Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 11 April 2025

Halalbihalal Jadi Momentum Sinergi Menuju Cirebon Maju dan Sejahtera

KABUPATEN CIREBON — Bupati Cirebon Imron menyampaikan pesan penuh makna dalam kegiatan Halalbihalal yang digelar oleh Tim Penggerak (TP) PKK dan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Cirebon.

Acara yang digelar di Pendopo Bupati Cirebon, Jumat (11/4/2025) itu berlangsung dalam suasana kekeluargaan serta penuh kehangatan.

Dalam sambutannya, Bupati Imron mengucapkan selamat Idulfitri kepada seluruh masyarakat Kabupaten Cirebon. Ia juga menekankan pentingnya menjaga silaturahmi serta memperkuat kolaborasi dalam membangun daerah.

“Dalam kesempatan yang mulia ini, masih dalam bulan Syawal 1446 Hijriah, saya atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Cirebon mengucapkan Taqabbalallahu minna wa minkum, taqabbal yaa kariim, minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin,” ujar Imron.

Lebih lanjut, ia menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan silaturahmi ini yang dinilainya membawa keberkahan dan manfaat bagi kemajuan daerah.

“Saya merasa sangat bersyukur pada kesempatan ini dapat bersilaturahmi dengan para Tim Penggerak PKK dan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Cirebon melalui silaturahmi halalbihalal yang Insyaallah dirahmati Allah SWT,” ungkapnya.

Imron juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan ini.

Ia menyebut, halalbihalal dapat menjadi wadah untuk menyatukan visi dan pemikiran, guna mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi Kabupaten Cirebon.

“Kegiatan ini dapat dijadikan sebagai momentum yang mampu memperkuat serta mempertemukan visi dan pemikiran dari seluruh elemen yang ada,” ucapnya.

“Diharapkan tersinergikan, dalam rangka memecahkan berbagai macam tantangan dan permasalahan yang dihadapi, guna mewujudkan Kabupaten Cirebon yang lebih maju,” tegas Imron.

Melalui kegiatan halalbihalal ini, Pemerintah Kabupaten Cirebon berharap terjalinnya kolaborasi dan sinergi yang lebih kuat antarorganisasi dan masyarakat untuk membangun daerah yang berdaya saing, maju, dan sejahtera.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Cirebon Nunung Roosmini Imron, juga memohon maaf lahir dan batin kepada masyarakat serta tamu yang ada di lokasi.

Nunung berterima kasih kepada Bupati Cirebon yang telah menyempatkan hadir dalam kegiatan halalbihalal.

Nunung juga menyampaikan tentang rencana kegiatan Hari Kesatuan Gerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (HKG PKK).

“Sebentar lagi akan ada HKG yang ke-53. Tapi sebelum HKG, ada binwil dulu,” kata Nunung. 

Bupati Imron Pastikan Perbaikan Tiga Ruas Jalan di Wilayah Cirebon Timur

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon memastikan akan memulai perbaikan infrastruktur tiga ruas jalan utama di wilayah Cirebon Timur pada Agustus 2025.

Kepastian ini disampaikan Bupati Cirebon Imron pada saat menghadiri pertemuan bersama unsur Forkopimda, tokoh masyarakat serta sejumlah kepala perangkat daerah di Cafe Dusun Mahkota, Kecamatan Ciledug, Kamis (10/4/2025).

Pertemuan tersebut membahas kelanjutan pembangunan infrastruktur yang sebelumnya tertunda akibat kebijakan efisiensi anggaran, khususnya terkait Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat.

Imron menjelaskan, pertemuan ini bertujuan untuk menjelaskan langsung kepada masyarakat perihal kondisi anggaran dan komitmen pemerintah daerah dalam pembangunan infrastruktur.

“Pada hari ini, kami bersilaturahmi dengan tokoh-tokoh Cirebon Timur yang mempunyai aspirasi tentang masalah pembangunan, terutama tentang masalah jalan. Maka, kami didampingi oleh Forkopimda dan juga para kepala dinas,” ujar Imron.

Ia mengakui, beberapa program pembangunan mengalami penyesuaian akibat efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Namun, hal itu tidak berarti pembangunan akan berhenti.

“Kami tetap akan membangun. Dana dari efisiensi yang lain kami alihkan. Jalan dari Babakan sampai Waled juga kami akan perbaiki,” jelas Imron.

“Dari Karangsembung sampai Karangwareng dan Waled juga akan diperbaiki. Usulan dari masyarakat kami tampung dan bicarakan dengan kepala dinas,” sambungnya.

Menanggapi pertanyaan soal sumber anggaran, Imron menjelaskan, bahwa proyek jalan tersebut tidak menggunakan anggaran perubahan, tetapi menggunakan anggaran murni yang telah diusulkan kembali setelah DAK dicoret.

“Yang tadinya sudah dianggarkan dari DAK itu ternyata terkena efisiensi, maka kami mencari sumber (anggaran) lain,” ungkap Imron.

“Kami sudah membahas dengan DPRD, dan tadi juga sudah diputuskan. Meskipun tidak bisa 100 persen, perbaikannya tetap akan dilaksanakan tahun ini, dimulai bulan Juli atau Agustus,” ujarnya.

Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman, yang akrab disapa Jigus ini menambahkan, bahwa ruas jalan Gebang Ilir-Waled menjadi prioritas dalam proyek perbaikan infrastruktur tahun ini.

“Alhamdulillah, yang pertama kami apresiasi kepada Ibu Kapolres yang telah memfasilitasi pertemuan ini. Tadi, sudah ada jawaban dari Pak Bupati terkait ruas jalan Gebang Ilir–Waled. Insya Allah akan direalisasikan pada Agustus 2025,” ujar Agus.

Ia menjelaskan, proyek ini sempat hilang dari dokumen anggaran, karena terkena efisiensi. Namun, kini pemerintah pusat memberikan sinyal positif melalui kebijakan bagi hasil pajak yang memungkinkan pengalokasian kembali.

“Meskipun awalnya muncul di anggaran, tapi karena efisiensi, hilang. Alhamdulillah kita mendapat kabar baik, karena ada instruksi Presiden terkait bagi hasil pajak. Insya Allah bisa direalisasikan tahun ini,” tegasnya.

Kapolresta Cirebon Kombes Pol Sumarni, menyoroti pentingnya komunikasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat guna menjaga stabilitas wilayah.

“Dari infrastruktur, SDM, hingga situasi kamtibmas, kita semua ingin Kabupaten Cirebon maju dan masyarakatnya sejahtera. Kita ingin situasi yang kondusif,” ujar Sumarni.

Ia menyampaikan kekhawatiran soal selebaran atau flyer yang beredar di media sosial, yang menunjukkan ketidaktahuan masyarakat terhadap rencana pembangunan.

“Flyer-flyer itu saya lihat di media sosial. Mungkin karena kurangnya sosialisasi, jadi masyarakat belum tahu bahwa rencana perbaikannya sudah diagendakan,” ucapnya.

Sumarni berharap, masyarakat bisa tetap menjaga suasana kondusif demi menarik minat investasi ke Kabupaten Cirebon.

“Banyak investor yang sedang menimbang untuk masuk ke sini. Mereka pasti melihat kondisi daerah, apakah kondusif, memudahkan, atau menyulitkan,” jelasnya.

Kepala Dinas PUTR Kabupaten Cirebon Iwan Rizki, merinci tiga ruas jalan yang akan dikerjakan, yakni Sindanglaut–Pabuaran, Gebang Ilir–Waled, dan Kalipasung–Serang.

“Tiga ruas jalan ini sudah teralokasikan anggarannya dari hasil rapat TAPD. Untuk Gebang Ilir–Walet Rp10 miliar, Sindanglaut–Pabuaran Rp5 miliar, dan Kalipasung–Serang Rp2,3 miliar,” jelas Iwan.

