Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 06 Oktober 2020

Walikota Cirebon : Ulama Sebagai Perekat Umat

CIREBON - Ulama memiliki peran sebagai perekat umat. Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon selalu berupaya untuk mendukung kegiatan yang dilakukan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH, saat Pembukaan Musda VII MUI Kota Cirebon tahun 2020 di Islamic Center Kota Cirebon, Selasa, 6 Oktober 2020.

“Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Cirebon memiliki tugas strategis untuk membangun kemaslahatan dan memperkokoh ukhuwah islamiah,” ungkap Azis. 

Untuk itu Pemda Kota Cirebon menurut Azis akan senantiasa mendukung sejumlah program yang dilakukan oleh MUI. 

Terlebih ke depannya Azis meyakini tantangan MUI semakin berat dan kompleks dengan beragamnya dinamika yang terjadi di tengah-tengah masyarakat.

Selanjutnya Azis juga meminta doa dari seluruh anggota MUI untuk bisa bersama-sama mendoakan agar pandemi Covid-19 segera berakhir, tidak hanya di Kota Cirebon namun juga di berbagai belahan dunia lainnya. 

“Pandemi Covid-19 ini menjadi keprihatinan dan ujian yang berat untuk kita semua,” paparny.

Azis juga menekankan bahwa Pemda Kota Cirebon dengan dukungan seluruh komponen masyarakat akan bekerja maksimal untuk memutus penyebaran Covid-19 di Kota Cirebon.

Pada kesempatan itu, Azis juga meminta kepada seluruh peserta Musda VII MUI Kota Cirebon untuk tetap menaati protokol kesehatan. 

“Dengan kerendahan hati kami juga memohon doa dari seluruh ulama agar kondisi negara segera membaik dan pandemi Covid-19 segera berakhir,” tandas Azis. (Lan)

Ketua HMJ KPI : Diksar ini Untuk Memperkenalkan Jurusan KPI dan Prospek Kerja Kedepannya


CIREBON - Mutualime tidak selalu harus berkuantitas, tetapi kuantitas harus bermutu. Untuk itu,Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon menggelar pendidikan dasar (diksar) ke 7 bagi mahasiswa baru (maba) tahun akademik 2020/2021, Selasa (5/10/2020).

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, khusus untuk tahun ini kegaiatan diksar yang  berlangsung di Aula Gedung Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) kampus setempat ini dilaksanakan secara online.

Ketua pelaksana, Hanif menjelaskan, diksar ini diselenggarakan setiap tahun oleh jurusan KPI untuk mahasiswa baru sebagai bekal dan informasi mengenai jurusan tersebut. Namun, untuk pelaksanaan tahun ini memang berbeda karena dalam situasi pandemi. Akan tetapi, hal itu tidak menurunkan semangat para peserta.

“Konsep kita online, karena kita tidak mengadakan acara tatap muka langsung, teknisnya kita melalui live streaming siaran langsung di aplikasi Zoom, Google Meet, sama Youtube,” jelasnya.

Sementara Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), Deni Auli menuturkan, kegiatan diksar ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa baru untuk mengetahui dan memperkenalkan prospek kerja ke depannya.

“Pada intinya diksar ini untuk memperkenalkan jurusan KPI dan juga prospek kerja ke depannya. Nanti akan dijelaskan divisi-divisi yang ada di jurusan KPI ini. Ada 5 Divisi di KPI, yaitu sosial dakwah, cinema, fotography, radio, dan jurnalistik,” tutur Deni.

Sebanyak 5 divisi tersebut, imbuh Deni, dapat dimanfaatkan para mahasiswa untuk meningkat kemampun yang dapat diterapkan di dunia kerja ke depan. Pasalnya, kata dia, jurusan KPI pasti tidak jauh prospeknya terhadap 5 divisi tersebut. (Nur)

Senin, 05 Oktober 2020

HIMA-ILHA Gelar Kajian Bahasa Bertajuk 'Urgensi Bahasa Arab dalam Membina Umat Islam’


CIREBON - Himpunan Mahasiwa Jurusan Ilmu Hadis (HIMA-ILHA) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Syekh Nurjati Cirebon melaksanakan kajian bahasa, Senin (5/10/20).Kajian tersebut bertemakan ‘Urgensi Bahasa Arab dalam Membina Umat Islam’.

“Bahwasanya bahasa Arab adalah bahasa legendaris, bahasa kebanggaan umat Islam, yang mana nabipun berdakwah menggunakan bahasa Arab, bahkan kitab suci umat Islampun berbahasa arab”, tutur Rizki selaku Ketua Umum HIMA ILHA.

