Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 10 April 2025

Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tinjau Kebersihan Jalan Protokol Serta Pemeliharaan Taman

CIREBON – Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, bersama Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, melakukan kegiatan monitoring di sejumlah titik jalan protokol dan taman kota, Kamis (10/4/2025). 

Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program kebersihan yang tengah berjalan, serta memastikan perawatan taman dan ruang publik di Kota Cirebon berjalan dengan baik. 

Beberapa perangkat daerah terkait juga ikut serta dalam kegiatan monitoring tersebut, guna memastikan keterlibatan dan koordinasi yang optimal di setiap sektor.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota menyampaikan bahwa pemeliharaan ruang publik, khususnya jalan protokol dan taman kota, memang sudah direncanakan sejak awal kepemimpinannya. 

"Selama ini, kebersihan dan perawatan taman belum sepenuhnya terkelola dengan baik. Untuk itu, kami bersama Ibu Wakil Wali Kota sepakat bahwa ini saatnya untuk memberikan perhatian serius terhadap kebersihan jalan protokol dan pemeliharaan taman kota," ujarnya.

Wali Kota juga mengungkapkan komitmen pemerintah kota untuk menjadikan Cirebon sebagai kota yang lebih indah dan nyaman bagi masyarakat. 

"Kami ingin agar Kota Cirebon menjadi rapi dan bersih, sehingga warga bisa menikmati keindahan kota dengan nyaman," katanya. 

Lebih lanjut, Wali Kota menyebutkan bahwa dalam upaya pemeliharaan taman dan kebersihan jalan protokol, pihaknya akan berkolaborasi dengan berbagai stakeholder terkait, termasuk swasta dan masyarakat. 

"Kami sadar bahwa untuk mewujudkan Kota Cirebon yang lebih indah, perlu ada kerja sama dari banyak pihak. Kami juga akan menyesuaikan dengan anggaran yang ada," tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota dan Wakil Wali Kota juga meninjau langsung sejumlah titik yang telah dibersihkan, termasuk jalan-jalan utama yang sering dilalui oleh masyarakat. 

"Kami sangat mengapresiasi kerja keras para petugas kebersihan dan berbagai pihak yang telah membantu merealisasikan program ini. Ini adalah langkah awal untuk menjadikan Kota Cirebon lebih bersih dan tertata rapi," lanjutnya.

Di akhir kegiatan, Wali Kota berharap agar masyarakat Cirebon turut berperan aktif dalam menjaga kebersihan dan keindahan kota. 

"Kami tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman. Semoga dengan upaya ini, Kota Cirebon tidak hanya maju, tetapi juga hijau dan asri," tutupnya. (Dira)



Wali Kota Resmi Buka Seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka 2025

CIREBON – Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, secara resmi membuka Seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka Tingkat Kota Cirebon Tahun 2025. Upacara pembukaan digelar dalam apel pagi di Balai Kota Cirebon, Kamis (10/4/2025).

Acara ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Agus Mulyadi, serta para asisten dan sejumlah kepala perangkat daerah. Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan rasa terhormatnya dapat berada di tengah-tengah para pemuda-pemudi terbaik Kota Cirebon yang telah berkomitmen mengikuti seleksi dengan semangat dan tekad yang tinggi.

Wali Kota mengungkapkan bahwa Pasukan Pengibar Bendera Pusaka bukan hanya sekadar tim yang tampil dalam upacara, melainkan simbol nilai luhur bangsa Indonesia, seperti nasionalisme, keberanian, kebersamaan, dan pengorbanan. 

Menurutnya, tugas mengibarkan Bendera Merah Putih adalah tugas mulia yang tak mudah. Bendera ini melambangkan perjuangan dan kemerdekaan bangsa Indonesia yang diraih dengan pengorbanan besar. Menjadi bagian dari pasukan ini adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab yang besar bagi setiap anggotanya.

Wali Kota juga mengingatkan para peserta seleksi bahwa mereka tidak hanya mewakili diri sendiri, tetapi juga keluarga, sekolah, dan masyarakat Kota Cirebon. Proses seleksi ini adalah ujian untuk mengukur kedewasaan, kedisiplinan, dan keteguhan hati.

