Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 07 Desember 2019

Bertahan Hidup, Kakek Tua Tinggal Digubuk Reot Di Tengah Kepungan Banjir


FOKUS INDRAGIRI HILIR - Pengurus Daerah (PD) Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengunjungi Kakek Alkamah (74) yang tinggal di gubuk reot di Jalan Abdul Manaf Tembilahan, Sabtu (7/12) siang.
Kakek yang hidup sebatang kara di gubuk reot yang kini terendam banjir akibat air pasang itu menuai perhatian.
Ketika Pengurus IWO Inhil berkunjung hendak memasuki lorong menuju rumah kakek tersebut terpaksa harus melewati genangan air yang cukup dalam.
Tanpa berpikir panjang, rombongan IWO Inhil pun memutuskan untuk terus berjalan melintasi genangan air tersebut untuk melihat kondisi kakek renta itu.
“Terlihat genangan air juga masuk ke dalam gubuk reyot yang ditinggali kakek Alkamah. Alangkah sedih hati kami ketika melihat kakek tua yang hidup sendiri tinggal di tempat yang kumuh seperti itu,” ungkap Muridi Susandi saat melihat kondisi si kakek yang saat itu duduk di atas kursi lapuk sambil memakan nasi pemberian dari tetangganya.
Ketika itu, si kakek menatap rombongan IWO Inhil sambil kebingungan, dan dia menyambut IWO Inhil dengan menghentikan makannya sejenak.
Ketika masuk ke rumahnya tercium aroma menyengat yang kurang sedap. Akan tetapi terlihat si kakek sudah terbiasa saja dengan kondisi gubuk yang reot berantakan dipenuhi dengan genangan air pasang. Mungkin lantaran kakek Alkamah sudah terbiasa dengan kondisi tersebut.
Kemudian pengurus IWO Inhil mencoba untuk berbincang dengan si kakek, menanyakan beberapa pertanyaan yang seketika si kakek menjawab dengan mata yang berkaca-kaca tak kuat menahan tangis rasa haru.
Meskipun hanya tinggal sendirian tanpa sanak saudara, kakek yang akrab dipanggil Kamah itu tetap tabah dalam menjalani kehidupan. Untuk bertahan hidup, kakek Kamah harus makan dari hasil uluran tangan tetangga dan orang- orang yang berkunjung ke gubuknya.
“Ya seperti ini lah nak, saya tinggal di sini sendirian, sudah puluhan tahun. Ini juga tanahnya numpang milik orang yang kebetulan baik, mau meminjamkan tanah ini untuk saya . Kalau makan ya seadanya, yang penting ada yang dimakan,” ucap kakek Kamah saat awak media singgah di kediamannya.
Setelah IWO Inhil mendapatkan informasi yang cukup akurat yang dijelaskan langsung dari kakek Kamah, terlihat kebahagiaan dari raut muka kakek itu karena telah dikunjungi.
Tak puas dengan info dari kakek mengenai dirinya. IWO Inhil mencoba mencari informasi dengan bertanya ke tetangganya yang tidak jauh dari tempat tinggal kakek Alkamah.
“Orang ni sudah seumuran di sini dasar urang asal sini. Amun disambat keluarga kadak tahu juak leh mungkin ada juak sangkut keluarga tapi jauh,” kata salah satu warga.
Pria itu menjelaskan bahwa untuk makan si kakek warga sekitar terkadang membelikan nasi bungkus beserta air.
“Sidin ni kadang kadang nukar kadang kadang urang ai membagi,” pungkasnya. (IWO)

Aplikasi 'Sapawarga' Pemprov Jabar Dapat Mengetahui Aspirasi Warga


FOKUS JABAR - Pemprov Jabar terus berinovasi untuk lebih mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Gubernur Jawa Barat ingin masyarakat hingga di level terbawah terlayani dengan baik. 
Program inovasi tersebut salah satunya seperti program aplikasi. Pada program ini, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil meluncurkan aplikasi "Sapawarga" dalam acara Jabar Digital Innovation Awards 2019 yang diselenggarakan di Trans Convention Center, Jln. Gatot Subroto No. 289, Kota Bandung, Jumat (6/12/2019).
Menurut Gubernur, melalui aplikasi tersebut, warga akan dimudahkan dalam berkomunikasi ataupun menyampaikan aspirasi kepada pemangku kebijakan, dimulai dari ranah rukun warga (RW).

Gubernur menjelaskan, hal tersebut merupakan tranformasi dan inovasi pelayanan digital di Jabar yang diharapkan mampu mempermudah kehidupan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi. 
"Tujuannya, agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) mengetahui langsung  permasalahan di level terdekat warga," ujarnya.

Secara teknis, lanjut Gubernur, pemanfaatan aplikasi Sapawarga terbagi dua tahap. Tahap pertama, aplikasi tersebut menjadi wadah komunikasi antara ketua RW dengan Pemprov Jabar. 
Tahap kedua, warga bisa memanfaatkan aplikasi ini untuk menyampaikan aspirasi maupun usulan untuk lingkungan sekitarnya. 
Adapun jenis kategori usulan terdiri dari infrastruktur, keamanan, kesehatan, ketenagakerjaan, pelayanan umum dan sosial, pendidikan, sosial budaya serta sumber daya manusia. "Sistem pelayanan ini bisa dimanfaatkan untuk semua urusan," ungkapnya.

Kegunaan aplikasi ini, tambahnya, sama persis dengan penggunaan sosial media. "Yang berbeda, semua akan terekam dalam satu sistem, mulai dari jejak komunikasi maupun usulan-usulan yang ada," tuturnya.

Aplikasi tersebut pun, ungkap Gubernur, bisa berperan sebagai alat proteksi penyebaran hoax. "Nanti tim Jabar Saber Hoax bisa menggunakan platform tersebut untuk menyampaikan laporan hoax," ucapnya. (Sugeng)

Jumat, 06 Desember 2019

Kondisi Sungai Cipager Kabupaten Cirebon, Airnya Semakin Memburuk

Warga dan TNI tengah bergotong royong membersihan kotoran limbah sampah di Sungai Cipager, Jum'at (06/12/2019)

FOKUS CIREBON - Sungai Cipager di Desa Panembahan, Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon, kini tinggal sebuah nama sungai yang tak lagi memiliki keasrian (alami), kejernihan airnya dan kebersihan lingkungannua.

