Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 28 Mei 2025

Bakso Ting Ting Hadir dengan Nuansa Unik, Rasa Baksonya Bisa Bikin Pelanggan Ketagihan

CIREBON, FC – Dunia kuliner Cirebon kembali diramaikan dengan kehadiran Bakso Ting Tung, sebuah warung bakso yang tampil beda dari kebanyakan. Tidak hanya menyajikan bakso dengan cita rasa khas, Bakso Ting Tung juga menawarkan pengalaman makan yang unik lewat suasana tempatnya yang didominasi warna merah menyala dan ornamen bergaya china.

Menariknya, di bagian depan warung ini terpampang sebuah slogan yang sukses mencuri perhatian pengunjung:

“Tuntutlah Ilmu Meskipun Sampai ke Negeri China, Tapi Jika Ingin Makan Bakso, Di Sini Aja.” Slogan ini menjadi daya tarik tersendiri, menggabungkan unsur humor dan kearifan lokal dengan sentuhan budaya china.

Pemilik Bakso Ting Ting, Ciptadi, mengungkapkan bahwa usaha ini sudah dirintisnya sejak tahun 2008 hingga 2010, sempat vakum, kemudian dibuka kembali tahun 2018, dan kini kembali hadir pada tahun 2025.

“Tidak ada yang berubah dari cita rasa dan konsep dasarnya. Semua ini kita ciptakan hanya untuk memberikan suasana baru bagi para konsumen atau pelanggan,” ujar Ciptadi, yang juga dikenal sebagai pengusaha tembakau rokok.

Sementara itu, di Shelter kuliner, suasana tempat bakso Ting Ting terasa ada kekhasan suasana tersendiri, selain pembeli diiringi alunan musik bergaya Mandarin China,  membuat pengalaman tersendiri saat menikmati sajian Bakso Ting Tung bersama teman atau keluarga.

Bakso Ting Ting berlokasi strategis di shelter kuliner belakang Pegadaian, tepatnya di depan Kampus UIN Siber Cirebon. Sejak dibukanya kembali tahun ini, warung ini sudah dipadati pelanggan setia maupun pengunjung baru yang penasaran dengan keunikannya dan ke khasan rasanya.

Dengan konsep yang tidak biasa dan rasa bakso yang menggugah selera, Bakso Ting Ting siap menjadi destinasi kuliner favorit baru di Cirebon.

Ciptadi mengaku bahwa bahan-bahan yang digunakan asli rempah-rempah tanpa bahan pengawet dan bahan pengembang, seluruhnya dari bahan tumbuh-tumbuhan, seperti bawang merah, bawang putih dan lainnya.

Saat media berada di tempat usaha Bakso Ting Ting, tampak sejumlah deretan tulisan tertera dengan kata kata yang unik dan menarik, seperti Rp 10.000 perporsi bisa prasmanan, tulisan lainnya bukan bakso biasa.

"Usaha ini bukan sekedar usaha, tetapi kami juga membuka bagi siapapun yang ingin belajar usaha, maka bisa datang langsung ke tempat Bakso Ting Tung fan kami akan berikan apa yang diminta atau yang mau belajar, untuk membuka usaha di tempat lain," terang Ciptadi, agar orang lain juga bisa buka usaha rumahan.

Ciptadi juga menjelaskan, bahwa harga Bakso Ting Ting  bsia bersaing dengan harga di luaran, mulai di harga Rp 10.000/porsi sampai Rp 20.000/porsi. Jadi silahkan datang dan nikmati Bakso Ting Ting, pasti pulang ketagihan dan ingin datang lagi," katanya. (din)

Bupati-Wabup Cirebon Hadiri Paripurna Penyampaian Hantaran Raperda RPJMD

KABUPATEN CIREBON — Bupati Cirebon, Imron, dan Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, menghadiri rapat paripurna dengan agenda penutupan masa sidang kedua, pembukaam masa sidang kedua, dan penyampaian hantaran bupati terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang RPJMD 2025-2029, di ruang Abhimata Paripurna DPRD Kabupaten Cirebon, Rabu (28/5/2025).

Bupati Cirebon, Imron, mengatakan usai hantaran Raperda tentang RPJMD disampaikan ke legislatif, proses selanjutnya adalah pembahasan yang akan dilakukan DPRD Kabupaten Cirebon. Ia berharap proses pembahasan berjalan lancar.

“Mudah-mudahan hantaran ini bisa dibahas DPRD lancar dan untuk program ke depan, karena kita ingin eksekutif dan legislatif juga bersama-sama membangun Kabupaten Cirebon. Nanti dibahas oleh fraksi-fraksi dan komisi,” kata Imron usai paripurna.

