Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 29 Juli 2020

DPRD Kota Cirebon Kuatkan Program Pembangunan Di Daerah

FOKUS CIREBON – Komisi II DPRD Kota Cirebon menyoroti program dan capaian kerja Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (DPRKP) tahun 2020.

Pada rapat kerja yang digelar di ruang rapat serbaguna gedung DPRD, Rabu (29/7), beberapa poin yang ditekankan dalam rapat diantaranya, identifikasi prasarana dan sarana umum perumahan (PSU), pendataan perumahan, serta pencegahan dan peningkatan kawasan pemukiman.

Kepada anggota Komisi II DPRD Kota Cirebon, Plt Kepala DPRKP, Drs Sumanto mengatakan, beberapa program kerja di tahun ini terkendala pengerjaan karena pengalihan anggaran untuk penanganan pandemi Covid-19.

Di masa adaptasi kebiasaan baru ini program kerja kembali dilaksanakan. Seperti, identifikasi perumahan dan penanganan kawasan kumuh.

“Karena anggaran kami terkena refocusing dan ada pemberlakuan PSBB, beberapa pekerjaan tidak bisa diselesaikan tahun ini,” ujar Sumanto saat rapat.

Pelaksanaan program kembali dikerjakan pada akhir Juli. Beberapa diantaranya adalah melakukan identifikasi PSU dan pendataan perumahan di lima kecamatan. Identifikasi tersebut melibatkan konsultan selama dua bulan dari waktu proyek dimulai.

“Identifikasi tersebut akan dilaksanakan selama 2 bulan. Sekarang sudah AKB, jadi pengerjaan bisa dilaksanakan prosesnya sedikit demi sedikit. Jujur saja, DPRKP berdiri baru 2017 lalu. Karena itu kami belum punya data pemukiman warga di perumahan,” ujarnya.

Selain itu, pascapandemi Covid-19 ini, beberapa program yang sedang berjalan yaitu perbaikan sarana prasarana pemakaman di Kedungmenjangan, Kelurahan Argasunya.

Program kerja lain yang belum bisa diselesaikan tahun ini adalah revitalisasi sejumlah taman. Kendati demikian, DPRKP baru memulai membuat Detail Engineering Design (DED) dengan melibatkan konsultan.

“Tiga kegiatan untuk revitalisasi taman rencananya dilaksanakan pada 2020 ini, akan tetapi karena anggaran kena refocusing, jadi baru DED saja,” kata dia.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II, H Hendi Nurhudaya SE mengatakan, DPRKP mengalami pengalihan anggaran dari Rp13 miliar menjadi Rp6,5 miliar. Akibatnya, beberapa program kerja yang seharusnya dikerjakan 2020, terpaksa tidak bisa dilakukan.

Pada kesempatan rapat kerja, Komisi II menegaskan untuk menggunakan anggaran yang sudah ada untuk mengerjakan program kerja 2020.

Selanjutnya, bila tidak bisa diselesaikan di tahun ini, maka bisa dikerjakan di tahun anggaran 2021. Komisi II juga minta agar program pro masyarakat seperti rutilahu dan penataan kawasan kumuh diprioritaskan.

Hendi juga mengatakan, yang harus difokuskan bagi DPRKP adalah tentang program Kotaku (penataan kawasan kumuh). Mengingat, adanya aturan baru mengenai peraturan menteri PUPR, maka sebaiknya dikonsultasikan dengan pihak-pihak terkait.

“Selanjutnya soal program rutilahu, kami meminta data penerima tahun 2020. Kami ingin warga yang rumah tidak layak huni bisa diselesaikan. Ada alokasi 300 rumah dari pusat, dan 100 rumah dari pemprov. Bantuan dari Pemkot Cirebon belum ada karena Perwali belum dibuat. Kami minta segera dibuat,” kata Hendi. (Yono)

Selasa, 28 Juli 2020

Wakil Walikota Cirebon Bersama BBWS Cimancis Tinjau Normalisasi Sungai Cikalong



FOKUS CIREBON - Wakil Walikota Cirebon Hj Eti Herawati, Selasa pagi (28/7/2020), meninjau normalisasi Sungai Cikalong di Kelurahan Larangan, Kecamatan Harjamukti. 

Normalisasi ini merupakan program penataan sungai yang dilakukan Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung (BBWS Cimancis).

Sebagaimana diketahui, permasalahan tahunan di setiap musim penghujan adalah terjadi luapan. Karena di Sungai Cikalong terjadi sedimentasi, sehingga tidak dapat menampung debit air yang besar saat hujan lebat.

Akibatnya, ketika musim hujan luapan air dari sungai ini seringkali masuk ke permukiman warga. 