Berbeda dengan pada tahun 1970, Sungai Cipager, terkenal bersih airnya (jernis), asri, nyaman dan mengalir deras bak air pegunungan. Kini keadaan itu sudah berubah jauh yang tidak rak lazim lagi disebut sungai.

Sebab airnya sudah keruh, bau dan dipenuhi banyak sampah. Bahka. Air bening (jernih) yang pernah ada di sungai ini, kini air nya berwarna hitam.

Tentu kondisi ini sangat memperhatikan warga di sekitar sungai. Mereka tidak dapat lagi menikmati kejernihan air dan kebersihan sungai seoerti dulu lagi.

Tentu inj menjadi Pekerjaan Rumah (PR) bagi Pemerintan daerah, dalam hal ini dinas teknis ya g menangani soal sungai. Mungkin juga dibaguan tertentu masih termasuk tanggungjawab Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cusanggarung.

Masyarajat juga diminta untuk tidak lagi membuang sampah ke sungai. Terutama limbah rumah tangga yang mengandung bahan-bahan plastik dengan berbagai jenis. Sebab saat ini musim penghujan mulai turun di wikayah Cieebon dan sekitarnya, sehingga dapat dikhawatirkan memicu banjirnya sungai tersebut.

"Ya, bisa jadi ini tanggungjawab BBWS maupun Pemkab Cirebon. Sebab sungai seharusnya selalu berada dalam keadaan bersih tanpa dikotori sampah limbah maupun ranting-ranting pohin dan kekayuan, agar tidak menghanbar arus air saat hujan lebat datang," kata Tarno warga yang mendambakan Sungai Cipager kemvali bersih seperti dulu. (bam)

Hubungan Bilateral RI-Afrika Selatan Memasuki Momentum Baru


FOKUS BALI - Hubungan bilateral RI-Afrika Selatan memasuki momentum baru dengan telah terselenggaranya pertemuan Konsultasi Bilateral yang pertama hari ini.

Demikian disampaikan Dirjen Asia Pasifik dan Afrika, Dr. Desra Percaya saat memimpin delegasi Indonesia pada Konsultasi Bilateral RI-Afrika Selatan antara kementerian luar negeri kedua negara di sela-sela Bali Democracy Forum ke-12 di Bali, Jumat (6/12).
Ketua Delegasi Afrika Selatan, Deputy Director General Asia and Middle East Department of International Relations and Cooperation, Prof. Anil Sooklal menyampaikan bahwa hubungan kedua negara yang telah terjalin lebih dari dua dekade sejak 1994 perlu didukung kerja sama lebih konkrit di bidang ekonomi.
Pertemuan membahas kemajuan bilateral RI-Afrika Selatan, termasuk implementasi Plan of Action (PoA) Kerja Sama Bilateral 2017-2021 yang ditandatangani tahun 2017.
Dalam pertemuan itu, pihak Afrika Selatan menyampaikan akan mendukung Indonesia dalam pembentukan Preferential Trade Agreement (PTA) dengan Southern African Customs Union (SACU), dan dalam hal ini terbuka untuk menjajaki kemungkinan pembentukan PTA secara bilateral dengan Indonesia apabila perkembangan dengan SACU menemui hambatan, termasuk dengan melakukan identifikasi atas produk-produk yang saling menguntungkan kedua negara.
Kedua negara juga sepakat untuk meningkatkan volume perdagangan dan investasi, utamanya di sektor infrastruktur, manufaktur dan pertanian.
Peningkatan investasi tersebut tidak hanya diarahkan pada inbound investment Afrika Selatan di Indonesia melainkan juga pada peningkatan outbound investment Indonesia di Afrika Selatan.
Pertemuan juga membahas isu-isu regional dan multilateral yang menjadi kepentingan bersama kedua negara dan kedua pihak sepakat intensifkan kolaborasi kedua negara dalam kerangka PBB, G20 dan IORA.
Delegasi Afrika Selatan juga menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Indonesia pada Bali Democracy Forum (BDF) sebagai platform yang positif dan menginspirasi bagi pemajuan demokrasi di dunia. (IWO)
Sumber: Kementerian Luar Negeri

AMB Menjadi Tempat Kegiatan SPMI Wilayah II, Sumatra Selatan Dan Bangka Belitung


FOKUS BELITUNG - Sebanyak 50 peserta dari Perguruan Tinggi di wilayah II, yakni Sumatera Selatan dan Bangka Belitung mengikuti kegiatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan di kampus Akademi Managemen Belitung (AMB).

Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Direktur AMB Hartian Ramadhan, ST,MM ini dalam rangka fokus pembahasan dan penerapan sistem penjaminan mutu internal di lingkungan perguruan tinggi wilayah II, khususnya di Akademi Managemen Belitung (AMB).

Menurut Direktur AMB Hartian Ramadhan, ST,MM, kegiatan ini berhubungan dengan amanat Undang-undang No.12 Tahun 2012 tentang pendidikan tinggi yang mewajibkan proses penjaminan mutu pendidikan tinggi.

Dimana, kata Hartian Ramadhan, ini merupakan program yang penting dan wajib dilaksanakan oleh semua institusi penyelenggara pendidikan tinggi. Karena hal ini juga dipertegas dengan Peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi No. 44 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi dan No.62 Tahun 2016 tentang Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Perguruan Tinggi.


"Pentingnya kegiatan ini agar dapat dikenalkan kepada setiap unit yang ada di lingkungan perguruan tinggi dalam hal ini juga di AMB, agar proses aktualisasi manajemen pendidikan tinggi dapat mengarah kepada sistem yang sesuai dengan peraturan dan mampu meningkatkan tata kelola penyelenggaraan pendidikan tinggi," paparnya.