“Ini adalah kesempatan untuk menunjukkan bahwa kalian adalah generasi penerus yang siap melanjutkan perjuangan para pendahulu dengan semangat dan kebijaksanaan yang lebih tinggi,” ujar Wali Kota.

Selain itu, Wali Kota juga mengapresiasi dedikasi para pelatih dan panitia yang telah memberikan bimbingan dan dukungan penuh kepada peserta seleksi. Ia berharap agar seleksi ini menghasilkan pasukan pengibar bendera yang tangguh, tidak hanya secara fisik, tetapi juga dalam karakter dan semangat kebangsaan.

Bagi peserta yang terpilih nanti, Wali Kota berpesan agar selalu mengingat bahwa mereka membawa harapan dan cita-cita bangsa Indonesia. Ia menekankan bahwa generasi muda harus siap menghadapi tantangan global dengan semangat cinta tanah air yang tak tergoyahkan.

Bagi peserta yang tidak lolos seleksi, Wali Kota mengingatkan bahwa kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. “Kalian telah menunjukkan keberanian dan semangat yang luar biasa, itu adalah kemenangan yang patut dibanggakan,” tambahnya.

Sebagai penutup, Wali Kota memberikan empat pesan penting untuk peserta seleksi. Diantaranya tetap menjaga semangat juang, disiplin adalah kunci utama, berlatih dengan hati yang penuh semangat, dan menjaga persatuan serta kebersamaan.

"Semoga generasi muda Kota Cirebon semakin tangguh dalam menghadapi tantangan di masa depan," harapnya. (Ara)



Bupati Imron Pastikan Perbaikan Tiga Ruas Jalan di Wilayah Cirebon Timur

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon memastikan akan memulai perbaikan infrastruktur tiga ruas jalan utama di wilayah Cirebon Timur pada Agustus 2025.

Kepastian ini disampaikan Bupati Cirebon Imron pada saat menghadiri pertemuan bersama unsur Forkopimda, tokoh masyarakat serta sejumlah kepala perangkat daerah di Cafe Dusun Mahkota, Kecamatan Ciledug, Kamis (10/4/2025).

Pertemuan tersebut membahas kelanjutan pembangunan infrastruktur yang sebelumnya tertunda akibat kebijakan efisiensi anggaran, khususnya terkait Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat.

Imron menjelaskan, pertemuan ini bertujuan untuk menjelaskan langsung kepada masyarakat perihal kondisi anggaran dan komitmen pemerintah daerah dalam pembangunan infrastruktur.

“Pada hari ini, kami bersilaturahmi dengan tokoh-tokoh Cirebon Timur yang mempunyai aspirasi tentang masalah pembangunan, terutama tentang masalah jalan. Maka, kami didampingi oleh Forkopimda dan juga para kepala dinas,” ujar Imron.

Ia mengakui, beberapa program pembangunan mengalami penyesuaian akibat efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Namun, hal itu tidak berarti pembangunan akan berhenti.

“Kami tetap akan membangun. Dana dari efisiensi yang lain kami alihkan. Jalan dari Babakan sampai Waled juga kami akan perbaiki,” jelas Imron.

“Dari Karangsembung sampai Karangwareng dan Waled juga akan diperbaiki. Usulan dari masyarakat kami tampung dan bicarakan dengan kepala dinas,” sambungnya.

Menanggapi pertanyaan soal sumber anggaran, Imron menjelaskan, bahwa proyek jalan tersebut tidak menggunakan anggaran perubahan, tetapi menggunakan anggaran murni yang telah diusulkan kembali setelah DAK dicoret.

“Yang tadinya sudah dianggarkan dari DAK itu ternyata terkena efisiensi, maka kami mencari sumber (anggaran) lain,” ungkap Imron.

