Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 24 April 2020

Danyonkes 2 Kostrad Bantu Penanganan Observasi Dan Perawat Pasien Covid-19


JAKARTA - Komandan Batalyon Kesehatan 2 Kostrad, Letnan Kolonel Ckm dr. Ayiq Mahmud, Sp. OT (K) Spine berangkatkan 25 pasukannya dari Lanud Abd. Shaleh Malang menuju Lanud Halim Perdana Kusuma Jakarta Timur untuk membantu penanganan observasi dan perawatan pasien Covid-19, Jumat (24/4), di Wisma Atlet Kemayoran Jakarta Pusat. 

Danyonkes 2 Kostrad mengatakan atas perintah Panglima Divif 2 Kostrad Mayjen TNI Tri Yuniarto, S.A.P., M.Si., M.Tr.(Han), keterlibatan Divif 2 Kostrad dalam hal ini satuan Yonkes 2 Kostrad di Wisma Atlet Kemayoran Jakarta merupakan wujud tugas dan fungsi Batalyon Kesehatan 2 Kostrad, terutama dalam misi kemanusiaan yaitu membantu pemerintah dalam menanggulangi wabah Covid-19. 

"Dari data Gugus Tugas Covid-19 pada hari Jumat 24 April 2020 tercatat sebanyak 8.211 pasien di Indonesia terinfeksi virus Covid-19, saya berangkatkan prajurit-prajurit terbaik saya ke Wisma Atlet Kemayoran guna membantu penanganan wabah virus Covid-19, semoga pandemi ini lekas berakhir dan kita semua dapat beraktivitas kembali seperti sedia kala,” kata Danyonkes 2 Kostrad Letnan Kolonel Ckm dr. Ayiq Mahmud, Sp. OT (K) Spine.

Sebelum berangkat menuju Lanud Halim Perdana Kusuma, Asisten Operasional Divif 2 Kostrad Kolonel Inf Septa Viandi Dwi mengecek kesiapan satuan Yonkes 2 Kostrad meliputi APD (Alat Proteksi Diri), maupun perlengkapan perorangan yang dibawa.

Sementara itu, Asisten Operasional Divif 2 Kostrad Kolonel Inf Septa Viandi Dwi berpesan kepada prajurit Batalyon Kesehatan 2 Kostrad untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada seluruh pasien Covid-19, serta memberikan pengabdian yang terbaik bagi bangsa dan negara. (dade)

PT IPC Menghentikan Sementara Semua Layanan Terminal Penumpang


JAKARTA, FC - PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC siap menghentikan sementara layanan semua terminal penumpang, menyusul kebijakan larangan mudik sebagai upaya mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19). 

IPC terus berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Syahbandar Pelabuhan untuk menerapkan aturan larangan penggunaan transportasi laut untuk mudik, khususnya di Pelabuhan. 

Direktur Utama IPC, Arif Suhartono mengatakan IPC siap menghentikan sementara layanan Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Priok, yang biasanya menjadi akses utama pemudik menggunakan transportasi laut. 

"Pemerintah telah mengeluarkan aturan larangan sementara penggunaan transportasi umum, kendaraan pribadi, dan sepeda motor untuk mudik pada Idul Fitri 1441 H, guna mencegah penyebaran Covid-19 di Indonesia," kata Arif, Jumat (24/4), di Jakarta.

Aturan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan nomor 25 tahun 2020 berlaku efektif sejak kemarin. Khusus larangan mudik menggunakan moda transportasi laut, diberlakukan sampai 8 Juni 2020. 

Sebelumnya, IPC telah menghentikan layanan terminal penumpang di 3 pelabuhan, yakni Pelabuhan Tanjung Pandan di Belitung, Pelabuhan Pangkal Balam di Bangka, serta Pelabuhan Boom Baru Palembang. 

"Dengan aturan Permenhub ini, IPC siap menghentikan sementara layanan di Pelabuhan Tanjung Priok dan Pelabuhan Pontianak. Berhentinya sementara layanan di Terminal Penumpang di semua pelabuhan yang dikelola IPC bukan berarti operasionalnya ditutup. Sebab, terminal penumpang tersebut masih bisa digunakan untuk transportasi yang dikecualikan, seperti operasional petugas TNI/Polri, tenaga kesehatan, atau kebutuhan logistik, sesuai aturan Permenhub nomor 25 tahun 2020 ini," ujarnya. 

Di sisi lain, dia menegaskan, operasional dan layanan terminal barang di semua pelabuhan IPC akan tetap beroperasi. Kapal barang tetap bisa bersandar dan melakukan bongkar muat, baik di terminal peti kemas, terminal non peti kemas, maupun terminal multi purpose. 

