Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 10 Februari 2025

Inovasi Warung Angkringan BNN, Sarana Edukasi dan Pemberdayaan UMKM

CIREBON – Pj Wali Kota Cirebon, Dr Drs H Agus Mulyadi MSi menghadiri acara peresmian warung angkringan binaan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Korem 063/Sunan Gunung Jati di Jl. Laut Arafuru No. 02, Senin (10/2/2025). 

Acara ini bertujuan untuk memberikan wadah bagi masyarakat dalam menikmati kuliner sambil mendapatkan informasi penting mengenai Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), bela negara, dan pemberdayaan UMKM.

Dalam sambutannya, Pj Wali Kota menyampaikan rasa syukurnya atas inovasi ini. Ia mengatakan, Pemda Kota Cirebon mendukung kolaborasi antara pemerintah, BNN, Korem, dan masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan Cirebon yang lebih baik.

"Alhamdulillah, hari ini kita bisa meresmikan warung angkringan yang bukan hanya sekadar tempat untuk menikmati makanan, tetapi juga menjadi media edukasi yang sangat penting bagi masyarakat," ujarnya.

Warung angkringan ini bukan hanya menyajikan berbagai pilihan makanan yang menggugah selera, tetapi juga dilengkapi dengan informasi yang dapat diakses oleh pengunjung. Setiap sudut warung memuat materi mengenai P4GN, pentingnya bela negara, serta dukungan terhadap UMKM. 

"Pemda Kota Cirebon sangat mendukung dan mengapresiasi setiap upaya yang dilakukan untuk memberikan akses informasi kepada masyarakat, sekaligus memfasilitasi dalam mendalami isu-isu sosial yang krusial,"  lanjutnya.

Pj Wali Kota juga menekankan bahwa tempat ini menjadi sarana yang sangat strategis dalam memperkenalkan kepada masyarakat tentang program-program pemerintah yang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari. 

"Ini adalah contoh bagaimana kolaborasi bisa memberikan dampak positif. Masyarakat bisa menikmati waktu santai sambil belajar hal-hal penting yang menyentuh kehidupan mereka. Inovasi ini juga merupakan bentuk dukungan kepada UMKM, karena warung angkringan dikelola dengan melibatkan pelaku usaha lokal," tambahnya.

Sementara itu, Kepala BNN Kota Cirebon, Kombes Pol Tunggul Sinatrio SIK MH, dalam kesempatan yang sama, menjelaskan bahwa warung angkringan ini menjadi sarana untuk memberikan informasi terkait P4GN dan bela negara secara langsung kepada masyarakat. 

"Kami berharap warung ini bisa menjadi tempat yang nyaman bagi masyarakat untuk bertanya, berdiskusi, dan mendapatkan pengetahuan lebih mengenai bahaya narkoba, serta pentingnya menjaga keutuhan dan kedaulatan negara," katanya.

Tunggul menegaskan bahwa komunikasi antara BNN dan masyarakat harus berjalan tanpa batas. Melalui tempat ini, pihaknya yakin kedekatan dengan masyarakat akan terjalin dengan baik.

"Tidak hanya sebagai lembaga yang mengawasi peredaran narkotika, tetapi juga sebagai mitra yang menyediakan informasi yang bermanfaat dan mengedukasi masyarakat tentang bagaimana kita semua bisa bersama-sama mencegah peredaran narkoba di lingkungan kita," ujar Tunggul.

Acara peresmian ini turut dihadiri oleh perangkat daerah terkait, elemen masyarakat, termasuk jajaran Korem, perwakilan dari sektor UMKM, serta tokoh masyarakat Kota Cirebon. Semua pihak yang hadir memberikan dukungan penuh terhadap upaya positif ini. (Nur)



Sabtu, 08 Februari 2025

Kejuaraan Taekwondo Bupati Cup 2025 Jadi Ajang Pembinaan Atlet Muda Kabupaten Cirebon

KABUPATEN CIREBON — Kejuaraan Cabang Taekwondo Bupati Cup 2025 yang digelar di GOR Ranggajati, Sumber, pada Sabtu (8/2/2025), menjadi ajang pembinaan bagi atlet muda di Kabupaten Cirebon.

