon Sarifudin SH, Sekretaris Komisi III DPRD Kota Cirebon R Endah Arisyanasakanti SH, serta anggota Komisi III DPRD Kota Cirebon. Yaitu, M Fahmi Mirza Ibrahim SE, Leni Rosliani SIP, Indra Kusumah Setiawan AMd, dr Tresnawaty SpB, dan Umar Stanis Klau. (dun).

Rencana Normalisasi Sungai Sukalila, Ketua DPRD Tinjau Pengambilan Sampel Sedimentasi


CIREBON — Ketua DPRD Kota Cirebon, Andrie Sulistio SE turut meninjau langsung proses pengambilan sampel sedimentasi di sepanjang Sungai Sukalila, Rabu (15/10/2025).

Upaya tersebut sebgai tindak lanjut dari rapat koordinasi antara DPRD, Pemerintah Daerah, dan Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung (BBWS Cimancis) terkait rencana normalisasi sungai yang akan dimulai awal tahun depan.

Tim teknis dari BBWS Cimancis mengambil sampel sedimen di tiga titik berbeda, meliputi segmen sungai arah Pelabuhan (Jalan Nelayan), area tengah sungai (Jalan Kalibaru Utara), dan titik dekat Tempat Pembuangan Sementara (Jalan KS Tubun).

Proses pengambilan dilakukan menggunakan dua alat, yaitu sediment grabber untuk sedimen dasar, dan USDH59 untuk sedimen layang.

Ketua DPRD Kota Cirebon, Andrie Sulistio menjelaskan, hasil dari uji laboratorium nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan langkah lanjutan, terutama terkait pengelolaan material sedimen.

“Hari ini kami memastikan proses berjalan sesuai jadwal. Pengambilan sampel dilakukan untuk mengetahui apakah lumpur yang ada di Sungai Sukalila bisa dimanfaatkan untuk hal bermanfaat atau termasuk limbah B3,” ujarnya.

Andrie menambahkan, pengujian laboratorium juga penting agar proses normalisasi dapat dilakukan sesuai kaidah lingkungan. Ia menegaskan, DPRD bersama Pemerintah Kota Cirebon dan BBWS Cimancis berkomitmen menata kawasan Sungai Sukalila secara menyeluruh, baik dari sisi lingkungan maupun sosial.

“Insya Allah proses relokasi dan pengerukan sedimentasi bisa terlaksana dengan baik, sehingga dengan penataan ini diharapkan dapat menciptakan kawasan yang tertib, bersih, dan bebas banjir, sekaligus menjadi ruang publik yang bermanfaat bagi masyarakat Kota Cirebon,” katanya.

Sementara itu, Jabatan Fungsional Pengelola SDA Ahli Pertama BBWS Cimancis, Dimas Harya, menyampaikan bahwa seluruh sampel sedimen yang diambil akan diuji di laboratorium untuk mengetahui kandungan air, sedimen layang, dan sedimen dasar.

Dari hasil pengujian tersebut, akan diketahui kualitas sedimen serta kelayakannya untuk dibuang atau dimanfaatkan.

“Kami akan koordinasi dengan pimpinan untuk pengujian di laboratorium. Hasilnya diperkirakan keluar dalam satu hingga dua minggu ke depan,” jelasnya. (din)

Komisi III DPRD Terima Aspirasi PKL Terkait Rencana Penertiban di Jalan Kesambi

CIREBON – DPRD Kota Cirebon menerima aspirasi dari Ikatan Pedagang Kaki Lima (IPKL) terkait rencana penertiban pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Jalan Kesambi, Kota Cirebon, Rabu (15/10/2025).

Penyampaian aspirasi para pedagang kaki lima itu dilaksanakan melalui audiensi bersama Komisi II dan Komisi III di ruang Griya Sawala gedung DPRD.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon, Sarifudin SH menyampaikan, melalui aspirasi ini ia berencana akan menindaklanjuti aspirasi para pedagang dengan memfasilitasi rapat dengar pendapat (RDP) resmi bersama pihak terkait.

“Sebetulnya ini sudah ketiga kalinya kami menerima perwakilan pedagang. Saya sudah meminta kepada sekretariat agar dilakukan RDP resmi yang dihadiri unsur pimpinan, supaya ada keputusan kelembagaan yang jelas,” ujar Sarifudin.

Ia menjelaskan, meski lokasi tempat berjualan berada di ruas jalan provinsi, para pedagang yang beraktivitas di sana merupakan warga Kota Cirebon. Karena itu, DPRD merasa tetap memiliki tanggung jawab untuk menampung dan memperjuangkan aspirasi mereka.