"Tetap beroperasinya semua terminal barang di Pelabuhan IPC juga sejalan dengan aturan Permenhub tersebut, yang mengecualikan pelarangan bagi angkutan untuk kepentingan logistik,” ungkap Arif. (dade)

Satgas Tanggap Darurat Covid 19 IAIN Cirebon, Berikan Bantuan Wastafel dan Hand Soap Ke Sejumlah Masjid dan Mushola

Ketua Satgas Covid 19 IAIN SNJ Cirebon, Dr H Achmad Yani MAg saat menyerahkan bantuan wastafel dan hand sanitizer kepada DKM Masjid dan Mushola. (Foto/Ist)
CIREBON, FC - Gerak cepat yang dilakukan Satgas Tanggap Darurat Covid 19 IAIN Syekh Nurjati (SNJ) Cirebon menjadi bagian dari tugas untuk memutus rantai penyebaran virus corona di Indonesia.

Selain mendirikan posko penanganan covid 19 di Jalan Perjuangan, Satgas Covid 19 IAIN Cirebon juga membagikan wastafel, masker, nasi kotak juga penyemprotan disinfektan ke sejumlah masjid, mushola dan permukiman warga, antara lain di RW 10 Widyasari Sunyaragi, RW 06 Harapan Mulya dan RW 11 Mekar Mulya, Nuansa Majasem. 

Ketua Satgas Tanggap Darurat Covid 19 IAIN Syekh Nurjati (SNJ) Cirebon, Dr H Achmad Yani MAg, yang akrab disapa Kang Yani, kepada Fokus Cirebon mengatakan, selain kegiatan tersebut di atas, Satgas Covid 19 IAIN Cirebon beserta para relawan juga melakukan Talk Show Online bersama dengan dr H Edy Sugiarto MKes, Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon.

Kegiatan Talk Show ini dilakukan guna menyerap berbagai informasi mengenai data-data perkembangan penyebaran covid 19 di Kota Cirebon. Termasuk data ODP, PDP maupun OTG serta pasien positif yang meninggal.

"Kegiatan talk show ini sangat membantu kami untuk mengetahui persis perkembangan Covid 19 di Kota Cirebon, termasuk upaya pencegahan yang akan kami lakukan baik untuk masyarakat maupun kewaspadaan bagi seluruh Satgas Covid 19 IAIN Cirebon beserta relawannya," kata Kang Yani, Jum'at (24/4/2020).

Selain itu, Kang Yani juga menjelaskan langkah-langkah dari gerakan Satgas Covid 19 IAIN Cirebon yang sudah dan yang tengah dilakukan di masyarakat. 

Kegiatan satgas ini, kata Kang Yani difokuskan pada dua hal, yaitu upaya pencegahan melalui edukasi, konseling dan pendampingan. Kemudian melalui aksi penanggulangan dampak sosial ekonomi.

"Inilah yang sedang kami lakukan dan kami juga sudah membagikan sejumlah wastafel serta hand sanitizer kepada sejumlah masjid, mushola serta penyemprotan disinfektan ke permukiman warga. Bahkan juga membagikan masker, nasi kotak kepada Ojol. Semua kami lakukan untuk membantu Pemerintah dalam upaya memutus rantai penyebaran virus covid 19 di masyarakat," terangnya.

Kegiatan yang digelar bersama para relawan Satgas ini, kata Kang Yani, juga mendapat respon positif masyarakat. 

"Masih ada sejumlah program yang nanti kami gulirkan ke masyarakat. Intinya, kami ingin membantu program Pemerintah dalam memutus rantai penyebaran covid 19 di masyarakat, dengan tetap menjalankan protap sekaligus juga mengajak masyarakat agar tetap menjaga jarak, social distanching, psycal distancing dan stay at home," tandas Kang Yani.


Dijelaskan, Satgas juga membuka donasi. Termasuk untuk pengadaan APD dan sembako yang akan disumbangkan ke rumah sakit dan masyarakat terdampak. (din)

Kamis, 23 April 2020

Memutus Rantai Penyebaran Virus Covid 19, Sejumlah Anggota DPRD Kota Cirebon Lakukan Rapid Test

Sejumlah anggota DPRD Kota Cirebon mengikuti Rapid Test, upaya memutus rantai penyebaran Covid 19 di Kota Cirebon
CIREBON, FC - Cepatnya penyebaran virus Covid 19 indonesia, membuat sejumlah daerah melakukan berbagai cara untuk memutus rantai penyebarannya. Termasuk langkah yang dilakukan Pemerintah Daerah Kota Cirebon.
Namun sayang, perjalan wabah yang sudah merespon sejumlah warga, perawat dan dokter yang akhir ikut terpapar oleh virus Covid19 ini, pejabat di Kota Cirebon baru sebagian yang mengikuti rapid tes untuk mengetahui terpapar virus atau tidak. 
Kendati begitu, upaya-upaya tetap dan terus dilakukan, begitu pula dengan apa yang sudah dilakukan oleh para anggota DPRD Kota Cirebon, dimana sebagian dari mereka telah mengikuti rapid test.
Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Ketua DPRD Kota Cirebon, Hj Affiati AMa kepada media, Kamis (23/4/2020). “Hari ini sejumlah pimpinan dan anggota DPRD Kota Cirebon mengikuti rapid test di Gedung Diklat BKKBN,” kata Affiati.
Menurut Affiati, rapid test dilakukan sebagai langkah deteksi awal seseorang terinfeksi virus atau tidak. Kegiatan ini, kata dia, hasil kerjasama DPRD dengan Dinas Kesehatan Kota Cirebon.
“Kendati masih dalam masa bekerja dari rumah, pimpinan dan anggota DPRD Kota Cirebon tetap aktif melaksanakan tugas dan fungsinya,” ungkapnya.
Masih kata Affiati, diantaranya yakni memberikan dukungan kepada Pemerintah Daerah Kota Cirebon dalam melaksanakan upaya penanggulangan Covid-19. “Kami dukung penuh penanganan virus Covid-19 ini sampai benar-benar selesai,” katanya. (bam)