Ia menyebut, usulan awal ke DAK sebenarnya mencapai Rp27 miliar, namun hanya Rp15 miliar yang kini tersedia. Sebagian besar anggaran infrastruktur lainnya, menurut Iwan, tersebar di luar Dinas PUTR.

“Penanganan jalan tidak bisa 100 persen, karena keterbatasan anggaran. Beberapa kegiatan lain, seperti trotoar akan dikurangi dan dialihkan untuk mendukung proyek ini,” ujarnya.

Perwakilan tokoh masyarakat Cirebon Timur Dade Mustofa menyampaikan, bahwa aksi yang telah direncanakan masyarakat tetap akan dilaksanakan, namun dengan format yang lebih santun.

“Aksi tetap kita lakukan, tapi ada perubahan format. Tidak ada penanaman pohon, karena musim hujan sudah lewat. Kami juga meminta dengan hormat, agar Wakil Bupati Cirebon bisa hadir dalam aksi itu bersama OPD terkait,” ujarnya.

Dade menjelaskan, bahwa masyarakat Cirebon Timur hanya ingin memastikan pembangunan yang dijanjikan benar-benar dilaksanakan, terutama karena tiga ruas jalan itu sangat vital bagi aktivitas warga.

“Jalan Gebang Ilir–Waled, Sindanglaut–Pabuaran, dan Kalipasung–Serang ini dijanjikan tahun lalu. Jalan itu penting karena menuju rumah sakit, pasar, dan area aktivitas warga lainnya,” jelasnya.

Ia menegaskan, bahwa pertemuan ini bukan untuk membatalkan aksi masyarakat, melainkan sebagai bentuk komunikasi awal yang akan terus dikawal hingga pembangunan benar-benar berjalan. (din)

Pemda Provinsi Jawa Barat Menggelar Abdi Nagri Nganjang Kah Warga

KOTA BANDUNG - Bagian dari upaya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, Pemda Provinsi Jawa Barat akan menggelar Abdi Nagri Nganjang ka Warga. 

Abdi Nagri Nganjang ka Warga adalah kegiatan yang digagas oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang bertujuan untuk mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat. 

Pelaksanaan edisi pertama akan digelar pada Sabtu (12/4/ 2025) di  halaman Bale Pakuan/ Gedung Pakuan, Kota Bandung, mulai pukul 08.30 WIB. 

Untuk selanjutnya, kegiatan ini dilaksanakan setiap Rabu secara tematik di desa atau kelurahan yang membutuhkan intervensi layanan publik. 

Berbagai bentuk kegiatan dalam Abdi Nagri Nganjang ka Warga, di antaranya pelayanan publik berupa layanan langsung kepada masyarakat, kegiatan edukasi, yaitu layanan edukasi dan sosialisasi, serta kegiatan rekreatif berupa layanan hiburan masyarakat yang edukatif. 

Terkait pelayanan publik, dilaksanakan sejumlah layanan perangkat daerah, yakni Cek Kesehatan Gratis, Samsat Keliling, SIM Keliling, pembagian 1.500 _pax_ susu pasteurisasi, perekaman KTP dan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD), dan pendaftaran/pengaduan BPJS dan Ketenagakerjaan. 

Selain itu, pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dan konsultasi UMKM, Moyanvet (Mobil Pelayanan Veteriner), pemdampingan lansia dan anak terlantar, serta layanan bibit gratis. 

Selain memberikan pelayanan kepada masyarakat, dalam Abdi Nagri Nganjang ka Warga yang pertama ini juga menyuguhkan panggung hiburan edukatif, di antaranya wayang golek, dongeng anak, _photobooth_, Calung Sunda Bobodoran, lomba anak berupa lomba menyanyi, baca puisi, serta keterampilan lain. 




Kinerja Cepat Tanggap Kadis DLH Kota Cirebon, dr. Yuni, Wujud Nyata Ciptakan Lingkungan Bersih dan Bebas Banjir

 


FOKUS CIREBON, FC – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon, dr. Yuni, menuai apresiasi berkat kinerjanya yang cepat tanggap dalam menangani persoalan sampah di wilayah Kota Cirebon. 

Respons cepat yang dilakukan tidak hanya menjadi solusi atas permasalahan sampah, tetapi juga menjadi upaya preventif dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan meminimalisir potensi banjir.

Langkah sigap tersebut terlihat dari kesigapan para petugas kebersihan yang langsung turun ke lapangan begitu mendapat laporan dari masyarakat. 

Tak hanya petugas lapangan, para staf di lingkungan DLH juga menunjukkan semangat kerja yang tinggi dan responsif dalam menanggapi berbagai persoalan kebersihan yang terjadi.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi dari semua pihak, terutama masyarakat, sangat penting untuk menjaga lingkungan tetap bersih,” ujar dr. Yuni dalam keterangannya.

Meski telah menunjukkan kinerja optimal, DLH Kota Cirebon terus mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Salah satunya dengan tidak membuang sampah sembarangan dan mendukung program-program kebersihan yang dijalankan pemerintah kota.

"Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, Kota Cirebon diharapkan bisa menjadi kota yang bersih, sehat, dan terbebas dari ancaman banjir akibat penumpukan sampah," tandasnya. (Nurdin)

Dedi Mulyadi Harap Jadi Kota Percontohan Nyaman Bersih

 HARI JADI KOTA SUKABUMI

KOTA SUKABUMI -- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berharap Sukabumi jadi kota percontohan nyaman dan bersih yang bakal berimplikasi pada peningkatan dunia pariwisata. 

Untuk itu Gubernur minta Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki dan Wakil Wali Kota Bobby Maulana bergerak cepat mengidentifikasi permasalahan kota yang dirasakan masyarakat kemudian membuat solusinya. 

"Pemerintahnya harus mulai rajin, kalau (seperti) di kota (Sukabumi) itu gampang, Wali Kota itu kemana-mana naik sepeda ke gang-gang. Selesai dalam satu bulan bisa teridentifikasi masalah," ujar Dedi Mulyadi usai Rapat Paripurna Hari Jadi  ke – 111 Kota Sukabumi di Gedung DPRD Kota Sukabumi, Kamis (10/4/2025). 

Menurut KDM – sapaan akrab Dedi Mulyadi – Pemda  Kota Sukabumi juga perlu memperhatikan kualitas kebersihan di pasar tradisional. Apabila pelayanan nya baik dan kebersihan lingkungan terjaga, maka akan menarik minat wisatawan datang ke kota Sukabumi. 

"Layanan pasar harus bersih karena ini kota harus baik. Sehingga insyaallah nanti akan memiliki implikasi pada tumbuhnya partisipasi orang, tingkat kunjungan nanti orang nginep nyaman, makan nyaman. Karena (sebuah) kota itu, (faktor pendukung) penghasilannya," kata Dedi. 

Gubernur mengingatkan Wali Kota Sukabumi untuk mengoptimalkan pelayanan dasar air bersih, pemerataan sambungan listrik, pengelolaan sampah, serta menurunkan angka kemiskinan. 

"Kemudian layanan pendidikan dasar dan pendidikan menengahnya dalam keadaan baik dan semua (masyarakatnya) tertampung apalagi sekarang akan menghadapi musim penerimaan sma/smk," katanya. 

Menurut Gubernur, Kota Sukabumi dengan sejarah sebagai pusat perkebunan punya modal kuat untuk maju. Karena itu Gubernur minta identitas tersebut dimunculkan kembali. 

"Sukabumi harus segera menata diri sebagai kota. Kan dulu pusat kota perkebunan, silsilah sejarah itu harus segera dilihat dan dicari nomenklaturnya serta rangkaian sejarahnya cari dasar-dasar dulu dibentuknya Kota Sukabumi," imbuhnya. 

