Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 07 Mei 2025

Langkah Nyata Pemkab Cirebon Gapai Mimpi Jadi Daerah Sentra Nila

 

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong pengembangan sektor perikanan air tawar.

Hal itu diwujudkan melalui penyerahan bantuan calon induk ikan nila kepada lima kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) yang dilaksanakan di Kantor DKPP Kabupaten Cirebon, Rabu (7/5/2025).

Kepala DKPP Kabupaten Cirebon, Erus Rusmana, menjelaskan bahwa bantuan tersebut bersumber dari Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, yang disalurkan melalui Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi.

“Kelima kelompok pembudidaya ini merupakan kelompok binaan yang sudah terdaftar di DKPP Kabupaten Cirebon. Mereka menerima masing-masing satu paket bantuan berisi 400 ekor calon induk ikan nila,” ujar Erus.

Kelima Pokdakan penerima bantuan tersebut adalah Pokdakan Cantigi Sakti (Desa Karangsari, Kecamatan Weru), Pokdakan Lele Jaya Barokah (Desa Pangkalan, Kecamatan Plered), Pokdakan Usman Bin Affan (Desa Wiyong, Kecamatan Susukan), Pokdakan Tumaritis Indah (Desa Guwa Kidul, Kecamatan Kaliwedi) dan Pokdakan Mina Balong Dalem (Desa Gumulung Lebak, Kecamatan Greged).

Erus menambahkan, calon indukan yang diberikan adalah jenis Ikan Nila Sakti, yang telah teruji kualitasnya karena dikembangkan menggunakan standar Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) serta sistem traceability yang jelas.

“Ikan nila ini memiliki keunggulan dalam adaptasi lingkungan, pertumbuhan cepat, bisa dibudidayakan di air tawar maupun payau, serta kaya protein dan memiliki nilai jual yang tinggi,” jelasnya.

Menurut Erus, bantuan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan produktivitas, tetapi juga sebagai bagian dari program prioritas nasional untuk memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan pembudidaya ikan lokal.

Tak hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi lokal, ikan nila kini juga semakin diminati pasar ekspor, terutama dalam bentuk fillet ke Amerika Serikat dan negara lainnya. Hal ini membuka peluang besar bagi pembudidaya di daerah untuk meningkatkan skala dan kualitas produksinya.

“Dalam penyaluran kali ini, satu kelompok mendapatkan 400 calon induk ikan nila, dengan rincian 100 jantan, 300 betina,” ungkapnya.

Di kesempatan yang sama, turut hadir juga Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, menegaskan program semacam ini bisa terus berkesinambungan untuk perekonomian di Kabupaten Cirebon yang berujung pada kesejahteraan masyarakat.

“Saya berharap ini akan menjadi berkesinambungan, bukan hanya untuk saat ini,” ujarnya

Ia berharap, ke depan Kabupaten Cirebon bisa menjadi sentra ikan nila dari hasil pembudidayaan yang dilakukan oleh kelompok pembudidaya ikan yang ada di Kabupaten Cirebon.

“Semoga bisa bermanfaat dan berkelanjutan, supaya ke depannya kabupaten Cirebon bisa menjadi sentra nila,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Pokdakan Usman Bin Affan, Moh Ayub Assaba, menyampaikan rasa syukurnya atas bantuan tersebut.

“Alhamdulillah, kami merasa bersyukur mendapatkan bantuan ini. Semoga calon induk ikan yang diberikan benar-benar unggul dalam kualitas dan bisa memenuhi permintaan pasar,” ucapnya.

Ayub juga menyampaikan sejumlah harapan, antara lain agar bantuan semacam ini bisa terus dilanjutkan dan diperluas cakupannya.

“Kami berharap, jumlah bantuan ke depan bisa lebih besar dan merata ke lebih banyak kelompok. Selain itu, kami mohon dukungan dari pemerintah untuk memberikan subsidi pakan ikan dan sarana budidaya, agar bisa mengurangi beban produksi,” tambahnya.