11 dokter di Kota Bekasi Positif Terjangkit Virus Corona, Ini Penjelasan Ketua IDI Cabang Kota Bekasi

Foto/Ilustrasi
BEKASI – Lagi-lagi akibat ketidak jujuran pasien, para medis menjadi ladang sasaran covid 19. Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kota Bekasi, Komaruddin Askar di Bekasi, menjelaskan penyebab 11 dokter di Kota Bekasi, positif terjangkit virus Corona atau Covid-19.
“Mereka terinfeksi akibat ketidakjujuran pasien yang sebelumnya melakukan kontak dengan pasien corona,” ujarnya kepada awak media, Kamis (23/4/2020).
Pasien yang bersangkutan, lanjut dia, baru berkata jujur usai seluruh dokter yang sempat memeriksanya, terpapar virus Corona atau Covid-19.  ke 11 dokter tersebut merupakan dokter umum dan spesialis.
Komaruddin mengimbau kepada para dokter dan tenaga medis lainnya agar bekerja secara profesional, dengan selalu mengenakan APD lengkap, terutama saat bersentuhan dengan pasien.
“Artinya sesuai tingkat di mana dia kerja, harus pakai APD. Entah bekerja di poli, UGD atau di ruang isolasi, tetap pakai APD, baik level 2, 3 atau 1. Dan jangan terlalu sering kontak dengan pasien,” tandasnya.(*)

Rabu, 22 April 2020

Koperasi Forwami Gelar Kegiatan Bakti Sosial Salurkan Bantuan Paket Sembako


JAKARTA- Forum Wartawan Maritim Indonesia (Forwami) melalui Koperasi Kreasi Forwami Sejahtera, menggelar kegiatan bakti sosial dengan menyalurkan bantuan paket sembako di lingkungan pelabuhan Tanjung Priok.

Paket sembako berupa beras, minyak goreng dan mie instan itu diberikan langsung kepada kalangan buruh pelabuhan/tenaga kerja bongkar muat (TKBM) maupun para pengemudi ojek di pelabuhan itu.

Bakti sosial ini dalam rangka membantu sesama disaat masa Pandemi Virus Corona (Covid-19) saat ini, sekaligus bertepatan dengan menjelang bulan Ramadhan tahun ini.

"Bantuan yang disalurkan ini berasal dari sejumlah rekan Jurnalis/Media yang sehari-hari meliput kegiatan di pelabuhan Priok maupun para donatur dari pekerja di IPC dan anak usahanya, serta para pelaku usaha eksportir maupun perusahaan jasa pengurusan transportasi dan perusahaan bongkar muat di pelabuhan Priok," kata Ketua Koperasi Kreasi Forwami Sejahtera, Abdul Habib, Rabu (22/4), saat menggelar bakti sosial.

Turut hadir pada kegiatan itu, Ketua Forum Wartawan Maritim Indonesia (Forwami) Ire Djafar, Ketua Serikat Tenaga Kerja Bongkar Muat (STKBM) Pelabuhan Tanjung Priok, Nurtakim, dan Staf Koperasi TKBM Priok maupun sejumlah pekerja IPC dan anak usahanya.

Pada kesempatan itu, sebanyak 125 paket Sembako, telah dibagikan secara langsung antara lain di kantor Koperaai TKBM Tanjung Priok, dan di sekitar Pos 8 Pelabuhan Priok yang menjadi salah satu tempat mangkal para ojek motor dan buruh pelabuhan yang sedang menunggu pekerjaan.

"Meskipun jumlah dan nilai bantuan itu tidak seberapa, namun dirinya berharap bisa sedikit meringankan saudara-saudara kita para buruh pelabuhan dan tukang ojek di pelabuhan Priok," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Forum Wartawan Maritim Indonesia (Forwami), Ire Djafar mengungkapkan berterimakasih kepada semua pihak dan donatur yang sudah berpartisipasi membantu menyukseskan baksos tersebut. "Semoga Allah SWT membalaskan dengan pahala atas semua niat baik kita ini," ungkap Ire.

Ketua STKBM Tanjung Priok, Nurtakim mengatakan mengapresiasi kegiatan baksos untuk menumbuhkan rasa empati kemanusian yang di inisasi teman-teman media di pelabuhan itu. "Semoga dihari-hari berikutnya kegiatan baksos seperti ini bisa terus dilakukan dengan harapan yang menerima bantuan juga lebih banyak lagi," kata Nurtakim. (dade)

Satu Tenaga Medis Positif Terpapar Covid-19, Wali Kota Minta Pasien Jujur Saat Dirawat di Rumah Sakit

Wali Kota Cirebon, Drs H Nasrudin Azis SH
CIREBON, FC -  Wali Kota Cirebon membenarkan ada satu tenaga medis di RSD Gunung Jati yang positif terpapar Covid-19. Isolasi sudah dilakukan pelayanan IGD di RSD Gunung Jati sudah normal kembali. 

Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH., membenarkan adanya satu orang tenaga medis yang positif terpapar Covid-19. “Ada salah satu karyawan medis, perawat, positif Corona,” ungkap Azis, saat melakukan jumpa pers dengan wartawan, Rabu, 22 April 2020 di gedung Setda Kota Cirebon. 

Atas kejadian tersebut, kemarin malam RSD Gunung Jati langsung melakukan tindakan. Yaitu menutup sementara IGD pada Selasa (21/4) malam. Juga melakukan deteksi siapa saja yang telah berhubungan dengan tenaga medis tersebut. 

“Hasilnya, 61 orang terdeteksi melakukan kontak dengan tenaga medis yang positif Covid-19 tersebut,” ungkap Azis. 

Mulai semalam telah dilakukan screening terhadap 61 orang yang melakukan kontak langsung dengan tenaga medis yang positif Covid-19 tersebut. Hingga siang ini, lanjut Azis, screening sudah dilakukan terhadap 19 orang dan 18 orang dinyatakan negatif. 

“Satu orang diduga positif Covid-19 dan akan segera dilakukan pemeriksaan lanjuta,” ungkap Azis. 

Tes dan screening dilakukan dengan metode CT Scan  dan sebanyak 61 orang itu telah melakukan isolasi secara mandiri. 

Dijelaskan Azis permohonan pengajuan uji swab sebenarnya sudah dilakukan sejak 20 hari lalu. 

Namun hasilnya baru keluar kemarin malam dan manajemen RSD Gunung Jati langsung melakukan sejumlah tindakan. 

Perawat tersebut diduga terpapar Covid-19 dari seorang PDP yang dirujuk ke RS Waled, Kabupaten Cirebon. 

“Dulu pernah melayani pasien yang komplain terkait pelayanan di RSD Gunung Jati,” ungkap Azis. 

Selain satu satu tenaga medis ada 3 orang lainnya yang sebelumnya pasien di RSD Gunung Jati juga dinyatakan positif Covid-19. 

Selanjutnya Azis juga meminta agar setiap pasien yang datang ke rumah sakit untuk memberikan keterangan yang sejujur-jujurnya saat ingin mendapatkan perawatan di rumah sakit. 

Terlebih saat ini tengah terjadi pandemi Covid-19 yang melanda ratusan negara di dunia. 

“Sehingga rumah sakit bisa memberikan penanganan medis yang tepat dan melindungi orang lain juga,” ungkap Azis.

Sementara itu Direktur Utama RSD Gunung Jati, Ismail Jamaludin, menjelaskan jika layanan di IGD RSD Gunung jati sejak pukul 11.00 WIB tadi sudah kembali normal. 

“Sebelumnya kami telah melakukan screening dan sterilisasi,” ungkap Ismail. 

Sedangkan perawat yang dinyatakan positif Covid-19 saat ini tengah menjalani isolasi di RSD Gunung Jati. 

Saat melakukan pelayanan kepada pasien, tenaga medis di RSD Gunung Jati juga dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD). “Minimal APD level 2,” ungkap Ismail. (*)

Release DKIS Kota Cirebon
Rabu, 22 April 2020

BKIPM Jakarta Berikan Bantuan Sembako Dan Ribuan Paket Ikan Kepada Masyarakat


JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui BKIPM Jakarta menyerahkan bantuan berupa ribuan paket ikan sehat bermutu dan sembako kepada masyarakat terdampak pandemi Covid-19 di wilayah DKI Jakarta (termasuk Kepulauan Seribu).

Bantuan tersebut langsung diserahkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo secara simbolis terhadap penerima dan disaksikan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, Rabu (22/4), di Jakarta.

"Kami memberikan bantuan ikan ke Pemda DKI dalam rangka berpartisipasi melawan COVID-19. Kepada Pemda DKI kami memberikan bantuan sebanyak 10 ton 500 kilo, baik ikan segar dan ikan olahan,” kata Edhy, saat via telekonferensi bersama media saat kegiatan Soft Launching Bulan Mutu dan Karantina Tahun 2020.

Edhy, mengatakan KKP melaksanakan kegiatan ini secara serentak di 47 wilayah dengan jumlah bantuan yang sama. Penyerahan dilaksanakan melalui UPT yakni Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) setempat.

“Bantuan ikan ini dari KKP dan sumbangsih para pelaku usaha yang menjadi donator. Para pengusaha di sektor perikanan menunjukan antusiasme tinggi untuk membantu penanganan COVID-19 melalui BKIPM KKP. Kita berharap bisa ditiru jajaran ditjen di KKP lainnya,” ujarnya.

Pemberian bantuan ikan, lanjutnya, untuk dikonsumsi masyarakat karena dapat membantu meningkatkan imun tubuh untuk mencegah infeksi COVID-19. Pasalnya, protein dan omega-3 pada ikan merupakan unsur gizi penting dalam pembentukan sistem kekebalan tubuh.

