Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 30 Januari 2020

Hj. Ika Acep Purnama Pimpin Raker FORMI Kab Kuningan Tahun 2020


FOKUS KUNINGAN – Ketua Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) Kabupaten Kuningan, Hj. Ika Acep Purnama memipin Rapat Kerja (Raker) FORMI Kabupaten Kuningan Tahun 2020, di Aula Prima Resort Hotel, Kamis (30/01/2020). 
Tampak hadir Camat Se-Kabupaten Kuningan, Pengurus Formi Kabupaten, Ketua Induk Organisasi. Sementara Raker FORMI dibuka secara resmi oleh  Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Kuningan, Drs. H. Dadi Hariadi, M. Si.
Dalam sambutannya, Ketua FORMI Kabupaten Kuningan, Hj. Ika Acep Purnama memaparkan, FORMI saat ini menjadi salahsatu wadah untuk mengajak masyarakat khususnya di Kabupaten Kuningan untuk lebih gemar berolahraga.
"Inilah yang sebenarnya kita harapkan, kita jangan bosan-bosan mengajak warga dari mulai anak kecil sampai orang tua, untuk berolahraga yang bisa membuat kita bugar dan membuat kita menjadi warga negara yang produktif," katanya.
Dijelaskan, maksud dan tujuan digelarnya Raker ini adalah sebagai wujud realisasi pembinaan prestasi olahraga khususnya olahraga rekreasi di Kabupaten Kuningan dan sebagai motivator penggerak kegairahan masyarakat untuk berolahraga guna mencapai tingkat kebugaran masyarakat yang lebih baik
Tujuaannya untuk mengkoordinasikan program kerja tahun 2020 antara bidang dan komisi, memasyarakatkan olahraga rekreasi di Iingkungan masyarakat Kabupaten Kuningan, sekaligus memelihara dan melestarikan olahraga rekreasi tetap eksis dan berkembang di setiap Kecamatan yang ada di Kabupaten Kuningan.
"Mimpi kami adalah bagaimana masyarakat Kabupaten Kuningan memiliki pegangan, arah serta tujuan dalam melaksanakan olahraga rekreasi," papar Ika.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Kuningan, Drs. H. Dadi Hariadi, M. Si, dalam hal ini mewakili Bupati Kuningan usai membuka secara resmi Raker FORMI Tahun 2020 menyampaikan bahwa FORMI merupakan wadah pembinaan olahraga rekreasi dalam rangka  meningkatkan derajat kesehatan dan kebugaran masyarakat, sekaligus membangun basis Olahraga Daerah menjadi Olahraga Nasional melalui pembudayaan “Rekreasi Sport For All” yang massal, murah, meriah dan bermanfaat.
Dirinya berharap pengurus FORMI selalu menanamkan budaya dan kegemaran berolahraga sejak usia dini, karena kesehatan adalah segalanya. 
Hendaknya FORMI juga dapat menyebarluaskan olahraga rekreasi masyarakat ke seluruh pelosok dan segenap lapisan masyarakat sehingga bisa meningkatkan produktivitas masyarakat, termasuk juga untuk melestarikan dan mengembangkan olahraga masyarakat dan olahraga rekreasi yang bercirikan massal, tradisional dan khusus.
Pihaknya memiliki keyakinan bahwa FORMI Kabupaten Kuningan dapat eksis dan maju dengan kepengurusan yang diisi oleh insan-insan pelaku olahraga. FORMI sebagai induk organisasi olahraga kemasyarakatan berpotensi untuk lebih meningkatkan dan mengaktifkan olahraga kemasyarakatan di Kabupaten Kuningan. Semangat memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat.


“Saya atasnama Pemerintah Kabupaten Kuningan mengajak masyarakat untuk membudayakan hidup sehat, agar mampu mengubah kebiasaan-kebiasaan atau perilaku tidak sehat menjadi pola hidup yang lebih sehat. Saya menyambut gembira atas terlaksananya Raker FORMI Tahun 2020 dan berharap ini menjadi awal momentum untuk menumbuhkan kesadaran dan meningkatkan kualitas kesehatan,” pungkasnya.  (Pai)