“Walaupun katanya mereka berada di jalan provinsi, tapi yang berusaha itu warga Kota Cirebon. Jadi kita tidak bisa menutup mata,” tegasnya.

Sarifudin menambahkan, para PKL berharap agar penertiban tidak dilakukan secara sepihak tanpa adanya solusi dan komunikasi terlebih dahulu.

“Mereka meminta supaya jangan langsung dilakukan tindakan sebelum ada solusi. Selagi saya tidak ada kegiatan dinas, insya Allah saya akan hadir dan turut memperjuangkan keinginan mereka,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua IPKL (Ikatan Pedagang Kaki Lima), Akbar M menyampaikan, kedatangan mereka ke DPRD bertujuan meminta perlindungan dan dukungan agar penertiban PKL di Jalan Kesambi tidak dilakukan secara tiba-tiba tanpa solusi.

“Tujuan kami ke DPRD untuk mencari solusi terbaik. Kami tidak anti pembongkaran, tapi kami ingin ada komunikasi dan solusi yang baik. Karena di situ tempat kami mencari nafkah,” ujar Akbar.

Ia menjelaskan, saat ini terdapat sekitar 125 pedagang yang berjualan di sepanjang Jalan Kesambi, baik siang maupun malam hari, dengan mayoritas bergerak di sektor makanan dan minuman.

IPKL juga menyampaikan tujuh tuntutan utama kepada DPRD, antara lain menolak pembongkaran sebelum adanya solusi, meminta dialog terbuka dengan Dinas Bina Marga dan Tata Ruang, serta mendorong DPRD memfasilitasi RDP antara PKL dan pihak terkait.

Selain itu, PKL juga meminta agar pembongkaran dilakukan secara adil dan merata tanpa tebang pilih, serta agar Pemerintah Kota Cirebon hadir dan bertanggung jawab dalam proses penertiban. Para pedagang juga berharap agar tuntutan mereka dapat menjadi rekomendasi resmi dari DPRD Kota Cirebon.

“Kami berharap DPRD dapat menjadi mitra kami untuk mencari jalan terbaik agar penertiban bisa berjalan dengan manusiawi dan tetap memperhatikan mata pencaharian warga kecil,” tambah Akbar.

Hadir pula dalam rapat audiensi Sekretaris Komisi II Subagja, Anggota Komisi II Abdul Wahid Wadinih SSos dan Anggota Komisi III Umar Stanis Clau. (din)

Kemenag Gelar Penguatan Moderasi Beragama bagi Majelis Taklim, Masjid, dan Tokoh Agama di Cirebon

CIREBON– Dalam upaya memperkuat semangat keberagaman dan toleransi di tengah masyarakat, Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan SDM (BMBPSDM) Kementerian Agama Republik Indonesia menyelenggarakan Kegiatan Penguatan Moderasi Beragama bagi Majelis Taklim, Masjid, dan Tokoh Agama yang berlangsung pada Selasa, 14 Oktober 2025, di Hotel Aston Cirebon.

Acara ini diikuti oleh 50 peserta yang berasal dari berbagai unsur tokoh dan masyarakat Kota dan Kabupaten Cirebon. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari misi nasional dalam membumikan nilai-nilai moderasi beragama di tengah kehidupan sosial masyarakat.

Dalam laporannya, Sekretaris BMBPSDM, Prof. Dr. Ahmad Zainul Hamdi, M.Ag., menyampaikan bahwa moderasi beragama adalah sebuah ekosistem sosial berbasis pentahelix, yang melibatkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, dan media. Ia menegaskan bahwa tema kegiatan ini sangat relevan dengan tantangan sosial keagamaan saat ini.

“Moderasi beragama bukan sekadar wacana, tetapi gerakan sosial yang harus ditopang oleh semua elemen masyarakat,” ujar Prof. Ahmad.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Cirebon, Hj. Riana Anom Sari, SE, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada para tokoh nasional yang hadir, termasuk Kepala Badan Moderasi Beragama RI, Prof. Dr. M. Ali Ramdhani, S.TP., M.T., serta para narasumber seperti Buya K.H. Husein Muhammad dan Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag.

Acara secara resmi dibuka oleh Prof. Dr. M. Ali Ramdhani, yang dalam pengarahannya menekankan pentingnya menjadikan moderasi beragama sebagai budaya bersama.

“Moderasi beragama harus menjadi bagian dari cara kita beragama secara sehat, damai, dan inklusif di tengah masyarakat yang majemuk,” ujar Prof. Ramdhani.