Sementara itu, Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman membacakan hantaran saat paripurna. Jigus–sapaan akrab Wabup Cirebon, menyampaikan soal visi dan misi mewujudkan masyarakat Kabupaten Cirebon yang bersih, inovatif, maju, modern, agamis, dan aman atau ‘Beriman’.

Lebih lanjut, Jigus menyampaikan, misi pertama adalah mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel dan profesional.

Kemudian, kedua, menciptakan ekosistem yang inovatif di pemerintahan dan di masyarakat. 

“Ketiga, menciptakan masyarakat maju dan modern yang tidak meninggalkan jati diri, adat dan budaya. Keempat, menguatkan toleransi antarumat beragama sesuai dengan keyakinan para pemeluknya. Dan, kelima, menciptakan lingkungan yang tertib, aman dan damai,” jelasnya.

Rapat paripurna dihadiri oleh sejumlah pejabat di lingkungan pemerintah Kabupaten Cirebon. Rapat berlangsung lancar sampai dengan selesai. (dim)

Selasa, 27 Mei 2025

Diskominfo Kabupaten Cirebon Gelar Bimtek Pengelola Data, Wujudkan Satu Data Daerah

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Petugas Pengelola Data Perangkat Daerah dan Desa.

Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Apita Cirebon ini dibuka secara resmi oleh Kepala Diskominfo Kabupaten Cirebon, Bambang Sudaryanto, pada Selasa (27/5/2025).

Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pengelolaan data sebagai fondasi pembangunan daerah yang berkelanjutan dan tepat sasaran.

“Di era digital, data menjadi dasar utama dalam pengambilan keputusan. Pengelolaan data bukan sekadar tugas administratif, tapi bagian dari strategi pembangunan,” kata Bambang.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Cirebon telah menerbitkan Peraturan Bupati Nomor 56 Tahun 2022 tentang Satu Data Kabupaten Cirebon, sebagai tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia.

Menurut Bambang, tersedianya data yang akurat, dapat dipercaya, dan bisa dibagipakaikan antarinstansi. Ini merupakan kunci sukses pelaksanaan program pemerintah.

Karena itu, lanjutnya, peningkatan kapasitas sumber daya manusia pengelola data di tingkat daerah dan desa dinilai penting.

“Diskominfo sebagai wali data memiliki kewajiban mengumpulkan dan menyebarluaskan data dari perangkat daerah maupun desa,” lanjutnya.

“Produk kebijakan satu data sangat dibutuhkan untuk mengarahkan pembangunan sesuai amanat UUD 1945,” ucapnya menambahkan.

Sementara itu, Kepala Bidang Statistik, Persandian dan E-Government Diskominfo Kabupaten Cirebon, Endang Sri Pujiastuti, menyampaikan tujuan bimtek adalah untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan teknis petugas pengelola data terkait prinsip Satu Data Indonesia.

“Kegiatan ini juga bertujuan menciptakan sistem informasi daerah yang terintegrasi, transparan, dan mudah diakses,” kata Endang.

Bimtek tersebut menghadirkan dua narasumber dan satu pengajar dari Dinas Kominfo Provinsi Jawa Barat. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat peran perangkat daerah dan desa sebagai produsen data, serta mendukung Diskominfo sebagai wali data dalam pengelolaan aplikasi satu data. (din)

Wakil Wali Kota Dorong Budaya Taat Pajak untuk Pembangunan Daerah

 

CIREBON - Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati menghadiri kegiatan Edukasi dan Sosialisasi Ketaatan dan Kepatuhan Wajib Pajak Tahun 2025 yang digelar di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Cirebon 1, Selasa (27/5/2025). 

Acara ini merupakan bagian dari upaya bersama antara Pemerintah Kota Cirebon dan otoritas pajak untuk meningkatkan kesadaran serta kepatuhan perpajakan di kalangan masyarakat dan pelaku usaha.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota menekankan pentingnya peran pajak sebagai tulang punggung pembangunan. 

Ia menyebut bahwa kontribusi masyarakat dalam bentuk pajak menjadi sumber utama pendanaan berbagai program pembangunan, pelayanan publik, hingga peningkatan kesejahteraan warga Kota Cirebon. 

“Optimalisasi penerimaan pajak bukan hanya soal angka. Ini tentang membangun kesadaran bersama bahwa pajak adalah bentuk nyata kontribusi kita untuk Kota Cirebon,” ujarnya.

Pemerintah Kota Cirebon terus berupaya memaksimalkan potensi dari sektor pajak daerah, termasuk dari Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) seperti pajak restoran, hotel, hiburan, jasa parkir, hingga tenaga listrik. 

Untuk mendukung hal itu, lanjut Wakil Wali Kota, Pemkot juga telah menjalin kerja sama strategis dengan pemerintah pusat melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang melibatkan Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan.