"kita tahu ikan mengandung gizi yang luar biasa besar, protein yang tinggi. Protein adalah salah satu zat penguat imunitas, dengan omega-3 nya (ikan) yang di atas 300 hampir 400 (Mg)," ujarnya.

Sementara itu, kelompok penerima bantuan ikan dari KKP di antaranya adalah masyarakat dari kalangan nelayan, petambak garam, pembudidaya, masyarakat sekitar UPT BKIPM, Pondok Pesantren, pekerja informal, serta tenaga medis yang menjadi garda terdepan melawan Covid-19. ( dade)

Selasa, 21 April 2020

Kapolsek Muara Baru Bersama HNPN Bagikan 500 Sembako Kepada Warga Penjaringan Jakut


JAKARTA - Kita tunjukkan dalam kondisi di rumah saja, kita tidak menjadi semakin Individualis,tetapi semakin peduli satu sama lain. Pemerintah tidak bisa bekerja sendirian. "Tidak bisa Peran serta seluruh lapisan masyarakat sangatlah penting”. Mengutip kalimat Presiden Jokowi pada 18 April 2020.

Karena itu, Kapolsek Kawasan Muara Baru bersama Stakeholder Pelabuhan Muara Baru memberikan 500 paket Sembako kepada warga masyarakat Muara Baru RW. 01 Penjaringan Jakarta Utara. Kegiatan pemberian paket sembako yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Kawasan Muara Baru AKP. Slamet Riyanto,S.H., S.I.K.,M.Si, didampingi oleh James (Stakeholder Ketua HNPN Muara Baru) dan Personil Polsek Kawasan Muara Baru.

Paket sembako yang berisi Indomie, satu kg gula, satu kg Minyak Goreng dan lima Liter Beras dikemas di dalam plastik diterima oleh Ketua Rw. 01 Hery dan dibagikan kepada warga masyarakat Rw. 017, kaum Dhuafa, Janda, Lansia, Jompo dan Yatim Piatu. Dari warga Rt. 01 sampai warga Rt. 11 Kec. Penjaringan Jakut.

“Pembagian sembako ini sebagai wujud kepedulian Polri kepada masyarakat yang terkena dampak dalam menghadapi wabah virus corona serta sebagai bentuk empati dan ikatan sosial kepada masyarakat," kata AKP. Slamet riyanto, Rabu (21/4).

Kapolsek berpesan kepada Pak RW. 01 agar masyarakatnya dalam menghadapi wabah virus corona ini tetap tenang dan tidak panik, mematuhi aturan kebijakan pemerintah dan protokol kesehatan serta tidak mudah terpengaruh oleh berita bohong (hoaxs) dan bijaklah dalam bermedia sosial.

"Kegiatan pembagian sembako ini mendapat respon positif dan ucapan terima kasih dari warga masyarakat Penjaringan Jakarta Utara atas kepedulian Kapolsek Muara Baru dan Stakeholder Pelabuhan Muara Baru," ujarnya. (dade)

Cimindi Kabupaten Bandung Diterjang Banjir, 1 Orang Terseret Arus

Sejumlah warga tengah mencari jasad korban yang terseret arus banjir di Cimindi, Leuwigajah, Bandung, korban dikabarkan meninggal dunia.
CIREBON, FC - Hujan deras yang mengguyur hampir merata di Jawa Barat, membuat sejumlah tempat terendam banjir. Bahkan kiriman foto dan video di sebuah Medsos menggambarkan banjir yang menerjang sebuah permukiman di daerah Cimindi, Bandung, Jabar.

Pada video berdurasi 09 detik itu, tampak arus air cukup kencang yang terjadi di daerah Cimindi. Dalam video tersebut satu orang warga bersama sepeda motornya terseret arus.
Peristiwa banjir ini terjadi, sekitar pukul 07.00 pagi, Selasa (21/4/2020). 

Tampak dalam video seorang warga seperti ingin menyelamatkan warga yang terseret arus, namun karena arus deras, korban keburu terseret dan seperti masuk kedalam kubangan (solokan) atau drainase.

"Allahuakbar, astagfirullahaladzim," teriak warga dalam video.

Pada KTP, korban diketahui bernama Iwan Alamsyah dengan alamat Binong Utara, RT 007/001 Kebon Kangkung, Kota Bandung. 

Tampak sejumlah warga tengah mencari jasad korban, dan setelah dicari di saluran air yang menyeret tubuh korban, warga pun akhirnya menemukan jasad korban yang sudah terlihat kaku.