Kompetisi yang diikuti sekitar 200 peserta ini, diharapkan dapat melahirkan bibit unggul untuk berlaga di tingkat provinsi hingga nasional.

Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya, saat membuka kejuaraan menekankan pentingnya pembinaan karakter melalui olahraga. Menurutnya, taekwondo tidak hanya melatih kemampuan fisik, namun bisa membentuk kedisiplinan, ketangguhan, dan kemandirian bagi para atlet muda.

“Kejuaraan ini bukan hanya soal medali, tetapi juga membangun karakter. Dengan kedisiplinan dan ketangguhan, para atlet diharapkan menjadi pribadi yang lebih baik dan mampu berprestasi lebih tinggi,” ujar Wahyu.

Ia menyampaikan, bahwa dengan mempertandingkan kategori Kyorugi (tarung) dan Poomsae (jurus), kejuaraan ini diharapkan mampu menjadi wadah bagi atlet muda untuk mengasah kemampuan, serta meningkatkan daya saing mereka di tingkat yang lebih tinggi.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Cirebon, Ikin Asikin, mengatakan bahwa pihaknya sudah mulai melakukan pemetaan atlet untuk persiapan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) 2025 yang rencananya akan digelar di Bandung.

“Kami sudah mulai mapping dari kuota yang ada, dan masing-masing cabang olahraga sudah dimintakan kesiapan mereka dalam menyumbangkan medali. Kuota kita sekitar 100 hingga 105 atlet, mudah-mudahan tidak berubah atau terkena efisiensi anggaran,” ujarnya.

Dia menyebutkan, taekwondo menjadi salah satu cabang olahraga penyumbang medali bagi Kabupaten Cirebon. Ia pun mengapresiasi kejuaraan mandiri seperti Bupati Cup ini sebagai bentuk dukungan nyata dari pemerintah daerah dalam pembinaan atlet.

“Kejuaraan mandiri seperti ini sangat penting, karena dari sinilah kita bisa menemukan atlet-atlet berprestasi, yang nantinya akan membawa nama baik Kabupaten Cirebon,” kata Ikin.

Sementara itu, Ketua Pengcab Taekwondo Indonesia (TI) Kabupaten Cirebon, Teguh Rusiana Merdeka, menjelaskan bahwa kompetisi ini juga menjadi ajang pemanasan menjelang Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat (Jabar) XVI/2026.

“Kami ingin melihat perkembangan atlet, serta menyeleksi mereka yang memiliki potensi besar untuk mewakili Kabupaten Cirebon nantinya,” sambungnya.

Selain sebagai persiapan menuju Porprov, kejuaraan ini juga bertujuan untuk meningkatkan popularitas taekwondo di Kabupaten Cirebon, serta menjaring talenta baru yang dapat dibina lebih lanjut.

“Atlet terbaik dalam kompetisi ini berkesempatan mengikuti pemusatan latihan sebagai persiapan menghadapi ajang yang lebih besar,” tukasnya.

Jumat, 07 Februari 2025

Haul Ponpes Jagasatru: Pj Wali Kota Apresiasi Peran Pesantren dalam Membangun Masyarakat Religius

CIREBON - Pj Wali Kota Cirebon, Dr Drs H Agus Mulyadi MSi, menghadiri peringatan haul yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren (Ponpes) Jagasatru pada Jumat (7/2/2025). 

Peringatan haul ini menjadi momen penting bagi masyarakat Cirebon, mengingat Ponpes Jagasatru merupakan salah satu pondok pesantren tertua yang telah memberikan banyak kontribusi positif terhadap perkembangan kehidupan beragama dan sosial di Cirebon.

Dalam sambutannya, Pj Wali Kota mengucapkan selamat kepada seluruh keluarga besar Ponpes Jagasatru serta pendiri ponpes atas terlaksananya peringatan haul yang penuh makna ini. 

