Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 07 Desember 2024

Inilah Peran Strategis Media Partner dalam Membangun Kepercayaan Publik terhadap Kampus Siber UIN Cirebon

FOKUS CIREBON, FC – Transformasi digital menjadi agenda utama Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Cirebon dalam menghadirkan pendidikan berbasis teknologi modern. 

Dalam upaya membangun kepercayaan publik, UIN Siber Cirebon terus menjalin kolaborasi strategis dengan sejumlah media partner, seperti fokuscirebon.com, Rakyat Cirebon, KabarCirebon.com, Suara Cirebon, dan Radar Cirebon. Upaya ini sebagai penegasan terhadap visi.

Media partner tersebut memainkan peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat mengenai inovasi, program unggulan, dan capaian UIN Siber Cirebon dalam mewujudkan konsep kampus siber. Dengan jaringan luas dan kredibilitas tinggi, media-media ini menjadi jembatan komunikasi antara kampus dan masyarakat.

Sinergi Media dan Kampus

Kolaborasi dengan media lokal memiliki dampak besar dalam membangun citra positif kampus. “Media partner adalah mitra strategis kami untuk memastikan masyarakat dapat memahami dan mendukung langkah-langkah transformasi digital yang tengah dijalankan,” ungkap Ka. Humas UIN Siber Cirebon.

Setiap media partner memiliki kontribusi unik. fokuscirebon.com, misalnya, secara aktif memberitakan inovasi digital UIN Siber Cirebon melalui artikel mendalam yang memberikan wawasan edukatif. Sementara itu, Rakyat Cirebon dan Radar Cirebon fokus pada distribusi informasi melalui media cetak dan daring yang menjangkau berbagai segmen masyarakat.

KabarCirebon.com dan Suara Cirebon juga berperan penting dalam memberikan pembaruan terkait agenda kampus, seperti peluncuran program digital, seminar, dan workshop. Media-media ini membantu memperluas cakupan informasi hingga ke daerah-daerah yang membutuhkan akses pendidikan berkualitas.

Meningkatkan Kepercayaan Publik

Keberadaan media partner ini memberikan dampak nyata terhadap tingkat kepercayaan masyarakat terhadap UIN Siber Cirebon. Berdasarkan survei internal, lebih dari 80% responden menyatakan bahwa pemberitaan media lokal membantu mereka memahami pentingnya transformasi digital di dunia pendidikan.

“Kami merasa lebih percaya untuk menyekolahkan anak-anak kami di UIN Siber Cirebon setelah membaca informasi tentang fasilitas, inovasi, dan komitmen kampus yang disampaikan oleh media,” ujar seorang mahasiswa.

Komitmen Berkelanjutan

Para media partner juga menyatakan komitmenya untuk terus mendukung UIN Siber Cirebon dalam membangun reputasi sebagai kampus siber terkemuka. [Nama Perwakilan Media] dari Radar Cirebon menyebutkan bahwa kolaborasi ini tidak hanya menguntungkan kampus, tetapi juga memperkuat peran media sebagai pilar informasi yang edukatif.

“Kami berkomitmen untuk terus memberikan informasi yang faktual dan bermanfaat bagi masyarakat, sehingga mereka bisa melihat manfaat nyata dari transformasi digital yang dilakukan UIN Siber Cirebon,” ujarnya.

Menuju Masa Depan Pendidikan Digital

Dengan sinergi yang kuat antara UIN Siber Cirebon dan media partner seperti FokusCirebon.com, Rakyat Cirebon, KabarCirebon.com, Suara Cirebon, dan Radar Cirebon, transformasi digital kampus semakin mendapat tempat di hati masyarakat.

Kolaborasi ini menjadi contoh nyata bagaimana media dan institusi pendidikan dapat bersama-sama membangun kepercayaan publik demi menciptakan masa depan pendidikan yang lebih inklusif dan berbasis teknologi. (Nur)

BSA-FIA UIN Siber Cirebon Ikuti Program ITHLA ABROAD BATCH 6 Ke Malaysia, Thailand dan Singapura

CIREBON, FC - Mahasiswi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Telah Mengikuti Program ITHLA ABROAD BATCH 6 Ke Malaysia, Thailand dan Singapura.

Nur Faizah, Mahasiswi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Fakultas Ushuluddin dan Adab Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon telah mengikuti  program Arabic International Arabic Language Teachers Program (ITHLA ABROAD) Batch 6 selama kurang lebih 3 minggu di Malaysia, Thailand dan Singapura.

Adapun agenda kegiatan ITHLA Abroad International Arabic Teaching Program ini meliputi :

Mengajar Bahasa Arab yang bertempat di Mutiara Integrated  Secondary School (MISS), Hulu Langat, Selangor, Malaysia. 

Memberikan pelajaran di bidang maharotul kalam, khususnya dalam khitobah ‘arobiyah (pidato Bahasa Arab).

Puncak Mahrojan Gemilang Pembelajaran Bahasa Arab. 

Kerjasama MOA antara Jurusan Bahasa dan sastra Arab dan Sekolah Mutiara Integrated Secondary School (MISS). 

Studi budaya dengan mengunjungi tempat atau layanan yang berfokus pada bidang tertentu diantaranya yaitu kesehatan. 

Faizah Mengajar Bahasa Arab Badar 5 atau setara dengan tingkat SMA akhir selain mengajar dikelas, Faizah  Memberikan pelajaran di bidang maharotul kalam, khususnya dalam khitobah ‘arobiyah (pidato Bahasa Arab) seperti mengajarkan Penyusunan Kalimat dalam Bahasa Arab serta mengajarkan metode berbicara bahasa arab dengan membangun lingkungan dua bahasa (Bilingual) yaitu bahasa Arab dan Inggris. 

Selain itu para peserta ITHLA Abroad termasuk Faizah mengadakan Acara Puncak Mahrojan Gemilang Pembelajaran Bahasa Arab. Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui capaian progres pembelajaran bahasa Arab selama mengajar di Mutiara Integrated Secondary School (MISS).  

Program Ithla Abroad diharapkan tidak hanya dapat meningkatkan kemampuan mengajar, tetapi dapat memperkaya pengalaman serta memperluas jaringan internasional bagi para peserta. 

Pengalaman ini juga tidak hanya memberi kesempatan bagi Faizah untuk mengasah kemampuan mengajar serta memperdalam keilmuannya, tetapi juga dapat mengenalkan metode pembelajaran Bahasa Arab kepada siswa internasional. 

Di Mutiara Integrated Secondary School, Faizah menggunakan pendekatan yang interaktif dan menyenangkan, sebagai mahasiswi Bahasa dan Sastra Arab ia juga turut memperkenalkan budaya-budaya serta keterampilan Arab yang bertujuan untuk membangun kepercayaan diri siswa dalam berbicara, mengetahui budaya serta memahami bahasa Arab.  

Pengalaman mengajar di Malaysia ini juga sejalan dengan misi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam meningkatkan kualitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dengan pemikiran global. 

Kepala Mutiara Integrated School menyampaikan apresiasi yang tinggi atas dedikasi dan metode pengajaran yang dibawa oleh Faizah. 

Menurutnya, kehadiran  mahasiswa yang mengabdi disekolah Mutiara Integrated Secondary School (MISS). Menunjukkan bagaimana program akademik di seluruh Indonesia khususnya di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon mampu membekali mahasiswa dengan kompetensi yang sangat dibutuhkan untuk menghadapi tantangan pendidikan lintas budaya sampai Internasional. (din)

Komisi II DPRD Kota Cirebon Soroti Sejumlah Masalah di Pasar Tradisional

CIREBON – Komisi II DPRD Kota Cirebon menemukan sejumlah permasalahan yang terjadi di pasar-pasar Kota Cirebon. Salah satunya adalah kian maraknya keberadaan pasar tumpah.

Hal itu disampaikan saat rapat kerja komisi II DPRD bersama Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), Perumda Pasar Berintan Kota Cirebon, DKUKMPP Kota Cirebon, Satpol PP, dan Administrasi Umum Setda Kota Cirebon.

Ketua Komisi II DPRD Kota Cirebon M Handarujati Kalamullah SSos MAP menyebut, bahwa keberadaan pasar tumpah yang berada di luar wilayah pasar tradisional membuat perbedaan harga jadi lebih murah.

Hal itu disebabkan karena pelaku pasar tumpah tidak membayar retribusi kepada pemda, akan tetapi hanya membayar sewa kepada pemilik lahan.

Kendati demikian, ketika hal tersebut kian marak dapat dilakukan penertiban oleh petugas Satpol PP. Apalagi jika melihat status pasar tumpah masuk dalam kategori pedagang kaki lima.

“Contohnya di pasar Kramat, Gunung Sari. Itu pedagang (pasar tumpah) harganya lebih murah, daripada yang di dalam pasar tradisional. Seharusnya masuk di dalam, tetapi berjualan di luar pasar,” kata Handarujati bersama APPSI dan sejumlah pedagang pasar tradisional Kota Cirebon di Griya Sawala, Kamis (7/11/2024).

Begitu pula dengan ketentuan retribusi di dalam peraturan walikota yang harus sudah disesuaikan. Sebab, pedagang mengaku keberatan dengan tarif Rp22 ribu untuk kios dan Rp9 ribu untuk los.

Meski begitu, Perumda Pasar Kota Cirebon memberikan kelonggaran dengan menyesuaikan kondisi pedagang sehingga tarif menjadi Rp10 ribu untuk kios dan Rp5 ribu untuk los.

“Hal ini menjadi bahan kami ke depan untuk berkomunikasi dengan pemda, agar merasionalisasikan target dan mengurangi resistensi ke depan,” tambah Andru, sapaan akrabnya.

Komisi II juga menyoroti perihal penataan pasar tradisional dan modern agar tercipta situasi yang perlu pembaharuan. Sebab, sampai saat ini pedagang pasar tradisional kian berkurang. Dari semula sejumlah 6000 pedagang, kini hanya tersisa 2500 pedagang.

Menurut Andru, pembahasan peraturan walikota terkait pasar tradisional dan modern dapat segera dilakukan, mengingat perwal tentang RDTR juga telah diterbitkan oleh pemda Kota Cirebon.

