Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 31 Mei 2025

Polresta Cirebon Berikan Empati Mendalam kepada Keluarga Korban Longsor Galian Gunung Kuda

Kapolresta Cirebon


CIREBON, FC - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Cirebon menunjukkan komitmennya dalam mendampingi masyarakat yang tertimpa musibah dengan melakukan kunjungan kemanusiaan ke keluarga korban longsor di kawasan Galian C Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon.

Kunjungan dilakukan langsung oleh Kapolresta Cirebon, Kombes Pol. Sumarni, S.I.K., S.H., M.H., yang datang ke lokasi bersama sejumlah pejabat utama Polresta Cirebon pada Sabtu (31/5), sekitar pukul 15.30 WIB. 

Turut hadir dalam rombongan tersebut antara lain Kabag Ren Kompol Acep Anda, S.H., M.H., Kasat Lantas, Kasiwas, Ps. Kasi Humas, serta para Kapolsek dari Sumber dan Dukupuntang.

Dua keluarga korban yang disambangi yaitu keluarga almarhum Sarwa bin Satira (36), seorang pekerja angkut batu asal Kelurahan Kenanga, Kecamatan Sumber, dan keluarga almarhum Rino Ahmadi (28), operator koperasi dari Desa Cikalahang, Kecamatan Dukupuntang. Keduanya menjadi korban jiwa setelah tertimbun longsor saat tengah bekerja di lokasi galian.

Dalam suasana haru, Kapolresta Cirebon menyampaikan belasungkawa secara langsung dan memberikan bantuan berupa paket sembako serta santunan. 

Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dari Kapolda Jawa Barat dan Polresta Cirebon sebagai wujud empati terhadap keluarga yang ditinggalkan.

“Kami hadir bukan hanya untuk menyampaikan duka cita, tetapi juga untuk menunjukkan bahwa Polri selalu berada di tengah masyarakat, terutama saat mereka menghadapi masa-masa sulit. Semoga bantuan ini bisa sedikit meringankan beban keluarga,” ujar Kombes Pol. Sumarni.

Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi pendekatan humanis yang selama ini diusung oleh Polresta Cirebon. Kehadiran polisi di tengah masyarakat tidak hanya dalam konteks keamanan, tetapi juga dalam memberikan dukungan moral dan sosial bagi warga yang membutuhkan. (din)


Pemkab Cirebon Gerak Cepat Tangani Tragedi Longsor Tambang Gunung Kuda

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon bergerak cepat menangani tragedi longsor yang terjadi di kawasan tambang Gunung Kuda, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon. Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat setempat.

Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, turun langsung ke lokasi bencana pada Sabtu (31/5/2025) untuk memantau proses evakuasi sekaligus memastikan bantuan kepada korban berjalan maksimal.

Pria yang akrab disapa Jigus ini menegaskan, kehadiran pemerintah daerah menjadi bukti komitmen dalam penanganan darurat bencana.

Ia menyampaikan, seluruh biaya pengobatan bagi korban luka ringan, luka berat, maupun korban meninggal dunia ditanggung oleh pemerintah daerah sebagai bagian dari penanganan darurat. Langkah ini dilakukan, agar keluarga korban dapat segera terbantu di tengah situasi sulit.

“Kami dari pemerintah daerah berkomitmen menanggung seluruh biaya pengobatan, baik bagi korban luka ringan, luka berat, maupun korban meninggal dunia. Ini adalah bagian dari penanganan darurat bencana,” tegas Jigus kepada awak media di lokasi longsor.

Proses asesmen terus dilakukan agar santunan dapat segera direalisasikan dan diterima oleh pihak keluarga. Ia mengatakan, proses evakuasi berlangsung menantang karena lokasi longsor yang sulit dijangkau.

Berdasarkan laporan, kata Jigus, hingga saat ini sebanyak 17 jenazah telah berhasil ditemukan dan dievakuasi.

Meski begitu, aparat desa melaporkan masih ada sekitar delapan orang yang diduga tertimbun material longsoran.

Ia menyampaikan, tim penyelamat bekerja keras untuk menemukan mereka dengan membagi wilayah pencarian menjadi dua sektor utama, yaitu sektor timur dan sektor barat.

“Langkah ini dilakukan berdasarkan keterangan para saksi yang selamat dan mengetahui lokasi terakhir para korban sebelum longsor terjadi,” terangnya.

Namun, proses pencarian ini tidak mudah, karena adanya ancaman longsor susulan. Sejak malam sebelumnya, tercatat sudah terjadi tiga kali longsor susulan yang cukup membahayakan keselamatan tim penyelamat maupun alat berat yang diterjunkan.

Sejumlah alat berat, termasuk enam unit ekskavator dan dua unit dozer, telah dikerahkan untuk membantu proses evakuasi.

Di sekitar area bencana, lanjutnya, keluarga korban masih menunggu dengan penuh harap agar semua korban dapat segera ditemukan.

Dari pantauan di lapangan, suasana haru dan duka menyelimuti lokasi, sementara tim penyelamat terus berjibaku di bawah ancaman longsor susulan. Ia menegaskan, komitmennya untuk terus mendampingi keluarga korban selama masa sulit ini.

“Doa dan dukungan diharapkan dapat mempercepat seluruh proses pencarian, agar keluarga yang ditinggalkan (din) mendapatkan kepastian,” tukasnya.

Jumat, 30 Mei 2025

Tragedi Longsor di Gunung Kuda Telan 14 Korban Jiwa dan Melukai 4 Orang Lainnya

CIREBON, FC – Tragedi longsor di kawasan pertambangan Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Jumat (30/5/2025), menewaskan sedikitnya 14 orang dan melukai 4 lainnya. Hingga malam hari, upaya pencarian masih terus dilakukan terhadap korban yang dilaporkan hilang.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, yang turun langsung ke lokasi, mengonfirmasi bahwa saat ini pemerintah telah menetapkan status darurat bencana guna mempercepat proses penanganan.

“Kami sudah konsolidasikan penanganan bencana. Delapan korban masih dalam pencarian. Proses evakuasi akan dikoordinasikan langsung oleh Dandim,” ujar Herman.

Sebagai langkah awal, tim gabungan akan melakukan sterilisasi area dan penilaian menyeluruh terhadap kondisi Gunung Kuda untuk memastikan tidak terjadi longsor susulan yang dapat membahayakan petugas.

“Kami tidak ingin mengambil risiko. Assessment akan dilakukan terlebih dahulu. Bila lokasi dinyatakan aman, pencarian akan dilanjutkan oleh Basarnas,” tegas Herman.

Dia mengingatkan bahwa insiden serupa di Sumedang pernah memakan korban tambahan akibat longsor susulan saat evakuasi.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga akan memberikan santunan kepada keluarga korban meninggal dan korban luka-luka. Tak hanya itu, dukungan logistik juga disiapkan bagi keluarga yang kehilangan mata pencaharian akibat bencana ini.

“Arahan Gubernur jelas, bantuan harus diberikan secara menyeluruh. Tidak hanya santunan, tapi juga pendampingan agar keluarga korban bisa bangkit kembali,” jelasnya.

Sebagai langkah tegas, Pemprov Jawa Barat telah mengeluarkan surat penghentian sementara aktivitas pertambangan di Gunung Kuda hingga waktu yang belum ditentukan. (din)



Pengen Mendapatkan Pengalaman Menarik, Inilah 10 Rekomendasi Wisata Alam di Kabupaten Cirebon


Kabupaten, Jawa Barat, menyimpan beragam destinasi wisata alam yang memikat hati wisatawan. Mulai dari ekowisata hingga taman buatan, semuanya menawarkan pengalaman yang menarik.