"Saat ini, sedang dilakukan pengerukan untuk mengurangi sedimentasi," kata Eti Herawati.


Sementara itu, target normalisasi rencananya sepanjang lebih kurang 1 kilometer di sisi yang mengarah ke hilir. (Agus)

HIMABA IAIN Cirebon Gelar Webiner Kepenulisan


FOKUS CIREBON - Himpunan Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Arab (HIMABSA) menggelar Webinar Kepenulisan bertemakan Menuangkan Rasa dalam Sebuah Karya


Kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Google Meet dan diikuti lebih kurang 50 mahasiswa BSA. Selasa (28/07/2020).


Antusiasme diskusi ditunjukan dengan partisipasi aktif seluruh perserta, sehingga diskusi berjalan hangat hingga 3 jam berlalu. Erfan Gazali, M.Si selaku Sekretaris Jurusan BSA IAIN Syekh Nurjati menuturkan bahwa Pelatihan ini merupakan Follow Up dari program pembimbingan penulisan buku oleh Jurusan melalui Komunitas Kajian BSA Literacy and Literature Corner (LLC) yang pernah dibentuk.


Melalui komunitas ini, pembimbingan dilakukan oleh dosen BSA kepada mahasiswa yang memiliki minat dan kemampuan untuk menulis buku. 


“Dari Program ini, BSA sudah mampu merilis 4 buku karya mahasiswa dan siap dibedah pada bulan Agustus nanti” tutur Erfan Gazali, M.Si.


Hal ini dibenarkan oleh Ninik Sugiyarti, ketua HIMABSA IAIN Syekh Nurjati.


Menurutnya, kerjasama diantara pimpinan Jurusan, pengurus HIMABSA dan dosen pembimbing dari LLC menjadi modal yang sangat baik bagi mahasiswa dalam menulis.


Pembimbingan intensif yang diberikan para dosen dan fasilitasi jurusan menjadikan karya perdana ini bisa terbit. 


“4 Buku karya mahasiswa ini jadi stimulan untuk lahirnya karya-karya mahasiswa berikutnya” tambah Ninik.


Sementara terkait dengan kegiatan Webinar ini, mahasiswa diharapkan memiliki pemahaman terkait wawasan penulisan dan dunia penerbitan professional. 


Seperti diungkapkan oleh Mohammad Andi Hakim, M.Hum, narasumber dan penggagas komunitas kajian BSA LLC bahwa kemampuan menulis sangat dibutuhkan oleh mahasiswa dan juga Perguruan Tinggi. Mengingat kualitas lembaga pendidikan saat ini, salah satunya dilihat dari produktifitasnya menulis dan menerbitkan karya.


Kompetensi ini harus terus diasah dan dikelola agar kampus memiliki pola kaderisasi penulis yang terstruktur dan terprogram. 


“BSA sebagai salah satu Jurusan baru di IAIN Syekh Nurjati melakukan langkah akseleratif dalam mempush karya tulis mahasiswa. Salah satunya dengan proyek menulis buku setiap semesternya. Selain ini akan membantu proses akreditasi lembaga, juga menjadi ruang aktualisasi mahasiswa dan meningkatkan profile suksesnya,” ungkap Andi Hakim.


Pada sisi yang lain, Menurut Mustaqim, CEO Fatawa Publishing, mahasiswa juga harus ‘melek’ dunia publikasi dan ‘bisnis’ penerbitan.


Penerbitan buku yang terbagi dalam dua kutub besar, yaitu Major Book Publishing dan Indie Book Publishingmenyapa siapa saja saat ini yang ingin berkarya. 


Lebih lanjut Mustaqim menjelaskan, semua mahasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi penulis buku, dengan ruang yang sangat bebas dan tetap memperhatikan kualitas tulisan. 


“Proses seleksi naskah melalui dewan redaksi, riset publikasi dan kajian pasar juga menjadi pertimbangan penerbit dalam mencetak karya mahasiswa. Naskah yang baik akan lahir melalui proses pembimbingan yang baik pula, dan BSA dengan pimpinan Jurusan dan dosen yang mendukung adalah hal yang patut diapresiasi,” ungkapnya.


Desi Ramadhani salah satu peserta diskusi menyambut baik even Webinar kali ini. Menurutnya, melalui kegiatan positif seperti ini lebih-lebih saat libur perkuliahan dan tidak ada kelas tatap muka, belajar wawasan kepenulisan dan penerbitan menjadi hal penting untuk terus dilakukan. Mengingat mahasiswa sangat membutuhkan pemahaman dan praktik penulisan baik fiksi maupun non fiksi untuk menunjang aktivitas akademiknya.


