Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 11 September 2024

Penutupan MTQH Ke-50 Tingkat Kabupaten, Ini Pesan PJ Bupati

KABUPATEN CIREBON — Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya menghadiri penutupan Musabaqah Tillawatil Qur’an dan Hadis (MTQH) ke-50 tingkat Kabupaten Cirebon 2024 di Kecamatan Pasaleman, Selasa (10/9/2024) malam. Wahyu Mijaya memberikan motivasi kepada para pemenang dan peserta lainnya yang gagal menjadi juara.

Dalam sambutannya, Wahyu mengucapkan selamat kepada kontingen Kecamatan Pasaleman yang menjadi juara umum MTQH ke-50 tingkat Kabupaten Cirebon.

Ia berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam perencanaan hingga penutupan MTQH ke-50, termasuk kepada dewan juri, kepala Polsek, Komandan Danramil, dan lainnya.

“Selamat untuk Kecamatan Pasaleman yang menjadi juara umum MTQH ke-50,” ucap Wahyu dalam sambutannya di acara penutupan MTQH ke-50 tingkat Kabupaten Cirebon.

“Selanjutnya, bagi yang belum mendapatkan juara, jangan pernah putus asa. Jangan pernah merasa gagal, jangan pernah demikian. Karena, bisa jadi yang hari ini belum berhasil, justru di kemudian hari yang akan berhasil dan mendapatkan lebih baik,” tambahnya.

Selain memotivasi peserta yang gagal menjadi juara, Wahyu juga mengingatkan kepada para juara, agar tak terlena dengan apa yang telah dicapai. Ia mengingatkan, agar terus belajar dan mempertahankan apa yang telah dicapai.

“Ini adalah sebuah proses. Suatu perlombaan itu pasti ada yang menang, ada yang belum berhasil. Dalam kehidupan kita, ini yang harus kita menangkan. Bagaimana kita bisa memenangkan, mengendalikan diri sendiri, bagaimana bisa menjawab tantangan kehidupan,” tuturnya.

Menurutnya, perlombaan merupakan media untuk mengukur kemampuan yang telah dipelajari. Namun, lanjut Wahyu, ada yang lebih penting dari sekadar perlombaan, yakni mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dan hadis dalam kehidupan sehari-hari.

“Yang paling penting, kita bisa mengimplementasikannya (Al-Qur’an dan hadis) dalam kehidupan kita,” ucapnya.

Sekadar diketahui, para pemenang pada gelaran MTQH ke-50 bakal bertanding mewakili Kabupaten Cirebon di tingkat Provinsi Jawa Barat. Wahyu berharap, mereka bisa bersaing dan terus belajar demi bisa mengharumkan Kabupaten Cirebon di tingkat provinsi. (Ara)

Upaya Lintas Agama dalam Percepatan Penurunan Stunting di Kota Cirebon

CIREBON - Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Cirebon menyelenggarakan Rapat Koordinasi Forum Komunikasi Perubahan Perilaku Lintas Agama dalam Percepatan Penurunan Stunting. 

Dipimpin oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Cirebon (DP3APPKB) selaku Sekretaris TPPS Kota Cirebon, kegiatan rapat koordinasi tersebut  berlangsung di Aula Kantor DP3APPKB serta dihadiri oleh berbagai instansi terkait, termasuk Bapelitbangda, Bakesbangpol, Dinas Kesehatan, Disdukcapil, dan perwakilan penyuluh agama dari berbagai agama.

Peran Agama dalam Intervensi Perubahan Perilaku

Dalam pertemuan tersebut, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik menekankan pentingnya peran pemuka agama dalam melakukan intervensi perubahan perilaku di kalangan generasi muda. 

Intervensi ini terutama difokuskan pada edukasi persiapan pernikahan serta pentingnya menjaga hubungan sosial yang sehat untuk mencegah perilaku yang merugikan seperti seks bebas. Pemuka agama diharapkan terus berperan aktif dalam memberikan bimbingan di tempat ibadah masing-masing guna menciptakan mindset positif di kalangan masyarakat, khususnya dalam mencegah stunting.

Pendekatan Lintas Agama untuk Penurunan Stunting

Diskusi juga mengangkat pentingnya pendekatan lintas agama dalam membantu percepatan penurunan stunting melalui intervensi spesifik seperti:

Aktif minum tablet tambah darah (TTD)

Bumil teratur periksa kehamilan

Cukupi konsumsi protein hewan

Datang ke posyandu setiap bulan

Eksklusig ASI selama 6 bulan

Dalam konteks ini, kolaborasi antara Dinas Kesehatan, DP3APPKB, dan lembaga agama diharapkan dapat menjadi kekuatan utama untuk mempercepat upaya penurunan angka stunting di Kota Cirebon.