“Ke depan, kami akan meminta pemda untuk merevisi tentang toko modern tersebut. Pemda juga harus bisa mendengarkan aspirasi dari pedagang pasar, seperti berkaitan dengan jarak, jam operasional, termasuk mengundang pelaku usaha toko modern,” ungkapnya.

Andru juga berpesan agar keberadaan pasar tradisional dapat dilestarikan dengan pengelolaan yang baik, mulai dari kebersihan, ketertiban dan kemanan, agar pengunjung tetap nyaman berbelanja serta tak kalah saing dengan toko-toko modern.

Ia pun berkomitmen, DPRD akan menindaklanjuti permasalahan-permasalahan tersebut. Mengingat keberadaan pasar tradisional juga menjadi salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD) potensial di Kota Cirebon.

“DPRD akan menindaklanjuti permasalahan ini, karena merupakan hal serius yang tengah dihadapi pedagang pasar di Kota Cirebon,” tuturnya.

Sementara itu, pedagang dari Pasar Kramat, Siti Rahayu (48) berharap pihak terkait dapat meninjau langsung ke pasar-pasar tradisional di Kota Cirebon. Terlebih, penindakan pedagang di luar pasar yang makin banyak.

“Kita juga berharap Pak Direktur Perumda Pasar turun langsung. Karena dari 2012 itu saling lempar tanggung jawab. Kita juga sudah komunikasi ke satpol PP, walikota, mereka (pedagang pasar tumpah) mau masuk, asal bisa difasilitasi pemerintah,” ungkapnya.

Di samping itu, Ketua APPSI Kota Cirebon Romy Arief Hidajat SE juga berharap agar keberadaan pasar tradisional harus tetap eksis, meski toko-toko modern pun kian banyak.

“Kami harapannya pasar tradisional harus dilesatarikan jangan dihilangkan, bagaimana pun juga karena suatu budaya, dan mengangkat perekonomian masyarakat Kota Cirebon,” ujarnya.

Rapat dihadiri Wakil Ketua II DPRD Kota Cirebon Fitrah Malik SH, Sekretaris Komisi II Subagja dan anggota Komisi II Anton Octavianto SE MM MTr dan Abdul Wahid Wadinih SSos.

Turut hadir Asisten Administrasi dan Umum Setda Kota Cirebon M Arif Kurniawan ST, Dirut Perumda Pasar Berintan Kota Cirebon Drs Sekhurohman, perwakilan DKUKMPP Kota Cirebon, dan sejumlah pedagang pasar di Kota Cireblon. (Silmy)


Jumat, 06 Desember 2024

Atasi Inflasi Pemkab Cirebon Adakan Gerakan Pangan Murah

KABUPATEN CIREBON — Dalam upaya mengatasi inflasi dan menjaga ketahanan pangan, Pemerintah Kabupaten Cirebon menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kecamatan Kedawung, Kamis (5/12/2024).

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk menyediakan bahan pokok dengan harga terjangkau bagi masyarakat, khususnya menjelang momen hari besar keagamaan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cirebon, Dr H Hilmy Riva’i MPd memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif yang diusung oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP).

Menurutnya, GPM adalah program berkelanjutan yang melibatkan kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan sektor swasta.

“Kegiatan ini sudah dilakukan di 21 titik, dan ini merupakan yang ke-22. Ini menjadi bukti nyata, bahwa pemerintah Kabupaten Cirebon serius dalam menjaga ketersediaan bahan pokok yang berpengaruh pada inflasi,” ujar Hilmy.

Meskipun inflasi di Indonesia tinggi, Kabupaten Cirebon berhasil mempertahankan angka inflasi di bawah 2 persen, bahkan cenderung mendekati deflasi.

Meski demikian, Pemkab Cirebon tetap proaktif, berkoordinasi dengan Bulog dan pengusaha bahan pokok untuk memastikan ketersediaan bahan pangan, seperti beras, minyak goreng, daging, dan terigu, tetap terjangkau.

“Dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga pasar, masyarakat diuntungkan, dan ini juga mempermudah mereka untuk mendapatkan bahan pokok tanpa harus pergi jauh ke pasar besar,” tambahnya.

Kepala DKPP Kabupaten Cirebon, Drs Erus Rusmana MSi juga menyoroti keberhasilan GPM yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kami memastikan ketersediaan pasokan pangan mencukupi hingga akhir tahun ini, terutama beras. Kami bekerja sama dengan Bulog untuk memastikan stok aman, bahkan untuk tahun 2025 kami berharap ada lebih banyak titik GPM yang bisa dilaksanakan,” jelas Erus.

Salah satu faktor penting yang mendukung keberhasilan program ini adalah aksesibilitas bagi masyarakat.

Dengan harga yang lebih murah dan distribusi yang lebih dekat, GPM diharapkan dapat mengurangi beban masyarakat, terlebih pada saat cuaca buruk yang berpotensi mengganggu pasokan pangan.

Ke depan, program ini tidak hanya akan terus dilaksanakan, tetapi juga diperluas dengan dukungan anggaran dari pemerintah desa dan kerja sama dengan unsur TNI-POLRI.

“Di Kabupaten Cirebon, tidak ada lagi desa yang rawan pangan. Kita akan terus mendukung dengan memperkuat ketahanan pangan di setiap desa,” pungkasnya. (din)

HIMAPA PIAUD STAI Kuningan Gelar Piknik Keakraban di Woodland, Tingkatkan Solidaritas dan Kebersamaan

KUNINGAN, FC – Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (HIMAPA) Sekolah Tinggi Agama Islam Kuningan (STAIKU) menggelar kegiatan Piknik Keakraban (PIKRAB) di destinasi wisata alam Woodland, Kuningan pada Kamis, 5 Desember 2024. 

Kegiatan ini dihadiri puluhan peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, hingga unsur pimpinan kampus, dan berlangsung meriah dengan penuh kehangatan.

Ketua pelaksana, Ayi Hendayani, menjelaskan bahwa PIKRAB dirancang untuk mempererat hubungan antaranggota HIMAPA, terutama mahasiswa baru. 

“Ini lebih dari sekadar rekreasi. PIKRAB menjadi ruang untuk saling mengenal, memperkuat solidaritas, dan menciptakan suasana kekeluargaan dalam organisasi,” ujar Ayi.

Ketua HIMAPA, Rita, menambahkan bahwa PIKRAB telah menjadi tradisi HIMAPA setiap kali menyambut mahasiswa baru. 

“Kami ingin HIMAPA menjadi keluarga kedua bagi seluruh mahasiswa PIAUD. Kegiatan seperti ini membantu menciptakan kenyamanan dan semangat baru dalam perkuliahan,” ungkap Rita.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Ketua IGRA PC Jalaksana, Ai Nunung Nurani, M.Pd., yang menilai PIKRAB sebagai simbol semangat kolaborasi. 

“Kegiatan ini adalah cerminan nyata bagaimana HIMAPA mampu mengintegrasikan nilai akademik dan sosial. Saya sangat mengapresiasi inisiatif ini,” kata Ai Nunung.

Ketua STAI Kuningan, Dedy Setiawan, ME., juga turut memberikan apresiasi. Menurutnya, PIKRAB bukan hanya sekadar piknik, tetapi menjadi strategi dalam membangun hubungan baik antara mahasiswa, dosen, dan pimpinan. 

“HIMAPA telah menunjukkan kreativitas yang luar biasa. Semoga kegiatan ini terus menjadi tradisi untuk memperkuat persaudaraan,” ujar Dedy.

Apresiasi serupa disampaikan Ketua Jurusan PIAUD, Mar’atus Salamah, M.Pd. Ia berharap PIKRAB menjadi ruang sinergi positif antara mahasiswa dan dosen. 

“Saya bangga dengan HIMAPA yang tidak hanya fokus pada prestasi akademik, tetapi juga pada pembangunan karakter melalui kegiatan sosial seperti ini,” jelas Salamah.


Berbagai aktivitas menarik mewarnai PIKRAB, seperti permainan kelompok, diskusi ringan, hingga penjelajahan alam Woodland. Keindahan alam Kuningan menjadi latar sempurna untuk mempererat kebersamaan antar peserta.

HIMAPA STAIKU berharap keberhasilan PIKRAB 2024 ini menjadi inspirasi untuk kegiatan-kegiatan serupa di masa mendatang. Selain memperkuat solidaritas, acara ini menjadi bukti bahwa HIMAPA berkomitmen membangun ikatan emosional dan rasa kekeluargaan dalam lingkungan kampus. (din)

Kamis, 05 Desember 2024

Perkuat Kerjasama, Fakultas Syariah UIN Siber Cirebon Adakan Seminar : Bahas AI, Islam dan Realitas Kekinian

CIREBON, FC - Fakultas Syariah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar seminar dengan tujuan membuka wawasan mahasiswa tentang AI, Islam dan realitas kekinian. Seminar ini menghadirkan Wakil Rektor I UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Ilman Nafiah, M.Ag, yang memberikan pandangan tentang tantangan dan peluang yang dihadapi kampus dalam menghadapi perubahan zaman.

Prof. Ilman menekankan bahwa perubahan luar biasa di era digital membawa konsekuensi besar, sehingga civitas akademika harus beradaptasi. "Kampus ini tidak boleh melupakan studi keilmuannya, tetapi juga harus menambahkan unsur siber dalam setiap programnya," ujar Prof. Ilman.

Ia menekankan pentingnya penguasaan teknologi informasi bagi seluruh mahasiswa, tanpa memandang jurusan. "Prodi seperti Tafsir Hadis pun harus menjadi ahli IT," tambahnya.

Prof. Ilman juga menyampaikan harapan agar ke depan, kegiatan ini menjadi jembatan untuk program pertukaran mahasiswa, seperti studi S2 ke Australia, serta kolaborasi riset bagi dosen. "Kami mengapresiasi Fakultas Syariah atas penyelenggaraan seminar ini, dan berharap semua mahasiswa mendapatkan pencerahan dari kegiatan ini," tuturnya.

Sementara itu, pembicara utama dalam seminar ini, Prof. Dr. Nadirsyah Hosen, Associate Professor dan Deputy Director CILIS (Centre for Islamic Law and Society), memaparkan pentingnya memahami teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam konteks Islam. "AI memiliki dua sisi, positif dan negatif. Penggunaannya tergantung pada kebutuhan dan tujuan kita," ujar Prof. Nadirsyah. 