"Sehingga nanti dari situ bisa di - _branding_ sebagai kota perkebunan pada zaman itu. Kalau sekarang sudah berubah iklimnya, tetap nuansa kotanya harus tetap di tata dan dijaga," tutup Dedi. 

Hari Jadi Kota Sukabumi ditetapkan jatuh pada 1 April. Nama Sukabumi sendiri sudah ada sejak era kolonial Belanda tahun 1815, dicetuskan ahli bedah dan pengusaha kopi Andries de Wilde. 

Sukabumi dulu adalah permukiman bagian dari Distrik Gunung Parang, Wilayah Pemekaran Cianjur, Keresidenan Preanger. Seiring pembangunan Jalan Raya Raya Pos oleh Daendles,  banyak orang Eropa yang menetap, serta keberadaan perkebunan, status Sukabumi meningkat dari distrik menjadi kota praja (_Gementee_).

Di era penjajahan Jepang, Sukabumi bernama Soekaboemi Shi. Setelah kemerdekaan namanya menjadi Kota Praja Sukabumi, dan pada 1965 menjadi Kotamadya Tingkat II.  Sampai akhirnya di era otonomi daerah menjadi Kota Sukabumi yang terpisah dari Kabupaten Sukabumi. 




Kamis, 10 April 2025

Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tinjau Kebersihan Jalan Protokol Serta Pemeliharaan Taman

CIREBON – Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, bersama Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, melakukan kegiatan monitoring di sejumlah titik jalan protokol dan taman kota, Kamis (10/4/2025). 

Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program kebersihan yang tengah berjalan, serta memastikan perawatan taman dan ruang publik di Kota Cirebon berjalan dengan baik. 

Beberapa perangkat daerah terkait juga ikut serta dalam kegiatan monitoring tersebut, guna memastikan keterlibatan dan koordinasi yang optimal di setiap sektor.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota menyampaikan bahwa pemeliharaan ruang publik, khususnya jalan protokol dan taman kota, memang sudah direncanakan sejak awal kepemimpinannya. 

"Selama ini, kebersihan dan perawatan taman belum sepenuhnya terkelola dengan baik. Untuk itu, kami bersama Ibu Wakil Wali Kota sepakat bahwa ini saatnya untuk memberikan perhatian serius terhadap kebersihan jalan protokol dan pemeliharaan taman kota," ujarnya.

Wali Kota juga mengungkapkan komitmen pemerintah kota untuk menjadikan Cirebon sebagai kota yang lebih indah dan nyaman bagi masyarakat. 

"Kami ingin agar Kota Cirebon menjadi rapi dan bersih, sehingga warga bisa menikmati keindahan kota dengan nyaman," katanya. 

Lebih lanjut, Wali Kota menyebutkan bahwa dalam upaya pemeliharaan taman dan kebersihan jalan protokol, pihaknya akan berkolaborasi dengan berbagai stakeholder terkait, termasuk swasta dan masyarakat. 

"Kami sadar bahwa untuk mewujudkan Kota Cirebon yang lebih indah, perlu ada kerja sama dari banyak pihak. Kami juga akan menyesuaikan dengan anggaran yang ada," tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota dan Wakil Wali Kota juga meninjau langsung sejumlah titik yang telah dibersihkan, termasuk jalan-jalan utama yang sering dilalui oleh masyarakat. 

"Kami sangat mengapresiasi kerja keras para petugas kebersihan dan berbagai pihak yang telah membantu merealisasikan program ini. Ini adalah langkah awal untuk menjadikan Kota Cirebon lebih bersih dan tertata rapi," lanjutnya.

Di akhir kegiatan, Wali Kota berharap agar masyarakat Cirebon turut berperan aktif dalam menjaga kebersihan dan keindahan kota. 

"Kami tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman. Semoga dengan upaya ini, Kota Cirebon tidak hanya maju, tetapi juga hijau dan asri," tutupnya. (Dira)



Wali Kota Resmi Buka Seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka 2025

CIREBON – Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, secara resmi membuka Seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka Tingkat Kota Cirebon Tahun 2025. Upacara pembukaan digelar dalam apel pagi di Balai Kota Cirebon, Kamis (10/4/2025).

Acara ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Agus Mulyadi, serta para asisten dan sejumlah kepala perangkat daerah. Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan rasa terhormatnya dapat berada di tengah-tengah para pemuda-pemudi terbaik Kota Cirebon yang telah berkomitmen mengikuti seleksi dengan semangat dan tekad yang tinggi.

Wali Kota mengungkapkan bahwa Pasukan Pengibar Bendera Pusaka bukan hanya sekadar tim yang tampil dalam upacara, melainkan simbol nilai luhur bangsa Indonesia, seperti nasionalisme, keberanian, kebersamaan, dan pengorbanan. 

Menurutnya, tugas mengibarkan Bendera Merah Putih adalah tugas mulia yang tak mudah. Bendera ini melambangkan perjuangan dan kemerdekaan bangsa Indonesia yang diraih dengan pengorbanan besar. Menjadi bagian dari pasukan ini adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab yang besar bagi setiap anggotanya.

Wali Kota juga mengingatkan para peserta seleksi bahwa mereka tidak hanya mewakili diri sendiri, tetapi juga keluarga, sekolah, dan masyarakat Kota Cirebon. Proses seleksi ini adalah ujian untuk mengukur kedewasaan, kedisiplinan, dan keteguhan hati.

“Ini adalah kesempatan untuk menunjukkan bahwa kalian adalah generasi penerus yang siap melanjutkan perjuangan para pendahulu dengan semangat dan kebijaksanaan yang lebih tinggi,” ujar Wali Kota.

Selain itu, Wali Kota juga mengapresiasi dedikasi para pelatih dan panitia yang telah memberikan bimbingan dan dukungan penuh kepada peserta seleksi. Ia berharap agar seleksi ini menghasilkan pasukan pengibar bendera yang tangguh, tidak hanya secara fisik, tetapi juga dalam karakter dan semangat kebangsaan.

Bagi peserta yang terpilih nanti, Wali Kota berpesan agar selalu mengingat bahwa mereka membawa harapan dan cita-cita bangsa Indonesia. Ia menekankan bahwa generasi muda harus siap menghadapi tantangan global dengan semangat cinta tanah air yang tak tergoyahkan.

Bagi peserta yang tidak lolos seleksi, Wali Kota mengingatkan bahwa kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. “Kalian telah menunjukkan keberanian dan semangat yang luar biasa, itu adalah kemenangan yang patut dibanggakan,” tambahnya.

Sebagai penutup, Wali Kota memberikan empat pesan penting untuk peserta seleksi. Diantaranya tetap menjaga semangat juang, disiplin adalah kunci utama, berlatih dengan hati yang penuh semangat, dan menjaga persatuan serta kebersamaan.

"Semoga generasi muda Kota Cirebon semakin tangguh dalam menghadapi tantangan di masa depan," harapnya. (Ara)



Bupati Imron Pastikan Perbaikan Tiga Ruas Jalan di Wilayah Cirebon Timur

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon memastikan akan memulai perbaikan infrastruktur tiga ruas jalan utama di wilayah Cirebon Timur pada Agustus 2025.

Kepastian ini disampaikan Bupati Cirebon Imron pada saat menghadiri pertemuan bersama unsur Forkopimda, tokoh masyarakat serta sejumlah kepala perangkat daerah di Cafe Dusun Mahkota, Kecamatan Ciledug, Kamis (10/4/2025).

Pertemuan tersebut membahas kelanjutan pembangunan infrastruktur yang sebelumnya tertunda akibat kebijakan efisiensi anggaran, khususnya terkait Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat.

Imron menjelaskan, pertemuan ini bertujuan untuk menjelaskan langsung kepada masyarakat perihal kondisi anggaran dan komitmen pemerintah daerah dalam pembangunan infrastruktur.

