Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 30 Juni 2025

Mahasiswa Antusias Ikuti Seminar Peningkatan Literasi Keagamaan Berbasis Modern

CIREBON, FC – Mahasiswa Fakultas Syariah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sukses menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Peningkatan Literasi Keagamaan Berbasis Moderasi”, Senin (30/6/2025) bertempat di Auditorium FEBI Lantai 4. 

Kegiatan ini menjadi ajang intelektual yang membuktikan eksistensi mahasiswa sebagai agen perubahan (agent of change) dan pemikir masa depan bangsa.

Seminar yang dihadiri oleh para narasumber akademisi dan praktisi tersebut berlangsung dinamis. Suasana ruang seminar begitu hidup dengan partisipasi aktif dari para mahasiswa. Mereka saling bertanya, menyampaikan pendapat kritis, serta merespons isu-isu keagamaan dengan semangat moderasi.

Diskusi dalam forum ini tidak hanya berjalan satu arah, tetapi penuh dengan dialektika yang menunjukkan kualitas intelektual mahasiswa Syariah. Mereka membuktikan diri sebagai generasi penerus bangsa yang tak hanya cakap secara akademik, tetapi juga peduli terhadap isu-isu kebangsaan dan keagamaan.

“Seminar ini benar-benar sangat bermanfaat. Diskusinya hidup dan membuka cakrawala berpikir kami sebagai mahasiswa Syariah,” ujar salah satu peserta.

Semangat kebersamaan dan tanggung jawab akademik dalam menyuarakan moderasi beragama menjadi sorotan utama. Seminar ini diharapkan mampu memperkuat komitmen mahasiswa dalam menyebarkan nilai-nilai toleransi dan kebhinekaan di tengah masyarakat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian penguatan literasi keagamaan di lingkungan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, sekaligus mempertegas peran mahasiswa sebagai garda terdepan dalam menciptakan tatanan masyarakat yang damai dan inklusif. (din)

Mahasiswa Syariah UIN Siber Cirebon Selenggarakan Seminar Nasional Literasi Keagamaan Berbasis Moderasi

CIREBON, FC – Fakultas Syariah (FASYA) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menyelenggarakan Seminar Nasional Peningkatan Literasi Keagamaan bagi para mahasiswanya, pada Senin, 30 Juni 2025. 

Kegiatan yang mengusung tema “Penguatan Pemahaman Turats Berbasis Moderasi” ini digelar di Auditorium FEBI Lt.4, dan berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Fakultas Syariah untuk membangun kesadaran intelektual dan spiritual mahasiswa dalam memahami warisan keilmuan Islam (turats) secara lebih mendalam, kontekstual, dan moderat di tengah tantangan zaman.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Syariah menegaskan bahwa seminar ini merupakan pengejawantahan dari visi FASYA yang terangkum dalam semangat FASYA SEHATI: Smart, Empathy, Humanist, Active, Transparent, and Impressive. 

“Kami ingin mahasiswa Fakultas Syariah tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga mampu menampilkan wajah Islam yang sejuk, toleran, dan relevan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Seminar ini menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi, peneliti, hingga tokoh pemikir Islam yang memiliki perhatian besar terhadap isu-isu turats dan moderasi beragama. 

Dalam paparannya, para pembicara menekankan pentingnya memahami turats bukan hanya sebagai teks historis, namun juga sebagai sumber nilai yang bisa dikontekstualisasikan untuk kehidupan modern.

Mahasiswa peserta seminar tampak antusias mengikuti jalannya diskusi. Tak sedikit dari mereka yang aktif mengajukan pertanyaan, berdiskusi kritis, dan mencatat poin-poin penting dari pemaparan narasumber.

Kegiatan ini juga menjadi momentum strategis untuk memperkuat karakter moderat di kalangan mahasiswa, khususnya dalam membangun sikap toleran, inklusif, dan dialogis di tengah kemajemukan bangsa.

Dengan terlaksananya seminar ini, Fakultas Syariah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon semakin menegaskan komitmennya sebagai garda depan dalam membina generasi muslim intelektual yang berkarakter dan berwawasan luas, sejalan dengan semangat Syariah untuk Peradaban. (din)

Pusat Konsultasi dan Bantuan Hukum UIN SSC Ucapkan Selamat kepada Dr. H. Susari, MA atas Amanah Baru

CIREBON, FC – Pusat Konsultasi dan Bantuan Hukum (PKBH) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menyampaikan ucapan Selamat dan Sukses kepada Dr. H. Susari, MA atas amanah barunya sebagai Kepala Biro Akademik, Keuangan, dan Umum UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

PKBH UIN SSC mendoakan agar Dr. Susari senantiasa diberikan kelancaran dan kekuatan dalam mengemban tugas mulia tersebut. Harapan besar disematkan agar beliau mampu membawa kemajuan, serta menghadirkan pelayanan akademik yang unggul, akuntabel, dan penuh integritas.