Ia juga membahas dampak media sosial seperti TikTok, Instagram, dan Facebook terhadap masyarakat, yang bisa menjadi peluang atau tantangan tergantung cara menyikapinya. Banyak hal yang dibahas pada momen seminar ini, bersama Lala Bumala, Prof Nadirsyah banyak memberikan pengetahuan terkait keunggulan dan kelemahan siber atau AI bagi masyarakat.

Acara ditutup dengan penyerahan cinderamata kepada Prof. Dr. Nadirsyah Hosen sebagai bentuk penghargaan atas kontribusinya dalam memberikan pencerahan kepada mahasiswa dan civitas akademika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. (din)

UIN Siber Cirebon dan Radio Elshinta Bangun Kolaborasi Mengasah Kompetensi Era Digital

CIREBON, FC – Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang juga dikenal dengan Cyber Islamic University (CIU),  memperkuat kerja sama strategis dengan Radio Elshinta melalui kunjungan resmi yang dilakukan oleh Wakil Dekan Naila Farah, Ketua Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam Arief Rachman, serta Sekretaris Jurusan Abdu Zikrillah.

 Kunjungan ini menjadi langkah konkret untuk mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa dan dosen di era digital. Kamis, (05/12/2024).

Kegiatan diawali dengan tur singkat ke ruang produksi Radio Elshinta, termasuk studio siaran, ruang podcast, tim media sosial, hingga ruang editing dan rekaman. Selain itu, pihak Elshinta memperkenalkan sejarah perjalanan mereka sebagai radio berita terkemuka di Indonesia, beserta sederet pencapaiannya.

Kunjungan ini dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) yang membahas kelanjutan program magang mahasiswa serta pelatihan dosen. Remon Fauzi, Sekretaris Redaksi Elshinta, menyambut positif kerja sama ini dengan membuka kuota magang bagi 4-8 mahasiswa setiap periode. 

Ia menekankan bahwa pengalaman magang di Elshinta memberikan nilai tambah karena karya mahasiswa akan dipublikasikan di berbagai platform resmi Elshinta, seperti situs web dan media sosial, disertai sertifikat resmi sebagai pengakuan profesional.

Lebih dari itu, Radio Elshinta juga menawarkan pelatihan bagi dosen dan mahasiswa, meliputi penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam produksi berita, teknik menulis berita yang efektif, hingga pelatihan voice over.

Melalui kolaborasi ini, Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam berharap dapat memberikan dampak positif bagi mahasiswa, baik dari segi pengalaman praktis maupun kompetensi profesional. Kerja sama ini menjadi langkah signifikan dalam mendukung visi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai universitas unggul yang mendunia. (din)

Gus Nadir dan Lala Bumela Sosok Inspirasi Dunia

CIREBON, FC – Fakultas Syariah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang juga dikenal sebagai Cyber Islamic University (CIU), bekerja sama dengan Yayasan Gos Nadir Hosen (GNH), sukses menggelar Seminar Internasional bertema "AI, Social Media and Islam in a Globalized World: Challenges and Opportunities". 

Acara berlangsung di Auditorium Pascasarjana B lantai 3 dan menghadirkan dua narasumber ahli, yakni Prof. Dr. Nadirsyah Hosen, LL.M., MA (Hons), Ph.D. dari Monash University, Australia, serta Lala Bumela Sudimantara, Ph.D.,Direktur International Office & Partnership UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Kamis, (05/12/2024).

Dalam Seminar Internasional bertema "AI, Social Media and Islam in a Globalized World: Challenges and Opportunities", Prof. Dr. Nadirsyah Hosen, LL.M., MA (Hons), Ph.D., yang akrab disapa Gus Nadir, menyampaikan pandangan mendalam mengenai pengaruh teknologi kecerdasan buatan (AI) dan media sosial terhadap kehidupan umat Islam.

"Media sosial dan AI adalah pedang bermata dua. Di satu sisi, keduanya menawarkan peluang dakwah yang luas, namun di sisi lain, juga berpotensi menjadi alat disinformasi dan penyebaran kebencian," ungkapnya.

Dalam pemaparannya, Gus Nadir menekankan pentingnya bijak menggunakan teknologi untuk mendukung syiar Islam tanpa melanggar nilai-nilai etika. Menurutnya, tantangan umat Islam saat ini bukan hanya memahami teknologi, tetapi juga memastikan penggunaan yang selaras dengan ajaran dan prinsip Islam.

"Umat Islam harus mampu memanfaatkan teknologi ini untuk menciptakan narasi positif, memperluas jaringan dakwah, serta memperkuat ukhuwah. Namun, semua itu harus dilakukan dengan tetap menjaga akhlak dan etika yang Islami," tambahnya.

Lala Bumela Sudimantara, Ph.D., Direktur International Office & Partnership UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, menekankan pentingnya literasi digital bagi umat Islam di tengah arus globalisasi.

"Umat Islam tidak hanya dituntut untuk memahami teknologi, tetapi juga bagaimana mengintegrasikan etika Islam dalam interaksi di dunia maya. Literasi digital yang baik adalah kunci untuk menghadapi tantangan ini," tegas Lala.

Dalam paparannya, Lala menjelaskan bahwa literasi digital tidak hanya sekadar memahami cara menggunakan teknologi, tetapi juga menyangkut pemahaman mendalam tentang etika berkomunikasi, validasi informasi, dan upaya membangun konten positif di media sosial.

"Media sosial adalah wadah yang luar biasa untuk berdakwah dan menyampaikan pesan kebaikan. Namun, jika tidak digunakan dengan bijak, justru bisa menciptakan polarisasi dan memperburuk hubungan antarumat beragama. Oleh karena itu, membangun narasi positif adalah tugas kita semua," tambahnya.

Lala Bumela juga mendorong peserta untuk menciptakan konten yang berdampak luas bagi masyarakat, mengedukasi, sekaligus mempromosikan nilai-nilai Islam yang inklusif dan penuh kedamaian.

Seminar yang digelar di Auditorium Pascasarjana B lantai 3 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon ini, selain menghadirkan Lala Bumela Sudimantara,Ph.D, juga menampilkan Prof. Dr. Nadirsyah Hosen, LL.M., MA (Hons), Ph.D, sebagai narasumber utama, memberikan perspektif yang holistik tentang tantangan dan peluang di era teknologi digital bagi umat Islam.

Acara ini dihadiri oleh ratusan peserta dari kalangan akademisi, mahasiswa, dan masyarakat umum yang antusias mengikuti diskusi terkait isu-isu kontemporer dalam Islam. Kolaborasi antara Fakultas Syariah UIN Siber dan Yayasan GNH ini mencerminkan komitmen kedua pihak untuk menjawab tantangan global melalui pendekatan Islam yang modern dan inklusif.

Fakultas Syariah UIN Siber Cirebon Kolaborasi Dengan Yayasan Khazanah GNH Gelar Seminar Internasional

CIREBON, FC – UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang juga dikenal sebagai Cyber Islamic University (CIU), melalui fakultas syariah bekerja sama dengan Yayasan Gos Nadir Hosen (GNH), menggelar Seminar Internasional bertema "AI, Social Media and Islam in a Globalized World : Challenges and Opportunities". 

Acara ini berlangsung di Auditorium Pascasarjana B lantai 3 dan menghadirkan narasumber ternama, yaitu Prof. Dr. Nadirsyah Hosen, LL.M., MA (Hons), Ph.D. dari Monash University, Australia, serta Dr. Lala Bumela Sudimantara, Dosen sekaligus Direktur Intenasional Office & Patnership UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Kamis, (05/12/2024).

Acara ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Keuangan, dan Perencanaan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Ilman Nafi’a, M.Ag., yang menekankan pentingnya seminar ini dalam memperkuat kajian keislaman di tengah tantangan era digital.

"Kehadiran Gus Nadir semakin memperkokoh kajian Islam di kampus kami, yang merupakan satu-satunya PTKIN di wilayah Ciayumajakuning. Momentum ini juga menjadi bagian dari perjalanan transformasi kami dari IAIN menjadi UIN Siber," ujarnya.

Prof. Ilman menambahkan, UIN Siber sedang menghadapi tantangan luar biasa. Yakni menjadi PTKIN namun harus tetap terbuka pada kajian-kajian keilmuan umum. "Kampus ini sedang menghadapi tantangan luar biasa. Mau tidak mau sebagai perguruan tinggi Islam tidak bisa lepas dari kajian Islam," tambah dia. 

Menurut Ilman, datangnya Nadir juga diharapkan membuka peluang kerja sama antara UIN Siber dan Melbourne University.  Tujuannya memperluas jejaring internasional sesama perguruan tinggi. 

"Saya berharap kehadiran Gus Nadir ke depan menjadi jembatan untuk mahasiswa apakah student exchange atau beasiswa S2 di Australia, termasuk dosen-dosennya apakah riset dan lain sebagainya," pungkas Ilman.

Prof. Ilman menambahkan bahwa kehadiran Gus Nadir membuka peluang kerja sama antara UIN Siber dan universitas internasional, termasuk Melbourne University. "Kami berharap ini menjadi jembatan untuk pertukaran mahasiswa, beasiswa S2, hingga kolaborasi riset bagi dosen dan mahasiswa," ungkapnya.

Wakil Dekan Fakultas Syariah, Ahmad Rofi’i, LL.M., MA., Ph.D., dalam sambutannya, menggarisbawahi urgensi tema seminar ini. "AI dan media sosial adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan modern. Sebagai institusi pendidikan Islam, kami memiliki tanggung jawab untuk memberikan pemahaman yang komprehensif tentang bagaimana Islam dapat menjawab tantangan ini," katanya.

Ketua Yayasan Khazanah GNH, Tajwini Jahari dalam sambutannya pada Seminar Internasional bertema "AI, Social Media and Islam in a Globalized World : Challenges and Opportunities", menegaskan pentingnya pembahasan isu-isu kontemporer seperti kecerdasan buatan dan media sosial dalam perspektif Islam.