“Atas nama pribadi, pemerintah daerah, dan seluruh masyarakat Kota Cirebon, saya mengucapkan selamat memperingati haul Ponpes Jagasatru dan pendirinya. Semoga amal ibadah dan perjuangan yang telah dilakukan selalu mendapatkan ridho dari Allah SWT,” ujarnya.

Seperti yang diketahui, Ponpes Jagasatru dikenal sebagai salah satu lembaga pendidikan keagamaan yang memiliki pengaruh besar, tidak hanya di Kota Cirebon, tetapi juga di wilayah sekitarnya. Keberadaannya yang sudah berdiri lama, telah memberi warna tersendiri bagi perkembangan kehidupan beragama di Cirebon, khususnya dalam membentuk karakter generasi muda yang berakhlak mulia dan mendalami ilmu agama.

Selain itu, Pj Wali Kota juga mengapresiasi langkah Ponpes Jagasatru dalam mengembangkan jangkauan pendidikan dan dakwahnya.

“Kami juga sangat mengapresiasi Ponpes Jagasatru yang telah memperluas keberadaannya dengan mendirikan cabang di wilayah Mundu, yakni Jagasatru 2. Langkah ini sangat berarti, tidak hanya untuk pengembangan pesantren, tetapi juga untuk memperkuat peran pesantren dalam kehidupan masyarakat dan umat beragama,” tambahnya.

Ponpes Jagasatru, menurut Pj Wali Kota, turut memberikan dampak positif dalam menciptakan masyarakat yang lebih religius. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah kota dalam mendukung pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kualitas keagamaan. 

Pj Wali Kota menekankan pentingnya kerjasama antara pemerintah dan lembaga keagamaan untuk menciptakan suasana yang harmonis, di mana nilai-nilai religius dapat tumbuh dan berkembang di tengah-tengah masyarakat.

“Pengasuh Ponpes Jagasatru telah memainkan peran yang sangat penting, tidak hanya dalam dunia pesantren, tetapi juga dalam memperkuat umat beragama di Cirebon,” lanjut Pj Wali Kota.

Pj Wali Kota juga menyatakan komitmennya untuk terus memberikan dukungan penuh kepada Ponpes Jagasatru dan pondok pesantren lainnya di Kota Cirebon.

“Pemerintah kota akan terus memberikan dukungan dan dorongan kepada pesantren-pesantren yang ada, termasuk Ponpes Jagasatru. Kami berharap pesantren dapat terus berkontribusi dalam pembangunan sosial dan menciptakan masyarakat yang lebih religius, berakhlak, dan berbudi pekerti luhur,” tuturnya.

Perayaan haul Ponpes Jagasatru kali ini bukan hanya sekadar mengenang jasa para pendiri dan pengasuhnya, tetapi juga menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya menjaga dan merawat tradisi keagamaan yang telah ada. 

Dengan terus mengembangkan pesantren-pesantren di Cirebon, diharapkan dapat tercipta sebuah generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kaya akan nilai-nilai spiritual yang akan membawa kebaikan bagi masyarakat luas. (Nur)



Hadiri Paripurna, Pj Bupati Cirebon Sampaikan Urgensi Raperda KTR Dan Kependudukan

KABUPATEN CIREBON — Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya menghadiri rapat paripurna di ruang Abhimata Paripurna DPRD Kabupaten Cirebon, Jumat (7/2/2025).

Pada kesempatan ini, Pj Bupati Cirebon menyampaikan tentang hantaran dua rancangan peraturan daerah (raperda) usulan eksekutif.

Dua raperda yang diusulkan eksekutif tersebut, yakni Raperda tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan Raperda tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan.

Wahyu menjelaskan, salah satu penyebab menurunnya kualitas udara adalah asap rokok, sehingga membahayakan perokok aktif dan pasif.

Dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 151 ayat (2) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, dan Pasal 443 ayat (11) Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023, untuk memberikan perlindungan bagi masyarakat tentang dampak langsung maupun tidak langsung akibat rokok.