"Mari terus bersinergi demi kemajuan pendidikan tinggi yang berkualitas dan berkeadilan," demikian bunyi pesan dari PKBH UIN SSC yang disampaikan secara resmi.

Penunjukan Dr. Susari sebagai Kepala Biro Akademik, Keuangan, dan Umum diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat sistem tata kelola dan pelayanan di lingkungan kampus UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, sejalan dengan visi UIN SSC sebagai perguruan tinggi berbasis digital dan moderasi beragama. (din)

Minggu, 29 Juni 2025

Peneliti BRIN dan Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN Siber Cirebon Berkolaborasi Meneliti Jejak Rempah-Rempah di Jawa Barat

 

CIREBON - Rempah adalah bagian tumbuhan, seperti biji, kulit, akar, atau daun, yang memiliki aroma atau rasa kuat dan digunakan dalam masakan untuk menambah cita rasa, aroma, dan terkadang sebagai pengawet. 

Selain itu, rempah-rempah juga dapat digunakan untuk tujuan pengobatan. Karena daya aromanya itu, rempah seringkali disebut sebagai tumbuhan aromatik. Betapa penting dan bergunanya rempah, sehingga sejak dahulu tanaman ini menjadi primadona bagi masyarakat di Jawa Barat bagian timur untuk dimanfaatkan.

Eksistensi rempah sebagai komoditas yang bermanfaat itu kemudian menarik minat para peneliti dari BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) dan UIN (Universitas Islam Negeri) Siber Syekh Nurjati Cirebon untuk mengkaji jejak produksi dan perniagaannya. 

Penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk mengungkap pola distribusi rempah di wilayah ini, kontribusi jalur sungai dan darat terhadap dinamika perdagangan, serta interaksi kekuasaan lokal dengan pedagang asing yang memengaruhi tata niaga dan sistem distribusi.

Studi BRIN dalam meneliti jejak rempah dan perniagaannya di Jawa Barat bagian timur ini akan difokuskan di sepanjang aliran Sungai Cimanuk di tiga daerah kabupaten, yaitu: Indramayu, Majalengka, dan Sumedang. Pelaksanaan kajian lapangan awal ini akan berlangsung selama hampir 2 minggu, dari tanggal 25 Juni sampai dengan tanggal - 8 Juli 2025.

Adapun tim peneliti yang tergabung dalam riset ini adalah tim kolaborasi BRIN dengan kepakaran dalam bidang arkeologi sejarah, etnoarkeologi, pemetaan, kebumian, maritim, dan sejarawan dari Prodi Sejarah Peradaban Islam, Fakultas Ushuluddin dan Adab, Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon serta dibantu beberapa personil/sumber daya dari Grumala (Grup Madjalengka Baheula), Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olah Raga, Kabupaten Sumedang dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu.

Ketua Tim Peneliti, Sarjiyanto, menyatakan bahwa penelitian kolaborasi ini meliputi tiga aspek strategis, yaitu: Pengembangan Keberlanjutan Warisan Budaya; Pemberdayaan Sumber Daya Alam untuk Ekonomi Lokal; dan Pengelolaan Infrastruktur dan Pembangunan Berkelanjutan. 

Ketiga aspek itu merupakan pelbagai elemen penting yang perlu dipertimbangkan dalam merencanakan dan melaksanakan penelitian agar penelitian tersebut relevan, efektif, dan memberikan dampak positif yang nyata.

Untuk memandu peneliti dalam mencapai tujuan penelitian secara efektif, maka penelitian ini menggunakan pendekatan multidisiplin dengan kolaborasi beberapa metode utama, yang antara lain: Metode Arkeologi dan Sejarah; Analisis Literatur Sejarah; dan Survei Lapangan.

Dalam Metode Arkeologi dan Sejarah, tim peneliti melakukan Eksplorasi situs arkeologis di pelabuhan sungai dan pusat dagang, seperti halnya di daerah Cirebon dan Karangsambung. Eksplorasi ini dilakukan untuk menemukan jejak perdagangan dan struktur sosial-ekonomi dari kawasan tersebut. 