“Melalui kegiatan seperti ini, kami menjadi semakin termotivasi untuk menulis, dengan teori dan praktik yang diberikan para narasumber. Ini menjadi bekal bagi kami untuk kemudian melakukan action menulis,” tutur Desi

Menutup sesi Webinar tersebut.


Erfan Gazali, M.Si menguraikan bahwa pihaknya mengapresiasi dan berterima kasih kepada segenap pengurus HIMABSA yang berdedikasi untuk kemajuan Jurusan, utamanya melalui program-program yang produktif dan bermanfaat melalui cipta dan karya.


Lebih lanjut menurutnya, mahasiswa BSA diberikan kesempatan untuk belajar dan menerbitkan buku dalam berbagai bidang, baik terkait dengan keahlianya (Expertise) dan Minatnya (Passion). 


“Sesungguhnya yang terpenting dari setiap pelatihan menulis adalah, kemauan kita untuk mewujudkanya menjadi aksi nyata untuk menulis,” pungkas Erfan Gazali, M.Si.

Wakil Walikota Cirebon Sayangkan Kesadaran Warga Dalam Penggunaan Masker Masih Kurang


FOKUS CIREBON - Hj Eti Herawati, Wakil Walikota Cirebon merasa prihatin, karena kedisiplinan masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan mulai berkurang.

"Saat saya meninjau kegiatan penegakan disiplin penggunaan masker, yang dilakukan oleh Satpol PP Kota Cirebon, hampir 100 orang
yang terjaring tidak menggunakan masker," kata Eti Herawati.

Padahal, katanya, kesadaran menggunakan masker
justru dilakukan agar diri kita tidak terpapar Covid-19. 

Eti menjelaskan, penggunaan masker tersebut untuk kesehatan diri sendiri, bukan untuk orang lain.

"Pemerintah Daerah Kota Cirebon selama ini berupaya maksimal melakukan sosialisasi penggunaan masker. Tapi, kalau tidak
didukung kesadaran masyarakat, akan percuma," ujarnya.


Untuk itu, lanjut Eti, mari tingkatkan kedisiplinan kita untuk mematuhi protokol kesehatan Covid-19. "Sekali lagi, jangan lengah. Pandemi belum usai," tegas Wakil Walikota Cirebon, Eti Herawati kembali. (din)

Senin, 27 Juli 2020

Rektor IAIN Cirebon Tekankan Mahasiswa S2 Mampu Kembangkan Penelitian Yang Inovatif



FOKUS CIREBON - Rektor IAIN Syekh Nurjati (SNJ) Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg menekankan agar mahasiswa pascasarjana mampu mengembangkan peneliltian. Hal itu disampaikan saat membuka  kegiatan orientasi mahasiswa baru program magister (S2) di lantai 3 gedung Pascasarjana IAIN SNJ Cirebon.

Dihadapan mahasiswa baru program magister (S2) ini, Sumanta juga memperkenalkan dan mengupas visi misi lembaga selaras dengan tema yang diangkat yakni 'Akademic di Era Revolusi Industri 4.0'. 

Menurut Sumanta, visi misi ini sebagai identitas dan jati diri. Maka visinya adalah menjadi institusi pendidikan tinggi yang unggul dan terkemuka dalam pengembangan ilmu-ilmu keislaman. Lalu kenapa harus unggul ?

Karena unggul itu adalah sikap untuk menjadi yang terbaik, dan kemudian terkemuka adalah sebuah nilai yang menunjukkan civitas akademika bisa menjadi contoh atau tauladan bagi masyarakat lokal, regional, nasional dan internasional.

Rektor IAIN Cirebon juga menegaskan bahwa visi ini akan dibreakdown dengan beberapa misi yakni pertama adalah mengembangkan pendidikan akademik dan profesi, kemudian menyelenggarakan penelitian secara inovatif untuk menunjang pendidikan dan pengabdian bagi kepentingan masyarakat dan bangsa. Dan  melakukan transformasi dan pencerahan nilai-nilai islam bagi masyarakat.

"Keilmuan adalah prodi-prodi yang harus kita ambil, dan keislaman adalah misi kita. Untuk itu, mahasiswa pascasarjana harus mampu mengembangkan penelitian yang inovatif dan mengimplementasikan nilai nilai keislaman. 

Selain itu lanjut Sumanta di kampus ini juga mempunyai program standar bahasa yaitu toefl (Inggris) dan toafl (Arab) yang harus dicapai setiap mahasiswa Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon. 


Menurutnya toefl ini memang standar umum program pasca disetiap perguruan tinggi di Indonesia. Namun toafl adalah standar bahasa yang hanya ada di Perguruan Tinggi Keagamaan islam Negeri (PTKIN) dan tidak dimiliki perguruan tinggi umum. (nur)