“Pada hari ini, kami bersilaturahmi dengan tokoh-tokoh Cirebon Timur yang mempunyai aspirasi tentang masalah pembangunan, terutama tentang masalah jalan. Maka, kami didampingi oleh Forkopimda dan juga para kepala dinas,” ujar Imron.

Ia mengakui, beberapa program pembangunan mengalami penyesuaian akibat efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Namun, hal itu tidak berarti pembangunan akan berhenti.

“Kami tetap akan membangun. Dana dari efisiensi yang lain kami alihkan. Jalan dari Babakan sampai Waled juga kami akan perbaiki,” jelas Imron.

“Dari Karangsembung sampai Karangwareng dan Waled juga akan diperbaiki. Usulan dari masyarakat kami tampung dan bicarakan dengan kepala dinas,” sambungnya.

Menanggapi pertanyaan soal sumber anggaran, Imron menjelaskan, bahwa proyek jalan tersebut tidak menggunakan anggaran perubahan, tetapi menggunakan anggaran murni yang telah diusulkan kembali setelah DAK dicoret.

“Yang tadinya sudah dianggarkan dari DAK itu ternyata terkena efisiensi, maka kami mencari sumber (anggaran) lain,” ungkap Imron.

“Kami sudah membahas dengan DPRD, dan tadi juga sudah diputuskan. Meskipun tidak bisa 100 persen, perbaikannya tetap akan dilaksanakan tahun ini, dimulai bulan Juli atau Agustus,” ujarnya.

Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman, yang akrab disapa Jigus ini menambahkan, bahwa ruas jalan Gebang Ilir-Waled menjadi prioritas dalam proyek perbaikan infrastruktur tahun ini.

“Alhamdulillah, yang pertama kami apresiasi kepada Ibu Kapolres yang telah memfasilitasi pertemuan ini. Tadi, sudah ada jawaban dari Pak Bupati terkait ruas jalan Gebang Ilir–Waled. Insya Allah akan direalisasikan pada Agustus 2025,” ujar Agus.

Ia menjelaskan, proyek ini sempat hilang dari dokumen anggaran, karena terkena efisiensi. Namun, kini pemerintah pusat memberikan sinyal positif melalui kebijakan bagi hasil pajak yang memungkinkan pengalokasian kembali.

“Meskipun awalnya muncul di anggaran, tapi karena efisiensi, hilang. Alhamdulillah kita mendapat kabar baik, karena ada instruksi Presiden terkait bagi hasil pajak. Insya Allah bisa direalisasikan tahun ini,” tegasnya.

Kapolresta Cirebon Kombes Pol Sumarni, menyoroti pentingnya komunikasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat guna menjaga stabilitas wilayah.

“Dari infrastruktur, SDM, hingga situasi kamtibmas, kita semua ingin Kabupaten Cirebon maju dan masyarakatnya sejahtera. Kita ingin situasi yang kondusif,” ujar Sumarni.

Ia menyampaikan kekhawatiran soal selebaran atau flyer yang beredar di media sosial, yang menunjukkan ketidaktahuan masyarakat terhadap rencana pembangunan.

“Flyer-flyer itu saya lihat di media sosial. Mungkin karena kurangnya sosialisasi, jadi masyarakat belum tahu bahwa rencana perbaikannya sudah diagendakan,” ucapnya.

Sumarni berharap, masyarakat bisa tetap menjaga suasana kondusif demi menarik minat investasi ke Kabupaten Cirebon.

“Banyak investor yang sedang menimbang untuk masuk ke sini. Mereka pasti melihat kondisi daerah, apakah kondusif, memudahkan, atau menyulitkan,” jelasnya.

Kepala Dinas PUTR Kabupaten Cirebon Iwan Rizki, merinci tiga ruas jalan yang akan dikerjakan, yakni Sindanglaut–Pabuaran, Gebang Ilir–Waled, dan Kalipasung–Serang.

“Tiga ruas jalan ini sudah teralokasikan anggarannya dari hasil rapat TAPD. Untuk Gebang Ilir–Walet Rp10 miliar, Sindanglaut–Pabuaran Rp5 miliar, dan Kalipasung–Serang Rp2,3 miliar,” jelas Iwan.

Ia menyebut, usulan awal ke DAK sebenarnya mencapai Rp27 miliar, namun hanya Rp15 miliar yang kini tersedia. Sebagian besar anggaran infrastruktur lainnya, menurut Iwan, tersebar di luar Dinas PUTR.

“Penanganan jalan tidak bisa 100 persen, karena keterbatasan anggaran. Beberapa kegiatan lain, seperti trotoar akan dikurangi dan dialihkan untuk mendukung proyek ini,” ujarnya.

Perwakilan tokoh masyarakat Cirebon Timur Dade Mustofa menyampaikan, bahwa aksi yang telah direncanakan masyarakat tetap akan dilaksanakan, namun dengan format yang lebih santun.

“Aksi tetap kita lakukan, tapi ada perubahan format. Tidak ada penanaman pohon, karena musim hujan sudah lewat. Kami juga meminta dengan hormat, agar Wakil Bupati Cirebon bisa hadir dalam aksi itu bersama OPD terkait,” ujarnya.

Dade menjelaskan, bahwa masyarakat Cirebon Timur hanya ingin memastikan pembangunan yang dijanjikan benar-benar dilaksanakan, terutama karena tiga ruas jalan itu sangat vital bagi aktivitas warga.

“Jalan Gebang Ilir–Waled, Sindanglaut–Pabuaran, dan Kalipasung–Serang ini dijanjikan tahun lalu. Jalan itu penting karena menuju rumah sakit, pasar, dan area aktivitas warga lainnya,” jelasnya.

Ia menegaskan, bahwa pertemuan ini bukan untuk membatalkan aksi masyarakat, melainkan sebagai bentuk komunikasi awal yang akan terus dikawal hingga pembangunan benar-benar berjalan. 

Terima Aspirasi, DPRD Kota Cirebon Apresiasi Kesiapsiagaan Tagana Hadapi Bencana

CIREBON – DPRD merespons positif aspirasi Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Cirebon yang meminta adanya insentif. DPRD juga mengapresiasi kesiapsiagaan Tagana Kota Cirebon ketika terjadi bencana.

Pada kesempatan itu pimpinan dan anggota DPRD menyampaikan dedikasi dan kinerja Tagana dalam penanganan berbagai kejadian bencana di wilayah Kota Cirebon.

Hal itu disampaikan Ketua DPRD Kota Cirebon, Andrie Sulistio SE saat rapat dengar pendapat tentang kesiapsiagaan bencana bersama Dinsos dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) di Griya Sawala, Kamis (10/4/2025).

Memimpin jalannya rapat, Ketua DPRD Kota Cirebon Andrie Sulistio SE menyampaikan bahwa peran Tagana sangat vital dalam membantu masyarakat ketika terjadinya bencana.

Ia menilai, dedikasi Tagana patut diapresiasi sebab seringkali bekerja dalam kondisi sulit demi kemanusiaan.

“Kami apresiasi kerja keras Tagana di lapangan, karena ketika terjadi banjir, pohon tumbang mereka siap siaga membantu, jiwa sosialnya luar biasa,” kata Andrie usai rapat.

Kendati demikian, DPRD berharap kepada seluruh anggota Tagana agar terus solid dan militan dalam menjalankan tugas untuk masyarakat.

Di samping itu, DPRD dan Pemda Kota Cirebon pun tengah berfokus dalam langkah preventif terhadap bencana yang terjadi di daerah, salah satunya banjir.

“Semoga Tagana tetap militan, sebab mereka telah menjadi bagian penting dalam sistem penanggulangan bencana yang tangguh di Kota Cirebon,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua Komisi III Sarifudin SH juga menyampaikan apresiasi atas kerja keras Tagana dalam membantu masyarakat ketika terjadinya bencana.