Tim Diskominfo Kabupaten Cirebon merangkum 10 tempat wisata alam yang cocok untuk dikunjungi wisatawan saat akhir pekan. Berikut ulasan beberapa destinasi wisata alam di Cirebon:

Setu Patok

Terletak di Desa Setu, Kecamatan Mundu. Waduk Setu Patok menawarkan pemandangan yang tenang dengan latar perbukitan hijau. Destinasi ini cocok untuk rekreasi keluarga dan kegiatan luar ruang seperti bersepeda atau sekadar menyesap pemandangan. Setu Patok juga bisa dijadikan pilihan untuk lokasi melepas penat dari kesibukan harian.

Cimandung

Situs Keramat Cimandung di Desa Kerandon, Kecamatan Talun, merupakan tempat petilasan Raden Walangsungsang. Selain sebagai situs sejarah, tempat ini juga menjadi tujuan wisata religi yang populer di wilayah tersebut.

Area persawahan di situs ini menjadi obat untuk menggugurkan kepenatan. Wisatawan bisa berduduk santai sembari menikmati suasana keramat dan menenangkan.

Banyu Panas Palimanan

Terletak di Desa Palimanan Barat, Kecamatan Gempol, Banyu Panas Palimanan menawarkan kolam pemandian air panas alami yang dipercaya memiliki manfaat kesehatan. Air panas di sini berasal dari sumber mata air yang mengandung belerang.

Lokasinya persis berada di sekitar pabrik Indocement Palimanan. Destinasi wisata ini cocok untuk berlibur bersama keluarga.

Batu Lawang

Berlokasi di Desa Cupang, Kecamatan Gempol, Batu Lawang merupakan destinasi wisata alam dengan kontur wilayah yang masih sangat alami. Terdapat area perbukitan serta lereng hijau yang asri, cocok untuk kegiatan hiking dan fotografi alam.

Mangrove Pangenan

Ekowisata mangrove ini berada di Desa Pangarengan, Kecamatan Pangenan. Destinasi wisata yang juga bagian dari upaya pelestarian di pesisir Kabupaten Cirebon ini memiliki walking track sepanjang 100 meter. Hutan mangrove di Pangarengan salah satu destinasi yang wajib dikunjungi saat berwisata di Cirebon.

Konservasi Kura-kura Belawa

Desa Belawa di Kecamatan Lemahabang dikenal dengan konservasi kura-kura belawa, spesies langka yang hanya ditemukan di daerah ini. Wisatawan dapat belajar tentang upaya pelestarian satwa langka sambil menikmati keindahan alam sekitar.

Bukit Maneungteung (Ajimut)

Terletak si Kecamatan Waled, Bukit Maneungteung atau dikenal juga sebagai Bukit Ajimut menawarkan pemandangan alam yang memukau. Namun, perlu diwaspadai bahwa kawasan ini rawan longsor saat musim hujan.

Taman Raden Benadi

Berlokasi di Desa Kepuh, Kecamatan Palimanan, Taman Raden Benadi merupakan taman wisata berbasis danau dengan latar belakang Gunung Ciremai. Tempat ini cocok untuk rekreasi keluarga dan menikmati keindahan alam.

Mangrove Kasih Sayang

Terletak di Desa Mundupesisir, Kecamatan Mundu, Wisata Zona Mangrove Kasih Sayang menawarkan keindahan alam muara sungai dan ekosistem mangrove. Fasilitas yang tersedia antara lain balai pertemuan, cafetaria, dan jalur tracking.

Garden Ciberes Wisata Alam

Berlokasi di Desa Cikulak Kidul, Kecamatan Waled, Garden Ciberes merupakan destinasi wisata alam yang menawarkan kolam renang dan area bermain anak. Tempat ini ideal untuk rekreasi keluarga dengan suasana alam yang menyegarkan.

Kabupaten Cirebon menawarkan beragam destinasi wisata alam yang memadukan keindahan alam, nilai sejarah, dan edukasi lingkungan. Setiap tempat memiliki keunikan tersendiri yang patut untuk dikunjungi.

Kamis, 29 Mei 2025

Jenderal Dudung Jalankan Misi Negara Sebagai Amirulhajj 2025

JAKARTA - Amirulhajj Indonesia untuk penyelenggaraan ibadah haji 1446 H/2025 telah resmi bertolak ke Arab Saudi pada 29 Mei 2025 lalu.

Keberangkatan tersebut menandai dimulainya misi kenegaraan penting dalam mengawal pelaksanaan ibadah haji, khususnya dalam memastikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji Indonesia.

Amirulhaj membawa amanah dari Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan seluruh jemaah Indonesia mendapatkan pelayanan terbaik selama menjalankan ibadah haji. Ini adalah tugas kenegaraan yang sangat penting.

Sesuai dengan ketentuan undang-undang, Amirulhajj memiliki mandat untuk memimpin misi haji Indonesia serta menjalankan diplomasi haji dengan otoritas Arab Saudi.

Hingga hari ke-29 operasional haji kemarin,  tercatat 189.734 jemaah haji reguler telah tiba di Tanah Suci dalam 482 kloter. Dari jumlah tersebut, 55% merupakan jemaah perempuan (105.085 orang), dan 45% laki-laki (84.649 orang). Selain itu, sebanyak 15.033 jemaah haji khusus juga telah tiba di Arab Saudi.

Fase kedatangan jemaah gelombang pertama ke Madinah telah berakhir pada 25 Mei 2025. Seluruh jemaah kini telah berada di Makkah dan bersiap menghadapi puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Tahun ini, Amirulhaj didampingi oleh 12 anggota, terdiri dari enam unsur pemerintah salah satunya adalah Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman dan enam unsur organisasi masyarakat Islam.

Berikut Struktur Amirulhajj 1446 H/2025 M:

a. Amirulhaj: Nasaruddin Umar

b. Naib Amirulhaj:

1) Mochamad Irfan Yusuf dan

2) Romo R. Muhammad Syafi’i

c. Sekretaris: Dahnil Anzar Simanjuntak

d. Anggota:

1) Muhadjir Effendy;

2) Dudy Purwagandhi,

3) Taruna Ikrar;

4) Amirsyah Sanusi Tambunan;

5) Dudung Abdurachman;

6) Syamsul Anwar;

7) Arif Satria;

8) Akhmad Said Asrori;

9) Arifatul Choiri Fauzi

d. Sekretariat:

1) Arskal Salim dan

2) Jojon Novandri

Rabu, 28 Mei 2025

DPRD Komitmen Wujudkan Pembangunan Kota Cirebon Berbasis Pariwisata

 

CIREBON – DPRD Kota Cirebon terus melakukan upaya pembangunan kepariwisataan daerah. Optimalisasi pembangunan daerah berbasis kepariwisataan tersebut dibahas melalui kegiatan One Day With Citizen (ODWC) dengan pegiat industri pariwisata di Griya Sawala, Rabu (28/5/2025).

Dalam sambutannya, Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon Fitrah Malik SH menyampaikan, melalui forum ini DPRD membuka ruang komunikasi langsung dengan masyarakat, khususnya para pelaku usaha di sektor pariwisata.

Fitrah juga menjelaskan, forum ODWC juga sebagai tindak lanjut keseriusan DPRD dalam penyusunan Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah (Riparda) Kota Cirebon.

“Forum ODWC ini penting dalam rangka perancangan Riparda, maka kami minta kepada seluruh pihak untuk sama-sama mengusung identitas budaya Kota Cirebon dengan pariwisata,” katanya.

Menurut Fitrah, langkah ini perlu kolaborasi dan sinergi seluruh pihak agar kualitas pariwisata Kota Cirebon mampu menciptakan rasa nyaman dan puas bagi wisatawan yang berkunjung.

Pemanfaatan berbagai medium juga perlu didorong agar distribusi informasi maupun promosi wisata daerah mampu menjangkau seluruh kalangan masyarakat, baik di tingkat lokal, nasional, hingga internasional.