Hartian Ramadhan juga menjelaskan, jika tindak lanjut dari kegiatan ini, untuk menciptakan suata kesadaran, untuk terus berbenah diri, baik dari sisi internal Lembaga Penjamin Mutu AMB serta mengajak semua elemen di setiap unit AMB, terutama program studi sebagai ujung tombak terlaksananya proses pembelajaran dan pengajaran untuk mempelajari serta memahami Sistem Penjaminan Mutu Internal. (din)

Tanah Hibah 18 Hektar di Indramayu Tinggal Menunggu Sidang Paripurna DPRD


FOKUS CIREBON - Selesainya soal tanah seluas 4,9 hektar di Desa Cikawung Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu melalui kegiatan pelepasan hak dan pembayaran tanah kepada 9 warga pemilik tanah, Rektor IAIN SNJ Cirebon, Dr H Sumanta MAg menjelaskan tentang langkah selanjutnya terkait sisa tanah hibah 18 hektar dari Pemda Kabupaten Indramayu.

Menurut Sumanta, menyangkut tanah hibah 18 hektar tersebut, pihaknya baru saja menandatangani surat kesiapan penerimaan hibah dan sudah dibawa oleh petugas dari pemerintah Indramayu dan akan disampaikan ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Indramayu untuk segera disidangkan dan diparipurnakan.

"Kita tadi siang baru saja melakukan pelepasan hak dan pembayaran tanah seluas 4,9 hektar kepada pemilik tanah warga Desa Cikawung. Tanah ini di luar tanah hibah 18 hektar dari Pemda Kabupaten Indramayu. Dan tanah yang 18 hektar ini Insya Allah dalam waktu dekat akan disidangkan di dewan," katanya, Jum'at (16/12/2019).

Dijelaskan, kepemilikan tanah 30 hektar yang menjadi sebuah aturan berarti hanya tinggal menunggu waktu saja, dan diharapkan pada  tahun 2020 sudah bisa mempercepat status peralihan dari IAIN SNJ Cirebon ke UIN.


"Jadi tanah kita ini sudah cukup aturan, yakni 30 hektar lebih, di mana kita sudah memiliki 4 hektar lebih di kampus induk, kemudian di Astapada 4,2 hektar, ditambah pembelian tanah warga di Desa Cikawung seluas 4,9 hektar dari dana hibah Pemprov Jabar, dan tanah hibah seluas 18 hektar dari Pemda Kabupaten Indramayu," jelas Dr H Sumanta MAg, Rektor IAIN SNJ Cirebon. (din)

IAIN Cirebon dan Pemilik Tanah Bertemu Dalam Kegiatan Pelepasan Hak Dan Pembayaran Tanah


FOKUS CIREBON - Upaya IAIN Cirebon untuk mendirikan Kampus 2 di Indramayu, yang melalui proses panjang dan transparan akhirnya selesai juga di tahun 2019, untuk 4,9 hektar satu hamparan. Hal itu ditandai dengan penandatanganan SPH dan persertifikatan tanah, Jum'at, (06/12/2019) di Lantai 3, Gedung Rektorat IAIN SNJ Cirebon, Jl Perjuangan Kota Cirebon.

Penandatangan tersebut bersamaan dengan kegiatan pelepasan hak dan pembayaran tanah dengan para pihak pemilik tanah yang berlokasi di Blok Ciputat, Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu.

Menurut Asda I, Drs H Jaenal Sudrajat Pemda Kabupaten Indramayu, menyatakan dengan adanya kampus 2 Perguruan Tinggi Negeri IAIN Cirebon ini secara otomatis akan mendongkrak prekonomian daerah. Khususnya di desa dan Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu.

"Mengenai proses tanah tersebut, banyak tahapan yang sudah dilalui dan semua disandarkan kepada aturan-aturan yang ada. Dan berdirinya kampus 2 IAIN Cirebon di Indramayu secara otomatis akan membangkitkan prekonomian di Indramayu baik di Desa Cikawung maupun di Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, juga desa-desa tetangga lainnya," jelasnya.

Sementara untuk pembayaran tanah tersebut, kata Asda I, tidak melayani pembayaran kontan, harus melalui rekening, yakni melalui Bank BRI. "Pembayaran tanah tersebut, sebesar Rp 200.000/meter, dan langsung lewat rekening masing-masing pemilik tanah," katanya.


Sementara itu, Rektor IAIN SNJ Cirebin, Dr H Sumanta Hasyim MAg menyampaikan terimakasih yang setinggi-tingginya kepada warga yang sudah melepaskan tanahnya untuk kepentingan pendidikan. 

"Kelegowoan bapak ibu untuk melepaskan tanah tersebut untuk pendidikan diucapkan terimakasih yang setinggi-tingginya, karena pendidikan ini untuk investasi anak cucu kita kedepan nanti," jelasnya.

Sumanta menjelaskan, bahwa semua ini berproses sesuai mekanisme yang ada dan dilakukan secara transparan. "Kita tahu ini adalah untuk tujuan kita bersama dan tidak ada kepentingan pragmatis. Dan proses tanah ini memang agak panjang, karena kita ingin prosedurnya benar dan tidak ada celah sedikitpun," tandasnya.

Rektor IAIN SNJ Cirebon juga mengucapkan terimaksih kepada Pemda Kabupaten Indramayu atas eksekusi tanah di Indramayu hingga prosesnya yang transparan dan sampai dengan selesai. 

Dalam kegiatan tersebut langaung dihadirii Rektor IAIN SNJ Cirebon, Asda I Pemda Kabupaten Indramayu, Kepala BPN Indramayu, Tim Pengadaan Tanah, Kepala BRI, Kepala Biro IAIN SNJ Cirebon, 9 warga pemilik tanah Blok Ciputat, Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu. (din)




Sekdis Pendidikan Jabar : Penyelenggaraan Pendidikan Harus Sinergi Antara Satuan Pendidikan, Keluarga Dan Masyarakat


FOKUS JABAR - Pelibatan keluarga dalam penyelenggaraan pendidikan memerlukan sinergi antara satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat.

Karena keterlibatan keluarga merupakan hal paling penting dan strategis dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan guna mencapai tujuan pendidikan nasional. 