Meski bersifat relawan, Sarifudin merekomendasikan agar pemda mampu memenuhi kebutuhan Tagana dalam melaksanakan tugasnya di lapangan.

Ia pun akan mendukung kegiatan-kegiatan Tagana, baik yang bersifat pencegahan maupun penanganan kebencanaan.

“Untuk teman-teman Tagana, tetap semangat dalam membantu masyarakat Kota Cirebon, dan kami juga mensupport agar kegiatannya lebih optimal ke depan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Tagana Kota Cirebon Subagio menyampaikan terima kasih atas kesempatan yang diberikan DPRD. Khususnya untuk menyampaikan kinerja dan hal-hal yang dibutuhkan Tagana.

Subagio pun berharap, seluruh anggotanya agar lebih diperhatikan, seperti pemenuhan sarana dan prasarana yang mendukung kerja di lapangan saat terjadinya bencana.

“Kami berharap Tagana dapat diperhatikan, karena tenaga yang dikerahkan cukup luar biasa dan dapat mendukung program kegiatan maupun fasilitas,” ujarnya.

Hadir dalam rapat, Sekretaris Komisi III DPRD Kota Cirebon R Endah Arisyanasakanti SH, dan anggota Komisi III Indra Kusumah Setiawan Amd, serta perwakilan Dinsos Kota Cirebon. (Ara)

Pemkot Cirebon dan BBWS Cimancis Bahas Langkah Strategis untuk Normalisasi Sungai Serta Penanggulangan Banjir

 

CIREBON – Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, bersama Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, melakukan kunjungan kerja ke kantor Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung (BBWS Cimancis) di Kota Cirebon, Kamis (10/4/2025). 

Kunjungan tersebut juga dihadiri oleh sejumlah kepala perangkat daerah, asisten, dan staf ahli yang membahas berbagai langkah strategis untuk mengatasi permasalahan banjir yang selama ini menjadi tantangan besar bagi kota ini.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota mengungkapkan rasa syukurnya atas diskusi yang berlangsung dengan hangat, terbuka, dan penuh solusi. 

"Alhamdulillah, hari ini kami bersama Ibu Wakil Wali Kota dan dinas terkait, serta BBWS, melakukan diskusi yang cukup produktif. Kami saling berbagi ide dan mencari jalan keluar untuk berbagai permasalahan yang ada," ujarnya. 

Wali Kota menegaskan, salah satu fokus utama dalam pertemuan ini adalah rencana normalisasi sungai-sungai yang ada di Kota Cirebon. Menurut Wali Kota, program normalisasi ini dijadwalkan akan dimulai pada bulan Mei 2025. 

"Skala prioritasnya adalah sungai Kedung Pane dan Sungai Sukalila. Proses normalisasi akan dilakukan secara bertahap, dengan tetap mengutamakan efisiensi dan efektivitas. Kami juga akan mengupayakan penertiban pedagang atau bangunan yang ada di sekitar sepadan sungai," lanjutnya. 

Wali Kota menambahkan, setelah pertemuan tersebut, akan ada diskusi kembali untuk membahas lebih detail terhadap persoalan yang ada. 

"Nanti kita rembuk kembali untuk teknis pelaksanaannya, yang jelas langkah ini sebagai niat tulus kami untuk Kota Cirebon menjadi lebih baik," harapnya.

Sementara itu, Kepala BBWS Cimanuk-Cisanggarung, Dwi Agus Kuncoro, menambahkan bahwa pertemuan ini membahas dua aspek penting dalam penanganan banjir di Kota Cirebon. 

"Pertama, kami akan fokus pada pengurangan persoalan banjir dengan melakukan normalisasi muara sungai dan sungai secara bertahap. Kami akan membuat peta dengan Pemerintah Daerah mengenai setiap ruas sungai yang akan dipasang alat normalisasi," jelas Dwi Agus.

Selain itu, dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak juga membahas pentingnya inventarisir aset Pemda Kota Cirebon untuk pembuatan kolam retensi tampungan air untuk mengatasi banjir yang disebabkan oleh kiriman air dari daerah hulu. 

Ia mengungkapkan bahwa kolam retensi ini akan menjadi salah satu bagian integral dari solusi jangka panjang untuk menangani banjir.

"Banjir yang sering terjadi di Kota Cirebon tidak hanya disebabkan oleh curah hujan lokal, tetapi juga oleh kiriman air dari daerah hulu. Oleh karena itu, perlu adanya kolam retensi yang bisa menampung air sebelum mengalir ke permukiman warga," tuturnya.

Terkait rencana penertiban bangunan-bangunan liar yang ada di sekitar sepadan sungai, tidak hanya untuk mengurangi risiko banjir, tetapi juga untuk menciptakan ruang terbuka yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. 

"Kami berencana menjadikan kawasan sekitar sungai sebagai area yang lebih ramah lingkungan, yang bisa berfungsi sebagai river garden atau taman tepi sungai. Warga nantinya bisa menikmati ruang hijau untuk bersantai dan berinteraksi dengan alam," ungkapnya.

Dengan adanya langkah-langkah yang lebih terencana dan terkoordinasi, diharapkan banjir yang sering terjadi di Kota Cirebon bisa diminimalisir, dan kualitas hidup masyarakat pun bisa semakin baik.

Pemerintah Kota Cirebon berharap, kolaborasi antara berbagai pihak ini bisa menjadi model untuk penanganan permasalahan serupa di daerah lainnya. (din)



Rabu, 09 April 2025

Ratusan Warga Datangi Kantor Desa, Kuwu Sampiran Sampaikan Klarifikasi Dihadapan Massa Unjukrasa

Kuwu Sampiran, saat memberikan keterangan pers di kantornya.


CIREBON, FC – Ratusan warga mendatangi kantor desa untuk meluapkan rasa ketidakpuasan kepada Kuwu Sampiran, Sujito, yang tidak menemui warga saat musibah keracunan terjadi. 

Kuwu Sampiran, Sujito, dihadapan massa aksi dan juga perwakilan warga saat berdialog di dalam kantor desa, langsung memberikan klarifikasi. 

Sujito menegaskan bahwa dirinya telah mengambil langkah dengan mengutus pegawai desa sebagai perwakilan saat musibah terjadi, karena pada saat itu dirinya sedang menjalankan tugas lain yang tidak memungkinkan untuk hadir langsung di lokasi kejadian.

“Saya sudah mengutus staf untuk mewakili saya ke tempat di mana musibah keracunan warga terjadi, jadi sangat tidak benar jika saya tidak peduli, sebab saat itu memang sedang ada tugas lain dan sudah meminta untuk diwakilkan menemui warga yang terkena musibah keracunan,” ujar Sujito. 

Pernyataan tersebut diungkapkan langsung kepada media juga warga yang tengah mengekspresikan kecemasan melalui aksi unjuk rasa di kantor Desa Sampiran.

Selain penunjukan perwakilan, pihak desa juga mengambil langkah penanganan terhadap warga yang terdampak. 

Warga yang terkena musibah, termasuk mereka yang tidak memiliki BPJS, segera dibawa ke rumah sakit dengan bantuan dari desa. Upaya tersebut dinilai sebagai bukti nyata keseriusan pihak desa dalam memberikan pelayanan dan dukungan kepada masyarakat di tengah situasi krisis.

Sebelumnya, ratusan warga mendatangi kantor desa dan menganggap bahwa Kuwu Sampiran  kurang empati atas musibah keracunan yang menimpa warganya. Dugaan tersebut memicu aksi demonstrasi di kantor desa sebagai bentuk aspirasi masyarakat. 

Namun, setelah dilakukan pertemuan melalui perwakilan warga dan didampingi Sekretaris Camat Talun, dan Kapolsek Talun serta unsur Musika lainnya, massa aksi tersebut kemudian mengakhiri demonstrasinya dengan damai.

