Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 14 Mei 2025

Disdik Apresiasi, Pentas PAI Tingkat SD se-Kecamatan Pekalipan Kota Cirebon Sukses Digelar

CIREBON, FC - Kegiatan Pentas PAI (Pendidikan Agama Islam) tingkat Sekolah Dasar se-Kecamatan Pekalipan telah sukses diselenggarakan pada hari Rabu, 14 Mei 2025. Dengan tema “Mewujudkan Generasi yang Cerdas, Beriman, dan Bertaqwa sesuai dengan Semangat Islam Rahmatan Lil Alamin”.

Acara ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat keislaman yang moderat serta membina karakter peserta didik sejak usia dini melalui berbagai lomba bernuansa keagamaan, seperti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), adzan, cerdas cermat Islam, dan kaligrafi.

Sekretaris Dinas Pendidikan (Sekdis) Kota Cirebon, Sujana, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. 

Ia menyatakan bahwa kegiatan Pentas PAI merupakan salah satu bentuk nyata dari sinergi antara sekolah, pemerintah, dan masyarakat dalam membentuk generasi penerus bangsa yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga berakhlak mulia.

“Melalui Pentas PAI ini, kita tidak hanya mengasah kemampuan akademik siswa, tetapi juga membentuk karakter religius dan sosial mereka. Ini adalah bagian dari ikhtiar kita bersama dalam menghadirkan generasi cerdas yang beriman dan bertaqwa,” ujar Sujana.

Acara berlangsung dengan antusias dan penuh semangat dari para peserta, guru pembimbing, serta para orang tua yang turut hadir memberikan dukungan. 

Harapannya, kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai sarana pembinaan spiritual dan pengembangan potensi siswa di bidang keagamaan. (din)

Cirebon Siap Jadi Sentra Ikan Nila di Jawa Barat, Inilah Keuanggulannya

KABUPATEN CIREBON – Pemerintah Kabupaten Cirebon terus menggenjot potensi sektor perikanan, khususnya dalam budidaya ikan nila, guna menjadikan daerah ini sebagai salah satu sentra produksi ikan nila unggulan di Jawa Barat. 

Salah satu upaya yang tengah digalakkan adalah pengembangan ikan nila sakti, yang digadang-gadang menjadi primadona baru dalam dunia budidaya perikanan.

Ikan nila (Oreochromis niloticus) bukanlah nama asing bagi masyarakat Indonesia. Ikan air tawar ini telah lama menjadi andalan di berbagai restoran dan rumah makan sebagai menu favorit karena cita rasanya yang lezat dan kandungan gizinya yang melimpah.

Menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Cirebon, Erus Rusmana, ikan nila sakti memiliki sejumlah keunggulan yang menjadikannya pilihan utama untuk dibudidayakan.

“Ikan nila memiliki toleransi tinggi terhadap lingkungan, bisa hidup di air tawar maupun payau, pertumbuhannya cepat, dan kandungan proteinnya tinggi. Selain itu, harganya juga cukup bersaing di pasar,” ujarnya.

Berikut sejumlah keunggulan ikan nila yang membuatnya semakin diminati:

Kaya Protein: Menjadi sumber protein hewani berkualitas tinggi, penting untuk pertumbuhan dan regenerasi sel tubuh.

Mengandung Omega-3: Membantu menjaga kesehatan jantung dan fungsi otak.

Vitamin dan Mineral Lengkap: Termasuk vitamin B12, selenium, fosfor, dan nutrisi penting lainnya untuk kesehatan tulang dan sistem saraf.

Rendah Lemak Jenuh: Menjadikan ikan nila sebagai pilihan sehat bagi konsumen yang peduli akan pola makan.

Pertumbuhan Cepat & Efisien: Ikan nila tumbuh pesat meski dengan pakan yang hemat biaya.

Adaptif Terhadap Lingkungan: Cocok dibudidayakan di kolam, waduk, sawah, hingga kawasan pesisir dengan salinitas tertentu seperti varietas nila Srikandi.

Tingginya permintaan pasar baik lokal maupun ekspor turut mendorong semangat pembudidayaan ikan nila di Cirebon. Tidak hanya diminati untuk konsumsi dalam negeri, ikan nila kini juga menjadi komoditas ekspor unggulan, terutama ke Amerika Serikat dalam bentuk filet (fillet).

Senin, 12 Mei 2025

Hasil Perjuangan Panjang, Prodi Tadris IPS UIN Siber Cirebon Sukses Raih Akreditasi UNGGUL dari LAMDIK

CIREBON — Prestasi gemilang kembali diraih oleh Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon. 