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Dinas Pendidikan (Sekdis) Jawa Barat (Jabar), Firman Adam dalam kegiatan Forum Group Discussion (FGD) atau Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) Tahap II lintas instansi satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dalam sinkronisasi program kerja. 

Diskusi yang dihadiri perwakilan Dinas Kesehatan Jabar, TP PKK Jabar, Kanwil Agama Jabar, BKKBN Jabar, BNN Jabar, KPAI Jabar, Disnaker Jabar, dan perwakilan sekolah setiap jenjang ini, berlangsung di Aula Moh. Yamin Kantor Disdik Jabar, Jln. Dr. Radjiman No. 6, Kota Bandung, Jumat (6/12/2019).

Menurut Sekdisdik, proses pendidikan memerlukan kerja sama antara penyelenggara pendidikan, keluarga dan masyarakat. Hal tersebut tercantum dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 30 Tahun 2017 tentang Pelibatan Keluarga pada Penyelenggaraan Pendidikan.

“Kita harus meningkatkan kepedulian dan tanggung jawab untuk mendorong penguatan pendidikan karakter anak. Khususnya, tingkatkan kepedulian keluarga terhadap pendidikan anak,” tegas Sekdisdik.

Tak hanya itu, lanjutnya, kepedulian keluarga dalam pendidikan juga bisa membangun sinergisme antara satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat. Sehingga, bisa mewujudkan lingkungan satuan pendidikan yang aman, nyaman, dan menyenangkan.

Bentuk pelibatan keluarga dalam lingkungan keluarga pada proses pendidikan, tambah Sekdisdik, bisa berupa menumbuhkan nilai-nilai karakter anak di lingkungan keluarga, memotivasi semangat belajar anak, mendorong budaya literasi, dan memfasilitasi kebutuhan belajar anak.

Sekdisdik pun berharap, orang tua terus berperan aktif dalam pendidikan anak di sekolah agar terbentuk sekolah ramah anak.

Presiden Joko Widodo Dijadwalkan Resmikan Pabrik Petrokimia Di Banten


FOKUS BANTEN - Presiden Joko Widodo bertolak menuju Provinsi Banten guna melakukan kunjungan kerja. Dari Pangkalan TNI AU Atang Sanjaya, Kabupaten Bogor, Presiden dan rombongan lepas landas sekitar pukul 08.10 WIB dengan menggunakan helikopter Super Puma TNI AU, Jumat (6/12).
Dalam kunjungan kerja kali ini Presiden Jokowi diagendakan akan meresmikan pabrik new polyethylene PT. Chandra Asri Petrochemical Tbk.
Usai salat Jumat dan santap siang bersama, Presiden akan meninjau Program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) binaan Permodalan Nasional Madani (PNM).
Pada sore harinya, Presiden dijadwalkan untuk meresmikan jalan tol JORR II ruas Kunciran-Serpong di gerbang tol Parigi, Kota Tangerang Selatan.
Turut mendampingi Presiden dalam penerbangan menuju Banten antara lain, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki, dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.
Selain itu turut serta Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Mayjen TNI Suharyanto, Komandan Paspampres Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, Staf Khusus Presiden Billy Mambrasar, dan Staf Khusus Presiden Adamas Belva Syah Devara.
Sumber: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

Kamis, 05 Desember 2019

Aktivis Masyarakat Temui Kajari Baru Purwakarta


FOKUS KARAWANG - Sebagai organisasi yang konsen di masalah hukum dan sosial, DPC Manggala Garuda Putih Purwakarta, Kamis (5/12) mendatangi Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwakarta.
Ketua DPC Manggala Garuda Putih Purwakarta Ramdan Juniar mengatakan, kedatangan pihaknya dalam rangka silaturahmi.
“Kami bersilaturahmi dengan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Purwakarta yang baru,” kata Ramdan.
Ramdan berharap, Kajari Purwakarta yang baru dapat memberi kejutan untuk masyarakat Purwakarta.
Kepala Kejaksaan Negeri Purwakarta, Andin Adiyaksantoro menyampaikan ucapan terima kasih kepada DPC Manggala Garuda Putih Purwakarta.
Dirinya berharap, Kejaksaan Negeri Purwakarta dengan DPC Manggala Garuda Putih Purwakarta bisa saling melengkapi untuk kepentingan masyarakat setempat. (Is)

Bupati Kuningan Bersama Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Tinjau Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS)


FOKUS KUNINGAN  - Bupati Kuningan H. Acep Purnama SH., MH bersama dengan Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR meninjau pembangunan rumah program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) untuk warga terdampak bencana di Kabupaten Kuningan tepatnya di Desa Cimara Kecamatan Cibeureum, Kuningan yang berjumlah 69 rumah pada hari Kamis (05/12/19).
Sekretaris Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Dadang Rukmana mengatakan bahwa BSPS itu Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya, (bagian) program sejuta rumah dari Pak Presiden Joko Widodo yang dilaksanakan oleh Kementerian PUPR itu dengan memberikan bantuan per rumah Rp35 juta.
Pihaknya menyebut bahwa hasil pembangunan rumah BSPS di Kabupaten Kuningan sangat luar biasa dikarenakan mendapatkan dukungan dari Bupati Kuningan.
“tanpa adanya dukungan dari Pemerintah daerah dan Bupati hal seperti ini akan sulit untuk dilaksankan, ini belum selesai masyarakat terus berusaha kami pun terus akan memberikan bantuan lainnya seperti prasarana umumnya” ujarnya ditjen Perumahan Kementrian PUPR.
Sementara itu Bupati Acep menjelaskan bahwa melalui penyelenggaraan program bsps di Kabupaten Kuningan ini diharapkan mampu memenuhi pemenuhan kebutuhan rumah yang layak huni dan terjangkau dalam lingkungan yang sehat, aman, harmonis, dan berkelanjutan di seluruh wilayah kabupaten kuningan.
Bupati mengatakan ini semua merupakan salah satu bentuk kehadiran pemerintah di tengah – tengah masyarakat dalam hal pemenuhan hak hidup masyarakat untuk bertempat tinggal yang layak.


