Definition List

  • This is Slide 1 Title

    This is slide 1 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

  • This is Slide 2 Title

    This is slide 2 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

  • This is Slide 3 Title

    This is slide 3 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

Senin, 19 Mei 2025

UIN Siber Cirebon Jawab Tantangan Sosial Era Digital Lewat Prodi Sosiologi Agama

CIREBON, FC – Di tengah derasnya arus perubahan sosial akibat revolusi teknologi informasi, masyarakat global kini menghadapi tantangan kompleks: mulai dari pergeseran nilai-nilai sosial, penetrasi ideologi keagamaan dalam ruang digital, hingga meningkatnya krisis solidaritas dan identitas. 

Menanggapi fenomena ini, Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon atau yang juga dikenal sebagai Cyber Islamic University (CIU), hadir dengan terobosan akademik melalui Program Studi Sosiologi Agama, Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI).

Program studi ini dibentuk berdasarkan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 460 Tahun 2021 sebagai langkah strategis untuk mencetak generasi intelektual yang mampu menjembatani nilai-nilai keagamaan dan persoalan sosial kontemporer di era masyarakat digital.

Sosiologi Agama, Jawaban atas Krisis Sosial Modern

Dalam satu dekade terakhir, masyarakat Indonesia dan dunia menyaksikan semakin kuatnya gejolak sosial dan keagamaan, yang kerap melahirkan konflik identitas, polarisasi sosial, dan melemahnya solidaritas kolektif. 

“Di sinilah pentingnya peran sosiolog agama,” ujar Kaprodi Sosiologi Agama, “mereka bukan hanya pengamat sosial, tetapi agen perubahan yang bisa menawarkan solusi berbasis nilai dan ilmu.”

Dengan pendekatan kontekstual, integratif, dan teknologi-adaptif, Prodi ini mencetak lulusan Sarjana Sosial (S.Sos) yang siap menghadapi dunia nyata—bukan sekadar dalam ranah akademik, tapi juga sebagai praktisi sosial yang bergerak dalam komunitas, organisasi, dan institusi global.

Program Unggulan: Riset, Magang, dan Aksi Sosial Nyata

Beberapa program unggulan yang menjadikan Prodi Sosiologi Agama CIU sebagai rujukan studi modern di bidang sosial-keagamaan antara lain:

Pembelajaran Berbasis Riset dan Magang: Mahasiswa sejak awal diarahkan menjadi young researcher, didorong menerbitkan artikel ilmiah, dan mengikuti program magang di lembaga pemerintah, NGO, desa mitra, hingga industri sosial. Ini memberi mereka portofolio nyata sebelum lulus.

Riset Kolaboratif Melalui Sekolah Riset: Di bawah laboratorium Sosiologi Agama, mahasiswa dan dosen bekerja sama menerbitkan riset ilmiah berbasis isu aktual. Karya mereka dapat diakses di platform seperti Google Scholar, mencerminkan semangat kolaborasi akademik dan keterlibatan dalam wacana ilmiah global.

Pengabdian Masyarakat Berbasis SDGs

Komitmen Prodi ini diwujudkan melalui program “Mitra Kampung SDGs” di Argasunya, Cirebon, tempat dosen dan mahasiswa melakukan pengabdian langsung seperti:

Menurunkan angka stunting (SDGs 3),

Mencegah pernikahan usia dini (SDGs 5),

Mengentaskan kemiskinan ekstrem (SDGs 1 & 2),

Menciptakan kampung ramah Gender (SDGs 5).

Program ini menjadikan Prodi Sosiologi Agama bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Langkah Internasional: Mahasiswa Go Global

Tak hanya fokus di dalam negeri, pada tahun 2025 Prodi ini juga menorehkan prestasi dalam kancah internasional. Mahasiswa Prodi Sosiologi Agama CIU mengikuti program student exchange ke Asia e University, Malaysia, serta aktif dalam berbagai seminar internasional yang memperluas perspektif dan memperkuat daya saing global lulusan.