"Seminar ini adalah langkah strategis untuk menjembatani pemahaman antara teknologi modern dan nilai-nilai keislaman. AI dan media sosial telah mengubah wajah dunia, termasuk cara umat Islam berkomunikasi, belajar, dan berdakwah. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang bijak agar teknologi ini bisa menjadi alat yang bermanfaat dan tidak justru merugikan," ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi kolaborasi antara Yayasan GNH dan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam menghadirkan diskusi yang relevan dengan tantangan global. 

"Kami berharap seminar ini tidak hanya memberikan wawasan, tetapi juga menjadi pemicu inovasi dan solusi nyata bagi komunitas Muslim di era digital," tambahnya.

Sambutan ini menegaskan komitmen Yayasan Khazanah GNH untuk terus mendukung kajian Islam yang relevan dengan dinamika global, termasuk melalui kerja sama dengan lembaga pendidikan tinggi seperti UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Seminar ini menjadi salah satu upaya UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon untuk menghadapi tantangan transformasi sebagai PTKIN berbasis digital pertama di Indonesia. Dengan semangat kolaborasi, acara ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menjawab isu-isu global melalui pendekatan Islam yang inklusif dan inovatif. (Nur)

UIN Siber Cirebon Gelar Program Pemberdayaan Nelayan di Citemu, Olah Cangkang Rajungan Jadi Produk Bernilai Ekonomis

 

CIREBON, FC – UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon melalui program Litapdimas Pusat: Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2024 menyelenggarakan kegiatan pemberdayaan masyarakat nelayan bertema “Pemberdayaan Masyarakat Nelayan Melalui Pengolahan Cangkang Rajungan sebagai Program Pelestarian Lingkungan Pesisir Kabupaten Cirebon.” 

Acara yang berlangsung di Balai Desa Citemu ini bertujuan meningkatkan kesadaran lingkungan sekaligus memberdayakan masyarakat melalui inovasi berbasis limbah.

Acara diawali dengan sambutan dari Ketua Program Pengabdian kepada Masyarakat, Dr. H. Mustopa, M.Ag., yang menekankan pentingnya kolaborasi antara akademisi dan masyarakat. 

“Dosen seringkali terhalang tembok ruang kelas, tapi lewat kegiatan ini, kita bisa langsung melihat kondisi di lapangan dan belajar bersama. Kita akan mengolah limbah cangkang rajungan menjadi produk bernilai ekonomis yang ramah lingkungan,” ujarnya.

Kepala Desa Citemu, Heritianto, turut mengapresiasi inisiatif UIN Siber Syekh Nurjati. “Kami sangat bersyukur desa kami dipilih untuk program pembinaan ini. Kehadiran para dosen dan mahasiswa di sini sangat berarti bagi masyarakat kami,” katanya.

Kegiatan pemberdayaan ini terdiri dari dua sesi. Sesi pertama berupa edukasi tentang pentingnya menjaga ekosistem pesisir, disampaikan oleh Eko Putra. 

Dalam paparannya, ia menjelaskan dampak negatif limbah yang tidak dikelola dengan baik terhadap lingkungan, serta pentingnya pengelolaan limbah berbasis masyarakat.

Pada sesi kedua, peserta diajak langsung mempraktikkan cara mengolah limbah cangkang rajungan menjadi produk bernilai jual, seperti pupuk organik dan tepung. 

Dipandu oleh mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati, Faiz Naufal, sesi ini berhasil menarik antusiasme peserta. “Kami berharap keterampilan yang diajarkan dapat menjadi peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” ujar Faiz.

Program ini menjadi bukti nyata bagaimana kolaborasi antara akademisi, mahasiswa, dan masyarakat dapat menciptakan solusi terhadap tantangan lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi. 

“Harapan kami, program ini menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk ikut serta menjaga kelestarian lingkungan sambil meningkatkan perekonomian lokal,” tutup Dr. Mustopa.

Acara ditutup dengan pemberian cenderamata kepada peserta yang aktif, simbol semangat kerja sama antara UIN Siber Syekh Nurjati, yang juga dikenal dengan Cyber Islamic University (CIU) bersama masyarakat Desa Citemu dalam menciptakan masa depan pesisir yang lebih berkelanjutan. (Nur)

Selasa, 03 Desember 2024

Rektor UIN Siber Cirebon Ikut Serta Dalam Pembukaan PMB PTKIN 2025 di Palembang

CIREBON – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., turut serta dalam pembukaan Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PMB PTKIN) Tahun 2025 yang dibuka secara resmi oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, di Kampus Jakabaring UIN Raden Fatah Palembang pada Selasa (03/12/2024). Acara ini dilaksanakan secara hybrid dengan tema inspiratif “Change the World.”

Dalam sambutannya, Menteri Agama menegaskan pentingnya PMB PTKIN sebagai momentum transformasi psikologi, kesadaran, dan tingkat kematangan anak muda.

“Jadikan PMB ini sebagai alat untuk mengukur sejauh mana pengaruh lembaga pendidikan ini terhadap transformasi psikologi anak-anak muda,” ujar Nasaruddin Umar.

Ia juga menambahkan bahwa tema "Change the World" mengandung makna perubahan diri sebagai langkah awal untuk mengubah dunia.

“Jika institusi ini ingin mengubah dunia, mulailah dari diri sendiri. Harus berani berpikir berbeda, memberikan inovasi, dan melakukan evaluasi,” tambahnya.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Abu Rokhmad, menekankan bahwa PMB PTKIN menjadi langkah strategis dalam membentuk sumber daya manusia unggul yang mampu bersaing di tingkat global.

“Kami harus bergerak cepat untuk meresmikan PMB PTKIN tahun 2025 ini, mengingat persaingan antar kampus semakin ketat,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia PMB PTKIN sekaligus Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Nyayu Khodijah, mengungkapkan bahwa proses seleksi nasional tahun ini dilakukan melalui Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN-PTKIN) dan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN).

“Sebanyak 58 PTKIN dan satu PTN di Indonesia akan melaksanakan seleksi dengan total kuota penerimaan 165.894 mahasiswa melalui jalur SPAN-PTKIN dan UM-PTKIN. Selain itu, terdapat jalur PMB Mandiri yang memberikan kesempatan tambahan,” jelas Nyayu.

Pendaftaran jalur SPAN-PTKIN akan dimulai pada 6 Januari 2025 hingga 25 Januari 2025, sementara jalur UM-PTKIN dibuka pada 22 April 2025 hingga 28 Mei 2025. Informasi lengkap dapat diakses melalui situs resmi www.ptkin.ac.id.

Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., menyampaikan rasa optimisnya terkait penerimaan mahasiswa baru UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang kini resmi menggunakan nama baru sesuai dengan Perpres Nomor 60 Tahun 2024.

“Tahun ini adalah momen istimewa bagi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Dengan status baru ini, saya yakin akan semakin banyak mahasiswa yang antusias memilih UIN Siber sebagai tempat mereka menimba ilmu,” ungkap Prof. Aan.

UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang juga dikenal sebagai Cyber Islamic University (CIU), terus berkomitmen menghadirkan pendidikan tinggi berbasis digital dengan pendekatan inovatif dan kompetitif, sejalan dengan tema besar PMB PTKIN 2025. (Nur)

Menteri Agama RI, Nasarudin Umar Membuka Secara Resmi PMB PTKIN 2025

PALEMBANG - Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia, Nasaruddin Umar membuka secara resmi Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PMB PTKIN) Tahun 2025 dengan mengusung tema “change the world” di Kampus Jakabaring UIN Raden Fatah, Palembang. Selasa, (03/12/2024).

Dalam sambutannya, Menteri Agama menekankan untuk memaknai PMB ini sebagai transformasi psikologi, transformasi kesadaran dan transformasi tingkat kematangan psikologis anak-anak muda.

“Jadikan PMB ini sebagai alat untuk mengukur seberapa besar pengaruh lembaga pendidikan ini terhadap transformasi psikoligi anak,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Menag juga mengatakan dengan tema yang diambil “change the world”, maka sebelum mengubah dunia, kita harus berani melakukan perubahan pada diri sendiri.

“Jika institusi ini ingin mengubah dunia, mulailah dari diri sendiri. Harus berani berpikir berbeda, memberikan berbagai inovasi dan berani melakukan evaluasi,” ujarnya.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Abu Rokhmad, menambahkan bahwa PMB PTKIN merupakan langkah strategis untuk membentuk sumber daya manusia yang berkualitas di berbagai aspek.

“Kami harus bergegas lebih awal, bergerak lebih cepat untuk meresmikan PMB PTKIN tahun 2025 ini, karena persaingan antar kampus sungguh luar biasa ketatnya,” tegas Abu Rokhmad.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia PMB PTKIN sekaligus Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Nyayu Khodijah, menjelaskan bahwa seleksi nasional tahun ini akan dilakukan melalui dua pola utama, yaitu Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN-PTKIN) dan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN).

“Tema yang diangkat pada PMB PTKIN tahun 2025 yaitu chage the world ini sangat relavan dengan perubahan dunia yang begitu cepat. Melalui PMB PTKIN 2025 ini, kami mengajak para mahasiswa PTKIN untuk mengubah dunia,” jelas Rektor.

Nyayu Khodijah juga menjelaskan sebanyak 58 PTKIN dan 1 PTN di seluruh Indonesia akan melaksanakan proses seleksi dengan menawarkan berbagai program studi.

“Kuota penerimaan SPAN-PTKIN akan menampung 74.337 orang, sementara UM-PTKIN menyediakan kuota 91.557 orang. Selain itu, terdapat jalur tambahan berupa PMB Mandiri di masing-masing perguruan tinggi yang memberikan kesempatan lebih luas kepada calon mahasiswa,” jelasnya.

Rektor juga menambahkan, ada dua hal yang dititikberatkan pada PMB PTKIN 2025 ini, yaitu PTKIN untuk dunia yang peduli, inovatif dan juga inspiratif. Serta PTKIN untuk Nusantara yang merangkul, terhubung dan kekayaan budaya.

Selain itu, Nyayu Khodijah berharap dengan peluncuran PMB PTKIN 2025 ini diharapkan dapat melahirkan generasi religius dan generasi yang selalu mengikuti perkembangan zaman,” harapnya.

Proses pendaftaran melalui jalur SPAN-PTKIN akan dimulai pada tanggal 06 Januari 2025 dan berakhir pada 25 Januari 2025. Sementara itu, pendaftaran melalui jalur UM-PTKIN akan dibuka mulai tanggal 22 April 2025 hingga 28 Mei 2025.