Klarifikasi yang disampaikan Kuwu Sampiran ini diharapkan dapat meredakan keresahan warga sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pemerintah desa dalam menghadapi situasi darurat. 

Menurut Sujito, pihak Desa Sampiran tetap berkomitmen untuk terus memperbaiki sistem komunikasi dan penanganan krisis demi kesejahteraan seluruh warga. (sin)

Libur Lebaran, Destinasi di Kabupaten Cirebon Diserbu Wisatawan

KABUPATEN CIREBON – Selama libur baik sebelum maupun sesudah Lebaran 2025, sejumlah tempat wisata di Kabupaten Cirebon dipadati oleh wisatawan asal luar kota. Terutama saat libur pasca Lebaran 2025 dimana sejumlah wisata berkunjung ke beberapa destinasi di Kabupaten Cirebon.

Seperti yang diungkapkan oleh Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon, Syafrudin Aryono, Rabu (9/4/2025).

Ia menjelaskan, terdapat sejumlah destinasi wisata yang selalu dijadikan tempat untuk menghabiskan waktu libur panjang mulai dari wisata fashion, wisata religi, wisata alam dan wisata buatan.

“Dari data yang kami catat ada 9 lokasi wisata yang minimal dikunjungi oleh 2 ribu orang selama libur Lebaran 2025,” ucapnya.

Dari kesembilan destinasi wisata itu terbagi kesejumlah kategori destinasi wisata. Namun yang paling banyak dikunjungi adalah destinasi wisata buatan yang tersebar di wilayah Kabupaten Cirebon.

“Dari kesembilan destinasi itu mulai dari wisata religi, fashion, dan wisata buatan ya,” bebernya.

Ia menjelaskan, untuk kunjungan di wisata buatan terdiri dari destinasi wisata kolam renang Tropicana, kolam renang tirta gemilang, kolam renang gempol waterboom dan talaga langit.

“Untuk kunjungan di kolam renang Tropicana kami catat ada sebanyak 5.337 orang, lalu kolan renang tirta gemilang 5.577 orang, terus ada kolam renang gempol waterboom sebanyak 2.354 orang dan talaga langit ada sebanyak 9.985 orang,” ucapnya.

Kemudian untuk wisata fashion masih menjadi pilihan bagi wisatawan terutama di pasar batik trusmi sebanyak 2.755 kunjungan. Sedangkan untuk wisata alam ada beberapa yang menjadi pilihan wusatawan mulai dari taman bukit lumpang sebanyak 3.278 kunjungan lalu garden ciberes alam sebanyak 6.446 kunjungan.

“Untuk wisata religi ada di komplek makan sunan gunung jati sebanyak 2.818 kunjungan dan syekh magelung sakti ada 2.262 kunjungan,” terangnya. (Hanin)

Kuwu Sampiran, Sujito Temui Pasien Keracunan dan Beri Santunan


LCIREBON, FC – Kuwu Desa Sampiran, Sujito, telah melakukan klarifikasi secara langsung kepada warga terkait musibah keracunan yang menimpa sejumlah warga desa. Bahkan Kuwu sendiri membesuk pasien langsung di rumah sakit sekaligus juga memberikan santunan kepada yang lain.

Tak hanya memberikan penjelasan, kepada media juga Sujito mengaku sudah mengadakan pertemuan terbuka dengan masyarakat serta memberikan bantuan dan santunan kepada para korban.

Dalam keterangannya, Kuwu Sujito menegaskan bahwa Pemerintah Desa Sampiran selalu berkomitmen memberikan pelayanan yang baik, cepat, dan bermanfaat.

Ia secara rutin mengingatkan seluruh aparatur desa untuk mengutamakan pelayanan kepada masyarakat.

"Sejak awal kejadian, saya sudah meminta agar segera mewakili saya untuk cepat bergerak membantu para korban keracunan untuk mendapat pengobatan. Dalam hal ini, kami memanfaatkan fasilitas BPJS dan berbagai program lainnya agar korban bisa segera tertangani," ujar Sujito.

Selain meminta maaf dikarena tidak bisa langsung menemui para korban karena sedang menangani anggota keluarganya yang tengah sakit, namun diakuinya, Sujito sudah

 secara langsung membesuk warga yang dirawat akibat keracunan untuk memastikan  kondisi kesehatan mereka. Ia menyampaikan keprihatinan yang mendalam serta memberikan bantuan kepada keluarga korban sebagai bentuk kepedulian dan empati.

"Desa Sampiran sangat peduli terhadap lingkungan dan kondisi warga. Kami ingin memastikan bahwa seluruh warga merasa aman dan mendapatkan perhatian penuh dari pemerintah desa," tambahnya.

Langkah cepat dan responsif dari Kuwu Sujito ini sebagai wujud dan bukti kepemimpinannya yang selalu terbuka untuk warganya. 

Hanya memang dalam hal-hal tertentu ketegasan bersikap seorang pemimpin juga diperlukan, hal itu untuk menyeimbangkan keputusan atau kebijakan yang semuanya untuk bermuara kepada kepentingan warga.

Kuatkan Semangat Kebersamaan, Ratusan Sivitas Akademika UIN Siber Cirebon Hadiri Halal Bihalal Usai Libur Lebaran 1446 H

CIREBON, FC – Mengawali hari pertama masuk kerja pasca libur Idulfitri 1446 Hijriah, ratusan sivitas akademika Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang juga dikenal Cyber Islamic University (CIU), memadati halaman Gedung Rektorat pada Rabu pagi, 9 April 2025. 

Momen kebersamaan tersebut dikemas dalam acara halal bihalal yang dipimpin langsung oleh Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., didampingi para Wakil Rektor dan Ketua Senat, Prof. Dr. H. Farihin, M.Pd.

Acara berlangsung hangat dan penuh khidmat, menjadi wadah silaturahmi serta saling memaafkan di antara jajaran pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, hingga staf administrasi setelah satu bulan menjalani ibadah puasa.

Dalam sambutannya, Rektor Prof. Aan Jaelani menyampaikan bahwa halal bihalal bukan sekadar tradisi pasca-Idulfitri, melainkan juga momen penting untuk memperkuat sinergi dan semangat kerja kolektif dalam membangun UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai kampus siber unggulan nasional dan internasional.

“Momentum Syawal ini harus kita manfaatkan untuk memperbarui semangat pelayanan, memperkuat semangat kebersamaan, dan memantapkan langkah kita ke depan sebagai kampus siber yang inovatif, inklusif, dan berdaya saing global,” tegas Prof. Aan.

Senada dengan itu, Ketua Senat Prof. Farihin dalam sambutannya turut mengajak seluruh sivitas untuk menjadikan nilai-nilai Ramadan dan Idulfitri sebagai spirit dalam menjalankan tugas akademik dan pengabdian kepada masyarakat.

Suasana kekeluargaan semakin terasa ketika para pimpinan saling bersalaman dengan para dosen, tenaga kependidikan, serta staf, disambut senyum dan sapaan hangat. Tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi momen penyegaran sebelum kembali pada rutinitas kerja dan akademik.

Wakil Rektor I, II, dan III turut menyampaikan harapannya agar spirit kebersamaan ini terus terjaga sepanjang tahun, seiring dengan perkembangan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang terus melangkah maju, baik dalam peningkatan mutu akademik, kerja sama internasional, maupun transformasi digital.

Kegiatan halal bihalal ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah. Acara ini menjadi penanda awal yang penuh berkah untuk menjalani aktivitas kampus di bulan Syawal 1446 H, sekaligus mencerminkan nilai-nilai Islami yang menjadi ruh utama UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. (sin)

Selasa, 08 April 2025

Momen Halalbihalal dan Syukuran Pelantikan, Wali Kota Tegaskan Komitmen untuk Pembangunan Berkelanjutan


CIREBON – Pemerintah Kota Cirebon menggelar acara Halalbihalal dan Syukuran Pelantikan Wali Kota Cirebon dan Wakil Wali Kota Cirebon, di Balai Kota Cirebon, Selasa (8/4/2025). 