Menjadi Cahaya di Tengah Gelapnya Tantangan Sosial

Kehadiran Prodi Sosiologi Agama di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon membuktikan bahwa pendidikan tinggi tak boleh stagnan dalam menara gading. Di era di mana ruang publik telah bergeser ke dunia digital, dan tantangan sosial kian kompleks, Prodi ini berdiri sebagai oase—menginspirasi generasi muda untuk menjadi pemikir, pemecah masalah, dan pelayan masyarakat berbasis nilai-nilai luhur keislaman.

“Cyber Islamic University bukan hanya tempat kuliah daring, tapi juga pusat transformasi sosial berbasis spiritualitas, teknologi, dan sains sosial,” tegas Dekan FDKI.

Dengan pendekatan lintas sektor, orientasi global, dan kepedulian lokal, Sosiologi Agama UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menjadi model ideal pendidikan tinggi dalam menyongsong masa depan Indonesia yang inklusif, kuat, dan beradab. (din)

Komisi I DPRD Gelar Dengar Pendapat Bersama PWI Kota Cirebon

CIREBON – Komisi I DPRD Kota Cirebon menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Cirebon di Griya Sawala, Senin (19/5/2025). 

Rapat ini merupakan langkah sinergi untuk mendukung peran media dalam menyampaikan informasi yang faktual dan bertanggung jawab.

Ketua Komisi I DPRD Kota Cirebon Agung Supirno SH, menyampaikan apresiasi atas paparan PWI terkait program kerja dan arah organisasi ke depan. Ia mengatakan pentingnya peran PWI sebagai mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan berbagai informasi kebijakan kepada masyarakat.

“Sinergi ini penting agar PWI dapat terus menyampaikan informasi secara faktual, termasuk kebijakan yang direncanakan maupun yang sudah dijalankan pemerintah daerah,” katanya usai rapat.

Ia juga menekankan pentingnya penyebaran informasi yang obyektif dan konstruktif di tengah arus informasi yang begitu deras saat ini.

“Media memiliki peran strategis dalam membangun opini publik. Karena itu, kami berharap PWI bisa menjadi mitra dalam menciptakan ekosistem informasi yang sehat dan bertanggung jawab,” ujar Agung.

Anggota Komisi I DPRD Andi Riyanto Lie juga medukung program kerja PWI dalam meningkatkan kualitas kerja-kerja jurnalistik di Kota Cirebon yakni dengan sertifikasi wartawan.

Kendati demikian, Andi Lie juga mengingatkan pentingnya menjaga independensi media sehingga pilar demokrasi dapat berjalan tanpa ada tekanan atau intervensi.

“Sinergi boleh terjalin, tapi sikap kritis media harus tetap dijaga. Pers adalah pilar demokrasi yang harus bebas dari tekanan atau intervensi,” katanya.

Sementara itu, Ketua PWI Kota Cirebon M Alif Santosa mengapresiasi RDP tersebut sebagai bentuk keterbukaan DPRD. Ia berharap eksistensi PWI dapat sejalan dan bersinergi dengan DPRD dalam menyuarakan kepentingan masyarakat.

“PWI tengah fokus pada peningkatan kompetensi profesi wartawan, dan kami butuh dukungan dari berbagai pihak, termasuk DPRD,” ucapnya.

Alif menambahkan, regenerasi dan kaderisasi juga menjadi prioritas pengurus PWI saat ini, mengingat sebagian besar anggotanya merupakan wartawan aktif di lapangan.

“Kita targetkan peningkatan kompetensi profesi wartawan bisa segera dilaksanakan tahun ini,”

Hadir pula anggota Komisi I DPRD Kota Cirebon Imam Yahya SFil Msi dan pengurus PWI. (Ara)

Prodi Istimewa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon: Pilihan Spesial untuk Generasi Visioner

CIREBON, FC -- UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, sebagai pelopor Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri berbasis digital pertama di Indonesia, memiliki sejumlah program studi istimewa yang menyimpan potensi besar bagi masa depan pendidikan, ilmu pengetahuan, dan dunia kerja.

Program studi istimewa tersebut di antaranya : 

Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA):

1. Ilmu Hadis

Prodi yang mendalami khazanah hadis Nabi SAW secara ilmiah dan metodologis ini menjadi garda terdepan dalam menjaga otentisitas sumber ajaran Islam. Di era digital, keahlian dalam verifikasi sanad dan matan hadis semakin dibutuhkan untuk membendung hoaks keagamaan.