Informasi lebih lanjut mengenai PMB PTKIN Tahun 2025 dapat diakses melalui laman resmi di www.ptkin.ac.id.

Acara peluncuran ini turut dihadiri oleh pejabat Kementerian Agama, diantaranya Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Abu Rokhmad, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Ahmad Zainul Hamdi, Tenaga Ahli Muhammad Ainul Yaqin, Ketua Forum PTKIN beserta jajarannya, Panitia PMB PTKIN 2025, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sumsel, serta siswa dan siswi MAN, SMA di Sumatera Selatan, Pondok Pesantren, dan mahasiswa asing UIN Raden Fatah Palembang. (Nur)

Pemkab Cirebon Menggelar Hari Bakti Ke 79 Pekerjaan Umum

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon menggelar apel akbar dalam rangka memperingati Hari Bhakti ke-79 Pekerjaan Umum, bertempat di UPT Peralatan dan Perbengkelan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), Selasa (3/12/2024).

Acara tersebut menjadi momentum untuk menegaskan komitmen dalam pembangunan infrastruktur di wilayah Kabupaten Cirebon.

Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya menyampaikan, apresiasi atas dedikasi jajaran pekerjaan umum yang telah berkontribusi besar dalam pembangunan daerah.

Ia menekankan pentingnya peningkatan kinerja, terutama dalam menghadapi tantangan, seperti perbaikan infrastruktur, memenuhi harapan masyarakat, serta mitigasi banjir yang kerap terjadi di musim hujan.

“Selamat ulang tahun ke-79 untuk rekan-rekan pekerjaan umum. Semoga dedikasi yang telah diberikan membawa kebaikan bagi Kabupaten Cirebon,” katanya.

“Ke depan, tantangan pembangunan infrastruktur, harapan masyarakat, hingga mitigasi bencana seperti banjir di musim hujan, harus ditangani dengan baik,” ujar Wahyu menambahkan.

Ia menegaskan, revitalisasi dan pemeliharaan jalan menjadi prioritas pemerintah daerah. “Kita harus bekerja lebih baik lagi untuk menjawab kebutuhan masyarakat,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala DPUTR Kabupaten Cirebon, Ir Iwan Rizki menjelaskan, capaian dan tantangan dalam perbaikan infrastruktur jalan.

Menurutnya, sepanjang 71 kilometer jalan telah direvitalisasi tahun ini, dari total kebutuhan perbaikan sekitar 200 kilometer.

“Ini menunjukkan progres yang signifikan, meskipun bertahap. Setiap tahun kami hanya mampu merevitalisasi 50-60 kilometer jalan,” kata Iwan.

Iwan juga menyebut, bahwa perbaikan infrastruktur tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Cirebon, yang membutuhkan upaya berkelanjutan.

Hari Bhakti ke-79 ini, diharapkan menjadi momen refleksi sekaligus dorongan untuk meningkatkan kinerja, dalam membangun infrastruktur yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. (din)

Batik Khas Merawit Resmi Mendapat Sertifikat Indikasi Geografis Dari Kementerian Hukum dan HAM

KABUPATEN CIREBON — Kabupaten Cirebon kini memiliki batik dengan teknik khasnya, merawit, yang resmi mendapatkan sertifikat Indikasi Geografis (IG) dari Kementerian Hukum dan HAM.

Sertifikat ini, yang ditetapkan pada 4 November 2024, menjadikan batik merawit sebagai produk batik IG pertama di Kabupaten Cirebon dan menjadi yang keenam di Indonesia.

Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya menyampaikan, bahwa penerimaan sertifikat IG ini merupakan tonggak penting dalam upaya mempromosikan batik merawit, serta meningkatkan daya saing produk lokal.

“Ini adalah kebanggaan bagi kami. Ke depan, kami akan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan batik merawit dapat berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat, baik dari segi ekonomi maupun pelestarian budaya,” ujar Wahyu di Kantor Bupati Cirebon.

Penerimaan sertifikat IG juga membuka peluang untuk regenerasi perajin batik. Meskipun tantangan dalam melahirkan generasi baru perajin batik cukup besar, baik di Kabupaten Cirebon maupun di Indonesia.

Wahyu menekankan pentingnya pelatihan dan pemberdayaan bagi generasi muda, agar terus menjaga tradisi membatik.

“Kami berharap dengan adanya sertifikat IG ini, para perajin dapat lebih semangat dan bangga dengan produk mereka. Kami akan terus mendukung upaya-upaya yang bisa membantu regenerasi perajin batik di Cirebon,” katanya.

Dengan pengakuan IG ini, batik merawit bukan hanya menjadi kebanggaan lokal, melainkan dapat berkembang menjadi produk unggulan yang mendunia, membawa dampak positif bagi industri budaya Cirebon.

Batik merawit sendiri dikenal dengan teknik pembuatan garis tipis, seperti ranting atau rambut, yang membedakannya dari jenis batik lainnya.

Menurut Ketua Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik Indonesia (APPBI), Komarudin Kudiya, garis-garis halus tersebut memerlukan keahlian tinggi dan peralatan berkualitas.

“Proses pembuatan batik merawit tidak mudah. Canting yang digunakan harus berkualitas, begitu juga malam (lilin) yang harus dipanaskan dengan suhu yang tepat, agar garis tipisnya tetap terjaga,” ungkap Komarudin.

Batik merawit hanya diproduksi oleh perajin di delapan desa di Kabupaten Cirebon, yakni Trusmi Kulon, Trusmi Wetan, Kaliwulu, Wotgali, Gamel, Sarabau, Panembahan, dan Kalitengah.

Dan diperkirakan terdapat sekitar 1.000 perajin yang menguasai teknik ini di Kabupaten Cirebon.

Sertifikat IG diharapkan dapat meningkatkan nilai jual batik merawit, di mana setiap produk akan dilengkapi dengan barcode yang mencantumkan informasi mengenai motif dan pembuatnya.

Hal ini diharapkan, dapat memberikan insentif tambahan bagi perajin dan meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan.

“Motif sawat pengantin adalah salah satu motif yang banyak menggunakan teknik merawit. Dengan adanya sertifikasi IG, produk ini dapat lebih dikenal luas dan memiliki daya saing lebih tinggi,” jelasnya. (Nur)

Program Beasiswa BAZNAS Jawa Barat : 16 Mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Terima Manfaat

BANDUNG, FC – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Jawa Barat sukses menggelar Ceremony Program Beasiswa di Aula DMI Provinsi Jawa Barat, Jl. Soekarno-Hatta No. 458 Bandung. Acara ini dihadiri perwakilan dari 23 perguruan tinggi, termasuk UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, dan Universitas Padjadjaran. Senin, (02/12/2024).

Dalam program ini, sebanyak 110 mahasiswa dari 23 perguruan tinggi menerima beasiswa, termasuk 16 mahasiswa dari UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Program ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS untuk mendukung keberlanjutan pendidikan mahasiswa melalui dana zakat yang dikelola secara amanah.

Wakil Ketua IV BAZNAS Jawa Barat, H. Achmad Faisal, S.Pd., menyampaikan apresiasi kepada para penerima beasiswa dalam sambutannya. 

"Semoga bantuan ini menjadi jalan bagi keberhasilan pendidikan kalian, sehingga dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua II BAZNAS Jawa Barat, Dr. Ali Khosim, S.H.I., M.Ag., mengajak semua pihak untuk terus memperkuat kolaborasi dengan mengedepankan empat prinsip utama: Silaturahmi, Silatul Fikri (konektivitas pemikiran), Silatul Kasbi (konektivitas usaha), dan Silatud Du’a (saling mendoakan). 

“Zakat harus menjadi instrumen penting dalam kehidupan masyarakat. Kesadaran menunaikan zakat adalah kunci untuk membangun kesejahteraan umat,” tegasnya.

Ia juga menambahkan semoga kita semua menjadi manusia yang terbaik, sebagaimana sabda Rasulullah, Khoirun naas anfa’uhum lin naas (sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya).

Dari UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Ketua UPZ Syarifah Mudaim, Syifauzakia, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kerja sama strategis dengan BAZNAS Jawa Barat. 

Dalam testimoninya dijelaskan bahwa sebagian besar dana zakat yang dihimpun oleh UPZ UIN Siber berasal dari zakat profesi dosen dan ASN. Dana ini disetorkan secara rutin kepada BAZNAS Jawa Barat untuk mendukung berbagai program, termasuk beasiswa.

“Kerja sama ini adalah contoh nyata pengelolaan zakat yang profesional dan amanah. Kami berharap sinergi ini terus diperkuat dengan inovasi program yang memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat,” ujar Syifauzakia.

Dari total 1.907 pendaftar beasiswa BAZNAS Jawa Barat, hanya 143 mahasiswa dari 27 perguruan tinggi yang lolos seleksi administrasi. Akhirnya, 110 mahasiswa dari 23 perguruan tinggi dinyatakan layak menerima beasiswa, termasuk 16 mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang terpilih berdasarkan prestasi dan kebutuhan ekonomi.

Acara ini menjadi momen penting dalam memperkuat sinergi antara BAZNAS, Unit Pengumpul Zakat (UPZ), dan masyarakat dalam optimalisasi pemberdayaan zakat, khususnya untuk pendidikan. 

Dengan dukungan ini, para mahasiswa diharapkan dapat terus berkarya dan menjadi kebanggaan bagi perguruan tinggi serta masyarakat luas.

Melalui acara ini, BAZNAS Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk menjadikan zakat sebagai instrumen penting dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan inklusif. 

Harapan ke depan, kolaborasi dengan UPZ di perguruan tinggi dapat terus dikembangkan dengan program-program inovatif untuk kemajuan pendidikan dan kesejahteraan masyarakat. (Nur)

Senin, 02 Desember 2024

Pertemuan Tim UIN Siber Cirebon Dengan Tim Relawan TPS 3R Untuk Dalami Praktik Pengelolaan Sampah

CIREBON, FC - Tim Pengabdian UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon mengadakan kunjungan ke Desa Matangaji, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, pada Sabtu, 30 November 2024. Kegiatan ini bertujuan mendalami praktik pengelolaan sampah yang telah berlangsung di desa tersebut, khususnya pengolahan sampah anorganik menjadi produk bernilai ekonomis.