Bupati Cirebon Ajak Dinkes Dan Jajarannya Bekerja Maksimal Untuk Pelayanan


FOKUS CIREBON - Bupati Cirebon Drs.H. Imron, M.Ag memberikan arahan pada Dinas Kesehatan yang dihadiri Jajaran Dinas dan para Kepala Puskesmas se Kabupaten Cirebon di Aula Dinas Kesehatan  Jalan Sunan Muria No. 6 Sumber.
Bupati Cirebon menyampaikan terima kasih atas kinerja seluruh jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon selama ini dan atas pretasi-prestasi yang tentunya mampu membanggakan dan mengharumkan nama Kabupaten Cirebon sehingga semakin katon. 
Imron juga mengajak kepada seluruh pegawai Dinkes yang hadir untuk bekerja secara maksimal dan diniati untuk beribadah.
“Di awal Kita memasuki tahun baru kita harus diluruskan pertama kali adalah niat kita. ibu dan bapak sebagai sebagai Kepala Puskesma, Sebagai Kadis, sebagai Sekdis dan semua jajarannya diniatkan bahwa kita untuk beribadah. Kalau dari awal kita niatkan untuk beribadah meski kita ini akan bagaimana kita ini optimal untuk kita berperan  di dalam pengambilan.” ujarnya.
Dalam ekpose tersebut Kepala Dinas Kesehatan Hj. Eni Suhaeni, SKM.,M.Kes memaparkan laporan Kinerja Dinas Kesehatan diantaranya tentang prioritas peningkatan cakupan jaminan kesehatan dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan baik bersifat promotif, preventif maupun kuratif berbasis masyarakat.
Hj. Eni juga menyampaikan, Dinkes di Tahun 2019 melaksanakan 7 program dan 24 kegiatan. Untuk urusan wajib 16 program dan 118 kegiatan (termasuk JKN dan BOK di 60 puskesmas). 
Sejumlah sarana dan prasarana puskesmas yang ada di Kabupaten Cirebon yakni terdapat 11 puskesmas yang memiliki fasilitas rawat inap dan 49 puskesmas yang belum memiliki fasilitas rawat inap atau non rawat inap. 
“kami sampaikan ada puskesmas rawat inap terdapat 11 puskesmas dan Puskesmas non rawat inap ada 49 puskesmas.” Ujarnya.
Selain Puskesmas, Kabupaten Cirebon juga memiliki dua Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), delapan Rumah Sakit Swasta dan satu Rumah Sakit khusus paru. Untuk posyandu terdapat 2.634 dan Puskesdes 356.
Selain sarpras kesehatan, Hj. Eni juga memaparkan sejumlah prestasi yang telah diraih Pemkab Cirebon di bidang kesehatan sepanjang Tahun 2019 yakni juara 3 dan 5 lomba Posyandu Tingkat Provinsi. Juara 1 Tingkat Jawa Barat Puskesmas berkategori Pedesaan dan penghargaan sebagai Kabupaten Terinspiratif dalam Pencegahan Stuntung. 
Hasil akreditasi puskesmas dari tahun 2016-2019 di Kabupaten Cirebon yaitu enam puskesmas terkareditasi Paripurna, 25 puskesmas terkareditasi Utama, 26 puskesmas terkareditasi Madya, dan 3 puskesmas terkareditasi Dasar.

“Kabupaten Cirebon sepanjang 2019 juga memiliki sejumlah prestasi diantaranya Desa Kerandon Kecamatan talun juara 3 dan Posyandu Dewi Sartika Desa Kebarepan juara 5 lomba Posyandu tingkat Provinsi, Juara 1 Tingkat Jawa Barat Puskesmas berkategori Pedesaan.” Paparnya. (*)

Pemkot Cirebon Sosialisasikan Pentingnya Membayar Pajak


FOKUS CIREBON -  Pemerintah Daerah Kota Cirebon berupaya terus mensosialisasikan pentingnya membayar pajak. Sesungguhnya pajak yang disetorkan masyarakat manfaatnya besar untuk pembangunan di Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati, di sela-sela pelaksanaan Tax Gathering di salah satu hotel di Kota Cirebon, Rabu, 29 Januari 2019. 

“Kita tidak akan lelah untuk terus melakukan sosialiasi agar masyarakat di Kota Cirebon bisa menunaikan kewajibannya dengan baik,” ungkap Eti. Diantaranya dengan membayarkan pajak sesuai dengan tanggungjawabnya tepat waktu.

Sesungguhnya, lanjut Eti, pajak yang dibayarkan oleh masyarakat akan dikembalikan lagi kepada mereka. Namun dalam bentuk pembangunan, baik itu pembangunan infrastruktur serta pembangunan fasilitas umum lainnya yang akan bermanfaat untuk masyarakat. 

“Karenanya kami tiada lelah untuk terus menggugah kesadaran dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat akan pentingnya pajak ini,” ungkap Eti.

Tidak cukup disitu, Eti juga menghibau Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemda Kota Cirebon menjadi contoh yang baik dalam menunaikan kewajibannya membayar pajak.

Melalui program Zonita Pamor yang digagas oleh Pemprov Jabar, Eti juga mendorong agar ASN bisa membayar pajak kendaraan bermotor mereka tepat waktu. 

“Tidak hanya kendaraan dinas, tapi juga kendaraan pribadi yang mereka miliki,” ungkap Eti.

Dengan adanya contoh yang baik diharapkan masyarakat umum juga bisa terdorong untuk membayarkan pajak yang sudah menjadi kewajiban mereka.