“Kerja sama ini merupakan langkah konkret dalam memperkuat sinergi antara pemungutan pajak pusat dan daerah. Tujuannya jelas yakni meningkatkan kepatuhan wajib pajak dan membangun sistem perpajakan yang sehat dan berkeadilan,” tambah Wakil Wali Kota. 

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh wajib pajak yang telah menunjukkan komitmen tinggi dalam memenuhi kewajiban perpajakannya.

Wakil Wali Kota turut mencontohkan bagaimana sektor pariwisata di Kota Cirebon berkembang pesat berkat kontribusi para pelaku usaha yang taat pajak. 

Menurutnya, Kota Cirebon kini telah menjadi destinasi unggulan di wilayah Ciayumajakuning dengan daya tarik kuliner, wisata budaya, religi, hingga belanja. Potensi ini, kata dia, harus terus didukung dengan sistem perpajakan yang efisien dan adil.

Mengakhiri sambutannya, Wakil Wali Kota mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan kegiatan ini sebagai momentum memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan warga. 

“Mari kita bangun budaya taat pajak demi mewujudkan Kota Cirebon yang lebih maju, tertata, dan berkelanjutan. Kota yang kita bangun bersama, untuk generasi yang akan datang,” tutupnya.

Kepala KPP Pratama Cirebon 1, Bambang Sutrisno, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mengoptimalkan penerimaan pajak. 

“Kami mendukung penuh upaya bersama untuk mencapai target penerimaan pajak, baik di level pusat maupun daerah. Sinergi ini menjadi fondasi penting dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan dan merata,” katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya pendekatan edukatif dalam menumbuhkan budaya taat pajak. 

Melalui sosialisasi seperti ini, diharapkan masyarakat tidak hanya memahami kewajiban, tetapi juga melihat manfaat langsung dari pajak terhadap pembangunan kota. 

“Edukasi pajak harus menyentuh hati dan logika masyarakat, agar kesadaran tumbuh secara alami,” tuturnya. (din)

Upaya Disbudpar Kabupaten Cirebon Populerkan Batik Ciwaringin

KABUPATEN CIREBON — Dalam rangka Koleksi Kajian Pengembangan Museum Pangeran Cakrabuwana, Dinas Kebudayaaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon menggelar Seminar Batik dan Digital Augmented Reality (AR) pada Selasa (27/5/2025).

Kegiatan yang dilaksanakan di Panggung Seni Budaya Disbudpar Kabupaten Cirebon ini merupakan salah satu upaya untuk memajukan budaya dan pariwisata di Kabupaten Cirebon.

Kepala Disbudpar Kabupaten Cirebon, Abraham Mohamad, menjelaskan bahwa Kabupaten Cirebon terus berupaya mengampanyekan nilai-nilai kearifan lokal di berbagai bidang, seperti fesyen, kuliner, dan destinasi wisata.

Abraham mengaku, Pemkab Cirebon terus meracik strategi agar kearifan lokal Kabupaten Cirebon bisa lebih berkembang dan dikenal di seluruh pelosok negeri.

“Salah satunya melalui Seminar Batik Ciwaringin ini. Karena batik Ciwaringin itu berbeda dengan yang lain,” ucap Abraham.

Ia menyebut, Batik Ciwaringin menggunakan pewarna alami. Artinya, produksi Batik Ciwaringin ramah lingkungan.

Proses pewarnaan batik asli Kabupaten Cirebon ini menggunakan ekstrak tumbuhan, seperti mahoni dan daun nila.

“Mungkin ini kelihatannya biasa saja. Tapi pewarnanya ini asli dari alam, dari tumbuh-tumbuhan,” ungkap Abraham.

Lebih lanjut, Abraham menjelaskan, Batik Ciwaringin sejatinya kerap ditampilkan di pameran-pameran di berbagai daerah. Respons masyarakat juga sangat baik terhadap Batik Ciwaringin.

“Ke depan, kita ada di event-event. Seperti kalau dapat undangan dari Pekalongan, Jogja (Yogyakarta), Bali, dan Kalimantan, nanti kita suguhkan ini (Batik Ciwaringin). Waktu saya beli juga adanya di Bekasi, orang Cirebon juga di sana ikut pameran dan festival,” tuturnya.

Ia menjelaskan, harga yang dibanderol Batik Ciwaringin tentunya sesuai dengan kualitas. Sebab, proses yang alami menjadikannya sebagai produk khas yang otentik.

“Kita terus berupaya mengenalkan Batik Ciwaringin. Harapan saya, ke depan, tak hanya infrastruktur tapi kearifan lokalnya juga maju,” tutupnya. (din)