Pada kesempatan tersebut, juga dilakukan penyematan simbolis Relawan Moderasi Beragama kepada sejumlah tokoh masyarakat Kota dan Kabupaten Cirebon sebagai bentuk komitmen bersama dalam mengawal kerukunan umat beragama.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang penguatan wawasan, tetapi juga langkah konkret Kementerian Agama dalam menghadirkan tokoh-tokoh agama sebagai garda depan dalam menciptakan ruang-ruang dialog yang sejuk dan produktif. (din)

Rektor UIN Siber Syekh Nurjati: Moderasi Beragama Harus Tertanam Sejak Dini di Dunia Pendidikan

 

CIREBON – Sesi pemaparan materi dalam kegiatan Penguatan Moderasi Beragama bagi Majelis Taklim, Masjid, dan Tokoh Agama yang digelar oleh Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan SDM Kementerian Agama RI berlangsung dinamis dan sarat wawasan. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Aston Cirebon dan menghadirkan sejumlah narasumber terkemuka dalam sesi paralel yang dipandu oleh panitia.(14/10).

Salah satu tokoh yang turut memberikan materi penting adalah Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., yang membawakan materi bertajuk “Menanam Nilai Moderasi Beragama di Dunia Pendidikan: Membangun Generasi Toleran dan Inklusif.”

Dalam paparannya, Prof. Aan menegaskan bahwa pendidikan memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama sejak dini. Ia menjelaskan pentingnya adab dan ilmu sebagai fondasi utama dalam membangun karakter generasi masa depan.

“Adab adalah yang pertama, sebelum ilmu. Dalam Islam, adab menjadi cerminan kemuliaan seseorang. Ilmu tanpa adab bisa melahirkan kebencian. Di sinilah moderasi beragama berperan sebagai penyeimbang,” ujar Prof. Aan di hadapan peserta.

Lebih lanjut, ia menguraikan konsep “Muslim Kaffah” yang tidak hanya taat secara ritual, tetapi juga menjalankan hubungan harmonis dengan Tuhan (hablum minallah) dan sesama manusia (hablum minannas). Konsep ini, menurutnya, hanya bisa terwujud jika pola pikir masyarakat dibentuk secara inklusif dan moderat.

“Kita butuh generasi yang tidak hanya paham agama, tapi juga mampu menghargai perbedaan, menjaga kearifan lokal, serta merawat tradisi dan budaya masyarakat yang beragam,” tambahnya.

Menutup sesi, Prof. Aan menyampaikan bahwa sikap moderat sejatinya adalah wujud dari keadilan, baik dalam berpikir, bersikap, maupun bertindak. Ia menjelaskan bahwa kata "adil" berasal dari akar kata "i’tidal", yang berarti seimbang, lurus, dan proporsional.

Sementara itu, KH. Buya Husein Muhammad, yang menyampaikan materi bertajuk: "Menjaga Harmoni di Ruang Majemuk: Implementasi Penguatan Moderasi Beragama di Kota Cirebon."

Dalam pemaparannya, Buya Husein mengajak para peserta untuk melihat perbedaan sebagai anugerah, bukan sumber konflik. Ia menegaskan bahwa keberagaman adalah bagian dari sunnatullah—hukum alam yang dikehendaki oleh Tuhan.

"Perbedaan adalah rahmat. Allah menciptakan manusia berbeda-beda suku, bangsa, dan keyakinan agar kita saling mengenal dan memahami. Di sinilah pentingnya kita membangun sikap saling menghormati dan hidup berdampingan secara damai," tutur Buya Husein, merujuk pada QS. Al-Hujurat: 13.

Ia juga mengutip hadis Nabi SAW yang menyatakan, "Ikhtilafu ummati rahmah" — “Perbedaan di antara umatku adalah rahmat.” Menurutnya, pemahaman terhadap hadis ini penting untuk mencegah cara pandang eksklusif dan merasa paling benar sendiri dalam beragama.

Buya Husein menekankan bahwa implementasi moderasi beragama di tengah masyarakat majemuk seperti Cirebon harus dimulai dengan kesadaran akan pentingnya saling memahami dan memberi ruang bagi ekspresi keberagamaan yang damai dan toleran.

Tak hanya membahas konsep, ia juga menyampaikan pesan kemanusiaan yang dalam:

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Ini adalah fondasi moral yang harus dimiliki setiap tokoh agama, pengurus masjid, dan majelis taklim,” ungkapnya.

Ia mengingatkan bahwa moderasi bukan berarti mencairkan prinsip agama, melainkan menjalankan nilai-nilai agama dengan sikap yang adil, seimbang, dan penuh kasih sayang terhadap sesama makhluk Tuhan.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga momentum memperkuat komitmen bersama dalam membangun kehidupan keagamaan yang damai, adil, dan berkeadaban.