“Momentum ini juga penting dalam menjaga pariwisata Kota Cirebon. Maka, kita juga perlu mendorong promosi wisata dalam berbagai medium,” ujarnya.

Hal yang sama disampaikan Ketua Komisi III DPRD Yusuf MPd. Ia berharap forum ODWC menjadi salah satu momentum identifikasi potensi pariwisata di Kota Cirebon.

Di sisi lain, Yusuf juga berharap konsep pembangunan Kota Cirebon berbasis pariwisata dapat menjadi ide kolektif seluruh pihak, mulai dari kepala daerah hingga tingkat RW/RT.

“Pembangunan pariwisata harus jadi ide kolektif dan ide pembangunan di Kota Cirebon,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Cirebon Drs Agus Sukmanjaya SSos MSi menyebut ada dua strategi penting dalam meningkatkan kunjungan wisatawan.

Pertama, mulai dari penataan gerbang masuk ke Kota Cirebon yang perlu disesuaikan dengan identitas budaya Kota Cirebon. Kedua, penataan kawasan wisata seperti Keraton dan kawasan Kota Lama di BAT.

“Dalam upaya penataan kawasan pariwisata, bisa dibuat penanda visual di sejumlah titik seperti di gerbang masuk, kawasan Keraton, BAT, penataan pedestrian, dan ornamen publik. Itu salah satunya untuk menarik orang-orang datang,” katanya. (Ara)

Kota Cirebon Mantapkan Langkah Strategis Menuju Kota Pariwisata Berdaya Saing

CIREBON, FC – Pemerintah Kota Cirebon terus memperkuat sinergi dalam pengembangan sektor pariwisata melalui forum dialog terbuka bertajuk One Day with Citizen yang digelar di Gedung DPRD Kota Cirebon pada Rabu (28/5/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Agus Mulyadi, para legislatif, sejumlah pemangku kepentingan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk para pelaku industri kreatif.

Dalam sambutannya, Sekda menyampaikan bahwa forum ini menjadi ruang penting untuk menyatukan pandangan antara kebijakan, aspirasi warga, dan arah pembangunan kota. 

"One Day with Citizen adalah ruang perjumpaan antara kebijakan, aspirasi warga, dan masa depan kota kita. Saya mengapresiasi DPRD Kota Cirebon yang telah menginisiasi dialog publik semacam ini,” ujarnya.

Sekda menekankan bahwa sektor pariwisata memiliki peran strategis, tidak hanya dalam aspek ekonomi, tetapi juga sebagai wajah yang ditampilkan kota kepada dunia luar. 

“Pariwisata bukan hanya tentang tempat, tetapi tentang cerita dan pengalaman. Ini adalah cara kita merayakan jati diri Kota Cirebon yang kaya akan sejarah, budaya, dan kuliner,” tambahnya.

Namun demikian, tantangan besar juga hadir, yaitu bagaimana menjadikan kekayaan tersebut relevan dan mampu memberikan dampak nyata. “Kita perlu menjadikan pariwisata sebagai ekosistem. Ini menyangkut pelaku usaha, masyarakat lokal, pekerja kreatif, infrastruktur, dan layanan publik. Semuanya harus terintegrasi,” jelas Sekda.

Sekda mengajak seluruh pihak untuk menjadikan forum ini sebagai langkah awal menuju perubahan konkret. Ia percaya arah pembangunan kepariwisataan yang sedang dibentuk tidak hanya bersifat sementara, melainkan menjadi pijakan jangka panjang. 

“Kota Cirebon tidak hanya harus menjadi persinggahan, tetapi juga menjadi pengalaman yang membekas. Mari kita buka ruang partisipasi dan kerja sama yang lebih luas,” tuturnya.

Dengan semangat kolaboratif dan visi yang kuat, Pemkot Cirebon berharap sektor pariwisata dapat menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi daerah. “Muara dari setiap pembangunan adalah kesejahteraan masyarakat. Jika pariwisata dikelola dengan baik, geliat ekonomi akan tumbuh dan memberikan manfaat nyata bagi warga,” tutup Sekda.

Di kesempatan yang sama, Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon, Fitrah Malik, turut menyampaikan dukungan penuh terhadap upaya penguatan sektor pariwisata. “Kami sangat senang menjalin komunikasi dengan para pelaku industri pariwisata. Kolaborasi antara pemerintah, industri, dan masyarakat adalah kunci agar pariwisata kita semakin maju,” kata Fitrah.

Fitrah juga menambahkan pentingnya peningkatan kualitas akomodasi, transportasi, serta pengembangan produk wisata yang inovatif. “Kami berharap ada lebih banyak gagasan segar dari generasi muda. Cirebon punya potensi besar, tinggal bagaimana kita meramunya menjadi daya tarik yang berkelanjutan,” ungkapnya.\

Forum ini diharapkan tidak berhenti pada tataran diskusi, melainkan berlanjut menjadi program-program nyata yang berakar pada karakter lokal, terbuka terhadap inovasi, dan mampu menjawab kebutuhan masa depan pariwisata Kota Cirebon. (din)


Dokumentasi : Devi Triya Andriyani

Pengolah Informasi : Mike Dwi Setiawati


Narahubung: Admin Prokompim (082120387359)

Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Setda Kota Cirebon

Jalan Siliwangi No. 84, Kota Cirebon, 45124

Instagram: @prokompimkotacirebon

UIN Syekh Nurjati Cirebon Raih Predikat Unggul, Lompatan Besar Menuju Kampus Global Berkelas Dunia

 

CIREBON - Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Cirebon berhasil mencatatkan prestasi gemilang dengan meraih predikat Unggul dalam proses akreditasi, tak lama setelah resmi bertransformasi dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) menjadi UIN.

Proses Asesmen Lapangan Akreditasi Perguruan Tinggi (AL APT) UIN Siber Cirebon ini dilakukan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) yang berlangsung pada 4-6 Mei 2025 di Gedung Siber SBSN kampus setempat.

Capaian ini menjadikan UIN Siber Cirebon sebagai salah satu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang mampu menunjukkan peningkatan mutu secara signifikan dalam waktu singkat.

Rektor UIN Siber Cirebon, Prof Dr H Aan Jaelani MAg menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas keberhasilan ini.

“Alhamdulillah, akreditasi UIN Siber Cirebon telah selesai dan meraih predikat Unggul. Raihan ini sesuai dengan visi UIN Siber Cirebon,” kata Prof Aan saat ditemui di sela-sela kesibukannya di gedung Pascasarjana UIN Siber Cirebon, Rabu, 28 Mei 2025.

Di mana, Prof Aan mengungkapkan, raihan akreditasi unggul ini menjadi prioritas yang mencakup peningkatan mutu dan layanan di semua lini, mulai dari program studi, fakultas, lembaga, pusat, hingga unit-unit lainnya.

Menurut Prof Aan, predikat ini bukan hanya sekadar pencapaian administratif, melainkan menjadi motivasi dan dukungan bagi seluruh sivitas akademika untuk terus meningkatkan kualitas dalam pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Ia menegaskan pentingnya menjaga dan mengembangkan keunggulan ini agar berdampak langsung terhadap akreditasi program studi di masa mendatang.

“Tinggal keunggulan ini kita memantaskan diri bagaimana semua aspek itu bisa meningkat, terutama untuk akreditas program studi,” tandasnya.

Sebelumnya, Prof Aan juga mengungkapkan, predikat unggul ini adalah bentuk pengakuan terhadap kerja keras kolektif sivitas akademika UIN Siber Cirebon dalam membangun sistem pendidikan tinggi berbasis digital yang bermutu dan adaptif terhadap zaman.

“UIN Siber Cirebon kini telah meneguhkan diri sebagai ikon pendidikan Islam digital di Indonesia. Predikat Unggul ini adalah milik kita semua, untuk Indonesia yang lebih cerdas dan beradab,” ujarnya.