“Kami sudah membahas dengan DPRD, dan tadi juga sudah diputuskan. Meskipun tidak bisa 100 persen, perbaikannya tetap akan dilaksanakan tahun ini, dimulai bulan Juli atau Agustus,” ujarnya.

Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman, yang akrab disapa Jigus ini menambahkan, bahwa ruas jalan Gebang Ilir-Waled menjadi prioritas dalam proyek perbaikan infrastruktur tahun ini.

“Alhamdulillah, yang pertama kami apresiasi kepada Ibu Kapolres yang telah memfasilitasi pertemuan ini. Tadi, sudah ada jawaban dari Pak Bupati terkait ruas jalan Gebang Ilir–Waled. Insya Allah akan direalisasikan pada Agustus 2025,” ujar Agus.

Ia menjelaskan, proyek ini sempat hilang dari dokumen anggaran, karena terkena efisiensi. Namun, kini pemerintah pusat memberikan sinyal positif melalui kebijakan bagi hasil pajak yang memungkinkan pengalokasian kembali.

“Meskipun awalnya muncul di anggaran, tapi karena efisiensi, hilang. Alhamdulillah kita mendapat kabar baik, karena ada instruksi Presiden terkait bagi hasil pajak. Insya Allah bisa direalisasikan tahun ini,” tegasnya.

Kapolresta Cirebon Kombes Pol Sumarni, menyoroti pentingnya komunikasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat guna menjaga stabilitas wilayah.

“Dari infrastruktur, SDM, hingga situasi kamtibmas, kita semua ingin Kabupaten Cirebon maju dan masyarakatnya sejahtera. Kita ingin situasi yang kondusif,” ujar Sumarni.

Ia menyampaikan kekhawatiran soal selebaran atau flyer yang beredar di media sosial, yang menunjukkan ketidaktahuan masyarakat terhadap rencana pembangunan.

“Flyer-flyer itu saya lihat di media sosial. Mungkin karena kurangnya sosialisasi, jadi masyarakat belum tahu bahwa rencana perbaikannya sudah diagendakan,” ucapnya.

Sumarni berharap, masyarakat bisa tetap menjaga suasana kondusif demi menarik minat investasi ke Kabupaten Cirebon.

“Banyak investor yang sedang menimbang untuk masuk ke sini. Mereka pasti melihat kondisi daerah, apakah kondusif, memudahkan, atau menyulitkan,” jelasnya.

Kepala Dinas PUTR Kabupaten Cirebon Iwan Rizki, merinci tiga ruas jalan yang akan dikerjakan, yakni Sindanglaut–Pabuaran, Gebang Ilir–Waled, dan Kalipasung–Serang.

“Tiga ruas jalan ini sudah teralokasikan anggarannya dari hasil rapat TAPD. Untuk Gebang Ilir–Walet Rp10 miliar, Sindanglaut–Pabuaran Rp5 miliar, dan Kalipasung–Serang Rp2,3 miliar,” jelas Iwan.

Ia menyebut, usulan awal ke DAK sebenarnya mencapai Rp27 miliar, namun hanya Rp15 miliar yang kini tersedia. Sebagian besar anggaran infrastruktur lainnya, menurut Iwan, tersebar di luar Dinas PUTR.

“Penanganan jalan tidak bisa 100 persen, karena keterbatasan anggaran. Beberapa kegiatan lain, seperti trotoar akan dikurangi dan dialihkan untuk mendukung proyek ini,” ujarnya.

Perwakilan tokoh masyarakat Cirebon Timur Dade Mustofa menyampaikan, bahwa aksi yang telah direncanakan masyarakat tetap akan dilaksanakan, namun dengan format yang lebih santun.

“Aksi tetap kita lakukan, tapi ada perubahan format. Tidak ada penanaman pohon, karena musim hujan sudah lewat. Kami juga meminta dengan hormat, agar Wakil Bupati Cirebon bisa hadir dalam aksi itu bersama OPD terkait,” ujarnya.

Dade menjelaskan, bahwa masyarakat Cirebon Timur hanya ingin memastikan pembangunan yang dijanjikan benar-benar dilaksanakan, terutama karena tiga ruas jalan itu sangat vital bagi aktivitas warga.