Sesi ini menjadi ruang refleksi mendalam bagi para tokoh agama, pengurus masjid, dan majelis taklim, untuk terus mengembangkan narasi keagamaan yang damai, adil, dan mencerahkan. Dengan adanya kegiatan ini, Kementerian Agama berharap nilai-nilai moderasi dapat menjadi panduan hidup masyarakat dalam merajut harmoni dan persatuan di tengah keberagaman. (din)

Selasa, 14 Oktober 2025

Dikukuhkan Jadi Ketua KONI 2025-2029, Wabup Jigus: Target Lompatan Prestasi Olahraga Daerah

 

KABUPATEN CIREBON — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Cirebon resmi memiliki nakhoda baru.

Kepengurusan KONI masa bakti 2025-2029 dikukuhkan langsung oleh Ketua KONI Jawa Barat, Muhammad Budiana dalam sebuah prosesi pelantikan terhadap 54 orang pengurus KONI Kabupaten Cirebon di Pendopo Bupati Cirebon, Selasa (14/10/2025).

Dalam pengukuhan tersebut, Agus Kurniawan Budiman resmi dipercaya memimpin KONI Kabupaten Cirebon untuk empat tahun ke depan.

Dalam sambutannya, Jigus sapaan akrabnya, menegaskan bahwa kepengurusan baru ini berkomitmen kuat membangun ekosistem olahraga yang lebih profesional dan berprestasi.

Ia menyoroti pentingnya pembinaan jangka pendek dan panjang demi melahirkan atlet unggulan yang mampu bersaing di tingkat provinsi hingga nasional.

“Kami ingin menciptakan iklim prestasi yang sehat dan berkelanjutan. Dalam waktu dekat, fokus kami adalah menghadapi ajang Pra Porprov,” ujar Jigus.

“Targetnya, ada 42 cabang olahraga (cabor) yang lolos ke babak kualifikasi, baik beregu maupun perorangan,” ucapnya menambahkan.

Jigus menyebut, sejumlah cabor andalan Kabupaten Cirebon telah menunjukkan potensi besar, seperti voli indoor dan angkat berat, yang diharapkan bisa menembus babak kualifikasi dan mengangkat peringkat Kabupaten Cirebon ke 12 besar pada ajang Porprov 2026 mendatang.

“Kami ingin pembinaan atlet lebih terarah. Tahun 2026 menjadi tahun pematangan agar atlet-atlet kita tampil maksimal di Porprov,” katanya.

Selain target jangka pendek, Jigus juga menyiapkan strategi jangka menengah yang bersinergi dengan pemerintah daerah, dimana pada tahun 2027 Kabupaten Cirebon akan menjadi tuan rumah dalam ajang Porsenitas.

Sehingga dengan sinergitas bersama pemerintah daerah bisa bersama-sama membina atlet dalam persiapan ajang Porsenitas.

“Tahun 2027 kami akan menjadi tuan rumah pelaksanaan Porsenitas, jadi kami akan lakukan pembinaan mulai saat ini bersama pemerintah daerah,” ujarnya.

Kemudian dalam jangka panjang, dirinya menargetkan peningkatan prestasi dalam ajang Porprov dan PON.

Oleh karena itu, di bawah kepemimpinannya, akan membuat program training centre (TC) di masing-masing cabor. Program ini akan dijalankan sepanjang tahun sebagai persiapan matang.

Tidak hanya itu, dengan adanya tim kepengurusan dari unsur dunia pendidikan, Jigus memastikan dalam waktu dekat membuat peta jalan (road map) untuk 5 tahun kedepan.

Maka dengan peta jalan yang disiapkan ini bisa membangun prestasi olahraga dengan membina atlet dari usia muda.

Sehingga tongkat estafet atlet dari masing-masing cabor bisa menghasilkan regenerasi atlet yang mampu menghasilkan prestasi yang membanggakan bagi Kabupaten Cirebon.

“Dengan adanya road map 5 tahun ke depan ini untuk memperjelas arah jangka panjang untuk menghasilkan atlet yang berprestasi,” ucapnya.

Tak hanya fokus pada prestasi KONI Kabupaten Cirebon, Jigus juga secara tegas menata aspek kelembagaan dan infrastruktur.

Dalam keterangan resminya Jigus mengumumkan bahwa kantor sekretariat KONI akan segera dipindahkan ke Sport Center Watubelah (SOR Watubelah).

Langkah ini diambil untuk memanfaatkan aset daerah sekaligus memusatkan aktivitas olahraga di kawasan tersebut.