Rektor juga menegaskan, raihan ini bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari komitmen baru untuk terus mengembangkan kualitas pendidikan Islam digital yang mendunia.

“Prestasi ini adalah hasil kerja kolektif dan kolaboratif yang luar biasa. Kita buktikan bahwa dengan semangat bersama dan komitmen pada mutu, UIN Siber Cirebon bisa menjadi institusi unggul dan berdaya saing global,” tambahnya.

Setelah meraih predikat unggul, ungkap Prof Aan, saat pihaknya tengah mengejar agar UIN Siber Cirebon menjadi universitas berkelas dunia.

“Setelah akreditasi ini, capaian yang akan kita kejar adalah berkelas dunia, itu satu visi yang akan kita rancang, itu sedang didesain bagaimana mutu kerjasama internasional, realiasinya yang mendukung program pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,” katanya.

Salah satu bentuk konkretnya adalah melakukan kolaborasi dengan kampus-kampus internasional yang masuk dalam World University Ranking. Langkah ini dimulai dari level nasional, dan secara bertahap akan ditingkatkan ke tingkat regional dan global.

Bahkan ke depan, imbuh Prof Aan, UIN Siber Cirebon juga akan mengikuti berbagai standar internasional seperti UI GreenMetric yang berfokus pada keberlanjutan, konsep kampus hijau, dan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.

Selain itu, akan diadopsi pula UB Halal Matrix yang berkaitan dengan kinerja halal dan diharapkan dapat mendukung program strategis pemerintah di bidang industri halal.

“Pada akhirnya, kita menargetkan masuk dalam sistem peringkat universitas, baik di tingkat ASEAN, Asia, maupun tingkat dunia,” katanya.

Dipaparkan Prof Aan, indikator yang digunakan meliputi kualitas dan jumlah penelitian, publikasi ilmiah beserta sitasinya, jumlah mahasiswa internasional, kolaborasi global, serta kerja sama strategis yang berdampak langsung pada peningkatan mutu dan kompetensi.

“Dalam grand desain internasionalisasi ini, target jangka panjang kita adalah mencapai peringkat dunia pada tahun 2039, dengan capaian tingkat ASEAN ditargetkan tercapai pada tahun 2030,” pungkasnya.

Transformasi institusional yang diikuti capaian akreditasi unggul ini menjadi tonggak penting dalam sejarah UIN Siber Cirebon, yang kini kian mantap menapaki jalur sebagai perguruan tinggi Islam berbasis teknologi informasi yang unggul dan kompetitif. (ADV/din)

Rakerpim UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon 2025, Menuju Kampus Islam Digital Berkelas Dunia

CIREBON, FC – Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) Tahun 2025 selama tiga hari, mulai 21 hingga 23 Mei 2025.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof Dr H Amin Suyitno MAg dan Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia,  Prof Dr Phil Sahiron MA. Keduanya hadir langsung sebagai tamu kehormatan sekaligus keynote speaker.

Dalam kesempatan ini, Rektor UIN Siber Cirebon, Prof Dr H Aan Jaelani MAg menegaskan komitmennya untuk mewujudkan pada pendidikan tinggi Islam yang berkelas dunia.

Untuk itu, Prof Aan menyambut baik dukungan dari Kementerian Agama, dan menyatakan kesiapan kampusnya untuk menjawab tantangan global.

“Ini menjadi penyemangat sekaligus tantangan. UIN Siber tidak hanya ingin unggul di dalam negeri, tapi juga diperhitungkan di tingkat internasional sebagai kampus Islam digital berkelas dunia,” ujar Prof Aan.

Melalui Rakerpim 2025 ini, Prof Aan juga mengungkapkan, pascatransformasi status kelembagaan tersebut, UIN Siber Cirebon yang genap berusia satu tahun ini telah berhasil meraih predikat akreditasi Unggul dari BAN-PT melalui Asesmen Lapangan Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) yang berlangsung pada 4-6 Mei 2025 di Gedung Siber SBSN kampus setempat.

Menurut Prof Aan, raihan predikat akreditasi Unggul pada UIN Siber Cirebon ini merupakan sebuah capaian yang disebutnya sebagai validasi atas arah pengembangan kampus ke depan.

“Dari Rakerpim ini, kita siapkan roadmap bukan hanya untuk survive, tapi untuk lead,” tegas Prof Aan.


Sementara, Dirjen Pendis, Prof Suyitno dalam sambutannya menggarisbawahi pentingnya penguatan arah kebijakan kampus menuju Digital Multimedia University (DMU) yang moderat, inovatif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Rakerpim ini bukan hanya forum internal, tapi harus menghasilkan recommendation for action. DMU bukan hanya konsep digital, tapi juga ekonomi kampus. Maka, unit bisnis harus dirancang melalui uji kelayakan agar hasilnya tak hanya sesuai target, tapi melampaui ekspektasi,” tegasnya.

Ia mencontohkan, unit usaha seperti air kemasan, kuliner, atau produk harian yang dapat dipasarkan dengan label UIN Siber Cirebon, sebagai bentuk penguatan branding dan pemberdayaan ekonomi kampus berbasis kebutuhan riil masyarakat.

Lebih jauh, Prof Suyitno juga mendorong adanya kolaborasi multipihak, termasuk dengan pelaku usaha, pemangku kepentingan daerah, dan sektor swasta untuk membangun sistem pendukung BLU yang solid dan berkelanjutan.

“Kampus harus jadi tempat yang menyenangkan, meaningful, dan impactful. Dampaknya bukan hanya bagi sivitas akademika, tetapi meluas ke masyarakat. Ini kampus untuk peradaban, bukan menara gading,” tegasnya.

Sementara, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Prof Sahiron dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dedikasi UIN Siber sebagai PTKIN Digital yang selaras dengan arah kebijakan transformasi pendidikan nasional berbasis teknologi.

Kemudian, ia juga mengapresiasi transformasi kelembagaan dari IAIN menjadi UIN Siber Cirebon yang menjadi satu-satunya kampus Islam negeri dengan predikat siber.

Bahkan, kata dia, akreditasi UIN Siber Cirebon yang meraih predikat unggul dari BAN-PT yang menjadi bukti nyata keunggulan sistemik dan budaya mutu di kampus setempat.

“Predikat unggul itu tidak cukup berhenti di atas kertas. Ia harus mewujud dalam tugas sehari-hari, dalam rekognisi dosen, kualitas tenaga kependidikan, serta layanan publik yang inovatif dan memuaskan,” tegasnya.

Dalam kesempatan ini, Prof Sahiron pun menegaskan dukungan langsung dari Kementerian Agama untuk internasionalisasi dosen di UIN Siber Cirebon.

“Kami siap memfasilitasi 15 dosen yang telah bergelar doktor dan fasih berbahasa asing untuk mengajar di luar negeri, baik ke Jerman, Arab Saudi, maupun negara berbahasa asing lainnya,” ujar Prof Sahiron.

Program ini dirancang sebagai bentuk rekognisi substantif, bukan hanya administratif, yang akan memperluas jejaring akademik UIN Siber Cirebon sekaligus membawa nama baik Indonesia di kancah global.

Rapat Kerja Pimpinan ini merupakan langkah konsolidasi penting bagi seluruh unsur pimpinan UIN Siber Cirebon untuk menyusun langkah taktis dan kebijakan kelembagaan berbasis lima komisi strategis, dari akademik, riset, teknologi, SDM, hingga kemitraan dan BLU.

Berikut lima komisi dalam Rakerpim UIN Siber Cirebon:

Komisi I:

Fokus pada Kurikulum Inovatif, Moderasi Digital, dan Pembelajaran Masa Depan, komisi ini bertugas merancang pendekatan baru dalam pendidikan yang relevan dengan dinamika digital dan kebutuhan masa depan.