2. Tasawuf Psikoterapi

Merupakan kolaborasi unik antara spiritualitas dan ilmu psikologi. Prodi ini melahirkan lulusan yang mampu menangani kesehatan mental dengan pendekatan ruhani yang Islami—sebuah kebutuhan yang terus meningkat di masyarakat modern.

3. PJJ SPI (Sejarah Peradaban Islam - Pendidikan Jarak Jauh)

Prodi PJJ SPI memberi kesempatan kepada siapa saja dari seluruh penjuru negeri untuk mempelajari peradaban Islam secara mendalam tanpa harus datang ke kampus. Fleksibilitas ini sangat cocok bagi pekerja, guru, atau santri yang ingin melanjutkan studi.

4. SPI (Sejarah Peradaban Islam)

Prodi ini menawarkan wawasan luas tentang dinamika peradaban Islam dari masa ke masa, serta kontribusinya terhadap perkembangan ilmu dan budaya dunia. Mahasiswa dilatih berpikir kritis dan analitis terhadap sejarah.

5. IAT (Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir)

Fokus pada kajian Al-Qur’an secara ilmiah dan kontekstual, prodi ini membuka jalan bagi lahirnya mufassir muda yang siap menjawab tantangan zaman dengan solusi berbasis wahyu.

6. AFI (Aqidah dan Filsafat Islam)

Prodi ini melatih daya nalar dan refleksi mendalam terhadap persoalan-persoalan keimanan dan eksistensi manusia. Di tengah krisis pemikiran dan ideologi, AFI menjadi benteng keilmuan yang kokoh.

7. BSA (Bahasa dan Sastra Arab)

Lebih dari sekadar bahasa, BSA membuka pintu pemahaman terhadap budaya, sastra, dan khazanah intelektual Arab. Prodi ini penting bagi mereka yang ingin menjadi penerjemah, peneliti, maupun diplomat budaya Islam.

Fakultas Syari’ah:

8. Ilmu Falak

Prodi langka yang sangat dibutuhkan dalam bidang hisab rukyat, astronomi Islam, serta penentuan waktu-waktu ibadah dan kalender Hijriyah. Keahlian ini menjadi sangat vital di tengah perdebatan tentang penentuan awal Ramadan, Idul Fitri, dan peristiwa langit lainnya.

Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam:

9. Pengembangan Masyarakat Islam (PMI)

Prodi yang mencetak agen-agen perubahan sosial berbasis nilai-nilai Islam. PMI mempersiapkan mahasiswa untuk menjadi fasilitator pembangunan berbasis komunitas yang mampu menjawab tantangan sosial, ekonomi, dan lingkungan secara inklusif.

10. Sosiologi Agama

Mengupas dinamika kehidupan beragama di masyarakat multikultural. Prodi ini membuka ruang bagi pemahaman mendalam tentang hubungan antara agama dan realitas sosial, menjadikannya strategis dalam merawat harmoni dan toleransi di tengah keragaman.

Kenapa Memilih Prodi Istimewa?

Persaingan Lebih Rendah, Peluang Lebih Besar

Spesialisasi Ilmu yang Dibutuhkan Dunia

Pengabdian Masyarakat yang Lebih Terarah

Dukungan Pembelajaran Digital Penuh dari UIN Siber Cirebon

UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon meyakini bahwa kemuliaan ilmu tak ditentukan oleh jumlah pendaftar, tetapi oleh manfaat dan kontribusinya terhadap umat dan dunia.

Jadilah bagian dari kekuatan sunyi yang mengubah dunia. Temukan potensi dirimu di prodi-prodi istimewa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, dan buktikan bahwa pilihan yang berbeda dapat membawa perubahan besar.

Program studi istimewa ini bukanlah pilihan "alternatif", tetapi justru ladang keilmuan yang kaya dan strategis untuk membangun peradaban Islam modern berbasis teknologi, spiritualitas, dan sains. 

UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon memberikan akses digital dan fleksibilitas pembelajaran yang membuat semua prodi ini bisa diakses kapan saja dan di mana saja.