Ia juga menaruh harapan besar terhadap perbaikan fasilitas olahraga daerah, seperti Gedung Satria Laga yang menjadi pusat latihan cabang bela diri, serta SOR Watubelah agar segera direnovasi dan Ranggajati menjadi tempat latihan yang representatif bagi para atlet.

“Fasilitas yang memadai akan mendukung semangat dan kualitas latihan para atlet kita. Kami berharap dukungan pemerintah daerah terus mengalir untuk kemajuan olahraga Cirebon,” tutup Jigus.

Ketua KONI Provinsi Jawa Barat, Muhammad Budiana mengatakan, ketika seluruh pengurus KONI yang baru saja dilantik memiliki niat baik.

Maka dirinya yakin akan bisa meningkatkan prestasi olahraga Kabupaten Cirebon di tingkat Provinsi Jawa Barat.

“Pengurus KONI harus bisa membawa arah prestasi olahraga lebih baik lagi dengan prestasi yang membanggakan daerah,” ungkapnya.

Ia menekankan, ketika KONI Kabupaten Cirebon ingin bercita-cita meningkatkan prestasi, maka pembinaan prestasi harus dilakukan dengan baik.

Oleh karena itu, untuk bisa membina organisasi yang baik, kedua hal itu harus dapat dilakukan karena keduanya sama seperti dua sisi mata uang.

“Pengurus jangan mau diurus, tapi harus mengurus organisasi dan memberikan layanan terbaik untuk cabang olahraga,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Cirebon, Imron, meminta dua hal kepada pengurus KONI periode 2025-2029, yakni meningkatkan prestasi atlet dan meningkatkan kesadaran masyarakat Kabupaten Cirebon untuk gemar berolahraga agar bisa meningkatkan kesehatan.

“Kalau masyarakat gemar olahraga, saya yakin olahraga akan candu,” terangnya.

Imron kembali menitipkan pesan, jika KONI ingin meningkatkan prestasi, ada tiga hal yang perlu diperhatikan, mulai dari faktor atlet dan keluarganya.

Kemudian dari para pelatih olahraga dan dari pengurus cabang olahraga, KONI dan pemerintah daerah.

“Target tahun depan harus masuk 15 besar dalam ajang Porprov,” tegasnya.

Kemudian, pengurus KONI harus menjaga kondusivitas agar bisa meningkatkan prestasi atlet guna membanggakan nama Kabupaten Cirebon dalam kancah olahraga.

“Dengan semangat KONI yang baru di bawah kepemimpinan Jigus, harus gemar olahraga, olahmikir, dan olahdzikir supaya seimbang dalam membawa kemajuan bagi para atlet,” tutupnya.

Dengan semangat baru dan target terukur, kepengurusan KONI Kabupaten Cirebon 2025-2029 diharapkan mampu membawa angin segar bagi dunia olahraga daerah, serta melahirkan atlet-atlet berprestasi yang bisa mengharumkan nama Kabupaten Cirebon di kancah nasional. (Nurdin)

Pemkot Cirebon Siap Dukung Penuh Program Makan Bergizi Gratis, Tegaskan Komitmen Jaga Kualitas dan Keamanan Pangan

BOGOR – Pemerintah Kota Cirebon menyatakan komitmennya untuk terlibat aktif dalam pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG), sebagai bagian dari strategi pemerintah pusat untuk meningkatkan kesehatan dan gizi masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda.

Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, usai menghadiri Rapat Konsolidasi Regional Jawa Barat dalam rangka peningkatan tata kelola program MBG, yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, pada Senin (13/10/2025). Dalam forum strategis ini, Wakil Wali Kota turut hadir bersama jajaran kepala perangkat daerah terkait.

“Seperti yang kita ketahui ya, program MBG ini merupakan langkah strategis nasional yang memerlukan sinergi lintas sektor agar pelaksanaannya tepat sasaran dan berjalan efektif,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kota Cirebon tidak hanya siap mendukung, namun juga akan turut berperan dalam aspek teknis program, seperti penetapan zonasi penerima manfaat, pengawasan kualitas gizi, serta menjamin keamanan pangan selama distribusi berlangsung.

“Pemkot Cirebon akan memastikan bahwa setiap tahapan pelaksanaan mengacu pada standar nasional yang telah ditetapkan. Karena yang akan menerima manfaat langsung adalah warga Kota Cirebon sendiri,” tegasnya.

Lebih jauh, Wakil Wali Kota menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, serta para pelaksana di lapangan. Ia berharap kerja sama yang solid dapat meminimalkan berbagai kendala seperti distribusi yang tidak merata, rendahnya mutu gizi, hingga aspek kebersihan makanan.