Komisi II:

Mengusung tema Pengembangan Teknologi, Infrastruktur, dan Tata Kelola BLU Digital Multimedia University (DMU), komisi ini bertanggung jawab dalam memperkuat fondasi teknologis dan tata kelola berbasis BLU (Badan Layanan Umum).

Komisi III:

Dengan mandat Riset Transformatif, Mitra Strategis, dan Etika Keberlanjutan, komisi ini diharapkan mampu menjembatani pengembangan riset yang berdampak luas, membangun kemitraan strategis, serta mengedepankan prinsip keberlanjutan.

Komisi IV:

Bertema Penguatan Kompetensi SDM dan Mahasiswa untuk Daya Saing Global, komisi ini fokus pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia, baik dosen maupun mahasiswa, agar mampu bersaing di tingkat internasional.

Komisi V:

Mengangkat isu Penguatan Kemitraan BLU dan Ekosistem Pendukung, komisi ini bertugas memperkuat sinergi antara institusi dan para pemangku kepentingan dalam mendukung operasional dan pengembangan institusi sebagai BLU.

Melalui Rakerpim 2025 ini, UIN Siber Cirebon semakin memperkuat posisinya sebagai pelopor kampus Islam digital di Indonesia.

Semangat inovasi, tata kelola BLU yang kuat, serta keterbukaan terhadap kerja sama menjadi pilar utama dalam menjadikan Digital Multimedia University (DMU) bukan sekadar visi UIN Siber Cirebon, tetapi realitas yang berdampak dalam menuju kampus berkelas dunia. (ADV/din)

Bakso Ting Ting Hadir dengan Nuansa Unik, Rasa Baksonya Bisa Bikin Pelanggan Ketagihan

CIREBON, FC – Dunia kuliner Cirebon kembali diramaikan dengan kehadiran Bakso Ting Tung, sebuah warung bakso yang tampil beda dari kebanyakan. Tidak hanya menyajikan bakso dengan cita rasa khas, Bakso Ting Tung juga menawarkan pengalaman makan yang unik lewat suasana tempatnya yang didominasi warna merah menyala dan ornamen bergaya china.

Menariknya, di bagian depan warung ini terpampang sebuah slogan yang sukses mencuri perhatian pengunjung:

“Tuntutlah Ilmu Meskipun Sampai ke Negeri China, Tapi Jika Ingin Makan Bakso, Di Sini Aja.” Slogan ini menjadi daya tarik tersendiri, menggabungkan unsur humor dan kearifan lokal dengan sentuhan budaya china.

Pemilik Bakso Ting Ting, Ciptadi, mengungkapkan bahwa usaha ini sudah dirintisnya sejak tahun 2008 hingga 2010, sempat vakum, kemudian dibuka kembali tahun 2018, dan kini kembali hadir pada tahun 2025.

“Tidak ada yang berubah dari cita rasa dan konsep dasarnya. Semua ini kita ciptakan hanya untuk memberikan suasana baru bagi para konsumen atau pelanggan,” ujar Ciptadi, yang juga dikenal sebagai pengusaha tembakau rokok.

Sementara itu, di Shelter kuliner, suasana tempat bakso Ting Ting terasa ada kekhasan suasana tersendiri, selain pembeli diiringi alunan musik bergaya Mandarin China,  membuat pengalaman tersendiri saat menikmati sajian Bakso Ting Tung bersama teman atau keluarga.

Bakso Ting Ting berlokasi strategis di shelter kuliner belakang Pegadaian, tepatnya di depan Kampus UIN Siber Cirebon. Sejak dibukanya kembali tahun ini, warung ini sudah dipadati pelanggan setia maupun pengunjung baru yang penasaran dengan keunikannya dan ke khasan rasanya.

Dengan konsep yang tidak biasa dan rasa bakso yang menggugah selera, Bakso Ting Ting siap menjadi destinasi kuliner favorit baru di Cirebon.

Ciptadi mengaku bahwa bahan-bahan yang digunakan asli rempah-rempah tanpa bahan pengawet dan bahan pengembang, seluruhnya dari bahan tumbuh-tumbuhan, seperti bawang merah, bawang putih dan lainnya.

Saat media berada di tempat usaha Bakso Ting Ting, tampak sejumlah deretan tulisan tertera dengan kata kata yang unik dan menarik, seperti Rp 10.000 perporsi bisa prasmanan, tulisan lainnya bukan bakso biasa.

"Usaha ini bukan sekedar usaha, tetapi kami juga membuka bagi siapapun yang ingin belajar usaha, maka bisa datang langsung ke tempat Bakso Ting Tung fan kami akan berikan apa yang diminta atau yang mau belajar, untuk membuka usaha di tempat lain," terang Ciptadi, agar orang lain juga bisa buka usaha rumahan.

Ciptadi juga menjelaskan, bahwa harga Bakso Ting Ting  bsia bersaing dengan harga di luaran, mulai di harga Rp 10.000/porsi sampai Rp 20.000/porsi. Jadi silahkan datang dan nikmati Bakso Ting Ting, pasti pulang ketagihan dan ingin datang lagi," katanya. (din)

Bupati-Wabup Cirebon Hadiri Paripurna Penyampaian Hantaran Raperda RPJMD

KABUPATEN CIREBON — Bupati Cirebon, Imron, dan Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, menghadiri rapat paripurna dengan agenda penutupan masa sidang kedua, pembukaam masa sidang kedua, dan penyampaian hantaran bupati terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang RPJMD 2025-2029, di ruang Abhimata Paripurna DPRD Kabupaten Cirebon, Rabu (28/5/2025).

Bupati Cirebon, Imron, mengatakan usai hantaran Raperda tentang RPJMD disampaikan ke legislatif, proses selanjutnya adalah pembahasan yang akan dilakukan DPRD Kabupaten Cirebon. Ia berharap proses pembahasan berjalan lancar.

“Mudah-mudahan hantaran ini bisa dibahas DPRD lancar dan untuk program ke depan, karena kita ingin eksekutif dan legislatif juga bersama-sama membangun Kabupaten Cirebon. Nanti dibahas oleh fraksi-fraksi dan komisi,” kata Imron usai paripurna.

Sementara itu, Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman membacakan hantaran saat paripurna. Jigus–sapaan akrab Wabup Cirebon, menyampaikan soal visi dan misi mewujudkan masyarakat Kabupaten Cirebon yang bersih, inovatif, maju, modern, agamis, dan aman atau ‘Beriman’.

Lebih lanjut, Jigus menyampaikan, misi pertama adalah mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel dan profesional.

Kemudian, kedua, menciptakan ekosistem yang inovatif di pemerintahan dan di masyarakat. 

“Ketiga, menciptakan masyarakat maju dan modern yang tidak meninggalkan jati diri, adat dan budaya. Keempat, menguatkan toleransi antarumat beragama sesuai dengan keyakinan para pemeluknya. Dan, kelima, menciptakan lingkungan yang tertib, aman dan damai,” jelasnya.

Rapat paripurna dihadiri oleh sejumlah pejabat di lingkungan pemerintah Kabupaten Cirebon. Rapat berlangsung lancar sampai dengan selesai. (dim)

Selasa, 27 Mei 2025

Diskominfo Kabupaten Cirebon Gelar Bimtek Pengelola Data, Wujudkan Satu Data Daerah

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Petugas Pengelola Data Perangkat Daerah dan Desa.

Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Apita Cirebon ini dibuka secara resmi oleh Kepala Diskominfo Kabupaten Cirebon, Bambang Sudaryanto, pada Selasa (27/5/2025).

Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pengelolaan data sebagai fondasi pembangunan daerah yang berkelanjutan dan tepat sasaran.

“Di era digital, data menjadi dasar utama dalam pengambilan keputusan. Pengelolaan data bukan sekadar tugas administratif, tapi bagian dari strategi pembangunan,” kata Bambang.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Cirebon telah menerbitkan Peraturan Bupati Nomor 56 Tahun 2022 tentang Satu Data Kabupaten Cirebon, sebagai tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia.