Tertarik untuk menjadi pionir di jalur keilmuan yang langka namun menjanjikan? Bergabunglah dengan prodi-prodi istimewa di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, dan jadilah bagian dari generasi pembaharu yang berani menempuh jalan berbeda demi kemajuan umat dan bangsa. (din)


Kabupaten Cirebon Unjuk Gigi di detikcom Regional Summit 2025: Strategis, Kaya Budaya, dan Siap Jadi Magnet Investasi Rebana

MAJALENGKA — Masa depan kawasan Rebana sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat terus menunjukkan geliat positif.

Dalam ajang detikcom Regional Summit 2025 yang digelar di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Senin (19/5/2025), para pemimpin daerah, menteri, dan pengambil kebijakan nasional berkumpul membedah strategi untuk menciptakan ekosistem investasi yang inklusif dan berkelanjutan.

Salah satu sorotan utama datang dari Kabupaten Cirebon. Dalam forum bergengsi ini, Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman mewakili Bupati Cirebon, Imron, untuk menyampaikan kesiapan dan potensi luar biasa daerahnya dalam mendukung percepatan investasi di kawasan Rebana.

“Kabupaten Cirebon memiliki potensi geografis yang sangat lengkap dari pegunungan hingga laut, serta lima akses keluar tol yang memperkuat konektivitas antarwilayah,” ujar Jigus–sapaan akrab Wakil Bupati Cirebon.

“Selain itu, kami juga kaya akan warisan budaya, kuliner khas, dan sejarah panjang yang menjadi daya tarik tersendiri bagi investor dan wisatawan,” ucapnya menambahkan.

Jigus menjelaskan, Pemkab Cirebon telah menempuh berbagai langkah konkret untuk membangun iklim investasi yang kondusif.

Salah satunya adalah pembentukan Satgas Anti-Premanisme sebagai jaminan keamanan dan kenyamanan bagi investor, serta koordinasi intensif dengan Forkopimda untuk memastikan stabilitas daerah tetap terjaga.

“Dalam dunia investasi, yang dicari adalah kepastian hukum, kepastian waktu, dan pembiayaan yang jelas. Dan dengan letak yang sangat strategis, Kabupaten Cirebon memiliki modal kuat untuk menjadi simpul industri dan ekonomi baru di kawasan Rebana,” tegasnya.

Meski begitu, ia juga menggarisbawahi sejumlah tantangan yang harus dihadapi, seperti ancaman banjir saat musim hujan dan kekeringan saat musim kemarau.

Isu ini menjadi perhatian serius, karena berpengaruh langsung terhadap ketersediaan infrastruktur pendukung industri, terutama kebutuhan air bersih.

“Kebutuhan air bersih menjadi sangat vital, terlebih dengan mulai masuknya investasi di sektor energi, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB),” tutur Jigus.

“Kami juga mendorong penyederhanaan proses AMDAL, agar investasi bisa berjalan lebih cepat dan tetap memperhatikan aspek keberlanjutan,” imbuhnya.

Acara ini mengangkat tema besar “Investasi dan Pengembangan Berkelanjutan di Jantung Jawa Barat” dan dihadiri tokoh-tokoh penting, seperti Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Deputi Perencanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Dedi Latip, Sekjen Kementerian Perhubungan Antoni Qrif Pribadi, serta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Forum ini juga menjadi ruang diskusi terbuka bagi tujuh kepala daerah di kawasan Rebana. Mereka yang hadir antara lain Walikota Cirebon Effendi Edo, Bupati Majalengka Eman Suherman, Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar, Bupati Indramayu Lucky Hakim, Bupati Subang Reynaldy Putra Andita, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, dan Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman.

Dalam sesi dialog, para kepala daerah mengupas beragam tantangan dan peluang pengembangan Rebana, mulai dari sinergitas antarwilayah, pembagian peran strategis, hingga roadmap bersama untuk pembangunan jangka pendek, menengah, dan panjang. (din)

Komisi I DPRD, Andi Lie: Sinergi Bokeh Terjalin Tapi Sikap Kritis Media Harus Tetap Dijaga

CIREBON – Komisi I DPRD Kota Cirebon menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Cirebon di Griya Sawala, Senin (19/5/2025). Rapat ini merupakan langkah sinergi untuk mendukung peran media dalam menyampaikan informasi yang faktual dan bertanggung jawab.