Dalam kegiatan ini, Tim Pengabdian bertemu dengan para relawan Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R), yang mayoritas terdiri dari ibu rumah tangga. Para relawan telah mengelola sampah anorganik, seperti plastik, dengan memilah dan mengumpulkannya dari rumah-rumah warga. 

“Setiap bulan, kami berhasil mengumpulkan sekitar 1-2 kuintal sampah plastik, yang kemudian dijual ke bank sampah,” ujar Koordinator Relawan TPS 3R.

Pengelolaan sampah anorganik ini telah dimulai sejak Oktober 2023 dan kini memasuki tahun kedua. Kepala Desa Matangaji menjelaskan bahwa desa telah memiliki fasilitas pengelolaan sampah anorganik. Namun, keterbatasan alat untuk mengolah sampah menjadi bijih plastik menjadi tantangan utama. 

“Saat ini, sampah plastik hanya bisa dijual langsung ke bank sampah dengan nilai ekonomi yang relatif rendah. Ke depannya, kami berharap dengan dukungan Tim Pengabdian UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, sampah ini bisa diolah lebih lanjut sehingga memberikan nilai manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” katanya.

Ketua Tim Pengabdian, Bambang Ekanara, memberikan solusi kreatif untuk mengatasi permasalahan sampah organik di Desa Matangaji. “Budidaya magot bisa menjadi solusi untuk mengolah sampah organik, sementara limbah rumah tangga seperti sayuran dan kulit buah bisa diolah menjadi ekoenzim yang memiliki sifat antibakteri dan bernilai guna,” jelasnya.

Bambang juga mengapresiasi semangat relawan Desa Matangaji. “Potensi pengelolaan sampah di desa ini sangat luar biasa. Kolaborasi antara UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dan Pemerintah Desa Matangaji diharapkan mampu menciptakan solusi yang berkelanjutan, baik untuk sampah organik maupun anorganik,” tambahnya.

Dengan semangat dan sinergi yang terus terjalin, Desa Matangaji diharapkan menjadi contoh praktik baik dalam pengelolaan sampah di Kabupaten Cirebon, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendekatan berbasis lingkungan. (Nur)

PKBH UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Gelar Seleksi Calon Petugas Posbakum Tahun 2025

CIREBON FC – Pusat Konsultasi dan Bantuan Hukum (PKBH) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon (UIN SSC) sukses melaksanakan seleksi calon petugas Pos Bantuan Hukum (Posbakum) untuk penempatan di berbagai Pengadilan Agama, di antaranya PA Indramayu, PA Brebes, PA Kuningan, PA Subang, PA Ciamis, dan PA Tasikmalaya. Senin, (02/12/2024).

Kegiatan yang diadakan di Laboratorium Peradilan Fakultas Syariah UIN SSC ini diikuti oleh 31 peserta, seluruhnya merupakan alumni Fakultas Syariah UIN SSC. Proses seleksi dirancang untuk menjaring calon petugas yang kompeten dan siap memberikan layanan hukum berkualitas.

Tahapan seleksi meliputi ujian tulis dan wawancara. Pada ujian tulis, peserta menghadapi 50 soal pilihan ganda dan esai berupa penyusunan surat kuasa, gugatan, serta jawaban. 

Tahap wawancara bertujuan mengukur kemampuan peserta dalam berkomunikasi dan menyelesaikan permasalahan hukum.

Ketua PKBH UIN SSC, H. Ahmad Khoirudin, Lc., M.H., menyampaikan harapannya agar seleksi ini dapat menghasilkan petugas Posbakum yang mampu mendukung penguatan akses keadilan bagi masyarakat.

 “Kami ingin memastikan para calon petugas tidak hanya memiliki pengetahuan hukum yang baik, tetapi juga pengalaman praktis yang memadai,” tuturnya.

Peserta yang lulus seleksi akan mengikuti program magang selama satu pekan di Posbakum Pengadilan Agama yang telah bekerja sama dengan PKBH UIN SSC, yaitu PA Cirebon, PA Sumber, dan PA Kuningan. 

Program magang ini bertujuan untuk membekali calon petugas dengan pengalaman lapangan sebelum menghadapi seleksi lelang Posbakum di Pengadilan Agama tujuan.

Seleksi ini mencerminkan komitmen PKBH UIN SSC dalam mendukung peningkatan akses keadilan berbasis kompetensi dan profesionalisme. 

Para calon petugas diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan tidak hanya dalam layanan hukum, tetapi juga dalam mendukung visi PKBH UIN SSC sebagai pusat layanan hukum yang unggul, terpercaya, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (Nur)

PKBH UIN Siber Cirebon Terima Kunjungan PBH UIN Salatiga Pererat Kerjasama Layanan Hukum

CIREBON, FC – Pusat Konsultasi dan Bantuan Hukum (PKBH) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menerima kunjungan dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) UIN Salatiga. Kunjungan ini bertujuan untuk mempererat kerja sama melalui kesepahaman kegiatan bersama yang berfokus pada pengembangan layanan bantuan hukum dan pemberdayaan masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung pada hari Sabtu, 30 November 2024, di Laboratorium Peradilan Fakultas Syariah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, dihadiri oleh 10 orang delegasi dari PBH UIN Salatiga. 

Delegasi tersebut terdiri atas anggota Badan Pengurus Harian (BPH) PBH, advokat, dan paralegal, yang dipimpin oleh Nurun Jammaluddin, M.H, C.Me. Audiensi ini membahas berbagai peluang kolaborasi, termasuk pelatihan hukum bersama, peningkatan layanan berbasis teknologi, dan strategi pendampingan hukum yang inovatif.

Ketua PKBH UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, H. Ahmad Khoirudin, Lc., M.H., menyampaikan sambutan hangatnya kepada delegasi PBH UIN Salatiga. Pihaknya  sangat menghargai kunjungan ini sebagai upaya memperkuat sinergi antar lembaga. 

Kerja sama ini diharapkan mampu melahirkan inovasi-inovasi baru dalam layanan bantuan hukum yang lebih efektif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Nurun Jammaluddin, M.H., C.Me., mewakili PBH UIN Salatiga, menyampaikan apresiasinya terhadap sambutan yang diberikan oleh PKBH UIN SSC. Ia menambahkan, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi kedua lembaga untuk saling berbagi pengalaman dan memperkuat peran dalam memberikan layanan hukum yang berkualitas kepada masyarakat. 

"Kami berharap sinergi ini terus berlanjut untuk memberikan dampak positif yang nyata," ujarnya.

Kunjungan ini menghasilkan kesepahaman untuk melaksanakan program-program bersama yang mencerminkan prinsip kerja tim dan pengabdian kepada masyarakat. 

Kedua pihak sepakat untuk memperkuat kerja sama di berbagai bidang, termasuk pendampingan hukum, pelatihan mahasiswa, serta advokasi berbasis komunitas dan teknologi.

Kegiatan ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk terus mengembangkan inovasi dalam layanan hukum yang terintegrasi, guna memberikan manfaat luas bagi masyarakat dan memperkokoh kolaborasi antar lembaga. (Nur)

Minggu, 01 Desember 2024

Yayasan Asy-Syaibariyah Dengan Lembaga Persatuan Umat Islam Ciwedus Bangun Kolaborasi

 

CIREBON, FC - Ketua Yayasan Asy-Syaubariyah Dr. H. Anwar Sanusi, M. Ag menyampaikan bahwa untuk membangun Pondok Pesantren Asy-Syaubariyah  Kampung Ciwedus Desa Timbang Kecamatan Cigadamekar Kabupaten Kuningan Jawa Barat butuh keselaran pemikiran, idea, dan program kerja. 

Untuk mewujudkan cita-cita luhur tersebut tentu dibutuhkan kerjasama dengan semua pihak. Langkah pertama yang dilakukan pengurus adalah menjalin kerjasama dengan Pengurus Persatuan Umat Islam (PUI) Ciwedus.

PUI memiliki jasa yang sangat besar untuk Ciwedus, karena saat kondisi Ciwedus mengalami masa kevakuman, yakni sepeninggalnya Embah Syaubari, putra-putra beliau dikejar-kejar Belanda dan Belanda membumihanguskan Pondok Pesantren  Ciwedus, para alumni PUI Asromo yang notabene penduduk Timbang dan sekitarnya mengabdi di Ciwedus. 

PUI mengembangkan Lembaga Pendiikan yang dikenal dengan nama Taman Pendidikan Islam (TPI-PUI) tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI-PUI), Madrasah Tsanwaiyah (MTs-PUI) dan Sekolah Menengah  Umum (SMU-PUI) serta pondok pesantren PUI.

Yayasan Asy-Syaubariyah akan bahu membahu dengan pengurus Persatuan Umat Islam (PUI) Ciwedus dalam rangka mengembalikan masa keemasan Pondok Pesantren Ciwedus baik dalam Pendidikan formal maupun Pendidikan non formal.

Atas dasar itulah langkah awal yang dilakukan Pengurus Yayasan Asy-Syaubariyah melakukan kolaboratif dengan pengurus PUI Ciwedus dan ke depan akan dibangun kerjasama dengan pesantren-pesantren lainnya di lingkungan Ciwedus, lingkungan Timbang bahkan pesantren keluarga Banu Syaubari di Bobos, Dukuhpuntang, Sindang Jawa, Al-Ghazali Kumbung serta Asromo Majalengka. 

Selain membangun kolaboratif dengan pesantren keluarga Banu Syaubari, tentu dengan seluruh pesantren di Jawa Barat yang memiliki garis keilmuan dengan KH Syaubari  yakni Cirebon, Ciamis, Garut, Bandung, dan Pangandaran serta Bangkalan Madura.

Sambutan hangat dan positif dari pengurus Persatuan Umat Islam (PUI) Ciwedus disampaikan Bapak Kyai Ohan Jauharuddin sebagai Ketua PUI Ciwedus yakni bentuk kolaborasi yang ditawarkan pihak Pengurus Yayasan akan memotivasi dan mempercepat perkembangan pondok pesantren dan Lembaga pendidikan di lingkungan PUI Ciwedus, sehingga akan mengembalikan nama harumnya KH. Syaubari Ciwedus sebagai Kiblat Sarah Fathul  Muin dan Alfiah Ibnu Aqil 

Lebih lanjut Bapak Kyai Ohan Jauharuddin menjelaskan bahwa kehadiran Yayasan Asy-Syaubariyah akan bisa memberikan kontribusi secara moril maupun materil bagi keluarga maupun khalayak ramai, dengan kata lain satu sama lainn antara yayasan dan lembaga PUI saling melengkapi satu sama lain. 