Menurut Bambang, tersedianya data yang akurat, dapat dipercaya, dan bisa dibagipakaikan antarinstansi. Ini merupakan kunci sukses pelaksanaan program pemerintah.

Karena itu, lanjutnya, peningkatan kapasitas sumber daya manusia pengelola data di tingkat daerah dan desa dinilai penting.

“Diskominfo sebagai wali data memiliki kewajiban mengumpulkan dan menyebarluaskan data dari perangkat daerah maupun desa,” lanjutnya.

“Produk kebijakan satu data sangat dibutuhkan untuk mengarahkan pembangunan sesuai amanat UUD 1945,” ucapnya menambahkan.

Sementara itu, Kepala Bidang Statistik, Persandian dan E-Government Diskominfo Kabupaten Cirebon, Endang Sri Pujiastuti, menyampaikan tujuan bimtek adalah untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan teknis petugas pengelola data terkait prinsip Satu Data Indonesia.

“Kegiatan ini juga bertujuan menciptakan sistem informasi daerah yang terintegrasi, transparan, dan mudah diakses,” kata Endang.

Bimtek tersebut menghadirkan dua narasumber dan satu pengajar dari Dinas Kominfo Provinsi Jawa Barat. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat peran perangkat daerah dan desa sebagai produsen data, serta mendukung Diskominfo sebagai wali data dalam pengelolaan aplikasi satu data. (din)

Wakil Wali Kota Dorong Budaya Taat Pajak untuk Pembangunan Daerah

 

CIREBON - Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati menghadiri kegiatan Edukasi dan Sosialisasi Ketaatan dan Kepatuhan Wajib Pajak Tahun 2025 yang digelar di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Cirebon 1, Selasa (27/5/2025). 

Acara ini merupakan bagian dari upaya bersama antara Pemerintah Kota Cirebon dan otoritas pajak untuk meningkatkan kesadaran serta kepatuhan perpajakan di kalangan masyarakat dan pelaku usaha.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota menekankan pentingnya peran pajak sebagai tulang punggung pembangunan. 

Ia menyebut bahwa kontribusi masyarakat dalam bentuk pajak menjadi sumber utama pendanaan berbagai program pembangunan, pelayanan publik, hingga peningkatan kesejahteraan warga Kota Cirebon. 

“Optimalisasi penerimaan pajak bukan hanya soal angka. Ini tentang membangun kesadaran bersama bahwa pajak adalah bentuk nyata kontribusi kita untuk Kota Cirebon,” ujarnya.

Pemerintah Kota Cirebon terus berupaya memaksimalkan potensi dari sektor pajak daerah, termasuk dari Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) seperti pajak restoran, hotel, hiburan, jasa parkir, hingga tenaga listrik. 

Untuk mendukung hal itu, lanjut Wakil Wali Kota, Pemkot juga telah menjalin kerja sama strategis dengan pemerintah pusat melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang melibatkan Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan.

“Kerja sama ini merupakan langkah konkret dalam memperkuat sinergi antara pemungutan pajak pusat dan daerah. Tujuannya jelas yakni meningkatkan kepatuhan wajib pajak dan membangun sistem perpajakan yang sehat dan berkeadilan,” tambah Wakil Wali Kota. 

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh wajib pajak yang telah menunjukkan komitmen tinggi dalam memenuhi kewajiban perpajakannya.

Wakil Wali Kota turut mencontohkan bagaimana sektor pariwisata di Kota Cirebon berkembang pesat berkat kontribusi para pelaku usaha yang taat pajak. 

Menurutnya, Kota Cirebon kini telah menjadi destinasi unggulan di wilayah Ciayumajakuning dengan daya tarik kuliner, wisata budaya, religi, hingga belanja. Potensi ini, kata dia, harus terus didukung dengan sistem perpajakan yang efisien dan adil.

Mengakhiri sambutannya, Wakil Wali Kota mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan kegiatan ini sebagai momentum memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan warga. 

“Mari kita bangun budaya taat pajak demi mewujudkan Kota Cirebon yang lebih maju, tertata, dan berkelanjutan. Kota yang kita bangun bersama, untuk generasi yang akan datang,” tutupnya.

Kepala KPP Pratama Cirebon 1, Bambang Sutrisno, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mengoptimalkan penerimaan pajak. 

“Kami mendukung penuh upaya bersama untuk mencapai target penerimaan pajak, baik di level pusat maupun daerah. Sinergi ini menjadi fondasi penting dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan dan merata,” katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya pendekatan edukatif dalam menumbuhkan budaya taat pajak. 

Melalui sosialisasi seperti ini, diharapkan masyarakat tidak hanya memahami kewajiban, tetapi juga melihat manfaat langsung dari pajak terhadap pembangunan kota. 

“Edukasi pajak harus menyentuh hati dan logika masyarakat, agar kesadaran tumbuh secara alami,” tuturnya. (din)

Upaya Disbudpar Kabupaten Cirebon Populerkan Batik Ciwaringin

KABUPATEN CIREBON — Dalam rangka Koleksi Kajian Pengembangan Museum Pangeran Cakrabuwana, Dinas Kebudayaaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon menggelar Seminar Batik dan Digital Augmented Reality (AR) pada Selasa (27/5/2025).

Kegiatan yang dilaksanakan di Panggung Seni Budaya Disbudpar Kabupaten Cirebon ini merupakan salah satu upaya untuk memajukan budaya dan pariwisata di Kabupaten Cirebon.

Kepala Disbudpar Kabupaten Cirebon, Abraham Mohamad, menjelaskan bahwa Kabupaten Cirebon terus berupaya mengampanyekan nilai-nilai kearifan lokal di berbagai bidang, seperti fesyen, kuliner, dan destinasi wisata.

Abraham mengaku, Pemkab Cirebon terus meracik strategi agar kearifan lokal Kabupaten Cirebon bisa lebih berkembang dan dikenal di seluruh pelosok negeri.

“Salah satunya melalui Seminar Batik Ciwaringin ini. Karena batik Ciwaringin itu berbeda dengan yang lain,” ucap Abraham.

Ia menyebut, Batik Ciwaringin menggunakan pewarna alami. Artinya, produksi Batik Ciwaringin ramah lingkungan.

Proses pewarnaan batik asli Kabupaten Cirebon ini menggunakan ekstrak tumbuhan, seperti mahoni dan daun nila.

“Mungkin ini kelihatannya biasa saja. Tapi pewarnanya ini asli dari alam, dari tumbuh-tumbuhan,” ungkap Abraham.

Lebih lanjut, Abraham menjelaskan, Batik Ciwaringin sejatinya kerap ditampilkan di pameran-pameran di berbagai daerah. Respons masyarakat juga sangat baik terhadap Batik Ciwaringin.

“Ke depan, kita ada di event-event. Seperti kalau dapat undangan dari Pekalongan, Jogja (Yogyakarta), Bali, dan Kalimantan, nanti kita suguhkan ini (Batik Ciwaringin). Waktu saya beli juga adanya di Bekasi, orang Cirebon juga di sana ikut pameran dan festival,” tuturnya.

Ia menjelaskan, harga yang dibanderol Batik Ciwaringin tentunya sesuai dengan kualitas. Sebab, proses yang alami menjadikannya sebagai produk khas yang otentik.