Menurut Nanang Saptono, tim peneliti dari unsur BRIN, penemuan sisa-sisa tumbuhan aromatik, dapat memberikan petunjuk mengenai pola distribusi komoditas tersebut.

"Eksplorasi jejak arkeologis rempah itu menjadi penting karena akan memberikan pemahaman mendalam tentang sejarah perdagangan, budaya, dan peradaban manusia di kawasan tersebut. Jejak arkeologis rempah, dapat mengungkap informasi penting tentang rute perdagangan kuno, interaksi antarbudaya, dan bagaimana rempah-rempah mempengaruhi perkembangan ekonomi, sosial, dan politik masyarakat di masa lalu," ungkap Nanang.

Sedangkan dalam analisis Literatur Sejarah, Sonny Chr. Wibisono selaku anggota tim riset menjelaskan bahwa peneliti akan melakukan studi terhadap sumber-sumber primer untuk menelusuri pola perdagangan dan kontribusi kekuasaan politik. 

"Sejumlah catatan kuno, seperti Suma Oriental yang dibuat oleh Tomé Pires dan catatan di masa kolonial seperti The Island of Java yang disusun oleh Joseph Stockdale, akan dikaji secara komprehensif untuk melihat dinamika rempah dalam perspektif sumber sezaman," jelas Sonny.

Libra Hari Inagurasi menambahkan bahwa metode riset ini dilengkapi dengan kegiatan Survei Lapangan. Kegiatan dalam tahap ini dilakukan dengan memetakan jalur darat dan sungai dari Cimanuk hingga Kawali agar bisa mengidentifikasi pola distribusi komoditas dan hubungannya dengan jaringan kekuasaan. 

"Data dari survei ini akan memberikan informasi tentang infrastruktur perdagangan, seperti pelabuhan sungai, pasar, dan jalur transportasi tradisional," ujarnya.

Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Anwar Sanusi, mengungkapkan bahwa sejumlah manuskrip kuno Cirebon memberi informasi tentang urgensi aliran sungai dalam perniagaan masyarakat di masa lalu. 

"Secara logika, untuk memuat barang berat di masa itu sangat sulit. Oleh karenanya, manusia memanfaatkan sungai. Nah, informasi ini bisa kita simpulkan dari bacaan-bacaan kita terhadap naskah-naskah kuno Cirebon," jelas Anwar.

Dosen di Fakultas Ushuluddin dan Adab, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Tendi, yang menjadi bagian tim peneliti dalam riset ini, menganggap bahwa pemetaan wilayah persebaran dan perniagaan rempah di aliran Sungai Cimanuk turut menjelaskan bagaimana interaksi penduduk pedalaman dan pesisir bisa terjadi. Melalui jalur niaga ini pula, proses Islamisasi berlangsung dan mengungkapkan penerimaan masyarakat terhadap agama "dari Tanah Arab" tersebut.

"Bagaimanapun, kita tidak dapat memungkiri bahwa jalur perdagangan membuka jalan bagi masyarakat Islam yang telah mapan di pesisir untuk masuk ke tengah masyarakat pedalaman. Semula kepentingannya mungkin hanya untuk berniaga, tapi lama kelamaan menyertainya dengan aktivitas penyebaran agama, agar eksistensi para pedagang muslim di sana bisa menjadi lebih terjaga," tutup Tendi. (din)

Sabtu, 28 Juni 2025

Dirgahayu Cirebon ke-598! Setara untuk Pelayanan, Berkelanjutan dalam Pembangunan

CIREBON — Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kota Cirebon dalam rangka memperingati Hari Jadi Cirebon ke-598 menjadi panggung refleksi dan harapan baru bagi pembangunan Kota Wali. 

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, bersama Wakil Wali Kota Siti Farida Rosmawati, didampingi Sekretaris Daerah Agus Mulyadi, para asisten, staf ahli, hingga jajaran kepala perangkat daerah, hadir pada sidang yang digelar Sabtu (28/6/2025).

Dalam pidatonya, Wali Kota  menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kebersamaan semua pihak yang telah menjaga dan membangun Kota Cirebon hingga usia yang ke-598 tahun. 

Wali Kota juga mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriah kepada seluruh masyarakat.