“Alhamdulillah kita patut besrsyukur bahwa pelaksanaan program bsps-pb di Kabupaten Kuningan berjalan lancar, sesuai aturan dan didukung oleh karakteristik masyarakatnya yang masih tinggi sifat kegotong royongannya”. Ucapnya.

Ayo Buruan.. !! Datangi Stand Kuliner Karya HMJ Departemen Kewirausahaan AMB Di Pantai Tanjung Pendam


FOKUS BELITUNG - Akademi Managemen Belitung (AMB) terus berupaya membangun mutu dan kualitas pada civitas akademi setempat. Selain di bidang keilmuan, hal yang sama juga AMB mengembangkan jiwa kewirausahaan mahasiswa yang bertujuan sebagai wadah penyaluran bakat dan potensi mahasiswa di bidang usaha. 
Dari kewirausahaan AMB ini, sudah banyak karya-karya mahasiswa yang membanggakan. Mereka dengan potensi yang dimiliki, melalui bidang kewirausahaan ini, potensi tersebut dapat disalurkan.

Bahkan dalam waktu dekat ini, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Kewirausahaan AMB akan memanjakan pengunjung stand yang dibuka pada tanggal 8 Desember 2019, di Pantai Tanjung Pendam.

Pengunjung akan disajikan berbagai menu kuliner yang menggiurkan lidah dan perut. Tak hanya itu, pengunjung juga akan dimanjakan oleh kemampuan mahasiswa AMB melalui jasa lukisan sketsa.
Menurut Eka Nuraeni, SPd, MPd, Pembantu Rektor III, Bidang Kemahasiswaan saat dihubungi via telepon selulernya mengatakan, bahwa kegiatan berwirausaha ini sebagai bentuk jawaban dan pengembangan keterampilan enterprenuership mahasiswa untuk menyiasati derasnya era globalisasi dan revolusi industri 4.0.
Dari pengembangan tersebut, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Departemen Kewirausahaan AMB berhasil menyalurkan potensi mahasiswa di bidang kuliner. 
"Ada sejumlah Stand yang sudah disediakan HMJ Departemen Kewirausahaan AMB. Masyarakat bisa datang dan mengunjungi satnd-stand ini yang sudah menyediakan berbagai makanan kuliner yang siap saji," katanya.
Tak hanya di kuliner, pada kegiatan tersebut juga masyarakat bisa melihat dan menyaksikan kemampuan mahasiswa AMB di bidang lainnya, yakni jasa lukis sketsa. Bahkan masyarakat bisa menikmati jasa lukis sketsa tersebut dengan berbagai keinginan. (din)

Kendaraan Truk Tabrak Dump Truk, Terbalik Di Lampu Merah Palimanan


FOKUS CIREBON - Kewaspadaan memang sangat dibutuhkan bagi seorang driver kendaraan. Jika tidak, bisa-bisa kendaraan yang dikendarai malah mengalami musibah di jalan. 
Seperti yang terjadi di perempatan lampu merah Palimanan. sore sekitar pukul 16.50 WIB, sebuah truk tangki dengan nomor polisi L 8001 NR yang dikemudikan Priyanto, warga Desa Menganti RT 03/RW 02 Kecamatan Sruweng, Kabupaten Kebumen menabrak dump truk bermuatan tanah hingga terbalik di tengah jalan. Peristiwa tersebut terjadi Kamis (5/12/2019).
Kapolresta Cirebon, AKBP Syahduddi, melalui Kasat Lantas Polresta Cirebon, Asep Nugraha mengatakan, lakalantas ini diduga karena kendaraan truk mengalami kerusakan fungsi rem (Rem Blong).
Akibatnya, truk tangki ini menabrak kendaraan dump truk dengan nomor polisi H 1468 RI yang dikemudikan Sobirin (26), warga Desa Wonosari RT 02/04, Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah yang sedang belok kanan memutar arah.
"Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini, hanya kerugian materil saja,” terang Kasat Lantas Polresta Cirebon, AKP Asep Nugraha. (bam)

Rabu, 04 Desember 2019

UKM KPM IAIN SNJ Cirebon Gelar Upgrading Dan Sekolah Protokol


FOKUS CIREBON - Sebanyak 40 peserta baru, Rabu (4/12/2019),  mengikuti kegiatan sekolah protokol dan upgrading yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Korps Protokoler Mahasiswa (KPM) IAIN SNJ Cirebon di ruang Auditorium FUAD, Lantai 4, Jl Perjuangan Kota Cirebon.

Salman Alfarizi, Ketua Umum UKM KPM IAIN SNJ Cirebon menjelaskan, bahwa kegiatan sekolah protokol dan upgrading ini merupakan salah satu jalan bagi pencarian ilmu tentang keprotokoleran. 

"Ya, ini penting bagi anggota baru yang menjadi peserta agar mereka mengetahui tentang ilmu keprotokoleran, salah satunya adalah cara tata penghormatan dan lainnya," ujarnya.


Dijelaskan, pada kegiatan yang mengambil tema "Melalui Sekolah Protokol, Wujudkan Protokoler Yang Profesional, Integrity, Exellent" ini diikuti oleh 40 peserta. Mereka akan digodok dengan materi keprotokoleran sebagai ladang ilmu agar lebih mengetahui menuju protokoler yang profesional.

Sementara itu, pada kegiatan ini, Panitia penyelenggara menghadirkan pemateri keprotokoleran Protokol Setda, Pemkab Cirebon, Faisal Amir.


Menurut Faisal, protokoler itu harus tegas tapi tidak tegang. Selain itu harus berpenampilan menarik dan bersikap profesional, ini menjadi penting dari salah sati bagian ilmu keprotokoleran yang harus dimiliki pada seorang protokol. (din)
  

Selasa, 03 Desember 2019

Sebanyak 97,18 Persen, ASN Eselon II Kota Cirebon Sudah Menyelesaikan E - LHKPN


FOKUS CIREBON - Sebanyak 97,18 persen pejabat eselon II di lingkungan Pemda Kota Cirebon telah menyelesaikan e LKHPN milik mereka. Sisanya, segera diselesaikan dalam waktu dekat.