“Jalan Gebang Ilir–Waled, Sindanglaut–Pabuaran, dan Kalipasung–Serang ini dijanjikan tahun lalu. Jalan itu penting karena menuju rumah sakit, pasar, dan area aktivitas warga lainnya,” jelasnya.

Ia menegaskan, bahwa pertemuan ini bukan untuk membatalkan aksi masyarakat, melainkan sebagai bentuk komunikasi awal yang akan terus dikawal hingga pembangunan benar-benar berjalan. 

Terima Aspirasi, DPRD Kota Cirebon Apresiasi Kesiapsiagaan Tagana Hadapi Bencana

CIREBON – DPRD merespons positif aspirasi Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Cirebon yang meminta adanya insentif. DPRD juga mengapresiasi kesiapsiagaan Tagana Kota Cirebon ketika terjadi bencana.

Pada kesempatan itu pimpinan dan anggota DPRD menyampaikan dedikasi dan kinerja Tagana dalam penanganan berbagai kejadian bencana di wilayah Kota Cirebon.

Hal itu disampaikan Ketua DPRD Kota Cirebon, Andrie Sulistio SE saat rapat dengar pendapat tentang kesiapsiagaan bencana bersama Dinsos dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) di Griya Sawala, Kamis (10/4/2025).

Memimpin jalannya rapat, Ketua DPRD Kota Cirebon Andrie Sulistio SE menyampaikan bahwa peran Tagana sangat vital dalam membantu masyarakat ketika terjadinya bencana.

Ia menilai, dedikasi Tagana patut diapresiasi sebab seringkali bekerja dalam kondisi sulit demi kemanusiaan.

“Kami apresiasi kerja keras Tagana di lapangan, karena ketika terjadi banjir, pohon tumbang mereka siap siaga membantu, jiwa sosialnya luar biasa,” kata Andrie usai rapat.

Kendati demikian, DPRD berharap kepada seluruh anggota Tagana agar terus solid dan militan dalam menjalankan tugas untuk masyarakat.

Di samping itu, DPRD dan Pemda Kota Cirebon pun tengah berfokus dalam langkah preventif terhadap bencana yang terjadi di daerah, salah satunya banjir.

“Semoga Tagana tetap militan, sebab mereka telah menjadi bagian penting dalam sistem penanggulangan bencana yang tangguh di Kota Cirebon,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua Komisi III Sarifudin SH juga menyampaikan apresiasi atas kerja keras Tagana dalam membantu masyarakat ketika terjadinya bencana.

Meski bersifat relawan, Sarifudin merekomendasikan agar pemda mampu memenuhi kebutuhan Tagana dalam melaksanakan tugasnya di lapangan.

Ia pun akan mendukung kegiatan-kegiatan Tagana, baik yang bersifat pencegahan maupun penanganan kebencanaan.

“Untuk teman-teman Tagana, tetap semangat dalam membantu masyarakat Kota Cirebon, dan kami juga mensupport agar kegiatannya lebih optimal ke depan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Tagana Kota Cirebon Subagio menyampaikan terima kasih atas kesempatan yang diberikan DPRD. Khususnya untuk menyampaikan kinerja dan hal-hal yang dibutuhkan Tagana.

Subagio pun berharap, seluruh anggotanya agar lebih diperhatikan, seperti pemenuhan sarana dan prasarana yang mendukung kerja di lapangan saat terjadinya bencana.

“Kami berharap Tagana dapat diperhatikan, karena tenaga yang dikerahkan cukup luar biasa dan dapat mendukung program kegiatan maupun fasilitas,” ujarnya.

Hadir dalam rapat, Sekretaris Komisi III DPRD Kota Cirebon R Endah Arisyanasakanti SH, dan anggota Komisi III Indra Kusumah Setiawan Amd, serta perwakilan Dinsos Kota Cirebon. (Ara)

Pemkot Cirebon dan BBWS Cimancis Bahas Langkah Strategis untuk Normalisasi Sungai Serta Penanggulangan Banjir

 

CIREBON – Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, bersama Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, melakukan kunjungan kerja ke kantor Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung (BBWS Cimancis) di Kota Cirebon, Kamis (10/4/2025). 