“Kita terus berupaya mengenalkan Batik Ciwaringin. Harapan saya, ke depan, tak hanya infrastruktur tapi kearifan lokalnya juga maju,” tutupnya. (din)

Mengintip Hilal dari Rooftop: UIN SSC Gelar Seminar dan Rukyat Hilal Kolaboratif antara Ilmu dan Keimanan

CIREBON — Suasana rooftop Gedung Pusat Laboratorium UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sore itu tampak berbeda. Langit yang mulai memerah menjadi saksi penyelenggaraan kegiatan istimewa: Seminar dan Rukyat Hilal yang digelar oleh Laboratorium Ilmu Falak Fakultas Syariah

Mengusung semangat kolaboratif antara sains dan spiritualitas, kegiatan ini berlangsung mulai pukul 15.30 hingga 18.30 WIB dan dihadiri oleh puluhan peserta dari kalangan akademisi, pelajar, hingga praktisi falakiyah. (27/05).

Dalam sambutannya, Kepala Laboratorium Ilmu Falak, Zainul Alim, menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk integrasi ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai keislaman.

“Rukyat hilal bukan sekadar aktivitas observasi langit. Ini adalah wujud sinergi antara teori dan praktik, antara akademik dan religiusitas. Melalui kegiatan ini, kami ingin menguatkan posisi ilmu falak sebagai fondasi ilmiah penentuan waktu ibadah dalam Islam,” ujarnya penuh semangat.

Narasumber Ungkap Tantangan dan Solusi Penentuan Awal Bulan

Seminar diawali dengan pemaparan dari Syauqi Nahwandi, pakar falak yang membahas topik “Metode Penentuan Awal Bulan Dzulhijjah dan Problematika di Indonesia”.

Ia menjelaskan bahwa perbedaan metode—antara rukyat dan hisab—masih menjadi tantangan tersendiri dalam konteks Indonesia. Ia juga menekankan pentingnya pemahaman bahwa pelaksanaan ibadah seperti puasa Arafah tidak harus mengikuti waktu wukuf di Arafah, melainkan berdasarkan kalender hijriah lokal.

Dalam sesi praktik, Syauqi memberikan pelatihan singkat kepada peserta terkait penggunaan alat-alat falak:

Theodolit: untuk mengukur sudut ketinggian hilal secara akurat,

Teleskop Manual: digunakan dalam rukyat tradisional,

Teleskop Otomatis: terintegrasi dengan sistem komputer untuk pelacakan bulan secara presisi.

Hasil Hisab dan Realita Lapangan

Sesi kedua dipandu oleh Rizal Ramadhan, yang membahas hasil perhitungan hisab berdasarkan markaz pengamatan di Gedung Laboratorium. Berdasarkan data yang dihitung, hilal pada saat rukyat memiliki ketinggian 1 derajat 21 menit 14 detik dan illuminasi 0,30%.

“Kondisi ini sangat menantang. Hilal sangat tipis dan berisiko tak terlihat jika tertutup awan. Karena itu, kesabaran dan kecermatan adalah modal utama dalam rukyat,” jelas Rizal.

Antusiasme Peserta: Dari Mahasiswa hingga Siswa Sekolah

Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh peserta dari berbagai latar belakang, seperti mahasiswa Ilmu Falak, perwakilan Lembaga Falakiyah NU Majalengka, Badan Hisab Rukyat Daerah (BHRD) Kabupaten Cirebon, serta siswa-siswi SMAN 1 Gegesik. Sejak awal acara, semangat keingintahuan dan kekaguman terhadap langit senja tak kunjung surut.

Meski hilal tak berhasil teramati secara kasatmata karena kondisi cuaca, semangat para peserta tak luntur. Bagi banyak dari mereka, ini adalah pengalaman pertama melakukan rukyat hilal dengan perangkat canggih dan bimbingan langsung dari pakar.

Kolaborasi Langit dan Bumi: Menatap Masa Depan Ilmu Falak

Seminar dan rukyat hilal ini menjadi bukti nyata bahwa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus mendorong integrasi antara ilmu dan iman. Melalui kegiatan ini, Laboratorium Ilmu Falak bukan hanya menjadi pusat akademik, tetapi juga mercusuar spiritualitas modern—yang mampu meneropong langit, sembari mengakar kuat pada nilai-nilai Islam.

“Semoga kegiatan ini tidak berhenti di langit Cirebon hari ini, tetapi terus berkembang dan menginspirasi generasi muslim untuk menjadikan falak sebagai ilmu yang hidup dan membumi,” tutup Zainul Alim dengan harapan penuh. (din)

Senin, 26 Mei 2025

Pemkot Cirebon Raih WTP ke-9, Perkuat Fondasi Pembangunan Setara dan Berkelanjutan

CIREBON - Kota Cirebon kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam tata kelola keuangan daerah. Pemerintah Daerah Kota Cirebon berhasil meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) untuk kesembilan kalinya. 

Penghargaan ini menjadi bukti komitmen dan kerja keras seluruh elemen pemerintah dalam mengelola keuangan daerah dengan transparan dan akuntabel.

Predikat WTP tersebut diserahkan dalam acara Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2024, di Auditorium BPK RI Perwakilan Provinsi Jawa Barat. 

Hadir langsung Wali Kota Cirebon, Effendi Edo didampingi Sekretaris Daerah, Agus Mulyadi, Ketua DPRD Kota Cirebon Andrie Sulistio SE, Kepala Inspektorat Kota Cirebon Asep Gina Muharam, serta jajaran kepala perangkat daerah.

“Alhamdulillah, ini merupakan pencapaian yang sangat membanggakan bagi kami semua. Keberhasilan meraih WTP untuk yang kesembilan kalinya ini tidak lepas dari kerja keras seluruh tim penyusun laporan keuangan serta dukungan konstruktif dari tim pemeriksa BPK,” ujar Wali Kota usai acara.

Menurut Wali Kota, keberhasilan ini juga merupakan buah dari sinergi antara seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN), legislatif, serta dukungan aktif dari Inspektorat Daerah yang secara rutin melakukan review dan memberikan rekomendasi perbaikan. 

“Peran Inspektorat sangat penting untuk memastikan kualitas laporan yang kami susun dapat memenuhi standar akuntabilitas,” tambahnya.

Ia menegaskan, pencapaian ini bukan akhir, melainkan langkah awal untuk terus mempertahankan dan meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah. 

“Selamat untuk seluruh jajaran ASN Kota Cirebon atas dedikasi dan kerja kerasnya. Kami berharap prestasi ini dapat dipertahankan dan bahkan ditingkatkan di tahun-tahun mendatang,” tuturnya.

Keberhasilan meraih Opini WTP untuk kesembilan kalinya ini juga sejalan dengan visi Kota Cirebon “Setara Berkelanjutan.” 

Menurut Wali Kota, pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjamin kesetaraan sosial dan keberlanjutan lingkungan. 

"Dengan tata kelola keuangan yang kuat, Pemerintah Kota Cirebon terus berupaya mengalokasikan sumber daya secara optimal untuk program-program yang mendukung kesejahteraan masyarakat secara merata," tuturnya.

Lebih lanjut, Wali Kota menyampaikan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan DPRD dalam rangka mendorong kinerja pemerintahan yang lebih baik dan transparan. 

“Kolaborasi yang solid antara eksekutif dan legislatif menjadi kunci utama dalam menjaga akuntabilitas dan optimalisasi pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala BPK RI Perwakilan Provinsi Jawa Barat, Eydu Oktain Panjaitan, memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kota Cirebon atas raihan WTP tersebut. 

“Kami mengucapkan selamat kepada Pemkot Cirebon yang telah menunjukkan komitmen tinggi dalam mengelola keuangan daerah secara akuntabel,” ujarnya.

Eydu juga mengingatkan bahwa keberhasilan ini harus dijadikan momentum untuk terus memperkuat sinergi di masa mendatang. 

“Pencapaian opini WTP ini bukan hanya sekedar penghargaan, tetapi menjadi amanah agar seluruh sumber daya yang ada dapat dimanfaatkan secara maksimal demi kesejahteraan masyarakat,” terangnya.