Prodi ini berhasil meraih peringkat akreditasi UNGGUL dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) melalui Surat Keputusan Nomor 553/SK/LAMDIK/Ak/S/V/2025 tertanggal 6 Mei 2025, dengan masa berlaku hingga 5 Mei 2030.

Pencapaian ini menjadi tonggak sejarah penting dalam transformasi kelembagaan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang sebelumnya berstatus IAIN. 

Akreditasi unggul ini merupakan hasil panjang dari proses peningkatan mutu akademik dan tata kelola kelembagaan, yang dimulai dari konversi peringkat A ke UNGGUL oleh BAN-PT pada 27 Agustus 2024 dan berlaku sampai 22 Desember 2025.

Tak berhenti sampai di sana, Hj. Yetti Nurizzati, M.Si., selaku Ketua Jurusan Tadris IPS menyampaikan bahwa pihaknya terus melanjutkan proses reakreditasi ke LAMDIK untuk menjamin keberlanjutan status unggul di masa mendatang. 

"Kami masih berjuang menyusun LKPS dan LED yang diajukan ke LAMDIK pada 20 Desember 2024 sebagai antisipasi berlakunya instrumen akreditasi baru pada tahun 2025," ungkapnya.

Momen visitasi asesor lapangan (AL) pada 18–19 Maret 2025, yang bertepatan dengan 18–19 Ramadhan 1446 H, menjadi titik spiritual sekaligus motivasi besar bagi tim akreditasi. Dengan semangat Ramadan, seluruh tim task force bekerja keras dan cerdas dalam melengkapi dokumen serta menghadirkan kualitas terbaik dari prodi Tadris IPS.

Dr. H. Saifuddin, M.Ag., selaku Dekan FITK, menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil dari kombinasi ikhtiar akademik dan spiritual. 

"Ikhtiar ini kami lanjutkan dengan ikhtiar jalur langit. Bersama doa seluruh civitas akademika UIN SSC, akhirnya keluarlah SK akreditasi unggul ini. Semoga membawa berkah bagi kita semua. Aamiin," ujarnya penuh haru.

Dengan nilai akreditasi 367, Prodi Tadris IPS kini resmi menyandang status unggul hingga tahun 2030. Ini menjadi bukti komitmen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai pelopor pendidikan Islam berbasis digital di Indonesia yang mampu bersaing secara nasional dan global.

Wali Kota Cirebon Lepas 353 Jamaah Haji Kloter 10 KJT Menuju Tanah Suci

CIREBON – Sebanyak 353 jamaah haji asal Kota Cirebon secara resmi dilepas keberangkatannya menuju Tanah Suci oleh Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, pada Senin (12/5/2025). 

Acara pelepasan berlangsung di Markas Korem 063/SGJ dan turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Agus Mulyadi, serta jajaran pejabat terkait. 

Para jamaah tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 10 Embarkasi Kertajati (KJT), yang selanjutnya diberangkatkan menuju Asrama Haji Indramayu.

Dalam sambutannya, Wali Kota Cirebon menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan atas keberangkatan para tamu Allah tersebut. 

“Izinkan saya mewakili seluruh masyarakat Kota Cirebon mengucapkan selamat menunaikan ibadah haji. Dari sekian banyak umat Islam, Bapak dan Ibu adalah yang terpilih, yang mendapat undangan khusus dari Allah SWT,” ujar Wali Kota dengan penuh haru.

Wali Kota juga mengingatkan bahwa haji bukan sekadar perjalanan fisik menuju Makkah, melainkan juga perjalanan spiritual yang menuntut pengendalian diri dan penguatan akhlak. 

“Menjadi tamu Allah berarti menjaga lisan, hati, dan perilaku. Jaga kebersamaan, saling bantu dan hormat. Karena hakikat ibadah haji mencerminkan kehidupan bersama yang harmonis,” tegasnya.

Lebih lanjut, Wali Kota mengajak seluruh jamaah untuk memperkokoh niat, menguatkan tekad, dan menjaga semangat kebersamaan. Ia menekankan pentingnya membawa serta doa-doa terbaik bagi keluarga, masyarakat, dan Kota Cirebon. 

“Di tempat-tempat mustajab, mohonkanlah agar daerah kita senantiasa diberkahi dan dijauhkan dari musibah,” ucapnya.