Menurutnya, bahasa Arab adalah bahasa satu-satunya yang dipakai oleh Khoirul Anam, Sayyidul Arabi wal Ajami Muhammad Rasulullah SAW.

Sementara itu, Raden Miqdad selaku pemateri menyampaikan, bahasa Arab berubah menjadi bahasa persatuan keilmuan yang membimbing dan membina umat Islam menuju peradaban yang sangat berharga dan bernilai.

“Salah satu contoh kecilnya yaitu kitab Al Qanun fi Ath Thibb karya Ibnu Sina, kitab berbahasa Arab yang menjelaskan hukum-hukum dalam kedokteran,” papar Miqdad.

Ia menambahkan, karya tersebut yang dijadikan sebagai rujukan utama pertama bagi umat manusia dalam dunia medis.

“Bahasa Arab merupakan kehidupan spritual kaum muslimin mulai dari syahadat, shalat, zakat, puasa dan haji,” ujarnya.

Maka, menurutnya, tidak berlebihan ketika dikatakan bahwa bahasa Arab adalah kunci pertama di dalam memahami seluruh aset keilmuan Islam yang kaya.

“Bahasa Arab adalah bahasa yang disahkan Allah untuk digunakan sebagai wasilah pengantar ibadah mahdhoh”, kata Miqdad. (Nur)

Putus Matarantai Penyebaran Virus Covid 19, Walikota Cirebon Berencana Membatasi Tatap Muka di Tempat Usaha

CIREBON, FC - Keseriusan Pemkot memutus mata rantai penyebaran virus Covid 19 melalui protokol kesehatan kian gencar dilakukan. Dimana Wali Kota Cirebon Drs. H. Nashrudin Azis, SH, berencana membatasi kegiatan tatap muka khsususnya di tempat usaha hingga pukul 18.00 WIB. Hal itu dilakukan untuk pencegahan penularan virus Covid-19.

Alasan memilih rencana tersebut karena berdasarkan pantauan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 di sejumlah tempat usaha yang tidak menerapkan protokol kesehatan dengan baik. 

“Kami sering mendapati restoran yang tidak menerapkan physical distancing dengan baik,” katanya Senin (05/10/2020) usai menghadiri rapat bersama Satuan Tugas Penangan Covid-19 Kota Cirebon.

Azis menuturkan permintaan Pemda Kota Cirebon kepada tempat usaha untuk membatasi pengunjungnya sebanyak 50 persen dari total kapasitas juga tidak dilaksanakan oleh pemilik usaha. “Teknis pembatasannya seperti apa akan kami bahas lebih lanjut, yang jelas aktivitas tatap muka akan dibatasi hingga pukul 18.00 WIB,” tuturnya.

Azis mengungkapkan tempat usaha yang tidak dibatasi adalah tempat usaha yang memiliki layanan online, untuk usaha jenis ini diizinkan tetap beroperasi hingga pukul 21.00 WIB. “Rancangan pembatasan sudah dirancang sejak lama, tapi belum kami sahkan, dan sekarang kami pertimbangkan untuk mengambil langkah itu,” ujarnya.

Pada saat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon, dr. H Edy Sugiarto M. Kes.,  memaparkan pada pekan-pekan ini jumlah positif Covid-19 di Kota Cirebon terus mengalami peningkatan dan didominasi oleh Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 85 persen, dan sisanya terpapar virus dengan gejala.

“Kami minta masyarakat terus waspada, sebab rumah sakit mulai penuh. Meskipun ada hotel yang dijadikan tempat karantina, kami berharap jumlah kasusnya tidak bertambah,” pungkasnya. (Lan)

Disporbudpar Kota Cirebon Gelar Kegiatan Sosialiasi dan Edukasi di Pasar Kramat

CIREBON, FC - Sejumlah petugas dari Dinas Pendidikan Olahraga, Budaya dan Pariwisata Kota Cirebon mengelar kegiatan sosialisasi dan edukasi protokol kesehatan di Pasar Kramat Kota Cirebon, Senin (5/10/2020).

Petugas dengan membawa perbekalan sejumlah masker langsung mendatangi pasar tradisional (Pasar Kramat) yang berada di bilangan jalan Siliwangi, Kota Cirebon.

Para petugas yang mendapati warga tidak mengenakan masker langsung didata dan diberikan sosialisasi dan edukasi protokol kesehatan.


Warga juga langsung diminta mengenakan masker yang dibawa petugas Diaporbudpar saat itu juga untuk mencegah dan memutus mata rantai penyebaran covid 19. (Lan)