Hingga menciptakan kualitas udara yang bersih dan sehat bagi masyarakat, perlu adanya regulasi yang mengatur KTR di Kabupaten Cirebon.

Wahyu mengatakan, KTR yang dimaksud adalah area yang dilarang untuk kegiatan merokok, aktivitas promosi hingga menjual rokok.

“Meliputi fasilitas pelayanan kesehatan, tempat belajar mengajar, tempat bermain anak, angkutan umum, tempat ibadah, tempat kerja, dan tempat umum lainnya yang ditetapkan,” ucap Wahyu.

Ia berharap, dengan lahirnya Perda tentang KTR bisa menyadarkan banyak pihak. Dan, bisa menjadi langkah untuk menurunkan angka kematian dengan mengubah perilaku masyarakat yang lebih sehat.

“Mencegah perokok pemula, serta mewujudkan generasi muda yang sehat dalam mendukung terwujudnya Kabupaten Cirebon yang berbudaya, sejahtera, maju dan aman,” ujarnya.

Sementara itu, lanjut Wahyu, Raperda tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan diharapkan dapat memberikan pemenuhan atas hak administrasi penduduk dalam pelayanan publik.

Ia menyebut, raperda ini bertujuan untuk melindungi dokumen kependudukan tanpa ada perlakuan yang diskriminatif melalui peran aktif pemerintah.

Wahyu menjelaskan, sejatinya Kabupaten Cirebon memiliki Perda Nomor 9 Tahun 2009 tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan.

Namun dalam perkembangannya, perda tersebut sudah tidak sesuai dengan perkembangan peraturan perundang-undangan di atasnya dan kebutuhan hukum masyarakat.

Sekadar diketahui, rapat paripurma yang digelar DPRD Kabupaten Cirebon juga membahas tentang penutupan masa sidang satu dan membuka masa sidang dua tahun 2025.

Selain itu, paripurna juga membahas mengenai Raperda tentang Pemberdayaan dan Perlindungan Koperasi dan UMKM usulan dari legislatif. (Azis)

Pemkab Cirebon Bahas Evaluasi Program dan Penanganan Banjir Dalam Rapim


KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon menggelar Rapat Pimpinan (Rapim) bersama para kepala perangkat daerah di Off Room Pendopo Bupati Cirebon, Rabu, (5/2/2025).

Rapim yang dilaksanakan secara rutin ini untuk mengevaluasi program-program yang telah berjalan, serta membahas langkah-langkah strategis dalam menghadapi berbagai permasalahan daerah.

Dalam rapat tersebut, Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya menyoroti pentingnya memastikan keberlanjutan program yang telah dilaksanakan selama sembilan bulan terakhir, terutama dalam persiapan transisi kepemimpinan bagi bupati terpilih selanjutnya.

Beberapa isu utama yang dibahas, antara lain penanganan banjir, perbaikan infrastruktur, serta normalisasi sungai di beberapa wilayah terdampak.

“Salah satu yang kita bahas adalah tindak lanjut penanganan banjir, termasuk perbaikan dinding Sungai Cipager yang roboh dan normalisasi sungai di Ambulu serta Pengarengan,” kata Wahyu usai rapat.

Ia menjelaskan, Pemkab Cirebon telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) terkait pembangunan embung di Waled-Asem, serta perencanaan normalisasi Bendung Ambit.

Selain itu, pihaknya terus memantau kondisi cuaca dan berkoordinasi untuk kemungkinan rekayasa cuaca, guna mengurangi intensitas hujan yang masuk ke wilayah Kabupaten Cirebon.

Wahyu menegaskan, berbagai program yang telah berjalan diharapkan dapat diteruskan oleh bupati terpilih, agar permasalahan daerah, terutama terkait banjir dan infrastruktur, dapat ditangani secara berkelanjutan.

“Kita juga terus memantau kondisi cuaca dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk rekayasa cuaca jika diperlukan, agar curah hujan yang tinggi di daerah hulu, seperti Kuningan dan Majalengka tidak berdampak besar di Kabupaten Cirebon,” tukasnya. (Nur)