Sementara itu, berdasarkan keterangan warga Bandung, Jawa Barat, wilayah Bandung memang tengah diguyur hujan sejak tadi malam, bahkan hujan masih mengguyur wilayah ini hingga siang ini.  (din)

Atalia Ridwan Kamil dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bekasi Tinjau Dapur Umum di Desa Lambangsari

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat, Atalia Ridwan Kamil didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bekasi Holilah Eka Supria Atmaja, saat meninjau dapur umum di kantor Desa Lambangsari
KAB. BEKASI – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat Atalia Ridwan Kamil di dampingi oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bekasi Holilah Eka Supria Atmaja meninjau secara langsung dapur umum di Kantor Desa Lambangsari Kecamatan Tambun Selatan, Selasa (21/4).
Atalia juga ikut serta membantu menyiapkan nasi bungkus yang nantinya akan disebarkan ke seluruh masyarakat Desa Lambangsari yang membutuhkan.
“Gerakan Nasi Bungkus atau Gasibu ini merupakan arahan dari Gubernur Jabar Ridwan Kamil, tentunya untuk memastikan agar tidak ada warga yang kelaparan di tengah pandemi Covid-19 ini,” jelasnya.
Dirinya juga mengatakan rasa bangganya terhadap Kabupaten Bekasi, karena selain menyiapkan Dapur Umum di Kabuapaten Bekasi juga menyiapkan Lumbung Pangan yang tersebar di setiap Desa.
“Saya merasa bangga, karena tadi saya juga melihat adanya Lumbung Pangan yang dihasilkan dari bantuan-bantuan masyarakat dan pihak terkait dimasing-masing Desa,”  ucapnya.
Diakhir, bertepatan dengan Hari Kartini, Atalia juga memberikan pesan bahwa kartini-kartini di Jawa Barat khususnya di Kabupaten Bekasi ini muncul dan memberikan solusi bagi masyarakat.
“Hari ini banyak sekali perempuan-perempuan yang bergerak di Kabupaten Bekasi untuk saling membantu satu sama lain dalam melawan Covid-19 ini. Tetap selalu berikan sosialisasi kepada masyarakat untuk memberikan teladan yang baik.” Tutupnya.
Selain meninjau operasional dapur umum, Tim Penggerak PKK Kabupaten Bekasi juga sekaligus menyalurkan bantuan kepada masyarakat Desa Lambangsari.
“Kegiatan ini masih sama seperti kegiatan sebelumnya, kami keliling ke setiap Kecamatan khususnya yang menjadi Zona Merah, sekaligus kita menyalurkan bantuan kepada masyarakat,” ucapnya.
Dirinya mengatakan, setiap harinya sebanyak 700-800 nasi bungkus disiapkan dan siap dibagikan kepada masyarakat sekitar.
“Seperti yang dikatakan Bu Atalia tadi, jangan sampai ada masyarakat yang kelaparan. Di kecamatan tambun Selatan sendiri masing-masing Desa ada yang memiliki 2 sampai 3 dapur umum sesuai dengan kondisi masyarakatnya.” Tuturnya.
Selain itu, Baznas Kabupaten Bekasi juga turut memberikan bantuan sembako untuk dapur umum di Kecamatan Tambun Selatan, yang diterima secara simbolis oleh Camat Tambun Selatan.
(Humas Kab.Bekasi)

Tanggap Covid 19, BAZNAS Microfinance Desa Gunung Sari Gelar Family Farming


JAKARTA FC - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui BAZNAS Microfinance Desa Gunung Sari menjalankan program Family Farming di Desa Langko, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Family Farming merupakan salah satu bagian dari aksi Tanggap Covid-19 BAZNAS yang bertujuan untuk menjaga kebutuhan pangan yang bergizi seimbang di tengah pandemi Covid-19.

Family Farming masuk dalam program skema pembiayaan baru, dimana BAZNAS melakukan refocusing pembiayaan untuk mendorong investasi dan tenaga kerja, seperti gerai Mikro Tanggap Covid-19 yang telah berjalan sebelumnya. Desa Langko merupakan desa pertama dalam pelaksanaan Family Farming ini.

Dalam proses sosialisasi program, Pemerintah Desa menyambut baik program ini dan menjadikannya sebagai program desa tanggap Covid-19," Kepala Program BAZNAS Microfinance, Noor Aziz, Selasa (21/4).

Skema yang dikembangkan oleh BAZNAS Microfinance di Desa Langko adalah mitra mustahik berperan sebagai kelompok yang menyediakan bibit, untuk kemudian dibeli oleh Pemerintah Desa yang selanjutnya akan didistribusikan kepada sekitar 3.000 Kepala Keluarga (KK) di Desa tersebut.

Target pembibitan yang disiapkan sebanyak 15.000 bibit yang terdiri atas cabai, terong, tomat, dan kacang panjang.

"Lebih lanjut, kata Noor mengungkapkan BAZNAS akan turut serta melakukan pendampingan, terutama kepada para mustahik. 

Konsep Family Farming adalah mengajak setiap keluarga untuk menanam tanaman pangan di pekarangan rumahnya.

Hal ini dilakukan agar setiap keluarga mampu memenuhi kebutuhan pangan keluarga secara mandiri saat dalam kondisi pandemi Covid-19 ini," ujarnya.

Pada akhirnya semua akan bermuara pada bagaimana orang bisa tetap produktif dalam kondisi yang serba sulit saat ini. 

Selain itu, dengan semakin banyaknya ruang-ruang terbuka yang berisi tanaman produktif, diyakini juga dapat memberikan dampak psikologis bagi masyarakat untuk menumbuhkan harapan.