Kunjungan tersebut juga dihadiri oleh sejumlah kepala perangkat daerah, asisten, dan staf ahli yang membahas berbagai langkah strategis untuk mengatasi permasalahan banjir yang selama ini menjadi tantangan besar bagi kota ini.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota mengungkapkan rasa syukurnya atas diskusi yang berlangsung dengan hangat, terbuka, dan penuh solusi. 

"Alhamdulillah, hari ini kami bersama Ibu Wakil Wali Kota dan dinas terkait, serta BBWS, melakukan diskusi yang cukup produktif. Kami saling berbagi ide dan mencari jalan keluar untuk berbagai permasalahan yang ada," ujarnya. 

Wali Kota menegaskan, salah satu fokus utama dalam pertemuan ini adalah rencana normalisasi sungai-sungai yang ada di Kota Cirebon. Menurut Wali Kota, program normalisasi ini dijadwalkan akan dimulai pada bulan Mei 2025. 

"Skala prioritasnya adalah sungai Kedung Pane dan Sungai Sukalila. Proses normalisasi akan dilakukan secara bertahap, dengan tetap mengutamakan efisiensi dan efektivitas. Kami juga akan mengupayakan penertiban pedagang atau bangunan yang ada di sekitar sepadan sungai," lanjutnya. 

Wali Kota menambahkan, setelah pertemuan tersebut, akan ada diskusi kembali untuk membahas lebih detail terhadap persoalan yang ada. 

"Nanti kita rembuk kembali untuk teknis pelaksanaannya, yang jelas langkah ini sebagai niat tulus kami untuk Kota Cirebon menjadi lebih baik," harapnya.

Sementara itu, Kepala BBWS Cimanuk-Cisanggarung, Dwi Agus Kuncoro, menambahkan bahwa pertemuan ini membahas dua aspek penting dalam penanganan banjir di Kota Cirebon. 

"Pertama, kami akan fokus pada pengurangan persoalan banjir dengan melakukan normalisasi muara sungai dan sungai secara bertahap. Kami akan membuat peta dengan Pemerintah Daerah mengenai setiap ruas sungai yang akan dipasang alat normalisasi," jelas Dwi Agus.

Selain itu, dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak juga membahas pentingnya inventarisir aset Pemda Kota Cirebon untuk pembuatan kolam retensi tampungan air untuk mengatasi banjir yang disebabkan oleh kiriman air dari daerah hulu. 

Ia mengungkapkan bahwa kolam retensi ini akan menjadi salah satu bagian integral dari solusi jangka panjang untuk menangani banjir.

"Banjir yang sering terjadi di Kota Cirebon tidak hanya disebabkan oleh curah hujan lokal, tetapi juga oleh kiriman air dari daerah hulu. Oleh karena itu, perlu adanya kolam retensi yang bisa menampung air sebelum mengalir ke permukiman warga," tuturnya.

Terkait rencana penertiban bangunan-bangunan liar yang ada di sekitar sepadan sungai, tidak hanya untuk mengurangi risiko banjir, tetapi juga untuk menciptakan ruang terbuka yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. 

"Kami berencana menjadikan kawasan sekitar sungai sebagai area yang lebih ramah lingkungan, yang bisa berfungsi sebagai river garden atau taman tepi sungai. Warga nantinya bisa menikmati ruang hijau untuk bersantai dan berinteraksi dengan alam," ungkapnya.

Dengan adanya langkah-langkah yang lebih terencana dan terkoordinasi, diharapkan banjir yang sering terjadi di Kota Cirebon bisa diminimalisir, dan kualitas hidup masyarakat pun bisa semakin baik.

Pemerintah Kota Cirebon berharap, kolaborasi antara berbagai pihak ini bisa menjadi model untuk penanganan permasalahan serupa di daerah lainnya. (din)