Kolaborasi dalam Edukasi Keluarga dan Pra-Nikah

Kepala DP3APPKB menekankan pentingnya peran KUA dalam bimbingan perkawinan sebagai bagian dari strategi penurunan stunting. Bimbingan ini dilakukan dengan berkolaborasi bersama puskesmas, Komisi Perlindungan Anak, dan DP3APPKB. Hal ini menjadi upaya untuk memberikan pembekalan bagi calon pengantin agar lebih siap secara fisik dan mental, serta memahami pentingnya pemberian ASI eksklusif bagi bayi selama enam bulan pertama.

Gereja Katolik Santo Yusuf Bunda Maria juga mendukung upaya ini dengan menyelenggarakan kursus pra-perkawinan selama tiga bulan. Kursus tersebut mencakup materi tentang pencegahan stunting bagi pasangan calon pengantin. Selain itu, gereja juga telah menyalurkan bantuan berupa sembako kepada keluarga yang berisiko mengalami stunting.

Pelayanan Kesehatan pra Nikah, Bimbingan Perkaawinan dan Pendampingan Keluarga bagi Catin, Ibu Hamil dan Pasca Persalinan Ibu Menyusui adalah hak semua warga negara tanpa memandang agama namun teknis pelaksanaan  dan pencatatan pernikahan dilakukan oleh pemangku kepentingan yg berbeda sesuai agama masing masing diharapkan tidak menjadi kendalakendala.

Sementara itu, pengakuan pernikahan secara agama (Isbath Nikah) telah dilakukan secara aktif dan rutin setiap tahun dengan melibatkan kolaborasi seluruh stakeholder.

Solusi untuk Tantangan Administratif dan Ekonomi

Beberapa perwakilan peserta rapat menyoroti masalah administratif dan biaya pernikahan. Dinas Sosial menyinggung banyaknya anak yang tidak memiliki NIK karena orang tuanya tidak memiliki buku nikah. KUA menyarankan agar keluarga yang belum memiliki buku nikah dapat mengunjungi kantor KUA untuk melakukan pengukuhan pernikahan.

Sementara itu, Kepala DP3APPKB menyatakan bahwa sosialisasi mengenai stunting ditujukan untuk semua keluarga, termasuk keluarga yang mampu, agar mereka dapat memberikan asupan gizi yang tepat bagi anak-anaknya. Terkait biaya pernikahan, pihak DP3APPKB menegaskan bahwa biaya tersebut sebenarnya dapat ditekan jika dokumen persyaratan diurus secara mandiri.

Penutup

Rapat ini menegaskan pentingnya sinergi lintas agama dan lembaga dalam percepatan penurunan stunting di Kota Cirebon. Kolaborasi yang solid antara pemerintah, lembaga agama, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan perubahan perilaku yang signifikan dalam upaya mengurangi angka stunting.

DKIS Kota Cirebon

Pemkab Cirebon Terus Mengakselerasi Penangan Penyakit Menular dan Tidak Menular

KABUPATEN CIREBON — Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya menghadiri rapat koordinasi pelaksanaan deteksi dini preventif dan respons penyakit di Hotel Aston Cirebon, Selasa (10/9/2024).

Wahyu menyebut, Pemkab Cirebon terus mengakselerasi penanganan penyakit, baik menular maupun tidak menular.

Rapat koordinasi yang diinisiasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon itu dihadiri camat, kapolsek, komandan koramil, direktur rumah sakit, Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), hingga profesi lainnya.

Wahyu mengatakan, Pemkab Cirebon berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk bisa menangani permasalahan kesehatan, seperti demam berdarah dengue (DBD), tuberkulosis (TB), kematian ibu dan anak, stunting, dan lainnya.

“Diharapkan, selain kita bisa sama-sama sinergi, juga agar dapat melihat pemetaan lebih jelas, seperti pemetaan per kecamatan. Apa masalahnya (di kecamatan), kita cari inovasi,” kata Wahyu usai menghadiri rapat koordinasi.

“Bisa lebih mudah selesaikan masalah. Penanganan itu bukan melulu urusan Dinkes, ini penanganan bersama,” ujarnya menambahkan.

Wahyu menyebut, Pemkab Cirebon memberikan perhatian khusus terhadap penanganan kasus DBD, TB, dan lainnya. Hingga Juli 2024, lanjutnya, DBD di Kabupaten Cirebon mencapai sekitar 1.400 kasus, enam di antaranya meninggal dunia.

“Ini menjadi perhatian lebih bagi kita. Bagaimana penanganannya. Kita buat acara ini untuk kolaborasi semuanya,” ucap Wahyu.

Senada disampaikan Kepala Dinkes Kabupaten Cirebon, dr Hj Neneng Hasanah MM, bahwa kasus DBD sepanjang 2024 mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Kita terus mengupayakan untuk menekan, agar jangan sampai ada kematian,” ucap Neneng.

Ia menjelaskan, pasien DBD yang meninggal dikarenakan terlambat mendapatkan pelayanan kesehatan. Ia juga mengimbau, agar masyarakat menjaga lingkungannya, terutama soal jentik nyamuk di sekitar rumah.