Ke depan, DKPP Kabupaten Cirebon berkomitmen untuk terus memfasilitasi dan melakukan pembinaan teknis terhadap kelompok pembudidaya, agar dapat meningkatkan kualitas dan hasil panen ikan budidaya di wilayahnya.

Ini menjadi bagian dari strategi besar untuk mendorong sektor perikanan sebagai penopang ekonomi lokal yang berkelanjutan. 

Kota Cirebon Suarakan Empat Isu Strategis dalam Musrenbang Provinsi Jawa Barat 2025

CIREBON - Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Jawa Barat Tahun 2025 sebagai bagian dari rangkaian penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 digelar di Gedung Negara Cirebon, Rabu (7/5/2025).

Mengangkat tema "Menyongsong Jawa Barat Istimewa: Percepatan Transformasi Layanan Dasar", Musrenbang kali ini menekankan pentingnya pembangunan yang merata antara wilayah desa (lembur) dan kota, sejalan dengan visi “Lembur Diurus, Kota Ditata”.

Sebagai tuan rumah, Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta, sembari menggarisbawahi pentingnya kolaborasi lintas sektor dan lintas wilayah dalam merancang masa depan Jawa Barat.

“Forum ini bukan sekadar menyusun prioritas pembangunan. Ini adalah ruang untuk menyatukan langkah, menyelaraskan visi, dan memperkuat sinergi antara daerah,” ungkap Wali Kota.

Dalam Musrenbang tersebut, Pemerintah Kota Cirebon menyoroti empat isu strategis yang dinilai penting untuk mendapatkan perhatian dan dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Pertama, terkait pengelolaan wilayah pesisir. 

Cirebon sebagai kota pesisir menghadapi tantangan kompleks, dari abrasi pantai hingga persoalan pengendalian ruang dan ekosistem laut. 

Wali Kota menegaskan pentingnya peran aktif pemerintah provinsi dalam menata kawasan pesisir secara berkelanjutan, tidak hanya untuk mendukung potensi ekonomi dan pariwisata, tetapi juga dalam menjaga keseimbangan ekologis.

Kedua, perlintasan sebidang kereta api. Dengan 11 titik perlintasan dan lebih dari 170 perjalanan kereta setiap hari, Cirebon menjadi salah satu kota dengan tingkat kepadatan rel yang tinggi. Hal ini memicu kemacetan serta risiko kecelakaan yang tinggi. 

“Ini bukan hanya persoalan lokal. Kami butuh keterlibatan provinsi sebagai penghubung dengan kementerian dan pihak terkait, demi solusi jangka panjang,” jelas Wali Kota.

Ketiga, normalisasi sungai di kawasan permukiman. Seperti yang diketahui, banjir masih menjadi ancaman nyata bagi warga Cirebon, khususnya yang bermukim di dekat aliran sungai. 

Pemerintah Kota telah mengidentifikasi sejumlah titik rawan dan berharap ada sinergi program antara kota, provinsi, dan lembaga lain untuk mempercepat proses normalisasi secara menyeluruh.

Keempat, peningkatan infrastruktur jalan. Sebagai bagian dari pelayanan dasar, peningkatan kualitas jalan menjadi perhatian utama Pemkot Cirebon. 

“Kami sudah mulai melakukan perbaikan, tapi mobilitas ekonomi yang semakin dinamis menuntut kualitas infrastruktur yang lebih baik. Kami berharap dukungan provinsi, baik teknis maupun penganggaran lintas wilayah,” tambah Wali Kota.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menekankan pentingnya membangun Jawa Barat yang Gemah Ripah Repeh Rapih, yakni subur, makmur, tenteram, dan tertata. 

Menurutnya, keterlibatan semua elemen masyarakat, termasuk pemerintah kota/kabupaten, sangat krusial dalam memperkuat konektivitas antara pusat dan daerah.