 “Saya juga mengucapkan terima kasih kepada pengusaha dan wajib pajak lainnya yang dengan kesadaran penuh telah membayarkan pajak mereka. Insya Allah sangat bermanfaat untuk pembangunan di Kota Cirebon,” ungkap Eti.

Pada kesempatan itu juga diserahkan secara simbolis SPPT PBB-P2 tahun 2020 kepada camat dan lurah yang ada se Kota Cirebon. Penyerahan tersebut sebagai pertanda dimulainya pembayaran PBB di Kota Cirebon yang jatuh tempo pada 30 September 2020 mendatang. 

Dalam Tax Gathering tersebut juga dilakukan Panutan Pelaporan SPT tahunan melalui e-Filling dan Sosialisasi Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor melalui Zonita Pamor khusus untuk ASN.

Sementara itu Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Cirebon, Drs. H. Agus Mulyadi, M.Si., menjelaskan jika PAD dari sektor PBB tahun ini ditargetkan sebesar Rp 38 miliar. Jumlah tersebut meningkat dari realisasi tahun lalu yang ada di angka Rp 34 miliar dengan jumlah wajib pajak yang mencapai 80 ribuan.

Untuk menambah kesadaran masyarakat membayarkan PBB tepat waktu, selain meningkatkan sosialisasi dan pemahaman warga terhadap pentingnya membayar pajak, tahun ini mereka juga melakukan undian berhadiah. “Tujuannya agar target ini terpenuhi,” ungkap Agus.

Untuk sementara pihaknya menyediakan dua unit motor untuk wajib pajak yang membayar sebelum jatuh tempo. Nantinya nomor objek pajak (NOP) akan dijadikan nomor undian untuk diundi di event anugerah pajak Kota Cirebon. 


Agus juga mengungkapkan tidak menutup kemungkinan jumlah hadiah akan bertambah. “Dengan upaya yang kami lakukan, kami berharap target penerimaan PBB tahun ini tercapai,” ungkap Agus.

Rabu, 29 Januari 2020

Presiden Secara Tegas Mendukung Gerakan Maju Bersama Menuju Eliminasi Tuberkulosis (TBC) 2030


FOKUS CIREBON, CIMAHI – Presiden Joko Widodo secara resmi membuka Pencanangan Gerakan Maju Bersama Menuju Eliminasi Tuberkulosis (TBC) 2030 yang dipusatkan di Cimahi Techno Park, Kota Cimahi, Provinsi Jawa Barat, Rabu (29/1).
Presiden secara tegas menyatakan dukungan atas dilaksanakannya kegiatan tersebut, terutama mengingat pembangunan sumber daya manusia merupakan salah satu fokus kerja pemerintah dalam lima tahun ke depan.
“Saya ingin mendukung keras kegiatan ini, kegiatan bersama menuju eliminasi TBC di 2030. Karena percuma kalau masyarakat kita enggak sehat, merembetnya bisa ke mana-mana. Bisa ke pendidikan, bisa ke keberlanjutan dalam nanti bekerja, ke mana-mana,” kata Presiden dalam sambutannya.
Merujuk pada Global Tuberculosis Report WHO 2019, Indonesia merupakan negara dengan beban Tuberkulosis (TBC) tertinggi ketiga di dunia, setelah India dan Tiongkok. Pada tahun 2018, diperkirakan ada 845.000 orang jatuh sakit dan 93.000 jiwa meninggal akibat TBC.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden pun menyampaikan apresiasinya atas kerja keras semua pihak, baik pusat kesehatan masyarakat (puskesmas), yayasan, hingga kader-kader yang bergerak di lapangan, dalam mengeliminasi TBC yang ditargetkan akan bisa diberantas pada tahun 2030.
“Saya sangat menghargai, baik puskesmas, baik yayasan, baik kader-kader yang bergerak di dalam pengurangan, eliminasi TBC ke tahun 2030. Dan fokusnya bukan hanya pengobatan, saya setuju ini, tapi pencegahan penyakit ini lebih diperlukan sekali. Sehingga yang namanya pengembangan perkotaan, pedesaan, membangun rumah-rumah yang sehat itu menjadi kunci,” jelasnya.
Menurut Kepala Negara, infrastruktur fisik harus turut menjamin dan mendukung peningkatan kesehatan masyarakat. Drainase yang lancar dan bersih, pengelolaan sampah, hingga penyediaan air bersih menjadi elemen yang sangat penting untuk diperhatikan.
“Tadi Pak Menteri PU ikut kita, tetapi ternyata tidak ikut masuk ke ruangan ini. Sebenarnya mau saya perintah, rumah-rumah yang masih belum sehat agar segera dikerjakan, terutama di Provinsi Jawa Barat. Tadi Pak Gubernur juga sudah meminta mengenai itu,” ungkapnya.
Oleh sebab itu, Presiden menegaskan bahwa menjamin kesehatan masyarakat itu bukan hanya urusan dokter, Menteri Kesehatan, atau Dinas Kesehatan semata. Lebih jauh, urusan kesehatan masyarakat merupakan tanggung jawab bersama berbagai pemangku kepentingan.
Presiden memandang bahwa aspek pencegahan melalui lingkungan yang baik dan kesadaran masyarakat yang tinggi merupakan aspek yang sangat penting dan perlu diutamakan. Presiden mengingatkan bahwa Puskesmas merupakan Pusat Kesehatan Masyarakat, bukan pusat pengobatan masyarakat.
“Jadi puskesmas itu menyehatkan masyarakat, bukan pusat pengobatan masyarakat. Artinya, puskesmas itu memang dirancang untuk mencegah penyakit. Jangan ada puskesmas yang bangga karena income-nya banyak. Keliru itu. Pak saya bisa nyetor PAD sekian, keliru itu. Pendapat seperti itu jangan dibenarkan, ini keliru. Puskesmas itu dirancang untuk mencegah penyakit dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat,” paparnya.
“Sekali lagi, mencegah lebih baik daripada mengobati. Lebih baik kita keluarkan waktu, tenaga, pikiran, dan anggaran ini untuk mencegah. Kita harus memercayai ini, dengan tetap siaga dan waspada sebelum masuk ke pengobatan. Tapi kalau sudah terkena, ya tadi, urusannya adalah TOSS (Temukan, Obati Sampai Sembuh),” tandasnya.
Turut mendampingi Presiden dalam acara tersebut antara lain, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menteri Sosial Juliari Peter Batubara, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.
Selain itu tampak hadir juga Ketua Dewan Pembina Stop TB Partnership Indonesia yang juga anggota Dewan Pertimbangan Presiden Arifin Panigoro, Staf Khusus Presiden Angkie Yudistia dan Billy Mambrasar, serta Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.
Sumber: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