Dengan raihan WTP yang telah diraih sembilan kali berturut-turut, Pemerintah Kota Cirebon semakin percaya diri untuk melangkah lebih maju dalam menjalankan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik. 

Prestasi ini sekaligus menjadi bukti bahwa kota ini semakin kokoh menapaki jalan menuju pemerintahan yang berintegritas dan terpercaya. (din)

Komisi I DPRD Kota Cirebon Dorong Reformasi Pengelolaan Retribusi Parkir


CIREBON – Komisi I DPRD Kota Cirebon bersama Dinas Perhubungan (Dishub) menggelar rapat kerja untuk membahas peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi parkir. Rapat berlangsung di Griya Sawala DPRD dan menyoroti perlunya reformasi sistem pengelolaan parkir agar lebih profesional dan transparan.

Ketua Komisi I DPRD, Agung Supirno, SH, mengungkapkan bahwa hasil survei Dishub yang melibatkan akademisi menunjukkan potensi retribusi parkir hanya berkisar Rp3 miliar. Angka ini masih jauh dari target PAD sebesar Rp4,6 miliar.

“Kami mendorong agar mulai 2026 ada perubahan sistem perparkiran. Banyak koordinator juru parkir yang tidak lagi produktif karena faktor usia. Ini perlu diperbarui,” ujar Agung. 

Ia juga menyoroti peluang kerjasama dengan pihak ketiga dalam pengelolaan titik-titik parkir, terutama dengan nilai potensi kontrak di atas Rp500 juta yang harus melalui proses lelang terbuka.

Anggota Komisi I lainnya, Ruri Tri Lesmana, menambahkan bahwa selama ini banyak lahan parkir strategis dikuasai oleh pihak-pihak tertentu, bahkan dari luar daerah. Dengan pengelolaan yang lebih terstruktur, diharapkan PAD bisa meningkat dan masalah kekurangan juru parkir dapat diatasi.

“Metode karcis sudah tidak relevan lagi. Kami siap mencarikan solusi bersama Dishub,” ujar Ruri.

Sementara itu, Kepala Dishub Kota Cirebon, Drs. Andi Armawan, M.Si, menyatakan bahwa target PAD sebesar Rp4,6 miliar dinilai terlalu tinggi, karena berdasarkan hasil kajian potensi riil hanya berkisar Rp2,6 miliar hingga Rp3 miliar.

“Potensi nyatanya memang tidak sampai Rp4,6 miliar, tetapi kami tetap berupaya semaksimal mungkin,” katanya. Dishub juga terus melakukan penertiban terhadap penguasaan liar lahan parkir, bekerja sama dengan aparat kepolisian.

Rapat kerja tersebut juga dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi I Syaifurrohman, SE, MM, serta anggota lainnya yaitu Imam Yahya, S.Fil.I., M.Si., dan Andi Riyanto Lie. (din)

Pelatihan Vokasional PEKKA, Berdayakan Perempuan Kabupaten Cirebon Jadi Agen Perubahan

KABUPATEN CIREBON — Upaya pemberdayaan perempuan di Kabupaten Cirebon terus digalakkan. Salah satunya melalui kegiatan vokasional perempuan yang menyasar Kelompok Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA).

Kegiatan ini digelar di Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, pada Senin (26/5/2025), dan dihadiri langsung oleh Bupati Cirebon, Imron.

Program pelatihan ini diinisiasi oleh Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Cirebon, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemandirian dan keterampilan perempuan, khususnya mereka yang menjadi tulang punggung keluarga.

Imron menyampaikan, bahwa perempuan memiliki peran strategis, tidak hanya dalam keluarga, tetapi juga dalam pembangunan masyarakat.

Oleh karena itu, menurutnya, perempuan perlu diberikan ruang dan dukungan untuk berkembang.

“Kegiatan ini bertujuan untuk membina perempuan agar menjadi pribadi yang mandiri, kreatif, dan mampu menjadi kader pembinaan di keluarga maupun di masyarakat,” ujar Imron.

“Kita ingin perempuan di Kabupaten Cirebon menjadi agen perubahan yang mendorong kemajuan daerah,” ucapnya menambahkan.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pemerintah daerah mendukung penuh program-program pemberdayaan perempuan, terutama bagi mereka yang menghadapi tantangan ekonomi sebagai kepala keluarga.

Sementara itu, Kepala DPPKBP3A Kabupaten Cirebon, Eni Suhaeni, menjelaskan bahwa peserta kegiatan ini adalah perempuan yang menjadi kepala keluarga, baik karena ditinggal wafat suami, bercerai, atau karena suaminya tidak mampu bekerja.

“Mereka ini dilatih untuk meningkatkan keterampilan agar bisa menopang ekonomi keluarga. Tidak hanya pelatihan, tapi juga ada aktivitas yang mendukung produktivitas mereka,” ungkap Eni.

“Hingga tahun 2025 ini, sudah ada sekitar 680 perempuan dari sembilan kecamatan yang telah mengikuti pelatihan serupa,” tuturnya.

Dalam pelatihan di Kecamatan Talun ini, para peserta mendapatkan pelatihan dari mulai praktisi dan pelaku usaha, termasuk dari pelatih kuliner ternama, Rolia.

Harapannya, setelah pelatihan, para peserta bisa mengembangkan usaha mandiri, bahkan mengikuti jejak para pelatih yang telah sukses.

Program ini mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk dana dari APBD Kabupaten Cirebon.

“Alhamdulillah, semua elemen ikut berkontribusi. Ini menunjukkan sinergi yang kuat antara pemerintah, dewan, dan masyarakat dalam mendukung pemberdayaan perempuan,” tambah Eni. (Ara)

Kecamatan Talun Menjadi Tempat Inspiratif Bagi Pelatihan Vokasional Perempuan Tangguh di Cirebon

CIREBON, FC - Perempuan-perempuan tangguh di Kabupaten Cirebon kini semakin berkembang. Mereka tak lagi hanya berfokus pada urusan rumah tangga dan anak, tetapi juga aktif mengikuti pelatihan vokasional yang bertujuan meningkatkan penghasilan dan kepercayaan diri.

Kegiatan inspiratif ini berlangsung pada Senin (26/5/2025) di Kecamatan Talun dan dihadiri langsung oleh Bupati Cirebon, H. Imron.

Program ini menyasar perempuan kepala keluarga (PEKKA), yaitu perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga. Mereka mendapatkan pelatihan langsung dari para pakar di bidangnya, salah satunya adalah pelatih kuliner terkenal, Rolia.

Dalam sambutannya, Bupati Imron menegaskan pentingnya pemberdayaan perempuan agar mampu menjadi pribadi mandiri, kreatif, dan menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.

Ia menyampaikan dukungan penuh terhadap program ini sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan lingkungan sekitar.

Inisiatif ini digagas oleh Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Cirebon.

Kepala DPPKBP3A, Eni Suhaeni, menyampaikan bahwa hingga tahun 2025, sebanyak 680 perempuan dari sembilan kecamatan telah mengikuti pelatihan ini.

“Sebagian besar dari mereka adalah perempuan yang kehilangan pasangan karena meninggal dunia, perceraian, atau memiliki suami yang tidak bekerja. Mereka terpaksa mengambil alih tanggung jawab keluarga,” jelas Eni.

Pelatihan yang diberikan tidak hanya berupa teori, tetapi juga praktik langsung bersama para pengusaha sukses.

Diharapkan, para peserta dapat membuka usaha sendiri dan menjadi inspirasi bagi perempuan lain di sekitarnya.

Pendanaan program ini berasal dari berbagai sumber, seperti APBD Kabupaten Cirebon, Pagu Indikatif Kewilayahan, dan aspirasi dari anggota DPRD.

Menurut Eni, hal ini menjadi bukti nyata adanya kolaborasi yang baik antara pemerintah, legislatif, dan masyarakat dalam mendukung pemberdayaan perempuan. (Bambang HS)