Proses penyusunan RPJMD 2025–2029, lanjut Gubernur, akan mengikuti tahapan Gerbang Pancaniti yang terdiri dari Niti Harti (memahami makna), Niti Surti (menelaah kondisi), Niti Bukti (melihat data), Niti Bakti (melaksanakan), dan Niti Sajati (memaknai secara utuh).

"Ini menjadi dasar dalam memastikan arah pembangunan tetap berpijak pada kebutuhan nyata masyarakat," ujarnya.

Pemerintah Kota Cirebon menyambut baik semangat kolaborasi yang dibawa dalam forum ini, dan siap terlibat aktif dalam menyukseskan pembangunan Jawa Barat yang lebih inklusif, terarah dan berkelanjutan. (din)



Kuwu Sindangjawa: Perangkat Kadus Terlantik Bisa Langsung Bekerja Melayani Masyarakat

CIREBON, FC – Pemerintah Desa Sindangjawa, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, melaksanakan kegiatan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan bagi tiga perangkat desa yang baru, yakni Kepala Dusun (Kadus) 1, Kadus 3, dan Kadus 4, pada Selasa (7/5/2025).

Pelantikan tersebut berlangsung khidmat dan dipimpin langsung oleh Kuwu Desa Sindangjawa, Yayat Supriyatna, S.Pd. Bertempat di aula ruang kantor desa.

Dalam kesempatan itu, juga dibacakan Surat Keputusan (SK) pengangkatan perangkat desa oleh Mandor Desa, yang telah ditandatangani oleh Kuwu Sindangjawa.

Adapun tiga perangkat desa yang resmi dilantik adalah :

1. Lia Yuliani – Kadus 1

2. Fajar Erwansyah – Kadus 3

3. Maulana Fajrin – Kadus 4

Ketiganya merupakan hasil dari penjaringan dan penyaringan perangkat desa yang telah dilaksanakan pada tanggal 11 Februari 2025 lalu.

Dalam sambutannya, Kuwu Yayat Supriyatna mengingatkan para perangkat desa yang baru dilantik agar senantiasa menjalankan tugas dan kewajiban sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 

Amanah ini diharap dapat dilaksanakan sebaik-baiknya, karena pada dasarnya ini adalah amanah dari rakyat dan pelantikan perangkat desa ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembinaan desa.

Turut hadir dalam acara tersebut Camat Dukupuntang, Kapolsek Dukupuntang, Danramil, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Sindangjawa, perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh ulama, para Ketua RT/RW serta tamu undangan lainnya.

"Pelantikan ini diharapkan dapat meningkatkan pelayanan dan tata kelola pemerintahan di Desa Sindangjawa, serta memperkuat sinergi antara pemerintah desa dan masyarakat. Diharap perangkat yang baru bisa segera beradaptasi dan berbaur dengan masyarakat," tandasnya. 

Sementara menurut Ketua BPD Sindangjawa dengan penambahan Kepala Dusun ini dikarenakan terdapat penambahan wilayah yakni Kota Baru Keandra (KBK) sehingga dibutuhkan penambahan Kadus agar dapat lebih melayani masyarakat.

Camat Dukupuntang, Adang Suryana, S.Sos dalam sambutannya memberikan ucapan selamat kepada para Kadus yang sudah dilantik, dan meminta harus segera bekerja dan Tidka ditunda-tunda lagi, dan segera berbaur dengan masyarakat.

Camat Dukupuntang juga meminta agar para Kadus terlantik segera memahami tugas dan fungsinya dengan penuh rasa tanggungjawab, dan penambahan pernavjat desa ini diharapkan menambah energi baru khususnya dalam pelayanan kepada masyarakat. Termasuk agar Desa Sindangjawa menggerakkan K3 setiap minggunya untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan. (din)

Selasa, 06 Mei 2025

Plt Kepala Kementerian Agama Kabupaten Cirebon Tegaskan Komitmen Penegakan Aturan Haji, Khususnya Soal Mahram

Plt Kepala Kantor Kementerian Agama Kab Cirebon saat memberikan penjelasan mengenai mahram


CIREBON, FC - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Cirebon, H. Slamet, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen penuh dalam menegakkan aturan penyelenggaraan ibadah haji, khususnya terkait ketentuan pendampingan mahram bagi jemaah perempuan.