Torehan Prestasi di SMAN 1 Kota Cirebon Membawa Harum Nama Baik Kota Cirebon Dan Jawa Barat


FOKUS CIREBON - Siapa yang tak mengenal sosok satu ini, selain cerdas dalam soal membangun kemajuan  pendidikan, sosoknya pun supel dan tegas dalam kepemimpinan. Dia adalah Dr H Nendi SPd,MM SMAN 1 Kota Cirebon yang telah membawa sekolah ini menoreh banyak prestasi.

Dari sekian banyak program unggulan yang telah dilaksanakan, keberadaan SMA Negeri 1 Kota Cirebon menyedot perhatian berbagai kalangan karena banyaknya prestasi yang berhasil dicapai para siswanya baik di tingkat lokal, regional maupun nasional.

Sejak dipimpinnya, SMAN 1 Kota Cirebon telah mengkoleksi banyak penghargaan dari berbagai lomba kategori akademik maupun non akademik. Ratusan prestasi yang disumbangkan sekolah yang berlokasi di Jalan Dr Wahidin, Kota Cirebon ini mampu mengharumkan nama baik Kota Cirebon dan Jawa Barat.

"Ya, Pak Nendi itu orang supel tapi tegas dalam soal kepemimpinan. Apalagi jika menyangkut di bidang pendidikan, baginya tidak ada main -main untuk memajukan prestasi di bidang ini. Karena saya tahu sosoknya yang selalu ingin berkarya bagi kemajuan pendidikan," kata pegiat pendidikan Kota Cirebon, Rahmat M.Hum.

Selain itu, Nendi juga selalu mengedepankan keserasian, keselarasan, kebersamaan, keharmonisan dan kesinambungan. Maka dengan gaya kepemimpinannya itu, sosok Nendi banyak disukai di lingkungan pendidikan, terlebih di lingkungan SMAN 1 Kota Cirebon.

Pegiat pendidikan lainnya, Waryono SE menyatakan, dengan kemampuan kepemimpinannya itu, Nendi mampu membawa SMAN 1 Kota Cirebon selalu juara di bidang olah raga. Tentu saja, ini juga berkat peran dan kerjasama para guru, terutama Dr Kenedi, guru senior yang memegang mata pelajaran olah raga di SMAN 1 Kota Cirebon.


"Selain olah raga, masih banyak prestasi yang ditoreh SMAN 1 Kota Cirebon. Kemajuan pendidikannya pun, baik akademik maupun non akademik menjadi alasan tersendiri bagi para orang tua untuk berebut dapat melanjutkan pendidikan SMA nya di sekolah ini. Karena orang tua mana yang tidak ingin putra putrinya bisa melanjutkan sekolah ke SMAN 1 Kota Cirebon," paparnya. (nur)