Sementara itu, Kepala Divisi Pendayagunaan BAZNAS, Randi Swandaru menambahkan dalam kondisi krisis Covid-19 yang tidak bisa diprediksi kapan akan berhenti, perlu adanya upaya antisipasi khususnya terkait dengan cadangan kebutuhan pangan agar masyarakat dapat berproduksi secara mandiri tidak bergantung pada pasokan bahan pangan dari daerah lain.

"Dengan adanya inisiasi dari BAZNAS terkait program family farming, diharapkan dapat menjadi alternatif masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangannya dengan hasil pengembangan di lahan mereka secara mandiri selama kondisi pandemi ini. Kedepannya bukan tidak mungkin dapat menjadi industri baru terkait dengan penyediaan pangan di Indonesia,” ungkap Randi.

Melalui berbagai lembaga program, BAZNAS terus mengupayakan untuk melakukan pemberdayaan kepada masyarakat atau mustahik binaan khususnya agar tetap produktif meskipun dalam kondisi yang sulit. 

BAZNAS telah menjalankan program bantuan secara tidak langsung lewat berbagai aksi seperti pelibatan UKM disabilitas dalam produksi masker dan juga pendirian gerai mikro untuk pelaku UKM. (dade)

Senin, 20 April 2020

Jalankan SE Dirjen Bimas RI, Kemenag Kota Cirebon Menunda Akad Nikah Hingga Covid 19 Berakhir


Kondisi Kantor Kementerian Agama Kota Cirebon memberlakukan Work From Home di tengah wabah covid 19 dan tidak melayani tatap muka
CIREBON, FC - Turunnya Surat Edaran (SE) Dirjen Bimas RI, terkait pelaksanaan protokol penanganan covid 19, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Cirebon meminta kepada masyarakat untuk menunda akad nikah, hingga darurat Covid-19 berakhir.

Hal itu sesuai dalam surat edaran Nomor: P-003/DJ.III/Hk.00.7/04/2020, perubahan atas surat edaran Dirjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Nomor: P-002/DJ.III/Hk.00.7/03 2020 tentang Pelaksanaan Protokol Penanganan Covid-19 pada Area Publik di Lingkungan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam.
Kasi Bimbingan Masyarakat Islam H.Selamet M.Ag mengatakan, dalam surat edaran itu salah satunya dijelaskan, sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona, pendaftaran nikah dilayani secara online melalui simkah.kemenag.go.id.
“Kemudian, tidak dilayani pendaftaran baru permohonan pelaksanaan akad nikah di masa darurat Covid-19. Karena itu masyarakat diharapkan menundanya,” kata H Selamet mewakili Kepala Kantor Kemenag Kota Cirebon, Senin (20/4/2020).
Menurut Selamet, pelayanan akad nikah di luar KUA ditiadakan. "Kami harapkan masyarakat memahami edaran dari Kemenag tersebut,” tegasnya.
Lebih jauh Selamet  mengungkapkan, Kantor Kemenag Kota Cirebon tetap memberikan pelayanan konsultasi dan informasi kepada masyarakat yang dilaksanakan secara online. Kemudian akan memberitahukan kepada masyarakat nomor kontak atau email petugas layanan KUA.
“Untuk akad nikah secara online, baik melalui telepon, video call atau penggunaan aplikasi berbasis web lainnya, tentu tidak diperkenankan, pelayanan akad nikah hanya untuk pasangan yang mendaftar sebelum 1 April 2020 ," katanya. (din) 

Akibat Pasien Tak Jujur, 21 Tenaga Medis RS Ciremai Kota Cirebon diisolasi Mandiri


CIREBON, FC- Mungkin ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi keluarga yang memiliki pasien positif Corona, agar berlaku jujur saat hendak memeriksakan atau merawat pasien tersebut ke dokter atau rumah sakit.

Sebab dari ketidak jujuran pasien, akibatnya menimpa  sebanyak 21 tenaga medis di RS Ciremai Kota Cirebon Jawa Barat harus diisolasi mandiri. Dikarenakan  sempat merawat PDP yang meninggal dunia.

Belakangan keluarga baru jujur PDP itu sempat kontak dengan pasien positif COVID-19.

Hal ini terungkap berawal dari pesan berantai. Dalam pesan yang beredar grup aplikasi perpesanan itu menyebutkan PDP yang meninggal tersebut tak jujur saat dirawat di RS Ciremai. Imbasnya, 14 perawat dan tiga dokter di rumah sakit tersebut terinfeksi virus corona. Dalam pesan itu menyebutkan pasien meninggal pada Rabu (15/4) lalu.

Kepala RS Ciremai Letkol CKM Andre Nofan membantah adanya belasan tenaga medisnya yang dinyatakan positif corona. Namun Andre membenarkan adanya PDP yang meninggal dunia pada Rabu (15/4) lalu. Andre mengatakan keluarga pasien tak jujur saat menjalani pemeriksaan.

"Kita mencurigai pasien ini mengarah ke COVID-19. Sudah kita tanyakan berkali-kali ke keluarga pasien, apakah pernah kontak langsung dengan pasien positif atau tidak, tapi menyangkal. Artinya tidak terbuka," kata Andre kepada awak media di Public Safety Center (PSC) 119 Kota Cirebon, Jawa Barat, Senin (20/4/2020).