“Kami telah melakukan langkah mitigasi serta pembinaan internal secara menyeluruh. Tidak ada Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenag di Cirebon yang bermain-main dalam hal ini. Ketentuan mahram merupakan prinsip yang tidak bisa ditawar,” ujarnya dalam kegiatan pertemuan bersama Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) dan tokoh agama di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Cirebon, Selasa (6/5/2025).

Dalam pertemuan tersebut, hadir seluruh Kepala Seksi, KBIH serta alim ulama dan para tamu undangan.

H. Slamet menjelaskan bahwa seluruh ASN dan petugas haji telah diberikan pemahaman mendalam mengenai aturan pendampingan jemaah perempuan, sesuai regulasi Kementerian Agama dan ketentuan dari Pemerintah Arab Saudi.

“Kami juga bekerja sama dengan Kantor Imigrasi dan otoritas terkait lainnya untuk memastikan bahwa semua dokumen dan persyaratan mahram diverifikasi secara ketat. Jika ditemukan pelanggaran, sanksi tegas akan diberlakukan,” tegasnya.

Terkait kuota jemaah haji, ia memaparkan bahwa total jemaah haji dari Provinsi Jawa Barat yang telah melunasi biaya dan masuk dalam daftar keberangkatan mencapai 38.230 orang, dengan tambahan 895 orang sebagai cadangan untuk mengantisipasi adanya jemaah reguler yang batal berangkat.

Kabupaten Cirebon sendiri memperoleh kuota dasar reguler sebanyak 2.411 jemaah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.012 jemaah telah melunasi pada tahap 1 dan 2 (non-cadangan), serta 249 jemaah cadangan juga telah melunasi pada tahap 2. 

Dengan demikian, hingga tanggal 25 April 2025, jumlah jemaah Kabupaten Cirebon yang telah melunasi mencapai 2.261 orang, termasuk jemaah cadangan.

Masih terdapat sisa kuota sebanyak 150 dari total kuota dasar 2.411 jemaah yang belum terserap. 

Dalam perpanjangan tahap 3 atau perpanjangan khusus Jawa Barat, sebanyak 112 jemaah dari Kabupaten Cirebon telah melunasi. 

Namun, pelunasan cadangan ini tidak otomatis menjamin keberangkatan, melainkan disiapkan untuk menggantikan jemaah yang batal berangkat, sesuai hasil rapat operasional keberangkatan jemaah haji pada 24 April 2025 di Asrama Haji Indramayu serta usulan perpanjangan yang diajukan oleh Kakanwil Kemenag Jawa Barat kepada Dirjen PHU.

"Plt Kepala KanKemenag Kab.Cirebon mengapresiasi dan menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Bapak Menag RI, Dirjen PHU, KaKanwil Kemenag Provinsi Jabar dan Kabid PHU Kanwil Kemenag Provinsi Jabar atas perhatiannya untuk memberikan perpanjangan waktu pelunasan melalui KMA 446 Tahun 2025," ucapnya. (din)

Pemkab Cirebon Luncurkan Program Sekolah Unggulan: Dorong Pendidikan Merata dan Berkualitas

KABUPATEN CIREBON — Komitmen Pemerintah Kabupaten Cirebon untuk meningkatkan mutu pendidikan kembali dibuktikan dengan peluncuran Program Sekolah Unggulan, sebuah terobosan yang digagas langsung oleh Bupati Cirebon, Imron.

Acara launching sekaligus penandatanganan komitmen bersama digelar di SMP Negeri 1 Dukupuntang pada Selasa (6/5/2025), dihadiri oleh jajaran Dinas Pendidikan, para kepala sekolah, guru, serta pengawas pendidikan.