Kegiatan dihadiri oleh Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, Sekretaris Daerah, Agus Mulyadi, para asisten, para staf ahli, sejumlah unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi masyarakat dan kepemudaan dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menyampaikan ucapan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh masyarakat Kota Cirebon. 

“Sebagai manusia biasa, saya tentu tidak luput dari kekurangan dan kesalahan, baik dalam perkataan, perbuatan, maupun interaksi sehari-hari. Semoga kita bisa saling memaafkan dan melangkah ke depan dengan hati yang bersih,” ujarnya. 

Ia berharap, momen Halalbihalal ini dapat mempererat tali silaturahmi dan memperkuat persaudaraan antarwarga Kota Cirebon tanpa melihat latar belakang politik, agama, atau suku.

Wali Kota juga mengapresiasi kerja keras seluruh pihak yang telah terlibat dalam pengamanan dan pengaturan arus mudik selama periode Lebaran. 

“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua unsur Forkopimda dan personel yang bertugas, yang telah berperan besar dalam menjaga keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pemudik,” tambah Wali Kota.

Mengenai pelaksanaan acara syukuran pelantikan yang sempat tertunda, Wali Kota memberikan penjelasan bahwa setelah pelantikan, kepala daerah langsung mengikuti retreat di Magelang. 

"Di sana, kami diberikan pembekalan mengenai tugas kepala daerah serta arahan strategis terkait pembangunan dari para menteri dan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas),” jelasnya. 

Ia menekankan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk memastikan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan program pembangunan nasional.

Setelah pelaksanaan retreat, Wali Kota bersama Wakil Wali Kota segera melaksanakan koordinasi terkait program-program prioritas pembangunan yang harus segera dikerjakan, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan dasar masyarakat dan infrastruktur. 

“Kita harus memastikan setiap kebijakan yang diambil dapat memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” lanjutnya.

Pada kesempatan ini, Wali Kota juga mengungkapkan pentingnya dukungan dari seluruh lapisan masyarakat dalam menjalankan program pembangunan. Ia menegaskan bahwa tugas besar yang dihadapi oleh pemerintah Kota Cirebon mencakup bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, serta pemberdayaan ekonomi yang harus dilakukan secara bersama-sama. 

“Kami membutuhkan dukungan dan doa dari bapak-ibu sekalian untuk bisa mewujudkan kebijakan yang responsif dan berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.

Wali Kota juga memperkenalkan istri tercinta, Ibu Noviyanti Edo, yang selalu mendukungnya dalam menjalankan tugas sebagai Wali Kota. Ia mengungkapkan rasa terima kasih kepada keluarga yang selalu memberikan dukungan dan semangat.

“Tanpa dukungan keluarga, tentu saya tidak bisa menjalankan tugas ini dengan baik,” ujarnya.

Dalam bagian akhir sambutannya, Wali Kota mengajak seluruh elemen masyarakat Kota Cirebon untuk fokus pada visi besar pemerintahannya yakni "Cirebon Setara Berkelanjutan". 

Visi ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam mewujudkan kota yang seimbang, inklusif, dan berkelanjutan. “Cirebon yang lebih baik, lebih maju, dan lebih sejahtera adalah tujuan kita bersama. Mari kita bergotong royong mewujudkannya,” katanya.

Wali Kota kemudian merinci tiga fokus utama dalam mencapai visi tersebut, yaitu pertama, peningkatan infrastruktur dan kualitas layanan publik. 

“Kami akan memastikan akses yang setara untuk semua wilayah di Kota Cirebon terhadap infrastruktur dasar yang memadai,” katanya. 

Kedua, pemberdayaan ekonomi lokal dengan mendorong perkembangan UMKM dan menciptakan lapangan kerja. “Kami akan fokus mengembangkan ekonomi lokal agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” lanjutnya.

Ketiga, pelestarian lingkungan. Menurut Wali Kota, pembangunan yang ramah lingkungan akan menjadi prioritas, karena pihaknya percaya bahwa keberlanjutan sumber daya alam dan penanganan isu perubahan iklim adalah kunci untuk masa depan yang lebih baik bagi Kota Cirebon.

Ia menutup sambutannya dengan optimisme bahwa hanya dengan kebersamaan, Cirebon dapat mengatasi segala tantangan yang ada. “Mari kita jadikan Kota Cirebon sebagai contoh kota yang tidak hanya bertumbuh secara ekonomi, tetapi juga memiliki kualitas hidup yang berkelanjutan bagi seluruh masyarakatnya,” tutupnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada tim sukses, relawan, dan seluruh pihak yang telah berjuang bersama dalam memenangkan mereka dalam pemilihan kepala daerah. 

“Proses politik sudah selesai. Kini saatnya kita fokus bekerja untuk kemajuan Kota Cirebon,” ujarnya. Ia mengajak seluruh pihak untuk melupakan perbedaan politik dan bekerja bersama untuk mewujudkan Cirebon yang lebih baik.

Acara Halalbihalal dan Syukuran Pelantikan ini diakhiri dengan ramah tamah dan saling bermaafan antar hadirin, yang mencerminkan semangat kebersamaan dan saling mendukung untuk mencapai tujuan bersama dalam membangun Kota Cirebon ke arah yang lebih baik. (Ara)


DKM Al Muhajirin Adakan Acara Halal Bihalal dan Rancang Program Memakmurkan Masjid


CIREBON, FC – Dalam semangat Idul Fitri 1446 H dan masih dalam suasana bulan Syawal yang penuh berkah, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Muhajirin Sumber Asri RW 05, Desa Kecomberan, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, menggelar acara Halal Bihalal pada hari ini.

Acara ini dihadiri oleh para pengurus masjid yang berkumpul untuk saling bermaaf-maafan dan mempererat tali silaturrahmi. Suasana haru, gembira, dan penuh kehangatan terasa begitu kental di antara para pengurus yang hadir, menjadikan momen ini sebagai penguat semangat kebersamaan dalam menjalankan tugas dan amanah dakwah ke depan.

Ustadz Oman Nurohcman, yang menjadi tuan rumah dalam kegiatan ini, menyampaikan bahwa Halal Bihalal ini merupakan bagian dari upaya mempererat ukhuwah islamiyah antar pengurus DKM Al Muhajirin. 

“Ini adalah ajang silaturrahmi yang insya Allah membawa keberkahan dan memperkuat kerja sama kita dalam mengelola masjid,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DKM Al Muhajirin, Ustadz Gaos, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan penutup dari rangkaian kegiatan sepanjang bulan suci Ramadan, mulai dari pelaksanaan ibadah, penerimaan dan pembagian zakat fitrah, hingga pelaksanaan Salat Idul Fitri.

Ustadz Gaos juga menjalankan tentang bahasa Halal Bihalal yang diakui hanya ada di Indonesia. Namun demikian tradisi ini harus tetap dilestarikan mengingat kegiatan Halal Bihalal ini sangat positif. 

Selain itu, kata Ustadz Gaos, juga berharap kegiatan Halal Bihalal ini juga bisa diisi dengan tukar pikiran bersama untuk perbaikan dan kemajuan DKM Al Muhajirin Sumber Asri ke depan. 

Banyak harapan yang disampaikan Ketua DKM Al Muhajirin ini, agar keberadaan DKM Al Muhajirin bisa dirasakan manfaatnya oleh warga Sumber Asri dan warga lainnya, baik melalui program yang ada maupun melalui kegiatan- kegiatan lainnya.  

Menurut Ustad Gaos ada harapan dari semua ini adalah bagaimana dari program DKM yang ada bisa menggairahkan para jamaah dan warga Sumber Asri terhadap masjid yang kita cintai bersama ini.

“Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang pembubaran panitia zakat fitrah. Semoga segala amal ibadah kita selama Ramadan lalu diterima Allah SWT dan kegiatan ini membawa keberkahan bagi kita semua,” paparnya.

Dengan berlangsungnya Halal Bihalal ini, para pengurus DKM berharap dapat terus menjaga semangat kebersamaan dan pelayanan terhadap jamaah masjid dan warga sekitar, serta menjadi bagian dari penguatan nilai-nilai keislaman di lingkungan RW 05 Sumber Asri. (din)

Halal Bihalal Pertama Gubernur Dedi Mulyadi

 ASN Jangan Lagi Administratif tapi Taktis

KOTA BANDUNG -- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi halal bihalal Idulfitri dengan seluruh pegawai Pemda Provinsi Jabar di halaman Gedung Sate Bandung, Selasa (8/5/2025). 

Ini merupakan halal bihalal pertamanya semenjak dilantik sebagai Gubernur Jabar. Dalam kesempatan itu, Dedi mengucapkan permohonan maaf lahir batin kemudian menyalami satu per satu pegawai hingga pegawai kebersihan dan satuan pengamanan.

"Saya minta maaf kepada seluruh jajaran pejabat kepada Pak Wagub, Pak Sekda, kepala dinas, badan, dan semua staf, ini pertama kali semenjak dilantik jadi Gubernur melakukan tradisi halal bi halal," ucap Dedi.

Di masa kepemimpinannya, Dedi berpesan kepada seluruh stafnya agar tidak bekerja yang sifatnya administratif tetapi harus taktis. Ia mencontohkan saat ini masih banyak ibu yang membawa anaknya berjualan di jalan saat jam sekolah. 

Menurutnya, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak harus taktis mengurus mereka ketimbang hanya bekerja di kantor.

"Tugas kita jangan lagi administratif, contoh bidang pemberdayaan dan perempuan di Kota Bandung masih  ibu-ibu yang bawa anaknya berjualan pada jam sekolah dan jadi problem jangka panjang, itu kan tidak dibenahi, saya ingin taktis tidak hanya administratif yang teriak di mana-mana pemberdayaan perempuan," paparnya.

Pemda Provinsi Jabar juga diminta menjadi lokomotif perubahan bagi 27 pemda kabupaten/kota. Dedi ingin Pemdaprov taktis dalam hal inovasi maupun efisiensi anggaran yang akan menjadi contoh bagi kabupaten/kotanya.

Terbukti, saat dirinya turun ke lapangan menangani masalah lingkungan, bupati/ wali kota turut mengikuti langkah yang dilakukannya. Menurut Dedi, hal yang lebih nyata sangat dibutuhkan dalam mempercepat pembangunan.

"Hal-hal yang lebih nyata sangat dibutuhkan dalam mempercepat pembangunan," ujarnya.

Dedi menyebut, inovasi lahir tidak hanya dari ruang kerja tetapi inovasi lahir ketika turun ke berbagai daerah di Jabar melihat fenomena lingkungan.

"Inovasi tidak hanya lahir dari ruang kerja tapi dari berbagai tempat di seluruh Jabar ketika kita melihat fenomena lingkungan," katanya. (din)

Wagub Jabar Menolong Pengendara Kecelakaan dalam Perjalanan ke Gedung Sate

 

KOTA BANDUNG - Dalam rangka momentum halal bihalal usai libur hari raya Idul Fitri 1446 H, Wakil Gubernur Jawa Barat (Wagub Jabar), Erwan Setiawan, hadir bersama Gubernur Kang Dedi Mulyadi (KDM) untuk melaksanakan apel pertama di Halaman Gedung Sate Bandung, Selasa (8/4/2025).

"Alhamdulillah, hari ini saya dapat mendampingi Gubernur guna melaksanakan apel pertama masuk kerja sekaligus halal bihalal bersama seluruh pegawai dilingkungan Pemdaprov Jabar," ujar Erwan.

Dalam perjalanan ke Gedung Sate, Wagub Jabar memberikan pertolongan pertama kepada pengendara yang terlibat kecelakaan di perempatan Ciumbuleuit, di mana seorang pengendara motor terserempet mobil.

"Ya, saat dalam perjalan ke Gedung Sate saya melihat ada pengendara yang terlibat kecelakaan. Dimana, terlihat seorang pengendara motor terserempet oleh pengendara mobil," katanya.

Erwan segera turun untuk memberikan pertolongan bersama stafnya, membawanya ke tepi jalan karena pemotor mengalami luka ringan. Ia meminta agar korban segera dilarikan ke rumah sakit terdekat.

"Sontak saja saya turun dari kendaraan guna memberikan pertolongan pertama kepada pemotor bersama staf saya. Kemudian membopongnya ke bahu jalan, mengingat pemotor ini mengalami luka ringan akibat tersenggol oleh sebuah mobil pribadi dan meminta bantuan agar korban langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat," katanya.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat lebih berhati-hati saat berkendara, terutama pada jam-jam sibuk pagi dan sore. 

"Hati-hatilah saat berkendara, perhatikan kiri kanan dan rambu-rambu lalulintas," pesan Erwan Setiawan. (din)

Senin, 07 April 2025

Gubernur Dedi Mulyadi Dampingi Presiden Prabowo Panen Raya Padi Serentak di Majalengka

 

KABUPATEN MAJALENGKA - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendampingi Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan panen raya padi di Desa Randegan Wetan, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, Senin (7/4/2025). 

Panen raya padi ini juga serentak dilakukan di 14 Provinsi dan 157 Kabupaten/Kota se-Indonesia. Dipilihnya Jawa Barat menjadi pusat panen raya padi karena menjadi lumbung padi nasional. 

Dalam panen tersebut Prabowo turun ke sawah mengoperasikan _combine-harvester_, alat pertanian modern untuk memanen padi. 

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman juga turut menaiki alat tersebut. 

Panen raya ini merupakan simbol keberhasilan musim tanam sekaligus bukti peningkatan produktivitas pertanian lokal dan momentum mewujudkan kedaulatan pangan nasional. 

Dari laporan Menteri Andi Amran Sulaiman, produksi beras nasional saat ini berada dalam tren yang menggembirakan. 

Tercatat stok gudang sebanyak 2,4 juta ton dan diperkirakan setelah panen raya ini menjadi 3 juta ton, tertinggi selama 10-20 tahun terakhir. Bahkan saking berlimpahnya produksi beras kapasitas penyimpanan tak lagi mencukupi. 

Usai panen padi, Presiden Prabowo menyapa kepala daerah dan petani dari 14 provinsi yang ikut panen padi serentak lewat konferensi video.

Pengusir Hama

Gubernur Dedi Mulyadi juga turut menyampaikan aspirasi petani ke Presiden secara langsung. 

Ia mengatakan, pasokan pupuk untuk petani di Jabar sudah lancar. Namun yang menjadi kendala adalah biaya untuk obat-obatan pengusir hama. 

"Sekarang pupuk sudah lancar, tapi biaya tinggi produksinya itu di obat-obatan karena sebelum mulai menanam mereka harus mengeluarkan biaya untuk semprot keong atau hama. _Nyemprot_ nya itu dua kali sehari," ungkap Dedi. 

Ia juga meminta asuransi kesehatan untuk petani ditingkatkan. Dedi menyebut tak sedikit petani yang belum terkover BPJS kesehatan. 

"Mohon peningkatan asuransi kesehatan petani karena banyak petani yang ketika sakit tidak terkover BPJS atau BPJS mandirinya tidak terbayar," sebutnya. 

Sebagai pusat lumbung padi nasional, Dedi juga berharap Kementerian Pertanian menambah peralatan untuk peningkatan produksi. 

"Karena Jabar pusat lumbung padi nasional, ya seluruh alatnya harus banyak (supaya) ditambah kalau ingin peningkatan produksi," ucap Dedi. (Ara)