Setelah ditanya berkali-kali terkait riwayat perjalanan dan lainnya, keluarga akhirnya mengakui pasien tersebut sempat kontak langsung dengan orang tyang terinfeksi virus corona atau COVID-19.

Andre menyebutkan pasien meninggal dunia setelah menjalani perawatan di rumah sakit.

"Kami mengisolasi 21 tenaga medis yang sempat merawat pasien, di antaranya 18 perawat dan tiga dokter spesialis. Ini sesuai protap, kita harus isolasi. Tenaga medis ini isolasi secara mandiri," kata Andre.

Demikian juga senada disampaikan oleh Kepala Bidang Pelayanan Medis (Yanmed) RS Ciremai Tetri Yuniwati.

"Keluarga pasien mengaku tidak pernah kontak langsung dengan pasien positif atau bepergian ke luar kota. Kita tanya berulang-ulang. Alasannya sudah tua, tidak pernah kemana-mana," kata Tetri.

Setelah menyangkal, keluarga pasien mengakui bahwa pasien sempat kontak langsung dengan orang yang positif corona.

Tetri mengatakan pasien mengaku sempat kontak langsung dengan adik dan keponakannya yang meninggal akibat COVID-19.

"Adik dan keponakannya itu meninggal, ya karena COVID-19," kata Tetri.

Tetri mengatakan setelah keluarganya mengakui pasien sempat kontak langsung dengan pasien lainnya yang positif, pihak rumah sakit langsung melakukan rapid test terhadap pasien.

"Dari hasil rapid test, pasien dinyatakan negatif. Pengakuan keluarga pasien ini memiliki riwayat kencing manis," katanya.

"Saat ini 21 tenaga medis kita sedang melakukan isolasi mandiri. Mereka ini tercatat sebagai orang tanpa gejala (OTG)," tambah Tetri.

Tetri berharap kejadian tersebut bisa menjadi pelajaran bagi pasien lainnya agar jujur saat menjalani perawatan. Tetri menjamin pihak rumah sakit tak akan menelantarkan pasien yang terindikasi Corona.

"Kalau jujur, tentu penanganannya pun berbeda, ada penanganan khusus. Dan, ruangannya pun khusus," kata Tetri. (Muiz)

Minggu, 19 April 2020

Tujuh Rumah Sehat BAZNAS di Indonesia Turunkan Para Medis Layani Pasien dengan Senyum dan Keramahan


JAKARTA - Ada yang berbeda pada penampilan dokter dan perawat di klinik pratama Rumah Sehat Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dalam mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) saat menjalankan tugasnya menangani pasien. 

Para tenaga medis ini menyematkan foto ID di dada dengan gambar wajah ekspresi tersenyum mereka.

Kepala Rumah Sehat Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Dr. Reza Ramdhoni mengatakan kondisi tenaga medis yang harus mengenakan alat pelindung diri lengkap saat menangani pasien membuat interaksi dengan pasien menjadi terbatas. 

"Dengan memasang foto senyuman di identitasi diri para tenaga medis ini diyakini akan membantu hubungan komunikasi yang baik antara tenaga medis dengan pasien yang sedang ditangani,” kata Reza, Sabtu (18/4).

Dalam kondisi pandemi saat ini, protokol pencegahan Covid-19 harus kami terapkan dengan sangat hati-hati. 

Untuk itu BAZNAS ingin membangun energi positif dengan para pasien di tengah keterbatasan komunikasi yang ada. Perlu dukungan secara moril untuk para pasien agar memiliki semangat optimis untuk sembuh dari penyakitnya. 

"Kami berharap ada efek positif dari komunikasi foto senyuman yang dapat dinikmati oleh lawan bicara yang dalam hal ini adalah pasien,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS,) M Arifin Purwakananta mengatakan tenaga medis merupakan garda terdepan dalam penanganan pasien untuk mendapatkan kesembuhan. 

"Untuk itu, BAZNAS berupaya membangun budaya yang baik dengan keramahan yang ditunjukkan dibalik Alat Pelindung Diri yang dikenankan," ungkap Arifin

Semoga langkah ini dapat dilakukan juga oleh banyak pihak khususnya dokter dan perawat di Rumah Sakit lain untuk menjadi penyemangat bagi pasien dan upaya untuk membuat hubungan antar manusia yang lebih erat dengan  melihat foto tersenyum dari tenaga medis.

"Saat ini BAZNAS memiliki tujuh Rumah Sehat BAZNAS yang tersebar di beberapa provinsi di Indonesia, diantaranya Jakarta, Yogyakarta, Sidoarjo, Pangkal Pinang, Makassar, Parigi Moutong, dan Batam. 

Tujuh RSB ini telah mengambil peran aktif membantu pemerintah dalam penanganan Covid-19 seperti bantuan pendistribusian APD untuk tenaga medis, pembangungan wastafel sehat, dan juga edukasi rutin  pencegahan Covid-19 ke masyarakat," katanya. (dade)