Dalam sambutannya, Bupati Imron menegaskan, bahwa program ini hadir sebagai jawaban atas kebutuhan akan pendidikan berkualitas yang merata di seluruh wilayah Kabupaten Cirebon. Ia menolak anggapan bahwa hanya sekolah-sekolah tertentu saja yang layak disebut unggulan.

“Mulai hari ini, kita ubah paradigma itu. Sekolah unggulan bisa lahir dari mana saja, dari kota maupun desa, dari pusat maupun pinggiran. Kita mulai dari tiga SMP dan enam SD, dan akan terus berkembang. Ini bukti bahwa semua sekolah di Kabupaten Cirebon punya kesempatan yang sama untuk unggul,” ujar Imron.

Lebih dari sekadar prestasi akademik, Imron menekankan pentingnya pendidikan karakter. Ia menilai peran guru sebagai teladan utama menjadi kunci dalam menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berintegritas.

“Sekolah unggulan harus mencetak siswa yang tidak hanya pintar, tapi juga berakhlak baik. Maka dari itu, dimulai dari gurunya harus bisa menjadi contoh dalam sikap dan perilaku,” tegasnya.

Pemilihan SMPN 1 Dukupuntang sebagai lokasi launching juga mengandung pesan simbolis. Sekolah yang terletak di wilayah perbatasan ini dipilih untuk menunjukkan bahwa pendidikan unggul tidak hanya milik sekolah perkotaan, tetapi bisa dirasakan hingga ke pelosok.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, Ronianto, menjelaskan bahwa program ini merupakan gagasan lama yang baru terealisasi setelah melalui tahapan seleksi ketat dan verifikasi oleh tim pengawas sekolah.

“Pak Bupati sudah menyampaikan gagasan ini sejak periode pertama. Di periode kedua ini, kami realisasikan dengan sistematis, mulai dari seleksi internal, survei lapangan, hingga verifikasi. Ini bukan program simbolik, tapi program strategis,” ungkap Ronianto.

Tiga SMP yang ditetapkan sebagai sekolah unggulan tahap pertama mewakili tiga zona wilayah, yakni SMP Negeri 1 Dukupuntang (wilayah barat), SMP Negeri 1 Sumber (wilayah tengah), dan SMP Negeri 1 Lemahabang (wilayah timur).

Sementara, enam SD yang terpilih antara lain SDN Tersana Baru (Babakan) dan SDN 2 Lemahabang untuk wilayah timur, SDN 1 Kalikoa (Kedawung) dan SDN 4 Kenanga (Sumber) untuk wilayah tengah, serta SDN 2 Bojongwetan dan SDN 2 Sindangmekar di wilayah barat.

Ronianto berharap, sekolah-sekolah tersebut dapat menjadi lokomotif perubahan pendidikan di daerahnya.

“Mereka akan jadi role model, baik dalam sistem pembelajaran, manajemen sekolah, hingga pembentukan karakter siswa. Kita akan lakukan evaluasi rutin, agar program ini terus berkembang dan tepat sasaran,” katanya.

Ke depan, Pemkab Cirebon berencana memperluas cakupan Sekolah Unggulan ke lebih banyak satuan pendidikan di seluruh kecamatan. Tujuannya tak lain untuk menciptakan generasi muda yang unggul, cerdas, dan berkarakter, tanpa meninggalkan satu wilayah pun. (din)

Pemkab Cirebon Dorong Konsumsi Ikan Lewat Bazar dan Bimtek GEMARIKAN

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon menggelar bazar dan bimbingan teknis (bimtek) Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN), sebagai upaya meningkatkan angka konsumsi ikan masyarakat sekaligus mencegah kasus stunting dan gizi buruk.

Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Cirebon, Selasa (6/5/2025), dan menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-543 Kabupaten Cirebon.

Bupati Cirebon, Imron, mengatakan tingkat konsumsi ikan masyarakat Kabupaten Cirebon pada 2023 baru mencapai 34,46 kg per kapita per tahun. Angka itu masih berada di bawah rata-rata konsumsi Provinsi Jawa Barat (41,54 kg) maupun nasional (56,48 kg).