Wakil wali Kota Cirebon, Dra. Hj Eti Herawati mengapresiasi dan berterima kasih kepada pejabat eselon II yang telah berkomitmen untuk menjalankan pemerintahan yang bersih. 

“Kita telah berkomitmen untuk menjalankan pemerintahan yang bersih, salah satunya dengan menyelesaikan pengisian e LHKPN tersebut,” ungkap Eti di sela-sela kegiatan Sosialisasi dan Asistensi Pengisian E-LHKPN tahun 2019 di Lingkungan Pemerintah Daerah Kota Cirebon, Selasa, 3 Desember 2019.

Pemerintahan yang bersih dan transparan diyakini Eti akan mendapatkan dukungan dari masyarakat luas. 

Karena itu, Eti mewanti-wanti agar komitmen untuk penyelenggaraan pemerintahan yang bersih terus dilakukan agar pembangunan di Kota Cirebon bisa berjalan dengan baik. 

Saat ditanyakan laporan kekayaan walikota dan wakil walikota Cirebon, Eti mengaku tentu saja dirinya sudah melaporkannya. “saya yang pertama,” ungkap Eti sambil tersenyum.

Sementara itu Pj Sekda Kota Cirebon, H. Anwar Sanusi, S.Pd. M.Si, menjelaskan jika saat ini sebanyak 97,18 persen ASN eselon II di Kota Cirebon telah menyelesaikan e LHKPN mereka.

"Alhamdulillah, paling tinggal dua atau tiga orang lagi,” ungkap Anwar. 
Itu pun saat ini laporan mereka tengah proses loading untuk segera dikirimkan melalui e LHKPN.

Dijelaskan Anwar, pengisian e LHKPN merupakan kewajiban bagi ASN esselon dua. Sedangkan untuk eselon di bawahnya diwajibkan mengisi LHKASN. 

“untuk memenuhi target, kami melakukan sosialisasi serta melakukan pembinaan terhadap admin. Karena pengisian e LHKPN ini dilakukan secara online,” ungkap Anwar. (nur)

Ribuan Guru Honorer di Kabupaten Cirebon Tuntut Kesejahteraan


FOKUS CIREBON - Ribuan guru honorer di Kabupaten Cirebon menggelar aksi damai. Mereka menutut gaji mereka disesuaikan dengan Upah Minimum Kerja (UMK) yanga ada di Kabupaten Cirebon. Para guru honorer ini merasa terancam kesejahteraannya akibat belum mendapat perhatian Pemerintah Daerah setempat.

Ribuan guru honorer yang terwadahi lewat Forum Honorer Pendidik dan Tenaga Kependidikan Persatuan Guru Republik Indonesia(FHPTK-PGRI)Kabupaten Cirebon ini, berorasi secara bergiliran di Gedung PGRI, Sumber pada Selasa (3/12/2019) pagi.

Mereka menginginkan, gaji guru honerer sesuai Upah Minimum Kerja (UMK) yang ada di Kabupaten Cirebon. Bahkan mereka mengaku ikut mengawal kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon mengenai rapat persiapan penyusunan Peraturan Bupati.
Nantinya, sebagai penyusunan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2019 Tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Cirebon Nomor 13 Tahun 2011 Tentang Penyelenggaraan Pendidikan.
Selain itu, khususnya mengenai honorium guru pengganti dan tenaga kependidikan Non PNS pada sekolah Negeri.

Dalam aksi ini, Forum Honorer Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Persatuan Guru Republik Indonesia, mempertanyakan apakah sudah sejahtera dengan gaji guru honorer sebesar Rp 150.000,- hingga Rp 300.000 ini.
"Saya sangat berharap tanda tangan Pak Bupati membuahkan hasil bagi kami, dan kami ingin kesejahteraan kami diperhatikan. Apalagi saatini, jumlah tenaga guru honorer di Kabupaten Cirebon mencapai 6.777 jiwa," paparnya. 
Dijelaskan, aksi damai ini, sesuai dengan surat yang yang dilayangkan ke Polresta Cirebon. Tujuan aksi ini sendiri hanya untuk menyampaikan aspirasi dari bawah, yakni mereka para guru honorer di Kabuoaten Cirebon. "Kami datang dengan damai, kami hanya ingin sejahtera, maka mohon keinginan ini diperhatikan," jelas Soleh. (bam)





Menuju Akreditasi A, Perpustakaan IAIN Cirebon Tingkatkan Pelayanan Cepat Dan Program 3S


FOKUS CIREBON - Perpustakaan masih menjadi salah satu institusi yang banyak diburu para pegiat buku. Tapi tudak sedikit perpustakaan ditinggalkan pembacanya lantaran karena persoalan pelayanan.

Namun berbeda dengan perpustakaan di IAIN SNJ Cirebon, justru berbeda dengan perpusatakaan lain, di IAIN Cirebon malah lebih mengutamakan  pelayanan dan program 3S (Senyum, Salam dan Sapa).

Hal itu disampaikan langsung oleh salah seorang mahasiswa yang gemar bertandang ke perpustakaan IAIN SNJ Cirebon, Rizal, saat ditanya seputar keberadaan dan pelayanan Perpustakaan IAIN Cirebon.

Sementara menyangkut program 3S, dibenarkan langsung oleh Kepala Perpustakaan IAIN SNJ Cirebon, Yayat Suryatna, menurutnya pengelolaan perpustakaan IAIN Cirebon selalu mengedepankan pelayanan dan ketepatan.

Mengapa demikian, kata Yayat, karena kualitas sebuah perpustakaan bisa dilihat dari layanannya. Kemudian juga lihat koleksi bukunya serta sarana dan prasarananya.

"Layanan ini terkait dengan kecepatan dan ketepatan. Sedang mengenai kecepatan artinya bukunya mudah ditemukan, kemudian pemberian layanan juga harus tepat di mana buku yang dicari sesuai dengan kebutuhan mahasiswa,” terangnya saat ditemui disela-sela kegiatan worksop.

Bahkan Yayat menegaskan, bahwa pada soal pelayanan, saat memberikan layanan wajah tidak boleh terkesan asem, cuek atau bahkan kurang ramah. "Kalau masih ada yang demikian, bisa dilaporkan kepada kami dan kami akan memberikan pembinaan,” pintanya.