Ketua Komisi I DPRD Kota Cirebon Agung Supirno SH, menyampaikan apresiasi atas paparan PWI terkait program kerja dan arah organisasi ke depan. Ia mengatakan pentingnya peran PWI sebagai mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan berbagai informasi kebijakan kepada masyarakat.

“Sinergi ini penting agar PWI dapat terus menyampaikan informasi secara faktual, termasuk kebijakan yang direncanakan maupun yang sudah dijalankan pemerintah daerah,” katanya usai rapat.

Ia juga menekankan pentingnya penyebaran informasi yang obyektif dan konstruktif di tengah arus informasi yang begitu deras saat ini.

“Media memiliki peran strategis dalam membangun opini publik. Karena itu, kami berharap PWI bisa menjadi mitra dalam menciptakan ekosistem informasi yang sehat dan bertanggung jawab,” ujar Agung.

Anggota Komisi I DPRD Andi Riyanto Lie juga medukung program kerja PWI dalam meningkatkan kualitas kerja-kerja jurnalistik di Kota Cirebon yakni dengan sertifikasi wartawan.

Kendati demikian, Andi Lie juga mengingatkan pentingnya menjaga independensi media sehingga pilar demokrasi dapat berjalan tanpa ada tekanan atau intervensi.

“Sinergi boleh terjalin, tapi sikap kritis media harus tetap dijaga. Pers adalah pilar demokrasi yang harus bebas dari tekanan atau intervensi,” katanya.

Sementara itu, Ketua PWI Kota Cirebon M Alif Santosa mengapresiasi RDP tersebut sebagai bentuk keterbukaan DPRD. Ia berharap eksistensi PWI dapat sejalan dan bersinergi dengan DPRD dalam menyuarakan kepentingan masyarakat.

“PWI tengah fokus pada peningkatan kompetensi profesi wartawan, dan kami butuh dukungan dari berbagai pihak, termasuk DPRD,” ucapnya.

Alif menambahkan, regenerasi dan kaderisasi juga menjadi prioritas pengurus PWI saat ini, mengingat sebagian besar anggotanya merupakan wartawan aktif di lapangan.

“Kita targetkan peningkatan kompetensi profesi wartawan bisa segera dilaksanakan tahun ini,”

Hadir pula anggota Komisi I DPRD Kota Cirebon Imam Yahya SFil Msi dan pengurus PWI. (Ara)

Pemkot Cirebon Sosialisasi Sistem Pengawasan Perizinan Berbasis Risiko untuk Dukung Investasi

CIREBON – Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, menghadiri acara Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Implementasi Pengawasan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko di Kota Cirebon, Senin (19/5/2025). 

Dalam acara ini, Wakil Wali Kota menekankan komitmen Pemerintah Kota Cirebon untuk mendukung transformasi pelayanan publik, terutama di bidang perizinan dan investasi.

Untuk diketahui, Sistem Online Single Submission berbasis risiko atau OSS-RBA adalah langkah penting untuk menciptakan iklim usaha yang lebih mudah, cepat, dan terintegras. 

Wakil Wali Kota mengatakan, pengawasan perizinan yang dilakukan pemerintah bukan untuk menyulitkan pelaku usaha, tetapi sebagai bentuk pendampingan untuk memastikan usaha berjalan sesuai dengan standar dan regulasi yang berlaku, tanpa menghambat produktivitas.

"Pengawasan yang baik justru menjadi jembatan antara kepastian hukum dan pertumbuhan ekonomi. Mari kita bangun paradigma baru bahwa pengawasan bukan untuk mencari kesalahan, tetapi untuk membantu usaha tetap patuh, aman, dan berkembang," ujarnya.

Sebagai informasi, Kota Cirebon mengalami perkembangan signifikan dalam sektor investasi dalam dua tahun terakhir. Pada tahun 2024, total nilai investasi yang masuk mencapai Rp 983 miliar, melebihi target yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebesar 114,34%. 

Jumlah Nomor Induk Berusaha (NIB) yang terbit juga mencapai 10.266 atau 111,7%  melampaui target tahunan dengan mayoritas pelaku usaha mikro dan kecil.