Tak lupa, Wali Kota menyampaikan harapannya agar para jamaah diberi kesehatan dan keselamatan selama menjalani seluruh rangkaian ibadah haji. “Kami semua mendoakan Bapak dan Ibu sekalian kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan menjadi haji yang mabrur,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pemberangkatan dan Pemulangan Ibadah Haji (PPIH) Kota Cirebon, H Asep Fauzy Firmansyah, menjelaskan bahwa jamaah haji tahun ini terdiri dari 190 perempuan dan 163 laki-laki.

 “Kloter 10 KJT juga dilengkapi dengan tujuh petugas, termasuk pemandu, pembimbing ibadah, tenaga kesehatan, dan petugas haji daerah,” ungkapnya.

Menurut Asep, jamaah termuda dalam kloter ini berusia 18 tahun. Proses persiapan keberangkatan dilakukan secara terorganisir demi memastikan kenyamanan dan keamanan seluruh jamaah selama berada di asrama.

“Jamaah akan memasuki Bandara Kertajati pada 13 Mei 2025 dan kepulangan jamaah dijadwalkan pada 23 Juni 2025. Semoga seluruh jamaah diberikan kelancaran dan keselamatan selama menunaikan ibadah. Mari kita doakan agar mereka kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan mendapatkan haji yang mabrur dan mabruroh,” pungkasnya. (din)



Sabtu, 10 Mei 2025

Wali Kota Cirebon Tegaskan Komitmen Kolaborasi dalam Munas APEKSI VII

SURABAYA - Wali Kota Cirebon, Effendi Edo didampingi Wakil Wali Kota, Siti Farida Rosmawati, Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Agus Mulyadi, Ketua TP PKK Kota Cirebon, Noviyanti Edo dan jajaran kepala perangkat daerah mengikuti rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) ke-VII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI)  di Surabaya, 6-10 Mei 2025. 

Kegiatan Munas APEKSI VII dihadiri oleh 98 Wali Kota dari berbagai penjuru Indonesia. Munas ke-VII APEKSI ini menjadi momen strategis dalam mempererat kerja sama antar kota guna merespons tantangan pembangunan perkotaan yang semakin kompleks. 

Hal ini disampaikan oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Bima Arya Sugiarto, saat membuka kegiatan Munas APEKSI VII yang digelar di Exhibition Hall Grand City, Surabaya.

“Para kepala daerah perlu menjalin hubungan yang selaras demi menjaga stabilitas serta menyelesaikan berbagai persoalan melalui pendekatan yang bersifat kekeluargaan. Oleh karena itu, sinergi antara pemimpin daerah dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menjadi hal yang sangat penting,” ujar Bima Arya.

Ia juga menegaskan bahwa Munas APEKSI ini merupakan ajang penting bagi para wali kota untuk memperkuat kolaborasi lintas daerah.

“Forum ini juga menjadi sarana untuk memperluas cakupan inovasi serta memperkuat komitmen dalam membangun kota yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan,” lanjutnya.

Sebagai mantan Ketua Umum APEKSI, Bima Arya turut menyoroti pentingnya efisiensi anggaran. Menurutnya, efisiensi bukan hanya soal pengurangan biaya, tetapi merupakan langkah investasi jangka panjang untuk membentuk tata kelola keuangan daerah yang lebih sehat. 

"Contohnya, efisiensi dalam perjalanan dinas mampu menurunkan beban anggaran dari Rp44 triliun menjadi Rp34 triliun, sedangkan biaya seremonial turun dari Rp48 triliun menjadi Rp45 triliun,” jelasnya.

Selain sidang pleno, rangkaian kegiatan juga mencakup berbagai forum tematik seperti Forum Komunikasi Digital, Forum Lingkungan Hidup, Forum Kepala Bappeda, program untuk istri wali kota (Ladies Program), pameran Indonesia City Expo, serta karnaval budaya yang menampilkan keragaman tradisi dari seluruh nusantara.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, turut menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan Munas APEKSI ini dan menekankan peran penting forum tersebut dalam menemukan solusi bersama untuk tantangan pembangunan daerah.

“Munas APEKSI adalah kesempatan berharga untuk memperkuat kolaborasi antar kota. Lewat forum ini, kita dapat bertukar pengalaman, strategi, dan mendorong terobosan pelayanan publik yang lebih baik. Kami di Kota Cirebon selalu terbuka untuk kolaborasi demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Keterlibatan aktif Kota Cirebon dalam Munas ini mencerminkan komitmen pemerintah kota untuk memperluas jaringan antar daerah serta mendukung transformasi pelayanan publik yang adaptif dan inovatif. 

Kehadiran para wali kota, termasuk dari Cirebon, menjadi langkah nyata dalam memperkuat sinergi untuk menciptakan kota yang mandiri, maju, dan berkelanjutan. (din)