“Dengan sinergi yang kuat, kita bisa memastikan program ini berjalan optimal dan benar-benar membawa manfaat nyata bagi masyarakat,” harapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon, Siti Maria Listiawaty menyoroti pentingnya keseragaman pemahaman dan komitmen seluruh pemangku kepentingan terhadap keamanan pangan. Ia menyatakan bahwa rapat koordinasi ini merupakan momen strategis untuk menyatukan persepsi dan memperkuat pengawasan.

“Keamanan pangan adalah hal yang tidak bisa ditawar. Kami mendorong agar setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) membuka diri terhadap pembinaan dan pengawasan dari pemerintah daerah, khususnya melalui Satgas Pangan,” jelas Siti Maria.

Ia juga mengingatkan perlunya pembatasan jumlah SPPG agar tidak melebihi kapasitas, demi menjaga mutu layanan makanan bergizi yang diberikan.

“Ke depan, jumlah SPPG tidak boleh mencapai 3.000 titik. Harus di bawah itu agar kualitas tetap terjaga dan tidak kewalahan. Kita harus fokus pada perbaikan mutu," tuturnya.

Acara ini diselenggarakan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dan dibuka secara resmi oleh Kepala BGN, Dadan Hindayana. Turut hadir dalam kegiatan tersebut para kepala daerah se-Jawa Barat, termasuk Gubernur dan Wakil Gubernur Banten serta Wakil Gubernur Jawa Barat.

Dalam arahannya, Dadan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto, yang menginginkan program MBG menjadi bagian dari investasi jangka panjang bangsa dalam membentuk generasi yang sehat dan produktif menuju Indonesia Emas 2045.

“Kita ingin masyarakat yakin bahwa makanan yang diberikan dalam program ini benar-benar aman, sehat, dan bergizi. Karena itu, seluruh langkah harus diambil secara terbuka dan akuntabel,” tegas Dadan.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kualitas program.

“Pelaksanaan MBG harus menjadi contoh kerja bersama yang solid antar pemangku kepentingan. Makanan yang disajikan harus memenuhi unsur gizi seimbang dan keamanan pangan. Ini bukan sekadar program, tapi bentuk nyata komitmen negara pada masa depan anak-anak kita,” pungkasnya. (din)



UIN Siber Cirebon Masuk Jajaran 13 PTKIN Mitra Strategis Kementerian ATR/BPN

 

PEKALONGAN – Momentum bersejarah tercipta di Gedung Student Center Universitas Islam Negeri (UIN) K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Pekalongan, Senin (13/10/2025), saat 500 mahasiswa resmi diterjunkan dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke-63 bertema Ekoteologi dan Pertanahan. 

Kegiatan ini menjadi tonggak baru kolaborasi strategis antara Kementerian Agama, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), dan 13 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., bersama tim humas, Mohamad Arifin dan Atmaja. Kehadiran mereka menandai komitmen penuh UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terhadap sinergi lintas kementerian yang menguatkan peran perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat melalui program-program konkret.

Dalam pernyataannya, Prof Aan menyampaikan apresiasi atas inisiatif strategis ini. Ia menyebut kolaborasi ini sebagai bentuk nyata peran PTKIN dalam pembangunan nasional berbasis nilai keislaman, keberlanjutan lingkungan, dan penataan pertanahan.

“Kami sangat mengapresiasi Kementerian Agama, Kementerian ATR/BPN, dan tentu UIN Gus Dur sebagai tuan rumah yang telah menjadi fasilitator hingga pertemuan bersejarah ini dapat terjadi. Ini bukan sekadar penerjunan KKN, ini adalah awal dari sinergi besar yang akan mempengaruhi program nasional,” ujar Prof Aan.

Diskusi Strategis dan Konsolidasi Nasional

Setelah sesi launching, kegiatan dilanjutkan dengan dengar pendapat, koordinasi, dan konsolidasi program KKN dari 13 PTKIN mitra Kementerian ATR/BPN. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama Kementerian ATR/BPN, Dr. Andi Tenri Abeng, A.Ptnh., M.H., yang menegaskan dua poin penting:

Urgensi kolaborasi antara kementerian dan PTKIN untuk mendukung percepatan sertifikasi wakaf serta edukasi pertanahan berbasis nilai-nilai agama dan ekologi.

Pengumpulan praktik baik dari masing-masing PTKIN untuk dijadikan referensi program kerja tahun 2026, yang akan dirumuskan bersama dalam kerangka kerja sama lintas kementerian.

Turut hadir dalam konsolidasi nasional ini: Subdit Pengabdian kepada Masyarakat Diktis Kemenag, para Kepala Kanwil Kemenag se-Jawa dan DIY, Kepala KUA se-Kota/Kabupaten Pekalongan, serta Kepala Kantor BPN Kota dan Kabupaten.

UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Tampilkan KKN Tematik Unggulan

Dalam forum tersebut, Prof. Aan Jaelani secara khusus mempresentasikan program KKN Tematik UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang selama ini telah berkolaborasi dengan berbagai mitra strategis:

Tema Literasi: Bekerja sama dengan program INOVASI (kemitraan Indonesia-Australia di bidang pendidikan dasar).

Tema Moderasi Beragama: Berkolaborasi dengan BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme).

Tema lainnya juga mencakup pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi, penguatan kelembagaan desa, serta pengelolaan wakaf dan zakat.

Prof Aan juga menambahkan bahwa pembiayaan KKN tidak hanya bersumber dari dana internal kampus, tetapi juga dukungan aktif dari para mitra melalui pelatihan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), materi pembekalan, dan pendampingan teknis lainnya.

Informasi lengkap tentang program KKN UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon tahun 2025 dapat diakses melalui laman resmi: kkn-uinssc.info/2025.

Kolaborasi yang Menuju Transformasi Nasional

Kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari rutinitas akademik, tetapi juga menandai dimulainya transformasi besar dalam pengelolaan wakaf, pertanahan, dan pendidikan berbasis masyarakat. Sinergi tiga elemen—Kementerian Agama, Kementerian ATR/BPN, dan PTKIN—diharapkan mampu melahirkan program-program unggulan yang aplikatif dan berdampak luas di tengah masyarakat.

Dengan terbangunnya jaringan kerja sama ini, Pekalongan menjadi saksi awal lahirnya kolaborasi nasional berbasis nilai dan visi jangka panjang, yang akan terus berlanjut dan diperkuat dalam rencana strategis tahun-tahun mendatang.

Senin, 13 Oktober 2025

Komisi II Bahas Keseriusan Penanganan Banjir, PKL dan Situs Gunungsari

CIREBON – Komisi II DPRD Kota Cirebon menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP), Satpol PP, Camat Kesambi, Lurah Pekiringan, serta pengurus RW 07 Pekiringan.

Pertemuan berlangsung di ruang Griya Sawala DPRD Kota Cirebon, Kamis (9/10/2025). RDP membahas tiga persoalan utama, yakni penanganan banjir, penataan pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang Jalan Tentara Pelajar, serta penyelamatan Situs Gunungsari.

Tekankan Skala Prioritas Penanganan Banjir

Ketua Komisi II DPRD Kota Cirebon, M Handarujati Kalamullah SSos MAP menegaskan, pentingnya penyusunan skala prioritas oleh pemerintah kelurahan hingga kecamatan dalam mengatasi banjir di wilayah.

“Pemkot Cirebon juga mesti lebih tanggap terhadap persoalan di tingkat RW mengingat ada 249 RW di Kota Cirebon. Semuanya memiliki permasalahan yang berbeda, sedangkan ketersediaan anggaran pemda terbatas,” terangnya.

Ketua RW 07 Bedeng Gunungsari, Ilapi mengungkapkan, banjir terjadi setiap turun hujan, meski intensitasnya rendah. Kondisi drainase dan sungai yang tidak berfungsi menjadi penyebab utama.

“Banjir tersebut dikarenakan drainase di wilayah Tentara Pelajar dan sungai di wilayah kami tidak berfungsi dengan baik. Kami ingin Pemkot Cirebon fungsikan kembali agar tidak lagi banjir,” ujarnya.

Kepala DKUKMPP Kota Cirebon, Iing Daiman SIP MSi menyatakan, pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada PKL dan pelaku usaha agar tertib.

“Kami tidak melarang mereka untuk mencari nafkah, kami hanya meminta agar mereka tidak melanggar aturan. Tapi tetap saja banyak yang melanggar aturan,” ucapnya.

Penyelamatan Situs Gunungsari Perlu Kepastian Status

Isu terakhir yang dibahas dalam RDP adalah penyelamatan Situs Gunungsari. Andru meminta kejelasan dari Disbudpar terkait status situs tersebut sebagai cagar budaya.

Ilapi menyebut situs itu belum pernah mendapat perhatian atau bantuan dari Pemkot Cirebon. “Kami harap keterwakilan kami di DPRD bisa meminta Pemkot Cirebon untuk segera mengurus sebelum semakin hilang,” ujarnya.

Kepala Disbudpar Kota Cirebon, Drs Agus Sukamnjaya, mengaku telah melakukan penelitian awal bersama sejarawan, budayawan, dan masyarakat.