"Semoga setiap langkah dan ikhtiar kita selama ini menjadi sarana evaluasi dan refleksi atas pengabdian dan karya bakti kita kepada masyarakat, bangsa, dan negara," ungkap Wali Kota.

Di hadapan pimpinan dan anggota DPRD, Wali Kota menekankan bahwa stabilitas ekonomi menjadi salah satu capaian yang patut disyukuri. Pada Mei 2025, Kota Cirebon mengalami deflasi 0,11 persen. 

Sementara inflasi tahunan hanya 0,98 persen, salah satu yang terendah di Jawa Barat. Hal ini menunjukkan daya beli masyarakat masih terjaga di tengah tekanan global.

Namun, Wali Kota menegaskan bahwa tantangan masih ada. Perubahan iklim dan fluktuasi pasokan pangan bisa memengaruhi harga kebutuhan pokok. Untuk itu, kolaborasi antarsektor terus diperkuat guna menjaga ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi.

Di bidang tata kelola keuangan, Pemerintah Kota Cirebon kembali mencatatkan prestasi dengan meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI untuk kesembilan kalinya. 

Capaian ini menjadi bukti kerja keras dan komitmen seluruh perangkat daerah dalam mewujudkan pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel.

"Saya percaya, pengelolaan keuangan yang transparan menjadi fondasi penting bagi pembangunan yang menjamin kesetaraan sosial dan keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.

Wali Kota juga menyoroti program-program awal dalam masa kepemimpinannya. Dalam empat bulan pertama, Pemerintah Kota Cirebon telah memulai normalisasi sungai di kawasan padat penduduk sebagai bagian dari mitigasi banjir, serta meningkatkan kualitas dan pemeliharaan infrastruktur jalan sebagai pelayanan dasar yang langsung dirasakan masyarakat.

"Kami tidak melihat normalisasi sungai sekadar proyek teknis. Ini bentuk komitmen terhadap keselamatan warga dan ketangguhan kota menghadapi perubahan iklim," tambahnya.

Pemerintah juga tengah menata ulang struktur infrastruktur jalan agar lebih adaptif terhadap kebutuhan mobilitas warga yang meningkat. Peningkatan kualitas jalan dinilai penting dalam mendukung perekonomian lokal, akses pendidikan, dan pengembangan sektor pariwisata.

Pada aspek keberlanjutan lingkungan, tema "Mayungi lan Nyumponi" menjadi roh dalam peringatan Hari Jadi kali ini. Wali Kota menegaskan sikap tegas terhadap tambang ilegal yang merusak ekosistem dan mengancam keselamatan masyarakat. 

Ia menekankan bahwa pembangunan harus berpihak pada kelestarian lingkungan demi generasi mendatang.

Tidak hanya itu, Pemerintah Kota juga mendukung kebijakan pemberlakuan jam malam untuk pelajar demi menciptakan lingkungan sosial yang aman dan sehat. Wali Kota menekankan pentingnya pendampingan anak muda agar tidak terjerumus ke dalam kegiatan negatif.

"Semua yang kami kerjakan adalah perwujudan dari visi Setara Berkelanjutan, pembangunan yang tidak hanya menjawab kebutuhan hari ini, tetapi juga menjaga harapan hari esok," tuturnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang turut hadir dalam sidang paripurna, mengapresiasi jajaran Pemkot Cirebon atas kinerja dan semangat membangun kota. 

"Terimakasih Pak Wali, Bu Wakil, Pak Sekda, jajaran forkopimda, instansi vertikal, para perangkat daerah dan warga Kota Cirebon yang sudah bekerjasama membangun kota ini," ujarnya.

Gubernur juga mengingatkan pentingnya penataan ruang kota, pengendalian banjir, dan pelestarian budaya.

"Jalan-jalan kota harus bagus, tanam banyak pohon, di halaman rumah juga bisa. Bangun kota dengan arsitektur yang berkarakter,"  tegas Dedi.

Gubernur juga menekankan penataan gapura, gang, dan kawasan permukiman sebagai cerminan identitas kota yang tertib dan harmoni. 

Ia mengajak seluruh elemen pemerintah untuk menjawab keluhan masyarakat dengan tindakan nyata, karena kehadiran negara seharusnya menjamin kesejahteraan rakyat.

Sidang paripurna istimewa ini menjadi momentum bersama untuk meneguhkan semangat kolaborasi dan kerja nyata dalam membangun Kota Cirebon yang lebih maju, setara, dan berkelanjutan di usia ke-598 tahun. (Nisa)