Kyai Ohan Jauharuddin mengibaratkan Ciwedus Bagaikan Daging yang Enak dan harum, jangan sampai salah meramu dan memasaknya, Oleh karna itu, Saran beliau Kembalikan Marwah kepesantrenan Ciwedus Sesuai dengan Harapan pendahulu kita, ya'ni PONPES Asy-Syaubariyah.

Selain Pak Kyai Ohan, hadir juga ustad Mu'minuddin. Sebagai keluarga besar Asy-Syaubariyah juga menjabat sebagai  naib kecamatan Mandirancan. Bentuk kolaboratif antara Yayasan Asy-Syaubariyah dengan pengurus Persatuan Umat Islam (PUI) Ciwedus menjadi sangat penting karena demi membangun Pesantren Ciwedus. 

Bahkan ia menyarankan kerjasama real dengan Pondok Pesantren Huludayeh dan Paleban harus terbangun harmoni. Pengajian rutin di tiga pesantren harus dihidupkan lagi. Kyai dari Huludayeh mengisi di Ciwedsu, begitu juga sebaliknya. 

Kyai dari Paleben juga mengisi pengajian rutin di Ciwedus dan begitu juga sebaliknya. Segitiga emas tiga pesantren yang ada di desa Timbang menjadi filar keindahan dan kebersamaan dalam mewujudkan desa yang agamis dan harmonis

Ust. Ali sebagai kepala desa Desa Timbang juga hadir dalam kesempatan silaturahmi antara pengurus Yayasan Asy-Syaubariyah dengan Pengurus Persatuan Umat Islam. 

Dia juga sebagai pengurus PUI Ciwedus. Bapak Ali sangat berharap kolaborasi ini menjadi momentum indah yang diimpikan selana ini. Karena PUI milik Ciwedus dan Yayasan Asy-Syaubariyah juga milik Ciwedus. Atas dasar itulah beliau memiliki harapan besar akan segera terbangun kembali Pondok Pesantren dan kegiatan-kegiatan majlis ta'lim ibu-ibu di Ciwedus dan bahkan di desa Timbang

Kyai Sholeh dari Pesantren Al-Ghozali Kumbung Rajagaluh Majalengka yang juga pengurus  merasa sangat bangga adanya kolaborasi Yayasan Asy-Syaubariyah dengan PUI di Ciwedus. 

Ia menyarankan Yayasan Asy- Syaubariyah (Ponpes Asy-Syaubaryah) akan menjadi Icon Ciwedus, Bahasa dan kata lain menjadi Rumah Ramah Keluarga besar Banu Syaubari dan muhibbin daei berbagai pelosok tanah air.  Ia menambahkan sudah saatnya untuk mengembalikan kejayaan Ciwedus dengan menjalin hubungan lebih erat lagi pesantren yang memang ada histori dengan Ciwedus.

Pernyataan terakhir disampaikan oleh pak Kyai Otong Sholehuddin pimpinan Yayasan Nurul Huda Huludayeh Timbang yang juga keturunan dari Banu Syaubari. 

Dia menyambut baik kolaborasi Yayasan Asy-Syaubariyah dengan PUI Ciwedus bahkan beliau siap untuk mengisi pengajian di Ciwedus dan juga mempersilahkan keluarga besar Ciwedus untuk mengisi pengajian di Huludayeh. 

Dia juga menggagas untuk pelaksanaan Ijazah Fathul Muin dan Alfiah bias dipersiapkan lebih matang di masa yang akan dating dan sudah masanya Ciwedus sebagai tuan rumah yang mempersiapkan keluarga untuk memberikan Ijazah. (din)

Mahasiswa Fakultas Syariah UIN Siber Cirebon Raih Prestasi di Lomba Jurnal Ilmiah Nasional

CIREBON, FC – Dua mahasiswa Fakultas Syariah, Jurusan Hukum Ekonomi Syariah, Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang juga dikenal sebagai Cyber Islamic University (CIU), mencatatkan prestasi gemilang dalam Lomba Jurnal Ilmiah Nasional yang diselenggarakan oleh Rumah Jurnal Unida Gontor pada 9-17 November 2024.

Dede Al Mustaqim, mahasiswa semester 7, berhasil meraih Juara 2 dengan naskah berjudul:

"Pelaksanaan Hadhanah oleh Ibu Single Parent Akibat Perceraian di Indonesia Perspektif Maqashid Syariah dan Qira'ah Mubadalah."

Sementara itu, Aditya Ramadhan, mahasiswa semester 5, menyabet Juara 3 dengan karya berjudul:

"Tinjauan Fiqih Hadhanah dan Undang-Undang Perlindungan Anak terhadap Resiliensi Pekerja Seks dalam Pemenuhan Hak Anak."

Lomba ini mengangkat tema besar "Islam dan Pengetahuan", dengan subtema meliputi Hukum Islam, Pemikiran Islam, Sosial Humaniora, Pendidikan Islam, hingga Islam dan Sains. Ajang bergengsi ini diikuti oleh peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, menjadikannya wadah kompetitif untuk menguji kemampuan intelektual generasi muda Islam.

Keberhasilan ini mendapat apresiasi tinggi dari jajaran pimpinan Fakultas Syariah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Ahmad Sodikin, M.H., Ketua Jurusan Hukum Ekonomi Syariah, menyampaikan rasa bangga dan syukur atas pencapaian mahasiswa.

"Ini adalah bukti nyata kualitas riset mahasiswa Fakultas Syariah yang tidak hanya berkontribusi pada keilmuan, tetapi juga pada pemecahan masalah-masalah kontemporer dari perspektif Islam."

Dekan Fakultas Syariah, Dr. H. Edy Setyawan, Lc., M.A., turut mengungkapkan kebanggaannya:

"Prestasi ini menunjukkan dedikasi dan kemampuan mahasiswa kami dalam menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas. Keberhasilan Dede dan Aditya mencerminkan eksistensi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai pusat keunggulan pendidikan dan riset."

Prestasi ini sekaligus menegaskan komitmen Fakultas Syariah dalam mendukung mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan riset mereka. Dede dan Aditya berhasil membuktikan bahwa mahasiswa UIN Siber mampu bersaing di tingkat nasional melalui karya yang relevan dengan isu-isu kontemporer.

Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus meningkatkan kualitas akademik, khususnya dalam riset yang mendukung pengembangan keilmuan Islam dan kemanusiaan. 

Fakultas Syariah berkomitmen untuk terus mendorong inovasi dan kolaborasi dalam pengembangan jurnal ilmiah dan karya riset lainnya.

Prestasi Dede Al Mustaqim dan Aditya Ramadhan menjadi kebanggaan tidak hanya bagi Fakultas Syariah, tetapi juga bagi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon di kancah nasional.

Auliya Banin Raih Gelar Best Advocacy Putri Sosial Jawa Barat 2024

 

BANDUNG, FC – Prestasi membanggakan kembali diukir oleh alumni Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon. Auliya Banin, S.H, lulusan tahun 2023 dari Program Studi Hukum Keluarga Islam, Fakultas Syariah, berhasil meraih penghargaan Best Advocacy Putri Sosial Jawa Barat Tahun 2024 dalam ajang bergengsi Pemilihan Duta Sosial Provinsi Jawa Barat Tahun 2024.

Gelar ini diberikan atas dedikasi Auliya dalam memperjuangkan isu-isu sosial di Jawa Barat, khususnya dalam bidang advokasi hukum yang berfokus pada pemberdayaan perempuan dan keluarga. 

Sebagai bagian dari kontribusinya, Auliya dikenal aktif memberikan edukasi hukum kepada masyarakat dan terlibat dalam berbagai program sosial yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang hak-hak perempuan dan anak.

Dalam keterangannya, Auliya menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian ini.

"Penghargaan ini saya dedikasikan untuk almamater tercinta, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang telah memberikan fondasi ilmu dan nilai-nilai keislaman yang kuat. Saya berharap prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan alumni lainnya untuk terus berkontribusi kepada masyarakat," ungkapnya.

Ketua Jurusan Hukum Keluarga Islam, Asep Saefullah, M.Ag., menyampaikan rasa bangga atas prestasi yang diraih Auliya.

"Kami sangat mengapresiasi dedikasi dan kerja keras Auliya yang telah mengharumkan nama Fakultas Syariah, khususnya Program Studi HKI. Penghargaan ini mencerminkan kualitas alumni kami yang tidak hanya berprestasi di bidang akademik, tetapi juga memiliki kontribusi nyata dalam masyarakat," ujarnya.

Asep menambahkan bahwa prestasi ini sejalan dengan visi Jurusan HKI untuk melahirkan lulusan yang tidak hanya memahami hukum keluarga Islam secara mendalam tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata demi kemaslahatan umat.

Dekan Fakultas Syariah, Dr. H. Edy Setyawan, Lc., M.A., mengungkapkan rasa bangga atas pencapaian Auliya Banin.

"Kami sangat mengapresiasi prestasi yang diraih Auliya sebagai Best Advocacy Putri Sosial Jawa Barat 2024. Ini adalah bukti nyata bahwa alumni Fakultas Syariah tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat," ujarnya.

Lebih lanjut, Dr. Edy menyampaikan harapannya agar prestasi ini menjadi motivasi bagi mahasiswa dan alumni UIN Siber untuk terus menunjukkan kiprah terbaik mereka di berbagai bidang.

"Kami berharap Auliya dan alumni lainnya dapat terus menginspirasi masyarakat melalui keilmuan dan karya nyata, sekaligus mengharumkan nama UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon di tingkat nasional bahkan internasional."

Pemilihan Duta Sosial Provinsi Jawa Barat Tahun 2024 merupakan ajang tahunan yang bertujuan memilih individu dengan dedikasi tinggi dalam memajukan program sosial dan pemberdayaan masyarakat. 