“Kami sudah melakukan penelitian, selanjutkan kami akan melakukan penelusuran kembali, untuk memastikan situs tersebut benar karena banyak informasi yang berbeda,” katanya.

Sebagai tindak lanjut, DPRD Kota Cirebon akan membagi tugas berdasarkan mitra kerja komisi dan perangkat daerah untuk mempercepat penyelesaian masalah banjir, penataan PKL, dan pelestarian situs budaya.

RDP ini dihadiri anggota Komisi II DPRD Kota Cirebon Anton Octavianto, M Noupel, H Karso, dan Wahid Wadinih. Turut hadir pula anggota Komisi III, Stanis Klau dan Sarifudin Lik. (dim)

UIN Siber Cirebon Cetak 24 Asesor Kompetensi Bersertifikat BNSP dalam 8 Skema Sertifikasi

 

CIREBON — Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon mencetak sejarah baru dalam penguatan mutu sumber daya manusia melalui keberhasilan 24 peserta yang dinyatakan kompeten sebagai Asesor Kompetensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). 

Pengumuman hasil ini disampaikan secara resmi pada Jumat, 10 Oktober 2025, setelah peserta menjalani Ujian Sertifikasi Asesor Kompetensi, puncak dari rangkaian pelatihan intensif yang dilaksanakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon bekerja sama dengan BNSP.

Ujian sertifikasi ini dipandu langsung oleh dua Master Asesor BNSP, yaitu Mulyo Budi Setiawan dan Didiek Susilo Tamtomo, yang memberikan penilaian komprehensif terhadap kemampuan peserta dalam merencanakan, melaksanakan, dan mendokumentasikan asesmen kompetensi.

“Seluruh peserta menunjukkan penguasaan yang baik terhadap unit-unit kompetensi Asesor Kompetensi (KKNI Level 4). Mereka mampu menyusun perangkat asesmen, melaksanakan asesmen sesuai prinsip asesmen, dan mendokumentasikan hasil dengan benar. Kami nyatakan: KOMPETEN,”ujar Mulyo Budi Setiawan saat membacakan hasil evaluasi.

Keberhasilan ini menandai tonggak penting bagi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, karena kini secara resmi memiliki 24 Asesor Kompetensi bersertifikat BNSP yang siap berperan aktif dalam pelaksanaan sertifikasi di lingkungan kampus maupun masyarakat. 

Para asesor ini tersebar dalam 8 skema sertifikasi berbeda, meliputi berbagai bidang keilmuan dan keahlian strategis yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja dan pembangunan nasional.

Dalam konteks sistem sertifikasi nasional, asesor kompetensi yang dinyatakan kompeten memiliki kewenangan untuk melaksanakan asesmen sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), standar internasional, maupun standar khusus di bawah lisensi LSP.

Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., yang juga dinyatakan kompeten sebagai Asesor Penyelia Halal, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang tinggi atas capaian bersejarah ini.

“Saya sangat bangga dan bahagia. Keberhasilan ini bukan hanya milik peserta, tapi kemenangan seluruh institusi. Kita membuktikan bahwa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon siap menghadapi masa depan dengan SDM profesional, berstandar nasional, dan berdaya saing tinggi,”ujar Prof. Aan penuh semangat.

Sementara itu, Kepala LSP UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Indra Gunawan, M.Pd., menyampaikan bahwa capaian ini merupakan awal dari langkah panjang menuju penguatan kelembagaan sertifikasi profesi di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

“Tahapan selanjutnya adalah melakukan asesmen penuh di bawah pengawasan BNSP dalam proses Witnes. Ini penting untuk memastikan bahwa seluruh asesor menjalankan tugas asesmennya sesuai prinsip validitas, reliabilitas, dan fairness. Kami siap menjalankan proses ini demi memperkuat kredibilitas LSP,” jelasnya.

Lebih lanjut, Indra menegaskan bahwa keberhasilan ini menunjukkan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon tidak hanya adaptif tetapi juga progresif dalam membangun sistem penjaminan mutu berbasis kompetensi di era transformasi digital.

“Dengan 24 asesor kompeten dan dukungan penuh institusi, LSP UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon kini memiliki pondasi kuat untuk menjadi LSP P1 yang aktif, mandiri, dan relevan dengan kebutuhan zaman. Kami siap menjadi bagian dari ekosistem sertifikasi nasional, memperluas skema, memperkuat tata kelola, dan menjamin kualitas asesmen bagi mahasiswa serta masyarakat luas,” pungkasnya.

Capaian ini menegaskan posisi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai perguruan tinggi berbasis siber yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global, dengan komitmen nyata dalam melahirkan SDM kompeten, profesional, dan tersertifikasi nasional. (din)