Yayat juga menjelaskan, dalam rangka meningkatkan pengelolaan dan pelayanan, pihaknya tengah menggelar kegiatan workshop.

Dari kegiatan ini ada tujuan yakni IAIN Syekh Nurjati Cirebon berkeinginan untuk menuju akreditasi A, maka workshop ini dalam rangka pemenuhan standar. Yakni workshop pengembangan dan pengelolaan perpustakaan.

"Ada sembilan standar menuju akreditasi A, dan workshop ini salah satunya upaya menuju akreditasi A tersebut, yaitu meningkatkan kompetensi pustakawan,” jelasnya, Selasa (3/12/2019).

Sedang standar lainnya yaitu, pengembangan digital perpustakaan. JIka perpustakaan tidak bisa berkembang sesuai zaman, maka perpustakaan bisa ditinggalkan. Untuk itu, perpustakaan di IAIN Syekh Nurjati Cirebon tengah terus meningkatkan digitalisasinya, salah satunya lewat e-book.

"Tema kegiatannya yakni ‘Melalui Pengembangan Kompetensi Pustakawan dan Pembangunan Perpustakaan Digital, Kita Tingkatkan Kualitas Kualitas Perpustakaan’ yang dilaksanakan di Hotel Tryas, Kota Cirebon.

Dwmikian juga disampaika  Wakil Rektor I Syaefudin Zuhri, bahwa perpustakaan di IAIN Syekh Nurjati Cirebon tengah bersiap menyongsong akreditasi. "Workshop ini merupakan persiapan akreditasi. Out put nya adalah perpustakaan bisa terakreditasi A, atau minimal B.

Pihaknya juga tengah mendorong agar pengadaan buku di perpustakaan mengacu pada profil masing-masing prodi, serta ada peningkatan akses ke jurnal nasional maupun internasional. (din)

Jelang Tutup Tahun, Pemprov Jabar Gelar Kopi Darat


FOKUS CIREBON - Jelang tutup tahun, Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) menggelar Koordinasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (Kopdar) Triwulan IV Tahun 2019 di Eminence Hotel Cianjur, Selasa (3/12/19). 

Ajang silaturahmi, koordinasi dan komunikasi yang dikemas secara informal antara Gubernur Jabar Ridwan Kamil dengan 27 Bupati/Wali Kota se-Jabar kali ini membahas refleksi akhir tahun penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan. 

“Ini adalah Kopdar terakhir di 2019 dan sebuah upaya agar kami para pemimpin daerah terus melakukan sinkronisasi,” kata Ridwan Kamil.

Pasalnya menurut Emil –begitu Ridwan Kamil disapa–kekompakan antara seluruh kepala daerah merupakan kekuatan terbesar dalam upaya pembangunan di Jabar. 

“Yang saya amati setahun pertama (memimpin) ini, frekuensi (kekompakan) masih belum sempurna. Tapi saya yakin kalau kita rutinkan (Kopdar), semua lancar karena kekuatan terbesar kita, (adalah) kita kompak membangun bersama-sama,” tegasnya.

Emil menuturkan, beberapa program yang dievaluasi dalam Kopdar di pengujung 2019 ini antara lain hilangnya aspirasi kab/kota selama proses pengajuan.

Maka dalam pertemuan itu, disepakati pembentukan Desk Bantuan Gubernur yakni sebuah unit di bawah naungan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jabar.


“Desk ini sudah dilakukan di DAK (Dana Alokasi khusus) sehingga makin lama pembangunan di Jabar makin lancar dan aspirasi dari kota/kabupaten juga makin mudah dan terlacak kemacetannya dimana,” ujar Emil.

Selain mengevaluasi kegiatan satu tahun belakangan, Kopdar ini juga membahas rencana program tahun 2020, antara lain fokus pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo.

Selain itu, Emil berujar bahwa Pemda Provinsi Jabar juga akan mengevaluasi kurikulum SMK bekerja sama dengan perusahaan agar muncul link and match antara Dunia Usaha dan Dunia Industri. 

Emil pun meminta kepada bupati dan wali kota agar mewajibkan industri di daerahnya untuk memiliki sekolah atau tempat pelatihan bagi lulusan SMK.

“Mohon bupati/wali kota wajibkan ada sekolah atau teaching factory di pabrik. Jangan kasih izin (perusahaan) kalau tidak ada konsep yang akan dimulai tahun 2020 ini. Bila pabriknya memenuhi, maka pajaknya akan dikurangi. Ini adalah upaya kita meningkatkan SDM dan mengurangi pengangguran khususnya SMK,” tutur Emil.

Tak hanya itu, Emil mengingatkan para bupati/wali kota untuk menjalankan arahan Presiden untuk memudahkan perizinan investasi khususnya sektor manufaktur.

Pilkada serentak tahun 2020 pun ikut masuk dalam pembahasan. Emil meminta kepada delapan daerah yang akan melaksanakan Pilkada serentak tahun depan untuk mempertahankan kondusivitas Jabar. 


Terkait sektor pariwisata, Emil juga meminta daerah memaksimalkan potensi pariwisata lokal. “Maksimalkan potensi yang ada karena karena kekuatan ekonomi Jabar yaitu industri manufaktur dan pariwisata,” ucap Emil.

Melalui Kopdar yang rutin digelar ini, Emil pun yakin bahwa tahun 2020 Jabar akan lebih maju karena pertemuan para kepala daerah ini berdampak positif bagi percepatan pembangunan.

“Kopdar ini ‘kan gagasan baru yang sebelumnya tidak ada, ternyata diapresiasi oleh semua (kepala daerah). Insyaallah 2020 Jabar akan lebih maju dengan Kopdar ini,” tutup Emil. (din)

Senin, 02 Desember 2019

HIMASOS IAIN Cirebon, Pecahkan Krisis Pemuda Milenial, Lewat Seminar Nasional


FOKUS CIREBON - Tantangan industri 4.0 tidak harus cukup dengan kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) dan kualitas Perguruan Tinggi saja, tetapi juga harus diperhatikan soal aspek mental dalam menjalankannya. 