Para peserta dinilai berdasarkan kemampuan advokasi, pemahaman terhadap isu-isu sosial, dan peran aktif mereka dalam mendukung program pembangunan di Jawa Barat.

Prestasi Auliya Banin menjadi bukti bahwa alumni UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon memiliki potensi besar untuk berkontribusi di berbagai bidang, termasuk advokasi sosial. 

Fakultas Syariah UIN Siber berkomitmen untuk terus melahirkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk terus berprestasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.


Puluhan Mahasiswa UIN SIBER Cirebon Sukses Tuntaskan Penulisan Artikel Ilmiah Dalam.Progtam Academic Writing 3

CIREBON, FC- Sebanyak 20 mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berhasil menuntaskan penulisan artikel ilmiah dalam program Academic Writing 3 yang digelar di Gedung Baru Siber Syekh Nurjati Cirebon pada 11-12 November 2024.

Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan akademik mahasiswa dalam penulisan artikel ilmiah dan mencetak tutor menulis untuk mendukung kegiatan serupa di masa depan. Senin, (02/12/2024).

Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., mengapresiasi inisiatif ini, menegaskan pentingnya kontribusi kegiatan tersebut terhadap reputasi institusi dalam riset dan publikasi ilmiah. "Kegiatan ini memberikan manfaat strategis, tidak hanya untuk institusi, tetapi juga bagi mahasiswa. Artikel yang diterbitkan di jurnal terakreditasi nasional, minimal Sinta 4, dapat menjadi alternatif tugas akhir pengganti skripsi," ujarnya.

Dekan FUA, Dr. H. Anwar Sanusi, M.Ag., turut menyampaikan rasa bangganya karena hampir seluruh peserta berhasil menyelesaikan penulisan artikel mereka. "Kami berharap mereka tidak hanya berhenti di sini, tetapi juga mampu menjadi tutor menulis untuk agenda mendatang," katanya. 

Nama-Nama Mahasiswa yang Berprestasi

Sebanyak 19 peserta telah menuntaskan artikel ilmiah mereka, termasuk:

Rosihan Anwar (Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir)

Ina Agustina (Sejarah Peradaban Islam)

Razanne Aghnia (Bahasa Sastra Arab)

Ahmad Abdul Muhyi (Ilmu Hadis)

Aminaturrahma (Bahasa dan Sastra Arab)

Wiwik Julianingsih (Bahasa dan Sastra Arab)

Packsi Pangestu (Sejarah Peradaban Islam)

Andi Nugraha (ILHA)

Mashlahatus Salimah (Bahasa dan Sastra Arab)

Khairun Nisa Tabah Ananda (Sejarah Peradaban Islam)

Mugy Rahayu (ILHA)

Muhammad Wildan Al-Ma’ruf (Tasawuf dan Psikoterapi)

Fauzan Ahmad Munif (Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir)

Munif  (Sejarah Peradaban Islam)

Putri Nattalia Nurazizah (Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir)

Asti Anandyta Wirhamsyah (Tasawuf dan Psikoterapi)

Nur Siti Komariyah (Sejarah Peradaban Islam)

Lili Mardalena (Sejarah Peradaban Islam)

Ahmad Faizin Muzaqi (Bahasa dan Sastra Arab)

Sementara satu peserta lainnya tengah dalam tahap akhir penulisan.

Dukungan dari Fasilitator dan Kolaborasi Antarlembaga

Prof. Dr. Wahyudin Darmalaksana, M.Ag., pendiri Kelas Menulis Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang menjadi fasilitator, menyebut program ini sebagai salah satu latihan terbaik yang pernah ada. "Seluruh peserta telah membuktikan komitmen mereka. Ini adalah pencapaian luar biasa yang layak menjadi model nasional," ucapnya.

Fasilitasi kegiatan ini juga didukung oleh tutor berpengalaman, seperti Hidayatul Fikra, M.Psi., dan Fitriani, M.Pd., serta alumni program sebelumnya, Abdul Hamid, S.Ag., yang turut memberikan bimbingan.

Kunci Sukses: Kolaborasi dan Dukungan Institusi

Academic Writing 3 mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk Rektorat, Dekanat, Ketua Program Studi, dosen, hingga alumni. "Kegiatan ini adalah bukti nyata bagaimana sinergi yang kuat mampu menciptakan hasil yang gemilang," pungkas Prof. Wahyudin.

Dengan keberhasilan ini, Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas akademik mahasiswa dan memperluas kontribusi mereka dalam dunia publikasi ilmiah. (Ara)

Humas UIN Siber Cirebon, H.M. Arifin, M.Pd.I Giat Membentuk Sinergi Media untuk Penguatan Kampus Siber UIN Syekh Nurjati Cirebon

H.Arifin didampingi Bekti, saat melaksanakan program kampus di masyarakat.


CIREBON, FC – Dalam upaya mengembangkan potensi Universitas Islam Negeri Siber (UIN) Syekh Nurjati Cirebon, sosok H.M. Arifin, M.Pd.I, bersama rekannya, Bekti, terus menunjukkan dedikasi luar biasa dalam membangun komunikasi strategis dengan media partner. 

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari misi membangun sinergitas kuat antara universitas dan masyarakat melalui penyampaian informasi yang membangun.

H.M. Arifin, yang dikenal sebagai Humas yang visioner, menyadari pentingnya peran media dalam menginformasikan program dan kegiatan universitas. Bersama Bekti, ia aktif berkolaborasi dengan berbagai media lokal dan nasional untuk memastikan setiap langkah dan inovasi UIN Siber tersampaikan secara efektif kepada publik.

“Kami ingin menjadikan UIN Syekh Nurjati Cirebon sebagai kampus yang dikenal luas atas kontribusinya dalam penguatan pendidikan berbasis teknologi dan nilai-nilai Islam. Media adalah mitra strategis kami untuk menyampaikan pesan tersebut,” ungkap H.M. Arifin.

Sinergitas yang dibangun ini mencakup berbagai kegiatan, mulai dari sosialisasi program kampus berbasis teknologi digital, seminar nasional, hingga kegiatan sosial keagamaan yang melibatkan mahasiswa dan masyarakat sekitar. Setiap kegiatan dikemas dengan pendekatan yang informatif dan inspiratif melalui pemberitaan yang edukatif.

Arifin, yang juga memiliki latar belakang pesantren, menambahkan bahwa strategi kolaborasi ini tidak hanya memperluas jangkauan informasi tetapi juga memperkuat citra kampus sebagai pusat pendidikan siber yang unggul. 

“Kita berupaya menyelaraskan visi kampus dengan ekspektasi publik. Ini menjadi langkah penting untuk mewujudkan kampus yang adaptif terhadap perubahan zaman,” ujar H.M.Arifin didampingi rekan kerjanya, Bekti.

Hasil dari upaya ini sudah mulai terlihat. Beberapa program unggulan UIN Siber, seperti pengembangan e-learning, pelatihan UMKM digital, dan program pengabdian masyarakat, kini mendapat perhatian luas berkat pemberitaan yang intensif. 


Dengan dukungan media, UIN Syekh Nurjati Cirebon terus bertransformasi menjadi kampus yang inovatif dan relevan dalam menghadapi tantangan global.

Sinergi antara H.M. Arifin, Bekti, dan media partner diharapkan dapat menjadi contoh inspiratif bagi institusi lain dalam mengelola hubungan publik yang positif. Dengan komunikasi yang efektif dan pemberitaan yang membangun, visi UIN Syekh Nurjati Cirebon sebagai kampus berbasis siber yang berdaya saing internasional semakin nyata di depan mata.

Kunjungan PKBH Ke Divisi Hukum Mabes Polri Perkuat Pendekatan Restoratif dalam Penegakan Hukum

JAKARTA - Pusat Konsultasi dan Bantuan Hukum (PKBH) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon melaksanakan kunjungan strategis ke Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri), Divisi Hukum. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pendekatan restoratif dalam penegakan hukum serta menjajaki peluang kerja sama strategis di bidang hukum. Senin, (25/11/2024).

Delegasi PKBH dipimpin oleh Ketua PKBH Ahmad Khoirudin, M.H., didampingi oleh Wakil Ketua Ahmad Dzuizzin, M.H., Sekretaris Jenderal Ahmad Ibrizul Izzi, S.H., M.H., Bendahara Novi Fitriani, S.H., M.H., dan Advokat Mohammad Riski Ramadhan, S.H. Dalam pertemuan tersebut, delegasi PKBH diterima secara langsung oleh Kepala Bagian Divisi Hukum Polri beserta jajarannya.

Dalam diskusi yang berlangsung hangat, Ahmad Khoirudin, M.H. menyampaikan pentingnya memperkuat pendekatan restoratif dalam penegakan hukum, yang sejalan dengan semangat keadilan restoratif (restorative justice) untuk menciptakan harmoni sosial. 

“Kami percaya bahwa pendekatan ini tidak hanya menyelesaikan perkara hukum secara formal, tetapi juga memulihkan hubungan sosial di masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Divisi Hukum Polri menyambut baik inisiatif tersebut. Beliau menegaskan komitmen Polri untuk terus mengembangkan pola penegakan hukum yang humanis dan berbasis pada keadilan restoratif, serta membuka ruang kolaborasi dengan PKBH UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Selain diskusi terkait pendekatan hukum, kunjungan ini juga menjadi momentum untuk menjajaki kerja sama strategis antara PKBH dan Divisi Hukum Polri. Kerja sama tersebut meliputi program peningkatan kapasitas hukum, pelatihan bersama, dan penguatan sinergi dalam memberikan bantuan hukum kepada masyarakat.

Ahmad Ibrizul Izzi, S.H., M.H., selaku Sekretaris Jenderal PKBH, berharap kerja sama ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung tugas Polri, khususnya dalam aspek hukum, serta mendorong terwujudnya keadilan yang lebih inklusif di tengah masyarakat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya PKBH UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon untuk terus memperluas jejaring dan memperkuat kontribusinya dalam bidang hukum di tingkat nasional. 

Dengan semangat kolaborasi dan sinergi, diharapkan inisiatif ini dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat luas.

Kunjungan diakhiri dengan sesi foto bersama antara delegasi PKBH dan jajaran Divisi Hukum Polri, sebagai simbol komitmen bersama untuk mewujudkan penegakan hukum yang lebih berkeadilan.