“Kegiatan GEMARIKAN ini penting untuk mengedukasi masyarakat akan manfaat ikan sebagai sumber protein yang sangat diperlukan bagi tumbuh kembang anak, sehingga dapat menekan angka stunting dan gizi buruk,” kata Imron.

Ia menyampaikan, bazar produk perikanan juga menjadi strategi Pemkab Cirebon untuk memudahkan akses masyarakat terhadap ikan segar, olahan beku, dan hasil perikanan berkualitas dengan harga terjangkau.

Produk yang dijual merupakan hasil produksi pelaku UMKM dan unit pengolahan ikan yang telah memenuhi standar keamanan pangan.

Sementara itu, Kepala DKPP Kabupaten Cirebon, Erus Rusmana, menyebutkan antusiasme pelaku usaha cukup tinggi, namun karena keterbatasan lokasi, bazar tahun ini hanya diikuti 25 kelompok pengolah dan pemasar (poklasar) perikanan.

“Kalau ada dukungan dari berbagai pihak, kami ingin kegiatan seperti ini diperluas hingga ke tingkat kecamatan. Kebutuhan utama pelaku usaha adalah pasar, dan bazar ini bisa menjadi jembatan antara mereka dan konsumen,” ujarnya.

Erus menambahkan, pihaknya juga akan membentuk forum peningkatan konsumsi ikan di tiap kecamatan untuk memperkuat pemahaman masyarakat akan pentingnya ikan sebagai sumber gizi.

“Kita berharap, masyarakat bisa lebih mudah mendapatkan protein yang terjangkau dan berkualitas, demi meningkatkan derajat kesehatan, khususnya untuk anak-anak,” ucapnya.

Tingkatkan Ketahanan Pangan di Kabupaten Cirebon, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Gelar Bazar dan Pelatihan Produk Perikanan

CIREBON, FC - Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Cirebon menyelenggarakan bazar dan pelatihan teknis produk perikanan pada Selasa, 6 Mei 2025. Kegiatan ini berlangsung di kantor dinas dan diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai kecamatan.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan daerah sekaligus memperkuat sektor usaha perikanan lokal. Dalam sambutannya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, E. Rusmana, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya untuk memperluas pasar produk perikanan serta mengenalkan inovasi dalam pengolahan hasil laut.

“Pelatihan ini dirancang untuk membekali pelaku usaha perikanan dengan pengetahuan dan keterampilan dalam pengolahan, pengemasan, hingga pemasaran produk agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” ujar Rusmana.

Bazar menampilkan beragam produk olahan perikanan hasil kreasi UMKM lokal, seperti abon ikan, kerupuk kulit ikan, nugget lele, dan berbagai makanan siap saji berbahan dasar hasil laut. 

Stan-stan UMKM ramai dikunjungi warga yang antusias mencoba dan membeli produk-produk unggulan tersebut.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari sejumlah mitra, termasuk perbankan dan instansi terkait, yang turut memberikan informasi seputar akses permodalan dan strategi pengembangan usaha bagi pelaku UMKM.

Diharapkan, melalui kegiatan ini, sektor perikanan di Kabupaten Cirebon dapat tumbuh secara berkelanjutan dan mandiri, serta memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan daerah.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Cirebon, H. Imron, turut menyampaikan pentingnya konsumsi ikan, terutama bagi anak-anak. 

Ia mengimbau para orang tua untuk membiasakan memberikan ikan sebagai bagian dari bekal anak.

“Anak-anak harus dibiasakan makan ikan, jangan hanya nasi dan lauk seadanya. Kalau bisa, masukkan ikan ke dalam bekal mereka. Protein dari ikan sangat penting bagi pertumbuhan dan kecerdasan,” pesan Imron saat menghadiri acara promosi konsumsi ikan tersebut. (Ara)