Pemerintah Kota Cirebon berharap, pencapaian tersebut dapat dipertahankan dan ditingkatkan. Wakil Wali Kota juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Cirebon akan terus mendukung fasilitas usaha, seperti sertifikasi halal, perizinan UMK, dan pelatihan manajemen. 

"Kami akan terus mendorong kolaborasi dengan pelaku usaha agar pelayanan publik bisa berjalan maksimal dan mempercepat pertumbuhan ekonomi," tambahnya.

Di kesempatan yang sama, Kepala DPMPTSP Kota Cirebon, Sosro Harsono, menjelaskan mengenai penerapan sistem berbasis risiko yang diatur oleh Undang-Undang Cipta Kerja. 

"Usaha dengan risiko rendah cukup melakukan pendaftaran untuk mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB). Sistem ini memberikan kemudahan bagi pelaku usaha, baik Penanaman Modal Asing maupun Penanaman Modal Dalam Negeri," ujar Sosro.

Sosro menjelaskan, hingga triwulan pertama 2025, capaian investasi sudah menyentuh Rp252 miliar, dengan 387 pelaku usaha baru yang telah menyerap 627 tenaga kerja. 99% dari NIB yang terbit berasal dari pelaku usaha mikro dan kecil.

Sosro juga menyampaikan bahwa melalui perubahan dalam perizinan usaha, Pemerintah Kota Cirebon memberikan berbagai kemudahan dan pengurangan prosedur yang rumit. 

"Regulasi ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memudahkan pelaku usaha, yang merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia," ujarnya.

Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman pelaku usaha mengenai kewajiban mereka dalam melaksanakan penanaman modal sesuai regulasi yang berlaku, serta meningkatkan realisasi investasi di Kota Cirebon. 

"Dengan adanya regulasi ini, kami berharap akan ada peningkatan kualitas fasilitasi penanaman modal yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah," harapnya. (din)



Wujudkan Keluarga Sejahtera, Pemkab Cirebon Gelar Layanan KB Gratis

KABUPATEN CIREBON — Dalam rangka 100 hari program kerja Bupati dan Wakil Bupati Cirebon, Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) menyelenggarakan layanan Keluarga Berencana (KB) Metode Operasi Wanita (MOW) dan Metode Operasi Pria (MOP) secara gratis bagi masyarakat di Rumah Sakit Pasar Minggu Palimanan, Kabupaten Cirebon, Sabtu (17/5/2025).

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara DPPKBP3A Kabupaten Cirebon dengan Rumah Sakit Pasar Minggu Palimanan dan Tim Medis Operasi dari Rumah Sakit Angkatan Udara (RSAU) Salamun Bandung.

Pelayanan ini diadakan dalam rangka menekan laju pertumbuhan penduduk, serta meningkatkan kesejahteraan keluarga, khususnya di wilayah Kabupaten Cirebon.

Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, didampingi Kepala DPPKBP3A Kabupaten Cirebon, Eni Suhaeni, menyampaikan apresiasi tinggi atas kerja sama seluruh pihak dalam pelaksanaan layanan KB ini.

“Kami sangat berterima kasih kepada DPPKBP3A dan tim medis dari RS Pasar Minggu serta RSAU Salamun Bandung. Semoga kerja sama ini dapat terus berlanjut bahkan ditingkatkan di masa mendatang,” ujar pria yang akrab disapa Jigus.

Layanan KB MOW dan MOP tersebut diikuti oleh 200 akseptor MOW dan 18 akseptor MOP. Program ini tidak hanya memberikan layanan kesehatan reproduksi, tetapi juga edukasi serta perlindungan bagi pasangan usia subur.

Jigus menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai langkah konkret untuk mendukung program pengendalian penduduk nasional, serta mendorong kesejahteraan keluarga di Kabupaten Cirebon.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam program KB dan mendaftarkan diri melalui kader KB, PKB/PLKB di wilayah masing-masing,” tambahnya.

Dengan keberhasilan pelaksanaan program ini, Pemkab Cirebon optimis bahwa laju pertumbuhan penduduk di daerahnya dapat lebih dikendalikan secara berkelanjutan.  (Herman)