Apalagi menyangkut peran pemuda milenial, sepertinya menjadi menarik untuk didiskusikan sebagai kelompok 'zaman now' yang gandrung terhadap kesiapannya menghadapi revolusi industri 4.0. 

Terutama menyangkut sikap dan pandangan (mental dan intelektual) para pemuda dalam menatap masa depan, sehingga kondisi ini membuat greget HIMASOS IAIN Cirebon, untuk pecahkan melalui Seminar Nasional tentang "Menguatkan Peran Generasi Muda dalam Mengembangkan Karakter Bangsa Melalui Pendidikan Islam" yang digelar di lantai 4, FUAD IAIN SNJ Cirebon, Senin, (02/12/2019).

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Sosial (HIMASOS), IAIN SNJ Cirebon, Riyo Maheso Jenar menjelaskan jika kegiatan seminar nasional ini mengundang dua pembicara ternama yakni KH Huseun Muhammad (Founder Perguruan Tinggi Institut Studi Islam Fahmina Cirebon) dan Muhammad Abdullah Syukri MA (Indonesian Delegation For 1000 Abrahamic Circles Project.


Dijelaskan, seminar ini diadakan untuk membangun semangat dan pola pikir para mahasiswa dan pemuda sebagai generasi milenial agar bisa berkarakter sesuai dengan Islam dan berkepribadian Pancasila.

"Kita masih melihat, kaum milenial yang terjebak oleh sikap-sikap hendonis, sehingga sudah jarang  mendalami budaya dan pendidikan Islam, malah justru lebih banyak mengadopsi budaya barat, seperti main game online dan lainnya," terang Rio Maheso Jenar.

Sementara itu, dalam kupasan materi seminar, KH Huseun Muhammad menjelaskan, bahwa saat ini terjadi kegelisahan-kegelisahan di mana dengan berkembangnya sikap ekstrimisme. Sehingga pada sejumlah pertemuan dunia, selalu mengambil tema soal-soal perdamaian.

"Islam dulu itu maju, karena menyumbang peradaban manusia begitu besar dengan pandangan pandangan majunya," ujar KH Husein Muhammad.


Sedang menyangkut soal ekstrimisme yang dimaksud, Kata KH Husein Muhammad, adalah telah menyebarnya kekerasan atas nama agama, dan ini mencemaskan bagi masa depan kita. 

"Realitas itu adalah wajah dari dunia, pandangan ini karena dari proses sistem kita yang gagal.  Dan pendidikan harusnya menjadi proses mengaktualisasukan kemanusiaan untuk menjadi menambah baik, karena pendidikan itu proses mengaktualkan potensi kemanusiaan, potensi spiritual, potensi intelektual dan potensi energi," katanya.

Maka disinilah pentingnya peran pendidikan, yang harus lebih memanusiakan manusia melalui keilmuan dan potensi yang dikembangkan. Hal itu bisa juga sebagai proteksi dini, karena pendidikan kita, dan pergerakan islam dulu selalu mengibarkan kemajuan-kemajuan bagi masa depan. (din)









Bangun Sinergitas Dan Kerjasama, DPRD Cimahi Gandeng IAIN Cirebon


FOKUS CIREBON - IAIN Syekh Nurjati Cirebon lagi-lagi menjadi rujukan dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh  lembaga atau institusi lain. Pasalnya, IAIN Cirebon kini dipandang sebagai salah satu institusi yang kredibel dan berkompeten untuk diajak bekerjsama dalam segala bidang.

Seperti juga yang dilakukan pihak DPRD Cimahi, Jawa Barat, dalam rangka penguatan peran dan kinerja anggota Legislatif dalam membangun daerah, DPRD Kota Cimahi menggandeng IAIN Syekh Nurjati Cirebon untuk menyelenggarakan Workshop selama tiga hari dari tanggal 1-3 Desember 2019. 

Workhsop yang digagas adalah menyangkut "Optimalisasi Kinerja Legislatif Dalam Membangun Daerah Dengan Bersinergi Bersama Kebijakan Kepala Daerah" bertempat di Swiss Belhotel Cirebon.

"Selamat datang di Kota Cirebon kepada Ketua, Pimpinan Fraksi dan Anggota DRPD Kota Cimahi di Kota Cirebon," kata Dr.H.Sumanta, M.Ag, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon  pada pembukaan Workshop tersebut.


Pada kesempatan yang sama, Sumanta juga mengulas sejarah singkat berdirinya dan peran kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon. 

Dirinya merasa tersanjung dan senang dapat bersilaturrahim dan bekerjasama dengan DPRD Kota Cimahi melalui LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon. 

Terlebih menurutnya IAIN Syekh Nurjati Cirebon salah satu kampus yang sudah bekerjasama dengan Badan Keahlian DPR RI, yang pernah melibatkan IAIN Cirebon dalam pembahasan Rancangan UU Pesantren bersama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Cimahi Ir.H.Achmad Zulkarnaen, MT dalam sambutannya mengatakan, bahwa dirinya sempat menanyakan penyelenggara kegiatan Workshop ini kepada Setwan, ternyata IAIN Syekh Nurjati Cirebon cq. LPPM yang di Ketuai Dr.H.Ahmad Yani, M.Ag sudah mempunyai pengalaman dan tedaftar di Kemendagri RI sebagai penyelenggara BIMTEK anggota DPRD.

Diakuinya, dirinya merasa perlu bermitra dengan lembaga yang kredibel, sehingga seluruh kegiatan dapat berjalan dengan baik dan akuntabel, tuturnya.

Selanjutnya, dirinya merasa senang bekerjasama dengan IAIN Syekh Nurjati Cirebon, pelayanannya luar biasa, ramah dan menyenangkan, fasilitas juga memadai, termasuk  narasumbernya sangat kredibel dan sudah terdaftar di Kemendagri. 

"Insya Allah, kerjasama ini akan terus berlanjut. Dan semoga pula kegiatan ini benar-benar berjalan dengan baik, dan memberikan penguatan pada peran dan fungsi kita dalam membangun daerah," pintanya. (din)