“Harusnya ada Jumantik (juru pemantau jentik) dalam satu keluarga, harus memeriksa jentik. Nanti ada inovasi di kecamatan yang daerahnya endemis. Kasus (DBD) banyak menyebabkan kematian, maka kita dorong adanya Jumantik, bisa kasusnya menurun dan tidak ada kematian,” jelasnya. (din)

DKPP Kabupaten Cirebon Gelar Bazar Dan Bimtek Untuk Tingkatkan Konsumsi Ikan Masyarakat

KABUPATEN CIREBON — Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Cirebon menggelar kegiatan Bazar & Bimbingan Teknis (Bimtek) Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) dalam rangka menyosialisasikan gerakan gemar makan ikan di Kabupaten Cirebon.

Acara yang berlangsung di halaman Kantor DKPP Kabupaten Cirebon pada Selasa (10/9/2024) ini, dihadiri perwakilan perangkat daerah dan dibuka untuk masyarakat umum.

Kepala DKPP Kabupaten Cirebon, Drs Erus Rusmana MSi menyatakan, Kabupaten Cirebon memiliki produksi ikan yang melimpah, baik dari laut maupun budi daya.

Namun, komoditas ini lebih banyak dijual, karena nilai ekonominya yang tinggi, sehingga masyarakat cenderung mengesampingkan konsumsi ikan secara mandiri.

“Oleh karena itu, diperlukan sosialisasi dan intervensi pemerintah melalui berbagai program, termasuk bimtek ini, untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, mulai dari tingkat PKK hingga desa,” kata Erus.

Ia menjelaskan, DKPP akan membentuk Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) dari tingkat desa hingga kabupaten, guna mendorong konsumsi ikan sebagai kebutuhan penting bagi pengentasan stunting, peningkatan gizi, dan kesehatan masyarakat.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya menyampaikan, tingkat konsumsi ikan di Kabupaten Cirebon masih tergolong rendah, dengan rata-rata konsumsi per kapita sebesar 34,56 kilogram per tahun.

“Sementara itu, di Provinsi Jawa Barat sudah mencapai 41 kilogram, dan secara nasional 56 kilogram per tahun,” ungkap Wahyu.

Melalui sosialisasi ini, Wahyu berharap, gerakan gemar makan ikan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan manfaat konsumsi ikan bagi kesehatan dan gizi keluarga.

“Kami berupaya mengajak masyarakat untuk gemar makan ikan,” tutupnya. (Ida)

Wujudkan Wadah Kreasi, UIN Siber Cirebon Menggelar Kegiatan Cyber-X FITK 2024

CIREBON, FC - Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Siber Cirebon mengadakan kegiatan Siber-X FITK 2024 - Digital Creative Competition. Pembelajaran Digital: Cyber Islamic University ini menjadi momentum terbaik bagi para peserta di bidang digital creative competiton.

Ajang Digital Creative Competition 2024 ini bertujuan mendorong inovasi dalam bidang pendidikan digital di lingkungan universitas berbasis Islam. 

Sejak dibukan pada 10.September 2024, peserta berlomba-lomba menunjukkan kreativitas mereka dalam memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis daring.

Pembelajaran Digital : Cyber Islamic University ini mencerminkan visi UIN Siber Cirebon untuk menjadi pionir dalam transformasi digital di perguruan tinggi Islam. 

Kompetisi ini menjadi wadah bagi para peserta untuk berkreasi melalui karya digital yang mencakup aplikasi pendidikan, konten kreatif, hingga materi pembelajaran yang interaktif. 

Pranata Muda, H.M.Arifin, M.Pd.I  menyatakan bahwa kompetisi ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga pada nilai-nilai Islam yang harus tercermin dalam setiap inovasi yang dikembangkan. 

"Kita ingin melihat bagaimana peserta mampu menggabungkan teknologi dengan prinsip-prinsip ajaran Islam, sehingga mampu menghasilkan produk yang tidak hanya canggih tetapi juga bernilai edukatif dan religius," ujarnya. 

M.Arifin juga memberikan apresiasi yang tinggi terhadap pelaksanaan kompetisi ini. Ia menilai bahwa tema yang diusung sangat relevan dengan tantangan pendidikan modern, khususnya di era digital.

“Transformasi digital dalam pendidikan adalah keharusan yang tidak bisa dihindari. Dengan adanya kompetisi seperti ini, kita berharap dapat melahirkan generasi pendidik yang tidak hanya mahir secara teknologi, tetapi juga memiliki landasan spiritual yang kuat," ujar Aririn. 

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya inovasi dalam pendidikan Islam agar dapat bersaing di kancah global. 

"Cyber Islamic University yang menjadi tema besar kompetisi ini adalah refleksi dari keinginan kita untuk membangun universitas yang mampu memberikan akses pendidikan berkualitas dengan nilai-nilai Islam secara global. UIN Siber Cirebon harus menjadi pelopor dalam hal ini," tandasnya. (din)